TEORI KELISTRIKAN OTOMOTIF (RABU)

282
5124

Setelah pembelajaran di kelas, pelajari lebih lanjut materi tentang system starter reduksi, kemudian diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Jelaskan perbedaan konstruksi antara motor starter tipe reduksi dan konvensional.
  2. Jelaskan keuntungan dan kerugian motor starter tipe reduksi dibandingkan dengan tipe konvensional.
  3. Pelajari cara kerja system starter reduksi. Jika kunci kontak diputar ke posisi ST, maka plat kontak akan menempel ke terminal 50 dan 30. Benarkah pernyataan tersebut? Jelaskan.
  4. Jika kunci kontak diputar ke posisi ST, maka akan terjadi demagnetisasi pada kumparan pull dan hold in coil sehingga plunyer dapat bergerak mendorong plat kontak menempel. Benarkah pernyataan tersebut? Mengapa?
  5. Pada saat pinion berkaitan pada model reduksi, maka medan magnet pada hold in coil hilang karena tidak ada perbedaan tegangan antara terminal 50 dan C. Benarkah pernyataan tersebut? Mengapa?
  6. Pada saat pinion berkaitan (pada tipe reduksi), maka arus yang besar akan mengalir ke pull in coil dan disalurkan ke kumparan medan sehingga motor starter berputar kencang. Benarkah pernyataan tersebut? Mengapa?
  7. Pada saat kunci kontak kembali ke posisi IG (ON), maka terjadi demagnetisasi pada kumparan pull in dan hold in coil karena arus dari terminal 50 mengalir ke pull dan hold in coil dalam arah yang berbeda. Benarkah pernyataan tersebut? Mengapa?
  8. Jika si Slamet ingin mengukur arus yang masuk ke pull in coil dan hold in coil, bagaimana caranya? Tolong bantu penjelasan cara mengukur arus tersebut kepada si Slamet.

Silakan diskusikan dengan teman-teman dan jawaban bisa ditulis di dalam kolom komentar. Perlu diperhatikan: 1) jawaban diawali dengan menuliskan NIM dan setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) meskipun hasil diskusi bersama, 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim/posting), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). Jawaban ditunggu sampai hari Kamis, 11 September 2019 pukul 17.00. Selamat berdiskusi (DW).

SHARE
Previous articleTEKNIK TENAGA LISTRIK (SELASA)
Next articleTEKNIK TENAGA LISTRIK (RABU)
Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES)

282 COMMENTS

  1. Nama :Faizal Agil Arief Setyadi
    Nim :5202418002

    1). Dari segi konstruksi pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    Motor Starter Konvensional 
    -memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear
    -Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear
    -Motor Starter Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear.
    -Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). 
    Reduksi
    -motor starter reduksi karena putaran armature diturunkan untuk mendapatkan tenaga putar yang lebih kuat.
    -Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut
    -Gigi reduksi merupakan komponen utama pada motor starter tipe ini yang membedakan dengan motor starter planetary.

  2. Nim : 5202418020

    1 . perbedaan starter tipe konvensional dengan reduksi ?
    – Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear.Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear
    -Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    -Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid)

  3. Nim : 5202418020

    2. Keuntungan dan kerugian starter tipe reduksi ?
    – KELEBIHAN
    Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion tapi putaran dari armaturenya di reduksikan (diturunkan) oleh idle gear sampai sepertiganya. Maka putaran yang dihasikan sangat kuat karena memilki idlle gear.

    – KELEMAHAN
    Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak cepat seperti pada motor starter tipe konvensional.

  4. Nama : Adhitya Muhammad Firdaus
    NIM. : 5202418005

    1.) konstruksi pada motor starter konvensional yaitu pada letak armaturenya sejajar dengan pinion gear sehingga menghasilkan gerak putaran yang cepat
    Sedangkan, kontruksi pada motor starter reduksi yaitu armaturenya harus direduksi oleh idle gear sehingga menghasilkan putaran yang lambat

  5. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    1. Konstruksi tipe reduksi lebih kompleks dimana pada tipe reduksi memiliki 3 gigi tambahan yang berfungsi mereduksi putaran, sedangkan tipe konvensional tidak ada gigi tambahan.
    Dari segi energi listrik, tipe reduksi lebih hemat energi listrik dibandingkan tipe konvensional.
    Lalu dari segi moment, tipe reduksi juga lebih menghasilkan momen yang lebih besar.
    Armature pada tipe reduksi jauh lebih kecil dan lincah daripada tipe konvensional
    Kemudian dari segi penggunaan, tipe reduksi dibuat untuk kendaraan yang besar sedangkan tipe konvensional lebih condong ke kendaraan ringan

  6. Nim : 5202418007
    Nama : Teguh kurniawan

    1. Perbedaan konstruksi antara Motor Starter Konvensional dengan motor stater reduksi memiliki beberapa Perbedaan antara lain apabila sistem stater konvensional letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.

    Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    · Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch .
    · Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever . Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  7. Nim : 5202418020

    3. SALAH
    – terminal 50 dan 30 tidak berhubungan karna pada posisi ST arus batrai mengalir ke kontak- terminal 50 selenoid – pull’in coil- terminal C – kumparan medan – sikat positif- komunator- kumparan amartur- komunator- sikat negatif- massa sehingga terjadi medan magnet pada kumparan pull’in coil
    – arus dari batrai ke kunci kontak- terminal 50 solenoid -kumparan holl’in coil- massa sehingga terjadi medan magnet pada kumparan holl’in coil
    Maka saat posisi ST pada starter reduksi tidak melewati terminal 30.

  8. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    2. A. Kelebihan tipe reduksi dibandingkan tipe konvensional.
    A. Momen yang dihasilkan lebih besar dibandingkan tipe konvensional
    B. Lebih hemat listrik
    C. Menggunakan medan magnet yang lebih kecil

    2. B. Kekurangan tipe reduksi dibandingkan tipe konvensional.
    A. Konstruksi yang lebih rumit
    B. Putaran yang dihasilkan jauh lebih rendah

  9. NIM : 5202418008

    2.) > keuntungan : konstruksi pada motor starter reduksi armaturenya tidak seporos dengan pinion gear sehingga putarannya direduksi olej idle gear menyebabkan putaran yang dihasilkan lebih kuat

    > kelemahan : putaran yang dihasilkan tidak secepat motor starter konvensional hal itu dikarenakan putaran dari armaturenya di reduksi oleh pinion gear

  10. 5202418030
    1. Jadi perbedaan motor stater konvensional dengan reduksi adalah jika konvensional putaran dari armature lanagsung di salurkan ke gigi pinion dan tidak menyebabkan momen puntir yang besar,beda dengan starter reduksi jika sistem starter reduksi hasil putaran dari armature masih di reduksikan kembali ke gigi reduksi dan menyebabkan momen puntir yang besar

  11. 5202418001
    Janahtan firdaus

    1.Motor Starter Konvensional dengan Motor Starter Reduksi memiliki perbedaan utama, diantaranya yaitu :

    a) Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.

    b) Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.

    c) Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).

    d) Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger

  12. 5202418031
    Maria Prih Hargiwati

    1.perbedaan konstruksi antara motor starter tipe reduksi dan konvensional:
    -Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.
    -Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    -Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    -Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  13. Nim : 5202418020

    4. SALAH
    karna yang terjadi saat posisi ST pada starter reduksi yaitu kumparan pull in coil dah holl in coil terjadi kemagnetan sehingga menarik pluyer yang ada di solenoid bergerak ke kiri melawan pegas yang menyebabkan mendorong kopling starter bergerak ke kiri ,saat kondisi pluyer tertarik (plat kontak belum menempel) motor starter berputar lambat untuk membantu gigi pinion mudah masuk dengan fly wheel .

  14. 5202418013

    1. Ada beberapa perbedaan antara jenis motor starter konvensional dan motor starter reduksi yaitu :
    a. Pada jenis motor starter model reduksi dilengkapi dengan beberapa roda gigi reduksi serta roda gigi ekstra (idle gear), sedangkan pada motor starter model konvensional tidak ada.

    b. Motor Starter jenis Konvensional memiliki putaran yang lebih cepat daripada jenis motor starter jenis motor starter model reduksi.

    c. Seperti pada penggunaannya, Motor Starter Konvensional yang cocok untuk kendaraan ringan memiliki momen puntir yang kecil dan tenaga yang dihasilkan juga kecil tapi putarannya yang cepat, misalnya mobil sedan. Berbeda dengan Motor Starter reduksi yang cocok untuk kendaraan pengangkut memilik Momen Puntir yang besar sehingga tenaga yang dihasilkan juga besar, misalnya truck, bus dan lain-lain.

    d. Dari segi konstruksi pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki starter clutch (kopling starter) yang seporos dengan armature. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).

  15. 5202418031
    Maria Prih Hargiwati

    2. keuntungan dan kerugian motor starter tipe reduksi dibandingkan dengan tipe konvensional :
    KELEBIHAN DAN KEKURANGN MOTOR STARTER TIPE KONVENSIONAL
    1. KELEBIHAN
    Kontruksi pada motor starter tipe Konvensional Armaturenya seporos dengan pinion gear. Karena letak gigi pinion seporos dengan armature, maka putaran gigi pinion dan putaran armature sama, jadi putarannya menghasilkan gaya yang besar.
    2. KEKURANGAN
    Karena letak gigi pinion seporos dengan armature, maka putaran gigi pinion dan putaran armature sama, maka memerlukan tenaga listrik yang besar untuk menggerakkan engine.

    KELEBIHAN DAN KEKURANGN MOTOR STARTER TIPE REDUKSI
    1. KELEBIHAN
    Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion tapi putaran dari armaturenya di reduksikan (diturunkan) oleh idle gear sampai sepertiganya. Maka putaran yang dihaslkan sangat kuat karena memilki idlle gear.
    2. KELEMAHAN
    Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak cepat seperti pada motor starter tipe konvensional.

  16. 5202418019

    1. perbedaan motor starter konvensional dan reduksi ialah pada motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.

  17. NIM : 5202418005

    3.) penyataan tersebut tidak benar pada saat kunci kontak diputar ke posisi ST, pluner akan tertarik pada saat pull in coil dialiri arus karena posisi plunyer tidak simetris sehingga saat terjadi medan magnet pada pull in coil plunyer akan tertarik dan bergerak mendorong plat kontak menempel dan menghubungkan terminal 30 dan terminal C

  18. 5202418031
    Maria Prih Hargiwati

    3. SALAH
    – terminal 50 dan 30 tidak berhubungan karna pada posisi ST arus batrai mengalir ke kontak- terminal 50 selenoid – PC- terminal C – kumparan medan – sikat positif- komunator- kumparan armatur- komunator- sikat negatif- massa sehingga terjadi medan magnet pada kumparan PC
    – arus dari batrai ke kunci kontak- terminal 50 solenoid -kumparan HC- massa sehingga terjadi medan magnet pada kumparan HC
    Maka saat posisi ST pada starter reduksi tidak melewati terminal 30

  19. 5202418001
    Janahtan Firdaus

    2.Keuntungan starter tipe reduksi yaitu dapat meningkatkan momen dengan arus listrik yang kecil sehingga dapat menggerakan beban yang berat agar flywheel berputar. Selain itu akselerasinya cepat karena
    letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

    Kerugian starter reduksi yaitu memiliki putaran yang lambat karena putaran dari armature tidak langsung diteruskkan ke pinion gear melainkan memutarkan idle gear terlebih dahulu bertujuan untuk meningkatkan momen.

  20. 5202418019

    2.kelebihan motor starter reduksi ialah mampu menghasilkan putaran yang lebih cepat, tenaga yang dihasilkan juga lebih besar dengan dimensi motor stater yang lebih kecil sehingga akan lebih menghemat energi.

    • 2.kelebihan motor starter reduksi ialah mampu menghasilkan tenaga yang lebih besar dengan dimensi motor stater yang lebih kecil sehingga akan lebih menghemat energi.
      kekurangan motor starter reduksi ialah Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak cepat seperti pada motor starter tipe konvensional.

  21. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    1. Perbedaan antara motor starter reduksi dan konvensional yang paling utama terletak pada kontruksi dan cara kerjanya, seperti berikut perbedaanya:
    Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.
    Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).

  22. 5202418013

    2. Keuntungan dan kerugian pada Motor starter jenis reduksi:
    A.) Keuntungan :
    * Momennya lebih besar dari tipe konvensional
    * Lebih efisien dalam menggunakan energi ( lebih hemat)

    B). Kekurangan :
    * Putaran/kecepatan kalah cepat dari tipe konvensional
    * kontruksinya lebih rumit karena ada tambahan-tambahan gear.

  23. 5202418014
    Setya wardani
    1. Perbedaan kontruksi starter reduksi dan konvensional adalah
    1. Konvensional : komutator langsung memutar gigi pinion dan menggunakan kopling starter. Membutuhlan daya besar
    2. Reduksi : komutator tidak langsung memutar gigi pinion. Akan tetapi di reduksi melalui mekanisme roda gigi untuk menambah momen..daya yang di butuhkan kecil.

  24. Deni bagus prasetya
    5202418011

    1) Motor Starter konvensional memiliki stater cluth yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima langsung oleh pinion gear sehingga pergerakanya cepat. Sedangkan letak Starter Clutch dari motor starter reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    ~ Motor Starter Konvensional
    a) memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear
    b) Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear
    c ) Motor Starter Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear.
    d) Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak).

    #Reduksi
    a) motor starter reduksi karena putaran armature diturunkan untuk mendapatkan tenaga putar yang lebih kuat.
    b) Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut
    c) Gigi reduksi merupakan komponen utama pada motor starter tipe ini yang membedakan dengan motor starter planetary.

  25. Nim : 5202418007
    Nama : Teguh kurniawan

    1. Perbedaan konstruksi diantara keduanya yaitu apabila pada motor stater konvensional letak armature sejajar dengan pinion gear sedangkan yang pada motor stater reduksi putaran pada armature harus di reduksi kembali terlebih dahulu oleh idle gear

    Pada motor stater konvensional stater clutch seporos dengan armature sedangkan pada reduksi stater clutch memiliki poros yang sejajar dengan magnetic switch

    Selain itu komponennya pun berbeda pada motor stater konvensional terdiri atas Yoke dan Pole Core, brush,Field Coil,Armature dan Shaft,Magnetic Switch,Driver Lever,dan Starter Clutch

    Sedangkan pada motor stater reduksi terdiri atas brush,Idle Gear,Armature,core dll

  26. 5202418010

    Motor Starter Konvensional dengan Motor Starter Reduksi memiliki perbedaan konstruksi, yaitu :
    A. Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi.
    Memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear
    B. Sistem stater Reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran
    Memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).

    • NIM : 5202418006
      Nama : Lulu’ul Janah

      1. Perbedaan konstruksi motor starter type konvensional dengan tipe reduksi :
      *Motor Starter Type Konvensional :
      -memiliki letak Armature yang sejajar dengan pinion gear. sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi.
      -Motor starter konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari armature langsung diterima oleh pinion gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan

      *Motor Starter Type Reduksi :
      -putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran
      -memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature dirduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir ymemoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature dirduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan berat atau pengangkutang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan berat atau pengangkut

  27. Deni bagus prasetya
    5202418011

    2) Kelebihan dan kerugian pada Motor starter reduksi:
    a) Kelebihan :
    ~ Momennya lebih besar dari tipe konvensional
    ~ Lebih efisien dalam menggunakan energi ( lebih hemat)

    b) Kekurangan :
    ~ Putaran/kecepatan kalah cepat dari tipe konvensional
    ~ kontruksinya lebih rumit karena ada tambahan-tambahan gear yang di butuhkan.

  28. Nim : 5202418020

    5. SALAH
    -karna saat posisi gigi pinion terhubung dengan fly wheel terminal 30 dan terminal C terhubung sehingga sama besar dengan terminal 50 maka tidak ada arus yang mengalir menyebabkan kemagnetan pull in coil hilang , sedangkan hold in coil tetap di aliri arus sehingga hold-in coil terjadi medan magnet untuk menahan pluyer dan plat kontak tetap menempel.

  29. 5202418030
    2. Keuntungan Sistem starter reduksi dengan bentuk yang lebih kecil dan dapat menghasilkan putaran yang lebih cepat,selain itu juga sistem starter resuksi menghasilkan gaya putar yang lebih kuat,sedangkan kekurangannya adalah putaran flywheel akan lebih lambat di bandingkan dengan sistem starter tipe konvensional karena dari putaran armature harus di salurkan ke idle gear

  30. 5202418014
    Setya wardani
    2. Stater gigi reduksi
    1. Kekurangan :
    -Putaran/kecepatan kalah cepat dari tipe konvensional
    – kontruksinya lebih rumit karena ada tambahan-tambahan gear.
    2. Keuntungan :
    -torsi lebih besar dari tipe konvensional
    -Lebih efisien dalam menggunakan energi

  31. Deni bagus prasetya
    5202418011

    3) SALAH.
    Karena pada saat kunci kontak diputar ke posisi ST, plunyer akan tertarik pada saat pull in coil dialiri arus karena posisi plunyer tidak simetris sehingga saat terjadi medan magnet pada pull in coil plunyer akan tertarik dan bergerak mendorong plat kontak menempel sehingga bisa menghubungkan terminal 30 dan terminal C,
    Jadi seharusnya yang terhubung oleh plat adalah terminal 30 dan terminal C.

  32. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    2. Kelebihan motor starter reduksi yaitu pada:
    – kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion tapi putaran dari armaturenya di reduksikan (diturunkan) oleh idle gear sampai sepertiganya. Maka putaran yang dihaslkan sangat kuat karena memilki idlle gear.
    -lebih hemat energi, karena arus listrik yang dikeluarkan tidak sebesar motor starter tipe konvensional dan juga kontruksi dari armature sendiri lebih kecil.

    Kekurangan dari motor starter reduksi adalah Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak cepat seperti pada motor starter tipe konvensional.

  33. 5202418010

    a. Kelebihan
    Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion tapi putaran dari armaturenya di reduksikan (diturunkan) oleh idle gear sampai sepertiganya. Maka putaran yang dihaslkan sangat kuat karena memilki idlle gear.
    b. Kekurangan
    Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak cepat seperti pada motor starter tipe konvensional.

  34. NIM : 5202418005

    4.) Salah, yang terjadi sebenarnya yaitu jika kunci kontak di putar pada posisi ST, maka arus dari terminal positif baterai mengalir ke terminal 50 ke kumparan pull in coil yang kemudian diteruskan ke terminal C dan ke massa. Pada saat yang sama arus mengalir dari terminal 50 ke hold in coil ke massa. Menyebabkan terjadinya medan magnet pada pull in coil dan hold in coil

  35. 5202418001
    Janahtan Firdaus

    3. SALAH, Karena pada saat kunci kontak berada di posisi ST plat kontak menempel di terminal 30 dan Terminal C Bukan terminal 50. Pada posisi ST arus dari baterai menuju ke terminal 50 dan diteruskan ke saluran pull in coil dan hold in coil sehingga timbul kemagnetan yang mendorong plunyer sampai menempel pada terminal 30 dan terminal C sedangkan arus yang mengalir ke pull in coil terputus karena tidak terjadi beda potensial. Arus pada terminal C diteruskan ke kumparan medan untuk memutar armature

  36. Nim : 5202418007
    Nama: Teguh Kurniawan
    2. Adapun kelebihan Motor starter tipe Konvensiaonal yaitu
    Kontruksi pada motor starter tipe Konvensional Armaturenya seporos dengan pinion gear. Karena letak gigi pinion seporos dengan armature, maka putaran gigi pinion dan putaran armature sama, jadi putarannya menghasilkan gaya yang besar.
    Sedangkan Motor starter tipe Konvensional memiliki kekurangan yaitu Karena letak gigi pinion seporos dengan armature, maka putaran gigi pinion dan putaran armature sama, maka memerlukan tenaga listrik yang besar untuk menggerakkan engine.

    Kelebihan Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion tapi putaran dari armaturenya di reduksikan (diturunkan) oleh idle gear sampai sepertiganya. Maka putaran yang dihaslkan sangat kuat karena memilki idlle gear.
    Sedangkan kelemahannya adalah Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak cepat seperti pada motor starter tipe konvensional.

  37. 5202418010

    2. a. Kelebihan
    Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion tapi putaran dari armaturenya di reduksikan (diturunkan) oleh idle gear sampai sepertiganya. Maka putaran yang dihaslkan sangat kuat karena memilki idlle gear.
    b. Kekurangan
    Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak cepat seperti pada motor starter tipe konvensional.

  38. Deni bagus prasetya
    5202418011

    4) SALAH.
    karena yang terjadi saat posisi ST pada starter reduksi yaitu kumparan pull in coil dan holl in coil terjadi kemagnetan sehingga menarik plunyer yang ada di solenoid bergerak yang menyebabkan mendorong kopling starter bergerak ke kiri dan di saat kondisi plunyer tertarik (plat kontak belum menempel) motor starter berputar lambat yang berfungsi untuk membantu gigi pinion mudah masuk dengan fly wheel.

  39. Nim : 5202418007
    Nama : Teguh Kurniawan

    3. Salah. karena apabila kunci kontak diputar pada posisi ST, kemudian plunyer tertarik sedangkan ketika pull in coil dialiri arus akibat posisi plunyer yang tidak simetris sehingga ketika terjadi medan magnet pada pull in coil plunyer tertarik dan akan mendorong plat kontak menempel sehingga menghubungkan terminal 30 dan terminal C tersebut.

  40. 5202418019

    3. SALAH, karena pada saat posisi st yang menempel adalah terminal 50 dan terminal c bukan 30. dengan aliran arusnya sebagai berikut :
    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak > terminal 50 pada solenoid, > kumparan pull in coil, > Terminal C, > kumparan medan (field coil), > sikat positif, > komutator, > kumparan armatur, > komutator sikat negatif , > massa > (terbentuk medan magnet pada pull-in coil).

    • SALAH, karena pada saat posisi st yang menempel adalah terminal 30 dan terminal c bukan 30. dengan aliran arusnya sebagai berikut :
      Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak > terminal 50 pada solenoid, > kumparan pull in coil, > Terminal C, > kumparan medan (field coil), > sikat positif, > komutator, > kumparan armatur, > komutator sikat negatif , > massa > (terbentuk medan magnet pada pull-in coil).

  41. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    3. TIDAK,
    Karena pada saat langkah ini aliran arus pada kedua kumparan pull in & hold in sudah terjadi kemagnetan masih kecil sehingga pada saat plunger tertarik ke kiri dan plunger mendorong unit starter bergerak ke kiri,gigi pinion sudah berkaitan dengan ring gear. Pada kondisi ini plat kontak belum menempel, starter berputar lambat.

  42. 5202418001
    Janahtan Firdaus

    4. SALAH, Karena jika pada saat kontak pada posisi ST di kumparan pull in coil dan hold in coil malah justru timbul kemagnetan yang timbul dari arus baterai melalui terminal 50 lalu diteruskan menuju kumparan hold in coil dan pull in coil yang arah arusnya searah sehingga mendorong plat kontak menempel ke terminal 30 dan terminal C.

  43. 5202418019

    4. salah , pada saat posisi ST aliran arus pada kedua kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. letak plunyer didalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada ditengah kumparan, menyebabkan plunyer tertarik sehingga bergerak ke kanan melawan tekanan pegas. Karena ada aliran arus kecil dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armatur, maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armatur lemah, sehingga motor starter berputar lambat. Pada sat plunyer tertarik ke kiri dan plunyer juga mendorong unit kopling bergerak ke kiri, gigi pinion beraitan dengan ring gear pada poisisi plunyer tertarik (plat kontak belum menempel), motor starter berputar lambat. Putaran lambat ini membantu gigi pinion agar mudah masuk atau berkaitan dengan ring gear.

  44. NIM : 5202418006
    Nama : Lulu’ul Janah

    1. Perbedaan konstruksi motor starter type konvensional dengan tipe reduksi :
    *Motor Starter Type Konvensional :
    -memiliki letak Armature yang sejajar dengan pinion gear. sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi.
    -Motor starter konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari armature langsung diterima oleh pinion gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan

    *Motor Starter Type Reduksi :
    -putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran
    -memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature dirduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir ymemoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature dirduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan berat atau pengangkutang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan berat atau pengangkut

    • NIM : 5202418006
      Nama : Lulu’ul Janah

      2. Kelebihan dan kekurangan motor starter tipe reduksi dibandingkan dengan tipe konvensional
      Kelebihan :Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion tapi putaran dari armaturenya di reduksikan (diturunkan) oleh idle gear sampai sepertiganya. Maka putaran yang dihaslkan sangat kuat karena memilki idlle gear.

      Kekurangan : Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak cepat seperti pada motor starter tipe konvensional.

  45. Nim : 5202418007
    Nama : Teguh Kurniawan

    4. Salah karena ketika posisi ST arus mengalir dari terminal 50 kekumparan pull in coil kemudian terminal 30 terhubung di terminal c . Pada saat yang sama arus juga mengalir dari terminal 50 ke kumparan hold in coil kemudian ke masa . Akibatnya akan terjadi medan magnet pada pull in coil dan hold in coil

  46. 5202418023

    perbedaan konstruksi motor starter konvensional dan motor starter reduksi.
    a. Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan.
    b. Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.

  47. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    4. Salah karena Terhubungnya plat kontak dengan terminal utama (terminal 30 dan terminal C) menyebabkan arus yang besar mengalir dari baterai ke terminal 30 ke terminal C kemudian kemassa melalui kumparan medan dan armature. Saat plat kontak terhubung dengan terminal 30 dan terminal C, tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal 50. Hal ini menyebabkan arus tidak mengalir dari terminal 50 ke pull-in coil dan kemanetan pada pull-in coil menjadi hilang. Untuk mempertahankan posisi plat kontak tetap menempel maka hold-in coil berperan dengan tetap menghasilkan medanmagnet sehingga arus yang besar tetap dapat mengalir ke motor starter lewat plat kontak (motor starter tetap berputar). Kumparan hold-in coil menghubungkan terminal 50 dan bodi solenoid dan berfungsi untuk menahan plunyer sehingga plat kontak tetap dapat menempel dengan terminal utama (menghubungkan terminal 30 dan terminal C).

  48. 5202418010

    3. Salah, karena saat posisi ST yang terhubung dengan plat kontak adalah terminal 30 dan C , bukan terminal 30 dan 50. Saat plat terhubung dengan teminal 30 dan C ,tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50 dan 30, sehingga mengakibatkan arus tidak mengalir dari terminal 50 pull on coil dan kemagnetan pull in voil hilang.

  49. 5202418023

    2. Kelebihan dan kekurangan motor starter tipe konvensional
    -Kelebihan :
    Kontruksi pada motor starter tipe Konvensional Armaturenya seporos dengan pinion gear. Karena letak gigi pinion seporos dengan armature, maka putaran gigi pinion dan putaran armature sama, jadi putarannya menghasilkan gaya yang besar.
    -kekurangan :
    Karena letak gigi pinion seporos dengan armature, maka putaran gigi pinion dan putaran armature sama, maka memerlukan tenaga listrik yang besar untuk menggerakkan engine.

    Kelebihan dan kekurangan motor starter tipe reduksi
    -kelebihan :
    Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion tapi putaran dari armaturenya di reduksikan (diturunkan) oleh idle gear sampai sepertiganya. Maka putaran yang dihaslkan sangat kuat karena memilki idlle gear.
    -kelemahan :
    Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak cepat seperti pada motor starter tipe konvensional.

  50. 5202418001
    Janahtan Firdaus

    5. SALAH, karena pada saat pinion gear berkaitan dengan flywheel arus yang mengalir di hold in coil itu masih ada, berfungsi untuk menahan plat kontak agar tetap menempel di terminal 30 dan terminal C agar arus dapat mengalir dari baterai ke terminal 30 ke terminal C dan ke kumparan medan sehingga armature dapat berputar dan memutar pinion gear. Pada saat itu arus yang mengalir pada pull in coil terputus karena tidak ada beda potensial.

  51. 5202418031

    4. Salah, sebab ketika posisi ST arus mengalir dari terminal 50 kekumparan PC kemudian terminal 30 terhubung di terminal C . Pada saat yang sama arus juga mengalir dari terminal 50 ke kumparan HC kemudian ke massa . Akibatnya akan terjadi medan magnet pada PC dan HC.

  52. 5202418023

    3. SALAH
    saat kunci kontak diputar ke posisi ST, maka plat kontak akan menempel ke terminal C dan 30. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal. Pada keadaan yang sama tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C.

  53. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    5. Salah, karena saat plunger bergerak kekiri gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagin ujung kanan plunger menenpel dengan terminal utama sehingga arus tidak mengalir dari terminal 50 ke pull-in coil dan kemanetan pada pull-in coil menjadi hilang. Untuk mempertahankan posisi plat kontak tetap menempel maka hold-in coil berperan dengan tetap menghasilkan medanmagnet sehingga arus yang besar tetap dapat mengalir ke motor starter lewat plat kontak (motor starter tetap berputar). Kumparan hold-in coil menghubungkan terminal 50 dan bodi solenoid dan berfungsi untuk menahan plunyer sehingga plat kontak tetap dapat menempel dengan terminal utama (menghubungkan terminal 30 dan terminal C).

    Kesimpulan bahwa Hold in coil tetap menghasilkan medan magnet, karena yg hilang kemagnetanya adalah pull in coil

  54. NIM : 5202418006
    Nama : Lulu’ul Janah

    3. Pernyataan tersebut salah, Karena pada saat kunci kontak berada di posisi ST, plat kontak menempel di terminal 30 dan terminal C Bukan terminal 50. Pada posisi ST arus dari baterai ke terminal 50 dan diteruskan ke saluran pull in coil dan hold in coil sehingga timbul kemagnetan yang mendorong plunyer sampai menempel pada terminal 30 dan terminal C.

  55. 5202418023

    4. SALAH
    Aliran arus pada kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menyebabkan kemagnetan bukan demagnetisasi. Karena letak plunyer di dalam solenoid tidak simetris atau tidam berada ditengah kumparan, menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kiri melawan tekanan pegas

  56. 5202418031

    5. Salah, karena pada saat posisi gigi pinion terhubung dengan flywheel terminal 30 dan terminal C terhubung sehingga sama besar dengan terminal 50 maka tidak ada arus yang mengalir menyebabkan kemagnetan PC hilang , sedangkan hc tetap di aliri arus sehingga hc terjadi medan magnet untuk menahan plunyer dan plat kontak tetap menempel.

  57. Nim : 5202418007
    Nama: Teguh Kurniawan

    5. Salah karena ketika Gigi pinion berkaitan maka yang tidak timbul medan magnet hanya pull in coil karna ketika terminal 50 dan terminal c memiliki tegangan yang sama maka akan terjadi tidak ada arus pada pull in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang sedangkan hold in coil tetap bekerja untuk menahan agar terminal 30 dan c tetap menempel dengan kontak plat

  58. 5202418010

    4. Salah ,karena saat kontak posisi ST mengalami kemagnetan pada kumparan pull in coil dan hold in coil. Bukan mengalami degmanetisasi (saling menghilangkan Medan magnet karna berlawanan arah Medan magnet)

  59. Nim : 5202418020
    6. SALAH
    – karna Arus yang besar bukan mengalit lewat pull in coil ( pull in coil tidak ada arus ) akan tetapi melalui hold in coil . hold in coil yang di aliri arus sehingga kumparan medan magnet dan armatur terjadi medan magnet yang kuat mampu membuat motor starter berputar cepat dan menghasilkam tenaga yang besar untuk memutar mesin.

  60. 5202418023

    5. SALAH
    Pada saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear tegangan di terminal 50 saam dengan tegangan diterminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50 maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil dan kemagnetan dikumparan hilang

  61. NIM : 5202418005

    5.) pada saat plunyer bergerak ke kiri saat pull in coil dan hold in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan tersebut menyebabkan pinion gear berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak menghubungkan terminal 30 dan C. Pada saat ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan di terminal 50, menyebabkan arus tidak mengalir ke kumparan pull in coil dan kemagnetannya menghilang

  62. NIM : 5202418006
    Nama : Lulu’ul Janah

    4. Pernyataan tersebut Salah, karena yang jika kunci kontak di putar pada posisi ST, maka arus dari terminal positif baterai mengalir ke terminal 50 lalu ke kumparan pull in coil yang kemudian diteruskan ke terminal C dan ke massa. Pada saat yang sama arus mengalir dari terminal 50 ke hold in coil lalu ke massa yang menyebabkan terjadinya medan magnet pada pull in coil dan hold in coil

  63. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    6. Salah, karena Arus dari baterai mengalir ke terminal 50 – kumparan hold in coil – massa (terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil).
    Sedangkan Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 – plat kontak – terminal C – kumparan medan – sikat positif – komutator – kumparan armature – sikat negatif – massa (terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter berputar).

    Akibatnya aliran arus yang besar melalui kumparan medan dan kumparan armature menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan menghasilkan tenaga yang besar untuk memutarkan mesin. Medan magnet pada kumparan pull-in coil dalam kondisi ini tidak terbentuk karena arus tidak mengalir ke kumparan tersebut. Selama motor starter berputar, plat kontak harus dalam kondisi menempel dengan terminal utama pada solenoid. Oleh sebab itu, pada kondisi ini kumparan pada hold-in coil tetap di aliri arus listrik sehingga medan magnet yang terbentuk pada kumparan tersebut mampu menahan plunyer dan plat kontak tetap menempel. Dengan demikian, meskipun kumparan pada pull-in coil kemagnetannya hilang, pluyer tetap dalam kondisi tertahan.

  64. 5202418023

    6. Pada saat pinion berkaitan dengan ring gear kondisi plunyer tertarik (plat kontak belum menempel) motor starter berputar lambat. Putaran lambat membantu gigi pinion agar mudah masuk atau berkaitan dengan ring gear

  65. Nim : 5202418007
    Nama : Teguh Kurniawan

    6. Salah karena arus besar tersebut tidak melewati pull in coil melainkan melewati terminal c dan terminal 30
    Sedangkan pull in coil

  66. 5202418010

    5. Salah ,karena saat plat kontak terhubung dengan kumparan C dan
    30 maka terminal 50 yg tegangannya sama dengan terminal C tidak mengalirkan arus ke kumparan pull in coil namun hold in coil tetap mengahasilkan kemagnetan untuk mempertahankan posisi..

  67. Nama :Faizal Agil Arief Setyadi
    Nim :5202418002

    2).kelebihan yaitu konstruksi pada motor starter reduksi armaturenya tidak seporos dengan pinion gear sehingga putarannya direduksi oleh idle gear menyebabkan putaran yang dihasilkan lebih kuat.

    -kekurangan yaitu putaran yang dihasilkan tidak secepat motor starter konvensional hal itu dikarenakan putaran dari armaturenya di reduksi oleh pinion gear.

  68. 5202418019

    5.salah , karena yang hilang kemagnetannya adalah pada kumparan pull in coil karena pada saat pinion berkaitan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid, sehingga terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar tersebut dapat mengalir melewati kedua terminal. Pada keadaan ini terminal 50 sama dengan di terminal 30 dan termnal C, karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil, sehinga kemagnetan di kumparan tersebut hilang. Sedangkan pada kumparan hold in coil harus tetap dialiri arus listrik, sehingga dapat menghasilkan medan magnet yang terbentuk pada kumparan tersebut untuk menahan plunyer dan plat kontak tetap menempel. Dengan demikian, meskipun kumparan pull in coil kemagnetanya hilang, plunyer masih dalam kondisi tertahan.

  69. 5202418023

    7. Pada saat kunci kontak kembali ke posisi IG (ON) aliran arus yang mengalir dari terminal C (bukan terminal 50) ke kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil arahnya berlawanan dan medan magnet yang dihasilkan berlawanan arah kutubnya sehinggal terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet

  70. Nim : 5202418007
    Nama : Teguh Kurniawan

    6. Salah karena arus besar tersebut tidak melewati pull in coil melainkan melewati terminal c dan terminal 30
    Sedangkan pull in coil tidak teraliri arus dan tidak terjadi kemagnetan

  71. NIM : 5202418006
    Nama : Lulu’ul Janah

    5. Pernyataan tersebut salah karena pada saat gigi pinion berkaitan maka hanya di pull in coil yang tidak timbul gaya magnet karna ketika terminal 50 dan terminal C memiliki tegangan yang sama maka yang akan terjadi tidak ada arus pada pull in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang sedangkan hold in coil tetap bekerja untuk menahan agar terminal 30 dan Terminal C tetap menempel dengan kontak plat

  72. Nim : 5202418020
    7. SALAH
    – Pada saat kunci kontak kembali on/ig terminal 50 tidak akan mendapatkan lagi arus listrik dari batrai.
    – Arus yang dari batrai mengalir pada terminal 30 – plat kontak- terminal C- pull & hold in coil berlawan arah yang menyebabkan terjadinya demagnetitasi sehingga pluyer bergerak ke kanan kempali posisi semula arus yang besar terhenti dan motor setarter berhenti berputar.

  73. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    7. Salah, Karena Arus dari baterai mengalir dari terminal 30 – plat kontak – terminal C – kumparan pull in coil – kumparan hold in coil – massa (kumparan pull in coil dan kumparan hold-in coil mengahsilkan medan magnet namun arahnya berlawanan). Jadi motor starter masih dialiri arus yang besar sehingga pada saat ini motor starter masih berputar. Aliran arus yang telah di jelaskan pada poin kedua terjadi juga pada kumparan pull-in coil dan hold-in coil. Dari penjelasan pada gambar di atas tampak bahwa aliran arus dari terminal C ke kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil arahnya berlawanan dan kemagnetan yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut. Akibatnya, tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer dan plunyer akan bergerak ke kanan dan kembali keposisi semula terdorong oleh pegas pengembali sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C.

  74. 5202418001
    Janahtan Firdaus
    6. SALAH, karena jika pinion gear berkaitan dengan fly wheel arus yang besar itu mengalir dari baterai ke terminal 30 lalu ke terminal C dan arus diteruskan ke kumparan medan untuk memutar amature. Arus yang mengalir dari terminal 50 dan kumparan pull in coil disini justru terputus, karena baterai sudah langsung terhubung dari terminal 30 ke baterai dan terhubung ke terminal C karena pada saat ini posisi plat kontak sudan menempel di terminal 30 dan C sedangkan antara terminal 50 dan terminal C tidak ada beda potensial maka arus pada kumparan pull in coil terputus.

  75. NIM : 5202418005

    6.) Salah, karena aliran arus yang besar melalui kumparan medan dan armature menyebabkan terjadinya medan magnet yang kuat sehingga motor starter berputar dengan cepat dan menghasilkan tenaga yg besar untuk memutarkan mesin ( Arus yang besar mengalir ke terminal 30-> plat kontak-> terminal C-> kumparan medan)

  76. 5202418010

    6. Salah , karena saat pinion berkaitan dengan fly wheel arus besar mengalir dari 30 ke C dan diteruskan field coil sehinggal bisa berputar kencang.
    Pull in coil hanya menarik plunyer supaya pinion dapat berkaitan dengan fly wheel..

  77. 5202418031

    6. Salah, karena arus yang besar bukan mengalir lewat pc sebab tidak ada arus tetapi melewati hc yang dialiri arus sehingga kumparan medan magnet dan armature yang kuat mampu membuat motor starter berputar cepat dan menghasilkam tenaga yang besar untuk memutar mesin.

  78. 5202418019

    6. salah, sebab arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 > plat kontak > terminal C > kumparan medan, > sikat positif, > komutator,> kumparan armatur ,> komutator, > sikat negatif ,> massa, (terbentuk medan magnet yan sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armatur sehingga motor starter berputar)

  79. Nim : 5202418007
    Nama: Teguh Kurniawan

    7. Benar karna ketika kunci kontak pada posisi on maka arah kedua kumparan berlawanan sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menetralkan medan magnet sehingga plunyer akan kembali keposisi asalnya karena di dorong oleh pegas pengembali dan plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal c

  80. Nim : 5202418020
    8. Cara test pull in coil dan hold in coil
    – test pull in coil menggunakan multi tester set multi tester pada skala Ohm,kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C jarum harus bergerak berarti pull in coild dalam keadaan baik.
    – test hold in coil menggunakan multi tester hubungkan terminal 50 dengan body atau massa,jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik.

  81. Nim:5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul iman
    1.) ~ Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan
    ~ Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear.
    ~ Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter clutch.
    ~ Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi

  82. 5202418031

    7. Salah, karena pada saat kunci kontak kembali on/ig terminal 50 tidak akan mendapatkan lagi arus listrik dari batrai.
    Arus yang dari batrai mengalir pada terminal 30 – plat kontak- terminal C –
    pc dan hc berlawan arah yang menyebabkan terjadinya demagnetitasi sehingga plunyer bergerak ke kanan kembali posisi semula arus yang besar terhenti dan motor setarter berhenti berputar.

  83. 5202418001
    Janahtan Firdaus
    7. SALAH, karena pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG) memang terjadi demagnetisasi karena aliran arus pada saluran pull in coil dan hold in coil berlawanan arah. arus yang mengalir itu BUKAN dari terminal 50 melainkan dari terminal C karena terminal C itu dihubungkan dengan saluran pull in coil sehingga ada arus yang mengalir pull in coil menuju hold in coil melalui titik percabangan sehingga arah arus akan berbeda dan timbul demagnetisasi akibatnya plunyer kembali ke posisi semula

  84. Nim: 5202418007
    Nama: Teguh Kurniawan

    8. Cara nengukur arus masuk pull in coil yaitu Hubungkan battery ke magnetic switch ,Periksa apakah plunger dan gear pinion keluar.
    Jika plunger dan pinion tidak bergerak keluar, ganti magnetic switch atau ganti solenoid artinya gulungan spull pull in coil rusak.

    Cara mengukur arus masuk hold in coil
    Ketika dihubungkan dengan plunger keluar, kemudian lepas
    kabel negatif dari terminal “C”.Periksa apakah plunger dan pinion masih di luar atau apakah kembali kedalam.Jika plunger dan pinion kembali ke dalam, ganti magnetic switch, hal ini artinya gulungan pada Hold-in Coil rusak.

  85. 5202418010

    7. Salah ,karena saat kunci kontak kembali ke posisi IG (ON), maka terjadi demagnetisasi pada kumparan pull in dan hold in coil karena arus yang berasal dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil berlawanan arah sehingga saling menghilangkan Medan magnet .
    Saat kunci ON terminal 50 sudah tidak mendapat arus lagi dari kunci kontak.

  86. 5202418019

    7. Salah, karena arus yang mengalir seharusnya dari terminal 30 ke terminal c kemudian mengalir ke pull dan hold in coil dan aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.

  87. NIM : 5202418005

    7.) Salah, karena pada saat kunci kontak kbali ke posisi ON / IG terminal 50 tidak lagi mendapatkan arus dari baterai
    arus dari baterai mengalir ke terminal 30 -> plat kontak -> terminal C -> pull in coil dan hold in coil dengan arah yang berlawanan menyebabkan terjadinya demagnetisasi sehingga plunyer kembali ke posisi semula

  88. Nim 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    1.Perbedaan konstruksi antara motor starter tipe reduksi dan konvensional
    ·Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi
    ·Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan iringan
    Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear.
    Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch.

  89. Nim:5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul iman
    2.) Kelebihan dan kerugian starter reduksi di banding dengan tipe konvensional antar lain:
    ~ kelebihan motor starter konvensional
    Konstruksi pada motor starter tipe konvensional Armaturenya seporos dengan pinion gear. Karena letak gigi pinion seporos dengan armature, maka putaran gigi pinion dan putaran armature sama, jadi putarannya menghasilkan gaya yang
    ~ kekurangan motor starter konvensional
    Karena letak gigi pinion seporos dengan armature, maka putaran gigi pinion dan putaran armature sama, maka memerlukan tenaga listrik yang besar untuk menggerakkan engine
    ~ kelebihan motor starter tipe reduksi
    Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion tapi putaran dari armaturenya di reduksikan (diturunkan) oleh idle gear sampai sepertiganya. Maka putaran yang dihaslkan sangat kuat karena memilki idlle gear.
    ~ kekurangan motor starter tipe reduksi
    Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak cepat seperti pada motor starter tipe konvensional.

  90. 5202418001
    Janahtan Firdaus
    8. Cara untuk mengukur arus pada kumparan pull in coil yaitu pasang klam ampere meter positif pada terminal 50 dan pasang klam ampere negatif pada massa (negatif baterai) . Baca hasil arus yang masuk pada kumparan pull in coil. Sedangkan untuk mengukur arus pada hold in coil yaitu pasang klam positif ampere meter pada terminal C dan sedangkan klam negatif ampere meter di pasang pada bodi/ massa starter

  91. 5202418031

    8.cara mengukur arus yang masuk ke pull in coil dan hold in coil:
    -Test Cara Kerja Pull-in Coil:
    •Hubungkan battery ke magnetic switc
    •Periksa apakah plunger dan gear pinion keluar.
    •Jika plunger dan pinion tidak bergerak keluar, ganti magnetic switch atau ganti solenoid artinya gulungan spull pull in coil rusak.
    PERHATIAN:
    Masing-masing tes harus dilakukan selama 3 – 5 detik, hal ini untuk menghindari terbakarnya gulungan coil.
    CATATAN:
    Sebelum pengetesan, lepas kabel dari terminal C.
    -Cara Test Hold-in Coil
    •Ketika dihubungkan seperti di atas dengan plunger keluar, kemudian lepas
    kabel negatif dari terminal “C”.
    •Periksa apakah plunger dan pinion masih di luar atau apakah kembali kedalam.
    •Jika plunger dan pinion kembali ke dalam, ganti magnetic switch, hal ini artinya gulungan pada Hold-in Coil rusak.

  92. Nim 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    2.Keuntungan dan kerugian motor starter tipe reduksi dibandingkan dengan tipe konvensionala Kelebihan :
    Momennya yang dihasilkan lebih besar dari tipe konvensional dan lebih efisien dalam menggunakan energi medan magnet yang lebih kecil
    Kekurangan, Putaran yang dihasilkan kalah cepat dari tipe konvensional kontruksinya lebih rumit karena putaran dari armaturenya di reduksi oleh pinion gear.

  93. Nim:5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul iman
    3.) Salah, pada saat Kunci kontak diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull in coil) dan kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan. Berikut adalah aliran arus ke masing-masing kumparan tersebut.
    – Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak > terminal 50 pada solenoid, > kumparan pull in coil, > Terminal C, > kumparan medan (field coil), > sikat positif, > komutator, > kumparan armatur, > komutator sikat negatif , > massa > (terbentuk medan magnet pada pull-in coil).
    – Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak, > terminal 50 pada solenoid, > kumparan hold in coil, massa, > terbentuk medan magnet pada hold in coil.

  94. 5202418019

    8. Cara test pull in coil dan hold in coil
    a. test pull in coil menggunakan multi tester set multi tester pada skala ampere, kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C. jarum harus bergerak berarti pull in coild dalam keadaan baik.
    b. test hold in coil menggunakan multi tester hubungkan terminal 50 dengan body atau massa,jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik.

  95. Nim 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    3.SALAH,Kunci kontak yang diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull in coil) dan kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan. Berikut adalah aliran arus ke masing-masing kumparan tersebut jadi seharusnya yang terhubung oleh plat adalah terminal 30 dan terminal C.

  96. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    8. Cara mengukur arus yg masuk adalah dengan cara menggunakan alat ukur ampere meter dengan cara pasangkan pada positif baterai dan terminal 30 motor starter lalu baca hasil pengukuranya.
    Berikut beberapa langkah pengujian fungsi.
    pengujian tanpa beban
    Hubungkan terminal-terminal motor starter. Bagian positif yaitu positif baterai ke terminal positif ampere meter kemudian negatif ampere meter ke terminal 30 motor starter. Untuk bagian negatif yaitu negatif baterai ke body motor starter. Hubungkan terminal 30 ke terminal 50 motor starter. Jika motor starter berputar dengan halus dengan pinion bergerak keluar serta arus yang digunakan kecil (kurang dari spesifikasi) berarti motor starter dalam keadaan baik. Spesifikasi arus 0,6 kw kurang dari 55 Ampere pada 11 Volt atau 0,8 kw kurang dari 50 Ampere pada 11 Volt.
    Pengetesan pull in coil
    Hubungkan switch magnet dengan baterai sesuai dengan gambar dibawah ini. Bagian negatif yaitu negatif baterai dihubungkan ke body starter dan terminal C. Bagian positif yaitu positif baterai dihubungkan ke terminal 50. Jika pinion bergerak keluar maka pull in coil dalam keadaan baik.
    Pengetesan hold in coil
    Lepaskan kabel yang menuju ke terminal C. Saat terminal C dilepas, pinion harus tetap tertahan keluar.
    Hal ini menunjukan bahwa Hold in coil bekerja dengan baik

  97. Nim:5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul iman
    4.) Salah,karena ketika kunci kontak diputar ke ST maka kedua kumparan pull in coil dan Hold in coil dalam solenoid akan memiliki medan magnet. Kekuatan medan magnet yang terjadi pada pull in coil dan hold in coil akan menarik plunyer bergerak kekanan melawan tekanan pegas pengembali. Tertariknya plunyer ke kanan juga akan menarik tuas penggerak ke kanan sehingga mendorong pinion gear ke kiri agar berkaitan dengan rung gear.

  98. Nim 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    4.SALAH, karena ketika kunci kontak diputar ke ST maka kedua kumparan pull in coil dan Hold in coil dalam solenoid akan memiliki medan magnet. Kekuatan medan magnet yang terjadi pada pull in coil dan hold in coil akan menarik plunyer bergerak kekanan melawan tekanan pegas pengembali. letak plunyer didalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada ditengah kumparan,menyebabkan plunyer tertarik sehingga bergerak ke kanan melawan tekanan pegas,motor starter berputar lambat yang berfungsi untuk membantu gigi pinion mudah masuk dengan fly wheel.

  99. Nim:5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul iman
    5.) Salah, karena plat kontak akan berhubungan dengan plunyer dan menghubungkan singkat antara terminal 30 dan terminal C dengan demikian arus besar akan mengalir dari baterai kemotor stater sehingga motor stater akan berputar dan menghasilkan torsi yang besar. Pada waktu yang bersamaan tegangan pada ujung ujung kumparan penarik mendapatkan potensial yang sama sehingga kumparan tersebut tidak dialiri arus . Plunyer dipertahankan pada posisi menempel ke kontak utama oleh gaya magnet pada kumparan penahan.

  100. NIM : 5202418005

    8.) cara mengukur arus yang masuk ke pull in coil dan hold in coil :
    >Pull in coil
    Pilih selector ampere pada multitester pasangkan klam positif ke terminal 50 dan klam negatif ke massa, baca hasil pengukuran arus yang masuk ke kumparan pull in coil

    >Hold in coil
    Pilih selector ampere pada multitester pasangkan klam positif ke terminal C dan terminal negatif ke massa, baca hasil pengukuran arus yang masuk ke hold in coil

  101. 5202418030
    3.Salah,karena saat kunci kontak di putar ke posisi ST arus batrai mengalir ke kunci kontak kemudian ke terminal 50 pada selenoid, kumparan pull in coil, terminal c, kumoaran medan, sikat positif, komutator, kumparan armature, komutator, sikt negatif, massa dan terbentuk medan maghnet pada kumparan pada pull in coil

  102. 5202418030
    4. Salah, karena saat kunci kontak di putar ke posisi ST kedua kumparan pc dan kumparan hc terjadi kemaghnetan pada kedua kumparan tersebut, sehingga karena letak plunyer tidak simetris menyebabkan plunyer akan tertarik dan bergerak,pada saat itulah plat kontak belum menempel

  103. NIM : 5202418006
    Nama : Lulu’ul Janah

    6. Pernyataan tersebut salah, karena Arus dari baterai mengalir ke terminal 50 – kumparan hold in coil – massa (terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil).
    Sedangkan Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 – plat kontak – terminal C – kumparan medan – sikat positif – komutator – kumparan armature – sikat negatif – massa (terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter berputar).

  104. 5202418030
    5. Salah,karena saat pinion berkaitan terminal 30 dan terminal c terhubung karena tegangan i terminal c sama denan tegangan di terminal 50 maka tidak ada arus yang mengaliri ke kumparan pull in coil dan kumparan tersebut hilang dan saat hilang itulah kondisi kumparan hold in coil di aliri listrik sehingga Medan magnet yang terbentuk pada medan tersebut mampu menahan plunyer

  105. Nama :Faizal Agil Arief Setyadi
    Nim :5202418002

    3).SALAH karena pada saat kunci kontak diputar ke posisi ST, Pluner akan tertarik pada saat pull in coil dialiri arus karena posisi plunyer tidak simetris sehingga saat terjadi medan magnet pada pull in coil plunyer akan tertarik dan bergerak mendorong plat kontak menempel dan menghubungkan terminal 30 dan terminal C tersebut.

  106. Nama : Faizal Agil Arief Setyadi
    Nim :5202418002

    4).SALAH .Karena jika kunci kontak di putar pada posisi ST, MAKA arus dari terminal positif baterai mengalir ke terminal 50 lalu ke kumparan pull in coil yang kemudian diteruskan ke terminal C dan ke massa. Pada saat yang sama arus mengalir dari terminal 50 Lalu ke hold in coil kemudian ke massa yang menyebabkan terjadinya medan magnet pada pull in coil dan hold in coil.

  107. Nama : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    5). SALAH.
    KARENA pada saat pinion gear berkaitan flywheel arus yang mengalir di hold in coil itu masih , Berfungsi untuk menahan plat kontak agar tetap menempel di terminal 30 dan terminal C agar arus dapat mengalir dari baterai ke terminal 30 ke terminal C dan ke kumparan medan sehingga armature dapat berputar dan memutar pinion gear Pada saat itu arus yang mengalir pada pull in coil terputus karena tidak adanya beda potensial

  108. Nama : Faizal Agil Arief Setyadi
    Nim : 5202418002

    6).SALAH KARENA Arus yang besar bukan mengalir lewat pull in ( pull in coil tidak ada arus ) ,akan tetapi melalui hold in coil . hold in coil yang di aliri arus sehingga kumparan medan magnet dan armatur terjadi medan magnet yang kuat mampu membuat motor starter berputar cepat dan menghasilkam tenaga yang besar untuk memutar mesin.

  109. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    7).Lagi Lagi SALAH Karena pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON / IG terminal 50 tidak lagi mendapatkan arus dari baterai
    arus dari baterai mengalir ke terminal 30 -> plat kontak -> terminal C -> pull in coil dan hold in coil dengan arah yang berlawanan menyebabkan terjadinya demagnetisasi sehingga plunyer kembali ke posisi semula

  110. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    8). Berikut adalah Cara mengetest pull in coil dan hold in coil :
    1). test pull in coil menggunakan multi tester set multi tester pada skala ampere, kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C. jarum harus bergerak berarti pull in coild dalam keadaan baik.
    2). test hold in coil menggunakan multi tester hubungkan terminal 50 dengan body atau massa,jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik.

  111. Nim 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    5.SALAH,karena saat posisi plunger bergerak kekiri gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagin ujung kanan plunger menenpel dengan terminal utama sehingga arus tidak mengalir dari terminal 50 ke pull-in coil dan kemanetan pada pull-in coil menjadi hilang,sedangkan hc tetap di aliri arus sehingga hc terjadi medan magnet untuk menahan plunyer dan plat kontak tetap menempel.

  112. Nim:5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul iman
    6.) Salah,karena dengan terbentuknya gaya magnet ini plunger magnet switch (sakelar magnet) tertarik ke dalam, menyebabkan plunger tertarik kearah kiri sehingga pinion berkaitan dengan ring gear. Dengan perkaitan ini, plunger kontak plate menutup main kontak (terminal utama) sehingga field coil dan armature menerima arus listrik yang besar langsung dari baterai. Akibatnya armature berputar pada kecepatan tinggi dan drive pinion, idler gear kecepatannya turun sepertiga sampai seperempat. Sewaktu pull in coil terputus (shorted out), plunger dipertahankan hanya oleh hold in coil

  113. Nim 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    6 .SALAH,Arus yang mengalir pinion berkaitan dengan ring gear kondisi plunyer tertarik (plat kontak belum menempel) motor starter berputar lambat sehingga kumparan medan magnet dan armatur terjadi medan magnet yang kuat mampu membuat motor starter berputar cepat dan menghasilkam tenaga yang besar untuk memutar mesin

  114. 5202418013

    3. SALAH
    Karena pada saat kunci kontak pada posisi ST, maka plat kontak menempel di terminal 30 dan terminal C bukan di terminal 50. Ini terjadi karena arus dari baterai menuju ke terminal 50 dan diteruskan ke pull in coil dan hold in coil sehingga timbul kemagnetan yang mendorong plunyer ke kanan dan menempel di terminal 30 dan terminal C sedangkan arus yang mengalir ke pull in coil terputus karena tidak terjadi beda potensial antara terminal 50 dengan terminal C.

  115. 5202418013

    4. SALAH
    Demagnetisasi terjadi karena perbedaan arah arus di pull in coil dan di hold in coil. Tetapi pada saat kunci kontak pada posisi ST, maka arus akan mengalir ke terminal 50 lalu ke pull in coil dan hold in coil, pada saat ini justru malah timbul kemagnetan karena arah arus di pull in coil dan hold in coil searah. Sehingga plunyer tertarik ke kanan karena posisinya tidak simetris dan mengakibatkan plat terhubung di terminal 30 dan terminal C.

  116. Deni bagus prasetya
    5202418011

    5) SALAH.
    Karena saat pinion gear berkaitan dengan fly wheel arus yang mengalir di hold in coil itu masih ada, berfungsi untuk menahan plat kontak agar tetap menempel di terminal 30 dan terminal C supaya agar arus dapat mengalir dari baterai ke terminal 30 terus ke terminal C dan ke kumparan medan, sehingga armature dapat berputar dan memutar pinion gear, dan pada saat itu arus yang mengalir pada pull in coil terputus karena tidak ada beda potensial.

  117. Deni bagus prasetya
    5202418011

    6) SALAH.
    Karena arus yang besar bukan mengalir lewat pull in coil (pull in coil tidak ada arus) tetapi arus akan melalui hold in coil, hold in coil yang di aliri arus sehingga kumparan medan magnet dan armature terjadi medan magnet yang kuat mampu membuat motor starter berputar cepat dan menghasilkan tenaga yang besar untuk memutar fly wheel dan kemudian mesin hidup.

    • NIM : 5202418006
      Nama : Lulu’ul Janah

      7. Pernyataan tersebut salah, karena pada saat kunci kontak ke posisi ON lalu terminal 50 tidak mendapatkan arus dari baterai. Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 ke plat kontak lalu terminal C terus ke pull in coil dan hold in coil dengan arah yang berlawanan menyebabkan terjadinya demagnetisasi sehingga plunyer kembali ke posisi awal.

  118. 5202418013

    5. SALAH
    Karena pada hold in coil itu masih ada arusnya, ini bertujuan untuk menahan plat kontak agar tetap menempel di terminal 30 dan terminal C dan menahan pinion gear tetap berkaitan dengan flywheel. Pada saat itu arus yang mengalir pada pull in coil terputus karena tidak adanya beda potensial antara terminal 50 dan terminal C.

  119. 5202418030
    6. Iya benar karena pada saat dialiri arus besar sistem starter akan berputar lebih kencang karena agar mnghasilkan tenaga yang besar untuk memutarkan mesin

  120. 5202418030
    7.Salah,karena pada saat itu proses Demagnetisasi terjadi karena aliran arus dari terminal c ke kumparan PC dan HC yang arahnya berlawanan,dari arah berlawanan tersebut akan menghasilkan medan maghnet yang berlawanan juga

  121. 5202418039
    1) Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Sedangkan tipe reduksi putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran

  122. 5202418039
    2)tipe konvensional
    KELEBIHAN
    Motor starter tipe Konvensional memiliki kelebihan sebagai berikut:
    Kontruksi pada motor starter tipe Konvensional Armaturenya seporos dengan pinion gear. Karena letak gigi pinion seporos dengan armature, maka putaran gigi pinion dan putaran armature sama, jadi putarannya menghasilkan gaya yang besar.
    KEKURANGAN
    Motor starter tipe Konvensional memiliki kekurangan sebagai berikut:
    Karena letak gigi pinion seporos dengan armature, maka putaran gigi pinion dan putaran armature sama, maka memerlukan tenaga listrik yang besar untuk menggerakkan engine.
    Tipe reduksi
    KELEBIHAN
    Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion tapi putaran dari armaturenya di reduksikan (diturunkan) oleh idle gear sampai sepertiganya. Maka putaran yang dihaslkan sangat kuat karena memilki idlle gear.
    KELEMAHAN
    Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak cepat seperti pada motor starter tipe konvensional

  123. 5202418008
    Ikhsan firmansyah

    1.perbedaan kontruksi motor starter konvensional dan reduksi:
    a.Motor starter jenis konvensional memiliki starter clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat di terima langsung oleh pinion gear.Sedangkan letak starter clutch dari motor starter reduksi memiliki poros yang sejajar dengan magnetic switch(solenoid).
    b.Karena letak clutch yang seporosdengan armature,maka dorongan dari plunger tidak langsung diterima oleh starter clutch.Sehingga,dorongan dari plunger utk menggerakan starter clutch diperlukan komponen yg bernama tuas penggerak.
    c.untuk yang jenis reduksi letak starter clutch berada seporos dengan magnetic switch maka posisi plunger langsng bisa mendorong starter clutch kearah perkaitanpinion gear dengan ring gear sehingga putaran dari idle gear diteruskan ke ring gear melalui pinion gear secara langsng lewat dorongan plunger.

  124. 5202418039
    3) salah, Karena pada saat kunci kontak diputar ke posisi ST maka plat kontak menempel ke terminal 30 dan Terminal C. Pada saat itu arus dari baterai menuju ke terminal 50 dan diteruskan ke kumparan pull in coil dan hold in coil sehingga timbul Medan magnet dan plunyer dapat terdorong sampai menempel ke terminal 30 dan terminal C sedangkan arus yang mengalir ke pull in coil terputus karena ada 2 arus yg berlawanan / tidak terjadi beda potensial. Dan Arus pada terminal C mengalir ke kumparan medan dan memutarkan pinion gear

  125. NIM : 5202418006
    Nama : Lulu’ul Janah

    7. Pernyataan tersebut salah, karena pada saat kunci kontak ke posisi ON lalu terminal 50 tidak mendapatkan arus dari baterai. Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 ke plat kontak lalu terminal C terus ke pull in coil dan hold in coil dengan arah yang berlawanan menyebabkan terjadinya demagnetisasi sehingga plunyer kembali ke posisi awal.

  126. 5202418008
    Ikhsan firmansyah

    2.perbandingan kelebihan dan kekurangan tipe reduksi dibanding tipe konvensional:
    kelebihan
    Ukuran armatur motor starter tipe reduksi lebih kecil jika dibandingkan dengan tipe konvensional sehingga menguntungkan karena dengan armatur yang kecil maka kebutuha arusnya juga kecil sehingga baterai yang digunakan dapat lebih kecil.
    Kekurangan
    Kontruksinya lebih rumit dri tipe konvensional dan perputarannya kalah dengan tipe konvensional karena angkernya diturunkan.

  127. 5202418030
    8. Untuk mengukur arus yang masuk ke pull in coil :
    pertama pilih selektor ampere pada multitester,kemudian pasangkan klam positif ke terminal 50 dan klam negatif ke body/massa,lalu baca hasil pengukuran arus yang masuk ke kumparan pull in coil, jika jarum bergerak berarti pull in coil keadaan masih baik.
    Untuk mengukur arus yang masuk ke hold in coil :
    Yang pertama Pilih selector ampere pada multitester pasangkan klam positif ke terminal C dan terminal negatif ke massa, lalu baca hasil pengukuran arus yang masuk ke hold in coil jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik

  128. Nim:5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul iman
    7.) Saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil.
    Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil.

  129. NIM : 5202418033
    NAMA : Rafi Yuro Adyatma

    1. Motor starter konvensional memiliki letak armature yang sejajar pinion gear, sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerlukan kecepatan akselerasi, sedangkan yang reduksi, putaran dari armaturenya harus direduksi kembali oleh idle gear sehingga memperlambat putaran

  130. NIM : 5202418033
    NAMA : Rafi Yuro Adyatma

    2. Kelebihan motor starter reduksi :
    Konstruksi armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion, melainkan putaran dari armaturenya direduksikan oleh idle gear, makanya putaran yang dihasilkan sangat kuat

    Kekurangan :
    Putarannya tidak secepat motor starter konvensional karena putaran angkernya direduksikan

  131. 5202418024

    1. motor stater tipe konvesional, yaitu motor stater yang armmature dan gigi pinionnya sejajar. sedangkan motor stater tipe reduksi yaitu motor stater yang putaran armmaturnya direduksi atau diturunkan dengan sistem penurun putaran berupa roda gigi.

  132. Hamdani Razak
    5202418022

    1. Perbedaan konstruksi antara motor starter konvensional dan reduksi, yaitu:
    a. Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan starter reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.
    b. Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    c. Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  133. 5202418017
    Puji Nofiyanto

    1. Perbedaan konstruksi pada motor starter konvensional dengan motor starter reduksi antara lain:
    – Pada motor starter konvensional,pinion gear seporos dengan armature sehingga putaran pinion gear = putaran armature. Sedangkan pada motor starter tipe reduksi, pinion gear tidak seporos dengan armature, akan tetapi dihubungkan oleh gear reduksi yang berperan untuk mengubah putaran serta torsi yang dihasilkan oleh motor starter.
    -Pada motor starter konvensional pinion gear sejajar dengan armature, sedangkan pada motor starter reduksi kebanyakan pinion gear sejajar dengan magnetic switch.
    -Pada motor starter konvensional memerlukan driver lever untuk menggerakkan clutch, sedangkan pada motor starter reduksi tidak memerlukan driver lever karena letak clutch yang sejajar dengan plunyer pada magnetic switch.
    -Motor starter konvensional menggunakan kumparan medan (field coil), sedangkan pada motor starter reduksi menggunakan magnet permanen.

  134. Hamdani Razak
    5202418022

    2. Kelebihan
    Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion tapi putaran dari armaturenya di reduksikan (diturunkan) oleh idle gear sampai sepertiganya. Maka putaran yang dihaslkan sangat kuat karena memilki idlle gear.
    Kelemahan:
    Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak cepat seperti pada motor starter tipe konvensional.

  135. 5202418017
    Puji Nofiyanto

    2. Keuntungan Motor Starter reduksi dibanding motor starter konvensional:
    -Ukuran motor lebih kecil daripada motor starter konvensional, sehingga lebih praktis.
    -Karena motor yang lebih kecil, membutuhkan energi listrik yang lebih kecil pula.
    -Momen yang dihasilkan lebih besar karena ukuran gigi pinion yang kecil.
    -Akselerasi lebih cepat karena tidak menggunakan driver lever sehingga plunyer langsung mendorong cluth.
    Kerugian Motor starter reduksi dibandng motor starter konvensional:
    -Putaran lebih lambat karena putaran dari armature telah direduksi terlebih dahulu oleh roda gigi reduksi.
    -Konstruksi lebih rumit karena adanya komponen roda gigi reduksi.
    -Kemagnetan pada motor starter menggunakan magnet permanen sehingga kekuatan magnetnya tidak bisa diatur.
    -Perbaikan lebih sulit karena komponen yang berukuran kecil.

  136. 5202418024

    2. kelebihan motor stater tipe reduksi : Konstruksi armature dan gigi pinion tidak seporos, melainkan putaran dari armaturenya direduksikan oleh idle gear, jadi putaran yang dihasilkan sangat kuat.
    kekurangannya : untuk putaran tidak secepat motor stater konvesional karena putaran akhirnya direduksikan.

  137. Hamdani Razak
    5202418022

    3. Salah, Karena dalam keadaan kunci kontak pada posisi ST plat kontak menempel di terminal 30 dan Terminal C Bukan terminal 50. Pada posisi ST arus dari baterai menuju ke terminal 50 dan diteruskan ke saluran pull in coil dan hold in coil sehingga muncuk kemagnetan yang mendorong plunyer dan menempel pada terminal 30 dan terminal C sedangkan arus yang mengalir ke pull in coil terputus karena terjadi beda potensial. Arus pada terminal C diteruskan ke kumparan medan untuk memutar armature.

  138. 5202418017
    Puji Nofiyanto

    3. Salah. Karena yang dihubungkan oleh plat kontak bukan terminal 50 dengan 30 melainkan terminal 30 dengan terminal C.

  139. 5202418024

    3. pernytaan nitu tisak benar. karena pada saat posisi kunci kontak st, bukan terminal 50 dan 30 yang terhubung dengan kontak plat melainkan menghubungkan terminal 30 dan terminal c.

  140. 5202418024

    4. salah, saat kunci kontak posisi st. maka akur akan mengalir dari baterai menuju pull in coil dan hold in coil melalui terminal 50. arus yang mengalir ke hold in coil diteruskan ke massa dan arus dari pull in coil diteruskan ke massa juga melalui terminal c menuju kumpran medan armmature kemudian massa.

  141. 5202418017
    Puji Nofiyanto

    4. Salah. Pada saat kunci kontak posisi ST memang plat kontak menghubungkan terminal 30 dengan terminal C karena terdorong oleh plunyer yang tertarik oleh kemagnetan pada pull in coil dan hold in coil sehingga posisi plunyer menjadi simetris. Akan tetapi peristiwa ini bukanlah yang disebut dengan “Demagnetisasi”. Demagnetisasi merupakan proses penetralan medan magnet pada hold in coil yang terjadi saat kunci kontak kembali ke posisi on. Pada saat kunci kontak kembali ke posisi on, arus dari terminal 50 terputus, sedangkan arus dari terminal 30 masih mengalir dan terhubung ke terminal C. Pada saat itu, arus dari terminal C akan mengalir melalui pull in coil dengan arah ke atas, kemudian akan mengalir melalui hold in coil dengan arah ke bawah lalu berakhir di ground sehingga kemagnetan pada hold in coil hilang. Peristiwa inilah yang disebut dengan “Demagnetisasi”.

  142. 5202418017
    Puji Nofiyanto

    5 Salah. Pada saat pinion berkaitan, tidak ada perbedaan tegangan antara terminal 50 dengan terminal C sehingga kemagnetan pada pull in coil hilang, akan tetapi kemagnetan pada hold in coil tidak hilang karena hold in coil terhubung langsung ke ground.

  143. 5202418017
    Puji Nofiyanto

    6. Salah. Pada kondisi ini, arus besar tidak mengalir melalui piull in coil. Pada saat pinion berkaitan, arus besar dari baterai masuk melalui terminal 30 yang kemudian melalui plat kontak yang menghubungkan terminal 30 dengan terminal C. Kemudian arus tersebut mengalir menuju kumparan medan, kemudian melalui armature, dan berakhir di ground sehingga motor starter berputar cepat.

  144. Hamdani Razak
    5202418022

    4. Salah, Karena jika pada saat kontak pada posisi ST kedua kumparan pull in coil dan hold in coil justru timbul kemagnetan sehingga plunyer tertarik, tertariknya plunyer terutama oleh magnet yang dihasilkan oleh pull in coil. Plunyer tertarik pada saat pull in coil dialiri arus karena posisi plunyer tidak simetris, plunyer tertarik dan bergerak ke kiri sehingga plat kontak menempel.

  145. NIM : 5202418033
    NAMA : Rafi Yuro Adyatma

    3. Tidak, karena ketika kunci kontak diputarkan ke posisi ST, plunyer tertarik saat pull in coil teraliri arus. Karena posisi plunyer yg tidak bersimetris sehingga ketika terjadi medan magnet pada pull in coil, plunyer akan tertarik dan bergerak mendorong plat kontak yang menempel.

  146. 5202418017
    Puji Nofiyanto

    7. Salah. Pada saat kunci kontak kembali ke posisi on, terjadi Demagnetisasi pada hold in coil. Demagnetisasi merupakan proses penetralan medan magnet pada hold in coil yang terjadi saat kunci kontak kembali ke posisi on. Pada saat kunci kontak kembali ke posisi on, arus dari terminal 50 terputus, sedangkan arus dari terminal 30 masih mengalir dan terhubung ke terminal C. Pada saat itu, arus dari terminal C akan mengalir melalui pull in coil dengan arah ke atas, kemudian akan mengalir melalui hold in coil dengan arah ke bawah lalu berakhir di ground sehingga kemagnetan pada hold in coil hilang. Peristiwa inilah yang disebut dengan “Demagnetisasi”.

  147. NIM : 5202418033
    NAMA : Rafi Yuro Adyatma

    4. Tidak, karena seharusnya pada saat posisi ST, arus dari terminal positif mengalir ke terminal 50 dan kemudian diteruskan ke terminal C dan ke massa. Dan juga aliran arus pada kumparan pull in coil dan hold in coil itu tidak menyebabkan demagnetisasi, melainkan kemagnetan biasa.

  148. Hamdani Razak
    5202418022

    5. Salah, karena saat plat kontak terhubung dengan terminal 30 dan terminal C, tegangan di terminal C sama dengan tegangan diterminal 50 dan 30. Hal ini menyebabkan arus tidak mengalir dari terminal 50 ke pull in coil dan kemagnetan pull in coil pun hilang, agar posisi plat tetap menempel maka hold in coil tetap menghasilkan magnet sehingga arus yang besar tetap dapat mengalir ke motor starter lewat plat kontak.

  149. 5202418039
    4)salah, Karena saat kontak posisi ST, kumparan pull in coil dan hold in coil terjadi kemagnetan yang berasal dari arus baterai lalu terminal 50 lalu diteruskan menuju kumparan hold in coil dan pull in coil yang arah arusnya sama sehingga mendorong plunyer menuju ke terminal 30 dan terminal C.

  150. Tegar Fendiyan Pangestu
    5202418034

    ada beberapa perbedaan kontruksi motor starter tipe reduksi dengan konvensional, yaitu sebagai berikut :
    1. Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.

    2. Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.

    3. Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).

  151. Hamdani Razak
    5202418022

    6. Salah, karena jika pinion dengan ring gear berkaitan arus yang besar itu mengalir dari baterai ke terminal 30 lalu ke terminal C dan arus diteruskan ke kumparan medan untuk memutar amature. Arus yang mengalir dari terminal 50 dan kumparan pull in coil disini justru terputus, karena baterai sudah langsung terhubung dari terminal 30 ke baterai dan terhubung ke terminal C karena pada saat ini posisi plat kontak sudan menempel di terminal 30 dan C sedangkan antara terminal 50 dan terminal C tidak ada beda potensial maka arus pada kumparan pull in coil terputus.

  152. Tegar Fendiyan Pangestu
    5202418034

    2. Keuntungan dan kerugian pada motor starter tipe reduksi, yaitu sebagai berikut :

    1. Keuntungan :
    – Momennya lebih besar dari tipe konvensional
    – Lebih efisien dalam menggunakan energi ( lebih hemat)

    2. Kekurangan :
    – Putaran/kecepatan kalah cepat dari tipe konvensional
    – kontruksinya lebih rumit karena ada tambahan-tambahan gear.

  153. NIM : 5202418033
    NAMA : Rafi Yuro Adyatma

    5. Salah. Karena pada saat gigi pinion berkaitan dengan roda gila maka yang tidak timbul hanya pull in coil karena terminal 30 dan terminal C terhubung sehingga sama besar dengan terminal 50

  154. Nim 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    7.SALAH, karena pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON / IG terminal 50 maka terjadi demagnetisasi pada kumparan pull in dan hold in coil karena arus yang berasal dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil berlawanan arah sehingga saling menghilangkan medan magnet.

  155. 5202418017
    PujiNofiyanto

    8. Pertanyaan ini mengukur arus, bukan hambatan atau pun tegangan. Jadi Slamet harus memilih skala Ampere pada selektor multitester. Ingat pula bahwa untuk mengukur arus DC, terminal + pada multitester juga harus dipindahkan ke posisi DCA atau DCmA. Selain itu pada pengukuran arus, multitester juga harus dipasangkan secara seri terhadap beban.
    #Untuk mengukur arus pada pull in coil, lepaskan kabel yang terhubung ke terminal C. Tempelkan probe + multitester ke terminal C, lalu tempelkan probe – pada kabel yang terhubung ke motor starter. Akan tetapi karena arus yang mengalir cukup besar, pastikan multitester yang digunakan memiliki kapasitas yang besar.
    #Untuk mengukur arus pada hold in coil, hubungkan probe + multitester pada ujung hold in coil, lalu hubungkan probe – multitester pada bodi/ground.

    Akan tetapi saya kira pertanyaan ini rancu, karena pengukuran ini tidak mungkin dapat dilakukan mengingat hold in coil yang terhubung secara langsung ke ground/tidak melalui kabel/konektor lainnya.
    Mungkin pertanyaan ini dapat diubah menjadi “Bagaimana cara mengukur kontinuitas/hambatan pada pull in coil dan hold in coil?” sehingga jawabannya menjadi seperti di bawah ini :
    Untuk mengukur hambatan pada pull in coil, posisikan selector pada X1K ohm, lalu lakukan kalibrasi ohm. Kemudian jangan lupa pastikan tidak ada arus yang mengalir dalam rangkaian.
    #Untuk mengukur hambatan pada pull in coil, hubungkan probe + multitester pada terminal 50, lalu hubungkan probe – multitester pada terminal C. Apabila ada hambatan (jarum multitester bergerak) berarti pull in coil dalam kondisi baik.
    #Untuk mengukur hambatan pada hold in coil, hubungkan probe + multitester pada terminal 50, lalu hubungkan probe – multitester pada bodi/ground. Apabila ada hambatan (jarum multitester bergerak) berarti hold in coil dalam kondisi baik.

  156. NIM : 5202418033

    6. Salah. Karena arus yang besar itu melalui kumparan medan dan bukan melewati pc, yang menyebabkan terjadinya medan magnet yang kuat. Yang mampu menghasilkan tenaga yang besar untuk memutarkan sebuah mesin

  157. Hamdani Razak
    5202418022

    7. Salah ,karena saat kunci kontak kembali ke posisi IG (ON), maka terjadi demagnetisasi pada kumparan pull in dan hold in coil karena arus yang berasal dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil berlawanan arah sehingga saling menghilangkan Medan magnet .Saat kunci ON terminal 50 sudah tidak mendapat arus lagi dari kunci kontak.

  158. NIM : 5202418033

    7. Salah, karena saat kunci kontak ke posisi ON, terminal 50 tidak mendapat arus listrik dari baterai, maka terjadilah demagnetisasi pada kumparan pull in coil dan hold in coil. Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 lalu ke terminal C. Itu yang menyebabkan demagnetisasi

  159. Tegar Fendiyan Pangestu
    5202418034

    3. Pernyataan tersebut salah, karena saat kunci kontak pada posisi ST menyebabkan terjadinya aliran arus pada kumparan pull in coil dan kumpara hold in coil sehingga terjadi kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada di tengah kumparan, menyebabkan plunyer akan tertarik ke kiri melawan tekanan pegas. karena ada aliran arus (kecil) dari pull in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature, maka medan magnet yang terbentukpada kumparan medan dan armature lemah sehingga motor starter berputar lambat. pada saat plunyer tertarik ke kiri dan plunyer juga mendorong unit kopling starter bergerak ke kiri, pinion gear berkaitan dengan ring gear. pada kondisi plunyer tertarik (plat kontak belum menempel), motor starter berputar lambat. putaran lambat ini membantu gigi pinion agar mudah masuk atau berkaitan dengan ring gear.

  160. Hamdani Razak
    5202418022

    8. cara mengukur arus yang masuk ke pull in coil yaitu Hubungkan battery ke magnetic switch ,Periksa apakah plunger dan gear pinion keluar. Jika plunger dan pinion tidak bergerak keluar, ganti magnetic switch atau ganti solenoid artinya gulungan spull pull in coil rusak.
    Cara mengukur arus masuk hold in coil
    Ketika dihubungkan dengan plunger keluar, kemudian lepas
    kabel negatif dari terminal c. Periksa apakah plunger dan pinion masih di luar atau apakah kembali kedalam.Jika plunger dan pinion kembali ke dalam, ganti magnetic switch, hal ini artinya gulungan pada Hold-in Coil rusak

  161. Tegar Fendiyan Pangestu
    5202418034

    4. Pernyataan tersebut tidak benar, Karena jika pada saat kontak pada posisi ST di kumparan pull in coil dan hold in coil malah justru timbul kemagnetan yang timbul dari arus baterai melalui terminal 50 lalu diteruskan menuju kumparan hold in coil dan pull in coil yang arah arusnya searah sehingga mendorong plat kontak menempel ke terminal 30 dan terminal C.

  162. 5202418035
    Dicky Kurniawan

    Motor Starter Konvensional dengan Motor Starter Reduksi memiliki perbedaan utama, diantaranya yaitu:
    -Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.
    -Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    – Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    – Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  163. NIM : 5202418033

    8. Cara mengetes pull in coil :
    Hubungkan switch magnet dengan baterai. Bagian baterai (negatif baterai) dihubungkan ke body starter dan terminal C. Bagian positif (positif baterai) dihubungkan ke terminal 50. Jika pinion bergerak keluar maka pull in coil dalam keadaan baik

    Cara mengetes hold in coil :
    Lepaskan kabel yang menuju ke terminal C. Saat terminal C dilepas, pinion harus tetap menonjol keluar

    Dan cara mengukur arusnya : dengan menggunakan ampere meter, pasangkan pada positif baterai dan terminal 30 motor starter lalu baca hasil pengukurannya

  164. 5202418035
    Dicky Kurniawan

    2). keuntungan dan kerugian motor starter tipe reduksi dibandingkan tipe konvensional
    Keuntunganya yaitu:
    KELEBIHAN
    Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion tapi putaran dari armaturenya di reduksikan (diturunkan) oleh idle gear sampai sepertiganya. Maka putaran yang dihasilkan sangat kuat karena memilki idlle gear.dan tidak memerlukan energi listrik yang besar seperti konvensional

    KELEMAHAN
    Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak secepat seperti pada motor starter tipe konvensional.dan kekuranganya yang lain adalah komponen gigi gearnya yang bertambah dan kurang sederhana seperti stater konvensional.

  165. Tegar Fendiyan Pangestu
    5202418034

    5. Pernyataan tersebut Salah, yang benar yaitu pada kumparan hold in coil terjadi adanya medan magnet sedangkan pada kumparan pull in coil tidak ada.

    karena saat plunger bergerak kekiri gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagin ujung kanan plunger menenpel dengan terminal utama sehingga arus tidak mengalir dari terminal 50 ke pull-in coil dan kemanetan pada pull-in coil menjadi hilang. Untuk mempertahankan posisi plat kontak tetap menempel maka hold-in coil berperan dengan tetap menghasilkan medanmagnet sehingga arus yang besar tetap dapat mengalir ke motor starter lewat plat kontak (motor starter tetap berputar). Kumparan hold-in coil menghubungkan terminal 50 dan bodi solenoid dan berfungsi untuk menahan plunyer sehingga plat kontak tetap dapat menempel dengan terminal utama (menghubungkan terminal 30 dan terminal C).

  166. Tegar Fendiyan Pangestu
    5202418034

    6. Pernyataan terbut salah, karena pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil dan kemagnetan dikumparan tersebut hilang. pada kondisi ini kumparan hold in coil tetap di aliri arus listrik sehingga medan magnet yang terbentuk pada kumparan tersebut mampu menahan plunyer.

  167. 5202418035
    Dicky Kurniawan

    3).Tidak Benar ,karena pada saat kunci kontak berada di posisi ST plat kontak hanya menempel pada terminal 30 dan Terminal C bukan di terminal 50. Pada posisi ST arus dari baterai menuju ke terminal 50 dan diteruskan ke saluran pull in coil dan hold in coil sehingga timbul kemagnetan yang mendorong plunyer sampai menempel pada terminal 30 dan terminal C sedangkan arus yang mengalir ke pull in coil terputus karena tidak terjadi beda potensial. Arus pada terminal C diteruskan ke kumparan medan untuk memutar armature.

  168. Tegar Fendiyan Pangestu
    5202418034

    7. Pernyataan tersebut Salah, karena pada keadaan ini terminal 50 sudah tidak mendapat arus listrik dari baterai dan yang mendapat arus listrik adalah terminal 30 ke terminal C kemudian mengalir ke pull dan hold in coil dan aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau penetralan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.

  169. Tegar Fendiyan Pangestu
    5202418034

    8. cara mengukur arus yang masuk ke pull in coil dan hold in coil :

    1. Mengukur arus pada kumparan Pull in coil
    Pilih selector ampere pada multitester pasangkan klam positif ke terminal 50 dan klam negatif ke massa, baca hasil pengukuran arus yang masuk ke kumparan pull in coil

    2. Mengukur arus pada kumparan Hold in coil
    Pilih selector ampere pada multitester pasangkan klam positif ke terminal C dan terminal negatif ke massa, baca hasil pengukuran arus yang masuk ke hold in coil.

  170. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    4).SALAH,Saat posisi ST aliran arus pada kedua kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil terjadi kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. letak plunyer didalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada ditengah kumparan,lalu menyebabkan plunyer tertarik sehingga bergerak ke kanan melawan tekanan pegas. Karena ada aliran arus kecil dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armatur, maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armatur lemah, sehingga motor starter berputar lambat. Pada saat plunyer tertarik ke kiri dan plunyer juga mendorong unit kopling bergerak ke kiri, gigi pinion beraitan dengan ring gear pada poisisi plunyer tertarik dan plat kontak belum menempel, motor starter berputar lambat. Putaran lambat ini membantu gigi pinion agar mudah masuk ke ring gear.

  171. 5202418036
    Ryan Hidayat

    1. Perbedaan Motor Starter Konvensional dan Reduksi

    Motor Starter Konvensional dengan Motor Starter Reduksi memiliki perbedaan utama, diantaranya yaitu :

    Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan starter reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.

    Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.

    Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).

    Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak).

    Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

    2. Kelebihan tipe reduksi dibandingkan tipe konvensional.

    – Momen yang dihasilkan lebih besar dibandingkan tipe konvensional
    *Lebih hemat listrik
    *Menggunakan medan magnet yang lebih kecil

    – Kekurangan tipe reduksi dibandingkan tipe konvensional.
    *Konstruksi yang lebih rumit
    *Putaran yang dihasilkan jauh lebih rendah

    3. Salah, pada saat kunci kontak diputar ke posisi ST, plunger akan tertarik pada saat pull in coil dialiri arus karena posisi plunyer tidak simetris sehingga saat terjadi medan magnet pada pull in coil plunyer akan tertarik dan bergerak mendorong plat kontak menempel dan menghubungkan terminal 30 dan terminal C.

    4. Salah, ketika posisi ST arus mengalir dari terminal 50 kekumparan pull in coil kemudian terminal 30 terhubung di terminal c . Pada saat yang sama arus juga mengalir dari terminal 50 ke kumparan hold in coil kemudian ke masa . Akibatnya akan terjadi medan magnet pada pull in coil dan hold in coil.

    5. Salah, pada saat posisi gigi pinion terhubung dengan flywheel terminal 30 dan terminal C terhubung sehingga sama besar dengan terminal 50 maka tidak ada arus yang mengalir menyebabkan kemagnetan PC hilang , sedangkan hc tetap di aliri arus sehingga hc terjadi medan magnet untuk menahan plunyer dan plat kontak tetap menempel.

    6. Salah, pada saat pinion berkaitan dengan fly wheel arus besar mengalir dari 30 ke C dan diteruskan field coil sehinggal bisa berputar kencang.
    Pull in coil hanya menarik plunyer supaya pinion dapat berkaitan dengan fly wheel.

    7. Salah, karena arus yang mengalir seharusnya dari terminal 30 ke terminal c kemudian mengalir ke pull dan hold in coil dan aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.

    8. Cara mengukur arus yang masuk ke pull in coil dan hold in coil:

    *Pull in coil
    Pilih selector ampere pada multitester pasangkan klam positif ke terminal 50 dan klam negatif ke massa, baca hasil pengukuran arus yang masuk ke kumparan pull in coil.

    *Hold in coil
    Pilih selector ampere pada multitester pasangkan klam positif ke terminal C dan terminal negatif ke massa, baca hasil pengukuran arus yang masuk ke hold in coil.

  172. NIM : 5202418006
    Nama : Lulu’ul Janah

    7. *Cara mengukur arus yang masuk pada pull in coil
    -test pull in coil menggunakan multi tester
    -setel multitester pada skala ohm, kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C jika jarum bergerak berarti pull in coil dalam keadaan baik

    *Cara mengukur arus yang masuk pada hold in coil
    -test hold in coil menggunakan multitester
    -hubungkan terminal 50 dengan body atau massa,jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik
    -test kembalinya plunyer dengan menekan dan harus kembali dengan lembut maka plunyer dalam keadaan baik

  173. NIM : 5202418006
    Nama : Lulu’ul Janah

    8.*Cara mengukur arus yang masuk pada pull in coil
    -test pull in coil menggunakan multi tester
    -setel multitester pada skala ohm, kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C jika jarum bergerak berarti pull in coil dalam keadaan baik

    *Cara mengukur arus yang masuk pada hold in coil
    -test hold in coil menggunakan multitester
    -hubungkan terminal 50 dengan body atau massa,jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik
    -test kembalinya plunyer dengan menekan dan harus kembali dengan lembut maka plunyer dalam keadaan baik

  174. 5202418035
    Dicky Kurniawan

    5). SALAH, Ketika Gigi pinion berkaitan maka yang terjadi kemagnetan hanya di Pull in coil karna ketika terminal 50 di aliri arus dan terminal C memiliki tegangan yang sama ,maka arus pada Pull in coil akan terputus dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang ,sedangkan Hold in Coil tetap bekerja untuk menahan agar terminal 30 dan C tetap menempel dengan Plat kontak.

  175. 5202418035
    Dicky Kurniawan

    6).SALAH,Karena arus yang besar bukan mengalir lewat pull in Coil/ Pull in coil tidak sumber arus,tapi melalui Hold in coil.Hold in coil yang di aliri arus sehingga kumparan medan magnet dan armatur terjadi medan magnet yang kuat untuk membuat motor starter berputar cepat dan menghasilkam tenaga yang besar untuk memutar mesin.

  176. 5202418029
    DIMAS KURNIAWAN

    1. Perbedaan konstruksi antara Motor Starter Konvensional dengan motor stater reduksi memiliki beberapa Perbedaan antara lain apabila sistem stater konvensional letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.

    Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    · Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch .
    · Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever . Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  177. 5202418029
    DIMAS KURNIAWAN

    2.Keuntungan starter tipe reduksi yaitu dapat meningkatkan momen dengan arus listrik yang kecil sehingga dapat menggerakan beban yang berat agar flywheel berputar. Selain itu akselerasinya cepat karena
    letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

    Kerugian starter reduksi yaitu memiliki putaran yang lambat karena putaran dari armature tidak langsung diteruskkan ke pinion gear melainkan memutarkan idle gear terlebih dahulu bertujuan untuk meningkatkan momen.

  178. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    7). SALAH,karena pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON/IGNITION memang terjadi demagnetisasi karena aliran arus pada saluran pull in coil dan hold in coil berlawanan arah. arus yang mengalir itu tidak dari terminal 50 melainkan dari terminal C karena terminal C itu dihubungkan dengan saluran pull in coil sehingga ada arus yang mengalir pull in coil menuju hold in coil melalui titik percabangan sehingga arah arus akan berbeda dan timbul demagnetisasi akibatnya plunyer terdorong oleh pegas pengembali dan plunyer kembali ke posisi normal.

  179. 5202418029
    DIMAS KURNIAWAN

    3) Salah, Karena pada saat kunci kontak diputar ke posisi ST, plunyer akan tertarik pada saat pull in coil dialiri arus karena posisi plunyer tidak simetris sehingga saat terjadi medan magnet pada pull in coil plunyer akan tertarik dan bergerak mendorong plat kontak menempel sehingga bisa menghubungkan terminal 30 dan terminal C,
    Jadi seharusnya yang terhubung oleh plat adalah terminal 30 dan terminal C.

  180. 5202418035
    Dicky Kuniawan

    8).Test pull in coil menggunakan multi tester tanpa beban
    set multi tester pada skala Ohm,kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C jarum harus bergerak berarti pull in coild dalam keadaan baik.
    Test Hold in Coilmenggunakan multi tester tanpa beban
    hubungkan terminal 50 dengan body atau massa,jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik.

    – Mengukur arus pada kumparan Pull in coil dengan baterai
    Pilih selector ampere pada multitester pasangkan klam positif ke terminal 50 dan klam negatif ke massa, baca hasil pengukuran arus yang masuk ke kumparan pull in coil

    – Mengukur arus pada kumparan Hold in coil dengan baterai
    Pilih selector ampere pada multitester pasangkan klam positif ke terminal C dan terminal negatif ke massa, baca hasil pengukuran arus yang masuk ke hold in coil.

  181. 5202418029
    DIMAS KURNIAWAN

    4.) Salah, yang terjadi sebenarnya yaitu jika kunci kontak di putar pada posisi ST, maka arus dari terminal positif baterai mengalir ke terminal 50 ke kumparan pull in coil yang kemudian diteruskan ke terminal C dan ke massa. Pada saat yang sama arus mengalir dari terminal 50 ke hold in coil ke massa. Menyebabkan terjadinya medan magnet pada pull in coil dan hold in coil.

  182. 5202418029
    DIMAS KURNIAWAN

    5. Salah, karena saat plunger bergerak kekiri gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagin ujung kanan plunger menenpel dengan terminal utama sehingga arus tidak mengalir dari terminal 50 ke pull-in coil dan kemanetan pada pull-in coil menjadi hilang. Untuk mempertahankan posisi plat kontak tetap menempel maka hold-in coil berperan dengan tetap menghasilkan medanmagnet sehingga arus yang besar tetap dapat mengalir ke motor starter lewat plat kontak (motor starter tetap berputar). Kumparan hold-in coil menghubungkan terminal 50 dan bodi solenoid dan berfungsi untuk menahan plunyer sehingga plat kontak tetap dapat menempel dengan terminal utama (menghubungkan terminal 30 dan terminal C). Kesimpulan bahwa Hold in coil tetap menghasilkan medan magnet, karena yg hilang kemagnetanya adalah pull in coil.

  183. 5202418029
    DIMAS KURNIAWAN

    6.) Salah, karena aliran arus yang besar melalui kumparan medan dan armature menyebabkan terjadinya medan magnet yang kuat sehingga motor starter berputar dengan cepat dan menghasilkan tenaga yg besar untuk memutarkan mesin ( Arus yang besar mengalir ke terminal 30 KE plat kontak diteruskan ke terminal C kemudian kekumparan medan)

  184. 5202418016
    Fathan Masruri

    1. Perbedaan kontruksi motor starter tipe konvensional dengan tipe reduksi antara lain:
    – pada motor starter tipe reduksi terdapat gigi reduksi yang dihubungkan pada pinion untuk mereduksi putaran sehingga momen menjadi besar tapi pada starter konvensional tidak melainkan putaran langsung dialirkan ke pinion
    – pada starter tipe reduksi armature dibuat lebih kecil agar putaran bisa lebih tinggi karena gaya kelembaman yang rendah.
    -Motor starter jenis konvensional memiliki starter clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter clutch dari motor starter reduksi memiliki poros yang sejajar dengan magnetic switch (solenoid)
    -Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam kontruksi drive lever, karena letak starter clutch yang seporos dengan magnetic switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong starter clutch ke arah perkaitan Pinion gear dengan ring gear sehingga putaran dari Idle gear diteruskan ke ring gear melalui pinion gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  185. 5202418016
    Fathan Masruri

    2.- Keuntungan starter tipe reduksi yaitu akselerasinya cepat karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.
    – keuntungan yang lain yaitu mempunyai momen yang besar dengan gigi reduksinya akan tetapi tidak perlu membutuhkan baterai yang besar karena armathre dibuat lebih kecil.

    Kerugian starter reduksi yaitu memiliki putaran yang lambat karena putaran dari armature tidak langsung diteruskkan ke pinion gear melainkan memutarkan idle gear terlebih dahulu bertujuan untuk meningkatkan momen

  186. 5202418016
    Fathan Masruri

    3. Pernyataan tersebut salah karena ketika kunci kontak berada pada terminal ST dan arus mengalir sehingga pull in coil bekerja saat itu kontak plate akan tertarik sehingga terhubung dengan terminal 30 dan terminal C bukan terminal 50 dan terminal 30 karena terminal 50 tidak bersinggungan sama sekali dengan contak plate.

  187. 5202418016
    Fathan Masruri

    4. Pernyataan tersebut salah karena pada saat kunci kontak posisi st maka arus mengalir ke kunci kontak, terminal 50, dan bercabang ke pull in coil dan hold in coil, pada hold in coil akan diteruskan ke massa sedangkan pada pull in coil diteruskan ke field coil dan diteruskan ke armature dan sampai ke masa dan pada saat itu arus yang mengalir di pull in coil dan hold in coil searah sehingga keduanya menjadi magnet dan menarik plunyer terhubung ke terminal 30 dan terminal c, sedangkan peristiwa demagnetisasi terjadi ketika starter dimatikan dan arus yang mengalir dari terminal c menuji pull in coil dan hold in coil berlawanan arah.

  188. 5202418016
    Fathan Masruri

    5. Pernyataan tersebut salah karena pada saat gigi pinion masih berkaitan dengan fly wheel arus yang besar mengalir melalui terminal 30 dan terminal c untuk menguatkan putaran armature nah oada saat itu arus di terminal 50 dan terminal c sama sama dari baterai dan tidak ada beda potensial maka pada saat itu yang kemagnetanya hilang adalah pull in coilnya bukan hold in coil karena hold in coil langsung diteruskan ke massa dan kemagnetanya bertujuan untuk menahan plunyer agar tetap menempel pada terminal 30 dan terminal c.

  189. 5202418016
    Fathan Masruri

    6. Pernyataan tersebut salah karena pada saat pinion terhubung maka kontak plate juga terhubung dengan terminal 30 dan terminal c dan arus besar mengalir melalui terminal 30 diteruskan ke terminal c yang selanjutnya diteruskan sampai armature untuk mempercepat putaran, jadi arus besar mengalir melalui terminal 30 dan terminal c bukan pull in coil.

  190. 5202419016
    Fathan Masruri

    7. Pada saat kunci kontak kembali ke posisi IG maka benar pada pull in coil dan hold in coil terjadi demagnetisasi karena arus yang mengalir berlawanan arah. Akan tetapi arus tersebut mengalir bukan melalui terminal 50 melainkan mengalir dari terminal C menuju pull in coil dan hold in coil dengan arah yang berlawanan sehingga terjadi demagnetisasi.

  191. 5202418016
    Fathan Masruri

    8. Untuk mengukur arus pada kumparan pull in coil, arahkan selektor ke posisi amphere meter terlebih dahulu kemudian pasang klam ampere meter positif pada terminal 50 dan pasang klam ampere negatif pada massa (negatif baterai) . Baca hasil arus yang masuk pada kumparan pull in coil.
    Sedangkan untuk mengukur arus pada hold in coil yaitu pasang klam positif ampere meter pada terminal C dan sedangkan klam negatif ampere meter di pasang pada bodi/ massa starter.

  192. 5202418008
    Ikhsan firmansyah

    3.salah
    Karena pada saat kunci kontak posisi ST arus dari baterai mengalir sehingga ada medan magnet yang terjadi pada pull in coil dan hold in coil yang kemudian membuat plat menempel pada terminal 30 dan c,dan bukan terminal 50

  193. 5202418008
    Ikhsan firmansyah

    4.pernyataan diatas salah
    Karena pada saat posisi ST ada arus yang mengalir pada pull in coil dan hold in coil sehingga terjadinya medan magnet bukan demagnetisasi.

  194. 5202418008
    Ikhsan firmansyah

    5.pernyataan di atas salah
    Karena pada saat pinion berkaitan yang kehilangan medan magnet adalah pull in coil karena tidak teraliru oleh arus…dan tegangan pada terminal 50 dan terminal C adalah sama dan itu yg menyebabkan tidak adanya aliran arus yg mengalir pada pull in coil.

  195. 5202418008
    Ikhsan firmansyah

    6. Salah
    Pada saat pinion berkaitan pada tipe reduksi arus yang besar dapat mengalir melalui kedua terminal tersebut sehingga tegangan terminal 50 sama dengan tegangan terminal 30 dan terminal C,dan karena tegangannya sma maka tidak ada arus yang mengalir pada pull in coil sehingga pull in coil kehilangan kemagnetannya.

  196. 5202418008
    Ikhsan firmansyah

    7.Salah
    Pada saat kunci kontak kembali ke posisi ig memang terjadi demagnetisasi pada pull in coil dan hold in coil karena arus yang berlawanan tapi arus itu mengalir buka dari terminal 50,karena pada saat posisi ig arus yg mengalir ke terminal 50 akan terputus.

  197. 5202418008
    Ikhsan firmansyah

    8.cara mengukur arus masuk pada pull in coil dan hold in coil:
    *Pada pull in coil:
    -siapkan multi tester
    -seting multi tester pada skala ohm.
    -kemudian lakukan pengukuran pada terminap 50 dan terminal C jika jarum bergerak maka ada arus yang masuk pada pull in coil dan berarti pull in coil dalam keadaan baik.
    *pada hold in coil:
    -siapkan multi tester.
    -atur selektor pada skala ohm.
    -hubungkan terminal 50 dengan body atau massa,jika jarum bergerak berarti ada arus mengalir pada hold in coil dan hold in coil dalam keadaan baik.

  198. 5202418029
    DIMAS KURNIAWAN

    7.) Salah ,karena saat kunci kontak kembali ke posisi IG (ON), maka terjadi demagnetisasi pada kumparan pull in dan hold in coil karena arus yang berasal dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil berlawanan arah sehingga saling menghilangkan Medan magnet. Saat kunci ON terminal 50 sudah tidak mendapat arus lagi dari kunci kontak.

  199. 5202418029
    DIMAS KURNIAWAN

    8.) Cara mengukur arus yang masuk ke pull in coil dan hold in coil:

    *Pull in coil
    Pilih selector ampere pada multitester pasangkan klam positif ke terminal 50 dan klam negatif ke massa, baca hasil pengukuran arus yang masuk ke kumparan pull in coil.

    *Hold in coil
    Pilih selector ampere pada multitester pasangkan klam positif ke terminal C dan terminal negatif ke massa, baca hasil pengukuran arus yang masuk ke hold in coil.

  200. Nim 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    8.Cara mengukur arus yang masuk ke pull in coil dan hold in coil.test pull in coil menggunakan multi tester set multi tester pada skala ampere, kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C.Jika plunger dan pinion tidak bergerak keluar, ganti magnetic switch atau ganti solenoid artinya gulungan spull pull in coil rusak.

  201. 3. Salah
    Pada saat kunci kontak diputar dalam posisi ST, maka arus dari terminal 30 akan memicu terjadinya pull in coil dan hold in coil dan dalam keadaan tersebut plat kontak hanya akan mengalirkan arus dari Terminal 30 ke Terminal C, jadi terminal 50 tidak ada akan terhubung dengan plat kontak. Dengan begitu bisa dikatakan bahwa yang terhubung dengan plat kontak hanyalah 30 dan C

  202. Nim : 5202418012
    Nama : abdur rohman wahid

    3. Salah
    Pada saat kunci kontak diputar dalam posisi ST, maka arus dari terminal 30 akan memicu terjadinya pull in coil dan hold in coil dan dalam keadaan tersebut plat kontak hanya akan mengalirkan arus dari Terminal 30 ke Terminal C, jadi terminal 50 tidak ada akan terhubung dengan plat kontak. Dengan begitu bisa dikatakan bahwa yang terhubung dengan plat kontak hanyalah 30 dan C

  203. NIM:5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    4. Salah.
    Pada saat ST tidak akan terjadi demagnetisasi karena demagnetisasi hanya terjadi pada saat kunci kontak kembali dari posisi ST ke posisi IG. Dan terjadinya demagnetisasi tidak akan menarik pluyer melainkan mengembalikan posisi plunyer ke posisi semula karena tidak adanya medan magnet akibat perbedaan arah arus di pull in coil dan hold in coil.

  204. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    5. Salah.
    Pada saat gigi pinion terhubung dengan flywheel, akan terjadi kemagnetan hanya pada hold in coil karena terminal C dan 50 memiliki tegangan yang sama. Kemudian hold in coil akan menahan agar arus pada terminal 30 dan 50 terhubung melalui plat kontak.

  205. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    6. Salah,
    Seperti yang disebutkan diatas (nomor 5). Pada saat posisi ini maka tidak ada arus yang tercipta di pull in coil. Sehingga tidak mungkin ada arus besar yang nantinya diteruskan ke medan magnet untuk memutarkan armature.

  206. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    7. Salah
    Pada saat kunci kontak kembali ke posisi IG memang benar akan terjadi demagnetisasi tetapi itu tidak ada hubungannya dengan terminal 50 karena terminal 50 akan mengalirkan arus ketika pada posisi ST. Dengan kata lain arus 50 akan terputus karena kunci kontak sudah pada posisi IG

  207. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    8.
    Pada saat pull in coil
    1. Lepaskan kabel kumparan medan dari T 30
    2. Hubungkan positif baterai ke terminal 50 dan negatif baterai ke terminal C
    3. Gigi pinion harus bergerak maju, jika tidak ganti solenoid

    Pada saat hold in coil
    1. Pada saat gigi pinion maju lepaskan kabel negatif dari C
    2. Gigi pinion harus tetap maju. Jika kembali ke posisi semula maka gantilah solenoid

  208. 5202418015

    1. Perbedaan konstruksi Sistem Starter Reduksi dengan Sistem Starter Konvensional:
    Perbedaanya yaitu Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid) sehingga posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  209. 5202418023

    -Cara untuk mengukur arus pada kumparan pull in coil
    pasang klam ampere meter positif pada terminal 50 dan pasang klam ampere negatif pada massa (negatif baterai) . Baca hasil arus yang masuk pada kumparan pull in coil.
    -Cara untuk mengukur arus pada hold in coil yaitu
    pasang klam positif ampere meter pada terminal C dan sedangkan klam negatif ampere meter di pasang pada bodi/ massa starter

  210. 5202418013

    6. SALAH
    karena pada saat pinion berkaitan maka arus di pull in coil terputus karena kontak plate terhubung dengan terminal 30 dan terminal c, sehingga arus besar mengalir melalui terminal 30 diteruskan ke terminal c yang selanjutnya diteruskan ke armature untuk mempercepat putaran, kesimpulan nya adalah arus besar mengalir melalui terminal 30 dan terminal c bukan pull in coil.

  211. 5202418027

    1. Perbedaanya adalah tipe konvensional memiliki gigi pinion yang terletak satu poros dengan armatur yang berputar sehingga mempunyai kecepatan yang sama. Tuas penggerak (shift folk) dikaitkan dengan plunyer magnetic yang mendorong gigi pinion dan menyebabkan gigi pinion berkaitan dengan gigi flywheel, tapi jika Starter tipe reduksi memakai motor kecil yang berkecepatan tinggi. Starter tipe ini meningkatkan torsi/momen dengan mengurangi kecepatan putaran armatur menggunakan idle gear dengan gear ratio tertentu. Plunyer magnetic switch terletak seporos dengan gigi pinion dan mendorongnya untuk melepas dan menghubungkan dengan gigi flywheel

  212. 5202418013

    7. Demagnetisasi adalah sebuah proses penetralan medan magnet. Dari pernyataan tersebut memang benar terjadi demagnetisasi di pull in coil dan hold in coil karena arah arus berlawanan ini pada saat kunci kontak kembali ke on. Akan tetapi arus yang mengalir bukan dari terminal 50 melainkan di terminal C.

  213. 5202418014
    Setya wardani

    3. Salah sekali itu..karena mekanisme stater konvensional dan reduksi hampir sama karena saat posisi ST yang terhubung dengan plat kontak adalah terminal 30 dan C , bukan terminal 30 dan 50. Saat plat terhubung dengan teminal 30 dan C ,tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50 dan 30, sehingga mengakibatkan arus tidak mengalir dari terminal 50

  214. 5202418013

    8. Cara mengukur arus pada kumparan pull in coil :
    Pilih selector ampere di multimeter dan pasang klam positif ke terminal 50 sedangkan klam negatif ke massa, selanjutnya baca hasil pengukuran arus yang masuk ke kumparan pull in coil.

    *Cara mengukur arus pada kumparan hold in coil
    Pilih selector ampere pada multimeter pasang klam positif ke terminal C sedangkan klam negatif ke massa atau body starter, selanjutnya baca hasil pengukuran arus yang masuk ke hold in coil.

  215. 5202418032

    1. Perbedaan konstruksi motor stater konvensional dan reduksi.
    Konvensional
    – posisi armature sejajar dengan gigi pinion.
    – memiliki putaran yg cepat.
    Reduksi
    – armature tudak langsung terhubung dengan gigi pinion.
    – putarannya lambat.

  216. 5202418015

    2. Keuntungan dan kelemahan motor starter tipe reduksi dan tipe konvensional:
    a. Keuntungan, antara lain:
    1. Putaran yang dihasikan sangat kuat karena memilki idlle gear, yakni akibat pada kontruksi motor starter tipe reduksi, armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion tapi putaran dari armaturenya di reduksikan (diturunkan) oleh idle gear sampai sepertiganya.
    2. Lebih efisien energi

    b. Kelemahannya :
    1. Konstruksinya yang dimiliki motor starter reduksi lebih rumit karena memerlukan tambahan-tambahan gear.
    2. Putaran yang dihasilkan menjadi lambat karena dari putaran armature harus di salurkan ke idle gear atau direduksikan terlebih dahulu oleh idle gear sampai sepertiganya.

  217. 5202418014
    Setya wardani
    4. Pernyataanya salah..karena pada saat posisi ST arus mengalir dari terminal 50 kekumparan pull in coil kemudian terminal 30 terhubung di terminal c . Pada saat yang sama arus juga mengalir dari terminal 50 ke kumparan hold in coil kemudian ke masa . Akibatnya akan terjadi medan magnet pada pull in coil dan hold in coil

  218. 5202418032

    2. Keuntungan dan kerugian tipe reduksi.
    Keuntungan :
    – tipe reduksi memiliki akselerasi yg cepat karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunyer pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunyer.
    Kerugian :
    – tipe reduksi memiliki putaran yang lambat karena putaran dari armature tidak langsung diteruskkan ke pinion gear melainkan memutarkan idle gear terlebih dahulu bertujuan untuk meningkatkan momen.

  219. 5202418014
    Setya wardani
    5. Bayangan saya itu salah dan menurut teori yang saya pelajari dan imajinasikan ..karna saat posisi gigi pinion terhubung dengan fly wheel terminal 30 dan terminal C terhubung sehingga sama besar dengan terminal 50 maka tidak ada arus yang mengalir menyebabkan kemagnetan pull in coil hilang , sedangkan hold in coil tetap di aliri arus sehingga hold-in coil terjadi medan magnet untuk menahan pluyer dan plat kontak tetap menempel.

  220. 522418032

    3. Salah, karena saat kunci kontak berada ada posisi ST dan arus mengalir sehingga pull in coil bekerja saat itu plat kontak akan tertarik sehingga terhubung dengan terminal 30 dan terminal C bukan terminal 50 dan terminal 30 karena terminal 50 tidak bersinggungan sama sekali dengan plat kontak.

  221. 6. Benar,dikarenakan pull in coil terputus serta posisi plat yang menempel pada terminal 30 dan terminal C, mengakibatkan arus besar dari baterai yang melalui terminal 30 dan terhubung dengan terminal C, setelah arus tersebut melewati terminal C akan langsung terhubung ke kumparan medan dan armature

  222. 5202418027

    7.Demagnetisasi terjadi karena saat kunci kontak kembali pada posisi ig aliran arus yang mengalir dari terminal C ke kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil arahnya berlawanan dan medan magnetnya berlawanan juga arah kutubnya sehingga saling menghiangkan medan magnetnya

  223. 5202418014
    Setya wardani
    7. Benar demikian karena saat kunci kontak kembali ke ig…arus mengalir dari terminal 30 ke terminal c..dan menyebabkan arus berlawanan arah di hold in coil dan pull in coil.sehingga plunyer kembali ke posisi semula akibaat penetralan kemagnetan yang di bantu pegas untuk mendorongan

  224. 5202418015

    3. Salah, karena pada saat kunci kontak berada pada terminal ST arus dari baterai menuju ke terminal 50 menuju pull in coil dan hold in coil sehingga timbul kemagnetan yang mendorong plunyer sehingga kontak plate akan tertarik jadi terminal 30 dan terminal C akan terhubung, sedangkan terminal 50 tidak terhubung dengan kontak plat.

  225. 5202418014
    Setya wardani
    8. Baik saya akan bantu si slamet.. langlah pertama slamet harus memiliki multi tester jika belum punya harus beli..karena kalo tidak beli nanti di bisa melakukan pengukuran arus.
    Berikutnya slamet harus niat dan tau SOPnya
    Kemuadian Cara mengukur arus pada kumparan pull in coil :
    Pilih selector ampere di multimeter dan pasang klam positif ke terminal 50 sedangkan klam negatif ke massa, selanjutnya baca hasil pengukuran arus yang masuk ke kumparan pull in coil.

    *Cara mengukur arus pada kumparan hold in coil
    Pilih selector ampere pada multimeter pasang klam positif ke terminal C sedangkan klam negatif ke massa atau body starter, selanjutnya baca hasil pengukuran arus yang masuk ke hold in coil.
    Semoga slamet bisa ya …

  226. 5202418027

    8.Sebelum memeriksa lepas dahulu kabel terminal C dan siapkan tiga kabel untuk menghubungkan dengan baterai langkah pertama hubungkan kabel terminal 50 dengan positif baterai lalu hubungkan secara bersamaan kabel terminal C dan body, pada posisi ini roda gigi pinion dan plunyer maju kedepan di sebut pull in coil, setelah itu lepas kabel yang menghubungkan terminal C,pada posisi inni roda gigi pinion dan plunyer harus tetap tertahan,jika pinion tetap berarti hold in coil baik kemudian lepas kabel yang menghubungkan body atau massa dan pinion beserta plunyer dalam keadaan baik

  227. 5202418032

    4. Salah karena saat kunci kontak berada di posisi ST arus mengalir ke kunci kontak, terminal 50, pull in coil dan hold in coil. Arus dari hold in coil akan diteruskan ke massa sedangkan dari pull in coil akan diteruskan ke field coil, armature dan massa. Pada saat itu juga arus yang mengalir di pull in coil dan hold in coil searah sehingga keduanya menjadi magnet dan menarik plunyer terhubung ke terminal 30 dan terminal C, sedangkan peristiwa demagnetisasi terjadi ketika starter dimatikan dan arus yang mengalir dari terminal C menuju pull in coil dan hold in coil berlawanan arah.

  228. 5202418015

    4. Salah. Karena proses Demagnetisasi merupakan proses penetralan/hilangnya medan magnet karena perbedaan arah arus di pull in coil dan di hold in coil pada saat kunci kontak kembali ke posisi on. Jadi pada kondisi ini malah ada kemagnetan karena arus yang mengalir menuju pull in coil dan hold in coil arah arusnya searah, sehingga timbulah kemagnetan sehingga plunyer tertarik ke kanan karena posisinya tidak simetris dan mengakibatkan kontak plat terhubung di terminal 30 dan terminal C.

  229. 5202418032

    5. Salah karena saat gigi pinion berkaitan dengan fly wheel arus yang besar mengalir melalui terminal 30 dan terminal c untuk menguatkan putaran armatur. Pada saat itu juga arus di terminal 50 dan terminal C sama sama dari baterai dan tidak ada beda potensial maka pada saat itu yang kemagnetanya hilang adalah pull in coilnya bukan hold in coil karena hold in coil langsung diteruskan ke massa dan kemagnetanya bertujuan untuk menahan plunyer agar tetap menempel pada terminal 30 dan terminal C.

  230. 5202418010

    8. Hubungkan battery dan ampere meter atau tang Amper ke kabel Positif menuju starter (terminal 50 dan 30).

    Periksa apakah motor starter berputar lembut dan benar dengan pinion bergerak ke luar.

    Periksa apakah penunjukkan arus ampere meter sesuai spesifikasi daya Motor Starter. Saat dilakukan pengukuran arus listrik motor starter tanpa beban, semestinya arus listrik berada disekitar 75 Ampere. Ini berbeda jika pengukuran arus listrik dilakukan saat motor starter memutar mesin (cranking), arus listrik bisa lebih besar berkisar 100 sampai 120 Ampere.
    #Cara mengukur arus pada kumparan pull in coil :
    Pilih selector ampere di multimeter dan pasang klam positif ke terminal 50 sedangkan klam negatif ke massa, selanjutnya baca hasil pengukuran arus yang masuk ke kumparan pull in coil.

    #Cara mengukur arus pada kumparan hold in coil
    Pilih selector ampere pada multimeter pasang klam positif ke terminal C sedangkan klam negatif ke massa atau body starter, selanjutnya baca hasil pengukuran arus yang masuk ke hold in coil.

  231. 5202418039
    5) Salah, karena pada kumparan hold in coil malah tumbuh medan magnet sedangkan pada kumparan pull in coil tidak ada.
    Pd saat plunyer bergerak kekiri maka gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak, pada bagian ujung kanan plunger menempel dengan terminal c dan 30 sehingga arus tidak mengalir dari terminal 50 ke pull-in coil dan kemanetan pada pull-in coil menjadi hilang. Untuk mempertahankan posisi plat kontak tetap menempel maka hold-in coil berperan dengan tetap menghasilkan medanmagnet sehingga arus yang besar tetap dapat mengalir ke motor starter lewat plat kontak. Kumparan hold-in coil menghubungkan terminal 50 dan bodi solenoid dan berfungsi untuk menahan plunyer sehingga plat kontak tetap dapat menempel dengan terminal utama.

  232. 5202418015

    5. Salah, pada saat pinion gear berkaitan di hold in coil masih ada arus yang mengalir dan ada kemagnetan yang fungsinya untuk menahan plat kontak tetap bersinggungan dengan terminal 30 dan terminal C sehingga arus dari baterai mengalir ke terminal terminal 30 ke terminal C menuju kumparan medan. Dan Pull in coil sudah tidak ada arus/ beda potensial sehingga tidak ada kemagnetan di kumparan tersebut

  233. 5202418032

    6. Salah, karena saat gigi pinion terhubung dengan fly while maka plat kontak juga terhubung dengan terminal 30 dan terminal C. Sehingga ada arus yg mengalir melalui terminal 30 dan terminal C yang selanjutnya diteruskan sampai armatur untuk mempercepat putaran.

  234. 5202418039
    6) Salah, karena arus besar menglir ke terminal 30 lalu ke plat kontak dan diteruskan ke terminal c kemudian ke armature sehingga menyebabkan terjadinya medan magnet yang kuat sehingga motor starter berputar dengan cepat dan menghasilkan tenaga yg besar untuk memutarkan fly wheel.

  235. 5202418015

    6. Salah, pada saat pinion gear berkaitan dengan fly wheel arus besar dari baterai mengalir ke terminal 30 ke terminal C lalu ke kumparan medan armature sehingga motor starter berputar cepat. Sedangkan kumparan dan pull in coil disini hanya menarik plunyer supaya pinion dapat berkaitan dengan fly wheel, Pull in coil sudah terputus, karena antara terminal 50 dan terminal C sudah tidak terhubung lagi

  236. 5202418032

    7. Benar, karena saat kunci kontak kembali ke posisi IG / ON pada pull in coil dan hold in coil terjadi demagnetisasi karena arus yang mengalir berlawanan arah. Arus tersebut mengalir dari terminal C menuju pull in coil dan hold in coil dengan arah yang berlawanan sehingga terjadi demagnetisasi.

  237. 5202418015

    7. Salah, pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON/IG memang terjadi demagnetisasi pada pull in coil dan hold in coil dikarenakan arus yang mengalir di keduanya berlawanan arah. Namun pada saat ini arus yang mengalir bukan melalui terminal 50, arus dari terminal 50 terputus, sedangkan arus dari terminal 30 masih mengalir dan terhubung ke terminal C lalu menuju pull in coil dan hold in coil dengan arah arus yang berlawanan arah lalu menuju ke massa,maka pada kondisi tersebut terjadilah proses demagnetisasi.

  238. 5202418032

    8. Cara mengukur arus yang masuk ke pull in coil dan hold in coil :

    – Pull in coil.
    Posisikan selector pada ampere meter lalu pasangkan klam (+) ke terminal 50 dan klam (-) ke massa, baca hasil pengukuran arus yang masuk ke kumparan pull in coil.
    – Hold in coil.
    Posisikan selector pada ampere meter lalu pasangkan klam (+) ke terminal C dan klam (-) ke massa, baca hasil pengukuran arus yang masuk ke hold in coil.

  239. NIM:5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul iman
    8.) Cara mengukur arus yang masuk ke pull in coil dan hold in coil.test pull in coil menggunakan multi tester set multi tester pada skala ampere, kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C.Jika plunger dan pinion tidak bergerak keluar, ganti magnetic switch atau ganti solenoid artinya gulungan spull pull in coil rusak.

  240. 5202418015

    8. 1.Pertama tes cara kerja Pull in coil:
    a. Hubungkan battery ke magnetic switch seperti ditunjukkan gambar dibawah.
    b. Periksa apakah plunger dan gear pinion keluar.
    c. Jika plunger dan pinion tidak bergerak keluar, ganti magnetic switch atau ganti solenoid artinya gulungan spull pull in coil rusak.
    2. Test kerja Hold in Coil
    a. Ketika dihubungkan seperti di atas dengan plunger keluar, kemudian lepas
    b. kabel negatif dari terminal “C”.
    c. Periksa apakah plunger dan pinion masih di luar atau apakah kembali kedalam.
    d. Jika plunger dan pinion kembali ke dalam, ganti magnetic switch, hal ini artinya gulungan pada Hold-in Coil rusak.
    3. a. Mengukur Arus pada kumparan pull in coil, arahkan selektor ke posisi amphere meter terlebih dahulu kemudian pasang klem ampere meter positif pada terminal 50 dan pasang klem ampere negatif pada massa (negatif baterai) . Baca hasil arus yang masuk pada kumparan pull in coil.
    b. Mengukur arus pada hold in coil yaitu pilih selector ampere pada multitester pasangkan klem positif ke terminal C dan terminal negatif ke massa, baca hasil pengukuran arus yang masuk ke hold in coil.

  241. 5202418024

    5. salah karena pada saat roda gigi pinion berkaitan arus dari terminal 50 tidak mengalir. maka pull in coil tidak dialiri arus. pada saat ini akan memasuki proses demagnetisasi karena posisi terminal 50 dan c tidak ada beda potensial

  242. 5202418024

    6. salah karen plat kontak menghubungkan terminal 30 dan c. maka arus dari baterai mengalir menuju terminal 30 kemudian ke terminal c diteruskan ke kumparan medan dan selanjutnya ke massa

  243. 5202418024

    7. benar, karena terminal 50 tidak akan mendapatkan lagi arus listrik dari kunci kontak. maka arus dari baterai mengalir ke terminsl 30 -> plat kontak -> terminal C -> pull in coil -> hold in coil -> massa. maka pull in coil dan hold in coil menghasilkan medan magnet namun arahnya berlawanan.

  244. 5202418024

    8. mengetes pull in coil : 1. lepas kump. medan dari terminal c. 2. hubungkan positif baterai ke terminal 50 dan negatif baterai ke terminal c dan bodi. 3 gigi pinion harus bergerak maju, jika tidak bergerak ganti selenoid

    mengetes hold in coil : pada saat gigi pinion maju, lepaskan kabel negatif dari terminal c. gigi pinion harus tetap maju. jika tidak ganti selenoid

  245. 5202418039
    6) Salah, pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON/IG memang terjadi demagnetisasi pada pull in coil dan hold in coil dikarenakan arus yang mengalir berlawanan arah. Tetapi arus yang mengalir bukan ke terminal 50 karena arus di terminal 50 terputus, sedangkan arus di terminal 30 masih terhubung ke terminal C melalui plunyer lalu menuju pull in coil dan hold in coil dengan arah arus yang berlawanan arah lalu menuju ke massa sehingga terjadilah proses demagnetisasi.

  246. 5202418039
    7) Salah, pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON/IG memang terjadi demagnetisasi pada pull in coil dan hold in coil dikarenakan arus yang mengalir berlawanan arah. Tetapi arus yang mengalir bukan ke terminal 50 karena arus di terminal 50 terputus, sedangkan arus di terminal 30 masih terhubung ke terminal C melalui plunyer lalu menuju pull in coil dan hold in coil dengan arah arus yang berlawanan arah lalu menuju ke massa sehingga terjadilah proses demagnetisasi

  247. 5202418039
    8) pull on coil
    1.test pull in coil menggunakan multi tester
    set multi tester pada skala Ohm,
    2.kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C jarum harus bergerak berarti pull in coild dalam keadaan baik.
    Hold in coil
    1.test hold in coil menggunakan multi tester.
    2.hubungkan terminal 50 dengan body atau massa,jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik.
    3.Test kembalinya plunyer dengan menekandan harus kembali dengan lembut maka plunyer dalam keadaan baik.

  248. 5202418027

    2.Keuntugannya adalah kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturnya tidak seporos dengan gigi pinion tetapi putaran dari armaturnya direduksikan (diturunkan) oleh idle gear hingga sepertiganya. Maka putaran yang dihasikan menjadi lebih kuat karena terjadi peningkatan torsi akibat proses reduksi, sedangkan kerugiannya adalah karena putaran armaturnya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak secepat seperti pada motor starter tipe konvensional

  249. 4. Salah, karena ketika posisi ST arus mengalir dari terminal 50 menuju kumparan pull in coil dan terminal 30 terhubung di terminal C, disaat yang sama arus juga mengalir dari terminal 50 menuju kumparan hold in coil selanjutnya menuju masa maka akibatnya akan terjadi medan magnet pada pull in coil dan hold in coil

  250. 5202418027

    3.Salah, saat kunci kontak pada posisi ST maka plat hanya menempel di terminal 30 dan terminal C, saat posisi ST ars dari baterai mengalir melewati terminal 50 menuju pull in coil dan hold in coil sehingga terjadi kemagnetan yang membuat plunger menempel pada 30 dan terminal C, karena tidak terjadi potensial mka arus yang mengalir ke pull in coil terputus, sedangkan arus pada terminal C melewati kumparan medan untuk memutar armature

  251. 5202418027

    4. Salah, karena ketika posisi ST arus mengalir dari terminal 50 menuju kumparan pull in coil dan terminal 30 terhubung di terminal C, disaat yang sama arus juga mengalir dari terminal 50 menuju kumparan hold in coil selanjutnya menuju masa maka akibatnya akan terjadi medan magnet pada pull in coil dan hold in coil

  252. 5202418027

    5.Salah, karena saat gigi pinion berkitan tidak timbul medan magnet, di pull in coil ketika terminal 50 dan terminal C memiliki tegangan sama tidak ada arus dan kemagnetan pada kumparannya hilang sedangkan hold in coil teteap bekerja agar terminak 30 dan terminal Ctetap menempel dengan kontak plat

  253. 5202418026

    2). Berikut merupakan kerugian dan kelebihan dari sistem starter jenis reduksi :
    -KELEBIHAN
    Kontruksi dari jenis motor starter reduksi, armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion tapi putaran dari armaturenya di reduksikan (diturunkan) oleh idle gear sampai sepertiganya. Maka putaran yang dihaslkan sangat kuat karena memilki idlle gear.

    -KERUGIAN
    Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak cepat seperti pada motor starter tipe konvensional.

  254. 5202418026

    1). a) Motor starter konvensional:
    -Motor Starter Konvensional memiliki letak
    Armature yang sejajar dengan Pinion Gear.
    – Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan.
    – Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear.
    -Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak).
    b) Motor starter reduksi:
    -sistem starter reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.
    – Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    – letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    -Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  255. 5202418026

    3). Tidak benar.
    karena pada saat posisi ST yang berhubungan adalah terminal 50 dan terminal C bukan 30. dengan aliran arusnya sebagai berikut :
    Arus dari baterai -> kunci kontak -> terminal 50 pada solenoid -> kumparan pull in coil -> Terminal C -> kumparan medan (field coil) -> sikat positif -> komutator -> kumparan armatur -> komutator sikat negatif -> massa -> (terbentuk medan magnet pada pull-in coil).

  256. 5202418026

    4).salah.
    ketika posisi kunci kontak di ST arus yang mengalir dari terminal 50 menuju kumparan pull in coil kemudian terminal 30 terhubung di terminal C. Pada saat yang sama juga arus mengalir dari terminal 50 ke kumparan hold in coil kemudian ke massa (ground) . Akibatnya akan terjadi medan magnet pada pull in coil dan hold in coil.

  257. 5202418026

    5). Salah ,
    saat plat kontak terhubung dengan kumparan C dan 30 maka, terminal 50 yg mempunyai tegangan sama dengan terminal C tidak mengalirkan arus ke kumparan pull in coil namun hold in coil, mengahasilkan kemagnetan untuk mempertahankan posisi.

  258. 5202418026

    6).Tidak benar.
    pada saat pinion berhubungan dengan fly wheel arus besar mengalir dari 30 ke terminal C dan diteruskan ke field coil sehingga bisa berputar dengan kencang.
    Pull in coil hanya menarik plunyer supaya pinion dapat berhubungan dengan fly wheel.

  259. 5202418026.
    7).Salah, pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON/IG memang terjadi demagnetisasi pada pull in coil dan hold in coil dikarenakan arus yang mengalir di keduanya berlawanan arah. Namun pada saat ini arus yang mengalir bukan melalui terminal 50, arus dari terminal 50 terputus, sedangkan arus dari terminal 30 masih mengalir dan terhubung ke terminal C lalu menuju pull in coil dan hold in coil dengan arah arus yang berlawanan arah lalu menuju ke massa,maka pada kondisi tersebut terjadilah proses demagnetisasi.

  260. 5202418026.
    8).mengetes pull in coil : 1) lepas kumparan medan dari terminal c. 2) hubungkan positif baterai ke terminal 50 dan negatif baterai ke terminal c dan bodi. 3). gigi pinion harus bergerak maju, jika tidak bergerak ganti selenoid

    mengetes hold in coil : pada saat gigi pinion maju, lepaskan kabel negatif dari terminal c. gigi pinion harus tetap maju. jika tidak ganti selenoid

  261. 5202418028
    1. Perbedaanya pada motor starter konvensional putaran dari armature disalurkan ke gigi pinion, sedangkan pada starter reduksi, putaran armature disalurkan ke gigi reduksi dan menyebabkan momen puntir yang besar

  262. 5202418028
    2. Kelebihan motor starter adalah dengan dinensi yang kecil dapat menghasilkan putaran yang cepat dan tenaga yang besar

  263. 5202418028
    3. Salah, karena pada saat kunci kontak pada ST maka plat kontak akan menepel pada terminal C dan 30, arus besar dari baterai akan melewati kedua terminal tsb dan tegangan pd terminal 50 akan sama debgan tegangan terminal 30 dan terminal C

  264. 5202418028
    4. Salah, karena aliran arus yg melewati pull in coil dan hold in coil menyebabkan kemagnetan, dan juga karena letak pluyer yg tidak sejajar menyebabkan plunyer tertarik ke arah yg sejajar dengan pull in dan hold in coil

  265. 5202418028
    5. Salah, karena ketika pinion terhubung dengan flywheel terminal 50dan terminal C memiliki beda potensial yg sama sehingga tidak ada arus yg melewatinya, sedangkan hold in coil tetap terjadi kemagnetan karena arus tetap mengalir

  266. 5202418028
    7. Pada saat kunci kontak pada posisi on maka arus mengalir melalui terminal C ke pull in coil dan hold in coil yang arahnya berlawanan dan medan magnet yg dihasilkan pun berlawanan sehingga terjadi demagnetisasi

  267. 5202418028
    8.~ Cara mengukur arus masuk pada pull in coil yaitu hubungakan baterai ke magnetic switch, periksa apakah plunger dan gear pinion keluar atau tidak, jika tidak keluar maka pull in coil rusak
    ~Cara mengukur arus pada hold in coil yaitu lepas kabel negatif pada terminal C periksa apakah pinion masih berada di luar atau tidak, jika pinion kembali ke dalam berarti hold in coil rusak

  268. 5202418010
    1. Perbedaan sistem stater konvensional dan sistem stater reduksi.
    Motor stater konvensional putaran diteruskan langsung ke pinion namun berbeda dengan reduksi yang putaran nya harus direduksi kan ke idle gear terlebih dahuku. Sistem stater Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.

    Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid)
    letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung.

  269. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    1.Perbedaan konstruksi antara motor starter tipe reduksi dan konvensional
    -motor starter tipe reduksi kontruksinya lebih kompleks dimana pada tipe reduksi memiliki 3 gigi tambahan yang berfungsi mereduksi putaran, sedangkan tipe konvensional tidak ada gigi tambahan.
    -Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan, memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.

  270. 5202418010
    2. Keuntungan dan kerugian sistem stater reduksi.Mempunyai keuntungan yaitu kemampuan putarnya lebih cepat, tenaga yang dihasilkan lebih besar dengan dimensi motor stater yang lebih kecil. Motor stater ini mereduksi putaran armatur dengan sistem penurunan putaran berupa roda gigi. Karena diprediksikan maka putarannya tidak secepat tipe konvensional.

  271. 5202418010
    3. Tidak benar ,karena sistem nya hampir sama dengan tipe konvensional dimana saat kunci kontak dalam posisi ST maka plat kontak akan menghubungkan terminal 30 dan C..

  272. 5202418010
    4. Tidak benar ,karena saat kunci kontak posisi ST maka kumparan pull in dan hold in akan terjadi kemagnetan sehingga menarik plunyer menempel kan plat kontak dengan terminal 30 dan C. Terjadinya demagnetisasi karena kunci kontak dilepas dan posisi on(Ig) dimana arus tidak mengalir ke terminal 50. Namun sesaat arus dari C mengalir ke pull in dan hold in yang arahnya berlawan nan sehingga saling menghilangkan kemagnetan.

  273. 5202418010
    5. Tidak benar ,karena saat berkaitan hold in coil bekerja agar posisi plunyer dan pinion tetap agar arus tetap mengalir dan putaran dapat diteruskan ke flywheel. S
    Saat plat terhubung terminal 30 dan terminal C ,tegangan terminal C sama dengan 30 dan 50 sehingga kemagnetan pull in coil menjadi hilang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here