DASAR SEMIKONDUKTOR

208
1668

Pada pembelajaran minggu yang lalu, sudah didiskusikan mengenai semikonduktor dan dasar komponen elektronika yang terbuat dari semikonduktor. Untuk penguatan, diskusikan beberapa hal berikut:

  1. Bagaimanakan sifat dasar bahan semikonduktor?
  2. Dalam bahasan tentang semikonduktor semikonduktor, dikenal istilah “Doping”. Jelaskan.
  3. Pada dasaarnya semikonduktor memiliki empat elektron pada orbit terluar dari atomnya. Jelaskan apa kaitannya struktur atom bahan semikonduktor tersebut dengan struktur atom bahan semikonduktor tipe P.
  4. Jelaskan pula mengenai bahan semikonduktor tipe N.
  5. bagaimanakah karakteristik bahan semikonduktor tipe P dan tipe N digabung menjadi satu?
  6. Jelaskan tentang transistor dan bagaimanakah sifat atau karakteristik transistor?
  7. Jelaskan mengenai thyristor.

Silakan diskusikan dengan teman-teman dan jawaban bisa ditulis di dalam kolom komentar. Perlu diperhatikan: 1) jawaban diawali dengan menuliskan NIM dan setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) meskipun hasil diskusi bersama, 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim/posting), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). Jawaban ditunggu sampai hari Rabu, 6 November 2019 pukul 17.00. Selamat berdiskusi (DW).

208 COMMENTS

  1. 5211418022

    1. Resistansinya lebih besar dari resistansi konduktor logam, tetapi lebih kecil dari resisitansi bahan dielektrik.
    2. Mempunyai koefisien temperatur negatip. Resistansinya berkurang terhadap kenaikan temperatur (sifat sangat penting).
    3. Mempunyai elektron valensi 4. Artinya pada kulit terluar terdapat empat elektron , setengah dari 8 elektron yang dibutuhkan untuk kondisi stabil. Elektron pada kulit terluar digunakan bersama oleh atom yang saling berdekatan sehingga tidak ada elektron bebas. Ikatan kimia yang terbentuk dengan prinsip penggunaan bersama elektron pada kulit terluar disebut Ikatan Kovalen.

  2. 5211418017

    1. Semikonduktor memiliki bahan yang bersifat setengah penghantar listrik yaitu berada diantara konduktor dan isolator. Semikonduktor memiliki electron pada orbit terluar sejumlah 4 buah.

  3. 5211418023

    •Hubungan semikonduktor jenis p dan jenis n menunjukkan sifat-sifat penyearahan.
    •Semikonduktor murni mempunyai koefisien temperatur yang negatif dengan resistansi, tidak seperti logam yang memiliki resistansi dengan koefisien temperatur positif
    •bersifat peka cahaya, membangkitkan baik tegangan foto maupun perubahan resistansi akibat penyinaran cahaya.

  4. 5211418017

    2. Doping adalah proses untuk menambahkan ketidakmurnian (Impurity) pada Semikonduktor yang murni (semikonduktor Intrinsik) sehingga dapat merubah sifat atau karakteristik kelistrikannya. Bahan yang biasanya ditambahkan adalah untuk Tipe N yaitu Fosfor (P), Arsen (As), Antimon (Sb), dan Bismuth (Bi) yang memiliki elektron valensi 5, dan untuk Tipe P yaitu Boron (Br), Alumunium (Al), Indium (in), dan Galium (Ga) yang memiliki elektron valensi 3.

  5. 5211418028

    a. Resistivitas semikonduktor lebih kecil dari pada isolator tetapi lebih besar dari pada konduktor.
    b. Semikonduktor memiliki resistansi dengan koefisien suhu negatif, yaitu bahwa resistansi semikonduktor menurun dengan kenaikan suhu dan sebaliknya.
    c. Ketika ketidakmurnian metalik yang tepat ditambahkan ke dalam semikonduktor, maka sifat-sifat konduksi arusnya berubah cukup besar.

  6. 5211418028

    1. sifat-sifat dasar bahan semikonduktor:
    a. Resistivitas semikonduktor lebih kecil dari pada isolator tetapi lebih besar dari pada konduktor.
    b. Semikonduktor memiliki resistansi dengan koefisien suhu negatif, yaitu bahwa resistansi semikonduktor menurun dengan kenaikan suhu dan sebaliknya.
    c. Ketika ketidakmurnian metalik yang tepat ditambahkan ke dalam semikonduktor, maka sifat-sifat konduksi arusnya berubah cukup besar.

  7. 5211418028

    2. Dopping adalah sebuah proses dimana bahan semikonduktor disisipi atom dari bahan lain guna menambah konduktivitas.

  8. 5211418017

    3. Semikonduktor Tipe P adalah Semikonduktor yang kekurangan elektron karena semikonduktor awal ditambahkan bahan yang memiliki elektron valensi 3 yaitu Boron (Br), Alumunium (Al), Indium (in), dan Galium (Ga), sehingga kekurangan 1 elektron yang menyebabkan kovalen bolong disebut “Hole” yang bermuatan positif.

  9. 5211418027
    1. Bahan semikonduktor dapat berubah sifat kelistrikannya atau sangat sensitif terhadap temperatur, cahaya dan Medan magnet.

  10. 5211418001
    1. bahan semikonduktor adalah bahan yang memiliki sifat diantara konduktor dan isolator, yang sifatnya tergantung dari kondisi lingkungannya. Bahan semikonduktor memiliki jumlah elektron diorbit terluarnya 4.

  11. 5211418001
    2. untuk meningkatkan konduktivitasnya semikonduktor yang memiliki elektron terluar 4, akan disisipi elektron dari atom bahan lain yang disebut doping.

  12. 5211418001
    3. Apabila bahan semikonduktor didoping dengan bahan yang memiliki tiga elektron pada orbit terluarnya, maka hanya tiga ikatan kovalen yang bisa dipenuhi. Sedangkan tempat yang seharusnya membentuk ikatan kovalen keempat menjadi kosong (membentuk hole) yang disebut semikonduktor tipe P.

  13. 5211418001
    4. Apabila bahan semikonduktor didoping dengan bahan yang memiliki lima elektron pada orbit terluarnya, maka ada satu elektron bebas atau kelebihan satu elektron yang disebut semikonduktor N.

  14. 5211418001
    5. Jika semikonduktor tipe P dan semikonduktor tipe N digabungkan tetapi ada pembatas diantaranya disebut PN junction semikonduktor atau dioda. Jika anoda dihubungkan dengan baterai kutub positif dan katoda dihubungkan dengan kutub negatif maka dapat menghantarkan arus listrik.

  15. 5211418001
    6. Transitor adalah komponen aktif semikonduktor yang berfungsi sebagai penguat arus dan sebagainya saklar. Yang memiliki tiga kaki yaitu kolektor, basis, dan emitor. ada 2 jenis transitor :
    a. Transitor tipe PNP: ada arus yang bergerak dari emitor ke basis sebagai pemicu, cirinya ada arus bergerak dari emitor ke kolektor.
    b. Transitor NPN: ada arus yang bergerak dari basis ke emitor sebagai pemicu, cirinya ada arus bergerak dari kolektor ke emitor.

    • 5211418023

      7). Thyristor berfungsi sebagai switch atau pengendali yang terbuat dari bahan semikonduktor yang dapat digunakan untuk menahan arus AC atau melewatkan arus AC menggunakan sumber masukan yang kecil.
      Prinsip Thyristor yang berterminal tiga akan menggunakan arus/tegangan rendah yang diberikan pada kaki terminal gerbang untuk mengalirkan aliran arus/tegangan tinggi yang melewati dua anoda katoda

  16. 5211418001
    7. Thyristor merupakan gabungan dari dua transitor yang memiliki tiga kaki yaitu anoda, katoda, dan (G) gage atau gerbang. Cirinya yaitu ada arus yang mengalir dari (G) gage atau gerbang kedalam thyristor.

  17. 5211418028

    3. kaitannya struktur atom bahan semikonduktor dengan struktur atom bahan semikonduktor tipe P yaitu:
    semikonduktor tipe p terbentuk ketika sejumlah kecil impuritas trivalen ditambahkan pada semikonduktor murni. Penambahan impuritas trivalen menyediakan sejumlah besar hole dalam semikonduktor itu. Impuritas tersebut akan menghasilkan semikonduktor tipe p yang dikenal sebagai impuritas ekseptor karena hole yang dihasilkan dapat menerima elektron.

  18. 5211418020
    1) -memiliki 4 elektron di orbit terluar
    -bisa menghantarkan arus listrik, bisa juga tidak bisa menghantarkan arus listrik

  19. 5211418028

    4. kaitannya struktur atom bahan semikonduktor dengan struktur atom bahan semikonduktor tipe N yaitu:
    semikonduktor tipe n terbentuk ketika sejumlah kecil impurutas pentavalen ditambahkan pada semikonduktor murni. Penambahan impuritas pentavalen menyediakan sejumlah besar elektron bebas dalam kristal semikonduktor. Impuritas yang menghasilkan semikonduktor tipe n dikenal sebagai impuritas donor karena ia memberikan atau menyediakan elektron bebas kepada kristal semikonduktor.

  20. 5211418027
    2. Doping adalah sebuah rekayasa supaya energi dari elektron elektron pala lapisan valensi bertambah, pemberian doping dimaksudkan untuk mendapatkan elektron valensi lebih banyak dan permanen Yang diharapkan dapat mengantarkan listrik.

  21. 5211418020

    3) pada dasarnya setiap elektron pada atom bahan semikonduktor saling berikatan, ketika terjadi doping atau disisipi oleh atom dengan jumlah 3 elektron maka terjadi pembentukan hole, hole ini akan bergerak atau berpindah tempat. Ketika terjadi penyusupan atom dengan jumlah 3 elektron, maka bahan semikonduktor tersebut akan menjadi bahan semikonduktor tipe P

  22. 5211418020

    4) ketika atom bahan semikonduktor disisipi oleh atom dengan jumlah elektron 5, maka akan ada elektron yang tidak mendapat pasangan sehingga elektron tersebut akan bergerak atau berpindah tempat. Struktur atom seperti ini lah yang disebut sebagai seminkonduktor tipe N

  23. 5211418020

    5) -ketika tipe P diberi kaki maka akan menjadi kutub Anoda
    -ketika tipe N diberi kaki maka akan menjadi kutub Katoda
    -Dioda hanya bisa menghasilkan arus searah
    -ketika dioda diberi arus listrik bolak balik dari dua tempat berbeda tetapi dihubungkan oleh dioda maka dioda akan memisahkan antara arus + dengan arus –

  24. 5211418020

    6) Transistor merupakan alat semikonduktor yang digunakan sebagai penguat arus

    Karakteristik : -Transistor bisa digunakan pada tegangan rendah
    -berfungsi sebagai penguat arus
    -memiliki 3 kaki (Emitor,Kolektor, dan Basis)
    -apabila basis dialiri aliran listrik maka transistor akan bekerja

  25. 5211418020

    7) Thyristor merupakan alat semikonduktor yang terdiri dari 4 lapis bahan semikonduktor yang digunakan untuk menahan arus AC atau melewatkan arus AC menggunakan sumber input yang kecil

  26. 5211418028

    5. karakteristik bahan semikonduktor tipe P dan tipe N yang digabung menjadi satu yaitu:

    a. pada sambungan terjadi kecenderungan elektron bebas berdifusi ke sisi p dan lubang ke sisi n.
    b. muatan negatif bersih terbentuk pada sisi p dari persambungan.
    c. Ketika ion-ion donor dan akseptor dalam jumlah yang cukup telah terbuka, maka difusi selanjutnya dicegah.
    d. terbentuk penghalang yang melawan gerakan pembawa muatan selanjutnya yakni lubang dan elektron. Penghalang ini disebut penghalang potensial atau penghalang persambungan Vo. penghalang potensial Vo yang terjadi akan memunculkan medan listrik.
    e. di luar penghalang pada sisi persambungan bahan tersebut adalah netral.
    f. di dalam penghalang ada muatan positif pada sisi n dan muatan negatif pada sisi p

  27. 5211418017

    4. Semikonduktor Tipe N adalah semikonduktor semikonduktor yang memiliki 1 elektron bebas karena semikonduktor intrinsik ditambahkan bahan yang memiliki elektron yang bervalensi 5 yaitu Fosfor (P), Arsen (As), Antimon (Sb), dan Bismuth (Bi), sehingga memiliki 1 elektron bebas dan menjadi semikonduktor negatif.

  28. 5211418028

    6. transistor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk menyambung dan memutus (switching) aliran listrik. Selain itu transistor juga berfungsi sebagai penguat (amplifier), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal, dll.
    Ada beberapa jenis transistor diantaranya transistor PNP dan NPN. Karakteristiknya yaitu:
    1. PNP
    Lapisan material N-Negatif diantara dua Lapisan P-Positif. Tiga terminal Basis (B), Kolektor (C) dan Emitor (E) dan menghubungkan transistor ke papan sirkuit. Perangkat yang dikontrol sejumlah kecil arus Basis dikendalikan baik Emitor dan arus Kolektor. Transistor PNP memiliki dua Dioda Kristal. Sisi kiri sebagai Diode Emitor-Base dan sisi kanan Dioda Kolektor-Base.

    2. NPN
    Memiliki lapisan Positif diantara dua lapisan Negatif. Umum digunakan untuk switching, memperkuat Sinyal. Tiga terminal yaitu, Basis (B), Kolektor (C) dan Emitor (E) dan menghubungkan transistor ke papan sirkuit. Tegangan antara Base dan Emitter (VBE), Positif di Base dan Negatif pada Emitter karena untuk transistor NPN, terminal Base selalu Positif sehubungan Emitter. Tegangan pasokan Kolektor Positif sehubungan Emitter (VCE). Menjadikan Kolektor selalu lebih Positif sehubungan Base dan Emitter. Kolektor terhubung ke VCC tegangan pasokan melalui resistor beban, RL yang juga bertindak untuk membatasi arus maksimum yang mengalir melalui perangkat. Basis pasokan tegangan VB terhubung ke Resistor Basis, untuk membatasi arus Basis maksimum.

  29. 5211418028

    7. thyristor adalah komponen elektronika yang dapat digunakan untuk menahan arus AC atau melewatkan arus AC menggunakan sumber input yang kecil. Penggunaan thyristor pada rangkaian elektronika pada umumnya digunakan sebagai saklar (switch).

  30. 5211418028

    7. thyristor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk menahan arus AC atau melewatkan arus AC menggunakan sumber input yang kecil. Penggunaan thyristor pada rangkaian elektronika biasanya digunakan sebagai saklar (switch).

    • 5211418023

      5. Saat kedua tipe P dan N dijadikan satu, maka daerah tempat terjadinya kontak antara kedua tipe semionduktor disebut p-n junction.
      Karakteristik dari p-n junction dapat dilihat pada saat pengaplikasian tegangan luar (atau biasa disebut bias) yang dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu:

      -Forward bias (Bias maju)
      Pada p-n bias maju, terminal anoda berperan sebagai terminal positif dan terminal katoda berperan sebagai terminal negatif. Potensial luar dari sumber tegangan memberikan gaya tarik terhadap elektron dan hole, sehingga elektron dan hole pada dipole bergerak mengarah ke sumber tegangan. Akibatnya depletion region menyusut. Hal ini membuka kembali kemungkinan bagi carrier untuk menyeberangi junction, dan bergerak mengelilingi rangkaian. Pada rangkaian timbul arus listrik.

      -Reverse bias (Bias mundur)
      Jika tegangan negatif disambungkan ke anoda dan tegangan positif ke katoda, dengan tidak ada arus/arus yang mengalir sangat kecil, potensial luar dari sumber tegangan memberikan gaya tolak terhadap elektron dan hole, sehingga elektron dan hole pada dipole bergerak menjauhi sumber tegangan. Akibatnya depletion region melebar dan potential barrier meningkat. Disini yang menarik untuk diperhatikan adalah bahwa dioda tidak menghasilkan tegangan dengan perubahan tegangan yang diaplikasikan.

  31. 5211418008

    1. Bahan semikonduktor adalah bahan dasar untuk komponen aktif dalam alat elektronika, dengan sifat sebagai isolator pada suhu dekat 0°C dan pada suhu ruangan bersifat sebagai konduktor.

  32. 5211418008

    2. Doping pada semikonduktor adalah penyisipan atom dalam bentuk hole atau elektron dengan tujuan untuk menambah jumlah aliran dan menambah ketidakmurnian kepada semikonduktor yang murni untuk mengubah sifat listriknya (semikonduktor ekstrinsik).

  33. 5211418008

    4. Semiconductor ini dibuat dengan menambahkan material (P: phosphorus; As: arsenic; Sb: antimony) memiliki 5 lapisan luar electron dalam intrinsic semiconductor. Bila lima valenci element ini ditambahkan untuk mengikat dengan silicon, maka satu electron tetap bertahan sebagai kelebihan di dalam octet, sehingga daya hantar electron tersebut bisa baik melalui gerak bebas elektron yang tertinggal. Semiconductor ini disebut dengan tipe N (negatif) karena arus listriknya diasumsikan adalah negatif.

  34. 5211418008

    6. Transistor adalah komponen aktif semikonduktor yang berfungsi sebagai penguat arus dan sebagai saklar.

    Karakteristik Transistor yaitu kurva karakteristik kolektif merelasikan IC dan VCE dengan IB sebagai parameter. Parameter-parameter pada transistor tidak semua konstan, walaupun tipe dari transisor sama namaun parameter tetap berbeda. Kurva kolektor mempunyai 3 daerah diantaranya denah jenuh, aktif dan cutt-off. Dimana
    * Daerah jenuh terjadi apabila sambundan dari emitor dan basis berprasikap maju.
    * Daerah aktif terjadi jika smbungan pada emitor diberi prasikap maju dan pada kolektor diberi prasikap yaitu balik.
    * Daerah cutt-off terjadi apabila sambungan pada emitor dan kolektor berprasikap balik.

  35. 5211418008

    7. Thyristor adalah komponen aktif elektronika yang dapat digunakan untuk menahan arus AC atau melewati arus AC menggunakan sumber inout yang kecil. Penggunaan thyristor digunakan sebagai saklar (switch).

  36. 5211418008

    5. Karakteristik semikonduktor tipe P dan tipe N jika digabung (P-N Junction) dapat dilihat pada saat pengaplikasian tegangan luar (atau biasa disebut bias) yang dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu:

    * Forward bias (Bias maju)
    Pada p-n junction bias maju (yang mana
    tipe-p terhubung dengan tegangan positif dan tipe-n terhubung dengan tegangan negatif), terminal anoda berperan sebagai terminal positif dan terminal katoda berperan sebagai terminal negatif.

    * Reverse bias (Bias mundur)
    Jika tegangan negatif diaplikasikan ke sisi positif dan tegangan positif ke sisi negatif, dengan tidak ada arus/arus yang mengalir sangat kecil, konfigurasi ini disebut dengan reverse bias atau bias mundur.

  37. 5211418015

    1) Sifat dasar Semikonduktor
    – memiliki 4 elektron di orbit terluar
    – bisa diubah konduktivitasnya
    – memiliki resistansi

  38. 5211418008

    3. Kaitannya yaitu antara semikonduktor 4 elektron pada orbit terluar ( tipe N) dengan semikonduktor tipe P (penggabungan kedua tipe disebut dioda) yaitu : Dioda dapat mengalirkan energi / listrik karena dari elektron bisa mengalir dari negatif ke positif dan dari positif ke negatif (dengan ketentuan (-) katoda dan (+) anoda). Semikonduktor tipe N akan mengalir ke tipe P karena tipe N mempunyai kelebihan elektron dan tipe P kelebihan proton (hole).

  39. 5211418008

    3. Kaitannya yaitu antara semikonduktor 4 elektron pada orbit terluar ( tipe N) dengan semikonduktor tipe P (penggabungan kedua tipe disebut dioda) yaitu : Dioda dapat mengalirkan energi / listrik karena dari elektron bisa mengalir dari negatif ke positif dan dari positif ke negatif (dengan ketentuan (-) katoda dan (+) anoda). Semikonduktor tipe N akan mengalir ke tipe P karena tipe N mempunyai kelebihan elektron dan tipe P kelebihan proton (hole) dan akan berulang terus menerus.

  40. 5211418015

    7) thyristor adalah sambungan antara dua buah transistor yaitu PNP dan NPN, thyristor memiliki (G) gerbang jika diberi tegangan thyristor akan mengalir (ON), thyristor dapat bekerja pada tegangan tinggi.

  41. 5211418026
    1. Sifar dasar bahan semikonduktor yaitu bisa menghantarkan arus listrik tapi tidak sekuat bahan konduktor, tetapi dalam kondisi tertentu tidak bisa menghantarkan arus listrik. Bahan semikonduktor memiliki elektron terluar 4.

  42. 5211418026
    2. Doping adalah proses untuk menambahkan ketidakmurnian pada semikonduktor murni sehingga dapat merubah sifat atau karakteristik kelistrikannya (penyisipan atam dari bahan lain).

  43. 5211418026
    3. Apabila bahan semikonduktor murni (intrinsik) didoping dengan bahan impuritas (ketidak-murnian) bervalensi tiga, maka akan diperoleh semikonduktor tipe P. Karena atom dopan mempunyai tiga elektron valensi, maka hanya tiga ikatan kovalen yang bisa dipenuhi. Sedangkan tempat yang seharusnya membentuk ikatan kovalen keempat menjadi kosong (membentuk hole) dan bisa ditempati oleh elektron valensi lain. Dengan demikian sebuah atom bervalensi tiga akan menyumbangkan sebuah hole (bagian yang mudah mengalir). Atom bervalensi tiga (trivalent) disebut juga atom akseptor, karena atom ini siap untuk menerima elektron. Jika dihubungkan dengan sumber tegangan atau baterai, maka muatan positif dari terminal positif akan akan mengalir melewati bahan semikonduktor menuju terminal negatif.

  44. 5211418026
    4. Bahan semikonduktor tipe N memiliki elektron valensi 5. Pada bahan semikonduktor tipe N bagian yang mudah mengalir yaitu elektron. Jika dihubungkan dengan sumber tegangan maka muatan negatif dari terminal negatif akan mengalir melewati bahan semikonduktor menuju terminal positif.

  45. 5211418026
    5. Ketika dua semikonduktor tipe P dan N dijadikan satu, maka semikonduktor tersebut bersifat P dan N. Daerah tempat terjadinya kontak antara kedua tipe semikonduktor disebut P-N junction. Dari penggabungan ini kita mengenal dioda yang menghasilkan arus listrik hanya dalam satu arah saja (direct current).

  46. 5211418026
    6. Transistor adalah alat semikonduktor yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan arus listrik (sebagai penguat).
    Karakteristik transistor
    Antara emitor dan kolektor akan mengalir arus (transistor akan menghantar) jika ada arus dari basis. Semakin besar arus basis maka semakin besar penghantarannya.

  47. 5211418026
    7. Thyristor adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai saklar (switch) atau pengendali yang terbuat dari bahan semikonduktor. Thyristor yang secara ekslusif bertindak sebagai saklar ini pada umumnya memiliki dua hingga empat kaki terminal. Meskipun terbuat dari semikonduktor, Thyristor tidak digunakan sebagai Penguat sinyal seperti Transistor. Jika dibandingkan dengan Transistor, Thyristor dapat berfungsi lebih baik. Hal ini dikarenakan Transistor memerlukan tegangan/arus yang tepat untuk mengoperasikan fungsi saklarnya, jika tegangan/arus yang diberikannya tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan maka Transistor tersebut akan berada diantara keadaan ON dan OFF. Saklar yang berada diantara keadaan ON dan OFF bukanlah suatu saklar yang baik. Berbeda dengan Transistor, Thyristor dirancang untuk hanya berada di dua keadaan yaitu keadaan ON atau keadaan OFF saja.

  48. 5211418027
    3. Pada dasarnya semikonduktor hanya memiliki 4 elektron pada orbit terluar dari atomnya . Dan untuk mendapatkan semikonduktor tipe P bahan doping yang digunakan bervalensi 3, maka dari itu hanya 3 elektron yang mendapat pasangan dan yang sendiri disebut hole

  49. 5211418003

    1. Sifat dasar bahan semi konduktor yaitu :
    1. Sulit menghantarkan listrik
    2. Memiliki 4 elektron di orbit terluarnya
    3. Merupakan konduktivitas listrik yang berada antara konduktor dan isolator
    4. Tidak bisa mengantarkan arus listrik pada suhu rendah
    5. Mempunyai koefisien temperatur negatif

  50. 5211418027
    4. Dan untuk mendapatkan yang tipe N. Bahan dopingnya bervalensi 5. Karena atom yang digunakan bervalensi 5 maka ada 1 yang tidak mendapat pasangan. Oleh karena itu elektron yang ke 5 ini dengan inti menjadi lemah dan mudah menjadi elektron bebas

  51. 5211418003

    2. Pengertian “Doping” pada bahasan semi konduktor adalah penyisipan atau penambahan atom pada bahan lain karena bahan yang bersifat semi konduktor sulit menghantarkan listrik atau penambahan atom pada suatu semi konduktor murni sehingga menjadi semi konduktor tidak murni dan doping dilakukan untuk menambah konduktivitas listrik material semi konduktor.

  52. 5211418027
    5. elektron bebas pada semikonduktor tipe N mengisi “hole” pada semikonduktor tipe P. Area pertemuan ini disebut dengan depletion region atau Area penipisan. Ketika persimpangan P-N terbentuk, beberapa elektron bebas dari area tipe N yang berhasil mencapai pita konduksi bebas akan menyebar dan mengisi lubang (hole) pada area tipe P.

  53. 5211418027
    6. Alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya.

  54. 5211418003

    3 Hubungan struktur atom dengan semi konduktor bahan tipe P adalah Jika material semi konduktor tipe P dihubungkan dengan sebuah baterai , muatan positif atau yang berada di terminal positif baterai akan mengalir ke terminal negatif baterai dan melewati bahan atau material semi konduktor.

  55. 5211418013

    1. Bahan semikonduktor mempunyai sifat konduktivitas listrik diantara bahan konduktor dan bahan isolator. Pada temperatur rendah bahan semikonduktor akan menjadi bahan isolator yang sulit menghantarkan listrik dan pada temperatur ruangan menjadi bahan konduktor yang mudah menghantarkan arus listrik.

  56. 5211418013

    2. Doping merupakan penambahan suatu impuritas atau pengotor ke semikonduktor yang murni yang dimaksudkan untuk mendapatkan lebih banyak elektron valensi bebas dan bersifat permanen yang diharapkan dapat menghantarkan arus listrik.

  57. 5211418013

    3. Dalam bahan semikonduktor pada dasarnya hanya memiliki empat elektron pada orbit terluar dari atomnya, sedangkan semikonduktor yang bertipe P terbentuk dari suatu atom yang memiliki elektron valensi 3 yang didopingkan kedalam semikonduktor yang memiliki 4 elektron valensi yang nantinya akan terjadi 3 ikatan kovalen dan ada sebuah elektron yang tidak berpasangan. Oleh karena itu, semikonduktor tersebut memiliki hole sebagai pengahasil listrik. Semikonduktor ini disebut dengan tipe P (positif) karena arus listriknya diasumsikan adalah positif.

  58. 5211418027
    7. Thyristor adalah komponen elektronika berbahan semikonduktor yang memiliki fungsi utama sebagai saklar. Memiki tiga terminalnya berupa terminal anoda (A), terminal katoda (K), dan terminal gate (G). Agar arus dapat mulai mengalir, maka sebuah tombol yang disebut gate ditambahkan dan dialiri dengan arus listrik.

  59. 5211418003

    4. Hubungan struktur atom dengan semi konduktor bahan tipe N adalah kebalikan dengan tipe P yaitu Jika material semi konduktor tipe N di hubungkan dengan sebuah baterai , muatan negatif atau elektron yang berada di terminal negatif baterai akan mengalir ke terminal positif baterai dan melewati bahan atau materiial semi konduktor

  60. 5211418013

    4. Dalam bahan semikonduktor pada dasarnya hanya memiliki empat elektron pada orbit terluar dari atomnya, sedangkan semikonduktor yang bertipe N terbentuk dari suatu atom yang memiliki elektron valensi 5 yang didopingkan ke dalam semikonduktor yang memiliki 4 elektron valensi yang nantinya akan terjadi 4 ikatan kovalen dan ada sebuah elektron ekstra yang akan membuat semikonduktor tipe N. Semikonduktor ini disebut dengan tipe N (negatif) karena arus listriknya diasumsikan adalah negatif.

  61. 5211418013

    5. Pada saat bahan semikonduktor tipe P dan tipe N digabung menjadi satu, maka dapat terjadi dioda atau P-N junction. Pada P-N junction disambungkan batang yang terhubung dengan tipe P disebut dengan anoda sedangkan batang yang terhubung dengan tipe N disebut dengan katoda. Apabila anoda terhubung dengan kutub positif pada baterai serta katoda terhubung dengan kutub negatif akan mengakibatkan tidak dapat menghantarkan arus listrik (biasa disebut Dioda dibias maju). Apabila anoda terhubung dengan kutub negatif pada baterai serta katoda terhubung dengan kutub positif akan mengakibatkan dapat menghantarkan arus listrik (biasa disebut Dioda dibias mundur). Dioda juga dapat menyearahkan arus AC atau arus bolak-balik kedalam arus DC atau arus searah.

    • 5211418013

      5.Pada saat bahan semikonduktor tipe P dan tipe N digabung menjadi satu, maka dapat terjadi dioda atau P-N Conjunction. Pada P-N Conjuction disambungkan batang yang terhubung dengan tipe P disebut dengan anoda sedangkan batang yang terhubung dengan tipe N disebut dengan katoda. Apabila anoda terhubung dengan kutub positif pada baterai serta katoda terhubung dengan kutub negatif akan mengakibatkan dapat menghantarkan arus listrik (biasa disebut Dioda dibias maju). Apabila anoda terhubung dengan kutub negatif pada baterai serta katoda terhubung dengan kutub positif akan mengakibatkan tidak dapat menghantarkan arus listrik (biasa disebut Dioda dibias mundur). Dioda juga dapat menyearahkan arus AC atau arus bolak-balik kedalam arus DC atau arus searah.

  62. 5211418013

    6. Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching) dan sebagai fungsi lainnya. Transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C).
    Transistor NPN adalah transistor yang menggunakan arus listrik kecil dan tegangan positif yang melewati terminal Basis untuk mengatur aliran arus dan tegangan yang lebih besar dari Kolektor ke Emitor.
    Transistor PNP adalah transistor yang menggunakan arus listrik kecil dan tegangan negatif yang melewati terminal Basis untuk mengatur aliran arus dan tegangan yang lebih besar dari Emitor ke Kolektor.

  63. 5211418013

    7. Thyristor adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai saklar (switch) atau pengendali yang terbuat dari bahan semikonduktor dan komponen aktif elektronika yang dapat digunakan untuk menahan arus AC atau melewatkan arus AC menggunakan sumber masukan yang kecil.
    Pada prinsipnya, Thyristor yang berterminal tiga akan menggunakan arus/tegangan rendah yang diberikan pada salah satu kaki terminalnya yaitu GATE (gerbang) untuk mengalirkan aliran arus/tegangan tinggi yang melewati dua terminal lainnya.

  64. 5211418003

    5. Karateristik bahan semi konduktor gabungan tipe P dan tipe N adalah Gabungan antara semi konduktor tipe P dan tipe N disebut dioda . Pada dioda terdapat 2 kaki , kaki pada tipe P di sebut anoda dan kaki pada tipe N di sebut katoda . Apabila anoda terhubung dengan kutup positif pada baterai serta katoda terhubung dengan kutub negatif pada baterai maka akan mengakibatkan bias maju atau forward bias.Dan jika anoda dihubungkan dengan kutup negatif pada baterai dan katoda dihubungan dengan kutup positif pada baterai maka akan mengakibatkan bias mundur . Dengan begitu jumlah arus yang mengalir pada rangkaian bias mundur akan lebih kecil. Pada bias mundur dioda, terdapat arus maju yang dihubungkan dengan baterai yang memiliki tegangan tidak terlalu besar dan signifikan karena tidak mengalami peningkatan.

  65. 5211418003

    6. Transistor merupakan gabungan dari dioda , transistor memiliki 3 kaki ,yaitu kolektor,emitor, dan basis.Kaki basis merupakan pemicu transistor bekerja, transistor juga memiliki tegangan yang rendah .
    Pada transistor PNP : transistor bekerja jika arus mengalir dari kaki emitor ke kaki kolektor dan arus mengalir dari kaki emitor ke kaki basis.
    Pada transistor NPN : transistor bekerja jika arus mengalir dari kaki kolektor ke kaki emitor dan arus mengalir dari kaki basis ke kaki emitor

  66. 5211418003

    7. Thyristor merupakan gabungan dari transistor (PNP dan NPN),thyristor memiliki 3 kaki yaitu kaki anoda, kaki katoda,dan kaki gerbang (G).Thyristor mempunyai tegangan yang tinggi , dan kaki G (gerbang) merupakan pemicu thyristor tersebut bekerja atau tidak , thyristor merupakan komponen yang dibuat dari bahan silikon.
    Jika arus mengalir di kaki G (gerbang) maka anoda dan katoda akan terhubung dan jika kaki G (gerbang) di beri tegangan thyristor akan mengalir (ON)

  67. 5211418002

    1. Bahan semikonduktor murni itu sulit untuk menghantarkan arus listrik, maka perlu ditambahkan atom bahan lain (doping) supaya bisa menghantarkan listrik dengan baik, dan juga hanya memiliki 4 elektron diorbit terluar atomnya.

  68. 5211418002
    2. Doping adalah proses untuk menambahkan ketidakmurnian (Impurity)/ menambahkan atom bahan lain pada semikonduktor yang murni (semikonduktor Intrinsik) sehingga dapat mengubah sifat atau karakteristik kelistrikannya.

  69. 5211418012

    1. -Sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara insulator (isolator) dan konduktor.
    -Atom bahan semi konduktor memiliki 4 elektron di orbit terluar
    – Suatu semikonduktor bersifat sebagai insulator jika tidak diberi arus listrik dengan cara dan besaran arus tertentu, namun pada temperatur, arus tertentu, tatacara tertentu dan persyaratan kerja semikonduktor berfungsi sebagai konduktor, misal sebagai penguat arus, penguat tegangan dan penguat daya.

  70. 5211418002

    3. Semikonduktor murni memiliki 4 elektron terluar diorbitnya dan didoping dengan atom bahan lain yang memiliki 3 elektron terluar diorbitnya yang disebut dengan semikonduktor tipe P. Semikonduktor jenis ini kekurangan elektron atau disebut dengan hole. Ketika pembawa muatannya adalah hole maka Semikonduktor tersebut merupakan Semikonduktor bermuatan Positif. Karena semikonduktor jenis ini bermuatan positif, maka disebut positif type semikonduktor atau P-Type Semikonduktor.
    Semikonduktor yang berbahan Silicon (Si), proses dopingnya dengan menambahkan Indium akan menjadikan semikondukter tersebut sebagai P-type Semikonduktor.
    Terdapat 2 pembawa muatan dalam P-type Semikonduktor, yaitu hole sebagai majority carrier dan elektron sebagai minority carrier.

  71. Semikonduktor tipe N. Semikonduktor jenis ini pembawa muatannya (Charge Carrier) adalah elektron. Elektron bermuatan Negatif sehingga disebut dengan Tipe Negatif atau tipe N
    Semikonduktor yang berbahan silikon (Si), proses dopingnya dengan menambahkan arsenic atau antimony akan menjadikan semikonduktor tersebut sebagai Semikonduktor tipe N.
    Terdapat 2 (dua) pembawa muatan atau charge carrier dalam Semikonduktor tipe N yakni elektron sebagai majority carrier dan hole sebagai minority carrier.

  72. 5211418002

    4.Semikonduktor tipe N. Semikonduktor jenis ini pembawa muatannya (Charge Carrier) adalah elektron. Elektron bermuatan Negatif sehingga disebut dengan Tipe Negatif atau tipe N
    Semikonduktor yang berbahan silikon (Si), proses dopingnya dengan menambahkan arsenic atau antimony akan menjadikan semikonduktor tersebut sebagai Semikonduktor tipe N.
    Terdapat 2 (dua) pembawa muatan atau charge carrier dalam Semikonduktor tipe N yakni elektron sebagai majority carrier dan hole sebagai minority carrier.

  73. 5211418012

    2. Doping adalah suatu proses penyisipan bahan tertentu pada bahan semikonduktor sehingga menjadi kelebihan elektron atau proton guna meningkatkan konduktifitasnya

  74. 5211418025

    1. Sifat-sifat Semikonduktor :
    a. Resistivitas semikonduktor lebih kecil dari pada isolator tetapi lebih besar dari pada
    konduktor.
    b. Semikonduktor memiliki resistansi dengan koefisien suhu negatif, yaitu bahwa
    resistansi semikonduktor menurun dengan kenaikan suhu dan sebaliknya. Sebagai
    contoh, germanium menjadi isolator pada suhu rendah tetapi merupakan konduktor
    yang baik pada suhu tinggi.
    c. Ketika ketakmurnian metalik yang tepat (seperti arsenik, gallium, dsb.) ditambahkan
    ke dalam semikonduktor, maka sifat-sifat konduksi arusnya berubah cukup besar.
    Inilah sifat yang paling khas dan penting.

  75. 5211418004

    1. Semikonduktor mempunyai sifat dasar konduktivitas yang rendah. semikonduktor mempunyai elektron diorbit paling luar 4.

  76. 5211418012

    3. Dalam hal ini bahan semikonduktor tipe P (positif) disisipi atom dengan 3 elektron di orbit terluar sehingga, pada bahan semikonduktor dengan 4 elektron terluar akan terbentuk hole dikarenakan kekurangan elektron, bergerak dari positif ke negatif

  77. 5211418012

    3. Dalam hal ini bahan semikonduktor tipe N (negatif) disisipi atom dengan 5 elektron di orbit terluar sehingga, pada bahan semikonduktor dengan 4 elektron terluar akan terbentuk hole yang bermuatan negatif dikarenakan kelebihan elektron, bergerak dari negatif ke positif

  78. 5211418012

    4. Dalam hal ini bahan semikonduktor tipe N (negatif) disisipi atom dengan 5 elektron di orbit terluar sehingga, pada bahan semikonduktor dengan 4 elektron terluar akan terbentuk hole yang bermuatan negatif dikarenakan kelebihan elektron, bergerak dari negatif ke positif

  79. 5211418025

    2. Semikonduktor intrinsik mempunyai kemampuan konduksi arus kecil pada suhu
    kamar. Untuk menjadi berguna sebagai piranti elektronik, semikonduktor murni harus diubah sedemikian hingga secara signifikan menaikkan sifat konduksinya. Ini dicapai dengan menambahkan sedikit impuritas (ketakmurnian) yang sesuai ke dalam semikonduktor itu. Ini kemudian disebut semikonduktor ekstrinsik atau tak murni. Proses penambahan impuritas ke dalam semikonduktor dikenal sebagai doping.

  80. 5211418005
    1. -Semikonduktor murni mempunyai koefisien temperatur yang negatif dengan resistansi tidak seperti logam
    yang memiliki resistansi dengan koefisien temperatur positif.
    -Semikonduktor memberikan daya termolistrik yang tinggi dengan tanda yang positif atau negatif relatif
    logam bersangkutan.

  81. 5211418005
    2. Doping adalah proses untuk menambahkan ketidakmurnian pada semikonduktor yang murni sehingga dapat merubah sifat atau karakteristik kelistrikannya.

  82. 5211418012

    5. Maka akan terbentuk sambungan semikonduktor tipe P-N atau biasa disebut Dioda dimana pada tipe P sebagai anoda (-) dan tipe N sebagai katoda (+)
    Dioda hanya dapat mengalirkan arus satu arah, karena jika diberi tegangan maju dimana tegangan P lebih besar dari N maka elektron akan dengan mudah mengisi kekosongan hole dari sisi N ke sisi P dan ketika diberi tegangan balik tidak ada elektron yang mengalir dari sisi N mengisi Hole sisi P

  83. 5211418004

    3. Dalam hal ini bahan semikonduktor tipe P (positif) disisipkan atom dengan elektron valensi 3 sehingga pada bahan semikonduktor dengan 4 elektron valensi tempat yang seharusnya membentuk ikatan kovalen keempat membentuk hole dan bisa ditempati oleh elektron valensi lain. Dengan demikian sebuah atom bervalensi tiga akan menyumbangkan sebuah hole.

  84. 5211418024
    1. Semikonduktor adalah bahan setengah penghantar listrik. Sifat kelistrikannya berada diantara konduktor dan isolator. Maka semikonduktor bukan konduktor murni. Konduktansinya pun dapat diubah-ubah dengan cara doping. Sifat kelistrikan semikonduktor sangat sensitive terhadap pengaruh temperatur, cahaya atau medan magnet.

  85. 5211418004

    3.(lanjutan no. 3)
    hole yang bergerak bermuatan positif sehingga arah elektronnya dari positif menuju negatif.

  86. 5211418024
    2. Doping pada semikonduktor adalah proses untuk menambahkan ketidakmurnian pada Semikonduktor yang murni sehingga dapat merubah sifat atau karakteristik kelistrikannya.

  87. 5211418005
    3. Kaitannya adalah apabila bahan semikonduktor murni didoping dengan bahan lain bervalensi tiga, maka akan diperoleh semikonduktor type p, Dengan demikian sebuah atom bervalensi tiga akan menyumbangkan sebuah hole, karena atom ini siap untuk menerima elektron

  88. 5211418005
    4. Apabila bahan semikonduktor murni didoping dengan bahan lain maka diperoleh semikonduktor tidak murni. Pada bahan semikonduktor murni, jumlah elektron bebas dan holenya adalah sama. Konduktivitas semikonduktor murni sangat rendah, karena terbatasnya jumlah pembawa muatan yakni hole maupun elektron bebas tersebut. Semikonduktor tipe N dari negatif ke positif atau kelebihan negatif (-)

  89. 5211418012

    6. Transistor merupakan sambungan bahan semikonduktor tipe P-N-P atau N-P-N dimana terdapat 3 kaki yaitu kolektor, emitor dan basis
    – pada transistor tipe P-N-P dapat terhubung apabila terdapat arus yang mengalir dari emitor ke basis dengan ciri terdapat arus mengalir dari emitor ke kolektor
    – pada transistor tipe N-P-N dapat terhubung apabila terdapat arus yang mengalir dari basis ke emitor dengan ciri terdapat arus mengalir dari kolektor ke emitor
    – digunakan sebagai penguat arus pada listrik tegangan rendah

  90. 5211418004

    4. Bahan semikonduktor tipe N (Negatif) ditambahkan atom yang berelektron valensi 5 sehingga sehingga empat elektron valensi terjadi ikatan kovalen dan elektron valensi ke 5 tidak mempunyai pasangan sehingga elekron bergerak bebas dan arah gerak elektron dari negatif ke positif.

  91. 5211418002

    5. Pada saat bahan semikonduktor tipe P dan tipe N digabung menjadi satu, maka terbentuk dioda atau P-N Junction. Pada dioda ada batang yang terhubung dengan tipe P disebut anoda sedangkan batang yang terhubung dengan tipe N disebut katoda. Apabila Ketika katoda disambungkan dengan kutub negatif batere dan anoda disambungkan dengan kutub positif, maka dikatakan bahwa dioda sedang dibias dengan tegangan maju. Kutub negatif batere akan menolak elekton-elektron bebas yang ada dalam semikonduktor tipe N, maka energi listrik yang digunakan adalah melebihi tegangan barir, maka elektron yang tertolak tersebut akan melintasi daerah deplesi dan bergabung dengan hole yang ada pada tipe P, hal ini terjadi terus menerus selama rangkaian di gambar tersebut adalah tertutup. Kondisi inilah yang menyebabkan adanya arus listrik yang mengalir dalam rangkaian. Sebaliknya jika katoda disambungkan dengan kutub positif batere dan anoda disambungkan dengan kutub negatif batere, maka kondisi ini disebut sebagai bias tegangan balik. Maka tidak ada aliran arus listrik yang melewati dioda. Hal ini dikarenakan elekton bebas yang ada pada tipe N tertarik oleh kutub positif batere dan demikian juga hole pada tipe P berekombinasi dengan elektron dari batere.

  92. 5211418004

    5. karakteristik dioda (P-N Junction) dapat menghantarkan listrik dengan catatan katoda tersambung pada kutub negatif sumber daya dan anoda tersambung pada kutub positif sumber daya. arus yang mengalir adalah arus searah.

  93. 5211418024
    3. Semikonduktor tipe P. atom memiliki 4 elektron pada orbit terluar yang membentuk 3 ikatan kovalen, sedangkan tempat ikatan kovalen yang keempat kosong (membentuk hole). lalu hole akan ditempati elektron valensi yang lain. Maka sebuah atom bervalensi tiga akan menyumbangkan sebuah hole.

  94. 5211418005
    5. Ketika kedua tipe semikonduktor (p dan n) dijadikan satu, maka semikonduktor tersebut bersifat p dan n. Daerah tempat terjadinya kontak antara kedua tipe semionduktor disebut p-n junction.
    Karakteristik dari p-n junction dapat dilihat pada saat pengaplikasian tegangan luar (atau biasa disebut bias) yang dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu:
    -Forward bias (Bias maju)
    Pada p-n junction bias maju (yang mana tipe-p terhubung dengan tegangan positif dan tipe-n terhubung dengan tegangan negatif), terminal anoda berperan sebagai terminal positif dan terminal katoda berperan sebagai terminal negatif. Potensial luar dari sumber tegangan memberikan gaya tarik terhadap elektron dan hole, sehingga elektron dan hole pada dipole bergerak mengarah ke sumber tegangan. Akibatnya depletion region menyusut. Hal ini membuka kembali kemungkinan bagi carrier untuk menyeberangi junction, dan bergerak mengelilingi rangkaian. Pada rangkaian timbul arus listrik.
    -Reverse bias (Bias mundur)
    Jika tegangan negatif diaplikasikan ke sisi positif dan tegangan positif ke sisi negatif, dengan tidak ada arus/arus yang mengalir sangat kecil,otensial luar dari sumber tegangan memberikan gaya tolak terhadap elektron dan hole, sehingga elektron dan hole pada dipole bergerak menjauhi sumber tegangan. Akibatnya depletion region melebar dan potential barrier meningkat. Disini yang menarik untuk diperhatikan adalah bahwa dioda tidak menghasilkan tegangan dengan perubahan tegangan yang diaplikasikan. Arus tetap konstan pada nilai kecil yang dapat diabaikan (dalam kisaran ampli mikro). Bila voltase dinaikkan di atas titik tertentu, maka arus tiba-tiba meningkat secara mendadak, dan hal ini disebut sebagai “arus balik” dan nilai voltase yang diterapkan tersebut, dimana arus balik melalui dioda meningkat tiba-tiba dikenal sebagai “break down voltage“.Jika arus balik ini melebihi nilai maksimumnya, maka dioda akan rusak. selama bias mundur, dioda tidak menghasilkan arus seiring dengan kenaikan tegangan (break down biasanya mengakibatkan kerusakan dioda)

  95. 5211418012

    7. Thyristor adalah bahan semikonduktor yang merupakan sambungan 2 tipe transistor yaitu transistor P-N-P dan transistor N-P-N
    – terdapat 3 kaki yaitu gate, anoda dan katoda
    – dapat terhubung apabila terdapat arus masuk melalui kaki gate
    – digunakan sebagai saklar biasanya pada listrik tegangan tinggi

  96. 5211418024
    4. Semikonduktor tipe N. Atom memiliki elektron valensi 5, maka 4 elektron valensi mendapatkan pasangan ikatan kovalen dengan atom yang lain, sedangkan elektron valensi yang kelima tidak. Oleh karena itu ikatan elektron kelima ini dengan inti menjadi lemah dan mudah menjadi elektron bebas.

  97. 5211418004

    6. Transistor mempunyai 2 tipe :
    a. Tipe PNP
    Mempunyai simbol tanda panah masuk.
    Arus bergerak dari Emitor ke Basis.
    Ada arus lain yang mengalir dari emitor ke kolektor.
    b. Tipe NPN
    Mempunyai simbol tanda panah keluar.
    Arus bergerak dari Basis menuju Emitor.
    Ada arus lain yang mengalir dari kolektor menuju ke basis.

  98. 5211418024
    5. Ketika semikonduktor tipe P dan N digabungkan menjadi satu (tipe P-N), maka akan membentuk batas pertemuan antara semikonduktor tipe P dan N (P-N Junction). P-N Junction terjadi karena elektron bebas pada semikonduktor tipe N mengisi hole pada semikonduktor tipe P.

  99. 5211418016

    1. Bahan semikonduktor adalah bahan yang sifat-sifat kelistrikannya terletak di antara sifat-sifat konduktor dan isolator. Sifat-sifat kelistrikan konduktor maupun isolator tidak mudah berubah oleh pengaruh temperatur, cahaya atau medan magnet, tetapi pada semikonduktor sifat-sifat tersebut sangat sensitive. Bahan semikonduktor tidak bisa menghantarkan arus listrik pada suhu yang rendah, bahan semikonduktor hanya bisa menghantarkan listrik pada suhu yang lebih tinggi.

  100. 5211418016

    2. Doping yaitu proses untuk menambahkan ketidakmurnian (Impurity) pada Semikonduktor yang murni (semikonduktor Intrinsik) sehingga dapat merubah sifat atau karakteristik kelistrikannya. Beberapa bahan yang digunakan untuk menambahkan ketidakmurnian semikonduktor antara lain adalah Arsenic, Indium dan Antimony. Bahan-bahan tersebut sering disebut dengan Dopant.

  101. 5211418025

    3. Untuk mendapatkan silikon tipe-p, bahan dopingnya adalah bahan trivalen yaitu unsur dengan ion yang memiliki 3 elektron valensi. Karena ion silikon memiliki 4 elektron, dengan demikian ada ikatan kovalen yang bolong (hole). Hole ini digambarkan sebagai akseptor yang siap menerima elektron. Dengan demikian, kekurangan elektron menyebabkan semikonduktor ini menjadi tipe-p.

  102. 3. – Struktur atom dengan model Bohr dari bahan semikonduktor yang paling banyak digunakan adalah silikon dan germanium. Atom silikon mempunyai elektron yang mengorbit (mengelilingi inti) sebanyak 14 dan atom germanium mempunyai 32 elektron. Pada atom yang seimbang (netral) jumlah elektron dalam orbit sama dengan jumlah proton dalam inti. Atom silikon dan germanium masing mempunyai empat elektron valensi. Oleh karena itu baik atom silikon maupun atom germanium disebut juga dengan atom tetra-valent (bervalensi empat). Empat elektron valensi tersebut terikat dalam struktur kisi-kisi, sehingga setiap elektron valensi akan membentuk ikatan kovalen dengan elektron valensi dari atom-atom yang bersebelahan. Meskipun terikat dengan kuat dalam struktur kristal, namun bisa saja elektron valensi tersebut keluar dari ikatan kovalen menuju daerah konduksi apabila diberikan energi panas. Bila energi panas tersebut cukup kuat untuk memisahkan elektron dari ikatan kovalen maka elektron tersebut menjadi bebas atau disebut dengan elektron bebas.
    -Apabila bahan semikonduktor murni (intrinsik) didoping dengan bahan impuritas (ketidak-murnian) bervalensi tiga, maka akan diperoleh semikonduktor type p. Bahan dopan yang bervalensi tiga tersebut misalnya boron, galium, dan indium. Karena atom dopan mempunyai tiga elektron valensi, maka hanya tiga ikatan kovalen yang bisa dipenuhi. Sedangkan tempat yang seharusnya membentuk ikatan kovalen keempat menjadi kosong (membentuk hole) dan bisa ditempati oleh elektron valensi lain. Dengan demikian sebuah atom bervalensi tiga akan menyumbangkan sebuah hole. Atom bervalensi tiga (trivalent) disebut juga atom akseptor, karena atom ini siap untuk menerima elektron. Karena jumlah hole dan elektronnya sama. Pada bahan type p, hole merupakan pembawa muatan mayoritas. Karena dengan penambahan atom dopan akan meningkatkan jumlah hole sebagai pembawa muatan. Sedangkan pembawa minoritasnya adalah elektron. Karena atom-atom akseptor telah menerima elektron, maka menjadi ion yang bermuatan negatip. Sehingga digambarkan dengan tanda negatip. Pembawa mayoritas berupa hole dan pembawa minoritasnya berupa elektron.

  103. 5211418016

    3. – Struktur atom dengan model Bohr dari bahan semikonduktor yang paling banyak digunakan adalah silikon dan germanium. Atom silikon mempunyai elektron yang mengorbit (mengelilingi inti) sebanyak 14 dan atom germanium mempunyai 32 elektron. Pada atom yang seimbang (netral) jumlah elektron dalam orbit sama dengan jumlah proton dalam inti. Atom silikon dan germanium masing mempunyai empat elektron valensi. Oleh karena itu baik atom silikon maupun atom germanium disebut juga dengan atom tetra-valent (bervalensi empat). Empat elektron valensi tersebut terikat dalam struktur kisi-kisi, sehingga setiap elektron valensi akan membentuk ikatan kovalen dengan elektron valensi dari atom-atom yang bersebelahan. Meskipun terikat dengan kuat dalam struktur kristal, namun bisa saja elektron valensi tersebut keluar dari ikatan kovalen menuju daerah konduksi apabila diberikan energi panas. Bila energi panas tersebut cukup kuat untuk memisahkan elektron dari ikatan kovalen maka elektron tersebut menjadi bebas atau disebut dengan elektron bebas.
    – Apabila bahan semikonduktor murni (intrinsik) didoping dengan bahan impuritas (ketidak-murnian) bervalensi tiga, maka akan diperoleh semikonduktor type p. Bahan dopan yang bervalensi tiga tersebut misalnya boron, galium, dan indium. Karena atom dopan mempunyai tiga elektron valensi, maka hanya tiga ikatan kovalen yang bisa dipenuhi. Sedangkan tempat yang seharusnya membentuk ikatan kovalen keempat menjadi kosong (membentuk hole) dan bisa ditempati oleh elektron valensi lain. Dengan demikian sebuah atom bervalensi tiga akan menyumbangkan sebuah hole. Atom bervalensi tiga (trivalent) disebut juga atom akseptor, karena atom ini siap untuk menerima elektron. Karena jumlah hole dan elektronnya sama. Pada bahan type p, hole merupakan pembawa muatan mayoritas. Karena dengan penambahan atom dopan akan meningkatkan jumlah hole sebagai pembawa muatan. Sedangkan pembawa minoritasnya adalah elektron. Karena atom-atom akseptor telah menerima elektron, maka menjadi ion yang bermuatan negatip. Sehingga digambarkan dengan tanda negatip. Pembawa mayoritas berupa hole dan pembawa minoritasnya berupa elektron.

  104. 5211418016

    4. Apabila bahan semikonduktor intrinsik (murni) didoping dengan bahan bervalensi lain maka diperoleh semikonduktor ekstrinsik. Pada bahan semikonduktor intrinsik, jumlah elektron bebas dan holenya adalah sama. Konduktivitas semikonduktor intrinsik sangat rendah, karena terbatasnya jumlah pembawa muatan yakni hole maupun elektron bebas tersebut. Jika bahan silikon didoping dengan bahan ketidak murnian (impuritas) bervalensi lima (penta-valens), maka diperoleh semikonduktor tipe n. Bahan dopan yang bervalensi lima ini misalnya antimoni, arsenik, dan pospor. Karena atom antimoni (Sb) bervalensi lima, maka empat elektron valensi mendapatkan pasangan ikatan kovalen dengan atom silikon sedangkan elektron valensi yang kelima tidak mendapatkan pasangan. Oleh karena itu ikatan elektron kelima ini dengan inti menjadi lemah dan mudah menjadi elektron bebas. Karena setiap atom depan ini menyumbang sebuah elektron, maka atom yang bervalensi lima disebut dengan atom donor. Dan elektron “bebas” sumbangan dari atom dopan inipun dapat dikontrol jumlahnya atau konsentrasinya. Meskipun bahan silikon type n ini mengandung elektron bebas (pembawa mayoritas) cukup banyak, namun secara keseluruhan kristal ini tetap netral karena jumlah muatan positip pada inti atom masih sama dengan jumlah keseluruhan elektronnya. Pada bahan type n disamping jumlah elektron bebasnya (pembawa mayoritas) meningkat, ternyata jumlah holenya (pembawa minoritas) menurun. Hal ini disebabkan karena dengan bertambahnya jumlah elektron bebas, maka kecepatan hole dan elektron ber-rekombinasi (bergabungnya kembali elektron dengan hole) semakin meningkat. Sehingga jumlah holenya menurun. Karena atom-atom donor telah ditinggalkan oleh elektron valensinya (yakni menjadi elektron bebas), maka menjadi ion yang bermuatan positip. Sehingga digambarkan dengan tanda positip. Sedangkan elektron bebasnya menjadi pembawa mayoritas. Dan pembawa minoritasnya berupa hole.

  105. 5211418025

    4. Semikonduktor tipe N apabila bahan silikon diberi doping phosphorus atau arsenic yang pentavalen yaitu bahan kristal dengan inti atom memiliki 5 elektron valensi. Dengan doping, Silikon yang tidak lagi murni ini (impurity semiconductor) akan memiliki kelebihan elektron. Kelebihan elektron membentuk semikonduktor tipe-n. Semikonduktor tipe-n disebut juga donor yang siap melepaskan elektron.

  106. 5211418004

    7.thyristor merupakan gabungan dua buah transistor PNP dan NPN hal ini dapat dilihat sebagai dua junction PNP dan NPN. thyristor memiliki kemampuan untuk mengatur besar kecilnya arus.dalam thyristor Ada arus lain yang mengalir ke kaki gerbang.

  107. 5211418016

    5. Dioda (Diode) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai fungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Oleh karena itu, Dioda sering dipergunakan sebagai penyearah dalam Rangkaian Elektronika. Dioda pada umumnya mempunyai 2 Elektroda (terminal) yaitu Anoda (+) dan Katoda (-) dan memiliki prinsip kerja yang berdasarkan teknologi pertemuan p-n semikonduktor yaitu dapat mengalirkan arus dari sisi tipe-p (Anoda) menuju ke sisi tipe-n (Katoda) tetapi tidak dapat mengalirkan arus ke arah sebaliknya.
    Ada dua karakteristik diode yaitu dioda di bias maju dan diode di bias mundur berikut adalah penjelasannya:
    1. Dioda di Bias Maju
    Karakteristik dioda yang pertama adalah di bias secara maju. Dioda di bias maju untuk memberikan tegangan luar menuju terminal dioda. Jika anoda(+) terhubung dengan kutup positif pada batere serta katoda(-) terhubung dengan kutub negatif pada batere maka akan mengakibatkan bias maju atau forward bias.
    2. Dioda di Bias Mundur
    Karakteristik dioda yang ke dua adalah di bias secara mundur. Anoda(+) dihubungkan dengan kutup negatif dan katoda(-) dihubungan dengan kutup positifsehingga jumlah arus yang mengalir pada rangkaian bias mundur akan lebih kecil. Pada bias mundur dioda, terdapat arus maju yang dihubungkan dengan batere yang memiliki tegangan tidak terlalu besar dan signifikan karena tidak mengalami peningkatan. Ketika terjadi proses reserve, dioda tidak bisa menghantarkan listrik karena nilai hambatannya besar. Dioda ini juga dianjurkan untuk tidak memiliki besar tegangan dan arus yang melebihi batas.

  108. 5211418005
    6. Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya.
    sifat : sifat transistor yang paling penting adalah desain transistor. Bipolar junction transistor (BJT) memiliki tiga terminal yang disebut basis, kolektor, dan emitor, dengan basis yang terletak di antara kolektor dan emitor. Sejumlah kecil listrik bergerak dari basis ke emitor, dan perubahan kecil dalam tegangan menyebabkan perubahan yang jauh lebih besar pada aliran listrik antara lapisan emitor dan kolektor. BJT disebut bipolar karena mereka menggunakan elektron bermuatan negatif dan hole bermuatan positif elektron sebagai pembawa muatan.
    karakteristik : Kurva karakteristik kolektor merelasikan IC dan VCE dengan IB sebagai parameter. Parameter-parameter transistor tidaklah konstan, meskipun tipe sama namun parameter dapat berbeda. Kurva kolektor terbagi menjadi tiga daerah yaitu jenuh, aktif dan cut- off.
    Daerah jenuh (saturasi) adalah daerah dengan VCE kurang dari tegangan lutut (knee) VK. Daerah jenuh terjadi bila sambungan emiter dan sambungan basis berprasikap maju. Pada daerah jenuh arus kolektor tidak bergantung pada nilai IB. Tegangan jenuh kolektor � emiter, VCE(sat) untuk transistor silikon adalah 0,2 volt sedangkan untuk transistor germanium adalah 0,1 volt.
    Daerah aktif adalah antara tegangan lutut VK dan tegangan dadal (break down) VBR serta di atas IBICO. Daerah aktif terjadi bila sambungan emiter diberi prasikap maju dan sambungan kolektor diberi prasikap balik. Pada daerah aktif arus kolektor sebanding dengan arus balik. Penguatan sinyal masukan menjadi sinyal keluaran terjadi pada saat aktif.
    Daerah cut-off (putus) terletak dibawah IB = ICO. Sambungan emiter dan sambungan kolektor berprasikap balik. Pada daerah ini IE = 0 ; IC = ICO = IB.

  109. 5211418005
    7. Thyristor adalah omponen aktif elektronika yang dapat digunakan seperti halnya pintu yaitu untuk menahan arus AC atau melewatkan arus AC menggunakan sumber input yang kecil. Penggunaan thyristor pada rangkaian elektronika pada umumnya digunakan sebagai saklar. Thyristor merupakan komponen semikonduktor yang dibuat dari jenis silikon.

  110. 5211418016

    6. Transistor adalah komponen semikonduktor yang memiliki berbagai macam fungsi seperti sebagai penguat, pengendali, penyearah, osilator, modulator dan lain sebagainya. Karakteristik transistor dibagi menjadi 2 yaitu transistor NPN dan PNP.
    Pada transistor jenis NPN terdapat arah arus aliran yang berbeda dengan transistor jenis PNP, dimana NPN mengalir arus dari kolektor ke emitor. Dan pada NPN, untuk mengalirkan arus tersebut dibutuhkan sambungan ke sumber positif (+) pada kaki basis. Cara kerja NPN yaitu ketika tegangan yang mengenai kaki basis hingga dititik saturasi maka akan menginduksi arus dari kaki kolektor ke emitor. Dan transistor akan berlogika 1 (aktif). Dan apabila arus yang melalui basis berkurang, maka arus yang mengalir pada kolektor ke emitor akan berkurang, hingga titik cutoff. Penurunan ini sangatlah cepat karena perbandingan penguatan yang terjadi antara basis dan kolektor melebihi 200 kali.
    Pada transistor PNP, terjadi hal sebaliknya ketika arus mengalir pada kaki basis, maka transistor berlogika 0 (off). Arus akan mengalir apabila kaki basis diberi sambungan ke ground (-) hal ini akan menginduksi arus pada kaki emitor ke kolektor, hal yang berbeda dengan NPN, yaitu arus mengalir pada kolektor ke emitor. Penggunaan transistor jenis ini mulai jarang digunakan. Dibanding dengan NPN, transistor jenis PNP mulai sulit ditemukan dipasaran

  111. 5211418016

    7. Thyristor adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai saklar (switch) atau pengendali yang terbuat dari bahan semikonduktor. Thyristor yang secara ekslusif bertindak sebagai saklar ini pada umumnya memiliki dua hingga empat kaki terminal. Meskipun terbuat dari semikonduktor, Thyristor tidak digunakan sebagai Penguat sinyal seperti Transistor. Pada prinsipnya, Thyristor yang berterminal tiga akan menggunakan arus/tegangan rendah yang diberikan pada salah satu kaki terminalnya untuk mengendalikan aliran arus/tegangan tinggi yang melewati dua terminal lainnya. Sedangkan untuk Thyristor yang berterminal dua yang tidak memiliki terminal kendali (GATE), fungsi saklarnya akan diaktifkan apabila tegangan pada kedua terminalnya mencapai level tertentu. Level tegangan yang dimaksud tersebut biasanya disebut dengan Breakdown Voltage atau Breakover Voltage. Pada saat dibawah tegangan breakdownnya, kedua kaki terminal tidak akan mengaliri arus listrik atau berada di posisi OFF.

  112. 5211418024
    6. Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor terdapat 2 jenis, yaitu FET dan BJT. Dibandingkan dengan FET, BJT dapat memberikan penguatan yang jauh lebih besar dan tanggapan frekuensi yang lebih baik. Ada dua jenis tipe konstruksi BJT, yaitu tipe PNP dan NPN.
    NPN. Arah arus aliran NPN mengalir arus dari kolektor ke emitor yang membutuhkan sambungan ke sumber positif (+) pada kaki basis.
    PNP. Arah arus aliran PNP akan mengalir apabila kaki basis diberi sambungan ke ground (-), hal ini akan menginduksi arus pada kaki emitor ke kolektor.

  113. 5211418024
    7. Thyristor adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai saklar (switch) atau pengendali yang terbuat dari bahan semikonduktor yang pada umumnya memiliki dua hingga empat kaki terminal.

  114. 5211418002

    6. Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Jenis jenis transitor bipolar ada 2 yaitu Transistor NPN dan transistor PNP, transitor NPN Kaki emitor biasanya menuju ke arah kutub negatif atau tegangan lebih rendah dari tegangan kolektor, kaki kolektor biasanya kearah positif atau tegangan lebih tinggi dari tegangan emitor, jika basis diberi arus negatif maka transistor mati jika diberi arus positif maka transistor hidup. Sedangkan transitor PNP kaki emitor biasanya menuju ke arah kutub positif atau tegangan lebih tinggi dari kolektor, Kaki kolektor biasanya ke arah negatif atau tegangan lebih rendah dari emitor, jika basis diberi arus positif maka transistor mati jika diberi dengan negatif transistor hidup.

  115. 5211418025

    5. Karakteristik semikonfuktor tipe PN:
    1. Forward bias (bias maju)
    Tipe P terhubung dengan tegangan positif dan tipe N terhubung dengan tegangan negatif terminal anoda berperan positif dan terminal katoda sebagai negatif.Potensial luar dari sumber tegangan memberikan gaya tarik terhadap elektron dan hole, sehingga elektron dan hole pada dipole bergerak mengarah ke sumber tegangan.Akibatnya depletion region menyusut.
    2.Reverse bias (bias mundur)
    Tegangan negatif diaplikasikan ke sisi positif dan tegangan positif ke sisi negatif, dengan tidak ada arus/arus yang mengalir sangat kecil, konfigurasi ini disebut dengan reverse bias atau bias mundur.Potensial luar dari sumber tegangan memberikan gaya tolak terhadap elektron dan hole, sehingga elektron dan hole pada dipole bergerak menjauhi sumber tegangan. Akibatnya depletion region melebar dan potential barrier meningkat.

  116. 5211418002

    7. Thyristor adalah komponen aktif elektronika yang dapat digunakan seperti halnya pintu yaitu untuk menahan arus AC atau melewatkan arus AC menggunakan sumber input yang kecil. Penggunaan thyristor pada rangkaian elektronika pada umumnya digunakan sebagai saklar (switch). Thyristor merupakan komponen semikonduktor yang bibuat dari jenis silicon, dan digunakan pada tegangan yang tinggi. Pada umumnya sebuah thyristor terdiri dari empat lapis dengan tiga buah terminal. Empat lapisan tersebut terdiri dari lapisan semikondurtor tipe P dan lapisan semikonduktor tipe N. Sedangkan tiga terminalnya berupa terminal anoda (A), terminal katoda (K), dan terminal gate (G), thyristor mirip dengan sebuah saklar. Walalupun kedua kabel terpasang, tidak ada arus yang dapat mengalir melalu kedua terminal tersebut. Agar arus dapat mulai mengalir, maka sebuah tombol yang disebut gate ditambahkan dan dialiri dengan arus listrik.

  117. 5211418025

    7. Thyristor adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai saklar (switch) atau pengendali yang terbuat dari bahan semikonduktor. Thyristor yang secara ekslusif bertindak sebagai saklar ini pada umumnya memiliki dua hingga empat kaki terminal.

  118. 5211418025

    6. Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
    Ada dua jenis tipe konstruksi BJT, yaitu tipe PNP dan NPN.
    NPN adalah arah arus aliran NPN mengalir arus dari kolektor ke emitor yang membutuhkan sambungan ke sumber positif (+) pada kaki basis.
    PNPadalah arah arus aliran PNP akan mengalir apabila kaki basis diberi sambungan ke ground (-), hal ini akan menginduksi arus pada kaki emitor ke kolektor.

  119. 5211418019

    No.1 ) – Semi konduktor merupakan sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara insulator/isolator dan konduktor
    – Semikonduktor bersifat sebagai insulator jika tidak diberi arus listrik dengan cara dan besaran arus tertentu, namun pada temperatur dan arus tertentu, tatacara tertentu dan persyaratan kerja semikonduktor berfungsi sebagai konduktor, misalkan sebagai penguat arus, penguat tegangan dan penguat daya
    – Semi konduktor juga memiliki 4 elektron di Orbit terluar.

  120. 5211418019

    2) Doping merupakan proses penyisipan bahan lain pada bahan semikonduktor untuk meningkatkan konduktivitas.
    Doping juga menunjuk ke proses yang bertujuan menambah ketidakmurnian (impuritya) kepada semikonduktor sangat murni (juga disebut intrinsik) dalam rangka mengubah sifat listriknya. 

  121. 5211418023

    1)
    •Hubungan semikonduktor jenis p dan jenis n menunjukkan sifat-sifat penyearahan.
    •Semikonduktor murni mempunyai koefisien temperatur yang negatif dengan resistansi, tidak seperti logam yang memiliki resistansi dengan koefisien temperatur positif
    •bersifat peka cahaya, membangkitkan baik tegangan foto maupun perubahan resistansi akibat penyinaran cahaya.

  122. 5211418019

    3) Setiap elektron pada atom bahan semikonduktor pada dasarnya saling berikatan. Ketika terjadi doping atau proses disisipi oleh atom dengan jumlah 3 elektron maka terjadi pembentukan hole. Hole akan bergerak dan berpindah tempat dan ketika terjadi penyusupan atom berjumlah 3 elektron ,maka bahan semikonduktor akan menjadi bahan tipe P .

  123. 5211418023

    2) Tujuan proses doping ialah untuk meningkatkan konduktivitas dari bahan semikonduktor
    Proses tersebut menambahkan ketidakmurnian pada semikonduktor yang murni sehingga dapat mengubah sifat atau karakteristik kelistrikannya.

  124. 5211418015

    4) – pada semi konduktor tipe N yang memiliki 4 elektron pada orbit terluar disisipi dengan 5 elektron pada orbit terluar sehingga sehingga 4 elektron membentuk ikatan kovalen sehingga menyisakan 1 elektron dan 1 elektron tersebut berkekuatan lemah dan menjadi elektron yang bergerak bebas, pergerakan ini bergerak dari negatif ke positif

  125. 5211418007

    1)Semikonduktor murni mempunyai koefisien temperatur yang negatif dengan resistansi tidak seperti logam yang memiliki resistansi dengan koefisien temperatur positif.
    2)Semikonduktor memberikan daya termolistrik yang tinggi dengan tanda yang positif atau negatif relatif logam bersangkutan.
    3)Hubungan (juction) antara semikonduktor jenis p dan semikonduktor jenis n menunjukkan sifat-sifat penyearahan.
    4)Semikonduktor bersifat peka cahaya, membangkitkan baik tegangan foto maupun perubahan resistansi akibat penyinaran cahaya.

  126. 5211418015

    3) – pada semi konduktor tipe P yang memiliki 4 elektron pada orbit terluar disisipi dengan 3 elektron pada orbit terluar sehingga sehingga 3 elektron membentuk ikatan kovalen sehingga menyisakan hole yang bermuatan posotif, pergerakan ini bergerak dari negatif ke positif

    • 5211418015

      3) – pada semi konduktor tipe P yang memiliki 4 elektron pada orbit terluar disisipi dengan 3 elektron pada orbit terluar sehingga sehingga 3 elektron membentuk ikatan kovalen sehingga menyisakan hole yang bermuatan positif, pergerakan ini bergerak dari positif ke negatif

  127. 5211418019

    4) Pada saat atom bahan semi konduktor disisipi oleh atom dengan jumlah 5,maka ada elektron yang tidak mendapat pasangan sehingga elektron tersebut bergerak dan berpindah tempat. Struktur atom ini disebut sebagai semikonduktor tipe N.

  128. 5211418022

    2.Doping yaitu proses untuk menambahkan ketidakmurnian pada Semikonduktor yang murni sehingga dapat merubah sifat atau karakteristik kelistrikannya

  129. 5211418007

    Dalam produksi semikonduktor, doping menunjuk ke proses yang bertujuan menambah ketidakmurnian (impuritya) kepada semikonduktor sangat murni (juga disebut intrinsik) dalam rangka mengubah sifat listriknya.

  130. 5211418015

    5) karakteristik pada dioda, dioda dapat menghantarkan arus listrik dengan catatan katoda tersambung ke negatif sumber daya dan anoda tersambung ke positif sumber daya, arah arusnya searah

  131. 5211418023

    3) pada dasarnya elektron terluar pada bahan semikonduktor mempunyai 4 elektron, sedangkan bahan semikonduktor tipe P mempunyai elektron terluar berjumlah 3, salah satu elektron yang kosong tersebut disisipi hole yang bergerak positif ke negatif

  132. 5211418015

    6) transistor adalah sambungan semi konduktor yaitu PNP atau NPN
    #PNP
    -ada arus dari emitor ke basis
    -dan ada arus lain yang mengalir dari emitor ke kolektor
    -ditandai dengan tanda panah masuk
    #NPN
    -ada arus dari basis ke emitor
    -dan ada arus lain yang mengalir dari kolektor ke emitor
    -ditandai dengan tanda panah keluar

  133. 5211418014
    1. Penghantar listrik yang kurang baik, namun berfungsi sebagai konduktor jika diberikan arus tertentu, tatacara tertentu, serta persyaratan tertentu tergantung dalam kondisi yang mampu meningkatkan konduktivitas bahan semikonduktor.

  134. 5211418018

    1. Semikonduktor adalah bahan yang sifat-sifat kelistrikannya terletak antara sifat-sifat konduktor dan isolator. Sifat-sifat kelistrikan konduktor maupun isolator tidak mudah berubah oleh pengaruh temperatur, cahaya atau medan magnet, tetapi pada semikonduktor sifat-sifat tersebut sangat sensitive.

    Jadi sifat bahan semikondukor berada pada antara konduktor dan isolator.

  135. 5211418014
    2. Proses untuk menambahkan ketidakmurnian pada semi konduktor murni sehingga dapat merubah sifat atau karakteristik kelistrikanya bisa melalui cara dengan menambahkan atom dari bahan lain.

  136. 5211418016

    1. Bahan semikonduktor adalah bahan yang sifat-sifat kelistrikannya terletak antara sifat-sifat konduktor dan isolator. Sifat-sifat kelistrikan konduktor maupun isolator tidak mudah berubah oleh pengaruh temperatur, cahaya atau medan magnet, tetapi pada semikonduktor sifat-sifat tersebut sangat sensitive. Bahan semikonduktor tidak bisa menghantarkan arus listrik pada suhu yang rendah, bahan semikonduktor hanya bisa menghantarkan listrik pada suhu yang lebih tinggi.

  137. 5211418010
    1) Bahan semikonduktor merupakan penghantar listrik yang kurang baik, namun berfungsi sebagai konuktor jika diberikan arus listrik tertentu, suhu tertentu, juga tata cara tertentu, dan persyaratan tertentu tergantung dalam kondisi. Atom bahan semikonduktor memiliki 4 elektron di orbit terluar.

  138. 5211418018

    2. Doping adalah suatu proses yang bertujuan untuk meningkatkan konduktivitas suatu bahan semi konduktor.
    Proses doping disebut juga proses penambahan atom bahan lain pada suatu semi konduktor yang murni sehingga semi konduktor tersebut menjadi tidak murni.

  139. 5211418010
    2) Doping merupakan proses penyisipan elektron pada bahan semikonduktor murni. Penambahan doping tersebut dimaksudkan untuk menambah koduktivitas listrik material semikonduktor.

  140. 5211418014
    3. Disebut semikonduktor tipe P karena terjadi jika bahan semikonduktor tersebut disisipkan 3 atom dari bahan lain, sehingga bahan semikonduktor menjadi tipe p karena kekurangan elektron. Kekurangan elektron inilah yang mengakibatkan terjadinya kekosongan (hole). Hole disini bermuatan positif dan akan mengalir kesumber tegangan negatif.

    • 5211418023

      6). Jenis jenis transistor :
      a. Transistor tipe PNP: ada arus yang bergerak dari emitor ke basis sebagai pemicu, cirinya ada arus bergerak dari emitor ke kolektor.
      b. Transistor NPN: ada arus yang bergerak dari basis ke emitor sebagai pemicu, cirinya ada arus bergerak dari kolektor ke emitor.
      Transistor berfungsi sebagai penguat arus dan saklar dll.

  141. 521141808

    3. Bahan semikonduktor tipe P = Bahan silikon yang didoping dengan bahan yang lain yang mempunyai elektron bervalensi tiga,maka akan diperoleh semikonduktor tipe p karena terjadi kekurangan elektron. Kekurangan elektron ini mengakibatkan kovalen yang bolong (hole). Hole merupakan digambarkan sebagai aseptor yang dapat menerima elektron.

  142. 5211418018

    4. Bahan semikonduktor tipe N (Negatif) ditambahkan atom yang berelektron valensi 5 sehingga empat elektron valensi terjadi ikatan kovalen dan elektron 1 elektron valensi tidak mempunyai pasangan sehingga elekron bergerak bebas dan arah gerak elektron dari negatif ke positif.

  143. 5211418010
    3) Kaitanya pada proses menghasilkan semikonduktor tipe P, dibutuhkan atom dengan jumlah elektron kurang dari jumlah elektron yang dimiliki bahan semikonduktor tersebut, misal semikonduktor Si akan didoping dengan aluminium (Al) yang memiliki elektron valensi 3 buah. Atom Al yang didopingkan ke dalam semikonduktor Si akan berikatan dengan 3 buah atom Al, artinya ada sebuah elektron dari Si yang tidak berpasangan dengan Al. Maka Semikonduktor tersebut memiliki hole yang bertindak sebagai penghasil sifat listrik. Dengan kata lain semikonduktor menjadi bertipe P. Hole disini memiliki muatan positif, dan akan mengalir ke sumber tegangan negatif.

  144. 5211418017

    5. Semikonduktor Tipe P dan Tipe N jika digabung akan terjadi pertemuan yang biasa disebut P-N Junction atau Dioda pada penerapanya. Pada dioda terdapat 2 kaki , kaki pada tipe P di sebut anoda dan kaki pada tipe N di sebut katoda. Apabila anoda dihubungkan dengan kutup positif serta katoda dihubungkan dengan kutub negatif pada baterai maka akan terjadi arus listrik yaitu elektron mengalir ke kutub positif dan hole bergerak ke kutub negatif baterai. Jika Katoda dan anoda dibalik pada pemasangannya pada baterai maka tidak terjadi arus listrik atau bias mundur.

  145. 5211418018

    5. Ketika kedua tipe semikonduktor (p dan n) dijadikan satu, maka semikonduktor tersebut bersifat p dan n. Daerah tempat terjadinya kontak antara kedua tipe semionduktor disebut p-n junction (dioda). Dioda juga dapat menyearahkan arus AC atau arus bolak-balik kedalam arus DC atau arus searah. ketika tipe P diberi kaki maka akan menjadi kutub Anoda, ketika tipe N diberi kaki maka akan menjadi kutub Katoda. ketika anoda terhubung kutup positif batrai dan katoda terhubung kutub negatif batrai maka dioda tidak dapat menghantarkan arus listrik. namun ketika anoda terhubung kutub negatif batrai dan katoda terhubung kutup positif batrai maka dioda dapat menghantarkan arus listrik.

  146. 5211418021

    1. Sifat Dasar Semikonduktor adalah
    a. Semikonduktor murni mempunyai koefisien temperatur yang negatif dengan resistansi tidak seperti logam yang memiliki resistansi dengan koefisien temperatur positif.
    b. Semikonduktor memberikan daya termolistrik yang tinggi dengan tanda yang positif atau negatif relatif logam bersangkutan.
    c.Hubungan (juction) antara semikonduktor jenis p dan semikonduktor jenis n menunjukkan sifat-sifat penyearahan.
    d. Semikonduktor bersifat peka cahaya, membangkitkan baik tegangan foto maupun perubahan resistansi akibat penyinaran cahaya.

  147. 5211418010
    4) Untuk menghasilkan semikonduktor tipe N, dibutuhkan atom yang memiliki lebih banyak elektron. Bahan semikonduktor memiliki 4 elektron, jika ingin dihasilkan semikonduktor tipe N maka perlu didopingkan atom yang memiliki elektron lebih dari 4 yang dimiliki bahan semikonduktor murni tersebut. Misal, atom phosporus (P) yang memiliki elektron valensi 5 buah. Atom P tersebut apabila di dopingkan ke dalam semikonduktor Si akan memberikan elektron ekstra yang menyisakan 1 elektron dan 1 elektron tersebut berkekuatan lemah dan menjadi elektron yang bergerak bebas, pergerakan ini bergerak dari negatif ke positif. Sehingga elektron tersebut akan membuat semikonduktor tipe N.

  148. 5211418017

    6. Transistor adalah gabungan dari tiga semikonduktor yaitu ada Tipe PNP dan NPN, transistor memiliki 3 kaki ,yaitu kolektor (C), emitor (E), dan basis (B). Kaki basis merupakan pemicu transistor supaya bekerja. Transistor difungsikan sebagai penguat, pemutus, dan penyambung arus listrik.
    Karakteristik Tipe PNP dan NPN :
    -Transistor PNP bekerja jika arus mengalir dari kaki emitor ke kaki kolektor.
    -Transistor NPN bekerja jika arus mengalir dari kaki kolektor ke kaki emitor.

  149. 5211418018

    6 Transistor memiliki dua tipe yaitu PNP dan NPN
    Dimana tipe PNP arus mengalir dari emitor menuju kolektor, sedangkan tipe NPN arus mengalir dari kolektor menuju emitor.
    prinsip kerja transistor adalah jika basis (pemicu) aktif maka transistor bekerja, sehingga arus dari emitor bisa mengalir ke kolektor / sebaliknya.

  150. 5211418021

    2. doping menunjuk ke proses yang bertujuan menambah ketidakmurnian (impuritya) kepada semikonduktor sangat murni (juga disebut intrinsik) dalam rangka mengubah sifat listriknya. Ketidakmurnian ini tergantung dari jenis semikonduktor.

    Doping bisa menyisipkan atom yang bermuatan positif sehingga memunculkan hole yang bermuatan positif dan menjadi bahan semikonduktor tipe P. doping juga bisa dengan menyisipkan atom bermuatan negative sehingga menimbulkan electron pada bahan semikonduktor yang nantinya dinamai semikonduktor tipe N.

  151. 5211418022

    3.apabila silikon diberi doping Boron, Gallium atau Indium, maka akan didapatkan semikonduktor tipe P. Untuk mendapatkan silikon tipe P, bahan dopingnya adalah bahan trivalen yaitu unsur dengan ion yang memiliki 3 elektron pada pita valensi. Karena ion silikon memiliki 4 elektron, dengan demikian ada ikatan kovalen yang bolong (hole). Hole ini digambarkan sebagai akseptor yang siap menerima elektron. Sehingga kekurangan elektron menyebabkan semikonduktor tersebut menjadi tipe P

  152. 5211418021

    3. semikonduktor tipe P terjadi karena bahan semikonduktor tersebut disisipkan atom bermuatan positif misalnya atom boron yang bermuatan 3+ atom, sehingga electron valensi dari salah satu atom semikonduktor menyerap diserap atom positif sehingga terjadi hole yang bermuatan positif.

  153. 5211418018

    7. Thyristor
    Tersusun dari 2 buah transistor. Thyristor memiliki 4 lapis (PNPN). arus listrik mengalir dari anoda ke katoda dengan melewati gerbang. jika gerbang diberi tegangan maka thyristor akan mengalir / bekerja.

    Prinsip gerbang pada thyristor sama seperti saklar, ketika gerbang tidak dialiri tegangan maka thyristor tidak dapat bekerja. dan jika gerbang dialiri tegangan maka thyristor dapat bekerja.

  154. 5211418021

    semikonduktor tipe N terjadi karena bahan semikonduktor disisipkan atom bermuatan negative, sehingga terjadi berlebihan electron pada bahan seminkonduktor yang membuat semikonduktor bermuatan negative.

  155. 5211418022

    4. apabila pada bahan silikon diberi doping phosphorus atau arsenic yang pentavalen yaitu bahan kristal dengan inti atom memiliki 5 elektron valensi. Dengan doping, Silikon yang tidak lagi murni ini akan memiliki kelebihan elektron. Kelebihan elektron membentuk semikonduktor tipe N Semikonduktor tipe N disebut juga donor yang siap melepaskan elektron

  156. 5211418021

    3. Semikonduktor tipe N terjadi karena bahan semikonduktor disisipkan atom bermuatan negative, sehingga terjadi berlebihan electron pada bahan seminkonduktor yang membuat semikonduktor bermuatan negative.

  157. 5211418021

    4. semikonduktor tipe N terjadi karena bahan semikonduktor disisipkan atom bermuatan negative, sehingga terjadi berlebihan electron pada bahan seminkonduktor yang membuat semikonduktor bermuatan negative.

  158. 5211418010
    5) Ketika kedua tipe semikonduktor tersebut dijadikan satu, maka semikonduktor tersebut bersifat P dan N. Daerah tempat terjadinya kontak antara kedua tipe semionduktor disebut pn junction. Dari penggabungan ini kita mengenal dioda yang menghasilkan arus listrik hanya dalam satu arah saja (DC). Dioda adalah Komponen Elektronika Aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai fungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik dari arah sebaliknya.

    Ada dua karakteristik diode yaitu:
    1. Dioda di Bias Maju
    Dioda di bias maju untuk memberikan tegangan luar menuju terminal dioda. Jika anoda(+) terhubung dengan kutup positif pada batere serta katoda(-) terhubung dengan kutub negatif pada batere maka akan mengakibatkan bias maju atau forward bias.
    2. Dioda di Bias Mundur
    Anoda(+) dihubungkan dengan kutup negatif dan katoda(-) dihubungan dengan kutup positif sehingga jumlah arus yang mengalir pada rangkaian bias mundur akan lebih kecil. Pada bias mundur dioda, terdapat arus maju yang dihubungkan dengan batere yang memiliki tegangan tidak terlalu besar dan signifikan karena tidak mengalami peningkatan. Ketika terjadi proses reserve, dioda tidak bisa menghantarkan listrik karena nilai hambatannya besar.

  159. 5211418017

    7. Thyristor adalah bahan semikonduktor yang merupakan gabungan 2 tipe transistor yaitu transistor PNP dan transistor NPN yang digabung menjadi satu. Thyristor memiliki fungsi sebagai saklar. Thyristor memiliki 3 kaki yaitu kaki Anoda (+), kaki Katoda (-), dan kaki Gerbang (G). Kaki G (gerbang) merupakan pemicu thyristor tersebut bekerja atau tidak. Jika arus mengalir di kaki G (gerbang) maka anoda dan katoda akan terhubung, dan jika kaki G (gerbang) di beri tegangan thyristor akan mengalir (ON). Thyristor mampu bekerja pada tegangan tinggi.

  160. 5211418010
    6) Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung dan sebagai fungsi lainnya. Transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis, Emitor dan Kolektor.

    1. Transistor PNP adalah transistor yang menggunakan arus listrik kecil dan tegangan negatif yang melewati terminal Basis untuk mengatur aliran arus dan tegangan yang lebih besar dari Emitor ke Kolektor.

    2. Transistor NPN adalah transistor yang menggunakan arus listrik kecil dan tegangan positif yang melewati terminal Basis untuk mengatur aliran arus dan tegangan yang lebih besar dari Kolektor ke Emitor.

  161. 5211418023

    4) bahan semikonduktor tipe N ialah bahan yg disisipi oleh atom yang memiliki elektron terluar berjumlah 5 elektron. Dengan demikian maka akan ada elektron yang tidak memiliki pasangan dan akan berpindah tempat.

  162. 5211418022

    5 .Jika dua tipe bahan semikonduktor ini digabungkan maka akan menghasilkan sambungan P-N (p-n junction) atau dioda. Pada pembuatannya material tipe P dan tipe digabungkan dari satu bahan (monolitic) dengan memberi doping (impurity material) yang berbeda. Jika diberi tegangan maju (forward bias), dimana tegangan sisi P lebih besar dari sisi N, elektron dengan mudah dapat mengalir dari sisi N mengisi kekosongan elektron (hole) di sisi P

  163. 5211418014
    4. Disebut bahan semikonduktor tipe N karena pada bahan ini ditambahkan 5 atom dari bahan lain, dalama hal ini maka akan ada satu atom yang tidak memiliki tempat dalam ikatan kovalen sehingga menjadi elektron bebas dan jika dihubungkan dengan sumber tegangan maka arah muatan akan mengalir dari terminal negatif sumber tegangan ke terminal positif sumber tegangan.

  164. 5211418010
    7) Thyristor adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai saklar (switch) atau pengendali yang terbuat dari bahan semikonduktor. Thyristor yang secara ekslusif bertindak sebagai saklar ini pada umumnya memiliki dua hingga empat kaki terminal. Meskipun terbuat dari semikonduktor, Thyristor tidak digunakan sebagai Penguat sinyal seperti Transistor.

  165. 5211418021

    5. Semikonduktor tipe P digabungkan dengan semikonduktor tipe N maka akan membentuk PN Junction. PN Junction memiliki sifat menghantarkan listrik apabila katoda atau batang yang terhubung dengan semikonduktor tipe P dihubungkan dengan kutub positif baterai dan anoda yaitu batang yang terhubung dengan semikonduktor tipe N terhubung dengan kutub negative batrai maka akan menghantarkan arus listrik. Disebut dioda dibias mundur. Sementa bila dibalik katoda dihubungkan kutub negative batrai dan anoda dihubungkan kutub positif batrai maka tidak menghantarkan arus listrik. Disebut diode dibias maju.

  166. 6. Transistor adalah gabungan dari 3 semikonduktor yang berbeda tipe menyilang PNP atau NPN. memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Yang digunakan untuk arus tegangan yang tidak tinggi atau kecil yang melewati terminal basis. PNP bekerja apabila arus mengalir dari emiltor ke kolektor sementara arus NPN bekerja apabila arus mengalir dari kolektor ke emiltor.

  167. 5211418021

    6. Transistor adalah gabungan dari 3 semikonduktor yang berbeda tipe menyilang PNP atau NPN. memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Yang digunakan untuk arus tegangan yang tidak tinggi atau kecil yang melewati terminal basis. PNP bekerja apabila arus mengalir dari emiltor ke kolektor sementara arus NPN bekerja apabila arus mengalir dari kolektor ke emiltor.

  168. 5211418021

    7. Thyristor adalah gabunan dari transistor yang berbeda tipe (tipe PNP dan NPN) yang mempunyai tiga kaki terminal yaitu GATE (Gerbang), kaki anoda, dan kaki katoda. berfungsi sebgai saklar aau switch. Digunakan untuk menahan arus AC dan melewatkan arus DC.

  169. 5211418022

    6. Semikonduktor tipe-p atau tipe-n apabila berdiri sendiri menghasilkan sebuah resistor. Sama seperti resistor karbon, semikonduktor memiliki resistansi. Cara ini dipakai untuk membuat resistor di dalam sebuah komponen semikonduktor. Namun besar resistansi yang bisa didapat kecil karena terbatas pada volume semikonduktor itu sendiri.

  170. 5211418014
    5. Karakteristik bahan semikonduktor tipe p dan tipe n jika digabung menjadi satu maka akan terjadi persambungan dan terbentuk dioda. Batang yang terhubung dengan tipe p disebut Anoda dan yang terhubung dengan tipe n disebut Katoda. Jika Anoda dihubungkan dengan terminal positif dan Katoda dengan terminal negatif sumber tegangan maka dioda dapat menghantarkan arus listrik.

  171. 5211418014
    6. Transistor merupakan bahan semikonduktor yang berfungsi sebagai penguat, pemutus dan penyambung arus listrik. Namun salah satu terminal memiliki arus yang lebih besar dibandingkan kedua terminal lainnya. Transistor memiliki 3 terminal yaitu Kolektor (C), Emitor (E), dan Basis (B).

    Transistor PNP = Transistor arus kecil dan tegangan negatif melewati basis untuk mengatur arus yang lebih besar yang mengalir dari emitor ke kolektor.

    Transistor NPN = Transistor arus kecil dan tegangan positif yang melewati basis untuk mengatur arus besar yang mengalir dari kolektor ke emitor.

  172. 5211418011

    Sifat dasar dari bahan semikonduktor yaitu setengah penghantar listrik yang berarti diantara konduktor dan isolator. Sangat sensitif oleh pengaruh temperatur, cahaya, dan medan magnet. Bahan semikonduktor hanya bisa menghantarkan listrik pada suhu yang tinggi.

  173. 5211418011

    1. Sifat dasar dari bahan semikonduktor yaitu setengah penghantar listrik yang berarti diantara konduktor dan isolator. Sangat sensitif oleh pengaruh temperatur, cahaya, dan medan magnet. Bahan semikonduktor hanya bisa menghantarkan listrik pada suhu yang tinggi.

  174. 5211418014
    7. Tyristor adalah komponen elektronika yanh berfungsi sebagai saklar atau pengendali yang terbuat dari bahan semikonduktor. Transistor terdiri dari empat lapis dan tiga buah terminal. Empat lapis tersebut terdiri dari lapisan semikonduktor tipe N dan lapisan semikonduktor tipe P sedangkan tiga terminal berupa Anoda (A) Katoda (K) dan Gate (G). Saklar dari tyristor lebih istimewa karena besarnya output dapat dikontrol, selain itu tyristor dapat dilewati tegangan yang lebih besar dibandingkan dengan saklar biasa.

  175. 5211418019

    5) Jika tipe P diberi kaki maka akan menjadi kutub Anoda
    ketika tipe N diberi kaki maka akan menjadi kutub Katoda
    Dioda hanya bisa menghasilkan arus searah
    ketika dioda dikenai arus listrik bolak balik dari dua tempat berbeda tetapi dihubungkan oleh dioda maka dioda dapat memisahkan arus positif dengan arus negatif.

  176. 5211418011

    2. Doping merupakan suatu proses untuk menambahkan pengotor atau ketidakmurnian pada semikonduktor. Hal ini menyebabkan semikonduktor murni berubah sifat dan karakteristik kelistrikannya. yang ditambahkan itu berupa atom-atom lain seperti, Untuk tipe N : fosfor (P), Arsen (As). Untuk tipe P : Boron (Br), Alumunium (Al) . yang tujuan nya untuk meningkatkan konduktivitas

  177. 5211418019

    6) Transitor merupakan komponen aktif semikonduktor yang berfungsi sebagai penguat arus dan sebagainya saklar (pemutus dan penyambung arus).Yang memiliki tiga kaki yaitu kolektor, basis, dan emitor.
    ada 2 jenis transitor :

    -Transitor tipe PNP yaitu ada arus yang bergerak dari emitor ke basis sebagai pemicunya,cirinya ada arus bergerak dari emitor ke kolektor.
    -Transitor NPN yaitu ada arus yang bergerak dari basis ke emitor sebagai pemicunya,cirinya ada arus bergerak dari kolektor ke emitor.

  178. 5211418011

    3. Karena Semikonduktor tipe P itu kekurangan elektron. kekurangan itulah yang mengakibatkan hole (kekosongan). Semi konduktor awal yang disisipkan bahan dengan elektron valensi 3 yaitu Alumunium (Al) dan yang kosong ini bermuatan positif. Muatan positif ini akan mengalir ke sumber tegangan negatif.

  179. 5211418011

    4. Semikonduktor Tipe N yaitu semikonduktor yang memiliki 4 elektron yang membentuk ikatan kovalen sehingga 1 elektron bebas karena semikonduktor intrinsik, yaitu Fosfor (P) dan menjadi semikonduktor negatif. Bergerak dari negatif ke positif.

  180. 5211418019

    7) Thyristor merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai switch/saklar atau pengendali yang terbuat dari bahan semikonduktor. Thyristor yang secara langsung bertindak sebagai saklar ini umumnya memiliki dua sampai empat kaki terminal. Meskipun terbuat dari semikonduktor, Thyristor tidak digunakan sebagai Penguat sinyal seperti Transistor.

  181. 5211418007

    3)Seperti halnya pada semikonduktor type n, secara keseluruhan kristal semikonduktor type n ini adalah netral. Karena jumlah hole dan elektronnya sama. Pada bahan type p, hole merupakan pembawa muatan mayoritas. Karena dengan penambahan atom dopan akan meningkatkan jumlah hole sebagai pembawa muatan. Sedangkan pembawa minoritasnya adalah elektron

  182. 5211418007

    4)Semikonduktor Tipe N
    Apabila bahan semikonduktor intrinsik (murni) diberi (didoping) dengan bahan bervalensi lain maka diperoleh semikonduktor ekstrinsik. Pada bahan semikonduktor intrinsik, jumlah elektron bebas dan holenya adalah sama. Konduktivitas semikonduktor intrinsik sangat rendah, karena terbatasnya jumlah pembawa muatan yakni hole maupun elektron bebas tersebut.

  183. 5211418011

    5. Ada 2 karakteristik dari penggabungan semikonduktor P-N, tetapi hanya menghasilkan arus listrik satu arah saja tidak bisa sebaliknya.
    yaitu :
    a. Bias Maju
    Dioda di bias maju untuk memberikan tegangan luar menuju terminal dioda. Jika anoda(+) terhubung dengan kutup positif pada batere serta katoda(-) terhubung dengan kutub negatif pada batere maka akan mengakibatkan bias maju.
    b. Bias Mundur
    Anoda(+) dihubungkan dengan kutup negatif dan katoda(-) dihubungan dengan kutup positif sehingga jumlah arus yang mengalir pada rangkaian bias mundur akan lebih kecil. Dioda ini dianjurkan untuk tidak memiliki besar tegangan dan arus yang melebihi batas.

  184. 5211418007

    5)Daerah tempat terjadinya kontak antara kedua tipe semionduktor disebut p-n junction. Dari penggabungan ini kita mengenal dioda yang menghasilkan arus listrik hanya dalam satu arah saja (direct current). Kombinasi dari p-n junction dapat digunakan untuk membuat transistor dan berbagai device semikonduktor yang sifat kelistrikannya dapat dikontrol. Sedangkan hasil dari penggabungan transistor yang dihasilkan oleh p-n junction tersebut dengan dipadukan oleh komponen pasif serta komponen aktif dalam sebuah chip tunggal dari silikon adalah integrated circuit yang biasa dikenal di kalangan masyarakat sebagai IC

  185. 5211418011

    6. Transistor adalah komponen semikonduktor yang memiliki berbagai macam fungsi seperti sebagai penguat, pengendali, penyearah, osilator, modulator dan lain sebagainya.
    Dengan karakteristik nya yaitu :
    a. NPN
    Pada transistor jenis NPN terdapat arah arus aliran yang berbeda dengan transistor jenis PNP, dimana NPN mengalir arus dari kolektor ke emitor. Dan pada NPN, untuk mengalirkan arus tersebut dibutuhkan sambungan ke sumber positif (+) pada kaki basis. Cara kerja NPN adalah ketika tegangan yang mengenai kaki basis, hingga dititik saturasi, maka akan menginduksi arus dari kaki kolektor ke emitor. Dan transistor akan berlogika 1 (aktif). Dan apabila arus yang melalui basis berkurang, maka arus yang mengalir pada kolektor ke emitor akan berkurang, hingga titik cutoff. Penurunan ini sangatlah cepat karena perbandingan penguatan yang terjadi antara basis dan kolektor melebihi 200 kali.
    b. PNP
    Pada PNP, terjadi hal sebaliknya ketika arus mengalir pada kaki basis, maka transistor berlogika 0 (off). Arus akan mengalir apabila kaki basis diberi sambungan ke ground (-) hal ini akan menginduksi arus pada kaki emitor ke kolektor, hal yang berbeda dengan NPN, yaitu arus mengalir pada kolektor ke emitor. Penggunaan transistor jenis ini mulai jarang digunakan.

  186. 5211418006
    1.) sifat dasar bahan semi konduktor
    – Semikonduktor murni mempunyai koefisien temperatur yang negatif dengan resistansi tidak seperti logam yang memiliki resistansi dengan koefisien temperatur positif.
    – Semikonduktor memberikan daya termolistrik yang tinggi dengan tanda yang positif atau negatif relatif logam bersangkutan.
    – Hubungan (juction) antara semikonduktor jenis p dan semikonduktor jenis n menunjukkan sifat-sifat penyearahan.
    – Semikonduktor bersifat peka cahaya, membangkitkan baik tegangan foto maupun perubahan resistansi akibat penyinaran cahaya.

  187. 5211418011

    7. Thyristor adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai saklar (switch) atau pengendali yang terbuat dari bahan semikonduktor. Thyristor yang secara ekslusif bertindak sebagai saklar ini pada umumnya memiliki dua hingga empat kaki terminal. Meskipun terbuat dari semikonduktor, Thyristor tidak digunakan sebagai Penguat sinyal seperti Transistor. Istilah “Thyristor” berasal dari bahasa Yunani yang artinya adalah “Pintu”.Pada prinsipnya, Thyristor yang berterminal tiga akan menggunakan arus/tegangan rendah yang diberikan pada salah satu kaki terminalnya untuk mengendalikan aliran arus/tegangan tinggi yang melewati dua terminal lainnya. Sedangkan untuk Thyristor yang berterminal dua yang tidak memiliki terminal kendali (GATE), fungsi saklarnya akan diaktifkan apabila tegangan pada kedua terminalnya mencapai level tertentu. Level tegangan yang dimaksud tersebut biasanya disebut dengan Breakdown Voltage atau Breakover Voltage. Pada saat dibawah tegangan breakdownnya, kedua kaki terminal tidak akan mengaliri arus listrik atau berada di posisi OFF. Thyristor yang didedikasi sebagai Komponen Saklar ini akan dapat berfungsi lebih baik.

  188. 5211418006
    2.) “Doping” yaitu proses untuk menambahkan ketidakmurnian (Impurity) pada Semikonduktor yang murni (semikonduktor Intrinsik) sehingga dapat merubah sifat atau karakteristik kelistrikannya. dengan kata lain meninggkatkan konduktivitas pada bahan semikonduktor.

  189. 5211418007

    6)transistor adalah komponen aktif semikonduktor yang berfungsi sebagai penguat arus dan sebagainya saklar.

    -Karakteristik dari masing-masing daerah operasi transistor:
    Daerah Potong (cutoff):
    Dioda Emiter diberi prategangan mundur. Akibatnya, tidak terjadi pergerakan elektron, sehingga arus Basis, IB = 0. Demikian juga, arus Kolektor, IC = 0, atau disebut ICEO (Arus Kolektor ke Emiter dengan harga arus Basis adalah 0).

    Daerah Saturasi
    Dioda Emiter diberi prategangan maju. Dioda Kolektor juga diberi prategangan maju. Akibatnya, arus Kolektor, IC, akan mencapai harga maksimum, tanpa bergantung kepada arus Basis, IB, dan βdc. Hal ini, menyebabkan Transistor menjadi komponen yang tidak dapat dikendalikan. Untuk menghindari daerah ini, Dioda Kolektor harus diberi prateganan mundur, dengan tegangan melebihi VCE(sat), yaitu tegangan yang menyebabkan Dioda Kolektor saturasi.

    Daerah Aktif
    Dioda Emiter diberi prategangan maju. Dioda Kolektor diberi prategangan mundur. Terjadi sifat-sifat yang diinginkan, dimana:

    sebagaimana penjelasan pada bagian sebelumnya. Transistor menjadi komponen yang dapat dikendalikan.

    Daerah Breakdown
    Dioda Kolektor diberiprategangan mundur yang melebihi tegangan Breakdown-nya, BVCEO (tegangan breakdown dimana tegangan Kolektor ke Emiter saat Arus Basis adalah nol). Sehingga arus Kolektor, IC, melebihi spesifikasi yang dibolehkan. Transistor dapat mengalami kerusakan.

  190. 5211418007

    7)Thyristor adalah komponen aktif elektronika yang dapat digunakan seperti halnya pintu yaitu untuk menahan arus AC atau melewatkan arus AC menggunakan sumber input yang kecil. Penggunaan thyristor pada rangkaian elektronika pada umumnya digunakan sebagai saklar (switch). Thyristor merupakan komponen semikonduktor yang bibuat dari jenis silicon.

  191. 5211418006
    3.) Dikatakan P-type karena Semikonduktor jenis ini kekurangan Elektron atau disebut dengan “Hole”. Ketika pembawa muatannya adalah Hole maka Semikonduktor tersebut merupakan Semikonduktor bermuatan Positif.
    Pada Semikonduktor yang berbahan Silicon (Si), Proses Doping dengan menambahkan Indium akan menjadikan Semikondukter tersebut sebagai P-type Semikonduktor.

  192. 5211418006
    4.) Dikatakan N-type karena Semikonduktor jenis ini pembawa muatannya (Charge Carrier) adalah terdiri dari Elektron. Elektron adalah bermuatan Negatif sehingga disebut dengan Tipe Negatif atau N-type.
    Pada Semikonduktor yang berbahan Silicon (Si), Proses Doping dengan menambahkan Arsenic atau Antimony akan menjadikan Semikonduktor tersebut sebagai N-type Semikonduktor.
    Terdapat 2 (dua) pembawa muatan atau charge Carrier dalam N-type Semikonduktor yakni Elektron sebagai Majority Carrier dan Hole sebagai Minority Carrier.

  193. 5211418006
    5.) jika Prinsip dasar P-N Junction ini diterapkan pada komponen elektronika seperti dioda yang bisa berfungsi sebagai penyearah tegangan maupun penahan tegangan arah tertentu. Selain itu penerapan P-N junction juga bisa lebih kompleks lagi pada komponen transistor. Disini dipasang kombinasi tiga bahan semikonduktor, yaitu P-N-P dan N-P-N. Dengan kombinasi ini dapat diperoleh berbagai fungsi seperti penguatan sinyal, pensaklaran elektronis dan sebagainya.

  194. 5211418006
    6.) Transistor adalah salah satu komponen yang selalu ada di setiap rangkaian elektronika, yang digunakan untuk kebutuhan penyambungan dan pemutusan (switching), seperti halnya saklar. Yaitu untuk memutus atau menyambungkan arus listrik. Selain itu transistor juga berfungsi sebagai penguat (amplifier), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal, dan banyak lagi. Keinginan kita untuk merubah fungsi transistor ini adalah dari pemilihan jenis transistor atau dengan cara perangkaian sirkuit transistor itu sendiri.

    Karakteristik dari masing-masing daerah operasi transistor tersebut
    • Daerah Potong (cutoff):
    Dioda Emiter diberi prategangan mundur. Akibatnya, tidak terjadi pergerakan elektron, sehingga arus Basis, IB = 0. Demikian juga, arus Kolektor, IC = 0, atau disebut ICEO (Arus Kolektor ke Emiter dengan harga arus Basis adalah 0).
    • Daerah Saturasi
    Dioda Emiter diberi prategangan maju. Dioda Kolektor juga diberi prategangan maju. Akibatnya, arus Kolektor, IC, akan mencapai harga maksimum, tanpa bergantung kepada arus Basis, IB, dan βdc. Hal ini, menyebabkan Transistor menjadi komponen yang tidak dapat dikendalikan. Untuk menghindari daerah ini, Dioda Kolektor harus diberi prateganan mundur, dengan tegangan melebihi VCE(sat), yaitu tegangan yang menyebabkan Dioda Kolektor saturasi.
    • Daerah Aktif
    Dioda Emiter diberi prategangan maju. Dioda Kolektor diberi prategangan mundur.sebagaimana penjelasan pada bagian sebelumnya. Transistor menjadi komponen yang dapat dikendalikan.
    • Daerah Breakdown
    Dioda Kolektor diberiprategangan mundur yang melebihi tegangan Breakdown-nya, BVCEO (tegangan breakdown dimana tegangan Kolektor ke Emiter saat Arus Basis adalah nol). Sehingga arus Kolektor, IC, melebihi spesifikasi yang dibolehkan. Transistor dapat mengalami kerusakan.

  195. 5211418006
    7.) Thyristor adalah komponen aktif elektronika yang dapat digunakan seperti halnya pintu yaitu untuk menahan arus AC atau melewatkan arus AC menggunakan sumber input yang kecil. Penggunaan thyristor pada rangkaian elektronika pada umumnya digunakan sebagai saklar (switch). Thyristor merupakan komponen semikonduktor yang bibuat dari jenis silicon.

  196. 5211418022

    7.Thyristor adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai saklar (switch) atau pengendali yang terbuat dari bahan semikonduktor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here