KELISTRIKAN OTOMOTIF (ROMBEL KAMIS): SISTEM PENGAPIAN

233
3014

Pada pembelajaran minggu yang lalu, sudah didiskusikan di kelas mengenai sistem pengapian. Untuk dapat mempelajari lebih dalam, silakan diskusikan hal-hal berikut:

  1. Bagaimanakah prinsip penaikan tegangan tinggi pada koil pengapian?
  2. Jelaskan yang dimaksud dengan ignition timing, mengapa pada putaran tinggi ignition timing harus dimajukan, dan siapa yang melakukan pemajuan dan pemunduruan ignition timing tersebut?
  3. Pada sistem pengapian konvensional, jelaskan fenomena apa saja yang terjadi saat kontak pemutus tertutup? Peristiwa apa saja juga yang terjadi pada saat kontak pemutus terbuka?
  4. Komponen apakah yang menggantikan peran kontak pemutus sistem pengapian konvensional pada sistem pengapian elektronik? Jelaskan.
  5. Jelaskan masing-masing prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian konvensional dan elektronik, kemudian buat simpulan yang mendasar.
  6. Jelaskan pula bedanya prinsip pembangkitan tegangan tinggi dengan sistem pengapian CDI.
  7. Buat simpulan mengenai prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional, elektrinik, dan CDI.

Silakan diskusikan dengan teman-teman dan jawaban bisa ditulis di dalam kolom komentar. Perlu diperhatikan: 1) jawaban diawali dengan menuliskan NIM dan setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) meskipun hasil diskusi bersama, 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim/posting), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). Jawaban ditunggu sampai hari Jumat, 8 November 2019 pukul 17.00. Selamat berdiskusi (DW).

233 COMMENTS

  1. NIM : 5202418047

    1. Prinsip penaikan tegangan tinggi pada koil pengapian yaitu pada saat nok memutar cam lalu bertemu dengan ujung kontak pemutus pada distributor sehingga platina membuka, sehingga arus yang menuju massa terputus. Pada saat yng bersamaan terjadi induksi mutual pada kumparan sekunder. Kemudian sekunder koil menghasilkan tegangan tinggi sebesar 10.000 sampai 40.000 volt untuk memercikan bunga api pada busi.

    • NIM : 5202418047

      2. Ignition timing adalah waktu dimana busi memercikan bunga api ketika lamanya platina mulai membuka dan menutup kembali. Kenapa pada putaran tinggi Ignition timming harus dimajukan karena putaran mesin semakin cepat memerlukan waktu pembakaran yang tepat sehingga pengapian harus dimajukan agar pembakaran maksimum sebesar 8 sampai 10 derajat sebelum TMA. Untuk memajukan dan memundurkan pengapian ada 2 yaitu Sentrifugal Advancer adalah waktu memajukan pengapian berdasarkan putaran mesin dan Vacum Advancer adalah waktu pemajuan atau pemunduran berdasarkan perubahan tekanan (kevakuman) pada intake manifold.

    • NIM : 5202428047

      3. Akibat yang terjadi pada saat kontak pemutus tertutup yaitu terjadi tegangan pada kumparan primer, induksi diri pada kumparan primer coil, arus yang ada di kapasitor mengalir ke massa. Sedangkan akibat yang terjadi ketika kontak pemutus terbuka adalah arus yang menuju ke primer koil terputus, kemagnetan pada kumparan primer hilang, terjadi induksi mutual pada kumparan sekunder.

  2. 5202418059
    jawaban no.1
    koil dapat menaikkan tegangan baterai menjadi tegangan tinggi karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder koil jauh lebih banyak di bandingkan dengan jumlah lilitan di kumparan primernya

  3. 5202418059
    jawaban no 2
    ignition timing adalah waktu saat busi memercikkan bunga api (pengapian), mengapa ignition timing harus di majukan pada saat putaran tinggi karena piston bergerak lebih cepat putaran rendah jika tidak di majukan maka padsaat piston berada di TMA busi belum dapat memercikkan bunga api begitu juga sebaliknya pada saat busi berada di TMB busi malah memercikkan bunga api, ada dua mekanisme yang dapat memaju mundurkan pengapian yaitu sentrifugal advancer dan vakum advencer

  4. 5202418059
    jawaban no 3
    arus di kumparan primer terhubung, terjadi kemagnetan, terjadi induksi pada kumparan sekunder tegangan induksi masih kecil sehingga tidak terjadi loncatan bunga api pada busi pada saat platina terbuka arus pada kumparan primer ter putus kemagnetan menghilang terjadi induksi diri baik pada kumparan primer maupun sekunder tegangan induksi pada kumparan primer akan masuk ke kondensor sedangkan tegangan induksi diri yang ada di kumparan sekunder akan di salur kan ke busi sehingga menghasilkan bunga api

  5. 5202418059
    jawaban no 4
    Yang menggantikan kontak pemutus atau platina pada system pengapian elektronik adalah pulser (rotor dan pick-up), Pulser adalah pembaca tonjolan suatu sinyal di magnet, pulser adalah besi magnet yang dililit oleh kawat tembaga halus yang apabila di lewati besi itu akan mengeluarkan arus listrik dan arus listrik itu yang menimbulkan komponen cdi untuk memuntahkan timbunan arus listrik pada kapasitor untuk di salurkan ke koil dan di perbesar lagi untuk menyalakan busi sampai terjadi pembakaran di ruang bakar motor

  6. Nim : 5202418058

    1. Prinsip penaikan tegangan tinggi pada koil pengapian melalui kumparan primer koil menghubungkan terminal positif dan terminal negatif. Kumparan sekunder menghubungkan terminal positif dengan terminal negatif atau terminal tegangan tinggi. jumlah kumparan primer sekitar 100 sampai 200 lilitan berdiameter kawat 0.5 sampai 1 mm dan jumlah kumparan sekunder sekitar 15000 sampai 30000 berdimaeter kawat sama dengan kumparan primer. koil dapat menaikkan tegangan baterai menjadi lebih tinggi karena jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak dari kumparan primer.

  7. NIM : 5202418047

    4. Komponen yang menggantikan peran kontak pemutus sistem pengapian konvensional pada sistem pengapian elektronik adalah transistor sebagai pemutus dan penghubung arus menuju kumparan primer koil ke massa secara elektronik sebagai saklar otomatis. Transistor akan ON jika ada arus yang mengaktifkan nya sehingga aliran arus dapat melewati transistor tersebut.

    • NIM : 5202418047

      5. Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian konvensional menggunakan platina sebagai kontak pemutus arus dari kumparan primer menuju massa, kemudian timbul induksi diri pada kumparan primer sehingga memicu induksi mutual pada kumparan sekunder yang menghasilkan tegangan sebesar 10.000 sampai 40.000 volt untuk proses pembakaran. Sedangkan pembangkit tegangan tinggi pada coil sistem pengapian elektronik menggunakan transistor PNP/NPN sebagai saklar otomatis, transistor NPN/PNP dapat ON ketika dialiri oleh arus sehingga saklar menutup.

  8. 5202418059
    jawaban no 5
    pada kumparan primer mempunyai tahanan kecil. Kontak pemutus yang di buka oleh cam shaft dengan cepat memutus aliran arus primer sehingga arusnya menjadi nol.perubahan yang sangat cepat pada kumparan primer saat kontak pemutus terbuka menghasilkan tegangan induksi. Jumlah kumparan sekunder yang lebih banyak di bandingkan kumparan primer menyebabkan naiknya tegangan pada kumparan sekunder, sedangkan pada pengapian elektronik memanfaatkan transistor sebagai pemutus dan penghubung arus primer koil
    Kesimpulannya adalah pembangkit tegangan tinggi pada system konvensional ataupun pada system elektronik sama yang membedakan hanyalah pada pemutus dan penghubung arusnya jika pada system konvensional menggunakan poros camshaft yang menggerakkan platina sedangkan pada system elektronik melalui power transistor yang di fungsikan sebagai saklar

  9. NIM : 5202418047

    6. Prinsip pembangkitan tegangan tinggi dengan sistem pengapian CDI menggunakan kapasitor memanfaatkan pengisian (charge) dan pengosongan (discharge) muatan kapasitor. Proses pengisian dan pengosongan muatan kapasitor dioperasikan oleh saklar elektronik, pada saat kapasitor diisi tegangan tinggi sekitar 300 volt sampai 500 volt dan saat yang bersamaan kapasitor membuang energi ke kumparan primer koil sehingga memicu tegangan lebih tinggi pada kumparan sekunder.

    • NIM : 5202418047

      7. Prinsip pembangkit tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional menggunakan platina sebagai pemutus dan penghubung arus primer koil menuju ke massa untuk terjadi tegangan tinggi pada kumparan sekunder, Pengapian elektronik menggunakan komponen transistor sebagai saklar otomatis untuk pemutus tegangan kumparan primer coil, dan Pengapian CDI menggunakan kapasitor yang memanfaatkan pengisian dan pengosongan muatan kapasitor untuk memicu terjadi tegangan tinggi pada kumparan sekunder coil.

  10. 5202418049
    1. Koil pengapian dapat menaikkan tegangan baterai menjadi lebih tinggi karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder jauh lebih banyak daripada lilitan pada kumparan primer.
    Jumlah kumparan primer hanya sekitar 100 – 200 lilit sedangkan pada kumparan primer dapat mencapai sekitar 15000 – 30000 lilit.

  11. 5202418049
    2. Ignition timming adalah waktu yang dibutuhkan busi untuk memercikan bunga api sehingga dapat terjadi pembakaran dengan tepat.
    Pada putaran tinggi ignition timming harus dimajukan agar pembakaran tetap cukup, sehingga pembakaran harus dimajukan agar pembakaran maksimum tetap terjadi pada sekitar 10 derajat setelah TMA.
    Yang melakukan pemajuan dan pemunduran ignition timming adalah sentrivugal advancer dan vakum advancer.

  12. 5202418049
    3.
    A. Pada saat tertutup:
    1. Arus mengalir ke kumparan primer
    2. Terjadi medan magnet
    3. Terjadi tegangan induksi mutual pada kumparan primer yang diteruskan ke kapasitor
    4.Terjadi tegangan induksi diri pada kumparan sekunder yang diteruskan ke busi
    B. Pada saat terbuka:
    1. Arus ke kumparan primer terputus
    2. Medan magnet menjadi hilang
    3. Terjadi tegangan induksi mutual pada kumparan sekunder
    4.Terjadi tegangan induksi diri pada kumparan primer

  13. 5202418049
    4. Yang berfungsi memutus dan menghubungkan arus pada sistem pengapian elektronik adalah transistor.
    Pada sistem pengapian elektronik pemutus arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yang difungsikan sebagai saklar

  14. 5202418059
    jawaban no 6
    pada sistem konvensional koil di gunakan untuk pembangkit tegangan tinggi dan sebagai penyimpan energi sedangkan pada system CDI koil masih di gunakan namun sebagai transformator tegangan tinggi tidak untuk menyimpan energy serta pemutus dam penghubung arusnya menggunakan pulser. Sebagai pengganti kapasitor di gunakan sebagai penyimpan energi. Dalam system ini kapasitor di isi dengan tegangan tinggi sekitar 300V sampai 500V, yang selanjutnya akan di buang ke coil dan akan di ubah ke tegangan yang lebih tinggi

  15. 5202418049
    5. Pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional maupun elektronik dilakukan oleh koil. Koil pengapian dapat menaikkan tegangan baterai menjadi lebih tinggi karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder jauh lebih banyak daripada lilitan pada kumparan primer.
    Jumlah kumparan primer hanya sekitar 100 – 200 lilit sedangkan pada kumparan primer dapat mencapai sekitar 15000 – 30000 lilit.

    Sistem pengapian konvensional memanfaatkan platina sebagai pemutus dan penghubung arus primer koil.
    Adapun sistem pengapian elektronik memanfaatkan transistor untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil.

  16. 5202418049
    6. Pada sistem pengapian konvensional koil berfungsi sebagai pembangkit tegangan tinggi dan juga sebagai penyimpan energi.
    Akan tetapi pada sistem pengapian CDI, antara pembangkit tegangan tinggi dan penyimpanan energi dipisahkan. Kondensator digunakan sebagai penyimpan energi lalu akan dihubungkan ke koil untuk pembangkitan tegangan tinggi.

  17. 5202418049
    7. Pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional, elektronik maupun CDI semuanya dilakukan oleh koil. Koil pengapian dapat menaikkan tegangan baterai menjadi lebih tinggi karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder jauh lebih banyak daripada lilitan pada kumparan primer.
    Jumlah kumparan primer hanya sekitar 100 – 200 lilit sedangkan pada kumparan primer dapat mencapai sekitar 15000 – 30000 lilit.

    Sistem pengapian konvensional memanfaatkan platina sebagai pemutus dan penghubung arus primer koil.
    Adapun sistem pengapian elektronik memanfaatkan transistor untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil.
    Pada sistem pengapian CDI, antara pembangkit tegangan tinggi dan penyimpanan energi dipisahkan. Kondensator digunakan sebagai penyimpan energi lalu akan dihubungkan ke koil untuk pembangkitan tegangan tinggi, dan menggunakan pulser sebagai pemutus dan penghubung arus.

  18. 5202418059
    jawaban no 7
    pembangkit tegangan tinggi pada sistem konvensional, elektronik, maupun CDI sama sama menggunakan koil yang menjadi pembeda adalah pemutus dan penghubung tegangan dari baterai ke koil, sistem konvensional menggunakan patina sebagai pemutus dan penghubung arus, pada sistem elektronis menggunakan transistor sebagai pemutus dan penghubung arus sedangkan pada sistem CDI menggunakan pulser pada sistem CDI menggunakan kapasitor sebagai penyimpan energy lalu koil hanya sebagai penaik tegangan sedangkan pada sistem elektronis dan konvensional energy di simpan di koil lalu di naikkan di koil

  19. NIM. : 5202418005
    NAMA : Adhitya Muhammad Firdaus

    1.) Apabila kontak pemutus dalam keadaan tertutup, maka arus dari baterai akan mengalir ke kumparan primer, ke kontak pemutus, kemudian ke massa. Aliran arus pada pada kumparan ini akan menyebabkan terjadinya medan magnet di sekeliling kumparan . Energi listrik yang mengalir diubah menjadi energi dalam bentuk medan magnet, apabila secara tiba-tiba kontak pemutus terbuka, maka dengan cepat arus pada kumparan primer terputus. Terputusnya aliran arus ini menyebabkan medan magnet disekitar kumparan hilang dengan cepat. Perubahan garis gaya magnet dengan cepat disekitar kumparan menyebabkan terjadinya kenaikan tegangan pada kumparan.

  20. NIM 5202418065

    1. fungsi koil pada sistem pengapian kendaraan sangat sederhana, yaitu menaikkan tegangan listrik dari aki yang cuma 12 volt, menjadi ribuan volt. Arus listrik yang besar ini disalurkan ke busi, sehingga busi mampu meletikkan pijaran bunga api.

  21. NIM : 5202418005

    2.)-> Ignition Timing atau Waktu pengapian adalan proses pengapian pada ruang bakar terjadi dimana busi memercikkan api di akhir langkah kompresi atau beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA
    ->Ignition Timing harus dimajukan karena pembakaran campuran bahan bakar dan udara memerlukan waktu yang tetap baik pada putaran tinggi maupun rendah
    -> Komponen yang melakukan pemajuan dan pemunduran waktu pengapian atau ignition timing adalah sentrifugal advancer dan vakum advancer

  22. 5202418065

    2. Iginition timing merupakan kondisi di mana kendaraan dalam proses pemanasan. Proses tersebut termasuk salah satu sistem pengapian pada kendaraan. Cara perhitungan dari ignition timing sendiri terjadi saat busi mulai memantikkan api di ruang bakar, dengan waktu yang sama ketika piston memulai langkah kompresi.
    hal ini disebabkan karena waktu bakar mulai dari busi meloncatkan bunga api (beberapa derajad sebelum TMA) sampai dengan bahan bakar terbakar sempurna (beberapa derajad sesudah TMA) diperlukan waktu 1 ms (milli detik) sehingga jika putaran semakin tinggi maka waktu tempuh tetap maka jarak pengapian harus dirubah menjadi lebih maju sehingga didapatkan tekanan dan temperatur pembakaran maksimal tetap berada beberapa derajat sesudah TMA

  23. 5202418065

    3. Pada saat ujung nok menekan ebonit pada platina atau kontak pemutus maka platina akan membuka sehingga arus primer tidak akan mengalir.
    Pada saat kunci kontak On dan platina pada posisi membuka maka aliran arus primer yang mengalir dari baterai menuju ke massa akan terputus. Pada kondisi ini akan terjadi perubahan medan magnet atau juga disebut magnet jatuh (dari adanya kemagnetan dari platina menutup menjadi tidak ada kemagnetan karena platina membuka).

  24. 5202418065

    4. Transistor Unit
    Karena Transistor Unit merupakan bagian dari sistem pengapian transistor yang berfungsi untuk saklar yang menggantikan peran dari kontak platina yaitu memutuskan dan menghubungkan arus listrik yang menuju ke primer koil. Transistor unit terdiri dari tiga kaki yaitu emiter, basis, dan colector. Transistor sendiri dapat berfungsi sebagai konduktor serta isolator. Pada umumnya transistor di bedakan menjadi dua yaitu transistor PNP dan transistor NPN. Yang membedakan adalah triger dari kedua jenis transistor tersebut, PNP membutuhkan triger arus negatif atau dari massa, sedangkan NPN membutuhkan triger arus positif.

  25. 5202418065

    5. Prinsip kerja sistem pengapian konvensional adalah sebagai berikut: arus dari baterai akan mengalir ke kunci kontak melalui sekering yang berfungsi untuk melindungi rangkaian sistem pengapian, arus listrik akan diterukan ke koil pengapian. Pada koil pengapian ada dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Arus listrik yang bertegangan kurang lebih 12 volt dari baterai akan disalurkan ke kumparan primer koil kemudian mengalir ke platina dan ke massa. Ketika platina membuka oleh karena posos nok yang berputar, maka aliran listrik yang menuju kumparan primer tersebut akan terputus secara tiba-tiba. Terputusnya arus listrik pada kumparan primer secara tiba-tiba menyebabkan timbulnya induksi diri pada kumparan sekunder, sehingga tercipta tegangan yang tinggi pada kumparan sekunder. Selanjutnya tegangan tinggi pada kumparan sekunder tersebut disalurkan ke kabel busi untuk kemudian diteruskan ke busi guna diubah menjadi loncatan bunga api.
    Sistem pengapian elektronik memanfaatkan transistor untuk memutus dan mengalirkan arus primer coil. Jika pada sistem pengapian konvensional pemutusan arus primer kpil dilakukan secara mekanis dngn membuka dan menutup kontak pemutus maka pada sistem pengapian elektronik pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yg difungsikan sbg saklar

  26. NIM : 5202418005

    3.) Pada saat kontak pemutus tertutup, arus akan mengalir dari baterai ke kumparan primer, ke kontak pemutus, kemudian ke massa menyebabkan terjadinya medan magnet di sekeliling kumparan. Energi listrik diubah menjadi energi dalam bentuk medan magnet.

  27. 5202418065

    6. Perbedaan yang pertama, sumber arus yang digunakan untuk sistem pengapian CDI AC yaitu arus bolak-balik yang berasal langsung dari alternator (spul magnet) sedangkan pada sistem pengapian CDI DC untuk sumber arus yang digunakan adalah arus searah dan berasal dari baterai (aki).

    Perbedaan yang kedua, tegangan tinggi yang dihasilkan oleh sistem pengapian CDI DC ini cenderung stabil karena sumber arus berasal dari baterai yang tegangannya sama yaitu 12 volt pada setiap kondisi kecepatan mesin, namun pada sistem pengapian CDI AC arus sumber tergantung dari besarnya arus yang dihasilkan oleh alternator (spul magnet). Saat kendaraan berjalan pada kecepatan rendah maka arus yang dihasilkan oleh alternator cenderung rendah sehingga akan mempengaruhi tegangan tinggi yang dihasilkan juga menjadi lebih rendah.

    Perbedaan yang ketiga, kawat email (kawat spul) di alternator (spul magnet) pada sistem pengapian CDI AC akan lebih mudah terbakar karena panas yang berlebihan, namun pada sistem pengapian CDI DC tidak akan mudah terbakat kawat emailnya karena pada pengapian CDI DC menggunakan kawat email memiliki ukuran yang lebih besar.

  28. NIM : 5202418005
    4.) Sistem pengapian elektronik memanfaatkan transitor untuk memutusk dan menghubungkan arus primer koil. Jika pada sistem pengapian konvensional pemutusan arus primer koil dilakukan secara mekanis dengan membuka atau menutup kontak pemutus, maka pada sistem pengapian elektronil pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektrolis melalui transitor yang difungsikan sebagai saklar(switching transitor)

  29. 5202418065

    7. sistem pengapian konvensional: arus dari baterai akan mengalir ke kunci kontak melalui sekering yang berfungsi untuk melindungi rangkaian sistem pengapian, arus listrik akan diterukan ke koil pengapian.
    Sistem pengapian elektronik: memanfaatkan transistor untuk memutus dan mengalirkan arus primer coil. Jika pada sistem pengapian konvensional pemutusan arus primer kpil dilakukan secara mekanis dngn membuka dan menutup kontak pemutus maka pada sistem pengapian elektronik pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yg difungsikan sbg saklar
    Sistem pengapian CDI (Capacitor discharge ignition): sebuah rangkaian pengapian pada mesin bensin baik pada mobil atau motor yang memanfaatkan penyimpanan arus bertegangan tinggi untuk melakukan induksi pada ignition coi.

  30. NIM : 5202418005

    5.) ->Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian konvensional
    Apabila kontak pemutus dalam keadaan tertutup, maka arus akan mengalir ke kumparan primer menyebabkan terjadinya medan magnet pada kumparan energi listrik diubah menjadi energi dalam bentuk medan magnet. Apabila secara tiba-tiba kontak pemutus terbuka, maka arus pada kumparan akan terputus menyebabkan medan magnet pada kumparan hilang. Perubahan garis gaya magnet dengan cepat disekitar kumparan terjadinya kenaikan tegangan pada kumparan tersebut
    -> Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian elektronik
    Saat ada sinyal OFF, arus yang tadinya mengalir pada kumparan primer koil akan berhenti. Berhentinya arus dengan cepat ini menyebabkan hilangnya medan magnet pada koil dengan sangat cepat. Perubahan garis-garis gaya magnet yang sengat cepat ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi yang sangat tinggi pada kumparan sekunder koil
    -> Simpulan dari penjelasan diatas yaitu pada sistem pengapian konvensional memanfaatkan membuka dan menutupnya kontak pemutus sedangkan pada sistem pengapian elektronik memanfaatkan transitor untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil

  31. NIM : 5202418005

    6. Jika terminal 1 dan 3 terhubung, maka kapasitor sebagai sumber energi mengeluarkan muatannya melalui kumparan primer sebagai beban dalam rangkaian tersebut. Pada saat kapasitor mengeluarkan arus dengan cepat melalui kumparan, energi listrik yang disimpan dalam kapasitor dikonversi menjadi energi dalam bentuk medan magnet disekitar kumparan. Perubahan atau gerakan medan magnet yang sangat cepat menyebabkan terjadinya tegangan induksi pada kumparan sekunder koil

  32. 5202418052

    1. Dimulai ketika arus positif baterai masuk ke terminal input coil. Sehingga menyebabkan kumparan primer dan sekunder coil mendapat suplai arus listrik. Di kumparan primer arus mengalir dari terminal positif ke negatif terua ke masa melalui platina. Sehingga menyebabkan platina posisi tertutup dan tersambung, sehingga terjadi garis gaya magnet di sekitar kumparan primer. Sementara pada kumparan sekunder arus mengalir dari terminal positif menuju kumparan sekunder hingga ke busi. Sehingga kemagnetan di kumparan primer hilang. Pada keadaan jni sebenarnya sudah terjadi proses indukai elektromagnetik namus masih kecil. Saat mesin mulai bekerja maka platina juga mulai membuka dan menutup. Saat platina terbuka arus ke negatif coil terputus sehingga terjadi pergerakan medan magnet. Pergerakan itu diarahkan menuju kumparan sekunder. Saat kumparan sekunder terkena pergerakan medan magnet dari kumparan primer, maka akan menghasilkan lonjakan tegangan pada kumparan sekunder. Loncakan tegangan tersebut bisa berkisar 10 sampai 30 KV.
    Itulah proses penaikan tegangan tinggi pada coil pengapian.

  33. 5202418052

    2. Ignition Timing merupakan kondisi di mana kendaraan dalam proses pemanasan. Proses tersebut termasuk salah satu sistem pengapian pada kendaraan. Umumnya, proses ignition timing berkisar antara 5 hingga 15 derajat, sebelum titik mati atas dari RPM rendah. Sehingga busi bisa memercikkan bunga api pada kondisi yang tepat.
    Pengapian perlu dimajukan seiring dengan kenaikan putaran mesin? ini disebabkan karena waktu bakar mulai dari busi meloncatkan bunga api (beberapa derajad sebelum TMA) sampai dengan bahan bakar terbakar sempurna (beberapa derajad sesudah TMA) diperlukan waktu 1 ms (milli detik) sehingga jika putaran semakin tinggi maka waktu tempuh tetap maka jarak pengapian harus dirubah menjadi lebih maju sehingga didapatkan tekanan dan temperatur pembakaran maksimal tetap berada beberapa derajat sesudah TMA.
    Yang bertugas melakukan pemajuan dan pemunduran waktu pengapian adalah centrifugal advancer atau governor advancer. Sesuai dengan putaran mesin

  34. 5202418052

    3. Pada saat kunci kontak On dan platina pada posisi menutup. Maka akan terjadi rangkaian tertutup pada sirkuit rangkaian primer dan arus akan mengalir dari positif baterai menuju kunci kontak, menuju kumparan primer coil menuju kontak pemutus menuju massa dan akhirnya menuju terminal negatif baterai.
    Pada saat maka pada primer coil akan terbentuk medan magnet. Maka akan timbul tegangan induksi pada rangkaian sekunder. Tetapi tegangan induksi yang dihasilkan ini masih rendah sehingga tidak terjadi loncatan bunga api pada busi.

    Pada saat platina membuka maka aliran arus primer yang mengalir dari baterai menuju ke massa akan terputus. Pada kondisi ini akan terjadi perubahan medan magnet.
    Pada saat terjadinya perubahan magnet yang sangat cepat dan hanya sesaat pada coil pengapian tersebut, maka akan timbul tegangan induksi diri baik pada rangkaian primer maupun rangkaian sekunder. Pada rangkaian primer tegangan induksi diri mencapai sekitar 400 volt sedangkan pada rangkaian sekunder akan terjadi tegangan induksi diri mencapai sekitar 20.000 volt. Tegangan induksi diri pada rangkaian primer tersebut akan diserap melalui kondensor dan tegangan induksi diri pada rangkaian sekunder akan dimanfaatkan untuk menghasilkan loncatan api pada busi. Jadi loncatan api pada busi trjadi pada saat platina mulai membuka.

  35. 5202418052

    4. Komponen pengganti platina pada sistem pengapian elektronik adalah Transistor. Dengan penggunaan transistor atau tidak memakai kontak pemutus maka sistem pengapian transistor ini membuat efisiensi tenaga listrik terjaga sehingga arus listrik yang dibutuhkan untuk pembakaran lebih maksimal. Hal ini tentu diakibatkan oleh tidak adanya percikan bunga api yang biasanya terjadi pada kontak pemutus yang menyebabkan sebagian energi hilang.

  36. 5202418060

    1. Saat mesin mulai bekerja, maka platina juga akan mulai membuka dan menutup. Saat platina terbuka, arus listrik dari terminal negatif coil juga terputus. Sehingga saat arus primer terputus medan magnet akan bergerak kedalam mengenai kumparan sekunder dengan cepat sebelum menghilang. Saat kumparan sekunder terkena pergerakan medan magnet dari kumparan primer, maka akan menghasilkan lonjakan tegangan pada kumparan sekunder. Loncakan tegangan tersebut bisa berkisar 12 V sampai 20 KV. Tegangan pada koil bisa mengalami kenaikan karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder lebih banyak dengan jumlah 15.000-30.000 lilitan dari pada jumlah lilitan primer yang hanya 100-200 lilitan.

  37. 5202418060

    2. Ignition Timing merupakan saat dimana busi mulai memercikkan bunga api pada saat piston beberapa derajat (8° umumnya) sebelum TMA untuk memulai pembakaran campuran bahan bakar dan udara. Ignition timing bisa maju disebabkan karena waktu bakar mulai dari busi meloncatkan bunga api (beberapa derajat sebelum TMA) sampai dengan bahan bakar terbakar sempurna (beberapa derajat sesudah TMA) diperlukan waktu 0,003 detik sehingga jika putaran semakin tinggi maka waktu tempuh tetap maka jarak pengapian harus dirubah menjadi lebih maju sehingga didapatkan tekanan dan temperatur pembakaran maksimal tetap berada beberapa derajat sesudah TMA. Kemudian yang membuat ignition timing maju atau mundur adalah Advance Sentrifugal dan Advance Vakuum.

  38. 5202418060

    3. Saat kontak pemutus tertutup maka yang terjadi arus dari battery mengalir ke kumparan primer, ke kontak pemutus, kemudian ke massa. Aliran arus pada kumparan ini akan menyebabkan terjadinya medan magnet di sekeliling kumparan. Pada keadaan ini, energi listrik yang mengalir diubah menjadi energi dalam bentuk medan magnet.
    Saat kontak pemutus terbuka maka yang terjadi arus pada kumparan primer dengan cepat terputus. Terputusnya aliran arus ini menyebabkan medan magnet di sekitar kumparan menjadi hilang dengan cepat. Perubahan garis gaya magnet dengan cepat di sekitar kumparan menyebabkan terjadinya tegangan pada kumparan tersebut. Jadi, energi dalam bentuk medan magnet tersebut dikembalikan ke kumparan dalam bentuk energi listrik. Pada kedua kumparan akan terjadi tegangan induksi. Pada kumparan primer disebut dengan induksi diri sedangkan pada kumparan sekunder disebut induksi mutual. Kemudian yang dari kumparan primer menuju ke kapasitor dan tegangan yang dari kumparan sekunder menuju ke busi.

  39. 5202418060

    4. Pada sistem pengapian elektronik ini di lakukan secara elektronis dengan menggunakan TRANSISTOR untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan transistor maka pemutusan arus primer koil lebih stabil pada kecepatan rendah dan kumparan sekunder bisa menghasilkan tegangan tinggi dengan stabil. Selain itu menggunakan transistor juga bisa menaikan arus primer untuk meningkatkan energi pembakaran agar pengapiannya akurat tanpa terjadi misfiring meskipun kecepatannya rendah.

  40. 5202418060

    5. Prinsip kerja sistem pengapian konvensional dimulai dari baterai memberikan arus yang besar (sekitar 4A) pada kumparan primer yang mempunyai tahanan kecil. Kontak pemutus yang dibuka oleh cam dengan cepat memutus aliran arus primer sehingga arusnya menjadi nol. Perubahan medan magnet yang sangat cepat pada kumparan primer saat kontak pemutus terbuka menghasilkan tegangan induksi. Jumlah kumparan sekunder yang lebih banyak dibandingkan kumparan primer bekerja seperti transformator penaik tegangan yang dapat meningkatkan tegangan menjadi sangat tinggi pada kumparan sekunder. Kondensor dapat meredam percikan api diantara kontak pemutus saat kontak pemutus terbuka.
    Prinsip kerja sistem pengapian elektronik dimulai apabila kunci kontak dalam kondisi on dan generator pulsa menghasilkan sinyal tegangan, maka arus dari penghasil pulsa tersebut mengalir ke kaki basis transistor, ke kaki emitor, kemudian ke massa. Karena ada arus yang masuk ke basis, maka transistor ini menjadi ON sehingga kaki kolektor dan emitornya terhubung. Akibat transistor ON maka arus yang besar mengalir dari baterai, ke kunci kontak, ke kumparan primer koil, ke kaki kolektor transistor, kaki emitor, kemudian ke massa. Aliran arus ke kumparan primer koil ini menyebabkan medan magnet pada koil. Jika sinyal generator pulsa off dan transistor juga off maka arus yang tadinya mengalir pada kumparan primer koil akan terhenti. Berhentinya aliran arus yang cepat ini juga menyebabkan medan magnet. Perubahan garis gaya magnet yang sangat cepat ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi yang sangat tinggi pada kumparan sekunder koil sehingga tegangan tinggi ini bisa di salurkan ke busi.
    Simpulan
    Pada dasarnya prinsip kerja sistem pengapian konvensional terjadi karena membuka dan menutupnya kontak pemutus atau platina yang digerakkan oleh cam sedangkan pada prinsip kerja sistem pengapian elektronik terjadi karena adanya sinyal dari generator pulsa yang membuat transistor ON atau OFF melalui kaki basis transistor.

  41. 5202418060

    6. Pada sistem CDI koil masih digunakan tetapi fungsinya hanya sebagai transformator tegangan tinggi, tidak untuk menyimpan energi. Sebagai pengganti sebuah kapasitor digunakan sebagai penyimpan energi. Dalam sistem ini kapasitor di isi (charged) dengan tegangan tinggi sekitar 300 V sampai 500 V, dan pada saat sistem bekerja (triggered), kapasitor tersebut membuang (discharge) energinya ke kumparan primer koil pengapian. Koil tersebut menaikan tegangan (dari pembuangan muatan kapasitor) menjadi tegangan yang lebih tinggi pada kumparan sekunder untuk menghasilkan percikan api pada busi.

  42. 5202418060

    7. Simpulan dari prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional, elektronik, dan CDI yaitu dengan tetap menggunakan ignition coil untuk membangkitkan tengangan tinggi melalui kumparan sekunder. Akan tetapi yang membedakan ketiga sistem pengapian tersebut terletak pada proses sebelum menuju ke kumparan sekunder. Sistem pengapian konvensional memanfaatkan cara kerja kontak pemutus atau platina yang digerakkan oleh cam untuk memutus atau menghubungkan arus dari baterai ke kumparan primer. Sistem pengapian elektronik memanfaatkan cara kerja transistor untuk memutus dan menghubungkan arus ke kumparan primer melalui sinyal dari generator pulsa yang membuat transistor ON atau OFF melalui kaki basis transistor sehingga menyebabkan medan magnet pada kumparan primer koil. Sistem pengapian CDI memanfaatkan kerja pengisian dan pembuangan muatan kapasitor untuk menaikan tegangan tinggi melalui kumparan primer koil. Koil disini hanya digunakan untuk transformator tegangan tinggi saja, bukan untuk menyimpan energi.

  43. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    1. Prinsip penaikan tegangan pada coil yaitu dengan cara kumparan sekunder jumlah lilitannya lebih banyak dibandingkan dengan lilitan kumparan primer.

  44. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    2. #Ignition timing adalah waktu pengapian atau waktu pada saat busi memercikan bunga api.
    # Mengapa pada saat putaran tinggi timing pengapian harus di majukan Karena pengapian butuh waktu, dan yang memajukan adalah electronik control modul(ECM).

  45. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    3.#pada saat kontak pemutus tertutup:
    a.Arus mengalir ke kumparan primer coil
    b.Terjadinya medan magnet pada coil.
    c.Muatan kapasitor dibuang ke massa/ground melalui platina.
    #pada saat kontak pemutus terbuka:
    a.Arus pada kumparan primer terputus.
    b.Medan magnet menghilang.
    c.Terjadi tegangan induksi diri dikumparan primer dan di simpan ke kapasitor.
    d.Terjadi induksi mutual pada kumparan sekunder dan disalurkan kebusi oleh distributor.

  46. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    4.komponen pengganti peran kontak pemutus pada pengapian konvensional pada pengapian sistem elektronik yaitu transistor digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus primer coil untuk menghasilkan tegangan tinggi, tetapi kontak pemutus masih digunakan untuk memicu kerja transistor.

  47. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    5.pada sistem pengapian konvensial pembangkit tegangan tinggi yaitu dengan cara memperbanyak jumlah lilitan sekunder pada coil dan masih menggunakan sistem kontak pemutus, sedangkan pada pengapian elektronik pembangkitan tegangan tinggi dilakukan oleh transistor dengan memutus atau menghubungkan arus primer coil.
    Simpulan pada dasarnya pembangkitan tegangan tinggi pada kedua sistem hampir sama,yang membedakan hanya komponen yang melakukannya.

  48. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    6.pembangkitan pada sistem pengapian CDI yaitu dengan cara mengalirkan arus kepada kumparan sekunder, berbeda dengan sistem yang lain karena sistem yang lain kumparan primer arusnya diputus.

  49. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    7.kesimpulan:
    Pada sistem pengapian konvensional dan elektronik pembangkitan tegangan tinggi dengan cara memutus arus yang mengalir ke kumparan primer, sedangkan pada pengapian CDI pembangkitan tegangan timggi dengan cara mengalirkan arus pada kumparan primer.

  50. Nim : 5202418044

    1. Koil dapat menaikan tegangan batrai menjadi tegangan tinggi karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder koil jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kimparan primernya. Jumlah kumparan primer sekitar 100 sampai 200 lilit dengan diameter kawat 0,5 sampai 1mm dan jumlah lilitan sekunder sekitar 15000 sampai 30000 lilit dengan diameter kawat 0,05 sampai 0,1mm

  51. 5202418077

    1. Apabila kontak pemutus tertutup arus dari baterai mengalir ke kumparan primer ke kontak pemutus lalu ke massa sehingga menyebabkan terjadinya medan magnet di sekeliling kumparan primer. Apabila tina tina kontak pemutus terbuka maka dengan cepat arus kumparan primer terputus sehingga menyebabkan medan magnet hilang. Pada saat medan magnet hilang maka terjadi perubahan garis gaya magnet yang menyebabkan terjadinya tegangan pada kumparan. Pada kumparan terjadi tegangan induksi. Pada kumparan primer disebut induksi diri (self induction) dan di kumparan sekunder disebut induksi mutual (mutual induction). Apabila ujung kumparan sekunder terhubung dengan elektroda positif dan negatif, maka akan terjadi loncatan bunga api diantara kedua elektroda tersebut.

  52. NIM:5202418053

    1. Ignition Coil bekerja berdasarkan prinsip trafo step up menggunakan induksi elektromagnetic.
    Cara kerja ignition coil dimulai ketika arus listrik positive dari baterai masuk kedalam terminal input ignition coil.
    Untuk memperbesar output yang dihasilkan, maka perlu mengarahkan garis gaya magnet ke dalam kumparan sekunder dengan waktu yang cepat.
    Saat mesin mulai bekerja, maka platina juga akan mulai membuka dan menutup. Saat platina terbuka, arus listrik dari terminal negative coil juga terputus. Sehingga terjadi pergerakan medan magnet pada coil sebelum akhirnya menghilang.
    Pergerakan itu diarahkan menuju kumparan sekunder berkat desain penempatan coil yang berlapis. Sehingga saat arus primer terputus medan magnet akan bergerak kedalam mengenai kumparan sekunder dengan cepat sebelum menghilang.
    Saat kumparan sekunder terkena pergerakan medan magnet dari kumparan primer, maka akan menghasilkan lonjakan tegangan pada kumparan sekunder. Loncakan tegangan tersebut bisa berkisar 10 sampai 30 KV.
    Dengan listrik yang mencapai puluhan KV, memungkinkan terjadinya percikan bunga api pada busi. Karena sifat arus akan selalu mendekati masa.
    Saat paltina kembali terhubung, maka arus primer juga terhubung kembali dengan masa. Sehingga medan magnet pada coil akan kembali terbentuk. Proses ini akan berlangsung secara terus menerus selama mesin hidup.

  53. NIM:5202418053

    3. Prinsip kerja sistem pengapian konvensional ada dua kondisi yaitu kondisi saat kunci kontak ON platina menutup dan Aliran arus listrik pada saat platina membuka.

    1) Pada saat kunci kontak ON, Platina menutup
    Aliran Arus Listrik Saat Konci Kontak ON, Platina Menutup
    Aliran arusnya adalah sebagai berikut:
    Baterai —-> Kunci kontak —-> Primer koil —-> Platina —-> Massa.
    Akibat aliran listrik pada primer koil, maka inti koil menjadi magnet. Pada saat terjadi rangkaian tertutup ini pada rangkaian primer maka pada koil akan terbentuk medan magnet. Dari yang tidak ada magnet menjadi ada magnet maka akan timbul tegangan induksi pada rangkaian sekunder. Tetapi tegangan induksi yang dihasilkan ini masih rendah sehingga tidak terjadi loncatan bunga api pada busi.

    2) Saat platina membuka
    Aliran Arus Saat Platina terbuka
    Saat platina membuka, arus listrik melalui primer koil terputus, terjadi induksi tegangan tinggi pada sekunder koil, sehingga arus akan mengalir seperti dibawah ini:
    Sekunder koil —-> Kabel tegangan tinggi —-> Tutup distributor —-> Rotor —-> Kabel tegangan tinggi (kabel busi) —-> Busi —-> Massa.
    Pada saat terjadinya perubahan magnet yang sangat cepat dan hanya sesaat pada koil pengapian tersebut, maka akan timbul tegangan induksi diri baik pada rangkaian primer maupun rangkaian sekunder. Pada rangkaian primer tegangan induksi diri mencapai sekitar 400 volt sedangkan pada rangkaian sekunder akan terjadi tegangan induksi diri mencapai sekitar 20.000 volt. Tegangan induksi diri pada rangkaian primer tersebut akan diserap melalui kondensor dan tegangan induksi diri pada rangkaian sekunder akan dimanfaatkan untuk menghasilkan loncatan api pada busi. Jadi loncatan api pada busi trjadi pada saat platina mulai membuka.

  54. NIM:5202418053

    4.Sistem pengapian elektronik memanfaatkan transistor untuk memutus dan mengalirkan arus primer koil. Jika pada sistem pengapian konvensional pemutusan arus primer koil dilakukan secara mekanis dengan membuka dan menutup kontak pemutus, maka pada sistem pengapian elektronik pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yang difungsikan sebagai saklar (switching transistor).

  55. NIM 5202418064

    1. Penaikan tegangan tinggi terjadi pada koil pengapian. Koil dapat menaikkan tegangan tinggi baterai menjadi tegangan tinggi karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder koil jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kumparan primer. Jumlah kumparan primer sekitar 100 sampai 200 lilit dengan diameter kawat 0,5 sampai 1 mm dan jumlah kumparan sekunder sekitar 15000 sampai 30000 lilit dengan diameter kawat 0,05 sampai 0,1 mm.

  56. NIM:5202418053

    2. Saat pengapian (ignition timing) pada suatu motor bensin adalah saat di mana busi memercikan bungan api dengan tepat pada akhir langkah kompresi untuk memulai pembakaran di dalam ruang bakar.

    Proses pembakaran di dalam ruang bakar membutuhkan waktu yang relative konstan baik pada putaran lambat maupun tinggi. Oleh karena itu, pada putaran tinggi saat pengapian harus dimajukan untuk memenuhi waktu pembakaran sehingga tekanan maksimum pembakaran tetap berada sekitar 100 setelah titik mati atas baik pada putaran rendah maupun tinggi.

    Vakum dan sentrifugal advancer berfungsi untuk memajukan atau memundurkan saat pengapian sesuai dengan putaran dan beban mesin.

  57. 5202418056
    No.1
    Koil akan menaikkan tegangan baterai menjadi tegangan tinggi, karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder koil lebih banyak daripada jumlah lilitan kumparan primer koil.

  58. 5202418056
    No.2
    ignition timing adalah waktu saat busi memercikkan bunga api , ignition timing harus dimajukan pada saat putaran tinggi karena piston bergerak lebih cepat,jika tidak di majukan maka pada saat piston berada di TMA busi belum memercikkan bunga api begitu juga sebaliknya pada saat busi berada di TMB busi malah memercikkan bunga api, dua mekanisme untuk memaju mundurkan pengapian yaitu sentrifugal advancer dan vakum advencer.

  59. 5202418043
    Pada koil pengapian terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder yang digulung pada inti besi. Kumparan-kumpuran tersebut terbuat dari baja silikon tipis dan bertugas menaikkan tegangan rendah dari baterai (12 volt) menjadi tegangan tinggi (10 kv atau lebih) melalui proses induksi elektromagnetik.

  60. 5202418056 No.2 ignition timing adalah waktu saat busi memercikkan bunga api , ignition timing harus dimajukan pada saat putaran tinggi karena piston bergerak lebih cepat,jika tidak di majukan maka pada saat piston berada di TMA busi belum memercikkan bunga api begitu juga sebaliknya pada saat busi berada di TMB busi malah memercikkan bunga api, dua mekanisme untuk memaju mundurkan pengapian yaitu sentrifugal advancer dan vakum advencer.

  61. 5202418056
    No.3 Arus di kumparan primer terhubung, terjadi kemagnetan, terjadi induksi pada kumparan sekunder namun tegangan induksi masih kecil sehingga tidak terjadi loncatan bunga api pada busi ,pada saat platina terbuka arus pada kumparan primer terputus kemagnetan pun ikut menghilang, terjadi induksi diri baik pada kumparan primer maupun sekunder tegangan induksi pada kumparan primer akan masuk ke kondensor sedangkan tegangan induksi diri yang ada di kumparan sekunder akan di salur kan ke busi sehingga menghasilkan bunga api.

  62. 5202418056
    No.4. Pengganti kontak pemutus atau platina pada system pengapian elektronik adalah pulser (rotor dan pick-up), Pulser adalah pembaca tonjolan suatu sinyal di magnet, berupa besi magnet yang dililit oleh kawat tembaga halus jika dilewati besi akan mengeluarkan arus listrik dan arus listrik itu yang menimbulkan komponen CDI untuk mengeluarkan timbunan arus listrik pada kapasitor untuk di salurkan ke koil dan di perbesar untuk menyalakan busi sampai terjadi pembakaran di ruang bakar motor.

  63. 5202418056
    No.5. Pada kumparan primer mempunyai tahanan kecil. Kontak pemutus yang di buka oleh cam shaft dengan cepat memutus aliran arus primer sehingga arusnya menjadi nol.perubahan yang sangat cepat pada kumparan primer saat kontak pemutus terbuka menghasilkan tegangan induksi. Jumlah kumparan sekunder yang lebih banyak di bandingkan kumparan primer menyebabkan naiknya tegangan pada kumparan sekunder, sedangkan pada pengapian elektronik memanfaatkan transistor sebagai pemutus dan penghubung arus primer koil Kesimpulannya adalah pembangkit tegangan tinggi pada system konvensional ataupun pada system elektronik sama yang membedakan hanyalah pada pemutus dan penghubung arusnya jika pada system konvensional menggunakan poros camshaft yang menggerakkan platina sedangkan pada system elektronik melalui power transistor yang di fungsikan sebagai saklar

  64. 5202418056
    No.6. Pada sistem konvensional,koil digunakan untuk membangkitkan tegangan tinggi serta penyimpan energi,sedangkan pada system CDI koil digunakan sebagai transformator tegangan tinggi tidak untuk menyimpan energy , pemutus dan penghubung arusnya menggunakan pulser. Sebagai pengganti kapasitor di gunakan sebagai penyimpan energi. Dalam system ini kapasitor di isi dengan tegangan tinggi sekitar 300V sampai 500V, yang selanjutnya akan di buang ke coil dan akan di ubah ke tegangan yang lebih tinggi.

  65. 5202418056
    No.7. Pembangkit tegangan tinggi pada sistem konvensional, elektronik, maupun CDI sama sama menggunakan koil yang menjadi pembeda adalah pemutus dan penghubung tegangan dari baterai ke koil, sistem konvensional menggunakan patina sebagai pemutus dan penghubung arus, pada sistem elektronis menggunakan transistor sebagai pemutus dan penghubung arus sedangkan pada sistem CDI menggunakan pulser pada sistem CDI menggunakan kapasitor sebagai penyimpan energy lalu koil hanya sebagai penaik tegangan sedangkan pada sistem elektronis dan konvensional energy di simpan di koil lalu di naikkan di koil.

  66. Nim : 5202418044

    2. Ignition timing adalah waktu saat busi memercikkan bunga api , ignition timing harus dimajukan pada saat putaran tinggi karena piston bergerak lebih cepat,jika tidak di majukan maka pada saat piston berada di TMA busi belum memercikkan bunga api begitu juga sebaliknya pada saat busi berada di TMB busi malah memercikkan bunga api, dua mekanisme untuk memaju mundurkan pengapian yaitu sentrifugal advancer dan vakum advencer.

  67. Nim : 5202418044

    3. Arus di kumparan primer terhubung, terjadi kemagnetan, terjadi induksi pada kumparan sekunder namun tegangan induksi masih kecil sehingga tidak terjadi loncatan bunga api pada busi ,pada saat platina terbuka arus pada kumparan primer terputus kemagnetan pun ikut menghilang, terjadi induksi diri baik pada kumparan primer maupun sekunder tegangan induksi pada kumparan primer akan masuk ke kondensor sedangkan tegangan induksi diri yang ada di kumparan sekunder akan di salur kan ke busi sehingga menghasilkan bunga api.

  68. Nim : 5202418044

    4. Pengganti kontak pemutus atau platina pada system pengapian elektronik adalah pulser (rotor dan pick-up), Pulser adalah pembaca tonjolan suatu sinyal di magnet, berupa besi magnet yang dililit oleh kawat tembaga halus jika dilewati besi akan mengeluarkan arus listrik dan arus listrik itu yang menimbulkan komponen CDI untuk mengeluarkan timbunan arus listrik pada kapasitor untuk di salurkan ke koil dan di perbesar untuk menyalakan busi sampai terjadi pembakaran di ruang bakar motor.

  69. 5202418046
    No 1
    Pada saat mesin bekerja, maka platina juga akan mulai membuka dan menutup. Saat platina terbuka, arus listrik dari terminal negatif coil juga terputus. Sehingga arus primer terputus medan magnet akan bergerak kedalam mengenai kumparan sekunder dengan cepat sebelum menghilang. Saat kumparan sekunder terkena pergerakan medan magnet dari kumparan primer, maka akan menghasilkan lonjakan tegangan pada kumparan sekunder. tegangan tersebut bisa berkisar 12 V sampai 20 KV. Tegangan pada koil bisa mengalami kenaikan karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder lebih banyak dengan jumlah 15.000-30.000 lilitan dari pada jumlah lilitan primer yang hanya 100-200 lilitan.

  70. 5202418045
    No 2.
    Ignition Timing merupakan saat busi mulai memercikkan bunga api pada saat piston beberapa derajat (8°) sebelum TMA untuk memulai pembakaran campuran bahan bakar dan udara. Ignition bisa maju disebabkan karena waktu bakar mulai dari busi meloncatkan bunga api  (beberapa derajad sebelum TMA) sampai dengan bahan bakar terbakar sempurna (beberapa derajad sesudah  TMA) diperlukan waktu 0,003 detik sehingga jika putaran semakin tinggi maka waktu tempuh tetap maka jarak pengapian harus dirubah menjadi lebih maju sehingga didapatkan tekanan dan temperatur pembakaran maksimal tetap berada beberapa derajat sesudah TMA.

  71. 5202418074
    1.Koil pengapian dapat menghasilkan atau membangkitkan tegangan tinggi jika arus primer diputuskan secara tiba-tiba dengan jalan membuka kontak platina. Arus listrik yang dihasilkan pada kumparan primer dan sekunder.
    bahwa besarnya arus yang mengalir pada kumparan primer tidak bisa langsung maksimum ketika platina terhubung (menutup), hal ini karena arus tidak langsung mengalir menuju kumparan primer. Dengan adanya tahanan pada kumparan primer mengakibatkan terjadinya perubahan gaya maget yang terjadi secara bertahap. Lalu tegangan tinggi pada kumparan sekunder terjadi dalam waktu yang singkat. Dan besarnya tegangan yang ada di kumparan sekunder ini ditentukan oleh beberapa faktor ini:
    -Banyaknya jumah garis gaya magnet, semakin banyak jumah garis gaya magnet yang terbentu pada kumparan, maka semakin besar pula tegangan yang dihasilkan melalui induksi.

    -Banyaknya kumparan, semakin banyak jumlah lilitan yang ada pada kumparan, maka semakin tinggi tegangan yang dihasilkan. Pada poin ini mungkin sobat lebih tahu jika pernah bermain tamiya dan mensetting dinamo tamiya.

    -Yang terakhir yaitu perubahan garis gaya magnet, semakin cepat berubahnya garis gaya magnet pada kumparan, maka semakin tinggi tegangan yang dihasilkan pada kumparan sekunder.

    Dan pada intinya atau kesimpulannya adalah untuk membangkitkan tegangan pada kumparan sekunder, maka arus yang mengalir pada kumparan primer sebisa mungkin harus besar dan pemutusan arusnya harus terjadi secepat mungkin.

  72. 5202418074
    2.Pengertian Waktu Pengapian/ Timing Ignition adalah Waktu pengapian ,umumnya terjadi antara 5 sampai 15 derajat sebelum TMA pada RPM rendah. Tidak semua mesin memiliki waktu pengapian yang sama , tergantung pada spesifikasi standar dari pabrik pembuatnya . Ada mesin yang pengapian standarnya 7 derajat sebelum TMA , atau 8 derajat sebelum TMA.

    Jadi setiap mesin mempunyai standar waktu pengapian masing – masing , namun cara perhitungan derajatnya tetap sama, misalkan ketika piston menuju TMA , kemudian busi memercikan api pada saat posisi piston 10 derajat sebelum mencapai titik nol derajat TMA (10 derajat sebelum TMA ) , sehingga waktu busi memercikkan api bisa sebut waktu pengapian .

    Dalam hal penyetelan waktu pengapian, banyak dipengaruhi oleh banyak faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan rambat api busi di ruang bakar, diantaranya adalah :

    Governoor centrifugal advancer adalah salah satu perangkat pada sistem pengapian konvensional yang berfungsi untuk MEMAJUKAN timming pengapian sesuai RPM mesin.

    Mengapa sentrifugal advancer diperlukan ?
    Ini dikarenakan ada beberapa kondisi mesin dimana sudut timming harus diubah baik dimajukan atau dimundurkan. Contohnya saat mesin menerima beban berat maka perlu dilakukan pemunduran pengapian melalui komponen Vacuum Advancer.

    Kondisi lain, yakni ketika mesin berada pada RPM tinggi. Maka pengapian juga perlu dimajukan karena semakin cepat gerakan piston maka harus semakin awal juga pembakarannya agar pembakaran terjadi secara keseluruhan.

  73. 5202418074
    3.Pada saat engine hidup maka nok distributor juga akan berputar. Pada saat ujung nok menekan ebonit pada platina atau kontak pemutus maka platina akan membuka sehingga arus primer tidak akan mengalir. Pada saat nok tidak menekan ebonit maka platina akan menutup sehingga arus primer akan mengalir. Hal tersebut akan bekerja berulang-ulang pada saat engine hidup.

    Cara kerja sistem pengapian
    1. Pada saat kunci kontak pada posisi on dan platina menutup

    Pada saat kunci kontak On dan platina pada posisi menutup maka akan terjadi rangkaian tertutup pada sirkuit rangkaian primer sehingga arus akan mengalir dari plus baterai atau aki menuju kunci kontak menuju kumparan primer koil menuju kontak pemutus menuju massa dan akhirnya menuju minus baterai.

    Pada saat terjadi rangkaian tertutup ini pada rangkaian primer maka pada koil akan terbentuk medan magnet. Dari yang tidak ada magnet menjadi ada magnet maka akan timbul tegangan induksi pada rangkaian sekunder. Tetapi tegangan induksi yang dihasilkan ini masih rendah sehingga tidak terjadi loncatan bunga api pada busi

    2. Saat kunci pada posisi on dan platina membuka

    Pada saat kunci kontak On dan platina pada posisi membuka maka aliran arus primer yang mengalir dari baterai menuju ke massa akan terputus. Pada kondisi ini akan terjadi perubahan medan magnet atau juga disebut magnet jatuh (dari adanya kemagnetan dari platina menutup menjadi tidak ada kemagnetan karena platina membuka).

    Pada saat terjadinya perubahan magnet yang sangat cepat dan hanya sesaat pada koil pengapian tersebut, maka akan timbul tegangan induksi diri baik pada rangkaian primer maupun rangkaian sekunder. Pada rangkaian primer tegangan induksi diri mencapai sekitar 400 volt sedangkan pada rangkaian sekunder akan terjadi tegangan induksi diri mencapai sekitar 20.000 volt. Tegangan induksi diri pada rangkaian primer tersebut akan diserap melalui kondensor dan tegangan induksi diri pada rangkaian sekunder akan dimanfaatkan untuk menghasilkan loncatan api pada busi. Jadi loncatan api pada busi trjadi pada saat platina mulai membuka.

  74. 5202418074
    4.Transistor Unit merupakan bagian dari sistem pengapian transistor yang berfungsi untuk saklar yang menggantikan peran dari kontak platina yaitu memutuskan dan menghubungkan arus listrik yang menuju ke primer koil. Transistor unit terdiri dari tiga kaki yaitu emiter, basis, dan colector. Transistor sendiri dapat berfungsi sebagai konduktor serta isolator. Pada umumnya transistor di bedakan menjadi dua yaitu transistor PNP dan transistor NPN. Yang membedakan adalah triger dari kedua jenis transistor tersebut, PNP membutuhkan triger arus negatif atau dari massa, sedangkan NPN membutuhkan triger arus positif.

  75. 5202418074
    5.Pengapian konvensional
    Prinsip dasarnya adalah sebuah rangkaian mekatronika yang bertujuan untuk membangkitkan percikan api pada busi, dengan memanfaatkan energi listrik bertegangan tinggi yang didapat dari proses induksi pada coil.
    Didalam coil terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan sekunder, keduanya memiliki input arus listrik yang sama, akan tetapi untuk outputnya berbeda. Jadi kumparan primer memiliki output yang mengarah ke rangkaian pemutus arus sedangkan sekuder memiliki output mengarah ke busi.
    Pada sistem ini banyak digunakan pada mobil lawas seperti kijang generasi awal dan colt. Cara kerja sistem pengapian konvensional cukup sederhana. Pada saat kontak berada di posisi ON , maka arus listrik dari battery atau accu mengalir ke coil dan keluar menuju platina. Dalam hal ini posisi mesin belum berputar atau belum starting maka dari platina akan menghubungkan arus ke massa, sehingga menimbulkan kemagnetan pada kumparan primer.

    Pengapian transistor/elektronik
    Pada prinsipnya sistem ini sama dengan sistem pengapian konvensional, yang membedakan adalah platina sudah tidak digunkan melainkan sebuah transistor. Fungsinya untuk menggantikan peran platina, biasanya dikenal dengan sistem pengapian elektronik.
    Sistem pengapian transistor memanfaatkan komponen transistor sebagai saklar elektronik untuk pemutus arus premier dan mengasilkan induksi eletromagnetik.
    Sistem pengaian pada mobil ini di perkenalkan pada tahun 1955 oleh Lucas, saat itu mdel pengapian ini digunakan pada mobil BRM dan Conventry Climax F1, masih banyak memanfaatkan komponen mekanikal pada sistem pengapian konvensional.
    Pengapian sistem transistor (eletronik) dibagi menjadi dua macam:
    -Sistem pengapian semi transistor
    Sistem ini masih menggunakan kontak platina. Namun bukan berfungsi untuk memutus arus primer coil, melainkan untuk memutuskan arus menuju kaki basis pada transistor.
    -Sistem pengapian fully transistor
    Sistem kedua sudah tidak menggunakan platina atau murni pengapian elektrik. Untuk memutuskan arus pada kaki basis, digunakan alat berupa igniter yang akan mengirimkan sinyak sesuai timing pengapian untuk memutuskan arus pada kaki basis transistor
    Prinsip kerja pengapian transistor (elektronik) pada mobil hampir sama dengan pengapian konvensional dan perbedaan terletak pada cara pemutusan arus primer. Namun baik pengapian semi transistor dan pengapian fully transistor memiliki perbedaan cara kerja, pada pengapian semi transistor Saat mesin berputar, cam didalam distributor juga ikut berputar. Hal itu menyebabkan platina dalam kondisi terbuka dan tertutup. Saat platina dalam kondisi terbuka atau terputus, arus listrik yang menuju kaki basis juga ikut terputus. Sehingga kaki kolektor dan emitor juga ikut terputus. Sedangkan pada fully transistor pulse igniter sebagai pengganti peran platina sebagai pemutus dan pembuka aliran arus listik.

  76. 5202418074
    6. Sistem pengapian jenis ini lebih mengarah ke sistem pengapian elektrik, karena diatur secara elektrik oleh satu komponen yang disebut CDI (Capacitor Discharge Ignition). Pengertian komponen CDI ini secara umum merupakan sebuat alat yang dapat mengatur dan menghasilkan energi listrik yang sangat bagus di semua rentang putaran mesin (RPM). Mulai dari putaran rendah yaitu pada saat start dan sampai pada putaran tinggi yaitu saat kendaraan di pacu sangat kencang.
    Kesimpulannya CDI ini mempunyai fungsi yang sama seperti platina, akan tetapi CDI bekerja menggunakan modul komponen elektrik, sehingga lebih awet dan tahan lama daripada platina, karena tidak mengalami keausan. Jika pada sistem pengapian konvensional mengalami gangguan atau masalah, biasanya bisa di atasi dengan menyetel platina secara manual, akan tetapi pada sistem pengapian yang sudah menggunakan CDI hanya dapat melakukan pengecekan kondisi saja, bila terjadi masalah atau gangguan sebaiknya langsung di ganti saja.
    Prinsip kerja
    Prinsip kerja sistem pengapian CDI yang menggunakan arus DC yaitu ketika kunci kontak pada posisi “ON”, arus dari baterai akan mengalir menuju ke saklar. Jika saklar “ON” maka arus akan mengalir menuju ke kumparan penguat arus yang ada dalam CDI yang akan meningkatkan tegangan baterai yang mulanya dari 12 volt DC akan di ubah menjadi 220 volt AC.
    Setelah itu arus akan di searahkan oleh dioda dan dialirkan menuju kondensor untuk disimpan sementara. Akibat dari putaran mesin, coil pulsa menghasilkan arus yang kemudian menghidupkan SCR, jadi akan memicu kondensor untuk mengalirkan arus menuju ke kumparan primer coil pengapian.
    Di saat terjadi pemutusan arus yang mengalir di kumparan primer coil pengapian, maka akan timbul tegangan induksi pada kedua kumparan. Tegangan tersebut akan membuat busi memercikkan bunga api untuk membakar campuran bahan bakar dan udara yang ada dalam ruang bakar.

  77. 5202418074
    7. -Konvensional
    Didalam coil terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan sekunder, keduanya memiliki input arus listrik yang sama, akan tetapi untuk outputnya berbeda. Jadi kumparan primer memiliki output yang mengarah ke rangkaian pemutus arus sedangkan sekuder memiliki output mengarah ke busi.
    Pada sistem ini banyak digunakan pada mobil lawas seperti kijang generasi awal dan colt. Cara kerja sistem pengapian konvensional cukup sederhana. Pada saat kontak berada di posisi ON , maka arus listrik dari battery atau accu mengalir ke coil dan keluar menuju platina. Dalam hal ini posisi mesin belum berputar atau belum starting maka dari platina akan menghubungkan arus ke massa, sehingga menimbulkan kemagnetan pada kumparan primer.
    -Elektronik/transistor
    Prinsip kerja pengapian transistor (elektronik) pada mobil hampir sama dengan pengapian konvensional dan perbedaan terletak pada cara pemutusan arus primer. Namun baik pengapian semi transistor dan pengapian fully transistor memiliki perbedaan cara kerja, pada pengapian semi transistor Saat mesin berputar, cam didalam distributor juga ikut berputar. Hal itu menyebabkan platina dalam kondisi terbuka dan tertutup. Saat platina dalam kondisi terbuka atau terputus, arus listrik yang menuju kaki basis juga ikut terputus. Sehingga kaki kolektor dan emitor juga ikut terputus. Sedangkan pada fully transistor pulse igniter sebagai pengganti peran platina sebagai pemutus dan pembuka aliran arus listik.
    Sistem pengapian transistor memanfaatkan komponen transistor sebagai saklar elektronik untuk pemutus arus premier dan mengasilkan induksi eletromagnetik.
    -CDI
    Kesimpulannya CDI ini mempunyai fungsi yang sama seperti platina, akan tetapi CDI bekerja menggunakan modul komponen elektrik, sehingga lebih awet dan tahan lama daripada platina, karena tidak mengalami keausan. Jika pada sistem pengapian konvensional mengalami gangguan atau masalah, biasanya bisa di atasi dengan menyetel platina secara manual, akan tetapi pada sistem pengapian yang sudah menggunakan CDI hanya dapat melakukan pengecekan kondisi saja. Prinsip kerja sistem pengapian CDI yang menggunakan arus DC yaitu ketika kunci kontak pada posisi “ON”, arus dari baterai akan mengalir menuju ke saklar. Jika saklar “ON” maka arus akan mengalir menuju ke kumparan penguat arus yang ada dalam CDI yang akan meningkatkan tegangan baterai yang mulanya dari 12 volt DC akan di ubah menjadi 220 volt AC.
    Setelah itu arus akan di searahkan oleh dioda dan dialirkan menuju kondensor untuk disimpan sementara. Akibat dari putaran mesin, coil pulsa menghasilkan arus yang kemudian menghidupkan SCR, jadi akan memicu kondensor untuk mengalirkan arus menuju ke kumparan primer coil pengapian.

  78. 5202418046
    No 3
    *Pada saat kontak terutup maka arus mengalir ke kumparan primer , terjadi Medan magnet , tegangan induksi mutual pada kumparan primer di teruskan ke kapasitor ,tegangan induksi pada kumparan sekunder yang di teruskan ke busi.
    *Pada saat kontak yang akan terjadi arus pada kumparan primer terputus,Medan magnet di sekitar kumparan hilang, pada kumparan primer dengan induksi diri , kumparan sekunder adalah induksi mutual.

  79. 5202418046
    No 4
    Pada sistem pengapian elektronik yang berfungsi memutus dan menghubungkan yaitu transistor . Karena dengan menggunakan transistor maka pemutus arus primer koil lebih stabil pada kecepatan rendah dan kumparan sekunder juga menghasilkan tegangan tinggi dengan stabil.

  80. 5202418043
    2.Pengertian Waktu Pengapian/ Timing Ignition adalah Waktu pengapian ,umumnya terjadi antara 5 sampai 15 derajat sebelum TMA pada RPM rendah. Tidak semua mesin memiliki waktu pengapian yang sama , tergantung pada spesifikasi standar dari pabrik pembuatnya .  Ada mesin yang pengapian standarnya 7 derajat sebelum TMA , atau 8 derajat  sebelum TMA.

    Jadi setiap mesin mempunyai standar waktu pengapian masing – masing , namun cara perhitungan derajatnya tetap sama, misalkan ketika piston menuju TMA , kemudian busi memercikan api pada saat posisi piston 10 derajat sebelum mencapai titik nol derajat TMA (10 derajat sebelum TMA ) , sehingga waktu busi memercikkan api bisa sebut waktu pengapian .

    Dalam hal penyetelan waktu pengapian, banyak dipengaruhi oleh banyak faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan rambat api busi di ruang bakar, diantaranya adalah :

    Governoor centrifugal advancer adalah salah satu perangkat pada sistem pengapian konvensional yang berfungsi untuk MEMAJUKAN timming pengapian sesuai RPM mesin.

  81. 5202418043
    2.Pengertian Waktu Pengapian/ Timing Ignition adalah Waktu pengapian ,umumnya terjadi antara 5 sampai 15 derajat sebelum TMA pada RPM rendah. Tidak semua mesin memiliki waktu pengapian yang sama , tergantung pada spesifikasi standar dari pabrik pembuatnya .  Ada mesin yang pengapian standarnya 7 derajat sebelum TMA , atau 8 derajat  sebelum TMA.

    Jadi setiap mesin mempunyai standar waktu pengapian masing – masing , namun cara perhitungan derajatnya tetap sama, misalkan ketika piston menuju TMA , kemudian busi memercikan api pada saat posisi piston 10 derajat sebelum mencapai titik nol derajat TMA (10 derajat sebelum TMA ) , sehingga waktu busi memercikkan api bisa sebut waktu pengapian .

    Governoor centrifugal advancer adalah salah satu perangkat pada sistem pengapian konvensional yang berfungsi untuk MEMAJUKAN timming pengapian sesuai RPM mesin.

  82. 1.) Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian terjadi di koil. Apabila kontak pemutus (breaker point) dalam keadaan tertutup, maka arus dari baterai akan mengalir ke kumparan primer, ke kontak pemutus, kemudian ke massa. Aliran arus pada kumparan ini akan menyebabkan terjadinya medan magnet di sekeliling kumparan. Pada keadaan ini, energi listrik yang mengalir diubah menjadi energi dalam bentuk medan magnet. Apabila arus secara tiba-tiba kontak pemutus terbuka, maka dengan cepat arus pada kumparan primer terputus. Terputusnya aliran arus ini menyebabkan medan magnet di sekitar kumparan hilang dengan cepat. Perubahan garis gaya magnet dengan cepat di sekitar kumparan menyebabkan terjadinya tegangan pada kumparan tersebut. Jadi, energi dalam bentuk magnet tersebut dikembalikan ke kumparan dalam bentuk energi listrik. Pada kedua kumparan akan terjadi tegangan induksi. Pada kumparan primer disebut dengan induksi diri (self induction) dan pada kumparan sekunder disebut induksi mutual (mutual induction). Apabila pada ujung kumparan sekunder terhubung dengan suatu elektroda positif dan negatif, maka akan terjadi loncatan bunga api di antara kedua elektroda tersebut.

  83. 2.) Pembakaran pada motor bensin diawali dengan percikan bunga api pada busi sekitar 10o menjelang titik mati atas (TMA) pada akhir langkah kompresi. Pembakaran dimulai pada titik 2 dengan mulai terjadinya perambatan api dan pembakaran api dan pembakaran maksimum terjadi di sekitar 10o setelah TMA. Proses pembakaran di dalam ruang bakar membutuhkan waktu yang relative konstan baik pada putaran lambat maupun tinggi. Dari mulai dipercikan api (titik 1) sampai terjadi pembakaran dengan tekanan maksimum (titik 3) membutuhkan waktu sekitar 0,003 detik. Pada putaran tinggi, diperlukan waktu yang sama untuk pembakaran yaitu 0,003 detik. Karena pada putaran tinggi poros engkol berputar lebih cepat, maka untuk memenuhi waktu 0,003 detik saat pengapian harus dimajukan sehingga tekanan maksimum pembakaran tetap berada sekitar 10o setelah titik mati atas baik pada putaran rendah maupun tinggi. Pemajuan saat pengapian ini dilaksanakan oleh sentrifugal advancer dan vakum advancer (pada sistem pengapian konvensional).

  84. NIM : 5202418054

    3.) Bagian pemutus arus berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus yang melewati kumparan primer koil sehingga pada koil akan muncul dan hilang medan magnet dengan cepat untuk memicu tegangan induksi pada kumparan sekunder koil. Pada sistem pengapian konvensional, berfungsi untuk mendorong kontak pemutus agar terbuka. Saat kontak pemutus terbuka, arus primer koil terputus. Cam pada distributor digerakkkan oleh poros cam (cam shaft). Gerakan putar cam pada mekanisme pemutus arus primer koil akan menyebabkan tumit kontak pemutus terdorong atau terangkat sehingga kontak pemutus membuka. Kontak pemutus ini bekerja seperti saklar. Saat tertutup berarti terjadi kontak dan arus dapat mengalir. Saat terbuka berarti tidak terjadi kontak sehingga arus tidak mengalir. Tertutupnya kontak pemutus dilakukan oleh pegas yang terdapat pada kontak pemutus tersebut. Sudut yang terbentuk saat cam mendorong tumit kontak pemutus (kontak pemutus terbuka) disebut sudut cam (cam angle) dan sudut yang terbentuk saat cam tidak mendorong tumit (saat kontak pemutus tertutup) disebut sudut dwell. Sudut dwell ini sering disebut juga sudut lamanya kontak pemutus tertutup atau sudut lamanya arus pada kumparan primer koil mengalir.

  85. NIM : 5202418054

    4.) Sistem pengapian ini memanfaatkan transistor untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil. Jika pada mesin pengapian konvensional pemutusan arus primer koil dilakukan secara mekanis dengan membuka dan menutup kontak pemutus, maka pada sistem pengapian elektronik pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yang difungsikan sebagai saklar (switching transistor).

  86. NIM : 5202418054

    5.) Beberapa bagian penting dari sistem pengapian ini adalah baterai, kunci kontak, koil, transistor, penghasil pulsa (generator pulsa), dan busi. Komponen pemutus arus primer koil adalah transistor. Transistor akan bekerja ON da OFF apabila ada sinyal atau pulsa tegangan yang mengalir ke kaki basis trasisitor. Jadi yang menentukan transistor itu bekerja atau tidak adalah sinyal dari generator pulsa.
    Apabila kunci kontak dalam kondisi on dan generator pulsa menghasilkan sinyal tegangan, maka arus (i) dari penghasil pulsa tersebut mengalir ke kaki basis transistor, ke kaki emitor, kemudian ke massa. Karena ada arus masuk ke basis, makan transistor ini menjadi aktif (ON) sehingga kaki kolektor dan emitornya terhubung. Akibat aktifnya transistor ini, arus yang besar mengalir dari baterai ke kunci kontak, ke kumparan primer koil, ke kaki kolektor transistor, ke kaki emitor, kemudian ke massa. Pola aliran arus pada kumparan primer koil digambarkan di bagian bawah koil. Aliran arus pada primer koil ini menyebabkan terbentuknya medan magnet pada koil.
    Sinyal yang dihasilkan generator pulsa adalah sinyal ON dan OFF. Saat ada sinyal ON (ada arus i) pada kaki basis, transistor ON. Saat sinyal OFF (arus = 0), maka transistor OFF. Jika transistor OFF, maka arus yang tadinya mengalir pada kumparan primer koil (l) akan terhenti (0). Terhentinya arus dengan cepat ini menyebabkan hilangnya medan magnet pada koil dengan sangat cepat. Perubahan garis-garis gaya magnet yang sangat cepat ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi yang sangat tinggi pada kumparan sekunder koil. Tegangan tinggi ini disalurkan ke busi sehingga terjadi percikan bunga api pada busi.
    Perbedaan mendasar daripada pembangkitan tegangan tinggi pada pengapian konvensional dan elektronik adalah, memanfaatkan dan tidak memanfaatkan komponen elektronik di dalamnya sistemnya.

  87. NIM : 5202418054

    6.) Kepanjangan dari CDI adalah Capasitive Discharge Ignition, yaitu sistem pengapian yang bekerja berdasarakan pembuangan muatan kapasitor. Konsep kerja sistem pengapian CDI berbeda dengan sistem pengapian penyimpanan induktif (inductive storage system). Pada sistem CDI, koil masih digunakan tetapi fungsinya hanya sebagai transformator tegangan tinggi, tidak untuk menyimpan energi. Sebagai pengganti, sebuah kapasitor digunakan sebagai penyimpan energi. Dalam sistem ini kapasitor diisi (charged) dengan tegangan tinggi sekitar 300 V sampai 500 V, dan pada saat sistem bekerja (triggered), kapasitor tersebut membuang (discharge) energinya ke kumparan primer koil pengapian. Koil tersebut menaikkan tegangan (dari pembuangan muatan kapasitor) menjadi tegangan yang lebih tinggi pada kumparan sekunder untuk menghasilkan percikan api pada busi.

  88. NIM : 5202418054

    7.) Ada perbedaan yang sangat penting dari sistem pengapian CDI dengan sistem pengapian induktif atau inductive storage system lainnya (yaitu sistem pengapian konvensional, dan transistor). Pada sistem pengapian induktif (selain CDI), tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus pada kumparan primer diputus (oleh kontak pemutus, atau trasistor),

  89. NIM 5202418067

    1.Pada koil pengapian terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder yang digulung pada inti besi. Kumparan-kumpuran tersebut terbuat dari baja silikon tipis dan bertugas menaikkan tegangan rendah dari baterai (12 volt) menjadi tegangan tinggi (10 kv atau lebih) melalui proses induksi elektromagnetik.
    Dengan kata lain prinsip sederhananya yaitu dengan menambah jumlah kumparan atau lilitan pada koil.

  90. NIM 5202418067

    2. Iginition timing merupakan kondisi di mana kendaraan dalam proses pemanasan. Proses tersebut termasuk salah satu sistem pengapian pada kendaraan.
    Karena untuk menyesuaikan saat pengapian akibat perubahan kecepatan putaran mesin dan beban yang bekerja pada mesin. Dan prinsip dasarnya yaitu pembakaran memerlukan waktu yang tetap baik putaran lambat ataupun tinggi. Supaya waktu pembakaran tetap sama maka harus di majukan waktu pembakarannya saat putaran tinggi.
    Yang memajukan dan mengundurkan waktu pembakaran yaitu sentrifugal advancer dan vakum advancer.

  91. NIM 5202418067

    3. Pada saat kontak putus terbuka, arus primer koil terputus. Cam pada distributor digerakkan oleh camshaft. Gerakan putar cam pada mekanisme pemutus arus primer koil akan menyebabkan tumit kontak pemutus terdorong atau terangkat sehingga kontak pemutus membuka. Kontak pemutus ini bekerja seperti saklar.
    Saat tertutup berarti terjadi kontak dan arus dapat memgalir. Saat terbuka berarti tidak terjadi kontak sehingga arus tidak mengalir. Tertutupnya kontak pemutus dilakukan oleh pegas yang terdapat pada kontak pemutus tersebut. Sudut yang terbentuk saat cam mendorong tumit kontak pemutus (kontak pemutus terbuka) disebut sudut cam (cam angle) dan sudut yang terbentuk saat cam tidak mendorong tumit (saat kontak pemutus tertutup disebut sudut dwell. Juga disebut sudut lamanya kontak pemutus tertutup atau sudut lamanya arus pada kumparan primer koil mengalir.

  92. NIM 5202418067

    4. Mekanisme pemutus arus primer koil pada sistem pengapian elektronik ada bagian pembangkit sinyal dan bagian driver yang bekerja memutuskan arus primer koil. Driver yang di pakai adalah transistor yang difungsikan sebagai saklar untuk memutus dan mengalirkan arus ke kumparan primer koil. Pembangkit sinyal berfungsi untuk menghasilkan sinyal tegangan yang digunakan untuk memicu kerja trandistor sehingga dapat bekerja ON dan OFF secara terus menerus selama mesin hidup.

  93. NIM 5202418067

    5. – Prinsip pembangkit tegangan tinggi pada koil sistem pengapian konvensional.
    Arus dari baterai~kunci kontak~ melalui sekering~ diteruskan ke koil (arus yang kurang dari 12 V dari baterai~ alirkan ke kumparan primer koil~ platina~ massa). Saat platina membuka~ arus listrik kumparan primer terputus~ timbul induksi diri pada kumparan sekunder sehingga tercipta tegangan tinggi pada kumparan sekunder~ salurkan ke kabel busi~ teruskan ke busi dan diubah menjadi loncatan bunga api.
    – prinsip koil pembangkit tegangan tinggi pengapian elektronik.
    + kunci kontak on~ generator sinyal mengirim sinyal tegangan positif ke igniter~ igniter ON~ sehingga baterai~ fuse~ kunci kontak~ kumparan primer~ coil pengapian~ igniter~ massa. Pada kumparannprimer dialiri arus listrik dan terjadi medan magnet.
    + saat kunci kontak ON ~ generator sinyal tidak mengirim sinyal tegangan positif ke igniter~ igmiter OFF~ arus primer koil terputus~ medan magnet hilang~ kumparan sekunder terinduksi~ tegangan menjadi tinggi~ alirkannkedistributor dan di bagi ke busi.
    + saat kunci kontak ON~ generator sinyal mengirim sinyal negatif ke igniter~ igniter OFF~ tidak ada aliran ke kumparan primer.
    Kesimpulan yang mendasar yaitu pada pembangkit tegangan tinggi pengapian konvensional pemutusan arusnprimer koil dilakukan secara mekanik dengan membuka dan menutup kontak pemutus. Sedangkan pada sistem koil pembangkit tegangan tinggi elektronik pemutusan aliran arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yang di fungsikan sebagai saklar (switching transistor).

    • NIM 5202418067

      7. Perbedaan yang sangat penting dari sistem pengapian CDI dengan sistem pengapian induktif atau inductive storage system lainnya (yaitu sistem pengapian konvensional, dan transistor). Pada sistem pengapian induktif (selain CDI), tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus pada kumparan primer diputus (oleh kontak pemutus (platina), atau trasistor),

  94. NIM 5202418067

    6. Kepanjangan dari CDI adalah Capasitive Discharge Ignition, yaitu sistem pengapian yang bekerja berdasarakan pembuangan muatan kapasitor. Konsep kerja sistem pengapian CDI berbeda dengan sistem pengapian penyimpanan induktif (inductive storage system). Pada sistem CDI, koil masih digunakan tetapi fungsinya hanya sebagai transformator tegangan tinggi, tidak untuk menyimpan energi. Sebagai pengganti, sebuah kapasitor digunakan sebagai penyimpan energi. Dalam sistem ini kapasitor diisi (charged) dengan tegangan tinggi sekitar 300 V sampai 500 V, dan pada saat sistem bekerja (triggered), kapasitor tersebut membuang (discharge) energinya ke kumparan primer koil pengapian. Koil tersebut menaikkan tegangan (dari pembuangan muatan kapasitor) menjadi tegangan yang lebih tinggi pada kumparan sekunder untuk menghasilkan percikan api pada busi.

  95. NIM 5202418067

    6. perbedaannya yaitu:
    Untuk CDI adalah Capasitive Discharge Ignition, yaitu sistem pengapian yang bekerja berdasarakan pembuangan muatan kapasitor. Konsep kerja sistem pengapian CDI berbeda dengan sistem pengapian penyimpanan induktif (inductive storage system).
    Pada sistem CDI, koil masih digunakan tetapi fungsinya hanya sebagai transformator tegangan tinggi, tidak untuk menyimpan energi. Sebagai pengganti, sebuah kapasitor digunakan sebagai penyimpan energi. Dalam sistem ini kapasitor diisi (charged) dengan tegangan tinggi sekitar 300 V sampai 500 V, dan pada saat sistem bekerja (triggered), kapasitor tersebut membuang (discharge) energinya ke kumparan primer koil pengapian. Koil tersebut menaikkan tegangan (dari pembuangan muatan kapasitor) menjadi tegangan yang lebih tinggi pada kumparan sekunder untuk menghasilkan percikan api pada busi.

  96. NIM: 5202418053

    5. *Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian konvensional => arus dari baterai akan mengalir ke kunci kontak melalui sekering yang berfungsi untuk melindungi rangkaian sistem pengapian, arus listrik akan diterukan ke koil pengapian. Pada koil pengapian ini terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Arus listrik yang bertegangan kurang lebih 12 volt dari baterai akan disalurkan ke kumparan primer koil kemudian mengalir ke platina dan ke massa. Ketika platina membuka oleh karena posos nok yang berputar, maka aliran listrik yang menuju kumparan primer tersebut akan terputus secara tiba-tiba.
    Terputusnya arus listrik pada kumparan primer secara tiba-tiba menyebabkan timbulnya induksi diri pada kumparan sekunder, sehingga tercipta tegangan yang tinggi pada kumparan sekunder. Selanjutnya tegangan tinggi pada kumparan sekunder tersebut disalurkan ke kabel busi untuk kemudian diteruskan ke busi guna diubah menjadi loncatan bunga api

    * Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian elektronik
    =>Pada prinsipnya sistem ini sama dengan sistem pengapian konvensional, yang membedakan adalah platina sudah tidak digunkan melainkan sebuah transistor. Fungsinya untuk menggantikan peran platina, biasanya dikenal dengan sistem pengapian elektronik. Sistem pengapian transistor memanfaatkan komponen transistor sebagai saklar elektronik untuk pemutus arus premier dan mengasilkan induksi eletromagnetik.

    *Kesimpulan
    => Pada dasarnya sistem pengapian konvensional dan elektronik tidak jauh beda, perbedaan hanya terletak pada pemutus arus primer. Pada sistem pengapian konvensional menggunakan plat kontak atau platina, pada sistem pengapian elektronik menggunakan transistor.

  97. NIM: 5202418053

    6. Pada sistem pengapian induktif, tegangan tinggi pada koil dihasilkan ketika arus pada kumparan primer diputuskan oleh kontak pemutus (platina maupun transistor), sedangkan pada sistem pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan ketika arus dari pembuatan muatan kapasitor mengalir ke kumparan primer koil dengan sangat cepat. Waktu yang diperlukan oleh tegangan tinggi untuk mencapai tegangan tertingginya dinamakan rise time. Dan pada sistem pengapian CDI, rise time sangat singkat, yaitu sekitar 0,1 sampai dengan 0,3 ms (mili second). Hal ini sangat menguntungkan karena percikan api di busi tetap terjadi walaupun businya kotor.

  98. NIM 5202418064

    1. Penaikan tegangan tinggi pada sistem pengapian terjadi di koil. Koil
    dapat menaikkan tegangan baterai menjadi tegangan tinggi karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder koil jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kumparan primer. Jumlah kumparan primer sekitar 100 sampai 200 lilit dengan diameter kawat 0,5 sampai 1 mm dan jumlah kumparan sekunder sekitar 15000 sampai 30000 lilit dengan diameter kawat 0,05 sampai 0,1 mm.

  99. NIM 5202418064

    2. Ignition timing merupakan pemajuan saat pengapian yang berfungsi untuk menyesuaikan saat pengapian akibat perubahan kecepatan putaran mesin dan beban yang bekerja pada mesin. Pembakaran memerlukan waktu yang tetap baik pada putaran lambat maupun putaran tinggi. Saat putaran tinggi harus dimajukan supaya waktu pembakarannya tetap cukup. Maka dari itu pembakaran harus dimajukan agar pembakaran maksimum tetap terjadi sekitar 10 derajat setelah TMA. Mekanisme yang melakukan pemajuan dan pemunduran pengapian disebut dengan ignition timing advancer. Dan yang melakukan pemajuan dan pemunduran yaitu sentrifugal advancer dan vakum advancer.
    Sentrifugal advancer mengubah saat pengapian berdasarkan putaran mesin, sedangkan vakum advancer bekerja berdasarkan perubahan tekanan (kevakuman) di dalam intake manifold.

  100. NIM 5202418064

    3. Pada sistem pengapian konvensial, saat kontak pemutus tertutup fenomena yang terjadi yaitu arus dari baterai mengalir ke kumparan primer, terjadi kemagnetan pada kumparan primer dan kondensor mengeluarkan arus.
    Saat kontak pemutus terbuka fenomena yang terjadi yaitu arus dari baterai ke kumparan primer akan terputus, medan magnet akan hilang dan terjadi tegangan induksi. Pada kumparan primer terjadi induksi diri dan kumparan sekunder terjadi induksi mutual.

  101. NIM 5202418064

    4. Pada sistem pengapian elektronik memanfaatkan transistor untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil. Jika pada sistem pengapian konvensional pemutusan arus primer koil dilakukan secara mekanis dengan membuka dan menutup kontak pemutus, maka pada sistem pengapian elektronik pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yang difungsikan sebagai saklar (switching transistor).

  102. NIM = 5202418076

    1}. Karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder koil lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kumparan primer koil. Jumlah kumparan yang banyak akan menyebabkan tegangan induksi diri yang lebih tinggi atau dapat menyebabkan tegangan induksi diri yang lebih tinggi atau dapat terjadinya gaya lawan elektromotif yang lebih besar yang arahnya melawan aliran arus dari baterai ke koil sehingga dapat menyebabkan pencapaian arus maksimal pada koil makin lambat.

  103. NIM 5202418064

    5. Pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian konvensional terjadi saat kontak pemutus tertutup dan terbuka. Saat platina tertutup arus akan mengalir ke kumparan primer. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya kemagnetan pada coil. Saat platina terbuka arus yang mengalir ke kumparan primer akan terputus dengan tiba-tiba. Akibatnya kemagnetan disekitar koil hilang dengan cepat, sehingga pada kumparan sekunder akan terjadi tegangan induksi. Begitupun juga kumparan primer akan terjadi tegangan induksi. Tegangan induksi pada kumparan primer disebut induksi diri dan pada kumparan sekunder disebut induksi mutual. Dengan adanya tegangan induksi pada kumparan sekunder maka terjadi peningkatan tegangan tinggi karena jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak dibanding lilitan kumparan primer.

    Pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian elektronik. Pada sistem elektronik pemutus arus primer koil adalah transistor. Saat kunci kontak ON generator pulsa akan menghasilkan sinyal tegangan, sehingga ada arus yang masuk ke kaki basis transistor, maka transistor akan menjadi aktif atau ON sehingga kaki kolektor dan emitor terhubung. Akibat transistor aktif, arus yang besar mengalir ke kumparan primer, ke kaki kolektor, ke kaki emitor, kemudian massa. Aliran arus ke kumparan primer koil menyebabkan terbentuknya medan magnet pada koil. Saat sinyal generator pulsa OFF maka transistor OFF, sehingga arus yang mengalir ke kumparan primer terputus dengan cepat dan juga medan magnet akan hilang juga. Sehingga kumparan sekunder terjadi tegangan induksi yang sangat tinggi.

    Simpulan: pembangkitan tegangan tinggi pada koil di sistem konvensional dan sistem elektronik pada prinsipnya sama. Akan tetapi yang membedakan adalah alat yang digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil. Sistem konvensional menggunakan platina sedangkan sistem elektronik menggunakan transistor.

  104. NIM 5202418064

    6. Ada perbedaan yang sangat penting dari prinsip pembangkitan tegangan tinggi (sistem induktif) dengan sistem pengapian CDI. Pada sistem pengapian induktif (selain CDI), tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus pada kumparan primer diputus (oleh kontak pemutus atau transistor), sedangkan pada sistem pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil.

  105. NIM = 5202418076

    2}. Ignition timming yaitu waktu saat pengapian atau waktu yang dibutuhkan busi untuk memercikkan bunga api sehingga dapat terjadi pembakaran dengan tepat. Karena pada saat putaran tinggi mulainya pembakaran harus di majukan agar pembakarannya maksimal. Yang melakukan pemajuan dan pemunduran ignition timming adalah Sentrifugal advancer dan Vacuum advancer

  106. NIM 5202418064

    7. Pembangkitan tegangan tinggi pada koil di sistem konvensional dan sistem elektronik pada prinsipnya sama yaitu tegangan tinggi akan dihasilkan jika arus yang menuju kumparan primer terputus. Akan tetapi yang membedakan adalah alat yang digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil. Sistem konvensional menggunakan platina sedangkan sistem elektronik menggunakan transistor.
    Sedangkan pada sistem pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil.

  107. NIM = 5202418076

    3}. * Hal yang terjadi jika kontak pemutus tertutup yaitu arus dari terminal positif baterai mengalir ke kunci kontak , ke terminal positif koil , ke terminal negatif koil , ke kontak pemutus kemudian ke massa. Aliran arus ke kumparan primer koil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada koil.
    * Yang terjadi pada saat kontak pemutus terbuka maka arus yang mengalir ke kumparan primer koil akan terputus dengan tiba-tiba, akibatnya kemagnetan di sekitar koil menghilang atau drop dengan cepat.

  108. NIM = 5202418076

    4}. Pada sistem pengapian elektronik ada dua macam yaitu semi elektronik dan full elektronik, sistem pengapian semi elektronik sinyal untuk memicu kerja transistor berasal dari kontak pemutus sedangkan pada full elektronik sinyal pemicu kerja transistor berasal dari generator yang menghasilkan tegangan ON dan OFF, generator pulsa juga menghasilkan sinyal tegangan yang akan di alirkan ke kaki basis transistor dan seterusnya.

  109. 5202418069

    -Apabila kontak pemutus dalam keadaan tertutup
    Arus akan mengalir dari baterai ke kumparan primer, ke kontak pemutus, kemudian ke massa. Hal ini menyebabkan terjadinya medan magnet disekeliling kumparan sehingga energi listrik yang mengalir diubah menjadi energi dalam bentuk medan magnet.
    -Apabila kontak pemutus terbuka
    apabila kontak pemutus terbuka secara tiba-tiba maka dengan cepat arus pada kumparan primer terputus. Hal ini menyebabkan medan magnet disekitar kumparan hilang dengan cepat sehingga terdapat perubahan garis gaya magnet dengan cepat sehingga menyebabkan terjadinya tegangan. Pada koil terjadi tegangan induksi, pada kumparan primer disebut induksi diri dan pada kumparan sekunder disebut induksi mutual.

  110. 5202418069

    1. Prinsip penaikan tegangan tinggi pada koil pengapian :
    -Apabila kontak pemutus dalam keadaan tertutup
    Arus akan mengalir dari baterai ke kumparan primer, ke kontak pemutus, kemudian ke massa. Hal ini menyebabkan terjadinya medan magnet disekeliling kumparan sehingga energi listrik yang mengalir diubah menjadi energi dalam bentuk medan magnet.
    -Apabila kontak pemutus terbuka
    apabila kontak pemutus terbuka secara tiba-tiba maka dengan cepat arus pada kumparan primer terputus. Hal ini menyebabkan medan magnet disekitar kumparan hilang dengan cepat sehingga terdapat perubahan garis gaya magnet dengan cepat sehingga menyebabkan terjadinya tegangan. Pada koil terjadi tegangan induksi, pada kumparan primer disebut induksi diri dan pada kumparan sekunder disebut induksi mutual.

  111. NIM : 5202418051

    NO 1

    Kumpara primer koil menghubungkan terminal positif dan terminal negatif koil.kumparan sekunder menghubungkan terminal positif dengan terminal sekunder atau terminal tegangan tinggi.jumlah kumparan premier sekitar 100sampai 200 lilit dengan diameter kawat 0,5 sampai 1mm dan jumlah kumparan sekunder sekitar 15000 sampai 30000 lilit dengan diameter kawat 0,5 sampai 1 mm. koil dapat menaikan tegangan baterai menjadi tegangan tinggi karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder koil jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kumparan primernya.

  112. NIM : 5202418051

    NO 2

    Ignition timing adalah menyesuaikan saat pengapian akibat perubahan kecepatan pada putaran mesindan beban yang bekerja pada mesin, supaya pada putaran tinggi waktu pembakaran tetap cukup,maka mulainya pembakaran harus dimajukan agar pembakaran maksimum tetap terjadi sekitar 10 derajat setelah TMA, mekanisme yang dapat memajukan saat pengapian, yaitu sentrifugal advancer dan vakum advancer.

  113. NIM : 5202418051

    NO 3

    Fenomena yang terjadi adalah aliran arus ke kumparan premier koil sehingga menyebabkan terjadinya kemagnetan pada coil. Cam selalu berputar karena selama mesin hidup poros engkol memutarkan nok dan poros nok memutarkan distributor dimana terdapat cam didalamnya. Karena cam berputar, maka ada saatnya ujung cam mendorong kontak pemutus sehingga terbuka.

  114. NIM : 5202418051

    NO 4

    Sistem pengapian elektronik menggunakan komponen transistor untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil dan dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yang dfungsikan sebagai saklar (switching transistor)

  115. NIM : 5202418051

    NO 5

    Untuk konvensional arus primer koil pada system pengapian konvensional dengan kontak pemutus pada putaran tinggi menurun jika dibandingkan pada putaran sedang. Penurunan ini sangat merugikan karena percikan api yang dihasilkan akan kecil, padahal pada putaran tinggi seharusnya percikan api yang dihasilkan harus cukup kuat untuk memulai pembakaran. Pada tipe konvensional, tegangan tinggi menurun drastis seiring dengan naiknya putaran mesin.
    Sedangkan elektronik untuk jenis pengapian transistor, arus primer koil diputus sebentar oleh transistor sehingga pemutusan arusnya stabil pada kecepatan rendah dan kumparan sekunder bisa menghasilkan tegangan tinggi dengan stabil. Karena adanya pembatasan gas buang, maka diperlukan peningkatan energi pembakaran agar pengapiannya akurat tanpa adanya misfiring meskipun kecepatan rendah. Untuk melakukan hal tersebut, maka arus primer harus dinaikkan. Untuk jenis kontak pemutus, hal ini sulit dilakukan namun untuk jenis transistor, hal ini dapat dimungkinkan. Sebagai tambahan, untuk meningkatkan untuk kerja pengapian pada kecepatan tinggi, jumlah gulungan pada kumparan primer harus dikurangi sehingga tahanan dan induksi diri kumparan primer dapat diturunkan.

  116. NIM : 5202418051

    NO 6

    Pada system CDI, koil masih digunakan tetapi fungsinya hanya sebagai transformator tegangan tinggi, tidak untuk menyimpan energi. Sebagai pengganti, sebuah kapasitor digunakan sebagai menyimpan energi. Dalam system ini kapasitor diisi dengan tegangantinggi sekitar 300V dan 500V, dan pada saat system bekerja, kapasitor tersebut membuang energinya ke kumparan primer koil yang lebih tinggi pada kumparan sekunder untuk menghasilkan percikan api dan busi

  117. NIM : 5202418051

    NO 7

    Pada system pengapian induktif(selain CDI), tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus pada kumparan primer diputus(oleh kontak pemutus atau transistor), sedangkan pada system pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil. Waktu yang diperlukan oleh tegangan tinggi untuk mencapai tegangan tertingginya disebut rise time. Pada system pengapian CDI, rise time sangat singkat, sekitar 0,1 sampai 0,3 ms. Hal ini menguntungkan karena percikan api akan tetap terjadi meskipun busi kotor.

  118. 5202418069

    2. -Ignition timing adalah waktu pengapian / waktu dimana busi menghasilakan percikan bunga api.
    -Pada saat putaran tinggi ignition timing dimajukan karena supaya pada saat putaran tinggi waktu pembakaran tetap cukup membakar campuran bahan bakar dan udara karena apabila pengapian tidak dimajukan maka induksi pada koil kurang maksimal dan mengakibatkan percikan bunga api kurang maka perlunya pengapian dimajukan agar supaya campuran bahan bakar dan udara tersebut dapat terbakar dengan sempurna pada saat kecepatan tinggi.
    -Komponen yang melakukan pemajuan dan pemunduran ignition timing adalah ignition timing advancer. ada dua mekanisme pemajuan dan pemunduran pengapian yaitu Sentrifugal advancer (Berdasarkan putaran mesin) dan Vakum advancer (Berdasarkan perubahan tekanan / kevakuman pada intake manifold)

  119. 5202418069

    3. Fenomena pada sistem pengapian konvensional :
    -Pada saat kontak pemutus tertutup
    1. arus mengalir dari terminal positif baterai ke kunci kontak, ke terminal positif koi,l ke terminal negatif koil, ke kontak pemutus, kemudian ke massa.
    2. terjadi kemagetan pada koil.

    -Pada saat kontak pemutus tertutup :
    1. arus yang mengalir pada kumparan primer terputus.
    2. kemagnetan pada koil hilang sehingga terjadi tegangan induksi pada kumparan koil.
    3. terjadi induksi mutual pada kumparan sekunder dan induksi diri pada kumparan primer.

  120. 5202418069

    4. Komponen yang menggantikan peran kontak pemutus pada sistem pengapian konvensional pada sistem pengapian elektronik yaitu Transistor yang digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus primer pada kumparan koil dilakukan secara elektrolis melalui komponen ini yang difungsikan sebagai saklar (switcing transistor).
    a. Sistem pengapian semi elektronik
    pada sistem ini proses pemutusan dan penghubungan arus kumparan primer menggunakan transistor dan tetap menggunakan kontak pemutus sistem pengapian konvensional yang berfungsi sebagai pengontrol kerja komponen Transistor. pada saat kontak pemutus tertutup maka akan berakibat transistor ON dan menghubungkan arus kumparan primer.
    b. Sistem pengapian ful elektronik
    pada sistem pengapian full elektronik komponen yang menggantikan kontak pemutus sistem pengapian konvensional adalah transistor yang dikontrol oleh generator pulsa yang menghasilkan tegangan ON dan OFF sehingga dapat menentukan bekerja atau tidaknya transistor berdasarkan sinyal generator pulsa tersebut.

  121. NIM = 5202418076

    5}. Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian konvensional dan elektronik di lakukan oleh koil. koil pengapian dapat menaikkan tegangan baterai menjadi lebih tinggi karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder lebih banyak dari pada lilitan pada kumparan primer. Sistem konvensional menggunakan patina untuk pemutus dan penghubung arus primer koil. Dan sistem elektronik menggunakan transistor

  122. NIM : 5202418063
    1. Cara kerja ignition coil dimulai ketika arus listrik positive dari baterai masuk kedalam terminal input ignition coil. Hal itu akan menyebabkan kedua kumparan baik kumparan primer atau kumparan sekunder mendapatkan suplai arus listrik. Di kumparan primer, arus mengalir dari terminal positive menuju kumparan dan keluar melalui terminal negative, selanjutnya arus listrik tersebut diteruskan ke masa melalui platina karena mesin belum bekerja, maka platina dalam posisi tertutup atau tersambung.

    Sehingga, terjadi Garis Gaya Magnet disekitar kumparan primer. Sesuai dengan prinsip induksi elektromagnet ketika arus listrik mengaliri sebuah inti besi, maka terjadi kemagnetan dengan arah tertentu. Sementara pada kumparan sekunder, arus listrik mengalir dari terminal positive menuju kumparan sekunder dan keluar sampai ke busi. Dikarenakan busi memiliki celah, maka arus dari kumparan sekunder tidak diteruskan ke masa dan menyebabkan tidak ada kemagnetan yang keluar dari kumparan primer.

    Saat ini, sebenarnya sudah terjadi terjadi proses induksi elektromagnetik didalam coil. Namun besarannya masih kecil sehingga output yang dihasilkan tidak mampu memercikan bunga api. Untuk memperbesar output yang dihasilkan, maka perlu mengarahkan garis gaya magnet ke dalam kumparan sekunder dengan waktu yang cepat. Saat mesin mulai bekerja, maka platina juga akan mulai membuka dan menutup. Saat platina terbuka, arus listrik dari terminal negative coil juga terputus. Sehingga terjadi pergerakan medan magnet pada coil sebelum akhirnya menghilang.

    Pergerakan itu diarahkan menuju kumparan sekunder berkat desain penempatan coil yang berlapis. Sehingga saat arus primer terputus medan magnet akan bergerak kedalam mengenai kumparan sekunder dengan cepat sebelum menghilang. Saat kumparan sekunder terkena pergerakan medan magnet dari kumparan primer, maka akan menghasilkan lonjakan tegangan pada kumparan sekunder. Loncakan tegangan tersebut bisa berkisar 10 sampai 30 KV.

    Dengan listrik yang mencapai puluhan KV, memungkinkan terjadinya percikan bunga api pada busi. Karena sifat arus akan selalu mendekati masa. Saat paltina kembali terhubung, maka arus primer juga terhubung kembali dengan masa. Sehingga medan magnet pada coil akan kembali terbentuk. Proses ini akan berlangsung secara terus menerus selama mesin hidup.

  123. 5202418073

    1. Apabila kontak pemutus (breaker point) dalam keadaan tertutup, maka arus baterai akan mengalir ke kumparan primer, ke kontak pemutus, kemudian ke massa. Aliran arus ini akan menyebabkan terjadinya medan magnet di sekeliling kumparan. Apabila kontak pemutus terbuka, maka arus pada kumparan primer terputus. Aliran arus ini menyebabkan medan magnet di sekitar kumparan hilang. Perubahan garis gaya magnet dengan cepat di sekitar kumparan menyebabkan terjadinya tegangan pada kumparan tersebut, energy dalam bentuk medan magnet akan dikembalikan ke kumparan dalam bentuk energy listrik. Pada kumparan kedua kumparan terjadi tegangan induksi, kumparan primer disebut dengan induksi diri sedangkan pada kumparan sekunder disebut induksi mutual.

  124. 5202418073

    2. Ignition timing merupakan proses dimana busi mulai memantikkan api di ruang bakar dengan waktu yang sama ketika piston memulai langkah kompresi. Pada umumnya, proses ignition timing berkisar antara 5-15 derajat sebelum titik mati atas dari RPM rendah. Contohnya pada saat piston menuju titik mati atas, kemudian busi menimbulkan percikan api pada saat posisi piston 10 derajat sebelum mencapai titik 0 derajat. Pada putaran tinggi ignition harus dimajukan karena pada putaran tinggi, poros engkol berputar lebih cepat, maka untuk memenuhi waktu 0,0003 detik saat pengapian harus dimajukan sehingga tekanan maksimum pembakaran tetap berada sekitar 10 derajat setelah titik mati atas baik putaran rendah maupun tinggi. Yang melakukan pemajuan dan pemunduran ignition timing adalah Octane selector yang terletak pada ujung vakum advancer.

  125. 5202418046
    No 5
    -Kerja sistem pengapian konvensional adalah sebagai berikut : arus dari baterai akan mengalir ke kunci kontak melalui sekering yang berfungsi untuk melindungi rangkaian sistem pengapian, arus listrik akan diterukan ke koil pengapian. Pada koil pengapian ini terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder.
    -Pengapian elektronik apa bila kunci kontak dalam kondisi on dan generator menghasilkan tegangan , arus dari generator tersebut mengalir ke kaki basis transistor,ke kaki emitor, kemudian ke masa.

  126. 5202418073

    3. Pada saat kontak pemutus tertutup, arus dari terminal positif baterai mengalir ke kunci kontak ke terminal positif dan negative koil, lalu ke kontak pemutus, kemudian ke massa. Aliran arus ke kumparan primer koil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada koil. Cam selalu berputar selama mesin hidup dan poros nok memutarkan distributor, maka saatnya ujung cam mendorong kontak pemutus sehingga terbuka. Pada saat kontak pemutus terbuka, arus yang mengalir ke kumparan primer, akibatnya magnet disekitar koil hilang sehingga pada kumparan sekunder terjadi tegangan induksi. Tegangan tinggi pada kumparan sekunder disalurkan ke distributor melalui kabel tegangan tinggi dan diteruskan ke tiap-tiap busi sesuai dengan penyalaan sehingga pada busi loncatan api.

  127. 5202418046
    No 6
    Pada sistem pengapian induktif (selain CDI), tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus pada kumparan primer diputus (oleh kontak pemutus atau transistor), sedangkan pada sistem pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil.

  128. 5202418046
    No 7
    Simpulan dari prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional, elektrinik, dan CDI adalah Kerja sistem pengapian konvensional adalah arus dari baterai akan mengalir ke kunci kontak melalui sekering yang berfungsi untuk melindungi rangkaian sistem pengapian, arus listrik akan diterukan ke koil pengapian. Pada koil pengapian ini terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder.
    Pengapian elektronik apa bila kunci kontak dalam kondisi on dan generator menghasilkan tegangan , arus dari generator tersebut mengalir ke kaki basis transistor,ke kaki emitor, kemudian ke masa.
    Pada sistem pengapian induktif (selain CDI), tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus pada kumparan primer diputus (oleh kontak pemutus atau transistor), sedangkan pada sistem pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil.

  129. NIM : 5202418063
    2. Iginition timing merupakan kondisi di mana kendaraan dalam proses pemanasan. Proses tersebut termasuk salah satu sistem pengapian pada kendaraan. Cara perhitungan dari ignition timing sendiri terjadi saat busi mulai memantikkan api di ruang bakar, dengan waktu yang sama ketika piston memulai langkah kompresi.
    Umumnya, proses ignition timing berkisar antara 5 hingga 15 derajat, sebelum titik mati atas dari RPM rendah. Perlu diketahui, lama proses pengapian tiap mesin tidaklah sama, tergantung dari spesifikasi standar pabrik pembuatnya. Dengan demikian, setiap mesin mempunyai standar waktu pengapian masing-masing, tetapi cara menghitung derajatnya tetap sama.

    karena waktu bakar mulai dari busi meloncatkan bunga api (beberapa derajad sebelum TMA) sampai dengan bahan bakar terbakar sempurna (beberapa derajad sesudah TMA) diperlukan waktu 1 ms (milli detik) sehingga jika putaran semakin tinggi maka waktu tempuh tetap maka jarak pengapian harus dirubah menjadi lebih maju sehingga didapatkan tekanan dan temperatur pembakaran maksimal tetap berada beberapa derajat sesudah TMA.

    Komponen yang berfungsi memajukan pengapian konvensional adalah advand Centrifugal,

  130. NIM : 5202418063
    3. Kontak poin tertutup
    Arus listrik dari positif baterai menuju ke fuse kemudian menuju kunci kontak dan keluar melalui shocket IG kunci kontak, dari kunci kontak arus diteruskan menuju positif ignition coil dan melalui kumparan primer kemudian keluar pada negatif coil, selanjutnya diteruskan melewati kontak poin platina yang sedang menutup dan menuju ke massa body.
    Akibatnya pada kumparan primer koil timbul kemagnetan yang mempengaruhi kumparan skunder koil.

    Kontak poin terbuka
    Pada saat breaker poin terbuka oleh bubungan pemutus dengan cam yang berputar, aliran arus primer terputus. Medan magnit di sekitar lilitan primer coil kolap dan menyebabkan kemagnitan pada inti besi akan hilang sehingga menghasilkan tegangan tinggi (20.000-30.000 volt) pada lititan-lilitan sekunder. Sentakan tegangan tinggi ini ‘mendorong’ arus melalui kabel coil tegangan tinggi ke distributor,platina membagi arus kemasing-masing busi melalui distributor cap lalu ke kabel tegangan tinggi dan kemudian ke busi-busi sesuai dengan firing order. Siklus keseluruhan ini terjadi 50 sampai 150 kali per detik tergantung pada kecepatan engine.

  131. NIM : 5202418063
    4. Komponen yang berperan menggantikan kontak pemutus sistem pengapian konvensional pada sistem pengapian elektronik adalah komponen transistor sebagai saklar elektronik sebagai pemutus arus primer untuk menghasilkan induksi elektromagnetik.

    Transistor berfungsi sebagai komponen utama yang bertugas untuk memutuskan dan menyambungkan arus primer. Komponen ini akan menggantikan platina sebagai pemutus arus, Transistor adalah komponen elektronika berbahan semi konduktor yang memiliki tiga terminal yaitu Kolektor, emitor, dan basis. Sesuai namanya, transistor bisa berfungsi sebagai isolator dan konduktor. Saat basis diberikan arus listrik, maka transistor berfungsi sebagai konduktor dengan kata lain kolektor dan emitor tersambung. Namun saat arus basis dihentikan, kolektor dan emitor akan terputus atau transistor berfungsi sebagai isolator.

  132. 5202418073

    4. Komponen yag menggantikan peran kontak pemutus system pengapian konvensional pada system pengapian elektronik adalah transistor yang difungsikan sebagai saklar (switching transistor). Transistor mengantikan peran kontak pemutus karena pada system pengapian elektronik kontak pemutus hanya dilewati arus yang sangat kecil sehingga tidak terjadi percikan api pada kontak-kontaknya dan efek baiknya adalah kontak pemutus awet dan tidak cepat aus.

  133. NIM 5202418078
    1. Pada sistem pengapian adalah untuk menghasilkan api listrik dengan interval yang tepat pada busi yang terpasang pada kepala silinder untuk membakar campuran udara-udara bakar.

  134. NIM 5202418078
    2. Iginition timing merupakan kondisi di mana kendaraan dalam proses pemanasan. Proses tersebut termasuk salah satu sistem pengapian pada kendaraan.
    mengapa pada putaran tinggi ignition timing harus dimajukan karena waktu bakar mulai dari busi meloncatkan bunga api, sampai dengan bahan bakar terbakar sempurna di perlukan waktu 1 ms sehingga jika putaran semakin tinggi maka waktu tempuh tetap maka jarak pengapian harus dirubah menjadi lebih maju.

  135. NIM 5202418078
    3. Cara kerja coil pengapian:
    1. Saat poin tertutup
    a. Arus listrik positif pada baterai menuju ke fuse
    b. Kemudian menuju ke kunci kentak dan keluar melalui stock IG kunci kontak
    c. Dari kunci kontak arus diteruskan menuju positif ignition coil.

    2. Saat poin terbuka
    a. Kunci kontak terbuka dan platina pada posisi membuka maka aliran arus primer yang mengalir dari baterai menuju ke massa akan terputus.
    b. Kemudian terjadi perubahan medan magnet atau juga disebut magnet jatuh.
    c. Terjadi perubahan magnet yang sangat cepat.

  136. NIM 5202418078
    6. Pada sistem pengapian induktif (selain CDI), tegangan tinggi pada coil di hasilkan saat arus pada kumparan primer di putus, sedangkan pada sistem pengapian CDI tegangan tinggi pada koil di hasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil.

  137. NIM 5202418078
    7. pengapian konvensional yakni sistem yang bekerja secara konvenional memakai kontak mekanik untuk memilih interval busi menyala.
    Pengapian elektronik memanfaatkan kerja transistor untuk memutus dan mengalirkan arus primer koil.
    Pengapian CDI yakni sistem pengapian pada sepeda motor atau mesin silinder tunggal yang memakai capasitor sebagai sumber pembangkit induksi pada coil.

  138. Nim : 5202418058

    2. Ignition timing adalah mekanisme yang dapat menyesuaikan pemajuan waktu pengapian akibat perubahan kecepatan putaran mesin dan beban yang bekerja pada mesin. Karena agar pembakaran maksimum tetap terjadi setelah 100 setelah TMA. Yang melakukan pemajuan dan pemunduran yaitu sentrifugal advancer dan vakum advancer.

  139. Nim : 5202418058

    3. Fenomena yang terjadi saat kontak pemutus tertutup yaitu arus dari terminal positif baterai mengalir ke kunci kontak di lanjut ke terminal positif koil ke terminal negatif koil ke kontak pemutus kemudian ke massa. Terjadi kemagnetan saat aliran arus ke kumparan primer coil. Camshaft selalu berputar karena selama mesin hidup poros engkol memutarkan poros nok dan poros nok memutarkan distributor di mana terdapat camshaft di dalamnya. Karena cam shaft berputar, maka ada saatnya ujung cam shaft mendorong kontak pemutus sehingga terbuka.
    Peristiwa yang terjadi pada saat kontak pemutus terbuka yaitu bila terjadi terputusan secara tiba – tiba maka kemagnetan di sekitaran coil akan hilang, apabila tidak terjadi loncatan bunga api pada kontak pemutus akibatnya arus primer terputus dengan cepat sehingga menghasilkan garis – garis gaya magnet pada koil dengan cepat pula, Cam selalu berputar menyebabkan cam kembali ke posisi bawah atau tidak mendorong kontak pemutus.

  140. Nim : 5202418058

    4. Transistor berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil melalui suatu power transistor yang difungsikan sebagai saklar.

  141. Nim : 5202418058

    5. Prinsip pembangkit tegangan tinggi pada koil sistem pengapian konvensional dengan menggunakan kontak pemutus atau platina sebagai komponen pemutus dan penghubung arus pada kumparan primer coil melalui proses pemutusan arus primer tersebut dilakukan secara mekanis yaitu dengan proses membuka dan menutupnya kontak pemutus yang bekerja seperti saklar di mana pada saat tertutup arus dapat mengalir dan saat terbuka arus akan terhenti.
    Prinsip pembangkit tegangan tinggi pada koil sistem pengapian konvensional elektronik yaitu pada transistor di mana proses pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yang difungsikan sebagai saklar.
    Kesimpulan kedua pembangkit tinggi yaitu sistem pengapian konvensional menggunakan kontak pemutus sedangkan sistem pengapian konvensional elektrolit menggunakan transistor.

  142. Nim : 5202418058

    6. Pada sistem pengapian konvensional koil berfungsi sebagai sebagai pembangkit tegangan tinggi dan penyimpan energi. Sedangkan pada sistem pengapian CDI, antara pembangkit tegangan tinggi dan penyimpanan energi dipisahkan. Kapasitor digunakan sebagai penyimpan energi lalu akan dihubungkan ke koil untuk pembangkitan tegangan tinggi.
    Apabila pada sistem pengapian konvensional koil sebagai penyimpan dan pembangkit tenaga berbeda dengan CDI yang menggunakan kapasitor untuk menyimpan dan koil untuk pembangkit.

  143. Nim : 5202418058

    7. Pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional, elektronik maupun CDI semuanya dilakukan oleh koil. Koil pengapian dapat menaikkan tegangan baterai menjadi lebih tinggi karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder jauh lebih banyak dari pada lilitan pada kumparan primer.
    Jumlah kumparan primer hanya sekitar 100 – 200 lilit sedangkan pada kumparan primer dapat mencapai sekitar 15000 – 30000 lilit.
    – Sistem pengapian konvensional memanfaatkan platina sebagai pemutus dan penghubung arus primer koil.
    – Sistem pengapian elektronik memanfaatkan transistor untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil.
    – Sistem pengapian CDI, antara pembangkit tegangan tinggi dan penyimpanan energi dipisahkan. Kapasitor digunakan sebagai penyimpan energi lalu akan dihubungkan ke koil untuk pembangkitan tegangan tinggi, dan menggunakan pulser sebagai pemutus dan penghubung arus.

  144. 5202418077

    2. Ignition timing adalah waktu pengapian / waktu busi menghasilakan percikan bunga api.
    > Pada saat putaran tinggi ignition timing dimajukan supaya pada saat putaran tinggi waktu pembakaran tetap cukup membakar campuran bahan bakar dan udara karena apabila pengapian tidak dimajukan maka induksi pada koil kurang maksimal dan mengakibatkan percikan bunga api kurang maka perlunya pengapian dimajukan agar supaya campuran bahan bakar dan udara tersebut dapat terbakar dengan sempurna pada saat kecepatan tinggi.
    > Komponen yang melakukan pemajuan dan pemunduran ignition timing adalah ignition timing advancer. ada dua mekanisme pemajuan dan pemunduran pengapian yaitu Sentrifugal advancer (Berdasarkan putaran mesin) dan Vakum advancer (Berdasarkan perubahan tekanan / kevakuman pada intake manifold)

  145. 5202418077

    3) fenomena yang terjadi pada sistem pengapian konvensional

    pada saat kontak pemutus tertutup :
    1. arus mengalir dari terminal positif baterai ke kunci kontak, ke terminal positif koil, ke terminal negatif koil, ke kontak pemutus, kemudian ke massa.
    2. kemagnetan pada koil.
    pada saat kontak pemutus terbuka :
    1. arus yang mengalir ke kumparan primer terputus tiba tiba, sehingga kemagnetannya hilang dengan
    cepat yang mengakibatkan terjadi tegangan induksi.
    2. terjadi induksi diri (self induction) pada kumparan primer dan induksi mutual (mutual induction) pada
    kumparan sekunder

  146. 5202418057

    1. Pada saat engine hidup, maka kontak pemutus (breaker point) dalam keadaan tertutup, maka arus dari baterai akan mengalir ke kumparan primer, ke kontak pemutus, kemudian ke masaa. Aliran arus pada kumparan ini akan menyebabkan terjadinya medan magnet disekeliling kumparan, energi listrik yang mengalir diubah menjadi energi dalam bentuk medan megnet. Apabila tiba tiba kontak pemutus terbuka, maka dengan cepat arus pada kumparan primer terputus dan menyebabkan medan magnet disekitaran kumparan hilang dengan cepat. Adanya hal itu menyebabkan terjadinya tegangan pada kumparan tersebut. Jadi, energi dalam bentuk medan magnet tersebut dikembalikan ke kumparan dalam bentuk energi listrik. Pada kumparan tersebut akan terjadi tegangan induksi. Pada kumparan primer disebut induksi diri(self indukction) dan pada kumparan sekunder disebut induksi mutual(mutual induction). Apabila pada ujung kumparan sekunder terhubung dengan suatu elektroda positif dan negatif, maka akan terjadi loncatan bunga api diantara kedua elektroda tersebut.

  147. 52012418077
    4). komponen pengganti kontak pemutus pada sistem pengapian elrktronik adalah transistor sebagai pemutus arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yang difungsikan sebagai saklar (switching transistor)
    a. sistem pengapian semi elektronik
    sistem pengapian yang proses pemutusan arusnya menggunakan transistor namun masih menggunakan kontak pemutus sebagai pengontrol kerja transistor. pada saat kontak pemutus tertutup maka transistor ON dan menghubungkan arus kumparan primer.
    b. sistem pengapian full elektronik
    pada sistem pengapian full elektronik sinyal pemicu kerja transistor berasal dari generator yang menghasilkan tegangan ON dan OFF.

  148. 5202418057

    2. Ignition Timing adalah saat dimana busi mulai memercikkan bunga api pada saat piston beberapa derajat (8° umumnya) sebelum TMA untuk memulai pembakaran campuran bahan bakar dan udara. Ignition bisa maju disebabkan karena waktu bakar mulai dari busi meloncatkan bunga api (beberapa derajad sebelum TMA) sampai dengan bahan bakar terbakar sempurna (beberapa derajad sesudah TMA) diperlukan waktu 0,003 detik sehingga jika putaran semakin tinggi maka waktu tempuh tetap maka jarak pengapian harus dirubah menjadi lebih maju sehingga didapatkan tekanan dan temperatur pembakaran maksimal tetap berada beberapa derajat sesudah TMA. Kemudian yang membuat ignition timing maju atau mundur adalah Sentrifugal Advancer dan Vakuum Advancer.

  149. 5202418052

    5. Prinsip pembangkit tegangan tinggi pada pengapian konvensional. Saat kunci kontak on, platina tertutup, arus dari te4minal positif baterai mengalor ke kunci kontak, ke teminal positif koil, ke terminal negatif koil, ke platinamm kemudian ke massa. Aliran arus ke kumparan primer coil menyebabkan terjafinya kemagnetan pada coil. Jika kontak pemutus terbuka, arus mengalir ke kumparan primer, sehingga terputus secara tiba-tiba. Akibatnya kemagnetan di sekitar coil hilang dengan cepat. Sehingga akan memyebabkan induksi. Kemudian terjadi perubahan garis gaya magnet dengan cepat sehingga pada kumparan sekunder terjadi induksi. Tegangan tinggi pada kumparan sekunder (10000 V atau lebih) disalurkan ke disttibutor melalui kabel tegangan tinggi dan dari distributor disalurkan ke tiap-tiap busi.

    Prinsip pembangkit tegangan tinggi pada pengapian elektronik. Apabila kunci kontak on dan generator pulsa menghasilkan sinyal tegangan, maka arus akan mengalir ke kaki basis, transistor, ke kaki emitor, kemudian ke massa. Karena ada arus yg mengalir ke basis. Maka transistor ini menjadi aktif/ON. Sehingga kaki kokektor dan emitornya terhubung.
    Sinyal yg dihasilkan generator pulsa adalah sinyal ON dan OFF. Saat sinyal ON transistor ON, dan sebaliknya. Jika transistor OFF maka arus yg terjadi m3ngalir pada kumparan primer koil akan terhenti. Sehingga menyebabkan hilangnya medan magnet secara cepatm perubahan garis2 gaya magnet yg sangat cepat ini menyebabkan terjadinya teganfan induksi yg sangat tinggi pafa kumparan sekunder koil. Tegangan tinggi ini disalurkan ke busi sehingga terjadi percikan bunga api pada elektroda busi.

    Kesimpulan dari dua sistem pengapian di atas yaitu jika dibandingkan tegangan yg dihasilkan oleh sistem pengapian konvensional dan transistor, maka tegangan tinggi pada sistem pengapian transistor lebih stabil baik pada putaran rendah, sedang maupun tinggi. Pada tipe konvensional, tegangan tinggi menurun drastis seiring dengan naiknya putaran mesin.

  150. 5202418052

    5. Prinsip pembangkit tegangan tinggi pada pengapian konvensional. Saat kunci kontak on, platina tertutup, arus dari te4minal positif baterai mengalor ke kunci kontak, ke teminal positif koil, ke terminal negatif koil, ke platinamm kemudian ke massa. Aliran arus ke kumparan primer coil menyebabkan terjafinya kemagnetan pada coil. Jika kontak pemutus terbuka, arus mengalir ke kumparan primer, sehingga terputus secara tiba-tiba. Akibatnya kemagnetan di sekitar coil hilang dengan cepat. Sehingga akan memyebabkan induksi. Kemudian terjadi perubahan garis gaya magnet dengan cepat sehingga pada kumparan sekunder terjadi induksi. Tegangan tinggi pada kumparan sekunder (10000 V atau lebih) disalurkan ke disttibutor melalui kabel tegangan tinggi dan dari distributor disalurkan ke tiap-tiap busi.

    Prinsip pembangkit tegangan tinggi pada pengapian elektronik. Apabila kunci kontak on dan generator pulsa menghasilkan sinyal tegangan, maka arus akan mengalir ke kaki basis, transistor, ke kaki emitor, kemudian ke massa. Karena ada arus yg mengalir ke basis. Maka transistor ini menjadi aktif/ON. Sehingga kaki kokektor dan emitornya terhubung.
    Sinyal yg dihasilkan generator pulsa adalah sinyal ON dan OFF. Saat sinyal ON transistor ON, dan sebaliknya. Jika transistor OFF maka arus yg terjadi m3ngalir pada kumparan primer koil akan terhenti. Sehingga menyebabkan hilangnya medan magnet secara cepatm perubahan garis2 gaya magnet yg sangat cepat ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi yg sangat tinggi pafa kumparan sekunder koil. Tegangan tinggi ini disalurkan ke busi sehingga terjadi percikan bunga api pada elektroda busi.

    Kesimpulan dari dua sistem pengapian di atas yaitu jika dibandingkan tegangan yg dihasilkan oleh sistem pengapian konvensional dan transistor, maka tegangan tinggi pada sistem pengapian transistor lebih stabil baik pada putaran rendah, sedang maupun tinggi. Pada tipe konvensional, tegangan tinggi menurun drastis seiring dengan naiknya putaran mesin.

  151. NIM: 5202418053

    7. *Pada sistem pengapian konvensional, tegangan tinggi pada koil dihasilkan ketika arus pada kumparan primer diputuskan oleh kontak pemutus (platina maupun transistor), sedangkan pada sistem pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan ketika arus dari pembuatan muatan kapasitor mengalir ke kumparan primer koil dengan sangat cepat. Waktu yang diperlukan oleh tegangan tinggi untuk mencapai tegangan tertingginya dinamakan rise time. Sedangkan Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian elektronik, Pada prinsipnya sistem ini sama dengan sistem pengapian konvensional, yang membedakan adalah platina sudah tidak digunkan melainkan sebuah transistor.

    *Kesimpulan
    Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan, bahwa pada prinsip nya sistem pengapian baik konvensional, elektronik, dan CDI sama saja. Perbedaannya hanya terletak pada komponen yang memutuskan arus primer pada rangkaian.

  152. 5202418057

    3. 1) Pada saat kunci kontak ON, Platina menutup
    Aliran arusnya adalah sebagai berikut:
    Baterai —> Kunci kontak —> Primer koil —> Platina —> Massa.
    Pada saat kunci kontak On dan platina pada posisi menutup maka akan terjadi rangkaian tertutup pada sirkuit rangkaian primer sehingga arus akan mengalir dari plus baterai atau aki menuju kunci kontak menuju kumparan primer koil menuju kontak pemutus menuju massa dan akhirnya menuju minus baterai.
    Pada saat terjadi rangkaian tertutup ini pada rangkaian primer maka pada koil akan terbentuk medan magnet. Dari yang tidak ada magnet menjadi ada magnet maka akan timbul tegangan induksi pada rangkaian sekunder. Tetapi tegangan induksi yang dihasilkan ini masih rendah sehingga tidak terjadi loncatan bunga api pada busi

    2) Saat platina membuka
    Saat platina membuka, arus listrik melalui primer koil terputus, terjadi induksi tegangan tinggi pada sekunder koil, sehingga arus akan mengalir seperti dibawah ini:
    Sekunder koil —> Kabel tegangan tinggi —> Tutup distributor —> Rotor —> Kabel tegangan tinggi (kabel busi) —> Busi —> Massa.
    Pada saat kunci kontak On dan platina pada posisi membuka maka aliran arus primer yang mengalir dari baterai menuju ke massa akan terputus. Pada kondisi ini akan terjadi perubahan medan magnet atau juga disebut magnet jatuh (dari adanya kemagnetan dari platina menutup menjadi tidak ada kemagnetan karena platina membuka).
    Pada saat terjadinya perubahan magnet yang sangat cepat dan hanya sesaat pada koil pengapian tersebut, maka akan timbul tegangan induksi diri baik pada rangkaian primer maupun rangkaian sekunder. Pada rangkaian primer tegangan induksi diri mencapai sekitar 400 volt sedangkan pada rangkaian sekunder akan terjadi tegangan induksi diri mencapai sekitar 20.000 volt. Tegangan induksi diri pada rangkaian primer tersebut akan diserap melalui kondensor dan tegangan induksi diri pada rangkaian sekunder akan dimanfaatkan untuk menghasilkan loncatan api pada busi. Jadi loncatan api pada busi terjadi pada saat platina mulai membuka.

  153. 5202418057

    4. Sistem pengapian elektronik yang menggantikan sistem pengapian konvensional yaitu dengan menggunakan Transistor untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan transistor maka pemutusan arus primer koil lebih stabil pada kecepatan rendah dan kumparan sekunder bisa menghasilkan tegangan tinggi dengan stabil. Selain itu menggunakan transistor juga bisa menaikan arus primer untuk meningkatkan energi pembakaran agar pengapiannya akurat tanpa terjadi misfiring meskipun kecepatannya rendah.

  154. 5202418057

    5. Prinsip kerja sistem pengapian konvensional dimulai dari baterai memberikan arus yang besar (sekitar 4A) pada kumparan primer yang mempunyai tahanan kecil. Kontak pemutus yang dibuka oleh cam dengan cepat memutus aliran arus primer sehingga arusnya menjadi nol. Perubahan medan magnet yang sangat cepat pada kumparan primer saat kontak pemutus terbuka menghasilkan tegangan induksi. Jumlah kumparan sekunder yang lebih banyak dibandingkan kumparan primer bekerja seperti transformator penaik tegangan yang dapat meningkatkan tegangan menjadi sangat tinggi pada kumparan sekunder. Kondensor dapat meredam percikan api diantara kontak pemutus saat kontak pemutus terbuka.
    Prinsip kerja sistem pengapian elektronik dimulai apabila kunci kontak dalam kondisi on dan generator pulsa menghasilkan sinyal tegangan, maka arus dari penghasil pulsa tersebut mengalir ke kaki basis transistor, ke kaki emitor, kemudian ke massa. Karena ada arus yang masuk ke basis, maka transistor ini menjadi ON sehingga kaki kolektor dan emitornya terhubung. Akibat transistor ON maka arus yang besar mengalir dari baterai, ke kunci kontak, ke kumparan primer koil, ke kaki kolektor transistor, kaki emitor, kemudian ke massa. Aliran arus ke kumparan primer koil ini menyebabkan medan magnet pada koil. Jika sinyal generator pulsa off dan transistor juga off maka arus yang tadinya mengalir pada kumparan primer koil akan terhenti. Berhentinya aliran arus yang cepat ini juga menyebabkan medan magnet. Perubahan garis gaya magnet yang sangat cepat ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi yang sangat tinggi pada kumparan sekunder koil sehingga tegangan tinggi ini bisa di salurkan ke busi.
    Simpulan:
    Pada dasarnya prinsip kerja sistem pengapian konvensional terjadi karena membuka dan menutupnya kontak pemutus atau platina yang digerakkan oleh cam sedangkan pada prinsip kerja sistem pengapian elektronik terjadi karena adanya sinyal dari generator pulsa yang membuat transistor ON atau OFF melalui kaki basis transistor.

  155. 5202418057

    6. Pada sistem CDI koil masih digunakan tetapi fungsinya hanya sebagai transformator tegangan tinggi, tidak untuk menyimpan energi. Sebagai pengganti sebuah kapasitor digunakan sebagai penyimpan energi. Dalam sistem ini kapasitor di isi (charged) dengan tegangan tinggi sekitar 300 V sampai 500 V, dan pada saat sistem bekerja (triggered), kapasitor tersebut membuang (discharge) energinya ke kumparan primer koil pengapian. Koil tersebut menaikan tegangan (dari pembuangan muatan kapasitor) menjadi tegangan yang lebih tinggi pada kumparan sekunder untuk menghasilkan percikan api pada busi.

  156. 5202418057

    7. Simpulan dari prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional, elektrinik, dan CDI yaitu dengan tetap menggunakan ignition coil untuk membangkitkan tengangan tinggi melalui kumparan sekunder. Tetapi yang membedakan ketiga sistem pengapian tersebut terletak pada proses sebelum menuju ke kumparan sekunder. Sistem pengapian konvensional memanfaatkan cara kerja kontak pemutus atau platina yang digerakkan oleh cam untuk memutus atau menghubungkan arus dari baterai ke kumparan primer. Sistem pengapian elektronik memanfaatkan cara kerja transistor untuk memutus dan menghubungkan arus ke kumparan primer melalui sinyal dari generator pulsa yang membuat transistor ON atau OFF melalui kaki basis transistor sehingga menyebabkan medan magnet pada kumparan primer koil. Sistem pengapian CDI memanfaatkan kerja pengisian dan pembuangan muatan kapasitor untuk menaikan tegangan tinggi melalui kumparan primer koil. Koil disini hanya digunakan untuk transformator tegangan tinggi saja, bukan untuk menyimpan energi.

  157. NIM : 5202418005

    7.) -> Konvensional
    Pada saat kontak pemutus tertutup, arus akan mengalir dari baterai ke kumparan primer, ke kontak pemutus, kemudian ke massa menyebabkan terjadinya medan magnet di sekeliling kumparan. Energi listrik diubah menjadi energi dalam bentuk medan magnet

    -> Elektronik
    memanfaatkan transitor untuk memutuskan
    dan menghubungkan arus primer koil. Jika pada sistem pengapian konvensional pemutusan arus primer koil dilakukan secara mekanis dengan membuka atau menutup kontak pemutus, maka pada sistem pengapian elektronil pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektrolis melalui transitor yang difungsikan sebagai saklar(switching transitor)

    -> CDI
    kapasitor sebagai sumber energi mengeluarkan muatannya melalui kumparan primer sebagai beban dalam rangkaian tersebut. Pada saat kapasitor mengeluarkan arus dengan cepat melalui kumparan, energi listrik yang disimpan dalam kapasitor dikonversi menjadi energi dalam bentuk medan magnet disekitar kumparan. Perubahan atau gerakan medan magnet yang sangat cepat menyebabkan terjadinya tegangan induksi pada kumparan sekunder koil

  158. 5202418043
    3.Cara kerja sistem pengapian
    * Pada saat kunci kontak pada posisi on dan platina menutup
    Pada saat kunci kontak On dan platina pada posisi menutup maka akan terjadi rangkaian tertutup pada sirkuit rangkaian primer sehingga arus akan mengalir dari plus baterai atau aki menuju kunci kontak menuju kumparan primer koil menuju kontak pemutus menuju massa dan akhirnya menuju minus baterai. 
    * Saat kunci pada posisi on dan platina membuka
    Pada saat kunci kontak On dan platina pada posisi membuka maka aliran arus primer yang mengalir dari baterai menuju ke massa akan terputus. Pada kondisi ini akan terjadi perubahan medan magnet atau juga disebut magnet jatuh (dari adanya kemagnetan dari platina menutup menjadi tidak ada kemagnetan karena platina membuka).

  159. 4. Transistor unit terdiri dari tiga kaki yaitu emiter, basis, dan colector. Transistor sendiri dapat berfungsi sebagai konduktor serta isolator. Transistor Unit merupakan bagian dari sistem pengapian transistor yang berfungsi untuk  saklar yang menggantikan peran dari kontak platina yaitu memutuskan dan menghubungkan arus listrik yang menuju ke primer koil.

  160. 5202418043
    5.Pengapian konvensional
    Prinsip dasarnya adalah sebuah rangkaian mekatronika yang bertujuan untuk membangkitkan percikan api pada busi, dengan memanfaatkan energi listrik bertegangan tinggi yang didapat dari proses induksi pada coil.
    Didalam coil terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan sekunder, keduanya memiliki input arus listrik yang sama, akan tetapi untuk outputnya berbeda. Jadi kumparan primer memiliki output yang mengarah ke rangkaian pemutus arus sedangkan sekuder memiliki output mengarah ke busi.
    Pada sistem ini banyak digunakan pada mobil lawas seperti kijang generasi awal dan colt. Cara kerja sistem pengapian konvensional cukup sederhana. Pada saat kontak berada di posisi ON , maka arus listrik dari battery atau accu mengalir ke coil dan keluar menuju platina. Dalam hal ini posisi mesin belum berputar atau belum starting maka dari platina akan menghubungkan arus ke massa, sehingga menimbulkan kemagnetan pada kumparan primer.

    Pengapian transistor/elektronik
    Pada prinsipnya sistem ini sama dengan sistem pengapian konvensional, yang membedakan adalah platina sudah tidak digunkan melainkan sebuah transistor. Fungsinya untuk menggantikan peran platina, biasanya dikenal dengan sistem pengapian elektronik.
    Sistem pengapian transistor memanfaatkan komponen transistor sebagai saklar elektronik untuk pemutus arus premier dan mengasilkan induksi eletromagnetik.
    Sistem pengaian pada mobil ini di perkenalkan pada tahun 1955 oleh Lucas, saat itu mdel pengapian ini digunakan pada mobil BRM dan Conventry Climax F1, masih banyak memanfaatkan komponen mekanikal pada sistem pengapian konvensional.
    Pengapian sistem transistor (eletronik) dibagi menjadi dua macam:
    -semi transistor
    -fully transistor
    *pengapian semi transistor dan pengapian fully transistor memiliki perbedaan cara kerja, pada pengapian semi transistor Saat mesin berputar, cam didalam distributor juga ikut berputar. Hal itu menyebabkan platina dalam kondisi terbuka dan tertutup. Saat platina dalam kondisi terbuka atau terputus, arus listrik yang menuju kaki basis juga ikut terputus. Sehingga kaki kolektor dan emitor juga ikut terputus. Sedangkan pada fully transistor pulse igniter sebagai pengganti peran platina sebagai pemutus dan pembuka aliran arus listik.

  161. Nama : Rachmad Hidayat
    Nim : 5202418072

    Apa bila kontak pemutus (breaker point) dalam keadaan tertutup maka arus dari baterai akan mengalir ke kumparan primer, ke kontak pemutus, kemudian ke masa. Aliran arus dari kumparan ini akan menyebabkan terjadinya medan magnet di sekeliling kumparan. Pada keadaan ini, energi listrik akan di ubah menjadi energi dalam bentuk medan magnet

  162. 5202418043
    6.Kesimpulannya CDI ini mempunyai fungsi yang sama seperti platina, akan tetapi CDI bekerja menggunakan modul komponen elektrik, sehingga lebih awet dan tahan lama daripada platina, karena tidak mengalami keausan. Jika pada sistem pengapian konvensional mengalami gangguan atau masalah, biasanya bisa di atasi dengan menyetel platina secara manual, akan tetapi pada sistem pengapian yang sudah menggunakan CDI hanya dapat melakukan pengecekan kondisi saja, bila terjadi masalah atau gangguan sebaiknya langsung di ganti saja.
    Prinsip kerja
    Prinsip kerja sistem pengapian CDI yang menggunakan arus DC yaitu ketika kunci kontak pada posisi “ON”, arus dari baterai akan mengalir menuju ke saklar. Jika saklar “ON” maka arus akan mengalir menuju ke kumparan penguat arus yang ada dalam CDI yang akan meningkatkan tegangan baterai yang mulanya dari 12 volt DC akan di ubah menjadi 220 volt AC.
    Setelah itu arus akan di searahkan oleh dioda dan dialirkan menuju kondensor untuk disimpan sementara. Akibat dari putaran mesin, coil pulsa menghasilkan arus yang kemudian menghidupkan SCR, jadi akan memicu kondensor untuk mengalirkan arus menuju ke kumparan primer coil pengapian.
    Di saat terjadi pemutusan arus yang mengalir di kumparan primer coil pengapian, maka akan timbul tegangan induksi pada kedua kumparan. Tegangan tersebut akan membuat busi memercikkan bunga api untuk membakar campuran bahan bakar dan udara yang ada dalam ruang bakar.

  163. 7. *Konvensional
    Didalam coil terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan sekunder, keduanya memiliki input arus listrik yang sama, akan tetapi untuk outputnya berbeda. Jadi kumparan primer memiliki output yang mengarah ke rangkaian pemutus arus sedangkan sekuder memiliki output mengarah ke busi.
    Pada sistem ini banyak digunakan pada mobil lawas seperti kijang generasi awal dan colt. Cara kerja sistem pengapian konvensional cukup sederhana. Pada saat kontak berada di posisi ON , maka arus listrik dari battery atau accu mengalir ke coil dan keluar menuju platina. Dalam hal ini posisi mesin belum berputar atau belum starting maka dari platina akan menghubungkan arus ke massa, sehingga menimbulkan kemagnetan pada kumparan primer.
    *Elektronik/transistor
    Prinsip kerja pengapian transistor (elektronik) pada mobil hampir sama dengan pengapian konvensional dan perbedaan terletak pada cara pemutusan arus primer. Namun baik pengapian semi transistor dan pengapian fully transistor memiliki perbedaan cara kerja, pada pengapian semi transistor Saat mesin berputar, cam didalam distributor juga ikut berputar. Hal itu menyebabkan platina dalam kondisi terbuka dan tertutup. Saat platina dalam kondisi terbuka atau terputus, arus listrik yang menuju kaki basis juga ikut terputus. Sehingga kaki kolektor dan emitor juga ikut terputus. Sedangkan pada fully transistor pulse igniter sebagai pengganti peran platina sebagai pemutus dan pembuka aliran arus listik.
    Sistem pengapian transistor memanfaatkan komponen transistor sebagai saklar elektronik untuk pemutus arus premier dan mengasilkan induksi eletromagnetik.
    -CDI
    Jika pada sistem pengapian konvensional mengalami gangguan atau masalah, biasanya bisa di atasi dengan menyetel platina secara manual, akan tetapi pada sistem pengapian yang sudah menggunakan CDI hanya dapat melakukan pengecekan kondisi saja. Prinsip kerja sistem pengapian CDI yang menggunakan arus DC yaitu ketika kunci kontak pada posisi “ON”, arus dari baterai akan mengalir menuju ke saklar. Jika saklar “ON” maka arus akan mengalir menuju ke kumparan penguat arus yang ada dalam CDI yang akan meningkatkan tegangan baterai yang mulanya dari 12 volt DC akan di ubah menjadi 220 volt AC.
    Setelah itu arus akan di searahkan oleh dioda dan dialirkan menuju kondensor untuk disimpan sementara. Akibat dari putaran mesin, coil pulsa menghasilkan arus yang kemudian menghidupkan SCR, jadi akan memicu kondensor untuk mengalirkan arus menuju ke kumparan primer coil pengapian.

  164. 1.prinsip kenaikannya tegangan pd koil yaitu pd kumparan sekunder jumlah lilitan ya lebih banyak dari pd lilitan kumparan primer

  165. Nama : Rachmad Hidayat
    Nim : 5202418072

    Merupakan sistem pengapian CDI yg saat pengapianya di kendalokan oleh microprocessor berdasarkan sensor-sensor operasi engine. Sistem di atas termasuk dalam tipe pengapian dengan satu koil untuk melayani dua busi. Pemberian sinyal melalui R1 untuk mengaktifkan thyristor diatur oleh microprocessor berdasarkan sensor posisi poros engkol sehingga saat penyalaan akan selalu tepat sesuai dengan kondisi operasi mesin

  166. Nama : Rachmad Hidayat
    Nim : 5202418072

    No 3
    Pada saat kontak pemutus tertutup.
    Sudut yg terbentuk pada cam di mana kontak pemutus dalam keadaan tertutup di sebut sudut duwell.
    Pada

  167. Nama: Rqchmad Hidayat
    Nim :5202418072

    No 4
    Transistor Unit merupakan bagian dari sistem pengapian transistor yang berfungsi untuk saklar yang menggantikan peran dari kontak platina yaitu memutuskan dan menghubungkan arus listrik yang menuju ke primer koil. Transistor unit terdiri dari tiga kaki yaitu emiter, basis, dan colector. Transistor sendiri dapat berfungsi sebagai konduktor serta isolator. Pada umumnya transistor di bedakan menjadi dua yaitu transistor PNP dan transistor NPN. Yang membedakan adalah triger dari kedua jenis transistor tersebut, PNP membutuhkan triger arus negatif atau dari massa, sedangkan NPN membutuhkan triger arus positif.

  168. Nama: Rachmad Hidayat
    Nim : 5202418072

    No 5
    Hal ini di sebabkan adanya efek gaya gerak listrik lawan pada saat arus mengalir ke kumparan primer koil yg menyatakan terbentuknya medan magnet di sekitar koil. Terbentuknya medan magnet tersebut akan menghasilkan tegangan balik yg arahnya melawan aliran arus dari baterai

  169. 5202418042
    No.1
    Koil akan menaikkan tegangan baterai menjadi tegangan tinggi, karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder koil lebih banyak dari jumlah lilitan kumparan primer koil.

  170. NIM : 5202418063
    5. Pada system pengapian konvensional menggunakan platina sebagai pemutus arus dari arus listrik ke primer coil. Untuk mengatur timing pengapian dengan memutar distributor. Memanfaatkan gaya sentrifugal dan kevakuman untuk memajukan posisi pengapian atau timing secara otomatis.
    Pada system pengapian elektronik menggunakan transistor sebagai komponen pemutus arus listrik primer ke coil. Timing pengapian sudah terprogram dalam unit elektronik, sehingga sudah tidak lagi di setel pada distributor. Menggunakan sensor elektronik dalam memajukan timing pemengapian secara optimal.

    Kesimpulannya adalah system pengapian elektronik lebih menguntungkan dibandingkan dengan system pengapian konvensional, karena tidak memerlukan penyetelan saat pengapian, karena saat pengapian terjadi secara otomatis yang diatur secara elektronik. Lebih stabil, karena tidak ada loncatan bunga api seperti yang terjadi pada breaker point (platina) sistem pengapian konvensional. Mesin mudah distart, karena tidak tergantung pada kondisi platina.

  171. 5202418042
    No.2
    ignition timing adalah waktu saat busi menyala/ memercikkan bunga api , ignition timing harus dimajukan pada rpm tinggi/saat putaran tinggi karena piston bergerak lebih cepat,jika tidak di majukan maka pada saat piston berada di TMA busi belum memercikkan bunga api begitu juga sebaliknya pada saat busi berada di TMB busi malah memercikkan bunga api, dua mekanisme untuk memaju mundurkan pengapian yaitu sentrifugal advancer dan vakum advencer

  172. 5202418042
    No.3
    Arus di kumparan primer terhubung, terjadi kemagnetan, terjadi induksi pada kumparan sekunder namun tegangan induksi masih kecil sehingga tidak terjadi loncatan bunga api pada busi ,pada saat platina terbuka arus pada kumparan primer terputus kemagnetan pun ikut menghilang, terjadi induksi diri baik pada kumparan primer maupun sekunder tegangan induksi pada kumparan primer akan masuk ke kondensor sedangkan tegangan induksi diri yang ada di kumparan sekunder akan di salur kan ke busi sehingga menghasilkan bunga api/percikan api.

  173. 5202418042
    No.4
    Pengganti platina pada system pengapian elektronik adalah pulser (rotor dan pick-up), Pulser adalah pembaca tonjolan suatu sinyal di magnet, berupa besi magnet yang dililit oleh kawat tembaga halus jika dilewati besi akan mengeluarkan arus listrik dan arus listrik itu yang menimbulkan komponen pada CDI untuk mengeluarkan timbunan arus listrik pada kapasitor untuk di salurkan ke koil dan di perbesar untuk menyalakan busi sampai terjadi pembakaran di ruang bakar motor.

  174. Nama: Rachmad Hidayat
    Nim : 5202418072

    No 6
    Tegangan tinggi : Hal ini di sebabkan adanya efek gaya gerak listrik lawan pada saat arus mengalir ke kumparan primer koil yg menyatakan terbentuknya medan magnet di sekitar koil. Terbentuknya medan magnet tersebut akan menghasilkan tegangan balik yg arahnya melawan aliran arus dari baterai. Hal ini menyebabkan kenaikan arus pada kumparan koil

  175. 5202418042
    No.5
    Pada kumparan primer mempunyai tahanan kecil. Kontak pemutus yang di buka oleh camshaft dengan cepat memutus aliran arus primer sehingga arusnya menjadi nol. perubahan yang sangat cepat pada kumparan primer saat kontak pemutus terbuka menghasilkan tegangan induksi. Jumlah kumparan sekunder yang lebih banyak daripada kumparan primer menyebabkan naiknya tegangan pada kumparan sekunder, sedangkan pada pengapian elektronik memanfaatkan transistor sebagai pemutus dan penghubung arus primer koil
    Kesimpulannya adalah pembangkit tegangan tinggi pada system konvensional ataupun pada system elektronik sama yang membedakan hanyalah pada pemutus dan penghubung arusnya jika pada system konvensional menggunakan poros camshaft yang menggerakkan platina sedangkan pada system elektronik melalui power transistor.

  176. 5202418042
    No.6
    Pada sistem konvensional, koil digunakan untuk membangkitkan tegangan tinggi, sedangkan pada system CDI koil digunakan sebagai transformator tegangan tinggi tidak untuk menyimpan energi , pemutus dan penghubung arusnya menggunakan pulser. Sebagai pengganti kapasitor di gunakan sebagai penyimpan energi. Dalam system ini kapasitor di isi dengan tegangan tinggi sekitar 300V sampai 500V, yang selanjutnya akan di buang ke coil dan akan di ubah ke tegangan yang lebih tinggi.

  177. 5202418042
    No.7
    Pembangkit tegangan tinggi pada sistem konvensional, elektronik, maupun CDI sama menggunakan koil yang menjadi pembeda adalah pemutus dan penghubung tegangan dari baterai ke koil, sistem konvensional menggunakan patina sebagai pemutus dan penghubung arus, pada sistem elektronik menggunakan transistor sebagai pemutus dan penghubung arus sedangkan pada sistem CDI menggunakan pulser pada sistem CDI menggunakan kapasitor sebagai penyimpan energy, lalu koil hanya berfungsi mengubah tegangan menjadi tinggi, sedangkan pada sistem elektronik dan konvensional energy di simpan di koil lalu di naikkan di koil

  178. NIM : 5202418063
    6. Perbedaan antara platina dan cdi bisa dilihat dari cara kerjanya.
    Cara kerja Platina yakni secara mekanis. Nok atau cam distributor, yang berfungsi untuk menekan lengan platina agar membuka dan juga agar menutup kembali seiring dengan berputarnya nok. Arus listriknya tidal terus menerus tapi dengan sistem kontak putus atau bisa di bilang ada jedanya.
    Cara kerja Cdi lebih moderen yakni elektris jadi cdi tidak perlu dibersihkan lebih awet dan tidak perlu distel serta cdi sudah dilengkapi dengan sensor sinyal yakni pulsar(igniton pulzer) pembangkit pulsar berfungsi untuk memberi sinyal kepada cdi kapan koil harus mengirimkan arus induksi ke busi tepat pada saat torak pada akhir langkah kompresi.

  179. 5202418055

    1. Koil dapat menaikkan Tegangan tinggi karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder koil jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kumparan primernya.

  180. NIM : 5202418063
    7. Dari ketiga macam sistem pengapian konvensional, elektrinik, dan CDI.
    Sistem pengapian CDI yang lebih unggul .

    Kelebihan sistem pengapian CDI yang pertama adalah pada sistem pengapian CDI tidak diperlukan penyetelan secara berkala seperti halnya pada sistem pengapian konvensional yang masih memerlukan penyetelan celah pada platinanya. Peran platina sebagai pemutus dan penyambung arus primer koil sudah digantikan perannya oleh thryristor atau SCR (Silicon Controlled Rectifier) yang berperan sebagai saklar otomatis dan pick up coil yang berperan sebagai trigger atau pemicu SCR untuk aktif.

    Kelebihan sistem pengapian CDI yang kedua adalah tegangan yang dihasilkan lebih stabil dibandingkan dengan sistem pengapian konvensional. Pada sistem pengapian CDI tidak terjadi atau timbul loncatan bunga saat pemutusan arus primer koil berbeda dengan sistem pengapian konvensional yang masih timbul loncatan bunga api pada platina saat arus primer diputus (platina mulaimembuka). Karena tidak timbulnya loncatan bunga api saat pemutusan arus primer, maka tegangan induksi yang dihasilkan akan lebih stabil.

    Kelebihan sistem pengapian CDI yang ketiga adalah tegangan tinggi yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan sistem pengapian konvensional. Pada sistem pengapian CDI dilengkapi dengan komponen penguat tegangan yang berfungsi untuk menguatkan tegangan atau memperbesar tegangan baterai dari tegangan 12 volt menjadi tegangan 100 sampai 400 volt yang selanjutnya dialirkan ke kumparan primer koil pengapian sehingga induksi listrik yang dihasilkan pada koil pengapian akan lebih besar. Berbeda dengan pengapian konvensional dengan platina, pada sistem pengapian konvnsional tidak dilengkapi dengan penguat tegangan dan tegangan yang masuk ke kumparan primer koil sebesar 12 volt (sama dengan tegangan baterai).

    Kelebihan sistem CDI yang keempat adalah pada kendaraan yang menggunakan sistem pengapian CDI maka untuk menghidupkan kendaraan akan lebih mudah dibandingkan dengan sistem pengapian konvensional karena pada sistem pengapian CDI untuk menghasilkan percikkan bunga api tidak tergantung dari kondisi platina. Pada sistem pengapian konvensional, perawatan platina harus sering dilakukan jika tidak dilakukan maka akan mengakibatkan bunga api yang dihasilkan oleh busi menjadi kecil sehingga mesin akan susah untuk dinyalakan.

  181. 5202418055

    2. Ignition timing adalah penyesuaian pengapian akibat perubahan kecepatan pada putaran mesin dan beban yang bekerja pada mesin. Supaya pada putaran tinggi waktu pembakaran tetap cukup,maka mulainya pembakaran harus dimajukan agar pembakaran maksimum tetap terjadi sekitar 10 derajat setelah TMA, mekanisme yang dapat memajukan saat pengapian, yaitu sentrifugal advancer dan vakum advancer.

  182. 1.5202418030
    Nama: Ahmad Kholilur Rohman
    Prinsip penaikan tegangan tinggi pada coil pengapian di sebabkan karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder koil jauh lebih banyak dibandingkan dengan kumparan primernya

  183. 5202418055

    3. a. Saat Kontak pemutus tertutup
    – Arus dari terminal positif baterai mengalir ke kunci kontak, ke terminal positif koil, ke terminal negatif koil, ke kontak pemutus kemudian ke massa.
    – Aliran arus ke kumparan primer koil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada koil.
    – Cam selalu berputar karena selama mesin hidup poros engkol memutarkan poros nok(cam Shaft) dan poros nok memutarkan distributor di mana terdapat cam di dalamnya.
    b. Saat kontak pemutus terbuka
    – arus yang mengalir ke kumparan primer terputus. Sehingga kemagnetan di sekitar koil hilang/drop dengan cepat.

  184. 2.5202418030
    Nama: ahmad kholil
    Ignition timing adalah sebuah waktu pengapian dimana kondisi kendaraan dapam proses pengajuan yang terjadi saat busi mulai mematikan api di ruang bakar dengan waktu yang sama ketika piston memulai langkah kompresi saat putaran tinggi Ignition timing di majukan dengan tujuan untuk menyesuaikan saat pengapian akibat perubahan kecepatan putaran mesin dan beban yang bekerja pada mesin, yang melakukan pemajuan dan pemunduran ignition timing adalah sentrifugal advancer dan vacum advancer

  185. 5202418055

    4. Pada sistem pengapian elektronik , pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektrolis melalui suatu power transistor yang di fungsikan sebagai saklar(switching transistor).

  186. 3.5202418030
    Nama: ahmad kholil
    -pembuangan muatan kapasitor
    -arus mengalir dari positif ke kumparan primer dan kumparan sekunder
    – terjadi kemaghnetan pada coil

  187. 4.5202418030
    Nama: ahmad kholil
    Transistor adalah komponen yang menggantikan peran kontak pemutus sistem pengapian konvensional pada sistem pengapian elektronik,karena pada sistem pengapian elektronik pemutus arus primer coil di lakukan secara elektronik melalui power transistor ini yang berfungsi sebagai saklar.

  188. 5202418066
    2.) seperti yang sudah dijelaskan pada bagian prisip dasar sistem pengapian , pembakaran memerlukan waktu yang tepat baik pada putaran lambat maupun putaran tinggi .supaya pada putaran tinggi waktu pembakatan tetap cukup , maka mulainya penmbakaran haru di majukan agar pembakarn maxsimum tetap terjadi 10* setelah TMA. mekanisme yang dapat memjukan saat pengapian di sebut dengan ignition timing adventure atau pemajuan saat pengapian. ada dua mekanisme yang dapat memajukan saat pengapian , yaitu sentrifugal advencer dan vakum advencer.

  189. 5202418066
    3.) – saat kontak pemutus tertutup , Arus listrik dari positif baterai menuju ke fuse kemudian menuju kunci kontak dan keluar melalui shocket IG kunci kontak, dari kunci kontak arus diteruskan menuju positif ignition coil dan melalui kumparan primer kemudian keluar pada negatif coil, selanjutnya diteruskan melewati kontak poin platina yang sedang menutup dan menuju ke massa body.
    Akibatnya pada kumparan primer koil timbul kemagnetan yang mempengaruhi kumparan skunder koil.
    – Saat kontak pemutus terbuka

    Home » Uncategories » Prinsip Kerja Sistem Pengapian Konvensional
    Prinsip Kerja Sistem Pengapian Konvensional
    Modul Otomotif
    Kontak Poin Tertutup

    Arus listrik dari positif baterai menuju ke fuse kemudian menuju kunci kontak dan keluar melalui shocket IG kunci kontak, dari kunci kontak arus diteruskan menuju positif ignition coil dan melalui kumparan primer kemudian keluar pada negatif coil, selanjutnya diteruskan melewati kontak poin platina yang sedang menutup dan menuju ke massa body.
    Akibatnya pada kumparan primer koil timbul kemagnetan yang mempengaruhi kumparan skunder koil.
    Kontak Poin Terbuka

    Pada saat breaker poin terbuka oleh bubungan pemutus dengan cam yang berputar, aliran arus primer terputus. Medan magnit di sekitar lilitan primer coil kolap dan menyebabkan kemagnitan pada inti besi akan hilang sehingga menghasilkan tegangan tinggi (20.000-30.000 volt) pada lititan-lilitan sekunder. Sentakan tegangan tinggi ini ‘mendorong’ arus melalui kabel coil tegangan tinggi ke distributor,platina membagi arus kemasing-masing busi melalui distributor cap lalu ke kabel tegangan tinggi dan kemudian ke busi-busi sesuai dengan firing order. Siklus keseluruhan ini terjadi 50 sampai 150 kali per detik tergantung pada kecepatan engine.

  190. 5202418066
    3.) – saat kontak pemutus tertutup , Arus listrik dari positif baterai menuju ke fuse kemudian menuju kunci kontak dan keluar melalui shocket IG kunci kontak, dari kunci kontak arus diteruskan menuju positif ignition coil dan melalui kumparan primer kemudian keluar pada negatif coil, selanjutnya diteruskan melewati kontak poin platina yang sedang menutup dan menuju ke massa body.
    Akibatnya pada kumparan primer koil timbul kemagnetan yang mempengaruhi kumparan skunder koil.
    – Saat kontak pemutus terbuka
    Arus listrik dari positif baterai menuju ke fuse kemudian menuju kunci kontak dan keluar melalui shocket IG kunci kontak, dari kunci kontak arus diteruskan menuju positif ignition coil dan melalui kumparan primer kemudian keluar pada negatif coil, selanjutnya diteruskan melewati kontak poin platina yang sedang menutup dan menuju ke massa body.
    Akibatnya pada kumparan primer koil timbul kemagnetan yang mempengaruhi kumparan skunder koil.
    Kontak Poin Terbuka

    Pada saat breaker poin terbuka oleh bubungan pemutus dengan cam yang berputar, aliran arus primer terputus. Medan magnit di sekitar lilitan primer coil kolap dan menyebabkan kemagnitan pada inti besi akan hilang sehingga menghasilkan tegangan tinggi (20.000-30.000 volt) pada lititan-lilitan sekunder. Sentakan tegangan tinggi ini ‘mendorong’ arus melalui kabel coil tegangan tinggi ke distributor,platina membagi arus kemasing-masing busi melalui distributor cap lalu ke kabel tegangan tinggi dan kemudian ke busi-busi sesuai dengan firing order. Siklus keseluruhan ini terjadi 50 sampai 150 kali per detik tergantung pada kecepatan engine.

  191. 5202418055

    5. A. Pada pengapian konvensional
    – jumlah kumparan sekunder lebih banyak dibandingkan kumparan primer yang ada di koil, sehingga dapat meningkatkan tegangan menjadi sangat tinggi.
    B. Pada pengapian elektronik
    -Arus primer koil di putus sebentar oleh transistor , sehingga pemutusan arusnya stabil pada kecepatan rendah dan kumparan sekunder bisa menghasilkan tegangan tinggi dengan stabil.

  192. 5202418066
    4.) komponen yang menggantikan sistem kerja kontak pemutus
    – transistor adalah komponen penggaanti dari kontak pemutus

  193. 5202418055

    6. Pada sistem pengapian CDI , tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil

  194. 5202418055

    7. A. Prinsip pembangkit tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional menggunakan platina sebagai pemutus dan penghubung arus primer koil menuju ke massa untuk terjadi tegangan tinggi pada kumparan sekunder.
    B. Pengapian elektronik menggunakan komponen transistor sebagai saklar otomatis untuk pemutus tegangan kumparan primer coil.
    C. Pengapian CDI menggunakan kapasitor yang memanfaatkan pengisian dan pengosongan muatan kapasitor untuk memicu terjadi tegangan tinggi pada kumparan sekunder coil.

  195. 5202418073

    5. Prinsip kebangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional dan elektronik, di dalam koil terdapat dua buah kumparan yaitu kumparan sekunder dan kumparan sekunder. Kumparan primer koil menghubungkan terminal positif dan terminal negatif koil. Kumparan sekunder menghubungkan terminal positif dengan terminal sekunder atau tegangan tinggi. Jumlah lilitan pada kumparan sekunder sekitar 100 sampai 200 lilitan dan jumlah lilitan pada kumparan sekunder sekitar 15000 sampai 30000 lilitan. Koil dapat menaikan tegangan baterai menjadi tegangan tinggi karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder koil jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kumparan primernya. Dan kontak pemutus pada sistem pengapian konvensional dengan menggunakan kontak pemutus platina sedangkan pada sistem pengapian elektronik kontak pemutus menggunakan transistor tetapi masih menggunakan kontak pemutus sebagai pengontrol kerja transistor.

  196. 5.5202418030
    Nama: ahmad kholil
    Prinsip pengapian konvensional adalah baterai memberikan arus yang besar pada kumparan primer yang mempunyai tahanan kecil, kontak pemutus yang dibuka oleh cam dengan cepat memutus aliran arus primer sehingga arusnya nol,perubahan medan maghnet yang sangat cepat pada kumparan primer saat kontak pemutus terbuka menghasilkan tegangan induksi, jumlah kumparan sekunder yang jauh lebih banyak dari kumparan primer bekerja seperti transformator penaik tegangan yang dapat meningkatkan tegangan menjadi sangat tinggi pada kumparan sekunder.
    Prinsip pembangkitan pengapian elektronik memiliki banyak jenis antara lain
    -tipe induktif/sistem pengapian dengan menggunakan pembangkit pulsa induktif,
    -tipe hall effect/ sistem penggunaan pulsa untuk mentiger atau memicu rangkaian transistor untuk memutus fan menghubungkan arus primer koil,
    -model iluminasi/ cahaya adalah sebuah pemanfaatan cahaya untuk mengaktifkan dan menon aktifkan phototransistor dan menghasilkan sinyal untuk di perkuat oleh amplifier untuk memicu kerja power transistor,
    -pengapian cdi / sistem pengapian yang bekerja berdasarkan pembuangan muatan kapasitor,
    Kesimpulannya sistem pengapian konvensional pemutusan arus primer koil dilakukan secara mekanis dengan membuka dan menutup Kontak pemutus sedangkan pengapian elektronik di lakukan secara elektronik melalui transistor

  197. 5202418066
    5.) – Sistem pengapian konvensional, sistem pengapian ini menggunakan platina untuk memutuskan dan menghubungkan arus primer koil, yang nantinya bertujuan untuk menghasilkan induksi tegangan tinggi pada kumparan skunder yang akan disalurkan ke masing masing busi.
    – Sistem pengapian adalah sebuah rangkaian sistematis yang berfungsi untuk memproduksi percikan bunga api pada busi. Percikan ini diperoleh karena adanya loncatan listrik bertegangan tinggi yang dihasilkan coil.
    – Kesimpulan adanya perbedaan dari sistem pengapian konvensinal dan sisitem p;engapian elektronik jika sistem pengapian konvensional menggunakan platinakalau sisitem pengapian elektronik tidak menggunakan platina

  198. 6.5202418030
    Nama : ahmad Kholil
    Pada sistem pengapian induktif, tegangan tinggi pada koil dihasilkan ketika arus pada kumparan primer diputuskan oleh kontak pemutus (platina maupun transistor), sedangkan pada sistem pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan ketika arus dari pembuatan muatan kapasitor mengalir ke kumparan primer koil dengan sangat cepat. Waktu yang diperlukan oleh tegangan tinggi untuk mencapai tegangan tertingginya.

  199. 5202418066
    6.) Sistem pengapian CDI (Capasitor Discharge Ignition) memanfaatkan capasitor untuk memutuskan arus primer. Sistem ini lebih populer pada sepeda motor. secara singkat kerja dari rangkaian tersebut pada saat kunci kontak ON arus mengalir ke rangkaian A , dan dan akibat rangkaian multivibrator yang dibentuk oleh keduan transistor yang ON dan OFF secara bergantian dan cepat , maka arus listrik dengan cepat dan bergantian dan mengalir ke trasistor kiri dan kanan sehingga arus mengalir secara bergantian dengan cepat melalui kumpara di ats dan di bawah terminal 0 pada transformator . hal ini menyebabkan pada kumparan akan timbul medan magnet dengan arah kutub yang berubah ubah pula. Efek ini akan mengahasilkan tegangan induksi pada kumparan sekunder dengan tegangan yang jauh lebih besar di bandingkan tegangan pada kumparan primer karena jumblah kumparan sekunder lebih banyak. tegangan yang dihailkan adallah tegangan AC dan disearah kan oleh dioda sistem jembatan .

  200. 5202418066
    7.) kesimpulan sistem pengapian konvensional,elektornik dan CDI di anatara tiga sistem pengapian itu berbeda dalam langkah kerjanya dn komponen komponen pendukung nya juga berbeda apalagi sisstem kerjanya juga berbeda .
    jika sistem pengapian konvensional masih menggunakan platina ,sedangan sistem pengapian elektronik sudah tdak menggunakan platina , dan sisitem pengapian CDI juga sudah tidak menggunakan platina namun juga adanya kerja sama anatara dari elektronik .

  201. 5202418066
    1.) Prinsip penaikan tegangan tinggi pada koil pengapian yaitu pada saat nok memutar cam lalu bertemu dengan ujung kontak pemutus pada distributor sehingga platina membuka, sehingga arus yang menuju massa terputus. Pada saat yng bersamaan terjadi induksi mutual pada kumparan sekunder. Kemudian sekunder koil menghasilkan tegangan tinggi sebesar 10.000 sampai 40.000 volt untuk memercikan bunga api pada busi.

  202. 5202418052

    6. Pada sistem pengapian konvensional coil berfungsi sebagai pembangkit tegangan tinggi dan juga sebagai penyimpan energi.
    Sedangkan pada sistem pengapian CDI, antara pembangkit tegangan tinggi dan penyimpanan energi dipisahkan. Kondensator digunakan sebagai penyimpan energi lalu akan dihubungkan ke koil untuk pembangkitan tegangan tinggi.

  203. 5202418052

    7. Pada sistem pengapian induktif(selain CDI), tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus pada kumparan primer diputus(oleh kontak pemutus atau transistor), sedangkan pada system pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil. Waktu yang diperlukan oleh tegangan tinggi untuk mencapai tegangan tertingginya disebut rise time. Pada system pengapian CDI, rise time sangat singkat, sekitar 0,1 sampai 0,3 ms. Hal ini menguntungkan karena percikan api akan tetap terjadi meskipun busi kotor.

  204. 5202418062

    5. Prinsip pembangkit tegangan tinggi pada pengapian konvensional. Saat kunci kontak on, platina tertutup, arus dari terminal positif baterai mengalir ke kunci kontak, ke teminal positif koil, ke terminal negatif koil, ke platinamm kemudian ke massa. Aliran arus ke kumparan primer coil menyebabkan terjafinya kemagnetan pada coil. Jika kontak pemutus terbuka, arus mengalir ke kumparan primer, sehingga terputus secara tiba-tiba. Akibatnya kemagnetan di sekitar coil hilang dengan cepat. Sehingga akan memyebabkan induksi. Kemudian terjadi perubahan garis gaya magnet dengan cepat sehingga pada kumparan sekunder terjadi induksi. Tegangan tinggi pada kumparan sekunder (10000 V atau lebih) disalurkan ke disttibutor melalui kabel tegangan tinggi dan dari distributor disalurkan ke tiap-tiap busi.

    Prinsip pembangkit tegangan tinggi pada pengapian elektronik. Apabila kunci kontak on dan generator menghasilkan sinyal tegangan, maka arus akan mengalir ke kaki basis, transistor, ke kaki emitor, kemudian ke massa. Karena ada arus yg mengalir ke basis. Maka transistor ini menjadi aktif/ON. Sehingga kaki kokektor dan emitornya terhubung.
    Sinyal yg dihasilkan generator pulsa adalah sinyal ON dan OFF. Saat sinyal ON transistor ON, dan sebaliknya. Jika transistor OFF maka arus yg terjadi m3ngalir pada kumparan primer koil akan terhenti. Sehingga menyebabkan hilangnya medan magnet secara cepatm perubahan garis2 gaya magnet yg sangat cepat ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi yg sangat tinggi pafa kumparan sekunder koil. Tegangan tinggi ini disalurkan ke busi sehingga terjadi percikan bunga api pada elektroda busi.

    Kesimpulan dari dua sistem pengapian di atas yaitu jika dibandingkan tegangan yg dihasilkan oleh sistem pengapian konvensional dan transistor, maka tegangan tinggi pada sistem pengapian transistor lebih stabil baik.

  205. 5202418062

    3.pada sistem pengapian konvensional :
    -Pada saat kontak pemutus tertutup
    1. arus mengalir dari terminal positif baterai ke kunci kontak, ke terminal positif koi,l ke terminal negatif koil, ke kontak pemutus, kemudian ke massa.
    2. terjadi kemagetan pada koil.

    -Pada saat kontak pemutus tertutup :
    1. arus yang mengalir pada kumparan primer terputus.
    2. kemagnetan pada koil hilang sehingga terjadi tegangan induksi pada kumparan koil.
    3. terjadi induksi mutual pada kumparan sekunder dan induksi diri pada kumparan primer

  206. 5202418039
    2.->ignition timing yaitu waktu pengapian pd
    saat busi memercikan bunga api
    ->Karena pengapian butuh waktu dan yg memajukan elektronik control modul(ECM)

  207. 5202418039
    3. ->Pd saat kontak pemutus tertutup
    a. arus mengalir ke kumparan primer coil
    b. Terjadinya Medan magnet pd coil
    c. Muatan kapasitor dibuang ke massa/ground melalui platine
    -> pd saat kontak pemutus terbuka
    a. Arus pd kumparan primer terputus
    b. Medan magnet menghilang
    c. Terjadi tegangan induksi diri dikumparan primer dan disimpan ke kapasitor
    d. Terjadi induksi mutual pd kumparan sekunder dan disalurkan kebusi oleh distributor

  208. 5202418039
    4.Komponen pengganti peran kontak pemutus pengapian konvensional pd sistem pengapian elektronik yaitu transistor dimana digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus primer coil untuk dpt menghasilkan tegangan tinggi, tapi kontak pemutus masih digunakan untuk dpt memicu kerja transistor

  209. 5202418039
    5.yaitu dngn cara memperbanyak jumlah lilitan sekunder pd coil dan masih menggunakan sistem kontak pemutus, sedangkan pd pemgapian elektronik pembangkit tegangan tinggi dilakukan oleh transistor dgn memutus atau menghubungkan arus primer coil.
    6.dengan cara mengalirkan arus menuju kumparan sekunder,, sedangkan dgn sistem yg lain berbeda, Krn sistemnya arus pd kumparan primer diputus

  210. 5202418039
    6.dengan cara mengalirkan arus menuju kumparan sekunder,, sedangkan dgn sistem yg lain berbeda, Krn sistemnya arus pd kumparan primer diputus

  211. 5202418039
    7.pd sistem pengapian konvensional dan elektronik pembangkit tegangan tinggi dgn cara memutus arus yg mengalir ke kumparan primer, sedangkan pd pengapian CDI pembangkit tegangan tinggi dgn cara mengalirkan arus pd kumparn primer

  212. Nim : 5202418044

    5. Pada kumparan primer mempunyai tahanan kecil. Kontak pemutus yang di buka oleh cam shaft dengan cepat memutus aliran arus primer sehingga arusnya menjadi nol.perubahan yang sangat cepat pada kumparan primer saat kontak pemutus terbuka menghasilkan tegangan induksi. Jumlah kumparan sekunder yang lebih banyak di bandingkan kumparan primer menyebabkan naiknya tegangan pada kumparan sekunder, sedangkan pada pengapian elektronik memanfaatkan transistor sebagai pemutus dan penghubung arus primer koil

  213. Nim : 5202418044

    6. Pada sistem konvensional,koil digunakan untuk membangkitkan tegangan tinggi serta penyimpan energi,sedangkan pada system CDI koil digunakan sebagai transformator tegangan tinggi tidak untuk menyimpan energy , pemutus dan penghubung arusnya menggunakan pulser. Sebagai pengganti kapasitor di gunakan sebagai penyimpan energi. Dalam system ini kapasitor di isi dengan tegangan tinggi sekitar 300V sampai 500V, yang selanjutnya akan di buang ke coil dan akan di ubah ke tegangan yang lebih tinggi.

  214. NIM 5202418076

    6}. Ada perbedaan yang sangat penting dari prinsip pembangkit tegangan tinggi sistem induktif dengan sistem pengapian CDI. Pada sistem pengapian selain CDI tegangan koil yang di hasilkan saat arus pada kumparan primer diputus oleh kontak pemutus sedangkan pada sistem CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil.

  215. 5202418069

    5. Prinsip kerja sistem pengapian konvensional
    baterai memberikan arus yang besar pada kumparan primer yang mempunyai tahanan kecil. Kontak pemutus yang dibuka oleh cam dengan cepat memutus aliran arus primer sehingga arusnya menjadi nol. Perubahan medan magnet yang sangat cepat pada kumparan primer saat kontak pemutus terbuka menghasilkan tegangan induksi. Jumlah kumparan sekunder yang lebih banyak dibandingkan kumparan primer bekerja seperti transformator penaik tegangan yang dapat meningkatkan tegangan menjadi sangat tinggi pada kumparan sekunder. Kondensor dapat meredam percikan api diantara kontak pemutus saat kontak pemutus terbuka.

    Prinsip kerja sistem pengapian elektronik
    apabila kunci kontak dalam kondisi on dan generator pulsa menghasilkan sinyal tegangan, maka arus dari penghasil pulsa tersebut mengalir ke kaki basis transistor, ke kaki emitor, kemudian ke massa. Karena ada arus yang masuk ke basis, maka transistor ini menjadi ON sehingga kaki kolektor dan emitornya terhubung. Akibat transistor ON maka arus yang besar mengalir dari baterai, ke kunci kontak, ke kumparan primer koil, ke kaki kolektor transistor, kaki emitor, kemudian ke massa. Aliran arus ke kumparan primer koil ini menyebabkan medan magnet pada koil. Jika sinyal generator pulsa off dan transistor juga off maka arus yang tadinya mengalir pada kumparan primer koil akan terhenti. Berhentinya aliran arus yang cepat ini juga menyebabkan medan magnet. Perubahan garis gaya magnet yang sangat cepat ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi yang sangat tinggi pada kumparan sekunder koil sehingga tegangan tinggi ini bisa di salurkan ke busi.

    Simpulan
    Pada dasarnya prinsip kerja sistem pengapian konvensional terjadi karena membuka dan menutupnya kontak pemutus yang digerakkan oleh cam sedangkan prinsip kerja sistem pengapian elektronik terjadi karena adanya sinyal dari generator pulsa yang membuat transistor ON atau OFF melalui kaki basis transistor.

  216. Nim : 5202418044

    7. Pembangkit tegangan tinggi pada sistem konvensional, elektronik, maupun CDI sama sama menggunakan koil yang menjadi pembeda adalah pemutus dan penghubung tegangan dari baterai ke koil, sistem konvensional menggunakan patina sebagai pemutus dan penghubung arus, pada sistem elektronis menggunakan transistor sebagai pemutus dan penghubung arus sedangkan pada sistem CDI menggunakan pulser pada sistem CDI menggunakan kapasitor sebagai penyimpan energy

  217. 5202418069

    6.Perbedaan pembangkitan pengapian konvensional dan Sistem pengapian CDI

    Pada sistem pengapian konvensional :
    koil digunakan untuk membangkitkan tegangan tinggi kontak pemutus digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus kumparan primer.

    Pada system pengapian CDI :
    koil digunakan sebagai transformator tegangan tinggi sehingga tidak digunakam untuk menyimpan energi. Sebagai gantinya penggunaan kapasitor untuk menyimpan energi. Kemudian pemutus dan penghubung arus kumparan primer menggunakan pulser. Dalam system ini kapasitor di isi dengan tegangan tinggi sekitar 300V sampai 500V, kemudian akan di alirkan ke coil dan diubah ke tegangan tinggi.

  218. Nim : 5202418070
    1.Pembangkitan tegangan tinggi sistem pengapian terjadi pada koil apabila Breaker point’ dalam keadaan menutup maka arus pada sebuah kumparan akan menimbulkan Medan magnet disekeliling kumparan.hal ini menyebabkan energi listrik diubah menjadi magnet.Perubahan garis gaya magnet dengan cepat disekitar kumparan menyebabkan terjadinya tegangan pada kumparan tersebut.

  219. Nim : 5202418070
    2. Ignition Timing merupakan sistem yang berfungsi menghasilkan percikan bunga api pada sebuah busi yang kuat dan tepat untuk memulai pembakaran Antara campuran udara bahan bakar diruang motor bensin.
    Karena pada putaran tinggi diperlukan waktu yang sama untuk sebuah pembakaran yaitu 0,003 detik.Karena pada put tinggi poros engkol berputar cepat,untuk memenuhi 0.003 detik saat pengapian dimajukan sehingga tekanan maksimum pembakaran 10 derajat setelah TMA .
    Yang melakukan pemajuan dan pemunduran yaitu Octane Selector

  220. 5202418069

    7. Kesimpulan pembangkitan tegangan tinggi dari sistem pengapian konvensional, elektronik maupun CDI :

    Pembangkit tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional, elektronik, maupun CDI yaitu ketiga sistem pengapian tersebut sama sama menggunakan koil sebagai komponen pembangkit tegangan tinggi yang menjadi pembeda yaitu proses pemutus dan penghubung tegangan dari baterai ke koil pada arus kumparan primer, sistem konvensional menggunakan kontak pemutus sebagai pemutus dan penghubung arus kumparan primer, pada sistem elektronik menggunakan transistor sebagai pemutus dan penghubung arus kumparan primer sedangkan pada sistem CDI menggunakan pulser.
    kemudian pada sistem pengapian CDI juga menggunakan kapasitor sebagai penyimpan energi lalu koil hanya sebagai pembangkit tegangan tinggi sedangkan pada sistem elektronik dan konvensional energi di simpan di didalam kumparan koil lalu diinduksikan di dalam kumparan pada koil.

  221. Nim : 5202418070
    Pengapian Konvensional pada saat pemutus kontak tertutup yaitu hal yang terjadi adalah arus listrik yang mengalir dari + BATRE menuju ke fuse lalu ke kunci kontak dan keluar melalui shovket IG kunci kontak, selanjutnya diteruskan melewati kontak platina kemudian ke massa akibatnya primer koil timbul kemagnetan.
    Sedangkan saat kontak pemutus terbuka yaitu tidak terjadi kontak sehingga arus tidak mengalir pada primer coil

  222. Nim : 5202418070
    4. Komponen yang berperan yaitu Transistor karena aktifnya transistor arus besar yang mengalir dari batre menuju kunci kontak > primer koil >kemudian ke kaki kolektor transistor ke kaki emitor kemudian ke massa.Aliran kumparan primer koil menyebabkan terbentuknya Medan magnet.

  223. Nim : 5202418070
    5.Perbedaan prinsip pembangkitan pada pengapian konvensional dan elektronik yaitu pada pemgapian konvensional arus mengalir dari Batre >kunci kontak>fuse > koil > distributor dan busi,pada konvensional masih menggunakan pemutus arus berupa platina…Sedangkan pada pengapian elektronik yaitu menggunakan transistor sebagai pengganti pemutus kontak atau platina sebagai gantinya sehingga tidak perlu menyetel celah platina. Macam-macam pengapian elektronik : TCI-K,TCI-I,TCI-H

  224. 5202418068
    1.Pada koil pengapian terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder yang digulung pada inti besi. Kumparan-kumpuran tersebut terbuat dari baja silikon tipis dan bertugas menaikkan tegangan rendah dari baterai (12 volt) menjadi tegangan tinggi (10 kv atau lebih) melalui proses induksi elektromagnetik.
    Dengan kata lain prinsip sederhananya yaitu dengan menambah jumlah kumparan atau lilitan pada koil.
    2. Iginition timing merupakan kondisi di mana kendaraan dalam proses pemanasan. Proses tersebut termasuk salah satu sistem pengapian pada kendaraan.
    Karena untuk menyesuaikan saat pengapian akibat perubahan kecepatan putaran mesin dan beban yang bekerja pada mesin. Dan prinsip dasarnya yaitu pembakaran memerlukan waktu yang tetap baik putaran lambat ataupun tinggi. Supaya waktu pembakaran tetap sama maka harus di majukan waktu pembakarannya saat putaran tinggi.
    Yang memajukan dan mengundurkan waktu pembakaran yaitu sentrifugal advancer dan vakum advancer.
    3. Pada saat kontak putus terbuka, arus primer koil terputus. Cam pada distributor digerakkan oleh camshaft. Gerakan putar cam pada mekanisme pemutus arus primer koil akan menyebabkan tumit kontak pemutus terdorong atau terangkat sehingga kontak pemutus membuka. Kontak pemutus ini bekerja seperti saklar.
    Saat tertutup berarti terjadi kontak dan arus dapat memgalir. Saat terbuka berarti tidak terjadi kontak sehingga arus tidak mengalir. Tertutupnya kontak pemutus dilakukan oleh pegas yang terdapat pada kontak pemutus tersebut. Sudut yang terbentuk saat cam mendorong tumit kontak pemutus (kontak pemutus terbuka) disebut sudut cam (cam angle) dan sudut yang terbentuk saat cam tidak mendorong tumit (saat kontak pemutus tertutup disebut sudut dwell. Juga disebut sudut lamanya kontak pemutus tertutup atau sudut lamanya arus pada kumparan primer koil mengalir.
    4. Mekanisme pemutus arus primer koil pada sistem pengapian elektronik ada bagian pembangkit sinyal dan bagian driver yang bekerja memutuskan arus primer koil. Driver yang di pakai adalah transistor yang difungsikan sebagai saklar untuk memutus dan mengalirkan arus ke kumparan primer koil. Pembangkit sinyal berfungsi untuk menghasilkan sinyal tegangan yang digunakan untuk memicu kerja trandistor sehingga dapat bekerja ON dan OFF secara terus menerus selama mesin hidup.
    5. – Prinsip pembangkit tegangan tinggi pada koil sistem pengapian konvensional.
    Arus dari baterai~kunci kontak~ melalui sekering~ diteruskan ke koil (arus yang kurang dari 12 V dari baterai~ alirkan ke kumparan primer koil~ platina~ massa). Saat platina membuka~ arus listrik kumparan primer terputus~ timbul induksi diri pada kumparan sekunder sehingga tercipta tegangan tinggi pada kumparan sekunder~ salurkan ke kabel busi~ teruskan ke busi dan diubah menjadi loncatan bunga api.
    – prinsip koil pembangkit tegangan tinggi pengapian elektronik.
    + kunci kontak on~ generator sinyal mengirim sinyal tegangan positif ke igniter~ igniter ON~ sehingga baterai~ fuse~ kunci kontak~ kumparan primer~ coil pengapian~ igniter~ massa. Pada kumparannprimer dialiri arus listrik dan terjadi medan magnet.
    + saat kunci kontak ON ~ generator sinyal tidak mengirim sinyal tegangan positif ke igniter~ igmiter OFF~ arus primer koil terputus~ medan magnet hilang~ kumparan sekunder terinduksi~ tegangan menjadi tinggi~ alirkannkedistributor dan di bagi ke busi.
    + saat kunci kontak ON~ generator sinyal mengirim sinyal negatif ke igniter~ igniter OFF~ tidak ada aliran ke kumparan primer.
    Kesimpulan yang mendasar yaitu pada pembangkit tegangan tinggi pengapian konvensional pemutusan arusnprimer koil dilakukan secara mekanik dengan membuka dan menutup kontak pemutus. Sedangkan pada sistem koil pembangkit tegangan tinggi elektronik pemutusan aliran arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yang di fungsikan sebagai saklar (switching transistor).
    6. Kepanjangan dari CDI adalah Capasitive Discharge Ignition, yaitu sistem pengapian yang bekerja berdasarakan pembuangan muatan kapasitor. Konsep kerja sistem pengapian CDI berbeda dengan sistem pengapian penyimpanan induktif (inductive storage system). Pada sistem CDI, koil masih digunakan tetapi fungsinya hanya sebagai transformator tegangan tinggi, tidak untuk menyimpan energi. Sebagai pengganti, sebuah kapasitor digunakan sebagai penyimpan energi. Dalam sistem ini kapasitor diisi (charged) dengan tegangan tinggi sekitar 300 V sampai 500 V, dan pada saat sistem bekerja (triggered), kapasitor tersebut membuang (discharge) energinya ke kumparan primer koil pengapian. Koil tersebut menaikkan tegangan (dari pembuangan muatan kapasitor) menjadi tegangan yang lebih tinggi pada kumparan sekunder untuk menghasilkan percikan api pada busi.
    7. Ada perbedaan yang sangat penting dari sistem pengapian CDI dengan sistem pengapian induktif atau inductive storage system lainnya (yaitu sistem pengapian konvensional, dan transistor). Pada sistem pengapian induktif (selain CDI), tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus pada kumparan primer diputus (oleh kontak pemutus, atau trasistor),

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here