TEKNIK TENAGA LISTRIK (SELASA)

226
1860

Setelah pembelajaran di kelas, bacalah buku Christopher R Robertson. 2008. Fundamental Electrical and Electronic Principles. Burlington, Elsevier Ltd. Pelajari bab 2 DC circuit dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Jelaskan karakteristik rangkaian seri yang berkaitan dengan tegangan dan arus yang bekerja pada rangkaian tersebut.
  2. Jelaskan karakteristik rangkaian paralel yang berkaitan dengan tegangan dan arus yang bekerja pada rangkaian tersebut.
  3. Tiga buah resistor dengan nilai masing-masing 450 ohm, 500 ohm, dan 650 ohm dihubungkan secara seri dan terhubung dengan sumber tegangan 12 V. Tentukan tegangan yang bekerja pada setiap resistor tersebut.
  4. Buatlah simpulan dari hasil perhitungan seperti soal no 3 dan hasil perhitungan jika ketiga resistor tersebut digubungkan secara parallel.
  5. Berapa daya listrik yang bekerja pada rangkaian seri dan parallel dari ketiga resistor yang disinggung dalam soal no 3 dan 4.
  6. Jelaskan mengenai potential devider dan current devider pada rangkaian DC, buktikan dengan contoh prinsip bahwa rangkaian DC dapat berfungsi sebagai potential dan current devider.
  7. Jelaskan mengenai hokum Kirchhoff tentang arus dan tegangan.
  8. Untuk gambar seperti di atas, tentukan besarnya arus yang mengalir melalui tiap resistor, dan arus yang mengalir dari sumber tegangan

Silakan diskusikan dengan teman-teman dan jawaban bisa ditulis di dalam kolom komentar. Perlu diperhatikan: 1) jawaban diawali dengan menuliskan NIM dan setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) meskipun hasil diskusi bersama, 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). Jawaban ditunggu sampai hari Rabu, 4 September 2019 pukul 17.00. Selamat berdiskusi (DW).

226 COMMENTS

  1. 5211418006

    7.) Hukum Kirchoff tentang arus
    ” Jumlah arus yang mengalir masuk ke sebuah node ( titik percabangan ) akan sama dengan jumlah arus yang keluar dari node tersebut. ”

    Hukum Kirchoff tegangan
    “Jumlah tegangan tiap komponen pada sebuah loop sama dengan nol.”

  2. 5211418018

    1. Rangkaian Seri : Merupakan rangkaian yang disusun secara sejajar dan satu jalur. Sehingga arus listrik tiap komponennya sama dan tegangan totalnya adalah penjumlahan tegangan yang melewati tiap komponen. Karakteristik rangkaian seri ialah, jika salah satu alat/komponen dimatikan, rangkaian akan mati dan tidak ada arus yang mengalir di dalam alat manapun di dalam rangkaian tersebut.

    R total = R1 + R2 + … + Rn
    I total = I1 = I2 = I3 = … = In
    V total = V1 + V2 + … + Vn

  3. 5211418004

    1. Karakteristik rangkaian seri :
    Tegangan pada rangkaian seri ini tiap hambatan/beban berbeda. jika Resistornya besar maka tegangan akan besar juga. namun sebaliknya jika Resistornya kecil maka tegangan yang dihasilkan akan kecil pula.
    Pada rangkaian seri ini, arus yang bekerja pada masing-masing beban adalah sama.

  4. 5211418018

    2. Rangkaian Paralel : merupakan rangkaian yang disusun secara berderet, pada rangkaian paralel tegangan yang melewati tiap komponen adalah sama dan total arus adalah jumlahan arus yang melewati tiap komponen. Dalam rangkaian paralel, pembukaan cabang individu hanya menghentikan arus di cabang itu. Bagian cabang lainnya akan terus bekerja karena arus memiliki banyak jalur yang bisa ditempuh di seluruh sirkuit.

    1/R total = 1/R1 + 1/R2 + … + 1/Rn
    V total = V1 = V2 = V3 = … = Vn
    I total = I1 + I2 + I3 + … + In

  5. 5211418018

    3. D1 :
    R1 = 450 Ohm
    R2 = 500 Ohm
    R3 = 650 Ohm
    V total = 12 V
    D2 :
    V1, V2, V3 = ….. ?
    D3 :
    R total = R1 + R2 + R3 = 450 + 500 + 650 = 1600 Ohm
    I total = V total / R total = 12 V / 1600 Ohm = 0,0075 A

    V1 = I total x R1 = 0,0075 x 450 Ohm = 3,375 V
    V2 = I total x R2 = 0,0075 x 500 Ohm = 3,75 V
    V3 = I total x R3 = 0,0075 x 650 Ohm = 4,875 V

    V1 + V2 + V3 = V total
    3,375 V + 3,75 V + 4,875 V = 12 V

    • 5211418016

      1. Karakteristik sebuah rangkaian seri adalah jika salah satu alat dimatikan, rangkaian akan mati dan tidak ada arus yang mengalir di dalam alat manapun di dalam rangkaian tersebut. arus yang mengalir pada semua bagian rangkaian seri tersebut adalah sama. Tegangan utama sama dengan penjumlahan dari tiap tiap tegangan dalam rangkaian seri.

      R total = R1 + R2 + ….. + Rn
      I total = I1 = I2 = …… = In
      V total = V1 + V2 + ….. + Vn

    • 5211418011

      1. Kaitan nya , kuat arus (I) mengalir dari sumber energi yang terdapat tegangan (v) dari satu hambatan ke hambatan lain, dan kembali ke baterai lagi. Jadi (I) total nya = di Resistor 1,2 dan seterusnya tapi tegangan (v) nya berbeda di setiap hambatan nya.

  6. 5211418018

    4. Simpulan perhitungan no 3 : Besar hambatan /resistor mempengaruhi hasil tegangan disetiap komponennya, yaitu semakin tinggi/besar resistor maka semakin tinggi tegangan di setiap komponennya.

    Perhitungan Paralel :
    D1 :
    R1 = 450 Ohm
    R2 = 500 Ohm
    R3 = 650 Ohm
    D2 :
    I1, I2, I3 = …. ?
    D3 :
    1/R total = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
    1/R total = 1/450 Ohm + 1/500 Ohm + 1/650 Ohm
    1/R total = 650 + 585 + 450 / 292500 = 1685 / 292500
    R total = 292500 / 1685
    R total = 173,59 Ohm

    I total = V total / R total = 12 V / 173,59 Ohm = 0,069 A

    I1 = V total / R1 = 12 V / 450 Ohm = 0,027 A
    I2 = V total / R2 = 12 V / 500 Ohm = 0,024 A
    I3 = V total / R3 = 12 V / 650 Ohm = 0,018 A

    I1 + I2 + I3 = I total
    0,027 A + 0,024 A + 0,018 A = 0,069 A

    Simpulan Perhitungan Paralel : yaitu semakin tinggi/besar resistor disetiap komponen paralel maka arus yang mengalir pada komponen tersebut semakin kecil.

  7. 5211418013

    1. Dalam rangkaian listrik yang disusun secara seri, arus yang mengalir sama besar pada masing-masing resistor yang tersusun secara seri. Sedangkan tegangan pada masing-masing resistor berbeda sesuai dengan berapa besar nilai resistornya dan nilai tegangan pada setiap resistor apabila dijumlahkan akan sama dengan nilai sumber tegangannya. Lalu secara matematis akan menghasilkan formula seperti berikut :
    R total = R1 + R2 + … + Rn
    I total = I1 = I2 = I3 = … = In
    V total = V1 + V2 + … + Vn

  8. 5211418001
    1. Bila beberapa battery dihubungkan satu sama lain secara Seri, jumlah total tegangan yang keluar adalah hasil dari penambahan antara battery-battery tersebut. Meskipun rangkaian ini memberikan tegangan yang lebih besar, kapasitas gabungan mereka untuk mensuplai arus adalah sama seperti pada satu battery tunggal. Jika ada satu titik yang terputus, maka arus tidak bisa mengalir.

  9. 5211418001
    2. Pada sirkuit parallel, ada lebih dari satu jalur bagi arus untuk mengalir, setiap jalur disebut cabang. Cabang- cabang akan dihubungkan ke satu terminal umum positif dan satu terminal umum negatif, jadi tegangan yang dipakai untuk setiap cabangnya sama. Total arus didalam rangkaian sama dengan jumlah arus cabang. Jadi, besarnya hambatan tergantung dari berkurangnya atau bertambahnya arus. Jika kabel yang terputus pada satu cabang hanya berakibat pada cabang tersebut, cabang-cabang yang lain tetap bekerja secara normal.

  10. 5211418016

    1. Karakteristik sebuah rangkaian seri adalah jika salah satu alat dimatikan, rangkaian akan mati dan tidak ada arus yang mengalir di dalam alat manapun di dalam rangkaian tersebut. arus yang mengalir pada semua bagian rangkaian seri tersebut adalah sama. Tegangan utama sama dengan penjumlahan dari tiap tiap tegangan dalam rangkaian seri.

    R total = R1 + R2 + ….. + Rn
    I total = I1 = I2 = …… = In
    V total = V1 + V2 + ….. + Vn

  11. 5211418001
    3. Diketahui :
    R1= 450 ohm
    R2= 500 ohm
    R3= 650 ohm
    Jadi, Rtotal= 1600 ohm
    V= 12 volt
    Ditanya: V1, V2, dan V3, pada rangkaian Seri?
    Jawab: I = V/Rtotal
    I = 12 volt / 1600 ohm
    I = 0,0075 A
    V1= I x R1
    = 0,0075 A x 450 ohm
    = 3,375 V
    V2= I x R2
    = 0,0075 A x 500 ohm
    = 3,75 V
    V3= I x R3
    = 0,0075 A x 650 ohm
    = 4, 875 V
    Vtotal= V1 + V2 + V3
    = 3,375 V + 3,75 V + 4,875V
    = 12 V

  12. 5211418005

    1). Karakeristik rangkaian seri berikut adalah semua komponen listrik disusun secara sejajar (berderet atau berurutan).
    Kabel penghubung pada seluruh komponen tidak memiliki percabangan sepanjang rangkaian. Hanya ada satu jalan yang dapat dilalui oleh arus, jadi jika ada satu jalur yang terputus maka rangkaian tidak dapat berfungsi dengan benar. Arus listrik yang mengalir di berbagai titik dalam rangkaian sama besarnya. Setiap komponen yang terpasang akan mendapat arus yang sama. Beda potensial/tegangan pada setiap komponen yang terpasang memiliki nilai yang berbeda.

  13. 5211418016

    2. Karakteristik sebuah rangkaian paralel adalah jika salah satu rangkaian dimatikan, rangkaian yang lain akan tetap menyala, tapi tidak dengan rangkaian yang di matikan. Tegangan yang mengalir pada semua bagian rangkaian paralel tersebut adalah sama. Arus utama sama dengan penjumlahan dari tiap tiap arus dalam rangkaian paralel.

    1 / R total = 1 / R1 + 1 / R2 + ….. + 1 / Rn
    I total = I1 + I2 + …… + In
    V total = V1 = V2 = ….. = Vn

  14. 5211418005

    2). Karakteristik rangkaian paralel berikut adalah semua komponen listrik terpasang secara bersusun atau sejajar. Kabel penghubung pada sebuah rangkaian memiliki percabangan. Terdapat beberapa jalan yang dapat dilalui oleh arus. Arus yang mengalir pada setiap cabang memiliki besar nilai yang berbeda. Setiap komponen yang terpasang mendapat besar arus yang berbeda. Semua komponen mendapat tegangan yang sama besar

  15. 5211418016

    3. Diketahui :
    R1 = 450 Ohm
    R2 = 500 Ohm
    R3 = 650 Ohm
    V total = 12 V
    Ditanyakan :
    a.) V1
    b.) V2
    c.) V3
    Jawab:
    • R total = R1 + R2 + R3 =
    R total = 450 ohm + 500 ohm + 650 ohm
    R total = 1600 ohm
    • I total = V total / R total
    I total = 12 V / 1600 ohm
    I total = 0,0075 A

    a.) V1 = I total x R1
    V1 = 0,0075 A x 450 Ohm
    V1 = 3,375 V
    b.) V2 = I total x R2
    V2 = 0,0075 A x 500 Ohm
    V2 = 3,75 V
    c.) V3 = I total x R3
    V3 = 0,0075 A x 650 Ohm
    V3 = 4,875 V

  16. 5211418013

    2. Dalam rangkaian listrik yang disusun secara paralel, tegangan yang mengalir adalah sama besar pada masing-masing resistor yang disusun secara paralel. Sedangkan arus pada masing-masing resistor berbeda sesuai dengan berapa besar nilai resistornya. Lalu secara matematis akan menghasilkan formula seperti berikut :

    1/R total = 1/R1 + 1/R2 + … + 1/Rn
    I total = I1 + I2 + I3 + … + In
    V total = V1 = V2 = … = Vn

  17. 5211418013

    3.
    D1 :
    R1 = 450 Ω
    R2 = 500 Ω
    R3 = 650 Ω
    E = 12 V

    D2 :
    V1, V2, dan V3….?

    D3 :
    Rtot = R1 + R2 + R3
    Rtot = 450 Ω + 500 Ω + 650 Ω
    Rtot = 1600 Ω

    Itot = I1 = I2 = I3
    Itot = E / Rtot
    Itot = 12 V / 1600 Ω
    Itot = 0,0075 A

    V1 = Itot x R1
    V1 = 0,0075 A x 450 Ω
    V1 = 3,375 V

    V2 = Itot x R2
    V2 = 0,0075 A x 500 Ω
    V2 = 3,75 V

    V3 = Itot x R3
    V3 = 0,0075 A x 650 Ω
    V3 = 4,875 V

    V1 + V2 + V3 = V total
    3,375 V + 3,75 V + 4,875 V = 12 V

  18. 5211418005

    3).Dik :
    V = 12 volt
    R1 = 450 ohm
    R2 = 500 ohm
    R3 = 650 ohm
    Rtot = 1600 ohm
    Dit :
    V1? V2? V3?
    Dijawab :
    I = V / R
    I = 12 volt / 1600 ohm
    I = 0,0075 A
    V1= I x R1
    = 0,0075 A x 450 ohm
    = 3,375 V
    V2= I x R2
    = 0,0075 A x 500 ohm
    = 3,75 V
    V3 = I x R3
    = 0,0075 A x 650 ohm
    = 4, 875 V
    Vtot = V1 + V2 + V3
    = 3,375 V + 3,75 V + 4,875 V
    = 12 V

  19. 5211418016

    4. Diketahui :
    R1 = 450 ohm
    R2 = 500 ohm
    R3 = 650 ohm
    V total = 12 V
    Ditanyakan :
    a.) I1
    b.) I2
    c.) I3
    Jawab:
    a.) I1 = V total / R1
    I1 = 12 V / 450 ohm
    I1 = 0,027 A
    b.) I2 = V total / R2
    I2 = 12 V / 500 ohm
    I2 = 0,024 A
    c.) I3 = V total / R3
    I3 = 12 V / 650 ohm
    I3 = 0,018 A

    Kesimpulan rangkaian seri pada nomer 3 :
    Semakin besar hambatan pada rangkaian seri, maka semakin besar pula arus yang mengalir pada rangkaian tersebut.

    Kesimpulan rangkaian paralel :
    Semakin besar hambatan pada rangkaian paralel, maka semakin kecil tegangan yang mengalir pada rangkaian tersebut.

  20. 5211418025
    1. Rangkaian seri adalah rangkaian yang disusun secara sejajar.Komponen yang tersusun seri akan terhubung melalui satu jalur, sehingga aliran arus listrik akan mengalir ke semua komponen. Tegang yang keluar sama dengan penjumlahan dari tiap” tegangan.

  21. 5211418025
    2. Rangkaian paralel adalah rangkaian yang disusun secara berderet. Pada rangkaian paralel, tegangan yang melewati tiap komponen adalah sama, dan total arus adalah jumlahan arus yang melewati tiap komponen.

  22. 3. Diketahui :
    R1 = 450 Ohn
    R2 = 500 Ohm
    R3 = 650 Ohm
    V total = 12 V
    Ditanya :
    1. V1= ?
    2. V2= ?
    3. V3= ?
    Penyelesaian:
    R tot = R1 + R2 + R3
    R tot = 450 + 500 + 650
    R tot = 1600 Ohm

    I tot = V total / R total
    I tot = 12 V / 1600 Ohm
    I tot = 0,0075 A

    1.
    V1 = I total x R1
    V1 = 0,0075 A x 450 Ohm
    V1 = 3,375 V
    2.
    V2 = I total x R2
    V2 = 0,0075 A x 500 Ohm
    V2 = 3,75 V
    3.
    V3 = I total x R3
    V3 = 0,0075 A x 650 Ohm
    V3 = 4,875 V

    V1 + V2 + V3 = V total
    3,375 V + 3,75 V + 4,875 V
    12 V = V total

  23. 5211418025
    3. Diketahui :
    R1 = 450 Ohn
    R2 = 500 Ohm
    R3 = 650 Ohm
    V total = 12 V
    Ditanya :
    1. V1= ?
    2. V2= ?
    3. V3= ?
    Penyelesaian:
    R tot = R1 + R2 + R3
    R tot = 450 + 500 + 650
    R tot = 1600 Ohm

    I tot = V total / R total
    I tot = 12 V / 1600 Ohm
    I tot = 0,0075 A

    1.
    V1 = I total x R1
    V1 = 0,0075 A x 450 Ohm
    V1 = 3,375 V
    2.
    V2 = I total x R2
    V2 = 0,0075 A x 500 Ohm
    V2 = 3,75 V
    3.
    V3 = I total x R3
    V3 = 0,0075 A x 650 Ohm
    V3 = 4,875 V

    V1 + V2 + V3 = V total
    3,375 V + 3,75 V + 4,875 V
    12 V = V total

  24. 5211418013

    4.
    D1 :
    R1 = 450 Ω
    R2 = 500 Ω
    R3 = 650 Ω
    E = 12 V

    D2 :
    I1, I2, I3….?

    D3 :
    1/Rtot = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
    1/Rtot = 1/450 + 1/500 + 1/650
    1/Rtot = 650 + 585 + 450 / 292.500
    1/Rtot = 1685 / 292.500
    Rtot = 292.500 / 1685
    Rtot = 173,59 Ω

    Vtot = V1 = V2 = V3 = E = 12 V

    I1 = Vtot / R1
    I1 = 12 V / 450 Ω
    I1 = 0,027 A

    I2 = Vtot / R2
    I2 = 12 V / 500 Ω
    I2 = 0,024 A

    I3 = Vtot / R3
    I3 = 12 V / 650 Ω
    I3 = 0,019 A

    Itot = I1 + I2 + I3
    Itot = 0,027 A + 0,024 A + 0,019 A
    Itot = 0,069 A

    Kesimpulan dari perhitungan rangkaian seri :
    Pada rangkaian seri,resistor berfungsi sebagai pembagi tegangan, yang berarti jika tegangan pada setiap resistor dijumlahkan maka jumlahnya sama dengan besarnya tegangan sumber (E).

    Kesimpulan dari perhitungan rangkaian paralel ;
    Pada resistor dirangkai paralel, maka resistor berfungsi sebagai pembagi arus listrik, yang berarti jika kuat arus listrik yang melewati setiap resistor diukur, maka akan memiliki nilai yang sama dengan arus total sebelum titik percabangan.

  25. 5211418013

    5.
    D1 :
    Vseri = 12 V
    Iseri = 0,0075 A
    Vparalel = 12 V
    Iparalel = 0,069 A

    D2 :
    Pseri…?
    Pparalel….?

    D3 :
    Pseri = Vseri x Iseri
    Pseri = 12 V x 0,0075 A
    Pseri = 0,09 watt

    Pparalel = Vparalel x Iparalel
    Pparalel = 12 V x 0,069 A
    Pparalel = 0,828 watt

  26. 5211418018

    8. Persamaan 1
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0 …………. (1)
    Persamaan 2
    5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 …………. (2)
    Persamaan 3
    3 I2 + 1(I2+I3) = 10
    4 I2 + I3 = 10 ………………….. (3)
    Persamaan 4
    12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 … Per (1) x 2
    -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 … Per (2) x 3
    ____________________________
    -3 I2 + 40 I3 = 0 ………………. (4)

    Cari I3
    12 I2 + 3 I3 = 30 ….. Per (3) x 3
    -12 I2 + 160 I3 = 0 … Per (4) x 4
    ____________________________
    163 I3 = 30
    I3 = 30 : 163
    I3 = 0,184 A

    Cari I2
    4 I2 + I3 = 10
    4 I2 + 0,184 A = 10
    4 I2 = 9,816
    I2 = 9,816 : 4 = 2,454 A

    Cari I1
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
    4,294 = 4 I1
    I1 = 4,294 : 4
    I1 = 1,074 A

    I total = I1 + I2 = 1,074 A + 2,454 A
    I total = 3,529 A

    alasan I total = I1 + I2 :
    (I1 – I3 ) + (I2 + I3) = I total
    I1 – I3 + I2 + I3 = I total
    I1 + I2 = I total

  27. 5211418005

    4).Kesimpulan dari hasil perhitungan rangkaian seri pada nomer 3 adalah semakin besar hambatan/resistor pada rangkaian seri, maka semakin besar pula arus yang mengalir pada rangkaian tersebut.

    Dik :
    V = 12 volt
    R1 = 450 ohm
    R2 = 500 ohm
    R3 = 650 ohm
    Dit :
    I1? I2? I3?
    Dijawab :
    I1 = V / R1
    = 12 V / 450 ohm
    = 0,027 A
    I2 = V / R2
    = 12 V / 500 ohm
    = 0,024 A
    I3 = V / R3
    = 12 V / 650 ohm
    = 0,018 A
    Itot = I1 + I2 + I3
    = 0,027 A + 0,024 A + 0,018 A
    = 0,069 A

    Kesimpulan hasil perhitungan dari rangkaian paralel adalah semakin besar hambatan pada rangkaian paralel, maka semakin kecil tegangan yang mengalir pada rangkaian tersebut.

  28. 5211418015

    1). karakteristik rangkaian seri yang berkaitan dengan arus adalah arus yang mengalir sama besar pada masing-masing hambatan. sedangkan yang berkaitan dengan tegangan adalah tegangan yang mengalir di hambatan 1, tidak sama dengan yang ada di hambatan 2

  29. 5211418028
    1. karakteristik rangkaian seri yaitu, besar tegangan yang mengalir pada setiap titik dalam rangkaian berbeda sedangkan kuat arus yang mengalir pada setiap titik dalam rangkaian sama besar.

  30. 5211418016

    5.) Diketahui :
    • V total = 12 V
    • I seri= V total / R total seri
    I seri = 12 V / 1600 ohm
    I seri = 0,0075 A
    • I paralel = V total / R total paralel
    I paralel = 12 V / 173,59 ohm
    I paralel = 0,069 A
    Ditanyakan :
    a.) P seri
    b.) P paralel
    Jawab :
    a.) P seri = V total x I seri
    P seri = 12 V x 0,0075 A
    P seri = 0,09 watt
    b.) P paralel = V total x I paralel
    P paralel = 12 V x 0,069 A
    P paralel = 0,83 watt

  31. 5211418028
    2. Karakteristik rangkaian pararel yaitu besar tegangan yang mengalir pada setiap titik dalam rangkaian sama besar sedangkan kuat arus yang mengalir pada setiap titik dalam rangkaian besarnya berbeda

  32. 5211418001
    4. Kesimpulan no.3 rangkaian seri:
    Semakin besar hambatan, maka arus yang mengalir juga semakin besar.

    Diketahui :
    R1= 450 ohm
    R2= 500 ohm
    R3= 650 ohm
    Ditanya: I1, I2, dan I3, pada rangkaian parallel?
    Jawab:
    Vtotal= V1=V2=V3=12V

    1/Rtotal= 1/R1 +1/R2 + 1/R3
    1/Rtotal=1/ 450 ohm + 1/500 ohm + 1/650 ohm
    1/Rtotal= 650 + 585 + 450/ 292.500
    1/Rtotal=1685/292.500
    Rtotal=292.500/1685
    Rtotal= 173,590545

    I1= V/R1
    =12V / 450 ohm
    = 0,0267 A
    I2 = V/R2
    = 12V / 500 ohm
    = 0,024 A
    I3 = V/R3
    = 12V / 650 ohm
    =0,01846 ohm
    Itotal= I1 + I2 + I3
    =0,0267A + 0,024A + 0,01846A
    = 0,0692A
    Kesimpulan rangkaian parallel :
    Semakin besar hambatan, semakin kecil pula arus yang mengalir.

  33. 5211418001
    5. Diketahui :
    -Seri: V= 12V
    I= 0,0075A
    -Parallel: V= 12V
    I= 0,0692A
    Ditanya: – P rangkaian Seri?
    – P rangkaian parallel?
    Jawab:
    -Seri:
    P= V x I
    = 12V x 0,0075A
    = 0,09 watt
    -Parallel :
    P= V x I
    = 12V x 0,0692A
    = 0,8304 watt

  34. 5211418017
    1. Rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang disusun secara sejajar. Tegangan pada rangkaian seri ini tiap hambatan/beban berbeda. jika Resistornya besar maka tegangan akan besar juga. namun sebaliknya jika resistornya kecil maka tegangan yang dihasilkan akan kecil pula.

  35. 5211418015

    2). karakteristik rangkaian paralel berbanding terbalik dengan rangkaian seri, jadi karakteristik rangkaian paralel yang berkaitan dengan arus adalah arus yang mengalir di hambatan 1, tidak sama dengan yang ada di hambatan yang lain. sedangkan yang berkaitan dengan tegangan adalah tegangan yang mengalir sama besar pada masing-masing hambatan

  36. 5211418018

    5. D1 :
    V seri = V paralel = 12 V
    I seri = 0,0075 A
    I paralel = 0,069 A

    D2 :
    P seri dan paralel…?

    D3 :
    (a) Seri
    P = V x I
    P = 12 V x 0,0075 A
    P = 0,09 watt

    (b) Paralel
    P = V x I
    P = 12 V x 0,069 A
    P = 0,828 watt

  37. 5211418015

    3).
    diketahui:
    R1 = 450 Ω ; R2 = 500 Ω ; R3 = 650 Ω ; E = 12 V

    ditanya :
    a. V1 …?
    b. V2 …?
    c. V3 …?

    jawab :
    *Rtotal = R1 + R2 + R3
    Rtotal = 450 Ω + 500 Ω + 650 Ω
    Rtotal = 1600 Ω

    *Itotal = I1 = I2 = I3
    Itotal = E / Rtotal
    Itotal = 12 V / 1600 Ω
    Itotal = 0,0075 A

    a). V1 = Itotal x R1
    V1 = 0,0075 A x 450 Ω
    V1 = 3,375 V

    b). V2 = Itotal x R2
    V2 = 0,0075 A x 500 Ω
    V2 = 3,75 V

    c). V3 = Itotal x R3
    V3 = 0,0075 A x 650 Ω
    V3 = 4,875 V

  38. 5211418002

    1. Karakteristik rangkaian seri adalah apabila komponen yang tersusun seri salah satu komponennya terputus, maka komponen lainnya juga tidak dapat dialiri arus listrik, Komponen yang tersusun seri akan terhubung melalui satu jalur, sehingga aliran arus listrik akan mengalir ke semua komponen.
    Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri jika besar tahanan sama. Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari masing-masing tahanan seri adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan.

  39. 5211418026
    1. Karakteristik rangkaian seri kaitannya dengan tegangan dan arus yang bekerja pada rangkaian tersebut yaitu pada rangkaian seri, rangkaian listriknya disusun secara sejajar (berderet atau berurutan) atau bisa dikatakan sebagai rangkaian yang praktis dan sederhana. Dimana, setiap komponen yang terpasang akan mendapat arus yang sama.
    Itot = I1 = I2 = I3
    Sedangkan untuk tegangan pada setiap komponen yang terasang di rangkaian memiliki nilai yang berbeda. Jadi, jika jalur rangkaian terputus maka rangkaian tidak dapat berfungsi dengan benar.

  40. 5211418026
    2. Karakteristik rangkaian paralel kaitannya dengan tegangan dan arus yang bekerja pada rangkaian tersebut yaitu pada rangkaian paralel, rangkaian listriknya disusun secara bersusun atau bisa dikatakan sebagai rangkaian yang cenderung lebih rumit. Dimana, setiap komponen yang terpasang akan mendapat arus yang berbeda. Tetapi, memiliki tegangan yang sama.
    Vtot = V1 = V2 = V3

  41. 5211418026
    3. Diket : R1 = 450 Ω
    R2 = 500 Ω
    R3 = 650 Ω
    Vtot = 12 V
    Dihubungkan dengan rangkaian seri
    Ditanya : V pada setiap resistor….?
    Jawab : Rtot = R1 + R2 + R3
    = 450 Ω + 500 Ω + 650 Ω
    = 1600 Ω
    Itot = Vtot/Rtot
    = (12 V)/(1600 Ω)
    = 7,5 × 10-3 A
    V1 = Itot × R1
    = 7,5 × 10-3 A × 450 Ω
    = 3,375 V
    V2 = Itot × R2
    = 7,5 × 10-3 A × 500 Ω
    = 3,75 V
    V3 = Itot × R3
    = 7,5 × 10-3 A × 650 Ω
    = 4,875 V

  42. 5211418002

    2. Karakteristik pada rangkaian paralel, komponen yang disusun secara berderet dan tegangan yang melewati tiap komponen adalah sama, dan total arus adalah jumlahan arus yang melewati tiap komponen.

  43. 5211418028
    3. Diketahui :
    R1 = 450 Ohm
    R2 = 500 Ohm
    R3 = 650 Omh
    Vt = 12 Volt
    Ditanya : V1, V2, V3
    Dijawab :
    Rt = R1 + R2 + R3
    = 450 + 500 + 650
    = 1600 Ohm

    Vt = It x Rt
    12 = It x 1600 Ohm
    It = 12 / 1600
    = 0,0075 Ampere

    V1 = It x R1
    = 0,0075 x 450
    = 3,375 Volt

    V2 = It x R2
    = 0,0075 x 500
    = 3,75 Volt

    V3 = It x R3
    = 0,0075 x 650
    = 4,875 volt

  44. 5211418026
    4. Diket : R1 = 450 Ω
    R2 = 500 Ω
    R3 = 650 Ω
    Vtot = 12 V
    Dihubungkan dengan rangkaian paralel
    Ditanya : Itot….?
    Jawab : I1 = Vtot/R1
    = (12 V)/(450 Ω)
    = 0,027 A
    I2 = Vtot/R2
    = (12 V)/(500 Ω)
    = 0,024 A
    I3 = Vtot/R3
    = (12 V)/(650 Ω)
    = 0,018 A
    Itot = I1 + I2 + I3
    = 0,027 A + 0,024 A + 0,018 A
    = 0,069 A
    Simpulan dari perhitungan soal no 3
    Apabila hambatan (rangkaian seri) semakin tinggi maka tegangan listrik juga semakin tinggi.
    Simpulan dari perhitungan soal no 4
    Apabila hambatan (rangkaian paralel) semakin tinggi maka arus listrik semakin rendah.

  45. 5211418026
    5. Diket : Rangkaian seri
    Vtot = 12 V
    Itot = 7,5 × 10-3 A
    Rangkaian paralel
    Vtot = 12 V
    Itot = 0,069 A
    Ditanya : P seri dan P paralel…?
    Jawab : Pseri = V × I
    = 12 V × 7,5 × 10-3 A
    = 0,09 Watt
    Pparalel = V × I
    = 12 V × 0,069 A
    = 0,828 Watt

  46. 5211418002
    3. Diketahui :- R1 = 450 Ohm
    – R2 = 500 Ohm
    – R3 = 650 Ohm
    – V total = 12 V
    Ditanyakan :
    a.) V1?
    b.) V2?
    c.) V3?

    Jawab:
    ~R total = R1 + R2 + R3 =
    R total = 450 ohm + 500 ohm + 650 ohm
    R total = 1600 ohm
    ~I total = V total / R total
    I total = 12 V / 1600 ohm
    I total = 0,0075 A

    a.) V1 = I total x R1
    V1 = 0,0075 A x 450 Ohm
    V1 = 3,375 V
    b.) V2 = I total x R2
    V2 = 0,0075 A x 500 Ohm
    V2 = 3,75 V
    c.) V3 = I total x R3
    V3 = 0,0075 A x 650 Ohm
    V3 = 4,875 V

  47. 5211418020
    1) karakteristik rangkaian seri = tegangan di setiap hambatan / beban berbeda tetapi kuat arus yang mengalir sama di setiap hambatan/beban

  48. Karakteristik rangkaian paralel = berkebalikan dengan rangkaian seri, yaitu pada rangkaian paralel tegangan di setiap hambatan / beban sama tetapi kuat arusyang mengalir di setiap hambatan/beban berbeda

  49. 5211418020
    2) karakteristik rangkaian paralel = berkdbalikan dengan rangkaian seri, yaitu pada rangkaian paralel tegangan di setiap hambatan/beban sama tetapi kuat arus yang mengalir di setiap hambatan / beban berbeda

  50. 5211418002

    4. Diketahui :
    -R1 = 450 ohm
    -R2 = 500 ohm
    -R3 = 650 ohm
    -V total = 12 V
    Ditanyakan :
    a.) I1?
    b.) I2?
    c.) I3?

    Jawab:
    a.) I1 = V total / R1
    I1 = 12 V / 450 ohm
    I1 = 0,027 A
    b.) I2 = V total / R2
    I2 = 12 V / 500 ohm
    I2 = 0,024 A
    c.) I3 = V total / R3
    I3 = 12 V / 650 ohm
    I3 = 0,018 A

    Kesimpulan rangkaian seri No. 3 :
    Semakin besar hambatan maka semakin tinggi tegangan arus yang mengalir pada rangkaian tersebut.

    Kesimpulan rangkaian paralel :
    Semakin besar hambatan pada rangkaian paralel, maka semakin kecil tegangan arus yang mengalir pada rangkaian tersebut.

  51. 5211418015

    4). simpulan perhitungan no 3 adalah tegangan pada setiap resistor dijumlahkan maka jumlahnya sama dengan besarnya tegangan sumber

    diketahui :
    R1 = 450 Ω ; R2 = 500 Ω ; R3 = 650 Ω ; E = 12 V

    ditanya :
    a). I1 …?
    b). I2 …?
    c). I3 …?

    jawab :
    1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
    1/Rtotal = 1/450 + 1/500 + 1/650
    1/Rtotal = 130/58500 + 117/58500 + 90/58500
    1/Rtotal = 337/58500
    Rtotal = 58500/337
    Rtotal = 173,59 Ω

    Vtotal = V1 = V2 = V3 = E = 12 V

    a). I1 = Vtotal / R1
    I1 = 12 V / 450 Ω
    I1 = 0,027 A

    b). I2 = Vtotal / R2
    I2 = 12 V / 500 Ω
    I2 = 0,024 A

    c). I3 = Vtotal / R3
    I3 = 12 V / 650 Ω
    I3 = 0,019 A

    simpulan dari hasil perhitungan secara paralel adalah kuat arus dalam percabangannya berbeda-beda dan perbandingan kuat arus tiap-tiap percabangan berbanding terbalik dengan perbandingan hambatan tiap-tiap percabangannya serta hasil penjumlahan kuat arus tiap-tiap percabangannya sama dengan kuat arus totalnya.

  52. 5211418020

    3) diket :
    R1= 450 ohm Vtot=12v
    R2= 500 ohm R3= 650 ohm
    Ditanya :
    a) V1 ?
    b) V2 ?
    C) V3 ?
    Di jawab :
    Rtot = R1 + R2 + R3
    = 450 + 500 + 650
    = 1600 ohm

    I tot = Vtot/Rtot
    = 12v/1600 ohm
    =0.0075 A

    a) V1 = Itot x R1
    = 0.0075A x 450 ohm
    =3.375 V

    b) V2 = Itot x R2
    =0.0075A x 500 ohm
    =3.75 V

    c) V3 = Itot x R3
    =0.0075A x 650 ohm
    =4.875V

    Vtot = V1 + V2 + V3
    =3.375V + 3.75V + 4.875V
    = 12V

  53. 5211418014

    1.karakteristik rangkaian seri merupakan sebuah rangkaian listrik yang terpasang secara sejajar atau dalam artian setiap komponen dari rangkaian tersebut disusun dengan berurutan. Sangat praktis karena terhubung pada satu saklar, dan jika ada yang konsleting maka akan mati semua karena terpasang pada satu jalur. Tegangan totalnya merupakan penjumlahan tegangan tiap komponen dan arus listrik sama tiap komponen.

  54. 5211418008

    Karakteristik Rangkaian Seri yaitu jika salah satu alat dimatikan atau konslet salah satu dari rangkaian maka semua alat akan mati, karena tidak adanya arus yang mengalir didalam rangkaian seri tersebut.

  55. 5211418026
    6. Potential divider merupakan resistor yang disadap atau variabel atau rangkaian resistor tetap secara seri, dihubungkan melalui sumber tegangan dan digunakan untuk mendapat fraksi yang diinginkan dari total tegangan.
    Current divider merupakan rangkaian linear sederhana yang menghasilkan arus keluaran yang merupakan sebagian kecil dari arus inputnya. Pembagian saat ini mengacu pada pemisahan arus antara cabang pembagi. Arus di cabang itu akan selalu membelah sedemikian rupa untuk meminimalkan total energi yang dikeluarkan.
    Contoh prinsip rangkaian DC dapat berfungsi sebagai potential devider yaitu sebagai kontrol volume audio, untuk mengontrol suhu dalam freezer atau memantau perubahan cahaya di suatu ruangan
    dan current divider yaitu pemasangan alat ukur arus (Ampere Meter) secara paralel dan pembagian arus pada beban yang lebih dari 1. Konsep dasar pembagi arus adalah menggunakan 2 buah resistor yang salah satu kakinya dihubung menjadi satu ke sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan ke beban yang berbeda.
    Aplikasi pembagi arus(current devider) dapat dijumpai pada pembagian arus untuk LED.

  56. 5211418004

    3. Karakteristik rangkaian paralel :
    Rangkaian paralel ini pada setiap hambatan/bebannya mempunyai tegangan yang sama besar. dan kuat arus pada rangkaian paralel ini tergantung dari besarnya hambatan/beban dari tiap cabangnya..

  57. 5211418012

    1. Rangkaian seri merupakan rangkaian listrik yang hambatannya disusun secara bersebelahan/sejajar. Pada rangkaian seri, kuat arus (I) akan mengalir dari sumber energi (baterai) yang ada dari satu hambatan ke hambatan lain melewati satu kabel. Sehingga arus listrik yang melewati hambatan 1, nilainya akan sama besar dengan arus yang melewati hambatan 2. (Itot = I1 = I2 = I…)
    Di sisi lain, tegangan yang mengalir di hambatan 1, tidak sama dengan yang ada di hambatan 2. (Vtot = V1 + V2 + V…)

  58. 5211418008

    2. Karakteristik Rangkaian Paralel yaitu jika salah satu rangkaian atau kabel penghubung putus mka rangkaian yang lainnya tetap hidup, karena tidak dalam satu rangkaian atau satu jalur saja. Dan untuk tegangannya sama untuk masing2 resistor dalam rangkaian paralel karena hanya ada dua titik umum yang menghubungkan semua resistor, serta tegangan antara titik umum selalu sama.

  59. 5211418004

    2. Karakteristik rangkaian paralel :
    Rangkaian paralel ini pada setiap hambatan/bebannya mempunyai tegangan yang sama besar. dan kuat arus pada rangkaian paralel ini tergantung dari besarnya hambatan/beban dari tiap cabangnya..

  60. 5211418010

    1) Karakteristik rangkaian seri pada rangkaian tersebut disusun rangkaian sejajar(sederhana).Setiap komponen yang terpasang akan mendapat arus yang sama. Sedangkan tegangan dipengaruhi oleh masing masing hambatan. Maka jika rangkaian terputus maka rangkaian tersebut akan mati semua.

  61. 5211418002

    5.) Diketahui :
    – V tot = 12 V
    – I seri= 0,0075 A
    – I paralel = 0,069 A
    Ditanyakan :
    a.) P seri?
    b.) P paralel?

    Jawab :
    a.) P seri = V tot x I seri
    = 12 V x 0,0075 A
    = 0,09 watt
    b.) P paralel = V tot x I paralel
    = 12 V x 0,069 A
    = 0,83 watt

    • 5211418023

      3.
      Diket:
      R1 = 450 Ohm
      R2 = 500 Ohm
      R3 = 650 Ohm
      V tot = 12 V

      Ditanyakan :
      V1,V2, V3

      Jawab:
      •R total= 450 ohm + 500 ohm + 650 ohm
      R tot = 1600 ohm
      • I total = 12 V / 1600 ohm
      I tot = 0,0075 A

      *V1 = 0,0075 A x 450 Ohm
      V1 = 3,375 V
      *V2 = 0,0075 A x 500 Ohm
      V2 = 3,75 V
      *V3 = 0,0075 A x 650 Ohm
      V3 = 4,875 V

  62. 5211418028

    4. Diketahui :
    R1 = 450 Ohm
    R2 = 500 Ohm
    R3 = 650 Ohm
    Vt = 12 Volt
    Ditanya : I1 , I2, I3 ?
    Dijawab :
    I1 = Vt / R1
    = 12 / 450
    = 0,027 Ampere

    I2 = Vt / R2
    = 12 / 500
    = 0,024 Ampere

    I3 = Vt / R3
    = 12 / 650
    = 0,0184

    Itotal = I1 + I2 + I3
    = 0,027 + 0,024 + 0,0184
    = 0,0694 Ampere

    Simpulan :
    -simpulan soal nomor 3 yaitu Apabila Hambatan dirangkai seri, maka semakin besar hambatan yang dipasang pada rangkaian, maka tegangan menjadi lebih besar
    -simpulan soal nomor 4 Apabila hambatan dirangkai pararel, maka semakin besar hambatan yang dipasang pada rangkaian, maka arus listrik semakin rendah

  63. 5211418020

    4) diket :
    R1= 450 ohm | R2= 500 ohm
    R3= 650 ohm | Vtot= 12 V
    Ditanya :
    A) I1
    B) I2
    C) I3
    Dijawab
    I/Rtot = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
    = 1/450 + 1/500 + 1/650
    =650+585+450/292500
    =1685/292500
    Rtot = 292500/1685 = 173.59 ohm

    A) I1 = Vtot/R1
    = 12V / 450 ohm
    = 0.027 A
    B) I2 =Vtot/R2
    =12V / 650 ohm
    =0.024A
    C) I3 = Vtot/R3
    =12V/650ohm
    =0.019 A

    Itot= I1+I2+I3
    =0.027+0.024+0.019
    =0.069A

    *Kesimpulan(Rangkaian seri) = tegangan pada setiap hambatan berbeda tetapi jika di jumlahkan maka jumlahnya akan sama dengan tegangan sumber
    *kesimpulan(Rangkaian paralel) = kuat arus pada setiap hambatan berbeda yang berarti resistor memiliki fungsi sebagai pembagi kuat arus.

  64. 5211418015

    5). diketahui :
    Vs = 12 V ; Is = 0,0075 A
    Vp = 12 V ; Ip = 0,069 A

    ditanya :
    Ps…?
    Pp….?

    jawab :
    Ps = Vs x Is
    Ps = 12 V x 0,0075 A
    Ps = 0,09 watt

    Pp = Vp x Ip
    Pp = 12 V x 0,069 A
    Pp = 0,828 watt

    jadi daya listrik yang bekerja pada rangkaian seri adalah 0,09 watt dan untuk paralel adalah 0.828 watt

  65. 5211418012

    2. Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang hambatannya disusun secara bertingkat/bercabang. Karena terdapat “percabangan”, kuat arus listrik yang diterima oleh hambatan 1 dan hambatan 2 tidak akan sama. Alhasil, kuat arus sumber energinya akan sama dengan jumlah dari seluruh kuat arus semua hambatan. (Itot = I1 + I2 + I…) Di sisi lain, tegangan yang ada pada hambatan 1 dan hambatan 2 akan bernilai sama besar. (Vtot = V1 = V2 = V…)

  66. 5211418008

    3. Diket : R1= 450 ohm
    R2= 500 ohm
    R3= 650ohm
    Vtot=12v
    Ditanya :
    a. V1
    b. V2
    C. V3
    Jawab :
    • Rtot = R1 + R2 + R3
    = 450 + 500 + 650
    = 1600 ohm

    • I tot = Vtot/Rtot
    = 12v/1600 ohm
    =0.0075 A

    A. V1 = Itot x R1
    = 0.0075A x 450 ohm
    =3.375 V

    b) V2 = Itot x R2
    =0.0075A x 500 ohm
    =3.75 V

    c) V3 = Itot x R3
    =0.0075A x 650 ohm
    =4.875V

    Vtot = V1 + V2 + V3
    =3.375V + 3.75V + 4.875V
    = 12V

  67. 5211418014

    2.karakteristik rangakaian parelel memiliki cara penyusun cenderung rumit karena kabel penghubung pada sebuah rangkaian paralel memiliki percabangan dan terpasang secara bersusun atau sejajar. Arus yang mengalir pada setiap cabang memiliki nilai besar yang berbeda dan tegangan yang sama besar
    Vtot= V1=V2=V3=Vn

  68. 5211418020

    5) diket :
    Vseri = 12V | Iseri= 0.0075 A
    Vparalel= 12V | Iparalel= 0.069 A

    Ditanyya :
    A) P.seri?
    B) P.paralel?

    Dijawab :
    A) P.seri = Vseri . Iseri
    =12v . 0.0075A
    =0.09 watt

    B) P.paralel= Vparalel . Iparalel
    =12V . 0.069A
    =0.828 watt

  69. 5211418010

    2) Karakteristik rangkaian paralel pada rangkaian tersebut rangkaian listriknya disusun secara bersusun dan cenderung lebih rumit dibandingkan rangkaian seri. Setiap komponen yang terpasang akan mendapat arus yang berbeda. Tetapi memiliki tegangan yang sama.

    Vtotal=V1=V2=V3

  70. 5211418028

    5. Diketahui :
    V = 12 Volt
    I seri = 0,0075 Ampere
    I Pararel = 0,0694 Ampere
    Ditanya : P seri dan P pararel
    Jawab :
    P seri = V x I seri
    = 12 x 0,0075
    = 0.009 Watt

    P pararel = V x I pararel
    = 12 x 0,0694
    = 0,8328 Watt

  71. 5211418012

    3. Diketahui :
    R1 = 450 Ω
    R2 = 500 Ω
    R3 = 650 Ω
    Vtot = 12 V

    Ditanya : Tegangan (V) setiap resistor?
    Dijawab :
    Rtotal = R1 + R2 + R3
    = 450 + 500 + 650
    = 1600 Ω

    Vtot = Itot x Rtot
    12 = Itot x 1600 Ω
    Itot = 12 / 1600
    = 0,0075 A

    V1 = Itot x R1
    = 0,0075 x 450
    = 3,375 V

    V2 = Itot x R2
    = 0,0075 x 500
    = 3,75 V

    V3 = Itot x R3
    = 0,0075 x 650
    = 4,875 V

  72. 5211418014

    3. *Diketahui :
    R1= 450 ohm
    R2= 500 ohm
    R3= 650 ohm
    Vtot= 12 volt
    Disusun secara seri.
    *Ditanya :
    V setiap setiap resistor?
    *Jawab :
    Rtot = R1+R2+R3
    = 450 + 500 + 650
    = 1600 ohm

    Itot = V/R
    = 12/1650
    = 0.0075 A

    V1 = R1x Itot
    = 450 x 0.0075
    = 3.375 V
    V2 = R2 x Itot
    = 500 x 0.0075
    = 3.75 V
    V3 = R3 x Itot
    = 650 x 0.0075
    = 4.875 V

  73. 5211418008

    4. Diket: Diketahui :
    R1 : 450 Ohm
    R2 : 500 Ohm
    R3 : 650 Ohm
    Vt : 2 Volt
    Ditanya :
    A. I1
    B. I2
    C. I3
    Jawab :
    A. I1 = Vt / R1
    = 12 / 450
    = 0,027 Ampere

    B. I2 = Vt / R2
    = 12 / 500
    = 0,024 Ampere
    C. I3 = Vt / R3
    = 12 / 650
    = 0,0184 Ampere

    •Itotal = I1 + I2 + I3
    = 0,027 + 0,024 + 0,0184
    = 0,0694 Ampere

    Jadi Kesimpulannya yaitu
    • Rangkaian seri : Hasil dari tegangannya sama walaupun hambatannya disetiap rangkaiannya berbeda.
    • Rangkaian paralel : Didalam rangkaian paralel resistor berfungsi sebagai pembagi kuat arus listrik, jadi pada setiap hambatan pada rangkaiannya otomtis akan berbeda.

  74. 5211418003

    1. Karateristik rangkaian seri adalah jika salah satu alat di matikan,rangkaian akan mati dan tidak ada arus yang mengalir didalam alat manapaun. Di dalam rangkaian tersebut memiliki tingkat kestabilan yang tinggi yang akan menghantarkan arus listrik dengan tetap stabil.Pada rangkaian seri hanya ada satu jalur untuk arus yang mengalir.
    Pada rangkaian seri :
    1. Tegangan total adalah jumlah dari beberapa tegangan yang ada pada rangkaian tersebut ( Vt = V1+V2+Vn )
    2. Nilai arus total sama dengan nilai beberapa arus yang terdapat pada rangkaian tersebut ( It = I1+I2+In )

  75. 5211418010

    3) Diket:
    R1 = 450 Ω
    R2 = 500 Ω
    R3 = 650 Ω
    E = 12 V

    Ditanya:
    a. V1=…?
    b. V2=…?
    c. V3=…?

    Jawab:
    Rtot= R1 + R2 + R3
    Rtot= 450 Ω + 500 Ω + 650 Ω
    Rtot= 1600 Ω

    Itot = I1 = I2 = I3
    Itot = E / Rtot
    Itot = 12 V / 1600 Ω
    Itot = 0,0075 A

    a). V1 = Itot x R1
    V1 = 0,0075 A x 450 Ω
    V1 = 3,375 V

    b). V2 = Itot x R2
    V2 = 0,0075 A x 500 Ω
    V2 = 3,75 V

    c). V3 = Itot x R3
    V3 = 0,0075 A x 650 Ω
    V3 = 4,875 V

  76. 5211418003

    2. Karateristik rangkaian paralel adalah pada rangkaian paralel arus dibagi sebagian mengalir ke satu alat yang lain dan seterusnya. Tegangan yang sama diberikan pada masing masing alat dan masing masing alat dapat dimatikan dan dihidupkan sendiri sendiri.
    Pada rangkaian paralel :
    1. Nilai tegangan total sama dengan nilai beberapa tegangan yang terdapat pada rangkaian tersebut ( Vt = V1=V2=Vn )
    2. Arus total adalah jumlah dari beberapa arus yang terdapat pada rangkaian tersebut ( It = I1+I2+In )

  77. 5211418003

    1. 5211418003

    1. Karateristik rangkaian seri adalah jika salah satu alat di matikan,rangkaian akan mati dan tidak ada arus yang mengalir didalam alat manapaun. Di dalam rangkaian tersebut memiliki tingkat kestabilan yang tinggi yang akan menghantarkan arus listrik dengan tetap stabil.Pada rangkaian seri hanya ada satu jalur untuk arus yang mengalir.
    Pada rangkaian seri :
    1. Tegangan total adalah jumlah dari beberapa tegangan yang ada pada rangkaian tersebut ( Vt = V1+V2+Vn )
    2. Nilai arus total sama dengan nilai beberapa arus yang terdapat pada rangkaian tersebut ( It = I1=I2=In )

  78. 5211418026
    7. Hukum Kirchhoff tentang arus dan tegangan
    Hukum Kirchhoff 1 dikenal sebagai hukum percabangan karena hukum ini memenuhi kekekalan muatan. Hukum Kirchhoff 1 menyatakan bahwa :

    “Jumlah arus listrik yang masuk melalui titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan jumlah arus listrik yang keluar melalui titik percabangan tersebut.”

    ∑I masuk = ∑I keluar

    Hukum Kirchhoff 2 menyatakan bahwa
    “ pada setiap rangkaian tertutup, jumlah beda potensialnya harus sama dengan nol.”

  79. 5211418008

    5. Diket : V = 12 V
    I seri = 0,0075 A
    I Pararel = 0,0694 A
    Ditanya : A. P seri
    B. P pararel
    Jawab :
    A. P seri = V x I seri
    = 12 x 0,0075
    = 0.009 Watt

    B. P pararel = V x I pararel
    = 12 x 0,0694
    = 0,8328 Watt

  80. 5211418013

    6. Potential devider, rangkaian yang dapat mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil dengan jumlah satu output atau lebih atau untuk mendapatkan tegangan keluaran Vo yang merupakan bagian dari tegangan sumber V1 dengan memasang dua resistor R1 dan R2. Pembagi tegangan hanya berlaku apabila rangkaiannya seri. Secara matematis akan berbentuk sebagai berikut :

    Vo = V1 x R2 / (R1 + R2).

    Current divider, rangkaian yang menggunakan dua buah komponen resistor yang salah satu kakinya dihubungkan menjadi satu ke sumber arus, dan kaki lainnya dihubungkan ke beban. rus masukan terbagi menjadi dua bagian ( Io dan Is ), masing-masing sebanding dengan besarnya harga konduktansi yang dilewati arus tersebut. Pembagi arus hanya berlaku apabila rangkaiannya paralel. Secara matematis akan terbentuk sebagai berikut :

    Io = I1 x G2 / (G1 + G2), dengan G = 1/R

    Contoh prinsip rangkaian DC dapat berfungsi sebagai potential devider yaitu pada potensiometer yaitu pada pergeseran tangkai wiper akan mengubah-ubah besarnya hambatan pada dua bagian track yang terbagi oleh wiper tersebut. Potensiometer ini bekerja dengan prinsip pembagi tegangan (voltage-divider).

    Contoh prinsip rangkaian DC dapat berfungsi sebagai current divider yaitu pada LED, Fungsi resistor pada tiap LED tersebut selain sebagai pembagi arus juga berfungsi sebagai pembatas arus yang akan dilewatkan oleh LED. Nilai resistor harus sesuai dengan arus maksimal yang boleh dilewati LED, agar LED tidak rusak. Nilai resistor yang tepasang harus sama agar nyala LED sama terang dan pembagian arus ke beban seimbang.

  81. 5211418001
    6. Potential devider atau pembagi tegangan adalah rangkaian linier pasif yang menghasilkan tegangan keluaran yang merupakan sebagian kecil dari tegangan inputnya. Pembagian tegangan adalah hasil dari pendistribusian tegangan input antar komponen pembagi.
    Current divider / Pembagi Arus adalah suatu rangkaian yang mengubah arus menjadi serangkaian arus dengan kuat arus yang sama besar. Konsep dasar pembagi arus adalah menggunakan 2 buah resistor yang salah satu kakinya dihubung menjadi satu ke sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan ke beban yang berbeda.
    listrik DC dapat disimpan dalam baterai, arus listriknya bergerak searah dari kutub positif ke negatif. Kalo arusnya bergerak dari kutub positif ke negatif, maka elektronnya bergerak dari kutub negatif ke positif. Prinsipnya saat arus listrik bergerak dari kutub positif ke kutub negatif, maka terjadi pembagian arus dan pembagian tegangan.

  82. 5211418001
    7. Hukum Kirchoff 1:
    Dalam suatu rangkaian, jumlah aliran arus masuk dan jumlah aliran arus keluar adalah sama.
    Aliran arus masuk – aliran arus keluar =0
    Hukum Kirchoff 2:
    Tegangan sumber pada rangkaian seri sama dengan total masing-masing tegangan yang turun, dan jumlah penurunan tegangan dan tegangan yang dipakai adalah 0.
    Sumber input tegangan – jumlah penurunan tegangan =0.

  83. 5211418023

    1. karakter rangkaian seri:

    *Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama.
    *Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari masing-masing tahanan seri adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan.
    *Arus yang mengalir tergantung pada jumlah besar tahanan beban dalam rangkaian.
    *Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak terhubung atau putus, aliran arus terhenti.

  84. 5211418013

    7. Hukum Kirchoff tentang arus menyatakan bahwa arus total yang masuk melalui suatu titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan arus total yang keluar dari titik percabangan tersebut. Dapat dituliskan rumusnya seperti berikut :

    Imasuk = Ikeluar

    Hukum Kirchoff tentang tegangan menyatakan bahwa total tegangan (beda potensial) pada suatu rangkaian tertutup adalah nol. Dapat dituliskan rumusnya seperti berikut :

    V1 + V2 + V3 + V4 = 0

  85. 5211418023

    2. Karakter rangkaian paralel:

    *Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber.
    *Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu.Arus masing-masing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang.
    *Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian paralel, tahanan total rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar
    *Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus, arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut.

  86. 5211418003

    3. Diketahui:
    R1 = 450 ohm
    R2 = 500 ohm
    R3 = 650 ohm
    V = 12 volt

    Di tanya :
    a. V1?
    b. V2?
    c. V3?

    Di jawab :
    Seri
    Rt = R1+R2+R3
    Rt = 450 ohm + 500 ohm + 650 ohm
    Rt = 1600 ohm

    Vt = It x Rt
    12 volt = It x 1600 ohm
    It = 12 / 1600
    It = 3 / 400
    It = 0.0075 A

    a. V1 = It x R1
    V1 = 0,0075 A x 450 ohm
    V1 = 3,375 Volt

    b. V2 = It x R2
    V2 = 0,0075 A x 500 ohm
    V2 = 3,75 Volt

    c. V3 = It x R3
    V3 = 0,0075 A x 650 ohm
    V3 = 4,875 Volt

    Vt = V1 + V2 + V3
    12 V = 3,375 V + 3,75 V + 4,875 V

  87. 5211418012

    4. Diketahui :
    R1 = 450 Ω
    R2 = 500 Ω
    R3 = 650 Ω
    Vtot = 12 V
    Ditanya : Kuat arus listrik (I) pada setiap resistor?
    Dijawab :
    I1 = Vtot / R1
    = 12 / 450
    = 0,027 A

    I2 = Vtot / R2
    = 12 / 500
    = 0,024 A

    I3 = Vtot / R3
    = 12 / 650
    = 0,0184 A

    Itot = I1 + I2 + I3
    = 0,027 + 0,024 + 0,0184
    = 0,0694 A

    -simpulan soal nomor 3 = jika hambatan dirangkai seri, maka semakin besar hambatan yang dipasang pada rangkaian, tegangan akan semakin besar

    -simpulan soal nomor 4 = jika hambatan dirangkai pararel, maka semakin besar hambatan yang dipasang pada rangkaian, arus listrik akan semakin rendah

  88. 5211418004

    3. Diketahui :
    R1 = 450 ohm
    R2 = 500 ohm
    R3 = 650 ohm
    V = 12 Volt

    Ditanyakan :
    a. V1..?
    b. V2..?
    c. V3..?

    Jawab :
    Rtot = R1+R2+R3
    Rtot = 450 ohm + 500 ohm + 650 ohm
    Rtot = 1600 ohm

    I tot = V/Rtot
    I tot = 12 volt / 1600 ohm
    I tot = 0,0075 A

    a. V1 = I x R1 = 0,0075 A x 450 ohm = 3,375 V
    b. V2 = I x R2 = 0,0075 A x 500 ohm = 3,75 V
    c. V3 = I x R3 = 0,0075 A x 650 ohm = 4,875 V

  89. 5211418010

    Diket:
    R1 = 450 Ω
    R2 = 500 Ω
    R3 = 650 Ω
    E = 12 V

    Ditanya :
    a. I1=…?
    b. I2=…?
    c. I3=…?

    Jawab :
    1/Rtot = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
    1/Rtot = 1/450 + 1/500 + 1/650
    1/Rtot = 130/58500 + 117/58500 + 90/58500
    1/Rtot = 337/58500
    Rtot = 58500/337
    Rtot = 173,59 Ω

    Vtot = V1 = V2 = V3 = E = 12 V

    a. I1 = Vtot / R1
    I1 = 12 V / 450 Ω
    I1 = 0,027 A

    b. I2 = Vtot / R2
    I2 = 12 V / 500 Ω
    I2 = 0,024 A

    c. I3 = Vtot / R3
    I3 = 12 V / 650 Ω
    I3 = 0,019 A

    Simpulan dari perhitungan soal no 3
    Apabila hambatan seri semakin tinggi maka tegangan listrik juga semakin tinggi.

    Simpulan dari perhitungan soal no 4
    Apabila hambatan paralel semakin tinggi maka arus listrik semakin rendah.

  90. 5211418014

    4. Kesimpulan soal nomor 3, Semakin tinggi hambatan maka tegangan semakin tinggi pula.

    *Diketahui :
    R1= 450 ohm
    R2= 500 ohm
    R3= 650 ohm
    Vtot= 12 volt
    Disusun secara paralel.

    *Ditanya : Itot…?
    *Jawab :
    I1 = Vtot/R1
    = 12/450
    = 0.027 A

    I2 = Vtot/R2
    = 12/500
    = 0.024 A

    I3 = Vtot/R3
    = 12/650
    = 0/0.018 A

    Itot = I1 + I2 + I3
    = 0.027 + 0.024 + 0.0018
    = 0.069 A

    Kesimpulan perhitungan paralel (soal nomor 4), apabila hambatan rangakaian paralel semakin tinggi maka arus yang mengir semakin rendah.

  91. 5211418007

    1)Rangkaian seri adalah salah satu model rangkaian listrik yang dikenal dewasa ini. Dalam pelajaran kelistrikan, rangkaian seri adalah suatu rangkaian yang semua bagian-bagiannya dihubungkan berurutan, sehingga setiap bagian dialiri oleh arus listrik yang sama. Rangkaian ini disebut juga dengan rangkaian tunggal, membiarkan listrik mengalir keluar dari sumber tegangan, melalui setiap bagian, dan kembali lagi ke sumber tegangan. Kuat arus yang mengalir selalu sama di setiap titik sepanjang rangkaian. Hambatan yang dirangkai secara seri akan semakin besar nilai hambatannya. Sedangkan, lampu yang dirangkai secara seri nyalanya menjadi semakin redup. Apabila satu lampu mati, maka lampu yang lain juga akan mati.

    R Total = R1+R2+R3++…+Rn
    I Total = I1=I2=I3=…=In
    V Total =V1+V2+V3+…+Vn

  92. 5211418008

    7. Hukum kirchof ada 2 yaitu hukum kirchof 1 dan hukum kirchof 2, dimana hukum kirchof 1 jika dihubungkan dengan arus maka kuat arus total yang masuk melalui titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan kuat arus total yang keluar dari titik percabangan. Dan jika dihubungkan dengan tegangan maka hukum kirchof 2 yaitu total dimana tegangan pada suatu rangkaian tertutup adalah bernilai 0 (nol).

  93. 5211418012

    5. Diketahui :
    V = 12 V
    I seri = 0,0075 A
    I Pararel = 0,069 A

    Ditanya : P seri dan P paralel?

    Dijawab :
    P seri = V x I seri
    = 12 x 0,0075
    = 0.09 Watt

    P paralel = V x I paralel
    = 12 x 0,069
    = 0,83 Watt

  94. 5211418007

    2)Rangkaian paralel adalah salah satu model rangkaian yang dikenal dalam kelistrikan. Secara sederhana, rangkaian paralel diartikan sebagai rangkaian listrik yang semua bagian-bagiannya dihubungkan secara bersusun. Akibatnya, pada rangkaian paralel terbentuk cabang di antara sumber arus listrik. Olehnya itu, rangkaian ini disebut juga dengan rangkaian bercabang. Dalam rangkaian ini, semua percabangan yang ada dapat dilalui oleh arus listrik. Di setiap cabang itulah komponen listrik terpasang, sehingga masing-masing komponen itu memiliki cabang dan arus tersendiri. Arus tersebut mengaliri semua komponen listrik yang terpasang secara bersamaan. Rangkaian paralel diperlukan jika kita akan melakukan pengaturan arus listrik, dengan membagi arus listrik dengan cara merubah beban yang lewat di tiap percabangan.

    V=V1=V2=V3
    I=I1+I2+I3
    1/Rp=1/R1+1/R2+1/R3

  95. 5211418019

    1) Karakteristik rangkaian seri yang berkaitan dengan tegangan dan arus terhadap rangkaianya,dimana rangkaian seri memiliki rangkaian listrik yang disusun secara sejajar.setiap komponen yang terpasang akan mendapat arus yang sama karena posisi rangkaian seri yang berjajar.
    Pada tegangan disetiap komponen yang terangkai memiliki nilai yang berbeda. Sehinga jika rangkaian terputus maka rangkaian tidak dapat berfungsi karena tegangan tidak dapat terhubung.

  96. 5211418003

    4. Kesimpulan rangkaian seri adalah jika hambatan pada rangkaian tersebut lebih besar maka tegangan nya akan lebih besar juga.

    Paralel
    Diketahui :
    V = 12 volt
    R1 = 450 ohm
    R2 = 500 ohm
    R3 = 650 ohm

    Ditanya :
    I total?

    Dijawab :
    a. I1 = V / R1
    I1 = 12 volt / 450 ohm
    I1 = 0,0267 Ampere

    b. I2 = V / R2
    I2 = 12 volt / 500 ohm
    I2 = 0,024 Ampere

    c. I3 = V / R3
    I3 = 12 volt / 650 ohm
    I3 = 0,0184 Ampere

    I total = I1 + I2 + I3
    = 0,0267 A + 0,024 A + 0,0184 A
    = 0,0691 Ampere

    Kesimpulan rangkaian paralel adalah jika hambatan pada rangkaian tersebut semakin besar maka semakin kecil arus yang mengalir pada rangkaian tersebut.

  97. Karakteristik rangkaian seri adalah kuat arus akan mengalir dari sumber energi yang ada dari satu hambatan ke hambatan lain melalui satu kabel/satu jalur tanpa cabang

  98. 5211418007

    3) Diketahui :
    R1 = 450 Ohm
    R2 = 500 Ohm
    R3 = 650 Ohm
    V total = 12 V
    Ditanya:
    V1, V2, V3 = ….. ?
    Dijawab :
    R total = R1 + R2 + R3 = 450 + 500 + 650 = 1600 Ohm
    I total = V total / R total = 12 V / 1600 Ohm = 0,0075 A

    V1 = I total x R1 = 0,0075 x 450 Ohm = 3,375 V
    V2 = I total x R2 = 0,0075 x 500 Ohm = 3,75 V
    V3 = I total x R3 = 0,0075 x 650 Ohm = 4,875 V

    Jadi,V1 + V2 + V3 = V total
    3,375 V + 3,75 V + 4,875 V = 12 V

  99. 5211418022

    1.Karakteristik rangkaian seri adalah kuat arus akan mengalir dari sumber energi yang ada dari satu hambatan ke hambatan lain melalui satu kabel/satu jalur tanpa cabang

  100. 5211418003

    5. Diketahui :
    V = 12 volt
    I total seri = 0,0075 ampere
    I total paralel = 0,0691 ampere

    Di tanya :
    a. Daya listrik rangkaian seri?
    b. Daya listrik rangkaian paralel?

    Dijawab :
    a. Daya listrik pada rangkaian seri
    P = V x I total seri
    P = 12 volt x 0,0075 A
    P = 0,09 watt
    b. Daya listrik pada rangkaian paralel
    P = V x I total paralel
    P = 12 volt x 0,0691 A
    P = 0,8292 watt

  101. 5211418022

    2.karakteristik rangkaian paralel adalah rangkaian yang cara menggabungkan bagian-bagiannya adalah dengan cara disusun atau sejajar, maka jika salah satu hambatan terputus maka yang terputus hanya hambatan tersebut dan pada rangkaian pararel setiap hambatan akan memiliki tegangan sama besar dengan sumber

  102. 5211418013

    D1 :
    R1 = 6 Ω
    R2 = 3 Ω
    R3 = 5 Ω
    R4 = 4 Ω
    R5 = 1 Ω
    E = 10 V

    D2 :
    I1, I2, I3, dan I …..?

    D3 ;
    Persamaan 1
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0 …………. (1)

    Persamaan 2
    5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 …………. (2)

    Persamaan 3
    3 I2 + 1(I2+I3) = 10
    4 I2 + I3 = 10 ………………….. (3)

    Persamaan 4
    12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 … Per (1) x 2
    -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 … Per (2) x 3
    ____________________________
    -3 I2 + 40 I3 = 0 ………………. (4)

    Cari I3
    12 I2 + 3 I3 = 30 ….. Per (3) x 3
    -12 I2 + 160 I3 = 0 … Per (4) x 4
    ____________________________
    163 I3 = 30
    I3 = 30 : 163
    I3 = 0,184 A

    Cari I2
    4 I2 + I3 = 10
    4 I2 + 0,184 A = 10
    4 I2 = 9,816
    I2 = 9,816 : 4 = 2,454 A

    Cari I1
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
    4,294 = 4 I1
    I1 = 4,294 : 4
    I1 = 1,074 A

    Cari I
    I = (I1 – I3) + (I2 + I3)
    I = I1 – I3 + I2 + I3
    I = I1 + I2
    I = 1,074 A + 2,454 A
    I = 3,529 A

  103. 5211418023

    4.
    *Diket:
    R1 : 450 Ohm
    R2 : 500 Ohm
    R3 : 650 Ohm
    Vt : 2V

    *Ditanya:
    a. I1
    b. I2
    c. I3

    *Jawab :
    a. I1 = Vt / R1
    = 12 / 450
    = 0,027 A
    b. I2 = Vt / R2
    = 12 / 500
    = 0,024 A
    c. I3 = Vt / R3
    = 12 / 650
    = 0,0184 A

    *I tot = I1 + I2 + I3
    = 0,027 + 0,024 + 0,0184
    = 0,0694 A

    *Kesimpulan:
    – Seri : Hasil dari tegangannya sama walaupun hambatannya di tiap rangkaiannya berbeda.
    – Paralel : Didalam rangkaian paralel resistor berfungsi sebagai pembagi kuat arus listrik, jadi pada tiap hambatan pada rangkaiannya otomatis berbeda.

  104. 5211418007

    4)Perhitungan Paralel :
    Diketahui :
    R1 = 450 Ohm
    R2 = 500 Ohm
    R3 = 650 Ohm
    Ditanya :
    I1, I2, I3 = …. ?
    Dijawab :
    1/R total = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
    1/R total = 1/450 Ohm + 1/500 Ohm + 1/650 Ohm
    1/R total = 650 + 585 + 450 / 292500 = 1685 / 292500
    R total = 292500 / 1685
    R total = 173,59 Ohm

    I total = V total / R total = 12 V / 173,59 Ohm = 0,069 A

    I1 = V total / R1 = 12 V / 450 Ohm = 0,027 A
    I2 = V total / R2 = 12 V / 500 Ohm = 0,024 A
    I3 = V total / R3 = 12 V / 650 Ohm = 0,018 A

    I1 + I2 + I3 = I total
    0,027 A + 0,024 A + 0,018 A = 0,069 A

    kesimpulan perhitungan nomer 3 :semua komponen listrik yang akan dipasang disusun secara berderet atau berurutan. Kabel penghubung semua komponen tersebut tidak memiliki percabangan sepanjang rangkaian, sehingga hanya ada satu jalan yang dilalui oleh arus. Akibatnya, arus listrik (I) yang mengalir di berbagai titik dalam rangkaian sama besarnya, sedangkan beda potensialnya berbeda. Artinya semua komponen yang terpasang akan mendapat arus yang sama pula. Rangkaian seri memiliki hambatan total yang lebih besar daripada hambatan penyusunnya. Hambatan total (Rtotal) ini disebut hambatan pengganti. Beda potensial atau tegangan total (Vtotal) dari rangkaian seri adalah hasil jumlah antara beda potensial pada tiap resistor
    Kesimpulan rangkaian paralel:
    Pada rangkaian paralel arus yang mengalir pada setiap cabang berbeda besarnya. Setiap komponen terhubung dengan kutub positif dan kutub negatif dari sumber tegangan, artinya semua komponen mendapat tegangan yang sama besar. Sedangkan, hambatan totalnya menjadi lebih kecil dari hambatan tiap-tiap komponen

  105. 5211418019

    2) karakteristik Rangkaian paralel pada tegangan dan arus terhadap rangkainya yaitu rangkaian listrik dengan hambatan yang disusun secara bertingkat atau bercabang.

    Pada rangkaian paralel jika salah satu jalur percabangan yang terputus maka pada cabang yang lain tetap berfungsi secara normal pada rangkaian tersebut.

  106. 5211418003

    6. Potential devider atau pembagi tegangan adalah rangkaian untuk membagi tegangan atau mengkonversikan dari resitensi menjadi sebuah tegangan yang lebih besar. Pada pembagi tegangan ini ketika resistor dihubungkan secara seri maka resistor akan berbanding dengan nilai resistensi.
    Prinsip rangkaian DC pada potential devider yaitu pada pengontrol suhu di freezer pada kulkas.

    Current devider atau pembagi arus adalah rangkaian yang biasanya dilakukan jika akan melakukan pemasangan komponen atau perangkat ampare meter yang biasanya digunakan untuk mengukur arus secara paralel, pada hal tersebut ketika resistor terhubung secara paralel,total arus rangkaian membagi antar jalur alternatif yang tersedia.
    Prinsip rangkaian DC pada current devider yaitu pembagian arus yang terdapat pada LED.

  107. 8. 5211418001
    Diketahui :
    R1 = 6 ohm
    R2 = 3 ohm
    R3 = 5 ohm
    R4 = 4 ohm
    R5 = 1 ohm
    E = 10V

    Ditanya :
    I1, I2, I3, (I1 – I3), (I2 + I3), dan I?

    Jawab ;
    Pers.1
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0 …………. (1)
    Pers.2
    5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 …………. (2)
    Pers.3
    3 I2 + 1(I2+I3) = 10
    4 I2 + I3 = 10 ………………….. (3)
    Pers.4
    12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 … / (1) x 2
    -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 … / (2) x 3
    ____________________________
    -3 I2 + 40 I3 = 0 ………………. (4)

    Cari I3
    12 I2 + 3 I3 = 30 ….. / (3) x 3
    -12 I2 + 160 I3 = 0 … / (4) x 4
    ____________________________
    163 I3 = 30
    I3 = 30 / 163
    I3 = 0,184 A

    Cari I2
    4 I2 + I3 = 10
    4 I2 + 0,184 A = 10
    4 I2 = 9,816
    I2 = 9,816 / 4 = 2,454 A

    Cari I1
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
    4,294 = 4 I1
    I1 = 4,294 / 4
    I1 = 1,074A

    Cari I
    I = (I1 – I3) + (I2 + I3)
    I = I1 – I3 + I2 + I3
    I = I1 + I2
    I = 1,074 A + 2,454 A
    I = 3,529A

  108. 5211418022

    3. D1 :
    R1 = 450 ohm
    R2 = 500 ohm
    R3 = 650 ohm
    V = 12 Volt
    D2 :
    a) V1
    b) V2
    c) V3
    D3 :
    Rtotal = R1+R2+R3
    Rtotal = 450 ohm + 500 ohm + 650 ohm
    Rtotal = 1600 ohm
    I total = V : Rtot
    I total = 12 volt : 1600 ohm
    I total = 0,0075 A
    a)V1 = I x R1 = 0,0075 A x 450 ohm = 3,375 V
    b)V2 = I x R2 = 0,0075 A x 500 ohm = 3,75 V
    c)V3 = I x R3 = 0,0075 A x 650 ohm = 4,875 V

  109. 5211418007

    5)Diketahui :
    V seri = 12 V
    I seri = 0,0075 A
    V paralel = 12 V
    I paralel = 0,069 A

    Ditanya :
    P nomer 3 seri=…?
    P nomer 4 paralel=….?

    Dijawab :
    P seri = V seri x I seri
    P seri = 12 V x 0,0075 A
    P seri = 0,09 watt

    P paralel = V paralel x I paralel
    P paralel = 12 V x 0,069 A
    P paralel = 0,828 watt

  110. 5211418016

    6.) Potential Divider atau Pembagi Tegangan adalah suatu rangkaian sederhana yang mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil. Fungsi dari Pembagi Tegangan ini di Rangkaian Elektronika adalah untuk membagi Tegangan Input menjadi satu atau beberapa Tegangan Output yang diperlukan oleh Komponen lainnya didalam Rangkaian. Hanya dengan menggunakan dua buah Resistor atau lebih dan Tegangan Input, kita telah mampu membuat sebuah rangkaian pembagi tegangan yang sederhana.

    Current Devider atau pembagi arus adalah rangkaian yang membagi resistor secara paralel, dimana total arus yang mengalir pada rangkaian sama dengan jumlah arus yang melewati masing-masing resistor tersebut.

    Prinsip rangkaian DC pada potential divider yaitu potensiometer, pergeseran tangkai wiper akan mengubah-ubah besarnya hambatan pada dua bagian track yang terbagi oleh wiper tersebut. Potensiometer ini bekerja dengan prinsip pembagi tegangan (voltage-divider).

    Prinsip rangkaian DC pada current divider atau pembagi arus walaupun jarang kita jumpai pada aplikasi elektronika tetapi penting untuk diketahui. Rangkaian pembagi arus ini penting untuk dipahami terutama untuk pemasangan alat ukur arus (Ampere Meter) secara paralel dan pembagian arus pada beban yang lebih dari 1. Konsep dasar pembagi arus adalah menggunakan 2 buah resistor yang salah satu kakinya dihubung menjadi satu ke sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan ke beban yang berbeda.

  111. 5211418026
    Diket : R1 = 6 Ω
    R2 = 3 Ω
    R3 = 5 Ω
    R4 = 4 Ω
    R5 = 1 Ω
    E = 10 V
    Ditanya : I1, I2, I3, (I1 – I3), (I2 + I3), dan I?
    ABDA
    0 = 6 I1 + 5 I3 – 3 I2
    0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3…………..(1)

    BDCB
    0 = 5 I3 + 1 (I2 + I3) – 4 (I1 – I3)
    0 = 5 I3 + I2 +I3 – 4I1 + 4I3
    0 = −4I1 + I2 + 10 I3………..(2)

    ADCA
    10 = 3 I2 + 1(I2 + I3)
    10 = 3 I2 + I2 + I 3
    10 = 4 I2 + I3……………(3)

    Eliminasi pers 1 dan 2

    0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3…………..(1) × 2
    0 = −4I1 + I2 + 10 I3………..(2) × 3
    0 = 12 I1 – 6 I2 + 10 I3
    0 = −12 I1 + 3 I2 + 30 I3
    0 = −3 I2 + 40 I3……….(4)

    Eliminasi Pers 3 dan 4
    10 = 4 I2 + I3……………(3) × 3
    0 = −3 I2 + 40 I3……….(4) ×4
    30 = 12 I2 + 3 I3
    0 = − 12 I2 + 160 I3
    30 = 160 I3
    I3 = 30/160
    I3 = 0,184 A

    Substitusi I3 pada pers 3
    10 = 4 I2 + 0,184 A
    4 I2 = 9,816 A
    I2 = 2,454 A

    Substitusi I3 dan I2 pada persamaan 2
    0 = −4 I1 + 2,454 + 1,84
    4 I1 = 4,294
    I1 = 1,074 A

    I = I1 + I2
    I = 1,074 + 2,454
    I = 3,529 A

  112. 5211418004

    4. Diketahui :
    R1 = 450 ohm
    R2 = 500 ohm
    R3 = 650 ohm
    V = 12 Volt

    Ditanyakan :
    a. I1..?
    b. I2..?
    c. I3..?
    Jawab :
    a. I1 = V / R1 = 12 V / 450 ohm = 0,027 A
    b. I2 = V / R2 = 12 V / 500 ohm = 0,024 A
    c. I3 = V / R3 = 12 V / 650 ohm = 0,018 A

    Simpulan :
    Jadi pada rangkaian seri semakin besar hambatan/beban pada rangkaian seri, maka semakin besar pula tegangan yang meningkat pada rangkaian tersebut.

    Jadi, pada rangkaian paralel semakin besar hambatan/beban maka semakin kecil kuat arus.

  113. 5211418023

    5.
    *Diket :
    Rangkaian seri:
    -Vtot = 12 V
    -Itot = 7,5 × 10-3 A
    Rangkaian paralel
    -Vtot = 12 V
    -Itot = 0,069 A

    *Ditanya : P seri & P paralel

    *Jawab :
    Pseri = V × I
    = 12V × 0,0075A
    = 0,09 Watt
    Pparalel = V × I
    = 12 V × 0,0694A
    = 0,828 Watt

  114. 5211418027
    1. hanya ada satu jalur untuk arus mengalir ke dalam rangkaian seri. penjumlahan dari masing-masing drop tegangan dalam rangkaian seri akan selalu sama dengan tegangan catu

  115. 5211418019

    3)Diketahui : R1 = 450 ohm
    R2 = 500 ohm
    R3 = 650 ohm
    R total = 1600 ohm
    V = 12 volt
    Ditanya : V1.. V2..dan V3.. ??
    Jawab : I = V/Rtotal
    I = 12 volt / 1600 ohm
    I = 0,0075 A
    V1= I x R1
    = 0,0075 A x 450 ohm
    = 3,375 V

    V2= I x R2
    = 0,0075 A x 500 ohm
    = 3,75 V

    V3= I x R3
    = 0,0075 A x 650 ohm
    = 4, 875 V

    V total = V1 + V2 + V3
    = 3,375 V + 3,75 V + 4,875V
    = 12 V

  116. 5211418016

    7.) Hukum I Kirchoff tentang arus :
    “Kuat arus total yang masuk melalui titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan kuat arus total yang keluar dari titik percabangan.”

    Hukum II Kirchoff tentang tegangan :
    “Total beda potensial (tegangan) pada suatu rangaian tertutup adalah nol.”

  117. 5211418016

    8.) Diketahui :
    R1 = 6 ohm
    R2 = 3 ohm
    R3 = 5 ohm
    R4 = 4 ohm
    R5 = 1 ohm
    E = 10V

    Ditanya :
    I1, I2, I3, (I1 – I3), (I2 + I3), dan I?

    Jawab ;
    Persamaan 1 :
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0 …………. (1)

    Persamaan 2 :
    5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 …………. (2)

    Persamaan 3 :
    3 I2 + 1(I2+I3) = 10
    4 I2 + I3 = 10 ………………….. (3)

    Persamaan 4 :
    12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 … / (1) x 2
    -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 … / (2) x 3
    ____________________________
    -3 I2 + 40 I3 = 0 ………………. (4)

    Mencari I3
    12 I2 + 3 I3 = 30 ….. / (3) x 3
    -12 I2 + 160 I3 = 0 … / (4) x 4
    ____________________________
    163 I3 = 30
    I3 = 30 / 163
    I3 = 0,184 A

    Mencari I2
    4 I2 + I3 = 10
    4 I2 + 0,184 A = 10
    4 I2 = 9,816
    I2 = 9,816 / 4 = 2,454 A

    Mencari I1
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
    4,294 = 4 I1
    I1 = 4,294 / 4
    I1 = 1,074A

    Mencari I
    I = (I1 – I3) + (I2 + I3)
    I = I1 – I3 + I2 + I3
    I = I1 + I2
    I = 1,074 A + 2,454 A
    I = 3,529 A

  118. 5211418020
    6) -potential devider = reisitor yang digunajan untuk memperoleh keluaran tegangan variabel dari catu tegangan konstan. Perangkat ini digunakan untuk memvariasikan tegangan yang di berikan.
    -current devider = rangkaian liner sederhana yang menghasilkan arus keluaran yang merupakan sebagian kecil dari arus antara cabang cabang pembagi.
    *rangkaian dc dapat berfungsi pada potential devider dan current devider = diterapkan pada kontrol volume audio dimana arus dc dapat divariasikan menjadi tegangan yang lebih kecil maupun besar sehingga dapat mengatur jumlah tegangan yang di salurkan

  119. 5211418017
    2. Rangkaian paralel adalah rangkaian yang disusun secara berderet. Karakteristik rangkaian paralel kaitannya dengan tegangan dan arus yang bekerja pada rangkaian tersebut yaitu pada rangkaian paralel, rangkaian listriknya disusun secara bersusun atau bisa dikatakan sebagai rangkaian yang cenderung lebih rumit. Dimana, setiap komponen yang terpasang akan mendapat arus yang berbeda. Tetapi, memiliki tegangan yang sama.
    Vtot = V1 = V2 = V3

  120. 5211418004

    5. Diketahui :
    V seri = 12 Volt
    I seri = 0,0075 A
    V paralel = 12 Volt
    I paralel = 0,069 A

    Ditanyakan :
    P seri..?
    P paralel..?

    Jawab :
    P seri = V seri x I seri = 12 Volt x 0,0075 A = 0,09 Watt
    P paralel = V paralel x I paralel = 12 Volt x 0,069 A = 0,828 Watt

  121. 5211418020
    7) -hukum kirchhoff tentang arus = jumlah arus yang tiba di persimpangan sama dengan jumlah arus yang meninggalkan persimpangan tersebut
    -hukum kirchhoff tentang tegangan = dalam rangkaian loop tertutup, jumlah aljabar tegangan dalam cabang yang tertutup hasilnya nol

  122. 4. Kesimpulan soal nomor 3, Semakin tinggi hambatan maka tegangan bertambah tinggi juga
    – D1 :
    R1 = 450 ohm
    R2 = 500 ohm
    R3 = 650 ohm
    Vtotal = 12 volt
    Disusun secara paralel
    – D2 : I total
    – D3 :
    I 1 = Vtotal : R1 = 12 : 450 = 0.027 A
    I 2 = Vtotal : R2 = 12 : 500 = 0.024 A
    I 3 = Vtotal : R3 = 12 : 650 = 0/0.018 A
    I total = I 1 + I 2 + I 3 = 0.027 + 0.024 + 0.0018 = 0.069 A
    Kesimpulannya adalah pada perhitungan paralel, apabila hambatan rangkaian paralel semakin tinggi maka arus yang mengalir semakin rendah

  123. 5211418012

    6. A. Potential devider atau Pembagi Tegangan adalah suatu rangkaian sederhana yang mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil. Fungsi dari Pembagi Tegangan ini di Rangkaian Elektronika adalah untuk membagi Tegangan Input menjadi satu atau beberapa Tegangan Output yang diperlukan oleh Komponen lainnya didalam Rangkaian. Vout = Vin x (R1 / (R1+R2))

    B. Current devider atau Pembagi Arus adalah metode pembagian arus. Konsep dasar pembagi arus adalah menggunakan 2 buah resistor yang salah satu kakinya dihubung menjadi satu ke sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan ke beban yang berbeda. Iout = Iin x G2 / (G1 + G2), dengan G = 1/R

    Contoh prinsip bahwa rangkaian DC dapat berfungsi sebagai potential devider adalah pada Potensiometer, Track pada potensiometer bersifat resistif (beberapa jenis dapat bersifat kapasitif). Pergeseran tangkai wiper akan mengubah-ubah besarnya hambatan pada dua bagian track yang terbagi oleh wiper tersebut.

    Contoh prinsip bahwa rangkaian DC dapat berfungsi sebagai current devider adalah pada pembagian arus untuk LED Fungsi resistor pada tiap LED tersebut selain sebagai pembagi arus juga berfungsi sebagai pembatas arus yang akan dilewatkan oleh LED.

  124. 5211418015

    6). Potential divider adalah rangkaian yang dapat mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil dengan jumlah satu output atau lebih atau untuk mendapatkan tegangan keluaran
    Current divider adalah rangkaian linear sederhana yang menghasilkan arus keluaran yang merupakan sebagian kecil dari arus inputnya. Pembagian saat ini mengacu pada pemisahan arus antara cabang pembagi. Arus di cabang itu akan selalu membelah sedemikian rupa untuk meminimalkan total energi yang dikeluarkan.

  125. 5211418014
    5. *Diketahui : rangkaian seri
    Vtot = 12v
    Itot = 0.0075 A
    Rangkaian paralel
    Vtot = 12V
    Itot = 0.069 A

    *Ditanya
    P Seri? P paralel?
    *jawab
    Pseri = V x I
    = 12V x 0.0075
    = 0.09 Watt
    Pparalel = V x I
    = 12V x 0.069 A
    = 0.828 Watt

  126. 5211418010

    5) Diket:
    V = 12 V
    I seri = 0,0075 A
    I Pararel = 0,069 A

    Ditanya:
    P seri=…?
    P paralel=…?

    Jawab :
    P seri = V x I seri
    = 12 x 0,0075
    = 0.09 Watt

    P paralel = V x I paralel
    = 12 x 0,069
    = 0,83 Watt

  127. 5211418003

    7. Hukum Kirchoof tegangan atau hukum kirchoof 1 adalah bahwa dalam rangkaian putaran tertutup, jumlah aljabar tegangan dalam cabang tertutup hasilnya 0.

    Hukum Kirchoof arus yaitu pada setiap titik percabagan dalam sirkuit listrik, jumlah dari arus yang masuk ke dalam titik itu sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik tersebut.
    ( I masuk = I keluar )

  128. 5211418027
    2. Dalam gambar tegangan 10v dan juga akan mengetahui bahwa volt meter resistor terbaca 10 v karena tegangan yang melewati semua komponen di dalam sebuah rangkaian paralel adalah sama.
    arus total di kutub positif akan terpisah melalui R1, R2, R3,R4, dan R5 dan kemudian akan menyatu kembali pada kutub negatif. Arus total melalui kutub positif Akan Sama dengan arus total melalui kutub
    negatif. Karena jumlah saluran arus yang terjadi dalam rangkaian paralel adalah sama dengan jumlah komponen yang diparalelkan

  129. 5211428007

    6)-rangkaian potensial devider adalah rangkaian yang difungsikan sebagai pembagi tegangan dc, dalam hal ini konsep dasarnya adalah menggunakan 2 buah resistor. Sehingga akan diperoleh besaran tegangan yang di inginkan, dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.Rangkaian pembagi tegangan pada umumnya dapat dijumpai pada penggunaan untuk menurunkan level tegangan, biasanya memiliki fungsi utama sebagai pendeteksi tegangan suatu object yang level tegangannya melebihi dari kapasitas ADC mikrokontroller, maksimal range tegangan yang bisa dimuat oleh adc mikrokontroller adalah 5 volt, jadi apabila terjadi tegangan yang melebihi dari pembahas ituu maka harus menggunakan potensial divider untuk menurunkan ke angka yang di inginkan.
    -Current divider adalah suatu rangkaian yang mengubah arus menjadi serangkaian arus dengan kuat arus yang sama besar. Konsep dasar pembagi arus adalah menggunakan 2 buah resistor yang salah satu kakinya dihubung menjadi satu ke sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan ke beban yang berbeda.
    listrik DC dapat disimpan dalam baterai, arus listriknya bergerak searah dari kutub positif ke negatif. Kalo arusnya bergerak dari kutub positif ke negatif, maka elektronnya bergerak dari kutub negatif ke positif. Prinsipnya saat arus listrik bergerak dari kutub positif ke kutub negatif, maka terjadi pembagian arus dan pembagian tegangan.

  130. 5211418015

    7). hukum I kirchoff (arus) : jumlah arus yang masuk pada suatu titik cabang sama dengan Jumlah arus yang keluar dari titik cabang tersebut, arus yang masuk titik cabang = arus yang keluar titik cabang

    hukum II kirchoff (tegangan) : jumlah tegangan pada suatu lintasan tertutup samadengan nol, atau penjumlahan tegangan pada masing-masing komponen penyusunnya yang membentuk satu lintasan tertutup akan bernilai samadengan nol.

  131. 5211418017
    3. Diket :
    R1 = 450 Ω
    R2 = 500 Ω
    R3 = 650 Ω
    Vtot = 12 V
    Dihubungkan dengan rangkaian seri
    Ditanya : V pada setiap resistor….?
    Dawab :
    Rtot = R1 + R2 + R3
    Rtot = 450 Ω + 500 Ω + 650 Ω
    Rtot = 1600 Ω

    Itot = Vtot/Rtot
    Itot = (12 V)/(1600 Ω)
    Itot = 7,5 × 10-3 A

    V1 = Itot × R1
    V1 = 7,5×10-3 A × 450 Ω
    V1 = 3,375 V

    V2 = Itot × R2
    V2= 7,5×10-3 A × 500 Ω
    V2 = 3,75 V

    V3 = Itot × R3
    V3 = 7,5×10-3 A × 650 Ω
    V3 = 4,875 V

    Vtot = V1 + V2 + V3
    Vtot = 3,375 V + 3,75 V + 4,875 V
    Vtot = 12 Volt

  132. 5211418027
    3. Rt= 450+500+650=1600
    It= 12/1600 = 0.0075
    VR1 = 0.0075×450= 3.38
    VR2 = 0.0075×500=3.75
    VR3= 0.0075×650= 4.88

  133. 5211418007

    7)Hukum Kirchoff 1:
    Mengatakan bahwa Dalam suatu rangkaian, jumlah aliran arus masuk dan jumlah aliran arus keluar adalah sama.
    Aliran arus masuk – aliran arus keluar =0
    Hukum Kirchoff 2:
    Mengatakan bahwa Tegangan sumber pada rangkaian seri sama dengan total masing-masing tegangan yang turun, dan jumlah penurunan tegangan dan tegangan yang dipakai adalah 0.
    Sumber input tegangan – jumlah penurunan tegangan =0

  134. 5211418017
    4. Diket :
    R1 : 450 Ohm
    R2 : 500 Ohm
    R3 : 650 Ohm
    Vt : 2V
    Ditanya :
    a. I1 ?
    b. I2 ?
    c. I3 ?
    Jawab :
    I1 = Vt / R1
    I1 = 12 / 450
    I1 = 0,027 A

    I2 = Vt / R2
    I2 = 12 / 500
    I2 = 0,024 A

    I3 = Vt / R3
    I3 = 12 / 650
    I3 = 0,0184 A
    Itot = I1 + I2 + I3
    Itot = 0,027 + 0,024 + 0,0184
    Itot = 0,0694 A
    Kesimpulan dari soal no 3 & 4 :
    – Seri : Hasil dari tegangannya sama walaupun hambatannya di tiap rangkaiannya berbeda.
    – Paralel : Didalam rangkaian paralel resistor berfungsi sebagai pembagi kuat arus listrik, jadi pada tiap hambatan pada rangkaiannya otomatis berbeda.

  135. 5211418010

    6) Potential divider merupakan resistor yang disadap atau variabel atau rangkaian resistor tetap secara seri, dihubungkan melalui sumber tegangan dan digunakan untuk mendapat fraksi yang diinginkan dari total tegangan.

    Current divider merupakan rangkaian linear sederhana yang menghasilkan arus keluaran yang merupakan sebagian kecil dari arus inputnya. Pembagian saat ini mengacu pada pemisahan arus antara cabang pembagi. Arus di cabang itu akan selalu membelah sedemikian rupa untuk meminimalkan total energi yang dikeluarkan.

    Contoh prinsip rangkaian DC dapat berfungsi sebagai potential devider yaitu sebagai kontrol volume audio, untuk mengontrol suhu dalam freezer atau memantau perubahan cahaya di suatu ruangan.

  136. 5211418012

    7. A. Kuat arus total yang masuk melalui titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan kuat arus total yang keluar dari titik percabangan. Maka besar kuat arus total yang melewati titik percabangan a secara matematis dinyatakan Σ Imasuk = Σ Ikeluar yang besarnya adalah I1 = I2 + I3.

    B. Total beda potensial (tegangan) pada suatu rangaian tertutup adalah nol. Maka total tegangan pada rangkaian adalah Vab + Vbc + Vcd + Vda = 0.

  137. 5211418017
    5) Diket:
    V = 12 V
    I seri = 0,0075 A
    I Pararel = 0,069 A
    Ditanya:
    P seri =…?
    P paralel=…?
    Jawab :
    P seri = V x I seri
    P seri = 12 x 0,0075
    P seri = 0.09 Watt
    P paralel = V x I paralel
    P paralel = 12 x 0,069
    P paralel = 0,83 Watt

  138. 5211418019

    4) Diketahui :
    R1= 450 ohm , R2= 500 ohm
    R3= 650 ohm , Vtot= 12 V
    Ditanya : I1..I2.. dan I3 ?
    Dijawab :
    I/Rtot = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
    = 1/450 + 1/500 + 1/650
    =650+585+450/292500
    =1685/292500
    Rtot = 292500/1685 = 173.59 ohm

    I1 = Vtot/R1
    = 12V / 450 ohm
    = 0.027 A

    I2 =Vtot/R2
    =12V / 650 ohm
    =0.024A

    I3 = Vtot/R3
    =12V/650ohm
    =0.019 A

    Itot= I1+I2+I3
    =0.027+0.024+0.019
    =0.069A

    (Kesimpulan dari rangkaian seri yaitu tegangan pada setiap hambatan berbeda tetapi jika dijumlahkan maka jumlahnya akan sama dengan tegangan pangkal) sedangkan pada
    (Rangkaian paralel ,resistor berfungsi sebagai pembagi arus listrik,dimana jika kuat arus listrik yang melewati setiap resistor diukur akan memiliki nilai yang sama dengan arus total sebelum titik percabangan)

  139. 5211418020
    8)
    ABDA :
    0= 6 I1 + 5 I3 -3 I2
    0= 6 I1 -3 I2 + 5 I3…………. (1)

    BDCB:
    0 = 5 I3 + 1 (I2 + I3) – 4 (I1 – I3)
    = 5 I3 + I2 + I3 – 4 I1 + 4 I3
    = – 4 I1 + I2 + 10 I3…………..(2)

    ADCA :
    10 = 3 I2 + 1(I2 + I3)
    =3 I2 + I2 + I3
    10= 4 I2 + I3…………….(3)

    * 0 = 12 I1 – 6 I2 + 10 I3………(1)X2
    0= – 12 I1 + 3 I2 + 30 I3……….(2)X3
    JUMLAHKAN DAN MENGHASILKAN
    0 = – 3 I2 + 40 I3

    *30 = 12 I2 + 3 I3………..(3)X3
    0= – 12 I2 + 160 I3………..(4)X4
    JUMLAHKAN
    30 = 163 I3
    I3= 30/163 = 0.184A

    SUBTITUSIKAN I3 KE DALAM PERSAMAAN (3)
    *10 = 4 I2 + I3
    = 4 I2 + 0.184
    4 I2= 10-0.184
    I2 = 9.814/4 = 2.454 A

    SUBTITUSIKAN I3 DAN I2 PASA PERSAMAAN 2
    *0= – 4 I1 + I2 + 10 I3
    4 I1= 2.454 + 10×0.184
    I1 = 4.294/4 = 1.074A

    Tentukan arus yg mengalir dri sumber tegangan :
    Itot= I1+ I2
    Digunakan I1 dan I2 karena cabang awal dari arus merupakan I1 dan I2
    Itot = I1 + I2
    =1.074 + 2.454
    = 3.528A

  140. 5211418027
    4. Jumlah tegangan yang masuk sama dengan jumlah tegangan yang keluar atau yang ada pada resistor
    Rt= 1/450+1/500+1/650
    = 1/9+1/10+1/13
    = 130/1170 +117/1170 +90/1170
    = 337/1170
    = 1170/337
    = 3.47
    It = 12/3.47
    = 3.46
    I1 = 450/1600 x 3.46 = 0.97
    I2 = 500/1600 x 3.46 = 1.08
    I3 = 650/1600 x 3.46 = 1,41

  141. 5211418007

    8) Persamaan 1:
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0 ……. (1)
    Persamaan 2:
    5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 …… (2)
    Persamaan 3:
    3 I2 + 1(I2+I3) = 10
    4 I2 + I3 = 10…… (3)
    Persamaan 4:
    12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 … Persamaan (1) x 2
    -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 … Persamaan (2) x 3
    ____________________________
    -3 I2 + 40 I3 = 0 ……… (4)

    Cari I3
    12 I2 + 3 I3 = 30 … Persamaan (3) x 3
    -12 I2 + 160 I3 = 0 … Persamaan (4) x 4
    ____________________________
    163 I3 = 30
    I3 = 30 : 163
    I3 = 0,184 A

    Cari I2
    4 I2 + I3 = 10
    4 I2 + 0,184 A = 10
    4 I2 = 9,816
    I2 = 9,816 : 4 = 2,454 A

    Cari I1
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
    4,294 = 4 I1
    I1 = 4,294 : 4
    I1 = 1,074 A

    I total = I1 + I2 = 1,074 A + 2,454 A
    I total = 3,529 A

  142. 5211418028

    6. Potential devider yaitu komponen yang digunakan untuk membagi tegangan pada suatu rangkaian guna mendapatkan output tegangan yang diinginkan. potential hanya digunkan pada rangkaian seri.

    Current Devider yaitu komponen yang digunakan untuk membagi arus listrik pada suatu rangkaian guna mendapatkan output arus yang diinginkan. Current Devider hanya berlaku pada rangkaian pararel.

    contoh
    potential devider pada rangkaian DC antara lain yaitu penggunaan resistor pada laptop, di sisni resistor berfungsi sebagai pembagi tegangan yang masuk pada masing – masing komponen pada laptop tersebut

    current devider pada rangkaian DC antara lain penggunaan Resistor pada Handphone, di sini resistor berfungsi sebagai pembagi arus untuk masing – masing komponen yang membutuhkan arus yang berbeda-beda.

  143. 5211418027
    5. Seri
    PR1 = 3.38×12 = 41.76
    PR2 = 3.75X 12 = 45
    PR3 = 4.88X12 = 58.56
    Pararel
    PR1 = 0.97X12 = 11.64
    PR2 = 1.08X12 = 12.96
    PR3 = 1.41X12 = 16.92

  144. 5211418017
    6. Potential devider adalah suatu rangkaian sederhana yang mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil. Fungsi dari Pembagi Tegangan ini di Rangkaian Elektronika adalah untuk membagi Tegangan Input menjadi satu atau beberapa Tegangan Output yang diperlukan oleh Komponen lainnya didalam Rangkaian.
    Current devider adalah metode pembagian arus. Konsep dasar pembagi arus adalah menggunakan 2 buah resistor yang salah satu kakinya dihubung menjadi satu ke sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan ke beban yang berbeda.
    Contoh prinsip rangkaian DC dapat berfungsi sebagai potential devider yaitu sebagai kontrol volume pada Sound Sistem, kontrol suhu dalam AC dll.
    Contoh prinsip rangkaian DC pada current divider yaitu pada rangkaian lampu LED.

  145. 5211418014

    6. Pembagi tegangan merupakan rangakaian yang pada dasarnya terdiri dari komponen resistor dan trasitor. Rangkaian ini digunakan untuk mengukur dan menentukan besar tegangan, arus dan tahanan dari suatu rangakaian yang nantinya adalah untuk membuat transitor yang ada didepanya dapat bekerja, dengan mengkonversi besar kecil resistor yang digunakan.

    *Pembagi arus tidaklah sepenting rangkaian pembagi tegangan namun perlu dipahami utamanya saat kita menghubungan alat ukur arus secara paralel

    *Prinsip potensial pada rangkaian DC, potensiomerer bersifat resistif (beberapa jenis dapat bersifat kapasitif) pergeseran tangkai wiper akan mengubah-ubah besarnya hambatan pada bagian track yang terbagi oleh wiper tersebut.

    *Prinsip current divider pada rangkaian DC Konsep dasar pembagi arus adalah menggunakan 2 buah resistor yang salah satu kakinya dihubung menjadi satu ke sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan ke beban yang berbeda.

  146. 5211418028
    7. hukum Kirchoff ada dua yaitu :
    a. hukum kirchoff 1 yang berbunyi ” arus total yang masuk melalui suatu titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan arus total yang keluar dari titik percabangan tersebut “. dirumuskan dengan :
    I masuk = I keluar
    b.Total tegangan (beda potensial) pada suatu rangkaian tertutup adalah nol. atau :
    V1 + V2 + V3 + Vn = 0

  147. 5211418011

    2. Kaitan nya , kuat arus (i) yang menuju resistor 1 dan 2 terbagi. Maka dari itu kuat arus nya berbeda di setiap hambatan nya . Untuk tegangan (v) di resistor nya sama.

  148. 5211418003

    8. Diketahui :
    R1 = 6 ohm
    R2 = 5 ohm
    R3 = 3 ohm
    R4 = 4 ohm
    R5 = 1 ohm
    V = 10 volt

    Ditanya :
    a. I1?
    b. I2?
    c. I3?
    d. I?

    Dijawab :
    A-B-D-A
    0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3 ( persamaan 1 )

    B-D-C-B
    0 = 5 I3 + 1 ( I1 + I3) – 4 (I1 – I3)
    0 = 5 I3 + I2 + I3 – 4 I2 – 4 I3
    0 = -4 I1 + I2 + 10 I3 ( persamaan 2)

    A-D-C-A
    10 = 3 I2 + 1 ( I2 + I3)
    10 = 3 I2 + I2 + I3
    10 = 4 I2 + I3 ( persamaan 3)

    Persamaan 1 dan persamaan 2
    0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3 ( x2 )
    0 = -4 I1 + I2 + 10 I3 ( x3 )
    Jadi,
    0 = 12 I1 – 6 I2 + 10 I3
    0 = -12 I1 + 3 I2 + 30 I3
    => 0 = -3 I2 + 40 I3 ( persamaan 4 )

    Persamaan 3 dan persamaan 4
    10 = 4 I2 + I3 ( x3 )
    0 = -3 I2 + 40 I3 ( x4 )
    Jadi,
    30 = 12 I2 + 3 I3
    0 = -12 I2 + 160 I3
    => 30 = 163 I3
    => I3 = 30 / 163
    I3 = 0,184 Ampere

    10 = 4 I2 + I3
    10 = 4 I2 + 0,184 A
    4 12 = 9,816
    I2 = 9,816 / 4
    I2 = 2,454 Ampere

    0 = -4 I1 + 2,454 + 10 I3
    0 = -4 I1 + 2,454 + 10 x 0,184
    0 = -4 I1 + 2,454 + 1,84
    0 = -4 I1 + 4,294
    I1 = 4,294 / 4
    I1 = 1,074 Ampere

    I = I1 + I2
    I = 1,074 Ampere + 2,454 Ampere
    I = 3,529 Ampere

  149. 5211418017
    7. Hukum Arus Kirchoff berbunyi:
    “Arus Total yang masuk melalui suatu titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan arus total yang keluar dari titik percabangan tersebut.”
    Hukum Tegangan Kirchoff berbunyi:
    “Total beda potensial (tegangan) pada suatu rangaian tertutup adalah nol.”

  150. 5211418011

    3. Dik : R1 = 450 ohm , R2 = 500 ohm, R3 = 650 ohm dan Vtotal = 12 v
    Dit : V1,V2,V3 ?
    Jawab :
    Rtotal = 450+500+650 = 1600 ohm
    Itotal = v/R = 12/1600 = 0,0075 A

    V1 = Itotal x R1 = 0,0075 x 450 = 3,375 Volt
    V2 = Itotal x R2 = 0,0075 x 500 = 3,75 Volt
    V3 = Itotal x R3 = 0,0075 x 650 = 4,875 Volt

    Vtotal = 3,375+3,75+4,875 = 12 Volt

  151. 5211418017
    8. Diket :
    R1 = 6 ohm
    R2 = 5 ohm
    R3 = 3 ohm
    R4 = 4 ohm
    R5 = 1 ohm
    V = 10 volt
    Ditanya :
    a. I1?
    b. I2?
    c. I3?
    d. I?
    Jawab :
    Persamaan 1
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0 …………. (1)
    Persamaan 2
    5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 …………. (2)
    Persamaan 3
    3 I2 + 1(I2+I3) = 10
    4 I2 + I3 = 10 ………. (3)
    Persamaan 4
    12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 … Per (1) x 2
    -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 … Per (2) x 3
    _______________________________
    -3 I2 + 40 I3 = 0 …… (4)
    Mencari I3
    12 I2 + 3 I3 = 30 ….. Per (3) x 3
    -12 I2 + 160 I3 = 0 … Per (4) x 4
    _____________________________
    163 I3 = 30
    I3 = 30 : 163
    I3 = 0,184 A
    Mencari I2
    4 I2 + I3 = 10
    4 I2 + 0,184 A = 10
    4 I2 = 9,816
    I2 = 9,816 : 4 = 2,454 A
    Cari I1
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
    4,294 = 4 I1
    I1 = 4,294 : 4
    I1 = 1,074 A

    Karena
    (I1 – I3 ) + (I2 + I3) = I total
    I1 – I3 + I2 + I3 = I total
    Maka
    I1 + I2 = I total

    Itot = I1 + I2 = 1,074 A + 2,454 A
    Itot = 3,529 A

  152. 5211418011

    4. Dik : R1 = 450 ohm , R2 = 500 ohm, R3 = 650 ohm dan Vtotal = 12 Volt
    Dit : I1,I2,I3 … ?
    Jawab :
    1/Rtot = 1/450+1/500+1/650 = 3,6+3,2+2,5/1600
    = 9,3/1600
    Rtot = 1600/9,3 = 172,04 ohm

    I1 = v/R = 12/450 = 0,027 A
    I2 = v/R = 12/500 = 0,024 A
    I3 = v/R = 12/650 = 0,018 A

    Itotal = 0,027+0,024+0,018 = 0,069 A

    Kesimpulan nya
    Seri :Jadi resistor sebagai pembagi tegangan, makanya tegangan nya beda disetiap hambatan

    Paralel : Jadi resistor sebagai pembagi arus listrik, makanya arus listrik disetiap hambatan berbeda

  153. 5211418027
    6. Potential divider adalah suatu rangkaian sederhana yang mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil.
    Contohnya Potensiometer adalah salah satu alat yang memanfaatkan prinsip pembagi tegangan. Track pada potensiometer bersifat resistif (beberapa jenis dapat bersifat kapasitif). Pergeseran tangkai wiper akan mengubah-ubah besarnya hambatan pada dua bagian track yang terbagi oleh wiper tersebut. Potensiometer ini bekerja dengan prinsip pembagi tegangan
    Current divider adalah Pembagi arus Konsep dasar pembagi arus adalah menggunakan 2 buah resistor yang salah satu kakinya dihubung menjadi satu ke sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan ke beban yang berbeda.
    Contohnya pembagian arus untuk LED,
    Fungsi resistor pada tiap LED selain sebagai pembagi arus juga berfungsi sebagai pembatas arus yang akan dilewatkan oleh LED.

  154. 5211418011

    5. Dik : Vseri = 12 Volt , Iseri = 0,0075 A
    Vparalel = 12 Volt , Iparalel = 0,069 A
    Dit : Pseri dan Pparalel … ?
    Jawab :
    Pseri = V x I = 12 x 0,0075 = 0,09 Watt
    Pparalel = V x I = 12 x 0,069 = 0,828 Watt

  155. 5211418027
    7. Hukum kichroff I
    Kuat arus total yang masuk melalui titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan kuat arus total yang keluar dari titik percabangan.
    Hukum kichoff II
    Total beda potensial (tegangan) pada suatu rangaian tertutup adalah nol.

  156. 5211418028

    8. ABDA :
    0 = 6I1 + 5I3 – 3I2
    0 = 6I1 – 3I2 + 5I3 ……………….. [1]

    BDCB :
    0 = 5I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1 – I3)
    = 5I3 + I2 +I3 – 4I1 + 4I3
    0 = -4I1 + I2 + 10I3 ……………….[2]

    ADCA :
    10 = 3I2 + 1(I2 + I3)
    = 3I2 + I2 + I3
    10 = 4I2 + I3………………………[3]

    perkalian persamaan [1] dikalikan 3, persamaan [4] dikalikan 4 kemudian di jumlahkan :
    0 = 12I2 – 6I2 + 10I3 ………..[3] x 3
    0 = -12I1 + 3I2 + 30I3………..[4] X 4
    ———————————— +
    0 = -3I2 + 40I3…………….[4]

    Perkalian persamaan [3] dikalikan , persamaan [4] dikalikan 4 dan kemudian dijumlahkan :
    30 = 12I2 + 3I3 ………….[3] x 3
    0 = -12I2 + 160I3………. [4] x 4
    ————————————— +
    30 = 163 I3
    I3 = 30 / 163 = 0,184 Ampere

    Subtitusi untik I3 dalam persamaan [3]
    10 = 4i2 + 0,184
    4I2 = 9,816
    i2 = 9,816 / 4 = 2,454 Ampere

    subtitusi untuk I3 dan I2 dalam persamaan [2]
    0 = -4I1 + 2,424 +1,84
    4I1 = 4,294
    I1 = 4,294 / 4 = 1,074 Ampere

    I = I1 + I2
    = 1,074 + 2,454
    I total = 3,529 Ampere

  157. 5211418018

    6. Potential divider adalah rangkaian yang dapat mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil dengan jumlah satu output atau lebih atau untuk mendapatkan tegangan keluaran

    Current divider adalah rangkaian linear sederhana yang menghasilkan arus keluaran yang merupakan sebagian kecil dari arus inputnya. Pembagian saat ini mengacu pada pemisahan arus antara cabang pembagi. Arus di cabang itu akan selalu membelah sedemikian rupa untuk meminimalkan total energi yang dikeluarkan.

    Contoh prinsip rangkaian DC dapat berfungsi sebagai potential devider yaitu pada potensiometer yaitu pada pergeseran tangkai wiper akan mengubah-ubah besarnya hambatan pada dua bagian track yang terbagi oleh wiper tersebut. Potensiometer ini bekerja dengan prinsip pembagi tegangan (voltage-divider).

    Contoh prinsip rangkaian DC dapat berfungsi sebagai current divider yaitu pada LED, Fungsi resistor pada tiap LED tersebut selain sebagai pembagi arus juga berfungsi sebagai pembatas arus yang akan dilewatkan oleh LED. Nilai resistor harus sesuai dengan arus maksimal yang boleh dilewati LED, agar LED tidak rusak. Nilai resistor yang tepasang harus sama agar nyala LED sama terang dan pembagian arus ke beban seimbang.

  158. 5211418005

    Dik :
    – Vtot = 12 V
    – I seri = Vtot / Rtot seri
    = 12 V / 1600 ohm = 0,0075 A
    – I paralel = Vtot / Rtot paralel
    = 12 V / 173,59 ohm = 0,069 A
    Dit :
    > P seri?
    > P paralel?
    Dijawab :
    > P seri = V total x I seri
    = 12 V x 0,0075 A = 0,09 watt
    > P paralel = V total x I paralel
    = 12 V x 0,069 A= 0,83 watt

  159. 5211418018

    7. Hukum Kirchoof arus yaitu pada setiap titik percabagan dalam sirkuit listrik, jumlah dari arus yang masuk ke dalam titik itu sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik tersebut. ( I masuk = I keluar )

    Hukum Kirchoof tegangan atau hukum kirchoof 1 adalah bahwa dalam rangkaian putaran tertutup, jumlah aljabar tegangan dalam cabang tertutup hasilnya 0.

  160. 5211418005

    6). Potential devider adalah suatu rangkaian sederhana yang mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil. Fungsi dari Pembagi Tegangan ini di Rangkaian Elektronika adalah untuk membagi Tegangan Input menjadi satu atau beberapa Tegangan Output yang diperlukan oleh Komponen lainnya didalam Rangkaian.
    Current devider adalah metode pembagian arus. Konsep dasar pembagi arus adalah menggunakan 2 buah resistor yang salah satu kakinya dihubung menjadi satu ke sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan ke beban yang berbeda.
    Contoh prinsip rangkaian DC dapat berfungsi sebagai potential devider yaitu sebagai kontrol volume pada Sound Sistem, kontrol suhu dalam AC dll.
    Contoh prinsip rangkaian DC pada current divider yaitu pada rangkaian lampu LED.

  161. 5211418005

    6). Potential devider adalah suatu rangkaian sederhana yang mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil. Fungsi dari Pembagi Tegangan ini di Rangkaian Elektronika adalah untuk membagi Tegangan Input menjadi satu atau beberapa Tegangan Output yang diperlukan oleh Komponen lainnya didalam Rangkaian.
    Current devider adalah metode pembagian arus. Konsep dasar pembagi arus adalah menggunakan 2 buah resistor yang salah satu kakinya dihubung menjadi satu ke sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan ke beban yang berbeda.
    Contoh prinsip rangkaian DC dapat berfungsi sebagai potential devider yaitu sebagai kontrol volume pada Sound Sistem, kontrol suhu dalam AC dll.
    Contoh prinsip rangkaian DC pada current divider yaitu pada rangkaian lampu LED.

  162. 5211418005

    7). Hukum kirchoof arus adalah arus total yang masuk melalui titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan kuat arus total yang keluar dari titik percabangan.

    Hukum kirchoof tegangan adalah total beda potensial (tegangan) pada suatu rangkaian tertutup adalah nol.

  163. 5211418012

    8. Diketahui :
    R1 = 6 Ω
    R2 = 3 Ω
    R3 = 5 Ω
    R4 = 4 Ω
    R5 = 1 Ω
    E = 10 V

    Ditanya :
    I1, I2, I3, (I1 – I3), (I2 + I3), dan I?

    Dijawab :
    Pers 1 :
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0 …………. (1)

    Pers 2 :
    5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 …………. (2)

    Pers 3 :
    3 I2 + 1(I2+I3) = 10
    4 I2 + I3 = 10 ………………….. (3)

    Pers 4 :
    12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 … / (1) x 2
    -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 … / (2) x 3
    ____________________________
    -3 I2 + 40 I3 = 0 ………………. (4)

    -> I3
    12 I2 + 3 I3 = 30 ….. / (3) x 3
    -12 I2 + 160 I3 = 0 … / (4) x 4
    ____________________________
    163 I3 = 30
    I3 = 30 / 163
    I3 = 0,184 A
    -> I2
    4 I2 + I3 = 10
    4 I2 + 0,184 A = 10
    4 I2 = 9,816
    I2 = 9,816 / 4 = 2,454 A

    -> I1
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
    4,294 = 4 I1
    I1 = 4,294 / 4
    I1 = 1,074A

    -> I
    I = (I1 – I3) + (I2 + I3)
    I = I1 – I3 + I2 + I3
    I = I1 + I2
    I = 1,074 A + 2,454 A
    I = 3,529 A

  164. 5211418019

    5)Diketahui :
    >Seri: V= 12V
    I= 0,0075A

    >Paralel: V= 12V
    I= 0,0692A
    Ditanya:
    P rangkaian Seri dan paralel..??
    Jawab:
    >Seri:
    P= V x I
    = 12V x 0,0075A
    = 0,09 watt

    >paralel :
    P= V x I
    = 12V x 0,0692A
    = 0,8304 watt

  165. 5211418024

    1. -Arus yang mengalir sama besar pada tiap bagian.
    – Tegangan sumber sama besar dengan jumlah tegangan yang ada pada tiap bagian.

  166. 5211418022

    5.D1 :
    V = 12 volt
    I total seri = 0,0075 A
    I total paralel = 0,0691 A
    D2 :
    -Daya listrik rangkaian seri ?
    -Daya listrik rangkaian paralel ?
    D3:
    a) Daya listrik pada rangkaian seri
    P = V*I total seri
    P = 12V * 0,0075 A
    P = 0,09 watt
    b) Daya listrik pada rangkaian paralel
    P = V*I total paralel
    P = 12V * 0,0691 A
    P = 0,8292 watt

  167. 5211418011

    7. Untuk arus ada di penerapan Kirchoff 1, jadi arus masuk melalui percabangan suatu rangkaian = yang keluar. Imasuk = Ikeluar

    Untuk tegangan ada pada rangkaian tertutup dan merupakan penerapan Kirchoff 2, Jadi tegangan (v) = 0 . Artinya tidak ada energi listrik yang hilang dalam rangkaian jadi digunakan.

  168. 5211418023

    6.
    *potential devider : resistor yang digunakan untuk mendapat keluaran tegangan variabel dari suatu tegangan konstan. Digunakan untuk memvariasikan tegangan yang di berikan.

    *current devider : Rangkaian linier sederhana yang menghasilkan arus keluaran yang merupakan sebagian kecil dari arus antar cabang pembagi.

    *rangkaian dc dapat berfungsi pada keduanya jika gunakan pada kontrol volume audio dimana arus dc dapat divariasikan menjadi tegangan yang lebih kecil maupun besar

  169. 5211418024

    3. Diketahui :
    R1 = 450 ohm
    R2 = 500 ohm
    R3 = 650 ohm
    Rtotal = 450+500+650 = 1600 ohm
    V total = 12 volt

    ditanya : V pada tiap resistor?
    dijawab :
    Arus
    Itotal=Vtotal/Rtotal
    Itotal=12 volt/1600 ohm
    Itotal=0.0075 A

    V pada tiap resistor
    R1
    VR1=Itotal x R1
    VR1=0.0075 A x 450 ohm
    VR1= 3.375 volt
    R2
    VR2=Itotal x R2
    VR2=0.0075 A x 500 ohm
    VR2=3.75 volt
    R3
    VR3=Itotal x R3
    VR3=0.0075 A x 650 ohm
    VR3=4.875 volt

  170. 5211418025

    4. Kesimpulan dari rangkaian seri pada nomer 3 adalah semakin besar hambatan, semakin besar arus yang mengalir.

    Diketahui :
    R1 : 450 Ohm
    R2 : 500 Ohm
    R3 : 650 Ohm
    Vtotal : 12 V
    Ditanya :
    1. I1= ?
    2. I2= ?
    3. I3= ?
    Penyelesaian :
    1.
    I1 = Vtotal / R1
    I1 = 12 V / 450 Ohm
    I1 = 0,027 A
    2.
    I2 = Vtotal / R2
    I2 = 12 V / 500 Ohm
    I2 = 0,024 A
    3.
    I3 = Vtotal / R3
    I3 = 12 V / 650 Ohm
    I3 = 0,0184 A

    Itot = I1 + I2 + I3
    Itot = 0,027 A + 0,024 A + 0,0184 A
    Itot = 0,0694 A

    Kesimpulannya pada rangkaian parallel adalah semakin besar hambatan, semakin kecil pula arus yang mengalir.

  171. 5211418022

    6. -Potential devider adalah komponen yang digunakan untuk membagi tegangan pada sebuah rangkaian untuk menghasilkan output tegangan yang dibutuhkan, potential hanya digunakan pada rangkaian seri.
    -Current Devider adalah suatu komponen yang digunakan untuk membagi arus listrik pada suatu rangkaian guna mendapatkan output arus yang diperlukan, Current Devider hanya dapat digunakan pada rangkaian pararel.
    contoh :
    – potential devider yang terdapat pada rangkaian DC antara lain yaitu resistor yang terdapat pada ECU mobil, di sini resistor berfungsi sebagai pembagi tegangan yang masuk pada setiap bagian sensor mobil tersebut
    – current devider yang terdapat pada rangkaian DC antara lain penggunaan Resistor pada playstation , di sini resistor berfungsi untuk membagi arus dari setiap komponen yang membutuhkan arus yang bervariasi

  172. 5211418023

    7)
    * Kirchoff 1:
    Dalam suatu rangkaian, jumlah aliran arus masuk dan jumlah aliran arus keluar adalah sama.
    arus masuk = arus keluar

    * Kirchoff 2:
    Tegangan sumber pada rangkaian seri sama dengan total masing-masing tegangan yang turun, dan jumlah penurunan tegangan dan tegangan yang dipakai adalah 0.

  173. 5211418022

    7. hukum Kirchoff terdapat dua pernyataan yaitu :
    a)hukum kirchoff 1 yang menyatakan bahwa “arus total yang masuk melalui suatu titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan arus total yang keluar dari titik percabangan tersebut”. yang dirumuskan dengan I input = I output
    b)Total tegangan/beda potensial pada suatu rangkaian tertutup adalah nol atau sebagai berikut:
    V1 + V2 + V3 + Vn = 0

  174. 5211418011

    8. Persamaan 1 : 6i1 – 3i2 + 5i3 = 0 … (1)
    Persamaan 2 : 5i3 + 1 (i2 + i3) – 4 (i1 – i3) = 0
    -4i1 + i2 + 10i3 = 0 … (2)
    Persamaan 3 : 3i2 + 1 (i2+i3) = 10
    4i2 + i3 = 10 … (3)
    Persamaan 4 :
    12i1 – 6i2 + 10i3 = 0 … Pers 1 dan 2
    -12i1 + 3i2 + 30i3 = 0 … Pers 2 dan 3
    ———————————————————— +
    -3i2 + 40i3 = 0 … (4)

    Cari i3
    12i2 + 3i3 = 30 … Pers 3 dan 3
    -12i2 + 160i3 = 0 … Pers 4 dan 4
    —————————————————– +
    163i3 = 30
    i3 = 30/163 = 0,184 A

    Cari i2
    4i2 + i3 = 10
    4i2 + 0,184 A = 10
    4i2 = 9,816
    i2 = 9,816/4 = 2,454 A

    Cari i1
    -4i1 + i2 + 10i3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4i1
    4,294 = 4i1
    i1 = 4,294/4 = 1,074 A

    Itotal = i1 + i2 = 1,074 + 2,454 = 3,529 A

  175. 5211418025

    5.Diketahui :
    Rangkaian seri
    Vtotal = 12 V
    Itot = 0.0075 A
    Rangkaian paralel
    Vtot = 12 V
    Itot = 0,069 A
    Ditanya :
    1. P seri= ?
    2. P paralel= ?
    Penyelesaian :
    1.
    P seri = V × I
    P seri = 12 V × 0.007 A
    P seri = 0,09 Watt
    2.
    P paralel = V × I
    P paralel = 12 V × 0,069 A
    P paralel = 0,828 Watt

  176. 5211418011

    6. Potential divider atau pembagian tegangan adalah suatu rangkaian yang mengubah tegangan besar menjadi tegangan lebih kecil. Fungsi : memberikan bias pada komponen aktif, mengubah tegangan besar ke kecil, memberikan titik tegangan referensi pada sensor. Contoh nya adalah potensiometer adalah salah satu yang menerapkan prinsip pembagi tegangan. Atau rangkaian DC pada ECU mobil

    Current divider atau pembagian arus adalah suatu rangkaian untuk membagi arus listrik. Contoh nya adalah rangkaian pada lampu LED

  177. 5211418024

    4. Diketahui :
    R1= 450 ohm
    R2= 500 ohm
    R3= 650 ohm
    Vtotal= 12 Volt
    Dit : I1,I2,I3 ?
    Jawab :
    Arus
    I1
    I1= vtotal/R1
    I1= 12 volt/450 ohm
    I1= 0,027 A
    I2
    I2= vtotal/R2
    I2= 12 volt/500 ohm
    I2= 0,024 A
    I3
    I3= vtotal/R3
    I3= 12 volt/650 ohm
    I3= 0,018 A

    Itotal = 0,027+0,024+0,018 = 0,069 A

    Kesimpulan
    Seri : semakin tinggi hambatan, maka tegangan yang dihasilkan akan semakin tinggi juga
    Paralel : semakin tinggi hambatan, maka kuat arus yang dihasilkan akan semakin rendah

  178. 5211418024

    5.Diketahui :
    Seri
    Vtotal= 12 Volt
    Itottal= 0.0075 A
    Paralel
    Vtotal= 12 Volt
    Itotal= 0,069 A

    Ditanya : P seri dan P paralel ?

    Dijawab :
    P seri = V × I
    P seri = 12 Volt × 0.007 A
    P seri = 0,09 Watt

    P paralel = V × I
    P paralel = 12 Volt × 0,069 A
    P paralel = 0,828 Watt

  179. 5211418025

    6. Potential devider adalah rangkaian yang mengubah tegangan besar menjadi tegangan kecil. Fungsinya untuk membagi tegangan Input menjadi satu atau beberapa tegangan Output yang diperlukan oleh komponen didalam Rangkaian.
    Contoh prinsip rangkaian DC dapat berfungsi sebagai potential devider yaitu sebagai kontrol volume pada Sound Sistem, kontrol suhu dalam AC.

    Current devider adalah metode pembagian arus. Konsepnya adalah menggunakan 2 buah resistor yang salah satu kakinya dihubungkan menjadi satu ke sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan ke beban yang berbeda.
    Contoh prinsip rangkaian DC pada current divider yaitu pada rangkaian lampu LED.

  180. 5211418019

    6)>Potential devider/pembagi tegangan merupakan rangkaian linier pasif yang menghasilkan tegangan output yang merupakan sebagian kecil dari tegangan inputnya. Pembagian tegangan merupakan hasil dari pendistribusian tegangan input terhadap komponen pembagi.

    >Current devider/Pembagi Arus merupakan suatu rangkaian yang mengubah arus menjadi serangkaian arus dengan kuat arus yang sama besar. Konsep dasar pembagi arus menggunakan dua buah resistor yang salah satu kakinya dihubungkan menjadi satu menuju sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan pada beban yang lain.

    >Contoh prinsip rangkaian DC yang dapat berfungsi sebagai potential devider yaitu switch lampu jauh dekat kendaraan dan radio transistor.
    >Contoh prinsip rangkaian DC pada current divider yaitu pada rangkaian
    Amplivier.

  181. 5211418024

    Potential divider adalah suatu rangkaian yang mengubah tegangan besar menjadi kecil, dan juga bisa dari kecil menjadi besar. Contohnya adalah potensiometer.

    Current divider adalah rangkaian yang menggunakan dua buah komponen resistor yang salah satu kakinya dihubungkan menjadi satu ke sumber arus dan kaki lainnya dihubungkan ke beban yang lainnya. Contohnya adalah pembagi arus pada LED.

  182. 5211418019

    7)Hukum Kirchhoff tentang arus dan tegangan ;
    Hukum Kirchhoff 1 dikenal sebagai hukum percabangan karena hukum ini memenuhi kekekalan muatan. Hukum Kirchhoff 1 menyatakan bahwa :
    “Jumlah arus listrik yang masuk melalui titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan jumlah arus listrik yang keluar melalui titik percabangan tersebut.”

    ∑I masuk = ∑I keluar

    Hukum Kirchhoff 2 menyatakan bahwa
    “ pada setiap rangkaian tertutup, jumlah beda potensialnya harus sama dengan nol.”

  183. 5211418025

    7.Hukum I Kirchoff (Arus) berbunyi kuat arus total yang masuk melalui titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan kuat arus total yang keluar dari titik percabangan.
    Rumus : Σ Imasuk = Σ Ikeluar

    Hukum II Kirchoff berbunyi total beda potensial (tegangan) pada suatu rangaian tertutup adalah nol atau rangkaian tertutup jumlah aljabar GGL (ε) dan jumlah penurunan potensial (IR) sama dengan nol.
    Rumus : Vab + Vbc + Vcd + Vda = 0.

  184. 5211418025

    7.Hukum I Kirchoff (Arus) berbunyi kuat arus total yang masuk melalui titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan kuat arus total yang keluar dari titik percabangan.
    Rumus : Σ Imasuk = Σ Ikeluar

    Hukum II Kirchoff berbunyi total beda potensial (tegangan) pada suatu rangaian tertutup adalah nol atau rangkaian tertutup jumlah aljabar GGL (ε) dan jumlah penurunan potensial (IR) sama dengan nol.
    Rumus : Vab + Vbc + Vcd + Vda = 0.

  185. 5211418025

    7.Hukum I Kirchoff (Arus) berbunyi kuat arus total yang masuk melalui titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan kuat arus total yang keluar dari titik percabangan.
    Rumus : Σ Imasuk = Σ Ikeluar

    Hukum II Kirchoff berbunyi total beda potensial (tegangan) pada suatu rangaian tertutup adalah nol atau rangkaian tertutup jumlah aljabar GGL (ε) dan jumlah penurunan potensial (IR) sama dengan nol.
    Rumus : Vab + Vbc + Vcd + Vda = 0.

  186. 5211418024

    7. Hukum kirchhoff arus
    Jumlah arus masuk ke titik sama dengan jumlah arus keluar dari titik atau jumlah total arus pada titik adalah nol.

    Hukum kirchhoff tegangan
    Jumlah tegangan tiap komponen sama dengan nol.

  187. 5211418025

    8. Diketahui :
    R1 = 6 ohm
    R2 = 3 ohm
    R3 = 5 ohm
    R4 = 4 ohm
    R5 = 1 ohm
    E = 10V

    Ditanya :
    a. I1= ?
    b. I2= ?
    c. I3= ?
    d. I= ?

    Penyelesaian :
    Persamaan 1 :
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0 …………. (1)

    Persamaan 2 :
    5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 …………. (2)

    Persamaan 3 :
    3 I2 + 1(I2+I3) = 10
    4 I2 + I3 = 10 ………………….. (3)

    Persamaan 4 :
    12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 … / (1) x 2
    -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 … / (2) x 3
    ____________________________
    -3 I2 + 40 I3 = 0 ………………. (4)

    c. Mencari I3
    12 I2 + 3 I3 = 30 ….. / (3) x 3
    -12 I2 + 160 I3 = 0 … / (4) x 4
    ____________________________
    163 I3 = 30
    I3 = 30 / 163
    I3 = 0,184 A

    b. Mencari I2
    4 I2 + I3 = 10
    4 I2 + 0,184 A = 10
    4 I2 = 9,816
    I2 = 9,816 / 4 = 2,454 A

    a. Mencari I1
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
    4,294 = 4 I1
    I1 = 4,294 / 4
    I1 = 1,074A

    d. Mencari I
    I = (I1 – I3) + (I2 + I3)
    I = I1 – I3 + I2 + I3
    I = I1 + I2
    I = 1,074 A + 2,454 A
    I = 3,529 A

  188. 5211418024

    8. Diketahui :
    R1= 6 ohm
    R2= 3 ohm
    R3= 5 ohm
    R4= 4 ohm
    R5= 1 ohm
    E = 10 V

    Ditanya : I1, I2, I3, (I1 – I3), (I2 + I3), I?

    Dijawab :
    Persamaan 1 :
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0 …(1)

    Persamaan 2 :
    5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
    5 I3 + I2 + I3 – 4 I1 + 4 I3 = 0
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 …(2)

    Persamaan 3 :
    3 I2 + 1(I2+I3) = 10
    3 I2 + I2 + I3 = 10
    4 I2 + I3 = 10 …(3)

    Persamaan 4 :
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0 …(1) | x2
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 …(2) | x3

    12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 …(1)
    -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 …(2)
    ____________________________ +
    -3 I2 + 40 I3 = 0 …(4)

    I3
    4 I2 + I3 = 10 …(3) | x3
    -3 I2 + 40 I3 = 0 …(4) | x4

    12 I2 + 3 I3 = 30 …(3)
    -12 I2 + 160 I3 = 0 …(4)
    _______________________+
    163 I3 = 30
    I3 = 30/163
    I3 = 0,184 A

    I2
    4 I2 + I3 = 10
    4 I2 + 0,184 A = 10
    4 I2 = 9,816
    I2 = 9,816/4
    I2= 2,454 A

    I1
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
    4,294 = 4 I1
    I1 = 4,294/4
    I1 = 1,074A

    I
    I = (I1 – I3) + (I2 + I3)
    I = I1 – I3 + I2 + I3
    I = I1 + I2
    I = 1,074 A + 2,454 A
    I = 3,529 A

  189. 5211418021

    1. Rangkaian Seri adalah rangkaian yang disusun secara sejajar. karena sejajar jika salah satu kompenen dimatikan maka semua rangkaian akan mati . Dalam menghitung resistensinya dilakukan dengan menjumlahkan resistensini satu dengan resistensi lainnya.

    untuk
    V = Voltage (Beda Potensial atau Tegangan yang satuan unitnya adalah Volt (V))
    I = Current (Arus Listrik yang satuan unitnya adalah Ampere (A))
    R = Resistance (Hambatan atau Resistansi yang satuan unitnya adalah Ohm (Ω))
    berlaku

    R total = R1 + R2 + … + Rn
    I total = I1 = I2 = I3 = … = In
    V total = V1 + V2 + … + Vn

  190. 5211418021

    Rangkaian Paralel : merupakan rangkaian yang disusun secara berderet. Tegangan yang melewati tiap komponen adalah sama dan total arus adalah jumlahan arus yang melewati tiap komponen. Dalam rangkaian paralel, bila salah satu cabang individu mati maka hanya dicabang tersebutlah arus itu mati sementara bagian cabang lainnya akan terus bekerja karena arus memiliki banyak jalur yang bisa ditempuh di seluruh sirkuit.

    Untuk
    V = Voltage (Beda Potensial atau Tegangan yang satuan unitnya adalah Volt (V))
    I = Current (Arus Listrik yang satuan unitnya adalah Ampere (A))
    R = Resistance (Hambatan atau Resistansi yang satuan unitnya adalah Ohm (Ω))

    1/R total = 1/R1 + 1/R2 + … + 1/Rn
    V total = V1 = V2 = V3 = … = Vn
    I total = I1 + I2 + I3 + … + In

  191. 5211418002

    6. – Potential devider / pembagi tegangan Biasanya rangkaian ini digunakan untuk memperoleh tegangan yang diinginkan dari suatu sumber tegangan yang besar.

    – Current devider adalah rangkaian elektronika sederhana yang menggunakan dua buah komponen resistor yang salah satu kakinya dihubungkan menjadi satu ke sumber arus, dan kaki lainnya dihubungkan ke beban.

    *Prinsip DC diterapkan pada DC power supply berfungsi untuk melakukan konversi arus listrik dari arus AC menjadi arus DC supaya arus yang masuk ditak melewati batas maksimal arus yang masuk ke elektronik dan juga untuk menyediakan tegangan yang sesuai dengan rangkaian Elektronika-nya agar tidak merusaknya.

  192. 5211418002

    7. – Hukum Kirchhoff 1 merupakan Hukum Kirchhoff yang berkaitan dengan dengan arah arus dalam menghadapi titik percabangan. Bunyi Hukum Kirchhoff 1 adalah sebagai berikut :

    “Arus Total yang masuk melalui suatu titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan arus total yang keluar dari titik percabangan tersebut.”

    – Hukum Kirchhoff 2 merupakan Hukum Kirchhoff yang digunakan untuk menganalisis  tegangan (beda potensial) komponen-komponen elektronika pada suatu rangkaian tertutup.  Bunyi Hukum Kirchhoff 2 adalah sebagai berikut :

    “Total Tegangan (beda potensial) pada suatu rangkaian tertutup adalah nol”

  193. Diketahui :
    R1 = 450 Ω
    R2 = 500 Ω
    R3 = 650 Ω
    Vtot = 12 V
    Ditanya : V setiap resistor….?

    Jawab :
    Rtot = R1 + R2 + R3
    Rtot= 450 Ω + 500 Ω + 650 Ω
    Rtot= 1600 Ω

    Itot = Vtot/Rtot
    Itot= (12 V)/(1600 Ω)
    Itot= 7,5 × 10-3 A

    V1 = Itot × R1
    V1= 7,5 × 10-3 A × 450 Ω
    V1= 3,375 V

    V2 = Itot × R2
    V2= 7,5 × 10-3 A × 500 Ω
    V2= 3,75 V

    V3 = Itot × R3
    V3= 7,5 × 10-3 A × 650 Ω
    V3= 4,875 V

  194. 5211418021

    3. Diketahui :
    R1 = 450 Ω
    R2 = 500 Ω
    R3 = 650 Ω
    Vtot = 12 V
    Ditanya : V setiap resistor….?

    Jawab :
    Rtot = R1 + R2 + R3
    Rtot= 450 Ω + 500 Ω + 650 Ω
    Rtot= 1600 Ω

    Itot = Vtot/Rtot
    Itot= (12 V)/(1600 Ω)
    Itot= 7,5 × 10-3 A

    V1 = Itot × R1
    V1= 7,5 × 10-3 A × 450 Ω
    V1= 3,375 V

    V2 = Itot × R2
    V2= 7,5 × 10-3 A × 500 Ω
    V2= 3,75 V

    V3 = Itot × R3
    V3= 7,5 × 10-3 A × 650 Ω
    V3= 4,875 V

  195. 5211418002

    8. Diketahui :
    -R1 = 6 ohm
    -R2 = 3 ohm
    -R3 = 5 ohm
    -R4 = 4 ohm
    -R5 = 1 ohm
    -E = 10V

    Ditanya :
    I1, I2, I3, I?

    Dijawab :
    •Persamaan 1 :
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0 ………. [1]

    •Persamaan 2 :
    5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 ………. [2]

    •Persamaan 3 :
    3 I2 + 1(I2+I3) = 10
    4 I2 + I3 = 10 ………………… [3]

    •Persamaan 4 :
    12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 …. [1] x 2
    -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 … [2] x 3
    ____________________________+
    -3 I2 + 40 I3 = 0 …………….. [4]

    ▪Mencari I3
    12 I2 + 3 I3 = 30 …… [3] x 3
    -12 I2 + 160 I3 = 0 … [4] x 4
    ____________________________+
    163 I3 = 30
    I3 = 30 / 163
    I3 = 0,184 A

    ▪Mencari I
    4 I2 + I3 = 10
    4 I2 + 0,184 A = 10
    4 I2 = 9,816
    I2 = 9,816 / 4 = 2,454 A

    ▪Mencari I1
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
    4,294 = 4 I1
    I1 = 4,294 / 4
    I1 = 1,074A

    ▪Mencari I
    I = (I1 – I3) + (I2 + I3)
    I = I1 – I3 + I2 + I3
    I = I1 + I2
    I = 1,074 A + 2,454 A
    I = 3,529 A

  196. 5211418004

    6. a. Potential devider adalah komponen yang digunakan untuk membagi tegangan pada sebuah rangkaian untuk menghasilkan output tegangan yang dibutuhkan, potensial hanya digunakan pada rangkaian seri.
    b. Current Devider adalah suatu komponen yang digunakan untuk membagi arus listrik pada suatu rangkaian guna mendapatkan output arus yang diperlukan, Current Devider hanya dapat digunakan pada rangkaian pararel.
    contoh :
    a. potential devider yang terdapat pada rangkaian DC antara lain yaitu resistor yang terdapat pada ECU mobil, di sini resistor berfungsi sebagai pembagi tegangan yang masuk pada setiap bagian sensor mobil tersebut.
    b. current devider yang terdapat pada rangkaian DC antara lain penggunaan Resistor pada playstation , di sini resistor berfungsi untuk membagi arus dari setiap komponen yang membutuhkan arus yang bervariasi.

  197. 5211418004

    7. Hukum Kirchhoff :
    Hukum kirchoff 1 lebih dikenal dengan hukum percabangan karena hukum kirchhoff 1 memenuhi kekekalan muatan. hukum kirchhoff 1 ini berbunyi :”Jumlah arus lisrik yang masuk melalui titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan jumlah arus listrik yang keluar melalui titik percabangan tersebut”.

    Hukum kirchhoff 2 merupakan Hukum Kirchhoff yang digunakan untuk menganalisis tegangan (beda potensial) komponen-komponen elektronika pada suatu rangkaian tertutup. Hukum Kirchhoff 2 ini berbunyi :“Pada setiap kumpulan tertutup,jumlah berbeda potensial sama dengan nol”.

  198. 5211418004

    8. Diketahui :
    R1 = 6 ohm
    R2 = 3 ohm
    R3 = 5 ohm
    R4 = 4 ohm
    R5 = 1 ohm
    E = 10V

    Ditanyakan :
    a. I1.. ?
    b. I2.. ?
    c. I3.. ?
    d. I total.. ?

    Jawab
    Pers……..(1)
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0 ………..(1)

    Pers……..(2)
    5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 ………….(2)

    Pers……..(3)
    3 I2 + 1(I2+I3) = 10
    4 I2 + I3 = 10 ……….(3)

    Pers……..(4)
    12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 … Per (1) x 2
    -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 … Per (2) x 3
    _______________________________
    -3 I2 + 40 I3 = 0 …… (4)

    c. I3..?
    12 I2 + 3 I3 = 30 ….. Per (3) x 3
    -12 I2 + 160 I3 = 0 … Per (4) x 4
    _____________________________
    163 I3 = 30
    I3 = 30 : 163
    I3 = 0,184 A

    b. I2..?
    4 I2 + I3 = 10
    4 I2 + 0,184 A = 10
    4 I2 = 9,816
    I2 = 9,816 : 4 = 2,454 A

    a. I1..?
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
    4,294 = 4 I1
    I1 = 4,294 : 4
    I1 = 1,074 A

    Karena
    (I1 – I3 ) + (I2 + I3) = I total
    I1 – I3 + I2 + I3 = I total
    Maka
    I1 + I2 = I total

    d. I total ?
    I tot = I1 + I2 = 1,074 A + 2,454 A
    I tot = 3,529 A

  199. 5211418010

    7)Hukum Kirchhoff tentang arus dan tegangan

    Hukum Kirchhoff 1 dikenal sebagai hukum percabangan karena hukum ini memenuhi kekekalan muatan. Hukum Kirchhoff 1 menyatakan bahwa :

    “Jumlah arus listrik yang masuk melalui titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan jumlah arus listrik yang keluar melalui titik percabangan tersebut.”

    Hukum Kirchhoff 2 menyatakan bahwa:

    “ pada setiap rangkaian tertutup, jumlah beda potensialnya harus sama dengan nol”

  200. 5211418005

    8). Dik :
    R1 = 6 ohm
    R2 = 5 ohm
    R3 = 3 ohm
    R4 = 4 ohm
    R5 = 1 ohm
    V = 10 volt

    Dit :
    a. I1?
    b. I2?
    c. I3?
    d. I?

    Dijawab :
    A-B-D-A
    0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3 ( persamaan 1 )

    B-D-C-B
    0 = 5 I3 + 1 ( I1 + I3) – 4 (I1 – I3)
    0 = 5 I3 + I2 + I3 – 4 I2 – 4 I3
    0 = -4 I1 + I2 + 10 I3 ( persamaan 2)

    A-D-C-A
    10 = 3 I2 + 1 ( I2 + I3)
    10 = 3 I2 + I2 + I3
    10 = 4 I2 + I3 ( persamaan 3)

    Persamaan 1 dan persamaan 2
    0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3 ( x2 )
    0 = -4 I1 + I2 + 10 I3 ( x3 )
    Jadi,
    0 = 12 I1 – 6 I2 + 10 I3
    0 = -12 I1 + 3 I2 + 30 I3
    => 0 = -3 I2 + 40 I3 ( persamaan 4 )

    Persamaan 3 dan persamaan 4
    10 = 4 I2 + I3 ( x3 )
    0 = -3 I2 + 40 I3 ( x4 )
    Jadi,
    30 = 12 I2 + 3 I3
    0 = -12 I2 + 160 I3
    => 30 = 163 I3
    => I3 = 30 / 163
    I3 = 0,184 A

    10 = 4 I2 + I3
    10 = 4 I2 + 0,184 A
    4 12 = 9,816
    I2 = 9,816 / 4
    I2 = 2,454 A

    0 = -4 I1 + 2,454 + 10 I3
    0 = -4 I1 + 2,454 + 10 x 0,184
    0 = -4 I1 + 2,454 + 1,84
    0 = -4 I1 + 4,294
    I1 = 4,294 / 4
    I1 = 1,074 A

    I = I1 + I2
    I = 1,074 A + 2,454 A
    I = 3,529 A

  201. 5211418015

    diketahui :
    R1 = 6 Ω ; R2 = 3 Ω ; R3 = 5 Ω ; R4 = 4 Ω ; R5 = 1 Ω ; E = 10 V

    ditanya :
    I1 ….?
    I2 ….?
    I3 ….?
    I …….?

    jawab :
    Persamaan 1
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0 …………. (1)

    Persamaan 2
    5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 …………. (2)

    Persamaan 3
    3 I2 + 1(I2+I3) = 10
    4 I2 + I3 = 10 ………………….. (3)

    Persamaan 4
    12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 … Per (1) x 2
    -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 … Per (2) x 3
    ____________________________
    -3 I2 + 40 I3 = 0 ………………. (4)

    Cari I3
    12 I2 + 3 I3 = 30 ….. Per (3) x 3
    -12 I2 + 160 I3 = 0 … Per (4) x 4
    ____________________________
    163 I3 = 30
    I3 = 30 : 163
    I3 = 0,184 A

    Cari I2
    4 I2 + I3 = 10
    4 I2 + 0,184 A = 10
    4 I2 = 9,816
    I2 = 9,816 : 4 = 2,454 A

    Cari I1
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
    4,294 = 4 I1
    I1 = 4,294 : 4
    I1 = 1,074 A

    Cari I
    I = (I1 – I3) + (I2 + I3)
    I = I1 – I3 + I2 + I3
    I = I1 + I2
    I = 1,074 A + 2,454 A
    I = 3,529 A

    • 5211418015

      8).
      diketahui :
      R1 = 6 Ω ; R2 = 3 Ω ; R3 = 5 Ω ; R4 = 4 Ω ; R5 = 1 Ω ; E = 10 V

      ditanya :
      I1 ….?
      I2 ….?
      I3 ….?
      I …….?

      jawab :
      Persamaan 1
      6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0 …………. (1)

      Persamaan 2
      5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
      -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 …………. (2)

      Persamaan 3
      3 I2 + 1(I2+I3) = 10
      4 I2 + I3 = 10 ………………….. (3)

      Persamaan 4
      12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 … Per (1) x 2
      -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 … Per (2) x 3
      ____________________________
      -3 I2 + 40 I3 = 0 ………………. (4)

      Cari I3
      12 I2 + 3 I3 = 30 ….. Per (3) x 3
      -12 I2 + 160 I3 = 0 … Per (4) x 4
      ____________________________
      163 I3 = 30
      I3 = 30 : 163
      I3 = 0,184 A

      Cari I2
      4 I2 + I3 = 10
      4 I2 + 0,184 A = 10
      4 I2 = 9,816
      I2 = 9,816 : 4 = 2,454 A

      Cari I1
      -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
      2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
      4,294 = 4 I1
      I1 = 4,294 : 4
      I1 = 1,074 A

      Cari I
      I = (I1 – I3) + (I2 + I3)
      I = I1 – I3 + I2 + I3
      I = I1 + I2
      I = 1,074 A + 2,454 A
      I = 3,529 A

  202. 5211418010

    8)Diket:
    R1 = 6 ohm
    R2 = 5 ohm
    R3 = 3 ohm
    R4 = 4 ohm
    R5 = 1 ohm
    V = 10 volt

    Ditanya :
    a. I1=…?
    b. I2=…?
    c. I3=…?
    d. I=…?)

    Jawab:
    Persamaan 1 : 6i1 – 3i2 + 5i3 = 0 … (1)
    Persamaan 2 : 5i3 + 1 (i2 + i3) – 4 (i1 – i3) = 0
    -4i1 + i2 + 10i3 = 0 … (2)
    Persamaan 3 : 3i2 + 1 (i2+i3) = 10
    4i2 + i3 = 10 … (3)
    Persamaan 4 :
    12i1 – 6i2 + 10i3 = 0 … Pers 1 dan 2
    -12i1 + 3i2 + 30i3 = 0 … Pers 2 dan 3
    ____________________________________+
    -3i2 + 40i3 = 0 … (4)

    Cari i3
    12i2 + 3i3 = 30 … Pers 3 dan 3
    -12i2 + 160i3 = 0 … Pers 4 dan 4
    ________________________________ +
    163i3 = 30
    i3 = 30/163 = 0,184 A

    Cari i2
    4i2 + i3 = 10
    4i2 + 0,184 A = 10
    4i2 = 9,816
    i2 = 9,816/4 = 2,454 A

    Cari i1
    -4i1 + i2 + 10i3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4i1
    4,294 = 4i1
    i1 = 4,294/4 = 1,074 A

    Itotal = i1 + i2 = 1,074 + 2,454 = 3,529 A

  203. 5211418014

    7. Hukum kirchoff 1 tentang arus
    Hukum ini berlaku pada rangkaian bercabang yang berkaitan dengan arah arus saat melewati titik percabangan. Kuat arus total yang mengalir melalui titik percabangan pada rangkaian listrik sama dengan kuat arus yang keluar dari titik percabangan

    Hukum kirchoff 2 tentang tegangan
    Hukum ini berlaku pada rangkaian listrik yang tidak bercabang yang digunakan untuk menganalisis beda potensial atau tegangan pada rangkaian tertutup. Total beda potensial pada rangkaian tertutup sama dengan nol.

  204. 5211418014

    8. *Diketketahui:
    R1 = 6 Ω
    R2 = 3 Ω
    R3 = 5 Ω
    R4 = 4 Ω
    R5 = 1 Ω
    E = 10 V
    *Ditanya :
    I1, I2, I3, (I1 – I3), (I2 + I3), dan I?

    *Jawab
    ABDA
    0 = 6 I1 + 5 I3 – 3 I2
    0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3…………..(1)

    BDCB
    0 = 5 I3 + 1 (I2 + I3) – 4 (I1 – I3)
    0 = 5 I3 + I2 +I3 – 4I1 + 4I3
    0 = −4I1 + I2 + 10 I3………..(2)

    ADCA
    10 = 3 I2 + 1(I2 + I3)
    10 = 3 I2 + I2 + I 3
    10 = 4 I2 + I3……………(3)

    Eliminasi pers 1 dan 2

    0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3…………..(1) × 2
    0 = −4I1 + I2 + 10 I3………..(2) × 3
    0 = 12 I1 – 6 I2 + 10 I3
    0 = −12 I1 + 3 I2 + 30 I3
    0 = −3 I2 + 40 I3……….(4)

    Eliminasi Pers 3 dan 4
    10 = 4 I2 + I3……………(3) × 3
    0 = −3 I2 + 40 I3……….(4) ×4
    30 = 12 I2 + 3 I3
    0 = − 12 I2 + 160 I3
    30 = 160 I3
    I3 = 30/160
    I3 = 0,184 A

    Substitusi I3 pada pers 3
    10 = 4 I2 + 0,184 A
    4 I2 = 9,816 A
    I2 = 2,454 A

    Substitusi I3 dan I2 pada persamaan 2
    0 = −4 I1 + 2,454 + 1,84
    4 I1 = 4,294
    I1 = 1,074 A

    I = I1 + I2
    I = 1,074 + 2,454
    I = 3,529 A

  205. 5211418021

    5. Diketahui :
    V seri = 12 Volt
    V paralel = 12 Volt
    I seri = 0,0075 A
    I paralel = 0,069 A

    Ditanyakan :
    P seri
    P paralel

    Dijawab :
    P seri = V seri x I seri
    P seri = 12 Volt x 0,0075 A
    P Seri = 0,09 Watt

    P paralel = V paralel x I paralel
    P paralel= 12 Volt x 0,069 A
    P paralel= 0,828 Watt

  206. 5211418021

    Hukum Kirchhoff 1 dikenal sebagai hukum percabangan (junction rule), karena hukum ini memenuhi kekekalan muatan. Hukum ini diperlukan untuk rangkaian yang multisimpal yang mengandung titik-titik percabangan ketika arus mulai terbagi. Pada keadaan tunak, tidak ada akumulasi muatan listrik pada setiap titik dalam rangkaian. Dengan demikian, jumlah muatan yang masuk di dalam setiap titik akan meninggalkan titik tersebut dengan jumlah yang sama.

    Hukum Kirchhoff 1 menyatakan bahwa:

    “Jumlah arus listrik yang masuk melalui titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan jumlah arus yang keluar melalui titik percabangan tersebut”

    Hukum Kirchhoff 2

    Bunyi hukum Kirchhoff 2 adalah sebagai berikut:

    “Pada setiap rangkaian tertutup, jumlah beda potensialnya harus sama dengan nol”

    Hukum Kirchhoff 2 juga sering disebut sebagai hukum simpal (loop rule), karena pada kenyataannya beda potensial diantara dua titik percabangan dalam satu rangkaian pada keadaan tunak adalah konstan. Hukum ini merupakan bukti dari adanya hukum konservasi energi. Jika kita memiliki suatu muatan Q pada sembarang titik dengan potensial V, dengan demikian energi yang dimiliki oleh muatan tersebut adalah QV. Selanjutnya, jika muatan mulai bergerak melintasi simpal tersebut, maka muatan yang kita miliki akan mendapatkan tambahan energi atau kehilangan sebagian energinya saat melalu resistor baterai atau elemen lainnya. Namun saat kebali ke titik awalnya, energinya akan kembali menjadi QV.

  207. 5211418021

    6). Potential devider adalah suatu rangkaian sederhana yang mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil. Fungsi Pembagi Tegangan ini di Rangkaian Elektronika adalah untuk membagi Tegangan Input menjadi satu atau beberapa Tegangan Output yang diperlukan oleh Komponen lainnya didalam Rangkaian.
    Current devider adalah metode pembagian arus. Konsep dasar pembagi arus adalah menggunakan 2 buah resistor yang salah satu kakinya dihubung menjadi satu ke sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan ke beban yang berbeda.
    Contoh potential devider yaitu sebagai kontrol volume pada kontrol suhu, Sound Sistem, dalam AC dll.
    Contoh current divider yaitu pada rangkaian lampu LED.

  208. 5211418006

    1.) Pada rangkaian seri, arus yang mengalir pada masing-masing beban adalah sama. Tegangan sumber akan di bagi dengan jumlah tahanan seri jika besar tahanan sama, lebih jelasnya jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari masing-masing tahanan seri adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan. Arus yang mengalir tergantung pada jumlah besar tahanan beban dalam rangkaian. Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak terhubung atau putus, aliran arus terhent

  209. 5211418021
    8. Diketahui :
    V = 10 volt
    R1 = 6 ohm
    R2 = 5 ohm
    R3 = 3 ohm
    R4 = 4 ohm
    R5 = 1 ohm

    Ditanya :
    a. I1?
    b. I2?
    c. I3?
    d. I?
    Dijawab :
    A-B-D-A
    0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3 ( persamaan I )
    B-D-C-B
    0 = 5 I3 + 1 ( I1 + I3) – 4 (I1 – I3)
    0 = 5 I3 + I2 + I3 – 4 I2 – 4 I3
    0 = -4 I1 + I2 + 10 I3 ( persamaan II )
    A-D-C-A
    10 = 3 I2 + 1 ( I2 + I3)
    10 = 3 I2 + I2 + I3
    10 = 4 I2 + I3 ( persamaan III)
    Persamaan I dan persamaan III
    0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3 ( Dikali 2 )
    0 = -4 I1 + I2 + 10 I3 ( Dikali 3 )
    Jadi,
    0 = 12 I1 – 6 I2 + 10 I3
    0 = -12 I1 + 3 I2 + 30 I3
    0 = -3 I2 + 40 I3 ( persamaan IV )
    Persamaan III dan persamaan IV
    10 = 4 I2 + I3 ( Dikali 3 )
    0 = -3 I2 + 40 I3 ( Dikali 4 )
    Jadi,
    30= 12 I2 + 3 I3
    0= -12 I2 + 160 I3
    0= 30 = 163 I3
    0= I3 = 30 / 163
    I3 = 0,184 Ampere
    10 = 4 I2 + I3
    10 = 4 I2 + 0,184 A
    4 12 = 9,816
    I2 = 9,816 / 4
    I2 = 2,454 Ampere
    0 = -4 I1 + 2,454 + 10 I3
    0 = -4 I1 + 2,454 + 10 x 0,184
    0 = -4 I1 + 2,454 + 1,84
    0 = -4 I1 + 4,294
    I1 = 4,294 / 4
    I1 = 1,074 Ampere
    I = I1 + I2
    I = 1,074 Ampere + 2,454 Ampere
    I = 3,529 Ampere

  210. 5211418008

    6. •Potential devider yaitu rangkaian yang digunakan untuk memperoleh tegangan yang diinginkan dari sumber tegangan yang besar.
    • Current devider yaitu rangkaian
    elektronika yang menggunakan
    dua komponen resistor yang salah satu
    kakinya dihubungkan ke
    sumber arus, dan kaki lainnya dihubungkan
    ke beban.

    contoh :
    • potential devider yang terdapat pada
    rangkaian DC yaitu resistor
    yang terdapat pada ECU mobil, dimana
    resistor berfungsi sebagai pembagi
    tegangan yang masuk pada setiap bagian pada sensor mobil.
    • pada curent devider, di LED, Fungsi resistor pada tiap LED tersebut selain sebagai pembagi arus juga berfungsi sebagai pembatas arus yang akan dilewatkan oleh LED. Nilai resistor harus sesuai dengan arus maksimal yang boleh dilewati LED, agar LED tidak rusak, dan supaya tetap tahan lama maka pembagian arus harus seimbang antara input dan output supaya tidak terjadi over.

  211. 5211418006

    2.) Pada rangkaian pararel tegangannya sama untuk masing-masing resistor karena hanya ada dua titik umum yang menghubungkan semua resistor, dan voltase atau tegangan antara titik umum selalu sama. Tegangan, atau perbedaan potensial listrik, adalah energi per satuan muatan; Itu diukur dalam volt pada voltmeter.

    Arus listrik bisa menempuh banyak jalur melalui sirkuit paralel. Arus total sama dengan jumlah masing-masing cabang arus individual. Arus total rangkaian dapat dihitung dengan persamaan I = V / (1 / R1 + 1 / R2 + … + 1 / Rn), di mana I adalah arus total, V adalah tegangan dan R1, R2 dan seterusnya Adalah hambatan dari setiap cabang individu. Arus diukur dalam ampere dengan ammeter.

  212. 5211418008

    8. Diket : R1 : 6 ohm
    R2 : 3 ohm
    R3 : 5 ohm
    R4 : 4 ohm
    R5 : 1 ohm
    E : 10V
    Ditanya: a. I1
    b. I2
    c. I3
    d. I total
    Jawab:
    Pers 1
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0 ………..(1)

    Pers 2
    5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 ……..….(2)

    Pers 3
    3 I2 + 1(I2+I3) = 10
    4 I2 + I3 = 10 ………………….(3)

    Pers 4
    12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 … Per (1) x 2
    -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 … Per (2) x 3
    _______________________________
    -3 I2 + 40 I3 = 0 ………….… (4)

    C. I3
    12 I2 + 3 I3 = 30 ….. Per (3) x 3
    -12 I2 + 160 I3 = 0 … Per (4) x 4
    ____________________________
    163 I3 = 30
    I3 = 30 : 163
    I3 = 0,184 A

    B. I2
    4 I2 + I3 = 10
    4 I2 + 0,184 A = 10
    4 I2 = 9,816
    I2 = 9,816 : 4 = 2,454 A

    A. I1
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
    4,294 = 4 I1
    I1 = 4,294 : 4
    I1 = 1,074 A

    D. Itot
    I = (I1 – I3) + (I2 + I3)
    I = I1 – I3 + I2 + I3
    I = I1 + I2
    I = 1,074 A + 2,454 A
    I = 3,529 A

  213. 5211418006
    3.) Di ketahui:
    R1 = 450 ohm , R2 = 500 ohm , dan R3 = 650 ohm
    Rtotal= 1600 ohm
    V= 12 volt
    Ditanyakan : V1, V2, dan V3, …?
    Jawab: I = V/Rtotal
    I = 12 volt / 1600 ohm
    = 0,0075 A
    V1 = I x R1 = 0,0075 A x 450 ohm
    = 3,375 V
    V2 = I x R2 = 0,0075 A x 500 ohm
    = 3,75 V
    V3 = I x R3 = 0,0075 A x 650 ohm
    = 4, 875 V
    V total = V1 + V2 + V3 = 3,375 V + 3,75 V + 4,875V
    = 12 V

  214. 5211418006

    4.) di ketahui:
    R1 = 450 ohm (Ω)
    R2 = 500 ohm (Ω)
    R3 = 650 ohm (Ω)
    V = 12 Volt
    Di tanyakan : I1 , I2 , I3 , …?
    Jawab :
    a. I1 = V / R1 = 12 V / 450 ohm = 0,027 A
    b. I2 = V / R2 = 12 V / 500 ohm = 0,024 A
    c. I3 = V / R3 = 12 V / 650 ohm = 0,018 A
    Kesimpulan :
    dari hasil tersebut, dapat di tarik kesimpulan bahwa pada rangkaian paralel semakin besar hambatan(Ω) maka semakin kecil kuat arus.

  215. 5211418006

    8.) diketahui :
    R1 = 6 ohm (Ω)
    R2 = 5 ohm (Ω)
    R3 = 3 ohm (Ω)
    R4 = 4 ohm (Ω)
    R5 = 1 ohm (Ω)
    V = 10 volt
    ditanyakan : I1, I2, I3, I, …?
    jawab :
    A-B-D-A
    0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3 ( persamaan 1 )
    B-D-C-B
    0 = 5 I3 + 1 ( I1 + I3) – 4 (I1 – I3)
    0 = 5 I3 + I2 + I3 – 4 I2 – 4 I3
    0 = -4 I1 + I2 + 10 I3 ( persamaan 2)
    A-D-C-A
    10 = 3 I2 + 1 ( I2 + I3)
    10 = 3 I2 + I2 + I3
    10 = 4 I2 + I3 ( persamaan 3)
    Persamaan 1 dan persamaan 2
    0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3 ( x2 )
    0 = -4 I1 + I2 + 10 I3 ( x3 )
    Jadi,
    0 = 12 I1 – 6 I2 + 10 I3
    0 = -12 I1 + 3 I2 + 30 I3
    => 0 = -3 I2 + 40 I3 ( persamaan 4 )
    Persamaan 3 dan persamaan 4
    10 = 4 I2 + I3 ( x3 )
    0 = -3 I2 + 40 I3 ( x4 )
    Jadi,
    30 = 12 I2 + 3 I3
    0 = -12 I2 + 160 I3
    => 30 = 163 I3
    => I3 = 30 / 163
    I3 = 0,184 Ampere
    10 = 4 I2 + I3
    10 = 4 I2 + 0,184 A
    4 12 = 9,816
    I2 = 9,816 / 4
    I2 = 2,454 Ampere
    0 = -4 I1 + 2,454 + 10 I3
    0 = -4 I1 + 2,454 + 10 x 0,184
    0 = -4 I1 + 2,454 + 1,84
    0 = -4 I1 + 4,294
    I1 = 4,294 / 4
    I1 = 1,074 Ampere
    I = I1 + I2
    I = 1,074 A + 2,454 A
    I = 3,529 Ampere

  216. 5211418023

    8.
    *Diket :
    R1 = 6 ohm
    R2 = 5 ohm
    R3 = 3 ohm
    R4 = 4 ohm
    R5 = 1 ohm
    V = 10 V

    *Ditanya :
    I1, I2, I3, I

    *jawab :

    • 0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3 ( persamaan 1 )

    • 0 = 5 I3 + 1 ( I1 + I3) – 4 (I1 – I3)
    0 = 5 I3 + I2 + I3 – 4 I2 – 4 I3
    0 = -4 I1 + I2 + 10 I3 ( persamaan 2)

    • 10 = 3 I2 + 1 ( I2 + I3)
    10 = 3 I2 + I2 + I3
    10 = 4 I2 + I3 ( persamaan 3)

    • Persamaan 1 dan 2
    0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3 ( x2 )
    0 = -4 I1 + I2 + 10 I3 ( x3 )
    • Maka,
    0 = 12 I1 – 6 I2 + 10 I3
    0 = -12 I1 + 3 I2 + 30 I3
    _______________________ +
    0 = -3 I2 + 40 I3 ( persamaan 4 )

    • Persamaan 3 dan 4
    10 = 4 I2 + I3 ( x3 )
    0 = -3 I2 + 40 I3 ( x4 )
    • maka,
    *I3 =
    30 = 12 I2 + 3 I3
    0 = -12 I2 + 160 I3
    __________________ +
    30 = 163 I3
    I3 = 30 / 163
    I3 = 0,184 A

    *I2 =
    10 = 4 I2 + I3
    10 = 4 I2 + 0,184 A
    4 I2 = 9,816
    I2 = 2,454 A

    *I1 =
    0 = -4 I1 + 2,454 + 10 x 0,184
    0 = -4 I1 + 2,454 + 1,84
    0 = -4 I1 + 4,294
    I1 = 4,294 / 4
    I1 = 1,074 A

    *I =
    I = I1 + I2
    I = 1,074 A + 2,454 A
    I = 3,529 A

  217. 5211418006

    5.) Di ketahui: Rangkaian seri
    Vtotal = 12 V
    Itotal = 7,5 × 10-3 A
    Rangkaian paralel
    Vtotal = 12 V
    Itotal = 0,069 A
    ditanyakan : P (seri dan paralel) …?
    Jawab :
    P seri
    = V × I = 12 V × 7,5 × 10-3 A
    = 0,09 Watt

    P paralel
    = V × I = 12 V × 0,069 A
    = 0,828 Watt

  218. 5211418006

    6.) Potential devider atau pembagi tegangan adalah rangkaian untuk membagi tegangan atau mengkonversikan dari resitensi menjadi sebuah tegangan yang lebih besar. Pada pembagi tegangan ini ketika resistor dihubungkan secara seri maka resistor akan berbanding dengan nilai resistensi.
    Prinsip rangkaian DC berfungsi sebagai potential devider yaitu sebagai kontrol volume pada Sound Sistem, kontrol suhu dalam AC.

    Current devider atau pembagi arus adalah suatu rangkaian yang mengubah arus menjadi serangkaian arus dengan kuat arus yang sama besar. Konsep dasar pembagian arus menggunakan dua buah resistor yang salah satu kakinya dihubungkan menjadi satu menuju sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan pada beban yang lain.
    Prinsip rangkaian DC pada current devider yaitu pembagian arus yang terdapat pada LED.

  219. 5211418019

    8)Diketahui :
    R1 = 6 ohm
    R2 = 5 ohm
    R3 = 3 ohm
    R4 = 4 ohm
    R5 = 1 ohm
    V = 10 volt

    Ditanya :
    a)I1…? b) I2…? c) I3…? d) I…?

    Dijawab :
    A-B-D-A
    0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3 ( persamaan 1 )

    B-D-C-B
    0 = 5 I3 + 1 ( I1 + I3) – 4 (I1 – I3)
    0 = 5 I3 + I2 + I3 – 4 I2 – 4 I3
    0 = -4 I1 + I2 + 10 I3 ( persamaan 2)

    A-D-C-A
    10 = 3 I2 + 1 ( I2 + I3)
    10 = 3 I2 + I2 + I3
    10 = 4 I2 + I3 ( persamaan 3)

    Persamaan 1 dan persamaan 2
    0 = 6 I1 – 3 I2 + 5 I3 ( x2 )
    0 = -4 I1 + I2 + 10 I3 ( x3 )
    Jadi,
    0 = 12 I1 – 6 I2 + 10 I3
    0 = -12 I1 + 3 I2 + 30 I3
    > 0 = -3 I2 + 40 I3 ( persamaan 4 )

    Persamaan 3 dan persamaan 4
    10 = 4 I2 + I3 ( x3 )
    0 = -3 I2 + 40 I3 ( x4 )
    Jadi,
    30 = 12 I2 + 3 I3
    0 = -12 I2 + 160 I3
    > 30 = 163 I3
    > I3 = 30 / 163
    I3 = 0,184 A

    10 = 4 I2 + I3
    10 = 4 I2 + 0,184 A
    4 12 = 9,816
    I2 = 9,816 / 4
    I2 = 2,454 A

    0 = -4 I1 + 2,454 + 10 I3
    0 = -4 I1 + 2,454 + 10 x 0,184
    0 = -4 I1 + 2,454 + 1,84
    0 = -4 I1 + 4,294
    I1 = 4,294 / 4
    I1 = 1,074 A

    I = I1 + I2
    I = 1,074 A + 2,454 A
    I = 3,529 A

  220. 5211418022

    8. ABDA :
    0 = 6I1 + 5I3 – 3I2
    0 = 6I1 – 3I2 + 5I3 ……………….. [1]
    BDCB :
    0 = 5I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1 – I3)
    = 5I3 + I2 +I3 – 4I1 + 4I3
    0 = -4I1 + I2 + 10I3 ……………….[2]
    ADCA :
    10 = 3I2 + 1(I2 + I3)
    = 3I2 + I2 + I3
    10 = 4I2 + I3………………………[3]
    perkalian persamaan [1] dikalikan 3, persamaan [4] dikalikan 4 kemudian di jumlahkan :
    0 = 12I2 – 6I2 + 10I3 ………..[3] x 3
    0 = -12I1 + 3I2 + 30I3………..[4] X 4
    ———————————— +
    0 = -3I2 + 40I3…………….[4]
    Perkalian persamaan [3] dikalikan , persamaan [4] dikalikan 4 dan kemudian dijumlahkan :
    30 = 12I2 + 3I3 ………….[3] x 3
    0 = -12I2 + 160I3………. [4] x 4
    ————————————— +
    30 = 163 I3
    I3 = 30 : 163 = 0,184 A
    Subtitusi untik I3 dalam persamaan [3]
    10 = 4i2 + 0,184
    4I2 = 9,816
    i2 = 9,816 : 4 = 2,454 A
    subtitusi untuk I3 dan I2 dalam persamaan [2]
    0 = -4I1 + 2,424 +1,84
    4I1 = 4,294
    I1 = 4,294 : 4 = 1,074 A
    I = I1 + I2
    = 1,074 + 2,454
    I total = 3,529 A

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here