PRAKTIK KELISTRIKAN BODI (KAMIS)

92
957

Perhatikan gambar rangkaian system power window di atas. Gambar tersebut adalah salah satu macam skema sistem power window pada mobil. Saklar utama power window dapat mengontrol semua kaca jendela di semua pintu, sedangkan di setiap pintu penumpang hanya bias mengoperasikan satu jendela saja. Pelajari rangkaian tersebut dan baca dari berbagai referensi, kemudian analisis dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Jelaskan fungsi dari komponen-komponen yang ada pada system power window.
  2. Jelaskan cara kerja system power window di atas, jika kontak pada unit saklar F di saklar pintu power window digeser ke posisi T.
  3. Bagaimanakah konsep mengunci jendela agar tidak bisa dioperasikan oleh penumpang pada system power window? Jelaskan.
  4. Mengapa pengemudi masih bisa mengoperasikan jendela lainnya meski pada semua pintu power window sudah pada posisi terkunci?
  5. Jika pengemudi menekan tombol unit saklar B ke posisi T, dan secara bersamaan penumpang menekan tombol pada unit saklar E ke posisi N, apakah yang akan terjadi? Jelaskan.
  6. Jika akan mengukur arus yang mengalir ke circuit breaker saat power window dioperasikan, bagaimanakah caranya. Bagaimana juga cara mengukur tegangan yang bekerja pada relai power window?

Silakan diskusikan dengan teman-teman dan jawaban bisa ditulis di dalam kolom komentar. Perlu diperhatikan: 1) setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) meskipun hasil diskusi bersama, 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). Jawaban ditunggu sampai hari Jumat, 6 September 2019 pukul 17.00. Selamat berdiskusi (DW).

SHARE
Previous articleTEKNIK TENAGA LISTRIK (RABU)
Next articleTEORI KELISTRIKAN OTOMOTIF (KAMIS)
Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES)

92 COMMENTS

  1. Muhammad Setiawan Dwi Saputro
    5202417060

    1. -Baterai berfungsi sebagai sumber tegangan
    – Kunci Kontak berfungsi untuk memutus dan menyambungkan arus pada kumparan relay powerwindow
    – Sircuit Breaker berfungsi sebagai pengaman untuk memutuskan hubungan arus yang berlebihan pada sistem sehingga tidak terjadi kerusakan
    – Relay Powerwindow berfungsi menyalurkan arus dari baterai ke sistem powerwindow saat kunci kontak pada posisi on
    – Saklar Utama berfungsi sebagai saklar pengontrol seluruh pintu pada kendaraan
    – Saklar Pintu berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan kaca sesuai keinginan
    – Motor berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi gerak sebagai sumber tenaga untuk membuka dan menutup jendela
    – Regulator berfungsi merubah gerak putar dari motor menjadi gerakan lurs naik dan turun untuk membuka dan menutup kaca pada kendaraan.

    • 1. ( Baterai ) berfungsi untuk sumber arus dan tegangan pada rangkaian kelistrikan.
      ( Fuse ) berfungsi unruk pengaman rangkaian kelistrikan saat terjadi arus berlebih maka fuse terlebih dahulu yang putus karena panas.
      ( Kunci Kontak ) berfungsi sebagai saklar utama.
      ( Sircuit Breaker ) sama seperti fuse berfungsi sebagai pengaman rangkaian power window dari arus yang berlebihan yang dapat menyebabkan kerusakan.
      ( Relay Powerwindow ) berfungsi sebagai pengaman dan menyalurkan arus dari baterai ke sistem powerwindow saat kunci kontak pada posisi on
      ( Saklar Utama ) berfungsi sebagai pengatur utama jendela pada semua pintu kendaraan. Sebagai inputan untuk mengaktifkan rangkaian kelistrikan.
      ( Saklar Pintu ) berfungsi sebagai untuk mengatur jendela pada pintu tertentu kendaraan. Sebagai inputan untuk mengaktifkan rangkaian kelistrikan.
      ( Motor ) berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.
      ( Kabel ) berfungsi untuk mengalirkan arus dan tegangan pada rangkaian kelistrikan power window dari aki sampai ke massa.

  2. Nama : Aji Prasetyo U
    Nim. : 5202417064
    1. a. Aki/Baterai berfungsi sebagai sumber arus.
    b. Sekering berfungsi untuk mengamankan rangkaian kelistrikan dari arus dengan ampere besar.
    c. Saklar berfungsi untuk mengaktifkan suatu rangkaian kelistrikan. Pada power window, saklar digunakan untuk mengendalikan kaca jendela agar bergerak naik atau turun.
    d. Kabel penghubung berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari aki sampai ke motor listrik.
    e. Power window motor berfungsi sebagai aktuator yang akan mengubah energi listrik menjadi gerakan putaran.
    f. Transfer gear berfungsi untuk menyalurkan putaran dari output motor ke pulley.
    g. Glass holder adalah braket penahan kaca mobil, braket ini akan menahan kaca agar tidak jatuh.
    h. Sircuit Breaker berfungsi sebagai pengaman untuk memutuskan hubungan arus yang berlebihan pada sistem sehingga tidak terjadi kerusakan.
    I. Relay Powerwindow berfungsi menyalurkan arus dari baterai ke sistem powerwindow saat kunci kontak pada posisi on.
    J. Regulator berfungsi merubah gerak putar dari motor menjadi gerakan lurs naik dan turun untuk membuka dan menutup kaca pada kendaraan.

  3. Nama : Aji Prasetyo U
    Nim. : 5202417064
    2. cara kerja system power window di , jika kontak pada unit saklar F di saklar pintu power window digeser ke posisi T yaitu arus dari baterai menuju fusse lalu ke kunci kontak ke fusse menuju kumparan lalu ke masa sehingga mengaktifkan relay power window terus arus dari baterai ke circuit breaker ke relay power window saklar utama power window C menuju terminal T ke F lalu ke motor power window lalu menuju ke massa sehingga kaca jendela mobil menjadi turun

  4. Nama : Aji Prasetyo U
    Nim. : 5202417064
    3. konsep mengunci jendela agar tidak bisa dioperasikan oleh penumpang pada system power window yaitu dengan cara mengaktifkan saklar pengunci power window menyebabkan saklar pada penumpang tidak ada arus positif dari baterai karena plat kontak tidak terhubung

  5. Nama : Aji Prasetyo U
    Nim. : 5202417064
    4. Karena arus positif dari baterai menuju circuit breaker ke relay power window ke N atau T tergantung pengengmudi mau naikan/turunkan kaca jendela mobil lalu ke motor power window lalu ke massa sehingga bisa mengaktifkan saklar tanpa harus menekan tombol pengunci power window

  6. Nama : Aji Prasetyo U
    Nim. : 5202417064
    5. Tidak terjadi apa – apa pada pergerekan kaca jendela mobil karena arus dari baterai menuju ke fusse ke kunci kontak lalu arus dari baterai ke circuit breaker ke relai lalu ke terminal T ke B lalu ke E menuju motor ke N terus plat kontak karena tidak terdapat massa maka saklar tidak aktif pada pengemudi dan penumpang

  7. Nama : Aji Prasetyo U
    Nim. : 5202417064
    6. a. Mengukur arus mengalir dengan mengunakan kabel dari positif baterai hubungkan dengan Ampere meter lalu hubungkan kabel ampere yang satunya ke circuit breaker lalu ke negatif/masaa
    b. Mengukur tegangan dengan mengunakan voltmeter caranya probe positif ke 87 relay dan yang satunya ke massa relay

  8. Nama : Moh Zuhad Rikzal Himam
    NIM : 5202417047
    1. -Aki adalah komponen penyimpan listrik yang menyediakan sumber tenaga untuk sistem power window.
    -Sekering berfungsi untuk mengamankan rangkaian kelistrikan dari arus dengan ampere besar.
    -Saklar adalah komponen untuk mengaktifkan suatu rangkaian kelistrikan, saklar pada power window digunakan untuk mengendalikan kaca jendela agar bergerak naik atau turun.
    -Kabel berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari aki sampai ke motor listrik.
    -Power window motor berfungsi sebagai aktuator yang akan mengubah energi listrik menjadi gerakan putaran.
    -Transfer gear berfungsi untuk menyalurkan putaran dari output motor ke pulley.
    -Glass holder adalah braket penahan kaca mobil, braket ini akan menahan kaca agar tidak jatuh.
    -Glass holder track merupakan jalur atau track yang dijadikan lintasan pergerakan glass holder.

  9. Nama : Moh Zuhad Rikzal Himam
    NIM : 5202417047
    2. Cara kerja system power window di atas, jika kontak pada unit saklar F di saklar pintu power window digeser ke posisi T yaitu : arus mengalir dari baterai menuju kunci kontak lalu melalui fuse menuju kumparan pada relay dan bertemu massa sehingga mengaktifkan relay power window, kemusian arus dilanjutkan dari circuit breaker melewati relay yg telah aktif dan melewati saklar utama di pintu pengemudi, kemudian mengalir menuju saklar F yang berpindah pada posisi T, kemudian jendela turun.

  10. Nama : Moh Zuhad Rikzal Himam
    NIM : 5202417047
    3. Konsep mengunci jendela agar tidak bisa dioperasikan oleh penumpang pada system power window yaitu : dengan menggeser plat kontak yang ada pada saklar utama power window supaya saklar penumpang (E,F, dan G) tidak mendapat arus positif dan penumpang tidak akan bisa mengoperasikan sistem power window.

    • Nama: M Setiawan Dwi S
      Nim:5202417060
      2. cara kerja system power window yaitu pada saat kunci kontak ON maka relay power window akan aktif dan jika kontak pada unit saklar F di saklar pintu power window digeser ke posisi T yaitu arus dari baterai menuju fusse lalu ke kunci kontak ke fusse menuju kumparan lalu ke masa sehingga mengaktifkan relay power window terus arus dari baterai ke circuit breaker ke relay power window saklar utama power window C menuju terminal T ke F lalu ke motor power window lalu menuju ke massa sehingga kaca jendela mobil menjadi turun

  11. Nama : Moh Zuhad Rikzal Himam
    NIM : 5202417047
    4. Pengemudi masih bisa mengoperasikan jendela lainnya meski pada semua pintu power window sudah pada posisi terkunci karena pada saklar utama power window tidak terhubung dengan plat kontak pengunci saklar penumpang sehingga saklar B,C, dan D tetap teraliri arus positif.

  12. Hanif Yusuf Mahendra
    5202417061

    1. -Aki adalah komponen penyimpan daya listrik dan sebagai sumber daya listrik
    -Sekering berfungsi untuk mengamankan rangkaian kelistrikan dari arus dengan ampere besar.
    -Saklar berfungsi untuk mengaktifkan suatu rangkaian kelistrikan
    -Kabel penghubung berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari aki sampai ke motor listrik
    -Power window motor berfungsi sebagai aktuator yang akan mengubah energi listrik menjadi gerakan
    putaran.
    -Transfer gear berfungsi sebagai penyalurkan putaran dari output motor ke pulley.
    -Kawat penghubung berfungsi seperti rantai yang akan menarik glass holder saat pulley di dalam
    transfer gear saat berputar.
    -Glass holder berfungsi sebagai penahan agar kaca tidak jatuh.
    -Regulator berfungsi sebagai perubah gerak putar dari motor menjadi gerakan lurus naik dan turun untuk
    membuka dan menutup kaca pada kendaraan.

  13. Nama : Moh Zuhad Rikzal Himam
    NIM : 5202417047
    5. Jika pengemudi menekan tombol unit saklar B ke posisi T, dan secara bersamaan penumpang menekan tombol pada unit saklar E ke posisi N yang terjadi yaitu : kaca jendela tidak bergerak naik maupun turun karena motor power window tidak mendapat massa atau tidak ada beda potensial sehingga arus tidak dapat mengalir dan menyebabkan motor power window diam tidak bergerak.

  14. Nama : Moh Zuhad Rikzal Himam
    NIM : 5202417047
    Cara mengukur arus yang mengalir ke circuit breaker saat power window dioperasikan yaitu : dengan memutus kabel antara circuit breaker dengan relay power window dan menghubungkan salah satu kabelnya dengan probe positif multimeter dan kabel satunya pada probe negatif dan dengan mengoprasikan sistem powir window, lalu akan terbaca arus yang mengalir pada circuit breaker.
    Cara mengukur tegangan yang bekerja pada relai power window yaitu : dengan menghubungkan probe positif multimeter pada terminal 87 relay dan probe negatif pada terminal negatif relay.

    • Nama : Moh Zuhad Rikzal Himam
      NIM : 5202417047
      6. Cara mengukur arus yang mengalir ke circuit breaker saat power window dioperasikan yaitu : dengan memutus kabel antara circuit breaker dengan relay power window dan menghubungkan salah satu kabelnya dengan probe positif multimeter dan kabel satunya pada probe negatif dan dengan mengoprasikan sistem powir window, lalu akan terbaca arus yang mengalir pada circuit breaker.
      Cara mengukur tegangan yang bekerja pada relai power window yaitu : dengan menghubungkan probe positif multimeter pada terminal 87 relay dan probe negatif pada terminal negatif relay.

  15. Nama:M Setiawan Dwi S
    Nim:5202417060
    3. Konsep untuk mengunci jendela agar tidak dapat dioperasikan oleh penumpang pada system power window yaitu dengan cara menggeser plat kontak yang ada pada saklar utama power window supaya saklar penumpang (E,F, dan G) tidak mendapat arus positif dan penumpang tidak akan bisa mengoperasikan sistem power window oleh karena itu penumpang tidak dapat mengoprasikan sistem power window / menaikkan dan menurunkan jendela kendaraan.

  16. Nama:M Setiawan Dwi S
    Nim:5202417060
    4. Pengemudi masih bisa mengoperasikan jendela lainnya meski pada semua pintu power window sudah pada posisi terkunci , karena pada saklar utama power window tidak terhubung dengan plat kontak pengunci saklar penumpang sehingga saklar B,C, dan D tetap teraliri arus positif. Oleh karena itu pengemudi masih bisa mengoperasikan jendela lainnya meski pada semua pintu power window sudah pada posisi terkunci.

  17. Nama:M Setiawan Dwi S
    Nim:5202417060
    5.Apabila Jika pengemudi menekan tombol unit saklar B ke posisi T, dan secara bersamaan penumpang menekan tombol pada unit saklar E ke posisi N yang terjadi yaitu pada kaca jendela tidak akan bergerak naik maupun turun karena motor power window tidak mendapat massa atau tidak ada beda potensial sehingga arus tidak dapat mengalir dan menyebabkan motor power window diam tidak akan bergerak.

  18. 6. -Cara mengukur arus yang mengalir ke circuit breaker pada saat power window dioperasikan yaitu dengan cara memutus kabel antara circuit breaker dengan relay power window dan menghubungkan salah satu kabelnya dengan probe positif multimeter dan kabel satunya pada probe negatif dan dengan mengoprasikan sistem powir window, lalu akan terbaca arus yang mengalir pada circuit breaker.
    -Cara mengukur tegangan yang bekerja pada relai power window yaitu dengan cara menghubungkan probe positif multimeter pada terminal 87 relay dan probe negatif pada terminal negatif relay.

  19. Nama : Ricky Ferdyansyah
    Nim : 5202417048
    * Baterai berfungsi sebagai sumber arus&tegangan.
    * Kunci Kontak berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus pada kumparan relay powerwindow
    * Sircuit Breaker fungsinya sebagai pengaman yaitu ketika ada arus yang berlebihan pada sistem dia bekerja memutus arus tersebut sehingga tidak terjadi kerusakan pada sistem
    * Relay Powerwindow berfungsi menhubungkan arus dari baterai ke sistem powerwindow saat kunci kontak pada posisi on
    * Saklar Utama berfungsi sebagai saklar pengontrol seluruh pintu pada kendaraan, letaknya di pintu pengemudi.
    * Saklar Pintu berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan kaca sesuai keinginan.
    * Motor berfungsi sebagai sumber tenaga yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak sebagai untuk membuka dan menutup jendela
    * Regulator berfungsi merubah gerak putar dari motor menjadi gerakan lurus naik dan turun untuk membuka dan menutup kaca pada kendaraan.

  20. Nama : Ricky Ferdyansyah
    Nim : 5202417048

    2.cara kerja system power window jika kontak pada unit saklar F di saklar pintu power window digeser ke posisi T yaitu arus dari baterai menuju fusse lalu bercabang yang satu lewat Kunci kontak kemudian ke kumparan relay power window kemudian ke massa sehingga mengaktifkan relay power window tersebut dan yang satunya arus dari baterai ke fuse ke circuit breaker ke relay power window saklar utama power window C menuju terminal T lalu ke terminal F lanjutke motor power window setelahnya menuju ke massa sehingga motor power window aktif dan kaca jendela mobil menjadi turun

  21. Nama : Ricky Ferdyansyah
    Nim : 5202417048

    3.Konsep mengunci jendela agar tidak bisa dioperasikan oleh penumpang pada system power window yaitu : dengan mengaktifkan plat kontak yang ada pada saklar utama power window (letaknya pada pintu pengemudi), supaya saklar E,F, dan G ( sakkar penumpang) tidak mendapat arus dan penumpang tidak akan bisa mengoperasikan sistem power window.

  22. Nama : Ivan Yoan Ferial
    NIM : 5202417045

    1. – Baterai sebagai sumber arus & tegangan
    – kunci kontak berfungsi memutus dan menghubungkan arus ke relay power window
    – fuse sebagai pengaman ketika ada arus yang berlebihan
    – relay power window sebagai pengaman saklar power window juga sebagai penghubung arus dari baterai ke saklar
    – saklar berfungsi mengaktifkan motor power window
    – motor power window berfungsi mengubah tenaga listrik menjadi tenaga putar
    – circuit breaker sebagai pengaman saat ada arus yang berlebihan pada sistem

  23. Nama : Ricky Ferdyansyah
    Nim : 5202417048

    4. Pengemudi masih bisa mengoperasikan jendela lainnya meski pada semua pintu power window sudah pada posisi terkunci , itu dikarenakan pada saklar utama power window sumber arusnya tidak terhubung dengan plat kontak pengunci saklar penumpang sehingga saklar B,C, dan D tetap dapat teraliri arus. Oleh karena itu pengemudi masih dapat mengoperasikan jendela lainnya meski pada semua pintu power window sudah pada posisi terkunci.

  24. Nama : Ivan Yoan Ferial
    NIM : 5202417045

    2. Arus dari baterai menuju Kunci kontak lalu ke fuse masuk ke kumparan relay power window dan mendapat massa sehingga terjadi kemagnetan dan kontak relay terhubung. Ketika kontak relay terhubung arus dari baterai masuk ke circuit breaker melewati relay power window. Jika saklar pengunci pada saklar utama posisi OFF arus dari relay melewati saklar pengunci menuju F Turun dan menggerakkan motor sehingga kaca turun kebawah. Jika saklar pengunci ON arus akan terhenti sehingga tidak ada arus ke motor.

  25. Nama : Ivan Yoan Ferial
    NIM : 5202417045

    3. Agar kaca jendela tidak bisa dioperasikan oleh penumpang maka saklar pengunci pada saklar utama harus diaktifkan. Sehingga saklar membuka dan arus tidak mengalir ke masing-masing saklar penumpang

  26. Nama : Ivan Yoan Ferial
    NIM : 5202417045

    4. Karena saklar utama pada pengemudi mendapatkan arus langsung dari relay tanpa melewati saklar pengunci. Sedangkan saklar pada penumpang ketika akan dioperasikan harus mendapatkan arus dari saklar pengunci

  27. Nama : Ivan Yoan Ferial
    NIM : 5202417045

    4. Karena saklar utama pada pengemudi mendapatkan arus langsung dari relay tanpa melewati saklar pengunci. Sedangkan saklar pada penumpang ketika akan dioperasikan harus mendapatkan arus dari saklar pengunci

  28. Nama:Ricky Ferdyansyah
    Nim : 5202417048

    5. Yang terjadi ketika pengemudi menekan tombol unit saklar B ke posisi T, dan secara bersamaan penumpang menekan tombol pada unit saklar E ke posisi N, yaitu Tidak terjadi apa apa, pada kaca jendela tidak akan bergerak naik maupun turun karena motor power window tidak mendapat massa atau tidak ada beda potensial sehingga arus tidak dapat mengalir dan menyebabkan motor power window diam tidak akan bergerak.

  29. Nama : Ivan Yoan Ferial
    NIM : 5202417045

    5. Jika saklar pengunci ON maka kaca akan turun karena saklar E Naik tidak mendapat arus. Jika saklar pengunci OFF maka kaca tidak bergerak karena pada motor mendapatkan 2 buah arus positif masuk

  30. Nama : Ivan Yoan Ferial
    NIM : 5202417045

    6. – cara mengukur arus pada circuit breaker dengan menggunakan multimeter seting pada DCA, hubungkan probe positif ke terminal/ kaki circuit breaker yang menuju ke relay. Dan probe negatif ke massa
    – cara mengukur tegangan relay menggunakan multimeter pada DCV. hubungan probe positif pada terminal 87 dan probe negatif ke massa

  31. Nama : Gunawan Adi Prasetyo
    NIM: 5202417059

    1. – Baterai/aki berfungsi sebagai sumber utama arus
    – Sekering berfungsi sebagai pengaman rangkaian kelistrikan dari arus dengan ampere besar agar tidak terjadi konsleting
    – Saklar berfungsi untuk mengaktifkan suatu rangkaian kelistrikan. Pada powerwindow, saklar digunakan untuk mengendalikan kaca jendela agar bergerak naik atau turun
    – Relay Powerwindow berfungsi menyalurkan arus dari baterai ke sistem powerwindow saat kunci kontak pada posisi ON
    – Kabel penghubung berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari baterai sampai ke motor listrik
    – Transfer gear berfungsi untuk menyalurkan putaran dari output motor ke pulley
    – Power window motor berfungsi sebagai aktuator yang akan mengubah energi listrik menjadi energi gerakan putaran
    – Glass holder adalah braket penahan kaca agar tidak jatuh kebawah
    – Sircuit Breaker berfungsi sebagai pengaman untuk memutuskan hubungan arus yang berlebihan pada sistem sehingga tidak terjadi kerusakan
    – Regulator berfungsi merubah gerak putar dari motor menjadi gerakan lurs naik dan turun untuk membuka dan menutup kaca pada kendaraan

  32. Nama : Gunawan Adi Prasetyo
    NIM : 5202417059

    2. Cara kerja system power window di atas adalah, ketika kunci kontak posisi ON lalu kontak pada unit saklar F di saklar pintu power window digeser ke posisi T maka arus akan mengalir dari baterai menuju kunci kontak lalu melalui fuse menuju kumparan pada relay dan bertemu massa sehingga mengaktifkan relay power window, kemudian arus dilanjutkan dari circuit breaker melewati relay yang telah aktif dan melewati saklar utama C di pintu pengemudi, kemudian mengalir menuju saklar F yang berpindah pada posisi T lalu ke motor power window lalu menuju kemassa, akibatnya jendela kaca mobil akan bergerak turun.

  33. Nama : Gunawan Adi Prasetyo
    NIM : 5202417059

    3. konsep mengunci jendela agar tidak bisa dioperasikan oleh penumpang pada sistem power window yaitu dengan cara mengaktifkan saklar pengunci power window menyebabkan saklar pada penumpang (E, F, G) tidak mendapat arus positif dari baterai karena plat kontak tidak terhubung sehingga penumpang tidak dapat menggerakkan/mengoperasikan jendela

  34. Nama : Gunawan Adi Prasetyo
    NIM : 5202417059

    4. Pengemudi masih bisa mengoperasikan jendela lainnya meski pada semua pintu power window sudah pada posisi terkunci , karena pada saklar utama power window tidak terhubung dengan plat kontak pengunci saklar penumpang sehingga saklar B, C, dan D tetap teraliri arus positif. Oleh karena itu pengemudi masih bisa mengoperasikan jendela lainnya meski pada semua pintu power window sudah dalam pada posisi terkunci.

  35. Nama : Gunawan Adi Prasetyo
    NIM : 5302417059

    5. Jika pengemudi menekan tombol unit saklar B ke posisi T, dan secara bersamaan penumpang menekan tombol pada unit saklar E ke posisi N yang terjadi maka yaitu kaca jendela tidak bergerak naik maupun turun karena motor power window tidak mendapat massa atau tidak ada beda potensial sehingga arus tidak dapat mengalir dan menyebabkan motor power window diam tidak bergerak.

  36. Nama : Gunawan Adi Prasetyo
    NIM : 5202417059

    6. -Cara mengukur arus yang mengalir ke circuit breaker saat power window dioperasikan yaitu dengan memutus kabel antara circuit breaker dengan relay power window dan menghubungkan salah satu kabelnya dengan probe positif multimeter dan kabel satunya pada probe negatif dan dengan mengoprasikan sistem powir window, lalu akan terbaca arus yang mengalir pada circuit breaker.
    -Cara mengukur tegangan yang bekerja pada relai power window yaitu dengan menghubungkan probe positif multimeter pada terminal 87 relay dan probe negatif pada terminal negatif relay.

  37. Nama : Ricky Ferdyansyah
    Nim : 5202417048

    6. *Cara untuk mengukur arus yang mengalir melewati circuit breaker saat power window dioperasikan yaitu langkah pertama yaitu dengan memutus kabel antara circuit breaker dengan relay power window,
    gunakan multimeter dengan selector DC ampere dan pastikan alat telah di kalibrasi lalu hubungkan probe positif (merah) multimeter pada kabel yg keluar dari circuit breaker dan probe negatif (hitam) dengan kabel yang akan masuk ke relay power window dan saat yang sama sambil dengan mengoprasikan sistem power window, maka di multimeter akan terbaca arus yang melewatinya..

    *Sedangkan cara mengukur tegangan yang bekerja pada relai power window yaitu dengan menggunakan multimeter DC volt pastikan sebelum digunakan untuk mengukur terlebih dahulu lakukan kalibrasi,
    Lalu hubungkan probe positif (merah) multimeter pada terminal 87 relay dan probe negatif (hitam) pada massa baterai
    Disaat kunci kontak posisi on.. agar kontak relay aktif

  38. Nama : Muhammad Afiq Naufal
    NIM : 5202417046

    1) a. baterai/aki= berfungsi sebagai sumber listrik
    b. sekering/fuse= berfungsi memutuskan arus listrik pada saat terjadi hubung singkat (short) atau arus berlebih (over current).
    c. saklar= berufungsi untuk menghidupkan dan mematikan rangkaian listrik, pada power window saklar berfungsi untuk menurunkan dan menaikan kaca jendela mobil.
    d. transfer gear= berfungsi penyalur putaran dari output motor ke pulley
    e. circuit breaker= berfungsi sebagai pengaman untuk memutuskan arus yang berlebihan
    f. relay power window= berfungsi menyalurkan arus dari baterai ke system rangkaian power window saat kunci kontak on
    g. glass holder= berfungsi menahan kaca mobil agar tidak jatuh
    d. kabel= berfungsi sebagai penghantar arus listrik dari baterai sampai ke motor listrik
    e. motor power window= berfungsi sebagai actuator

  39. Nama : Muhammad Afiq Naufal
    NIM : 5202417046

    2. jika saklar pengunci OFF kontak pada unit saklar F di saklar pintu power window digeser ke posisi T maka arus dari baterai mengalir ke fuse lalu ke relay power window dan massa terjdi kemagnetan kemudian arus bisa mengalir ke circuit breaker melewati relay power window lalu ke C saklar utama dan ke T pada saklar F lalu ke motor power window dan massa kemudian kaca jendela menjadi turun. Jika saklar pengunci ON maka arus akan terhenti karena plat kontak tidak terhubung dan tidak bisa menuju ke saklar C , F dan motor.

  40. Nama : Muhammad Afiq Naufal
    NIM : 5202417046

    3. konsep mengunci jendela agar tidak bisa dioperasikan oleh penumpang pada system power window adalah mengaktifkan saklar pengunci yang menyebabkan plat kontak pada saklar utama power window terputus sehingga saklar E,F,G tidak mendapat arus dan penumpang tidak bisa menaikan atau menurunkan jendela mobil

  41. Nama : Muhammad Afiq Naufal
    NIM : 5202417046

    4. pengemudi masih bisa mengoperasikan jendela lainnya meski pada semua pintu power window sudah pada posisi terkunci, karena arus pada saklar utama A,B,C,D tidak terhubung dengan plat kontak pengunci sehingga saklar B,C,D tetap bisa dialiri arus.

  42. Nama : Muhammad Afiq Naufal
    NIM : 5202417046

    5. jika pengemudi menekan tombol unit saklar B ke posisi T, dan secara bersamaan penumpang menekan tombol pada unit saklar E ke posisi N, yang akan terjadi adalah jika saklar pengunci ON maka kaca akan turun karena N saklar E tidak mendapat arus. Jika saklar pengunci OFF maka tidak terjadi apa-apa(tidak naik/turun) karena mendapat dua arus positif masuk.

  43. 2. Saat kontak plate pada saklar F terhubung ke terminal T maka arus akan mengalir dari batterai ke fusible link lalu ke kunci kontak, menuju ke fuse power window, ke relai power window dan mengaktifkan magnet pada kumparan relay lalu ke massa.
    Pada saat yang sama maka plat kontak relai tertarik dan menempel sehingga arus dari batterai, ke circuit breaker lalu ke relai power window lalu ke saklar utama, seterusnya menuju ke terminal T, lalu ke motor power window, ke plat kontak tengah saklar F lalu ke massa. Sehingga motor power window berputar untuk menurunkan jendela kendaraan.

  44. Nama : Muhammad Afiq Naufal
    NIM : 5202417046

    6. -Cara mengukur arus yang mengalir pada circuit breaker yaitu dengan memutus kabel antara circuit breaker dan relay power window kemudian selector pada posisi DCA hubungan probe postif ke kabel setelah circuit breaker dan probe positif ke kabel sebelum relay,maka dengan mangaktifkan system power window akan terbaca arus yang mengalir pada circuit breaker
    -cara mengukur tegangan pada relay power window yaitu dengan multimeter DCV hubungkan probe positif ke terminal 87 relay dan probe negatif ke massa

  45. 3. Konsep pengunci jendela agar tidak dioprasikan penumpang yaitu dengan memutus tegangan dari positif batterai sehingga arus tidak akan mengalir ke motor apabila saklar dari pintu penumpang diaktifkan karna tidak ada beda potensial.

  46. Alfin Miftakhul Huda
    5202417057

    1. Baterai berfungsi sebagai sumber arus listrik
    2. Fuse bersungsi sebagai pengaman arus besar pada rangkaian
    3. Kunci kontak sebagai saklar atau pemutus dan penghubung arus
    4. Circuit breaker sebagai pemutus atau pengaman saat arus yang di berikan berlebihan
    5. Relay power window sebagai pengaman dan juga sebagai penyalur arus
    6. Saklar utaman power window sebagai saklar naik turun semua kaca
    7. Saklar pintu penumpang power window sebagai saklar kaca pada satu pintu saja
    8. Motor power window sebagai aktuator pengubah energi listrik menjadi gerak
    9. Refulator sebagai merubah gerak putar menjdi naik dan turun

  47. 4. Karna sumber tegangan positif dari batterai pada saklar utama ( pengemudi ) sedikit berbeda dengan saklar penumpang, pada saklar pengemudi tidak tegangan posisitf batterai tidak terhubung ke plat kontak pengunci.

  48. 5. Yang terjadi adalah motor power window tidak akan bekerja karna tidak ada beda potensial dan arus tidak akan mengalir, untuk jalur listriknya adalah dari batterai ke fusible link, ke circuit breaker, ke relay power window melalui plat kontak yang teratrik karna kumparan magnet aktif, ke saklar utama, ke terminal B lalu ke saklar penumpang melalui terminal tengah, ke motor, lalu ke termial N. Sedangkan disini terminal N juga dialiri tegangan positif batterai sehingga tidak ada beda potensial dan arus listrik tidak mengalir.

  49. Alfin Miftakhul Huda
    5202417057

    2. Kunci kontak ON arus mengalir dari baterai ke fuse dan ke relay power window dan relay power window terhubung arus yang dari fuse bercabang melewati circuit breaker dan melewati relay lalu mengalir ke saklar F dan melewati posisi T lalu ke motor power window dan naik ke saklar C dan menuju massa , dan motor berputar menggerakan kaca turun .

  50. Alfin Miftakhul Huda
    5202417057

    3.dengan cara menekan saklar pengunci dan arus tidak dapat mengalir ke saklar penumpang sehingga penumpang tidak dapat mengaktifkan saklar power windownya.

  51. 6. Mengukur arus yang mengalir pada circuit breaker dengan cara dengan melepas kabel setelah circuit breaker dan sebelum relay power window. Atur selector pada posisi DCA hubungan probe postif ke kabel setelah circuit breaker dan probe positif ke kabel sebelum relay, lalu tekan tekan salah satu saklar, saat motor power window bekerja maka arus akan terbaca.
    Mengukur tegangan pada relay power window yaitu dengan mengatur selektor multimeter pada DCV, hubungkan probe positif ke terminal 87 relay dan probe negatif ke massa, pastikan juga kunci kontak pada posisi on agar magnet pada kumparan relay aktif.

  52. Alfin Miftakhul Huda
    5202417057

    4. Karena saklar pada pengunci hanya disambungkan kepada penumpang saja dan pada saklar pengemudi tetap teraliri arus dan bisa menggerakan motor power window

  53. Nama : Ahmad Nur Agustian
    NIM : 5202417052
    1.
    • Baterai
    Penyimpan listrik yang akan menyediakan sumber tenaga untuk semua sistem kelistrikan termasuk power window.
    • Sekering
    Berfungsi untuk mengamankan rangkaian kelistrikan dari arus dengan ampere besar,
    • Saklar
    Komponen untuk mengaktifkan suatu rangkaian kelistrikan.
    • Kabel penghubung
    Berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari aki sampai ke motor listrik.
    • Power window motor
    Berfungsi sebagai aktuator yang akan mengubah energi listrik menjadi gerakan putaran.
    • Transfer gear
    Berfungsi untuk menyalurkan putaran dari output motor ke pulley.
    • Kawat penghubung
    Berfungsi layaknya rantai yang akan menarik glass holder saat pulley didalam transfer gear berputar.
    • Glass holder
    Penahan kaca mobil, braket ini akan menahan kaca agar tidak jatuh.
    • Glass holder track
    Jalur atau track yang dijadikan lintasan pergerakan glass holder.
    • Sircuit Breaker
    Berfungsi sebagai pengaman untuk memutuskan hubungan arus yang berlebihan pada sistem sehingga tidak terjadi kerusakan.

  54. Alfin Miftakhul Huda
    5202417057

    5. Maka tidak akan terjdi apa apa motor tidak dapat bergerak karena aliran arus terputus dan tidak mendapatkan massa.

  55. Nama : Ahmad Nur Agustian
    NIM : 5202417052
    2. Arus dari baterai menuju fusse lalu ke kunci kontak ke fuse lalu ke kumparan dan diteruskan ke masa sehingga mengaktifkan relay power window, kemudian arus dari baterai ke fuse ke circuit breaker ke relay power window menuju terminal T (F) lalu masuk ke motor power window dan keluar dari motor power window melalui kontak A dan diteruskan ke massa, maka motor power window aktif/bekerja sehingga kaca jendela mobil menjadi turun.

  56. Nama : Ahmad Nur Agustian
    NIM : 5202417052
    3. Yaitu dengan cara mengaktifkan saklar pengunci, jika saklar pengunci diaktifkan maka saklar pintu penumpang tidak dialiri oleh arus positif, sehingga saklar penumpang tidak dapat bekerja.

  57. Nama : Ahmad Nur Agustian
    NIM : 5202417052
    4. Karena arus positif dari baterai yang masuk ke saklar pengemudi dan jika ditekan N atau T arus menuju ke motor power window dan langsung diteruskan ke massa.

  58. Nama : Ahmad Nur Agustian
    NIM : 5202417052
    5. Jendela akan terdiam, artinya tidak bergerak keatas atau kebawah, karena tidak ada beda potensial. Arus yang masuk dari baterai melalui fuse ke kunci kontak melalui fuse ke kumparan dan diteruskan kemasa, lalu arus dari baterai menuju ke fuse lalu ke circuit breaker lalu ke relai power window menuju terminal T (B) kemudian ke motor power window lalu ke terminal N (E) dan arus terhenti karena positif bertemu positif.

  59. Alfin Miftakhul Huda
    5202417057

    6. – mengkukur circuit breaker multimeter dan putar selector pada DCA, hubung kan probe positif pada circuit breaker dan probe negatif pada massa.
    – mengukur tegangan relay power window menggunakan multimeter putar selector pada DCV , probe positif ke terminal 87 dan probe negatif ke massa.

  60. Nama : Ahmad Nur Agustian
    NIM : 5202417052
    6.
    • Cabut soket pada kabel circuit breaker, atur selector pada posisi DCA dan hubungkan probe positif multimeter ke kabel setelah circiut breaker dan probe negative hubungkan ke kabel relay power window.
    • Hubungkan probe positif multimeter pada terminal 87 relay dan probe negatif pada terminal negatif relay.

  61. Nama : Widi Santoso
    NIM : 5202417056

    1. a. Baterai berfungsi sebagai sumber arus dan tegangan.
    b. Kunci Kontak berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus pada sistim powerwindow
    c. Circuit Breaker berfungsi sebagai pengaman untuk memutuskan hubungan arus yang berlebihan pada sistim agar tidak terjadi kerusakan.
    d. Relay Power Window berfungsi sebagai saklar atau untuk menghubungkan arus dari baterai ke sistem power window saat kunci kontak pada ON.
    e. Saklar utama diganakan untuk mengontrol seluruh pintu pada kendaraan.
    f. Saklar pintu digunakkan untuk menaikkan dan menurunkan kaca.
    g. Motor digunakkan untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik yang digunakkan untuk menaikkan dan menurunkan jendela.
    h. Regulator berfungsi untuk merubah gerak putar dari motor menjadi gerakan lurus naik dan turun.
    i. Kaber untuk menghubungkan antar komponen agar terhubung.

  62. Nama : Widi Santoso
    NIM : 5202417056

    2. Saat kontak pada saklar F pada saklar pintu power window digeser ke posisi T maka arus dari baterai mengalir ke fussible link lalu ke kunci kontak kemudian ke fuse lalu menuju kumparan relay lalu ke masa sehingga mengaktifkan relay power window kemudian arus dari baterai menuju ke circuit breaker dan ke relay power window lalu saklar utama power window C menuju terminal T kemudan ke F lalu ke motor power window lalu menuju ke massa sehingga motor bergerak menggerakan kaca jendela mobil menjadi turun.

  63. Nama : Widi Santoso
    NIM : 5202417056
    3. Caranya yaitu dengan mengaktifkan saklar pengunci pada sklar utama, jika saklar pengunci aktif maka saklar pintu penumpang tidak mendapatkan arus positif, sehingga saklar penumpang tidak dapat bekerja.

  64. Nama : Widi Santoso
    NIM : 5202417056

    4. Karena hanya saklar pengunci yang dihubungkan ke sklar kepada penumpang sedangkan pada saklar pengemudi tetap mendapat aliran arus dari baterai dan mengakibatkan motor power window dapat bergerak.

  65. Nama : Widi Santoso
    NIM : 5302417056

    5. Jika pengemudi menekan tombol saklar B ke posisi T dan diwaktu yang sama penumpang menekan tombol pada unit saklar E ke posisi N maka kaca jendela tidak bergerak naik maupun turun karena motor power window tidak mendapat massa karena arus yang mengalir adalah arus positif dan bertemu positif maka akan manyebabkan motor power window diam tidak bergerak.

  66. Nama : Widi Santoso
    NIM : 5202417056

    6. a. Cara mengkukur circuit breaker dengan multimeter. Pertama putar selector pada DCA, hubung kan probe positif pada circuit breaker dan probe negatif pada massa,lalu baca hasilnya.
    b. Cara mengukur tegangan relay power window menggunakan multimeter putar selector pada DCV , probe positif ke terminal 87 dan probe negatif ke massa,lalu baca hasilnya.

  67. Rizky Yurido
    5202417062
    1. >baterai, sebagai sumber arus utama untuk rangkaian sistem power window
    >Fuse, sebagai pengaman rangkaian kelistrikan sistem power window dari arus yang berlebihan ataupun hubungan singkat
    >kunci kontak, memutus dan menghubungkan arus yang menuju ke kumparan relay
    >circuit breaker, sebagai pengaman mencegah arus berlebihan yang menuju ke saklar dan motor powe window
    >relay, sebagai pengaman saklar utama pada rangkain kelistrikan sistem power window dan sebagai penghubung arus utama yang menuju saklar utama
    >saklar, sebagai pemutus dan penghubung arus listrik yang menuju ke motor power window. Terdapat 2 saklar yaitu saklar utama (untuk pengemudi) dan saklar pada pintu yang mampu mengubah polaritas yang menuju ke motor power window tergantung tombol mana yang ditekan (naik/turun) dan saklar pengunci yang memutus-hubungkan arus yang menuju ke saklar pintu penumpang
    >motor, sebagai pengubah energi listrik menjadi energi putar berdasaran polaritasnya.

  68. Rizky Yurido
    5202417062
    2. saat KK ON, arus dari baterai mengalir ke fuse lalu ke kumparan relay dan ke massa sehingga terjadi kemagnetan pada kumparan relay sehingga menarik kontak relay yang menyebabkan arus utama dari baterai mengalir ke circuit breaker lalu ke kontak relay. Saat saklar pengunci OFF maka arus diteruskan ke saklar F melalui terminal T lalu menuju motor lalu menuju Massa sehingga membuat gerakan kaca jendela turun

  69. Rizky Yurido
    5202417062
    3. konsep penguncian menggunakan sebuah saklar yang menghubungkan arus menuju ke saklar pintu penumpang. Cara kerjanya apabila saklar OFF akan menghubungkan arus menuju ke saklar pintu penumpang, sedangkan apabila saklar ON maka akan memutuskan aliran yang menuju ke saklar pintu penumpang.

  70. Rizky Yurido
    5202417062
    4. pengemudi mampu mengoperasikan jendela lainnya saat posisi terkunci, karena arus utama yang menuju terminal N atau T pada saklar utama (A, B, C, D) tidak melalui saklar pengunci tetapi langsung dari relay power window. Maka dari itu arus akan tetap mengalir ke motor (sesuai tombol saklar yang ditekan) meskipun saklar pengunci aktif. (saklar pengunci hanya akan memutus-
    hubungkan arus yang menuju saklar pintu penumpang)

  71. Rizky Yurido
    5202417062
    5. Jika pengemudi menekan tombol unit saklar B ke posisi T, dan secara bersamaan penumpang menekan tombol pada unit saklar E ke posisi N, maka motor akan dialiri arus dengan polaritas (potensial positif) yang sama pada kedua terminal sehingga tidak ada beda potensial maka motor tidak dapat bekerja. Kaca jendela tetap pada posisinya.

  72. Rizky Yurido
    5202417062
    6. >mengukur arus yang menuju ke circuit breaker yaitu menggunakan amperemeter dengan menghubungkannya secara seri dengan terminal masuk circuit breaker (positif amperemeter dihubungkan dengan kabel dari baterai dan negatif amperemeter dihubungkan dengan terminal masuk circuit breaker).
    >mengukur tegangan yang bekerja pada relay power window dengan multimeter DCV 50, probe positif dihubungkan pada terminal 87 relay dan probe negatif dengan massa.

  73. Hanif Yusuf Mahendra
    5202417061

    2. Saat kontak pada unit saklar F menempel pada saklar pintu power window pada posisi T, arus dari baterai menuju ke kunci kontak lalu menuju ke kumparan lalu ke masa sehingga relay power window aktif, lalu arus dari baterai menuju circuit breaker lalu ke relay power window saklar utama power window C menuju terminal T ke F lalu ke motor power window lalu menuju ke massa sehingga kaca jendela mobil menjadi turun

  74. Hanif Yusuf Mahendra
    5202417061

    3. Dengan mengaktifkan plat kontak yang ada pada saklar utama power window, arus akan terputus dan arus tidak bisa mengalir ke saklar E,F, dan G sehingga penumpang tidak akan bisa mengoperasikan sistem power window.

  75. Hanif Yusuf Mahendra
    5202417061

    4. Pengemudi tetap bisa mengoperasikan jendela lainnya meski pada semua pintu power window sudah pada posisi terkunci, karena pada saklar utama power window sumber arusnya tidak terhubung dengan plat kontak pengunci saklar penumpang sehingga saklar B,C, dan D tetap dapat aliran arus.

  76. Hanif Yusuf Mahendra
    5202417061

    5. Jika pengemudi menekan tombol unit saklar B ke posisi T, dan secara bersamaan penumpang menekan tombol pada unit saklar E ke posisi N maka kaca jendela tidak akan bergerak karena motor power window tidak mendapat massa, sehingga arus tidak dapat mengalir dan motor power window tidak bergerak.

  77. Hanif Yusuf Mahendra
    5202417061

    6.Cara mengukur arus yang mengalir pada circuit breaker dengan cara melepas kabel circuit breaker dan relay power window kemudian pilih selector pada posisi DCA, hubungan probe postif ke kabel setelah circuit breaker dan probe negatif ke kabel sebelum relay, maka dengan mengaktifkan system power window akan terbaca arus yang mengalir pada circuit breaker

    Cara mengukur tegangan pada relay power window dengan multimeter DCV, hubungkan probe positif ke terminal 87 relay dan probe negatif ke massa

  78. Wahyu Setiawan
    5202417055

    1.
    a. Baterai = sumber arus dan tegangan.
    b. Kunci Kontak = memutus dan menghubungkan arus pada sistem powerwindow
    c. Circuit Breaker = sebagai pengaman untuk memutuskan hubungan arus yang berlebih pada sistem agar tidak terjadi kerusakan komponen.
    d. Relay Power Window = sebagai saklar atau untuk menghubungkan arus dari baterai ke sistem power window saat kunci kontak pada ON.
    e. Saklar utama = untuk mengontrol seluruh pintu pada kendaraan.
    f. Saklar pintu = untuk menaikkan dan menurunkan kaca.
    g. Motor = untuk mengubah energi listrik menjadi energi gerak yang digunakkan untuk menaikkan dan menurunkan jendela.
    h. Regulator = untuk merubah gerak putar dari motor menjadi gerakan translasi.
    i. Kabel = menghubungkan antar komponen agar terhubung.

  79. Wahyu Setiawan
    5202417055

    2. Ketika kontak ON, arus baterai mengalir ke fuse lalu ke kumparan relay dan ke massa sehingga terjadi kemagnetan pada kumparan relay sehingga menarik kontak relay yang menyebabkan arus utama dari baterai mengalir ke circuit breaker lalu ke kontak relay. Saat saklar pengunci OFF maka arus diteruskan ke saklar F melalui terminal T lalu menuju motor lalu menuju Massa sehingga membuat gerakan kaca jendela turun

  80. Wahyu Setiawan
    5202417055

    3. Konsepnya adalah pemutusan arus positif yang mengalir pada masing-masing saklar pintu sehingga saklar pintu tidah bisa memberikan arus dan tegangan pada moror powerwindow

  81. Wahyu Setiawan
    5202417055

    4. Pengemudi masih bisa mengoperasikan jendela lainnya meski semua pintu powerwindow pada posisi terkunci , karena pada saklar utama power window tidak terhubung dengan plat kontak pengunci saklar penumpang sehingga saklar B,C, dan D tetap teraliri arus positif. Oleh karena itu pengemudi masih bisa mengoperasikan jendela lainnya meski pada semua pintu power window sudah pada posisi terkunci.

  82. Wahyu Setiawan
    5202417055

    5. Jika pengemudi menekan tombol unit saklar B ke posisi T, dan secara bersamaan penumpang menekan tombol pada unit saklar E ke posisi N maka kaca jendela tidak akan bergerak karena motor power window tidak mendapat massa, sehingga arus tidak dapat mengalir dan motor power window tidak bergerak.

  83. Wahyu Setiawan
    5202417055

    6.
    a. mengukur arus yang menuju ke circuit breaker yaitu menggunakan amperemeter dengan menghubungkannya secara seri dengan terminal masuk circuit breaker (positif amperemeter dihubungkan dengan kabel dari baterai dan negatif amperemeter dihubungkan dengan terminal masuk circuit breaker).
    b. mengukur tegangan yang bekerja pada relay power window dengan multimeter DCV 50, probe positif dihubungkan pada terminal 87 relay dan probe negatif dengan massa.

  84. 1. a. Aki/Baterai berfungsi sebagai sumber arus sistem kelistrikan.
    b. Sekering berfungsi untuk mengamankan rangkaian kelistrikan dari arus dengan ampere yang over.
    c. Saklar berfungsi untuk menyambungkan dan memutuskan arus listrik pada suatu rangkaian kelistrikan. Pada power window, saklar digunakan untuk mengendalikan arus yang masuk ke motor yang berfungsi menggerakkan kaca jendela agar naik atau turun.
    d. Kabel penghubung berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari aki sampai ke motor listrik.
    e. Power window motor berfungsi sebagai aktuator yang akan mengubah energi listrik menjadi gerakan putaran.
    f. Transfer gear berfungsi untuk menyalurkan putaran dari output motor ke pulley.
    g. Glass holder adalah braket penahan kaca mobil, braket ini akan menahan kaca agar tidak jatuh.
    h. Sircuit Breaker berfungsi sebagai pengaman untuk memutuskan hubungan arus yang berlebihan pada sistem sehingga tidak terjadi kerusakan.
    I. Relay Powerwindow berfungsi menyalurkan arus dari baterai ke sistem powerwindow saat kunci kontak pada posisi on.
    J. Regulator berfungsi merubah gerak putar dari motor menjadi gerakan lurs naik dan turun untuk membuka dan menutup kaca pada kendaraan.

  85. 2. Ketika kontak ON, arus baterai mengalir ke Sekring lalu ke kumparan relay dan ke massa sehingga terjadi kemagnetan pada kumparan relay sehingga kontak relay tertarik yang akibatnya arus utama dari baterai dapat mengalir ke circuit breaker sampai kontak relay. ketika saklar pengunci posisi OFF maka arus diteruskan ke saklar F melalui terminal T menuju motor lalu ke Massa sehingga membuat gerakan kaca jendela turun.

  86. 3. Dengan mengaktifkan plat kontak yang ada pada saklar utama pada sistem power window akan menyebabkan arus tidak bisa mengalir ke saklar E,F, dan G sehingga pengendara tidak dapat mengoperasikan sistem power window.

  87. 4. Karena hanya saklar pengunci yang dihubungkan ke sklar kepada penumpang sedangkan pada saklar pengemudi tetap mendapat aliran arus dari baterai dan mengakibatkan motor power window dapat bergerak.

  88. 5.Apabila Jika pengendara menekan tombol unit saklar B ke posisi T, dan secara bersamaan si penumpang menekan tombol pada unit saklar E ke posisi N yang terjadi yaitu pada kaca jendela tidak akan bergerak naik maupun turun karena motor power window tidak terhubung ke massa atau tidak ada beda potensial sehingga arus tidak dapat mengalir dan menyebabkan motor power window diam tidak bergerak.

  89. 6. Mengukur arus yang mengalir pada circuit breaker dengan cara melepas kabel setelah circuit breaker dan sebelum relay power window. Atur selector pada posisi DCA hubungan probe postif multitester ke kabel setelah circuit breaker dan probe positif multitester ke kabel sebelum relay, lalu tekan salah satu saklar, saat motor power window bekerja maka arus akan terbaca.
    Mengukur tegangan pada relay power window yaitu dengan mengatur selektor multimeter pada DCV, hubungkan probe positif multitester ke terminal 87 relay dan probe negatif multitester ke massa, pastikan kunci kontak pada posisi ON agar magnet pada kumparan relay aktif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here