TEORI KELISTRIKAN OTOMOTIF (KAMIS)

236
1754

Setelah pembelajaran di kelas, pelajari lebih lanjut materi tentang system starter, kemudian diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Jelaskan bagian mana pada engine yang digerakkan oleh system starter sehingga engine dapat hidup.
  2. Sebutkan komponen-komponen system starter dan jelaskan fungsi tiap komponen tersebut.
  3. Pelajari cara kerja system starter. Jika kunci kontak diputar ke posisi ST, maka akan terjadi medan magnet pada kumparan hold in coil. Benarkah pernyataan tersebut? Jelaskan.
  4. Jika kunci kontak diputar ke posisi ST, maka motor starter akan berputar cepat. Benarkah pernyataan tersebut? Mengapa?
  5. Pada saat pinion berkaitan, maka medan magnet pada hold in coil hilang. Benarkah pernyataan tersebut? Mengapa?
  6. Pada saat pinion berkaitan, maka arus yang besar akan mengalir ke pull in coil dan hold in coil. Benarkah pernyataan tersebut? Mengapa?
  7. Pada saat kunci kontak kembali ke posisi IG (ON), maka terjadi demagnetisasi pada kumparan medan dan armatur. Benarkah pernyataan tersebut? Mengapa?
  8. Jelaskan efek yang terjadi jika pull in coil bocor. Jelaskan pula efek jika hold in coil bocor

Silakan diskusikan dengan teman-teman dan jawaban bisa ditulis di dalam kolom komentar. Perlu diperhatikan: 1) jawaban diawali dengan menuliskan NIM dan setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) meskipun hasil diskusi bersama, 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim/posting), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). Jawaban ditunggu sampai hari Jumat, 6 September 2019 pukul 17.00. Selamat berdiskusi (DW).

236 COMMENTS

  1. NIM 5202418067

    1. Bagian flywheel. Karena sistem starter adalah suatu sistem yang terdapat pada suatu kendaraan yang berfungsi untuk memberikan tenaga atau putaran awal bagi mesin sehingga dapat menjalankan siklus kerjanya. pada sistem starter terdapat motor starter yang berfungsi merubah energi listrik menjadi energi gerak, output gerakan dari motor starter ini akan digunakan untuk memutar fly wheel, fly wheel berhubungan dengan mesin sehingga mendapat putaran awal dan ketika siklus kerjanya sudah bekerja maka mesin tidak digerakkan lagi oleh sistem starter, tetapi digerakkan oleh tenaga yang dihasilkan pada saat langkah usaha dengan kata lain mesin sudah hidup.

  2. NIM 5202418067
    2. komponen dan fungsinya dalam sistem starter.
    – magnetic switch (solenoid) berfungsi sebagai saklar tempat mengalirnya arus listrik yang besar dari aki ke sirkuit motor starter melalui terminal utama (terminal 30 dan C). Juga berfungsi untuk melepas dan menghubungkan pinion gear dari ring gear flywheel.
    – yoke dan pole core. Yoke berfungsi untuk tempat meletakkan pole core yang diikat dengan sekrup. Pole core berfungsi sebagai penompang field coil. Juga memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh field coil.
    – field coil (kumparan medan) berfungsi untuk menciptakan medan magnet saat ia dialiri arus listrik dari aki.
    – brush (sikat) berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature coil dan langsung ditujukkan ke massa/ground melalui komutator.
    – armature (rotor) berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi gerak dalam bentuk putaran.
    – drive lever (tuas penggerak) berfungsi untuk meneruskan gerakan yang dihasilkan oleh plunyer pada magnetic switch.
    – overrunning clutch berfungsi untuk meneruskan torsi putaran yang dihasilkan dari armature menuju ke ring gear flywheel.
    – pinion gear berfungsi untuk meneruskan daya putar motor starter ke mesin.
    – planetary gear (motor stater jenis planetary) berfungsi untuk meningkatkan torsi dan daya putar yang dihasilkan oleh armature dengan tingkat suara kebisingan motor stater yang lebih halus saat di pintar.
    – reduction (motor stater jenis gear reduxcton) berfungsi untuk mereduksi kecepatan putaran armature dan mengubahnya menjadi torsi yang berlipat. Juga untuk meneruskan daya putar motor stater ke gigi pinion sekaligus meningkatkan torsi/momen puntir dengan mengurangi putaran motor.
    Pull in coil adalah untuk untuk menarik shift lever guna mendorong gear pinion starter agar tehubung dengan flywheel/roda gila.
    -Hold in Coil adalah untuk mempertahankan posisi gear pinion setelah didorong oleh shift lever sewaktu memutar roda gila hingga mesin hidup.

  3. NIM 5202418067

    3. BENAR akan terjadi medan magnet pada kumparan hold in coil.
    Karena Kerja sistem starter saat kunci kontak pada posisi start (ST), kunci kontak (ignition switch) yang diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan berikut adalah aliran arus ke kumparan hold in coil.
    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan hold-in coil –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  4. NIM 5202418067

    4. SALAH.
    Justru motor starter akan berputar lambat karena Aliran arus pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada di tengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali (return spring). Karena ada aliran arus (kecil) dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature, maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah sehingga motor starter berputar lambat.

    • Nim : 5202418058

      4. Salah, karena medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah sehingga motor starter berputar lambat. Aliran arus pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada di tengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali (return spring). Karena ada aliran arus (kecil) dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature,

  5. NIM 5202418067

    5. SALAH. justru akan terjadi atau menghasilkan medan magnet.
    Karena Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung.

  6. NIM 5202418067

    6. SALAH.
    Karena Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  7. NIM 5202418067

    7. SALAH.
    Justru yang terjadi demagnetisasi kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil. Karena arus dari terminal C ke kumparan pada pull-in coil dan kumparan hold-in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tesebut.

  8. NIM 5202418067

    8. Efek yang terjadi ketika pull in coil dan hold in coil bocor yaitu:
    -Pull in coil bocor maka tidak terjadi kemagnetan dan tidak bisa mengalirkan arus pada hold in coil menyebabkan starter tidak bisa digunakan.
    -Hold in coil bocor maka arus yg melewati terminal 50 hanya bisa melewati pull in coil dan kemagnetan hanya terjadi pada pull in coil dimana fungsi hold in coil guna menahan plunger tidak terjadi.

  9. NIM:5202418053

    1. fly wheel, Sistem starter digunakan untuk menggerakan awal putaran mesin melalui roda penerus (fly wheel) dan poros Engkol (crank shaft). Sistem starter ini digerakan dengan mengalirkan energi listrik yang diperoleh dari baterai.

  10. 5202418066
    1. Bagian fleywhell
    Motor stater berfungsi untuk memberikan tega awal kepada fleywhell agar engine mulai langakah hisap, kompresi, dan buang

  11. NIM:5202418053

    2.komponen-komponen system starter dan fungsi tiap komponen.
    A. MAGNETIC SWITCH (SOLENOID)
    Magnetic Switch atau lebih sering dikenal dengan nama solenoid merupakan komponen motor starter yang berfungsi sebagai saklar tempat mengalirnya arus listrik yang besar dari aki ke sirkuit motor starter melalui terminal utama (terminal 30 dan terminal C), sekaligus berfungsi untuk melepaskan dan menghubungkan pinion gear dari ring gear Flywheel.

    B. YOKE DAN POLE CORE
    Yoke dibuat dari material logam yang berbentuk silinder (tabung) dan menjadi bodi tengah motor starter. Yoke berfungsi sebagai tempat meletakkan pole core yang diikat dengan sekrup.
    Sedangkan Pole core sendiri berfungsi sebagai penopang field coil (kumparan medan). Pole core memiliki fungsi untuk memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh Field coil.

    C. FIELD COIL (KUMPARAN MEDAN)
    Field Coil (kumparan medan) adalah kumparan kawat tembaga yang dibuat mengelilingi Pole Core. Fungsi field coil adalah untuk menciptakan medan magnet saat ia dialiri arus listrik dari aki. Medan magnet ini akan digunakan untuk memutar armature dengan energi yang sangat besar.

    D. BRUSH (SIKAT) DAN BRUSH HOLDER (PEMEGANG SIKAT)
    Brush terbuat dari tembaga lunak, berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari Field Coil ke Armature Coil dan langsung ditujukan ke massa/ ground melalui komutator. Umumnya, sebuah motor starter memiliki empat buah brush yang dikelompokkan menjadi dua bagian:

    E. ARMATURE (ROTOR) DAN SHAFT (POROS)
    Fungsi Armature adalah untuk mengubah energi listrik menjadi gerak dalam bentuk gerakan putar. Armature disusun dari sebuah sebatang besi yang berbentuk silindris dan memiliki slot-slot, poros, komutator serta kumparan Armature di sekelilingnya. Kumparan di dalam armature juga akan menghasilkan medan magnet saat dialiri arus listrik, dimana medan magnet ini akan membentuk kutub yang serupa dengan kutub magnet pada field coil. Akibatnya, terjadilah gaya tolak menolak antar kedua kutub magnet yang efeknya akan menghasilkan gerakan berputar pada armature.

    F. DRIVE LEVER (TUAS PENGGERAK)
    Drive Lever (Tuas Penggerak) ini umumnya terbuat dari bahan non konduktor sejenis mika / melamin yang keras dengan bentuk seperti huruf Y. Drive Lever (Tuas Penggerak) berfungsi untuk meneruskan gerakan yang dihasilkan oleh plunyer pada magnetic switch. Gerakan Drive Lever (Tuas Penggerak) ini akan menghubungkan atau melepaskan pinion gear ke/dari ring gear Flywheel.

    G. OVERRUNNING CLUTCH
    Overrunning Clutch berfungsi untuk meneruskan torsi putaran yang dihasilkan dari Armature menuju ke ring gear Flywheel. Selain itu, overrunning clutch juga berfungsi untuk mencegah rusaknya Pinion Gear akibat putaran mesin yang lebih besar setelah mesin hidup.

    H. PINION GEAR DAN HELICAL SPLINE
    Pinion Gear berfungsi untuk meneruskan daya putar motor starter ke mesin. sedangkan Helical spline berfungsi agar proses terkait dan terlepasnya pinion gear dengan ring gear flywheel menjadi lebih halus dan lembut (tidak kasar).

    I. PLANETARY GEAR (MOTOR STARTER JENIS PLANETARY)
    Komponen Planetary Gear ini hanya ada pada motor starter jenis Planetary Gear. Planetary Gear ini berfungsi untuk meningkatkan torsi dan daya putar yang dihasilkan oleh Armature dengan tingkat suara kebisingan motor starter yang lebih halus saat berputar.

    J. GEAR REDUCTION (MOTOR STARTER JENIS GEAR REDUCTION)
    Komponen Gear Reduction Ini hanya ada pada motor starter jenis Gear Reduction. Gear Reduction ini berfungsi untuk mereduksi kecepatan putaran Armature dan mengubahnya menjadi torsi yang berlipat. Gear Reduction berfungsi untuk meneruskan daya putar motor starter ke gigi pinion sekaligus meningkatkan torsi/momen puntir dengan mengurangi putaran motor. Daya yang dihasilkan berasio 1/3 sampai 1/4.

    K. BATERAI
    Baterai merupakan sumber penyuplai energi utama saat akan menghidupkan mesin. Baterai akan menyediakan suplai arus listrik ke sistem starter. Kapasitas baterai yang digunakan untuk starter bervariasi tergantung kapasitas mesin tentunya. Namun untuk voltage atau tegangan, umumnya menggunakan baterai bertegangan 12 volt pada mobil, dan 24 volt untuk truk dan bus.

    L. IGNITION COIL
    Ignition Coil atau kunci kontak berfungsi sebagai saklar yang akan mengaktifkan relay starter dan menghubungkan arus dari baterai. Dulu, ignition coil merupakan fitur wajib pada sistem starter. Tapi, saat ini ignition coil tidak secara langsung beperan dalam sistem starter berkat adanya fitur Start/Stop button.

    M. SAKLAR NETRAL
    Saklar netral berfungsi sebagai pengaman pada saat menstarter posisi gigi kecepatan masuk.

  12. NIM:5202418053

    3. Benar, Saat kunci kontak diputar pada posisi “ST”, relay starter switch akan terhubung sehingga arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50 pada starter clutch. Karena terminal 50 dialiri arus listrik, menyebabkan kemagnetan pada pull in coil sehingga pull in coil bergerak ke arah hold in coil. Dalam hal ini, gerakan pull in coil akan mendorong drive lever sehingga pinion gear terkait dengan flywheel. Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan hold-in coil –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  13. NIM:5202418053

    4. SALAH, Apabila starter switch diputar ke posisi ON, maka arus baterai mengalir melalui hold in coil ke massa dan di lain pihak pull in coil, field coil dan ke massa melalui armature. Pada saat hold dan pull in coil membentuk gaya magnet dengan arah yang sama, dikarenakan arah arus yang mengalir pada kedua kumparan tersebut sama. Dari kejadian ini kontak plate (plunger) akan bergerak ke arah menutup main switch, sehingga drive lever bergerak menggeser starter clutch ke arah posisi berkaitan dengan ring gear. Karena arus yang mengalir ke field coil pada saat itu relatif kecil maka armature berputar lambat dan memungkinkan perkaitan pinion dan ring gear menjadi lembut. Pada keadaan ini kontak plate belum menutup main switch. Jadi pernyataan “kunci kontak diputar ke posisi ST, maka motor starter akan berputar cepat” tidak benar.

  14. NIM:5202418053

    5. SALAH, Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang. Secara rinci aliran arus dalam keadaan ini dijelaskan sebagai berikut:
    *Arus dari baterai mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  15. NIM:5202418053

    6. SALAH, karena pada saat gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang

    • NIM : 5202418054

      Bagian engine yang digerakkan oleh sistem motor starter adalah flywhell. Flywhell digerakkan langsung oleh motor starter sehingga flywhell menggerakkan crank Shaft dan timming pada engine lalu mengaktifkan sistem pengapian pada engine sehingga engine bisa hidup.

  16. NIM 5202418046
    Flywheel atau roda gila adalah sebagai tempat untuk memutar mesin pertama kali bersama starter motor. Ya, pada tepian flywheel terdapat ring gear yang akan berkaitan dengan pinion gear starter saat starter motor difungsikan.

    Ketika starter motor difungsikan, satrter motor akan berkaitan dengan ring ring gear dan memutar flywheel. Karena flywheel terikat menjadi satu dengan poros engkol, maka poros engkol akan berputar dan memutarkan komponen dalam mesin seperti piston dan lain-lain.

  17. NIM:5202418053

    7. SALAH, Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan (Demagnetisasi).

    • Nim : 5202418058

      2. Komponen – komponen sistem starter dan jelaskan fungsinya
      Komponen komponen sistem starter dan fungsinya
      a. Ignition coil
      Sebagai saklar yang akan mengaktifkan relay starter dan menghubungkan arus dari baterai
      b. Armature coil
      Fungsi utama dari armature coil ini juga sebagai pembangkit medan magnet yang akan direaksikan dengan kemagnetan field coil untuk terjadinya pergerakan. Bentuk armature coil seperti rotor pada umumnya yang dililiti oleh tembaga, perbedaannya pada armature ini memiliki jumlah lilitan yang banyak serta diameter tembaga yang melillitnya juga tergolong besar, sehingga diameter coil ini juga lebih besa
      c. Baterai
      Sumber suplai utama energi utama saat akan menghidupkan mesin
      d. Field coil
      field coil adalah serangkaian magnetic coil yang digunakan untuk membangkitkan kemagnetan disekitar rotor coil. Sesuai prinsip kerja motor listrik yang mengharuskan adanya medan magnet disekitar rotor, komponen ini akan menyediakannya. Tapi field coil tidak bersifat permanent magnet, field coil hanya akan menghasilkan magnet apabila ada input arus dari terminal 50. Proses ini biasa kita sebut sebagai proses induksi elektromagnetik. Pada field coil sendiri terdiri dari beberapa bagian seperti
      e. Starter clutch
      Starter Cltuch berfungsi untuk memindahkan momen puntir dari armature saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar. Starter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear
      f. Yoke dan Pole Care
      Yoke dibuat dari material logam yang berbentuk silinder (tabung) dan menjadi bodi tengah motor starter. Yoke berfungsi sebagai tempat meletakkan pole core yang diikat dengan sekrup. Sedangkan Pole core sendiri berfungsi sebagai penopang field coil (kumparan medan). Pole core memiliki fungsi untuk memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh Field coil.
      g. Brush dan Brush holder
      Brush terbuat dari tembaga lunak, berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari Field Coil ke Armature Coil dan langsung ditujukan ke massa/ ground melalui komutator. Umumnya, sebuah motor starter memiliki empat buah brush yang dikelompokkan menjadi dua bagian
      h. Pinion gear dan Helical spline
      Pinion Gear berfungsi untuk meneruskan daya putar motor starter ke mesin. sedangkan Helical spline berfungsi agar proses terkait dan terlepasnya pinion gear dengan ring gear flywheel menjadi lebih halus dan lembut (tidak kasar).
      i. Drive lever
      berfungsi untuk menggerakan pinion gear. Drive lever bekerja dengan prinsip tuas, yang akan mengungkit pinion gear ketika ujung lainnya terdorong kearah berlawanan. Siapa yang mendorong ? ini adalah fungsi dari pull in coil melalui plunger. Sementara ujung lainnya akan membuat pinion gear terdorong keluar dan terhubung dengan gigi flywheel.
      j. Komutator
      Sebagai penghubung antara arus listrik dari brush menuju kumparan armature. Bentuk commutator yang tersegmentasi mencegah adanya hubunngan singkat arus listrik karena dalam proses kerjanya commutator akan terhubung dengan arus positif dan negatif secara langsung.
      k. Overrunning Clutch
      Overrunning Clutch berfungsi untuk meneruskan torsi putaran yang dihasilkan dari Armature menuju ke ring gear Flywheel. Selain itu, overrunning clutch juga berfungsi untuk mencegah rusaknya Pinion Gear akibat putaran mesin yang lebih besar setelah mesin hidup.
      l. Salenoid plunger
      Plunger ini terletak pada ujung pull in coil. Fungsinya hanya satu yakni menghubungkan pergerakan pull in coil ke drive lever. Dengan kata lain komponen ini hanya berfungsi sebagai batang penghubung. Meski demikian, bahan plunger ini juga kuat karena akan menghubungkan daya tarik pull in coil yang begitu kua.

  18. NIM : 5202418044

    Seperti pada perkuliahan tadi, Sistem starter berfungsi memberikan putaran awal pada mesin. Pinion gear pada motor starter bersinggungan langsung dengan flywheel pada engine sehingga menggerakan piston untuk melakukan langkah hisap kompresi usaha buang hingga mesin dapat menyala

    • Nim : 5202418058

      1. Pada bagian Flywheel, Sistem Starter (Starting System) adalah sebuah rangkaian mekatronika yang berfungsi memutar poros engkol menggunakan energi listrik saat akan menyalakan mesin. Sebagai komponen penunjang dalam penyalaan mesin mobil (Engine Start), Flywheel memerankan peranan yang sangat penting, yakni untuk mempertahankan putaran mesin dan memungkinkan mesin bekerja (berputar) dengan lembut walaupun torsi dari crankshaft tidaklah konstan.

    • Nim : 5202418058

      3. Benar, pada posisi start (ST), kunci kontak (ignition switch) yang diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan berikut adalah aliran arus ke masing-masing kumparan tersebut.

      Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan pull-in coil –> terminal C –> kumparan medan (field coil) –> sikat positif –> kumparan atmature –> sikat negatif –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil.
      Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan hold-in coil –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

      Aliran arus pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada di tengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali (return spring).

  19. NIM : 5202418057

    1. Pada bagian flywheel. Karena pada sistem starter terdapat motor starter yang berfungsi merubah energi listrik menjadi energi gerak, output gerakan dari motor starter ini akan digunakan untuk memutar flywheel, kemudian flywheel akan memutarkan engine, sehingga engine akan hidup

  20. NIM : 5202418057

    1. Yoke 
    Yoke berfungsi sebagai penompang dari core berbentuk silinder yang terbuat dari logam.
    2. Field Coil
    Kumparan medan atau field coil berfungsi untuk membangkitkan medan magnet. 
    3. Armature 
    Armature berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi mekanik, dalam bentuk gerak putar.
    4. Brush Atau sikat dan pemegang sikat
    Sikat berfungsi untuk meneruskan arus dari field coil ke armature coil dan langsung ke massa melalui komutator.
    5. Armature Brake
    Armatur braje berfungsi sebagai pengereman putaran armature setelah lepas dari perkaitan dengan roda penerus. 
    6. Drive Lever Atau tuas penggerak
    Drive lever berfungsi untuk mendorong pinion gear ke arah posisi berkaitan dengan roda penerus. Dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan roda penerus.
    7. Starter Clutch 
    Starter Cltuch berfungsi untuk memindahkan momen puntir dari armature saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar. Starter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear.
    8. Pinion Gear 
    Pinion gear berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari starter clutch ke roda penerus atau ring gear.
     9. Magnetic Switch Magnetic 
    Switch atau sakelar magnet digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan pinion gear ke/dari roda penerus, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui terminal utama.

  21. 5202418059
    No. 1
    Sistem starter adalah bagian dari sistem pada kendaraan untuk memberikan putaran awal bagi engine agar dapat menjalankan siklus kerjanya. Dengan memutar fly wheel, engine mendapat putaran awal dan selanjutnya dapat bekerja memberikan putaran dengan sendirinya melalui siklus pembakaran pada ruang bakar.

  22. 5202418059
    No.2
    2. Komponen Motor Starter 
    1. Field Coil ( Kumparan Medan) 
    Terbuat dari tembaga yang dililitkan pada core motor starter berfungsi untuk membangkitkan medan magnet, akan tetapi pada beberapa jenis sepeda motor biasanya pada motor starter sudah dilengkapi dengan magnet permanen jadi tidak diperlukan field coil (kumparan medan) untuk membangkitkan medan magnet. 

    2. Armature (jangkar) 
    Berfungsi merubah energy listrik menjadi energy mekanik, dalam bentuk gerak putar atau sebagai penghasil momen putar. 
    Pada armature terdapat komutator yang bersentuhan langsung dengan brush yang berfungsi sebagai terminal kumparan armature. 

    3. Yoke dan Pole Core 
    Yoke(rumahan starter) berfungsi sebagai tempat untuk mengikatkan pole core. Yoke terbuat dari logam yang berbentuk silinder. 
    Sedangkan pole core berfungsi untuk menopang field coil dan memperkuat medan magnet yang ditimbulkan field coil. 

    4. Brush (Sikat) 
    Brush terbuat dari tembaga lunak, dan berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature coil langsung ke massa melalui komutator. Umumnya sarter memiliki empat buah brush, yang dikelompokkan menjadi dua. 
    (Dua buah disebut dengan brush positif)
    (Dua buah disebut dengan brush negative)

    5. Sarter Clutch 
    Sarter clutch berfugsi untuk memindahkan momen punter saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar. Sarter clutch juga berfungsi sebagai pengamandari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear

    6. Sakelar Magnet (Magnetic Switch) 
    Sakelar magnet digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan pinion gear ke/dari roda penerus, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui teminal utama. 

    7. Armetur Brake 
    Armature brake berfungsi sebagai pengereman putaran armature setelah lepas dari perkaitan dengan roda penerus.

    8. Driver Lever 
    Drive lever berfungsi untuk mendorong pinion gear kea rah posisi berkaitan dengan roda penerus. Dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan roda penerus. 

  23. NIM : 5202418057

    3. Benar
    Saat kunci kontak diputar pada posisi “ST”, relay starter switch akan terhubung sehingga arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50 pada starter clutch. Karena terminal 50 dialiri arus listrik, menyebabkan kemagnetan pada pull in coil sehingga pull in coil bergerak ke arah hold in coil. Dalam hal ini, gerakan pull in coil akan mendorong drive lever sehingga pinion gear terkait dengan flywheel. Sehingga akan terjadi kemagnetan pada hold in coil

  24. NIM : 5202418047

    1. Bagian pada engine yang digerakkan oleh system starter sehingga engine dapat hidup yaitu flywheel melalui pinion gear, karena sistem stater sendiri digunakan untuk memberi tenaga awal pada engine sehingga engine dapat berputar/hidup.

    • NIM : 5202418047

      2. Komponen System starter dan fungsi komponen nya :

      > Baterai/Aki
      Baterai atau aki yaitu komponen yang berfungsi sebagai sumber energi yang menyediakan arus listrik sehingga motor starter dan komponen lain yang membutuhkan listrik dapat bekerja. Tegangan baterai 12 Volt dan 24 Volt.

      > Kunci Kontak
      Kunci kontak berfungsi memutus dan menghubungkan arus listrik yang mengalir ke sistem stater. Untuk memutar sistem starter dengan memberikan arus dari terminal ST (starter) pada kunci kontak ke solenoid. Terminal ST pada kunci kontak yang dihubungkan dengan kabel ke terminal 50 pada motor starter.

      > Sekering (fuse) dan Relay
      Fuse/sekering berfungsi sebagai pengaman komponen apabila tegangan melebihi spesifikasi dari komponen itu sendiri. Relay berfungsi sebagai saklar kedua, berfungsi untuk membuat arus yang masuk ke starter lebih maksimal dan mencegah arus listrik yang besar melewati kunci kontak.

      > Solenoid
      Solenoid berfungsi sebagai saklar utama untuk arus yang besar mengalir dari baterai ke motor starter, mendorong roda gigi pinion motor starter sehingga berkaitan dengan roda gigi penerus (ring gear) melalui drive level.

      > Motor starter
      Motor starter berfungsi untuk mengubah energi yang dialirkan dari baterai menjadi energi gerak/putaran. Energi gerak atau tenaga putar dari pinion gear ini digunakan untuk memutar fly wheel.

      > Saklar Netral
      Saklar netral berfungsi sebagai pengaman pada saat menstarter posisi gigi kecepatan masuk.

  25. NIM 5202418046
    No 2. komponen dan fungsinya dalam sistem starter yaitu
    1. magnetic switch (solenoid) berfungsi sebagai saklar tempat mengalirnya arus listrik yang besar dari aki ke sirkuit motor starter melalui terminal utama (terminal 30 dan C). Juga berfungsi untuk melepas dan menghubungkan pinion gear dari ring gear flywheel
    2. yoke dan pole core.
    -Yoke berfungsi untuk tempat meletakkan pole core yang diikat dengan sekrup.
    -Pole core berfungsi sebagai penompang field coil dan memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh field coil.
    3. field coil (kumparan medan) berfungsi untuk menciptakan medan magnet saat ia dialiri arus listrik dari aki.
    4.brush (sikat) berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature coil dan langsung ditujukkan ke massa/ground melalui komutator.
    5.armature (rotor) berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi gerak dalam bentuk putaran.
    6.drive lever (tuas penggerak) berfungsi untuk meneruskan gerakan yang dihasilkan oleh plunyer pada magnetic switch.
    7.overrunning clutch berfungsi untuk meneruskan torsi putaran yang dihasilkan dari armature menuju ke ring gear flywheel.
    8.pinion gear berfungsi untuk meneruskan daya putar motor starter ke mesin.
    9.planetary gear (motor stater jenis planetary) berfungsi untuk meningkatkan torsi dan daya putar yang dihasilkan oleh armature dengan tingkat suara kebisingan motor stater yang lebih halus saat di pintar.
    10.reduction (motor stater jenis gear reduxcton) berfungsi untuk mereduksi kecepatan putaran armature dan mengubahnya menjadi torsi yang berlipat.

  26. NIM 5202418049
    1. Bagian pada engine yang digerakkan oleh system starter adalah fly wheel. Gear pinion pada motor starter berhubungan dengan fly wheel sehingga apabila gear tersebut berputar maka akan menggerakkan fly wheel dan dapat menghidupkan engine

  27. 5202418059
    No. 3
    ya benar, Kemagnetan pada hold in coil ini akan membuat kontak plate akan tertarik dan terdorong maju karena gaya magnet dari hold in coil tersebut dan membuat Terminal C dan terminal B pada switch magnet akan saling terhubung.

  28. NIM : 5202418057

    4. Salah
    Karena arus yang mengalir ke field coil pada saat “ST” relatif kecil maka armature berputar lambat dan memungkinkan perkaitan pinion dan ring gear menjadi lembut. Pada keadaan ini kontak plate belum menutup main switch. Jadi putaran motor starter tidak cepat

  29. NIM:5202418053

    8. Efek dari hold in coil dan pull in coil bocor.
    *ketika hold in coil bocor, maka yang terjadi adalah hold in coil tidak dapat menahan plunyer pada saat proses starter. Dikarenakan arus yanh mengalir dari terminal 50 tidak sampai ke hold in coil.
    *ketika pull in coil bocor, maka yang terjadi adalah tidak akan muncul kemagnetan pada solenoid yang berakibat tidak berfungsinya sistem starter. Karena arus tidak sampai ke hold in coil.

  30. NIM 5202418046
    3. Benar ,
    Karena Ketika kunci kontak diputar pada posisi “ST”, relay starter switch akan terhubung sehingga arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50 pada starter clutch. Karena terminal 50 dialiri arus listrik, menyebabkan kemagnetan pada pull in coil sehingga pull in coil bergerak ke arah hold in coil. Dalam hal ini, gerakan pull in coil akan mendorong drive lever sehingga pinion gear terkait dengan flywheel. Sehingga akan terjadi kemagnetan pada hold in coil

  31. NIM 5202418049
    2.
    A. Solenoid merupakan komponen yang berfungsi sebagai saklar tempat mengalirnya arus listrik yang besar dari aki ke sirkuit motor starter melalui terminal utama sekaligus berfungsi melepaskan dan menghubungkan pinion gear dari fly wheel.
    B. Kumparan medan adalah kumparan kawat tembaga yang dibuat mengelilingi pole core. Fungsinya menciptakan Medan magnet saat dialiri arus dari aki.
    C. Brush berfungsi meneruskan arus listrik dari field coi
    l ke armatur dan ditujukan ke massa melalui komutator
    D. Komutator berfungsi merubah arah arus

  32. Nim : 5202418051

    fly wheel
    Karena engine akan memberikan putaran awal sehingga engine akan berputar atau hidup,lalu dapat bekerja memberikan putaran sendirinya dengan siklus pembakaran tersebut pada ruang pembakaran.

  33. NIM 5202418049
    3. Benar, Saat kunci kontak diputar pada posisi “ST”, relay starter switch akan terhubung sehingga arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50 pada kopling starter. Karena terminal 50 dialiri arus listrik, menyebabkan kemagnetan pada pull in coil sehingga pull in coil bergerak ke arah hold in coil. Dalam hal ini, gerakan pull in coil akan mendorong drive lever sehingga pinion gear terkait dengan flywheel. Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak kemudian ke terminal 50 pada solenoid lalu ke kumparan hold-in coil dan terhubung ke massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  34. NIM 5202418046
    No 4.Salah, Saat starter switch diputar ke posisi ON, maka arus baterai mengalir melalui hold in coil ke massa dan di lain pihak pull in coil, field coil dan ke massa melalui armature. Pada saat hold dan pull in coil membentuk gaya magnet dengan arah yang sama, dikarenakan arah arus yang mengalir pada kedua kumparan tersebut sama.

  35. NIM 5202418049

    4. Salah. Karena arus yang mengalir ke field coil pada saat “ST” relatif kecil, maka armature berputar lambat dan memungkinkan hubungan antara pinion dengan ring gear menjadi lembut. Pada keadaan ini kontak plate belum menutup saklar utama sehingga putaran motor starter menjadi tidak cepat

  36. NIM 5202418046
    No.5. Salah
    Karena Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50, sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C.

  37. Nim : 5202418051

    1 fly wheel
    Karena engine akan memberikan putaran awal sehingga engine akan berputar atau hidup,lalu dapat bekerja memberikan putaran sendirinya dengan siklus pembakaran tersebut pada ruang pembakaran.

  38. 5202418059
    No. 4
    Salah, Karena arus yang mengalir ke field coil pada saat kunci kontak di posisi “ST” relatif kecil maka armature berputar pelan dan kemungkinan perkaitan pinion dan ring gear menjadi halus. Saat keadaan ini kontak plate belum menutup main switch. Sehingga putaran motor starter tidak cepat

  39. NIM : 5202418057

    5. Salah
    Yang terjadi adalah menghasilkan medan magnet. Karena Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung.

  40. SALAH. justru akan menghasilkan medan magnet.
    Karena Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Hal ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal c terhubung.

  41. 5202418059
    No. 5
    SALAH. justru akan menghasilkan medan magnet.
    Karena Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Hal ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal c terhubung.

  42. NIM 5202418049

    5. Salah. Pada saat pinion berkaitan justru akan menghasilkan medan magnet.
    Karena Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear, plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung.

    • Nim : 5202418058

      6. Salah, pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang. Secara rinci aliran arus dalam keadaan ini dijelaskan sebagai berikut:

      Baterai -> teminal 50 -> kumparan hold-in coil -> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  43. NIM 5202418049
    6. Salah. Karena pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  44. NIM : 5202418047

    3. Cara kerja system starter, Jika kunci kontak diputar ke posisi ST, maka akan terjadi medan magnet pada kumparan hold in coil,
    Jawab : Pendapat saya, salah karena pada saat kunci kontak ST kemagnetan dibangkitkan oleh pull in coil dan hold in coil sehingga kontak plate akan terhubung dengan terminal C dan 30. Maka arus akan langsung mengalir dari baterai menuju terminal C ke terminal 30 ke field coil ke sikat positif ke armatur ke sikat positif ke massa.

  45. SALAH, karena pada saat gigi pinion berkaitan penuh dengan fly wheel dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang

  46. NIM : 5202418057

    6.Salah
    Bila pinion gear sudah berkaitan penuh dengan ring gear, kontak plate akan mulai menutup main switch, pada saat ini arus akan mengalir sebagai berikut :
    Baterai -> Terminal50 -> Hold in coil -> Massa
    Baterai -> Main Switch -> TerminalC -> field Coil -> Armature -> Massa
    Jadi pada terminal C Ada arus, maka arus dari pull in coil tidak dapat mengalir, akibatnya kontak plate di tahan oleh kemagnetan hold in coil saja, Bersamaan dengan itu arus yang Besar akan mengalir
    Dari Baterai -> Field coil -> Armature -> Massa

  47. 5202418059
    No. 6
    SALAH, karena pada saat gigi pinion berkaitan penuh dengan fly wheel dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang

  48. 5202418056
    1. Bagian Engine yang digerakkan oleh sistem starter adalah FLYWHEEL .Dengan memutar flywheel, engine mendapat putaran awal dan selanjutnya dapat bekerja memberikan putaran dengan sendirinya melalui siklus pembakaran pada ruang bakar. Motor stater sebagai penggerak mula dapat mengatasi tahanam-tahanan motor misalnya :
    1. Tekanan kompresi
    2. Gesekan pada semua bagian yang bergerak
    3. Hambatan dari minyak pelumas , sewaktu masih dingin kekentalannya.

  49. 5202418056
    2. Komponen Sistem Starter
    1. Komponen Utama Sistem Starter
    a. Saklar starter
    Berfungsi mengalirkan arus listrik ke relay starter
    b. Relay starter
    Berfungsi mengalirkan arus yang besar ke motor starter
    c. Motor starter
    Berfungsi merubah tenaga listrik menjadi momen putar
    d. Batteray
    Berfungsi sebagai sumber arus listrik
    2. Komponen Motor Starter
    a. Field Coil ( Kumparan Medan)
    Berfungsi untuk membangkitkan medan magnet, akan tetapi pada beberapa jenis sepeda motor biasanya pada motor starter sudah dilengkapi dengan magnet permanen jadi tidak diperlukan field coil (kumparan medan) untuk membangkitkan medan magnet.
    b. Armature (jangkar)
    Berfungsi merubah energy listrik menjadi energy mekanik, dalam bentuk gerak putar atau sebagai penghasil momen putar.
    Pada armature terdapat komutator yang bersentuhan langsung dengan brush yang berfungsi sebagai terminal kumparan armature (jalan masuknya arus dari brush).
    c. Yoke dan Pole Core
    Yoke(rumahan starter) berfungsi sebagai tempat untuk mengikatkan pole core. Yoke terbuat dari logam yang berbentuk silinder.
    Sedangkan pole core berfungsi untuk menopang field coil dan memperkuat medan magnet yang ditimbulkan field coil.
    d. Brush (Sikat)
    dan berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature coil langsung ke massa melalui komutator. Umumnya sarter memiliki empat buah brush, yang dikelompokkan menjadi dua.
    • Dua buah disebut dengan brush positif.
    • Dua buah disebut dengan brush negative.
    e. Sarter Clutch
    Sarter clutch berfugsi untuk memindahkan momen punter saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar.Sarter clutch juga berfungsi sebagai pengamandari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear
    f. Sakelar Magnet (Magnetic Switch)
    Sakelar magnet digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan pinion gear ke/dari roda penerus, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuitmotor starter melalui teminal utama.
    g. Armetur Brake
    Armature brake berfungsi sebagai pengereman putaran armature setelah lepas dari perkaitan dengan roda penerus.
    h. Driver Lever
    Drive lever berfungsi untuk mendorong pinion gear kea rah posisi berkaitan dengan roda penerus. Dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan roda penerus.

  50. NIM : 5202418057

    7. Salah
    Karena saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil.
    Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil, bukan pada kumparan dan armatur

    • NIM : 5202418057

      8. Efek dari hold in coil dan pull in coil bocor.
      -ketika hold in coil bocor, maka yang terjadi adalah hold in coil tidak dapat menahan plunyer pada saat proses starter. Dikarenakan arus yang mengalir dari terminal 50 tidak sampai ke hold in coil.
      -ketika pull in coil bocor, maka yang terjadi adalah tidak akan muncul kemagnetan pada solenoid dan akan berakibat tidak berfungsinya sistem starter. Karena arus tidak sampai ke hold in coil.

  51. 5202418056
    3. Cara Kerja Motor Starter – Kunci kontak posisi ST
    Dalam kunci kontak terdapat beberapa posisi seperti LOCK, OFF, ACC, ON dan ST. Nah untuk menstarter mobil/kendaraan adalah dengan memutar kunci kontak ke posisi ST/Starter. Ketika posisi arus dari baterai akan mengalir ke pull-in coil dan hold-in coil, dan berikut ini adalah aliran arus yang terjadi :
    1. Arus dari baterai > Kunci kontak terminal ST > terminal 50 pada solenoid > pull-in coil > terminal C > field coil > brush positif > armaure > brush negatif > massa. Terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil.

    2. Arus dari baterai > Kunci kontak terminal ST > terminal 50 pada solenoid > kumparan hold in coil > massa. Terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  52. 5202418059
    No. 7
    Salah,karena yang terjadi proses demagnetisasi adalah antara pull in coil dengan hall in coil bukan pada kumparan dan armatur

    • 5202418061
      8.- Apabila Pull in coil bocor maka tidak akan terjadi kemagnetan dan tidak bisa mengalirkan arus pada hold in coil sehingga menyebabkan starter tidak dapat dipergunakan. Sedangkan
      – Apabila Hold in coil bocor maka arus yg melewati terminal 50 hanya bisa melewati pull in coil dan kemagnetan hanya terjadi pada pull in coil dimana fungsi hold in coil berguna menahan tekanan tinggi tidak terjadi.

  53. NIM 5202418049
    7. Salah. Apabila kunci kontak kembali ke posisi IG, mesin sudah hidup maka tidak ada arus yang masuk ke terminal 50. Pada saat ini plat kontak masih menempel dan menghubungkan terminal 30 dan terminal C, oleh karena itu arus yang mengalir adalah dari terminal C ke kumparan pull-in coil, ke kumparan hold in coil, kemudian ke massa arah aliran arus pada kumparan tersebut berlawanan sehingga menghasilkan medan magnet yang saling berlawanan juga. Sehingga yang terjadi demagnetisasi bukan pada kumparan medan dan armatur.

  54. NIM : 5202418047

    4. Saat kunci kontak diputar ke posisi ST, maka motor starter akan berputar cepat,
    Jawab : Benar, karena saat kunci kontak ST kontak plate menempel pada terminal C dan terminal 30, sehingga arus dari kunci kontak langsung mengalir menuju terminal C ke terminal 30 ke field coil ke sikat positif ke armatur ke sikat positif ke massa, hal ini arus besar mengalir dan armatur akan berputar cepat seiring dengan putaran pinion gear.

  55. 5202418056
    4. Benar ,Ketika pull-in coil dan hold in coil teraliri arus, maka akan terjadi kemagnetan pada kedua kumparan. Arus memiliki arah, karena kedua kumparan dialiri arus dengan arah yang sama maka kedua-duanya akan menimbulkan magnet yang saling menguatkan, dan kemagnetan pada keduanya ini akan menarik (pull) plunger ke-arah main switch. Disamping itu drive lever juga akan menggeser starter clutch, agar pinion gear berhubungan dengan ring gear.
    Pada saat yang sama arus yang relatif kecil juga mengalir ke field coil dan kumparan armature, maka motor starter akan berputar denga cepat.

  56. 5202418056
    5. Benar,
    Pada saat pinion gear berkaitan penuh dengan ring gear, maka contact plate akan menutup main switch. Nah, kondisi yang seperti ini aliran arusnya dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :
    a. Batarai > kunci kontak terminal st > terminal 50 > hold-in coil > massa.
    b. Baterai > terminal 30 > Contact plate > terminal C > Field coil > armature > massa.

    Mengapa arus tidak melalui pull-in coil?, pull-in coil berhubungan dengan terminal C, sementara ada aliran arus dari terminal 30 ke kontak plate dan terminal C. Karena ada arus inilah maka tidak adanya beda potensial di pull in coil, dan arus tidak mengalir ke pull-in coil. Maka dari itu kontak plate hanya ditahan oleh kumparan hold-in coil, maka dari itu pada saat kerja seperti ini hold-in coil bekerja sesuai dengan namanya (menahan = hold).

  57. NIM 5202418049
    8. Apabila pull in coil bocor maka tidak akan muncul kemagnetan pada selenoid
    Dan apabila hold in coil bocor maka yang akan terjadi adalah tidak memahami plunyer

  58. 5202418056
    6. Salah, karena arus yang besar dari baterai langsung ke field coil, dan armature. Arus yang besar ini akan menghasilkan output yang besar pula untuk memutar ring gear dalam rangka menghidupkan mesin.
    Ketika mesin sudah hidup, maka bisa jadi putaran mesin lebih cepat ketimbang dari putaran yang dihasilkan oleh motor starter. Nah disaat-saat seperti ini starter clutch (kopling) bekerja, untuk menghindari terjadinya kerusakan dengan membebaskan dan melindungi armature dari putaran yang berlebihan.

  59. Nim : 5202418058

    5. Salah, Plunyer bergerak ke kanan. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang. Secara rinci aliran arus dalam keadaan ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  60. NIM : 5202418047

    5. Pada saat pinion berkaitan dengan fly wheel, maka medan magnet pada hold in coil hilang,
    Jawab : Salah, karena katika pinion berkaitan dengan fly wheel masih ada arus pada hold in coil dan akan timbul juga arus yang berlawanan arah pada pull in coil, sehingga kontak plate kehilangan kemagnetan dan menarik kontak plate dari terminal C dan terminal 30.

  61. 5202418059
    No.8
    Apabila pull in coil bocor maka tidak akan muncul kemagnetan pada selenoid
    Dan apabila hold in coil bocor maka hold in coil tidak dapat bekerja maka yang akan terjadi adalah tidak akan dapat menahan plunyer

  62. NIM 5202418049
    8. Apabila pull in coil bocor maka tidak akan muncul kemagnetan pada selenoid
    Dan apabila hold in coil bocor maka yang akan terjadi adalah tidak dapat menahan plunyer

  63. NIM : 5202418051
    NO: 2

    1. Solenoid starter
    Komponen pertama bisa anda lihat pada bagian yang berbentuk seperti tabung diatas motor utama. Komponen ini diberi nama solenoid starter karena terdiri dari coil/kumparan. Fungsi utama Solenoid starter adalah sebagai penggerak drive pinnion dan pemberi tegangan pada motor utama.
    2. Selenoid plunger
    Plunger ini terletak pada ujung pull in coil. Fungsinya hanya satu yakni menghubungkan pergerakan pull in coil ke drive lever. Dengan kata lain komponen ini hanya berfungsi sebagai batang penghubung. Meski demikian, bahan plunger ini juga kuat karena akan menghubungkan daya tarik pull in coil yang begitu kuat.
    3. Field Coil
    field coil adalah serangkaian magnetic coil yang digunakan untuk membangkitkan kemagnetan disekitar rotor coil. Sesuai prinsip kerja motor listrik yang mengharuskan adanya medan magnet disekitar rotor, komponen ini akan menyediakannya.
    Tapi field coil tidak bersifat permanent magnet, field coil hanya akan menghasilkan magnet apabila ada input arus dari terminal 50. Proses ini biasa kita sebut sebagai proses induksi elektromagnetik. Pada field coil sendiri terdiri dari beberapa bagian seperti
    4. Armature coil
    Komponen selanjutnya, pada motor listrik biasa disebut sebagai rotor coil atau kumparan yang terletak disekitar poros motor. Fungsi utama dari armature coil ini juga sebagai pembangkit medan magnet yang akan direaksikan dengan kemagnetan field coil untuk terjadinya pergerakan.
    Bentuk armature coil seperti rotor pada umumnya yang dililiti oleh tembaga, perbedaannya pada armature ini memiliki jumlah lilitan yang banyak serta diameter tembaga yang melillitnya juga tergolong besar, sehingga diameter coil ini juga lebih besar.
    5. Drive lever/Actuator shaft
    Kita kembali kebagian dalam solenoid, disini ada komponen yang berbentuk garpu yang berfungsi untuk menggerakan pinion gear. Drive lever bekerja dengan prinsip tuas, yang akan mengungkit pinion gear ketika ujung lainnya terdorong kearah berlawanan. Siapa yang mendorong ? ini adalah fungsi dari
    6. Yoke dan Pole Core
    Bagian berikutnya yang menjadi komponen motor starter adalah Yoke dan Pole Core. Yoke dibuat dari material logam yang berbentuk silinder (tabung) dan menjadi bodi tengah motor starter. Yoke berfungsi sebagai tempat meletakkan pole core yang diikat dengan sekrup.

    Sedangkan Pole core sendiri berfungsi sebagai penopang field coil (kumparan medan). Pole core memiliki fungsi untuk memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh Field coil.
    7. Overrunning Clutch
    Overrunning Clutch berfungsi untuk meneruskan torsi putaran yang dihasilkan dari Armature menuju ke ring gear Flywheel. Selain itu, overrunning clutch juga berfungsi untuk mencegah rusaknya Pinion Gear akibat putaran mesin yang lebih besar setelah mesin hidup.

    Setelah mesin hidup, putaran mesin umumnya akan lebih cepat dibanding dengan putaran motor starter, efeknya putaran mesin bisa memutar balik pinion gear lebih cepat dari putaran yang dihasilkan motor starter.
    Oleh karena itu, digunakanlah Overrunning Clutch agar pinion gear, armature dan komponen lainnya di dalam motor starter tetap aman dan tidak rusak akibat perbedaan kecepatan putaran tersebut.
    8. Saklar Netral
    Saklar netral berfungsi sebagai pengaman pada saat menstarter
    9. Pinion Gear dan Helical
    Pinion Gear dan Helical spline ini dipasang menjadi satu shaft dengan Armature. Pinion Gear berfungsi untuk meneruskan daya putar motor starter ke mesin.

    Pinion gear akan terkait dengan ring gear flywheel dan kemudian berputar untuk memutar mesin, sedangkan Helical spline berfungsi agar proses terkait dan terlepasnya pinion gear dengan ring gear flywheel menjadi lebih halus dan lembut (tidak kasar).
    Planetary Gear
    Komponen Planetary Gear ini hanya ada pada motor starter jenis Planetary Gear . Planetary Gear ini berfungsi untuk meningkatkan torsi dan daya putar yang dihasilkan oleh Armature dengan tingkat suara kebisingan motor starter yang lebih halus saat berputar.
    10. Baterai
    Baterai merupakan sumber penyuplai energi utama saat akan menghidupkan mesin. Baterai akan menyediakan suplai arus listrik ke sistem starter. Kapasitas baterai yang digunakan untuk starter bervariasi tergantung kapasitas mesin tentunya. Namun untuk voltage atau tegangan, umumnya menggunakan baterai bertegangan 12 volt pada mobil, dan 24 volt untuk truk dan bus.
    11. Gear Reduction
    Komponen Gear Reduction Ini hanya ada pada motor starter jenis Gear Reduction. Gear Reduction ini berfungsi untuk mereduksi kecepatan putaran Armature dan mengubahnya menjadi torsi yang berlipat.
    Gear Reduction berfungsi untuk meneruskan daya putar motor starter ke gigi pinion sekaligus meningkatkan torsi/momen puntir dengan mengurangi putaran motor. Daya yang dihasilkan berasio 1/3 sampai 1/4.
    Reduction gear biasanya dilengkapi dengan built-in overrunning clutch (kopling starter yang menjadi kesatuan unit). Reduction gear terdiri dari tiga gigi, yaitu drive gear, idle gear, dan clutch gear. Motor starter jenis gear reduction ini memiliki momen puntir / torsi yang lebih besar dibandingkan dengan motor starter tanpa Gear Reduction.
    12. Ignition Coil
    Ignition Coil atau kunci kontak berfungsi sebagai saklar yang akan mengaktifkan relay starter dan menghubungkan arus dari baterai. Dulu, ignition coil merupakan fitur wajib pada sistem starter. Tapi, saat ini ignition coil tidak secara langsung beperan dalam sistem starter berkat adanya fitur Start/Stop button.
    13. Brush
    Brush terbuat dari tembaga lunak, berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari Field Coil ke Armature Coil dan langsung ditujukan ke massa/ ground melalui komutator. Umumnya, sebuah motor starter memiliki empat buah brush yang dikelompokkan menjadi dua bagian

  64. NIM : 5202418047

    6. Pada saat pinion berkaitan, maka arus yang besar akan mengalir ke pull in coil dan hold in coil,
    Jawab : Salah, karena arus yang besar mengalir langsung dari kunci kontak menuju terminal C dan terminal 30 maka arus tidak melalui kumparan pull in coil dan hold in coil untuk memutar gigi pinion.

  65. 5202418056

    7. Salah,
    Ketika mesin sudah hidup, tentu kunci kontak akan kita kembalikan ke posisi ON.contact plate masih berhubungan denagan main switch, dan aliran arusnya adalah sebagai berikut
    Baterai > Terminal 30 > Contact plate > Terminal C > Pull-in coil > Hold-in coil > massa.
    Baterai > Terminal 30 > Contact plate > Terminal C > Field coil > Armature > massa.
    Aliran arus yang di atas, yang mengalir ke pull-in coil dan hold-in coil arah arusnya adalah berlawanan, hasil kemagnetan yang dihasilkannya pun juga berlawanan. Hal ini membuat keduanya saling menghapuskan dan membuat kekuatan spring (pegas) mengembalikan posisi contact plate ke posisi semula. Drive lever juga menarik starter clutch dan pinion gear terlepas dari ring gear.

  66. 5202418056
    8. Ketika kedua kumparan ini bocor, artinya arus tidak melewati kumparan ini karena ada kebocoran arus yang membuat arus akan mengalir langsung ke massa tanpa melalui kumparan tersebut. Kondisi ini tentu sama saja membuat switch starter tidak berfungsi.

  67. NIM : 5202418051

    NO : 3

    BENAR : akan terjadi medan magnet
    Pada saat starter switch diputar ke posisi ON, maka arus baterai mengalir melalui hold in coil ke massa dan di lain pihak pull in coil, field coil dan ke massa melalui armature. Pada saat hold dan pull in coil membentuk gaya magnet dengan arah yang sama, dikarenakan arah arus yang mengalir pada kedua kumparan tersebut sama.
    Sehingga kontak plate (plunger) akan bergerak ke arah menutup main switch, sehingga drive lever bergerak menggeser starter clutch ke arah posisi berkaitan dengan ring gear.
    Karena arus yang mengalir ke field coil pada saat itu relatif kecil maka armature berputar lambat dan memungkinkan perkaitan pinion dan ring gear menjadi lembut. Pada keadaan ini kontak plate belum menutup main switch.

  68. NIM 5202418051

    NO : 4

    Salah :motor stater berputar lambat
    saat kunci kontak pada posisi ST, kunci kontak yang diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan
    Karena ada aliran arus (kecil) dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature, maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah sehingga motor starter berputar lambat.

  69. NIM : 5202418047

    7. Pada saat kunci kontak kembali ke posisi IG (ON), maka terjadi demagnetisasi pada kumparan medan dan armatur,
    Jawab : Benar, karena arus dari terminal C mengalir sehingga terjadi demagnetisasi pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil yang arah arusnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga berlawanan arah dan tidak terjadi kemagnetan pada kedua kumparan.

  70. NIM : 5202418047

    8. Efek apabila terjadi jika pull in coil bocor dan hold in coil bocor juga,
    Jawab : Hal yang terjadi adalah tidak terjadi aliran arus, karena arus dari baterai hanya sampai terminal C. Sistem stater tidak berfungsi sama sekali.

  71. NIM : 5202418051

    NO : 5

    Salah
    Karena saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear maka plunger akan bergerak dan di saat itu kumparan pull in coil dan hold in coil menghasilkan medan magnet justru menyebabkan gigi pinion berkitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagin ujung kana plunger menempel dengan terminal utama solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung.

  72. NIM : 5202418051

    NO : 6

    Salah
    Pada saat pinion berkaitan maka arus pada kumparan pull in coil dan hold in coil akan hilang, karena pada keadaan tersebut tegangan di terminal 30 sama dengan terminal 50 dan terminal C, sehingga tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil dan hold in coil dan juga kemagnetannya menghilang.

  73. NIM : 5202418054

    Komponen beserta fungsi sistem starter
    1. Yoke
    Yoke berfungsi sebagai penompang dari core berbentuk silinder yang terbuat dari logam.
    2. Field Coil
    Kumparan medan atau field coil berfungsi untuk membangkitkan medan magnet.
    3. Armature
    Armature berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi mekanik, dalam bentuk gerak putar.
    4. Brush Atau sikat dan pemegang sikat
    Sikat berfungsi untuk meneruskan arus dari field coil ke armature coil dan langsung ke massa melalui komutator.
    5. Armature Brake
    Armatur braje berfungsi sebagai pengereman putaran armature setelah lepas dari perkaitan dengan roda penerus.
    6. Drive Lever Atau tuas penggerak
    Drive lever berfungsi untuk mendorong pinion gear ke arah posisi berkaitan dengan roda penerus. Dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan roda penerus.
    7. Starter Clutch
    Starter Cltuch berfungsi untuk memindahkan momen puntir dari armature saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar. Starter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear.
    8. Pinion Gear
    Pinion gear berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari starter clutch ke roda penerus atau ring gear.
    9. Magnetic Switch Magnetic
    Switch atau sakelar magnet digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan pinion gear ke/dari roda penerus, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui terminal utama.

  74. NIM : 5202418054

    3. Benar, karena arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan pull-in coil –> terminal C –> kumparan medan (field coil) –> sikat positif –> kumparan atmature –> sikat negatif –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil.
    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan hold-in coil –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  75. Nim : 5202418058

    7. Salah, Karena saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Arah aliran arus yang berbeda pada kumparan pull in-coil menyebabkan terjadinya perbedaan pola medan magnet. Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil, bukan pada kumparan dan armatur

  76. NIM : 5202418051

    NO : 7

    Salah
    Karena yang terjadi demegnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet adalah pull in coil dan hold in coil bukan kumparan medan armature karena katub medan magnet yang dihasilkan berlawanan. mengakibatkan tidak adanya kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunger sehingga plunger bergerak ke kiri dan kanan dan kembali ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C

  77. NIM : 5202418054

    4. Salah, karena putaran engine dengan putaran motor starter berbeda, jumlah gigi-gigi pada flywhell dan pinion gear sangat jelas berbeda, dan menyebabkan rasio kecepatan berbeda,4. jika dimisalkan gigi flywhell dengan pinion gear 1:10, jika mesin berputar 1000 rpm maka di motor starter bias mencapai 10.000 rpm dan terjadi over running dan mengakibatkan kerusakan komponen motor starter.

  78. NIM : 5202418054

    5. Salah, karena Arus dari baterai mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.
    Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan –> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Dan terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature sehingga motor starter berputar.

  79. Nim : 5202418058

    8. a. Efek jika hold in coil bocor =
    Yang terjadi adalah hold in coil tidak dapat menahan plunyer pada saat proses starter. Dikarenakan arus yang mengalir dari terminal 50 tidak sampai ke hold in coil.
    b. Efek jika pull in coil bocor =
    Yang terjadi adalah tidak akan muncul kemagnetan pada solenoid dan akan berakibat tidak berfungsinya sistem starter. Karena arus tidak sampai ke hold in coil.

  80. NIM : 5202418054

    6. Benar, karena aliran arus yang besar pada kumparan medan dan kumparan armature menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan mengahasilkan tenaga kembali yang besar untuk memutarkan mesin. Medan magnet pada kumparan pull-in coil dalam kondisi ini tidak terbentuk karena arus tidak mengalir ke kumparan tersebut. Selama motor starter berputar plat kontak harus ada dalam kondisi menempel dengan terminal utama pada solenoid. Oleh sebab itu pada kondisi ini kumparan hold-in coil tetap dialiri arus listrik sehingga medan magnet yang terbentuk pada kumparan tersebut mampu menahan plunyer dan plat kontak tetap menempel. Dengan demikian, meskipun kumparan pada pull-in coil kemagnetannya hilang, plunyer masih dalam kondisi tertahan.

  81. NIM 5202418046
    No 6.Salah,
    karena arus yang besar dari baterai langsung ke field coil, dan armature. Arus yang besar ini akan menghasilkan output yang besar pula untuk memutar ring gear dalam rangka menghidupkan mesin.
    Ketika mesin sudah hidup, maka bisa jadi putaran mesin lebih cepat ketimbang dari putaran yang dihasilkan oleh motor starter. seperti ini starter clutch (kopling) bekerja, untuk menghindari terjadinya kerusakan dengan membebaskan dan melindungi armature dari putaran yang berlebihan.

  82. NIM : 5202418054

    7. Benar, karena arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.

    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

    Dari penjelasan arah arus tersebut bahwa arus dari terminal C ke kumparan pada pull-in coil dan kumparan hold-in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tesebut.

  83. NIM : 5202418054

    8. Jika pull in coil dan hold in coil bocor, maka arus tidak melewati kumparan ini karena ada kebocoran arus yang membuat arus akan mengalir langsung ke massa tanpa melalui kumparan tersebut dan membuat kemagnetan menjadi lemah. Kondisi ini tentu sama saja membuat switch starter tidak berfungsi.

  84. Nim : 5202418070
    Sistem starter merupakan sistem awal pada sebuah kendaraan untuk memberikan Utara awal bagi engine.Dengan memutar fly wheel,engine mendapat putaran awal kemudian bekerja memberikan putaran dengan sendirinya…lalu putaran selanjutnya melalui siklus pembakaran yang terjadi pada ruang bakar.

  85. NIM 5202418046
    No 7. Salah.
    Ketika kunci kontak kembali ke posisi IG, mesin sudah hidup maka tidak ada arus yang masuk ke terminal 50. Pada saat ini plat kontak masih menempel dan menghubungkan terminal 30 dan terminal C, oleh karena itu arus yang mengalir adalah dari terminal C ke kumparan pull-in coil, ke kumparan hold in coil, kemudian ke massa arah aliran arus pada kumparan tersebut berlawanan sehingga menghasilkan medan magnet yang saling berlawanan

  86. NIM : 5202418051
    NO:8

    Efek dari pull in coil dan hold in coil bocor :

    ketika pull in coil bocor, yang terjadi adalah tidak adanya tarikan pada magnetic switch sehingga gear pinion tidakan terdorong maju. Karena arus atau medan magnet tidak sampai pull in coil
    ketika hold in coil bocor, tidak ada yang menahan plunger agar tetap pada posisi tertarik dalam magnetic switch. Karena arus atau medan magnet tidak sampai ke hold in coil.

  87. Nim: 5202418070
    Komponen sistem starter:
    1.saklar starter
    Berfungsi mengalirkan arus listrik ke relay starter
    2.Relay starter
    Merupakan komponen yang berfungsi mengalirkan arus besar ke motor starter
    3.Motor starter
    Berfungsi mengubah tenaga listrik menjadi momen putar.
    4.battery
    Merupakan komponen yang berfungsi sebagai sumber listrik
    5.Armature
    Berfungsi merubah energi listrik menjadi energi mekanik,dalam bentuk gerak putar.
    6.field coil
    Berfungsi sebagai membangkitkan Medan magnet
    7.Yoke dan Pole
    Berfungsi sebagai tempat mengikatkan pole core
    8.Brush
    Berfungsi meneruskan arus listrik dari field coil ke armature coil sehingga langsung ke massa melalui armature
    9.Starter clutch
    Komponen yang memindahkan momen punter saft kepada roda penerus sehingga berputar
    10.saklar magnet
    Menghubungkan dan memutus pinion gear ke atau dari roda penerus sekaligus mengalir kan Aris listrik.
    11.Armature
    Berfungsi sebagai pengereman putaran armature setelah lepas dari permainan dengan roda penerus.
    12.Drive lever
    Berfungsi mendorong pinion gear kearah posisi berkaitan dengan roda penerus

  88. Nim : 5202418070
    Ya Benar,karena pada saat motor starter switch on (ST)maka arus mengalir dari:
    Battery>kontak>terminal 50>hold on coil(kemagnetan)>massa.
    Sehingga ada kemagnetan yang menarik plunyer.terjadi kemagnetan

  89. 5202418076

    No. 1

    Bagian pada engine yang gerakkan oleh sistem starter sehingga engine dapat hidup yaitu pada bagian Flywheel [roda gila], karena ada motor starter yang berfungsi merubah energi listrik menjadi energi gerak. Gerakan dari motor starter ini akan memutar flywheel [roda gila] dan akan meneruskan putaran mesin sehingga mendapatkan putaran awal dan siklus kerja bekerja maka mesin tidak digerakkan oleh sistem starter, dalam hal ini mesin sudah dalam kondisi hidup.

  90. NIM : 5202418062

    1. flywheel / roda gila ,merupakan bagian mesin yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga awal dari motor stater ke mesin agar mesin bekerja.
    karena pada saat mesin pertama kali hidup memerlukan bantuan/proses pancingan tenaga .yaitu di bantu oleh motor stater.
    siklus nya yaitu baterai merupakan sumber arus.kemudian mengaliri arus ke motor stater , motor stater merubah energi listrik menjadi energi mekanik kemudian di teruskan oleh bagian motor stater yaitu gigipinion ke flywhel .flyewheel berhubungan dengan poros sehingga sistem kerja mesin dapat bekerja dengan baik.

  91. NIM 5202418064

    No 1
    Bagian pada engine yang digerakkan oleh sistem starter adalah flywheel. Flywheel digerakkan oleh roda pinion dari motor starter. Ketika flywheel berputar maka secara otomatis poros engkol juga ikut berputar, sehingga engine mendapat putaran awal dan selanjutnya dapat bekerja memberikan putaran dengan sendirinya melalui siklus pembakaran ruang bakar.

  92. 5202418076

    No.2

    Komponen-komponen pada sistem starter :
    ~ Jaringan Kabel : sebagai penghubung komponen komponen kelistrikan
    ~ Baterai : menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia yang digunakan untuk menyuplai listrik ke sistem starter dan komponen listrik lainnya
    ~ Kunci kontak : menghubungkan dan memutuskan baterai dalam komponen-komponen sistem starter dam komponen lainnya
    ~ Motor starter : mengubah tenaga kimia baterai menjadi tenaga putar yang mampu memutarkan poros engkol untuk menghidupkan mesin
    ~ Saklar netral : saklar ini bekerja pada saat kunci kontak pada posisi on
    ~ Solenoid : berfungsi sebagai saklar elektromagnetik yang mnghubungkan antara terminal C dengan terminal 50 pada Solenoid, maka hold in coil akan terbentuk medan magnet

  93. 5202418061
    Nomor 1
    1. Bagian engine yang digerakkan oleh system starter adalah flywheel, karena sistem stater sendiri digunakan untuk memberi tenaga awal pada engine sehingga engine dapat berputar/hidup.Fly wheel atau yang biasa disebut dengan roda gila berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi gerak yg dimana digunakan untuk memutar fly wheel.

  94. 5202418076

    No.3

    BENAR, karena pada saat kunci kontak pada posisi ST maka aliran arus akan ke kumparan pull in coil dan hold in coil secara bersamaan. Batrai mengalirkan arus ke kunci kontak 30 lalu ke terminal 50 pada solenoid. Dengan aliran tersebut maka terbentuk medan magnet pada hold in coil.

  95. 5202418073

    No. 1

    Yaitu bagian flywheel (roda gila), digunakan untuk menggerakkan awal putaran mesin melalui roda penerus dan poros engkol (crank shaft). Pada sistem starter terdapat motor starter yang berfungsi merubah energi listrik menjadi energi gerak, output gerakan dari motor starter ini akan digunakan untuk memutar flywheel

  96. NIM 5202418064

    No 2
    Komponen sistem starter :
    1. Baterai atau aki berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia yang akan digunakan untuk menyuplai listrik ke sistem starter dan komponen kelistrikan lainnya.
    2. Solenoid berfungsi sebagai saklar elektromagnetik yang menghubungkan antara terminal C dengan terminal 30 pada motor starter dan juga berfungsi untuk menggerakkan plunyer agar pinion gear terkait dengan ring gear atau flywheel.
    3. Kunci kontak berfungsi untuk memutus dan menghubungkan baterai dengan komponen-komponen dalam sistem starter dan komponen kelistrikan lainnya.
    4. Saklar netral berfungsi sebagai saklar starter yang bekerja pada saat kunci kontak pada posisi ON.
    5. Motor starter berfungsi untuk mengubah tenaga kimia baterai menjadi tenaga putar yang mampu memutarkan poros engkol untuk menghidupkan mesin.
    6. Jaringan kabel berfungsi sebagai penghubung komponen-komponen sistem kelistrikan pada mobil.

  97. 520241806

    Nomer 2
    1. Solenoid starter

    Komponen pertama bisa anda lihat pada bagian yang berbentuk seperti tabung diatas motor utama. Komponen ini diberi nama solenoid starter karena terdiri dari coil/kumparan. Fungsi utama Solenoid starter adalah sebagai penggerak drive pinnion dan pemberi tegangan pada motor utama.
    Ada dua buah coil didalam solenoid yakni ;

    -Pull in coil, komponen ini berfungsi mendorong plunger untuk menggerakan drive pinion.
    -Hold in coil, merupakan komponen serupa yang terletak didepan pull in coil. Fungsinya untuk menahan pergerakan pull in coil dan menghubungkan arus baterai ke motor utama.
    Cara kerja solenoid starter ini. adalah dengan memanfaatkan gaya elektromagnetik didalam coil. Kita tahu kalau listrik dialirkan melalui sebuah coil, maka akan terbentuk medan magnet dengan arah tertentu. Medan magnet tersebut dimanfatkan untuk menggerakan drive pinion supaya pinion gear bisa bertautan dengan flywheel.
    Bentuk dari solenoid ini seperti coil, dimana sebuah inti besi diletakan ditengah lilitan tembaga. Namun lilitan ini memiliki jumlah yang besar dan dimensinya juga besar sehingga mampu menggerakan plunger dengan kuat dan cepat.

    2. Solenoid plunger
    Plunger ini terletak pada ujung pull in coil. Fungsinya hanya satu yakni menghubungkan pergerakan pull in coil ke drive lever. Dengan kata lain komponen ini hanya berfungsi sebagai batang penghubung. Meski demikian, bahan plunger ini juga kuat karena akan menghubungkan daya tarik pull in coil yang begitu kua.

    3. Solenoid caps

    Tutup solenoid adalah rangkaian penutup solenoid starter yang terletak dibagian depan starter. Bukan hanya sebagai penutup, tapi komponen ini juga dijadikan sebagai media penghubung antara arus dari sistem ke aktuator starter. Terbilang ada 3 buah terminal pada motor starter yakni
    -Terminal 50, merupakan terminal yang terhubung dengan rangkaian starter dari kunci kontak. Melalui terminal ini motor starter mendapat perintah untuk aktif atau tidak. Saat terminal 50 mendapat arus maka solenoid akan bekerja dan starter akan bereaksi. 
    -Terminal 30, terminal yang langsung mendapatkan arus listrik dari baterai. Dengan kata lain arus listrik selalu tersedia pada terminal ini saat motor mati atau hidup. 
    -Terminal C, terminal yang digunakan untuk menyalurkan arus utama dari solenoid ke motor starter agar dapat berputar. Terminal ini akan mnghubungkan arus dari terminal 30 ketika 50 mendapatkan arus. 

    4. Field Coil

    Kita lanjut kebagian dalam motor starter, disini ada banyak komponen yang bisa anda temukan. Pertama anda bisa menemukan field coil. Apa itu field coil ? field coil adalah serangkaian magnetic coil yang digunakan untuk membangkitkan kemagnetan disekitar rotor coil. Sesuai prinsip kerja motor listrik yang mengharuskan adanya medan magnet disekitar rotor, komponen ini akan menyediakannya.

    Tapi field coil tidak bersifat permanent magnet, field coil hanya akan menghasilkan magnet apabila ada input arus dari terminal 50. Proses ini biasa kita sebut sebagai proses induksi elektromagnetik. Pada field coil sendiri terdiri dari beberapa bagian seperti:
    -Yoke, merupakan housing tempat coil berada. Dalam hal ini kumparan terletak didalam yoke. 

    -Pole core, merupakan inti besi pipih yang dijadikan tempat melilitnya tembaga agar menjadi kumparan. 

    -Kumparan, ini terbuat dari kumparan tembaga biasa yang dilillit dengan arah tertentu disekitar pole core, didalam yoke ada sekitar 4 hingga 6 unit pole core yang saling berhubungan untuk mendapatkan kemagnetan besar. 

    5. Armature coil

    Komponen selanjutnya, pada motor listrik biasa disebut sebagai rotor coil atau kumparan yang terletak disekitar poros motor. Fungsi utama dari armature coil ini juga sebagai pembangkit medan magnet yang akan direaksikan dengan kemagnetan field coil untuk terjadinya pergerakan.

    Bentuk armature coil seperti rotor pada umumnya yang dililiti oleh tembaga, perbedaannya pada armature ini memiliki jumlah lilitan yang banyak serta diameter tembaga yang melillitnya juga tergolong besar, sehingga diameter coil ini juga lebih besar.

    6. Commutators
    Komponen selanjutnya, terletak dibagian depan armature coil, bentuknya seperti plat tembaga yang saling tersegmentasi. Fungsi commutator adalah sebagai penghubung antara arus listrik dari brush menuju kumparan armature. Bentuk commutator yang tersegmentasi mencegah adanya hubunngan singkat arus listrik karena dalam proses kerjanya commutator akan terhubung dengan arus positif dan negatif secara langsung.

    7. Drive lever/Actuator shaft

    Kita kembali kebagian dalam solenoid, disini ada komponen yang berbentuk garpu yang berfungsi untuk menggerakan pinion gear. Drive lever bekerja dengan prinsip tuas, yang akan mengungkit pinion gear ketika ujung lainnya terdorong kearah berlawanan. Siapa yang mendorong ? ini adalah fungsi dari pull in coil melalui plunger. Sementara ujung lainnya akan membuat pinion gear terdorong keluar dan terhubung dengan gigi flywheel.

    8. Brushes

    Komponen berikutnya terletak dibagian main motor. Disini ada rangkaian sikat yang dipakai untuk mengubungkan arus listrik dari static conductor ke dynamic conductor. Maksudnya, brush ini akan mengirimkan arus listrik dari terminal 50 ke armature coil yang bergerak berputar melalui commutator.
    Pada sebuah motor starter, biasanya ada sekitar 4 atau lebih sikat dengan dua sebagai sikat positif dan dua lainya sebagai sikat negatif. Bahan sikat ini juga terbuat dari tembaga namun lebih lunak, untuk menjaga agar commutator tidak mengalami keausan. Tapi, impactnya brush menjadi lebih cepat aus. Jika ini terjadi maka starter akan sulit dihidupkan.

    9. Drive Pinnion Clutch

    Komponen selanjutnya, akan kita temui kopling starter yang berfungsi dalam pemutusan dan penghubungan putaran dari starter ke flywheel. Mengapa perlu diputus ? ini karena motor stater tidak mungkin terus berputar ketika mesin sudah hidup. Sehingga pada kondisi normal, starter akan terhubung dan saat sistem starter dinyalakan putaran starter akan terhubung dengan flywheel.
    Cara kerja kopling ini yakni dengan memanfaatkan slide gear dengan model miring. ini karena ada komponen overlap clutch yang terletak pada ujung drive pinion. Saat sistem starter dinyalakan maka drive lever akan mendorong kopling ini, tapi dengan slide gear miring maka drive pinion akan bergerak keluar sambil berputar melebihi putaran starter.
    Ini ditujukan agar pinion bisa berkaitan dengan cepat dan sempurna dengan roda gigi flywheel. Pada tipe strater reduksi, komponen kopling ini mendapatkan tambahan part yang dijadikan sebagai roda gigi pereduksi putaran, tujuannya agar moment pada pinnion gear menjadi semakin besar.

    10. Drive pinnion gear

    Komponen selanjutnya berbentuk seperti roda gigi pada umumnya yang terletak diujung drive pinion shaft. Fungsi pinnion gear ini adalah untuk menghubungkan putaran yang dihasilkan motor listrik ke poros engkol mesin melalui flywheel. Diameter pinnion cukup kecil dibandingkan dengan flywheel sehingga akan menambah perbandingan gigi yang membuat sistem starter sanggup memutar poros engkol mesin.

    11. Motor housing
    Part terakhir adalah housing, yang memiliki fungsi sebagai rumah pelindung dan sebagai tempat meletakan berbagai komponen starter. Housing ini terbuat dari logam yang terdiri dari main housing yang berbentuk tabung, pinion housing sebagai pelindung roda gigi pinion dan hosung cap didepan main housing sebagai penutup rangkaian starter.
    13. BATERAI
    Baterai merupakan sumber penyuplai energi utama saat akan menghidupkan mesin. Baterai akan menyediakan suplai arus listrik ke sistem starter. Kapasitas baterai yang digunakan untuk starter bervariasi tergantung kapasitas mesin tentunya. Namun untuk voltage atau tegangan, umumnya menggunakan baterai bertegangan 12 volt pada mobil, dan 24 volt untuk truk dan bus.

  98. 5202418061
    3. BENAR akan terjadi medan magnet pada hold in coil.
    Karena Kerja sistem starter saat kunci kontak pada posisi start, kunci yang diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya arus ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan

  99. 5202418061
    4. Salah, karena medan magnet yang terbentuk pada kumparan dan armature lemah sehingga motor starter akan berputar lambat. Letak plunyer yg terdapat di dalam solenoid yang tidak sejajar atau simestris atau tidak berada di tengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali (return spring).

  100. NIM : 5202418062

    komponen sistem stater

    1. baterai , digunakan sebagi sumber tenaga pada sistem kelistrikan otomotif mempunyai tegangan 12 Volt dan kapasitasnya berkisar 40 – 70 AH Baterai mempunyai 2 kutub yaitu kutub (+) dan kutub (-). Kutub (+) diberi kode 30 dan kutub (-) atau mas diberi kode 31.
    Pada motor starter, Batteray berfungsi Menyediakan tenaga listrik untuk menggerakkan motor starter
    2. kunci kontak
    kunci kontak mempunyai beberapa posisi
    Off : terputus dari sumber tegangan (baterai)
    ACC : Terhubung dengan arus baterai , tetapi hanya untuk kebutuhan acecoris
    ON / IG : Terhubung ke sistem pengapian (Ignition )
    START : untuk Start
    Ignition Switch/Kunci Kontak berfungi Memutus dan menghubungkan arus listrik dari baterai ke terminal 50
    3. motor stater
    berfungsi untuk memutar mesin untuk pertama kali saat mesin akan di hidupkan.
    komponen motor stater
    – Field coil, berfungsi untuk dapat membangkit medan magnet.
    – Yoke, berfungsi sebagai tempat pole core yang diikat dengan sekrup
    – Pole, core berfungsi sebagai penopang field coil dan memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh field coil.
    – armature, berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik, dalam bentuk gerak putar.
    – Brush, berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature coil langsung ke massa melalui komutator. terdiri 2 jenis sikat yaitu :
    a. Dua buah disebut dengan brush positif.
    b. Dua buah disebut dengan brush negative.
    – Armature brake, berfungsi sebagai pengereman putaran armature setelah lepas dari perkaitan dengan roda penerus.
    – Drive lever, berfungsi untuk mendorong pinion gear kea rah posisi berkaitan dengan roda penerus. Dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan roda penerus.
    – Sarter clutch, berfugsi untuk memindahkan momen puntir saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar.Sarter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear.
    – Sakelar magnet digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan pinion gear ke/dari roda penerus, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui teminal utama.
    Terminal – terminal yang ada pada saklar starter :
    ·Terminal B : Mendapatkan arus langsung dari positif baterai (30)
    ·Terminal C : Menghubungkan/mengalirkan arus dari terminal B ke kumparan medan (field coil)
    ·Terminal ST (50) : Mendapatkan arus dari terminal ST (50) kunci kontak dan meneruskanya ke pull in coil (PIC) dan hold in coil (HIC) melalui plat kontak

  101. 52024180615.
    5. SALAH justru pada saat pinion berkaitan maka akan menghasilkan medan magnet.
    Karena Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer akan bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Berputarnya plunyer menyebabkan gigi pinion berkaitan secara menyeluruh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer akan menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung.

  102. 5202418061
    6. SALAH Karena Pada keadaan tersebut tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan sama , maka tidak akan ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut justru akan menghilang.

  103. 5202418061
    7.SALAH.
    Justru yang terjadi kehilangan kemagnetan pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil. Karena arus dari terminal C ke kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah sehingga akan terjadi saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tesebut.

  104. NIM 5202418064

    No 3
    Benar, saat kunci kontak pada posisi ST maka aliran arus listrik akan mengalir ke kumparan pull in coil dan hold in coil secara bersamaan. Arus listrik dari baterai mengalir ke kunci kontak lalu ke terminal 50 pada solenoid lalu mengalir ke kumparan hold in coil lalu mengalir ke massa. Dengan adanya aliran arus listrik tersebut maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil.

  105. NIM 5202418064

    No 4
    Salah, saat kunci kontak posisi ST aliran arus listrik pada kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan. Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali. Karena ada aliran arus kecil dari pull in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah, sehingga motor starter berputar lambat.

  106. NIM 5202418064

    No 5
    Salah, saat pinion berkaitan dengan flywheel plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus besar mengalir melewati kedua terminal. Tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke pull in coil. Akan tetapi arus dari baterai mengalir ke terminal 50 lalu ke kumparan hold in coil lalu mengalir ke massa, sehingga terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil. Jadi saat pinion berkaitan yang kehilangan medan magnet adalah kumparan pull in coil bukan hold in coil.

  107. NIM 5202418064

    No 6
    Salah, saat pinion berkaitan arus besar mengalir melewati terminal 30 dan C. Pada keadaan tersebut tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal C maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil. Dan arus dari baterai akan mengalir ke terminal 50 lalu ke kumparan hold in coil lalu mengalir ke massa. Jadi arus hanya mengalir ke kumparan hold in coil saja.

  108. NIM 5202418064

    No 7
    Salah, saat kunci kontak kembali ke posisi IG (ON) arus dari baterai mengalir ke terminal 30 lalu ke plat kontak lalu mengalir ke terminal C lalu mengalir ke kumparan pull in coil dan hold in coil lalu mengalir ke massa. Kumparan pull in coil dan hold in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan. Medan magnet yang dihasilkan akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut. Jadi demagnetisasi terjadi di kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil bukan di kumparan medan dan armature.

  109. NIM 5202418064

    No 8
    Efek pull in coil bocor : tidak muncul kemagnetan pada solenoid dan arus listrik tidak bisa mengalir ke kumparan hold in coil sehingga sistem starter tidak berfungsi.

    Efek hold in coil bocor : tidak ada medan magnet pada solenoid sehingga roda pinion bergerak maju mundur dan berputar tidak stabil.

  110. 5202418073

    No.2
    Komponen-komponen sistem starter :
    • Kunci kontak / sarting swich
    Untuk memutuskan dan menghubungkan baterai dengan komponen-komponen dalam sistem starter dari komponen kelistrikan lainnya
    • Baterai (Aki)
    Untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia, yang akan digunakan untuk menyuplai listrik ke sistem starter
    • Motor starter
    Untuk merubah energi listrik menjadi energi gerak (mekanik), yang akan digunakan untuk memutar engine (melalui poros engkol) pertama kali
    • Sekering (fuse)
    Sebagai pembatas arus pengaman agar tidak terjadi kelebihan tegangan yang akan menyebabkan kerusakan
    • Kabel
    Sebagai penghubung komponen-komponen sistem kelistrikan pada kendaraan

  111. NIM 520241807 Sistem starter adalah suatu sistem yang terdapat pada suatu kendaraan berfungsi untuk memberikan tenaga atau putaran awal bagi mesin sehingga dapat menjalankan siklus kerja meain. pada sistem starter terdapat motor starter yang berfungsi merubah energi listrik menjadi energi gerak, output gerakan dari motor starter ini akan digunakan untuk memutar fly wheel, fly wheel berhubungan dengan mesin sehingga mendapat putaran awal dan ketika siklus kerjanya sudah bekerja maka mesin tidak digerakkan lagi oleh sistem starter

  112. NIM 5202418075
    No 2

    Bagian dari motor starter sebagai mekanisme pemindah tenaga :
    1. Kopling starter atau starter clutch
    Kopling starter berfungsi untuk memindahkan momen putar dari armature shaft ke fly wheel dan untuk mencegah berpindahnya tenaga putar dari fly wheel (ketika mesin sudah hidup) ke motor starter.

    2. Drive lever
    Drive lever memiliki fungsi untuk mendorong pinion gear untuk berkaitan dengan fly wheel dan menarik pinion gear untuk melepas kaitan dengan fly wheel

    3. Armature brake
    Armature brake berfungsi sebagai pengerem ketika pinion gear lepas dari kaitan fly wheel. Pertanyaannya “kenapa perlu adanya pengereman pada motor starter?”. Pengereman pada motor starter sangat penting guna menjaga umur komponen pinion gear. Pada saat anda melakukan starter pertama kali dan mesin belum hidup, tentu saja anda akan melakukan starter kembali, sehingga apabila tidak ada pengereman maka akan membuat pinion masih berputar dan ketika dilakukan starter kembali maka dapat merusak pinion gear karena pinion gear dapat menabrak gigi pada fly wheel.

    4. Magnetic Switch
    Magnetic switch atau saklar magnet terdiri dari kontak plate yang terhubung dengan plunger. Plunger pada magnetic switch digulung dengan dua kumparan, kumparan bagian dalam dibuat menjadi lebih tipis atau disebut dengan kumparan pull in coil sedangkan kumparan bagian luar dibuat lebih tebal dan disebut dengan hold in coil. Kumparan pull in coil dihubungkan ke massa melalui field coil dan armature sedangkan kumparan hold in coil dihubungkan langsung dengan massa

  113. NIM 52024180
    No 3
    . Betul kalo kunci kontak diputar pada posisi ST relay starter switch akan terhubung sehingga arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50 pada starter clutch. Karena terminal 50 dialiri arus listrik, akan menyebabkan kemagnetan pada pull in coil sehingga pull in coil bergerak ke arah hold in coil. Dalam hal ini, gerakan pull in coil akan mendorong drive lever sehingga pinion gear terkait dengan flywheel. Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak menuju terminal 50 pada solenoid menuju kumparan hold-in coil menuju massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  114. NIM 5202418075
    No 4
    Salah justru motor starter akan berputar lambat karena arus aliran pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil akan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan itu.
    Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada di tengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali return spring.
    Karena adanya aliran arus kecil dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature, maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah maka motor starter berputar lambat.

  115. 5202418073

    No.3
    Benar, apabila starter switch diputar ke posisi on maka arus baterai mengalir melalui hold in coil ke massa, pada saat hold dan pull in coil membentuk gaya magnet dengan arah yang sama, dikarenakan arah arus yang mengalir pada kedua kumparan komponen tersebut sama

  116. 5202418073

    No.4
    Salah, saat kunci kontak posisi ST, menyebabkan terjadinya arus ke komponen pull in coil dan ke komponen hold in coil yang secara bersamaan. Letak plunyer di dalam soleonoid yang tidak simetris atau tidak berada ditengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak kekanan melawan tekanan pegas pengembali (return spring). Karena adanya arus kecil dari pull in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armatur, makan medan magnet pada kumparan tersebut lemah sehingga motor starter berputar lambat

  117. 5202418073

    No.4
    Salah, saat kunci kontak posisi ST, menyebabkan terjadinya arus ke komponen pull in coil dan ke komponen hold in coil yang secara bersamaan. Letak plunyer di dalam soleonoid yang tidak berada ditengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak kekanan melawan tekanan pegas pengembali. Karena adanya arus kecil dari pull in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armatur, makan medan magnet pada kumparan tersebut lemah sehingga motor starter berputar lambat

  118. NIM 5202418075
    No 5
    Pada saat pinion berkaitan, maka medan magnet pada hold in coil hilang?
    Salah
    untuk mempertahankan posisi gear pinion setelah didorong oleh shift lever sewaktu memutar roda gila hingga mesin hidup.
    justru pada saat pinion berkaitan maka akan menghasilkan medan magnet.
    Karena Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer akan bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Berputarnya plunyer menyebabkan gigi pinion berkaitan secara menyeluruh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer akan menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung

  119. 5202418073

    No.5
    Salah, gerakan yang menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama solenoid pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Tegangan pada terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C, karena tegangan di terminal c dan terminal 50 sama tegangannya, sehingga tidak ada arus yang mengalir ke komponen pull in coil dan kemagnetan di komponen tersebut hilang

  120. NIM 5202418075
    No 6
    Pada saat pinion berkaitan, maka arus yang besar akan mengalir ke pull in coil dan hold in coil. Benarkah pernyataan tersebut? Mengapa?
    Salah, pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang

  121. 5202418052

    1. Fly wheel. Motor starter berfungsi sebagai penggerak pertama mesin. Dan pada bagian ujung motor starter terdapat pinion yang mana ketika motor starter dihidupkan maka pinion akan menggerakkan flywhell yg kemudian putaran tersebut akan diteruskan hingga ke roda

  122. 5202418052

    2. Komponen umum pada motor starter ada 3 yaitu baterai, kunci kontak dan motor starter
    – baterai berfungsi merupakan sumber penyuplai energi utama saat akan menghidupkan mesin. Baterai akan menyediakan suplai arus listrik ke sistem starter
    – kunci kontak bekerja untuk mengalirkan arus utama dari baterai langsung ke motor starter. Starer akan aktif saat kunci kontak diposisi “ST”
    – motor starter merupakan komponen utama dalam sebuah sistem starter. Komponen inilah yang bekerja sesuai kaedah tangan kiri flemming dengan memanfaatkan hubungan GGM, arus dan Gaya dorong

    Sedangkan bagian2 lainnya yaitu ignition coil, field coil, armature coil, brush, pinion gear dan drive lever

  123. 5202418052

    3. Benar. Karena saat kunci kontak pada posisi ST akan terjadi aliran arus pada pull in coil. Dan sebaliknya pada posisi hold in coik akan terjadi medan magnet yg akan mendorong pinion ke luar (flywheel).

  124. NIM 5202418075
    No 7
    Pada saat kunci kontak kembali ke posisi IG (ON), maka terjadi demagnetisasi pada kumparan medan dan armatur.
    Salah
    justru yang terjadi demagnetisasi kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil. Karena arus dari terminal C ke kumparan pada pull-in coil dan kumparan hold-in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tesebut.

  125. 5202418052

    4. Salah. Karena hal ini menyebabkan terjadinya aliran arus pada pull in coil dan hold in coil yg menyebabkan keduanya terjadi kemagnetan. Yg menyebabkan pluyer tertarik ke kanan dan menyebabkan gerakan menjadi lambat.

  126. 5202418052

    5. Salah. Justru hal ini akan mengakibatkan terjadinya medan magnet. Sehingga menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear .
    Sementara itu plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga akan terjafi hubungan antara terminal 30 dan terminal C.

  127. 5202418052

    6. Salah. Karena pada terminal 50 akan terjadi tegangan yg sama dengan terminal 30 dan terminal C. Sehingga mengakibatkan hilangnya kemagnetan dan tidak adanya arus yg mengalir pada pull-in coil.

  128. 5202418052

    7. Salah. Yang terjadi demagnetisasi adalah kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil. Karena arus dari terminal C ke kumparan pada pull-in coil dan kumparan hold-in coil arahnya berlawanan.

  129. 5202418052

    8. Jika terjadi kebocoran pada pull-in coil dan hold in coil yg terjadi adalah
    1. Pull in coil bocor. Maka starter tidak bisa digunakan. Karena tidak terjadi kemagnetan dan tidak bisa mengalirkan arus pada hold in coil.
    2. Hold in coil bocor. Maka arus yg melewati terminal 50 hanya bisa melewati pull in coil dan kemagnetan hanya terjadi pada pull in coil dimana fungsi hold in coil guna menahan plunger tidak terjadi.

  130. NIM 5202418075
    No 8
    Efek yang terjadi jika pull in coil bocor. Jelaskan pula efek jika hold in coil bocor

    >ketika hold in coil bocor, hold in coil tidak dapat menahan plunyer pada saat proses starter. Dikarenakan arus yang mengalir dari terminal 50 tidak sampai ke hold in coil karena hold in coil bocor.
    ->ketika pull in coil bocor maka tidak akan muncul kemagnetan pada solenoid yang berakibat tidak berfungsinya sistem starter. Karena arus tidak sampai ke hold in coil karena hold in coil bocor.

    • 5202418055

      2. Komponen sistem starter
      a) Yoke dan pole core
      Yoke pada motor starter memiliki fungsi yaitu sebagai tempat mengikat pole core. Yoke terbuat dari besi atau logam yang berbentuk silinder yang sekaligus sebagai rumah dari armature. Sedangkan pole core memiliki fungsi untuk menopang field coil dan untuk memperkuat medan magnet yang ditimbulkan field coil.

      b) Field coil
      Field coil berbentuk kumparan dan apabila field coil dialiri arus listrik maka akan timbul medan magnet.Field coil terbuat dari bahan tembaga dan field coil ini dihubungkan dengan armature secara seri agar arus yang mengalir melewati field coil ini nantinya juga akan mengalir ke armature coil.

      c) Starter Clutch(kopling starter)
      Kopling starter berfungsi untuk memindahkan momen putar dari armature shaft ke fly wheel dan untuk mencegah berpindahnya tenaga putar dari fly wheel (ketika mesin sudah hidup) ke motor starter.

      d) Drive lever
      Drive lever memiliki fungsi untuk mendorong pinion gear untuk berkaitan dengan fly wheel dan menarik pinion gear untuk melepas kaitan dengan fly wheel.

      e) Pinion gear
      Pinion gear berfungsi untuk meneruskan daya putar motor starter ke mesin.

      f) Pull in coil
      Pull in coil berfungsi untuk menghasilkan medan magnet untuk menarik plunyer ke arah dalam magnetic switch sehingga dapat membuat gear pinion terdorong maju, menempel, dan terhubung dengan ring gear flywheel.

      g) Hold in coil
      Hold in coil berfungsi untuk menahan plunyer agar tetap pada posisi tertarik di dalam magnetic switch. maka gear pinion akan tetap terkait akan tetap terkait dengan ring gear flywheel.

      h) Plunger
      Plunger berfungsi yakni menghubungkan pergerakan pull in coil ke drive lever. Dengan kata lain komponen ini hanya berfungsi sebagai batang penghubung.

      i) Terminal 50, merupakan terminal yang terhubung dengan rangkaian starter dari kunci kontak. Melalui terminal ini motor starter mendapat perintah untuk aktif atau tidak. Saat terminal 50 mendapat arus maka solenoid akan bekerja dan starter akan bereaksi. 

      Terminal 30, terminal yang langsung mendapatkan arus listrik dari baterai. Dengan kata lain arus listrik selalu tersedia pada terminal ini saat motor mati atau hidup. 

      Terminal C, terminal yang digunakan untuk menyalurkan arus utama dari solenoid ke motor starter agar dapat berputar. Terminal ini akan mnghubungkan arus dari terminal 30 ketika 50 mendapatkan arus. 

      j) Baterai
      Baterai berfungsi sebagai penyuplai aliran listrik

      k) Return Spring
      Return spring atau pegas pengembali adalah pegas yang terletak di depan plunger yang berfungsi untuk mendorong plunger ke posisi semula jika proses cranking selesai.

      l) Screw spline
      berfungsi agar proses terkait dan terlepasnya pinion gear dengan ring gear flywheel menjadi lebih halus dan lembut (tidak kasar).

  131. Salah,Karena ketika terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan Medan magnet yang menahan plunyer,akan bergerak ke kiri dan kembali pada posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal c

  132. 5202418055

    1. Flywheel. Karena sistem starter adalah suatu sistem yang terdapat pada suatu kendaraan yang berfungsi untuk memberikan tenaga atau putaran awal bagi mesin sehingga dapat menjalankan siklus kerjanya.

  133. 5202418055

    3. Benar, Karena saat ignition switch pada posisi ST akan terjadi aliran arus pada pull in coil. Dan sebaliknya pada posisi hold in coil akan terjadi medan magnet yg akan mendorong pinion ke luar (flywheel).

  134. 5202418041

    1. Bagian yang di gerakan sistem starter adalah Flywheel. Flywheel di putar oleh gear pinion starter, putaran tersebut di salurkan ke stang seker melalui poros engkol dan stang seker akan mengerakan piston naik turun untuk melakukan proses pembakaran sehingga mesin dapat hidup. system setarter dapat memutarkan flywheel dengan tenaga listrik

  135. 4. Salah. Karena hal ini menyebabkan terjadinya aliran arus pada pull in coil dan hold in coil yg menyebabkan keduanya terjadi kemagnetan. Yg menyebabkan plunger tertarik ke kanan dan menyebabkan gerakan menjadi lambat.

  136. 5202418055

    5. Salah. justru akan terjadi atau menghasilkan medan magnet.
    Karena Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menghasilkan medan magnet.

  137. 5202418055

    6. Salah, Karena pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  138. 5202418041
    NO 2

    1>Battry (AKI)
    Baterai merupakan sumber penyuplai energi utama saat akan menghidupkan mesin. Baterai akan menyediakan suplai arus listrik ke sistem starter. Kapasitas baterai yang digunakan untuk starter bervariasi tergantung kapasitas mesin tentunya. Namun untuk voltage atau tegangan, umumnya menggunakan baterai bertegangan 12 volt pada mobil, dan 24 volt untuk truk dan bus.
    2> Kunci kontak
    Ignition Coil atau kunci kontak berfungsi sebagai saklar yang akan mengaktifkan relay starter dan menghubungkan arus dari baterai. Dulu, ignition coil merupakan fitur wajib pada sistem starter. Tapi, saat ini ignition coil tidak secara langsung beperan dalam sistem starter berkat adanya fitur Start/Stop button.
    3> Solenoid
    Magnetic Switch atau lebih sering dikenal dengan nama solenoid merupakan komponen motor starter yang berfungsi sebagai saklar tempat mengalirnya arus listrik yang besar dari aki ke sirkuit motor starter melalui terminal utama (terminal 30 dan terminal C), sekaligus berfungsi untuk melepaskan dan menghubungkan pinion gear dari ring gear Flywheel.
    4> yoke dan pole core
    Yoke dibuat dari material logam yang berbentuk silinder (tabung) dan menjadi bodi tengah motor starter. Yoke berfungsi sebagai tempat meletakkan pole core yang diikat dengan sekrup.
    Sedangkan Pole core sendiri berfungsi sebagai penopang field coil (kumparan medan). Pole core memiliki fungsi untuk memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh Field coil.
    5> Field Coil
    Field Coil (kumparan medan) adalah kumparan kawat tembaga yang dibuat mengelilingi Pole Core. Fungsi field coil adalah untuk menciptakan medan magnet saat ia dialiri arus listrik dari aki. Medan magnet ini akan digunakan untuk memutar armature dengan energi yang sangat besar.
    6> Brush Dan Brush Holder
    Brush terbuat dari tembaga lunak, berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari Field Coil ke Armature Coil dan langsung ditujukan ke massa/ ground melalui komutator. Umumnya, sebuah motor starter memiliki empat buah brush yang dikelompokkan menjadi dua bagian:
    7> Armature (Rotor) Dan Shaft (Poros)
    Fungsi Armature adalah untuk mengubah energi listrik menjadi gerak dalam bentuk gerakan putar. Armature disusun dari sebuah sebatang besi yang berbentuk silindris dan memiliki slot-slot, poros, komutator serta kumparan Armature di sekelilingnya. Kumparan di dalam armature juga akan menghasilkan medan magnet saat dialiri arus listrik, dimana medan magnet ini akan membentuk kutub yang serupa dengan kutub magnet pada field coil. Akibatnya, terjadilah gaya tolak menolak antar kedua kutub magnet yang efeknya akan menghasilkan gerakan berputar pada armature.
    8> Drive Lever (Tuas Penggerak)
    Drive Lever (Tuas Penggerak) ini umumnya terbuat dari bahan non konduktor sejenis mika / melamin yang keras dengan bentuk seperti huruf Y. Drive Lever (Tuas Penggerak) berfungsi untuk meneruskan gerakan yang dihasilkan oleh plunyer pada magnetic switch. Gerakan Drive Lever (Tuas Penggerak) ini akan menghubungkan atau melepaskan pinion gear ke/dari ring gear Flywheel.
    9> Overrunning Clutch
    Overrunning Clutch berfungsi untuk meneruskan torsi putaran yang dihasilkan dari Armature menuju ke ring gear Flywheel. Selain itu, overrunning clutch juga berfungsi untuk mencegah rusaknya Pinion Gear akibat putaran mesin yang lebih besar setelah mesin hidup.
    10> Pinion Gear Dan Helical Spline
    Pinion Gear berfungsi untuk meneruskan daya putar motor starter ke mesin. sedangkan Helical spline berfungsi agar proses terkait dan terlepasnya pinion gear dengan ring gear flywheel menjadi lebih halus dan lembut (tidak kasar).
    11> Gear Reduction (Motor Starter Jenis Gear Reduction)
    Komponen Gear Reduction Ini hanya ada pada motor starter jenis Gear Reduction. Gear Reduction ini berfungsi untuk mereduksi kecepatan putaran Armature dan mengubahnya menjadi torsi yang berlipat. Gear Reduction berfungsi untuk meneruskan daya putar motor starter ke gigi pinion sekaligus meningkatkan torsi/momen puntir dengan mengurangi putaran motor. Daya yang dihasilkan berasio 1/3 sampai 1/4.

  139. 5202418041
    NO 3

    Benar ,karena pada saat kunci kontak pada posisi ST maka terminal B dan ST pada kunci kontak akan terhubung, sehingga akan mengalirkan arus dari battry menuju kunci kontak lalu ke terminal 50 dan melalui kumparan hold in coil dan terakhir menuju ground.
    jika kumpara di aluri arus listrik maka akan terjadi induksi mahnet

  140. 5202418041
    NO 4

    Salah
    Karena arus yang mengalir ke field coil pada saat Kunci kontak pada posisi ST relatif kecil maka armature berputar lambat dan memungkinkan perkaitan pinion dan ring gear menjadi lembut. Jadi putaran motor starter tidak cepat

  141. Nim :5202418070
    Salah,karena kerja sistem motor starter saat kunci kontak start(ST)karena kunci kontak (ignition switch ) yang diputar pada posisi start yang menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik PIC.aliran arus pada kumparan PIC dan HIC menyebabkan terjadinya kemagnetan pada ke-2 kumparan tersebut.Karna ada arus kecil dari PIC,ke kumparan Medan dan armature lemah sehingga motor starter berputar lemah.

  142. 5202418041
    NO 5

    Salah
    karena pada saat kunci kontak masih berada pada posisi ST maka arus yang ada pada kumparan hold in coil tidak kerputus sehingga kemaghnitan masih terjadi pada kumparan hold in coil karena tidak ada pemutusan arus

  143. 5202418041
    NO 6

    Salah
    Pada saat pinion terkait maka terminal 30 dan terminal C akan terhubung sehingga arus yang besar akan mengalir dari battry menuju terminal 30 lalu ke terminal c dan akan mengalir ke fied coul dan armatu sehingga arus yang besar akan memutar pinion

  144. Nim : 5202418070

    Salah…Karena saat gigi pinion berkaitan penuh malah akan menghasilkan kemagnetan,sistem kerja motor starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan PIC dan kumparan HIC menghasilkan Medan magnet.
    Skema tentang kemagnetan yang terjadi di HIC sebagai berikut.:
    Arus baterai mengalir ke terminal 50>kumparan HIC>Masaa….Terbentuklah Medan magnet pada kumparan

    • Nim : 5202418070

      5.Salah…Karena saat gigi pinion berkaitan penuh malah akan menghasilkan kemagnetan,sistem kerja motor starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan PIC dan kumparan HIC menghasilkan Medan magnet.
      Skema tentang kemagnetan yang terjadi di HIC sebagai berikut.:
      Arus baterai mengalir ke terminal 50>kumparan HIC>Masaa….Terbentuklah Medan magnet pada kumparan

      Reply

  145. 5201418041
    NO 7

    Salah
    justru yang terjadi demegnetisasi adalah pull in coil dan hold in coil bukan kumparan medan armature karena katub medan magnet yang dihasilkan berlawanan. mengakibatkan tidak adanya kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunger sehingga plunger bergerak ke kiri dan kanan dan kembali ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C.

  146. Nim :5202418070
    6.Salah,karena arus yang besar dapat melewati terminal50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C.Karena tegangan di Terminal C sama dengan tegangan di terminal 50,maka tidak ada arus besar yang mengalir ke kumparan PIC dan kemagnetan kumparan tersebut hilang.

  147. 5202418041
    NO 8

    – JIka pull in coil bocor maka arus tidak sampai ke kumparan pull in coil sehingga plunyer tidak dapat tertarik sehingga system tidak dapat bekerja karena pinion tidak dapat terdorong keluar dan terminal 30 dan C tidak terhubung sehingga arus tidak dapat mengalir ke field coil dan armatur.
    – Jika hold in coil bocor maka hold in coil tidak dapat menahan plunyer sehingga pada saat pul in cooil menarik plunyer dan terminal 30 terhubung dengan terminal C maka plunyer hanya aka bergerak maju mundur, maka pinion hanya bergetar dan tidak dapat berputar

  148. 5202418073

    No.6
    Salah, saat keadaan tersebut tegangan di terminal 50 sama tegangannya dengan di terminal C dan 30, karena di terminal C sama tegangannya dengan di terminal 50, sehingga tidak arus yang mengalir ke kumparan pull in coil dan hilang

  149. NIM 5202418046
    No 8.
    Efek dari hold in coil dan pull in coil bocor.
    1.ketika hold in coil bocor, maka yang terjadi adalah hold in coil tidak dapat menahan plunyer pada saat proses starter. Dikarenakan arus yanh mengalir dari terminal 50 tidak sampai ke hold in coil.
    2.ketika pull in coil bocor, maka yang terjadi adalah tidak akan muncul kemagnetan pada solenoid yang berakibat tidak berfungsinya sistem starter.

  150. 5202418060

    No. 1
    Flywheel merupakan bagian engine yang digerakkan oleh motor starter. Flywheel digerakkan oleh gear pinion dari motor starter. Ketika flywheel berputar maka secara otomatis poros engkol juga ikut berputar, sehingga engine mendapat putaran awal dan engine bisa hidup.

  151. 5202418072
    1. Bagian fleywhell
    Motor stater berfungsi untuk memberikan tega awal kepada fleywhell agar engine bisa mulai langakah hisap, kompresi, dan buang agar engine bisa hidup

  152. 5202418060

    No.2
    Solenoid/Sakelar Magnet (Magnetic Switch)
    Solenoid dipakai untuk menyambungkan dan melepaskan pinion gear ke dari ring gear flywheel, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui teminal utama (terminal 30 dan C). Di dalam saklar magnet terdapat dua kumparan, yaitu:
    a. Pull In Coil merupakan suatu kumparan yang apabila dialiri arus listrik menimbulkan medan magnet yang berfungsi untuk mendorong plunyer sehingga gear pinion berhubungan dengan fly wheel.
    b. Hold In Coil termasuk suatu kumparan yang jika dialiri arus listrik menimbulkan medan magnet yang berfungsi untuk menahan plunyer sehingga mempertahankan gear pinion dengan fly wheel tetap berkaitan.

    Armature (Rotor) dan Shaft (Poros)
    Armature tersusun atas sebatang besi yang berbentuk silindris dan diberi slot-slot, poros, komutator serta kumparan armature. Armature fungsinya untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik (gerak), dalam bentuk gerak putar. Armatur terkadang juga disebut dengan angker.

    Yoke dan Pole Core
    Yoke terbuat dari logam yang berbentuk silinder dan fungsinya sebagai tempat pole core yang diikat dengan sekrup. Pole core fungsinya sebagai penyangga field coil dan memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh field coil.

    Field Coil (Kumparan Medan)
    Field Coil terbuat dari suatu lempengan tembaga, dengan maksud dapat memungkinkan mengalirnya arus listrik yang cukup kuat/besar. Field coil ini berfungsi untuk membangkit medan magnet.

    Brush (Sikat) dan Brush Holder (Pemegang Sikat)
    Brush atau sikat terbuat dari tembaga lunak, dan berfungsi untuk meneruskan atau menyalurkan arus listrik dari field coil ke armature coil langsung ke massa melalui komutator. Pada dasarnya, starter memiliki empat buah brush, yang dikelompokkan menjadi dua:
    a. Dua buah brush dikenal dengan brush positif yang digunakan untuk menghubungkan arus dari field coil ke armatur dan brush.
    b. Dua buah brush lainnya dikenal dengan brush negatif yang digunakan untuk menghubungkan arus dari armatur ke massa.

    Armature Brake
    Armature brake berfungsi sebagai pengereman putaran armature setelah lepas dari perkaitan dengan ring gear pada roda gila (fly wheel).

    Drive Lever/Shift Fork (Tuas Penggerak)
    Drive lever meneruskan gerakan dari plunyer solenoid untuk menggerakkan roda gigi pinion. Drive lever fungsinya untuk mendorong atau menghubungkan pinion gear ke arah posisi berkaitan dengan ring gear pada fly wheel, serta melepas perkaitan pinion gear dengan ring gear pada fly wheel.

    Kopling Starter/Starter Clutch (Overrunning Clutch)
    Kopling starter berfungsi untuk meneruskan momen putar armatur shaft kepada fly wheel melalui roda gigi pinion, sehingga fly wheel dapat ikut berputar. Kopling starter juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil (mengecah kerusakan starter) bilamana putaran mesin yang tinggi cenderung memutarkan balik pinion gear. Kopling starter akan melepaskan dengan sendirinya bila putaran fly wheel (putaran mesin) lebih besar daripada putaran gear pinion (putaran starter).

    Gigi Pinion dan Helical Spline
    Gigi pinion dan ring gear meneruskan daya putar starter ke mesin. helical spline mengubah daya putar dai motor ke tuas pinion dan menyebabkan perkaiatan dan pelepasan gigi pinion dengan ring gear lebih lembut.

    Reduction Gear
    Reduction gear fungsinya meneruskan daya putar motor ke gigi pinion dan meningkatkan torsi/momen putar dengan mengurangi putaran motor. Daya yang dihasilkan berasio 1/3 sampai 1/4. Reduction gear normalnya dilengkapi dengan built-in overrunning clutch (kopling starter yang menjadi kesatuan unit). Reduction gear tersusun dari tiga gigi, yaitu drive gear, idle gear, dan clutch gear.

    Planetari Gear
    Unit planetari gear pada motor starter tipe planetari berfungsi sebagai gigi pengreduksi, di mana meneruskan daya putaran dari armatur ke ring gear untuk memutarkan engkol mesin. Planetari gear juga berfungsi mereduksi putaran starter untuk meningkatkan momen putar/torsi.

  153. 5202418072

    1. Yoke
    Yoke berfungsi sebagai penompang dari core berbentuk silinder yang terbuat dari logam.
    2. Field Coil
    Kumparan medan atau field coil berfungsi untuk membangkitkan medan magnet.
    3. Armature
    Armature berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi mekanik, dalam bentuk gerak putar.
    4. Brush Atau sikat dan pemegang sikat
    Sikat berfungsi untuk meneruskan arus dari field coil ke armature coil dan langsung ke massa melalui komutator.
    5. Armature Brake
    Armatur braje berfungsi sebagai pengereman putaran armature setelah lepas dari perkaitan dengan roda penerus.
    6. Drive Lever Atau tuas penggerak
    Drive lever berfungsi untuk mendorong pinion gear ke arah posisi berkaitan dengan roda penerus. Dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan roda penerus.
    7. Starter Clutch
    Starter Cltuch berfungsi untuk memindahkan momen puntir dari armature saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar. Starter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear.
    8. Pinion Gear
    Pinion gear berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari starter clutch ke roda penerus atau ring gear.
    9. Magnetic Switch Magnetic
    Switch atau sakelar magnet digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan pinion gear ke/dari roda penerus, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui terminal utama

  154. NIM 52024172
    No 3
    . Betul kalo kunci kontak diputar pada posisi ST relay starter switch akan terhubung sehingga arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50 pada starter clutch. Karena terminal 50 dialiri arus listrik, maka menyebabkan kemagnetan pada pull in coil sehingga pull in coil bergerak ke arah hold in coil. Dalam hal ini, gerakan pull in coil akan mendorong drive lever sehingga pinion gear terkait dengan flywheel. Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak menuju ke terminal 50 pada solenoid menuju kumparan hold-in coil menuju ke massa. Maka akan terjadi medan magnet pada kumparan hold-in coil

  155. 5202418060

    No.3
    BENAR, saat kunci kontak pada posisi ST maka aliran arus listrik akan mengalir ke kumparan pull in coil dan hold in coil secara bersamaan. arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50 pada starter clutch. Karena terminal 50 dialiri arus listrik, menyebabkan kemagnetan pada pull in coil sehingga pull in coil bergerak ke arah hold in coil. Aliran arus mengalir dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan hold-in coil –> massa. Dengan adanya aliran arus listrik tersebut maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil.

  156. 5202418060

    No.4
    SALAH, Pada saat kunci kontak posisi ST aliran arus listrik pada kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan. Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali. Karena ada aliran arus kecil dari pull in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah, sehingga motor starter berputar lambat.

  157. 5202418060

    No.5
    SALAH, karena katika pinion berkaitan maka Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Kemudian Arus dari baterai akan mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  158. 5202418060

    No.6
    SALAH, karena arus yang besar mengalir dari battery ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan –> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. sehingga terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature sehingga motor starter berputar. Aliran arus yang besar pada kumparan medan dan kumparan armature menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan mengahasilkan tenaga kembali yang besar untuk memutarkan mesin. Medan magnet pada kumparan pull-in coil dalam kondisi ini tidak terbentuk karena arus tidak mengalir ke kumparan tersebut.

  159. 5202418072

    4. Salah, karena medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah sehingga motor starter berputar lambat.
    Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada di tengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali return spring.
    Karena adanya aliran arus kecil dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature, maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah maka motor starter berputar lambat.

  160. 5202418072

    5. salah,justru akan menghasilkan medan magnet.
    Karena Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Hal ini menyebabkan gigi pinion berkaitan dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga terminal 30 dan terminal c terhubung.

  161. 5202418060

    No.7
    SALAH, karena yang terjadi demagnetisasi malah pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil hal ini disebabkan arus dari terminal C mengalir, yang arah arusnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga berlawanan arah. Akibatnya tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali pada posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C. Arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  162. 5202418060

    No.8
    *Jika pull in coil bocor maka tidak muncul kemagnetan pada solenoid dan arus listrik tidak bisa mengalir ke kumparan hold in coil sehingga sistem starter tidak berfungsi.
    *Jika hold in coil bocor maka yang terjadi adalah hold in coil tidak dapat menahan plunyer pada saat proses starter. Dikarenakan arus yang mengalir dari terminal 50 tidak sampai ke hold in coil, sehingga tidak ada kemagnetan yang terjadi dan putaran tidak stabil.

  163. 5202418076

    No.4

    SALAH, Karena saat arus yang mengalir ke field coil pada saat posisi ST relatif kecil maka armature berputar lambat dan memungkinkan berkaitan antara pinion dan ring gear menjadi lembut. Pada keadaan ini kontak plat belum menutup main switch. Jadi putaran motor starter menjadi lambat

  164. 5202418076

    No.5

    SALAH, Justru hal ini akan mengakibatkan terjadinya medan magnet. Sehingga menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear .
    Sementara itu plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga akan terjafi hubungan antara terminal 30 dan terminal C.

  165. 5202418055

    7. Salah , Karena saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil.
    Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil, bukan pada kumparan dan armature

  166. 5202418055
    8. => Jika pull in coil bocor maka tidak muncul kemagnetan pada solenoid dan arus listrik tidak bisa mengalir ke kumparan hold in coil sehingga sistem starter tidak berfungsi.
    => Jika hold in coil bocor maka yang terjadi adalah hold in coil tidak dapat menahan plunyer pada saat proses starter. Dikarenakan arus yang mengalir dari terminal 50 tidak sampai ke hold in coil, sehingga tidak ada kemagnetan yang terjadi dan putaran tidak stabil.

  167. 5202418073

    No.7
    Benar, aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil berlawanan arahnya dan kemagnetan yang dihasilkan akan berlawanan arah kutubnya yang menyebabkan terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk kedua kumparan tersebut

  168. Nim : 5202418070

    8. Bila;Pull in coil mengalami kerusakan, kemampuan daya magnet untuk menahan pinion akan berkurang. Akibatnya gear pinion starter malah bergerak mundur. Carbon brush habis akibatnya tidak bisa menyambungkan pull in coil dengan ground. Jadinya pull in coil tidak bisa mendorong pinion gear dengan baik, gulungan di starter malah tidak berfungsi dan beberapa efek lainnya.
    Hold on coil apabila terjadi kebocoran. Dibagian ini maka hold in coil tidak bisa menahan posisi feat pinion setelah didorong oleh shift lever sewaktu memutar fly wheel hingga mesin hidup

  169. 5202418073

    No.8
    •》 Jika pull in coil bocor maka yang terjadi tidak ada kemagnetan pada solenoid dan arus listrik tidak bisa mengalir kekumparan hold in coil yang menyebabkan sistem starter tidak berfungsi
    •》 Jika hold in coil bocor maka yang terjadi hold in coil tidak dapat menahan plunyer saat proses starter. Disebabkan arus yang mengalir dari terminal 50 tidak sampai ke hold in coil, sehingga tidak ada kemagnetan yang terjadi dan putaran tidak stabil

  170. 5202418066
    3.)

    Benar, karna pada posisi start (ST), kunci kontak (ignition switch) yang diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in cil) maka disitulah adanya medan magned

  171. 5202418066
    4.)
    Salah, karna arus yang mengalir ke field in coil pada saat kontak pada posisi ST relatif kecil maka armatur berputas lambat dan memungkin kan berkaitan atantra pinion gear dan ring gear itu sangat kecil gesekan nya.

  172. 5202418076

    No.8

    Apabila pull in coil bocor maka tidak akan muncul kemagnetan pada solenoid.
    Apabila hold in coil bocor maka hold in coil tidak dapat bekerja maka yang akan terjadi adalah tidak akan dapat menahan pluyer.

  173. 5202418077

    1. Bagian fleywhell. Gear pinion memutar bagian fleywhell
    Motor stater berfungsi untuk memberikan tenaga awal kepada fleywhell agar engine mulai langkah hisap, kompresi, dan buang

  174. NIM : 5202418062

    3. benar, karena pada Saat kunci kontak ada pada posisi ST maka listrik akan mengalir ke terminal 50 lalu menuju ke Pull-in coil dan Hold-in coil. Dari Pull-in Coil listrik mengalir ke terminal C lalu ke komutator yang ada pada armature, sedangkan dari hold-in coil listrik mengalir menuju ground/massa.

    Pada saat ini kedua kumparan (hold-in coil dan pull-in coil) akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini kemudian akan menarik plunyer ke arah kanan melawan pegas pengembali. Disaat arus listrik mengalir dari pull-in coil, armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terkait dengan ring gear.

  175. NIM : 5202418062

    Salah, Karena saat kunci kontak posisi ST, menyebabkan terjadinya arus ke komponen pull in coil dan ke komponen hold in coil yang secara bersamaan. Letak plunyer di dalam soleonoid yang tidak berada ditengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak kekanan melawan tekanan pegas pengembali. Karena adanya arus kecil dari pull in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armatur, makan medan magnet pada kumparan tersebut lemah sehingga motor starter berputar lambat

  176. NIM : 5202418062

    4. Salah, saat kunci kontak posisi ST, menyebabkan terjadinya arus ke komponen pull in coil dan ke komponen hold in coil yang secara bersamaan. Letak plunyer di dalam soleonoid yang tidak berada ditengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak kekanan melawan tekanan pegas pengembali. Karena adanya arus kecil dari pull in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armatur, makan medan magnet pada kumparan tersebut lemah sehingga motor starter berputar lambat bukan cepat

  177. NIM : 5202418062

    5. SALAH. justru akan terjadi atau menghasilkan medan magnet.
    Karena Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. sehingga arus dari batrerai mengalir langsng dan pada saat itu medan magnet belum hilang

  178. NIM : 5202418062

    6. Salah, karena pada saat plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga akan terjafi hubungan sehingha arus yang besar melewati terminal 30 dan terminal C bukan melewati pull in coil dan hold in coil

  179. NIM : 5202418062

    7. Salah, Karena yang terjadi demegnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet adalah pull in coil dan hold in coil bukan kumparan medan armature karena katub medan magnet yang dihasilkan berlawanan. mengakibatkan tidak adanya kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunger sehingga plunger bergerak ke kiri dan kanan dan kembali ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C

  180. 5202418077

    No. 2
    komponen pada sistem starter :

    A.Jaringan Kabel – sebagai penghubung komponen komponen kelistrikan
    B. Baterai/aki – menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia yang digunakan untuk menyuplai listrik ke sistem starter dan komponen listrik lainnya
    C. Kunci kontak – menghubungkan dan memutuskan baterai dalam komponen-komponen sistem starter dam komponen lainnya.
    D. Motor starter – mengubah tenaga kimia baterai menjadi tenaga putar yang mampu memutarkan poros engkol untuk menghidupkan mesin
    E. Saklar netral – saklar ini bekerja pada saat kunci kontak pada posisi on
    F. Solenoid – fungsinya sebagai saklar elektromagnetik yang mnghubungkan antara terminal C dengan terminal 50 pada Solenoid, maka hold in coil akan terbentuk medan magnet

  181. NIM : 5202418062

    ketika pull in coil bocor maka tidak akan muncul kemagnetan pada solenoid .
    ketika hold in coil bocor, hold in coil tidak dapat menahan plunyer pada saat proses starter. Dikarenakan arus yang mengalir dari terminal 50 tidak sampai ke hold in coil.

  182. 5202418066
    2.) Komponen-komponen motor stater
    – field coil
    Berfungsi membangkitkan medan magnet.
    – Armature
    Mengubah energi listrik menjadi energi mekanik,bentuk gerak memutar untuk. menggerakkan pinion gear.
    – Drive lever atau tuas penggerak
    Berfungsi menggerakkan pinion gear ke arah posisi berkaitan dengan gigi penerus atau fley whell
    – Armature Brake
    Berfungsi sebagai pengerem armature saat engine sudah hidup agar tidak terjadi putaran yang cepat pada armature.
    – Brush / sikat dan pemegang sikat
    Berdungsi meneruskan dari field in coil ke armature coil menuju massa komutator
    – Yoke
    Berfungsi sebagai penopang dari care berbentuk silinder dan terbuat dari logam
    -stater clutch
    Berfungsi memindahkan momen putar dari armature Saft kepada roda penerus sehingga dapat berputar
    – pinion gear
    Berfungsi meneruskan momen putar dari armature menuju stater ke fley whell
    – Magnetic switch magnet
    Berfungsi menghubungkan dan melepas pinion gear dari fley whell

  183. 5202418066
    5.) salah,karna ketika pinion gear berkaitan dengan fley whell makan pluyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull in coil dan hold in coil menghasilkan magnet.

  184. 5202418066
    6.) salah, karna saat pinion gear berkaitan dengan fley whell ,arus yang mengalir ke pull in coil dan hold in coil tidak besar.

  185. 5202418066
    7.) salah, justru terjadi kemagnesasian karena arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil arah katup nya berlawanan arah sehingga terjadi kemagnesasian.

  186. 5202418066
    8.) -Pull in coil bocor maka tidak terjadi
    kemagnetan dan tidak bisa mengalirkan arus pada hold in coil menyebabkan starter tidak bisa digunakan.
    -Hold in coil bocor maka arus yg melewati terminal 50 hanya bisa melewati pull in coil dan kemagnetan hanya terjadi pada pull in coil dimana fungsi hold in coil guna menahan plunger tidak terjadi.

  187. NIM : 5202418069

    1. Engine dapat digerakkan oleh sistem starter karena sistem starter memanfaatkan bagian pada engine yaitu flywheel. Setelah melalui beberapa mekanisme didalam starter maka flywheel bergerak digerakkan oleh roda pinion dari sistem motor starter. Ketika flywheel berputar maka secara otomatis poros engkol juga ikut berputar, sehingga engine mendapat putaran awal dan selanjutnya dapat bekerja memberikan putaran dengan sendirinya melalui siklus pembakaran ruang bakar dengan memanfaatkan mekanisme flywheel.

  188. 2. Komponen-komponen dalam sistem starter :
    1. Baterai atau aki
    Berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia yang akan digunakan untuk menyuplai listrik ke sistem starter dan komponen kelistrikan lainnya.
    2. Solenoid
    Berfungsi sebagai saklar elektromagnetik yang menghubungkan antara terminal C dengan terminal 30 pada motor starter dan juga berfungsi untuk menggerakkan plunyer agar pinion gear terkait dengan ring gear atau flywheel.
    3. Kunci kontak
    Berfungsi untuk memutus dan menghubungkan baterai dengan komponen-komponen dalam sistem starter dan komponen kelistrikan lainnya.
    4. Motor starter
    Berfungsi untuk mengubah tenaga kimia baterai menjadi tenaga putar yang mampu memutarkan poros engkol untuk menghidupkan mesin.

  189. 3. Benar, saat kunci kontak pada posisi ST maka aliran arus listrik akan mengalir ke kumparan pull in coil dan hold in coil secara bersamaan. Arus listrik dari baterai mengalir ke kunci kontak lalu ke terminal 50 pada solenoid lalu mengalir ke kumparan hold in coil lalu mengalir ke massa. Dengan adanya aliran arus listrik tersebut maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil.

  190. 4. Salah, saat kunci kontak posisi ST aliran arus listrik pada kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan. Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali. Karena ada aliran arus kecil dari pull in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah, sehingga motor starter berputar lambat.

  191. 5. Salah, saat pinion berkaitan dengan flywheel plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus besar mengalir melewati kedua terminal. Tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke pull in coil. Akan tetapi arus dari baterai mengalir ke terminal 50 lalu ke kumparan hold in coil lalu mengalir ke massa, sehingga terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil. Jadi saat pinion berkaitan yang kehilangan medan magnet adalah kumparan pull in coil bukan hold in coil.

  192. NIM 5202418042

    2. Komponen komponen sistem starter dan fungsinya yaitu
    a. Ignition coil
    Sebagai saklar yang akan mengaktifkan relay starter dan menghubungkan arus dari baterai
    b. Armature coil
    Fungsi utama dari armature coil ini juga sebagai pembangkit medan magnet yang akan direaksikan dengan kemagnetan field coil untuk terjadinya pergerakan. Bentuk armature coil seperti rotor pada umumnya yang dililiti oleh tembaga, perbedaannya pada armature ini memiliki jumlah lilitan yang banyak serta diameter tembaga yang melillitnya juga tergolong besar, sehingga diameter coil ini juga lebih besa
    c. Baterai
    Sumber suplai utama energi utama saat akan menghidupkan mesin
    d. Field coil
    field coil adalah serangkaian magnetic coil yang digunakan untuk membangkitkan kemagnetan disekitar rotor coil. Sesuai prinsip kerja motor listrik yang mengharuskan adanya medan magnet disekitar rotor, komponen ini akan menyediakannya. Tapi field coil tidak bersifat permanent magnet, field coil hanya akan menghasilkan magnet apabila ada input arus dari terminal 50. Proses ini biasa kita sebut sebagai proses induksi elektromagnetik. Pada field coil sendiri terdiri dari beberapa bagian seperti
    e. Starter clutch
    Starter Cltuch berfungsi untuk memindahkan momen puntir dari armature saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar. Starter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear
    f. Yoke dan Pole Care
    Yoke dibuat dari material logam yang berbentuk silinder (tabung) dan menjadi bodi tengah motor starter. Yoke berfungsi sebagai tempat meletakkan pole core yang diikat dengan sekrup. Sedangkan Pole core sendiri berfungsi sebagai penopang field coil (kumparan medan). Pole core memiliki fungsi untuk memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh Field coil.
    g. Brush dan Brush holder
    Brush terbuat dari tembaga lunak, berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari Field Coil ke Armature Coil dan langsung ditujukan ke massa/ ground melalui komutator. Umumnya, sebuah motor starter memiliki empat buah brush yang dikelompokkan menjadi dua bagian
    h. Pinion gear dan Helical spline
    Pinion Gear berfungsi untuk meneruskan daya putar motor starter ke mesin. sedangkan Helical spline berfungsi agar proses terkait dan terlepasnya pinion gear dengan ring gear flywheel menjadi lebih halus dan lembut (tidak kasar).
    i. Drive lever
    berfungsi untuk menggerakan pinion gear. Drive lever bekerja dengan prinsip tuas, yang akan mengungkit pinion gear ketika ujung lainnya terdorong kearah berlawanan. Siapa yang mendorong ? ini adalah fungsi dari pull in coil melalui plunger. Sementara ujung lainnya akan membuat pinion gear terdorong keluar dan terhubung dengan gigi flywheel.
    j. Komutator
    Sebagai penghubung antara arus listrik dari brush menuju kumparan armature. Bentuk commutator yang tersegmentasi mencegah adanya hubunngan singkat arus listrik karena dalam proses kerjanya commutator akan terhubung dengan arus positif dan negatif secara langsung.
    k. Overrunning Clutch
    Overrunning Clutch berfungsi untuk meneruskan torsi putaran yang dihasilkan dari Armature menuju ke ring gear Flywheel. Selain itu, overrunning clutch juga berfungsi untuk mencegah rusaknya Pinion Gear akibat putaran mesin yang lebih besar setelah mesin hidup.
    l. Salenoid plunger
    Plunger ini terletak pada ujung pull in coil. Fungsinya hanya satu yakni menghubungkan pergerakan pull in coil ke drive lever. Dengan kata lain komponen ini hanya berfungsi sebagai batang penghubung. Meski demikian, bahan plunger ini juga kuat karena akan menghubungkan daya tarik pull in coil yang begitu kua.

  193. NIM : 5202418042
    No. 1
    Bagian engine yang digerakkan yaitu flywheel. Flywheel digerakkan oleh gear pinion dari motor starter. Ketika flywheel berputar maka secara otomatis poros engkol juga ikut berputar, sehingga engine mendapat putaran awal dan engine bisa hidup.

  194. NIM : 5202418042
    No 3.
    Benar, jika kunci kontak diputar pada posisi ST relay starter switch akan terhubung sehingga arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50 pada starter clutch. Karena terminal 50 dialiri arus listrik, maka menyebabkan kemagnetan pada pull in coil sehingga pull in coil bergerak ke arah hold in coil. Dalam hal ini, gerakan pull in coil akan mendorong drive lever sehingga pinion gear terkait dengan flywheel. Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak menuju ke terminal 50 pada solenoid menuju kumparan hold-in coil menuju ke massa. Maka akan terjadi medan magnet pada kumparan hold-in coil

  195. NIM : 5202418042
    NO. 4
    Salah, dikarenakan arus yang mengalir ke field in coil pada saat kontak pada posisi ST relatif kecil maka armatur berputas lambat dan memungkin kan berkaitan atantra pinion gear dan ring gear itu sangat kecil gesekan nya.

  196. NIM : 5202418042
    No.5
    SALAH, dikarenakan katika pinion berkaitan dengan flywheel maka Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Kemudian Arus dari baterai akan mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  197. NIM : 5202418042
    NO.6.
    Salah, karena arus yang besar dapat melewati termina l50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C.Karena tegangan di Terminal C sama dengan tegangan di terminal 50,maka tidak ada arus besar yang mengalir ke kumparan PIC dan kemagnetan pada kumparan tersebut hilang.

  198. NIM : 5202418042
    7. Salah , dikarenakan pada saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil.
    Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil, bukan pada kumparan dan armature

  199. NIM : 5202418042
    8. – Jika pull in coil bocor maka tidak muncul kemagnetan pada solenoid dan arus listrik tidak bisa mengalir ke kumparan hold in coil sehingga sistem starter tidak berfungsi.
    -Jika hold in coil bocor maka hold in coil tidak dapat menahan plunyer pada saat proses starter. Dikarenakan arus yang mengalir dari terminal 50 tidak sampai ke hold in coil, sehingga tidak ada kemagnetan yang terjadi dan putaran tidak stabil.

  200. 5202418068

    No. 1
    Flywheel merupakan bagian engine yang digerakkan oleh motor starter. Flywheel digerakkan oleh gear pinion dari motor starter. Ketika flywheel berputar maka secara otomatis poros engkol juga ikut berputar, sehingga engine mendapat putaran awal dan engine bisa hidup.

    • NIM 5202418042

      2. Komponen komponen sistem starter dan fungsinya yaitu
      a. Ignition coil
      Sebagai saklar yang akan mengaktifkan relay starter dan menghubungkan arus dari baterai
      b. Armature coil
      Fungsi utama dari armature coil ini juga sebagai pembangkit medan magnet yang akan direaksikan dengan kemagnetan field coil untuk terjadinya pergerakan. Bentuk armature coil seperti rotor pada umumnya yang dililiti oleh tembaga, perbedaannya pada armature ini memiliki jumlah lilitan yang banyak serta diameter tembaga yang melillitnya juga tergolong besar, sehingga diameter coil ini juga lebih besa
      c. Baterai
      Sumber suplai utama energi utama saat akan menghidupkan mesin
      d. Field coil
      field coil adalah serangkaian magnetic coil yang digunakan untuk membangkitkan kemagnetan disekitar rotor coil. Sesuai prinsip kerja motor listrik yang mengharuskan adanya medan magnet disekitar rotor, komponen ini akan menyediakannya. Tapi field coil tidak bersifat permanent magnet, field coil hanya akan menghasilkan magnet apabila ada input arus dari terminal 50. Proses ini biasa kita sebut sebagai proses induksi elektromagnetik. Pada field coil sendiri terdiri dari beberapa bagian seperti
      e. Starter clutch
      Starter Cltuch berfungsi untuk memindahkan momen puntir dari armature saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar. Starter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear
      f. Yoke dan Pole Care
      Yoke dibuat dari material logam yang berbentuk silinder (tabung) dan menjadi bodi tengah motor starter. Yoke berfungsi sebagai tempat meletakkan pole core yang diikat dengan sekrup. Sedangkan Pole core sendiri berfungsi sebagai penopang field coil (kumparan medan). Pole core memiliki fungsi untuk memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh Field coil.
      g. Brush dan Brush holder
      Brush terbuat dari tembaga lunak, berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari Field Coil ke Armature Coil dan langsung ditujukan ke massa/ ground melalui komutator. Umumnya, sebuah motor starter memiliki empat buah brush yang dikelompokkan menjadi dua bagian
      h. Pinion gear dan Helical spline
      Pinion Gear berfungsi untuk meneruskan daya putar motor starter ke mesin. sedangkan Helical spline berfungsi agar proses terkait dan terlepasnya pinion gear dengan ring gear flywheel menjadi lebih halus dan lembut (tidak kasar).
      i. Drive lever
      berfungsi untuk menggerakan pinion gear. Drive lever bekerja dengan prinsip tuas, yang akan mengungkit pinion gear ketika ujung lainnya terdorong kearah berlawanan. Siapa yang mendorong ? ini adalah fungsi dari pull in coil melalui plunger. Sementara ujung lainnya akan membuat pinion gear terdorong keluar dan terhubung dengan gigi flywheel.
      j. Komutator
      Sebagai penghubung antara arus listrik dari brush menuju kumparan armature. Bentuk commutator yang tersegmentasi mencegah adanya hubunngan singkat arus listrik karena dalam proses kerjanya commutator akan terhubung dengan arus positif dan negatif secara langsung.
      k. Overrunning Clutch
      Overrunning Clutch berfungsi untuk meneruskan torsi putaran yang dihasilkan dari Armature menuju ke ring gear Flywheel. Selain itu, overrunning clutch juga berfungsi untuk mencegah rusaknya Pinion Gear akibat putaran mesin yang lebih besar setelah mesin hidup.
      l. Salenoid plunger
      Plunger ini terletak pada ujung pull in coil. Fungsinya hanya satu yakni menghubungkan pergerakan pull in coil ke drive lever. Dengan kata lain komponen ini hanya berfungsi sebagai batang penghubung. Meski demikian, bahan plunger ini juga kuat karena akan menghubungkan daya tarik pull in coil yang begitu kua.

      • NIM 5202418068

        2. ##Komponen komponen sistem starter dan fungsinya yaitu
        a. Ignition coil
        Sebagai saklar yang akan mengaktifkan relay starter dan menghubungkan arus dari baterai
        b. Armature coil
        Fungsi utama dari armature coil ini juga sebagai pembangkit medan magnet yang akan direaksikan dengan kemagnetan field coil untuk terjadinya pergerakan. Bentuk armature coil seperti rotor pada umumnya yang dililiti oleh tembaga, perbedaannya pada armature ini memiliki jumlah lilitan yang banyak serta diameter tembaga yang melillitnya juga tergolong besar, sehingga diameter coil ini juga lebih besa
        c. Baterai
        Sumber suplai utama energi utama saat akan menghidupkan mesin
        d. Field coil
        field coil adalah serangkaian magnetic coil yang digunakan untuk membangkitkan kemagnetan disekitar rotor coil. Sesuai prinsip kerja motor listrik yang mengharuskan adanya medan magnet disekitar rotor, komponen ini akan menyediakannya. Tapi field coil tidak bersifat permanent magnet, field coil hanya akan menghasilkan magnet apabila ada input arus dari terminal 50. Proses ini biasa kita sebut sebagai proses induksi elektromagnetik. Pada field coil sendiri terdiri dari beberapa bagian seperti
        e. Starter clutch
        Starter Cltuch berfungsi untuk memindahkan momen puntir dari armature saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar. Starter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear
        f. Yoke dan Pole Care
        Yoke dibuat dari material logam yang berbentuk silinder (tabung) dan menjadi bodi tengah motor starter. Yoke berfungsi sebagai tempat meletakkan pole core yang diikat dengan sekrup. Sedangkan Pole core sendiri berfungsi sebagai penopang field coil (kumparan medan). Pole core memiliki fungsi untuk memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh Field coil.
        g. Brush dan Brush holder
        Brush terbuat dari tembaga lunak, berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari Field Coil ke Armature Coil dan langsung ditujukan ke massa/ ground melalui komutator. Umumnya, sebuah motor starter memiliki empat buah brush yang dikelompokkan menjadi dua bagian
        h. Pinion gear dan Helical spline
        Pinion Gear berfungsi untuk meneruskan daya putar motor starter ke mesin. sedangkan Helical spline berfungsi agar proses terkait dan terlepasnya pinion gear dengan ring gear flywheel menjadi lebih halus dan lembut (tidak kasar).
        i. Drive lever
        berfungsi untuk menggerakan pinion gear. Drive lever bekerja dengan prinsip tuas, yang akan mengungkit pinion gear ketika ujung lainnya terdorong kearah berlawanan. Siapa yang mendorong ? ini adalah fungsi dari pull in coil melalui plunger. Sementara ujung lainnya akan membuat pinion gear terdorong keluar dan terhubung dengan gigi flywheel.
        j. Komutator
        Sebagai penghubung antara arus listrik dari brush menuju kumparan armature. Bentuk commutator yang tersegmentasi mencegah adanya hubunngan singkat arus listrik karena dalam proses kerjanya commutator akan terhubung dengan arus positif dan negatif secara langsung.
        k. Overrunning Clutch
        Overrunning Clutch berfungsi untuk meneruskan torsi putaran yang dihasilkan dari Armature menuju ke ring gear Flywheel. Selain itu, overrunning clutch juga berfungsi untuk mencegah rusaknya Pinion Gear akibat putaran mesin yang lebih besar setelah mesin hidup.
        l. Salenoid plunger
        Plunger ini terletak pada ujung pull in coil. Fungsinya hanya satu yakni menghubungkan pergerakan pull in coil ke drive lever. Dengan kata lain komponen ini hanya berfungsi sebagai batang penghubung. Meski demikian, bahan plunger ini juga kuat karena akan menghubungkan daya tarik pull in coil yang begitu kua.

  201. NIM : 5202418068
    No 3.
    Benar, jika kunci kontak diputar pada posisi ST relay starter switch akan terhubung sehingga arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50 pada starter clutch. Karena terminal 50 dialiri arus listrik, maka menyebabkan kemagnetan pada pull in coil sehingga pull in coil bergerak ke arah hold in coil. Dalam hal ini, gerakan pull in coil akan mendorong drive lever sehingga pinion gear terkait dengan flywheel. Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak menuju ke terminal 50 pada solenoid menuju kumparan hold-in coil menuju ke massa. Maka akan terjadi medan magnet pada kumparan hold-in coil

  202. NIM : 5202418068
    NO. 4
    Salah, dikarenakan arus yang mengalir ke field in coil pada saat kontak pada posisi ST relatif kecil maka armatur berputas lambat dan memungkin kan berkaitan atantra pinion gear dan ring gear itu sangat kecil gesekan nya.

  203. NIM : 5202418068
    No.5
    SALAH, dikarenakan katika pinion berkaitan dengan flywheel maka Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Kemudian Arus dari baterai akan mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  204. NIM : 5202418068
    NO.6.
    Salah, karena arus yang besar dapat melewati termina l50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C.Karena tegangan di Terminal C sama dengan tegangan di terminal 50,maka tidak ada arus besar yang mengalir ke kumparan PIC dan kemagnetan pada kumparan tersebut hilang.

  205. NIM : 5202418068
    7. Salah , dikarenakan pada saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil.
    Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil, bukan pada kumparan dan armature

  206. NIM 5202418068

    8. Efek yang terjadi ketika pull in coil dan hold in coil bocor yaitu:
    -Pull in coil bocor maka tidak terjadi kemagnetan dan tidak bisa mengalirkan arus pada hold in coil menyebabkan starter tidak bisa digunakan.
    -Hold in coil bocor maka arus yg melewati terminal 50 hanya bisa melewati pull in coil dan kemagnetan hanya terjadi pada pull in coil dimana fungsi hold in coil guna menahan plunger tidak terjadi

  207. NIM : 5202418044

    2. Komponen system starter yang utama adalah
    1. Yoke dan Pole Core
    Yoke pada motor starter memiliki fungsi yaitu sebagai tempat mengikat pole core.
    Pole core memiliki fungsi untuk menopang field coil dan untuk memperkuat medan magnet yang ditimbulkan field coil.
    2. Field Coil
    Field coil berbentuk kumparan dan apabila field coil dialiri arus listrik maka akan timbul medan magnet.
    3. Armature
    Armature tersusun dari beberapa komponen yaitu armature core, armature coil, comutator, armature shaft dan bagian-bagian lainnya. Kedua ujung shaft armature ini, masing-masing ditopang oleh bearing yang bertujuan agar armature dapat berputar dengan stabil diantara pole core.
    4. Sikat (brush)
    Motor starter pada umumnya dilengkapi dengan empat buah sikat atau brush, dua buah sikat positif dan dua buah sikat negatif. Sikat positif diberi isolator dan dipasangkand dengan armature coil melalui comutator. Sedangkan sikat negatif dipasangkan ke pemegang yang berhubungan dengan masa body kendaraan.
    5. Starter Clutch
    Kopling starter berfungsi untuk memindahkan momen putar dari armature shaft ke fly wheel dan untuk mencegah berpindahnya tenaga putar dari fly wheel (ketika mesin sudah hidup) ke motor starter.
    6. Drive lever
    Drive lever memiliki fungsi untuk mendorong pinion gear untuk berkaitan dengan fly wheel dan menarik pinion gear untuk melepas kaitan dengan fly wheel
    7. Magnetic switch
    Magnetic switch atau saklar magnet terdiri dari kontak plate yang terhubung dengan plunger. Plunger pada magnetic switch digulung dengan dua kumparan, kumparan bagian dalam dibuat menjadi lebih tipis atau disebut dengan kumparan pull in coil sedangkan kumparan bagian luar dibuat lebih tebal dan disebut dengan hold in coil

  208. NIM : 5202418044

    3. Benar, pada posisi start (ST), kunci kontak (ignition switch) yang diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan berikut adalah aliran arus ke masing-masing kumparan tersebut.

    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan pull-in coil –> terminal C –> kumparan medan (field coil) –> sikat positif –> kumparan atmature –> sikat negatif –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil.
    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan hold-in coil –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

    Aliran arus pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada di tengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali (return spring).

  209. NIM : 5202418044

    3. Benar, pada posisi start (ST), kunci kontak (ignition switch) yang diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan berikut adalah aliran arus ke masing-masing kumparan tersebut.

  210. NIM : 5202418044

    4. Salah, saat kunci kontak posisi ST aliran arus listrik pada kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan. Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali.

  211. NIM : 5202418044

    5. SALAH justru pada saat pinion berkaitan maka akan menghasilkan medan magnet.
    Karena Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer akan bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet.

  212. NIM : 5202418044

    6. SALAH, karena arus yang besar mengalir dari battery ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan –> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. sehingga terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature sehingga motor starter berputar. Aliran arus yang besar pada kumparan medan dan kumparan armature menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan mengahasilkan tenaga kembali yang besar untuk memutarkan mesin.

  213. NIM : 5202418044

    7. Salah , dikarenakan pada saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil.

  214. NIM : 5202418044

    8. Bila Pull in coil mengalami kerusakan, kemampuan daya magnet untuk menahan pinion akan berkurang. Akibatnya gear pinion starter malah bergerak mundur. Carbon brush habis akibatnya tidak bisa menyambungkan pull in coil dengan ground, gulungan di starter malah tidak berfungsi dan beberapa efek lainnya.
    Hold on coil apabila terjadi kebocoran. Dibagian ini maka hold in coil tidak bisa menahan posisi feat pinion setelah didorong oleh shift lever sewaktu memutar fly wheel hingga mesin hidup

  215. 5202418043
    1. Bagian fleywhell.Motor stater berfungsi untuk memberikan tenaga awal kepada fleywhell agar engine dapat memulai langakah hisap, kompresi, dan sitem pembuangan, dan flywhell hanya digunakan pada langkah awal tersebut.

  216. 5202418043
    2.komponen sistem starter dan fungsinya yaitu:
    a. Ignition coil
    Sebagai saklar yang akan mengaktifkan relay starter dan menghubungkan arus dari baterai
    b. Armature coil
    Fungsi utama dari armature coil ini juga sebagai pembangkit medan magnet yang akan direaksikan dengan kemagnetan field coil untuk terjadinya pergerakan. Bentuk armature coil seperti rotor pada umumnya yang dililiti oleh tembaga, perbedaannya pada armature ini memiliki jumlah lilitan yang banyak serta diameter tembaga yang melillitnya juga tergolong besar, sehingga diameter coil ini juga lebih besa
    c. Baterai
    Sumber suplai utama energi utama saat akan menghidupkan mesin
    d. Field coil
    field coil adalah serangkaian magnetic coil yang digunakan untuk membangkitkan kemagnetan disekitar rotor coil. Sesuai prinsip kerja motor listrik yang mengharuskan adanya medan magnet disekitar rotor, komponen ini akan menyediakannya. Tapi field coil tidak bersifat permanent magnet, field coil hanya akan menghasilkan magnet apabila ada input arus dari terminal 50. Proses ini biasa kita sebut sebagai proses induksi elektromagnetik. Pada field coil sendiri terdiri dari beberapa bagian seperti
    e. Starter clutch
    Starter Cltuch berfungsi untuk memindahkan momen puntir dari armature saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar. Starter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear
    f. Yoke dan Pole Care
    Yoke dibuat dari material logam yang berbentuk silinder (tabung) dan menjadi bodi tengah motor starter. Yoke berfungsi sebagai tempat meletakkan pole core yang diikat dengan sekrup. Sedangkan Pole core sendiri berfungsi sebagai penopang field coil (kumparan medan). Pole core memiliki fungsi untuk memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh Field coil.
    g. Brush dan Brush holder
    Brush terbuat dari tembaga lunak, berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari Field Coil ke Armature Coil dan langsung ditujukan ke massa/ ground melalui komutator. Umumnya, sebuah motor starter memiliki empat buah brush yang dikelompokkan menjadi dua bagian
    h. Pinion gear dan Helical spline
    Pinion Gear berfungsi untuk meneruskan daya putar motor starter ke mesin. sedangkan Helical spline berfungsi agar proses terkait dan terlepasnya pinion gear dengan ring gear flywheel menjadi lebih halus dan lembut (tidak kasar).
    i. Drive lever
    berfungsi untuk menggerakan pinion gear. Drive lever bekerja dengan prinsip tuas, yang akan mengungkit pinion gear ketika ujung lainnya terdorong kearah berlawanan. Siapa yang mendorong ? ini adalah fungsi dari pull in coil melalui plunger. Sementara ujung lainnya akan membuat pinion gear terdorong keluar dan terhubung dengan gigi flywheel.
    j. Komutator
    Sebagai penghubung antara arus listrik dari brush menuju kumparan armature. Bentuk commutator yang tersegmentasi mencegah adanya hubunngan singkat arus listrik karena dalam proses kerjanya commutator akan terhubung dengan arus positif dan negatif secara langsung.
    k. Overrunning Clutch
    Overrunning Clutch berfungsi untuk meneruskan torsi putaran yang dihasilkan dari Armature menuju ke ring gear Flywheel. Selain itu, overrunning clutch juga berfungsi untuk mencegah rusaknya Pinion Gear akibat putaran mesin yang lebih besar setelah mesin hidup.
    l. Salenoid plunger
    Plunger ini terletak pada ujung pull in coil. Fungsinya hanya satu yakni menghubungkan pergerakan pull in coil ke drive lever. Dengan kata lain komponen ini hanya berfungsi sebagai batang penghubung. Meski demikian, bahan plunger ini juga kuat karena akan menghubungkan daya tarik pull in coil yang begitu kua.

  217. 5202418043
    3.Benar, apabila starter switch di posisi on maka arus baterai mengalir melalui hold in coil ke massa, pada saat hold dan pull in, coil membentuk gaya magnet dengan arah yang sama, dikarenakan arah arus yang mengalir pada kedua kumparan komponen tersebut sama.

  218. 5202418043
    4. Salah, saat kunci kontak posisi ST aliran arus listrik pada kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan. Karena ada aliran arus kecil dari pull in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah, sehingga motor starter berputar lambat. Dan memiliki aliran arus yang angat kecil.

  219. 5202418043
    5.salah, Justru hal ini akan mengakibatkan terjadinya medan magnet. Sehingga menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear .maka armatur berPutar lambat dan memungkin kan berkaitan atantra pinion gear dan ring gear itu sangat kecil gesekan nya.

  220. 5202418043
    6.Salah,karena arus besar dapat melewati terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C.Karena tegangan di Terminal C sama dengan tegangan di terminal 50,maka tidak ada arus besar yang mengalir ke kumparan PIC dan kemagnetan kumparan tersebut

  221. 5202418043
    7. Salah , dikarenakan pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON maka switch ST akan terputus.Dan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil.

  222. 5202418043
    8. Efek yang terjadi ketika pull in coil dan hold in coil bocor :
    *jika Pull in coil bocor maka tidak terjadi kemagnetan dan tidak bisa mengalirkan arus pada hold in coil maka akan menyebabkan starter tidak bisa digunakan.
    *jika pull in coil bocor, maka yang terjadi adalah tidak akan muncul kemagnetan pada solenoid dan akan berakibat tidak berfungsinya sistem starter. Karena arus tidak sampai ke hold in coil.

  223. excellent submit, very informative. I ponder why the opposite experts of
    this sector do not realize this. You should proceed your
    writing. I’m confident, you’ve a great readers’ base already!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here