TEORI KELISTRIKAN OTOMOTIF (KAMIS)

238
1774

Untuk pembelajaran hari ini, pelajari lebih lanjut materi tentang system starter reduksi pada buku dan materi ajar yang sudah diberikan, kemudian diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Jelaskan perbedaan rangkaian antara motor starter tipe reduksi dan konvensional.
  2. Jelaskan bagaimana motor starter tipe reduksi ukuran armaturnya kecil tetapi memiliki torsi yang besar.
  3. Pelajari cara kerja system starter reduksi. Jika kunci kontak diputar ke posisi IG, maka plat kontak akan menempel ke terminal 50 dan 30. Benarkah pernyataan tersebut? Jelaskan.
  4. Jika kunci kembali ke posisi IG, maka akan terjadi demagnetisasi pada kumparan pull dan hold in coil sehingga plunyer dapat bergerak mendorong plat kontak menempel. Benarkah pernyataan tersebut? Mengapa?
  5. Pada saat pinion berkaitan pada model reduksi, maka medan magnet pada pull in coil hilang karena arus ke terminal 50 hilang. Benarkah pernyataan tersebut? Mengapa?
  6. Pada saat pinion berkaitan (pada tipe reduksi), maka arus yang besar akan mengalir ke hold in coil dan disalurkan ke kumparan medan sehingga motor starter berputar kencang. Benarkah pernyataan tersebut? Mengapa?
  7. Pada saat kunci kontak kembali ke posisi IG (ON), maka terjadi demagnetisasi pada kumparan pull in dan hold in coil karena arus dari terminal 50 mengalir ke pull dan hold in coil dalam arah yang sama. Benarkah pernyataan tersebut? Mengapa?
  8. Jika si Slamet ingin mengukur tegangan yang bekerja pada pull in coil dan hold in coil, bagaimana caranya? Tolong bantu penjelasan cara mengukur arus tersebut kepada si Slamet.

Silakan diskusikan dengan teman-teman dan jawaban bisa ditulis di dalam kolom komentar. Perlu diperhatikan: 1) jawaban diawali dengan menuliskan NIM dan setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) meskipun hasil diskusi bersama, 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim/posting), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). Jawaban ditunggu sampai hari ini Kamis, 12 September 2019 pukul 13.00 sesuai jam pembelajaran. Selamat berdiskusi (DW).

238 COMMENTS

  1. NIM 5202418067

    1. Perbedaan rangkaian motor starter tipe konvensional dengan reduksi yaitu:
    Motor Starter Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear.
    Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

    • Nim : 5202418058

      Perbedaan rangkaian motor starter tipe reduksi dengan konvensional yaitu
      a. Tipe konvensional, bekerja secara konvensional tanpa adanya reduksi roda gigi. Hasilnya, moment yang dihasilkan juga kurang besar dibandingkan dengan jenis starter lain. Kelebihan starter ini memiliki konstruksi yang lebih sederhana.Konstruksi pada starter konvensional memiliki poros armature yang langsung tersambung dengan gigi pinion. Gigi ini dapat bergerak maju dan mundur agar bisa lepas dan terkait dengan fly wheel
      b. Tipe reduksi, Sistem starter reduksi memiliki bentuk yang lebih kecil dengan moment putaran yang dihasilkan cukup besar. Sesuai dengan namanya, motor starter reduksi akan mereduksi putaran yang dihasilkan oleh armature coil melalui reverse gear. Sehingga RPM output pada gigi pinion menjadi lebih lambat namun memiliki moment cukup kuat. Tipe ini banyak digunakan pada sistem starter mesin diesel.

      Walau memiliki volume lebih kecil, komponen didalam sistem ini cukup kompleks. Poros armature tidak langsung dikaitkan dengan pinion gear, tapi akan melewati reverse gear dan starter clutch. Kopling ini akan mengamankan poros armature agar tidak berputar secara berlebihan. Sementara untuk cara kerjanya, sistem ini secara umum sama dengan tipe konvensional.

  2. NIM 5202418067

    2. Motor Starter Reduksi memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut. Iulah yang menyebabkan motor starter ini memiliki torsi yang besar.

  3. NIM 5202418067

    3. pernyataan tersebut SALAH.
    Karena Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:

    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.

  4. NIM 5202418067

    4. Pernyataannya SALAH.
    karena Akibatnya tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C, sehingga  arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  5. NIM 5202418067

    5. Pernyataan tersebut BENAR.
    Karena Pada keadaan ini terminal 50 sama dengan di terminal 30 dan termnal C, karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil, sehinga kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  6. NIM 5202418067

    6. Pernyataan tersebut BENAR.
    Karena arus dari baterai mengalir ke terminal 50 >, kumparan hold in coil  >, massa >  (terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil). Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 > plat kontak > terminal C > kumparan medan, > sikat positif, > komutator,> kumparan armatur ,> komutator, > sikat negatif ,> massa, (terbentuk medan magnet yan sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armatur sehingga motor starter berputar). Aliran arus yang besar melalui kumparan medan dan kumparan armatur menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan menghasilkan tenaga yang besar untuk memutarkan mesin.

  7. NIM 5202418067

    7. Pernyataan tersebut SALAH.
    karena arus dari baterai mengalir ke terminal 30 > kemudian ke plat kontak > terminal C > kumparan  pull in coil, >  kumparan  hold in coil > massa, (kumparan pull in coil  dan kumparan  hold in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan. Dijelaskan bahwa aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil  arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.

    • NIM 5202418067

      8. Dapat dilakukan dengan dua cara pertama dengan menggunakan multi tester dan cara yang kedua dengan menggunakan baterai.
      -Cara pertama
      a. test pull in coil menggunakan multi tester.
      #set multi tester pada skala Ohm,kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C jarum harus bergerak berarti pull in coild dalam keadaan baik.
      b. test hold in coil menggunakan multi tester.
      # hubungkan terminal 50 dengan body atau massa,jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik.

      -Cara kedua dengan menggunakan baterai
      Sebelum memeriksa lepas dahulu kabel terminal C,dan siapkan tiga kabel untuk menghubungkan dengan baterai.

      a. Test pull in dan hold in coil
      #Sebelum melakukan test ini pahami dahulu caranya, baru melakukan pengtesan dan test ini dilakukan hanya beberapa detik.
      #hubungkan kabel terminal 50 dengan positif baterai
      #hubungkan secara bersamaan kabel terminal C dan body
      #pada posisi ini roda gigi pinion dan plunyer maju kedepan di sebut pull in coil
      #setelah itu lepas kabel yang menghubungkan terminal C,pada  posisi ini roda gigi pinion dan plunyer harus tetap tertahan, jika pinion tetap berarti hold in coil baik.
      #kemudian lepas kabel yang menghubungkan body atau massa dan pinion beserta plunyer dalam keadaan baik.
      #kemudian lakukan test tanpa beban dengan menggunakan 3 kabel hubungkan terminal 30 dengan positif baterai,terminal negatif dengan terminal negatif,selanjutnya hubungkan terminal 50 dengan baterai positif.

  8. NIM:5202418053

    1.Perbedaan Motor stater konvesional dengan motor stater reduksi.
    Motor Starter Konvensional dengan Motor Starter Reduksi memiliki perbedaan utama, diantaranya yaitu :
    *Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan starter reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.
    *Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    *Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid). Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak).
    *Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  9. NIM : 5202418074

    -Tipe Konvensional
    Tipe konvensional memiliki gigi pinion yang terletak satu poros dengan armatur yang berputar sehingga mempunyai kecepatan yang sama. Tuas penggerak (shift folk) dikaitkan dengan plunyer magnetic yang mendorong gigi pinion dan menyebabkan gigi pinion berkaitan dengan gigi flywheel.

    -Tipe Reduksi
    Starter tipe reduksi memakai motor kecil yang berkecepatan tinggi. Starter tipe ini meningkatkan torsi/momen dengan mengurangi kecepatan putaran armatur menggunakan idle gear dengan gear ratio tertentu. Plunyer magnetic switch terletak seporos dengan gigi pinion dan mendorongnya untuk melepas dan menghubungkan dengan gigi flywheel.

  10. 5202418074
    2. Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturnya tidak seporos dengan gigi pinion tetapi putaran dari armaturnya direduksikan (diturunkan) oleh idle gear hingga sepertiganya. Maka putaran yang dihasikan menjadi lebih kuat karena terjadi peningkatan torsi akibat proses reduksi.

  11. NIM:5202418053

    2. Starter tipe reduksi memakai motor kecil yang berkecepatan tinggi. Starter tipe ini meningkatkan torsi/momen dengan mengurangi kecepatan putaran armatur menggunakan idle gear dengan gear ratio tertentu. Plunyer magnetic switch terletak seporos dengan gigi pinion dan mendorongnya untuk melepas dan menghubungkan dengan gigi flywheel. Konstruksi pada motor starter tipe reduksi armaturnya tidak seporos dengan gigi pinion tetapi putaran dari armaturnya direduksikan (diturunkan) oleh idle gear hingga sepertiganya. Maka putaran yang dihasikan menjadi lebih kuat karena terjadi peningkatan torsi akibat proses reduksi.

  12. NIM 5202418063
    1. Motor Starter Konvensional dengan Motor Starter Reduksi memiliki perbedaan utama, diantaranya yaitu :
    o Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran
    o Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    o Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).

  13. 5202418052

    1. Perbedaan Motor Starter Konvensional dan Reduksi.

    Motor.starter konvensional
    – Memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi.
    – Memiliki putaran yg sangat cepat sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan.
    – Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature. Sedangkan

    Motor starter tipe reduksi
    – Tipe reduksi putaran dari Armaturenya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.
    – Memiliki putaran yang lambat
    – Memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).

  14. NIM 5202418065

    Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran
    Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).

  15. NIM:5202418063
    2. Starter tipe reduksi memakai yang kecil namun berkecepatan tinggi. Starter tipe ini meningkatkan torsi/momen dengan mengurangi kecepatan putaran armatur menggunakan idle gear dengan gear ratio tertentu. Plunyer magnetic switch terletak seporos dengan gigi pinion dan mendorongnya untuk melepas dan menghubungkan dengan gigi flywheel. Konstruksi pada motor starter tipe reduksi armaturnya tidak seporos dengan gigi pinion tetapi putaran dari armaturnya direduksikan (diturunkan) oleh idle gear hingga sepertiganya. Maka putaran yang dihasikan menjadi lebih kuat karena terjadi peningkatan torsi akibat proses reduksi.

  16. 5202418059
    No. 1
    Tipe starter konvensional memiliki gigi pinion yang terletak satu poros dengan armatur yang berputar sehingga mempunyai kecepatan yang sama. Tuas shift folk dikaitkan dengan plunyer magnetic yang mendorong gigi pinion dan menyebabkan gigi pinion berkaitan dengan gigi flywheel
    Starter tipe reduksi memakai motor kecil yang berkecepatan tinggi. Starter tipe ini meningkatkan torsi dengan mengurangi kecepatan putaran armatur menggunakan idle gear dengan gear ratio tertentu. Plunyer magnetic switch terletak seporos dengan gigi pinion dan mendorongnya untuk melepas dan menghubungkan gigi pinion dengan gigi flywheel.

  17. 5252418059
    No 2
    Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturnya tidak seporos dengan gigi pinion tetapi putaran dari armaturnya direduksikan oleh idle gear hingga sepertiganya Maka putaran yang dihasikan menjadi lebih kuat karena terjadi peningkatan torsi akibat proses reduksi.

  18. NIM : 5202418057

    No 1. Perbedaan rangkaian antara motor starter tipe reduksi dan konvensional yaitu , Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  19. 5202418074
    3. Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  20. NIM 5202418049
    1. Perbedaan antara sistem starter konvensional dan reduksi antara lain yaitu :

    A. Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.

    B. Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.

    C. Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).

    D. Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger

  21. 5202418065

    2. Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturnya tidak seporos dengan gigi pinion tetapi putaran dari armaturnya direduksikan (diturunkan) oleh idle gear hingga sepertiganya. Maka putaran yang dihasikan menjadi lebih kuat karena terjadi peningkatan torsi akibat proses reduksi.

  22. 5202418052

    2. Hal ini disebabkan karena Motor starter reduksi memiliki bentuk yang lebih kecil dan leibh cepat putarannya. Selain itu juga model ini dapat menghasilkan gaya putar yang lebih kuat, karena memakai idle gear. Dengan idle gear tersebut, gaya rotasi dari anker diperlambat sampai sepertiga agar dapat menghasilkan momen puntir yang lebih kuat pada pinion gear, walaupun bentuk motor starternya lebih kecil.

  23. 5202418065

    3. SALAH.
    Karena Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:

    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.

  24. 5202418065

    4. SALAH.
    karena Akibatnya tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C, sehingga arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar

  25. 5202418065

    5. BENAR.
    Karena Pada keadaan ini terminal 50 sama dengan di terminal 30 dan termnal C, karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil, sehinga kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  26. 5202418052

    3. Salah. Karena terminal 50 tidak mendapatkan arus. Apabila mesin sudah hidup, armature akan diputarkan oleh ring gear, sehingga clutch berputar bebas dan mencegah armature berputar pada kecepatan tinggi yang berlebihan (di luar batas).

    • 5202418061
      2. Motor Starter Reduksi memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear hingga sepertiganya, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear karena posisi yang tidak sejajar/ tidak seporos sehingga putaran yang di hasilkan lebih besar/ kuat.

  27. Nim : 5202418070
    Perbedaan antara motor starter konvensional dan reduksi:
    konvensional
    a.Memiliki letak Armature yang sejajar dengan pinion gear sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan akselerasi
    b.Motor starter konvensional memiliki putaran yang sangat cepat karena putaran dari armature langsung diterima ke pinion gear.
    C.komponen motor starter Konvensional meliputi = starter clutch seporos dengan Armature.

    2. Reduksi
    A.Puraram dari armature harus direduksi kembali oleh Idle gear sehingga putaran jadi lambat.
    B.Letak starter clutch dari motor starter reduksi memiliki poros sejajar dengan magnetik switch (solenoid)

  28. 5202418065

    6. BENAR.
    Karena arus dari baterai mengalir ke terminal 50 >, kumparan hold in coil >, massa > (terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil). Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 > plat kontak > terminal C > kumparan medan, > sikat positif, > komutator,> kumparan armatur ,> komutator, > sikat negatif ,> massa, (terbentuk medan magnet yan sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armatur sehingga motor starter berputar). Aliran arus yang besar melalui kumparan medan dan kumparan armatur menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan menghasilkan tenaga yang besar untuk memutarkan mesin.

  29. 5202418074

    4.Apabila kunci kontak dibuka (kunci kontak kembali ke posisi IG, meski sudah hidup) maka tidak ada arus yang masuk ke terminal 50. Pada saat ini plat kontak masih menempel dan menghubungkan terminal 30 dan terminal C, oleh karena itu arus mengalir dari terminal C ke kumparan pull-in coil, ke kumparan hold in coil, kemudian ke massa arah aliran arus pada kumparan tersebut berlawanan sehingga menghasilkan medan magnet yang saling berlawanan juga. Hal ini menyebabkan terjadinya demagnetisasi atau saling menetralkan medan magnet sehingga plunyer akan kembali ke posisi asalnya karena didorong oleh pegas pengembali, dan plat kontak terlepasdari terminal 30 dan terminal C.

  30. NIM 5202418063
    3. pernyataan tersebut salah.
    Karena Pada keadaan tersebut terminal 50 tidak mendapatkan arus listrik dari baterai.
    Aliran arus pada saat posisi kunci kontak di putar ke IG :
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C–> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.

  31. NIM:5202418053

    7. SALAH, Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  32. 5202418065

    7. SALAH.
    karena arus dari baterai mengalir ke terminal 30 > kemudian ke plat kontak > terminal C > kumparan pull in coil, > kumparan hold in coil > massa, (kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan. Dijelaskan bahwa aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut

  33. 5202418074
    5.Benar,karena pada keadaan ini terminal 50 sama dengan di terminal 30 dan terminal C, karena tegangan di terminal C sama dgn tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil, sehinga kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  34. 5202418065

    Dengan cara Test pull in dan hold in coil
    -Sebelum melakukan test ini pahami dahulu caranya, baru melakukan pengtesan dan test ini dilakukan hanya beberapa detik.
    -hubungkan kabel terminal 50 dengan positif baterai
    -hubungkan secara bersamaan kabel terminal C dan body pada posisi ini roda gigi pinion dan plunyer maju kedepan di sebut pull in coil
    -setelah itu lepas kabel yang menghubungkan terminal C,pada posisi ini roda gigi pinion dan plunyer harus tetap tertahan, jika pinion tetap berarti hold in coil baik.
    -kemudian lepas kabel yang menghubungkan body atau massa dan pinion beserta plunyer dalam keadaan baik.
    -kemudian lakukan test tanpa beban dengan menggunakan 3 kabel hubungkan terminal 30 dengan positif baterai,terminal negatif dengan terminal negatif,selanjutnya hubungkan terminal 50 dengan baterai positif.

  35. 5202418052

    4. SALAH.
    Hal ini disebebkan tidak adanya kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer. Sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali ke posisi semula. Menyebabkan terlepasnya plat dari terminal 30 dan terminal C, sehingga aliran arus yang besar akan berhenti mengalir dan putaran motor starter akan ikut terhenti.

  36. 5202418065

    8. Dengan cara Test pull in dan hold in coil
    -Sebelum melakukan test ini pahami dahulu caranya, baru melakukan pengtesan dan test ini dilakukan hanya beberapa detik.
    -hubungkan kabel terminal 50 dengan positif baterai
    -hubungkan secara bersamaan kabel terminal C dan body pada posisi ini roda gigi pinion dan plunyer maju kedepan di sebut pull in coil
    -setelah itu lepas kabel yang menghubungkan terminal C,pada posisi ini roda gigi pinion dan plunyer harus tetap tertahan, jika pinion tetap berarti hold in coil baik.
    -kemudian lepas kabel yang menghubungkan body atau massa dan pinion beserta plunyer dalam keadaan baik.
    -kemudian lakukan test tanpa beban dengan menggunakan 3 kabel hubungkan terminal 30 dengan positif baterai,terminal negatif dengan terminal negatif,selanjutnya hubungkan terminal 50 dengan baterai positif.

  37. 5202418074

    6.BENAR,Karena arus dari baterai mengalir ke terminal 50 >, kumparan hold in coil >, massa > (terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil). Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 > plat kontak > terminal C > kumparan medan, > sikat positif, > komutator,> kumparan armatur ,> komutator, > sikat negatif ,> massa, (terbentuk medan magnet yan sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armatur sehingga motor starter berputar). Aliran arus yang besar melalui kumparan medan dan kumparan armatur menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan menghasilkan tenaga yang besar untuk memutarkan mesin.

  38. 5202418074
    7. SALAH. Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tdk akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    -Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  39. 5202418052

    5. BENAR.
    Hal ini disebebkan tegangan di terminal 50 sama dengan di terminal 30 dan termnal C. Maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil, sehinga kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  40. 5202418060

    No. 1
    Perbedaan Rangkaian pada motor starter konvensional dengan motor starter reduksi antara lain:
    – Pada motor starter konvensional,pinion gear seporos dengan armature sehingga putaran pinion gear sama dengan putaran armature. Sedangkan pada motor starter tipe reduksi, pinion gear tidak seporos dengan armature, akan tetapi dihubungkan oleh gear reduksi yang berperan untuk mengubah putaran serta torsi yang dihasilkan oleh motor starter.
    -Pada motor starter konvensional pinion gear sejajar dengan armature, sedangkan pada motor starter reduksi kebanyakan pinion gear sejajar dengan magnetic switch.
    -Pada motor starter konvensional memerlukan driver lever untuk menggerakkan clutch, sedangkan pada motor starter reduksi tidak memerlukan driver lever karena letak clutch yang sejajar dengan plunyer pada magnetic switch.
    -Motor starter konvensional menggunakan kumparan medan (field coil), sedangkan pada motor starter reduksi menggunakan magnet permanen.

  41. NIM:5202418053

    3. SALAH, Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.

  42. NIM 5202418078

    1. Motor Starter Konvensional dengan Motor Starter Reduksi memiliki perbedaan utama, diantaranya yaitu :
    • Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.
    • Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    • Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  43. 5202418074
    8. Dapat dilakukan dengan dua cara pertama dengan menggunakan multi tester dan cara yang kedua dengan menggunakan baterai.
    -Cara pertama
    a. test pull in coil menggunakan multi tester.
    -set multi tester pada skala Ohm,kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C jarum harus bergerak berarti pull in coild dalam keadaan baik.
    b. test hold in coil menggunakan multi tester.
    -hubungkan terminal 50 dengan body atau massa,jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik.

    -Cara kedua dengan menggunakan baterai
    Sebelum memeriksa lepas dahulu kabel terminal C,dan siapkan tiga kabel untuk menghubungkan dengan baterai.

    a. Test pull in dan hold in coil
    -Sebelum melakukan test ini pahami dahulu caranya, baru melakukan pengtesan dan test ini dilakukan hanya beberapa detik.
    -hubungkan kabel terminal 50 dengan positif baterai
    -hubungkan secara bersamaan kabel terminal C dan body
    -pada posisi ini roda gigi pinion dan plunyer maju kedepan di sebut pull in coil
    -setelah itu lepas kabel yang menghubungkan terminal C,pada posisi ini roda gigi pinion dan plunyer harus tetap tertahan, jika pinion tetap berarti hold in coil baik.
    -kemudian lepas kabel yang menghubungkan body atau massa dan pinion beserta plunyer dalam keadaan baik.
    -kemudian lakukan test tanpa beban dengan menggunakan 3 kabel hubungkan terminal 30 dengan positif baterai,terminal negatif dengan terminal negatif,selanjutnya hubungkan terminal 50 dengan baterai positif.

  44. 5202418052

    6. BENAR.
    Dengan terbentuknya gaya magnet ini plunger magnet switch akan tertarik ke dalam, dan menyebabkan plunger tertarik kea rah kiri sehingga pinion berkaitan dengan ring gear. sehingga menyebabkan plunger kontak plate menutup main kontak (terminal utama) sehingga field coil dan armature menerima arus listrik yang besar langsung dari baterai.
    Akibatnya armature berputar pada kecepatan tinggi dan drive pinion, idler gear kecepatannya turun sepertiga sampai seperempat. Sewaktu pull in coil terputus (shorted out), plunger dipertahankan hanya oleh hold in coil.

  45. NIM 5202418063
    4. Pernyataan tersebut salah, karena Terhubungnya plat kontak dengan terminal utama (terminal 30 dan terminal C) menyebabkan arus yang besar mengalir dari baterai ke terminal 30 ke terminal C kemudian kemassa melalui kumparan medan dan armature. Saat plat kontak terhubung dengan terminal 30 dan terminal C, tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal 50. Hal ini menyebabkan arus tidak mengalir dari terminal 50 ke pull-in coil dan kemanetan pada pull-in coil menjadi hilang. Untuk mempertahankan posisi plat kontak tetap menempel maka hold-in coil berperan dengan tetap menghasilkan medanmagnet sehingga arus yang besar tetap dapat mengalir ke motor starter lewat plat kontak (motor starter tetap berputar). Kumparan hold-in coil menghubungkan terminal 50 dan bodi solenoid dan berfungsi untuk menahan plunyer sehingga plat kontak tetap dapat menempel dengan terminal utama (menghubungkan terminal 30 dan terminal C).

  46. NIM : 5202418057

    No 2. Ketika pinion gear berkaitan penuh, maka plunger kontak plate menutup main kontak (terminal utama) sehingga field coil dan armature menerima arus listrik yang besar langsung dari baterai. Akibatnya armature berputar pada kecepatan tinggi dan drive pinion, idler gear kecepatannya turun sepertiga sampai seperempat. Sewaktu pull in coil terputus (shorted out), plunger dipertahankan hanya oleh hold in coil. Maka putaran yang dihasikan menjadi lebih kuat karena terjadi peningkatan torsi akibat proses reduksi.

  47. 5202418061
    1. Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.
    · Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    · Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    · Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  48. 5202418052

    7. BENAR.
    Dengan memutar switch ke posisi ON, arus akan mengalir melalui hold in coil dan bersamaan dengan ini juga mengalir ke pull in coil dan field coil. Pada saat ini, pull in coil dan field coil menghasilkan gaya magnet dengan arah yang sama.

  49. 5202418055

    1. Perbedaan motor starter konvensional dan reduksi:
    -Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi.Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan.Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear.
    -Motor Stater Reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.Motor Starter Reduksi memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak).

  50. 5202418043
    Motor Starter Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    ü Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  51. NIM:5202418053

    5. BENAR, Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang. Secara rinci aliran arus dalam keadaan ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  52. NIM 5202418063
    5. Pernyataan tersebut Salah, karena pada saat plunger bergerak kekiri gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagin ujung kanan plunger menenpel dengan terminal utama sehingga arus tidak mengalir dari terminal 50 ke pull-in coil dan kemanetan pada pull-in coil menjadi hilang. Untuk mempertahankan posisi plat kontak tetap menempel maka hold-in coil berperan dengan tetap menghasilkan medanmagnet sehingga arus yang besar tetap dapat mengalir ke motor starter lewat plat kontak (motor starter tetap berputar). Kumparan hold-in coil menghubungkan terminal 50 dan bodi solenoid dan berfungsi untuk menahan plunyer sehingga plat kontak tetap dapat menempel dengan terminal utama (menghubungkan terminal 30 dan terminal C).
    Kesimpulan bahwa Hold in coil tetap menghasilkan medan magnet, karena yg hilang kemagnetanya adalah pull in coil.

  53. NIM : 5202418047

    1. Perbedaan rangkaian antara motor starter tipe reduksi dan konvensional,
    Jawab :
    Stater tipe konvensional, menggunakan selenoid untuk menggeser gigi pinion berkaitan dengan flywheel dimana nantinya putaran armatur akan diteruskan melalui satu Poros menuju gigi pinion untuk berputar cepat.

    Stater tipe reduksi, memakai motor dengan kecepatan tinggi sehingga meningkatkan torsi dengan mengurangi kecepatan putaran armatur menggunakan idle gear dengan gear ratio tertentu. Plunyer magnetic switch terletak seporos dengan gigi pinion dan mendorongnya untuk melepas dan menghubungkan gigi pinion dengan gigi flywheel.

  54. NIM 5202418078

    2. karena Motor starter reduksi menghasilkan gaya putar yang lebih kuat, karena memakai idle gear. Dengan idle gear tersebut, gaya rotasi dari anker diperlambat sampai sepertiga agar dapat menghasilkan momen puntir yang lebih kuat pada pinion gear, walaupun bentuk motor starternya lebih kecil.

  55. NIM 5202418049
    2. Starter reduksi mempengaruhi torsi yang lebih besar karena Motor Starter Reduksi memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar dan hal ini menyebabkan torsi yang lebih besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.

  56. 5202418043
    2.Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    ü Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak).maka dari itu torsi dari motor starter reduksi torsinya lebih besar

  57. 5202418052

    8. Yang harus dilakukan si Slamet adalah sebagai berikut:
    – Test pull in coil menggunakan multi tester

    – Set multi tester pada skala Ohm,kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C jarum harus bergerak berarti pull in coild dalam keadaan baik.

    – Test hold in coil menggunakan multi tester.

    – Hubungkan terminal 50 dengan body atau massa,jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik.

    – Test kembalinya plunyer dengan menekandan harus kembali dengan lembut maka plunyer dalam keadaan baik.

  58. NIM : 5202418057

    No 3. Salah
    Karena setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan –> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa.
    Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.

  59. NIM 5202418063

    6. Pernyataan tersebut Salah, karena Arus dari baterai mengalir ke terminal 50 – kumparan hold in coil – massa (terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil).
    Sedangkan Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 – plat kontak – terminal C – kumparan medan – sikat positif – komutator – kumparan armature – sikat negatif – massa (terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter berputar).
    Akibatnya aliran arus yang besar melalui kumparan medan dan kumparan armature menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan menghasilkan tenaga yang besar untuk memutarkan mesin. Medan magnet pada kumparan pull-in coil dalam kondisi ini tidak terbentuk karena arus tidak mengalir ke kumparan tersebut. Selama motor starter berputar, plat kontak harus dalam kondisi menempel dengan terminal utama pada solenoid. Oleh sebab itu, pada kondisi ini kumparan pada hold-in coil tetap di aliri arus listrik sehingga medan magnet yang terbentuk pada kumparan tersebut mampu menahan plunyer dan plat kontak tetap menempel. Dengan demikian, meskipun kumparan pada pull-in coil kemagnetannya hilang, pluyer tetap dalam kondisi tertahan.

  60. 5202418055

    2. Itu di sebabkan karena Motor Starter Reduksi memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar. sehingga cocok untuk kendaraan pengangkut.

    • NIM 5202418046
      No.3
      Salah, Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
      Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 > plat kontak > terminal C > kumparan medan ->–> sikat positif > kommutator > kumparan armature > sikat negatif > massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature.

  61. NIM:5202418053

    6. BENAR, Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang. Secara rinci aliran arus dalam keadaan ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil. Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan –> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Dan terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature sehingga motor starter berputar. Aliran arus yang besar pada kumparan medan dan kumparan armature menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan mengahasilkan tenaga kembali yang besar untuk memutarkan mesin.

  62. NIM 5202418078

    3. SALAH
    Karena Setelah kontak selenoid atau terminal “30” dan terminal “C” terhubung, pull-in-coil tidak bekerja lagi karena tegangan atau voltase antara terminal “50” dengan terminal “C” hampir sama.
    Saat motor stater memutar roda gila, Hold-in-coil memegang peranan utama untuk menahan kontak untuk menghubungkan terminal “30” dan terminal “C” dan menahan gigi pinion yang memutar flywheel atau roda gila, sampai mesin hidup.

  63. 5202418061
    3.Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.

  64. NIM 5202418049
    3. Salah
    Pada posisi IG berarti mesin sudah hidup dan starter tidak lagi bekerja. Dalam hal ini plat kontak sudah tidak lagi menempel pada terminal 50 dan 30.

  65. NIM : 5202418047

    2. Motor starter tipe reduksi ukuran armaturnya kecil tetapi memiliki torsi yang besar,
    Jawab :
    Hal ini karena tipe reduksi ini memiliki kemampuan untuk mengurangi putaran armatur menjadi lebih lambat sepertiga dari putaran pinion melalui gigi idle dengan rasio tertentu sehingga torsi yang dihasilkan akan jauh lebih besar.

  66. NIM : 5202418042
    4. SALAH.
    karena Akibatnya tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C, sehingga arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  67. 5202418043
    3.Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  68. 5202418056
    ‌1. Motor starter tipe Konvensional dengan tipe Reduksi
    Motor Starter Konvensional dengan Motor Starter Reduksi memiliki perbedaan utama, diantaranya yaitu :

    a. Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran
    .
    b. Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.

    c. Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  69. NIM 5202418068

    Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran
    o Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    o Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

    • NIM: 5202418068

      Karena ,Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

      • NIM: 5202418068
        No.3
        Pernyataan tersebut salah . Yang benar adalah . Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan kembali ke posisi ON. Namun demikian sesaat setelah kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan menerima kembali arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut :

        Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 – plat kontak – terminal C – kumparan medan – sikat positif – komutator – kumparan armature – sikat negatif – massa (masih terbentuk medan magnet secara kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar)
        Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 – plat kontak – terminal C – kumparan pull in coil – kumparan hold in coil – massa (kumparan pull in coil dan kumparan hold-in coil mengahsilkan medan magnet namun arahnya berlawanan)
        Seperti yang dijelaskan pada aliran arus poin pertama , motor starter masih dialiri arus yang besar sehingga pada saat ini motor starter masih berputar. Aliran arus yang telah di jelaskan pada poin kedua terjadi juga pada kumparan pull-in coil dan hold-in coil. Dari penjelasan pada gambar di atas tampak bahwa aliran arus dari terminal C ke kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil arahnya berlawanan dan kemagnetan yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut. Akibatnya, tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer dan plunyer akan bergerak ke kanan dan kembali keposisi semula terdorong oleh pegas pengembali sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C. arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

        • NIM: 5202418068
          No.4
          Pernyataan tersebut , Salah karena
          Pada saat ini plat kontak masih menempel dan menghubungkan terminal 30 dan terminal C, oleh karena itu arus mengalir dari terminal C ke kumparan pull-in coil, ke kumparan hold in coil, kemudian ke massa arah aliran arus pada kumparan tersebut berlawanan sehingga menghasilkan medan magnet yang saling berlawanan juga. Hal ini menyebabkan terjadinya demagnetisasi atau saling menetralkan medan magnet sehingga plunyer akan kembali ke posisi asalnya karena didorong oleh pegas pengembali, dan plat kontak terlepasdari terminal 30 dan terminal C.

          • NIM 5202418068
            No.5
            Pernyataan tersebu Benarr, karena
            pada pull-in coil dan kumparan hold-in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tesebut.

          • NIM 5202418068
            No. 6
            Benar . Karena arus dari baterai mengalir ke terminal 50 >kumparan hold in coil > massa > (terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil). Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 > plat kontak > terminal C > kumparan medan > sikat positif> komutator > kumparan armatur > komutator > sikat negatif > massa, (terbentuk medan magnet yan sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armatur sehingga motor starter berputar). Aliran arus yang besar melalui kumparan medan dan kumparan armatur menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan menghasilkan tenaga untuk memutarkan mesin sehingga mesin dapat hidup/bekerja.

          • NIM 5202418068
            No.7
            Salah , karena prosesnya sebagai berikut = Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 – plat kontak – terminal C – kumparan pull in coil – kumparan hold in coil – massa (kumparan pull in coil dan kumparan hold-in coil mengahsilkan medan magnet namun arahnya berlawanan)

          • NIM 5202418068
            No. 8
            Jadi begini .
            Pengukuran tegangan pull in coil yaitu slamet harus mengubungkan switch magnet dengan baterai. Bagian negatif yaitu negatif baterai dihubungkan ke body starter dan terminal C. Bagian positif yaitu positif baterai dihubungkan ke terminal 50. Jika pinion bergerak keluar maka pull in coil dalam keadaan baik. Untuk mengukur tegangan dan arusnya bisa menggunakan multitester yang dihubungan pada terminal positif dan negatif yang mengalir.

            Sedangkan pada pengukuran tegangan hold in coil yaitu lepaskan kabel yang menuju ke terminal C. Saat terminal C dilepas, pinion harus tetap menonjol keluar.

  70. 5202418055

    3. Salah, Karena Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    => Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 menuju plat kontak menuju terminal C menuju kumparan medan menuju sikat positif menuju kommutator , dari Kommutator menuju kumparan armature kemudian sikat negatif dan berakhir di massa. Masih berbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature.

  71. 5202418056
    2. Motor starter reduksi adalah motor starter yang disempurnakan dalam bentuk yang lebih kecil dan leibh cepat putarannya. Selain itu juga model ini dapat menghasilkan gaya putar yang lebih kuat, karena memakai idle gear. Dengan idle gear tersebut, gaya rotasi dari anker diperlambat sampai sepertiga agar dapat menghasilkan momen puntir yang lebih kuat pada pinion gear, walaupun bentuk motor starternya lebih kecil

  72. 5202418043
    3.salah. Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  73. NIM 5202418046
    No 1.
    Perbedaan Motor stater konvesional dengan motor stater reduksi Yaitu:

    A.Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan starter reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.

    B.Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.

    C.Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid). Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch.

    D.Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  74. NIM:5202418053

    8. *Pengukuran besar tegangan dan arus pull in coil.
    Hubungkan switch magnet dengan baterai. Bagian negatif yaitu negatif baterai dihubungkan ke body starter dan terminal C. Bagian positif yaitu positif baterai dihubungkan ke terminal 50. Jika pinion bergerak keluar maka pull in coil dalam keadaan baik. Untuk mengukur tegangan dan arusnya bisa menggunakan multitester yang dihubungan pada terminal positif dan negatif yang mengalir.
    *Pengukuran tegangan dan arus hold in coil
    Lepaskan kabel yang menuju ke terminal C. Saat terminal C dilepas, pinion harus tetap menonjol keluar.

  75. NIM : 5202418042
    5.Salah, karena pada saat plunyer bergerak kekiri gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagin ujung kanan plunger menenpel dengan terminal utama sehingga arus tidak mengalir dari terminal 50 ke pull-in coil dan kemanetan pada pull-in coil menjadi hilang. Untuk mempertahankan posisi plat kontak tetap menempel maka hold-in coil berperan dengan tetap menghasilkan medanmagnet sehingga arus yang besar tetap dapat mengalir ke motor starter lewat plat kontak (motor starter tetap berputar). Kumparan hold-in coil menghubungkan terminal 50 dan bodi solenoid dan berfungsi untuk menahan plunyer sehingga plat kontak tetap dapat menempel dengan terminal utama (menghubungkan terminal 30 dan terminal C).
    Kesimpulan bahwa Hold in coil tetap menghasilkan medan magnet, karena yg hilang kemagnetanya adalah pull in coil.

  76. 5202418073

    No.1
    Perbedaan antara motor starter konvensional dengan motor starter reduksi yaitu:
    • motor starter konvensional memiliki letak armature yang sejajar dengan pinion gear, sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerlukan kecepatan akselerasi dan dari sisi letak komponen pun berbeda, motor starter konvensional memiliki starter clutch yabg seporos dengan armature yang sehingga putaran dari armature diterima secara langsung oleh pinioin gear
    • motor starter reduksi memiliki putaran yang lambat, putaran armature di reduksi kembali oleh idle gear, sehingga tidak langsung diterima pinion gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut

  77. 5202418043
    4. SALAH.
    karena,Tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer maka plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C, sehingga arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti bekerja.

  78. NIM 5202418049
    4. Salah. Karena terhubungnya plat kontak dengan terminal 30 dan terminal C menyebabkan arus yang besar mengalir dari baterai ke terminal 30 ke terminal C kemudian ke massa melalui kumparan medan dan armature. Saat plat kontak terhubung dengan terminal 30 dan terminal C, tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal 50. Hal ini menyebabkan arus tidak mengalir dari terminal 50 ke pull-in coil dan menyebabkan kemagnetan pada pull-in coil hilang. Untuk mempertahankan posisi plat kontak tetap menempel maka hold-in coil berperan dengan tetap menghasilkan medan magnet sehingga arus yang besar tetap dapat mengalir ke motor starter lewat plat kontak dan motor starter tetap berputar. Kumparan hold-in coil menghubungkan terminal 50 dan bodi solenoid dan berfungsi untuk menahan plunyer sehingga plat kontak tetap dapat menempel dengan terminal utama (menghubungkan terminal 30 dan terminal C).

  79. NIM 5202418078

    4. SALAH
    Pada saat hold dan pull in coil membentuk gaya magnet dengan arah yang sama, dikarenakan arah arus yang mengalir pada kedua kumparan tersebut sama.
    Dari kejadian ini kontak plate (plunger) akan bergerak ke arah menutup main switch, sehingga drive lever bergerak menggeser starter clutch ke arah posisi berkaitan dengan ring gear.

  80. NIM 5202418046
    No 2.
    Ketika pinion gear berkaitan penuh, maka plunger kontak plate menutup main kontak (terminal utama) sehingga field coil dan armature menerima arus listrik yang besar langsung dari baterai. Akibatnya armature berputar pada kecepatan tinggi dan drive pinion, idler gear kecepatannya turun sepertiga sampai seperempat. Sewaktu pull in coil terputus (shorted out), plunger dipertahankan hanya oleh hold in coil. Maka putaran yang dihasikan menjadi lebih kuat karena terjadi peningkatan torsi akibat proses reduksi.

  81. 7. Pernyataan tersebut salah.
    karena arus dari baterai mengalir ke terminal 30 > kemudian ke plat kontak > terminal C > kumparan pull in coil, > kumparan hold in coil > massa, (kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan. Dijelaskan bahwa aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.

  82. 5202418043
    5.benar
    Pada keadaan ini terminal 50 sama dengan di terminal 30 dan termnal C, karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil, sehinga kemagnetan di kumparan tersebut hilang, dan mesin tidak akan bergerak.

  83. NIM : 5202418051

    NO 1.
    Perbedaan Motor stater konvesional dengan motor stater reduksi
    1. Perbedaan motor stater konvensional dengan motor stater reduksi dari segi putaran armature:
    Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan.
    Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    2. Perbedaan motor stater konvensional dengan motor stater reduksi dari segi letak komponen :
    Motor Starter Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear.
    Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).

  84. 5202418055

    4. Salah, Karena akibat tidak ada nya kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C, sehingga arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  85. NIM 5202418063

    8. Pengukuran besar tegangan dan arus pull in coil.
    Hubungkan switch magnet dengan baterai. Bagian negatif yaitu negatif baterai dihubungkan ke body starter dan terminal C. Bagian positif yaitu positif baterai dihubungkan ke terminal 50. Jika pinion bergerak keluar maka pull in coil dalam keadaan baik. Untuk mengukur tegangan dan arusnya bisa menggunakan multitester yang dihubungan pada terminal positif dan negatif yang mengalir.
    *Pengukuran tegangan dan arus hold in coil
    Lepaskan kabel yang menuju ke terminal C. Saat terminal C dilepas, pinion harus tetap menonjol keluar.

  86. 5202418076

    No.2

    Pada tipe reduksi ini terjadi peningkatan torsi atau momen dengan mengurangi kecepatan putaran armaturnya menggunakan idle gear dengan gear ratio tertentu dan armatur menggunakan tidak seporos dengan gigi pinion tetapi putaran dari armatur direduksikan atau di turunkan oleh gear hingga ⅓nya. Maka putaran yang di hasilkan menjadi lebih kuat karena terjadinya peningkatan torsi akibat proses reduksi.

  87. NIM : 5202418054

    1. *) Motor Starter Konvensional memiliki
    putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan.
    *) Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.

  88. NIM : 5202418042
    6. BENAR, Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Lalu menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang. Maka seperti berikut ini:
    Arus dari baterai mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil. Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan –> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Dan terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature sehingga motor starter berputar. Aliran arus yang besar pada kumparan medan dan kumparan armature menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan dapat memutarkan mesin.

  89. NIM 5202418046
    No 4.
    karena Akibat tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C, sehingga arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  90. NIM 5202418064

    No 1
    Tipe konvensional:
    – memiliki letak armature yang sejajar dengan pinion gear
    – memiliki putaran cepat, karena putaran dari armature langsung diterima oleh pinion gear
    – memiliki starter clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Karena letak clutch seporos dengan armature, dorongan dari plunyer tidak langsung diterima oleh starter clutch sehingga dibutuhkan komponen driver lever.

    Tipe Reduksi:
    – putaran dari armature harus direduksi kembali oleh idle gear sehingga memperlambat putaran
    – putaran dari armature direduksi kembali oleh idle gear sehingga tidak langsung diterima pinion gear
    – starter clutch seporos dengan solenoid maka posisi plunyer langsung bisa mendorong starter clutch ke arah perkaitan pinion gear dengan ring gear sehingga putaran dari idle gear diteruskan ke ring gear melalui pinion gear secara langsung lewat dorongan plunyer.

  91. NIM : 5202418047

    3. Cara kerja system starter reduksi. Jika kunci kontak diputar ke posisi IG, maka plat kontak akan menempel ke terminal 50 dan 30,
    Jawab :
    Hal ini salah, karena pada saat kunci kontak posisi IG, plat kontak tidak menempel dengan terminal 50, melainkan menempel di terminal C dan terminal 30, sehingga arus yg melewati terminal 50 sudah arus besar setelah pinion berkaitan dengan flywheel.

  92. NIM 5202418049
    5. Benar. Karena arus terminal 50 sama dengan terminal C sehingga apabila terminal C sudah tidak ada arus maka tidak ada juga arus yang mengalir ke pull in coil.

  93. 5202418043
    6.benar
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 50 >kumparan hold in coil > massa > (terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil). Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 > plat kontak > terminal C > kumparan medan > sikat positif> komutator > kumparan armatur > komutator > sikat negatif > massa, (terbentuk medan magnet yan sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armatur sehingga motor starter berputar). Aliran arus yang besar melalui kumparan medan dan kumparan armatur menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan menghasilkan tenaga untuk memutarkan mesin sehingga mesin dapat hidup/bekerja.

  94. 5202418056
    4. Benar,
    Aliran arus pada kedua kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. letak plunyer didalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada ditengah kumparan, menyebabkan plunyer tertarik sehingga bergerak ke kanan melawan tekanan pegas. Karena ada aliran arus kecil dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armatur, maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armatur lemah, sehingga motor starter berputar lambat. Pada sat plunyer tertarik ke kiri dan plunyer juga mendorong unit kopling bergerak ke kiri, gigi pinion beraitan dengan ring gearpada poisisi plunyer tertarik (plat kontak belum menempel), motor starter berputar lambat. Putaran lambat ini membantu gigi pinion agar mudah masuk atau berkaitan dengan ring gear

  95. Nim :5202418070

    2.Starter tipe reduksi menggunakan motor kecil yang berkecepatan tinggi. Namun Starter tipe ini meningkatkan torsi dengan mengurangi kecepatan putaran armature denga menggunakan idle gear dengan gear ratio tertentu.Sehingga menghasilkan torsi yang besar.

  96. NIM:5202418053

    4. SALAH, Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

    *pada pull-in coil dan kumparan hold-in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tesebut. Akibatnya, tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali pada posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C. Arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  97. 5202418056
    5. Benar
    Saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear
    Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan hold in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan ggi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada ujung bagian kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid, sehingga terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar tersebut dapat mengalir melewati kedua terminal. Pada keadaan ini terminal 50 sama dengan di terminal 30 dan termnal C, karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil, sehinga kemagnetan di kumparan tersebut hilang

  98. NIM : 5202418042
    7. Salah, karena arus dari baterai mengalir ke terminal 30 > plat kontak > terminal C > kumparan pull in coil, > kumparan hold in coil > massa, (kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan. Dijelaskan bahwa aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.

  99. Nim : 52p2418058

    2. Sistem starter reduksi memiliki bentuk yang lebih kecil dengan moment putaran yang dihasilkan cukup besar. Sesuai dengan namanya, motor starter reduksi akan mereduksi putaran yang dihasilkan oleh armature coil melalui reverse gear. Sehingga RPM output pada gigi pinion menjadi lebih lambat namun memiliki moment cukup kuat. Tipe ini banyak digunakan pada sistem starter mesin diesel.

    Walau memiliki volume lebih kecil, komponen didalam sistem ini cukup kompleks. Poros armature tidak langsung dikaitkan dengan pinion gear, tapi akan melewati reverse gear dan starter clutch. Kopling ini akan mengamankan poros armature agar tidak berputar secara berlebihan. Sementara untuk cara kerjanya, sistem ini secara umum sama dengan tipe konvensional.

  100. 5202418055

    5. Benar, Karena Pada keadaan ini terminal 50 sama dengan di terminal 30 dan terminal C, karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil, sehinga kemagnetan di kumparan tersebut hilang.Secara rinci aliran arus dalam keadaan ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke teminal 50 -> kumparan hold-in coil -> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  101. 5202418056
    6. Benar,
    Aliran arus yang besar melalui kumparan medan dan kumparan armatur menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan menghasilkan tenaga yang besar untuk memutarkan mesin. Medan magnet pada kumparan pull in coil dalam kondisi ini tidak terbentuk karena arus tidak mengalir ke kumparan tersebut. Selama motor starter berputar, plat kontak harus selalu dalam kondisi menempel dengan terminal utama pada solenoid, oleh sebab itu pada kondisi ini kumparan hold in coil tetap dialiri arus listrik, sehingga medan magnet yang terbentuk pada kumparan tersebut mampu menahan plunyer dan plat kontak tetap menempel. Dengan demikian, meskipun kumparan pull in coil kemagnetanya hilang, plunyer masih dalam kondisi tertahan.

  102. 5202418073

    No.2
    Konstruksi pada motor starter tipe reduksi armaturnya tidak seporos dengan gigi pinoin tetapi putaran dari armaturnya direduksi (diturunkan) oleh idle gear hingga sepertiganya. Maka putaran yang akan dihasilkan menjadi lebih kuat karena terjadi peningkatan torsi akibat proses reduksi

  103. 5202418076

    No. 8

    ^ Pengukuran besar tegangan dan arus pull in coil > Hubungkan switch magnet dengan baterai. Negatif baterai dihubungkan ke body atau masa, positif baterai dihubungkan ke terminal 50. Jika pinion bergerak keluar maka pull in coil dalam keadaan baik. Dalam hal ini untuk mengukur tegangannya menggunakan alat multitester yang dihubungan pada terminal positif dan negatif yang mengalir.

    ^ Pengukuran tegangan dan arus hold in coil > Lepaskan kabel yang menuju ke terminal C. Saat terminal C dilepas, pinion harus tetap menonjol keluar

  104. 5202418056
    7.‌Benar ,
    Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas, dan posisinya kembali ke posisi ON atau posisi IG, namun demikian sesaat kuci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel, pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan lagi arus listrik dari kunci kontak , alira arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut :

    – arus dari baterai mengalir ke terminal 30 > plat kontak terminal C > kumparan medan > sikat positif > komutator > kumparan armatur > sikat negatif > massa > (masih terbentuknya medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armatur , motor starter masih berputar).
    – arus dari baterai mengalir ke terminal 30 > kemudian ke plat kontak > terminal C > kumparan pull in coil, > kumparan hold in coil > massa, (kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menhasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.
    Seperti dijelaskan pada aliran arus pada (-) pertama, motor starter masih dialiri arus yang besar sehingga pada saat ini motor starter masih berputar, aliran arus seperti yang dijelaskan pada point 2, juga terjadi pada kumparan pull in coil dan hold in coil. dari gambar dijelaskan bahwa aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut. Akibatnya tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C, sehingga arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  105. NIM 5202418046
    No 5
    Benar, Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang. aliran arus dalam keadaan ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  106. NIM : 5202418042
    8. Cara mengukurnya yaitu
    Hubungkan switch magnet dengan baterai. Bagian negatif yaitu negatif baterai dihubungkan ke body starter dan terminal C. Bagian positif yaitu positif baterai dihubungkan ke terminal 50. Jika pinion bergerak keluar maka pull in coil dalam keadaan baik. Untuk mengukur tegangan dan arusnya bisa menggunakan multitester yang dihubungan pada terminal positif dan negatif yang mengalir.
    -Pengukuran tegangan dan arus hold in coil
    Lepaskan kabel yang menuju ke terminal C. Saat terminal C dilepas, pinion harus tetap menonjol keluar.

  107. Nim : 5202418058

    3. Pernyataan tersebut SALAH, karena arus akan mengalir melalui hold in coil dan bersamaan dengan ini juga mengalir ke pull in coil dan field coil. Pada saat ini, pull in coil dan field coil menghasilkan gaya magnet dengan arah yang sama. Plat kontak akan menempel di terminal 30 dan terminal 50

  108. 5202418056
    8. Dapat dilakukan dengan dua cara pertama dengan menggunakan multi tester dan cara yang kedua dengan menggunakan baterai.
    -Cara pertama
    a. test pull in coil menggunakan multi tester.
    #set multi tester pada skala Ohm,kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C jarum harus bergerak berarti pull in coild dalam keadaan baik.
    b. test hold in coil menggunakan multi tester.
    # hubungkan terminal 50 dengan body atau massa,jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik.

    -Cara kedua dengan menggunakan baterai
    Sebelum memeriksa lepas dahulu kabel terminal C,dan siapkan tiga kabel untuk menghubungkan dengan baterai.

    a. Test pull in dan hold in coil
    #Sebelum melakukan test ini pahami dahulu caranya, baru melakukan pengtesan dan test ini dilakukan hanya beberapa detik.
    #hubungkan kabel terminal 50 dengan positif baterai
    #hubungkan secara bersamaan kabel terminal C dan body
    #pada posisi ini roda gigi pinion dan plunyer maju kedepan di sebut pull in coil
    #setelah itu lepas kabel yang menghubungkan terminal C,pada posisi ini roda gigi pinion dan plunyer harus tetap tertahan, jika pinion tetap berarti hold in coil baik.
    #kemudian lepas kabel yang menghubungkan body atau massa dan pinion beserta plunyer dalam keadaan baik.
    #kemudian lakukan test tanpa beban dengan menggunakan 3 kabel hubungkan terminal 30 dengan positif baterai,terminal negatif dengan terminal negatif,selanjutnya hubungkan terminal 50 dengan baterai positif.

  109. NIM : 5202418057

    No 4. Benar
    Karena aliran arus pada kedua kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. Letak plunyer didalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada ditengah kumparan, menyebabkan plunyer tertarik sehingga bergerak ke kanan melawan tekanan pegas. Karena ada aliran arus kecil dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armatur, maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armatur lemah, sehingga motor starter berputar lambat. Pada sat plunyer tertarik ke kiri dan plunyer juga mendorong unit kopling bergerak ke kiri, gigi pinion beraitan dengan ring gearpada poisisi plunyer tertarik (plat kontak belum menempel), motor starter berputar lambat.

    • Nim : 5202418058

      1. Perbedaan rangkaian motor starter tipe reduksi dengan konvensional yaitu
      a. Tipe konvensional, bekerja secara konvensional tanpa adanya reduksi roda gigi. Hasilnya, moment yang dihasilkan juga kurang besar dibandingkan dengan jenis starter lain. Kelebihan starter ini memiliki konstruksi yang lebih sederhana.Konstruksi pada starter konvensional memiliki poros armature yang langsung tersambung dengan gigi pinion. Gigi ini dapat bergerak maju dan mundur agar bisa lepas dan terkait dengan fly wheel
      b. Tipe reduksi, Sistem starter reduksi memiliki bentuk yang lebih kecil dengan moment putaran yang dihasilkan cukup besar. Sesuai dengan namanya, motor starter reduksi akan mereduksi putaran yang dihasilkan oleh armature coil melalui reverse gear. Sehingga RPM output pada gigi pinion menjadi lebih lambat namun memiliki moment cukup kuat. Tipe ini banyak digunakan pada sistem starter mesin diesel. Walau memiliki volume lebih kecil, komponen didalam sistem ini cukup kompleks. Poros armature tidak langsung dikaitkan dengan pinion gear, tapi akan melewati reverse gear dan starter clutch. Kopling ini akan mengamankan poros armature agar tidak berputar secara berlebihan. Sementara untuk cara kerjanya, sistem ini secara umum sama dengan tipe konvensional.

  110. NIM 5202418046
    No 6.
    benar. karena Arus dari baterai mengalir ke terminal 50 >kumparan hold in coil > massa > (terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil). Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 > plat kontak > terminal C > kumparan medan > sikat positif> komutator > kumparan armatur > komutator > sikat negatif > massa, (terbentuk medan magnet yan sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armatur sehingga motor starter berputar). Aliran arus yang besar melalui kumparan medan dan kumparan armatur menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan menghasilkan tenaga untuk memutarkan mesin sehingga mesin dapat hidup/bekerja

  111. NIM : 5202418051

    NO 2.

    Motor stater reduksi ukuran armature kecil tetapi memiliki torsi yang besar karena Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturnya tidak seporos dengan gigi pinion tetapi putaran dari armaturnya direduksikan (diturunkan) oleh idle gear hingga sepertiganya. Maka putaran yang dihasikan menjadi lebih kuat karena terjadi memiliki torsi yang besar.

  112. 5202418055

    6. Benar , Karena pada saat Arus dari baterai mengalir ke teminal 50 -> kumparan hold-in coil -> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil. Sehingga arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 menuju plat kontak menuju terminal C menuju kumparan medan menuju sikat positif menuju kommutator menuju kumparan armature kemudian ke sikat negatif dan menghasilkan massa. Dan terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature sehingga motor starter berputar.
    Aliran arus yang besar pada kumparan medan dan kumparan armature menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat.

  113. NIM 5202418049
    6. Benar. Karena arus dari baterai mengalir ke terminal 50 kemudian ke hold in coil lalu ke massa. Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 lalu plat kontak kemudian ke terminal C dan ke kumparan medan lalu sikat positif dan komutator, dari komutator ke kumparan armatur ,sampai terhubung ke sikat negatif dan diteruskan ke massa, (terbentuk medan magnet yan sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armatur sehingga motor starter berputar). Aliran arus yang besar melalui kumparan medan dan kumparan armatur menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan menghasilkan tenaga yang besar untuk memutarkan mesin.

  114. NIM 5202418046
    No 7.
    salah.
    karena arus dari baterai mengalir ke terminal 30 > kemudian ke plat kontak > terminal C > kumparan pull in coil, > kumparan hold in coil > massa, (kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan. bahwa aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.

    • Nim : 5202418058

      5. Permyataan tersebut Benar, Karena saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear, plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan hold in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada ujung bagian kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid, sehingga terminal 30 dan terminal C terhubung. Pada keadaan ini terminal 50 sama dengan di terminal 30 dan terminal C, karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil, sehinga kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  115. NIM : 5202418057

    No 5. Benar
    Karena saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear, plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan hold in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada ujung bagian kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid, sehingga terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar tersebut dapat mengalir melewati kedua terminal. Pada keadaan ini terminal 50 sama dengan di terminal 30 dan terminal C, karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil, sehinga kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  116. 5202418059
    No 3
    SALAH.
    Karena Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:

    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.

  117. Nim : 5202418058

    4. Salah, karena plat kontak terhubung dengan terminal 30 dan terminal C menyebabkan arus yang besar mengalir dari baterai ke terminal 30 ke terminal C kemudian ke massa melalui kumparan medan dan armature. Saat plat kontak terhubung dengan terminal 30 dan terminal C, tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal 50. Hal ini menyebabkan arus tidak mengalir dari terminal 50 ke pull-in coil dan menyebabkan kemagnetan pada pull-in coil hilang. Untuk mempertahankan posisi plat kontak tetap menempel maka hold-in coil berperan dengan tetap menghasilkan medan magnet sehingga arus yang besar tetap dapat mengalir ke motor starter lewat plat kontak dan motor starter tetap berputar. Kumparan hold-in coil menghubungkan terminal 50 dan bodi solenoid dan berfungsi untuk menahan plunyer sehingga plat kontak tetap dapat menempel dengan terminal utama

  118. NIM 5202418064

    No 2
    Meskipun ukuran armaturenya kecil tetapi sistem starter tipe reduksi memiliki kemampuan untuk mengurangi putaran armature. Dan letak dari armature tidak seporos dengan gigi pinion dan putaran dari armature direduksi oleh idle gear hingga sepertiga sehingga putaran lebih kuat karena terjadi peningkatan torsi akibat proses reduksi.

  119. 5202418059
    No 4
    SALAH.
    karena tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C, sehingga  arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  120. NIM : 5202418057

    No 6. Benar
    Karena pada saat plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang. Maka arus menjadi:

    Arus dari baterai mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.
    Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan –> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Dan terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature sehingga motor starter berputar, menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan menghasilkan tenaga kembali yang besar untuk memutarkan mesin.

  121. 5202418055

    7. Salah , Karena pada saat Arus dari baterai ke terminal 30 -> plat kontak -> terminal C -> kumparan pull-in coil -> kumparan hold-in coil -> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  122. NIM 5202418049
    7. SALAH.
    Karena arus dari baterai mengalir ke terminal 30 kemudian ke plat kontak dan diteruskan ke terminal C lalu kumparan  pull in coil, lalu kumparan  hold in coil dan terakhir ke massa, (kumparan pull in coil  dan kumparan  hold in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan. Dijelaskan bahwa aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil  arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.

  123. 5202418059
    No 5
    BENAR.
    Pada keadaan ini terminal 50 sama dengan di terminal 30 dan termnal C, karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil, sehinga kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  124. 5202418043
    7. Salah
    Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG) yaitu,Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON(IG) Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.dan bisa menjalankan mesin

  125. 5202418059
    No 6
    BENAR.
    Karena arus dari baterai mengalir ke terminal 50 >, kumparan hold in coil  >, massa >  (terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil). Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 > plat kontak > terminal C > kumparan medan, > sikat positif, > komutator,> kumparan armatur ,> komutator, > sikat negatif ,> massa, (terbentuk medan magnet yan sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armatur sehingga motor starter berputar). Aliran arus yang besar melalui kumparan medan dan kumparan armatur menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan menghasilkan tenaga yang besar untuk memutarkan mesin

  126. NIM 5202418049
    8. Mengukur arus dapat dilakukannya dengan multimeter. Caranya yaitu :
    a. test pull in coil menggunakan multi tester.
    Atur multi tester pada skala Ohm,kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C jika jarum bergerak berarti pull in coild dalam keadaan baik.
    b. test hold in coil menggunakan multi tester.
    Hubungkan terminal 50 dengan body atau massa, jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik.

  127. 5202418055

    8. Cara mengukur Tegangan pull in coil dan hold in coil yaitu :
    – Hubungkan switch magnet dengan baterai. Bagian negatif yaitu negatif baterai dihubungkan ke body starter dan terminal C. Bagian positif yaitu positif baterai dihubungkan ke terminal 50. Jika pinion bergerak keluar maka pull in coil dalam keadaan baik. Untuk mengukur tegangan dan arusnya bisa menggunakan multitester yang dihubungan pada terminal positif dan negatif yang mengalir.
    – Sedangkan untuk mengukur tegangan dan arus hold in coil,
    Lepaskan kabel yang menuju ke terminal C. Saat terminal C dilepas, pinion harus tetap menonjol keluar.

  128. 5202418043
    7. Salah
    Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON(IG) Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.dan mesin tidak dapat bekerja

  129. 5202418076

    No.1

    Perbedaan rangkaian antara motor starter tipe reduksi dan konvensional yaitu ;

    ^ tipe reduksi > srarter clucth seporos dengan magnetic switch atau selenoid, maka posisi plunyer langsung bisa mendorong starter clutch ke arah pinion gear dengan ring gear sehingga putaran dari iddle gear diteruskan ke ring gear.

    ^ tipe konvensional > memiliki starter clutch yang seporos dengan armatur sehingga putaran dari armatur dapat diterima secara langsung oleh pinion gear

  130. NIM : 5202418057

    No 7. Salah
    Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Maka aliran listrik menjadi :
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  131. 5202418059
    No 7
    SALAH.
    karena arus dari baterai mengalir ke terminal 30 > kemudian ke plat kontak > terminal C > kumparan  pull in coil, >  kumparan  hold in coil > massa, (kumparan pull in coil  dan kumparan  hold in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan. Dijelaskan bahwa aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil  arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.

  132. NIM : 5202418042
    1. Perbedaan dari rangkaian motor starter tipe konvensional dengan reduksi yaitu:
    Motor Starter Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear.
    Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  133. 5202418043
    8. Mengukur arus dapat dilakukannya dengan multimeter. Yaitu :
    a. test pull in coil menggunakan multi tester.
    Atur multi tester pada skala Ohm, lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C jika jarum bergerak berarti pull in coild dalam keadaan baik.
    b. test hold in coil menggunakan multi tester.
    Hubungkan terminal 50 dengan body atau massa, jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik(normal)

  134. NIM : 5202418051

    N0 : 3
    SALAH
    Karena pada saat kunci kunci kontak kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun pada saat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel.pada keadaan tersebut terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai.
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 – plat kontak – terminal C -kumparan medan – sikat positif -kommutator -kumparan armature -sikat negatif – massa.

  135. NIM : 5202418042
    2. Walaupun ukuran armaturenya kecil tetapi sistem starter tipe reduksi memiliki kemampuan untuk mengurangi putaran armature. Dan letak dari armature tidak seporos dengan gigi pinion dan putaran dari armature direduksi oleh idle gear hingga sepertiga sehingga putaran lebih kuat karena terjadi peningkatan torsi akibat proses reduksi.

  136. Nim : 5202418070

    3.Salah,karena pada saat posisi kontak diputar IG/ON,pada terminal 50 tidak mendapatkan aliran arus listrik,itu yang menyebabkan plat tidak menempel.Sedangkan untuk Terminal 30 karena sudah tidak ada kuat medan magnet.

  137. NIM : 5202418057

    No 8. Cara pengukuran :
    1.Pengukuran besar tegangan dan arus pull in coil.
    Hubungkan switch magnet dengan baterai. Bagian negatif yaitu negatif baterai dihubungkan ke body starter dan terminal C. Bagian positif yaitu positif baterai dihubungkan ke terminal 50. Jika pinion bergerak keluar maka pull in coil dalam keadaan baik. Untuk mengukur tegangan dan arusnya bisa menggunakan multitester yang dihubungan pada terminal positif dan negatif yang mengalir.

    2.Pengukuran tegangan dan arus hold in coil.
    Lepaskan kabel yang menuju ke terminal C. Saat terminal C dilepas, pinion harus tetap menonjol keluar.

  138. NIM : 5202418042
    No 3
    SALAH.
    Karena di keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listriknya sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.

    • Nim : 5202418058

      7. Pernyataan tersebut Salah, karena arus dari baterai mengalir ke terminal 30 > plat kontak > terminal C > kumparan pull in coil, > kumparan hold in coil > massa, (kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan. Dijelaskan bahwa aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.

  139. NIM 5202418064

    No 3
    Pernyataan tersebut salah, saat kunci kontak posisi IG maka terminal 50 tidak mendapat arus listrik dari baterai. Akan tetapi arus dari baterai mengalir ke terminal 30 – plat kontak-terminal C – kumparan medan – sikat positif – komutator – kumparan armature – sikat negatif – massa. Sehingga saat posisi kunci kontak IG maka plat kontak menempel pada terminal 30 dan C bukan menempel di terminal 30 dan 50

  140. Nim : 5202418058

    6. Pernyataan tersebut BENAR, karena pada saat plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  141. NIM : 5202418047

    4. Jika kunci kembali ke posisi IG, maka akan terjadi demagnetisasi pada kumparan pull in coil dan hold in coil sehingga plunyer dapat bergerak mendorong plat kontak menempel,
    Jawab :
    Hal ini salah, karena pada saat posisi IG pada kumparan pull in coil tidak ada arus, tetapi pada kumparan hold in coil masih ada karena arus dari terminal 50 ada yg mengalir menuju hold in coil untuk menghasilkan kemagnetan sehingga menahan plat kontak untuk tetap menempel dengan terminal C dan terminal 30.

    • NIM : 5202418047

      5. Pada saat pinion berkaitan pada model reduksi, maka medan magnet pada pull in coil hilang karena arus ke terminal 50 hilang,
      Jawab :
      Hal ini benar, saat pinion gear sudah berkaitan dengan flywheel maka membutuhkan arus yg besar sehingga suplay arus melewati terminal C dan terminal 30, arus pada terminal C sama dengan terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil dan kemagnetan di kumparan pull in coil hilang.

  142. 5202418059
    No 8
    Yang harus dilakukan si Slamet adalah sebagai berikut:
    Test pull in coil menggunakan multi tester
    Set multi tester pada skala Ohm,kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C jarum harus bergerak berarti pull in coild dalam keadaan baik.
    Test hold in coil menggunakan multi tester.
    Hubungkan terminal 50 dengan body atau massa,jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik.
    Test kembalinya plunyer dengan menekandan harus kembali dengan lembut maka plunyer dalam keadaan baik.

  143. NIM : 5202418051

    NO : 4

    SALAH
    Karena pull in coil dan hold in coil berlawanan arah sehingga medan magnet juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tesebut. Akibatnya, tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali pada posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C.

  144. 5202418073

    No.4
    Pernyataan tersebut salah, karena tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer dan plunyer akan bergerak ke kanan dan kembali ke posisi semula terdorong oleh pegas pengembali sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C.

  145. Nim : 5202418058

    7. Pernyataan tersebut Salah, karena arus dari baterai mengalir ke terminal 30 > plat kontak > terminal C > kumparan pull in coil, > kumparan hold in coil > massa, (kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan. Dijelaskan bahwa aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.

  146. Nim: 5202418070

    4.Pernyataannya salah,karena justru pada saat terjadi Demagtisasi atau saling menghilangkan Medan magnet ,yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.Akibatnya tidak ada kekuatan. Magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C.

  147. 5202418066
    # perbedaan motor stater antara tipe konvensional dan reduksi

    – Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.
    – Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    – Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).
    – Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak). Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  148. NIM:5202418075

    1.Perbedaan Motor stater konvesional dengan motor stater reduksi adalah Motor Starter Konvensional dengan Motor Starter Reduksi memiliki perbedaan utama yaitu :
    >Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan starter reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran.
    >Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    *Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid). Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch. Sehingga, dorongan dari plunger untuk menggerakan Stater clutch diperlukan komponen yang bernama Driver Lever (tuas penggerak).
    >Untuk motor jenis reduksi sendiri, mempunyai perbedaan dalam hal ini, karena letak Starter Clutch yang seporos dengan Magnetic Switch, maka posisi plunger pun langsung bisa mendorong Starter Clutch ke arah perkaitan Pinion Gear dengan Ring Gear sehingga putaran dari Idle Gear diteruskan ke Ring Gear melalui Pinion Gear secara langsung melalui dorongan plunger.

  149. 5202418073

    No.3
    Pernyataan tersebut salah, karena pada saat keadaan tersebut terminal 50 tidak akan mendapatkan lagi arus listrik, arus dari baterai mengalir terminal 30 -> plat kontak -> terminal C -> kumparan medan -> sikat positif –> komutator -> kumparan armatur -> sikat negatif -> massa -> masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armatur

  150. NIM 5202418046
    No.8.
    Cara mengukur Tegangan pull in coil dan hold in coil yaitu :
    A. Hubungkan switch magnet dengan baterai. Bagian negatif yaitu negatif baterai dihubungkan ke body starter dan terminal C. Bagian positif yaitu positif baterai dihubungkan ke terminal 50. Jika pinion bergerak keluar maka pull in coil dalam keadaan baik. Untuk mengukur tegangan dan arusnya bisa menggunakan multitester yang dihubungan pada terminal positif dan negatif yang mengalir.
    B. Sedangkan untuk mengukur tegangan dan arus hold in coil,
    Lepaskan kabel yang menuju ke terminal C. Saat terminal C dilepas, pinion harus tetap menonjol keluar.

  151. NIM: 5202418075
    Motor starter tipe reduksi ukuran armaturnya kecil tetapi memiliki torsi yang besar.
    Meskipun ukuran armaturnya kecil tetapi sistem starter tipe reduksi memiliki kemampuan untuk mengurangi putaran armatur. Dan letak dari armatur tidak seporos dengan gigi pinion dan putaran dari armatur direduksi oleh idle gear hingga sepertiga sehingga putaran lebih kuat karena terjadi peningkatan torsi akibat proses reduksi yang besar.

  152. NIM: 5202418075

    2 Motor starter tipe reduksi ukuran armaturnya kecil tetapi memiliki torsi yang besar.
    Meskipun ukuran armaturnya kecil tetapi sistem starter tipe reduksi memiliki kemampuan untuk mengurangi putaran armatur. Dan letak dari armatur tidak seporos dengan gigi pinion dan putaran dari armatur direduksi oleh idle gear hingga sepertiga sehingga putaran lebih kuat karena terjadi peningkatan torsi akibat proses reduksi yang besar.

    • NIM:5202418075

      7. Salah,
      Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 -> plat kontak -> terminal C -> kumparan pull in coil, -> kumparan hold in coil -> massa, (kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan. Dijelaskan bahwa aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.

  153. Nim :5202418070

    5.Benar,karena pada saat keadaan ini tegangan di T.50,T.30 dan Terminal C adalah sama,karena tegangan di T30 = T50 maka tidak ada arus yang mengalir dan kemagnetan disekitar kumparan tersebut menghilang

  154. Nim : 5202418058

    8. Maka berikut ini caranya
    a. Mengukur pull in coil -> Hubungkan magnetic
    switch dengan baterai Bagian negatif baterai
    dihubungkan dengan body starter dan terminal
    C. Bagian positid baterai dihubungkan ke
    terminal 50. Jika pinion bergerak ke arah luar
    maka pull in coil (kumparan penarik) masih
    dalam keadaan baik.
    b. Mengukur hold in coil -> Lepaskan kabel dari
    negatif baterai yang menuju ke terminal C. Saat
    kabel dilepas maka pinion harus tetap keluar.

  155. NIM 5202418064

    No 4
    Pernyataan tersebut salah, saat kunci kontak kembali ke posisi IG arus dari baterai mengalir ke terminal 30 – plat kontak – terminal C – kumparan pull in coil – kumparan hold in coil – massa. Saat posisi ini terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet pada kumparan hold in dan pull in coil. Akibatnya tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer dan plunyer akan bergerak ke kanan. Sehingga plunyer kembali ke posisi semula sehingga plunyer tidak mendorong plat kontak untuk menempel.

  156. NIM:5202418075

    3. Salah, karena Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel.
    Pada keadaan tersebut terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan –> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.

  157. 5202418073

    No.5
    Pernyataan tersebut benar, karena pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Oleh sebab itu tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  158. 5202418076

    No. 3

    SALAH, Karena pada saat kunci kontak pada posisi IG (ON) maka terminal 50 tidak mendapat arus dari baterai. Tetapi arus akan mengalir ke terminal 30 –> plat kontak -> terminal C –> kumparan medan –> sikat positif –> komutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Sehingga pada saat posisi kunci kontak IG maka plat kontak menempel ke terminal 30 dan terminal C bukan menempel di terminal 30 dan terminal 50

  159. 5202418066
    2.) kenapa motor stater tipe reduksi torsinya lebih besar ?
    Karna motor stater tipe reduksi merupakan motor stater yang putaran armaturnya direduksi atau di turun kan dengan sistem penurunan putaran berupa roda gigi. Jadi Pada penurunan putaran ini berefek pada naiknya tenaga putar atau torsi motor tersebut.

  160. NIM:5202418075

    4.Pernyataannya Tidak benar/salah, karena justru pada saat terjadi Demagtisasi atau saling menghilangkan Medan magnet ,yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.
    Akibatnya tidak ada kekuatan/power. Magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C.

  161. NIM : 5202418051

    NO : 5

    BENAR
    Karena keadaan pada terminal 50 sama dengan 30 dan terminal C sehingga tegangan sama dengan tegangan di terminal 50,maka tidak ada medan magnet pull in coil

  162. NIM:5202418075

    5 Benar, Karena saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear, plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan hold in coil menghasilkan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada ujung bagian kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid, sehingga terminal 30 dan terminal C berhubung. Arus yang besar tersebut dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini terminal 50 sama dengan di terminal 30 dan terminal C, karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil, maka kemagnetan di kumparan tersebut tidak ada/hilang.

  163. NIM : 5202418044

    1. Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan starter reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran, Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan.

    Sedangkan Motor Starter Reduksi memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.

    Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).

  164. Nim : 5202418070
    6.Perbyataan benar,karena pada saat posisi ini,Plunyer kontak plat menutup main kontak.Sehingga field coil dan armature menerima arus listrik yang besar dari Barre.Akibatmya armature berputar pada kecepatan tinggi dan Drive pinion idle gear kecepatan nya menurun.Saat PIC terputus,plunyer dipertahankan oleh HIC.Itu yang menyebabkan motor starter berputar kencang.

  165. NIM : 5202418044

    2. Motor starter reduksi adalah motor starter yang disempurnakan dalam bentuk yang lebih kecil dan leibh cepat putarannya. Selain itu juga model ini dapat menghasilkan gaya putar yang lebih kuat, karena memakai idle gear. Dengan idle gear tersebut, gaya rotasi dari anker diperlambat sampai sepertiga agar dapat menghasilkan momen puntir yang lebih kuat pada pinion gear, walaupun bentuk motor starternya lebih kecil.

  166. 5202418073

    No.6
    Pernyataan tersebut benar, karena arus dari baterai mengalir ke terminal 50 -> kumparan hold in coil -> massa -> terbentuk medan -> magnet pada kumparan hold in coil dan Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 menuju plat kontak menuju terminal C menuju kumparan medan menuju sikat positif menuju komulator menuju kumparan armatur menuju komutator menuju sikat negatif menuju massa menuju terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armatur menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan menghasilkan tenaga yang besar untuk memutarkan mesin

  167. 5202418060

    No.2
    Motor starter reduksi merupakan motor starter yang putaran armature lebih cepat dibandingkan gigi pinion. Putaran motor starter direduksi untuk meningkatkan torsi. Perbandingan antara gigi pada armature dengan gigi pada pinion adalah 1 : 2,4 sampai 1: 3 atau bila jumlah gigi armature 10 buah maka jumlah gigi kopling 24 –30 buah. Maka dari itu pada motor reduksi putaran armature lebih cepat dibandingkan dengan putaran pinion gearnya, serta meghasilkan torsi yang lebih besar.

  168. 5202418076

    No. 4

    SALAH, Karena saat kunci kontak kembali ke posisi IG (ON) arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull in coil –> kumparan hold in coil –> massa. Pada posisi ini terjadi demagnetisasi pada kumparan hold in dan pull in coil. Akibatnya tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer. Sehingga plunyer kembali ke posisi semula dan plunyer tidak mendorong plat kontak untuk menempel.

  169. NIM:5202418075

    6. Pernyataannya benar, karena pada saat plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet.
    Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C berhubung. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  170. 5202418066
    3.) SALAH

    karna terminal 50 tidak di aliri arus listrik dari kunci kontak.
    – arus baterai mengalil ke terminal 30 > plat kontal > terminal C > kumparan medan > sikat positif > komutator > kumparan armature > sikat negatif > massa [] masih betbentuk medan magnit yang sangat kuat pada kumparan medab dan kumparaa arnatur, motor stater masih berputar.

  171. 5202418060

    No.3
    pernyataan tersebut SALAH, Karena pada Saat kunci kontak starter IG, maka arus listrik akan mengalir dari kontak ke terminal 50, ke pull-in dan hold-in solenoid starter. Aliran listrik ini menyebabkan solenoid menjadi magnet dan menarik plunger, gerakan plungan menyebabkan plat kontak (contact plate) menghubungkan terminal 30 dengan terminal C, dan motor starter berputar. Gerakan plunger juga menyebabkan plunger shaft mendorong pinion gear sehingga pinion berhubungan dengan flywheel.

  172. NIM : 5202418044

    3. Salah. Pada posisi IG, dengan memutar kunci kontak pada posisi start, arus akan mengalir melalui kumparan penahan dan bersamaan dengan ini pula juga mengalir ke kumparan penarik dan kumparan medan, kumparan anker, massa. Pada saat ini kumparan penarik dan kumparan medan menghasilkan gaya magnet dengan arah yang sama.

    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.

  173. 5202418060

    No.4
    Pernyataan tersebut Salah,karena pada saat posisi kontak diputar IG/ON,pada terminal 50 tidak mendapatkan aliran arus listrik,itu yang menyebabkan plat tidak menempel.sedangkan terminal 30 dan terminal C masih terhubung sehingga arus mengalir dari terminal C ke kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil kemudian ke massa.
    Demagnetisasi hanya terjadi pada kumparan pull in coil dan hold in coil sehingga plunyer dapat bergerak mendorong plat kontak menempel.

  174. 5202418066
    4.) SALAH
    karena saat posisi ig Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 > plat kontak > terminal C > kumparan pull in coil > kumparan hold in coil > massa [] kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil mengahasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  175. NIM : 5202418051

    NO : 6
    BENAR
    Karena kemagnetan hold in coil menahan kontak plate dan arus yang besar akan mengalir ke baterai- field coil-armature-massa melalui main switch.akibatnya stater dapat menghasilkan arus yang besar sehinga digunakan memutarkan ring gear

  176. 4. Salah, karena kekuatan medan magnet tidak ada yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C, sehingga  arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  177. NIM:5202418075

    7. Salah,
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 -> plat kontak -> terminal C -> kumparan pull in coil, -> kumparan hold in coil -> massa, (kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan. Dijelaskan bahwa aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan hold in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.

  178. NIM : 5202418044

    5. Menurut saya ketika pinion berkaitan pada model reduksi maka medan magnet pada pull in coil hilang adalah benar, karena arus terminal 50 sama dengan terminal C sehingga apabila terminal C sudah tidak ada arus maka tidak ada juga arus yang mengalir ke pull in coil.

  179. 5202418060

    No.5
    Pernyataan tersebut benar, karena jika arus yang mengalir ke terminal 50 itu terputus maka arus yang mengalir ke pull-in coil pun hilang sebab arus mengalir dari terminal 50 ke pull-in coil, sehingga tidak ada kemagnetan yang terjadi.

  180. 5202418073

    No.7
    Pernyataan tersebut salah, karena pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  181. NIM : 5202418044

    6. Menurut saya benar, karena bila saklar  magnet dan sekrup ulir memanjang telah mendorong gigi pinion sehingga terjadi perkaitan penuh dengan roda, plat kontak akan berhubungan dengan plunyer dan menghubungkan singkat antara terminal 30 dan terminal C dengan demikian arus besar akan mengalir dari baterai kemotor stater sehingga motor stater akan berputar dan menghasilkan torsi yang besar. Pada waktu yang bersamaan tegangan pada ujung ujung kumparan penarik mendapatkan potensial yang sama sehingga kumparan tersebut tidak dialiri arus. Plunyer dipertahankan pada posisi menempel ke kontak utama oleh gaya magnet pada kumparan penahan.

  182. 5202418066
    4.) BENAR
    karena saat pluyer bergerak ke kiri pada saat kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan oenuh dengan ring gear dan dan plat kontak pada bagian ujung kanan pluyer menempel dengan terminal utana pada solenoid sehingga terminal 30 dan C terhubung.

  183. NIM : 5202418047

    6. Pada saat pinion berkaitan (pada tipe reduksi), maka arus yang besar akan mengalir ke hold in coil dan disalurkan ke kumparan medan sehingga motor starter berputar kencang,
    Jawab : hal ini benar karena masih terjadi kemagnetan pada player dan plat kontak terhubung dengan terminal 30 dan terminal C, maka arus besar akan memutar armatur dengan cepat.

  184. 5202418066
    5.) BENAR

    karena saat pluyer bergerak ke kiri pada saat kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan oenuh dengan ring gear dan dan plat kontak pada bagian ujung kanan pluyer menempel dengan terminal utana pada solenoid sehingga terminal 30 dan C terhubung.

    Reply kesalahan nulis angka

  185. 5202418073

    No.8
    Cara mengukur tegangan yang bekerja pada pull in coil dan hasil in coil dengan cara sebagai berikut :
    1. Mengukur pull in coil –> Hubungkan magnetic
    switch dengan baterai Bagian negatif baterai
    dihubungkan dengan body starter dan terminal
    C. Bagian positid baterai dihubungkan ke
    terminal 50. Jika pinion bergerak ke arah luar
    maka pull in coil (kumparan penarik) masih
    dalam keadaan baik.
    2. Mengukur hold in coil –> Lepaskan kabel dari
    negatif baterai yang menuju ke terminal C. Saat
    kabel dilepas maka pinion harus tetap keluar.

  186. NIM : 5202418044

    7. Menurut saya pernyataan tersebut salah, karena arus dari baterai mengalir ke terminal 30 kemudian ke plat kontak lalu terminal C menuju kumparan pull in coil, lalukumparan hold in coil menuju massa, (kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  187. NIM : 5202418051

    NO : 7
    SALAH
    Karena pada saat kunci kontak ON /IG maka terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan. sehingga menyebabkan terjadinya demagnetitasi sehingga pluyer bergerak ke kanan kempali posisi semula arus yang besar terhenti dan motor setarter berhenti berputar.

  188. 5202418060

    No.6
    pernyataan tersebut benar, karena pada Saat pinion gear berhubungan penuh maka hubungan plat kontak pada solenoid starter semakin kuat, sehingga arus yang mengalir ke motor starter semakin besar dan motor starter berputar lebih cepat. Pada saat ini yang bekerja menahan plunger hanya kemagnetan yang dihasilkan oleh hold-in coil, sedangkan pull-in coil sudah tidak menghasilkan magnet karena pull-in coil tidak dialiri listrik. Listrik sudah tidak mengalir pad pull-in coil karena tidak ada beda potensial antara kedua ujung lilitan, sebab kedua ujung berhubungan dengan tegangan sumber yaitu 12V.

  189. NIM : 5202418044

    8. Pengukuran tegangan pull in coil yaitu slamet harus mengubungkan switch magnet dengan baterai. Bagian negatif yaitu negatif baterai dihubungkan ke body starter dan terminal C. Bagian positif yaitu positif baterai dihubungkan ke terminal 50. Jika pinion bergerak keluar maka pull in coil dalam keadaan baik. Untuk mengukur tegangan dan arusnya bisa menggunakan multitester yang dihubungan pada terminal positif dan negatif yang mengalir.

    Sedangkan pada pengukuran tegangan hold in coil yaitu lepaskan kabel yang menuju ke terminal C. Saat terminal C dilepas, pinion harus tetap menonjol keluar.

  190. NIM : 5202418047

    7. Pada saat kunci kontak kembali ke posisi IG (ON), maka terjadi demagnetisasi pada kumparan pull in dan hold in coil karena arus dari terminal 50 mengalir ke pull dan hold in coil dalam arah yang sama,
    Jawab : hal ini salah, karena saat kunci kontak kembali ke ON maka aliran arus berlawanan arah dan medan magnet nya juga berlawanan arah pada pull in coil dan hold in coil menyebabkan demagnetisasi, sehingga pegas akan mengembalikan pluyer dan menarik plat kontak dari terminal 30 dan terminal C.

  191. 5202418066
    7.) SALAH
    karena pada saat kunci kontak IG atau ON, maka tidak ada arus yang masuk ke termina 50. Saat setalah kunci kontak terbuka,plat kontak masih menempel dan menghubungkan terminal 30 dan terminal C sehingga arus yang mengalir dari terminal C mengalir ke kumparan pull in coil, ke hold in coil kemudian ke massa.

  192. NIM : 5202418051

    NO: 8

    Cara test pull in coil dan hold in coil
    a) Test pull in coil menggunakan multi taster,atur multi tester pada skala Ohm, kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C,jarum harus bergerak berarti menunjukkan pull in coil dalam keadaan aman
    b) Test hold in coil menggunakan multi tester,atur multi tester pada skala Ohm, kemudian lakukan pengukuran dengan menghubungkan terminal 50 dengan body atau massa, jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik.

  193. 5202418066
    8.) cara mengukur tegangan pada pull in coil dan hold in coil kita bisa menggunakan multi meter yang digital atau yang analog ,multi meter sendiri bisa di gunakan untuk mengukur tegangan oada pull in coil dan hold in coil

  194. NIM:5202418075

    8. Bisadilakukan dengan 2 cara pertama dengan menggunakan multi tester dan cara yang kedua dengan menggunakan baterai.
    -Cara pertama
    a. test pull in coil menggunakan multi tester.
    >set multi tester pada skala Ohm,kemudian lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C jarum harus bergerak berarti pull in coild dalam keadaan baik.
    b. test hold in coil menggunakan multi tester.
    >hubungkan terminal 50 dengan body atau massa,jika jarum bergerak berarti hold in coil dalam keadaan baik.
    -Cara kedua dengan menggunakan baterai
    Sebelum memeriksa lepas dahulu kabel terminal C,dan siapkan tiga kabel untuk menghubungkan dengan baterai.
    a. Test pull in dan hold in coil
    >Sebelum melakukan test ini pahami dahulu caranya, baru melakukan pengtesan dan test ini dilakukan hanya beberapa detik.
    >hubungkan kabel terminal 50 dengan positif baterai
    >hubungkan secara bersamaan kabel terminal C dan body
    >pada posisi ini roda gigi pinion dan plunyer maju kedepan di sebut pull in coil
    >setelah itu lepas kabel yang menghubungkan terminal C,pada posisi ini roda gigi pinion dan plunyer harus tetap tertahan, jika pinion tetap berarti hold in coil baik.
    >kemudian lepas kabel yang menghubungkan body atau massa dan pinion beserta plunyer dalam keadaan baik.
    >kemudian lakukan test tanpa beban dengan menggunakan 3 kabel hubungkan terminal 30 dengan positif baterai,terminal negatif dengan terminal negatif,selanjutnya hubungkan terminal 50 dengan baterai positif.

  195. 5202418060

    No.7
    Pernyataan tersebut salah, karena pada saat kunci kontak kembali posisi IG/ON maka plat kontak masih menghubungkan terminal 30 dan terminal C sehingga arus mengalir dari terminal C ke kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil kemudian ke massa. Arah aliran arus kedua kumparan tersebut berlawanan sehingga menghasilkan medan magnet yang berlawanan juga, hal ini yang menyebabkan terjadinya demagnetisasi.

  196. 5202418072

    2. Itu di sebabkan karena Motor Starter Reduksi memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima oleh Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar. sehingga cocok untuk kendaraan pengangkut.

  197. NIM : 5202418047

    8. Cara mengukur tegangan yang bekerja pada pull in coil dan hold in coil,
    Jawab :
    > Pengetesan pull in coil
    Lepaskan kabel kumparan medan (field coil) dari terminal C, kemudian hubungkan terminal positif baterai ke terminal 50 dan terminal negatif baterai ke terminal C dan body (massa), hasilnya gigi pinion harus berputar dan bergerak maju, jika tidak maka selenoid rusak.

    > Pengetesan hold in coil
    Pada saat gigi pinion maju (pengetesan pull in coil) lalu lepaskan kabel negatif baterai dari terminal C, kemudian hasil nya gigi pinion harus tetap maju, apabila kembali ke posisi semua maka selenoid rusak.

  198. NIM : 5202418072

    1. Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan starter reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran, Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan.

    Sedangkan Motor Starter direduksi memiliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima oleh Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.

    Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).

  199. NIM : 5202418054

    2. Istilah reduksi pada motor starter berarti mengurangi atau menurunkan. Yang diturunkan adalah putaran motor starter. Jadi motor starter jenis reduksi merupakan motor starter yang putaran armaturenya direduksi atau diturunkan dengan sistem penurun putaran berupa roda gigi. Penurunan putaran motor starter ini berefek pada naiknya tenaga putar atau torsi motor tersebut.

    • NIM : 5302418054

      Salah, bila saklar magnet dan sekrup ulir memanjang telah mendorong gigi pinion sehingga terjadi perkaitan penuh dengan roda , plat kontak akan berhubungan dengan plunyer dan menghubungkan singkat antara terminal 30 dan terminal C dengan demikian arus besar akan mengalir dari baterai kemotor stater sehingga motor stater akan berputar dan menghasilkan torsi yang besar. Pada waktu yang bersamaan tegangan pada ujung ujung kumparan penarik mendapatkan potensial yang sama sehingga kumparan tersebut tidak dialiri arus . Plunyer dipertahankan pada posisi menempel ke kontak utama oleh gaya magnet pada kumparan penahan.

  200. 5202418060

    No.8
    a.Cara pengetesan pull-in coil
    – Lepas kabel kumparan medan dari terminal C
    – Hubungkan positif baterai ke terminal 50 dan negatif baterai ke terminal C dan bodi
    – Gigi pinion harus bergerak maju, jika tidak bergerak berarti selenoid rusak.
    b. Cara pengetesan hold-in coil
    – Pada saat gigi pinion maju lepaskan kabel negatif dari terminal C
    – Gigi pinion harus tetap maju jika gigi pinion kembali ke posisi semula maka selenoid rusak.

  201. Nim: 5202418070
    7.Pernyataannya salah,karena justru pada saat Ig di terminal 50 tidak mendapatkan aliran arus listrik,arus dari terminal C kekumparan PIC dan HIC arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi Demagnetisasi atau saling menghilangkan medanagnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tersebut.

  202. 5202418041
    no. 1
    Motor Starter Konvensional dengan Motor Starter Reduksi memiliki perbedaan utama, diantaranya yaitu :
    – Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi. Berbeda dengan reduksi yang putaran dari Armature nya harus direduksi kembali oleh Idle Gear sehingga memperlambat putaran
    – Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan ringan. Sedangkan Motor Starter Reduksi memoliki putaran yang lambat, karena putaran dari Armature direduksi kembali oleh Idle Gear, sehingga tidak langsung diterima Pinion Gear dan menyebabkan momen puntir yang besar, sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pengangkut.
    – Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Sedangkan letak Starter Clutch dari Motor Starter Reduksi memiliki poros yang sejajar dengan Magnetic Switch (solenoid).

  203. 5202418069

    1. Sistem starter konvensional :
    memiliki letak armature yang sejajar dengan pinion gear, memiliki putaran cepat, karena putaran dari armature langsung diterima oleh pinion gear, memiliki starter clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear. Karena letak clutch seporos dengan armature, dorongan dari plunyer tidak langsung diterima oleh starter clutch sehingga dibutuhkan komponen driver lever.

    Sistem Starter Reduksi :
    putaran dari armature harus direduksi kembali oleh idle gear sehingga memperlambat putaran, putaran dari armature direduksi kembali oleh idle gear sehingga tidak langsung diterima pinion gear, starter clutch seporos dengan solenoid maka posisi plunyer langsung bisa mendorong starter clutch ke arah perkaitan pinion gear dengan ring gear sehingga putaran dari idle gear diteruskan ke ring gear melalui pinion gear secara langsung lewat dorongan plunyer sehingga menghasilkan momen puntir yang kuat.

  204. 5202418051

    NO : 7
    SALAH
    Karena pada saat kunci kontak ON /IG maka terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 lalu ke plat kontak lalu terminal C lalu kumparan medan lalu sikat positif lalu kommutator lalu kumparan armature lalu sikat negatif lalu massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 lalu plat kontak lalu terminal C lalu kumparan pull-in coil lalu kumparan hold-in coil lalu massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan. sehingga menyebabkan terjadinya demagnetitasi sehingga pluyer bergerak ke kanan kempali posisi semula arus yang besar terhenti dan motor setarter berhenti berputar.

  205. Nim 5202418070
    8.cara pengujian pada PIC:
    1.hubungkan + batere dengan terminal C.hunungkan + Batee ke terminal 50 …Lepas kabel yang menghubungkan ke terminal C.dengan armature…tujuan: untuk mengetahui apakah pic baik atau tidak…jika pinion bergerak keluar maka baik.

    Cara menguji HIC:
    HUBUNGKAN T.50 DAN GIGI PINION,T.50 TETAP TERHUBUNG DENGAN + BATRE LEPAS KABEL – BATRE DARI TERMINAL C….TUJUAN: LIHAT APAKAH RODA PINIOM TERTARIK SETELAH KABEL INI TERLEPAS

  206. 5202418069

    2. Meskipun ukuran armaturenya kecil tetapi sistem starter tipe reduksi memiliki kemampuan untuk mengurangi putaran armature. Dan letak dari armature tidak seporos dengan gigi pinion dan putaran dari armature direduksi oleh idle gear hingga sepertiga sehingga putaran lebih kuat karena terjadi peningkatan torsi akibat proses reduksi atau sistem ini memiliki gigi tambahan sebagai pereduksi putaran, putaran direduksi dengan tujuan menghasil kan torsi putar yang besar.

  207. 5202418041

    No: 6
    BENAR
    karena pada Saat pinion gear berhubungan penuh maka hubungan plat kontak pada solenoid starter semakin kuat, sehingga arus yang mengalir ke motor starter semakin besar dan motor starter berputar lebih cepat. Pada saat ini yang bekerja menahan plunger hanya kemagnetan yang dihasilkan oleh hold-in coil, sedangkan pull-in coil sudah tidak menghasilkan magnet karena pull-in coil tidak dialiri listrik. Listrik sudah tidak mengalir pad pull-in coil karena tidak ada beda potensial antara kedua ujung lilitan, sebab kedua ujung berhubungan dengan tegangan sumber yaitu 12V

  208. 5202418069

    3. SALAH,
    saat kunci kontak posisi IG maka terminal 50 tidak mendapat arus listrik dari baterai. Akan tetapi arus dari baterai mengalir ke terminal 30 – plat kontak-terminal C – kumparan medan – sikat positif – komutator – kumparan armature – sikat negatif – massa. Sehingga saat posisi kunci kontak IG maka plat kontak menempel pada terminal 30 dan C bukan menempel di terminal 30 dan 50.

  209. NIM 5202418064

    No 5
    Pernyataan tersebut benar, saat pinion berkaitan terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50 maka tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  210. NIM 5202418064

    No 6
    Pernyataan tersebut benar, karena aliran arus yang besar melalui kumparan medan dan kumparan armature menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan menghasilkan tenaga yang besar untuk memutarkan mesin

  211. NIM 5202418064

    No 7
    Pernyataan tersebut salah, saat kunci kontak kembali ke posisi IG (ON) aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil arahnya berlawanan.

  212. NIM 5202418064

    No 8

    Pengukuran besar tegangan pada pull in coil: Hubungkan switch magnet dengan baterai lalu negatif baterai dihubungkan ke body atau masa, positif baterai dihubungkan ke terminal 50. Jika pinion bergerak keluar maka pull in coil dalam keadaan baik. Dalam hal ini untuk mengukur tegangannya menggunakan alat multitester yang dihubungan pada terminal positif dan negatif yang mengalir.

    Pengukuran tegangan pada hold in coil: Lepaskan kabel yang menuju ke terminal C, saat terminal C dilepas, pinion harus tetap menonjol keluar

  213. of course like your web site however you need to test the spelling
    on several of your posts. Many of them are rife with spelling issues and
    I find it very bothersome to inform the reality nevertheless
    I’ll definitely come back again.

  214. Just wish to say your article is as astounding.
    The clarity on your put up is just spectacular and that i can think you’re an expert on this subject.
    Fine together with your permission let me to take hold of your RSS feed to stay updated with impending post.

    Thanks a million and please continue the enjoyable work.

  215. Youre so cool! I dont suppose Ive learn something like this before. So nice to search out any individual with some original ideas on this subject. realy thanks for beginning this up. this website is something that is wanted on the net, somebody with a little bit originality. helpful job for bringing something new to the web!

  216. I do not know whether it’s just me or if perhaps everyone else encountering issues with your site.
    It appears like some of the text within your posts are running off the screen. Can somebody else
    please provide feedback and let me know if this is happening to them too?
    This could be a issue with my internet browser because I’ve had this happen before.
    Kudos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here