TEKNIK TENAGA LISTRIK (RABU)

203
1593

Setelah pembelajaran di kelas, bacalah buku Christopher R Robertson. 2008. Fundamental Electrical and Electronic Principles. Burlington, Elsevier Ltd. Pelajari bab 2 DC circuit dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Jelaskan salah satu karakteristik rangkaian seri dan jelaskan dengan memberikan contoh.
  2. Jelaskan salah satu karakteristik rangkaian paralel dan jelaskan dengan memberikan contoh.
  3. Tiga buah resistor dengan nilai masing-masing 250 ohm, 300 ohm, dan 450 ohm dihubungkan secara seri dengan sumber tegangan 24 V. Tentukan tegangan yang bekerja pada setiap resistor tersebut.
  4. Buatlah simpulan dari hasil perhitungan seperti soal no 3 dan hasil perhitungan jika ketiga resistor tersebut digubungkan secara parallel.
  5. Berapa daya listrik yang bekerja pada rangkaian seri dan parallel dari ketiga resistor yang disinggung dalam soal no 3 dan 4.
  6. Jelaskan mengenai potential devider dan current devider pada rangkaian DC, buktikan dengan contoh prinsip bahwa rangkaian DC dapat berfungsi sebagai potential dan current devider.
  7. Jelaskan mengenai hukum Ohm dan aplikasinya untuk rangkaian listrik.
  8. Untuk gambar seperti di atas, tentukan besarnya I1, I2, dan I3, dan arus yang mengalir dari sumber tegangan.

Silakan diskusikan dengan teman-teman dan jawaban bisa ditulis di dalam kolom komentar. Perlu diperhatikan: 1) jawaban diawali dengan menuliskan NIM dan setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) meskipun hasil diskusi bersama, 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). Jawaban ditunggu sampai hari Kamis, 5 September 2019 pukul 17.00. Selamat berdiskusi (DW).

203 COMMENTS

  1. 5211418053

    1. Salah satu karakteristik rangkaian seri ialah cara penyusunannya secara sejajar/berderet (tidak bercabang) sehingga setiap komponen yang terpasang akan mendapat arus yg sama namun teganganya berbeda dan akan memiliki hambatan total yg lebih besar dari pada hambatan penyusunnya contoh rangkaian seri pada lampu hias (tumblr)

  2. 5211418053

    2. Salah satu karakteristik rangkaian paralel ialah semua komponen terpasang secara bersusun membentuk cabang-cabang yang pada tiap cabangnya merupakan rangkaian individu sehingga apabila terjadi putusnya arus pada salah satu cabang maka arus yang terputus hanya akan terjadi pada rangkaian cabang tersebut dan cabang lain akan tetap menyala. Hal ini dimanfaatkan dalam distribusi listrik dari PLN yang dialirkan ke rumah-rumah warga.

  3. 5211418037
    1. Karakteristik rangkaian seri pada rangkaian listrik adalah tidak ada percabangan, semua komponen yang terpasang akan mendapatkan arys yang sama dan tegangan yang berbeda, pada pemasangan resistor akan didapatkan hambatan yang yang lebih besar (karena dijumlahkan), contoh lapu hias pohon natal model lama

  4. 5211418037
    2. Karakteristik dari rangkaian listrik paralel adalah adanya percabangan, sehingga arus listrik yang mengalir pada tiap percabangan berbeda beda dan tegangan pada tiap percabangan memiliki nilai yang sama, contoh rangkaian listrik rumahan

  5. 5211418039
    1. Pada rangkaian seri setiap alat listrik dihubungkan dengan alat listrik lain sejara berjajar sehingga arus yang sama mengalis ke seluruh alat, karakteristik nya adalah jika salah satu alat dimatikan rangkaian akan mati dan ridak ada arus listrik yang mengalir dalam aliran contohnya pada lampu lalulintas

  6. 5211418039
    2. Karakteristik rankaian paralel adalah alat listrik di susun secara paralen atau bercabang dang memiliki lebih dari 1 garis edar untuk mengalirkan listrik, setiap cabang dalam rangkaian paralel adalah rangkaian individu arus pada setiap cabang tergantung besarnya tahanan cabang
    dan apabila salahsatu alat dalam rangkaian paralel mati alat lain tidak ikut mati contohnyaa stopcontact

  7. 5211418054

    1. Rangkaian Seri : Merupakan rangkaian yang disusun secara sejajar dan satu jalur. Sehingga arus listrik tiap komponennya sama dan tegangan totalnya adalah penjumlahan tegangan yang melewati tiap komponen. Karakteristik rangkaian seri ialah, jika salah satu alat/komponen dimatikan, rangkaian akan mati dan tidak ada arus yang mengalir di dalam alat manapun di dalam rangkaian tersebut.

    R total = R1 + R2 + … + Rn
    I total = I1 = I2 = I3 = … = In
    V total = V1 + V2 + … + Vn

  8. 5211418048
    No. 1
    Rangkaian listrik seri hanya terdapat satu jalur yang digunakan untuk mengalirkan listrik sehingga jika satu komponen rusak maka akan mempengaruhi aliran listrik yang menuju ke komponen berikutnya.
    Contohnya terdapat pada lampu jalan dan lampu hias

  9. 5211418048
    No. 2
    Rangkaian paralel komponen satu sama lain tersusun paralel. Arus yang mengalir ke tiap cabang berbeda besarnya. Karena masing-masing cabang terhubung dengan kutub positif dan kutub negatif pada satu daya, maka tegangan untuk tiap bagian-bagiannya yaitu sama besar. Kelebihan dari susunan paralel adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
    Contohnya rangkaian listrik rumah

  10. 5211418048
    No. 3
    3. D1 :
    R1 = 250 Ohm
    R2 = 300 Ohm
    R3 = 450 Ohm
    V total = 24 V
    D2 :
    V1, V2, V3 = ….. ?
    D3 :
    R total = R1 + R2 + R3 = 250 + 300 + 450 = 1000 Ohm

    I total = V total / R total = 24 V / 1000 Ohm = 0,024 A

    V1 = I total x R1 = 0,024 x 250 Ohm = 6 V
    V2 = I total x R2 = 0,024 x 300 Ohm = 7,2 V
    V3 = I total x R3 = 0,024 x 450 Ohm = 10,8 V

    V1 + V2 + V3 = V total
    6 V + 7,2 V + 10,8 V = 24 V

  11. 5211418048
    No. 4
    D1 :
    R1 = 250 ohm
    R2 = 300 ohm
    R3 = 450 ohm
    V total = 24 V
    D2 :
    a.) I1…?
    b.) I2…?
    c.) I3…?
    D3 :
    a.) I1 = V total / R1
    I1 = 24 V / 250 ohm
    I1 = 0,096 A
    b.) I2 = V total / R2
    I2 = 24 V / 300 ohm
    I2 = 0,08 A
    c.) I3 = V total / R3
    I3 = 24 V / 450 ohm
    I3 = 0,053 A

    Itotal = I1 + I2 + I3
    Itotal = 0,096 A + 0,08 A + 0,053 A
    Itotal = 0,229 A

    Kesimpulan rangkaian seri pada nomer 3
    Semakin besar hambatan pada rangkaian seri, maka semakin besar arus yang mengalir pada rangkaian seri.

    Kesimpulan rangkaian paralel yaitu semakin besar hambatan pada rangkaian paralel, maka semakin kecil tegangan yang mengalir pada rangkaian paralel.

  12. 5211418054

    2.Rangkaian Paralel : merupakan rangkaian yang disusun secara berderet, pada rangkaian paralel tegangan yang melewati tiap komponen adalah sama dan total arus adalah jumlahan arus yang melewati tiap komponen. Dalam rangkaian paralel, pembukaan cabang individu hanya menghentikan arus di cabang itu. Bagian cabang lainnya akan terus bekerja karena arus memiliki banyak jalur yang bisa ditempuh di seluruh sirkuit.

    1/R total = 1/R1 + 1/R2 + … + 1/Rn
    V total = V1 = V2 = V3 = … = Vn
    I total = I1 + I2 + I3 + … + In

  13. 5211418054

    3.Diketahui
    R1 = 250 Ohm
    R2 = 300 Ohm
    R3 = 450 Ohm
    V total = 24 V
    Ditanya
    V1, V2, V3 = ……….. ?
    Jawab
    R total = R1 + R2 + R3 = 250 + 300 + 450 = 1000 Ohm

    I total = V total / R total = 24 V / 1000 Ohm = 0,024 A

    V1 = I total x R1 = 0,024 x 250 Ohm = 6 V
    V2 = I total x R2 = 0,024 x 300 Ohm = 7,2 V
    V3 = I total x R3 = 0,024 x 450 Ohm = 10,8 V

    V1 + V2 + V3 = V total
    6 V + 7,2 V + 10,8 V = 24 V

  14. 5211418054

    4.Diketahui
    R1 = 250 ohm
    R2 = 300 ohm
    R3 = 450 ohm
    V total = 24 V
    Ditanya
    a.) I1…?
    b.) I2…?
    c.) I3…?
    Jawab
    a.) I1 = V total / R1
    I1 = 24 V / 250 ohm
    I1 = 0,096 A
    b.) I2 = V total / R2
    I2 = 24 V / 300 ohm
    I2 = 0,08 A
    c.) I3 = V total / R3
    I3 = 24 V / 450 ohm
    I3 = 0,053 A

    Itotal = I1 + I2 + I3
    Itotal = 0,096 A + 0,08 A + 0,053 A
    Itotal = 0,229 A

    Kesimpulan rangkaian seri pada nomer 3
    Semakin besar hambatan pada rangkaian seri, maka semakin besar arus yang mengalir pada rangkaian seri.

    Kesimpulan rangkaian paralel yaitu semakin besar hambatan pada rangkaian paralel, maka semakin kecil tegangan yang mengalir pada rangkaian paralel.

  15. 5211418046

    No 1 :
    Karakteristik dari Rangkaian Listrik Seri adalah bila salah satu alat dimatikan, rangkaian tersebut akan mati dan tidak ada arus yang mengalir di dalam alat manapun di dalam rangkaian tersebut

    Salah satu contoh dari Rangkaian listrik seri adalah sebuah colokan terminal jika dimatikan akan ikut mematikan seluruh listrik yang terhubung

  16. 5211418032
    No 1
    Karakteristik rangkaian seri adalah semua komponen listrik yang akan dipasang disusun secara berderet atau berurutan. Kabel penghubung semua komponen tersebut tidak memiliki percabangan sepanjang rangkaian, sehingga hanya ada satu jalan yang dilalui oleh arus. Akibatnya, arus listrik (I) yang mengalir di berbagai titik dalam rangkaian sama besarnya, sedangkan beda potensialnya berbeda.
    Contohnya yaitu pada lampu hias

  17. NIM : 5211418041
    Jawaban no.1
    Salah satu karakteristik pada rangkaian listrik secara seri adalah pada rangkaian seri
    penyusunan tiap komponen dilakukan secara berderet atau sejajar dan tidak mengalami
    percabangan sehingga arus yang mengalir besarnya sama dan sehingga apabila salah satu komponen listrik dimatikan maka rangkaian tersebut akan mati dan tidak ada aliran arus yang
    mengalir. Contoh : Pada Lampu TL ( Tube Lamp) yang mengguanakn sistem ballast yang
    didalamnya terdapat rangkaiana seri

  18. NIM : 5211418041
    Jawaban no.2
    Salah satu karakteristik pada rangkaian listrik secara paralel adalah pada rangkaian paralel cara penyusunan komponennya terpasang secara bersusun sehingga akan terbentuk suatu percabangan. Tiap cabangnya menjadi rangkaian individu dimana apabila terjadi kerusakan komponen atau salah satu cabang dimatikan maka cabang yang satu akan tetap hidup dan dikarenakan mengalami percabangan maka arus yang mengalir tiap percabangan berbeda- beda. Contoh : Pendistribusian listrik ke bangunan satu ke bangunan lain.

  19. 5211418032
    No 2
    Karakteristik rangkaian paralel adalah semua komponen listrik terpasang secara bersusun atau sejajar. Pada rangkaian paralel arus yang mengalir pada setiap cabang berbeda besarnya. Setiap komponen terhubung dengan kutub positif dan kutub negatif dari sumber tegangan, artinya semua komponen mendapat tegangan yang sama besar. Sedangkan, hambatan totalnya menjadi lebih kecil dari hambatan tiap-tiap komponen listriknya.
    Contohnya yaitu pada pemasangan lampu dirumah

  20. NIM : 5211418041
    Jawaban no.3
    Diketahui : R1 = 250 Ohm
    R2 = 300 Ohm
    R3= 450 Ohm
    Vtotal = 24 V
    Ditanya : V1,V2,V3 pada rangkaian seri ?
    Dijawab : Vtotal = I x Rtotal
    Rtotal = R1 + R2 + R3
    Rtotal = 250 Ohm + 300 Ohm + 450 Ohm
    Rtotal = 1000

    Vtotal = I x Rtotal
    24 V = I x 1000 Ohm
    24 V : 1000 Ohm = I
    0,024 A = I
    V1 = I x R1
    V1 = 0,024 A x 250 Ohm
    V1 = 6 V

    V2 = I x R2
    V2 = 0,024 A x 300 Ohm
    V2 = 7,2 V

    V3 = I x R3
    V3 = 0,024 x 450 Ohm
    V3 = 10,8 V

  21. 5211418029
    No.1
    Rangkaian kelistrikan secara seri terdiri dari beberapa komponen tahanan (resistor) yang dihubungkan antara satu komponen dengan komponen lainnya secara berderetan, serta pada rangkaian listrik secara seri hanya terdapat satu jalur yang digunakan untuk mengalirkan listrik sehingga jika satu komponen rusak maka akan mempengaruhi aliran listrik yang menuju ke komponen berikutnya.

    Sifat-sifat dari rangkaian listrik yang disusun secara seri ini antara lain :
    1.Arus yang mengalir pada tiap-tiap bagian atau komponen pada rangkaian kelistrikan tersebut adalah sama besar (Itot = I1= I2 = I3 dst).
    2.Tegangaan sumber adalah sama besar dengan penjumlahan tegangan yang ada pada tiap-tiap bagian atau komponen pada rangkaian kelistrikan tersebut (Vs = V1 + V2 + V3 dst).
    3.Hambatan total pada rangkaian tersebut didapatkan dari penjumlahan semua tahanan pada tiap-tiap bagian atau komponen yang ada pada rangkaian kelistrikan tersebut (Rtot = R1 + R2 + R3 dst).

    Contoh Penggunaannya : Di dalam setrika listrik ada rangkaian seri dengan bimetal (temperatur kontrol), demikian juga kulkas.

  22. 5211418039
    3. Diket= R1=250 ohm
    R2=300 ohm
    R3=450 ohm
    V= 24 volt
    Disusun secara seri
    Ditanya= Vsetiap resistor=?
    Jawab=
    Rtot= R1+R2+R3
    = 250 ohm + 300 ohm + 450 ohm
    =1000 ohm
    I= V:R
    =24volt :1000 ohm
    = 0.024 A
    V1= I x R1= 0,024A x 250 ohm= 6 volt
    V2= I x R2= 0,024 A x 300 ohm= 7,2 volt
    V3= I x R3= 0,024 A x 450 ohm = 10,8 volt
    Vtot= 6 volt + 7,2 volt + 10,8 volt = 24volt

  23. 5211418029
    No.2
    Rangkaian listrik secara paralel ini banyak diaplikasikan untuk rangkaian kelistrikan pada kendaraan. Pada rangkaian listrik yang disusun secara paralel, komponen-komponennya disusun secara bercabang.

    Sifat-sifat dari rangkaian listrik yang disusun secara paralel ini antara lain :
    1.Besar arus yang mengalir pada tiab-tiap cabang pada rangkaian kelistrikan tersebut berbeda, hal ini tergantung dari besarnya tahanan yang ada pada cabang tersebut. Arus total pada rangkaian paralel ini didapatkan dari penjumlahan besarnya arus yang melewati tiap-tiap cabang (Itot = I1 + I2 + I3 dst).
    2.Tegangan pada tiap-tiap cabang sama besar dengan tegangan sumber atau tegangan total (Vtot = V1= V2 = V3 dst).
    3.Hambatan total pada rangkaian tersebut didapatkan dari jumlah kebalikan dari semua tahanan yang terdapat pada masing-masing cabang di rangkaian tersebut 1/Rtot = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 dst).

    Contoh Penggunannya : Distribusi Listrik PLN kerumah-rumah adalah paralel dan stop contact merupakan rangkaian paralel dengan jala-jala.

    • 5211418039
      4.Diket= R1=250 ohm
      R2=300 ohm
      R3=450 ohm
      V= 24 volt
      Disusun secara paralel
      Ditanya= Vsetipa resisto=?
      Jawab=
      1/Rtot= 1/250ohm + 1/300ohm + 1/450 ohm
      = 450/112500 ohm + 375/112500 ohm +250/112500 ohm
      =925/112500 ohm
      Rtot= 118,17 ohm
      I= V:R
      =24 volt : 118,17 ohm= 0,203 A
      I1= V tot:R1= 24 volt : 250ohm= 0,096 A
      I2= Vtot : R2 = 24 volt : 300 ohm = 0,08 A
      I3= Vtot:R3 =24 volt : 450 ohm = 0,053 A

      Kesimpulanya kuat arus pada setiap resistor bila di pasang secara paralel lebih besar daripada bila dipasang secara seri

  24. 5211418029
    No.3
    Diketahui Tiga buah resistor dengan 250 ohm, 300 ohm, dan 450 ohm dihubungkan secara seri dengan sumber tegangan 24 V. Tentukan tegangan yang bekerja pada setiap resistor tersebut.

    Jawab :
    a) Rtot = 250 + 300 + 450
    = 1000 ohm

    b) I = V/R
    = 24/1000 = 24 mA

    c) V1 = IR1
    = 24 mA x 250 ohm = 6 V

    V2 = IR2
    = 24mA x 300 ohm = 7,2 V

    V3 = IR3
    = 24mA x 450 ohm = 10,8 V

  25. 5211418048
    No. 5
    D1 :
    Vseri = 24 V
    Iseri = 0,024 A
    Vparalel = 24 V
    Iparalel = 0,229 A

    D2 :
    Pseri…?
    Pparalel….?

    D3 :
    Pseri = Vseri x Iseri
    Pseri = 24 V x 0,024 A
    Pseri = 0,576 watt

    Pparalel = Vparalel x Iparalel
    Pparalel = 24 V x 0,229 A
    Pparalel = 5,496 watt

  26. 5211418029
    No. 4
    Diketahui Tiga buah resistor dengan 250 ohm, 300 ohm, dan 450 ohm dihubungkan secara seri dengan sumber tegangan 24 V. Tentukan tegangan yang bekerja pada setiap resistor tersebut.

    Jawab :
    a) 1/Rtot = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
    = 1/250 + 1/300 + 1/450
    = (18 + 15 + 10)/4500
    Rtot = 104,65 ohm

    b) I1 = V/R1
    = 24/250 = 0,096 A
    I2 = V/R2
    = 24/300 = 0,08 A
    I3 = V/R3
    = 24/450 = 0,053 A
    Itot = I1 + I2 + I3 = 0,229 A = 229 mA

    Kesimpulannya : Dari sini jelas bahwa ketika resistor dihubungkan secara paralel, hambatan total rangkaian berkurang. Ini menghasilkan peningkatan arus yang sesuai yang diambil dari sumbernya. Ini hanya karena pengaturan paralel menyediakan lebih banyak jalur untuk aliran arus.

  27. 5211418029
    No. 5
    Seri
    Ptot= V x I = 24V x 24 mA = 576 mW

    P1 = IxIxR1
    = 24mAx24mAx250 ohm
    = 144 mW
    P2 = IxIxR2
    = 24mAx24mAx300 ohm
    = 172,8 mW
    P3 = IxIxR3
    = 24mAx24mAx450 ohm
    = 259,2 mW

    Pararel
    Ptot = V x I = 24V x 229mA = 5,496 W

    P1 = I1xV = 0,096A x 24V = 2,304 W
    P2 = I2xV = 0,08A x 24V = 1,92 W
    P3 = I3xV = 0,053A x 24V = 1,272 W

  28. 5211418029
    No.6
    Potential Divider adalah rangkaian sederhana yang menggunakan resistor (atau termistor / LDR) untuk memasok perbedaan potensial variabel. Mereka dapat digunakan sebagai kontrol volume audio, untuk mengontrol suhu dalam freezer atau memantau perubahan cahaya di suatu ruangan. Dua resistor membagi perbedaan potensial yang diberikan kepada mereka dari sel. Pembagian dua resistor tergantung pada nilai resistansi yang ada.

    Current Divider adalah rangkaian yang membagi arus menjadi bagian-bagian kecil. Seperti kita ketahui bahwa sirkuit paralel adalah sirkuit pembagi arus. Jadi dengan sumber daya dan dua resistor paralel, kita dapat membuat rangkaian pembagi arus yang mudah. Seperti dalam jaringan pembagi saat ini, di sini kita perlu menghubungkan dua resistor dalam kombinasi paralel dan kemudian menerapkan sumber arus di seluruh rangkaian paralel.

    Contoh penggunaannya pada rangkaian pembagi tegangan biasa digunakan untuk mendeteksi perubahan nilai resistansi dari sensor-sensor yang bersifat resistif, sebagai contoh pada rangkaian LDR

  29. 5211418029
    No.7
    Hukum Ohm, yaitu Hukum dasar yang menyatakan hubungan antara Arus Listrik (I), Tegangan (V) dan Hambatan (R). Hukum Ohm dalam bahasa Inggris disebut dengan “Ohm’s Laws”. Berbunyi “Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”. Dengan rumus V = IR

    Tegangan yang diberikan pada suatu alat listrik harus disesuaikan dengan tegangan yang seharusnya diperuntukkan bagi alat itu.
    Sebagai contoh, jika lampu pijar diberi tegangan yang melebihi tegangan yang seharusnya, elemen pemanas pada lampu pijar akan dilalui oleh arus lebih (arus yang melebihi arus yang seharusnya), akan mengakibatkan elemen pemanas rusak. Jika tegangan yang diberikan pada alat listrik lebih kecil daripada tegangan yang seharusnya, maka arus yang mengalir menjadi kurang.
    Kondisi ini dapat terjadi pada penggunaan kompor listrik dengan tegangan lebih rendah, maka arus yang mengalir juga kurang. Dengan aliran arus yang kurang ini proses pemanasan elemennya menjadi lambat.
    Contoh lain yang sering dijumpai adalah redupnya lampu pijar ketika mengalami penurunan tegangan.

  30. 5211418029
    No.8
    Menggunakan Hukum Kirchoff

    Jalur ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 (Persamaan 1)

    Jalur BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 (Persamaan 2)

    Jalur ADCDA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 (Persamaan 3)

    Pers. 1 dikalikan 2 dan Pers. 2 dikalikan 3 lalu dieleminasi.
    Didapat : 0 = -3.I2 + 40.I3 (Persamaan 4)

    Pers.3 dikalikan 3 dan Pers. 4 dikalikan 4 lalu dieleminasi.
    Didapat : I3 = 0,184 A (jawaban)

    Substitusi I3 ke Pers. 3
    10 = 4.I2 + 0,184
    4.I2 = 9,816
    I2 = 2,454 A (jawaban)

    Substitusi I3 dan I2 ke pers. 2
    0 = -4.I1 + 2,454 + 1,84
    4.I1 = 4,294
    I1 = 1,074 A (jawaban)

    I = I1 + I2
    I = 3,529 A (jawaban)

  31. 5211418031
    1.karakteristik rangkaian seri adalah bahwa, jika salah satu alat dimatikan, rangkaian akan mati dan tidak ada arus yang mengalir di dalam alat manapun di dalam rangkaian tersebut.
    contoh lampu tmblr untuk menghias kamar

  32. 5211418030
    1.Rangkaian seri merupakan rangkaian listrik yang disusun sejajar.Komponen yang tersusun seri akan terhubung melalui satu jalur,sehingga arus listrik akan mengalir kesemua komponen. Dalam rangkaian seri arus yang melewati tiap resistor sama namun tegangan masing masing resistor berbeda.Rangkaian seri memiliki total hambatan resistor sama dengan jumlahan masing masing hambatan.
    R total = R1+R2+R3+….Rn
    I total = I1=I2=I3=….=In
    V total = V1+V2+V3…+Vn
    Contoh : Dalam setrika listrik dan kulkas terdapat rangkaian seri

  33. 5211418034
    3. Diketahui:
    R1=250 Ω
    R2= 300 Ω
    R3=450 Ω
    V total = 24 V
    Ditanya:
    V1,V2,V3
    Jawab:
    R seri = R1+R2+R3
    = 250 Ω + 300 Ω + 450 Ω
    = 1000 Ω
    I total = V total/R total
    = 24 V / 1000 Ω
    = 0,024 A
    *Tegangan yang bekerja di setiap resistor :
    I1=I2=I3
    V1= I total x R1 = 0,024 V x 250 Ω = 6 V
    V2= I total x R2 = 0,024 V x 300 Ω = 7,2 V
    V3= I total x R3 = 0,024 V x 450 Ω = 10,8 V

  34. 5211418031
    2.karakteristik rangkaian paralel adalah tegangannya sana dengan resistor karena hanya ada dua titik umum yang menghubungkan semua resistor atau tegangan antara titik umum selalu sama.
    contoh distribusi listrik dari PLN ke seluruh rumah rumah

  35. 5211418039
    4.Diket= R1=250 ohm
    R2=300 ohm
    R3=450 ohm
    V= 24 volt
    Disusun secara paralel
    Ditanya= Vsetipa resisto=?
    Jawab=
    1/Rtot= 1/250ohm + 1/300ohm + 1/450 ohm
    = 450/112500 ohm + 375/112500 ohm +250/112500 ohm
    =925/112500 ohm
    Rtot= 118,17 ohm
    I= V:R
    =24 volt : 118,17 ohm= 0,203 A
    I1= V tot:R1= 24 volt : 250ohm= 0,096 A
    I2= Vtot : R2 = 24 volt : 300 ohm = 0,08 A
    I3= Vtot:R3 =24 volt : 450 ohm = 0,053 A

    Kesimpulanya kuat arus pada setiap resistor bila di pasang secara paralel lebih besar daripada bila dipasang secara seri

  36. 5211418031
    3. Diket : R1=250 Ω
    R2= 300 Ω
    R3=450 Ω
    V total = 24 V

    Ditanya : V1,V2,V3 = … ?

    Jawab : R seri = R1+R2+R3
    = 250 Ω + 300 Ω + 450 Ω
    = 1000 Ω
    I total = V total/R total
    = 24 V / 1000 Ω
    = 0,024 A

    -V1= I total x R1 = 0,024 V x 250 Ω = 6 V -V2= I total x R2 = 0,024 V x 300 Ω = 7,2 V
    -V3= I total x R3 = 0,024 V x 450 Ω = 10,8 V

  37. 5211418030
    2.Rangkaian pararel merupakan rangkaian listrik dimana semua input berasal dari sumber yang sama. Susunan pararel tersusun tidak sejalur sehingga arus yang melewati setiap hambatan akan berbeda namun tegangan setiap hambatan akan sama.
    1/Rtotal= 1/R1+1/R2+1/R3+….+1/Rn
    I total= I1+I2+I3+….+In
    V total = V1=V2=V3=….=Vn
    Contoh : Rangkaian listrik pada suatu rumah

  38. 5211418049
    1. Salah satu karakteristik dari rangkaian seri adalah komponen listrik disusun secara sejajar sehingga arus listrik yang mengalir ke setiap komponen besarnya sama tetapi besarnya tegangan berbeda-beda.
    Contoh: Lampu hias taman (Tumblr) dan lampu LED

  39. 5211418031
    4. Kesimpulan perhitungan nomor 3 :
    Arus yang dihasilkan pada rangkaian seri ke setiap komponen nilainya sama.Besarnya resistor mempengaruhi hasil tegangan disetiap komponennya, yaitu semakin besar nilai resistor maka semakin tinggi tegangan pada setiap komponennya.

    Perhitungan paralel:
    Diket : R1=250 Ω
    R2= 300 Ω
    R3=450 Ω
    V total = 24 V

    Ditanya : I1, I2, I3=…?

    Jawab : 1/Rtotal= 1/R1+1/R2+1/R3
    1/Rtotal= 1/250Ω+1/300Ω+1/450Ω
    1/Rtotal= 3,6/900Ω+3/900Ω+2/900Ω
    1/Rtotal= 8,6/900Ω
    Rtotal= 104,65Ω

    I total = Vtotal/Rtotal
    = 24V/104,65Ω
    = 0,229A

    *I1= Vtotal/R1= 24V/250Ω = 0,096A
    *I2= Vtotal/R2= 24V/300Ω = 0,080A
    *I3= Vtotal/R3= 24V/450Ω = 0,053A

    *I total : I1+I2+I3
    : 0,096A+0,080A+0,053A
    :0,229A

  40. 5211418039
    4.Diket= R1=250 ohm
    R2=300 ohm
    R3=450 ohm
    V= 24 volt
    Disusun secara paralel
    Ditanya= Vsetiap resisto=?
    Jawab=
    1/Rtot= 1/250ohm + 1/300ohm + 1/450 ohm
    = 450/112500 ohm + 375/112500 ohm +250/112500 ohm
    =925/112500 ohm
    Rtot= 118,17 ohm
    Itotal= V:R
    =24 volt : 118,17 ohm= 0,203 A
    I1= V tot:R1= 24 volt : 250ohm= 0,096 A
    I2= Vtot : R2 = 24 volt : 300 ohm = 0,08 A
    I3= Vtot:R3 =24 volt : 450 ohm = 0,053 A

    Kesimpulanya kuat arus pada setiap resistor bila di pasang secara paralel lebih besar daripada bila dipasang secara seri

  41. 5211418049
    2. Salah satu karakteristik dari rangkaian paralel adalah komponen listrik yang disusun bercabang sehingga arus listrik yang mengalir ke setiap komponen berbeda namun memiliki tegangan yang sama besar.
    Contoh: Distribusi Listrik PLN ke rumah-rumah

  42. 521141830
    3.Diketahui : suatu rangkaian seri
    R1= 250 ohm
    R2= 300 ohm
    R3 = 450 ohm
    V = 24 Volt

    Ditanya :V pada tiap resistansi ?

    Dijawab :
    R total = R1+R2+R3
    = 250 ohm + 300 ohm+450 ohm
    =1000 ohm
    I total=V/R = 24 V/1000 ohm = 0,024 A

    V1 =I x R1 = 0,024 A x 250 ohm = 6 V
    V2 = I x R 2 = 0,024 A x 300 ohm = 7,2 V
    V3 = I x R3 = 0,024 A x450 ohm = 10,8 V

  43. 5211418031
    5. Diket :
    -Rangkaian Seri:
    V= 24V
    I= 0,024A

    -Rangkaian Paralel:
    V= 24V
    I= 0,229A
    Ditanya:
    P rangkaian seri=?
    P rangkaian paralel=?
    jawab:
    – Rangkaian seri
    P= V x I
    = 24V x 0,024A
    = 0,576 watt

    – Rangkaian paralel
    P= V x I
    = 24V x 0,299A
    = 5,496 watt

  44. 5211418049
    3. Diketahui:
    R1=250 Ω
    R2= 300 Ω
    R3=450 Ω
    V total = 24 V
    Ditanya:
    V1,V2,V3 = … ?
    Dijawab:
    R seri = R1+R2+R3
    = 250 Ω + 300 Ω + 450 Ω
    = 1000 Ω
    I total = V total/R total
    = 24 V / 1000 Ω
    = 0,024 A
    V1= I total x R1 = 0,024 V x 250 Ω = 6 V
    V2= I total x R2 = 0,024 V x 300 Ω = 7,2 V
    V3= I total x R3 = 0,024 V x 450 Ω = 10,8 V

  45. 5211418034
    4. Kesimpulan perhitungan nomor 3 :
    Arus yang dihasilkan pada rangkaian seri ke setiap komponen nilainya sama.Besar kecilnya nilai resistor mempengaruhi hasil tegangan disetiap komponennya, kesimpulanya semakin besar nilai resistor maka semakin tinggi pula tegangan pada setiap komponennya.

    Digabung secara paralel:
    Diketahui:
    R1=250 ohm
    R2= 300 ohm
    R3=450 ohm
    V total = 24 V
    Ditanya:
    I1, I2, I3 ?
    Jawab:
    1/Rtot= 1/R1+1/R2+1/R3
    1/Rtot= 1/250ohm+1/300ohm+1/450ohm
    =36+30+20/9000
    =9000/86
    =104,6512 ohm

    I tot= Vtot/Rtot
    =24V/104,65ohm
    =0,229A

    I1=Vtot/R1
    =24V/250ohm
    =0,096A
    I2=Vtot/R2=24V/300V=0,080A
    I3=Vtot/R3=24V/450ohm=0,053A

  46. 5211418039
    5. Pada rangkaian seri
    Diket V= 24 volt
    I = 0,024 A
    Ditanya P=?
    Jawab
    P=V xI
    = 24 volt x 0,024 A
    = 0,576 watt
    Pada rangkaian paralel
    Diket
    V= 24 volt
    I = 0,203 A
    Ditanya
    P=?
    Jawab
    P= V x I
    = 24 volt x 0,203 A
    = 4,872 watt

  47. 5211418030
    4.Diketahui :
    R1 = 250 ohm
    R2 = 300 ohm
    R3 = 450 ohm
    V = 24 Volt

    Ditanya : kesimpulan dari no.3 dan rangkaian pararelnya ?

    Dijawab :
    *Kesimpulan : Pada soal no.3 rangkaian seri sehingga arus yang mengalir dan melewati tiap hambatan yaitu sama sebesar 0,024 A, sedangkan tegangan masing masing beban berbeda sehingga jika ada satu saklar dan itu berfungsi untuk semua beban atau lampu.

    *Rangkaian pararel
    1/Rtot=1/R1+1/R2+1/R3
    1/Rtot= 1/250 ohm+1/300 ohm+1/450 ohm
    1/Rtot=7,2+6+4/1800 ohm
    1/Rtot=17,2/1800ohm
    Rtot=1800 ohm/17,2=104,65 ohm

    Itot=V/R tot=24 Volt/104,65 ohm =0,229 A

    Vtot=V1=V2=V3=24 V
    I1=V/R1=24 Volt /250 ohm =0,096 A
    I2=V/R2=24 Volt/300ohm=0,08 A
    I3=V/R3=24 Volt/450 ohm=0,053 A

  48. 5211418039
    6. Potential divider adalah rangkaian elektronika sederhana yang dapat mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil dengan jumlah satu output atau lebih dalam suatu rangkaian elektronika yang kompleks. Current divider adalah rangkaian elektronika sederhana yang menggunakan dua buah komponen resistor yang salah satu kakinya dihubungkan menjadi satu ke sumber arus, dan kaki lainnya dihubungkan ke beban
    Contohnya biasanya digunaka untuk n3urunkan arus tegangan.

  49. 5211418052

    No.1
    Karakteristik rangkaian seri adalah semua komponen listrik yang akan dipasang disusun secara berderet atau berurutan. Kabel penghubung semua komponen tersebut tidak memiliki percabangan sepanjang rangkaian, sehingga hanya ada satu jalan yang dilalui oleh arus. Akibatnya, arus listrik (I) yang mengalir di berbagai titik dalam rangkaian sama besarnya, sedangkan beda potensialnya berbeda. Artinya semua komponen yang terpasang akan mendapat arus yang sama pula. Rangkaian seri memiliki hambatan total yang lebih besar daripada hambatan penyusunnya. Hambatan total (Rtotal) ini disebut hambatan pengganti. Beda potensial atau tegangan total (Vtotal) dari rangkaian seri adalah hasil jumlah antara beda potensial pada tiap resistor.
    Contoh: lampu menjadi redup jika dirangkai seri. Jika salah satu dari komponen listrik putus/rusak maka semua komponen tidak dapat bekerja. Selain itu, hambatan listrik jika komponen dirangkai seri akan semakin besar.

  50. NIM : 5211418041
    Jawaban no.4
    Kesimpulan dari perhitungan pada nomor 3 adalah diamana pada rangkaian seri Kuat arus yang mengalir memiliki besar yang sama dan Tegangan tiap titik/komponen listrik apabila memiliki hambatan/resistor yang semakin besar maka Tegangan yang dihasilkan pada rangkaian seri tersebut akan semakin besar.

    Diketahui : R1 = 250 Ohm, R2 = 300 Ohm, R3= 450 Ohm
    Vtotal = 24 V
    Ditanya : I1,I2,I3 bila pada rangkaian paralel ?
    Dijawab : Vtotal = I x Rtotal

    1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
    = ( 1/250 + 1/300 + 1/450 ) Ohm
    = ( 36/9000+30/9000+20/9000 ) Ohm
    1/Rtotal = 86/9000 Ohm
    Rtotal = 9000/81 Ohm
    Rtotal = 104,6 Ohm

    I total = Vtotal : Rtotal
    = 24 V : 104,6 Ohm
    = 0.229 A

    I1 = Vtotal : R1
    = 24 V : 250 Ohm = 0,096 A

    I2 = Vtotal : R2
    = 24 V : 300 Ohm = 0,08 A

    I3 = Vtotal : R3
    = 24 V : 450 Ohm = 0,05 A

  51. 5211418039
    7. hukum ohm yaitu sebuah pernyataan bahwa besar arus yang mengalir melewati suatu penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan dan berbanding terbalik dengan hambatanya contohnya pada lampu pijar pada lampu pijar terdapat bagian yang di elemen pemanas tegangan yang diberikan harus sesuai dengan tegangan yang di perlukan jika melebihi yang diperlukan maka elemen pemanas akan rusak

  52. 5211418030
    5.Diketahui:
    R1=250 ohm
    R2=300 ohm
    R3=450 ohm
    V=24 Volt

    Ditanya :P(daya) pada rangkaian seri dan pararel?

    Dijawab :
    P seri= V tot x I tot= 24 Volt x 0,024 A= 0,576 W
    P pararel=V tot x I tot = 24 Volt x 0,229 A= 5,496 W

  53. 5211418031
    6.-Voltage devider atau Pembagi Tegangan adalah suatu rangkaian sederhana yang mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil.Terdapat dua bagian penting dalam merancang Pembagi Tegangan yaitu Rangkaian dan Persamaan Pembagi Tegangan
    –current devider atau pembagi arus adalah rangkaian linear sederhana yang menghasilkan arus keluaran ( I X ) yang merupakan sebagian kecil dari arus inputnya (I T ).Contoh aplikasi dari penggunaan listrik arus searah yaitu penyaluran tenaga listrik komersil yang pertama (dibuat oleh Thomas Alfa Edison di akhir abad ke 19) menggunakan listrik arus searah. Generator komersiel yang pertama di dunia juga menggunakan listrik arus searah.

  54. 5211418049
    4. Kesimpulan perhitungan nomor 3 :
    Arus yang dihasilkan pada rangkaian seri ke setiap komponen nilainya sama.Besarnya resistor mempengaruhi hasil tegangan disetiap komponennya, yaitu semakin besar nilai resistor maka semakin tinggi tegangan pada setiap komponennya.

    Perhitungan paralel:
    Diketahui:
    R1=250 Ω
    R2= 300 Ω
    R3=450 Ω
    V total = 24 V
    Ditanya:
    I1, I2, I3=…?
    Dijawab:
    1/Rtotal= 1/R1+1/R2+1/R3
    1/Rtotal= 1/250Ω+1/300Ω+1/450Ω
    1/Rtotal= 3,6/900Ω+3/900Ω+2/900Ω
    1/Rtotal= 8,6/900Ω
    Rtotal= 104,65Ω

    I total = Vtotal/Rtotal
    = 24V/104,65Ω
    = 0,229A

    I1= Vtotal/R1= 24V/250Ω = 0,096A
    I2= Vtotal/R2= 24V/300Ω = 0,080A
    I3= Vtotal/R3= 24V/450Ω = 0,053A

    I total = I1+I2+I3
    = 0,096A+0,080A+0,053A
    = 0,229A

  55. 5211418049
    5. Diketahui:
    *Rangkaian Seri:
    V= 24V
    I= 0,024A

    *Rangkaian Paralel
    V= 24V
    I= 0,229A
    Ditanya:
    P rangkaian seri=…?
    P rangkaian paralel=…?
    Dijawab:
    Rangkaian seri
    P= V x I
    = 24V x 0,024A
    = 0,576 watt

    Rangkaian paralel
    P= V x I
    = 24V x 0,299A
    = 5,496 watt

  56. 5211418049
    6. Potensial Devider/Pembagi Tegangan ialah rangkaian yang dapat mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil yaitu dengan membagi tegangan input manjadi satu ataupun bebarapa tegangan output yang diperlukan oleh komponen lain dalam rangkaian hanya dengan menggunakan dua resistor atau lebih dan tegangan input.

    Current Devider/Pembagi Arus ialah rangkaian yang membagi resistor secara paralel, dimana total arus yang mengalir pada rangkaian sama dengan jumlah arus yang yang melewati tiap-tiap resistor

    Contoh Prinsip rangkaian DC pada potensial Devider yaitu Potensiometer, pergeseran tangkai Wiper akan mengubah besarnya hambatan pada dua bagian track yang terbagi oleh wiper tersebut.

    Contoh Prinsip rangkaian DC pada current devider yaitu pemasangan alat ukur arus (Ampere Meter) secara paralel dan pembagian arus pada beban yang lebih dari satu. Konsep dasar pembagi arus adalah menggunakan 2 buah resistor yang salah satu kakinya dihubung menjadi satu ke sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan ke beban yang berbeda.
    Contoh Aplikasi Current Devider dapat dijumpai pada pembagian arus untuk LED.

  57. 5211418034
    1. karakteristik rangkaian seri yaitu rangkaian yang semua bagian-bagiannya dihubungkan berurutan, sehingga setiap bagian dialiri oleh arus listrik yang sama. Rangkaian ini disebut juga dengan rangkaian tunggal, membiarkan listrik mengalir keluar dari sumber tegangan, melalui setiap bagian, dan kembali lagi ke sumber tegangan. Kuat arus yang mengalir selalu sama di setiap titik sepanjang rangkaian
    contoh: tumbler, pengatur temperatur magicom, rangkaian didalam setrika

  58. 5211418052

    No.2
    Karakteristik rangkaian paralel adalah sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian parallel, tahanan total rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar. (Tahanan total dari rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian.)
    Contoh : Stop contact merupakan rangkaian paralel dengan jala-jala.

  59. 5211418049

    7. Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya.

    Bunyi hukum Ohm ” Kuat arus dalam suatu rangkaian berbanding lurus dengan tegangan pada ujung-ujung rangkaian dan berbanding terbalik dengan hambatan rangkaian ”

    Rumus hukum Ohm
    V=I x R
    V= Tegangan listrik (Volt)
    I = Arus Listrik (Ampere)
    R= Hambatan (Ω)

    Aplikasi: Untuk menghitung besarnya tegangan, dapat memperkecil arus listrik, memperkecil tegangan pada rangkaian dan juga untuk memperoleh nilai resistansi atau hambatan yang diperlukan.

  60. NIM : 5211418041

    Diketahui:
    Rangkaian Seri:
    V= 24 V
    I= 0,024 A
    Rangkaian Paralel
    V= 24 V
    I= 0,229 A
    Di tanya:
    daya pada rangkaian seri dan daya rangkaian paralel=…?
    Di jawab:
    Rangkaian seri
    P= V x I
    = 24V x 0,024A
    = 0,576 watt

    Rangkaian paralel
    P= V x I
    = 24V x 0,299A
    = 5,496 watt

  61. 5211418033
    3. Diketahui
    R1: 250 ohm
    R2: 300 ohm
    R3: 450 ohm
    V: 24 volt
    Ditanya: I masing-masing resistor?
    Jawab
    * R total = R1+R2+R3
    R total = 250+300+450

    * V = I x R
    24 = I x 1000
    24/1000 = I
    I = 0.024

    * I1=I2=I3=0.024
    * V1 = I1 x R1
    V1 = 0.024 x 250 = 6 volt
    * V2 = I2 x R2
    V2 = 0.024 x 300 = 7.2 volt
    * V3 = I3 x R3
    V3 = 0.024 x 450 = 10.8 volt

  62. 5211418043
    1.salah satu Karakteristik sebuah rangkaian seri adalah bahwa rangkaian ini tidak bercabang tetapi sejajar, jika salah satu alat dimatikan,rangkaian akan mati dan tidak ada arus yang mengalir di dalam alat manapun di dalam rangkaian tersebut. Catatan: Rt lebih besar dari nilai resistor yang ada.
    Contoh : rangkaian lampu disusun seri

  63. 5211418034
    2. karakteristik dalam rangkaian paralel, voltase sama untuk masing-masing cabang. Hukum Ohm memberi persamaan sederhana yang dapat membantu Anda menghitung voltase, arus dan hambatan dalam rangkaian paralel.
    contoh: aliran listrik dari pln ke rumah masyarakat, stop kontak didalam rumah yang saling menyambung

  64. 5211418046

    No 2 :
    Karakteristik dari Rangkaian Listrik Paralel adalah rangkaian listrik yang di susun secara paralel atau bercabang dan memiliki lebih dari 1 garis edar untuk mengalirkan listrik, disetiap bagian dalam rangkaian paralel adalah rangkaian individu arus pada setiap bagian tergantung besarnya ketahanan cabang dan jika salah satu alat dalam rangkaian paralel putus maka alat yang ada di lain bagian tidak ikut putus 

  65. 5211418052

    No.3
    Diketahui R1 = 250 Ohm
    R2 = 300 Ohm
    R3 = 450 Ohm
    V total = 24 V
    Ditanya : V1, V2, V3 = ….. ?
    Jawab : R total = R1 + R2 + R3 = 250 + 300 + 450
    = 1000 Ohm

    I total = V total / R total = 24 V / 1000 Ohm = 0,024 A

    V1 = I total x R1 = 0,024 x 250 Ohm = 6 V
    V2 = I total x R2 = 0,024 x 300 Ohm = 7,2 V
    V3 = I total x R3 = 0,024 x 450 Ohm = 10,8 V

    V1 + V2 + V3 = V total
    6 V + 7,2 V + 10,8 V = 24 V

  66. NIM : 5211418041
    Jawaban no.6
    Potential Divider/Pembagi Tegangan merupakan rangkaian dasar yang terdiri dari
    komponen resistor dan transistor. rangkaian ini digunakan untuk mengukur atau menentukan besar tegangan, arus, dan tahanan dari suatu rangkaian yang nantinya adalah untuk membuat transisitor yang ada didepannya dapat bekerja, dengan mengkonversi besar kecil resistor yang digunakan.

    Current Divider/Pembagi Arus adalah sirkuit yang membagi arus menjadi bagian-bagian
    kecil. Seperti kita ketahui bahwa sirkuit paralel adalah sirkuit pembagi arus. Jadi dengan sumber daya dan dua resistor paralel, kita dapat membuat rangkaian pembagi arus yang mudah. Seperti dalam jaringan pembagi saat ini, di sini kita perlu menghubungkan dua resistor dalam kombinasi paralel dan kemudian menerapkan sumber arus di seluruh rangkaian.

    Prinsip bahwa rangkaian DC dapat berfungsi sebagai potential Divider ditunjukan dengan
    adanya alat yang dinamakan Potensiometer. Potensiometer berkerja sebagai pembagi tegangan dikarenakan Track pada potensiometer bersifat resistif (beberapa jenis dapat bersifat kapasitif). Pergeseran tangkai wiper akan mengubah-ubah besarnya hambatan pada dua bagian track yang terbagi oleh wiper tersebut.

    Prinsip bahwa rangkaian DC dapat berfungsi sebagai Current Divider dengan ditunjukannya adanya resistor tiap komponen listrik. Resistor adalah komponen pasif, dimana komponen inii tidak memproduksi atau menyerap energi listrik, tetapi mengkonversi atau merubah

  67. 5211418031
    6.-Voltage devider atau Pembagi Tegangan adalah suatu rangkaian sederhana yang mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil.Terdapat dua bagian penting dalam merancang Pembagi Tegangan yaitu Rangkaian dan Persamaan Pembagi Tegangan
    –current devider atau pembagi arus adalah rangkaian linear sederhana yang menghasilkan arus keluaran ( I X ) yang merupakan sebagian kecil dari arus inputnya (I T ).Contoh aplikasi dari penggunaan listrik arus searah yaitu penyaluran tenaga listrik komersil yang pertama dibuat Thomas Alfa Edison di akhir abad kemenggunakan listrik arus searah. Generator komersiel yang pertama di dunia juga menggunakan listrik arus searah.

  68. 5211418043

    2.Salah satu karakteristik Rangkaian pararel adalah rangkaian yang bercabang ,Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber.
    Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu. Arus masing-masing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang.
    Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus, arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.
    Contoh : stopkontak

  69. 5211418034
    7. hukum ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar listrik dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya.
    contoh: penerapan setrika listrik apabila mendapat tegangan tinggi maka arus yang megalir juga tinggi dan setrika menjadi lebih panas contoh lain seperti proses di lampu pijar, magicom dll

  70. 5211418048
    No. 6
    Potential devider atau pembagi tegangan adalah rangkaian linier pasif yang menghasilkan tegangan keluaran yang merupakan sebagian kecil dari tegangan inputnya. Pembagian tegangan adalah hasil dari pendistribusian tegangan input antar komponen pembagi. Contoh prinsip rangkaian DC dapat berfungsi sebagai potential devider yaitu sebagai kontrol volume audio, untuk mengontrol suhu dalam freezer atau memantau perubahan cahaya di suatu ruangan.

    Current divider, rangkaian yang menggunakan dua buah komponen resistor yang salah satu kakinya dihubungkan menjadi satu ke sumber arus, dan kaki lainnya dihubungkan ke beban. rus masukan terbagi menjadi dua bagian ( Io dan Is ), masing-masing sebanding dengan besarnya harga konduktansi yang dilewati arus tersebut. Pembagi arus hanya berlaku apabila rangkaiannya paralel. Contoh prinsip rangkaian DC pada current devider yaitu pembagian arus yang terdapat pada LED.

  71. 5211418043

    3.R1 = 250 ohm
    R2 = 300 ohm
    R3=450 ohm
    V total= 240v
    D2.v1,2,v3
    D3 . R seri = R1+R2+R3
    = 250 ohm+300ohm+450ohm
    =1000ohm
    I total = Vt/Rt = 24v / 1000 ohm = 0,024
    V1= I total x R1 = 0,024 x 250 = 6v
    V2 = I total x R2 = 0,024 x 300 = 7,2 v
    V3 = I total x R3 = 0,024 x 450 = 10,8 v

  72. 5211418031
    7.hukum ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya.contohnya Motor berdengung.ini disebabkan karena Motor kekurangan Arus sehingga Energy gerak yg dihasilkan tidak maksimal/tidak normal.disebabkan Tegangannya Kurang, bila itu Motor 3 phase sangat dimungkinkan salah satu phase ada yang mati ( Sikringnya ) Putus satu, sehingga yang diterima oleh Motor hanya 2 phase.

  73. NIM : 5211418041
    Jawaban no.5

    Diketahui:
    Rangkaian Seri:
    V= 24 V
    I= 0,024 A
    Rangkaian Paralel
    V= 24 V
    I= 0,229 A
    Di tanya:
    daya pada rangkaian seri dan daya rangkaian paralel=…?
    Di jawab:
    Rangkaian seri
    P= V x I
    = 24V x 0,024A
    = 0,576 watt

    Rangkaian paralel
    P= V x I
    = 24V x 0,299A
    = 5,496 watt

  74. 5211418046

    No 3 :

    Diketahui :
    R1 = 250 Ω
    R2 = 300 Ω
    R3 = 450 Ω
    V total = 24 V

    Ditanya :
    V1, V2, V3 = … ?

    R seri = R1 + R2 + R3
    = 250 + 300 + 450
    = 1000 Ω

    I total = V total/R total
    = 24 V / 1000 Ω
    = 0,024 A

    V1= I total x R1 = 0,024 V x 250 Ω = 6 V
    V2= I total x R2 = 0,024 V x 300 Ω = 7,2 V
    V3= I total x R3 = 0,024 V x 450 Ω = 10,8 V

  75. 5211418030
    6.Potential devider (pembagi tegangan) secara sederhana dibentuk oleh rangkaian seri dari dua buah hambatan dengan sebuah suplai hambatan.Potential devider digunakan dari suatu sumber tegangan yang besar.Pada rangkaian pembagi tegangan diinginkan untuk mendapatkan tegangan keluaran vo yang merupakan bagian dari tegangan sumber v1 dengan memasang dua resistor R1 dan R2.
    V1= Vo + Vs
    Vs= I x R1
    Vo= I x R2
    V1= I x R2+I R1
    Vo=V1 x R2/(R1+R2)
    Rangakaian pembagi tegangan adalah dasar untuk memahami rangkaian DC atau rangkaian elektronika yang melibatkan berbagai komponen yang lebih rumit.
    Current devider ( pembagi arus) merupakan konsep dasar pembagi arus menggunakan 2 buah resistor yang salah satu kakinya dihubung menjadi satu ke sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan kebeban yang berbeda.
    Contoh aopikasi arus dc dapat dijumpai pada pembagian arus LED.

  76. 5211418033
    4. * Kesimpulan pada no. 3 antara lain arus yang mengalir pada tiap resistensi besarnya sama 0.024 A, dan tegangan berbeda, jadi satu saklar digunakan untuk semua lampu.

    * Diketahui
    R1: 250 ohm
    R2: 300 ohm
    R3: 450 ohm
    V: 24 volt
    Ditanya: I1, I2, & I3?
    Jawab
    * 1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
    1/Rtotal = (36 + 30 + 20)/(9000)
    Rtotal = 9000/86 = 104.6512
    * Itotal = V/Rtotal
    Itotal = 24/104.6512 = 0.2293
    * I1 = V/R1
    I1 = 24/250 = 0.096 A
    * I2 = V/R2
    I2 = 24/300 = 0.08 A
    * I3 = V/R3
    I3 = 24/450 = 0.0533 A

  77. 5211418048
    No. 7
    Hukum ohm dalam suatu Rangkaian Tegangan ( V ) naik atau dinaikkan, maka Arus ( I ) akan ikut naik sedangkan kalau Hambatan ( R ) besar atau dibesarkan, maka Arus ( I ) akan turun.

    Rumus Hukum Ohm : I = V/R; V = I x R; R = V/I

    Contoh pada setrika, lampu redup atau nyala tidak normal

  78. NIM : 5211418041
    Jawaban no.7
    Hukum Ohm menyatakan bahwa besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah hambatan (R) selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan. Hukum Ohm secara matematis dapat dirumuskan sebagai

    V = I x R

    Dimana :
    V = Tegangan
    I = Kuat Arus
    R = Hambatan

    Penerapan hukum Ohm pada rangkaian diantara :
    -Untuk mencari nilai resistor pada rangkaian seri
    -Untuk mencari nilai resitor pada rangkaian paralel
    -Untuk mencari nilai kapasitor pada rangkaian seri
    -Untuk mencari nilai kapasitor pada rangkaina paralel

    Contoh dalam peralatan sehari-hari seperti rangkaian pada lampu pijar, kulkas dan setrika.

  79. 5211418043

    4 .Kesimpulan nomer 3 :
    Arus yang dihasilkan pada rangkaian seri ke setiap komponen nilainya sama.semakin besar nilai resistor maka semakin tinggi tegangan pada setiap komponennya.

    paralel:
    Diket : R1=250 ohm
    R2= 300 ohm
    R3=450 ohm
    Vt = 24 V
    Ditanya:
    I1, I2, I3 ?
    Jawab :
    1/Rtotal = 1/R1+1/R2+1/R3
    1/Rtotal = 1/250 ohm +1/300 ohm+1/450ohm
    1/Rtotal = 3,6/900 ohm+3/900 ohm+2/900ohm
    1/Rtotal= 8,6/900ohm
    Rtotal = 104,65ohm

    I total = Vtotal/Rtotal
    = 24V/104,65ohm
    = 0,229A

    I1= Vtotal/R1= 24V/250ohm = 0,096A
    I2= Vtotal/R2= 24V/300ohm = 0,080A
    I3= Vtotal/R3= 24V/450ohm = 0,053A

    I total = I1+I2+I3
    = 0,096A+0,080A+0,053A
    = 0,229A

  80. 5211418047
    1. Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik yang dihubungkan ke catu daya lewat satu rangkaian. Rangkaian listrik seri adalah suatu rangkaian listrik, di mana input suatu komponen berasal dari output komponen lainnya. Hal inilah yang menyebabkan rangkaian listrik seri dapat menghemat biaya (digunakan sedikit kabel penghubung). Contohnya pada rangkaian lampu hias yang disusun secara seri.

  81. 5211418030
    7.Hukum ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantu g terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya secara matematis dirumuskan V=I x R
    Contoh penerapan hukum ohm yaitu pada bila lampu pijar elemen pemanasnya adalah filamen listrik yang terbuat dari tungten.Filamen listrik ini memiliki hambatan R, jika bola lampu pijar diberi tegangan V. Sesuai dengan hukum ohm, kuat arus listrik yang mengalir melalui filamen adalah I= V/R.

    • 5211418035
      1. Karakteristik sebuah rangkaian seriadalah bahwa, jika salah satu alat dimatikan, rangkaian akan mati dan tidak ada arus yang mengalir di dalam alat manapun di dalam rangkaiantersebut.

  82. 5211418036
    1. Rangkaian seri berfungsi untuk memperbesar hambatan dan pembagi tegangan. Rangkaian seri disusun berjajar atau berderet sehingga setiap bagian mendapat aliran listrik yang sama.
    Rangkaian seri biasanya digunakan pada lampu natal atau lampu hias.

  83. 5211418046

    No 4 :
    Kesimpulan dari nomor 3 adalah pada rangkaian seri, kuat arus yang mengalir memiliki besar yang sama dan Tegangan tiap titik atau komponen listrik apabila memiliki hambatan atau resistor yang semakin besar maka yang dihasilkan pada rangkaian seri tersebut akan semakin besar tegangannya.

    Hasil hitungan dari ketiga resistor tersebut sebagai berikut :

    Diketahui :
    R1= 250 Ω
    R2 = 300 Ω
    R3 = 450 Ω
    V total = 24 V

    Ditanya :
    I1, I2, I3=…?

    1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2+1/R3
    1/Rtotal = 1/250Ω + 1/300Ω + 1/450Ω
    1/Rtotal = 3,6/900Ω + 3/900Ω + 2/900Ω
    1/Rtotal = 8,6/900Ω
    Rtotal = 104,65Ω

    I total = Vtotal/Rtotal
    = 24V/104,65Ω
    = 0,229A

    I1 = Vtotal/R1= 24V/250Ω = 0,096A
    I2 = Vtotal/R2= 24V/300Ω = 0,080A
    I3 = Vtotal/R3= 24V/450Ω = 0,053A

    I total = I1+I2+I3
    = 0,096 + 0,080 + 0,053
    = 0,229 A

  84. 5211418043

    5 .Diket: Rangkaian Seri: V= 24 V
    I= 0,024 A
    Rangkaian Paralel : V= 24 V
    I= 0,229 A
    Di tanya:
    Brp daya pada rangkaian seri dan pararel?
    Di jawab:
    Rangkaian seri
    P = V x I
    = 24V x 0,024A
    = 0,576 watt

    Rangkaian paralel
    P= V x I
    = 24V x 0,299A
    = 5,496 watt

  85. 5211418032
    No 3
    Diketahui :
    R1 = 250 Ohm
    R2 = 300 Ohm
    R3= 450 Ohm
    Vtotal = 24 V
    Ditanya : V1,V2,V3 pada rangkaian seri ?
    Dijawab :
    Vtotal = I x Rtotal
    Rtotal = R1 + R2 + R3
    Rtotal = 250 Ohm + 300 Ohm + 450 Ohm
    Rtotal = 1000
    Vtotal = I x Rtotal
    24 V = I x 1000 Ohm
    24 V : 1000 Ohm = I
    0,024 A = I
    V1 = I x R1
    V1 = 0,024 A x 250 Ohm
    V1 = 6 V
    V2 = I x R2
    V2 = 0,024 A x 300 Ohm
    V2 = 7,2 V
    V3 = I x R3
    V3 = 0,024 x 450 Ohm
    V3 = 10,8 V

  86. 5211418039
    8.Hukum Kirchoff

    Jalur ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 .. 1

    Jalur BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 ..2

    Jalur ADCA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 ..3

    0= 12.I1- 6.I2+10.I3 …per1x2
    0= -12.I1+3.I2+30.I3 …per2x3
    0= -3.I2 + 40.I3 …4

    30=12.I2+3.I3 ..per3x3
    0=-12.I2 + 160.I3 …per4x4
    30= 163.I3
    I3= 0,184 A

    10=4.I2+0,184 A
    I2=2,454 A

    0=-4.I1+ 2,454 A +0,184 A
    I1=1.074A

    I=I1+I2
    =1,074A +2,454A
    =3,528A

  87. 5211418052

    No.4
    Kesimpulan dari perhitungan pada nomor 3 adalah semakin besar nilai resistor maka semakin tinggi pula tegangan pada setiap komponennya.
    Digabungkan Secara Paralel :
    Diketahui : R1 = 250 Ohm, R2 = 300 Ohm, R3= 450 Ohm
    Vtotal = 24 V
    Ditanya : I1,I2,I3 bila pada rangkaian paralel ?
    Dijawab : Vtotal = I x Rtotal

    1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
    = ( 1/250 + 1/300 + 1/450 ) Ohm
    = ( 36/9000+30/9000+20/9000 ) Ohm
    1/Rtotal = 86/9000 Ohm
    Rtotal = 9000/81 Ohm
    Rtotal = 104,6 Ohm

    • I total = Vtotal : Rtotal
    = 24 V : 104,6 Ohm
    = 0.229 A
    • I1 = Vtotal : R1
    = 24 V : 250 Ohm
    = 0,096 A
    • I2 = Vtotal : R2
    = 24 V : 300 Ohm
    = 0,08 A
    • I3 = Vtotal : R3
    = 24 V : 450 Ohm
    = 0,05 A

  88. 5211418034
    6. potential divider merupakan dasar untuk memahami rangkaian DC atau rangkaian elektronika yang lebih komplek.
    current devider merupakan Rangkaian penting untuk dipahami terutama untuk pemasangan alat ukur arus (Ampere Meter) secara paralel dan pembagian arus pada beban yang lebih dari 1
    contoh: generator berbahan bensin yang dapat menghasilkan listrik

  89. 5211418047
    2. Rangkaian listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Contohnya pada pendistribusian listrik PLN ke rumah masyarakat.

  90. .Potential devider atau pembagi tegangan merupakan sebuah bentuk rangkaian seri dari dua buah hambatan dengan sebuah suplai voltage. Potential devider digunakan dari suatu sumber tegangan yang besar.
    Rangakaian pembagi tegangan adalah dasar untuk memahami rangkaian DC atau rangkaian elektronika yang melibatkan berbagai komponen lain atau lebih rumit.
    Sedangkan Current Divider/Pembagi Arus adalah rangkaian yang membagi arus menjadi beberapa bagian. Seperti pada rangkaian paralel adalah rangkaian pembagi arus. Jadi dengan sumber daya dan dua resistor paralel, kita dapat membuat rangkaian pembagi arus yang mudah. Seperti dalam jaringan pembagi saat ini, di sini kita perlu menghubungkan dua resistor dalam kombinasi paralel dan kemudian menerapkan sumber arus di seluruh rangkaian.
    Contoh aplikasi arus dc dapat dijumpai pada pembagian arus lampu LED.

  91. 5211418033
    6. Potential devider atau pembagi tegangan merupakan sebuah bentuk rangkaian seri dari dua buah hambatan dengan sebuah suplai voltage. Potential devider digunakan dari suatu sumber tegangan yang besar.
    Rangakaian pembagi tegangan adalah dasar untuk memahami rangkaian DC atau rangkaian elektronika yang melibatkan berbagai komponen lain atau lebih rumit.
    Sedangkan Current Divider/Pembagi Arus adalah rangkaian yang membagi arus menjadi beberapa bagian. Seperti pada rangkaian paralel adalah rangkaian pembagi arus. Jadi dengan sumber daya dan dua resistor paralel, kita dapat membuat rangkaian pembagi arus yang mudah. Seperti dalam jaringan pembagi saat ini, di sini kita perlu menghubungkan dua resistor dalam kombinasi paralel dan kemudian menerapkan sumber arus di seluruh rangkaian.
    Contoh aplikasi arus dc dapat dijumpai pada pembagian arus lampu LED.

  92. 5211418052

    No. 5
    Diket : Vseri = 24 V
    Iseri = 0,024 A
    Vparalel = 24 V
    Iparalel = 0,229 A

    Ditanya : Pseri…? Pparalel….?

    Diketahui :
    Pseri = Vseri x Iseri
    Pseri = 24 V x 0,024 A
    Pseri = 0,576 watt

    Pparalel = Vparalel x Iparalel
    Pparalel = 24 V x 0,229 A
    Pparalel = 5,496 watt

  93. 5211418049
    8.Persamaan 1
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0… (1)
    Persamaan 2
    5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0 …………. (2)
    Persamaan 3
    3 I2 + 1(I2+I3) = 10
    4 I2 + I3 = 10 ………………….. (3)
    Persamaan 4
    12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 … Persamaan(1) x 2
    -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 … Persamaan (2) ____________________________
    -3 I2 + 40 I3 = 0 ………………. (4)

    Cari I3
    12 I2 + 3 I3 = 30 ….. Persamaan(3) x 3
    -12 I2 + 160 I3 = 0 … Persamaan(4) x 4
    ____________________________
    163 I3 = 30
    I3 = 30 : 163
    I3 = 0,184 A

    Cari I2
    4 I2 + I3 = 10
    4 I2 + 0,184 A = 10
    4 I2 = 9,816
    I2 = 9,816 : 4 = 2,454 A

    Cari I1
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
    4,294 = 4 I1
    I1 = 4,294 : 4
    I1 = 1,074 A

    I total = I1 + I2 = 1,074 A + 2,454 A
    I total = 3,529 A

    alasan I total = I1 + I2 :
    (I1 – I3 ) + (I2 + I3) = I total
    I1 – I3 + I2 + I3 = I total
    I1 + I2 = I total

  94. 5211418046

    No 5 :

    Diketahui :
    Vseri = 24 V
    Iseri = 0,024 A
    Vparalel = 24 V
    Iparalel = 0,229 A

    Ditanya :
    Pseri…?
    Pparalel….?

    Seri :
    Pseri = Vseri x Iseri
    Pseri = 24 V x 0,024 A
    Pseri = 0,576 watt

    Paralel:
    Pparalel = Vparalel x Iparalel
    Pparalel = 24 V x 0,229 A
    Pparalel = 5,496 watt

  95. 5211418035
    1. Karakteristik sebuah rangkaian seriadalah bahwa, jika salah satu alat dimatikan, rangkaian akan mati dan tidak ada arus yang mengalir di dalam alat manapun di dalam rangkaiantersebut.

  96. 5211418043

    6.Potential devider dibentuk oleh rangkaian seri dari dua buah hambatan dengan sebuah suplai hambatan.Potential devider digunakan dari suatu sumber tegangan yang besar.Pada rangkaian pembagi tegangan diinginkan untuk mendapatkan tegangan keluaran vo yang merupakan bagian dari tegangan sumber v1 dengan memasang dua resistor R1 dan R2.
    Rangakaian pembagi tegangan adalah dasar untuk memahami rangkaian DC atau rangkaian elektronika yang melibatkan berbagai komponen yang lebih rumit.

    Current divider, rangkaian yang menggunakan dua buah komponen resistor yang salah satu kakinya dihubungkan menjadi satu ke sumber arus, dan kaki lainnya dihubungkan ke beban. rus masukan terbagi menjadi dua bagian , masing-masing sebanding dengan besarnya harga konduktansi yang dilewati arus tersebut. Pembagi arus hanya berlaku apabila rangkaiannya paralel.
    Contoh : arus pada lampu LED

  97. 5211418035
    2. Karakteristik rangkaian listrik paralel
    Tegangannya sama untuk masing-masing resistor dalam rangkaian paralel karena hanya ada dua titik umum yang menghubungkan semua resistor, dan voltase atau tegangan antara titik umum selalu sama.

  98. 5211418035
    3.D1 :
    R1 = 250 Ohm
    R2 = 300 Ohm
    R3 = 450 Ohm
    V total = 24 V
    D2 :
    V1, V2, V3 = ….. ?
    D3 :
    R total = R1 + R2 + R3 = 250 + 300 + 450 = 1000 Ohm

    I total = V total / R total = 24 V / 1000 Ohm = 0,024 A

    V1 = I total x R1 = 0,024 x 250 Ohm = 6 V
    V2 = I total x R2 = 0,024 x 300 Ohm = 7,2 V
    V3 = I total x R3 = 0,024 x 450 Ohm = 10,8 V

    V1 + V2 + V3 = V total
    6 V + 7,2 V + 10,8 V = 24 V

  99. 5211418033
    7. hukum Ohm adalah kuat arus dalam suatu rangkaian berbanding lurus dengan tegangan pada ujung-ujung rangkaian dan berbanding terbalik dengan hambatan rangkaian.
    Lampu redup ( tidak menyala Normal ). Gejala ini adalah Aplikasi dari Hukum Ohm, alasannya adalah bahwa cahaya lampu berasal dari energy panas yg dihasilkan oleh energy listrik. Energy listrik dihasilkan oleh hasil kerja tegangan dan arus dalam hambatan lampu. Hal tersebut karena salah satu sifat arus panas, maka bila cahayanya redup berarti energynya kurang sehingga dapat dikatakan panasnya kurang, dengan kata lain arusnya kurang. Itu sesuai dengan Hukum Ohm bahwa arus berbanding lurus dengan tegangan, maka dapat dipastikan bahwa arus kurang karena tegangannya kurang atau turun. Solusinya naikkan tegangannya, maka lampu akan menyala normal.

  100. 5211418038
    No:1
    Rangkaian seri memiliki satu aliran dan aliran tersebut mempunyai volt yg sama dan jalur yg sama ,ketika salah satunya putus pasti yg lain juga akan mati,
    Contohnya meteran

  101. 5211418035
    4. D1 :
    R1 = 250 ohm
    R2 = 300 ohm
    R3 = 450 ohm
    V total = 24 V
    D2 :
    a.) I1…?
    b.) I2…?
    c.) I3…?
    D3 :
    a.) I1 = V total / R1
    I1 = 24 V / 250 ohm
    I1 = 0,096 A
    b.) I2 = V total / R2
    I2 = 24 V / 300 ohm
    I2 = 0,08 A
    c.) I3 = V total / R3
    I3 = 24 V / 450 ohm
    I3 = 0,053 A

    Itotal = I1 + I2 + I3
    Itotal = 0,096 A + 0,08 A + 0,053 A
    Itotal = 0,229 A

    Kesimpulan pada nomer 3
    Semakin besar hambatan dirangkaian seri, maka semakin besar arus yang mengalir di rangkaian seri

    Kesimpulan rangkaian paralel semakin besar hambatan dirangkaian paralel, maka semakin kecil tegangan yang mengalir dirangkaian paralel.

  102. 5211418035
    5. D1 :
    Vseri = 24 V
    Iseri = 0,024 A
    Vparalel = 24 V
    Iparalel = 0,229 A

    D2 :
    Pseri…?
    Pparalel….?

    D3 :
    Pseri = Vseri x Iseri
    Pseri = 24 V x 0,024 A
    Pseri = 0,576 watt

    Pparalel = Vparalel x Iparalel
    Pparalel = 24 V x 0,229 A
    Pparalel = 5,496 watt

  103. 5211418036
    2. Rangkaian paralel disusun bercabang dan ada lebih dari satu jalur listrik.setiap bagian pada rangkaian paralel ialah satu individu,maka bila rangakaian yang satu terputus maka rangkaian laiannya tetap tersambung. Rangkaian paralel biasanya digunakan pada stop kontak

  104. 5211418043

    7. Hukum Ohm menyatakan bahwa besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah hambatan (R) selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan.
    Rumus
    V = I x R
    Dimana : V = Tegangan
    I = Kuat Arus
    R = Hambatan

    Kegunaan:
    Untuk mencari nilai resitor pada rangkaian paralel,seri dan campuran

    Contoh : rangkaian pada lampu

  105. 5211418034
    5. Diketahui: V = 24 volt
    Iseri = 0.024 A
    Iparalel = 0,229 A
    Ditanya P seri, P paralel?
    Jawab:
    -Seri
    P total = V x I
    P total = 24 x 0.024 = 0.576 watt
    -Paralel
    P total = V x I
    P total = 24V x 0,299A = 5,496 watt

  106. 5211418047
    3.~Diketahui: R1 = 250 Ohm
    R2 = 300 Ohm
    R3 = 450 Ohm
    V total = 24 V

    ~Ditanya: V1, V2, V3 ?

    ~Dijawab:
    R total = R1 + R2 + R3 = 250 + 300 + 450 = 1000 Ohm

    I total = V total / R total = 24 V / 1000 Ohm = 0,024 A

    V1 = I total x R1 = 0,024 x 250 Ohm = 6 V
    V2 = I total x R2 = 0,024 x 300 Ohm = 7,2 V
    V3 = I total x R3 = 0,024 x 450 Ohm = 10,8 V

    V1 + V2 + V3 = V total
    6 V + 7,2 V + 10,8 V = 24 V

  107. 5211418032
    No 4
    Diketahui :
    R1=250 Ω
    R2= 300 Ω
    R3=450 Ω
    V total = 24 V
    Ditanya: I1, I2, I3=…?
    Dijawab:
    1/Rtotal= 1/R1+1/R2+1/R3
    1/Rtotal= 1/250Ω+1/300Ω+1/450Ω
    1/Rtotal= 3,6/900Ω+3/900Ω+2/900Ω
    1/Rtotal= 8,6/900Ω
    Rtotal= 104,65Ω

    I total = Vtotal/Rtotal
    = 24V/104,65Ω
    = 0,229A

    I1= Vtotal/R1= 24V/250Ω = 0,096A
    I2= Vtotal/R2= 24V/300Ω = 0,080A
    I3= Vtotal/R3= 24V/450Ω = 0,053A

    I total = I1+I2+I3
    = 0,096A+0,080A+0,053A
    = 0,229A

    Kesimpulannnya yaitu Pada soal no.3 rangkaian seri sehingga arus yang mengalir dan melewati tiap hambatan yaitu sama sebesar 0,024 A, sedangkan tegangan masing masing beban berbeda sehingga jika ada satu saklar dan itu berfungsi untuk semua beban atau lampu

  108. Potential devider adalah rangkaian linier sederhana yang menghasilkan arus keluaran yang merupakan sebagian kecil dari arus inputnya

    Current devider adalah rangkaian linier pasif yang menghasilkan tegangan keluaran (Vkeluar) yang merupakan sebagian kecil dari tegangan masukannya (Vmasuk)

  109. 5211418052

    No. 6
    Pembagi tegangan (Voltage Divider) secara sederhana dibentuk oleh rangkaian seri dari dua buah hambatan, dengan sebuah suplai tegangan. Diantara kedua hambatan tersebut, diambil sebuah jalur yang akan digunakan sesuai keperluan kita, misalnya sebagai inputan ke mikrokontroler. Sedangkan Current Divider/Pembagi Arus adalah rangkaian yang membagi arus menjadi beberapa bagian. Seperti pada rangkaian paralel adalah rangkaian pembagi arus. Jadi dengan sumber daya dan dua resistor paralel, kita dapat membuat rangkaian pembagi arus yang mudah. Seperti dalam jaringan pembagi saat ini, di sini kita perlu menghubungkan dua resistor dalam kombinasi paralel dan kemudian menerapkan sumber arus di seluruh rangkaian.
    Contoh : pada pembagian arus lampu led

  110. 5211418035
    7. Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya
    Penerapannya :
    – menghitung resistor seri dan paralel
    – menghitung kapasitor seri dan paralel

  111. 5211418032
    No 5
    Diketahui :
    R1=250 ohm
    R2=300 ohm
    R3=450 ohm
    V=24 Volt

    Ditanya :
    P(daya) pada rangkaian seri dan pararel?

    Dijawab :
    P seri=
    V tot x I tot= 24 Volt x 0,024 A= 0,576 Watt
    P pararel=
    V tot x I tot = 24 Volt x 0,229 A= 5,496 Watt

  112. NIM : 5211418041

    Jawaban no.8

    Penyelesaian Menggunakan pendekatan Hukum Kirchoff

    1. Jalur ABDA

    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 (Persamaan 1)

    2. Jalur BDCB

    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    0= 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 (Persamaan 2)

    3. Jalur ADCDA

    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    10= 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 (Persamaan 3)

    Pers. 1 dikalikan 2 dan Pers. 2 dikalikan 3 lalu dieleminasi.
    12.I1 – 6.I2 + 10.I3 = 0 … Persamaan(1) x 2
    -12.I1 + 3.I2 + 30.I3 = 0 … Persamaan (2) ________________________________________-
    -3.I2 + 40.I3 = 0 ………………. (4)

    Didapat : 0 = -3.I2 + 40.I3 (Persamaan 4)

    Pers.3 dikalikan 3 dan Pers. 4 dikalikan 4 lalu dieleminasi.

    12.I2 + 3.I3 = 30 ….. Persamaan(3) x 3
    -12.I2 + 160.I3 = 0 … Persamaan(4) x 4
    ________________________________________-
    163.I3 = 30
    I3 = 30 : 163
    I3 = 0,184 A

    Didapat : I3 = 0,184 A

    Substitusi I3 ke Persamaan 3
    10 = 4.I2 + 0,184
    4.I2 = 9,816
    I2 = 2,454 A

    Substitusi I3 dan I2 ke persamaan 2
    0 = -4.I1 + 2,454 + 1,84
    4.I1 = 4,294
    I1 = 1,074 A

    Itotal= I1 + I2
    Itotal = 3,529 A

  113. 5211418038
    No:2
    Rangkaian pararel merupakan rangkaian listrik dimana semua input berasal dari sumber yang sama. Susunan pararel tersusun tidak sejalur sehingga arus yang melewati setiap hambatan akan berbeda namun tegangan setiap hambatan akan sama.contohnya PLN yg meng hantarkan ke rumah warga

  114. 5211418043

    8. ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3

    BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3

    ADCDA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3

    Eleminasi persamaan 1,2,3
    Didapat : 0 = -3.I2 + 40.I3

    Persamaan 3 dan 4 dieleminasi.
    Didapat : I3 = 0,184 A

    Substitusi I3 ke Persamaan 3
    10 = 4.I2 + 0,184
    4.I2 = 9,816
    I2 = 2,454 A

    Substitusi I3 dan I2 ke persamaan 2
    0 = -4.I1 + 2,454 + 1,84
    4.I1 = 4,294
    I1 = 1,074 A

    I = I1 + I2
    I = 3,529 A

  115. 5211418052

    No. 7
    “ Besarnya Arus pada sebuah Penghantar berbanding lurus dengan Tegangan
    dan berbanding terbalik dengan Hambatannya”. Kalimat di atas disebut Hukum Ohm.
    Contoh penerapan Hukum Ohm untuk menghidupkan lampu LED.

  116. 5211418047
    4. D1 :
    R1 = 250 ohm
    R2 = 300 ohm
    R3 = 450 ohm
    V total = 24 V

    D2 :
    a.) I1…?
    b.) I2…?
    c.) I3…?

    D3 :
    a.) I1 = V total / R1
    I1 = 24 V / 250 ohm
    I1 = 0,096 A
    b.) I2 = V total / R2
    I2 = 24 V / 300 ohm
    I2 = 0,08 A
    c.) I3 = V total / R3
    I3 = 24 V / 450 ohm
    I3 = 0,053 A

    Itotal = I1 + I2 + I3
    Itotal = 0,096 A + 0,08 A + 0,053 A
    Itotal = 0,229 A

    Kesimpulan rangkaian seri pada nomer 3
    Semakin besar hambatan pada rangkaian
    seri, maka semakin besar arus yang
    mengalir pada rangkaian seri.

    Kesimpulan rangkaian paralel yaitu
    semakin besar hambatan pada rangkaian
    paralel, maka semakin kecil tegangan yang
    mengalir pada rangkaian paralel.

  117. 5211418052

    No. 8
    Dengan Hukum Kirchoff

    Jalur ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 .. 1

    Jalur BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 ..2

    Jalur ADCA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 ..3

    0= 12.I1- 6.I2+10.I3 …per1x2
    0= -12.I1+3.I2+30.I3 …per2x3
    0= -3.I2 + 40.I3 …4

    30=12.I2+3.I3 ..per3x3
    0=-12.I2 + 160.I3 …per4x4
    30= 163.I3
    I3= 0,184 A

    10=4.I2+0,184 A
    I2=2,454 A

    0=-4.I1+ 2,454 A +0,184 A
    I1=1.074A

    I=I1+I2
    =1,074A +2,454A
    =3,528A

  118. 5211418046

    No 6 :
    Potential Divider : rangkaian sederhana yang menggunakan resistor untuk mensupply perbedaan potensial variabel. Dua resistor membagi perbedaan potensial yang diberikan kepada mereka dari sel.

    Current Divider : rangkaian yang membagi arus menjadi bagian-bagian kecil. Seperti yang diketahui bahwa sirkuit paralel adalah sirkuit pembagi arus. Dengan sumber daya dan dua resistor paralel, kita dapat membuat rangkaian pembagi arus yang mudah. Seperti dalam jaringan pembagi saat ini, di sini kita perlu menghubungkan dua resistor dalam kombinasi paralel dan kemudian menerapkan sumber arus di seluruh rangkaian paralel.

    Penggunaannya pada rangkaian pembagi tegangan adalah biasanya digunakan sebagai pendeteksi perubahan nilai resistansi dari sensor-sensor yang bersifat resistif, sebagai contoh pada rangkaian LDR (Light Dependent Resistor)

  119. 5211418048
    No. 8
    Hukum Kirchoff

    Jalur ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 …..1

    Jalur BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 ….. 2

    Jalur ADCA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 ….. 3

    0= 12.I1- 6.I2+10.I3 …pers 1 x pers 2
    0= -12.I1+3.I2+30.I3 …pers 2 x pers 3
    0= -3.I2 + 40.I3 …… 4

    30=12.I2+3.I3 ..pers 3 x pers 3
    0=-12.I2 + 160.I3 …pers 4 x pers 4
    30= 163.I3
    I3= 0,184 A

    Subs I3 ke pers 3
    10=4.I2+0,184 A
    I2=2,454 A

    Subs I3 & I2 ke pers 2
    0=-4.I1+ 2,454 A +0,184 A
    I1=1.074A

    I=I1+I2
    =1,074A +2,454A
    =3,528 A (jawaban)

  120. 5211418036
    3. Diketahui :
    R1 = 250 Ohm
    R2 = 300 Ohm
    R3 = 450 Ohm
    V = 24 V
    V1, V2, V3 = ?
    Jadi, R total = R1 + R2 + R3 = 250 + 300 + 450 = 1000 Ohm

    I total = V / R total = 24 V / 1000 Ohm = 0,024 A

    V1 = I total x R1 = 0,024 x 250 Ohm = 6 V
    V2 = I total x R2 = 0,024 x 300 Ohm = 7,2 V
    V3 = I total x R3 = 0,024 x 450 Ohm = 10,8 V

    tiap tegangan (V1 + V2 + V3) = tegangan seluruh(V)
    6 V + 7,2 V + 10,8 V = 24 V

  121. 5211418032
    No 6
    -Potential devider pada rangkaian DC merupakan suatu rangkaian sederhana yang mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil.Terdapat dua bagian penting dalam merancang Pembagi Tegangan yaitu Rangkaian dan Persamaan Pembagi Tegangan
    –Current devider atau pembagi arus merupakan rangkaian linear sederhana yang menghasilkan arus keluaran yang merupakan sebagian kecil dari arus inputnya.
    Contoh aplikasi dari penggunaan listrik arus searah yaitu penyaluran tenaga listrik komersil yang pertama (dibuat oleh Thomas Alfa Edison di akhir abad ke 19) menggunakan listrik arus searah. Generator komersiel yang pertama di dunia juga menggunakan listrik arus searah

  122. 5211418038
    No:3
    R1 = 250 Ohm
    R2 = 300 Ohm
    R3 = 450 Ohm
    V total = 24 V
    D2 :
    V1, V2, V3 = ….. ?
    D3 :
    R total = R1 + R2 + R3 = 250 + 300 + 450 = 1000 Ohm

    I total = V total / R total = 24 V / 1000 Ohm = 0,024 A
    V1= I total x R1 = 0,024 x 250 = 6v
    V2 = I total x R2 = 0,024 x 300 = 7,2 v
    V3 = I total x R3 = 0,024 x 450 = 10,8 v

  123. 5211418035
    No. 8
    Menggunakan Hukum Kirchoff

    – Jalur ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 …..1

    – Jalur BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 ….. 2

    – Jalur ADCA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 ….. 3

    0= 12.I1- 6.I2+10.I3 …pers 1 x pers 2
    0= -12.I1+3.I2+30.I3 …pers 2 x pers 3
    0= -3.I2 + 40.I3 …… 4

    30=12.I2+3.I3 ..pers 3 x pers 3
    0=-12.I2 + 160.I3 …pers 4 x pers 4
    30= 163.I3
    I3= 0,184 A

    – Subs I3 ke pers 3
    10=4.I2+0,184 A
    I2=2,454 A

    – Subs I3 & I2 ke pers 2
    0=-4.I1+ 2,454 A +0,184 A
    I1=1.074A

    I=I1+I2
    =1,074A +2,454A
    =3,528 A

  124. 5211418031
    No.8
    Menggunakan Hukum Kirchoff

    ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 (Persamaan 1)

    BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 (Persamaan 2)

    ADCDA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 (Persamaan 3)

    Pers. 1 dikalikan 2 dan Pers. 2 dikalikan 3 lalu dieleminasi.
    Didapatkan : 0 = -3.I2 + 40.I3 (Persamaan ke 4)

    Pers.3 dikalikan 3 dan Pers. 4 dikalikan 4 lalu dieleminasi.
    Didapatkan : I3 = 0,184 A

    Substitusi I3 ke Pers. 3
    10 = 4.I2 + 0,184
    4.I2 = 9,816
    I2 = 2,454 A

    Substitusi I3 dan I2 ke pers. 2
    0 = -4.I1 + 2,454 + 1,84
    4.I1 = 4,294
    I1 = 1,074 A

    I = I1 + I2
    I = 3,529 A

  125. 5211418032
    No 7
    Hukum ohm merupakan suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, tetapi istilah “hukum” tetap digunakan dengan alasan sejarah.

    Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan

    V = I . R

    Aplikasinya salah satunya yaiu ntuk menghitung besarnya tegangan, dapat memperkecil arus listrik, memperkecil tegangan pada rangkaian dan juga untuk memperoleh nilai resistansi atau hambatan yang diperlukan.

  126. 5211418036
    4. Diketahui :
    R1=250 Ω
    R2= 300 Ω
    R3=450 Ω
    V = 24 V
    I1, I2, I3 = ?
    Jadi,
    1/Rtotal= 1/R1+1/R2+1/R3
    1/Rtotal= 1/250Ω+1/300Ω+1/450Ω
    1/Rtotal= 3,6/900Ω+3/900Ω+2/900Ω
    1/Rtotal= 8,6/900Ω
    Rtotal= 104,65Ω

    I total = Vtotal/Rtotal
    = 24V/104,65Ω
    = 0,229A

    I1= Vtotal/R1= 24V/250Ω = 0,096A
    I2= Vtotal/R2= 24V/300Ω = 0,080A
    I3= Vtotal/R3= 24V/450Ω = 0,053A

    I total = I1+I2+I3
    = 0,096 A +0,080 A +0,053 A = 0,229 A

    Soal no.3 merupakan rangkaian seri oleh karena itu arus yang mengalir dan melewati tiap hambatan yaitu sama 0,024 A, namun tegangan tiap beban berbeda. Jadi setiap bagian dialiri arus yang sama namun berbeda tegangan.

  127. 5211418033
    8. Diketahui
    R1 = 6 ohm
    R2 = 3 ohm
    R3 = 5 ohm
    R4 = 1 ohm
    R5 = 4 ohm
    Ditanya I1, I2, & I3 ?
    Jawab: Berdasarkan Hukum Kirchoff
    * Jalur ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 ..(Persamaan 1)
    * Jalur BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 ..(Persamaan 2)
    * Jalur ADCDA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 (Persamaan 3)
    * 0 = -3.I2 + 40.I3 (Persamaan 4)
    I3 = 0,184 A
    * Sub. I3 ke Pers. 3
    10 = 4.I2 + 0,184
    4.I2 = 9,816
    I2 = 2,454 A
    * Sub. I3 dan I2 ke pers. 2
    0 = -4.I1 + 2,454 + 1,84
    4.I1 = 4,294
    I1 = 1,074 A

    I = I1 + I2
    I = 3,529 A

  128. 5211418030
    8.Diketahui :
    R1=6 ohm
    R2=3 ohm
    R3=5 ohm
    R4=1 ohm
    R5=4 ohm
    V=10 V
    Ditanya : I1,I2,I3?
    Dijawab :
    ABDA
    0=6I1+5I3-3I2
    0=6I1-3I2+5I3….(1)
    BDCB
    0=5I3+1(I2+I3)-4I1-I3)
    =5I3+I2+I3-4I1+4I3
    0=-4I1+I2+10I3….(2)
    ADCA
    10=3I2+1(I2+I3)
    =3I2+I2+I3
    10=4I2+I3….(3)

    Persamaan 1 dan 2 (3)
    0=6I1-3I2+5I3 (x2)
    0=-4I1+I2+10I (x3)
    Menghasilkan: 0=-3I2+40I3…..(4)

    Persamaan 3 dan 4
    10=4I2+I3 (x3)
    0=-3I2+40I3 (x4)
    Menghasilkan: I3= 0,184 A

    Subtitusi I3
    10=4I2+0,184 A
    4I2=9,816 A
    I2=2452 A

    Subtitusi untuk I3 dan I2
    0=-4I1+2454 A+1,84 A
    4I1=4294
    I1=1074 A
    I=I1+I2=1074 A+2454 A= 3529 A

  129. 5211418047
    5. ~Diketahui : R1=250 ohm
    R2=300 ohm
    R3=450 ohm
    V=24 Volt
    ~Ditanya : P(daya) pada rangkaian seri
    dan pararel?
    ~Dijawab : P seri= V tot x I tot= 24 Volt x
    0,024 A= 0,576 Watt

    P pararel= V tot x I tot = 24 Volt
    x 0,229 A= 5,496 Watt

  130. 5211418034
    8. Dengan Hukum Kirchoff

    1. Jalur ABDA

    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 (Pers.1)

    2. Jalur BDCB

    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    0= 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 (Pers.2)

    3. Jalur ADCDA

    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    10= 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 (Pers3)

    Pers. 1 dikalikan 2 dan Pers. 2 dikalikan 3 lalu dieleminasi.
    12.I1 – 6.I2 + 10.I3 = 0 … Pers.1 x 2
    -12.I1 + 3.I2 + 30.I3 = 0 … Pers.2 x 3
    -3.I2 + 40.I3 = 0 ………………. (pers.4)

    Pers.3 dikalikan 3 dan Pers. 4 dikalikan 4 lalu dieleminasi.

    12.I2 + 3.I3 = 30 ….. Pers.3 x 3
    -12.I2 + 160.I3 = 0 … Pers.4 x 4
    163.I3 = 30
    I3 = 30 : 163
    I3 = 0,184 A

    Didapat : I3 = 0,184 A

    Substitusi I3 ke Persamaan 3
    10 = 4.I2 + 0,184
    4.I2 = 9,816
    I2 = 2,454 A

    Substitusi I3 dan I2 ke persamaan 2
    0 = -4.I1 + 2,454 + 1,84
    4.I1 = 4,294
    I1 = 1,074 A

    Itotal= I1 + I2
    =1,074A + 2,454
    =3,528 A

  131. 5211418046

    No 7 :
    Hukum Ohm adalah hukum yang menyatakan bahwa besar kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar jika suhu dijaga konsisten.

    Contoh penggunaan dari hukum Ohm adalah penggunaan DC Generator

  132. 5211418032
    No 8
    Diketahui :
    R1=6 ohm
    R2=3 ohm
    R3=5 ohm
    R4=1 ohm
    R5=4 ohm
    V=10 V
    Ditanya : I1,I2,I3?
    Dijawab :
    ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 (Persamaan 1)

    BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 (Persamaan 2)

    ADCDA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 (Persamaan 3)

    Pers. 1 dikalikan 2 dan Pers. 2 dikalikan 3 lalu dieleminasi.
    Didapatkan : 0 = -3.I2 + 40.I3 (Persamaan ke 4)

    Pers.3 dikalikan 3 dan Pers. 4 dikalikan 4 lalu dieleminasi.
    Didapatkan : I3 = 0,184 A

    Substitusi I3 ke Pers. 3
    10 = 4.I2 + 0,184
    4.I2 = 9,816
    I2 = 2,454 A

    Substitusi I3 dan I2 ke pers. 2
    0 = -4.I1 + 2,454 + 1,84
    4.I1 = 4,294
    I1 = 1,074 A

    I = I1 + I2
    I = 3,529 A

  133. 5211418046

    No 8 :

    Hukum Kirchoff

    Jalur ABDA :

    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 (Persamaan 1)

    Jalur BDCB :

    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    0= 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 (Persamaan 2)

    Jalur ADCDA :

    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    10= 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 (Persamaan 3)

    Persamaan 1 x 2 dan Persamaan 2 x 3 lalu dieleminasi.

    12.I1 – 6.I2 + 10.I3 = 0 … Persamaan (1) x 2
    -12.I1 + 3.I2 + 30.I3 = 0 … Persamaan (2) ________________________________________-
    -3.I2 + 40.I3 = 0 ………………. (4)

    0 = -3.I2 + 40.I3 (Persamaan 4)

    Persamaan 3 x 3 dan Persamaan 4 x 4 lalu dieleminasi.

    12.I2 + 3.I3 = 30 ….. Persamaan(3) x 3
    -12.I2 + 160.I3 = 0 … Persamaan(4) x 4
    ________________________________________-
    163.I3 = 30
    I3 = 30 : 163
    I3 = 0,184 A

    I3 = 0,184 A

    Substitusi I3 ke Persamaan 3
    10 = 4.I2 + 0,184
    4.I2 = 9,816
    I2 = 2,454 A

    Substitusi I3 dan I2 ke persamaan 2
    0 = -4.I1 + 2,454 + 1,84
    4.I1 = 4,294
    I1 = 1,074 A

    Itotal = I1 + I2
    Itotal = 1,074 + 2,454
    Itotal = 3,529 A

  134. 5211418036
    5.
    I tot seri = 0,024 A
    I tot paralel = 0,229 A
    V=24 Volt
    daya listrik yang bekerja pada rangkaian seri dan pararel?
    P = V x I
    P (daya) seri= V tot x I tot= 24 Volt x 0,024 A= 0,576 Watt
    P pararel=V tot x I tot = 24 Volt x 0,229 A= 5,496 Watt

  135. 5211418047
    6. ~Voltage devider atau Pembagi Tegangan adalah suatu rangkaian sederhana yang mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil.Terdapat dua bagian penting dalam merancang Pembagi Tegangan yaitu Rangkaian dan Persamaan Pembagi Tegangan.

    ~current devider atau pembagi arus adalah rangkaian linear sederhana yang menghasilkan arus keluaran ( I X ) yang merupakan sebagian kecil dari arus inputnya (I T ).Contoh aplikasi dari penggunaan listrik arus searah yaitu penyaluran tenaga listrik komersil yang pertama menggunakan listrik arus searah. Generator komersiel yang pertama di dunia juga menggunakan listrik arus searah.

  136. 5211418038
    No:4
    R1 = 250 ohm
    R2 = 300 ohm
    R3 = 450 ohm
    V total = 24 V
    D2 :
    a.) I1…?
    b.) I2…?
    c.) I3…?
    D3 :
    a.) I1 = V total / R1
    I1 = 24 V / 250 ohm
    I1 = 0,096 A
    b.) I2 = V total / R2
    I2 = 24 V / 300 ohm
    I2 = 0,08 A
    c.) I3 = V total / R3
    I3 = 24 V / 450 ohm
    I3 = 0,053 A

    Itotal = I1 + I2 + I3
    Itotal = 0,096 A + 0,08 A + 0,053 A
    Itotal = 0,229 A

    Kesimpulan pada nomer 3
    Semakin besar hambatan dirangkaian seri, maka semakin besar arus yang mengalir di rangkaian seri

    • 5211418038
      No:5
      Diketahui: V = 24 volt
      Iseri = 0.024 A
      Iparalel = 0,229 A
      Ditanya P seri, P paralel?
      Jawab:
      -Seri
      P total = V x I
      P total = 24 x 0.024 = 0.576 watt
      -Paralel
      P total = V x I
      P total = 24V x 0,299A = 5,496 watt

  137. 5211418057
    7. Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R). Pengaplikasian digunakan untuk memperkecilkan Arus listrik, Memperkecil Tegangan dan juga dapat memperoleh Nilai Hambatan (Resistansi) yang kita inginkan.

  138. 5211418038
    No:6
    Potential devider dibentuk oleh rangkaian seri dari dua buah hambatan dengan sebuah suplai hambatan.Potential devider digunakan dari suatu sumber tegangan yang besar.Pada rangkaian pembagi tegangan diinginkan untuk mendapatkan tegangan keluaran vo yang merupakan bagian dari tegangan sumber v1 dengan memasang dua resistor R1 dan R2.

    Current divider, rangkaian yang menggunakan dua buah komponen resistor yang salah satu kakinya dihubungkan menjadi satu ke sumber arus, dan kaki lainnya dihubungkan ke beban. Arus masukan terbagi menjadi dua bagian , masing-masing sebanding dengan besarnya harga konduktansi yang dilewati arus tersebut. Pembagi arus hanya berlaku apabila rangkaiannya paralel.
    Contoh : arus pada lampu LED

  139. 5211418036
    6. Potential devider pada rangkaian DC adalah rangkaian sederhana yang mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil.
    Current devider rangkaian yang menghasilkan arus keluaran yang merupakan sebagian kecil dari arus inputnya.
    Penggunaan listrik arus searah yaitu penyaluran tenaga listrik komersil yang pertama (dibuat oleh Thomas Alfa Edison di akhir abad ke 19) menggunakan listrik arus searah. Generator komersiel yang pertama di dunia juga menggunakan listrik arus searah

  140. 5211418047
    8. Menggunakan Hukum Kirchoff
    ~ Jalur ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 …..1

    ~ Jalur BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 ….. 2

    ~ Jalur ADCA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 ….. 3

    0= 12.I1- 6.I2+10.I3 …pers 1 x pers 2
    0= -12.I1+3.I2+30.I3 …pers 2 x pers 3
    0= -3.I2 + 40.I3 …… 4

    30=12.I2+3.I3 ..pers 3 x pers 3
    0=-12.I2 + 160.I3 …pers 4 x pers 4
    30= 163.I3
    I3= 0,184 A

    ~ Subs I3 ke pers 3
    10=4.I2+0,184 A
    I2=2,454 A

    ~ Subs I3 & I2 ke pers 2
    0=-4.I1+ 2,454 A +0,184 A
    I1=1.074A

    I=I1+I2
    =1,074A +2,454A
    =3,528 A

  141. 5211418038
    No:7
    Hukum ohm merupakan suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar,

    Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan

    V = I . R

  142. 5211418038
    No:7
    Hukum ohm merupakan suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar,

    Secara matematis hukum Ohm

    V = I . R

    • 5211418038
      No:8
      Diketahui :
      R1=6 ohm
      R2=3 ohm
      R3=5 ohm
      R4=1 ohm
      R5=4 ohm
      V=10 V
      Hukum Kirchoff

      ABDA
      0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
      0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 (Persamaan 1)

      BDCB
      0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
      = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
      0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 (Persamaan 2)

      ADCDA
      10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
      = 3.I2 + I2 + I3
      10 = 4.I2 + I3 (Persamaan 3)

      Pers. 1 dikalikan 2 dan Pers. 2 dikalikan 3 lalu dieleminasi.
      Didapatkan : 0 = -3.I2 + 40.I3 (Persamaan ke 4)

      Pers.3 dikalikan 3 dan Pers. 4 dikalikan 4 lalu dieleminasi.
      Didapatkan : I3 = 0,184 A

      Substitusi I3 ke Pers. 3
      10 = 4.I2 + 0,184
      4.I2 = 9,816
      I2 = 2,454 A

      Substitusi I3 dan I2 ke pers. 2
      0 = -4.I1 + 2,454 + 1,84
      4.I1 = 4,294
      I1 = 1,074 A

      I = I1 + I2
      I = 3,529 A

  143. 5211418050
    1.Salahsatu ciri rangkaian seri adalah semua komponen listrik yang akan dipasang disusun secara berderet atau berurutan. Kabel penghubung semua komponen tersebut tidak memiliki percabangan sepanjang rangkaian, sehingga hanya ada satu jalan yang dilalui oleh arus. Akibatnya, arus listrik (I) yang mengalir di berbagai titik dalam rangkaian sama besarnya, sedangkan beda potensialnya berbeda. Artinya semua komponen yang terpasang akan mendapat arus yang sama pula.Contoh penerapannya adalah di dalam setrika listrik ada rangkaian seri dengan bimetal (temperatur kontrol).

  144. 5211418036
    7. Besarnya kuat arus (I) yang melalui konduktor antara dua titik berbanding lurus dengan potensial atau tegangan (V) di dua titik tersebut dan berbanding terbalik dengan hambatan atau resistensi (R).
    Digunakan untuk menghitung besarnya tegangan, dapat memperkecil arus listrik, memperkecil tegangan pada rangkaian dan juga untuk memperoleh nilai resistansi atau hambatan yang diperlukan.

  145. 5211418036
    8.
    Hukum Kirchoff

    (1)ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3

    (2)BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3

    (3)ADCA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    10 = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3

    0= 12.I1- 6.I2+10.I3 (1) x (2)
    0= -12.I1+3.I2+30.I3 (2) x (3)
    0= -3.I2 + 40.I3 (4)

    30=12.I2+3.I3 (3) x (3)
    0=-12.I2 + 160.I3 (4) x (4)
    30= 163.I3
    I3= 0,184 A

    Subtitusi I3 ke persamaan 3
    10=4.I2+0,184 A
    I2=2,454 A

    Subtitusi I3 dan I2 ke persamaan 2
    0=-4.I1+ 2,454 A +0,184 A
    I1=1.074A
    Jadi I=I1+I2
    I =1,074 A +2,454 A
    I =3,528 A

  146. 5211418050
    2.Salah satu karakteristik dari rangkaian paralel adalah bentuknya bercabang. Yang maksdunya adalah tiap cabangnya menjadi rangkaian individu, jadi jika salah satu cabang mati, cabang yang laen tidak akan ikut mati(masih nyala).Contoh penerapannya adalah stop contact dengan jala-jala

  147. 5211418050
    3.Diket: rangkaian seri
    R1 250 ohm
    R2 300 ohm
    R3 450 ohm
    V 24 volt
    Ditanya: V pada setiap resistansi??
    Dijawab:
    R total= 250+300+450=1000 ohm
    I total=V/R=240/1000=0,024 A
    V1= IxR1= 0,024 A x 250 ohm=6 V
    V2=IxR2=0,024 A x 300 ohm=7,2 V
    V3=IxR3=0,024 A x 450 ohm=10,8 V

  148. 5211418050
    4.Kesimpulan nomor 3 adalah semakin besar hambatan yang diberikan, maka semakin besar pula tegangan yang dihasilkan.

    Diket:
    R1 250 ohm
    R2 300 ohm
    R3 450 ohm
    V 24 volt
    Ditanya: Rangkaian paralel?
    Dijawab:
    1/R.tot=1/250+1/300+1/450
    1/R.tot=7,2+6+4/1800
    1/R.tot=17,2/1800
    R.total=1800/17,2=104,65 ohm

    I total=V/R.tot= 24/104,65=0,229 A

    V.total=V1=V2=V3=24 V
    I1=V/R1=24/250=0,096 A
    12=V/R2=24/300=0,08 A
    13=V/R3=24/450=0,053 A

  149. 5211418050
    5.Diket:
    R1 250 ohm
    R2 300 ohm
    R3 450 ohm
    V 24 Volt
    Ditanya: P pada seri dan paralel?
    Dijawab:
    P seri=V total x I total
    = 24 Volt x 0,024 A= 0,0576 W
    P paralel=V total x I total
    =24 Volt x 0,229= 5,496 W

  150. 5211418050
    6.Potential devider adalah rangkaian yang dapat mengubah tegangan besar menjadi lebih kecil.
    Current devider adalah rangkaian linear sederhana yang keluaran arus yang sebagian kecil dihasilkan dari inputnya.
    Contoh prinsipnya adalah penggunaan arus listrik searah pada generator

  151. 5211418050
    7.Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R).
    Aplikasinya dalam arus listrik dapat memperkecil arus listrik dan tegangan.

  152. 5211418054

    5.Seri
    Ptot= V x I = 24V x 24 mA = 576 mW

    P1 = IxIxR1
    = 24mAx24mAx250 ohm
    = 144 mW
    P2 = IxIxR2
    = 24mAx24mAx300 ohm
    = 172,8 mW
    P3 = IxIxR3
    = 24mAx24mAx450 ohm
    = 259,2 mW

    Pararel
    Ptot = V x I = 24V x 229mA = 5,496 W

    P1 = I1xV = 0,096A x 24V = 2,304 W
    P2 = I2xV = 0,08A x 24V = 1,92 W
    P3 = I3xV = 0,053A x 24V = 1,272 W

  153. 5211418054

    6.Potential Divider adalah rangkaian sederhana yang menggunakan resistor (atau termistor / LDR) untuk memasok perbedaan potensial variabel. Mereka dapat digunakan sebagai kontrol volume audio, untuk mengontrol suhu dalam freezer atau memantau perubahan cahaya di suatu ruangan. Dua resistor membagi perbedaan potensial yang diberikan kepada mereka dari sel. Pembagian dua resistor tergantung pada nilai resistansi yang ada.

    Current Divider adalah rangkaian yang membagi arus menjadi bagian-bagian kecil. Seperti kita ketahui bahwa sirkuit paralel adalah sirkuit pembagi arus. Jadi dengan sumber daya dan dua resistor paralel, kita dapat membuat rangkaian pembagi arus yang mudah. Seperti dalam jaringan pembagi saat ini, di sini kita perlu menghubungkan dua resistor dalam kombinasi paralel dan kemudian menerapkan sumber arus di seluruh rangkaian paralel.

    Contoh penggunaannya pada rangkaian pembagi tegangan biasa digunakan untuk mendeteksi perubahan nilai resistansi dari sensor-sensor yang bersifat resistif, sebagai contoh pada rangkaian LDR

  154. 5211418054

    7.Hukum Ohm, yaitu Hukum dasar yang menyatakan hubungan antara Arus Listrik (I), Tegangan (V) dan Hambatan (R). Hukum Ohm dalam bahasa Inggris disebut dengan “Ohm’s Laws”. Berbunyi “Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”. Dengan rumus V = IR

    Tegangan yang diberikan pada suatu alat listrik harus disesuaikan dengan tegangan yang seharusnya diperuntukkan bagi alat itu.
    Sebagai contoh, jika lampu pijar diberi tegangan yang melebihi tegangan yang seharusnya, elemen pemanas pada lampu pijar akan dilalui oleh arus lebih (arus yang melebihi arus yang seharusnya), akan mengakibatkan elemen pemanas rusak. Jika tegangan yang diberikan pada alat listrik lebih kecil daripada tegangan yang seharusnya, maka arus yang mengalir menjadi kurang.
    Kondisi ini dapat terjadi pada penggunaan kompor listrik dengan tegangan lebih rendah, maka arus yang mengalir juga kurang. Dengan aliran arus yang kurang ini proses pemanasan elemennya menjadi lambat.
    Contoh lain yang sering dijumpai adalah redupnya lampu pijar ketika mengalami penurunan tegangan.

  155. 5211418050
    8.Persamaan:
    (1)
    6 I1 – 3 I2 + 5 I3 = 0…
    (2)
    5 I3 + 1(I2+I3) – 4(I1-I3) = 0
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0…
    (3)
    3 I2 + 1(I2+I3) = 10
    4 I2 + I3 = 10…
    (4)
    12 I1 – 6 I2 + 10 I3 = 0 … Pers.(1) x 2
    -12 I1 + 3 I2 + 30 I3 = 0 … Pers.(2) ____________________________
    -3 I2 + 40 I3 = 0 ………………. (4)

    Mencari I3
    12 I2 + 3 I3 = 30 ….. Pers.(3) x 3
    -12 I2 + 160 I3 = 0 … Pers.(4) x 4
    ____________________________
    163 I3 = 30
    I3 = 30 : 163
    I3 = 0,184 A

    Mencari I2
    4 I2 + I3 = 10
    4 I2 + 0,184 A = 10
    4 I2 = 9,816
    I2 = 9,816 : 4 = 2,454 A

    Mencari I1
    -4 I1 + I2 + 10 I3 = 0
    2,454 A + (10 x 0,184) = 4 I1
    4,294 = 4 I1
    I1 = 4,294 : 4
    I1 = 1,074 A

    I total = I1 + I2 = 1,074 A + 2,454 A
    I total = 3,529 A

    Alasan I total = I1 + I2 :
    (I1 – I3 ) + (I2 + I3) = I total
    I1 – I3 + I2 + I3 = I total
    I1 + I2 = I total

  156. 5211418054

    8.Menggunakan Hukum Kirchoff

    Jalur ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 (Persamaan 1)

    Jalur BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 (Persamaan 2)

    Jalur ADCDA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 (Persamaan 3)

    Pers. 1 dikalikan 2 dan Pers. 2 dikalikan 3 lalu dieleminasi.
    Didapat : 0 = -3.I2 + 40.I3 (Persamaan 4)

    Pers.3 dikalikan 3 dan Pers. 4 dikalikan 4 lalu dieleminasi.
    Didapat : I3 = 0,184 A

    Substitusi I3 ke Pers. 3
    10 = 4.I2 + 0,184
    4.I2 = 9,816
    I2 = 2,454 A

    Substitusi I3 dan I2 ke pers. 2
    0 = -4.I1 + 2,454 + 1,84
    4.I1 = 4,294
    I1 = 1,074 A

    I = I1 + I2
    I = 3,529 A

  157. 5211418037
    3. Diketahui
    R1 = 250 Ohm
    R2 = 300 Ohm
    R3 = 450 Ohm
    V total = 24 V
    Ditanya :
    V1, V2, V3 = ….. ?
    jawab :
    R total = R1 + R2 + R3 = 250 + 300 + 450 = 1000 Ohm
    I total = V total / R total = 24 V / 1000 Ohm = 0,024 A
    V1 = I total x R1 = 0,024 x 250 Ohm = 6 V
    V2 = I total x R2 = 0,024 x 300 Ohm = 7,2 V
    V3 = I total x R3 = 0,024 x 450 Ohm = 10,8 V
    V1 + V2 + V3 = V total
    6 V + 7,2 V + 10,8 V = 24 V

  158. 5211418037
    4.Kesimpulan nomor 3 adalah semakin besar hambatan yang diberikan, maka semakin besar pula tegangan yang dihasilkan

    Diketahui :
    R1 250 ohm
    R2 300 ohm
    R3 450 ohm
    V 24 volt
    Ditanya: Rangkaian paralel?
    Jawab:
    1/R.tot=1/250+1/300+1/450
    1/R.tot=7,2+6+4/1800
    1/R.tot=17,2/1800
    R.total=1800/17,2=104,65 ohm

    I total=V/R.tot= 24/104,65=0,229 A

    V.total=V1=V2=V3=24 V
    I1=V/R1=24/250=0,096 A
    12=V/R2=24/300=0,08 A
    13=V/R3=24/450=0,053 A

  159. 5211418037
    5.
    Diketahui ;
    I.tot seri = 0,024 A
    I.tot paralel = 0,229 A
    V=24 Volt
    Ditanya ;
    daya listrik yang bekerja pada rangkaian seri dan pararel?
    Jawab ;
    P = V x I
    P (daya) seri= V tot x I tot= 24 Volt x 0,024 A= 0,576 Watt
    P pararel=V tot x I tot = 24 Volt x 0,229 A= 5,496 Watt

  160. 5211418037
    6. Potensial Divider atau Pembagi Tegangan adalah suatu rangkaian sederhana yang mengubah tegangan besar menjadi tegangan yang lebih kecil
    Current divider adalah rangkaian yang membagi arus menjadi lebih kecil
    Contoh penggunaannya adalah pada pengontrol volume audio, pengontrol suhu, mendeteksi perubahan nilai resistansi dari sensor sensor yang bersifat resistif

  161. 5211418037
    7.Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, tetapi istilah “hukum” tetap digunakan dengan alasan sejarah.
    Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:
    V=IR
    Di mana:
    – I adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere.
    – V adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt.
    – R adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm.
    Hukum ini dicetuskan oleh Georg Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827.
    Aplikasinya dalam rangkaian listrik adalah sebagai dasar perhitungan komponen listrik yang melibatkan resistansi, voltase, dan kuat arus listrik

  162. 5211418037
    8. Menggunakan hukum Kirchoff

    1. Jalur ABDA

    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 (Pers.1)

    2. Jalur BDCB

    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    0= 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 (Pers.2)

    3. Jalur ADCDA

    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    10= 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 (Pers3)

    Pers. 1 dikalikan 2 dan Pers. 2 dikalikan 3 lalu dieleminasi.
    12.I1 – 6.I2 + 10.I3 = 0 … Pers.1 x 2
    -12.I1 + 3.I2 + 30.I3 = 0 … Pers.2 x 3
    -3.I2 + 40.I3 = 0 ………………. (pers.4)

    Pers.3 dikalikan 3 dan Pers. 4 dikalikan 4 lalu dieleminasi.

    12.I2 + 3.I3 = 30 ….. Pers.3 x 3
    -12.I2 + 160.I3 = 0 … Pers.4 x 4
    163.I3 = 30
    I3 = 30 : 163
    I3 = 0,184 A

    Didapat : I3 = 0,184 A

    Substitusi I3 ke Persamaan 3
    10 = 4.I2 + 0,184
    4.I2 = 9,816
    I2 = 2,454 A

    Substitusi I3 dan I2 ke persamaan 2
    0 = -4.I1 + 2,454 + 1,84
    4.I1 = 4,294
    I1 = 1,074 A

    Itotal= I1 + I2
    =1,074A + 2,454
    =3,528 A

  163. 5211418051
    1.
    Rangkaian seri memiliki karakteristik utama disusun secara sejajar. Penerapan seri salah satunya terdapat pada lampu tumblir

  164. 5211418051
    1.
    Rangkaian seri memiliki karakteristik utama disusun secara sejajar. Penerapan seri salah satunya terdapat pada lampu tumblir

  165. 5211418051
    2.
    Rabgkaian parallel memiliki karakteristik utama disusun secara parallel atau percabangan. Salah satu Penerapan rangkaian parallel terdapat pada listrik rumah tangga

  166. 5211418051
    3.
    R1 = 250 Ohm
    R2 = 300 Ohm
    R3 = 450 Ohm
    V total = 24 V

    Ditanya: V1, V2, V3 ?

    Dijawab:
    R total = R1 + R2 + R3 = 250 + 300 + 450 = 1000 Ohm
    I total = V total / R total = 24 V / 1000 Ohm = 0,024 A

    V1 = I total x R1 = 0,024 x 250 Ohm = 6 V
    V2 = I total x R2 = 0,024 x 300 Ohm = 7,2 V
    V3 = I total x R3 = 0,024 x 450 Ohm = 10,8 V

    V1 + V2 + V3 = V total

    6 V + 7,2 V + 10,8 V = 24 V

  167. 5211418051
    4.
    simpulan dari perhitungan nomor 3 adalah, bahwa nilai kuat arus masing masing resistor jika disusun secara seri, nilainya sama. lalu nilai dari beda potensial total adalah jumlah dari beda potensial di tiap resistornya
    Diketahui :
    R1 250 ohm
    R2 300 ohm
    R3 450 ohm
    V 24 volt
    Ditanya: amper tiap resistor ?
    Jawab:
    1/R.tot=1/250+1/300+1/450
    1/R.tot=7,2+6+4/1800
    1/R.tot=17,2/1800
    R.total=1800/17,2=104,65 ohm

    I total=V/R.tot= 24/104,65=0,229 A

    V.total=V1=V2=V3=24 V

    I1=V/R1=24/250=0,096 A
    12=V/R2=24/300=0,08 A
    13=V/R3=24/450=0,053 A

  168. 5211418051
    5.
    Diketahui:
    V = 24 volt
    I Seri = 0.024 A
    I Paralel = 0,229 A
    Ditanya :
    P seri
    P paralel?

    Jawab:
    Seri
    P total = V x I
    P total = 24 x 0.024 = 0.576 watt

    Paralel
    P total = V x I
    P total = 24V x 0,299A = 5,496 watt

  169. 5211418051
    6.
    Potential devider dibentuk oleh rangkaian seri dari dua buah hambatan dengan sebuah suplai hambatan.Potential devider digunakan dari suatu sumber tegangan yang besar.Pada rangkaian pembagi tegangan diinginkan untuk mendapatkan tegangan keluaran vo yang merupakan bagian dari tegangan sumber v1 dengan memasang dua resistor R1 dan R2.
    Rangakaian pembagi tegangan adalah dasar untuk memahami rangkaian DC atau rangkaian elektronika yang melibatkan berbagai komponen yang lebih rumit.

    Current divider, rangkaian yang menggunakan dua buah komponen resistor yang salah satu kakinya dihubungkan menjadi satu ke sumber arus, dan kaki lainnya dihubungkan ke beban. rus masukan terbagi menjadi dua bagian , masing-masing sebanding dengan besarnya harga konduktansi yang dilewati arus tersebut. Pembagi arus hanya berlaku apabila rangkaiannya paralel.
    Contoh : arus pada lampu LED

  170. 5211418051
    7.
    Hukum ohm merupakan suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, tetapi istilah “hukum” tetap digunakan dengan alasan sejarah.
    Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan

    V = I . R

    Aplikasinya salah satunya yaiu ntuk menghitung besarnya tegangan, dapat memperkecil arus listrik, memperkecil tegangan pada rangkaian dan juga untuk memperoleh nilai resistansi atau hambatan yang diperlukan

    • 5211418056

      6. Potential devider adalah rangkaian yang dapat mengubah tegangan besar menjadi lebih kecil.
      Current devider adalah rangkaian linear sederhana yang keluaran arus yang sebagian kecil dihasilkan dari inputnya.
      Contoh prinsipnya adalah penggunaan arus listrik searah pada generator

  171. 5211418051
    8.
    Diketahui
    R1 = 6 ohm
    R2 = 3 ohm
    R3 = 5 ohm
    R4 = 1 ohm
    R5 = 4 ohm
    Ditanya
    I1?
    I2?
    I3?

    Jawab: Berdasarkan Hukum Kirchoff
    Jalur ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 ..(Persamaan 1)

    Jalur BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 ..(Persamaan 2)

    Jalur ADCDA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 (Persamaan 3)

    0 = -3.I2 + 40.I3 (Persamaan 4)
    I3 = 0,184 A

    Sub. I3 ke Pers. 3
    10 = 4.I2 + 0,184
    4.I2 = 9,816
    I2 = 2,454 A

    Sub. I3 dan I2 ke pers. 2
    0 = -4.I1 + 2,454 + 1,84
    4.I1 = 4,294
    I1 = 1,074 A
    I = I1 + I2
    I = 3,529 A

  172. 5211418056

    1. Salah satu karakteristik rangkaian seri ialah cara penyusunannya secara sejajar/berderet (tidak bercabang) sehingga setiap komponen yang terpasang akan mendapat arus yg sama namun teganganya berbeda.

  173. 5211418044
    1.Karakteristik rangkaian seri : Jika satu alat dimatikan atau salah memasang, maka semua rangkaian yang ada akan mati dan semua rangkaian tidak ada arus yang mengalir. Contohnya adalah lampu natal pada pohon natal

  174. 5211418038
    No:8
    Diketahui :
    R1=6 ohm
    R2=3 ohm
    R3=5 ohm
    R4=1 ohm
    R5=4 ohm
    (1)ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3

    (2)BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3

    (3)ADCA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    10 = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3

    0= 12.I1- 6.I2+10.I3 (1) x (2)
    0= -12.I1+3.I2+30.I3 (2) x (3)
    0= -3.I2 + 40.I3 (4)

    30=12.I2+3.I3 (3) x (3)
    0=-12.I2 + 160.I3 (4) x (4)
    30= 163.I3
    I3= 0,184 A

    Subtitusi I3 ke persamaan 3
    10=4.I2+0,184 A
    I2=2,454 A

    Subtitusi I3 dan I2 ke persamaan 2
    0=-4.I1+ 2,454 A +0,184 A
    I1=1.074A
    Jadi I=I1+I2
    I =1,074 A +2,454 A
    I =3,528 A

    • 5211418056

      5. Diketahui :
      I.tot seri = 0,024 A
      I.tot paralel = 0,229 A
      V=24 Volt
      Ditanya :
      daya listrik yang bekerja pada rangkaian seri dan pararel?
      Jawab :
      P = V x I
      P (daya) seri= V tot x I tot= 24 Volt x 0,024 A= 0,576 Watt
      P pararel=V tot x I tot = 24 Volt x 0,229 A= 5,496 Watt

  175. 5211418056

    2.Rangkaian pararel merupakan rangkaian listrik dimana semua input berasal dari sumber yang sama. Susunan pararel tersusun tidak sejalur sehingga arus yang melewati setiap hambatan akan berbeda namun tegangan setiap hambatan akan sama.contohnya PLN yg meng hantarkan ke rumah warga

  176. 5211418056

    3. R1 = 250 Ohm
    R2 = 300 Ohm
    R3 = 450 Ohm
    V total = 24 V

    Ditanya: V1, V2, V3 ?

    Dijawab:
    R total = R1 + R2 + R3 = 250 + 300 + 450 = 1000 Ohm
    I total = V total / R total = 24 V / 1000 Ohm = 0,024 A

    V1 = I total x R1 = 0,024 x 250 Ohm = 6 V
    V2 = I total x R2 = 0,024 x 300 Ohm = 7,2 V
    V3 = I total x R3 = 0,024 x 450 Ohm = 10,8 V

    V1 + V2 + V3 = V total

    6 V + 7,2 V + 10,8 V = 24 V

  177. 5211418056

    4.Kesimpulan nomor 3 adalah semakin besar hambatan yang diberikan, maka semakin besar pula tegangan yang dihasilkan

    Diketahui :
    R1 250 ohm
    R2 300 ohm
    R3 450 ohm
    V 24 volt
    Ditanya: Rangkaian paralel?
    Jawab:
    1/R.tot=1/250+1/300+1/450
    1/R.tot=7,2+6+4/1800
    1/R.tot=17,2/1800
    R.total=1800/17,2=104,65 ohm

    I total=V/R.tot= 24/104,65=0,229 A

    V.total=V1=V2=V3=24 V
    I1=V/R1=24/250=0,096 A
    12=V/R2=24/300=0,08 A
    13=V/R3=24/450=0,053 A

  178. 5211418044
    2. Rangkaian paralel merupakan suatu rangkaian listrik yang komponennya disusun sejajar dimana terdapat lebih dari satu jalur listrik/bercabang secara paralel.
    Contohnya adalah distribusi listrik dari PLN ke seluruh rumah-rumah atau bisa juga stop kontak yang menggunakan jala-jala.

  179. 5211418044
    3.
    Diketahui
    R1 = 250 Ohm
    R2 = 300 Ohm
    R3 = 450 Ohm
    V total = 24 V

    Ditanya:
    V1,
    V2,
    dan V3 ?

    Dijawab:
    R total = R1 + R2 + R3 = 250 + 300 + 450 = 1000 Ohm
    I total = V total / R total = 24 V / 1000 Ohm = 0,024 A

    V1 = I total x R1 = 0,024 x 250 Ohm = 6 V
    V2 = I total x R2 = 0,024 x 300 Ohm = 7,2 V
    V3 = I total x R3 = 0,024 x 450 Ohm = 10,8 V

    V1 + V2 + V3 = V total

    6 V + 7,2 V + 10,8 V = 24 V

  180. 5211418056

    7. Besarnya kuat arus (I) yang melalui konduktor antara dua titik berbanding lurus dengan potensial atau tegangan (V) di dua titik tersebut dan berbanding terbalik dengan hambatan atau resistensi (R).
    Digunakan untuk menghitung besarnya tegangan, dapat memperkecil arus listrik, memperkecil tegangan pada rangkaian dan juga untuk memperoleh nilai resistansi atau hambatan yang diperlukan.

  181. 5211418056

    8. Diketahui :
    R1=6 ohm
    R2=3 ohm
    R3=5 ohm
    R4=1 ohm
    R5=4 ohm
    V=10 V
    Ditanya : I1,I2,I3?
    Dijawab :
    ABDA
    0=6I1+5I3-3I2
    0=6I1-3I2+5I3….(1)
    BDCB
    0=5I3+1(I2+I3)-4I1-I3)
    =5I3+I2+I3-4I1+4I3
    0=-4I1+I2+10I3….(2)
    ADCA
    10=3I2+1(I2+I3)
    =3I2+I2+I3
    10=4I2+I3….(3)

    Persamaan 1 dan 2 (3)
    0=6I1-3I2+5I3 (x2)
    0=-4I1+I2+10I (x3)
    Menghasilkan: 0=-3I2+40I3…..(4)

    Persamaan 3 dan 4
    10=4I2+I3 (x3)
    0=-3I2+40I3 (x4)
    Menghasilkan: I3= 0,184 A

    Subtitusi I3
    10=4I2+0,184 A
    4I2=9,816 A
    I2=2452 A

    Subtitusi untuk I3 dan I2
    0=-4I1+2454 A+1,84 A
    4I1=4294
    I1=1074 A
    I=I1+I2=1074 A+2454 A= 3529 A

  182. No. 4
    Jadi,
    Kesimpulan rangkaian seri pada nomer 3 adalah:
    -Semakin besar hambatan pada rangkaian seri, maka semakin besar arus yang mengalir pada rangkaian seri.
    dan, Rangkaian Paralel yaitu semakin besar hambatan pada rangkaian paralel, maka semakin kecil tegangan yang mengalir pada rangkaian paralel.
    Diketahui :
    -R1 = 250 ohm
    -R2 = 300 ohm
    -R3 = 450 ohm
    V total = 24 V
    D2 :
    -I1,
    I2,
    dan I3?
    Jawab:
    -I1 = V total / R1
    I1 = 24 V / 250 ohm
    I1 = 0,096 A

    -I2 = V total / R2
    I2 = 24 V / 300 ohm
    I2 = 0,08 A

    -I3 = V total / R3
    I3 = 24 V / 450 ohm
    I3 = 0,053 A

    Itotal = I1 + I2 + I3
    Itotal = 0,096 A + 0,08 A + 0,053 A
    Itotal = 0,229 A

  183. 5211418044
    No. 5
    Diketahui :
    – V = 24 volt
    – I = 0.024
    Ditanya
    P?
    Jawab :
    P total = V x I
    = 24 x 0.024
    = 0.576 watt

  184. 5211418044
    No.6
    -Potential Divider adalah rangkaian sederhana yang menggunakan resistor untuk memasok perbedaan potensial variabel. Benda tersebut dapat digunakan untuk memantau perubahan cahaya di suatu ruangan. Dua resistor membagi perbedaan potensial yang diberikan kepada mereka dari sel. Nilai resistensi menentukan pembagian dua resistor tersebut.

    -Current Divider adalah rangkaian yang membagi arus menjadi bagian-bagian kecil, dan sirkuit paralel adalah sirkuit pembagi arus. Jadi dengan sumber daya dan dua resistor paralel, kita dapat membuat rangkaian pembagi arus yang mudah. Seperti dalam jaringan pembagi saat ini, di sini kita perlu menghubungkan dua resistor dalam kombinasi paralel dan kemudian menerapkan sumber arus di seluruh rangkaian paralel.

    -Contoh penggunaannya :
    mendeteksi perubahan nilai resistansi dari sensor-sensor yang bersifat resistif, sebagai contoh pada rangkaian LDR

  185. 5211418044
    No.7
    -Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan. Nilai hambatan listrik (resistensi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan Ohm.

    -Contoh penerapannya dalam rangkaian listrik adalah:
    1.Untuk mencari nilai resistor pada rangkaian seri
    2.Untuk mencari nilai resitor pada rangkaian paralel
    3.Untuk mencari nilai kapasitor pada rangkaian seri
    4.Untuk mencari nilai kapasitor pada rangkaina paralel

  186. 5211418044
    No.8
    -Diketahui :
    R1=6 ohm
    R2=3 ohm
    R3=5 ohm
    R4=1 ohm
    R5=4 ohm
    V=10 V

    -Ditanya : I1,I2,I3?

    -Jawab :
    (menggunakan Hukum Kirchoff)

    •ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 (Pers. 1)

    •BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 (Pers. 2)

    •ADCDA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 (Persamaan 3)

    Pers. 1 dikalikan 2 dan Pers. 2 dikalikan 3 lalu dieleminasi.
    Didapatkan :
    •0 = -3.I2 + 40.I3 (Persamaan ke 4)

    Pers.3 dikalikan 3 dan Pers. 4 dikalikan 4 lalu dieleminasi.
    Didapatkan :
    •I3 = 0,184 A

    •Substitusi I3 ke Pers. 3
    10 = 4.I2 + 0,184
    4.I2 = 9,816
    I2 = 2,454 A

    •Substitusi I3 dan I2 ke pers. 2
    0 = -4.I1 + 2,454 + 1,84
    4.I1 = 4,294
    I1 = 1,074 A

    I = I1 + I2
    I = 3,529 A

  187. 5211418053

    3. Diketahui: R1 = 250 Ohm
    R2 = 300 Ohm
    R3 = 450 Ohm
    V total = 24 V
    Ditanya: V1, V2, V3?
    Dijawab: a.) mencari R total
    R total = R1 + R2 + R3 = 250 + 300 + 450 = 1000 Ohm

    b.) mencari I total
    I total = V total / R total = 24 V / 1000 Ohm = 0,024 A

    c.) mencari V tiap resistor
    V1 = I total x R1 = 0,024 x 250 Ohm = 6V
    V2 = I total x R2 = 0,024 x 300 Ohm = 7,2 V
    V3 = I total x R3 = 0,024 x 450 Ohm = 10,8 V

    d.) pembuktian
    V1 + V2 + V3 = V total
    6 V + 7,2 V + 10,8 V = 24 V

  188. 5211418053

    4. Diketahui: R1= 250 ohm
    R2= 300 ohm
    R3= 450 ohm, disusun paralel
    V= 24V
    Ditanya: Rtot dan I tot=?
    Dijawab: a.) mencari R total
    1/Rtot= 1/R1+1/R2+1/R3
    = 1/250+1/300+1/450
    = (3,6+3+2)/900
    = 104,6 Ohm

    b.) mencari I setiap resistor
     I1 = V/R1
    = 24/250 = 0,096 A
    I2 = V/R2
    = 24/300 = 0,08 A
    I3 = V/R3
    = 24/450 = 0,053 A
    Sehingga
    Itot = I1 + I2 + I3 = 0,229 A = 229 mA

    Kesimpulan no. 3: kesimpulannya adalah pada rangkaian seri, nilai Rtotal akan menjadi lebih besar dan pada rangkaian seri yang berubah nilainya adalah tegangan(V) sedangkan I sama di setiap komponen

    Kesimpulan no. 4: kesimpulannya adalah pada rangkaian paralel, nilai R total akan lebih kecil dan pada rangkaian seri yang berubah nilainya adalah kuat arus(I) sedangkan nilai V sama di setiap komponen

  189. 5211418053

    5. Diketahui:
    I total rangkaian seri = 0,024 A
    I total rangkaian paralel = 0,229 A
    V=24 Volt

    Ditanya:
    a.) Besar Daya listrik pada rangkaian seri?
    b.) Besar daya listrik pada rangkaian pararel?

    Dijawab:
    P = V x I
    a.) P=V tot x I tot= 24 Volt x 0,024 A= 0,576 Watt
    b.) P=V tot x I tot = 24 Volt x 0,229 A= 5,496 Watt

  190. 5211418053

    6. Potential divider adalah rangkaian untuk mendapatkan tegangan keluaran
    Vo da Vs yang merupakan bagian dari tegangan sumber
    V dengan memasang dua resistor R1
    dan R2 yang salah satu kakinya dihubung menjadi satu ke sumber arus dan kedua kaki yang lain dihubungkan kebeban yang berbeda.
    Sedangkan current divider untuk membagi arus
    Jadi, Intinya pembagi arus berlaku jika rangkaian dihubungkan paralel, sedangkan pembagi tegangan berlaku jika rangkaian dihubungkan seri.

    Contoh Aplikasi pembagi arus dapat dijumpai pada pembagian arus untuk LED. Fungsi resistor pada tiap LED tersebut selain sebagai pembagi arus juga berfungsi sebagai pembatas arus yang akan dilewatkan oleh LED. Nilai resistor harus sesuai dengan arus maksimal yang boleh dilewati LED, agar LED tidak rusak. Nilai resistor yang tepasang harus sama agar nyala LED sama terang dan pembagian arus ke beban seimbang.

  191. 5211418053

    7. Hukum ohm berbunyi “Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”. Hukum ohm dirumuskan menjadi V=I.R
    Dimana V:tegangan
    I:kuat arus
    R:resistensi/hambatan

    Penggunaan hukum ohm untuk menentukan kuat arus, hambatan, dan tegangan tanpa harus menggunakan avo meter

  192. 5211418053

    8. Penyelesaian soal model bridge menggunakan Hukum Kirchoff

    Diketahui dalam soal
    Dijawab:

    •Jalur ABDA
    0 = 6.I1 + 5.I3 – 3.I2
    0 = 6.I1 – 3.I2 + 5.I3 (Pers. 1)

    •Jalur BDCB
    0 = 5.I3 + 1(I2 + I3) – 4(I1-I3)
    = 5.I3 + I2 + I3 – 4.I1 + 4.I3
    0 = -4.I1 + I2 + 10.I3 (Pers. 2)

    •Jalur ADCDA
    10 = 3.I2 + 1(I2 + I3)
    = 3.I2 + I2 + I3
    10 = 4.I2 + I3 (Pers. 3)

    •Pers. 1 dikalikan 2 dan Pers. 2 dikalikan 3 lalu dieleminasi.
    Diperoleh 0 = -3.I2 + 40.I3 (Pers. 4)

    •Pers.3 dikalikan 3 dan Pers. 4 dikalikan 4 lalu dieleminasi.
    Diperoleh : I3 = 0,184 A (jawaban)

    •Substitusi I3 ke Pers. 3
    10 = 4.I2 + 0,184
    4.I2 = 9,816
    I2 = 2,454 A (jawaban)

    •Substitusi I3 dan I2 ke pers. 2
    0 = -4.I1 + 2,454 + 1,84
    4.I1 = 4,294
    I1 = 1,074 A (jawaban)

    I = I1 + I2
    I = 3,529 A (jawaban)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here