PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN (RABU)

72
514

Setelah pembelajaran landasan pendidikan kejuruan di kelas, pelajari materinya lebih lanjut, kemudian diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Jelaskan landasan hukum pelaksanaan Pendidikan kejuruan di Indonesia.
  2. Jelaskan mengenai landasan filosofi Pendidikan kejuruan di Indonesia.
  3. Jelaskan mengenai landasan ekonomi Pendidikan kejuruan di Indonesia.
  4. Jelaskan mengenai landasan psikologi Pendidikan kejuruan di Indonesia.
  5. Jelaskan mengenai landasan sosiologi Pendidikan kejuruan di Indonesia.
  6. Jelaskan mengenai landasan link and match Pendidikan kejuruan di Indonesia.

Silakan diskusikan dengan teman-teman dan jawaban bisa ditulis di dalam kolom komentar. Perlu diperhatikan: 1) jawaban hasil diskusi diawali dengan menuliskan NIM dan setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) meskipun hasil diskusi bersama, 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim/posting), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). Jawaban ditunggu sampai hari Kamis, 5 September 2019 pukul 17.00. Selamat berdiskusi (DW).

SHARE
Previous articleTEORI KELISTRIKAN OTOMOTIF (RABU)
Next articleTEKNIK TENAGA LISTRIK (RABU)
Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES)

72 COMMENTS

  1. 5202417028

    1) Pelaksanan pendidikan kejuruan di indonesia tidak semerta-merta ada begitu saja namun juga memiliki landasan/peraturan hukum yang mengikat terlaksananya pendidikan kejuruan, adapun landasan hukum pendidikan kejuruan di indonesia mengacu pada UU RI No 2 tahun 1989 bab IV pasal 11, PP No 29 tahun 1990 “Pendidikan pada jenjang menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu”, UU No 20 tahun 2003 pasal 15 diuraikan bahwa SMK sebagai bentuk satuan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. serta masih banyak lagi UU yang mengatur menegenai pendidikan kejuruan di indonesia, hal tersebutlah yang melandasi adanya pendidikan kejuruan di Indonesia.

  2. 5202417028

    2) Didalam pendidikan kejuruan ada dua jenis landasan filosofis yang sesuai dengan keberadaannya, yaitu eksistensialisme dan esensialisme. Eksistensialisme berpandangan bahwa pendidikan kejuruan harus mengembangkan eksistensi/keberadaan manusia untuk bertahan hidup, bukan merampasnya. Sedangkan esensialisme berpandangan bahwa pendidikan kejuruan harus mengaitkan dirinya dengan sistem-sistem yang lain seperti ekonomi, politik,sosial, ketenagakerjaaan serta religi dan moral.

  3. 5202417028

    3) Didalam penyelenggaraan pendidikan kejuruan, juga berkaitan dengan ekonomi. Pendidikan kejuruan diajarkan atas dasar prinsip efisiensi dan investasi, efisisensi baik internal maupun eksternal. Pendidikan kejuruan dijalankan atas prinsip investasi, berupa (Human capital) atau modal dalam bentuk manusia yang terampil, dimana semakin tinggi pendidikan/pelatihan seseorang, mestinya orang tersebut menghasilkan upah yang lebih tinggi, sehingga dapat menaikan perekonomian bangsa dan kesejahteraan rakyat.

  4. 5202417028

    4) Landasan psikologi pendidikan kejuruan adalah bagaimana cara mengajarkan ilmu kejuruan terhadap peserta didik, pendidikan kejuruan melandaskan bahwa menusia itu memiliki perbedaan dalam dimensi-dimensi fisik, intelektual, emosional, dan spiritualnya. Maka dari itu untuk menangani setiap peserta didik perlu pemahaman ekstra, tidak semerta-merta kita menyamakan mereka. karena kemampuan setiap individu itu berbeda-beda.

  5. 5202417028

    5) Sosilogi didalam dunia pendidikan kejuruan berarti segala upaya yang dilakukan harus selalu berpegang teguh pada keharmonisan hubungan antara individu peserta didik dengan peserta didik lainnya, peserta didik dengan pembimbing/guru, dan peseerta didik dengan sistem lainnya seperti ekonomi, sosial, plitik, religi, dan moral.

  6. 5202417028

    6) Konsep link and match pada pendidikan kejuruan berarti pendidikan kejuruan sebagai penyiapan SDM, individu, masyarakat, serta dunia kerja, penggalakan unit produksi serta penerapan KBK dalam pendidikan kejuruan, yang nantinya siap dan terampil dalam dunia kerja.

  7. 5202417010

    1. Pendidikan kejuruan di Indonesia saat ini sudah diatur langsung oleh pemerintah melalui beberapa peraturan, diantaranya :
    – UU RI No 2 Tahun 1989 Bab IV Pasal 11
    – PP No 29 Tahun 1990 
    – UU No 20 Tahun 2003 Pasal 15 
    Jadi, pendidikan kejuruan sekarang sudah dilandasi oleh hukum, dan tidak sekedar ‘Asal-Asalan’ saja. Karena jika hanya sekedar ‘Asal – Asalan’, bukan tidak mungkin kualitas siswanya juga kurang baik & terampil.

  8. 5202417010

    1. Pendidikan kejuruan di Indonesia saat ini sudah diatur langsung oleh pemerintah melalui beberapa peraturan, diantaranya :
    – Undang-Undang RI No 2 Th 1989 Bab IV Pasal 11
    – Peraturan Pemerintah No 29 Th 1990 
    – Undang-Undang No 20 Th 2003 Pasal 15 
    Jadi, pendidikan kejuruan sekarang sudah dilandasi oleh hukum, dan tidak sekedar ‘Asal-Asalan’ saja. Karena jika hanya sekedar ‘Asal – Asalan’, bukan tidak mungkin kualitas siswanya juga kurang baik & terampil.

  9. 5202417010

    2. Landasan filosofi yakni tentang bagaimana pemikiran & ide yang dimunculkan dalam pendidikan kejuruan. Landasan filosofi dibagi menjadi 2 bentuk, yakni :
    – Eksistensi (pendidikan kejuruan harus mengembangkan keberadaan siswa, bukan malah merenggutnya)
    – Esensial (pendidikan kejuruan juga harus mampu mengaitkan siswanya dengan dunia luar, seperti politik, agama, moral, ekonomi, sosial)

  10. 5202417010

    3. Pendidikan kejuruan berkaitan erat dengan dunia ekonomi, dimana menerapkan Human Capital (manusia sebagai modal).
    Pendidikan kejuruan juga terdapat 2 hal tentang ekonomi, yakni Efisiensi & Investasi.
    Efisiensi disini berarti pendidikan kejuruan harus mempunyai visi / tujuan ke depannya. Sedangkan investasi yang dimaksud berupa manusia yang menjadi Modal untuk menuntut ilmu agar suatu saat bisa menghasilkan ‘Uang’.

  11. 5202417010

    4. Landasan psikologi dalam dunia pendidikan kejuruan berkaitan tentang metode / cara mengajar siswa, karena tiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Jadi sebagai guru juga harus bisa mengkondisikan kelas agar tetap kondusif serta siswanya faham tentang materi yang diajarkan.

  12. 5202417010

    5. Landasan sosiologi pendidikan kejuruan lebih mengarah pada hubungan antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, serta siswa dengan lingkungan. Pendidikan kejuruan mengajarkan tentang bagaimana cara bersosialisasi & berbaur dengan sekitar agar tidak terasa selalu sendiri.

  13. 5202417010

    6. Link and Match (penghubung & kecocokan) yakni pendidikan kejuruan sebagai tempat mempersiapkan siswa agar mampu bekerja di dunia luar sana dengan melatij SDM tiap siswa. Tanpa adanya pelatihan di SMK maka percuma saja memiliki teorinya.

  14. 5202417005
    1. Dalam penyelenggaraan pendidikan kejuruan pemerintah menjamin adanya payung hukum yang mengatur setiap penyelenggaraannya. Hal tersebut diatur dalam beberapa peraturan sebagai berikut:
    – UU RI Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Bab IV Pasal 11 Ayat 1 dan 3 yang berbunyi: “Jenis pendidikan yang termasuk jenis pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan akademik dan pendidikan profesional”. Serta ayat 15: “Pendidikan Menengah terdiri atas pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, dan pendidikan keagamaan.
    – PP Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah, Bab 1 Pasal 1 Ayat (3) yang menjelaskan, “Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan perkembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu.
    – UU No 20 tahun 2003 pasal 15 menjelaskan bahwa Sekolah Menegah Kejuruan sebagai bentuk satuan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

  15. 5202417005
    2. Dalam penyelenggaraan Pendidikan Kejuruan harus mempertimbangkan tentang bagaimana pemikiran & ide yang dimunculkan dalam pendidikan kejuruan atau disebut landasan filosofis. Ada 2 jenis landasan filosofi, yaitu:
    – Eksistensialisme, dalam landasan ini ada pandangan bahwa pendidikan kejuruan harus mengutamakan eksistensi manusia. Atau dengan kata lain pendidikan kejuruan harus mengembangkan peserta didiknya, bukan merampasnya.
    – Esesnsialisme, berpandangan bahwa pendidikan kejuruan harus mengaitkan dirinya dengan sistem-sistem yang lain (ekonomi, ketenagakerjaan, politik, sosial, religi, dan moral).

  16. 52024q7005
    3. Pendidikan Kejuruan sangat berkaitan dengan dunia ekonomi, di mana dalam penyelenggaraannya berjalan atas dasar prinsip efisiensi dan investasi.
    – Di dalam prinsip investasi pendidikan kejuruan, peserta didik merupakan investasi jangka panjang (Human capital) atau modal dalam bentuk manusia yang terampil, dengan demikian semakin tinggi pendidikan siswa maka seharusnya semakin tinggi pula ilmu yang didapatnya sehingga produktivitasnya pun meningkat.
    – Prinsip efisiensi. Prinsip ini berkaitan erat dengan produktivitas siswa atau peserta didik. Jadi, ada tujuan yang jelas yang hendak dicapai dengan cara seminimal mungkin.

  17. 5202417005
    4. Landasan psikologi dalam pendidikan kejuruan berkaitan dengan perilaku peserta didik. Dalam landasan psikologi, menusia itu memiliki perbedaan dalam dimensi-dimensi fisik, intelektual, emosional, dan spiritualnya sehingga muncul metode-metode pembelajaran yang berbeda, karena kemampuan setiap individu itu berbeda-beda. Jadi, pada hakekatnya landasan psikologi ini berorientasi pada bagaimana cara mengajarkan ilmu kejuruan terhadap peserta didik.

  18. 5202417005
    5. Sosiologi dimaknai sebagai ilmu yang memusatkan perhatian pada hubungan antar kelompok dan antar sistem. Hal ini mendasari penyelenggaran pendidikan kejuruan yang berprinsip pada kerjasama dan kolaborasi sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, dan siswa dengan lingkungannya atau disebut adanya kerjasama yang saling membangun. Pendidikan kejuruan mengarahkan terjadinya kerja sama dan kolaborasi antar siswa sehingga mereka diharapkan mampu bekerja dalam tim.

  19. 5202417005
    6. Link and Match (keterkaitan dan kesepadanan) dalam pendidikan kejuruan dapat dimaknani sebagai konsep keterkaitan antara lembaga pendidikan dengan dunia kerja atau dengan kata lain pendidikan kejuruan sebagai pemasok tenga kerja dengan penggunanya. Sehingga pada prinsipnya pendidikan kejuruan harus mampu menyiapkan SDM yang kompeten dan penerapan KBK dalam pendidikan kejuruan yang sesuai yang pada akhirnya dapat menghasilkan keluaran SDM siap dan terampil dalam dunia kerja.

  20. Nim:5202417015
    1. Indonesia pada saat ini untuk melaksanakan pendidikan kejuruan sudah di lindungi dari hukum dan landasan hukumnya dari UU RI No 2 Tahun 1989 Bab IV Pasal 11 PP No 29 Tahun 1990,
    UU No 20 Tahun 2003 Pasal 15
    Jadi pendidikan kejuruan di Indonesia sekarang sudah sah dan tidak semena mena untuk komersil saja akan tetapi untuk mencetak lulusan terbaik.

    2. Filosofi untuk bagai mana cara mengembangkan pemikiran dan ide yang di mana di bagi menjadi 2 yaitu EKSISTENSI & ESENSIAL dimana siswa bisa mengenal mengenai agama,politik,moral,sosial,ekonomi.

    3. Human capitalis [modal manusia kelak] yang tak luput dadi segi ekonomi pendidikan kejuruan di Indonesia dikarenakan lulusan terbaik dari kejuruan akan di arahkan ke arah yang bisa membangung keterampilanya itu untuk nantinya di pakai.

    4. Psikologi ini juga berperan penting terhadap pendidikan kejuruan, dikarenakan bagaimana menyikapi kepribadian seorang siswa yang mempunyai karakteristiknya masing- masing dan membuat siswa menjadi lebih baik dan bisa mengikuti arahan yang di sampaikan.

    5. Sosiologi pada pendidikan kejuruan juga penting di karenakan hubungan yang terjalin di lingkungan pembelajaran seperti interaksi dengan guru,dengan siwa lain untuk menumbuhkan rasa sosial untuk siswa di kemudian hari ketika sudah masuk ke dunia masyarakat.

    6. Link and match adalah sebuah kecocokan dan hubungan ketika pendidikan kejuruan sudah di dapatkan siswa maka siswa secara otomatis di persiapkan ke dunia kerja yang sudah bekerja sama dengan jurusan yang siswa tempunselama pembelajaran, menjadikan siswa terampil kreatif,dan inovatif sehingga meninfkatkan SDM yang unggul.

  21. 5202417016
    1. > UU RI Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Bab IV Pasal 11 ayat 1 dan 3 yang berbunyi : ” Jenis pendidikan yang termasuk jenis pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan akademik dan pendidikan profesional” serta ayat 15. “Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan umum, pendidijan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, dan pendidikan keagamaan.
    > PP Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan pendidikan menengah, Bab 1 pasal 1 ayat 3 yang menjelaskan, ” pendidikan menengah yang mengutamakan perkembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu.
    > UU No 20 Tahun 2003 pasal 15 menjelaskan bahwa sekolah menengah kejuruan sebagai bentuk satuan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

  22. 5202417016
    1. Indonesia pada saat ini untuk melaksanakan pendidikan kejuruan sudah di lindung oleh hukum dan landasan hukum nya dari > UU RI Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Bab IV Pasal 11 ayat 1 dan 3 yang berbunyi : ” Jenis pendidikan yang termasuk jenis pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan akademik dan pendidikan profesional” serta ayat 15. “Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan umum, pendidijan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, dan pendidikan keagamaan.
    > PP Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan pendidikan menengah, Bab 1 pasal 1 ayat 3 yang menjelaskan, ” pendidikan menengah yang mengutamakan perkembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu.
    > UU No 20 Tahun 2003 pasal 15 menjelaskan bahwa sekolah menengah kejuruan sebagai bentuk satuan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

  23. 5202417016
    2. Memiliki landasan filosofu yaitu tentang bagaimana pola pemikiran dan ide – ide yang bisa dimunculkan dalam pendidikan kejuruan. Landasan filosofi di bagi menjadi 2 bentuk yaitu :
    1. Eksistensi pendidikan harus mengembangkan ada nya pengakuan mengenai keberadaan adanya siswa.
    2. Esensialan yaitu mampu mengaitkan peserta didik dengan dunia luar misalkan seperti politik, agama, moral, ekonomi, sosial.

    • 5202417016
      3. Pendidikan Kejuruan berkaitan erat dengan dunia ekonomi dengan prinsip efisiensi dan investasi.
      > Investasi jangka panjang atau (Human Capital) atau modal dalam bentuk manusia yang terampil, dengan tujuan produktivitas meningkat
      > Efisiensi berkaitan dengan produktivitas siswa atau peserta didik dengan tujuan yg jelas yang hendak dicapai.

  24. 5202417016
    3. Pendidikan Kejuruan berkaitan erat dengan dunia ekonomi dengan prinsip efisiensi dan investasi.
    > Investasi jangka panjang atau (Human Capital) atau modal dalam bentuk manusia yang terampil, dengan tujuan produktivitas meningkat
    > Efisiensi berkaitan dengan produktivitas siswa atau peserta didik dengan tujuan yg jelas yang hendak dicapai.

  25. 5202417016
    4. Tentang landasan psikologi memiliki peranan yang penting terhadap pendidikan kejuruan karena bagaimana menyikapi kepribadian seorang siswa memiliki karakter yang berbeda dan membuat siswa menjadi lebih baik dan mampu menerima setiap arahan yang di sampaikan.

  26. 5202417016
    5. Tentang landasan sosiologi memiliki peranan yang penting karena merupak hubungan sosial yang harus terjalin oleh siswa dengan guru atau dengan lingkungan dan kondisi belajar yang mendukung terciptanya interaksi yang baik.

  27. 5202417017
    6. Membangun sebuah link and match merupakan sebuah kecocokan dan hubungan pada pendidikan kejuruan sudah didapatkan siswa maka peserta didik otomatis akan disiapkan untuk menghadapi dunia kerja yang sudah menjalin kerjasama dengan industro kerja diluar yang sesuai dengan kemampuan dasar yang dapat membuat siswa menjadi kreatif, inovatif serta unggul dan berkarakter.

  28. 5202417017
    6. Menciptak sebuah link and match merupakan sebuah kecocokan dan hubungan pada pendidikan kejuruan sudah didapatkan siswa maka peserta didik otomatis akan disiapkan untuk menghadapi dunia kerja yang sudah menjalin kerjasama dengan industro kerja diluar yang sesuai dengan kemampuan dasar yang dapat membuat siswa menjadi kreatif, inovatif serta unggul dan berkarakter.

  29. NIM: 5202417036
    1. Pendidikan kejuruan di Indonesia ada tidak hanya sebatas asal-asalan tetapi memiliki lembaga hukum atau berlandaskan hukum tertentu seperti:
    -UU RI No 2 Tahun 1989 BAB IV Pasal 11 ayat 1 dan 3
    -Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 1990
    -UU No 20 Tahun 2003 Pasal 15
    -Landasan hukum berfungsi sebagai aturan atau acuan agar pelaksanaan proses pendidikan agar dapat terselenggara dengan baik.

  30. NIM : 5202417042
    1. Landasan hukum pendidikan kejuruan di Indonesia terdapat pada UU RI No 2 tahun 1989 Pasal 11 ayat 1 dan 3,UU No 20 tahun 2003 yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dibidang tertentu,selain UU RI juga terdapat PP No 29 tahun 1990 tentang pendidikan menengah bab 1 pasal 1 ayat 3.

  31. NIM : 5202417042
    2. Landasan filosofis pendidikan kejuruan di Indonesia dilandasi oleh eksistensialisme dan esensialisme.
    Eksistensialisme adalah suatu proses pendidikan yang mengebembangkan eksistensi manusia,sedangkan esensialisme adalah yaitu proses pendidikan kejuruan yang harus mengaitkan atau berhubungan dengan sistem yang lainnya .

  32. NIM : 5202417042
    3. Landasan ekonomi berlandaskan atas efesiensi dan investasi yaitu tentang bagaimana kita harus menggunakan waktu semaksimal mungkin agar materi yang dibutuhkan bisa disampaikan kepada peserta didik dan memberikan ilmu yang bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas peserta didik tersebut.

  33. NIM : 5202417042
    4. Landasan psikologi yaitu proses pembelajaran yang berkaitan dengan dimensi pada manusia seperti fisik,intelektual,emosional,dan spiritualnya.

  34. NIM: 5202417036
    2. Pendidikan kejuruan di Indonesia memiliki dua landasan filosofi yaitu eksistensialisme dan esensialisme:
    -Eksistensialisme adalah pendidikan yang mengutamakan keberadaan atau eksistensi manusia dengan kata lain pendidikan kejuruan itu untuk mengembangkan peserta didiknya bukan merampasnya.
    -Esensialisme berpandangan bahwa pendidikan kejuruan harus berkaitan dengan sistem lain seperti politik, agama, moral, sosial, ekonomi, dll agar peserta didiknya juga mengetauhi dunia luar yang akan dihadapi pada saat terjun didunia kerja nanti.

  35. NIM : 5202417042
    5. Landasan sosiologi yaitu ilmu yang memusatkan perhatian pada hubungan antar manusia dan kelompok serta sistem. Manusia dituntut untuk melakukan yang sesuai dengan aturan kelompok atau sistem yang berlaku dengan prisnsip kerjasama,kolaborasi, merupakan aspek penting.

  36. NIM : 5202417042
    6. Landasan link and match yaitu proses pendidikan kejuruan yang menyiapkan langsung untuk siap turun ke masyrakat dan dunia kerja,dengan menunjukkan bukti nyata praktik-praktik pendidikan kejuruan yang mendasarkan diri pada landasan keilmuan.

  37. NIM: 5202417036
    3. Pendidikan juga berkaitan dengan ekonomi, maka dari itu pendidikan kejuruan terselenggara atas 2 landasan ekonomi yaitu efisiensi dan investasi.
    -Efisiensi adalah sebuah proses yang berkaitan dengan hasil pencapaian proses yang maksimal dengan usaha seminimal mungkin.
    -Investasi dalam pendidikan kejuruan adalah menanamkan modal yaitu peserta didik (Human Capital) yang bisa menghasilkan tenaga terampil dan nantinya akan memiliki upah yang tinggi dan nantinya juga bisa membantu pertumbuhan ekonomi dilingkungan sekitarnya.

  38. NIM: 5202417036
    4. Landasan psikologi dalam pendidikan kejuruan adalah bagaimana cara menyampaikan materi kepada peserta didik, karena setiap peserta didik memiliki karakter yang berbeda satu dengan lainnya. Jadi sebagai guru nantinya harus bisa memahami bagaimana karakter siswanya agar proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik.

  39. NIM: 5202417036
    5. Landasan sosiologi adalah memberikan ilmu pada peserta didik mengenai ilmu sosial antar sistem maupun lingkungan sekitar, agar tercipta hubungan harmonis antar siswa dengan siswa, siswa dengan guru, maupun siswa dengan lingkungan sekitarnya jadi peserta didik nantinya mengerti tentang kondisi saat terjun didunia kerja.

  40. NIM: 5202417036
    6. Link and match dalam dunia pendidikan kejuruan dapat diartikan sebagai hubungan antara lembaga pendidikan dengan lapangan kerja, jadi lembaga pendidikan mempersiapkan peserta didik agar terampil dan nantinya siap bekerja dalam bidang yang sesuai kejuruannya didunia kerja.

  41. 5202417029
    1. Dalam pelaksanaanya Pendidikan kejuruan di Indonesia tentunya untuk menjamin berlangsungnya pendidikan di landasi oleh hukum yang jelas, berikut landasan-landasan hukum Pendidikan Kejuruan di Indonesia :
    – PP No 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah Bab 2 pasal 3 ayat 2: Pendidikan Menengah Kejuruan mengutamakan persiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional
    – PP No 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah Bab 1 pasal 1 ayat 3: Pendidikan Menengah Kejuruan adalah pendidikan jenjang menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu
    – UU No 20 Tahun 2003 pasal 15 menjelaskan bahwa Sekolah Menegah Kejuruan sebagai bentuk satuan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.
    – UU RI Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Bab IV Pasal 11 Ayat 1 dan 3 yang berbunyi: “Jenis pendidikan yang termasuk jenis pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan akademik dan pendidikan profesional”.

  42. 5202417029
    2. Landasan filosofi pada Pendidikan kejuruan di Indonesia disini memiliki makna “apa” yang harus di ajarkan dalam proses pembelajarannya. Landasan filosofi Pendidikan Kejuruan di indonesia ada 2 yaitu :
    – Eksistensialisme : Dimana pendidikan harus mengembangkan eksistensi manusia, yang dimaksud eksistensi disini adalah keberadaan atau peran penting
    – Esensialisme : Pendidikan Kejuruan juga harus mengaitkan dengan sistem atau dasar” ilmu yang lain, seperti ekonomi, ketenagakerjaan, politik, sosial, religi, dan moral agar terciptanya keseimbangan disiplin ilmu.

  43. 5202417029
    3. Pendidikan kejuruan juga memiliki landasan ekonomi. Disini kenapa Dikjur juga memiliki landasan ekonomi dikarenakan lulusannya ditargetkan langsung bekerja dan tetntunya berhubungan dengan perekonomian dalam pengelolaanya nanti. Berikut 2 landasan ekonomi Dikjur :
    – Efisiensi : dalam pelaksanaan pendidikannya tentu harus dilakukan secara efisien menghemat biaya sekolah dan mendapat hasil(ilmu) yang maksimal, sehingga menjadi Sekolah yang memiliki tingkat produktivitas yang tinggi.
    – Investasi (Human Capital) : yang di maksud investasi disini adalah skill atau ketrampilan yang didapat sewaktu melakukan pembelajaran dan kelak setelah lulus akan menjadi sebuah investasi yang berguna untuk melakukan pekerjaan sesuai bidangnya.

  44. 5202417029
    4. Landasan Psikologi pada Pendidikan Kejuruan ini digunakan untuk bagaimana cara mengajarakan materi yang akan diberikan. Dikjur sendiri melandaskan bahwa setiap manusia itu memiliki perbedaan antar individu, sehingga diperlukan cara penyampaian atau metode yang berbeda-beda disesuaikan dengan setiap peserta didik.

  45. 5202417029
    5. Landasan Sosiologi disini ditujukan pada keharmonisan hubungan antar individu dan antar sistem pendidikan untuk menciptakan kerjasama dan kolaborasi menjadi aspek yang penting dalam penyelenggaraannya.

  46. 5202417029
    6. Link and Match pada Dikjur ini memiliki arti keterkaitan atau kesesuaian dalam pengenalan pendidikan umum, kejuruan dan duni kerja. Dimana lulusannya ditargetkan langsung bekerja sehing harus dibekali ketrampilan dan pengalaman yang berkaitan dan sesuai dengan dunia kerjanya nanti. Sehingg meghasilkan lulusan yang terampil, produktivtif dan menjadi SDM yang unggul.

  47. 5202417014
    1.landasan hukum pelaksanaan pendidikan kejuruan di indonesia ialah segala aturan atau wewenang yang telah di setujui oleh berbagai pihat dan telah di tetapkan untuk keberlangsungan pendidikan kejuruan di indonesia sesuai dengan yang di inginkan yaitu berupa aturan dan lain sebagainya yang menyangkut pendidikan kejuruan antara lain :
    a. UU RI No 2 Tahun 1989 Bab IV Pasal 11
    b.UU No 20 Tahun 2003 Pasal 15
    c.b.PP No 29 Tahun 1990
    dengan adanya suatu landasan maka pendidan akan berjalan dengan adanya landasan yang jelas

  48. 5202417014
    2.landasan filosofi pendidikan kejuruan di indonesia Dalam pendidikan kejuruan ada dua aliran filsafat yang sesuai dengan keberadaanya, yaitu eksistensialisme dan esensialisme. Eksistensialisme berpandangan bahwa pendidikan kejuruan harus mengembangkan eksistensi manusia untuk bertahan hidup, bukan merampasnya. Sedangkan esensialisme berpandangan bahwa pendidikan kejuruan harus mengaitkan dirinya dengan sistem-sistem yang lain seperti ekonomi, politik, sosial, ketenaga kerjaan serta religi dan moral.
    Landasan filosofis yang mendasari pendidikan kejuruan, harus mampu menjawab dua pertanyaan : pertama, Apa yang harus diajarkan? dan kedua, Bagaimana harus mengajarkan? (Calhoun dan Finch, 1982). Chalhoun dan Finch menegaskan bahwa sumber prinsip-prinsip fundamental pendidikan kejuruan adalah individu dan perannya dalam suatu masyarakat demokratik, serta peran pendidikan dalam transmisi standar sosial.

  49. 5202417014
    3. landasan ekonomi pendidikan di indonesia adalah basis ekonomi, yakni kebijakan mengalokasikan sumber daya manusia sesuai dengan pekerjaan yang terdapat dalam struktur masyarakat dinilai dari pemikiran ekonomi atau justifikasinya dari segi ekonomi. Misalnya dilihat dari efisiensinya,unit biayanya, dan nilai balikan atau imbal jasa dengan kata lain yaita memerlukan angaran untuk mencapai tujuan yang sudah di rancang di awal agar berjalan dengan baik

  50. 5202417014
    4.landasan psikolongi pendidikan kejuruan di indonesia ialah Peserta didik merupakan individu yang sedang berada dalam proses perkembangan (fisik, intelektual, social emosional, moral, dan sebagainya). Tugas utama seorang guru sebagai pendidik adalah membantu untuk mengoptimalkan perkembangan peserta didiknya berdasarkan tugas–tugas perkembangannya.

    Dengan menerapkan landasan psikologi dalam proses pengembangan kurikulum diharapkan dapat diupayakan pendidikan yang dilaksanakan relevan dengan hakikat peserta didik, baik penyesuaian dari segi materi/bahan yang harus diberikan/dipelajari peserta didik, maupun dari segi penyampaian dan proses belajar serta penyesuaian dari unsur–unsur upaya pendidikan lainnya.

  51. 5202417014
    5.landasan sosiologi pendidikan kejuruan di indonesia ialah Kajian sosiologi pendidikan menekankan implikasi dan akibat sosial dari pendidikan dan memandang masalah-masalah pendidikan dari sudut totalitas lingkup sosial kebudayaan, politik dan ekonomisnya bagi masyarakat. Apabila psikologi pendidikan memandang gejala pendidikan dari konteks perilaku dan perkembangan pribadi, maka sosiologi pendidikan memandang gejala pendidikan sebagai dari struktur sosial masyarakat.

  52. 5202417014
    6. Landasan link and match ialah landasan dimana nanti peserta didik akan mendapatkan suatu peluang untuk kerja dengan sesuai yang nanti yang di butuhkan perusahaan masing-masing sesuai dengan kemampuan kerja di masing-masing bidang yang tertentu diamana disini peserta didik sekiranya mampu untuk bersaing agar bisa mendapatkan peluang kerja dengan ketrampilan yang dimiliki

  53. NIM : 5202417008

    1. Payung hukum yang mengatur penyelenggaraan suatu pendidikan kejuruan, antara lain:
    a. UU RI Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Bab IV Pasal 11 Ayat 1 dan 3 yang berbunyi: “Jenis pendidikan yang termasuk jenis pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan akademik dan pendidikan profesional”. Serta ayat 15: “Pendidikan Menengah terdiri atas pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, dan pendidikan keagamaan.
    b. PP Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah, Bab 1 Pasal 1 Ayat (3) yang menjelaskan, “Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan perkembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu.
    c. UU No 20 tahun 2003 pasal 15 menjelaskan bahwa Sekolah Menegah Kejuruan sebagai bentuk satuan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

  54. NIM : 5202417008

    2. Landasan filosofi pendidikan kejuruan dibagi menjadi dua yaitu:
    a. Eksistensialisme berpandangan bahwa pendidikan kejuruan harus mengembangkan eksistensi manusia untuk bertahan hidup, bukan merampasnya.
    b. esensialisme berpandangan bahwa pendidikan kejuruan harus mengaitkan dirinya dengan sistem-sistem yang lain seperti ekonomi, politik, sosial, ketenaga kerjaan serta religi dan moral.

  55. NIM : 5202417008

    3. Pendidikan kejuruan bejalan berdasarkan prinsip efisiensi dan investasi
    a. Pada prinsip investasi peserta didik merupakan sebuah modal sumber daya manusia yang terampil, oleh karena itu semakin tinggi pendidikan atau pelatihan seseorang maka hal tersebut akan menjadikan meningkatnya produktifitas dan akhirya meningkatkan upah yang lebih tinggi.
    b. Pada prinsip efisiensi memiliki keterkaitan dengan produktifitas atau kinerja dari peserta didik, dimana visi atau tujuan yang akan dicapai dengan cara seminimal mungkin namun memuaskan.

  56. NIM : 5202417008

    4. Landasan psikologi lebih berbicara, bagaimana cara mengajar sesuatu agar dapat diterima oleh peserta didik, karena manusia diciptakan dengan berbagai perbedan fisik, intelektual, emosional dan spiritual. Oleh karena itu muncul metode pembelajaran yang berbeda.

  57. NIM : 5202417008

    5. Sosiologi merupakan ilmu yang memusatkan perhatian pada hubungan antar manusia, antar kelompok dan antar system, oleh karena itu pendidikan kejuruan memiliki prinsip kerjasama dan kolaborasi yang menjadi aspek penting dalam penyelenggaranya.sehingga akan terjadi keharmonisan hubungan antar individu atau system dengan system yang lainya.

  58. NIM : 5202417008

    6. Link and Match (Keterkaitan dan Kecocokan) atau dapat diartikan bahwa adanya suatu keterkaitan antara lembaga pendidikan dengan dunia kerja dimana lembaga pendidikan merupakan penyedia SDM yang siap dan terampil untuk dapat bekerja pada suatu perindustrian.

  59. 5202417043

    1. Landasan hukum pelaksanaan pendidiian kejuruan di indonesia :
    – UU RI No. 2 Tahun 1989 BAB IV Pasal 11 ayat 1 dan 3 “Jenis pendidikan yang termasuk jalur pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan akademik dan pendidikan profesional. dan Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu.”
    – PP No. 29 tahun 1990 BAB 1 Pasal 1 Ayat 3 “Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang
    mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu.”

  60. 5202417043

    2. Landasan Filosofis pendidikan kejuruan di Indonesia Ada 2 yaitu
    – Eksistensialisme
    pendidikan kejuruanharus mengembangkan kemampuan dan keterampilan manusia
    -Esensialisme
    Pendidikanbkejuruan harus mengaitkan dirinya dengan sistem sistem lain seperti, Ekonomi,sisitem ketatanegaraan, politik, Religi sosial dan moral.

  61. 5202417043

    3. Landasan ekonomi pendidikan kejuruan di Indonesia yaitu Efisiensi dan Investasi ,Pendidikan kejuruan harus dijalankan atas dasar efisiensi baik eksternal maupun eksternal,dan pendidikan kejuruan harus dijalankan atas prinsip investasi atau human capital. Jika semakin tinggi tingkat pendidikan seharusnya tingkat produktifitas semakin tinggi dan menghsailkan upah yang lebih tinggi.

  62. 5202417043

    4. Landasan psikologis pendidikan kejuruan di Indonesia yaitu Bagaimana seorang pendidik memberikan materi kepada peserta didik dengan adanya perbedaan dimensi fisik ,emosional ,intelektual, dan spiritual tiap siswa. Sehingga metode penyampaian materi pada tiap siswa seharusnya berbeda beda .

  63. 5202417043

    5. Landasan Sosiologi pendidikan kejuruan di Indonesia yaitu segala upaya yang dilakukan harus selalu berpegang teguh kepada keharmonisan antar individu, antar Pendidikan dan sistem lain,

  64. 5202417043

    6 . Link and match
    Link and match dalam pendidikan kejuruan berupa pengenalan sistem ganda, penggalakkan unit produksi, penerapan KBK, dan pengenalan broad

  65. 5202417003

    1. UU RI Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Bab IV Pasal 11 ayat 1 dan 3 yang berbunyi : ” Jenis pendidikan yang termasuk jenis pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan akademik dan pendidikan profesional” serta ayat 15. “Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan umum, pendidijan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, dan pendidikan keagamaan.
    PP Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan pendidikan menengah, Bab 1 pasal 1 ayat 3 yang menjelaskan, ” pendidikan menengah yang mengutamakan perkembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu.
    UU No 20 Tahun 2003 pasal 15 menjelaskan bahwa sekolah menengah kejuruan sebagai bentuk satuan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

  66. 5202417003

    2. Filosofi adalah pandangan yang dianggap benar dan baik.
    Landasan Filosofis Pendidikan Kejuruan di Indonesia ada 2, yaitu :
    a) Eksistensialisme, berpandangan bahwa pendidikan kejuruan harus mengembangkan eksistensi/keberadaan manusia untuk bertahan hidup, bukan merampasnya.
    b) Esensialisme berpandangan bahwa pendidikan kejuruan harus mengaitkan dirinya dengan sistem-sistem yang lain seperti ekonomi, politik,sosial, ketenagakerjaaan serta religi dan moral.

  67. 5202417003

    3. Landasan Pendidikan Kejuruan di Indonesia ada 2, yaitu :
    a) Prinsip efisiensi, yaitu berkaitan dengan produktifitas dan waktu. Jadi dalam waktu yang telah ditentukan peserta didik harus mampu menguasai Kompetensi Dasar yang telah ditentukan.
    b) Prinsip investasi, yaitu peserta didik merupakan sebuah modal sumber daya manusia yang terampil, oleh karena itu semakin tinggi pendidikan atau pelatihan seseorang maka hal tersebut akan menjadikan meningkatnya produktifitas dan akhirya meningkatkan upah yang lebih tinggi, sehingga kehidupan rakyat semakin makmur dan negara semakin tinggi dana pemasukannya.

  68. 5202417003

    4. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.
    Landasan Psikologi di Indonesia adalah Bagaimana mengajarkan ilmu kepada setiap peserta didik yang memiliki pribadi yang berbeda. Oleh karena itu munculah Metode Pembelajaran

  69. 5202417003

    5. Manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang hidup berdampingan dengan sesamanya. Oleh karena itu dalam Pendidikan Kejuruan harus dilandaskan dengan landasan Sosial yaitu mengajarkan hubungan antar manusia, antar kelompok, dan sistem.

  70. 5202417003

    6. Link and Match (Keterkaitan dan Kecocokan) berarti Pendidikan Kejuruan harus memiliki kaitan atau hubungan dengan lembaga lain seperti dunia usaha, dan penerapan sistem ganda, serta mengajarkan ilmu yang sesuai dengan kejuruannya dan juga ilmu dan teknologi yang terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here