KELISTRIKAN OTOMOTIF (RABU)

243
815

Pelajari materi sistem starter, diskusikan bersama teman, dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Jelaskan cara kerja solenoid pada saat kunci kontak posisi ST.
  2. Jelaskan cara kerja solenoid pada saat pinion berkaitan.
  3. Jelaskan cara kerja solenoid pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON.
  4. Jelaskan cara kerja sistem starter pada saat kunci kontak posisi ST.
  5. Jelaskan cara kerja sistem starter pada saat pinion berkaitan.
  6. Jelaskan cara kerja sistem starter pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON.
  7. Buat simpulan mengenai cara kerja solenoid dan cara kerja sistem starter setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

Silakan diskusikan dengan teman-teman dan jawaban bisa ditulis di dalam kolom komentar. Perlu diperhatikan: 1) jawaban diawali dengan menuliskan NIM dan setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) meskipun hasil diskusi bersama, 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim/posting), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). Jawaban ditunggu sampai hari Kamis, 24 Oktober 2019 pukul 15.00. Selamat berdiskusi (DW).

243 COMMENTS

  1. 5202418010
    1. Cara kerja saat solenoid saat kunci kontak posisi ST.
    Bila kunci kontak dalam posisi ST maka arus akan mengalir ke terminal 50 kemudian mengalir ke kumparan pull in coil (ke terminal C) dan hold in coil(ke massa). Akibatnya akan terjadi Medan magnet pada pull in coil yang menyebabkan plunyer tertarik ke plat kontak dan hold in coil menahan plunyer sehingga plat kontak tetap menghubungkan terminal 30 dan terminal C (arus mengalir ke motor stater dan pinion berkaitan & berputar).

  2. 5202418016_FATHAN MASRURI

    1. cara kerja selenoid saat kunci kontak posisi st: ketika kunci kontak posisi st maka arus akan mengalir dari baterai menuju kk selanjutnya mengalir ke terminal 50. Dari terminal 50 dialirkan menjadi dua yaitu 1.ke hold in coil lalu ke masa 2. Ke pull in coil lalu diteruskan ke terminal C, kumparan medan dan terahir ke massa. Maka pada hold in coil dan pull in coil terjadi kemagnetan sehingga terjadi ketidaksimetrisan posisi plunyer dan plunyer pun tertarik ke arah terminal 30 dan C shg plat kontak terhubung. Maka pada peristiwa itu selenoid berfungsi mendorong pinion melalui mekanisme drive lever.

    • Nama = Alif Fathah H
      Nim = 5202418032

      1. Saat kunci kontak pada posisi ST arus mengalir ke terminal 50, pull in coil dan hold in coil, lalu ke terminal C dan ke massa melalui kumparan medan, sehingga mengakibatkan terjadinya medan magnet pada solenoid hingga plunyer tertarik. Sehingga plat kontak menghubungkan terminal 30 dan terminal C.

  3. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    2. Cara kerja selwnoid saat pinion berkaitan:
    Saat pinion berkaitan maka disisi lain plat kontak juga terhubung dengan terminal 30 dan C sehingga pull in coil kemagnetanya hilang karena tidak ada beda potensial antara ujung kumparan terminal 50 dan C karena keduanya sama sama mengalir ke positif baterai dimana teganganya sama sama 12 V. Dan yang terjadi kemagnetan pada peristiwa ini hanyalah hold in coil yang berfungsi untuk menahan contak plate agar ttp.terhubung dengan terminal 30 dan C. Maka pada saat ini arus yang besar mengalir langsung dari baterai melalui terminal 30 ke terminal C yang selanjutnya sampai pada motor stater untuk menghasilkan momen dan putaran yang besar untung memutarkan fly whell melalui gigi pinion.
    Inilah prinsip fungsi selenoid mengalirkan arus yang besar pada saat pinion berkaitan.

  4. 5202418019

    Pada saat kunci kontak ada pada posisi ST maka listrik akan mengalir ke terminal 50 lalu menuju ke Pull-in coil dan Hold-in coil. Dari Pull-in Coil listrik mengalir ke terminal C lalu ke komutator yang ada pada armature, sedangkan dari hold-in coil listrik mengalir menuju massa. Pada saat ini kumparan hold-in coil dan pull-in coil akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini kemudian akan menarik plunyer ke arah kanan melawan pegas pengembali. Disaat arus listrik mengalir dari pull-in coil, armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terkait dengan ring gear.

  5. 2. Cara kerja solenoid saat pinion berkaitan. Saat pull in coil bekerja maka plunyer akan tertarik Sampai menempel ke plat kontak sehingga mendorong pinion bergerak maju berkaitan dengan flywheel dan dipertahankan oleh hold in coil agar arus ke motor stater tetap mengalir dan pinion tetap berkaitan. Saat kunci kontak dibuka (posisi Ig) maka solenoid tidak bekerja(terjadi demagnetisasi) dan pinion tidak berkaitan lagi dengan flywheel.

  6. Nim = 5202418007
    Nama = Teguh Kurniawan

    1. Pada saat kunci kontak pada posisi ST maka arus mengalir dari terminal 50 ke kumparan pull in coil kemudian ke terminal c dan ke masa. Pada saat yang sama terminal 50 ke kumparan hold in coil dan ke masa. Akibatnya timbul medan magnet pada kedua kumparan sehingga plunyer tertarik sehingga plat kontak menempel menghubungkan terminal 30 dan C . Dan pada tuas penggerak juga mendorong Gigi pinion bergerak maju berkaitan dengan fly wheel

  7. 5202418010
    3. Cara kerja solenoid saat kunci kontak kembali On. Apabila kunci kontak kembali ke posisi ig. Maka tidak ada arus yang masuk ke terminal 50. Disaat yg bersamaan plat kontak masih menempel dari terminal 30 ke c, sehingga arus dari c mengalir ke kumparan pull in coil ke kumparan hold in coil ,kemudian ke massa. Arah aliran kedua kumparan tersebut berlawanan arah sehingga menimbulkan demagnetisasi atau saling menetralkan Medan magnet. Akibatnya plunyer kembali ke posisi awal karena didorong pegas pengembali. Dan plat kontak tidak menghubungkan terminal 30 dan C.

    • 5202418010
      5. Cara kerja sistem stater saat pinion berkaitan. Plunyer bergerak maju saat pull on coil dan hold in coil menghasilkan Medan magnet. Sehingga menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan flywheel dan plat kontak menempel dengan terminal utama pada solenoid (30 dan C terhubung). Aliran arus dari C melalui kumparan Medan dan kumparan armatur menyebabkan Medan magnet yang sangat kuat sehingga motor stater berputar cepat dan menghasilkan tenaga yang besar untuk memutarkan mesin.

  8. Nim = 5202418007
    Nama= Teguh Kurniawan

    2. Pada saat pinion berkaitan maka dapat disimpulkan mesin hidup maka flywheel dapat memutarkan motor stater. Karna roda Gigi pada fywheel jumlahnya banyak maka putaran Gigi pinion pada motor stater juga menjadi sangat tinggi sehingga harus adanya kopling stater Dimana akan berputar dengan satu arah saja . Artinya pada saat motor stater beputar gaya putar motor stater dapat di slurkan ke flywheel sehingga poros engkol dapat berputar tetapi mesin sudah hidup mesin tidak dapat memutarkan. Motor stater karna koping starter membebaskan putaran dari fly wheel ke motor stater.

  9. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    3. Cara kerja selenoid saat kk kembali ke ON atau IG
    ketika kk kembali ke IG maka arus dari baterai ke terminal 50 terputus. Akan tetapi saat kontak plate masih terhubung dengan terminal 30 dan C maka arus masih mengalir melalui terminal 30 ke plat kontak dan terminal C kemudian diteruskan ke pull in coil dan hold in coil. Nah pada pull in coil dan hold in coil menghasilkan magnet namun dengan arah yang berlawanan sehingga terjadilah demagnetisasi atau menghilangnya medan magnit sehingga plat kontak kembali ke posisi semula dan arus di terminal 30 juga terputus.
    Itulah kerja selenoid dimana drive lever mengembalikan pinion agar tidak berkaitan lagi dengan fly whell.

  10. 5202418019

    Masuknya pinion gear motor starter secara penuh pada ring gear juga mengakibatkan plunyer tertarik penuh kedalam solenoid sehingga mendorong pushrod serta plat kontak. Akibatnya, plat kontak akan menghubungkan terminal 30 dan terminal C sehingga arus listrik yang besar akan mengalir dari baterai ke armature. Disaat arus listrik mengalir dari aki ke terminal 30 lalu ke terminal C melewati plat kontak, arus listrik yang mengalir ke kumparan Pull-in coil akan terhenti karena hilangnya beda potensial tegangan diantara ke dua titik pada kumparan tersebut. Disaat ini, Terminal C dan Pull-in coil memiliki tegangan yang sama. Karena tegangannya sama maka arus listrik tidak bisa mengalir. Hal ini mengakibatkan medan magnet pada kumparan Pull-in coil juga akan menghilang.
    Untuk mempertahankan posisi plunyer agar tetap mendorong plat kontak dan membuat arus listrik yang besar bisa mengalir dan memutar motor starter, maka disinilah peran Hold-in coil bekerja. Hold-in coil tetap akan menghasilkan medan magnet karena arus listrik tetap mengalir dari terminal 50 ke massa sehingga Hold-in coil tetap dapat menahan plunyer agar tidak terdorong oleh pegas pengembali ke arah kiri.

  11. 5202418008
    Ikhsan firmansyah
    1.pada saat kunci kontak posisi ST arus dari baterai mengalir ke terminal B kemudian ke ST kemudian ke terminal 50 setelah itu ke pull in coil dan hold in coil kemudian ke terminal C kemudian ke kumparan medan dan motor starter dan ke massa.pada pull in coil dan hold in coil terjadi medan magnet dan plunyer mendorong plat sehingga menempel ke terminal 30 dan terminal C.

  12. 5202418019

    1.Pada saat kunci kontak ada pada posisi ST maka listrik akan mengalir ke terminal 50 lalu menuju ke Pull-in coil dan Hold-in coil. Dari Pull-in Coil listrik mengalir ke terminal C lalu ke komutator yang ada pada armature, sedangkan dari hold-in coil listrik mengalir menuju massa. Pada saat ini kumparan hold-in coil dan pull-in coil akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini kemudian akan menarik plunyer ke arah kanan melawan pegas pengembali. Disaat arus listrik mengalir dari pull-in coil, armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terkait dengan ring gear.

  13. 5202418019

    2.Masuknya pinion gear motor starter secara penuh pada ring gear juga mengakibatkan plunyer tertarik penuh kedalam solenoid sehingga mendorong pushrod serta plat kontak. Akibatnya, plat kontak akan menghubungkan terminal 30 dan terminal C sehingga arus listrik yang besar akan mengalir dari baterai ke armature. Disaat arus listrik mengalir dari aki ke terminal 30 lalu ke terminal C melewati plat kontak, arus listrik yang mengalir ke kumparan Pull-in coil akan terhenti karena hilangnya beda potensial tegangan diantara ke dua titik pada kumparan tersebut. Disaat ini, Terminal C dan Pull-in coil memiliki tegangan yang sama. Karena tegangannya sama maka arus listrik tidak bisa mengalir. Hal ini mengakibatkan medan magnet pada kumparan Pull-in coil juga akan menghilang.
    Untuk mempertahankan posisi plunyer agar tetap mendorong plat kontak dan membuat arus listrik yang besar bisa mengalir dan memutar motor starter, maka disinilah peran Hold-in coil bekerja. Hold-in coil tetap akan menghasilkan medan magnet karena arus listrik tetap mengalir dari terminal 50 ke massa sehingga Hold-in coil tetap dapat menahan plunyer agar tidak terdorong oleh pegas pengembali ke arah kiri.

  14. Nim =5202418007
    Nama= Teguh Kurniawan
    3. Pada saat kunci kontak posisi on maka maka tidak ada arus yang mengalir masuk ke terminal 50. Pada saat ini plat kontak masih menempel dan menghubungkan terminal 30 dan C . Oleh karena itu arus mengalir dari terminal C ke kumparan pull in coil ke hold in coil kemufian ke masa. Arah aliran arus kedua kumparan berlawanan sehingga terjadi demagnetisasi dan plunyer akan kembali ke posisi asalnyakarena di dorong pegas pengembali dan plat kontak terlepas dari terminal 30 dan C

  15. 5202418019

    3.Saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil. Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil. Hilangnya medan magnet tersebut membuat plunyer akan mudah terdorong oleh pegas pengembali (return spring) kembali ke arah kiri dan melepas kaitan antara pinion gear dengan ring gear. Selain itu arus listrik yang mengalir dari terminal 30 ke terminal C juga akan ikut terputus dan menghentikan putaran motor starter akibat plat kontak yang juga terlepas dari kedua terminal tersebut.

    • Nama = Alif Fathah H
      Nim = 5202418032

      2. Saat pinion berkaitan, arus ada hold in coil masih tetapp ada, sedangkan pull in coil terputus. Lalu plat kontak masih menempel pada terminal 30 dan terminal C karena arus pada hold in coil masih ada.

  16. 5202418010
    4.Cara kerja sistem stater saat kunci kontak posisi ST.
    Bila kunci kontak dalam posisi ST maka arus akan mengalir ke terminal 50 kemudian mengalir ke kumparan pull in coil (ke terminal C) dan hold in coil(ke massa). Akibatnya akan terjadi Medan magnet pada pull in coil yang menyebabkan plunyer tertarik ke plat kontak (mendorong pinion melalui Drive lever sehingga berkaitan dengan flywheel) dan hold in coil menahan plunyer sehingga plat kontak tetap menghubungkan terminal 30 dan terminal C. Arus dari terminal C diteruskan ke field coil ,sikat ,armatur,. menghasilkan putaran sehingga pinion dapat memutarkan flywhell..

  17. Nama : Adhitya Muhammad Firdaus
    NIM. : 5202418005

    1. Pada saat kunci kontak pada posisi ST arus akan mengalir ke terminal 50 ke kumparan pull in coil dan hold in coil, kemudian ke terminal C dan ke massa melalui kumparan medan, mengakibatkan terjadinya medan magnet pada solenoid sehingga plunyer tertarik, sehingga mengakibatkan plat kontak menghubungkan terminal 30 dan terminal C

  18. 5202418008
    Ikhsan firmansyah
    2.pada saat pinion berkaitan arus pada pull in coil terputus dan kemagnetan hilang karena tegangan pada terminal 50 sama dengan terminal 30 dan terminal C,pada hold in coil terjadi medan magnet yang kuat,arus besar mengalir dari terminal 30 dan terminal C,dan pada kumparan medan dan kumparan armatur terjadi medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan memutarkan mesin.

  19. Nim =5202418007
    Nama =Teguh
    Kurniawan

    4.Kerja sistem starter saat kunci kontak pada posisi start (ST), kunci kontak (ignition switch) yang diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan berikut adalah aliran arus ke masing-masing kumparan tersebut.

    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan pull-in coil –> terminal C –> kumparan medan (field coil) –> sikat positif –> kumparan atmature –> sikat negatif –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil.
    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan hold-in coil –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

    Aliran arus pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada di tengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali (return spring). Karena ada aliran arus (kecil) dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature, maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah sehingga motor starter berputar lambat. Pada saat plunyer tertarik, tuas penggerak (drive lever) yang terpasang pada ujung plunyer juga akan tertarik ke arah kanan. Bagian tengah tuas penggerak terdapat baut yang berfungsi sebagai engsel sehingga tuas penggerak bagian bawah yang berkaitan dengan kopling starter (starter clutch) bergerak ke kiri mendorng gigi pinion agar berkaitan dengan ring gear. Pada kondisi pluyer tertarik (plat kontak belum menempel), motor starter berputar lambat. Putaran lambat ini membantu gigi pinion agar mudah masuk atau berkaitan dengan ring gear.

  20. Deni bagus prasetya
    5202418011

    1) Saat kunci kontak pada posisi ST maka listrik akan mengalir ke terminal 50 lalu menuju ke Pull-in coil dan Hold-in coil. Dari Pull-in Coil listrik mengalir ke terminal C kemudian ke komutator yang ada pada armatur, sedangkan dari hold-in coil listrik mengalir menuju massa, pada saat ini kedua kumparan hold-in coil dan pull-in coil akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini kemudian akan menarik plunyer ke arah kanan. Disaat arus listrik mengalir dari pull-in coil, armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terkait dengan flywheel

  21. 5202418008
    Ikhsan firmansyah
    3.pada saat kunci kontak kembali ke posisi IG arus yang mengalir ke terminal 50 terputus,arus mengalir dari terminal C ke pull in coil dan hold in coil secara berlawanan sehingga terjadi demagnetisasi dan menyebabkan plat terlepas dari terminal 30 dan C.

  22. 5202418019

    4.Pada saat kunci kontak posisi st maka arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan pull-in coil –> terminal C –> kumparan medan (field coil) –> sikat positif –> kumparan atmature –> sikat negatif –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil.
    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan hold-in coil –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.
    Aliran arus pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada di tengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali (return spring). Karena ada aliran arus (kecil) dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature, maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah sehingga motor starter berputar lambat. Pada saat plunyer tertarik, tuas penggerak (drive lever) yang terpasang pada ujung plunyer juga akan tertarik ke arah kanan. Bagian tengah tuas penggerak terdapat baut yang berfungsi sebagai engsel sehingga tuas penggerak bagian bawah yang berkaitan dengan kopling starter (starter clutch) bergerak ke kiri mendorng gigi pinion agar berkaitan dengan ring gear. Pada kondisi pluyer tertarik (plat kontak belum menempel), motor starter berputar lambat. Putaran lambat ini membantu gigi pinion agar mudah masuk atau berkaitan dengan ring gear.

  23. Nama : Adhitya Muhammad Firdaus
    NIM. : 5202418005

    2. Pada saat pinion berkaitan dengan flywheel, hold in coil akan tetap menahan plat kontak karena masih terdapat medan magnet pada hold in coil

  24. Nim =5202418007
    Nama = Teguh
    Kurniawan
    5. Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang. Secara rinci aliran arus dalam keadaan ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.

    Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan –> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Dan terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature sehingga motor starter berputar.

    Aliran arus yang besar pada kumparan medan dan kumparan armature menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan mengahasilkan tenaga kembali yang besar untuk memutarkan mesin. Medan magnet pada kumparan pull-in coil dalam kondisi ini tidak terbentuk karena arus tidak mengalir ke kumparan tersebut. Selama motor starter berputar plat kontak harus ada dalam kondisi menempel dengan terminal utama pada solenoid. Oleh sebab itu pada kondisi ini kumparan hold-in coil tetap dialiri arus listrik sehingga medan magnet yang terbentuk pada kumparan tersebut mampu menahan plunyer dan plat kontak tetap menempel. Dengan demikian, meskipun kumparan pada pull-in coil kemagnetannya hilang, plunyer masih dalam kondisi tertahan.

  25. Deni bagus prasetya
    5202418011

    2) Masuknya pinion gear motor starter secara penuh pada ring gear juga mengakibatkan plunyer tertarik penuh kedalam solenoid sehingga mendorong pushrod dan plat kontak. Kemudian plat kontak akan menghubungkan terminal 30 dan terminal C sehingga arus listrik yang besar akan mengalir dari baterai ke armatur.
    Disaat arus listrik mengalir dari baterai ke terminal 30 lalu ke terminal C melewati plat kontak, arus listrik yang mengalir ke kumparan Pull-in coil akan terhenti karena hilangnya beda potensial tegangan diantara ke dua titik pada kumparan,Terminal C memiliki tegangan 12 volt, dan Pull-in coil juga memiliki tegangan 12 volt. Karena sama-sama 12 volt, maka arus listrik tidak bisa mengalir. Hal ini mengakibatkan medan magnet pada kumparan Pull-in coil juga akan menghilang. Kemudian untuk mempertahankan posisi plunyer agar tetap mendorong plat kontak dan membuat arus listrik yang besar bisa mengalir dan memutar motor starter, maka disinilah peran Hold-in coil bekerja. Hold-in coil tetap akan menghasilkan medan magnet karena arus listrik tetap mengalir dari terminal 50 ke massa sehingga Hold-in coil tetap dapat menahan plunyer agar tidak terdorong oleh pegas pengembali ke arah kiri.

  26. Nim =5202418007
    Nama= Teguh
    kurniaawan

    6. Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  27. 5202418019

    5.saat gigi pinion berkaitan Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang. Aliran arusnya yaitu dari baterai mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.
    Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan –> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Dan terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature sehingga menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan mengahasilkan tenaga kembali yang besar untuk memutarkan mesin. Medan magnet pada kumparan pull-in coil dalam kondisi ini tidak terbentuk karena arus tidak mengalir ke kumparan tersebut. Selama motor starter berputar plat kontak harus ada dalam kondisi menempel dengan terminal utama pada solenoid. Oleh sebab itu pada kondisi ini kumparan hold-in coil tetap dialiri arus listrik sehingga medan magnet yang terbentuk pada kumparan tersebut mampu menahan plunyer dan plat kontak tetap menempel. Dengan demikian, meskipun kumparan pada pull-in coil kemagnetannya hilang, plunyer masih dalam kondisi tertahan

  28. Deni bagus prasetya
    5202418011

    3) Saat kunci kontak kembali ke posisi ON maka switch ST akan terputus. Dan terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Kemudian berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil. Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil dan mengakibatkan medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antara Pull-in coil dengan Hold-in coil. Hilangnya medan magnet tersebut membuat plunyer akan mudah terdorong oleh pegas pengembali kemudian akan kembali ke arah kiri dan melepas kaitan antara pinion gear dengan ring gear. Selain itu arus listrik yang mengalir dari terminal 30 ke terminal C juga akan ikut terputus dan menghentikan putaran motor starter akibat plat kontak yang juga terlepas dari kedua terminal tersebut.

  29. 5202418008
    Ikhsan firmansyah
    4.cara kerja sistem starter pada saat kontak posisi ST arus mengalir dari baterai ke terminal ST ke terminal 50 ke pull in coil dan hold in coil ke terminal C ke kumparan medan ke sikat positif ke komutator ke kumparan motor starter ke komutator ke sikat negatif kemudian ke massa.Pada saat posisi ini terjadi medan magnet pasa pull in coil dan hold in coil,plunyer tertarik ke kanan sehingga plat menempel ke terminal C dan 30,drive lever menggerakan gigi pinion sehingga berkaitan dngn ring gear,kemagnetan pada hold in coil menahan plat agar tetap menempel dengan terminal C dan 30.

  30. Nim = 5202418007
    Nama = Teguh Kurniawan

    7. Pada prinsipnya hampir sama namun yang membedakan solenoid mengalirkan arus dari batrei menunju motor stater jika motor stater mengubah energi listrik menjadi mekanik
    Namun cara kerjanya memang kurang lebih sama karna keduanya berkesinambungan

  31. 5202418010
    6. Cara kerja sistem stater saat kontak kembali ke posisi on (Ig). Setelah mesin hidup ,kunci kontak dilepas dan posisinya kembali Ke On (posisi Ig). Sesaat kunci dilepas ,plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada kondisi ini terminal 50 tidak akan mendapat lagi aliran arus listrik dari kunci kontak. Arus arus dari C mengalir ke kumparan pull in coil dan kumparan hold on coil yang arahnya berlawanan star keduanya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menetralkan/menghilangkan Medan magnet yang terbentuk dari kedua kumparan tersebut. Akibatnya plunyer kembali ke posisi semula plat kontak terlepas dari terminal 30 dan C arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor stater berhenti berputar.

  32. Deni bagus prasetya
    5202418011

    4) Saat kunci kontak diputar pada posisi “ST”, relay starter switch akan terhubung sehingga arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50 pada starter clutch. Karena terminal 50 dialiri arus listrik maka akan menyebabkan kemagnetan pada pull in coil, sehingga pull in coil bergerak ke arah hold in coil. Dalam hal ini, gerakan pull in coil akan mendorong drive lever sehingga pinion gear terkait dengan flywheel.

  33. 5202418019

    6. saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arusnya adalah dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature dan motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan. motor starter masih dialiri arus yang besar sehingga pada saat ini motor starter masih berputar , arus dari terminal C ke kumparan pada pull-in coil dan kumparan hold-in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tesebut. Akibatnya, tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali pada posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C. Arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  34. Nama : Adhitya Muhammad Firdaus
    NIM. : 5202418005

    3. Pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON, maka tidak ada arus yang masuk ke terminal 50. Pada saat ini plat kontak masih menempel pada terminal 30 dan terminal C, oleh karena itu arus mengalir dari terminal C pull in coil dan hold in coil kemudian ke massa. Arah aliran tersebut berlawanan, sehingga menyebabkan terjadinya demagnetisasi pada solenoid sehingga plunyer akan terdorong oleh pegas ke posisinya semula dan plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C

  35. 5202418008
    Ikhsan firmansyah
    5.cara kerja sistem starter pada saat pinion berkaitan yaitu pertama arus mengalir dari baterai ke terminal 50 ke hold in coil kemudian ke massa,pada hold in coil terjadi kemagnetan sehingga dapat menahan plat agar tetap menempel pda terminal C dan 30 sedangkan pada pull in coil tdk ada arus yg mengalir.Yang kedua arus mengalir dari baterai ke terminal 30 ke plat ke terminal C ke kumparan medan ke motor starter ke massa.Pada kumparan medan dan kumparan armatur terjadi medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan dapat menggerakkan mesin.

  36. 7. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa sistem kerja solenoid berperan penting dalam sistem kerja stater. Dimana solenoid mengatur pergerakan plunyer ( tertarik sehingga menempelkan plat kontak dengan terminal 30 dan C serta mendorong maju pinion untuk terhubung ke ring gear/flywhell) dan penghubung arus dari terminal 30 ke C dan diteruskan ke motor stater.
    Saat arus sudah masuk ke sistem stater terjadi magnet sehingga arus semakin besar dan tenaga untuk memutar meningkat sampai mesin hidup. Saat kunci kembali solenoid terjadi demagnetisasi sehingga arus tidak terhubung ke motor stater dan pinion tidak berkaitan lagi.

  37. 5202418019

    7. Jadi dapat saya simpulkan bahwa selenoid merupakan bagian dari motor starter yang berfungsi untuk meneruskan arus besar dari baterai ke kumparan medan. Dan memiliki cara kerja yang hampir sama dengan motor starter mulai dari saat kunci kontak posisi st sampai ig.

  38. Deni bagus prasetya
    5202418011

    5) Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil dan menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang. Saya akan menjelaskan secara rinci yaitu :

    Arus dari baterai mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.

    Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan –> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Dan terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature sehingga motor starter berputar.

    Kemudian aliran arus yang besar pada kumparan medan dan kumparan armatur menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan mengahasilkan tenaga kembali yang besar untuk memutarkan mesin.

  39. 5202418008
    Ikhsan firmansyah
    6.cara kerja sistem starter pada saat kontak kembali ke posisi IG arus yang mengalir ke terminal 50 terputus,arus mengalir dari terminal C kemudian ke pull in coil dan hold in coil dengan arus yang berlawanan sehingga terjadi demagnetisasi pada pull in coil dan hold in coil karena adanya demagnetisasi maka plat yang menempel terlepas karena hold in coil tdk ada medan magnet untuk menahan,karena arus yang besar berhenti mengalir maka motor starter berhenti berputar.

  40. Deni bagus prasetya
    5202418011

    6) Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON adalah Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai lagi, saya akan menjelaskan secara rinci :

    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa.
    Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armatur, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa.

    Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  41. 5202418013

    1. Pada saat kunci kontak pada posisi ST, maka arus mengalir dari baterai->kunci kontak ST->ke terminal 50 pada selenoid->lalu ke pull in coil ->hold in coil, pada saat ini di selenoid terjadi kemagnetan pada pull in coil dan hold in coil, sehingga plunyer bergerak ke kanan karena posisi tidak simetris dan plat menempel di terminal 30 dan C. Dan drive lever mendorong pinion berkaitan dengan flywheel.

  42. Nama : Adhitya Muhammad Firdaus
    NIM. : 5202418005

    4. Pada saat kunci kontak di posisi ST arus dari baterai akan mengalir ke terminal 50 kumudian ke pull in coil, terminal C diteruskan ke field coil, sikat positif, armature, sikat negatif. Maka akan membentuk medan magnet pada pull in col yang dapat memarik plunyer untuk menggerakkan plat kontak agar menempel pada terminal 30 dan terminal C
    Arus dari baterai juga mengalir ke kunci kontak ke terminal 50 ke hold in coil lalu ke massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada hold in coil yang akan menahan plat kontak tetap menempel pada terminal 30 dan terminal C
    Pada saat plunyer tertarik memyebabkan pinion gear terdorong sehingga berhubungan dengan flywheel.

  43. 5202418008
    Ikhsan firmansyah
    7.Simpulan
    a.cara kerja solenoid yaitu fungsi dari solenoid sendri adalah untuk meneruskan arus dari baterai ke motor starter dan menggerakan gigi pinion melalui tuas penggerak dari fungsi tersebut dapat di simpulkan bahwa solenoid akan bekerja bila terdapat arus yang mengalir ke solenoid.
    b.cara kerja sistem starter yaitu fungsi sistem starter adalah memberi tenaga awal pada engine ketika akan dinyalakan untuk melakukan langkah isap,kompresi,usaha,dan buang.Jika pada bagian sistem starter tidak ada yang rusak maka sistem starter akan berjalan dengan lancar krena jka slah satu ada yang rusak maka akan mengganggu bagian yang lain.

  44. Nama : Adhitya Muhammad Firdaus
    NIM. : 5202418005

    5. Pada saat pinion berkaitan arus yang besar dari baterai akan mengalir ke terminal 30, plat kontak, terminal C kemudian ke field coil, sikat positif, komutator, armature, sikat negatif kemudian ke massa. Maka akan terbentuk medan magnet yang kuat pada field coil dan armature sehingga motor starter dapat berputar.

  45. 5202418013

    2. Pada saat pinion gear berkaitan penuh, maka arus mengalir dari baterai ke terminal 30->ke plat penghubung->terminal C ->pull in coil->hold in coil, pada saat ini arus yang mengalir pada pull dan hold in coil berlawan arah sehingga arus pada pull in coil terputus di karenakan tidak ada beda potensial. Untuk mempertahankan posisi plunyer berkaitan, maka disinilah kerja dari hold in coil. Pada saat ini Hold-in coil tetap akan menghasilkan medan magnet karena arus listrik tetap mengalir dari terminal 50 ke massa/ground sehingga Hold-in coil tetap dapat menahan plunyer agar tidak terdorong oleh pegas pengembali ke arah kiri.

  46. Deni bagus prasetya
    5202418011

    7) a) kesimpulan cara kerja solenoid adalah jika pada saat (st) maka aliran listrik akan mengalir ke st dan kemudian menuju ke terminal 50, kemudian terminal 50 menuju ke kumparan hold in coil, dan dari terminal 30 menuju ke kumparah pull in coil sehinggal plat terhubung dan dapat menghubungkan terminal 30 dan terminal c dan selanjutnya menuju ke armatur

    b) kesimpulan cara kerja sistem stater adalah dari baterai menuju ke kunci kotak (ST) dan selanjutnya menuju ke terminal 50 dan menuju ke kumparan hold in coil, dan dari 30 akan menuju ke kumparan pull in coil, setelah terminal 30 dan terminal c terhubung makan aliran listrik pun akan menuju ke armatur dan dapat menggerakan atau memutarkan pinion gear dengan cepat

  47. Nama : Adhitya Muhammad Firdaus
    NIM. : 5202418005

    6. Pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON, motor starter maaih tetap berputar karena masih dialiri arus yang besar, pada solenoid terjadi demagnetisasi pada hold in coil dan pull in coil disebabkan karena arus yang mengalir berlawanan menyebabkan tidak adanya tenaga yang menahan maupun menarik plunyer agar plat kontak menempel pada terminal 30 dan terminal C sehingga plat kontak kembali ke posisinya semula terdorong oleh pegas pengembali, arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor stater akan berhenti berputar

  48. 5202418013

    3. Pada saat kunci kontak kembali ke on, maka akan terjadi demagnetisasi atau penghilangan medan magnet pada pull dan hold in coil karena arah arus yang mengalir berlawanan arah, dan pada saat ini juga hold in coil sudah tidak menghasilkan medan magnet karena arus dari ST juga terputus, sehingga plunyer tertarik oleh pegas pengembali ke kiri dan melepas kaitan antara pinion gear dengan flywheel. Dan juga menghentikan putaran motor stater karena plat sudah tidak menempel di terminal c dan terminal 30.

  49. Nama : Adhitya Muhammad Firdaus
    NIM. : 5202418005

    7. Jadi kesimpulannya yaitu:
    A. Solenoid berfungsi untuk menghubungkan pinion gear dengan flywheel dan juga menghubungkan terminal 30 dan terminal C agar arus listrik yang besar dapat mengalir ke field coil dengan memanfaatkan medan magnet dari kumparan pull on coil dan hold in coil
    B. Motor starter berfungsi untuk memutar ponion gear yang nantinya diteruskan ke flywheel dengan memanfaatkan medan magnet yang ada pada field coil

  50. Nama :FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    1).Apabila mesin dihidupkan atau kunci kontak dalam posisi ON maka katup solenoid akan tertarik/terbuka membuka saluran bahan bakar sehingga bahan bakar dapat mengalir ke low speed circuit dan keluar dari idle port.Jadi fungsi nya yaitu untuk membuka saluran bahan bakar agar dapat mengalir ke low speed circuit.

  51. 5202418013

    4. Apabila Kunci kontak diputar ke posisi ST, maka arus baterai mengalir menuju hold in coil, ke massa. melaui armature. Pada saat ini hold dan pull in coil membentuk medan magnet karena arah harus yang mengalir searah.Dari kejadian ini plat penghubung akan bergerak kanan karena posisi ketidaksimetrisan, sehingga drive lever bergerak menggeser starter clutch ke arah posisi berkaitan dengan ring gear. untuk lebih jelas lagi aliran arusnya adalah sebagai berikut:

    @Baterai -> Terminal50 -> Hold in coil -> Massa.
    @Baterai -> Terminal50 -> Pull in coil -> Field coil -> Armature -> Massa.

    Karena arus yang mengalir ke field coil pada saat itu relatif kecil, maka Armature berputar lambat.

  52. 5202418013

    5. Cara kerja motor stater pada saat pinion berkaitan penuh. Pada saat ini kontak penghubung berkaitan dengan terminal 30 dan C , maka arus mengalir dari baterai ke terminal 30->ke plat penghubung->terminal C ->pull in coil->hold in coil, pada saat ini arus yang mengalir pada pull dan hold in coil berlawan arah sehingga arus pada pull in coil terputus di karenakan tidak ada beda potensial. Sehingga hanya hold in coil saja yang bekerja untuk menahan gigi pinion berkaitan dengan flywheel. Akibatnya, starter dapat menghasilkan momen puntir yang besar yang dapat digunakan memutarkan flywheel. bilamana mesin sudah mulai hidup, flywheel akan memutarkan Armature. melaui pinion. Untuk menghindari kerusakan pada starter akibat hal tersebut maka kopling starter akan membebaskan dan melindungi Armature dari putaran yang berlebihan.

  53. 5202418013

    6. Cara kerja motor stater pada saat kunci kontak kembali ke posisi on. Maka akan terjadi demagnetisasi pada selenoid karena arah arus antara pull dan hold in coil berlawanan, dan pada saat ini juga hold in coil tidak dapat menghasilkan medan magnet karena arus ke kunci kontak ST terputus. Hal ini mengakibatkan kekuatan pegas pengembali dapat mengembalikan kontak penghubung ke posisi semula. Degan demikian tuas penggerak menarik starter clutch dan pinion gear terlepas dari Berkaitan.

  54. 5202418013

    7. Kesimpulannya cara kerja dari selenoid dan motor stater tidak jauh berbeda, bagaimana arus itu mengalir dan lain-lain. Tetapi selenoid lebih condong ke bagaimana arus itu mengalir sehingga menggerakkan motor stater, sedangkan motor stater lebih condong ke menggerakkan flywheel melalui pinion gear dan motor stater ini juga bergantung terhadap arus yang di berikan oleh selenoid,, contohnya saat posisi ST motor stater berputar lebih lambat daripada pada saat gigi pinion sudah berkaitan penuh, ini terjadi karena arus yang di berikan oleh selenoid terlalu rendah/sedikit pada saat posisi ST.

  55. 5202418015
    1. Pada saat kunci kontak pada posisi ST, arus mengalir dari terminal ST kunci kontak ke Pull-in coil dan Hold-in coil melalui terminal 50. Sehingga pada terjadi medan magnet pada Pull-in coil dan Hold-in Coil, karena plunyer tidak simetris terhadap kumparan sehingga plunyer bergeser ke kanan menarik tuas penggerak dan mendorong plat kontak menghubungkan terminal 30 dengan terminal C. Arus mengalir dari terminal 30 ke terminal C lalu ke kumparan medan, arus Pull-in Coil terputus tetapi arus pada Hold-in Coil masih ada sehingga masih menahan plunyer.

  56. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    2. Jadi saat pinion berkaitan maka mesin hidup flywheel dapat memutarkan motor stater. Karena roda Gigi pada fywheel jumlahnya lebih dari gigi motor starter maka putaran Gigi pinion pada motor stater juga menjadi sangat tinggi sehingga harus adanya kopling stater Dimana akan berputar dengan satu arah saja .
    Jadi pada saat motor stater berputar gaya putar motor stater dapat di salurkan ke flywheel sehingga poros engkol dapat berputar tetapi mesin sudah hidup, jadi mesin Motor starter membebaskan putaran dari fly wheel ke motor stater oleh kopling starter.

  57. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM :5202418002

    3).JADI saat kunci kontak posisi On maka Di sisi belakang, gerakan plunger akan mendorong pinion gear agar terkait dengan fly wheel. Sehingga saat motor berputar, maka fly wheel juga ikut berputar.

    Ketika kontrol starter dimatikan, maka hold in coil juga akan berhenti beroperasi. Akhirnya tidak ada lagi gaya yang menahan plunger. Saat ini return spring bertugas untuk mengembalikan posisi plunger ke posisi normal. Sehingga kontak antara terminal 30 dan terminal motor akan terputus. Sehingga motor akan berhenti berputar.

  58. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    4).jadi cara kerja sistem starter pada saat kunci kontak posisi (ST), kunci kontak (ignition switch) yang diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan berikut adalah aliran arus ke masing-masing kumparan tersebut.

    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan pull-in coil –> terminal C –> kumparan medan (field coil) –> sikat positif –> kumparan atmature –> sikat negatif –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil.
    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan hold-in coil –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

    Aliran arus pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada di tengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali (return spring). Karena ada aliran arus (kecil) dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature, maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah sehingga motor starter berputar lambat. Pada saat plunyer tertarik, tuas penggerak (drive lever) yang terpasang pada ujung plunyer juga akan tertarik ke arah kanan. Bagian tengah tuas penggerak terdapat baut yang berfungsi sebagai engsel sehingga tuas penggerak bagian bawah yang berkaitan dengan kopling starter (starter clutch) bergerak ke kiri mendorng gigi pinion agar berkaitan dengan ring gear. Pada kondisi pluyer tertarik (plat kontak belum menempel), motor starter berputar lambat. Putaran lambat ini membantu gigi pinion agar mudah masuk atau berkaitan dengan ring gear.

  59. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM :5202418002

    5).Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang. Secara rinci aliran arus dalam keadaan ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.

    Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan –> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Dan terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature sehingga motor starter berputar.

  60. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    6).JADI CARA KERJA SISTEM STARTER PADA SAAT KEMBALI KE ON ADALAH Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  61. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM :5202418002

    7).GARIS BESAR cara kerja solenoid Perlu diingat, cara kerja solenoid motor starter ini juga merujuk pada cara kerja motor starter yang mengikuti 3 kondisi yaitu saat posisi kunci kontak ada di ST, saat pinion gear terhubung, dan saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON. Jadi untuk cara kerja nya sendiri solenoid dan motor starter itu saling berkaitan ,dan untuk mengapa seling berkaitan sudah saya jelaskan di soal sebelum nya .

  62. 5202418015
    Pada saat pinion berkaitan, plat kontak menempel ke terminal 30 dan terminal C, sehingga arus baterai mengalir ke terminal 30, plat kontak, terminal C, kumparan medan, sikat (+), komutator, armature, komutator, sikat(-), dan ke massa. Sehingga motor starter dapat berputar dengan cepat yang mengakibatkan pinion memutarkan flywheel.

  63. 5202418015
    3. Pada saat kunci kontak posisi IG, arus mengalir dari terminal C mengalir ke Pull-in Coil dan Hold-in Coil, namun dengan arah arus yang berlawanan. Hal ini menyebabkan demagnetisasi atau proses hilangnya kemagnetan. Akibatnya plunyer bergerak kembali ke kiri karena terdorong oleh adanya pegas.

  64. 5202418015
    4. Pada saat posisi ST, arus besar dari baterai mengalir ke terminal ST kunci kontak, ke terminal 50, ke Pull-in coil dan Hold-in coil sehingga timbul kemagnetan. Plunyer bergerak ke kanan sehingga drive lever mendorong pinion maju untuk berkaitan dengan flywheel. Arus dari terminal C solenoid mengalir ke kumparan medan, ke sikat (+), kumparan armature, sikat (-), dan ke massa. Sehingga motor berputar lambat

  65. MEIWAN ADI SETIO UTOMO
    5202418018
    1. Saat kunci kontak ada pada posisi ST maka listrik akan mengalir ke terminal 50 lalu menuju ke Pull-in coil dan Hold-in coil. Dari Pull-in Coil listrik mengalir ke terminal C lalu ke komutator yang ada pada armature, sedangkan dari hold-in coil listrik mengalir menuju ground/massa.
    Pada saat ini kedua kumparan (hold-in coil dan pull-in coil) akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini kemudian akan menarik plunyer ke arah kanan melawan pegas pengembali. Disaat arus listrik mengalir dari pull-in coil, armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terkait dengan ring gear.

  66. MEIWAN ADI SETIO UTOMO
    5202418018
    2. Ketika pinion gear motor starter secara penuh pada ring gear maka mengakibatkan plunyer tertarik penuh kedalam solenoid sehingga mendorong pushrod serta plat kontak. Akibatnya, plat kontak akan menghubungkan terminal 30 dan terminal C sehingga arus listrik yang besar akan mengalir dari baterai/aki ke armature. Disaat arus listrik mengalir dari aki ke terminal 30 lalu ke terminal C melewati plat kontak, arus listrik yang mengalir ke kumparan Pull-in coil akan terhenti karena hilangnya beda potensial tegangan diantara ke dua titik pada kumparan tersebut. Disaat ini, Terminal C memiliki tegangan 12 volt, dan Pull-in coil juga memiliki tegangan 12 volt. Karena sama-sama 12 volt, maka arus listrik tidak bisa mengalir. Hal ini mengakibatkan medan magnet pada kumparan Pull-in coil juga akan menghilang.

  67. MEIWAN ADI SETIO UTOMO
    5202418018
    3. Saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil.
    Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil.
    Hilangnya medan magnet tersebut membuat plunyer akan mudah terdorong oleh pegas pengembali (return spring) kembali ke arah kiri dan melepas kaitan antara pinion gear dengan ring gear. Selain itu arus listrik yang mengalir dari terminal 30 ke terminal C juga akan ikut terputus dan menghentikan putaran motor starter akibat plat kontak yang juga terlepas dari kedua terminal tersebut.

  68. MEIWAN ADI SETIO UTOMO
    5202418018
    4. Berikut aliran listrik saat kunci kontak ST.
    Arus dari baterai > Kunci kontak terminal ST > terminal 50 pada solenoid > pull-in coil > terminal C > field coil > brush positif > armaure > brush negatif > massa.
    Dimana medan magnet pada kumparan pull-in coil. Ketika pull-in coil dan hold in coil teraliri arus, maka akan terjadi kemagnetan pada kedua kumparan. Arus memiliki arah, karena kedua kumparan dialiri arus dengan arah yang sama maka kedua-duanya akan menimbulkan magnet yang saling menguatkan, dan kemagnetan pada keduanya ini akan menarik (pull) plunger ke-arah main switch. Disamping itu drive lever juga akan menggeser starter clutch, agar pinion gear berhubungan dengan ring gear.

  69. MEIWAN ADI SETIO UTOMO
    5202418018
    5. Pada saat pinion gear berkaitan penuh dengan ring gear, maka contact plate akan menutup main switch. Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  70. MEIWAN ADI SETIO UTOMO
    5202418018

    6. kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:

    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->– > sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  71. MEIWAN ADI SETIO UTOMO
    5202418018

    7. Kesimpulan dari cara kerja solenoid dan sistem starter ini sama sama dibagi menjadi tiga keadaan, yaitu saat kunci kontak pada posisi start (ST), saat gigi pinion berhubungan dengan gigi pada roda penerus (flywheel), dan saat kunci kontak kembali pada posisi ON atau IG. Dimana antara solenoid dan sistem starter merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan mempunyai fungsi yang saling dibutuhkan dalam suatu sistem yaitu sistem starter.

  72. 5202418015
    5. Pada saat pinion berkaitan, arus Pull-in coil terputus hanya arus pada Hold-in coil tetap mengalir sehingga menahan plunyer. Plat kontak masih menempel ke terminal 30 dan terminal C, sehingga arus baterai mengalir ke terminal 30, plat kontak, kumparan medan, sikat (+), komutator, kumparan armature, komutator, sikat (-), lalu ke massa. Pada saat ini motor berputar cepat untuk memutarkan flywheel.

  73. Nim 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    1.Perbedaan konstruksi antara motor starter tipe reduksi dan konvensional
    ·Motor Starter Konvensional memiliki letak Armature yang sejajar dengan Pinion Gear. Sehingga sangat menguntungkan bagi kendaraan yang memerluan kecepatan akselerasi
    ·Motor Starter Konvensional memiliki putaran yang cepat, karena putaran dari Armature langsung diterima oleh Pinion Gear sehingga motor starter jenis ini sangat cocok untuk kendaraan iringan
    Dari segi letak komponen pun berbeda, Motor Starter Jenis Konvensional memiliki Starter Clutch yang seporos dengan armature sehingga putaran dari armature dapat diterima secara langsung oleh pinion gear.
    Karena letak Clutch yang seporos dengan armature, maka dorongan dari Plunger tidak langsung diterima oleh Starter Clutch.

  74. NIM : 5202418020
    NAMA : SITI FATIMAH
    1. Saat kunci kontak ada pada posisi ST maka listrik akan mengalir ke terminal 50 lalu menuju ke Pull-in coil dan Hold-in coil. Dari Pull-in Coil listrik mengalir ke terminal C lalu ke komutator yang ada pada armature, sedangkan dari hold-in coil listrik mengalir menuju ground/massa.

    Pada saat ini kedua kumparan (hold-in coil dan pull-in coil) akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini kemudian akan menarik plunyer ke arah kanan melawan pegas pengembali. Disaat arus listrik mengalir dari pull-in coil, armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terkait dengan ring gear.

  75. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    Pada saat pinion berkaitan maka dapat disimpulkan mesin hidup maka flywheel dapat memutarkan motor stater. Karna roda Gigi pada fywheel jumlahnya banyak maka putaran Gigi pinion pada motor stater juga menjadi sangat tinggi sehingga harus adanya kopling stater Dimana akan berputar dengan satu arah saja.

    • 5202418009
      SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
      2.Pada saat pinion berkaitan maka dapat disimpulkan mesin hidup maka flywheel dapat memutarkan motor stater. Karna roda Gigi pada fywheel jumlahnya banyak maka putaran Gigi pinion pada motor stater juga menjadi sangat tinggi sehingga harus adanya kopling stater Dimana akan berputar dengan satu arah saja.

  76. 5202418015
    6. Pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON maka arus ke terminal 50 terputus. Arus pada Hold-in coil juga putus sehingga kemagnetannya juga hilang. Arus dari terminal C mengalir ke Pull-in coil dan Hold-in coil dengan arah yang berlawanan, akibatnya terjadi demagnetisasi. Karena tidak ada kemagnetan pada Pull-in dan Hold-in coil maka plunyer bergerak kembali ke kiri karena dorongan dari pegas. Pada saat plunyer kembali, plat kontak pun menjadi lepas, sehingga motor berhenti berputar.

  77. NIM : 5202418020
    NAMA : SITI FATIMAH
    2. Masuknya pinion gear motor starter secara penuh pada ring gear juga mengakibatkan plunyer tertarik penuh kedalam solenoid sehingga mendorong pushrod serta plat kontak. Akibatnya, plat kontak akan menghubungkan terminal 30 dan terminal C sehingga arus listrik yang besar akan mengalir dari baterai/aki ke armature.Disaat arus listrik mengalir dari aki ke terminal 30 lalu ke terminal C melewati plat kontak, arus listrik yang mengalir ke kumparan Pull-in coil akan terhenti karena hilangnya beda potensial tegangan diantara ke dua titik pada kumparan tersebut.
    Disaat ini, Terminal C memiliki tegangan 12 volt, dan Pull-in coil juga memiliki tegangan 12 volt. Karena sama-sama 12 volt, maka arus listrik tidak bisa mengalir. Hal ini mengakibatkan medan magnet pada kumparan Pull-in coil juga akan menghilang.
    Untuk mempertahankan posisi plunyer agar tetap mendorong plat kontak dan membuat arus listrik yang besar bisa mengalir dan memutar motor starter, maka disinilah peran Hold-in coil bekerja.

  78. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    3.Saat kunci kontak posisi on maka maka tidak ada arus yang mengalir masuk ke terminal 50. Saat ini plat kontak masih menempel dan menghubungkan terminal 30 dan C . Arah aliran arus kedua kumparan berlawanan sehingga terjadi demagnetisasi dan plunyer akan kembali ke posisi asalnyakarena di dorong pegas pengembali dan plat kontak terlepas dari terminal 30 dan C.

  79. NIM : 5202418020
    NAMA : SITI FATIMAH
    3. Saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil.
    Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil.
    Hilangnya medan magnet tersebut membuat plunyer akan mudah terdorong oleh pegas pengembali (return spring) kembali ke arah kiri dan melepas kaitan antara pinion gear dengan ring gear.

  80. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    4. Sistem starter saat kunci kontak pada posisi start (ST), kunci kontak (ignition switch) yang diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan berikut adalah aliran arus ke masing-masing kumparan tersebut.
    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan pull-in coil –> terminal C –> kumparan medan (field coil) –> sikat positif –> kumparan atmature –> sikat negatif –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil.
    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan hold-in coil –> massa.Pada kondisi pluyer tertarik (plat kontak belum menempel), motor starter berputar lambat. Putaran lambat ini membantu gigi pinion agar mudah masuk atau berkaitan dengan ring gear.

  81. 5202418031

    1.Saat kunci kontak ada pada posisi ST maka listrik akan mengalir ke terminal 50 lalu menuju ke Pull-in coil dan Hold-in coil. Dari Pull-in Coil listrik mengalir ke terminal C lalu ke komutator yang ada pada armature, sedangkan dari hold-in coil listrik mengalir menuju ground/massa.

    Pada saat ini kedua kumparan (hold-in coil dan pull-in coil) akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini kemudian akan menarik plunyer ke arah kanan melawan pegas pengembali. Disaat arus listrik mengalir dari pull-in coil, armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terkait dengan ring gear.

  82. NIM : 5202418020
    NAMA : SITI FATIMAH
    4. kunci kontak (ignition switch) yang diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan berikut adalah aliran arus ke masing-masing kumparan tersebut.

    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan pull-in coil –> terminal C –> kumparan medan (field coil) –> sikat positif –> kumparan atmature –> sikat negatif –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil.
    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan hold-in coil –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.
    Aliran arus pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada di tengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali (return spring). Karena ada aliran arus (kecil) dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature, maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah sehingga motor starter berputar lambat. Pada saat plunyer tertarik, tuas penggerak (drive lever) yang terpasang pada ujung plunyer juga akan tertarik ke arah kanan. Bagian tengah tuas penggerak terdapat baut yang berfungsi sebagai engsel sehingga tuas penggerak bagian bawah yang berkaitan dengan kopling starter (starter clutch) bergerak ke kiri mendorng gigi pinion agar berkaitan dengan ring gear. Pada kondisi pluyer tertarik (plat kontak belum menempel), motor starter berputar lambat. Putaran lambat ini membantu gigi pinion agar mudah masuk atau berkaitan dengan ring gear.

  83. 5202418031

    2.Masuknya pinion gear motor starter secara penuh pada ring gear juga mengakibatkan plunyer tertarik penuh kedalam solenoid sehingga mendorong pushrod serta plat kontak. Akibatnya, plat kontak akan menghubungkan terminal 30 dan terminal C sehingga arus listrik yang besar akan mengalir dari baterai/aki ke armature.

    Disaat arus listrik mengalir dari aki ke terminal 30 lalu ke terminal C melewati plat kontak, arus listrik yang mengalir ke kumparan Pull-in coil akan terhenti karena hilangnya beda potensial tegangan diantara ke dua titik pada kumparan tersebut.

    Disaat ini, Terminal C memiliki tegangan 12 volt, dan Pull-in coil juga memiliki tegangan 12 volt. Karena sama-sama 12 volt, maka arus listrik tidak bisa mengalir. Hal ini mengakibatkan medan magnet pada kumparan Pull-in coil juga akan menghilang.

    Untuk mempertahankan posisi plunyer agar tetap mendorong plat kontak dan membuat arus listrik yang besar bisa mengalir dan memutar motor starter, maka disinilah peran Hold-in coil bekerja.

    Hold-in coil tetap akan menghasilkan medan magnet karena arus listrik tetap mengalir dari terminal 50 ke massa/ground sehingga Hold-in coil tetap dapat menahan plunyer agar tidak terdorong oleh pegas pengembali ke arah kiri.

  84. NIM :5202418020
    NAMA : SITI FATIMAH
    5.Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang.
    Oleh sebab itu pada kondisi ini kumparan hold-in coil tetap dialiri arus listrik sehingga medan magnet yang terbentuk pada kumparan tersebut mampu menahan plunyer dan plat kontak tetap menempel. Dengan demikian, meskipun kumparan pada pull-in coil kemagnetannya hilang, plunyer masih dalam kondisi tertahan.

  85. 5202418031

    3.Saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil.

    Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil.

    Hilangnya medan magnet tersebut membuat plunyer akan mudah terdorong oleh pegas pengembali (return spring) kembali ke arah kiri dan melepas kaitan antara pinion gear dengan ring gear. Selain itu arus listrik yang mengalir dari terminal 30 ke terminal C juga akan ikut terputus dan menghentikan putaran motor starter akibat plat kontak yang juga terlepas dari kedua terminal tersebut.

  86. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    5.Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  87. NIM : 5202418020
    NAMA : SITI FATIMAH
    6. Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.
    Akibatnya, tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali pada posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C. Arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  88. 5202418034

    1. Cara kerja solenoid saat KK pada posisi ST yaitu arus mengalir melalui terminal 50 kemudian ke kumparan Pull in coil dan hold in coil yg menyebabkan kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. Karena letak plunyer yg tidak simetris atau tidak ditengah menyebabkan plunyer bergerak ke kanan melawan tekanan gas pengembali. Pada saat plunyer tertarik ujung tuas penggerak pada plunyer juga ikut tertarik kekanan sehingga ujung lainnya mendorong kopling starter dan gigi pinion ke arah kiri sehingga gigi pinion berkaitan dengan ring gear.

  89. Nim:5202418003
    1. ketika kunci kontak di putar ke posisi ST maka kedua kumparan koil pull in coil dan hold in coil di dalam selonoid akan memiliki medan magnet.
    arus dari baterai mengalir ke kunci kontak -terminal 50-kumparan pull in coil-terminal C- kumparan medan- sikat positif-kumparan armature- sikat negatif-ground(massa).
    aliran arus listrik yang terjadi
    arus dari baterai mengalir ke kunci kontak-terminal 50-kumparan hold in coil-ground(massa)
    kondisi ini juga akan mengakibatkan hold in coil memiliki medan magnet. kekuatan medan magnet yang terjadi pada pull in coil dan hold in coil akan menarik plunyer bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengambil.

  90. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    6.Pada saat kunci kontak kembali ke posisi IG ON, maka terjadi demagnetisasi pada kumparan pull dan hold in coil,maka arus yang melalui terminal 50 akan langsung terputus sehingga arus pada pull in coil dan hold in coil akan hilang. Akan tetapi karena plat antara terminal 30 dan terminal C masih terhubung oleh plat kontak, dan sedangkan terminal C juga terhubung ke pull in coil dan hold in coil sehingga akan mendorong kontak plate ke posisi semula.

  91. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    1. Cara kerja solenoid pada saat sistem posisi ST yaitu akan ada aliran arus pemicu dari rangkaian kontrol menuju terminal ST Arus itu akan dihubungkan ke pull in coil. Sehingga terjadi gaya electromagnetic di sekitar coil yang akan mendorong plunger untuk bergerak maju. Saat plunger telah mencapai posisi terjauh, arus pull in coil berpindah ke hold in coil.
    Saat bergerak maju, plat didepan plunger akan terdorong untuk menyentuh kedua terminal. Sehingga ada aliran arus dari terminal 30 yang melewati plat besi menuju terminal motor. Sehingga arus tersebut dapat terdistribusi ke rangkaian utama motor starter. Hasilnya motor akan berputar.

  92. 5202408031

    4. Kerja sistem starter saat kunci kontak pada posisi start (ST), kunci kontak (ignition switch) yang diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan berikut adalah aliran arus ke masing-masing kumparan tersebut.

    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan pull-in coil –> terminal C –> kumparan medan (field coil) –> sikat positif –> kumparan atmature –> sikat negatif –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil.
    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan hold-in coil –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

    Aliran arus pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada di tengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali (return spring). Karena ada aliran arus (kecil) dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature, maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah sehingga motor starter berputar lambat. Pada saat plunyer tertarik, tuas penggerak (drive lever) yang terpasang pada ujung plunyer juga akan tertarik ke arah kanan. Bagian tengah tuas penggerak terdapat baut yang berfungsi sebagai engsel sehingga tuas penggerak bagian bawah yang berkaitan dengan kopling starter (starter clutch) bergerak ke kiri mendorng gigi pinion agar berkaitan dengan ring gear. Pada kondisi pluyer tertarik (plat kontak belum menempel), motor starter berputar lambat. Putaran lambat ini membantu gigi pinion agar mudah masuk atau berkaitan dengan ring gear.

  93. 5202418031

    5. Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang. Secara rinci aliran arus dalam keadaan ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.

    Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan –> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Dan terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature sehingga motor starter berputar.

    Aliran arus yang besar pada kumparan medan dan kumparan armature menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan mengahasilkan tenaga kembali yang besar untuk memutarkan mesin. Medan magnet pada kumparan pull-in coil dalam kondisi ini tidak terbentuk karena arus tidak mengalir ke kumparan tersebut. Selama motor starter berputar plat kontak harus ada dalam kondisi menempel dengan terminal utama pada solenoid. Oleh sebab itu pada kondisi ini kumparan hold-in coil tetap dialiri arus listrik sehingga medan magnet yang terbentuk pada kumparan tersebut mampu menahan plunyer dan plat kontak tetap menempel. Dengan demikian, meskipun kumparan pada pull-in coil kemagnetannya hilang, plunyer masih dalam kondisi tertahan.

  94. Nim: 5202418003
    2. Disaat arus listrik mengalir dari aki ke terminal 30 lalu ke terminal C melewati plat kontak, arus listrik yang mengalir ke kumparan Pull-in coil akan terhenti karena hilangnya beda potensial tegangan diantara ke dua titik pada kumparan tersebut.
    Disaat ini, Terminal C memiliki tegangan 12 volt, dan Pull-in coil juga memiliki tegangan 12 volt. Karena sama-sama 12 volt, maka arus listrik tidak bisa mengalir. Hal ini mengakibatkan medan magnet pada kumparan Pull-in coil juga akan menghilang.
    untuk membuat plunyer agar tetap mendorong plat kontak dan membuat arus listrik yang besar bisa mengalir dan memutar motor starter, maka disinilah peran Hold-in coil bekerja.
    Hold-in coil tetap akan menghasilkan medan magnet karena arus listrik tetap mengalir dari terminal 50 ke massa/ground sehingga Hold-in coil tetap dapat menahan plunyer agar tidak terdorong oleh pegas pengembali ke arah kiri.

  95. 5202418031

    6.Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  96. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    7.Saat kunci kontak ada pada posisi ST maka listrik akan mengalir ke terminal 50 lalu menuju ke Pull-in coil dan Hold-in coil. Dari Pull-in Coil listrik mengalir ke terminal C lalu ke komutator yang ada pada armature, sedangkan dari hold-in coil listrik mengalir menuju ground/massa.Pada saat ini kedua kumparan (hold-in coil dan pull-in coil) akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini kemudian akan menarik plunyer ke arah kanan melawan pegas pengembali. Disaat arus listrik mengalir dari pull-in coil, armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terkait dengan ring gear.saat pinion berkaitan maka dapat disimpulkan mesin hidup maka flywheel dapat memutarkan motor stater. Karna roda Gigi pada fywheel jumlahnya banyak maka putaran Gigi pinion pada motor stater juga menjadi sangat tinggi sehingga harus adanya kopling stater Dimana akan berputar dengan satu arah saja.

  97. NIM : 5202418020
    NAMA : SITI FATIMAH
    7. Sistem stater yaitu sistem dimana semua komponen memerlukan arus listrik untuk bergerak.
    Selenoid dimana komponen pull in coil dan hold in coil berfungsi untuk menghubungkan arus fild coil dengan tuas pinion agar tujuan sistem setater tercapai menggerakan fly wheel dan mesin dapat berputar.

  98. Nim:5202418003
    3. Saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil.
    Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil.
    Hilangnya medan magnet tersebut membuat plunyer akan mudah terdorong oleh pegas pengembali (return spring) kembali ke arah kiri dan melepas kaitan antara pinion gear dengan ring gear. Selain itu arus listrik yang mengalir dari terminal 30 ke terminal C juga akan ikut terputus dan menghentikan putaran motor starter akibat plat kontak yang juga terlepas dari kedua terminal tersebut.

  99. Nim:5202418003
    4. Saat kunci kontak diputar pada posisi “ST”, relay starter switch akan terhubung sehingga arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50 pada starter clutch.
    Karena terminal 50 dialiri arus listrik, menyebabkan kemagnetan pada pull in coil sehingga pull in coil bergerak ke arah hold in coil. Dalam hal ini, gerakan pull in coil akan mendorong drive lever sehingga pinion gear terkait dengan flywheel.

  100. Nim:5202418003
    5. Pada saat pinion gear berkaitan penuh dengan ring gear, maka contact plate akan menutup main switch. Nah, kondisi yang seperti ini aliran arusnya dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :
    a. Batarai > kunci kontak terminal st > terminal 50 > hold-in coil > massa.
    b. Baterai > terminal 30 > Contact plate > terminal C > Field coil > armature > massa.

  101. Nim:5202418003
    6. Ketika mesin sudah hidup, tentu kunci kontak akan kita kembalikan ke posisi ON. Bisa dilihat di gambar di atas, contact plate masih berhubungan denagan main switch, dan aliran arusnya adalah sebagai berikut :
    Baterai > Terminal 30 > Contact plate > Terminal C > Pull-in coil > Hold-in coil > massa.
    Baterai > Terminal 30 > Contact plate > Terminal C > Field coil > Armature > massa.
    Aliran arus yang di atas, yang mengalir ke pull-in coil dan hold-in coil arah arusnya adalah berlawanan, hasil kemagnetan yang dihasilkannya pun juga berlawanan. Hal ini membuat keduanya saling menghapuskan dan membuat kekuatan spring (pegas) mengembalikan posisi contact plate ke posisi semula. Drive lever juga menarik starter clutch dan pinion gear terlepas dari ring gear.

  102. 5202418034

    2. Cara kerja solenoid saat gigi pinion berkaitan yaitu tegangan pada terminal 50 sama dengan tegangan pada terminal 30 dan terminal C. Akibatnya tidak ada arus yg mengalir ke kumparan pull in coil sehinggal medan magnetnya hilang. Tetapi kumparan hold in coil tetap di aliri arus sehingga plat kontak tetap menempel yg menyebabkam plunyer masih tertahan karena medan magnet dari kumparan hold in coil yg menyebabkan gigi pinion masih berkaitan dengan ring gear pada saat motor starter berputar cepat untuk memutat ring gear agar mesin dapat hidup.

  103. 5202418031

    7. Cara kerja sitem starter yaitu sistem yang mengandalkan arus listrik untuk bergerak, sedangkan cara kerja solenoid yaitu sistem yang mengandalkan kumparan pull in coil dan holl in coil

    .

  104. Nama : Lulu’ul Janah
    NIM : 5202418006

    2. Cara kerja solenoid pada saat pinion berkaitan yaitu pada saat pinion gear masuk pada ring gear mengakibatkan plunyer tertarik penuh kedalam solenoid sehingga mendorong pushrod serta plat kontak. Akibatnya, plat kontak akan menghubungkan terminal 30 dan terminal C sehingga arus listrik yang besar akan mengalir dari baterai ke armature.

  105. 5202418034

    3. Cara kerja solenoid saat KK kembali ke posisi ON yaitu kumparan pull in coil di aliri arus dari terminal C jadi arah arusnya berlawanan dengan arah arus pada kumparan hold in coil sehingga kedua kumparann tersebut saling menghilangkan medan magnet atau demagnetisasi, sehingga tidak ada yg menahan plunyer lagi dan plunyer kembali ke posisi semula karena terdorong oleh pegas pengembali dan menyebabkan gigi pinion sudah tidak berkaitan dengan ring gear.

  106. Nim:5202418003
    7. simpulan dari cara kerja solenoid yaitu semua aliran arus akan melewati kunci kontak, terminal 50, terminal 30, terminal C, pull dan hold in coil. ketika kunci kontak di putar ke posisi st maka kedua kumparan hold dan pull in coil akan memiliki medan magnet. kemudian arus akan ke terminal 50 lalu ke kumparan magnet.
    ketika kunci kontak kembali ke posisi ON maka switch ST akan terputus dan arus ke terminal 50 akan terhenti.
    simpulan dari cara kerja sistem starter adalah pada saat kunci kontak pada posisi st maka switch akan terhubung dan arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50. karena terminal 50 dialiri arus maka terjadi lah kemagnetan pada pull in coil sehingga menuju ke arah hold in coil.

  107. 5202418034

    4. cara kerja Motor starter saat KK pada posisi ST yaitu Pada kondisi Plunyer tertarik ke kanan dan kondisi plat kontak antar terminal belum menempel, terdapat arus listrik (kecil) yang mengalir dari Pull-in Coil menuju Field Coil dan ke ground. Hal menyebabkan terbentuknya medan magnet (dengan kekuatan kecil) pada Field Coil sehingga menyebabkan motor starter berputar lambat. Putaran lambat yang terjadi di motor starter ini akan memudahkan pinion gear saat masuk dan berkaitan dengan ring gear.

  108. Nama : Lulu’ul Janah
    NIM : 5202418006

    3. Cara kerja solenoid pada saat kunci kontak kembali ke posisi On pada saat itu switch ST akan terputus yang menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50 menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil. Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil

    • Nama : Lulu’ul Janah
      NIM : 5202418006

      4. Cara kerja sistem starter pada saat kunci kontak posisi ST menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan berikut adalah aliran arus ke masing-masing kumparan tersebut.
      Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak lalu ke terminal 50 pada solenoid lalu menuju kumparan pull-in coil selanjutnya ke terminal C dari terminal C ke kumparan medan (field coil) lalu ke sikat positif lalu kumparan atmature selanjutnya ke sikat negatif lalu ke massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil. Sedangkan pada saat
      Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak lalu ke terminal 50 pada solenoid lalu le kumparan hold-in coil dan ke massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil. Aliran arus pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan tersebut.

  109. 5202418034

    5. Cara kerja motor starter pada saat gigi pinon berkaitan dengan ring gear yaitu pada saat ini arus ke kumparan pull in coil sudah terputus dan plat kontak sudah menempel pada terminal 30 dan terminal C sehingga terbentuk medan magnet yg kuat pada field coil dan armature yg mengakibatkan motor starter berputar cepat dan bertenaga besar untuk memutarkan mesin.

  110. 5202418034

    6. Cara kerja motor starter saat KK kembali ke posisi ON yaitu Pada posisi ini, medan magnet yang sangat kuat masih terjadi pada Field Coil dan Armature sehingga motor starter masih dalam keadaan berputar. Karena starter switch terputus (off), maka aliran listrik akan mengalir kembali menuju kumparan Pull-in Coil. Akibatnya medan magnet yang terjadi diantara kumparan Pull-in Coil dan Hold-in Coil sama-sama saling menghilangkan (demagnetisasi). Akibatnya, tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer. Sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali pada posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C. Arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  111. 5202418033

    1. Saat kunci kontak ada pada posisi ST maka listrik akan mengalir ke terminal 50 lalu menuju ke Pull in coil dan Hold in coil. Dari Pull in Coil listrik mengalir ke terminal C lalu ke komutator yang ada pada armature, sedangkan dari hold-in coil listrik mengalir menuju massa. Pada saat ini kedua kumparan (hold in coil dan pull in coil) akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini kemudian akan menarik plunyer ke arah kanan melawan pegas pengembali. Disaat arus listrik mengalir dari pull in coil, armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terkait dengan ring gear. 

  112. 5202418033

    2. Disaat arus listrik mengalir dari aki ke terminal 30 lalu ke terminal C melewati plat kontak, arus listrik yang mengalir ke kumparan Pull in coil akan terhenti karena hilangnya beda potensial tegangan diantara ke dua titik pada kumparan tersebut.
    Untuk mempertahankan posisi plunyer agar tetap mendorong plat kontak dan membuat arus listrik yang besar bisa mengalir dan memutar motor starter, maka disinilah peran Hold in coil bekerja.

  113. 5202418033

    3. Saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull in Coil. Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull in coil dengan Hold in coil.

  114. 5202418033

    4. Pada saat kunci kontak diputar ke posisi start maka akan menyebabkan terjadinya aliran arus listrik dari baterai ke kumparan penarik (pull in coil) dan ke kumparan penahan (hold in coil) secara bersamaan.
    Mengalirnya aliran arus listrik pada kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menuju ke massa akan menyebabkan munculnya medan magnet pada kedua kumparan tersebut. Sedangkan diposisi lainnya, letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris (tidak berada di tengah kumparan) menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak melawan tekanan pegas pengembali (return spring). 

  115. 5202418033

    5. Sesaat setelah pinion gear masuk dan berkaitan secara penuh dengan ring gear, maka plunyer juga akan tertarik masuk semakin kedalam, sehingga plat kontak pada bagian ujung plunyer akan menempel dengan terminal utama solenoid. Hal ini mengakibatkan terminal 30 dan terminal C terhubung. Ketika terminal 30 dan terminal C terhubung, maka arus listrik yang besar dari baterai atau aki dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C.

  116. 5202418033

    6. Sesaat setelah kunci kontak kembali ke posisi ON, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini, terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai, dan kumparan pull in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  117. 5202418033

    7. Kesimpulannya adalah Solenoid adalah salah satu peran penting dalam sistem starter, karena solenoid dipakai untuk menyambungkan dan melepaskan pinion gear ke dari ring gear flywheel, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui teminal utama (terminal 30 dan C). Dan ini sangat berpengaruh dalam sistem starter.

  118. Nama : Lulu’ul Janah
    NIM : 5202418006

    5. Cara kerja sistem starter pada saat pinion gear berkaitan yaitu Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang.

  119. 5202418034

    7. Kesimpulan dari cara kerja solenoid dan motor starter adalah dapat di simpulkan jika cara kerja pada sistem starter dibagi menjadi 3 bagian yaitu pada saat kunci kontak pada terminal ST, pada saat pinion gear berkaitan dengan ring gear (flywheel), dan pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON. dimana cara kerja Solenoid dan sistem starter saling berhubungan dan tidak bisa di pisahkan karena saling membutuhkan atau saling berkesinambungan untuk mencapai tujuan dari sistem starter itu sendiri yaitu memberikan tenaga awal pertama kali untuk menghidupkan mesin.

  120. Nama : Lulu’ul Janah
    NIM : 5202418006

    6. Cara kerja sistem starter pada saat kunci kontak kembali ke posisi On. terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  121. Nama : Lulu’ul Janah
    NIM : 5202418006

    7. Kesimpulan cara kerja solenoid yaitu
    Solenoid dipakai untuk menyambungkan dan melepaskan pinion gear ke dari ring gear flywheel, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui teminal utama (terminal 30 dan C). Pada saklar magnet ada 2 kumparan yaitu pull in coil dan hold in coil. Pasa Pull In Coil apalagi kumparan yang apabila dialiri arus listrik menimbulkan medan magnet yang berfungsi untuk mendorong plunyer sehingga gear pinion berhubungan dengan fly wheel dan pada kumparan Hold In Coil jika dialiri arus listrik menimbulkan medan magnet yang berfungsi untuk menahan plunyer sehingga mempertahankan gear pinion dengan fly wheel tetap berkaitan.

    Kesimpulan cara kerja sistem starter Saat kunci kontak ON arus masuk keterminal 50 dan hold in coil, pull in coil terjadi kemagnetan yang mendorong pinion gear ke fly weel selain itu juga arus yang dari terminal 30 juga terhubung dengan terminal C oleh plat kontak saat terjadinya kemagnetan pada hold in coil dan puul in coil , dan terminal C memberikan arus ke filed coil dan sikat armatur yang disitu terjadi perubahan energi listrik menjadi energi gerak

  122. 5202418029
    Dimas kurniawan

    1. cara kerja selenoid saat kunci kontak posisi st: ketika kunci kontak posisi st maka arus akan mengalir dari baterai menuju kk selanjutnya mengalir ke terminal 50. Dari terminal 50 dialirkan menjadi dua yaitu 1.ke hold in coil lalu ke masa 2. Ke pull in coil lalu diteruskan ke terminal C, kumparan medan dan terahir ke massa. Maka pada hold in coil dan pull in coil terjadi kemagnetan sehingga terjadi ketidaksimetrisan posisi plunyer dan plunyer pun tertarik ke arah terminal 30 dan C shg plat kontak terhubung. Maka pada peristiwa itu selenoid berfungsi mendorong pinion melalui mekanisme drive lever.

  123. 5202418029
    Dimas kurniawan

    2. Cara kerja solenoid saat pinion berkaitan. Saat pull in coil bekerja maka plunyer akan tertarik Sampai menempel ke plat kontak sehingga mendorong pinion bergerak maju berkaitan dengan flywheel dan dipertahankan oleh hold in coil agar arus ke motor stater tetap mengalir dan pinion tetap berkaitan. Saat kunci kontak dibuka (posisi Ig) maka solenoid tidak bekerja (terjadi demagnetisasi) dan pinion tidak berkaitan lagi dengan flywheel.

  124. Nim : 5202418001
    Nama : Janahtan Firdaus

    1. prinsip kerja solenoid pada saat kunci kontak posisi ST, ada beberapa hal yang terjadi yaitu kumparan pull in coil dan hold in coil terjadi kemagnetan, plunyer bergerak ke kanan dan plat kontak menempel ke Terminal 30 dan ke Terminal C. Sehingga arus besar dapat mengalir dari positif baterai ke terminal 30 kemudian keterminal C yang kemudian menuju ke kumparan medan dan amature sehingga amature berputar. dengan menempelnya plat kontak dengan terminal 30 dan C, plunyer juga menarik drive lever sehingga drive lever dapat mendorong gigi pinion agar berhubungan dengan fly wheel.

  125. Nim : 5202418001
    Nama : Janahtan Firdaus

    2. Prinsip kerja selenoid pada saat gigi pinion berkaitan yaitu kumparan yang terjadi pada hold in coil tetap mengalami kemagnetan sedangkan pull in coil hilang kemagnetannya. Fungsi dari kemagnetan yang terjadi pada hold in coil adalah untuk menjaga plunyer agar tetap menempel pada terminal 30 dan terminal C, agar gigi pinion dapat meneruskan putarannya ke fly wheel sampai mesin menyala. Selain itu juga menjaga agar arus besar dapat mengalir dari baterai ke terminal 30 lalu ke terminal C dan selanjutnya arus besar diteruskan ke kumparan medan dan amature sehingga amatur dapat berputar. Putaran dari amatur diteruskab ke gigi pinion untuk memutar fly wheel.

  126. Nim : 5202418001
    Nama : Janahtan Firdaus

    3. prinsip kerja solenoid pada saat kunci kontak kembali ke posisi IG atau posisi on, ada beberapa hal yang terjadi yaitu, arus dari terminal C mengalir ke pull in coil dan hold in coil dengan arah yang berlawanan, terjadi demagnetisasi pada kumparan pull in coil dan hold in coil sehingga pluyer akan kembali ke posisi semula karena terdorong oleh pegas. Dengan kembalinya plunyer ke posisi semula maka gigi pinion juga kembali karena tertarik oleh drive lever yang terhubung dengan plunyer.

  127. 5202418029
    Dimas kurniawan

    3. Cara kerja selenoid saat kk kembali ke ON atau IG
    ketika kk kembali ke IG maka arus dari baterai ke terminal 50 terputus. Akan tetapi saat kontak plate masih terhubung dengan terminal 30 dan C maka arus masih mengalir melalui terminal 30 ke plat kontak dan terminal C kemudian diteruskan ke pull in coil dan hold in coil. Nah pada pull in coil dan hold in coil menghasilkan magnet namun dengan arah yang berlawanan sehingga terjadilah demagnetisasi atau menghilangnya medan magnit sehingga plat kontak kembali ke posisi semula dan arus di terminal 30 juga terputus.
    Itulah kerja selenoid dimana drive lever mengembalikan pinion agar tidak berkaitan lagi dengan fly whell.

  128. Nim : 5202418001
    Nama : Janahtan Firdaus

    4. Cara kerja sistem starter pada posisi ST maka, arus dari positif baterai akan mengalir menuju terminal 50 melalui kunci kontak, lalu arus akan mengalir pada kumparan hold in coil dan pull in coil sehingga timbul kemagnetan dari kumparan pull dan hold in coil sehingga menarik plunyer hingga menempel pada terminal 30 dan C. Arus yang mengalir pada hold in coil di salurkan pada massa, sehingga kumparan pada hold in coil tetap terjadi kemagnetan sedangkan arus yang mengalir pada pull in coil terputus bila terminal C dan 30 sudah terhubung. Karena tidak terjadi beda pontensial. Setelah terminal C dan 30 maka arus besar dari positif baterai akan menuju armature, secara berurutan melalui terminal 30 ke C ke kumparan medan. sehingga dapat berputar.

  129. Nim : 5202418001
    Nama : Janahtan Firdaus

    5. Cara kerja sistem starter pada saat pinion berkaitan dengan fly wheel, yang terjadi adalah arus besar mengalir ke armature dari positif baterai melalui terminal 30, C, kumparan medan dan armature sehingga pinion dapat tetap berputar dan meneruskan putarannya ke fly wheel sampai mesin menyala. Selain itu, agar pinion tetap berkaitan dengan fly wheel, kumparan hold in coil tetap terjadi kemagnetan karena kumparan hold in coil terhubung dengan massa.

  130. Nim : 5202418001
    Nama : Janahtan Firdaus

    6. Cara kerja sistem starter pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON, maka arus akan terputus dari baterai. tetapi pada saat plat kontak masih menempel pada terminal 30 dan C maka arus masih mengalir dari terminal C menuju ke kumparan pul in coil sampai ke titik percabangan kumparan hold in koil dan arus mengalir ke hold in coil. Dengan itu maka arus yang mengalir arahnya berbeda sehingga terjadi demagnetisasi karena kuatnya arus yang mengalir pada kedua kumparan tersebut sama. Sehingga plunyer kembali ke posisi semula karena tertarik oleh pegas kembali dan motor starter berhenti berputar karena tidak ada arus yang mengalir.

  131. Nim : 5202418001
    Nama : Janahtan Firdaus

    7. Kesimpulan dari cara kerja selenoid dan sistem starter adalah, dari setiap cara kerja memiliki kesamaan karena cara kerja selenoid juga masih serangkaian dari cara kerja sistem stater. keduanya memiliki cara kerja yang dibagi 3 yaitu pada saat posisi ST, IG dan pada saat pinion berkaitan dengan fly wheel. Selenoid merupakan komponen dari sistem starter maka menjadi satu kesatuan. Maka cara kerja selenoid juga merupakan cara kerja dari sistem starter.

  132. 5202418029
    Dimas kurniawan

    4.Cara kerja sistem stater saat kunci kontak posisi ST.
    Bila kunci kontak dalam posisi ST maka arus akan mengalir ke terminal 50 kemudian mengalir ke kumparan pull in coil (ke terminal C) dan hold in coil(ke massa). Akibatnya akan terjadi Medan magnet pada pull in coil yang menyebabkan plunyer tertarik ke plat kontak (mendorong pinion melalui Drive lever sehingga berkaitan dengan flywheel) dan hold in coil menahan plunyer sehingga plat kontak tetap menghubungkan terminal 30 dan terminal C. Arus dari terminal C diteruskan ke field coil ,sikat ,armatur,. menghasilkan putaran sehingga pinion dapat memutarkan flywhell.

  133. 5202418029
    Dimas kurniawan

    5. Cara kerja sistem stater saat pinion berkaitan. Plunyer bergerak maju saat pull on coil dan hold in coil menghasilkan Medan magnet. Sehingga menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan flywheel dan plat kontak menempel dengan terminal utama pada solenoid (30 dan C terhubung). Aliran arus dari C melalui kumparan Medan dan kumparan armatur menyebabkan Medan magnet yang sangat kuat sehingga motor stater berputar cepat dan menghasilkan tenaga yang besar untuk memutarkan mesin.

  134. 5202418029
    Dimas kurniawan

    6. Cara kerja sistem stater saat kontak kembali ke posisi on (Ig). Setelah mesin hidup ,kunci kontak dilepas dan posisinya kembali Ke On (posisi Ig). Sesaat kunci dilepas ,plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada kondisi ini terminal 50 tidak akan mendapat lagi aliran arus listrik dari kunci kontak. Arus arus dari C mengalir ke kumparan pull in coil dan kumparan hold on coil yang arahnya berlawanan star keduanya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menetralkan/menghilangkan Medan magnet yang terbentuk dari kedua kumparan tersebut. Akibatnya plunyer kembali ke posisi semula plat kontak terlepas dari terminal 30 dan C arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor stater berhenti berputar.

  135. 5202418029
    Dimas kurniawan

    7. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem kerja solenoid berperan penting dalam sistem kerja stater. Dimana solenoid mengatur pergerakan plunyer ( tertarik sehingga menempelkan plat kontak dengan terminal 30 dan C serta mendorong maju pinion untuk terhubung ke ring gear/flywhell) dan penghubung arus dari terminal 30 ke C dan diteruskan ke motor stater.
    Saat arus sudah masuk ke sistem stater terjadi magnet sehingga arus semakin besar dan tenaga untuk memutar meningkat sampai mesin hidup. Saat kunci kembali solenoid terjadi demagnetisasi sehingga arus tidak terhubung ke motor stater dan pinion tidak berkaitan lagi.

  136. 1. Nim : 5202418030
    Nama: Ahmad Kholilur Rohman
    Pada saat kunci kontak pada posisi st saat yang sama karena arus mengalir dari terinal 50 ke kumparan hold in coil dan ke masa maka akan terjadi medan maghnet pada pc dan hc sehingga plunyer tertarik,tertariknya plunyer diakibatkan oleh medan maghnet yang dihasilkan oleh pc karena posisi plunyer tidak simetris atau di tengah kumparran sehingga saat terjadi medan maghnet pada pc plunyer akan tertarik dan bergerak kekanan sehingga plat kontak enempel menghubungkan terminal 30dan terminal c.

  137. 2. Nim : 5202418030
    Nama: Ahmad Kholilur Rohman
    Pada saat pinion berkaitan posisi plat kontak msih menempel pada teminal 30 dan terminal c sehingga tegangan terminal c sama dengan tegangan di terinal 50 dan terminal 30,hal ini menyebabkan arus tidak mengalir dari terminal 50 kepll in coil dan kemaghnetan pada pull in coil menjadi hilang ,untuk mempertahankan posisi plat kontak tetap menempel maka HC masih menghasilkan medan maghnet agar arus besar tetap mengalir ke motor stater lewat plat kontak.

  138. 3. Nim : 5202418030
    Nama: Ahmad Kholilur Rohman
    Pada sat kunci kontak kembali ke posisi on plat kontak masih menempel dan menghubungkan terminal 30 dan terminal c dan di teruskan ke kumparan pc dan hc kemudian ke massa,arah aliran arus pada kedua kumpaan tersebut berlawanan sehingga menghasilkan medan maghnet yang saling berlawanan juga dan menghasilkan demagnetisasi atau saling menetralkan medan maghnet dan plunyer akan kembali ke posisi asalnya karena di dorong oleh pegas pengembali dan plat kontak terlepas dari terinal 30 dan terminal c.

  139. 4. Nim : 5202418030
    Nama: Ahmad Kholilur Rohman
    Saat kunci kontak pada posisi st tejadi aliran arus ke kumparan pc dan hc,aliran arus pull in coil pertama tama dari baterai -> kunci kontak -> terminal 50 selenoid -> kmparan pc -> terminal c ->kumparan medan -> sikar positif -> komutator -> kumparan armature-> komutator -> sikat negatif ->massa, dan terbentuklah medan maghnet pada kumparan pull in coil,berbeda dengan aliran arus pull in coil, aliran arus hold in coil setelah dari terminal 50 pada selenoid arus ke kumparan hold in coil dan ke masa sehingga terbentuk medan maghnet pada kumparan hold in coil. Dan setelah aliran arus pc dan hc sama sama bertemu dengan massa maka akan terjadi kemaghnetan pada selenoid sehingga letak plunyer tidak simetris dan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan,

  140. 5. Nim : 5202418030
    Nama: Ahmad Kholilur Rohman
    gerakan plunyer ke kanan menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak sehingga plat kontak menempel dan terhubung ke terminal 30 dan terminal c,aliran arus yang besar melalui kumparan medan dan kumparan armature yang sangat kuat sehingga motor stater bergerak dengan cepatdan menghasilkan tenaga yang besar untuk memutarkan mesin

  141. 6. Nim : 5202418030
    Nama: Ahmad Kholilur Rohman
    Padasaat kunci kontak kembali ke posisi on plat kontak masih dalam keadaan menempel,pada keadaan ini terminal 50 tidak akan lagi mendapatkan arus listrik dari kunci kontak,ketika motor stater masih di aliri arus yang besar sehingga motor stater masih berputar,pada saat itu juga aliran arus dari terminal c ke PC dan HC arahnya berlawanan sehingga medan maghnet yang di hasilkan pula akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan maghnet pada kedua kumparan tersebut,akibatnya karena tidak ada kekuatanmedan maghnet yang menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak kekiri dan ke posisi semula sehingga plat kontakterlepas dari terminal 30 dan terminal c.arus besar berhenti mengalir dan motor stater akan berhenti berputar

  142. 7. Nim : 5202418030
    Nama: Ahmad Kholilur Rohman
    Kesimpulannya selenoid adalah sebuah komponen pada sistem stater yang di dalamnya terdiri dari beberapa komponen antara lain terminal 30,terminal c,terminal 50,plunyer,kumparan arus, yang berfungsi sesuai fungsinya dari komponen ketika ada aliran arus dari batrai,lebih rincinya fungsi selenoid lebih condong ke bagaimana arus itu mengalir sehingga menggerakkan motor stater, sedangkan motor stater lebih condong ke menggerakkan flywheel melalui pinion gear dan motor stater, ini juga bergantung terhadap arus yang di berikan oleh selenoid.

  143. 5202418015
    7. Kesimpulannya adalah:
    a. Apabila solenoid cara kerjanya dengan berdasarkan kemagnetan yang dibangkitkan pada Pull-in dan Hold-in coil sehingga solenoid disini berfungsi untuk mendorong roda gigi pinion motor starter agar dapat berkaitan dengan flywheel. Solenoid juga adalah sebagai saklar utama yang memungkinkan arus besar dari baterai dapat mengalir ke motor starter.
    b. Untuk sistem starter cara kerjanya terbagi atas tiga keadaan, yaitu saat kunci kontak pada posisi ST, gigi pinion berkaitan dengan flywheel, dan pada saat kunci kontak ON atau IG. Cara kerja sistem starter tak lepas dari kerja solenoid itu sendiri karena solenoid adalah yang memungkinkan arus besar baterai dapat mengalir ke motor starter. Untuk dapat memutarkan gigi pinion yang diteruskan ke flywheel karena memanfaatkan medan magnet pada field coil yang diperoleh karena arus yang mengalir dari terminal C solenoid. Oleh karena itu motor starter berputar cepat sehingga dapat memutarkan flywheel (mesin hidup).

  144. Sulkhan
    5202418004

    1. cara kerja selenoid saat kunci kontak posisi st: ketika kunci kontak posisi st maka arus akan mengalir dari baterai menuju kk selanjutnya mengalir ke terminal 50. Dari terminal 50 dialirkan menjadi dua yaitu 1.ke hold in coil lalu ke masa 2. Ke pull in coil lalu diteruskan ke terminal C, kumparan medan dan terahir ke massa. Maka pada hold in coil dan pull in coil terjadi kemagnetan sehingga terjadi ketidaksimetrisan posisi plunyer dan plunyer pun tertarik ke arah terminal 30 dan C shg plat kontak terhubung. Maka pada peristiwa itu selenoid berfungsi mendorong pinion melalui mekanisme drive lever.1. cara kerja selenoid saat kunci kontak posisi st: ketika kunci kontak posisi st maka arus akan mengalir dari baterai menuju kk selanjutnya mengalir ke terminal 50. Dari terminal 50 dialirkan menjadi dua yaitu 1.ke hold in coil lalu ke masa 2. Ke pull in coil lalu diteruskan ke terminal C, kumparan medan dan terahir ke massa. Maka pada hold in coil dan pull in coil terjadi kemagnetan sehingga terjadi ketidaksimetrisan posisi plunyer dan plunyer pun tertarik ke arah terminal 30 dan C shg plat kontak terhubung. Maka pada peristiwa itu selenoid berfungsi mendorong pinion melalui mekanisme drive lever.

  145. Sulkhan
    5202418004

    2.Pada saat pinion berkaitan maka dapat disimpulkan mesin hidup maka flywheel dapat memutarkan motor stater. Karna roda Gigi pada fywheel jumlahnya banyak maka putaran Gigi pinion pada motor stater juga menjadi sangat tinggi sehingga harus adanya kopling stater Dimana akan berputar dengan satu arah saja.

  146. Sulkhan
    5202418004

    3. Saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil.
    Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil.
    Hilangnya medan magnet tersebut membuat plunyer akan mudah terdorong oleh pegas pengembali (return spring) kembali ke arah kiri dan melepas kaitan antara pinion gear dengan ring gear. Selain itu arus listrik yang mengalir dari terminal 30 ke terminal C juga akan ikut terputus dan menghentikan putaran motor starter akibat plat kontak yang juga terlepas dari kedua terminal tersebut.

  147. Sulkhan
    5202418004

    4. Saat kunci kontak diputar pada posisi “ST”, relay starter switch akan terhubung sehingga arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50 pada starter clutch.
    Karena terminal 50 dialiri arus listrik, menyebabkan kemagnetan pada pull in coil sehingga pull in coil bergerak ke arah hold in coil. Dalam hal ini, gerakan pull in coil akan mendorong drive lever sehingga pinion gear terkait dengan flywheel.

  148. Sulkhan
    5202418004

    6.Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan

  149. Sulkhan
    5202418004

    7. Cara kerja sitem starter yaitu sistem yang mengandalkan arus listrik untuk bergerak, sedangkan cara kerja solenoid yaitu sistem yang mengandalkan kumparan pull in coil dan holl in coil

  150. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto

    1. Pada saat kunci kontak posisi ST,arus dari kutup positif baterai menuju ke terminal B pada kunci kontak kemudian dialirkan menuju terminal 50 pada selenoid. Setelah masuk melalui terminal 50, arus mengalir menuju pull in coil dan hold in coil. Pada hold in coil,Setelah arus melalui hold in coil arus akan dihubungkan ke massa sehingga pada hold in coil timbul kemagnetan. Pada pull in coil, setelah arus melalui pull in coil arus akan dihubungkan ke terminal C kemudian dihubungkan ke kumparan medan, kemudian ke armature,lalu ke massa sehingga pada pull in coil juga timbul kemagnetan. Akibat adanya kemagnetan pada pull in coil dan hold in coil ini akan menarik plunger sehingga plat kontak akan menghubungkan terminal 30 dengan terminal C.

  151. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto

    2. Pada saat pinion berkaitan, plat kontak juga akan menghubungkan terminal 30 dengan terminal C sehingga arus besar dari baterai akan mengalir melalui terminal 30 melalui plat kontak, kemudian keluar melalui terminal C. Pada saat itu, kemagnetan pada pull in coil hilang karena tidak adanya perbedaan tegangan antara terminal 50 dengan terminal 50. Pada posisi ini kemagnetan hanya terjadi pada hold in coil.

  152. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto

    3. Pada saat kunci kontak kembali ke posisi on,arus yang mengalir melalui terminal 50 hilang. Akibatnya kemagnetan pada hold in coil juga hilang. Pada saat tersebut plat kontak masih menempel antara terminal 30 dengan terminal C. Akibatnya ada arus yang mengalir melalui terminal C kemudian menuju ke pull in coil dan hold in coil dengan arah yang berlawanan sehingga kemagnetan pada hold in coil hilang sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dengan terminal C karena plunger terdorong oleh pegas pengembalian.

  153. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto

    4. Kerja sistem starter saat kunci kontak pada posisi start (ST), kunci kontak (ignition switch) yang diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan berikut adalah aliran arus ke masing-masing kumparan tersebut.

    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan pull-in coil –> terminal C –> kumparan medan (field coil) –> sikat positif –> kumparan atmature –> sikat negatif –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil.
    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan hold-in coil –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

    Aliran arus pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada di tengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali (return spring). Karena ada aliran arus (kecil) dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature, maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah sehingga motor starter berputar lambat.

  154. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto

    5. Kerja sistem starter saat gigi pinion berhubungan dengan ring gear. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil dan menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang. Saya akan menjelaskan secara rinci yaitu :

    Arus dari baterai mengalir ke teminal 50 –> kumparan hold-in coil –> massa. Terbentuklah medan magnet pada kumparan hold-in coil.

    Arus yang besar dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan –> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Dan terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature sehingga motor starter berputar.

    Kemudian aliran arus yang besar pada kumparan medan dan kumparan armatur menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan mengahasilkan tenaga kembali yang besar untuk memutarkan mesin.

  155. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto

    6. Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.
    Akibatnya, tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali pada posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C. Arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  156. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto
    7. Simpulan dari cara kerja solenoid yaitu semua aliran arus akan melewati kunci kontak, terminal 50, terminal 30, terminal C, pull dan hold in coil. ketika kunci kontak di putar ke posisi st maka kedua kumparan hold dan pull in coil akan memiliki medan magnet. kemudian arus akan ke terminal 50 lalu ke kumparan magnet.
    ketika kunci kontak kembali ke posisi ON maka switch ST akan terputus dan arus ke terminal 50 akan terhenti.
    simpulan dari cara kerja sistem starter adalah pada saat kunci kontak pada posisi st maka switch akan terhubung dan arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50. karena terminal 50 dialiri arus maka terjadi lah kemagnetan pada pull in coil sehingga menuju ke arah hold in coil.

  157. 5202418024

    1. saat kunci kontak di posisi ST arus mengalir dari terminal 50 ke pull in coil kemudian ke terminal C dan ke masa. Dan saat yang sama terminal 50 ke kumparan hold in coil dan ke masa. Akibatnya timbul medan magnet pada kedua kumparan akibatnya plunyer tertarik sehingga plat kontak menempel menghubungkan terminal 30 dan C . Dan drive level juga mendorong Gigi pinion bergerak maju berkaitan dengan fly wheel

  158. 5202418026

    1.Cara kerja solenoid saat kunci kontak berada diposisi ST.
    Bila saat kunci kontak berada dalam posisi ST maka arus akan mengalir ke terminal 50 dan kemudian mengalir ke kumparan pull in coil (ke terminal C) dan hold in coil(ke massa). Akibatnya akan terjadi sebuah Medan magnet pada pull in coil yang menyebabkan plunyer tertarik ke plat kontak dan hold in coil menahan plunyer sehingga plat kontak tetap menghubungkan terminal 30 dengan terminal C.

  159. 5202418040
    Muhammad Ichwan Nur Wahid

    1. cara kerja selenoid saat kunci kontak posisi st: ketika kunci kontak posisi st maka arus akan mengalir dari baterai menuju kk selanjutnya mengalir ke terminal 50. Dari terminal 50 dialirkan menjadi dua yaitu 1.ke hold in coil lalu ke masa 2. Ke pull in coil lalu diteruskan ke terminal C, kumparan medan dan terahir ke massa. Maka pada hold in coil dan pull in coil terjadi kemagnetan sehingga terjadi ketidaksimetrisan posisi plunyer dan plunyer pun tertarik ke arah terminal 30 dan C shg plat kontak terhubung. Maka pada peristiwa itu selenoid berfungsi mendorong pinion melalui mekanisme drive lever.

  160. 5202418024

    2. Pada saat pinion gear berkaitan dg ring gear . Maka arus mengalir dari baterai menuju terminal 30 ke C kemudian kumparan medan ke sikat positif terus ke armature kemudian massa. Akibatnya pinion gear berputar karena arus yang mengalir besar

  161. 5202418040
    Muhammad Ichwan nur Wahid

    2. Cara kerja solenoid pada saat pinion berkaitan yaitu pada saat pinion gear masuk pada ring gear mengakibatkan plunyer tertarik penuh kedalam solenoid sehingga mendorong pushrod serta plat kontak. Akibatnya, plat kontak akan menghubungkan terminal 30 dan terminal C sehingga arus listrik yang besar akan mengalir dari baterai ke armature.

  162. 5202418040
    Muhammad Ichwan Nur Wahid

    3. Cara kerja solenoid saat KK kembali ke posisi ON yaitu kumparan pull in coil di aliri arus dari terminal C jadi arah arusnya berlawanan dengan arah arus pada kumparan hold in coil sehingga kedua kumparann tersebut saling menghilangkan medan magnet atau demagnetisasi, sehingga tidak ada yg menahan plunyer lagi dan plunyer kembali ke posisi semula karena terdorong oleh pegas pengembali dan menyebabkan gigi pinion sudah tidak berkaitan dengan ring gear.

  163. 5202418039
    1. saat kunci kontak ada pada posisi ST maka listrik mengalir ->terminal 50 -> Pull-in coil dan Hold-in coil. Dari Pull-in Coil listrik mengalir ke terminal C lalu ke komutator yang ada pada armature, sedangkan dari hold-in coil listrik mengalir menuju massa. Pada saat ini kumparan hold-in coil dan pull-in coil akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini kemudian akan menarik plunyer ke arah kanan melawan pegas pengembali. Disaat arus listrik mengalir dari pull-in coil, armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terkait dengan ring gear.

  164. 5202418040
    Muhammad Ichwan Nur Wahid

    4. cara kerja Motor starter saat KK pada posisi ST yaitu Pada kondisi Plunyer tertarik ke kanan dan kondisi plat kontak antar terminal belum menempel, terdapat arus listrik (kecil) yang mengalir dari Pull-in Coil menuju Field Coil dan ke ground. Hal menyebabkan terbentuknya medan magnet (dengan kekuatan kecil) pada Field Coil sehingga menyebabkan motor starter berputar lambat. Putaran lambat yang terjadi di motor starter ini akan memudahkan pinion gear saat masuk dan berkaitan dengan ring gear.

  165. 2.Pada saat pinion berkaitan maka mesin hidup shg flywheel dapat memutarkan motor stater. Karna roda Gigi pada fywheel jumlahnya banyak maka putaran Gigi pinion pada motor stater juga menjadi sangat tinggi sehingga harus adanya kopling stater Dimana akan berputar dengan satu arah saja.

  166. 5202418026

    2. tegangan pada terminal 50 sama dengan tegangan pada terminal 30 dan terminal C. Akibatnya tidak ada arus yang mengalir ke kumparan pull in coil sehingga medan magnetnya tersebut hilang. Tetapi kumparan hold in coil tetap di aliri arus sehingga, plat kontak tetap menempel dan menyebabkan plunyer masih tetap tertahan karena medan magnet dari kumparan hold in coil tersebut yang menyebabkan gigi pinion masih berkaitan dengan ring gear pada saat motor starter berputar cepat untuk memutar ring gear agar mesin dapat tetap hidup.

  167. 5202418040
    Muhammad Ichwan Nur Wahid

    5. Pada saat pinion gear berkaitan penuh dengan ring gear, maka contact plate akan menutup main switch. Nah, kondisi yang seperti ini aliran arusnya dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :
    a. Batarai > kunci kontak terminal st > terminal 50 > hold-in coil > massa.
    b. Baterai > terminal 30 > Contact plate > terminal C > Field coil > armature > massa

  168. 5202418039
    3. Saat kunci kontak posisi IG, arus mengalir dari terminal C ->Pull-in Coil dan Hold-in Coil, namun dengan arah arus yang berlawanan. Hal ini menyebabkan demagnetisasi atau proses hilangnya kemagnetan. Akibatnya plunyer bergerak kembali ke kiri karena terdorong oleh adanya pegas.

  169. 5202418024

    3. Saat kunci kontak kembali ke IG maka arus yang mengalir dari terminal 30 akan terhenti dan arus dari baterai mengalir ke IG switch kemudian terminal 50 ke pul in coil dan hold in coil. Karena arus yg berlawanan maka terjadi demagnetisasi. Akibatnya pinion kembli ke posisi semula.

  170. 5202418039
    4.Cara kerja sistem stater saat kunci kontak posisi ST.
    Bila kunci kontak dalam posisi ST maka arus akan mengalir ke terminal 50 kemudian mengalir ke kumparan pull in coil (ke terminal C) dan hold in coil(ke massa). Akibatnya akan terjadi Medan magnet pada pull in coil yang menyebabkan plunyer tertarik ke plat kontak (mendorong pinion melalui Drive lever sehingga berkaitan dengan flywheel) dan hold in coil menahan plunyer sehingga plat kontak tetap menghubungkan terminal 30 dan terminal C. Arus dari terminal C diteruskan ke field coil ,sikat ,armatur,. menghasilkan putaran sehingga pinion dapat memutarkan flywhel

  171. 5202418040
    Muhammad Ichwan Nur Wahid

    6.Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  172. 5202418040
    Muhammad Ichwan Nur Wahid

    7. simpulan dari cara kerja solenoid yaitu semua aliran arus akan melewati kunci kontak, terminal 50, terminal 30, terminal C, pull dan hold in coil. ketika kunci kontak di putar ke posisi st maka kedua kumparan hold dan pull in coil akan memiliki medan magnet. kemudian arus akan ke terminal 50 lalu ke kumparan magnet.
    ketika kunci kontak kembali ke posisi ON maka switch ST akan terputus dan arus ke terminal 50 akan terhenti.
    simpulan dari cara kerja sistem starter adalah pada saat kunci kontak pada posisi st maka switch akan terhubung dan arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50. karena terminal 50 dialiri arus maka terjadi lah kemagnetan pada pull in coil sehingga menuju ke arah hold in coil.

  173. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    1. Pada saat ST, arus dari baterai menuju solenoid untuk membangkitkan kemagnetan pada kumparan Pull in coil dan hold in coil, plunyer bergerak lalu plat kontak menempel untuk menghubungkan terminal 30 dan terminal C

  174. 5202418024

    4. Cara kerja sistem starter pada saat posisi ST. Arus mengalir dari baterai -> 50 -> pul in coil -> terminal c -> kumparan medan -> massa

    Arrus juga mengalir ke hold in coil dan ke mudian ke massa

    Akibatnya pinion gear berkaitan dengan ring gear.

  175. 5202418022
    Hamdani Razak

    1. cara kerja selonoid Saat kunci kontak ada pada posisi ST maka listrik akan mengalir ke terminal 50 lalu menuju ke Pull-in coil dan Hold-in coil. Dari Pull-in Coil listrik mengalir ke terminal C lalu ke komutator yang ada pada armature, sedangkan dari hold-in coil listrik mengalir menuju massa.
    Pada saat ini kedua kumparan (hold-in coil dan pull-in coil) akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini kemudian akan menarik plunyer ke arah kanan melawan pegas pengembali. Disaat arus listrik mengalir dari pull-in coil, armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terkait dengan ring gear.

  176. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    3. Arus dari terminal C mengalir ke kumparan PC dan HC dengan arah yang berlawanan mengakibatkan demagnetisasi, sehingga plunyer akan kembali ke posisi semula

  177. 5202418024

    5. Saat pinion berkaitan dengan ring gear. Pada saat itu terminal 30 dan c sudah terhubung akibat dari jawaban soal no 4.

    Maka arus mengalir dari baterai menuju ke terminal 30 -> terminal C -> kumparan medan -> sikat positif -> armature -> massa

    Akibatnya pinion gear mampu memutarkan ring gear karena arus yang mengalir besar.

  178. 5202418022
    Hamdani Razak

    2. cafa kerja selonoid disaat arus listrik mengalir dari aki ke terminal 30 lalu ke terminal C melewati plat kontak, arus listrik yang mengalir ke kumparan Pull-in coil akan terhenti karena hilangnya beda potensial tegangan diantara ke dua titik pada kumparan tersebut.
    Untuk mempertahankan posisi plunyer agar tetap mendorong plat kontak dan membuat arus listrik yang besar bisa mengalir dan memutar motor starter, maka disinilah peran Hold-in coil bekerja.

  179. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    4. Cara kerja sistem starter saat kunci kontak posisi st:
    Ketika kunci kontak posisi st maka arus akan mengalir dari baterai menuju kk selanjutnya mengalir ke terminal 50. Dari terminal 50 dialirkan menjadi dua yaitu 1.ke hold in coil lalu ke masa 2. Ke pull in coil lalu diteruskan ke terminal C, kumparan medan dan terahir ke massa. Maka pada hold in coil dan pull in coil terjadi kemagnetan sehingga terjadi ketidaksimetrisan posisi plunyer dan plunyer pun tertarik ke arah terminal 30 dan C shg plat kontak terhubung. Maka disaat yang bersamaan pinion gear berkaitan dengan fly whell.

  180. 5202418022
    Hamdani Razak

    3. Saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil.
    Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil.

  181. 5202418023
    1. saat kunci kontak pada posisi ST arus dari baterai mengalir kekunci kontak lalu ke terminal 50 pada solenoid setelah itu arus dialirkan ke kumparan pull in coil dan hold in coil. pada kumparan pull in coil arus dialirkan langsung ke terminal C menuju kumparan medan (field coil) dan terakhir ke massa. sedangkan pada kumparan hold in coil arus langsung dialirkan ke massa dan terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil

  182. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    2. Pada saat pinion berkaitan , maka solenoid akan meneruskan arus besar dari baterai menuju kumparan medan sehingga mampu memutarkan Flywheel untuk memulai memutar poros engkol

  183. 5202418022
    Hamdani Razak

    4. Pada saat kunci kontak (ignition switch) diputar ke posisi START maka akan menyebabkan terjadinya aliran arus listrik dari baterai ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in coil) secara bersamaan.
    Mengalirnya aliran arus listrik pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menuju ke massa/Ground akan menyebabkan munculnya medan magnet pada kedua kumparan tersebut. Sedangkan diposisi lainnya, letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris (tidak berada di tengah kumparan) menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak melawan tekanan pegas pengembali (return spring).

  184. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    5. Cara kerja sistem starter saat pinion berkaitan:
    Saat pinion berkaitan maka disisi lain plat kontak juga terhubung dengan terminal 30 dan C sehingga pull in coil kemagnetanya hilang karena tidak ada beda potensial antara ujung kumparan terminal 50 dan C karena keduanya sama sama mengalir ke positif baterai dimana teganganya sama sama 12 V. Dan yang terjadi kemagnetan pada peristiwa ini hanyalah hold in coil yang berfungsi untuk menahan contak plate agar ttp.terhubung dengan terminal 30 dan C. Maka pada saat ini arus yang besar mengalir langsung dari baterai melalui terminal 30 ke terminal C yang selanjutnya sampai pada motor stater untuk menghasilkan momen dan putaran yang besar untung memutarkan fly whell melalui gigi pinion.

  185. 5202418022
    Hamdani Razak

    5. Sesaat setelah pinion gear masuk dan berkaitan secara penuh dengan ring gear, maka plunyer juga akan tertarik masuk semakin kedalam, sehingga plat kontak pada bagian ujung plunyer akan menempel dengan terminal utama solenoid. Hal ini mengakibatkan terminal 30 dan terminal C terhubung. 
    Ketika terminal 30 dan terminal C terhubung, maka arus listrik yang besar dari baterai/aki dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C.

  186. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    4. Pada posisi ST, arus dari baterai masuk ke terminal 50 untuk membangkitkan kumparan PC dan HC, plat kontak akan terhubung dan meneruskan arus besar dari baterai menuju kumparan medan melalui terminal 30 dan C lalu meneruskan putaran ke pinion gear

  187. 5202418024

    6. Pada saat kembali kunci kontak posisi IG. Maka arus mengalir dari baterai menuju KK -> 50-> pul in coil -> terminal C -> ke motor starter -> massa

    Arus yang mengalir mencabang ke hold in coil kemudian menju massa

    Akibatnya terjadi demagnetisasi..

    Plunyer kembali ke posisi semula dibantu oleh pegas pengembali

  188. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    5. Pada saat pinion gear berkaitan maka arus besar diterapkan oleh solenoid menuju ke kumparan medan untuk memutarkan pinion gear dengan rpm tinggi

  189. 5202418023
    2. pada saat plunyer berkaitan dengan gigi pinion merupakan saat kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menghasilkan medan magnet. gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan dengan gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga terminal 30 da C terhubung.

  190. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    6. Cara kerja sistem starter saat kk kembali ke ON atau IG
    ketika kk kembali ke IG maka arus dari baterai ke terminal 50 terputus. Akan tetapi saat kontak plate masih terhubung dengan terminal 30 dan C maka arus masih mengalir melalui terminal 30 ke plat kontak dan terminal C kemudian diteruskan ke pull in coil dan hold in coil. Nah pada pull in coil dan hold in coil menghasilkan magnet namun dengan arah yang berlawanan sehingga terjadilah demagnetisasi atau menghilangnya medan magnit sehingga plat kontak kembali ke posisi semula dan arus di terminal 30 juga terputus disisi lain pinion gear juga terlepas dari fly whell.

  191. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    6. Pada saat kembali ke posisi on, arus dari 50 terputus lalu arus dari terminal C akan dialirkan ke kumparan PC dan HC namun dengan arah yang berlawanan sehingga mengakibatkan timbulnya demagnetisasi.

  192. 5202418024

    7. Kesimpulannya selenoid berperan penting untuk membantu untuk mengaitkan dan memisahkan pinion gear dengan ring gear. Karena di dalam selenoid terdapat sistem elektromagnetik

  193. 5202418022
    Hamdani Razak

    6. sesaat setelah kunci kontak kembali ke posisi ON, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini, terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai, dan kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.

  194. 5202418035
    Dicky kurniawan
    Pada saat kunci kontak ada pada posisi ST maka arus listrik akan mengalir ke terminal 50 lalu menuju ke Pull-in coil dan Hold-in coil. Dari Pull-in Coil listrik mengalir ke terminal C lalu ke komutator yang ada pada armature, sedangkan dari hold-in coil listrik mengalir menuju ground/massa.

    Pada saat ini kedua kumparan (hold-in coil dan pull-in coil) akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini kemudian akan menarik plunyer ke arah kanan melawan pegas pengembali. Disaat arus listrik mengalir dari pull-in coil, armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terkait dengan ring gear. 

  195. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    7. Jadi cara kerja dari solenoid adalah membangkitkan kumparan HC dan PC untuk menggerakkan plunyer serta membuat plat kotak menghubungkan terminal 30 dan C untuk meneruskan arus besar dari baterai menuju kumparan medan.
    Lalu cara kerja dari kumparan medan yaitu merubah energi listrik menjadi gerakan putar untuk memutarkan flywheel

  196. 5202418022
    Hamdani Razak

    7. Kesimpulannya adalah Solenoid adalah salah satu peran penting dalam sistem starter, karena solenoid dipakai untuk menyambungkan dan melepaskan pinion gear ke dari ring gear flywheel, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui teminal utama (terminal 30 dan C). Dan ini sangat berpengaruh dalam sistem starter

  197. 5202418023
    3. saat kunci kontak pada posisi ON/IG plat kontak masih dalam kondisi menempel. dan terminal 50 tidak menmdapatkan arus listrik dari kunci kontak. dan aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga berlawanan sehingga terjadi demagnetiasi. dengan tidak adanya kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer dan plunyer kembali ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C. arus besar berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar

  198. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    7. Kesimpulan antara kerja sistem starter dan selenoid pada starter menurut saya yaitu sama dan selenoid merupakan bagian sangat vital pada sistem starter karena selenoid merupakan aktuator atau penggerak dari kinerja sistem starter tanpa adanya selenoid sistem starter tidak bisa bekerja untuk memutarkan fly whell karena tidak ada mekanisme yang menggerakan pinion untuk berkaitan dengan fly whell.
    Dan intinya yaitu kinerja sistem starter selalu berkaitan dengan selenoid baik dalam posisi apapun.

  199. 5202418023
    3. saat kunci kontak pada posisi ON/IG plat kontak masih dalam kondisi menempel dan terminal 50 tidak menmdapatkan arus listrik dari kunci kontak. dan aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga berlawanan sehingga terjadi demagnetiasi. dengan tidak adanya kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer dan plunyer kembali ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C. arus besar berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  200. 5202418035
    Dicky Kurniawan

    2.)pada saat gear pinion motor starter secara penuh pada ring gear juga mengakibatkan plunyer tertarik penuh kedalam solenoid sehingga mendorong pushrod serta plat kontak. Akibatnya, plat kontak akan menghubungkan terminal 30 dan terminal C sehingga arus listrik yang besar akan mengalir dari baterai/aki ke armature.dan terjadi demagnetisasi pada kumparan pull-in coil.dan Hold-in coil bekerja dan menghasilkan medan magnet karena arus listrik tetap mengalir dari terminal 50 ke massa ground dan tetap mehanan plunyer

  201. 5202418026

    3. Pada saat itu switch ST terputus dan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Dan menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C mengalir terbalik ke kumparan pull-in coil. Arus listrik ini menyebabkan kutub magnet terbalik dengan hold-in coil.

  202. 5202418026

    4. Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan pull-in coil –> terminal C –> kumparan medan (field coil) –> sikat positif –> kumparan atmature –> sikat negatif –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan pull-in coil.
    Arus dari baterai mengalir ke kunci kontak –> terminal 50 pada solenoid –> kumparan hold-in coil –> massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada kumparan hold-in coil.

  203. 5202418023
    4. pada saat kunci kontak pada posisi ST terjadi aliran arus pada kumparan pull in coil dan hold in coil secara bersamaan yang eneybabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kiri melawan tekanan pegar karena adanya aliran arus kecil dari pull in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armatur maka medan magnet yang terbentuk lemah sehingga putaran motor starter menjadi lambat. pada saat plunyer ke kiri dan plunyer juga mendorong unit kopling starter(clutch) bergerak ke kiri menyebabkan gigi pinion berkaitan dengan gear. pada saat plunyer tertarik(plat kontak belum menempel ke terminal 30 dan C) motor starter berputar lambat untuk membantu gigi pinion agar mudahh masuk atau berkaitan dengn ring gear

  204. 5202418035
    Dicky Kurniawan

    3).Pada saat kunci kontak kembali ke posisi ON,
    Swicth ST terputus dab akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil.dan terjadi demagnetisasi di kedua kutub pull-in hold-in coil’.dan pegas pengembali mendorong ke arah kiri dan melepas pinior gear dan ring gear. Dan arus daru termknal 30 ke terminal C terputus putaran armatur terhenti kaena pkat kontak terlepas dari kedua terminal tersebut

  205. 5202418026

    5. Saat pinion gear berkaitan dengan ring gear, dan saat itu juga kontak plat akan menutup main switch. Kondisi seperti ini aliran arus dibagi menjadi 2 yaitu:
    1.Batarai > fuse > kunci kontak terminal st > terminal 50 > hold-in coil > ground.
    2. Baterai > fuse > terminal 30 > Contact plate > terminal C > Field coil > armature > ground.

  206. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    4.Sistem kerja motor stater saat kunci kontak ada pada posisi ST maka listrik akan mengalir ke terminal 50 lalu menuju ke Pull-in coil dan Hold-in coil. Dari Pull-in Coil listrik mengalir ke terminal C lalu ke komutator yang ada pada armature, sedangkan dari hold-in coil listrik mengalir menuju ground/massa.pada saat ini kedua kumparan (hold-in coil dan pull-in coil) akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini kemudian akan menarik plunyer ke arah kanan melawan pegas pengembali. Disaat arus listrik mengalir dari pull-in coil, armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terkait dengan ring gear.

  207. 5202418023
    5. saat pinion berkaitan meneybabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga bagian kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga terminal 30 dan C terhubung. medan magnet pada pull in coil pada kondisi ini tidak terbentuk karena arus tidak mengalir ke kumparan tersebut. selama motor starter berputar plat harus selalu dalam kondisi menempel dengan terminal utama pada solenoid

  208. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    5).Saat pinion gear berkaitan ,arus dari terminal 30 dan terminal C terhubung karena plat kontak terdorong oleh solenoid .sehingga arus besar dari baterai mengalir ke armature,disaat arus listrik mengalir dari aki ke terminal 30 lalu ke terminal C melewati plat kontak, arus listrik yang mengalir ke kumparan Pull-in coil akan terhenti karena hilangnya beda potensial tegangan diantara ke dua titik pada kumparan tersebut,Hold-in coil tetap akan menghasilkan medan magnet karena arus listrik tetap mengalir dari terminal 50 ke massa/ground sehingga Hold-in coil tetap dapat menahan plunyer agar tidak terdorong oleh pegas pengembali ke arah kiri. 

  209. 5202418026

    6. Cara kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan kembali ke posisi ON atau IG. Namun saat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi tetap menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan aliran arus listrik dari baterai.

  210. 5202418023
    6. pada saat posisi ON/IG arus mengalir dari terminal 30 ke terminal C. motor starter masih dialiri arus sehingga pada saat ini motor starter masih berputar. arus dari terminal C ke pull in coil dan hold in coil arahnya berawanan sehingga terjadi demagnetisasi. akibatnya tidak ada kekuatan medan magnet yang menahan plunyer dan kembali ke posisi semula sehingga plat kontak tidak lagi menempel ke terminal 30 dan terminal C maka arus besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  211. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    6.)sistem kerja stater saat kunci kontak kembali ke posisi ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil.arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil.hilangnya medan magnet tersebut membuat plunyer akan mudah terdorong oleh pegas pengembali (return spring) kembali ke arah kiri dan melepas kaitan antara pinion gear dengan ring gear. Selain itu arus listrik yang mengalir dari terminal 30 ke terminal C juga akan ikut terputus dan menghentikan putaran motor starter akibat plat kontak yang juga terlepas dari kedua terminal C dan 30.

  212. 5202418023
    7. saat kunci kontak pada posisi ST arus dari baterai mengalir kekunci kontak lalu ke terminal 50 pada solenoid setelah itu arus dialirkan ke kumparan pull in coil dan hold in coil. pada kumparan pull in coil arus dialirkan langsung ke terminal C menuju kumparan medan (field coil) dan terakhir ke massa. sedangkan pada kumparan hold in coil arus langsung dialirkan ke massa dan terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil. pada saat plunyer berkaitan dengan gigi pinion merupakan saat kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil menghasilkan medan magnet. gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan dengan gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga terminal 30 da C terhubung.saat plunyer ke kiri dan plunyer juga mendorong unit kopling starter(clutch) bergerak ke kiri menyebabkan gigi pinion berkaitan dengan gear. pada saat plunyer tertarik(plat kontak belum menempel ke terminal 30 dan C) motor starter berputar lambat untuk membantu gigi pinion agar mudahh masuk atau berkaitan dengn ring gear. pada saat kunci kontak pada posisi ON/IG plat kontak masih dalam kondisi menempel. dan terminal 50 tidak menmdapatkan arus listrik dari kunci kontak. dan aliran arus dari terminal C ke kumparan pull in coil dan kumparan hold in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga berlawanan sehingga terjadi demagnetiasi. dengan tidak adanya kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer dan plunyer kembali ke posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C. arus besar berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar

  213. 5202418023
    1. saat kunci kontak pada posisi ST arus dari baterai mengalir kekunci kontak lalu ke terminal 50 pada solenoid setelah itu arus dialirkan ke kumparan pull in coil dan hold in coil. pada kumparan pull in coil arus dialirkan langsung ke terminal C menuju kumparan medan (field coil) dan terakhir ke massa.dan pada kumparan hold in coil arus langsung dialirkan ke massa dan terbentuk medan magnet pada kumparan hold in coil.

  214. 5202418035
    7).Saat posisi kunci kontak posisi ST maka arus mengalir dari baterai ke terminal 50
    Karena terminal 50 dialiri arus listrik, menyebabkan kemagnetan pada pull in coil sehingga pull in coil bergerak ke arah hold in coil. Dalam hal ini, gerakan pull in coil akan mendorong drive lever sehingga pinion gear terkait dengan flywheel.
    di fase ini, dorongan pull in coil bukan hanya menggerakan pinion. Tetapi juga menggerakan pull in coil itu sendiri ke arah hold in coil. Akibat dorongan tersebut, hold in coil juga terdorong ke arah solenoid switch contact.sehingga arus listrik di terminal 30 motor starter, akan langsung mengalir kedalam motor starter.di dalam motor starter arus tersebut dialirkan ke field coil untuk membangkitkan medan magnet, dan mengalir ke armature coil melalui brush. Karena ada aliran listrik didalam medan magnet, hasilnya armature akan berputar untuk menggerakan flywheel.
    Saat mesin menyala, starter akan berhenti dengan menghentikan arus dari terminal 50. Sehingga pull in coil terlepas dan kembali ke posisi semula. Dengan kembalinya pull in coil, pinion gear juga akan lepas kaitannya dengan flywheel dan putaran motor juga terhenti karena arus listrik pada solenoid switch contact terputus.
    namun pinion gear sebenarnya didesain agar mundur secara otomatis saat putaran flywheel lebih besar dari putaran starter. Fungsi ini ditunjukan untuk memudahkan proses keterkaitan dan pelepasan pinion gear dengan roda gigi flywheel.

  215. 5202418026

    7. Kesimpulan : dari cara kerja solenoid semua aliran arus listrik melalui terminal-terminal. Yaitu teminal 50, 30, C, pull-in coil dan hold-in coil.
    Dan dari cara kerja sistem starter yaitu arus listrik akan mengalir dari battrai ke terminal 50 pada saat kunci kontak pada posisi ST.

  216. 5202418027
    1.Saat kunci kontak ada pada posisi ST maka listrik akan mengalir ke terminal 50 lalu menuju ke Pull-in coil dan Hold-in coil. Dari Pull-in Coil listrik mengalir ke terminal C lalu ke komutator yang ada pada armature, sedangkan dari hold-in coil listrik mengalir menuju massa. Pada saat ini hold-in coil dan pull-in coil akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini kemudian akan menarik plunyer ke arah kanan melawan pegas pengembali. Saat arus listrik mengalir dari pull-in coil, armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terkait dengan ring gear.

  217. 5202418027
    2.Saat pinion gear berkaitan mengakibatkan plunyer tertarik penuh kedalam solenoid sehingga mendorong pushrod serta plat kontak. Akibatnya, plat kontak akan menghubungkan terminal 30 dan terminal C sehingga arus listrik yang besar akan mengalir dari baterai/aki ke armature. Disaat arus listrik mengalir dari aki ke terminal 30 lalu ke terminal C melewati plat kontak, arus listrik yang mengalir ke kumparan Pull-in coil akan terhenti karena hilangnya beda potensial tegangan diantara ke dua titik pada kumparan tersebut. Disaat ini, Terminal C memiliki tegangan 12 volt, dan Pull-in coil juga memiliki tegangan 12 volt. Karena sama-sama 12 volt, maka arus listrik tidak bisa mengalir. Hal ini mengakibatkan medan magnet pada kumparan Pull-in coil juga akan menghilang. Untuk mempertahankan posisi plunyer agar tetap mendorong plat kontak dan membuat arus listrik yang besar bisa mengalir dan memutar motor starter, Hold-in coil tetap akan menghasilkan medan magnet karena arus listrik tetap mengalir dari terminal 50 ke massa/ground sehingga Hold-in coil tetap dapat menahan plunyer agar tidak terdorong oleh pegas pengembali ke arah kiri

  218. Ryan Hidayat
    5202418036

    1. Saat kunci kontak pada posisi ST maka listrik akan mengalir ke terminal 50 lalu menuju ke Pull-in coil dan Hold-in coil. Dari Pull-in Coil listrik mengalir ke terminal C kemudian ke komutator yang ada pada armatur, sedangkan dari hold-in coil listrik mengalir menuju massa, pada saat ini kedua kumparan hold-in coil dan pull-in coil akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini kemudian akan menarik plunyer ke arah kanan. Disaat arus listrik mengalir dari pull-in coil, armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terkait dengan flywheel.

    2. Saat pinion gear motor starter secara penuh pada ring gear, maka mengakibatkan plunyer tertarik penuh kedalam solenoid sehingga mendorong pushrod serta plat kontak. Akibatnya, plat kontak akan menghubungkan terminal 30 dan terminal C sehingga arus listrik yang besar akan mengalir dari baterai/aki ke armature. Disaat arus listrik mengalir dari aki ke terminal 30 lalu ke terminal C melewati plat kontak, arus listrik yang mengalir ke kumparan Pull-in coil akan terhenti karena hilangnya beda potensial tegangan diantara ke dua titik pada kumparan tersebut. Disaat ini, Terminal C memiliki tegangan 12 volt, dan Pull-in coil juga memiliki tegangan 12 volt. Karena sama-sama 12 volt, maka arus listrik tidak bisa mengalir. Hal ini mengakibatkan medan magnet pada kumparan Pull-in coil juga akan menghilang.

    3. Saat kunci kontak posisi on, maka maka tidak ada arus yang mengalir masuk ke terminal 50. Saat ini plat kontak masih menempel dan menghubungkan terminal 30 dan C . Arah aliran arus kedua kumparan berlawanan sehingga terjadi demagnetisasi dan plunyer akan kembali ke posisi asalnyakarena di dorong pegas pengembali dan plat kontak terlepas dari terminal 30 dan C.

    4. Pada saat kunci kontak di posisi ST arus dari baterai akan mengalir ke terminal 50 kumudian ke pull in coil, terminal C diteruskan ke field coil, sikat positif, armature, sikat negatif. Maka akan membentuk medan magnet pada pull in col yang dapat memarik plunyer untuk menggerakkan plat kontak agar menempel pada terminal 30 dan terminal C. Arus dari baterai juga mengalir ke kunci kontak ke terminal 50 ke hold in coil lalu ke massa. Maka akan terbentuk medan magnet pada hold in coil yang akan menahan plat kontak tetap menempel pada terminal 30 dan terminal C
    Pada saat plunyer tertarik memyebabkan pinion gear terdorong sehingga berhubungan dengan flywheel.

    5. Saat pinion berkaitan arus yang besar dari baterai akan mengalir ke terminal 30, plat kontak, terminal C kemudian ke field coil, sikat positif, komutator, armature, sikat negatif kemudian ke massa. Maka akan terbentuk medan magnet yang kuat pada field coil dan armature sehingga motor starter dapat berputar.

    6. Pada saat kunci kontak kembali ke posisi on, maka arus ke terminal 50 terputus. Arus pada Hold-in coil juga putus sehingga kemagnetannya juga hilang. Arus dari terminal C mengalir ke Pull-in coil dan Hold-in coil dengan arah yang berlawanan, akibatnya terjadi demagnetisasi. Karena tidak ada kemagnetan pada Pull-in dan Hold-in coil maka plunyer bergerak kembali ke kiri karena dorongan dari pegas. Pada saat plunyer kembali, plat kontak pun menjadi lepas, sehingga motor berhenti berputar.

    7. Sistem stater adalah sistem dimana semua komponen memerlukan arus listrik untuk bergerak. Selenoid dan komponen pull in coil juga hold in coil berfungsi untuk menghubungkan arus fild coil dengan tuas pinion agar tujuan sistem setater tercapai menggerakan fly wheel dan mesin dapat berputar.

  219. 5202418039
    5. Cara kerja motor stater saat pinion berkaitan penuh. kontak penghubung berkaitan dengan terminal 30 dan C , maka arus mengalir dari baterai ke terminal 30->ke plat penghubung->terminal C ->pull in coil->hold in coil, pada saat ini arus yang mengalir pada pull dan hold in coil berlawan arah sehingga arus pada pull in coil terputus di karenakan tidak ada beda potensial. Sehingga hanya hold in coil saja yang bekerja untuk menahan gigi pinion berkaitan dengan flywheel. Akibatnya, starter dapat menghasilkan momen puntir yang besar yang dapat digunakan memutarkan flywheel. bilamana mesin sudah mulai hidup, flywheel akan memutarkan Armature. melaui pinion. Untuk menghindari kerusakan pada starter akibat hal tersebut maka kopling starter akan membebaskan dan melindungi Armature dari putaran yang berlebihan.

  220. 5202418039
    6. Kerja sistem starter pr saat kunci kontak kembali ke posisi ON (IG). Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON atau IG. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Aliran arus listrik pada kondisi ini dijelaskan sebagai berikut:
    Arus dari baterai mengalir ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan medan ->–> sikat positif –> kommutator –> kumparan armature –> sikat negatif –> massa. Masih terbentuk medan magnet yang sangat kuat pada kumparan medan dan kumparan armature, motor starter masih berputar.
    Arus dari baterai ke terminal 30 –> plat kontak –> terminal C –> kumparan pull-in coil –> kumparan hold-in coil –> massa. Kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet, namun arahnya berlawanan.
    Shingga, tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali pada posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C. Arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar.

  221. 5202418039
    7. Sistem starter adalah suatu komponen dalam sistem starter mobil yang berfungsi untuk mengubah energi listrik dari baterai (aki) menjadi energi gerak (mekanik) putar yang akan digunakan untuk memutar fly wheel pertama kali, yang dibutuhkan mesin tersebut untuk hidup atau melakukan siklus kerjanya.sedangkan selenoid dimana komponen pull in coil dan hold in coil berfungsi untuk menghubungkan arus fild coil dengan tuas pinion agar tujuan sistem setater tercapai menggerakan fly wheel dan mesin dapat berputar.

  222. Nama = Alif Fathah H
    Nim = 5202418032

    3. Saat kunci kontak kembali ke posisi IG, maka tidak ada arus yang mangalir ke terminal 50, dan plat kontak masih menempel pada terminal 30 dan terminal C, sehingga arus mengalir dari terminal C ke pull in coil dan hold in coil lalu ke massa. Sehingga mengakibatkan plunyer akan kembali ke posisi semula.

  223. Nama = Alif Fathah H
    Nim = 5202418032

    4. Saat kunci kontak di posisi ST arus dari baterai akan mengalir ke terminal 50 dan ke pull in coil, lalu dari terminal C diteruskan ke field coil,armatur, sikat positif dan negatif. Maka terjadi medan magnet pada pull in coil yang dapat menarik plunyer untuk menggerakkan plat kontak agar menempel pada terminal 30 dan terminal C. Saat plunyer tertarik menyebabkan pinion gear terdorong sehingga berkaitan dengan flywheel.

  224. 5202418027
    3.Saat kunci kontak kembali ke posisi ON maka switch ST akan terputus. Terputusnya switch ST ini akan menyebabkan arus listrik berhenti mengalir ke terminal 50. Berhentinya aliran arus listrik pada terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik melalui kumparan Pull-in Coil. Arus listrik yang mengalir secara terbalik pada Pull-in coil ini akan membuat kutub medan magnet yang terbalik dengan kumparan Hold-in coil. Akibatnya medan magnet diantara kedua kumparan tersebut akan sama-sama saling menghilangkan. Disinilah terjadi demagnetisasi antar Pull-in coil dengan Hold-in coil. Hilangnya medan magnet tersebut membuat plunyer akan mudah terdorong oleh pegas pengembali kembali ke arah kiri dan melepas kaitan antara pinion gear dengan ring gear. Selain itu arus listrik yang mengalir dari terminal 30 ke terminal C juga akan ikut terputus dan menghentikan putaran motor starter akibat plat kontak yang juga terlepas dari kedua terminal tersebut.

  225. 5202418027
    4.Kerja sistem starter saat kunci kontak pada posisi ST, kunci kontak yang diputar pada posisi start menyebabkan terjadinya aliran arus ke kumparan penarik (pull-in coil) dan ke kumparan penahan (hold-in coil) yang secara bersamaan berikut adalah aliran arus ke masing-masing kumparan tersebut. Aliran arus pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kedua kumparan tersebut. Letak plunyer di dalam solenoid yang tidak simetris atau tidak berada di tengah kumparan menyebabkan plunyer tertarik dan bergerak ke kanan melawan tekanan pegas pengembali. Karena ada aliran arus dari pull-in coil ke kumparan medan dan ke kumparan armature, maka medan magnet yang terbentuk pada kumparan medan dan armature lemah sehingga motor starter berputar lambat. Pada saat plunyer tertarik, tuas penggerak yang terpasang pada ujung plunyer juga akan tertarik ke arah kanan. Bagian tengah tuas penggerak terdapat baut yang berfungsi sebagai engsel sehingga tuas penggerak bagian bawah yang berkaitan dengan kopling starter bergerak ke kiri mendorng gigi pinion agar berkaitan dengan ring gear. Pada kondisi pluyer tertarik, motor starter berputar lambat. Putaran lambat ini membantu gigi pinion agar mudah masuk atau berkaitan dengan ring gear.

  226. 5202418027
    5.Kerja sistem starter saat pinion berkaitan. Plunyer bergerak ke kanan pada saat kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil menghasilkan medan magnet. Gerakan ini menyebabkan gigi pinion berkaitan penuh dengan ring gear dan plat kontak pada bagian ujung kanan plunyer menempel dengan terminal utama pada solenoid sehingga pada terminal 30 dan terminal C terhubung. Arus yang besar dapat mengalir melewati kedua terminal tersebut. Pada keadaan ini tegangan di terminal 50 sama dengan tegangan di terminal 30 dan terminal C. Karena tegangan di terminal C sama dengan tegangan di terminal 50, maka tidak ada arus yang megalir ke kumparan pull-in coil dan kemagnetan di kumparan tersebut hilang. Aliran arus yang besar pada kumparan medan dan kumparan armature menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat sehingga motor starter berputar cepat dan mengahasilkan tenaga kembali yang besar untuk memutarkan mesin. Medan magnet pada kumparan pull-in coil dalam kondisi ini tidak terbentuk karena arus tidak mengalir ke kumparan tersebut. Selama motor starter berputar plat kontak harus ada dalam kondisi menempel dengan terminal utama pada solenoid. Oleh sebab itu pada kondisi ini kumparan hold-in coil tetap dialiri arus listrik sehingga medan magnet yang terbentuk pada kumparan tersebut mampu menahan plunyer dan plat kontak tetap menempel. Dengan demikian, meskipun kumparan pada pull-in coil kemagnetannya hilang, plunyer masih dalam kondisi tertahan

  227. Nama = Alif fathah H
    Nim = 5202418032

    5. Saat pinion berkaitan, maka plat kontak akan menutup main switch. kondisi yang seperti ini aliran arusnya dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :
    a. Batarai > kunci kontak terminal st > terminal 50 > hold-in coil > massa.
    b. Baterai > terminal 30 > Contact plate > terminal C > Field coil > armature > massa

  228. 5202418027
    6.Kerja sistem starter saat kunci kontak kembali ke posisi ON. Setelah mesin hidup, maka kunci kontak dilepas dan posisinya kembali ke posisi ON. Namun demikian sesaat kunci kontak dilepas, plat kontak masih dalam kondisi menempel. Pada keadaan ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus listrik dari baterai. Ketika terminal 30 diarili arus dari baterai, motor starter masih dialiri arus yang besar sehingga pada saat ini motor starter masih berputar. Aliran arus seperti yang dijelaskan pada no.2, terjadi juga pada kumparan pull-in coil dan kumparan hold-in coil. Dari penjelasan dari gambar tentang solenoid tampak bahwa arus dari terminal C ke kumparan pada pull-in coil dan kumparan hold-in coil arahnya berlawanan sehingga medan magnet yang dihasilkan juga akan berlawanan arah kutubnya sehingga terjadi demagnetisasi atau saling menghilangkan medan magnet yang terbentuk oleh kedua kumparan tesebut. Akibatnya, tidak ada kekuatan medan magnet yang dapat menahan plunyer sehingga plunyer akan bergerak ke kiri dan kembali pada posisi semula sehingga plat kontak terlepas dari terminal 30 dan terminal C. Arus yang besar akan berhenti mengalir dan motor starter berhenti berputar

  229. Nama = Alif Fathah H
    Nim = 5202418032

    6. Saat kunci kontak kembali ke posisi IGmaka arus ke terminal 50 danHold-in coil terputus sehingga kemagnetannya juga hilang. Arus dari terminal C mengalir ke Pull-in coil dan Hold-in coil dengan arah yang berlawanan, akibatnya terjadi demagnetisasi. Karena tidak ada kemagnetan pada Pull-in dan Hold-in coil maka plunyer bergerak kembali ke kiri karena dorongan dari pegas. Pada saat plunyer kembali, plat kontak pun menjadi lepas, sehingga motor berhenti berputar.

  230. 5202418027
    7.-Solenoid : Solenoid pada motor starter merupakan salah satu alat atau komponen kontrol yang memiliki 2 fungsi utama. Pertama, solenoid berfungsi sebagai saklar elektromagnetik yang menghubungkan antara terminal C dengan terminal 30 pada motor starter. Kedua, solenoid juga berfungsi untuk menggerakkan plunyer agar pinion gear terkait dengan ring gear. Di dalam Solenoid motor starter terdapat 2 kumparan yang bertugas sebagai penggeraknya yaitu Pull-in coil dan hold-in coil. Ketika kedua koil ini mendapat supply tegangan dan arus lisrtik maka koil tersebut akan memiliki medan magnet yang cukup kuat sehingga dapat menarik dan menggerakan plunyer pada bagian dalamnya
    -Sistem Starter : Cara kerja motor starter, dimulai ketika kita memutar kunci kontak. Saat kunci kontak berada di posisi “ON” relay utama atau main relay akan terhubung, menyebabkan arus dari baterai mengalir ke semua sistem kelistrikan mobil. Saat kunci kontak diputar pada posisi “ST”, relay starter switch akan terhubung sehingga arus akan mengalir dari baterai ke terminal 50 pada starter clutch. Karena terminal 50 dialiri arus listrik, menyebabkan kemagnetan pada pull in coil sehingga pull in coil bergerak ke arah hold in coil. Dalam hal ini, gerakan pull in coil akan mendorong drive lever sehingga pinion gear terkait dengan flywheel

  231. Nama = Alif Fathah H
    Nim = 5202418032

    7. Solenoid berfungsi untuk menghubungkan pinion gear dengan flywheel dan juga menghubungkan terminal 30 dan terminal C agar arus listrik yang besar dapat mengalir ke field coil dengan memanfaatkan medan magnet dari kumparan pull on coil dan hold in coil.
    Sistem stater yaitu suatu sistem yg meenghubungkan antara komponen motor stater serta fungsinya dengan flrwheel agar busa menjalankan mesin.

  232. 5202418028
    Moch. Miftachul Syanusi
    1. saat kunci onta berada pada ST maka listri aan mengalir ke terminal 50 lalu menuju Pc dan HC dari PC mengalir e terminal C lalu e komutator dan dari HC menuju massa. pada saat itu edua kumparan aan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini akan menarik plunyer ke arah kanan melawan pegas. Disaat arus listrik mengalir dari PC armature coil akan berputar pelan sehingga membuat pinion gear perlahan masuk dan terikat dengan ring gear

  233. 5202418028
    Moch.Miftachul Syanusi
    2. Cara kerja selenoid disaat arus mengalir dari aki ke terminal 30 lalu ke terminal C melewati plat kontak arus listrik yg melewati PC akan terhenti karena hilangnya beda potensial tegangan diantara kedua titik pada kumparan tersebut. Agar plunyer tetap terkait dengan gear maka arus besar akan melewati HC

  234. 5202418028
    Moch. Miftachul syanusi
    3. Saat kunci kontak kembali ke posisi IG/ON maka arus listrik akan berhenti mengalir e terminal 50 ini menyebabkan arus listrik yang ada di terminal C akan mengalir terbalik pada PC, sehingga menyebaban kutun magnetnya berbalik dengan HC dan kedua kumparan tersebut aan sama sama menghilangkan kemagnetannya

  235. 5202418028
    Moch. Miftachul Syanusi
    4. Pada saat kunci kontsk diputar ke start maka akan menyebabkan terjadinya aliran arus listrik dari baterai ke PC dan ke HC secara bersama. Aliran ini kan menyebabkan munculnya medan magnet pada kedua kumparan tsb, Sedangkan pada posisi lain plunyer didalam selenoid akan tertarik hingga sejajar dengan kumparan

  236. 5202418028
    Moch. Miftachul Syanusi
    5. Sesaat setelah pinion gear masuk dan berkaitan secara penuh dengan ring gear maka plunyer akan tertarik masuk semakin kedalam sehingga plat kontak pada bagian ujung plunyer aan menempel dengan terminal utama selenoid mengakibatkan terminal 30 dan terminal C terhubung. Ketika terhubung maka arus listri yang besar akan mengalir dari aki melewati kedua terminal tsb, pada saat ini tegangan di terminal 30 dan C sama

  237. 5202418028
    Moch. Miftachul Syanusi
    6. Sesaat setelah kontak posisi ON plat kontak masih dalam kondisi menempel pada saat ini terminal 50 tidak akan mendapatkan arus dari aki, dan PC dan HC menghasilkan medan magnet namun arahnya berlawanan

  238. 5202418028
    Moch. Miftachul Syanusi
    7. Jadi selenoid memelii satu peran penting dalam sistem starter karena selenoid dipakai untuk menyambung dan melepasan pinion gear dari ring gear flywheel sekaligus juga mengalirkan arus besar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here