KELISTRIKAN OTOMOTIF (ROMBEL RABU): SISTEM PENGAPIAN

207
1869

Pada pembelajaran minggu yang lalu, sudah didiskusikan di kelas mengenai sistem pengapian. Untuk dapat mempelajari lebih dalam, silakan diskusikan hal-hal berikut:

  1. Bagaimanakah prinsip penaikan tegangan tinggi pada koil pengapian?
  2. Jelaskan yang dimaksud dengan ignition timing, mengapa pada putaran tinggi ignition timing harus dimajukan, dan siapa yang melakukan pemajuan dan pemunduruan ignition timing tersebut?
  3. Pada sistem pengapian konvensional, jelaskan fenomena apa saja yang terjadi saat kontak pemutus tertutup? Peristiwa apa saja juga yang terjadi pada saat kontak pemutus terbuka?
  4. Komponen apakah yang menggantikan peran kontak pemutus sistem pengapian konvensional pada sistem pengapian elektronik? Jelaskan.
  5. Jelaskan masing-masing prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian konvensional dan elektronik, kemudian buat simpulan yang mendasar.
  6. Jelaskan pula bedanya prinsip pembangkitan tegangan tinggi dengan sistem pengapian CDI.
  7. Buat simpulan mengenai prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional, elektrinik, dan CDI.

Silakan diskusikan dengan teman-teman dan jawaban bisa ditulis di dalam kolom komentar. Perlu diperhatikan: 1) jawaban diawali dengan menuliskan NIM dan setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) meskipun hasil diskusi bersama, 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim/posting), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). Jawaban ditunggu sampai hari Jumat, 8 November 2019 pukul 17.00. Selamat berdiskusi (DW).

207 COMMENTS

  1. 5202418019

    1.Didalam koil pengapian itu terdapat dua buah gulungan dengan sebuah inti besi. Gulungan tersebut ada dua, gulungan utama (primer) yang terhubung dengan kunci kontak sebagai suplai utama tegangan, dan gulungan sekunder yang berfungsi sebagai ground. Lalu ada lagi satu gulungan lagi yang ada di dalam Ignition coil atau koil pengapian yang terdiri dari beribu lilitan tembaga. Satu lilitan ke terminal positif, dan lainnya adalah output tegangan tinggi.antara kumparan utama dengan sekunder itu perbedaannya bisa 200:1. Jika perbandingan semakin besar maka akan semakin tinggi pula tegangan yang dihasilkan oleh koil pengapian.

  2. 5202418019

    2.Iginition timing merupakan kondisi di mana kendaraan dalam proses pemanasan. Proses tersebut termasuk salah satu sistem pengapian pada kendaraan. Cara perhitungan dari ignition timing sendiri terjadi saat busi mulai memantikkan api di ruang bakar, dengan waktu yang sama ketika piston memulai langkah kompresi. Mengapa saat pengapian perlu dimajukan seiring dengan kenaikan putaran mesin? ini disebabkan karena waktu bakar mulai dari busi meloncatkan bunga api (beberapa derajad sebelum TMA) sampai dengan bahan bakar terbakar sempurna (beberapa derajad sesudah TMA) diperlukan waktu 1 ms (milli detik) sehingga jika putaran semakin tinggi maka waktu tempuh tetap maka jarak pengapian harus dirubah menjadi lebih maju sehingga didapatkan tekanan dan temperatur pembakaran maksimal tetap berada beberapa derajat sesudah TMA. Dan yang memajukan dan memundurkan Ignition timing adalah igniter

  3. 5202418019

    3. Saat kontak pemutus tertutup Arus listrik dari positif baterai menuju ke fuse kemudian menuju kunci kontak dan keluar melalui shocket IG kunci kontak, dari kunci kontak arus diteruskan menuju positif ignition coil dan melalui kumparan primer kemudian keluar pada negatif coil, selanjutnya diteruskan melewati kontak poin platina yang sedang menutup dan menuju ke massa body.
    Akibatnya pada kumparan primer koil timbul kemagnetan yang mempengaruhi kumparan skunder koil.
    Sedangkan saat kontak pemutus terbuka Medan magnit di sekitar lilitan primer coil kolap dan menyebabkan kemagnitan pada inti besi akan hilang sehingga menghasilkan tegangan tinggi (20.000-30.000 volt) pada lititan-lilitan sekunder. Sentakan tegangan tinggi ini ‘mendorong’ arus melalui kabel coil tegangan tinggi ke distributor,platina membagi arus kemasing-masing busi melalui distributor cap lalu ke kabel tegangan tinggi dan kemudian ke busi-busi sesuai dengan firing order. Siklus keseluruhan ini terjadi 50 sampai 150 kali per detik tergantung pada kecepatan engine.

  4. Nama : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    2).Iginition timing merupakan kondisi di mana kendaraan dalam proses pemanasan. Proses tersebut termasuk salah satu sistem pengapian pada kendaraan. Cara perhitungan dari ignition timing sendiri terjadi saat busi mulai memantikkan api di ruang bakar, dengan waktu yang sama ketika piston memulai langkah kompresi.
    -Ignition timing harus dimajukan karena saat pengapian perlu dimajukan seiring dengan kenaikan putaran mesin? ini disebabkan karena waktu bakar mulai dari busi meloncatkan bunga api  (beberapa derajad sebelum TMA) sampai dengan bahan bakar terbakar sempurna (beberapa derajad sesudah  TMA) diperlukan waktu 1 ms (milli detik) sehingga jika putaran semakin tinggi maka waktu tempuh tetap maka jarak pengapian harus dirubah menjadi lebih maju sehingga didapatkan tekanan dan temperatur pembakaran maksimal tetap berada beberapa derajat sesudah TMA.
    -yang memajukan yaitu CDI.

    • NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
      NIM : 5202418002

      1).Jadi Didalam koil pengapian itu terdapat dua buah gulungan dengan sebuah inti besi Gulungan tersebut ada dua,yang pertama gulungan utama (primer) yang terhubung dengan kunci kontak sebagai suplai utama tegangan, dan gulungan sekunder yang berfungsi sebagai ground. Lalu ada lagi satu gulungan lagi yang ada di dalam Ignition coil atau koil pengapian yang terdiri dari beribu lilitan tembaga. Satu lilitan ke terminal positif, dan lainnya adalah output tegangan tinggi.antara kumparan utama dengan sekunder itu perbedaannya bisa 200:1. Jika perbandingan semakin besar maka akan semakin tinggi pula tegangan yang dihasilkan oleh koil pengapian.

  5. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto
    1. Prinsip penaikan tegangan pada coil pengapian adalah dengan memanfaatkan prinsip induksi magnet dengan perbedaan jumlah lilitan pada kedua kumparan pada coil. Pada coil terdapat dua macam kumparan, yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder dimana jumlah lilitan pada kumparan sekunder jauh lebih banyak daripada jumlah lilitan pada kumparan primer. Ketika kumparan primer dialiri arus kemudian diputus, maka pada kumparan sekunder akan terjadi induksi yang menghasilkan tegangan tinggi yang kemudian diubah menjadi percikan bunga api oleh busi.

  6. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto
    2. Ignition Timing/Timing Pengapian adalah sebutan untuk saat awal busi memercikkan bunga api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar. Untuk membakar campuran udara dan bahan bakar mulai dari proses awal penyalaan hingga pembakaran sempurna diperlukan waktu yang lamanya sama walaupun putaran mesin berubah-ubah. Sedangkan pada mesin puncak pembakaran harus tepat pada 10 derajat setelah TMA agar tidak terjadi knocking dan torsi/tenaga yang dihasilkan maksimal. Oleh karena itu, saat putaran tinggi dan beban berat, timing pengapian harus dimajukan agar puncak pembakaran tetap terjadi pada 10 derajat setelah TMA. Untuk itu dibuatlah mekanisme Sentrifugal Advancer yang bertugas untuk memajukan/memundurkan timing pengapian berdasarkan putaran mesin. Selain itu juga dibuatlah mekanisme Vacuum Advancer yang bertugas untuk memajukan/memundurkan timing pengapian berdasarkan beban mesin. Kedua mekanisme ini terdapat pada komponen sistem pengapian konvensional yang bernama Distributor..

  7. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto
    3. Pada sistem pengapian konvensional, saat kontak pemutus/platina tertutup terjadi peristiwa:
    a. Arus mengalir menuju primer coil=> platina=>ground
    b. Terjadi medan magnet pada primer coil
    c. Pembuangan muatan kapasitor ke ground
    Sedangkan pada saat kontak pemutus/platina terbukaterjadi peristiwa:
    a. Arus dari primer coil terputus
    b. Medan magnet hilang dengan cepat
    c. Muncul tegangan induksi diri pada kumparan primer coil yang kemudian dialirkan ke kapasitor
    d. Terjadi induksi mutual pada kumparan sekunder coil yang kemudian dialirkan ke busi melalui distributor

  8. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto
    Pada sistem pengapian elektronik terdapat sebuah komponen yang fungsinya menggantikan fungsi platina pada sistem pengapian konvensional. Komponen tersebut transistor. Terdapat 3 terminal pada transistor, yaitu Emitor(E), Basis(B),dan Colektor(C). Terdapat 2 jenis transistor, yaitu PNP dan NPN. Pada sistem pengapian elektronik, jika menggunakan transistor PNP maka terminal E akan terhubung ke Baterai, terminal B akan terhubung ke pembangkit pulsa/pulser, sedangkan terminal C akan terhubung ke primer coil. jika menggunakan transistor NPN maka terminal B akan terhubung ke Baterai, terminal E akan terhubung ke pembangkit pulsa/pulser, sedangkan terminal C akan terhubung ke primer coil.

  9. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto
    4. Pada sistem pengapian elektronik terdapat sebuah komponen yang fungsinya menggantikan fungsi platina pada sistem pengapian konvensional. Komponen tersebut transistor. Terdapat 3 terminal pada transistor, yaitu Emitor(E), Basis(B),dan Colektor(C). Terdapat 2 jenis transistor, yaitu PNP dan NPN. Pada sistem pengapian elektronik, jika menggunakan transistor PNP maka terminal E akan terhubung ke Baterai, terminal B akan terhubung ke pembangkit pulsa/pulser, sedangkan terminal C akan terhubung ke primer coil. jika menggunakan transistor NPN maka terminal B akan terhubung ke Baterai, terminal E akan terhubung ke pembangkit pulsa/pulser, sedangkan terminal C akan terhubung ke primer coil.

  10. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto
    5. Pada sistem pengapian konvensional, saat platina tertutup arus dari baterai akan mengalir melalui primer coil kemudian ke platina dan diteruskan ke ground. Saat platina terbuka, maka arus pada primer coil akan terputus sehingga pada sekunder coil akan timbul induksi mutual pada sekunder coil yang mana tegangan yang dihasilkan akan jauh lebih besar daripada tegangan yang masuk pada primer coil.
    Pada sistem pengapian elektronik hampir sama dengan sistem pengapian konvensional, hanya saja fungsi platina digantikan oleh transistor yang bekerja berdasarkan sinyal dari pulser. saat transistor OFF arus dari baterai akan mengalir melalui primer coil kemudian ke platina dan diteruskan ke ground. Saat transistor OFF, maka arus pada primer coil akan terputus sehingga pada sekunder coil akan timbul induksi mutual pada sekunder coil yang mana tegangan yang dihasilkan akan jauh lebih besar daripada tegangan yang masuk pada primer coil.
    Kesimpulannya dari kedua jenis sistem pengapian ini adalah induksi tegangan tinggi pada sekunder coil muncul ketika arus pada primer coil terputus.

  11. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto
    6. Pada sistem pengapian CDI, prinsip kerjanya justru berkebalikan dengan sistem pengapian konvensional dan sistem pengapian elektronik. Pada sistem pengapian CDI, induksi tegangan tinggi pada sekunder coil muncul ketika arus pada primer coil mengalir.

  12. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto
    7. Kesimpulan dari prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional dan elektronik adalah induksi tegangan tinggi pada sekunder coil muncul ketika arus pada primer coil terputus. Sedangkan pada sistem pengapian CDI induksi tegangan tinggi pada sekunder coil muncul ketika arus pada primer coil mengalir.

  13. 5202418019

    4. Sistem pengapian elektronik memanfaatkan transistor untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil. Jika pada sistem pengapian konvensional pemutus arus primer koil dilakukan secara mekanis dengan membuka dan menutup kontak pemutus , maka pada sistem pengapian elektronik pemutus arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yang difungsikan sebagai saklar.

  14. 5202418019

    5.Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian konvensional
    Apabila kontak pemutus dalam keadaan tertutup, maka arus akan mengalir ke kumparan primer menyebabkan terjadinya medan magnet pada kumparan energi listrik diubah menjadi energi dalam bentuk medan magnet. Apabila secara tiba-tiba kontak pemutus terbuka, maka arus pada kumparan akan terputus menyebabkan medan magnet pada kumparan hilang. Perubahan garis gaya magnet dengan cepat disekitar kumparan terjadinya kenaikan tegangan pada kumparan tersebut. Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian elektronik
    Saat ada sinyal OFF, arus yang tadinya mengalir pada kumparan primer koil akan berhenti. Berhentinya arus dengan cepat ini menyebabkan hilangnya medan magnet pada koil dengan sangat cepat. Perubahan garis-garis gaya magnet yang sengat cepat ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi yang sangat tinggi pada kumparan sekunder koil. Jadi kesimpulan dari penjelasan diatas yaitu pada sistem pengapian konvensional memanfaatkan membuka dan menutupnya kontak pemutus sedangkan pada sistem pengapian elektronik memanfaatkan transistor untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil

  15. 5202418029
    Dimas Kurniawan

    1. Prinsip penaikan tegangan tinggi pada koil pengapian yaitu ketika kontak pemutus (breaker point) dlm keadaan tertutup, maka arus dari batteray akan mengalir ke kumparan primer-kontak pemutus-kemudian ke massa. Kejdian ini akan menyebabkan terjadinya medan magnet disekitar kumparan. Ketika kontak pemutus dalam keadaan terbuka, maka dengan sangat cepat arus dari kumparan primer terputus, sehingga medan magnet disekitar kumparan akan hilang. Pada saat itu juga didalam kumparan primer akan terjadi tegangan induksi, dan pada kumparan sekunder akan terjadi induksi mutual, sehingga kumparan sekunder akan menghasilkan tegangan tinggi saat kontak pemutus terbuka.

  16. Nim : 5202418007
    Nama: Teguh Kurniawan

    1. Penaikan tegangan tinggi pada coil yaitu apabila kontak pemutus (breaker point) dalam keadaan tertutup maka arus yang terdapat dari baterai akan mengalir ke kumparan primer,ke kontak pemutus kemudian ke masa.aliran arus pada kumparan ini menyebabkan terjadinya Medan magnet di sekeliling kumparan.

  17. Nim :5202418007
    Nama: Teguh Kurniawan

    2. Iginition timing merupakan kondisi di mana kendaraan dalam proses pemanasan. Karena untuk menyesuaikan saat pengapian akibat perubahan kecepatan putaran mesin dan beban yang bekerja pada mesin. Dan yang memajukan dan memundurkan Ignition timing yaitu vacum advancer dan sentrifugal advancer

  18. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    1. Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil terjadi ketika kontak pemutus dalam kedaan tertutup. Sehingga arus dari baterai mengalir ke kumparan primer koil,kontak pemutus, danke massa. Aliran arus kumparan ini menyebabkan terjadinya medan magnet di sekitar kumparan, hal ini menyebabkan aliran listrik yang mengalir diubah menjadi medan magnet. Proses penaikan tegangan pada koil terjadi karena adanya kumparan primer dan kumparan sekunder. Dimana jumlah lilitan pada kumparan primer lebih sedikit dari pada kumparan sekunder yang menyebabkan koil dapat menaikan tegangan tinggi.

  19. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    2. Ignition timming adalah waktu dimana busi menyala yaitu sekitar 5-15 derajat sebelum TMA. Peneyebab saat putaran tinggi ignition harus dimajukan adalah untuk menyesuaikan saat pengapian akibat perubahan putaran mesin dan beban yang bekerja pada mesin, hal tersebut Karena pembakaran membutuhkan waktu yang tetap sehingga saat pengapian harus dimajukan agar pembakaran maksimum tetap terjadi. Mekanisme yang dapat memajukan pengapian disebut dengan ignition timing advancer. Ada dua mekanisme yang dapat memajukan pengapian yaitu sentrifugal advancer dan vacuum advancer.

  20. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    3. Pada saat kunci kontak On dan platina pada posisi menutup maka akan terjadi rangkaian tertutup pada sirkuit rangkaian primer sehingga arus akan mengalir dari plus baterai atau aki menuju kunci kontak menuju kumparan primer koil menuju kontak pemutus menuju massa dan akhirnya menuju minus baterai. Pada saat terjadi rangkaian tertutup ini pada rangkaian primer maka pada koil akan terbentuk medan magnet. Dari yang tidak ada magnet menjadi ada magnet maka akan timbul tegangan induksi pada rangkaian sekunder. Tetapi tegangan induksi yang dihasilkan ini masih rendah sehingga tidak terjadi loncatan bunga api pada busi.

  21. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    4. Komponen yang menggantikan kontak pemutus pada sistem pengapian elektronik adalah transistor di mana transistor ini berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil. Dimana pada sistem ini pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transitor yang difungsikan sebagai saklar.

  22. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    5. Prinsip kerja sistem pengapian konvensional arus dari baterai akan mengalir ke kunci kontak melalui sekering yang berfungsi untuk melindungi rangkaian sistem pengapian, arus listrik akan diterukan ke koil pengapian. Pada koil pengapian ini terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder.
    Arus listrik yang bertegangan kurang lebih 12 volt dari baterai akan disalurkan ke kumparan primer koil kemudian mengalir ke platina dan ke massa. Ketika platina membuka oleh karena posos nok yang berputar, maka aliran listrik yang menuju kumparan primer tersebut akan terputus secara tiba-tiba. Terputusnya arus listrik pada kumparan primer secara tiba-tiba menyebabkan timbulnya induksi diri pada kumparan sekunder, sehingga tercipta tegangan yang tinggi pada kumparan sekunder. Selanjutnya tegangan tinggi pada kumparan sekunder tersebut disalurkan ke kabel busi untuk kemudian diteruskan ke busi guna diubah menjadi loncatan bunga api.

    Sedangkan Untuk pengapian elektronik tidak lagi dilengkapi dengan platina. Komponen ini digantikan oleh pulse igniter. Alurnya, kunci kontak berada pada posisi ON, arus dari baterai mengalir ke ignition coil. Dari output arus coil primer akan masuk menuju komponen transistor unit. Sementara output coil sekunder masuk menuju busi. Pada rangkaian lain, arus dari baterai juga mengalir menuju transistor unit sebagai referensi tegangan pada transistor unit.
    Saat mesin belum menyala, pulse igniter juga dalam keadaan diam tidak bereaksi. Sehingga tidak ada pulse atau sinyal dari pulse igniter yang dikirimkan ke transistor unit. Hal itu menyebabkan rangkaian arus primer coil terhubung yang menyebabkan adanya medan magnet pada coil primer. Saat mesin mulai berputar, pulse igniter akan mengirimkan sinyal PWM dengan frekuensi tergantung kecepatan mesin. Sinyal tersebut akan diolah terlebih dahulu oleh controler yang terletak satu unit dengan transistor unit. Selanjutnya, controler akan memutuskan arus pada kaki basis transistor saat mendapatkan sinyal PWM dari pulse igniter. Saat basis terputus, otomatis arus dari kolektor juga terputus. Sehingga pada coil primer terjadi pergerakan medan magnet menuju coil sekunder. Hal itu menyebabkan lonjakan tegangan pada coil sekunder yang langsung diteruskan menuju masing-masing busi melalui komponen distributor.

    Dari hal tersebut bahwa perbedaan mendasar dari kedua sistem pengapian tersebut adalah pada bagian kontak pemutus dimana pada pengapian konvensional masih memanfaatkan gerak mekanik yaitu menggunakan platina. Sedang pengapian elektronik sudah menggunakan komponen elektronik yaitu Transistor dan pulser sebagai alat pemutus dan penghubung arus ke koil.

  23. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    6. Konsep kerja sistem pengapian CDI ini berbeda dengan sistem pengapian penyimpanan induktif. Pada sistem pengapian CDI masih menggunakan koil, namun koil tersebut fungsinya hanya sebagai transformator tegangan tinggi dan bukan untuk penyimpan energi. Dan sebagai penggantinya ada kapasitor yang digunakan untuk menyimpan energi. Pada sistem pengapian CDI, kapasitor diisi dengan tegangan tinggi yaitu sekitar 300 volt sampai dengan 500 volt, dan ketika CDI bekerja (triggered), maka kapasitor akan membuang (discharge) energi ke kumparan primer koil pengapian. Koil tersebut kemudian akan menaikkan tegangan (dari hasil pembuangan muatan kapasitor tadi) menjadi tegangan yang lebih tinggi lagi pada kumparan sekunder untuk menghasilkan percikan bunga api pada busi. Ketika bekerja, kapasitor pada sistem pengapian CDI ini secara periodik diisi oleh bagian pengisi lalu muatannya dibuang ke kumparan primer koil untuk menghasilkan tegangan tinggi pada kumparan sekunder.

    Perbedaan yang sangat penting antara sistem pengapian CDI dengan sistem pengapian induktif (selain CDI, yaitu sistem pengapian konvensional dan sistem pengapian transistor). Pada sistem pengapian induktif, tegangan tinggi pada koil dihasilkan ketika arus pada kumparan primer diputuskan oleh kontak pemutus (platina maupun transistor), sedangkan pada sistem pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan ketika arus dari pembuatan muatan kapasitor mengalir ke kumparan primer koil dengan sangat cepat. Waktu yang diperlukan oleh tegangan tinggi untuk mencapai tegangan tertingginya dinamakan rise time. Dan pada sistem pengapian CDI, rise time sangat singkat, yaitu sekitar 0,1 sampai dengan 0,3 ms (mili second). Hal ini sangat menguntungkan karena percikan api di busi tetap terjadi walaupun businya kotor.

  24. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    7. perbedaan mendasarnya terletak pada sistem memutus dan menghubungkan primer koil dimana pada sistem konvensional pangaturanya diatur oleh platina dan Pada sistem elektronik memutus dan menghubungkan primer koil menggunakan transistor. Dan yang terakhir pada sistem cdi cara kerjanya koil hanya digunakan sebagai transformator tegangan tinggi. Dan menngunakan kapasitor untuk menyimpan energy.

  25. NIM : 5202418020
    NAMA : SITI FATIMAH
    1. Prinsip coil yaitu bekerja berdasarkan prinsip trafo step up menggunakan induksi elektromagnetic dengan semakin cepat terjadinya perubahan medan magnetik, ggl yang diinduksi semakin besar.

  26. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    1).Ignition Coil bekerja berdasarkan prinsip trafo step up menggunakan induksi elektromagnetic. Hubungan antara medan magnet didalam kumparan,Hubungan antara medan magnet didalam kumparan, sudah dikemukakan oleh Michele Faraday dalam hukum Faraday.

  27. NIM : 5202418020
    NAMA : SITI FATIMAH
    2. Igniting timing adalah saat pengapian dimana busi memercikan bunga api dengan tepat pada akhir langkah kompresi untuk memulai pembakaran di dalam ruang bakar.kenapa harus di majukan saat putaran tinggi yaitu disebabkan karena waktu bakar mulai dari busi meloncatkan bunga api (beberapa derajad sebelum TMA) sampai dengan bahan bakar terbakar sempurna (beberapa derajad sesudah TMA) diperlukan waktu 1 ms (milli detik) sehingga jika putaran semakin tinggi maka waktu tempuh tetap maka jarak pengapian harus dirubah menjadi lebih maju sehingga didapatkan tekanan dan temperatur pembakaran maksimal tetap berada beberapa derajat sesudah TMA. Yang mengatur yaitu sentrifugal advancer,vakum advancer tetapi sekarang banyak yang sudah menggunakan komputer atau sensor otomatis.

  28. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    2).Ignition timing adalah waktu titik pengapian busi memercikkan bunga api beberapa derajat sebelum piston pada posisi top saat langkah kompresi untuk menghasilkan langkah usaha.Saat putaran tinggi ignition timing/waktu pengapian perlu dimajukan karena untuk menaikkan putaran ke tinggi perlu di majukan karena bahan bakar yang di bakar waktu pembakaran akan tetap sama maka di perlukan waktu yang lebih awal dari putaran biasa agar bisa membakar bahan bakar agar rpm menjadi tinggi tinggi,Yang bertugas memajukan dan memundurkan pengapian mobil adalah vacum advancer dan Governor advancer.

  29. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    3.)pada posisi kontak pemutus menutup maka akan terjadi rangkaian tertutup pada sirkuit rangkaian primer sehingga arus akan mengalir dari plus baterai atau aki menuju kunci kontak menuju kumparan primer koil menuju kontak pemutus menuju massa dan akhirnya menuju minus baterai. Pada saat terjadi rangkaian tertutup ini pada rangkaian primer maka pada koil akan terbentuk medan magnet. Dari yang tidak ada magnet menjadi ada magnet maka akan timbul tegangan induksi pada rangkaian sekunder. Tetapi tegangan induksi yang dihasilkan ini masih rendah sehingga tidak terjadi loncatan bunga api pada busi.kontak pemutus pada saat posisi membuka maka aliran arus primer yang mengalir dari baterai menuju ke massa akan terputus. Pada kondisi ini akan terjadi perubahan medan magnet atau juga disebut magnet jatuh (dari adanya kemagnetan dari platina menutup menjadi tidak ada kemagnetan karena platina membuka).
    Pada saat terjadinya perubahan magnet yang sangat cepat dan hanya sesaat pada koil pengapian tersebut, maka akan timbul tegangan induksi diri baik pada rangkaian primer maupun rangkaian sekunder. Pada rangkaian primer tegangan induksi diri mencapai sekitar 400 volt sedangkan pada rangkaian sekunder akan terjadi tegangan induksi diri mencapai sekitar 20.000 volt. Tegangan induksi diri pada rangkaian primer tersebut akan diserap melalui kondensor dan tegangan induksi diri pada rangkaian sekunder akan dimanfaatkan untuk menghasilkan loncatan api pada busi. Jadi loncatan api pada busi trjadi pada saat platina mulai membuka.

  30. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    4.) Komponen pengganti peran dari kontak pemutus di pengapian elektronik adalah Pulse Igniter,cara kerjanya adalah Saat mesin mulai berputar, pulse igniter akan mengirimkan sinyal PWM dengan frekuensi tergantung kecepatan mesin. Sinyal tersebut akan diolah terlebih dahulu oleh controler yang terletak satu unit dengan transistor unit.Selanjutnya, controler akan memutuskan arus pada kaki basis transistor saat mendapatkan sinyal PWM dari pulse igniter. Saat basis terputus, otomatis arus dari kolektor juga terputus. Sehingga pada coil primer terjadi pergerakan medan magnet menuju coil sekunder. Hal itu menyebabkan lonjakan tegangan pada coil sekunder yang langsung diteruskan menuju masing-masing busi melalui komponen distributor.

  31. NIM : 5202418020
    NAMA : SITI FATIMAH
    3. a) Saat kontak pemutus tertutup; arus dari akan kembali mengalir ke kumparan primer koil sehingga prosesnya berulang timbul medan magnet pada coil,dan terjadi penyimpananatau discharge pada kondensor. maka arus primer terbentuk eksponensial yang menyababkan kenaikan arus pada kumparan primer tidak langsung tinggi.
    b) Saat kontak pemutus terbuka; arus yang mengalir ke kumparan primer terputus dengan tiba-tiba,akibatnya kemagnetan pada koil hilang dengan cepat dan terjadilah tegangan induksi ,tegangan tinggi pada kumparan sekunder di salurkan pada distributor memalui kabel tegangan tinggi yang akan meneruskan pada setiap busi-busi sehingga terjadi loncatan api.

  32. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    5.)Sistem pengapian konvensional, adalah model sistem pengapian yang pertama kali dirancang. Sistem ini mengandalkan mekanikal distributor dan platina sebagai ciri utama,Sedangkan prinsip pengapian elektronik yang tidak lagi menggunakan platina sebagai pemutus arus melainkan menggunakan transistor di bantu pulse igniter sebagai pemutus arus. kesimpulnya adalah Sistem pengapian konvensional sendiri komponenya terdiri dari baterai-kunci kontak-fuse-koil-distributor dan busi.dalam pengapian konvensional masih menggunakan pemutus kontakberupa platina.Sedangkan pengapian elektronik sendiri menggunakan transistor sebagai pengganti pemutus kontak atau platina sehingga tidak memerlukan penyetalan celah kontak platina.
    Secara keuntungan jelas sistem pengapian elektronik lebih menguntungkan di bandingkan dengan konvensional dikarenakan ampere lebih besar,tidak perlu mengganti platina dan kerugianya adalah saat pengapian masih menggunakan vacum advencer dan centrifugal advancer.

  33. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    6.)Pada sistem pengapian konvensional , tegangan tinggi pada koil dihasilkan ketika arus pada kumparan primer diputuskan oleh kontak pemutus platina, sedangkan pada sistem pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan ketika arus dari pembuatan muatan kapasitor mengalir ke kumparan primer koil dengan sangat cepat. Waktu yang diperlukan oleh tegangan tinggi untuk mencapai tegangan tertingginya dinamakan rise time. Dan pada sistem pengapian CDI, rise time sangat singkat, yaitu sekitar 0,1 sampai dengan 0,3 ms .

  34. NIM : 5202418020
    NAMA : SITI FATIMAH
    4. Menggunakan sinyal IGT . sinyal IGT memiliki prinsip yang sama seperti kontak pemutus yaitu untuk mengaktifkan igniter dengan berubahnya sinya IGT maka tegangan tinggi koil untuk memercikan bunga api hanya saja ia di bantu oleh ECMatau ECU untuk menghitung dan menetapkan sinyal IGT berdasarkan mode dan kondisi kerja mesin .

    • pengapian elektronik memanfaatkan transitor untuk memutuskan dan menghubungkan arus primer koil melalui sinyal IGT yang akan di baca oleh ECM untuk mengatur sinyal IGT ke transitor.

  35. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    7.)Sistem pengapian konvensional, adalah model sistem pengapian yang pertama kali dirancang. Sistem ini mengandalkan mekanikal distributor dan platina sebagai ciri utama,
    Sedangkan prinsip pengapian cdi,adalah sistem pengapian yang menggunakan Capasitor sebagai komponen utama. Capasitor berfungsi untuk menyimpan arus yang kemudian dilepaskan ke ignition coil di bantub oleh pulser ignition.
    Sedangkan prinsip pengapian elektronik yang tidak lagi menggunakan platina sebagai pemutus arus melainkan menggunakan transistor di bantu pulse igniter sebagai pemutus arus,

  36. NIM : 5202418020
    NAMA : SITI FATIMAH
    5. Koil pengapiankonvesional berfungsi sebagai step up trafo yaitu menaikan tegangan dari 12 volt menjadi tegangan tinggi lebih dari 10.000v dan memanfaatkan kondensor dan resistor sedangkan Koil pengapian elektronikyaitu Fungsi ignition coil adalah untuk menaikan tegangan baterai dari 12 Volt ke 20 KV secara cepat dan singkat. Ignition coil menggunakan metode induksi elektromagnet, prinsip kerjanya seperti trafo step up dengan bantuan transistor.
    konvensional menggunakan kondensor dan resistor sedangkan elektronik menggunakan transistor

  37. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    1. Prinsip penaikan tegangan pada koil yaitu ketika arus positif dari baterai mengalir menuju kunci kontak dan diteruskan ke kumparan primer koil lalu selanjutnya menuju ke massa, untuk menuju ke massa bisa melalui putaran cam maupun transistor. cam ataupun transistor memutus-hubungkan arus secara cepat sehingga pada saat arus tertputus/terbuka maka akan pada kumparan sekunder timbul tegangan yang besar akibat adanya induksi. tegangan yang besar diteruskan ke busi melalui perantara distributor

  38. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    2. ignition timing adalah waktu pengapian yaitu dimana timing busi dalam memercikan bunga api. pada saat putaran tinggi ignition timing perlu dimajukan untuk menghindari knocking atau pemercikan bunga api pada sudut yang tidak efektif. hal itu dikarenakan prinsip kecepatan arus adalah konstan sedangkan putaran mesin selalu berubah-ubah. yang bertugas untuk memaju-mundurkan pengapian adalah vacum advancer dan sentrifugal advancer

  39. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    3. pada saat kontak pemutus tertutup arus dari positif mengalir ke kunci kontak, ke terminal positif koil, ke terminal negatif koil, kontak pemutus, dan kemudian ke massa. hal ini akan menimbulkan kemagnetan pada kumparan primer koil

    pada saat kontak pemutus terbuka maka arus yang tadinya mengalir tiba-tiba hilang dan kemagnetannya juga hilang, akibatnya terjadi induksi. pada kumparan primer terjadi induksi diri sedangkan pada kumparan sekunder terjadi induksi mutual yang kemudian diteruskan ke busi melalui distributor.

  40. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    4. pada sistem pengapian tipe elektronik fungsi dari kontak pemutus atau platina digantikan oleh generator pulsa dengan transistor sebagai pemutus arusnya.
    pada generator pulsa terdapat tonjolan yang berfungsi on off kan arus. sehingga fungsi platina bisa digantikan oleh itu.

  41. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    5. pada tipe konvensional, arus mengalir dari baterai > kunci kontak > positif koil > negatif koil > primer koil > massa pada cam platina. pada platina terjadi pemutus-hubung arus sehingga terjadi induksi pada koil. pada primer koil terjadi induksi diri sedangka pada sekunder koil terjadi induksi mutual.

    pada tipe elektronik, arus mengalir dari baterai> kunci kontak > primer koil > transistor > generator pulsa. pada saat generator pulsa on maka arus dari baterai akan mengalir ke primer koil dan ke massa dan menimbulkan medan magnet. pada saat generator pulsa off akan terjadi induksi sehingga kumparan sekunder akan timbul tegangan yang tinggi.

    kesimpulan : pada tipe konvensional menggunakan platina untuk memutus hubungkan arus sedangkan pada tipe elektronik menggunakan generator pulsa dan transistor untuk memutus-hubungkan arus.

  42. 5202418019

    6. Pada pembangkitan tegangan tinggi tegangan tinggi pada coil dihasilkan saat arus pada kumparan primer diputus oleh kontak pemutus atau transsistor sedangkan pada sistem pengapian CDI tegangan tinggi pada coil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer coil

  43. 5202418019

    7. Pada sistem pengapian konvensional proses pemutusan arus primer dilakukan secara mekanik yaitu dengan cara membuka dan menutupnya kontak pemutus, kontak pemutus bekerja seperti saklar dimana pada saat arus tertutup arus dapat mengalir dan saat terbuka arus dapat terhenti.
    Pada sistem pengapian elektronik memanfaatkan transistor untuk memutus dan menghubungkan arus primer coil sedangkan pada sistem pengapian CDI untuk memutus dan menggunakan arus primer coil digunakan trysistor yang secara teratur on dan off sesuai dengan saat pengapian yang telah ditentukan.

  44. 5202418024

    1. Saat medan magnet dikumparan primer hilang akibat dari arus primer yang terputus.. maka timbul tegangan tinggi di kumparan sekunder

  45. 5202418024

    2. Ignition timing, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pembakaran.
    Pada putaran tinggi pengapian dimajukan agar pembakaran maksimum terjadi di sekitar 10° setelah TMA. Komponen yang melakukaknya yaitu sentrifugal advancer dan vakum advancer.

  46. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    3). fenomena yang terjadi saat kontak pemutus tertutup arus listrik dari positif baterai menuju ke fuse lalu menuju ke kunci kontak dan keluar menuju shocket IG kunci kontak kemudian dari kunci kontak arus diditeruskan meuju positif Ignition coil dan melalui kumparan primer selanjutnya keluar dari negatif coil,selanjutnya diteruskan ke kontak poin platina yang sedang menutup dan menuju kemassa ,Jadi akibatnya pada kumparan primer koil timbul kemagnetan yang mempengaruhi kumparan sekunder koil.

    -Peristiwa yang terjadi pada saat kontak pemutus terbuka medan mgnet disekitar lilitan primer coil dan menyebabkan kemagnetan pada inti besi akan hilang sehingga menghasilkan tegangan tinggi (20.000-30.000 Volt) pada lilitan sekunder.Sentakan dari tegangan tinggi ini mendorong arus melaliui tutup distributor ,platina membagi arus kemasing masing kabel tegangan tinggi kebusi sesuain dengan fearing order (FO) .Jadi siklus ini terjadi keseluruhan 50 sampai 150 kali per detik tergantung pada kecepatan engine.

  47. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    4).Komponen yang menggantikan peran kontak pemutus sistem pengapian konvensional pada sistem pengapian elektronik adalah transistor untuk memutus dan menghubungkan arus pada primer koil.jika pada pengapian konvensional pengapian dilakukan secara mekanis dengan membuka dan menutup kontak pemutus .Maka pada pengapian elekronik dilakukan secara elektronis melalui transistor yang difungsikan sebagai saklar atau pemutus arus.

  48. Nim: 5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
    1. Di dalam koil terdapat 2 buah kumparan yaitu kumparan sekunder dan kumparan primer. Kumparan primer menghubungkan terminal positif dan terminal negatif. Kumparan sekunder menghubungkan terminal positif dengan terminal sekunder atau terminal tegangan tinggi. Jumlah kumparan primer sekitar 100 sampai 200 lilit dengan diameter kawat 0,5 sampe 1 mm dan jumlah kumparan sekunder terdapat sekitar 15000 sampai 30000 lilit dengan diameter kawat 0.05 sampai 0.1 mm.

    Koil dapat menaikkan tegangan baterai menjadia tegangan tinggi karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kumparan primer.

  49. Nim: 5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
    2. Ignition timing merupakan kondisi dimana kendaraan dalam proses pemanasan.
    Supaya pada putaran tinggi waktu pembakaran tetap cukup, maka mulainya pembakaran harus dimajukan agar pembakaran tetap maksimum tetap terjadi sekitar 10 derajat setelah TMA. Ada 2 mekanisme yang dapat memajukan pengapian yaitu vakum advancer dan sentrifugal advancer.
    Vakum advancer bekerja berdasarkan perubahan tekanan di dalam intake manifold. Mengubah atau menggeser posisi kontak pemutus terhadap bodi distributor.
    Sedangkan sentrifugal advancer mengubah saat pengapian berdasarkan putaran mesin.

  50. Nim: 5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
    3. – Pada saat kontak pemutus dalam kondisi tertutup
    Arus dari terminal positif baterai mengalir ke kunci kontak, ke terminal positif koil, ke terminal negatif koil, ke kontak pemutus, kemudian ke massa. Aliran arus ke kumparan primer koil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada coil. Cam slalu berputar karena selama mesin hidup poros engkol memutarkan poros nok dan poros nok memutarkan distributor dimana terdapat cam di dalamnya. Karena cam berputar, maka ada saatnya ujung cam mendorong kontak pemutus sehingga terbuka.
    – Pada saat kontak pemutus dalam kondisi terbuka
    Arus yang mengalir ke kumparan primer terputus secara tiba-tiba, kemagnetan di sekitar koil hilang dengan cepat, terjadi tegangan induksi,

  51. Nim: 5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
    4. Yang menggantikan peran dari kontak pemutus pada sistem pengapian elektronik adalah transistor. Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagi penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penghubung,stabilitas tegangan, modulasi sinyal dan sebagai fungsi lainnya.

  52. Nim: 5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
    5. – Sistem pengapian elektronik
    Kunci kontak dalam posisi on dan generator pulsa menghasilkan sinyal tegangan, arus mengalir ke kaki basis dan transistor menjadi on sehingga kaki kolektor dan emitor terhubung. Arus mengalir dari baterai ke kumparan primer, ke kaki kolektor transistor, ke kaki emitor ke massa. Ketika arus berhenti maka medan magnet akan hilang dengan sangat cepat, perubahan garis gaya magnet menyebabkan terjadinya tegangan induksi yang sangat tinggi. Tegangan tinggi ini disalurkan ke busi untuk memercikkan Bunga api pada elketroda busi.

    – Sistem pengapian konvensional
    Kumparan primer menghubungkan terminal positif dan terminal negatif. Kumparan sekunder menghubungkan terminal positif dengan terminal sekunder atau terminal tegangan tinggi. Jumlah kumparan primer sekitar 100 sampai 200 lilit dengan diameter kawat 0,5 sampe 1 mm dan jumlah kumparan sekunder terdapat sekitar 15000 sampai 30000 lilit dengan diameter kawat 0.05 sampai 0.1 mm.

    Koil dapat menaikkan tegangan baterai menjadia tegangan tinggi karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kumparan primer.

  53. Nim: 5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
    6. Pada sisitem pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil. Jadi, pada intinya tegangan tinggi bisa terjadi atau bisa di bangkitkan jika ada arus dari kapasitor menuju ke kumparan primer.

  54. Nim: 5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
    7. Konvensional
    Tegangan tinggi pada koil pengapian bisa dinaikkan dengan satu syarat yaitu kumparan sekunder harus lebih banyak dibanding kumparan primer.
    Elektronik
    Ketika arus yang mengalir terputus maka medan magnet akan hilang dan terjadi perubahan garis yang menyebabkan tegangan induksi. Selanjutnya tegangan tinggi di salurkan ke busi sehingga terjadi percikan bunga api pada elektroda busi.
    CDI
    Tegangan tingi bisa terjadi asal ada arus ang mengalir ke kumparan primer yang dihasilkan oleh pembuangan kapasitor.

  55. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    1. Prinsip penaikan tegangan tinggi pada koil pengapian yaitu pada koil pengapian terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder yang digulung pada inti besi. Kumparan-kumpuran tersebut terbuat dari baja silikon tipis dan bertugas menaikkan tegangan rendah dari baterai (12 v) menjadi tegangan tinggi (10 kv atau lebih) melalui proses induksi elektromagnetik. Untuk mencegah adanya hubungan singkat maka diantara kedua kumparan tersebut disekat kertas khusus yang memiliki tahanan sekat tinggi. Ujung kumparan primer dihubungkan pada terminal negatif primer sedangkan ujung satunya lagi dihubungkan pada terminal positif primer. Sedangkan kumparan sekunder juga dihubungkan pada terminal positif primer dan pada ujung satunya dihubungkan dengan tegangan tinggi. kumparan sekunder terletak dalam satu garis atau pada satu inti besi dengan kumparan primer, maka ketika arus pada kumparan primer diputuskan akan dihasilkan tegangan yang tinggi (10 kv atau lebih) pada kumparan sekunder berupa induksi, dengan arah yang berlawanan garis gaya magnet di kumparan primer.Koil pengapian dapat menghasilkan atau membangkitkan tegangan tinggi jika arus primer diputuskan secara tiba-tiba dengan jalan membuka kontak platina.

  56. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    5). prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian konvensional apabila kontak pemutus didalam dalam kedaan tertutup maka arus akan mengalir ke kumparan primer menyebabkan terjadinya medan magnet pada kumparan energi di ubah menjadi medan magnet .Apabila secara tiba tiba kontak pemutus terbuka maka arus pada kumparan akan terputus menyebabkan medan magnet pada kumparan hilang.
    -prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian elektronik saat sinyal mati arus yang terjadi pada kumparan koil akan berhentin.Berhentinya arus dengan cepat ini menyebabkan hilangnyua mwdan magnet pada koil.Perubahan garis gaya magnet yang sangat cepat ini menyebabkan tegangan induksi yang tinggi pada sekunder koil.
    ==>Jadi pengapian konvensioanl memanfaatkan membuka meutusnya penutup kontak sedangkan dari pengapian elektronik memanfaatkan transistor sebagai saklar arus primer koil. jadi lebih efisien pengunaan pengapian elektronik.

  57. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    6).bedanya prinsip pembangkitan tegangan tinggi dengan sistem pengapian CDI:
    JADI terminal 1 dan 3 terhubung maka kapasitor akan sebagai sumber energi mengeluarkan muatannya melalui kumparan primer sebagai beban dalam rangkaian tersebut .PADA saat kapasitor mengeluarkan arus dengansangat cepat melalui kumparan energi listrik yang disimpan kapasitor dokonfersikan menjadi medan magnet yang sangat cepat menyebabkan terjadinya tegangan induksi pada kumparan sekunder.

  58. 5202418024

    3. Saat kontak pemutus tertutup terjadi medan magnet di kumparan primer. Saat kontak pemutus terbuka terjadi induksi di kumparan sekunder yang menghasilkan tegangan tinggi dan kumparan primer tidak dialiri arus lagi

  59. 5202418024

    4. Komponen yang menggantikan kontak pemutus yaitu transistor. Jika pada sistem pengapian konvesional pemutus arus primer dilakukan secara mekanis oleh membuka dan menutupnya kontak pemutus maka pada pengapian elektronik fungsi itu digantikan oleh transistor

  60. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    7).simpulan mengenai prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional, elektrinik, dan CDI:
    Jadi pengapian konvensioanl memanfaatkan membuka meutusnya penutup kontak sedangkan dari pengapian elektronik memanfaatkan transistor sebagai saklar arus primer koil. prinsip pengapian cdi Saat kunci kontak pada posisi ON, arus dari baterai atau spul menuju transformator untuk diperbesar teganganya, kemudian langsung diserap oleh Capasitor.Ketika mesin starting, maka pulser akan mengirimkan sinyal ke CDI unit. Sinyal tersebut akan mengubah arah arus capasitor menuju rangkaian ignition coil. Karena capasitor dalam keadaan terisi tegangan penuh, maka terjadilah aliran listrik dari capasitor menuju ignition coilSehingga menumbulkan kemagnetan yang akan menginduksi koil sekunder untuk menghasilkan tegangan super tinggi. Rangkaian pengapian CDI berbeda dengan ketiga jenis pengapian sebelumnya. .jadi lebih efisien pengunaan pengapian CDI

  61. Deni bagus prasetya
    5202418011

    1. Didalam koil pengapian itu terdapat dua buah gulungan dengan sebuah inti besi. Dan pada gulungan tersebut ada dua, yaitu : gulungan utama (primer) yang terhubung dengan kunci kontak sebagai suplai utama tegangan, dan gulungan sekunder yang berfungsi sebagai ground. Lalu ada lagi satu gulungan lagi yang ada di dalam Ignition coil atau koil pengapian yang terdiri dari beribu lilitan tembaga. Satu lilitan ke terminal positif, dan lilitan lainnya adalah output tegangan tinggi. antara kumparan utama dengan sekunder itu perbedaannya bisa mencapai 200:1. Jika perbandingan semakin besar maka akan semakin tinggi pula tegangan yang dihasilkan oleh koil pengapian.

  62. 5202418024

    5. Prinsip pembangkit tegangan tinggi di sistem pengapian elektronik yaitu arus primer tidak mengalir ke kumparan primer karena transistor tidak dalam kondisi on maka terjadi induksi di kump Sekunder yang menghasilkan tegangan tinggi. Di sistem pengapian konvensional saat kontak pemutus terbuka maka kumparan primer tidak dapat arus yang mengakibatkan induksi di kump sekunder yang menghasilkan tegangan tinggi.. kesimpulannya untuk memutus dan menghubungkan arus primer dibutuhkan komponen kontak pemutus untuk konvensional dan transistor utk elektronik

  63. Deni bagus prasetya
    5202418011

    2. Iginition timing merupakan kondisi di mana kendaraan dalam proses pemanasan. Proses tersebut termasuk salah satu sistem pengapian pada kendaraan. Cara perhitungan dari ignition timing sendiri terjadi saat busi mulai memantikkan api di ruang bakar dan dengan waktu yang bersamaan ketika piston memulai langkah kompresi. Mengapa saat pengapian perlu dimajukan seiring dengan kenaikan putaran mesin? karena waktu pembakaran mulai dari busi meloncatkan bunga api (beberapa derajad sebelum TMA) sampai dengan bahan bakar terbakar sempurna (beberapa derajad sesudah TMA) diperlukan waktu 1 ms (milli detik) sehingga jika putaran semakin tinggi maka waktu tempuh tetap maka jarak pengapian harus dirubah menjadi lebih maju sehingga didapatkan tekanan dan temperatur pembakaran maksimal tetap berada beberapa derajat sesudah TMA. Dan kemudian yang memajukan dan memundurkan Ignition timing adalah igniter.

  64. 5202418024

    6. Pembangkit tegangan tinggi di CDI yaitu saat kumparan primer dialiri arus maka terjadi medan magnet perubahan medan (akibat adanya dc to dc converter)magnet yang cepat ini yang menyebabkan induksi pada kump sekunder yang mengasilkan tegangan tinggi

  65. Deni bagus prasetya
    5202418011

    3. Saat kontak pemutus tertutup Arus listrik yang dari positif baterai menuju ke fuse kemudian menuju kunci kontak dan keluar melalui shocket IG pada kunci kontak, dari kunci kontak arus kemudian diteruskan menuju positif ignition coil dan melalui kumparan primer kemudian keluar pada negatif coil, selanjutnya diteruskan melewati kontak poin platina yang sedang menutup dan menuju ke massa body.
    Dan mengakibatkan pada kumparan primer koil timbul kemagnetan yang mempengaruhi kumparan sekunder pada koil.
    Sedangkan saat kontak pemutus terbuka maka Medan magnet di sekitar lilitan primer coil kolap dan menyebabkan kemagnetan pada inti besi akan hilang sehingga menghasilkan tegangan tinggi (20.000-30.000 volt) pada lititan-lilitan sekunder. Sentakan tegangan tinggi ini ‘mendorong’ arus melalui kabel coil tegangan tinggi ke distributor, kemudian di teruskan oleh platina yang membagi arus kemasing-masing busi melalui distributor cap lalu ke kabel tegangan tinggi dan kemudian ke busi-busi sesuai dengan firing order. Siklus keseluruhan ini terjadi 50 sampai 150 kali per detik tergantung pada kecepatan engine.

  66. 5202418024

    7. Kesimpulan dari pengapian konvensional , elektronik dan cdi yaitu. Pada konvensional dan elektronik membutuhkan pemutus dan penghubung arus primer untuk menghasilkan induksi pada kumparan sekunder. Sedangkan pada CDI yang diperlukan perubahan medan magnet yang cepat pada kumparan primer yang diakibatkan oleh dc to dc converter.

  67. Deni bagus prasetya
    5202418011

    4. Sistem cara pengapian elektronik ini dengan memanfaatkan transitor untuk memutus dan menghubungkan arus primer pada koil. Jika pada sistem pengapian konvensional pemutusan arus primer koil dilakukan secara mekanis dengan cara membuka atau menutup kontak pemutus, maka pada sistem pengapian elektronik pemutusan arus primer koil ini dilakukan secara elektrolis melalui transitor yang bisa difungsikan sebagai saklar (switching transitor).

  68. Deni bagus prasetya
    5202418011

    5. Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian konvensional
    Apabila kontak pemutus dalam keadaan tertutup, maka arus akan mengalir ke kumparan primer yang menyebabkan terjadinya medan magnet pada kumparan energi listrik diubah menjadi energi dalam bentuk medan magnet. Apabila secara tiba-tiba kontak pemutus terbuka, maka yang akan terjadi arus pada kumparan akan terputus menyebabkan medan magnet pada kumparan hilang. Perubahan garis gaya magnet dengan cepat disekitar kumparan terjadinya kenaikan tegangan pada kumparan tersebut.

    Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada koil sistem pengapian elektronik
    Saat ada sinyal OFF, maka arus yang tadinya mengalir pada kumparan primer koil akan langsung berhenti. Dan berhentinya arus dengan cepat ini menyebabkan hilangnya medan magnet pada koil dengan sangat cepat. Perubahan garis-garis gaya magnet yang sengat cepat ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi yang sangat tinggi pada kumparan sekunder koil.

    KESIMPULAN :
    Simpulan yang di ambil dari penjelasan diatas yaitu pada sistem pengapian konvensional memanfaatkan membuka dan menutupnya kontak pemutus sedangkan pada sistem pengapian elektronik memanfaatkan transitor untuk memutus dan menghubungkan arus primer pada koil.

  69. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    2. -Ignition timing yaitu kondisi di mana kendaraan dalam proses pemanasan.
    -Pada putaran tinggi ignition timing dimajukan karena disebabkan waktu pembakar mulai dari busi meloncatkan bunga api (beberapa derajat sebelum TMA) sampai dengan bahan bakar terbakar sempurna (beberapa derajat sesudah TMA) diperlukan waktu 1 ms sehingga jika putaran semakin tinggi maka waktu tempuh tetap maka jarak pengapian harus dirubah menjadi lebih maju sehingga didapatkan tekanan dan temperatur pembakaran maksimal tetap berada beberapa derajat sesudah TMA.
    – Untuk memajukan saat pengapian, putar distributor berlawanan dengan arah rotor, misalnya rotor berputar searah jarum jam maka untuk memajukan saat pengapian adalah dengan cara memutar distributor berlawanan arah jarum jam. Dan juga sebaliknya jika ingin memundurkan saat pengapian

  70. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    1.Pada koil pengapian terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder yang digulung pada inti besi. Kumparan-kumpuran tersebut terbuat dari baja silikon tipis dan bertugas menaikkan tegangan rendah dari baterai menjadi tegangan tinggi melalui proses induksi elektromagnetik.Ujung kumparan primer dihubungkan pada terminal negatif primer sedangkan ujung satunya lagi dihubungkan pada terminal positif primer. Sedangkan kumparan sekunder juga dihubungkan pada terminal positif primer dan pada ujung satunya dihubungkan dengan tegangan tinggi.

  71. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    2.Ignition timing merupakan kondisi dimana kendaraan dalam proses pemanasan supaya pada putaran tinggi waktu pembakaran tetap cukup, maka mulainya pembakaran harus dimajukan agar pembakaran tetap maksimum tetap terjadi sekitar 10 derajat setelah TMA.
    Vakum advancer bekerja berdasarkan perubahan tekanan di dalam intake manifold. Mengubah atau menggeser posisi kontak pemutus terhadap bodi distributor.

  72. Nama : Lulu’ul janah
    Nim : 5202418006

    3. -Pada saat kunci kontak On dan platina pada posisi menutup maka akan terjadi rangkaian tertutup pada sirkuit rangkaian primer sehingga arus akan mengalir dari plus baterai atau aki menuju kunci kontak menuju kumparan primer koil menuju kontak pemutus menuju massa dan akhirnya menuju baterai(-). Pada saat terjadi rangkaian tertutup ini pada rangkaian primer maka pada koil akan terbentuk medan magnet. Dari yang tidak ada magnet menjadi ada magnet maka akan timbul tegangan induksi pada rangkaian sekunder. Tetapi tegangan induksi yang dihasilkan ini masih rendah sehingga tidak terjadi loncatan bunga api pada busi.

    – Pada saat kunci kontak On dan platina pada posisi membuka maka akan terjai aliran arus primer mengalir dari baterai menuju ke massa akan terputus. Pada kondisi ini akan terjadi perubahan medan magnet (dari adanya kemagnetan dari platina menutup menjadi tidak ada kemagnetan karena platina membuka). Pada saat terjadinya perubahan magnet yang sangat cepat dan hanya sesaat pada koil pengapian tersebut, maka akan timbul tegangan induksi diri baik pada rangkaian primer maupun rangkaian sekunder. Pada rangkaian primer tegangan induksi diri mencapai sekitar 400 volt sedangkan pada rangkaian sekunder akan terjadi tegangan induksi diri mencapai sekitar 20.000 volt. Tegangan induksi diri pada rangkaian primer tersebut akan diserap melalui kondensor dan tegangan induksi diri pada rangkaian sekunder akan dimanfaatkan untuk menghasilkan loncatan api pada busi. Jadi loncatan api pada busi trjadi pada saat platina mulai membuka.

  73. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    3.°Saat poin tertutup
    a. Arus listrik positif pada baterai menuju ke fuse
    b. Kemudian menuju ke kunci kentak dan keluar melalui stock IG kunci kontak.
    c. Dari kunci kontak arus diteruskan menuju positif ignition coil
    d. Melalui kumparan primer kemudian keluar pada coil negatif.
    e. Diteruskan melewati kontak poin platina yang sedang tertutup.
    f. Kumparan primer coil timbul kemagnetan.
    °Saat poin terbuka
    a. Kunci kontak terbuka dan platina pada posisi membuka maka aliran arus primer yang mengalir dari baterai menuju ke massa akan terputus.
    b. Kemudian terjadi perubahan medan magnet atau juga disebut magnet jatuh.
    c. Terjadi perubahan magnet yang sangat cepat.
    d. Setelah itu timbul tegangan induksi diri baik pada rangkaian primer maupun rangkaian sekunder.

  74. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    4.TRANSISTOR yang menggantikan peran dari kontak pemutus pada sistem pengapian elektronik karena transistoralat semikonduktor yang dipakai sebagi penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penghubung,stabilitas tegangan, modulasi sinyal dan sebagai fungsi lainnya.

  75. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    5.Sistem pengapian elektronik mempunyai efisiensi yang lebih besar bila dibandingkan dengan sistem pengapian konvensional. Sistem pengapian ini menggunakan komponen elektronik seperti transistor, dioda, resistor dan kapasitor untuk memperbesar efisiensi sistem penyalaan. Sistem pengapian elektronik juga dikenal dengan sistem pengapian transistor.
    Sistem pengapian elektronik ada beberapa macam, antara lain:
    CCTI ( Contact Controlled Transistor Ignition)MCTI ( Magnetically Controlled Transistor Ignintion )CDI (Capasitor Discharge Ignition)IRLISPARK ( Infra Red Light Ignition System)PEI ( Pointless Electronic Ignition)AIS ( Amplifier Type Ignition System) Dibandingkan dengan pengapian konvensional, pengapian sistem elektronik mempunyai banyak kelebihan. Pengapian konvensional mempunyai beberapa kekurangan, antara lain: Berkurangnya tegangan tinggi yang dihasilkan koil pada putaran rendah.Perubahaan saat pengapian cepat sekali. Kedua hal tersebut diatas disebabkan oleh arus listrik yang mengalir pada kontak pemutus dan terjadinya loncatan bunga api pada kontak pemutus. Besarnya arus dan tegangan pada kumparan primer menyebabkan timbulnya bunga api pada kontak pemutus. Besarnya arus listrik yang mengalir pada kumparan primer menyebabkan timbulnya bunga api pada kontak pemutus saat kontak pemutus akan menutup. Besarnya tegangan induksi pada kumparan primer menyebabkan timbulnya bunga api listrik pada saat kontak pemutus mulai membuka. Terbakarnya kontak pemutus menyebabkan keausan sehingga mengakibatkan saat pengapian berubah. Akibat loncatan bunga api pada saat kontak pemutus mulai membuka mengakibatkan penurunan kecepatan pemutusan arus pada kumparan primer. Akibatnya, tegangan tinggi yang dihasilkan kumparan sekunder koil menjadi turun.

  76. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    6.pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil jadi bisa di bangkitkan jika ada arus dari kapasitor menuju ke kumparan primer.

  77. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    4. Sistem pengapian yang memanfaatkan transistor untuk memutuskan arus listrik pada ignition coil. Dengan penggunaan transistor atau tidak memakai kontak pemutus maka sistem pengapian transistor ini membuat efisiensi tenaga listrik terjaga sehingga arus listrik yang dibutuhkan untuk pembakaran lebih maksimal. Hal ini tentu diakibatkan oleh tidak adanya percikan bunga api yang biasanya terjadi pada kontak pemutus yang menyebabkan sebagian energi hilang.

    • Nama : Lulu’ul Janah
      Nim : 5202418006

      6. Pada sistem pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan ketika arus dari pembuatan muatan kapasitor mengalir ke kumparan primer koil dengan sangat cepat. Waktu yang diperlukan oleh tegangan tinggi untuk mencapai tegangan tertingginya dinamakan rise time. Dan pada sistem pengapian CDI, rise time sangat singkat, yaitu sekitar 0,1 sampai dengan 0,3 ms (mili second). Hal ini sangat menguntungkan karena percikan api di busi tetap terjadi walaupun businya kotor. ada saat magnet permanen (dalam flywheel magnet) berputar, maka akan dihasilkan arus listrik AC dalam bentuk induksi listrik dari source coil seperti terlihat pada gambar disamping. Arus ini akan diterima oleh CDI unit dengan tegangan sebesar 100 sampai 400 volt. Arus tersebut selanjutnya dirubah menjadi arus setengah gelombang (menjadi arus searah) oleh diode, kemudian disimpan dalam kondensor (kapasitor) dalam CDI unit. Kapasitor tersebut tidak akan melepas arus yang disimpan sebelum SCR (thyristor) bekerja. Pada saat terjadinya pengapian, pulsa generator akan menghasilkan arus sinyal. Arus sinyal ini akan disalurkan ke gerbang (gate) SCR. Dengan adanya trigger (pemicu) dari gate tersebut, kemudian SCR akan aktif (on) dan menyalurkan arus listrik dari anoda (A) ke katoda (K). Dengan berfungsinya SCR tersebut, menyebabkan kapasitor melepaskan arus (discharge) dengan cepat. Kemudian arus mengalir ke kumparan primer (primary coil) koil pengapian untuk menghasilkan tegangan sebesar 100 sampai 400 volt sebagai tegangan induksi sendiri. Akibat induksi diri dari kumparan primer tersebut, kemudian terjadi induksi dalam kumparan sekunder dengan tegangan sebesar 15 KV sampai 20 KV. Tegangan tinggi tersebut selanjutnya mengalir ke busi dalam bentuk loncatan bunga api yang akan membakar campuran bensin dan udara dalam ruang bakar. Terjadinya tegangan tinggi pada koil pengapian adalah saat koil pulsa dilewati oleh magnet, ini berarti waktu pengapian (Ignition Timing) ditentukan oleh penetapan posisi koil pulsa, sehingga sistem pengapian CDI tidak memerlukan penyetelan
      waktu pengapian seperti pada sistem pengapian konvensional. Pemajuan saat pengapian terjadi secara otomatis yaitu saat pengapian dimajukan bersama dengan bertambahnya tegangan koil pulsa akibat kecepatan putaran motor. Selain itu SCR pada sistem pengapian CDI bekerja
      lebih cepat dari contact breaker (platina) dan kapasitor melakukan pengosongan arus (discharge) sangat cepat, sehingga kumparan sekunder koil pengapian teriduksi dengan
      cepat dan menghasilkan tegangan yang cukup tinggi untuk memercikan bunga api pada busi.

  78. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    7.-Konvensional Tegangan tinggi pada koil pengapian bisa dinaikkan dengan adanya kumparan sekunder harus lebih banyak dibanding kumparan primer.
    -Elektronik arus yang mengalir terputus maka medan magnet akan hilang dan terjadi perubahan garis yang menyebabkan tegangan induksi yang di salurkan ke busi sehingga terjadi percikan bunga api pada elektroda busi.
    -CDI yang terjadi ada arus yang mengalir ke kumparan primer yang dihasilkan oleh pembuangan kapasitor.

  79. 5202418031

    1.) Prinsip penaikan tegangan tinggi pada koil pengapian adalah apabila kontak pemutus dalam keadaan tertutup maka arus dari batarai akan mengalir ke kumparan primer, ke kontak pemutus kemudian ke massa. Aliran arus pada kumparan ini akan menyebabkan terjadinya Medan magnet di sekeliling kumparan, energi listrik yang mengalir diubah menjadi energi dalam bentuk Medan magnet. Apabila kontak pemutus terbuka maka dengan cepat arus pada kumparan primer terputus. Terputusnya aliran arus ini menyebabkan Medan magnet di sekitar kumparan hilang dengan cepat.

  80. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    5. – Pada pengapian konvensional yaitu Prinsip penaikan tegangan tinggi pada koil pengapian pada koil pengapian terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder yang digulung pada inti besi. Kumparan-kumpuran tersebut terbuat dari baja silikon tipis dan bertugas menaikkan tegangan rendah dari baterai (12 v) menjadi tegangan tinggi (10 kv atau lebih) melalui proses induksi elektromagnetik. Untuk mencegah adanya hubungan singkat maka diantara kedua kumparan tersebut disekat kertas khusus yang memiliki tahanan sekat tinggi. Ujung kumparan primer dihubungkan pada terminal negatif primer sedangkan ujung satunya lagi dihubungkan pada terminal positif primer. Sedangkan kumparan sekunder juga dihubungkan pada terminal positif primer dan pada ujung satunya dihubungkan dengan tegangan tinggi. kumparan sekunder terletak dalam satu garis atau pada satu inti besi dengan kumparan primer, maka ketika arus pada kumparan primer diputuskan akan dihasilkan tegangan yang tinggi (10 kv atau lebih) pada kumparan sekunder berupa induksi, dengan arah yang berlawanan garis gaya magnet di kumparan primer.Koil pengapian dapat menghasilkan atau membangkitkan tegangan tinggi jika arus primer diputuskan secara tiba-tiba dengan jalan membuka kontak platina.

    -Pada sistem pengapian elektronik istem pengapian ini yang memanfaatkan transistor untuk memutuskan arus listrik pada ignition coil. Dengan penggunaan transistor atau tidak memakai kontak pemutus maka sistem pengapian transistor ini membuat efisiensi tenaga listrik terjaga sehingga arus listrik yang dibutuhkan untuk pembakaran lebih maksimal. Hal ini tentu diakibatkan oleh tidak adanya percikan bunga api yang biasanya terjadi pada kontak pemutus yang menyebabkan sebagian energi hilang.

    -kesimpulan Ignition coil adalah komponen yang berfungsi untuk menaikan tegangan baterai dari 12 Volt menjadi tegangan tinggi hingga 20 KV melalui proses induksi elektromagnetik.Komponen ini sangat wajib keberadaannya pada mesin bensin karena, mesin bensin harus menggunakan percikan api untuk melakukan pembakaran. Sementara pada mesin diesel, ignition coil tidak akan kita temukan keberadaanya karena mesin diesel melakukan self combustion.

  81. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    7. – Pada pengapian konvensional yaitu Prinsip penaikan tegangan tinggi pada koil pengapian pada koil pengapian terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder yang digulung pada inti besi. Kumparan-kumpuran tersebut terbuat dari baja silikon tipis dan bertugas menaikkan tegangan rendah dari baterai (12 v) menjadi tegangan tinggi (10 kv atau lebih) melalui proses induksi elektromagnetik. Untuk mencegah adanya hubungan singkat maka diantara kedua kumparan tersebut disekat kertas khusus yang memiliki tahanan sekat tinggi. Ujung kumparan primer dihubungkan pada terminal negatif primer sedangkan ujung satunya lagi dihubungkan pada terminal positif primer. Sedangkan kumparan sekunder juga dihubungkan pada terminal positif primer dan pada ujung satunya dihubungkan dengan tegangan tinggi. kumparan sekunder terletak dalam satu garis atau pada satu inti besi dengan kumparan primer, maka ketika arus pada kumparan primer diputuskan akan dihasilkan tegangan yang tinggi (10 kv atau lebih).

    -Pada sistem pengapian elektronik sistem pengapian ini yang memanfaatkan transistor untuk memutuskan arus listrik pada ignition coil. Dengan penggunaan transistor atau tidak memakai kontak pemutus maka sistem pengapian transistor ini membuat efisiensi tenaga listrik terjaga sehingga arus listrik yang dibutuhkan untuk pembakaran lebih maksimal. Hal ini tentu diakibatkan oleh tidak adanya percikan bunga api yang biasanya terjadi pada kontak pemutus yang menyebabkan sebagian energi hilang.

    -Pada sistem pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan ketika arus dari pembuatan muatan kapasitor mengalir ke kumparan primer koil dengan sangat cepat. Waktu yang diperlukan oleh tegangan tinggi untuk mencapai tegangan tertingginya dinamakan rise time. Dan pada sistem pengapian CDI, rise time sangat singkat, yaitu sekitar 0,1 sampai dengan 0,3 ms (mili second). Hal ini sangat menguntungkan karena percikan api di busi tetap terjadi walaupun businya kotor.

  82. 5202418014 (setya wardani)
    1.Pada koil pengapian terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder yang digulung pada inti besi. Kumparan itu bertugas menaikkan tegangan rendah dari baterai (12 volt) menjadi tegangan tinggi (10 kv atau lebih) melalui proses induksi elektromagnetik.Jika ada arus yang mengalir pada kumparan primer lalu arus tersebut diputuskan secara tiba-tiba (platina membuka) maka akan dihasilkan tegangan tinggi secara induksi sendiri pada kumparan primer sebesar 300 sampai dengan 400 volt dengan arah arus yang searah arus yang mengalir sebelumnya. Arus ini lalu disimpan sementara pada kondensor. Jika platina menutup lagi maka listrik yang ada pada kondensor tadi diteruskan ke rangkaian sehingga arus primer menjadi penuh.

  83. 5202418014(setya wardani)
    2. Ignition timing adalah saat pengapian. Ya saat terjadinya pengapian atau saat bunga api memercik dari busi
    Saat putaran tinggi harus dimajukan karena kebutuhan percikan pengapian ahir langkah kompresi harus tetap stabil. Suapaya tenaga yang dihasilkan maksimal
    Komponen yang berperan : sentrifugal advance dan vacum advance

  84. Nim:5202418007
    Nama:Teguh Kurniawan

    3. Pada saat kontak pemutus tertutup arus dari terminal positif baterai mengalir ke kunci kontak keterminal positifkoil keterminal negatif koil ke kontak pemutus kemudian kemasa.
    Sedangkan ketika kontak pemutus terbuka arus akan mengalir ke kumparan primer dan akan terputus secara tiba tiba akibatnya kemacetan disekitar koil hilang atau drop dengan cepat

  85. Nim:5202418007
    Nama:Teguh Kurniawan
    4 transistor. Dimana arus primer koil diputus sebentaroleh transistor sehingga pemutusan arusnya stabil pada kecepatan rendah dan kumparan sekunder bisa menghasilkan tegangan tinggi dengan stabil.

  86. Deni bagus prasetya
    5202418011

    6. Pada saat pembangkitan tegangan yang tinggi pada coil dihasilkan saat arus berada pada saat kumparan primer diputus oleh kontak pemutus atau transsistor sedangkan pada sistem pengapian CDI tegangan tinggi pada coil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat menuju ke kumparan primer coil.

  87. Deni bagus prasetya
    5202418011

    7. Pada sistem pengapian konvensional maka proses pemutusan arus primer dilakukan secara mekanik yaitu dengan cara membuka dan menutupnya kontak pemutus, kontak pemutus ini bekerja seperti saklar yang dimana pada saat arus tertutup arus dapat mengalir dan saat terbuka arus dapat terhenti.
    Pada sistem pengapian elektronik memanfaatkan transistor untuk memutus dan menghubungkan arus primer pada coil. sedangkan pada sistem pengapian CDI untuk memutus dan menggunakan arus primer coil digunakan trysistor yang secara teratur on dan off sesuai dengan saat pengapian yang telah ditentukan.

  88. Nim: 5202418007
    Nama: Teguh Kurniawan
    5.Sesuai namanya, pengapian konvensional yakni sistem yang bekerja secara konvenional memakai kontak mekanik untuk memilih interval busi menyala.
    pengapian elektronik memakai transistor sebagai pengganti kontak mekanik.
    Pengertian sistem pengapian elektronik yakni prosedur perubahan listrik menjadi api, dengan menolongan transistor yang memiliki tugas sebagai saklar elektronik yang memutuskan arus primer coil.
    Meski demikian, secara umum denah pengapian elektronik hampir sama dengan pengapian konvensional.

    Kesimpulannya secara garis besar hampir sama yang membedakan kontak pemutusnya

  89. Nim:5202418007
    Nama:Teguh Kurniawan
    6. Pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian CDI yaitu tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil

  90. Nim:5202418007
    Nama:Teguh Kurniawan

    7. pada sistem pengapian induktif /selain CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus pada kumparan primer diputus oleh kontak pemutus atau transistor sedangkan Pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian CDI yaitu tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil

  91. 5202418013
    1.•Pada saat platina menutup, arus mengalir dari terminal positive -> kumparan primer->terminal negative, selanjutnya arus listrik tersebut diteruskan ke masa melalui platina .

    Sehingga terjadi induksi elektromagnet, ini terjadi ketika arus listrik mengaliri sebuah inti besi, maka terjadi kemagnetan dengan arah tertentu.

    Sementara pada kumparan sekunder, arus listrik mengalir dari terminal positive menuju kumparan sekunder dan keluar sampai ke busi. Dikarenakan busi memiliki celah, maka arus dari kumparan sekunder tidak diteruskan ke masa dan menyebabkan tidak ada kemagnetan yang keluar dari kumparan primer.

    •Pada saat platina membuka maka kemagnetan pada kumparan primer tiba-tiba menghilang secara cepat, pada peristiwa ini lah terjadi penaikan arus listrik.

    Karena pada prinsip dasarnya penaikan arus listrik ini adalah semakin cepat terjadinya perubahan medan magnetik, maka akan terjadi kenaikan arus semakin besar juga.

  92. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    6. Pada CDI koil masih digunakan tetapi fungsinya hanya sebagai transformator, sebagai gantinya digunakanlah kapasitor untuk membangkitkan induksi pada kumparan koil. Kapasitor bertugas menyimpan dan mengeluarkan muatan menuju koil.

    • NIM : 5202418012
      Nama : Abdur Rohman Wahid

      7. Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada otomotif dibagi menjadi 3 yaitu tipe konvensional, elektrik, dan CDI.

      Pada tipe konvensional pembangkitan tegangan tinggi memanfaatkan gerakan buka tutup cam platina.
      Pada tipe elektrik, peran platina digantikan oleh generator sinyal dan igniter.
      Sedangkan pada tipe CDI , koil masih digunakan tetapi fungsinya hanya sebagai transformator. Sebagai ganti digunakanlah kapasitor sebagai penyimpan dan penyuplai muatan listrik

  93. 5202418023
    1. Pada saat platina membuka , maka hubungan antara terminal negatif ke massa akan terputus. Arus listrik dari terminal positif tidak akan mengalir ke lilitan primer. Hal ini akan mengakibatkan kemagnetan pada lillitan primer menjadi hilang. Dengan hilangnya kemagnetan pada lilitan primer , maka timbullah induksi pada lilitan sekunder. Di mana pada lilitan sekunder akan menghasilkan listrik dengan tegangan yang sangat tinggi. Listrik yang dihasilkan pada lilitan sekunder ini akan dialirkan ke terminal sekunder untuk diteruskan ke kabel tegangan tinggi.

  94. 5202418023
    2. ignition timing merupakan system yang berfungsi untuk menghasilkan percikan bunga api pada busi yang kuat dan tepat untuk memulai pembakaran campuran udara bahan bakar diruang bakar. Proses ignition timing biasanya berkisar antara 5 hingga 15 derajat sebelum TMA dari RPM rendah. Pemajuan saat pengapian berfungsi untuk menyesuaikan saat pengapian akibat perubahan kecepatan putaran mesin daan beban yang bekerja pada mesin. pembakaran memerlukan waktu yang tepat pada putaran lambat ataupun putaran tinggi. Supaya pada putaran tinggi waktu pembakaran tetap cukup maka mulainya pembakaran harus dimajukan agar pembakaran maksimum tetap terjadi di sekitar 10 derajat setelah TMA. Yang melakukan pemajuan dan pemunduran saat pengapian adalah sentrifugal advancer dan vakum advancer

  95. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    7. Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada otomotif dibagi menjadi 3 yaitu tipe konvensional, elektrik, dan CDI.

    Pada tipe konvensional pembangkitan tegangan tinggi memanfaatkan gerakan buka tutup cam platina.
    Pada tipe elektrik, peran platina digantikan oleh generator sinyal dan igniter.
    Sedangkan pada tipe CDI , koil masih digunakan tetapi fungsinya hanya sebagai transformator. Sebagai ganti digunakanlah kapasitor sebagai penyimpan dan penyuplai muatan listrik.

  96. 5202418023
    3. platina pada posisi menutup maka akan terjadi rangkaian tertutup pada sirkuit rangkaian primer sehingga arus akan mengalir dari plus baterai atau aki menuju kunci kontak menuju kumparan primer koil menuju kontak pemutus menuju massa dan akhirnya menuju minus baterai. Pada saat terjadi rangkaian tertutup ini pada rangkaian primer maka pada koil akan terbentuk medan magnet. Dari yang tidak ada magnet menjadi ada magnet maka akan timbul tegangan induksi pada rangkaian sekunder. Tetapi tegangan induksi yang dihasilkan ini masih rendah sehingga tidak terjadi loncatan bunga api pada busi.
    platina pada posisi membuka maka aliran arus primer yang mengalir dari baterai menuju ke massa akan terputus. Pada kondisi ini akan terjadi perubahan medan magnet atau juga disebut magnet jatuh (dari adanya kemagnetan dari platina menutup menjadi tidak ada kemagnetan karena platina membuka).

  97. 5202418023
    4. yang menggantikan peran platina untuk memutus kan arus listrik pada system pengapian konvensional adalah transistor. Pada system pengapian elektronik pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yang difungsikan sebagai saklar(switching transistor).

  98. 5202418023
    5. pada system konvensional jika ingin tegangan tinggi yaitu dengan cara menambah lilitan pada kumparan sekunder. Sehingga lilitan kumparan sekunder lebih banyak dibandingkan kumparan primer. Sehingga apabila ada arus listrik di salurkan ke kumparan primer, maka arus listrik pada kumparan sekunder memiliki tegangan lebih tinggi.
    Pada system elektronik tegangan tinggi didapat pada saat terhentinya arus. Pada transistor OFF maka arus yang mengalir ke kumparan primer terhenti. Terhentinya arus menyebabkan hilangnya medan magnet pada koil dengan sangat cepat. Perubahan ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi yang sangat tinggi pada kumparan sekunder koil.

  99. 5202418023
    6. a. sumber arus yang digunakan untuk sistem pengapian CDI AC yaitu arus bolak-balik yang berasal langsung dari alternator (spul magnet) sedangkan pada sistem pengapian CDI DC untuk sumber arus yang digunakan adalah arus searah dan berasal dari baterai (aki).
    b. tegangan tinggi yang dihasilkan oleh sistem pengapian CDI DC ini cenderung stabil karena sumber arus berasal dari baterai yang tegangannya sama yaitu 12 volt pada setiap kondisi kecepatan mesin, namun pada sistem pengapian CDI AC arus sumber tergantung dari besarnya arus yang dihasilkan oleh alternator (spul magnet). Saat kendaraan berjalan pada kecepatan rendah maka arus yang dihasilkan oleh alternator cenderung rendah sehingga akan mempengaruhi tegangan tinggi yang dihasilkan juga menjadi lebih rendah.
    c. kawat email (kawat spul) di alternator (spul magnet) pada sistem pengapian CDI AC akan lebih mudah terbakar karena panas yang berlebihan, namun pada sistem pengapian CDI DC tidak akan mudah terbakat kawat emailnya karena pada pengapian CDI DC menggunakan kawat email memiliki ukuran yang lebih besar.

  100. 5202418023
    7. system konvensional : system pengapiannya menggunakan kontak pemutus atau platina sebagai komponen pemutus dan penghubung arus pada primer koil.
    System elektronik : system pengapian yang proses pemutusan arus primer koil menggunakan transistor,tapi masih menggunakan kontak pemutus sebagai pengontrol kerja transistor.
    System CDI : menggunakan kapasitor sebagai penyimpan energy . dank oil masih digunakan tetapi fungsinya sebagai transformator tegangan tinggi.

  101. 5202418013
    2. Iginition timing merupakan kondisi di mana kendaraan dalam proses pemanasan. Karena waktu bakar mulai dari busi meloncatkan bunga api (beberapa derajad menjelang TMA) sampai dengan bahan bakar terbakar sempurna (beberapa derajad sesudah TMA) diperlukan waktu 0,003 detik, sehingga jika putaran semakin tinggi maka waktu tempuh tetap maka jarak pengapian harus dirubah menjadi lebih maju sehingga didapatkan tekanan dan temperatur pembakaran maksimal tetap berada beberapa derajat sesudah TMA. Dan yang memajukan dan memundurkan Ignition timing yaitu vacum advancer dan sentrifugal advancer.

  102. 5202418013
    3. • Pada saat platina membuka :
    *Terjadi tegangan induksi diri (self induction) pada kumparan primer yang dilarikan di kondensor
    *Terjadi induksi mutual pada kumparan sekunder
    *Arus ke platina terputus dan medan magnet menghilang.

    •Pada saat platina tertutup:
    *Terjadi medan magnet di dalam kumparan
    *Arus mengalir ke massa melalui platina
    *Arus di Kapasitor di buang ke massa

  103. 5202418013
    3. • Pada saat platina membuka :
    *Terjadi tegangan induksi diri (self induction) pada kumparan primer yang dilarikan di kondensor
    *Terjadi induksi mutual (mutual induction) pada kumparan sekunder
    *Arus ke platina terputus dan medan magnet menghilang.

    •Pada saat platina tertutup:
    *Terjadi medan magnet di dalam kumparan
    *Arus mengalir ke massa melalui platina
    *Arus di Kapasitor di buang ke massa

  104. 5202418013
    4. Mekanisme pemutus arus primer koil pada sistem pengapian elektronik terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian driver dan pembangkit sinyal

    *driver berfungsi untuk memutuskan arus primer koil (transistor)
    *pembangkit sinyal berfungsi untuk menghasilkan sinyal tegangan yang digunakan untuk memicu kerja transistor sehingga dapat bekerja on dan off secara terus menerus selama mesin hidup. (Model induktif yaitu kumparan dan magnet, model iluminasi yaitu cahaya dan model hall effect.)

  105. 5202418033

    1. Koil pengapian dapat menghasilkan atau membangkitkan tegangan tinggi jika arus primer diputuskan secara tiba-tiba dengan jalan membuka kontak platina dan besarnya arus yang mengalir pada kumparan primer tidak bisa langsung maksimum ketika platina terhubung (menutup), hal ini karena arus tidak langsung mengalir menuju kumparan primer. Dengan adanya tahanan pada kumparan primer mengakibatkan terjadinya perubahan gaya magnet yang terjadi secara bertahap. Lalu tegangan tinggi pada kumparan sekunder terjadi dalam waktu yang singkat

  106. 5202418033

    2. Ignition Timing adalah suatu sistem pengapian yang fungsinya yaitu untuk menghasilkan percikan bunga api pada busi untuk memulai pembakaran campuran udara dan bahan bakar didalam ruang bakar.
    Prosesnya antara 5-15° sebelum TMA dari RPM yang rendah.
    Pemajuan saat pengapian berfungsi untuk menyesuaikan pengapian akibat perubahan kecepatan pada putaran mesin dan beban yang bekerja pada mesin.
    Yang melakukan pemajuan dan pengunduran ignition timing adalah sentrifugal advancer dan vacum advancer

  107. 5202418034
    Tegar Fendiyan Pangestu

    1. Prinsip penaikan tegangan pada koil yaitu dengan cara jumlah lilitan pada kumparan sekunder jauh lebih banyak dari pada jumlah lilitan kumparan primer, dan dengan diputuskannya arus secara tiba tiba pada kumparan primer sehingga terjadi induksi pada kumparan sekunder yang menyebabkan tegangan tinggi pada kumparan sekunder.

  108. 5202418034
    Tegar Fendiyan Pangestu

    2. ~ Ignition Timing yaitu jika dilihat dari namanya saja sudah bisa di artikan yaitu ignition artinya pengapian dan timing artinya waktu jadi dapat di simpulkan ignition timing adalah waktu pengapian, atau waktu yang tepat untuk busi memercikan bunga api.

    ~mengapa pada putaran tinggi waktu pengapian harus dimajukan yaitu karena pengapian yang membutuhkan waktu sehingga waktu pengapian harus dimajukan agar ignition timingnya tepat, dan yang mengatur dalam memajukan ignition timing adalah Electronic Control Modul (ECM / ECU) yang menerima informasi atau data dari sensor sensor pada sistem pengapian.

  109. 5202418034
    Tegar Fendiyan Pangestu

    3. ~ pada saat kontak pemutus tertutup :
    a. arus mengalir ke kumparan primer koil.
    b. terjadinya medan magnet pada koil.
    c. muatan kapasitor dibuang ke massa/ground melalui platina.

    ~ pada saat kontak pemutus terbuka :
    a. arus pada kumparan primer terputus.
    b. medan magnet menghilang.
    c. terjadinya tengangan induksi diri dikumparan primer dan disimpan di kapasitor.
    d. terjadi induksi mutual pada kumparan sekunder dan disalurkan ke busi oleh distributor.

  110. 5202418033

    3. Platina pada posisi menutup maka sirkuit pada rangkaian primer arus akan mengalir dari plus baterai atau aki menuju kunci kontak, dan menuju kumparan primer koil menuju kontak pemutus menuju massa dan akhirnya menuju minus baterai. Pada saat terjadi rangkaian tertutup ini pada rangkaian primer maka pada koil akan terbentuk medan magnet.
    Platina pada posisi membuka : aliran arus primer yang mengalir dari baterai menuju massa akan terputus. Pada kondisi ini, terjadi perubahan medan magnet atau disebut juga magnet jatuh.

  111. 5202418013
    5. • Sistem pengapian elektronik ini mengandalkan komponen transistor, dimana pada saat kunci kontak posisi on dan generator pulsa menghasilkan sinyal tegangan, sehingga arus mengalir ke kaki basis dan transistor menjadi on lalu kaki kolektor dan emitor terhubung. Arus yang mengalir sebagai berikut : baterai ->kumparan primer->kaki kolektor transistor->kaki emitor ke massa. Ketika arus berhenti maka medan magnet akan hilang dengan sangat cepat, perubahan garis gaya magnet menyebabkan terjadinya tegangan induksi yang sangat tinggi.

    • Sistem pengapian konvensional ini masih mengandalkan koil untuk pembangkit tegangan tinggi. Pada coil terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder, Jumlah kumparan primer sekitar 100 sampai 200 lilit dengan diameter kawat 0,5 sampe 1 mm dan jumlah kumparan sekunder terdapat sekitar 15000 sampai 30000 lilit dengan diameter kawat 0.05 sampai 0.1 mm.

    Koil dapat menaikkan tegangan rendah menjadi tegangan tinggi karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kumparan primer. Dan di karenakan adanya perubahan medan magnetik yang secara cepat.

    Kesimpulannya: Dari fungsi kedua sistem sama-sama mengubah tegangan rendah menjadi tegangan tinggi untuk memercikkan busi, tetapi yang membedakan adalah komponen yang digunakan.

  112. 5202418034
    Tegar Fendiyan Pangestu

    4. Komponen pengganti peran kontak pemutus pada pengapian konvensional pada pengapian sistem elektronik yaitu transistor digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil untuk menghasilkan tegangan tinggi, tetapi kontak pemutus masih digunakan untuk memicu kerja dari transistor.

  113. 5202418013
    6. Pembangkitan tegangan pada sistem pengapian CDI yaitu tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil.Jadi, intinya tegangan tinggi bisa terjadi atau di bangkitkan bila ada arus dari kapasitor yang menuju ke kumparan primer.

  114. 5202418034
    Tegar Fendiyan Pangestu

    5. pada sistem pengapian konvensional pembangkit tegangan tinggi yaitu dengan cara memperbanyak jumlah lilitan sekunder pada koil dan masih menggunakan sistem kontak pemutus, sedangkan pada pengapian elektronik pembangkitan tegangan tinggi dilakukan oleh transistor dengan memutus atau menghubungkan arus primer koil. jadi kesimpulannya yaitu pada dasarnya pembangkitan tegangan tinggi pada kedua sistem hampir sama, yang membedakan hanya komponen yang pada kedua sistem tersebut.

  115. 5202418013
    7. Pembangkitan tegangan tinggi :
    • Sistem konvensional : pembangkit tegangan tinggi menggunakan koil, pembangkitan tegangan tinggi bisa terjadi apabila jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak dari lilitan kumparan primer, dan adanya perubahan medan magnet secara tiba-tiba dan cepat.
    • Sistem Elektronik : pembangkit tegangan tinggi menggunakan transistor, prinsip nya sama seperti konvensional yaitu ketika arus yang mengalir terputus maka medan magnet akan hilang dan terjadi perubahan garis yang menyebabkan tegangan induksi.
    • Sistem pengapian CDI : Prinsipnya yaitu Tegangan tinggi bisa terjadi jika ada arus yang mengalir ke kumparan primer yang dihasilkan oleh pembuangan kapasitor.

  116. 5202418034
    Tegar Fendiyan Pangestu

    6. pembangkitan pada sistem pengapian CDI yaitu dengan cara mengalirkan arus ke kumparan sekunder, sistem ini berbeda dengan sistem yang lain karena sitem lain umumnya dengan cara memutus arus pada kumparan primer tetapi pada sistem pengapian CDI malah pada kumparan primernya dengan cara dialiri arus.

  117. 5202418034
    Tegar Fendiyan Pangestu

    6. pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian CDI yaitu dengan cara mengalirkan arus ke kumparan sekunder, sistem ini berbeda dengan sistem yang lain karena sitem lain umumnya dengan cara memutus arus pada kumparan primer tetapi pada sistem pengapian CDI malah pada kumparan primernya dengan cara dialiri arus.

  118. 5202418033

    4. Yaitu transistor. Fungsinya yaitu guna memutus dan menghubungkan arus listrik yang mengalir pada kumparan primer koil agar tercipta induksi elektromagnet. Pada sistem pengapian elektronik, pemutusan arus pada primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor, difungsikan sebagai saklar(switching transistor).

    • 5202418033

      7. Sistem pengapian konvensional adalah salah satu sistem pengapian baterai pada motor bensin yang masih menggunakan platina untuk memutuskan dan menghubungkan arus primer koil, yang nantinya bertujuan untuk menghasilkan induksi tegangan tinggi pada kumparan skunder yang akan disalurkan ke masing masing busi.

      Sistem pengapian elektronik adalah sebuah rangkaian pengapian mesin yang menggunakan transistor untuk memutuskan arus ignition coil.

      Sistem pengapian CDI merupakan salah satu jenis sistem pengapian pada kendaraan bermotor yang memanfaatkan arus pengosongan muatan (Discharge Current) dari kondensator yang gunanya mencatu daya Kumparan Pengapian (Ignition Coil).

  119. 5202418034
    Tegar Fendiyan Pangestu

    7. kesimpulan :
    Pada sistem pengapian konvensional dan elektronik dalam menaikan tegangan tinggi pada koil dengan cara memutus aliran arus pada kumparan primer, sedangkan pada sistem pengapian CDI dalam menaikan tegangan tinggi pada koil dengan cara sebaliknya yaitu dengan cara mengalirkan arus pada kumparan primer.

  120. 5202418033

    5. Pada sistem konvensional, jika ingin mencapai tegangan tinggi yaitu dengan menambah lilitan pada kumparan sekunder. Sehingga ketika ada arus listrik di salurkan ke kumparan primer, maka arus listrik pada kumparan sekunder memiliki tegangan yang lebih tinggi.

  121. 5202418033

    6. a) Sistem pengapian CDI AC yang merupakan dasar dari sistem pengapian CDI, dan menggunakan pencatu daya dari sumber Arus listrik bolak-balik (dinamo AC/alternator).
    Sistem pengapian CDI DC yang menggunakan pencatu daya dari sumber arus listrik searah (misalnya dinamo DC, Batere, maupun Aki).

    b) Kawat spul di alternator (spul magnet) pada sistem pengapian CDI AC akan lebih mudah terbakar karena panas yang berlebihan, namun pada sistem pengapian CDI DC tidak akan mudah terbakat kawat emailnya karena pada pengapian CDI DC menggunakan kawat email memiliki ukuran yang lebih besar.

    c) Jika baterai (aki) yang digunakan pada kendaraan soak atau rusak maka pada sistem pengapian CDI DC akan mengalami gangguan dan bisa saja tidak akan timbul percikkan bunga api tapi pada sistem pengapian CDI AC tidak akan berpengaruh, walaupun baterai soak sistem pengapian akan masih berjalan.

  122. NIM :5202418020
    NAMA : SITI FATIMAH
    6. Sistem pengapian konvensional menggunakan mekanisme secara konvensional dalam menghasilkan tegangan tingginya, yaitu melalui kontak platina yang membuka dan menutup atau menghubung dan memutuskan arus rangkaian primer. Sedangkan pada sistem pengapian elektronik sudah menggunakan komponen elektronik dan tidak melalui gerakan mekanis untuk menghasilkan tegangan tingginya.

  123. nim 5202418020
    siti fatimah
    7. simpulan mengenai prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional, elektrinik, dan CDI, kesimpulannya sistem pengapian harus memberikan arus listrik dengan tegangan cukup tinggi pada busi, agar arus listrik tegangan tinggi tersebut loncat pada kedua electrode busi pada waktu yang setepat-tepatnya guna membakar bahan bakar yang ada diruang bakar. Sekarang ini sistem pengapian mobil terbagi dalam beberapa sistem pengapian antara lain : sistem dengan sumber pengapian Baterai, sistem pengapian konvensional (platina) dan sistem pengapian electonik (CDI) Sistem Pengapian dengan Baterai Baterai berfungsi sebagai sumber listirik untuk mengaktifkan sistem pengapian, motor listrik, lampu-lampu dan komponen lainnya

  124. 5202418027
    2.Waktu pengapian umumnya terjadi antara 5 sampai 15 derajat sebelum TMA pada RPM rendah. Tidak semua mesin memiliki waktu pengapian yang sama , tergantung pada spesifikasi standar dari pabrik pembuatnya . Ada mesin yang pengapian standarnya 7 derajat sebelum TMA , atau 8 derajat sebelum TMA. Jadi setiap mesin mempunyai standar waktu pengapian masing – masing , namun cara perhitungan derajatnya tetap sama, misalkan ketika piston menuju TMA , kemudian busi memercikan api pada saat posisi piston 10 derajat sebelum mencapai titik nol derajat TMA, sehingga waktu busi memercikkan api bisa sebut waktu pengapian. Mengapa pada putaran tinggi ignition timing harus dimajukan karena waktu bakar mulai dari busi meloncatkan bunga api (beberapa derajad sebelum TMA) sampai dengan bahan bakar terbakar sempurna (beberapa derajad sesudah TMA) diperlukan waktu 1 ms (milli detik) sehingga jika putaran semakin tinggi maka waktu tempuh tetap maka jarak pengapian harus dirubah menjadi lebih maju sehingga didapatkan tekanan dan temperatur pembakaran maksimal tetap berada beberapa derajat sesudah TMA. Pada saat putaran motor ditambah sampai dengan putaran tertentu maka pegas advand centrifugan mampu tertarik oleh bobotnya yang akan mengakibatkan poros Kam pengapian bergeser beberapa derajad melawan arah putaran magnet.dan terjadilah pengajuan saat pengapian.

  125. 5202418027
    5.Prinsip kerja sistem pengapian konvensional adalah sebagai berikut: arus dari baterai akan mengalir ke kunci kontak melalui sekering yang berfungsi untuk melindungi rangkaian sistem pengapian, arus listrik akan diterukan ke koil pengapian. Pada koil pengapian ini terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Arus listrik yang bertegangan kurang lebih 12 volt dari baterai akan disalurkan ke kumparan primer koil kemudian mengalir ke platina dan ke massa. Ketika platina membuka oleh karena posos nok yang berputar, maka aliran listrik yang menuju kumparan primer tersebut akan terputus secara tiba-tiba. Terputusnya arus listrik pada kumparan primer secara tiba-tiba menyebabkan timbulnya induksi diri pada kumparan sekunder, sehingga tercipta tegangan yang tinggi pada kumparan sekunder. Selanjutnya tegangan tinggi pada kumparan sekunder tersebut disalurkan ke kabel busi untuk kemudian diteruskan ke busi guna diubah menjadi loncatan bunga api. Sedangkan pada sisitem pengapian elektronik alurnya, kunci kontak berada pada posisi ON, arus dari baterai mengalir ke ignition coil. Dari output arus coil primer akan masuk menuju komponen transistor unit. Sementara output coil sekunder masuk menuju busi. Pada rangkaian lain, arus dari baterai juga mengalir menuju transistor unit sebagai referensi tegangan pada transistor unit. Saat mesin belum menyala, pulse igniter juga dalam keadaan diam tidak bereaksi. Sehingga tidak ada pulse atau sinyal dari pulse igniter yang dikirimkan ke transistor unit. Hal itu menyebabkan rangkaian arus primer coil terhubung yang menyebabkan adanya medan magnet pada coil primer. Saat mesin mulai berputar, pulse igniter akan mengirimkan sinyal PWM dengan frekuensi tergantung kecepatan mesin. Sinyal tersebut akan diolah terlebih dahulu oleh controler yang terletak satu unit dengan transistor unit. Selanjutnya, controler akan memutuskan arus pada kaki basis transistor saat mendapatkan sinyal PWM dari pulse igniter. Saat basis terputus, otomatis arus dari kolektor juga terputus. Sehingga pada coil primer terjadi pergerakan medan magnet menuju coil sekunder. Hal itu menyebabkan lonjakan tegangan pada coil sekunder yang langsung diteruskan menuju masing-masing busi melalui komponen distributor. Kesimpulannya sisitem pengapian elektronik lebih baik karena tidak perlu penyetelan dan tidak ada gesekan antar logam.

  126. 5202418027
    6.Pengapian CDI menggunakan metode pengosongan arus menggunakan komponen capasitor yang fungsinya mirip dengan baterai. Capasitor adalah komponen elektronika yang mampu menyerap energi listrik dan menyalurkanya ke rangkaian kelistrikan. Saat kunci kontak pada posisi ON, arus dari baterai atau spul menuju transformator untuk diperbesar teganganya, kemudian langsung diserap oleh Capasitor. Ketika mesin starting, maka pulser akan mengirimkan sinyal ke CDI unit. Sinyal tersebut akan mengubah arah arus capasitor menuju rangkaian ignition coil. Karena capasitor dalam keadaan terisi tegangan penuh, maka terjadilah aliran listrik dari capasitor menuju ignition coil. Sehingga menumbulkan kemagnetan yang akan menginduksi koil sekunder untuk menghasilkan tegangan super tinggi.

  127. 5202418027
    7.
    Kesimpulannya, sistem pengapian konvensional banyak digunakan pada mobil jadul seperti kijang generasi awal dan colt. Cara kerja sistem pengapian konvensional cukup sederhana. Sistem pengapian transistor masuk dalam kategori semi elektronik. Sistem ini tidak lagi menggunakan platina melainkan sebuah transistor. Fungsinya untuk menggantikan peran platina. Untuk prinsip kerja sendiri, hampir sama dengan pengapian konvensional.Sistem DLI juga merupakan tipe pengapian elektronik. Namun berbeda dengan pengapian transistor, Sistem DLI tidak lagi menggunakan Distributor untuk membagi tegangan. Untuk cara kerja pengapian DLI sama dengan sistem pengapian transisitor, bedanya arus dari koil sekunder langsung di teruskan kebusi. Biasanya sistem ini memiliki banyak coil. Sistem pengapian CDI lebih populer digunakan pada sepeda motor. Meski memiliki prinsip yang sama yaitu induksi elektromagnet, namun ada perbedaan pada cara kerja. Cara kerja pengapian CDI menggunakan metode pengosongan arus (Discharging) menggunakan komponen capasitor yang fungsinya mirip dengan baterai.

  128. 5202418027
    5.Penggantinya adalah komponen transistor yaitu saklar elektronik yang memiliki tiga kaki. Saat kaki basis mendapatkan arus listrik walau kecil, maka kaki colector dan emitor akan terhubung. Namun jika kaki basis tidak mendapat suplai listrik, maka colector dan emitor akan terputus. Saat mesin belum menyala, kaki basis akan mendapatkan suplai arus sehingga emitor dan colector terhubung. Akibatnya ada kemagnetan di ignition coil.

    • 6.Penggantinya adalah komponen transistor yaitu saklar elektronik yang memiliki tiga kaki. Saat kaki basis mendapatkan arus listrik walau kecil, maka kaki colector dan emitor akan terhubung. Namun jika kaki basis tidak mendapat suplai listrik, maka colector dan emitor akan terputus. Saat mesin belum menyala, kaki basis akan mendapatkan suplai arus sehingga emitor dan colector terhubung. Akibatnya ada kemagnetan di ignition coil.

      • 4.(SALAH NOMOR YANG ATAS 5&6)
        Penggantinya adalah komponen transistor yaitu saklar elektronik yang memiliki tiga kaki. Saat kaki basis mendapatkan arus listrik walau kecil, maka kaki colector dan emitor akan terhubung. Namun jika kaki basis tidak mendapat suplai listrik, maka colector dan emitor akan terputus. Saat mesin belum menyala, kaki basis akan mendapatkan suplai arus sehingga emitor dan colector terhubung. Akibatnya ada kemagnetan di ignition coil.

  129. 5202418027
    3.Saat kunci kontak berada pada posisi ON, maka arus dari baterai mengalir ke Ignition coil dan keluar menuju platina. Karena mesin belum berputar (belum starting) maka platina akan menghubungkan arus ke masa. Sehingga timbul kemagnetan pada kumparan primer. Saat mesin starting, platina akan terputus saat cam menyentuh kaki platina. Akibatnya kemagnetan pada kumparan primer bergerak ke kumparan sekunder dan menghasilkan tegangan super tinggi mencapai 20 KV.

  130. 5202418027
    1.Sistem pengapian berfungsi untuk menghasilkan percikan bunga api pada busi untuk proses pembakaran mesin. Untuk menghasilkan percikan bunga api, sistem pengapian menggunakan metode induksi elektromagnetik. Salah satu komponen sistem pengapian adalah ignition coil. Fungsi ignition coil adalah untuk menghasilkan listrik bertegangan tinggi. Ignition Coil bekerja berdasarkan prinsip trafo step up menggunakan induksi elektromagnetic. Hubungan antara medan magnet didalam kumparan, sudah dikemukakan oleh Michele Faraday dalam hukum Faraday. Menurutnya semakin cepat terjadinya perubahan medan magnetik, ggl yang diinduksi semakin besar.

  131. 5202418015
    1. Pada saat kontak pemutus tertutup, arus yang mengalir ke kumparan primer koil akan mengakibatkan terjadinya medan magnet pada koil. Pada saat kontak pemutus terbuka, arus yang mengalir ke kumparan primer koil akan terputus tiba-tiba, sehingga medan magnet yang dihasilkan akan kolaps (hilang dengan cepat). Medan magnet yang hilang tiba-tiba saat kontak pemutus terbuka akan mengakibatkan terjadinya tegangan induksi pada kumparan primer maupun kumparan sekunder. Tegangan induksi diri kumparan primer saaat kontak pemutus terbuka akan mengalir ke kondensor. Tegangan tinggi yang dihasilkan kumparan sekunder akan diteruskan ke distributor untuk dialirkan ke tiap-tiap busi agar memercikkan bunga api.

  132. 5202418029
    Dimas Kurniawan

    2. Ignition timing adalah waktu dimana busi memercikan bunga api.
    Karena pada saat putaran tinggi timing membutuhkan waktu dan yang memajukan pengapian yaitu Electronik Control Modil (ECM).

  133. 5202418029
    Dimas Kurniawan

    3. Didalam sistem pengapian konvesional, pada saat kontak pemutus dalam keadaan tertutup, akan terjadi :
    – Arus mengalir ke kumparan primer coil
    – Terjadi medan magnet pada coil
    – Muatan kapasitor dibuang ke ground/massa melalui platina

    Pada saat kontak pemutus dalam keadaan terbuka, akan terjadi :
    – Arus pada kumparan primer terputus
    – Medan magnet hilang
    – Terjadi tegangan induksi diri para kumparan primer dan disimpan di kapasitor
    – Terjadi tegangan induksi mutual pada kumparan sekunder dan dialirkan ke busi melalui distributor.

  134. 5202418029
    Dimas Kurniawan

    4. Komponen yang menggantikan peran kontak pemutus sistem pengapian konvensional pada sistem pengapian elektronik yaitu transistor yang digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus kumparan primer coil sehingga menghasilkan tegangan tinggi, tetapi kontak pemutus masih digunakan untuk mendukung kerja transistor.

  135. 5202418022
    Hamdani Razak

    1. karna Koil pengapian menghasilkan tegangan tinggi jika arus primer diputuskan secara tiba-tiba dengan cara membuka kontak platina dan besarnya arus yang mengalir pada kumparan primer tidak bisa langsung maksimum ketika platina terhubung (menutup), hal ini karena arus tidak langsung mengalir menuju kumparan primer. Dengan adanya tahanan pada kumparan primer mengakibatkan terjadinya perubahan gaya magnet yang terjadi secara bertahap. Lalu tegangan tinggi pada kumparan sekunder terjadi dalam waktu yang singkat.

  136. 5202418022
    Hamdani Razak

    2. ignition timing merupakan system yang berfungsi untuk menghasilkan percikan bunga api pada busi yang kuat dan tepat untuk memulai pembakaran campuran udara bahan bakar diruang bakar. Pemajuan saat pengapian berfungsi untuk menyesuaikan saat pengapian akibat perubahan kecepatan putaran mesin daan beban yang bekerja pada mesin. pembakaran memerlukan waktu yang tepat pada putaran lambat ataupun putaran tinggi. Supaya pada putaran tinggi waktu pembakaran tetap cukup maka mulainya pembakaran harus dimajukan agar pembakaran maksimum tetap terjadi di sekitar 10 derajat setelah TMA. Yang melakukan pemajuan dan pemunduran saat pengapian adalah sentrifugal advancer dan vakum advancer.

  137. 5202418022
    Hamdani Razak

    3. jika platina pada posisi menutup maka rangkaian juga akan tertutup pada sirkuit rangkaian primer sehingga arus akan mengalir dari plus baterai atau aki menuju kunci kontak menuju kumparan primer koil menuju kontak pemutus menuju massa dan akhirnya menuju minus baterai. Pada saat terjadi rangkaian tertutup ini pada rangkaian primer, maka koil akan terbentuk medan magnet. Setelah itu maka akan timbul tegangan induksi pada rangkaian sekunder. Tetapi tegangan induksi yang dihasilkan ini masih rendah sehingga tidak terjadi loncatan bunga api pada busi. platina pada posisi membuka maka aliran arus primer yang mengalir dari baterai menuju ke massa akan terputus. Pada kondisi ini akan terjadi perubahan medan magnet atau juga disebut magnet jatuh (dari adanya kemagnetan dari platina menutup menjadi tidak ada kemagnetan karena platina membuka).

  138. 5202418015
    2. Proses pembakaran pada motor bensin diawali dengan percikan bunga api pada busi, sehingga Ignition timing dapat didefinisikan sebagai waktu atau saat dimana busi mulai memantikkan api di ruang bakar, terkait dengan posisi piston pada waktu langkah kompresi. Timing pengapian biasanya diukur dalam satuan derajat posisi piston sebelum Titik Mati Atas (TMA). Proses pembakaran di dalam ruang bakar membutuhkan waktu yang relatif konstan baik pada putaran lambat maupun tinggi. Pada putaran tinggi, diperlukan waktu yang sama untuk memenuhi waktu pembakaran, karena pada putaran tinggi poros engkol berputar lebih cepat sehingga untuk memenuhi waktu pembakaran tersebut saat pengapian harus dimajukan sehingga tekanan maksimum pembakaran tetap berada di sekitar 10 derajat setelah TMA baik pada putaran rendah maupun tinggi. Pemajuan dan pemunduran saat pengapian pada sistem pengapian konvensional adalah oleh sentrifugal advancer dan vacum advancer.

  139. 5202418029
    Dimas Kurniawan

    5. Pada sistem pengapian konvesional proses pembangkit tenaga tinggi yaitu dengan cara memperbanyak jumlah lilitan kumparan sekunder pada coil dan masih menggunakan sistem kontak pemutus. Sedangkan pada pengapian elektronik pembangkitan tegangan tinggi dilakukan oleh transistor dengan memutus atau menghubungkan arus primer coil.
    Kesimpulan, pada dasarnya pembangkitan tegangan tinggi pada kedua sistem hampir sama, yang membedakan hanya pada komponen yang melakukannya.

  140. 5202418022
    Hamdani Razak

    4. yang menggantikan peran platina untuk memutus kan arus listrik pada system pengapian konvensional adalah transistor. Pada system pengapian elektronik pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yang difungsikan sebagai saklar(switching transistor).

  141. 5202418029
    Dimas Kurniawan

    6. Perbedaan antara prinsip pembangkitan tegangan tinggi dengan sistem pengapian CDI yaitu pada pembangkitan tinggi sistem CDI dengan cara mengalirkan arus kepada kumparan sekunder. Berbeda dengan sistem lain yang mengharuskan kumparan primer arusnya diputus.

  142. 5202418015
    3. Pada saat Kontak pemutus tertutup:
    a. Terjadinya medan magnet pada koil dikarenakan arus yang mengalir ke kumparan primer koil.
    b. Pada kumparan sekunder belum terjadi tegangan tinggi
    c. Muatan pada kondensor dibuang ke massa melalui platina yang tertutup..

    Pada saat kontak pemutus terbuka:
    a. Medan magnet pada kumparan primer kolaps(hilang dengan cepat) karena arus yang mengalir ke kumparan primer koil tiba-tiba terputus.
    b. Terjadinya tegangan induksi pada kumparan primer maupun sekunder karena medan magnet yang hilang secara tiba-tiba.
    c. Tegangan induksi diri pada kumparan primer coil akan mengalir ke kondensor.
    d. Tegangan tinggi yang dihasilkan kumparan sekunder koil diteruskan ke distributor untuk diteruskan ke tiap-tiap busi.

  143. 5202418022
    Hamdani Razak

    5. pada system konvensional jika ingin tegangan tinggi yaitu dengan cara menambah lilitan pada kumparan sekunder. Sehingga lilitan kumparan sekunder lebih banyak dibandingkan kumparan primer. Sehingga apabila ada arus listrik di salurkan ke kumparan primer, maka arus listrik pada kumparan sekunder memiliki tegangan lebih tinggi.

  144. 5202418015
    4. Untuk sistem pengapian semielektronik menggunakan transistor untuk memutus dan menghubungkan arus ke kumparan primer koil, namun masih menggunakan kontak pemutus untuk memicu kerja transistor.
    Pada sistem pengapian fullelektronik menggunakan transistor untuk memutus dan menghubungkan arus kumparan primer koil. Sudah tidak menggunakan kontak pemutus, dan sebagai gantinya digunakan “generator pulsa/pulser” untuk memberikan arus ke transistor sehingga transistor akan ON/OFF secara periodik.

  145. 5202418022
    Hamdani Razak

    6. – sumber arus yang digunakan untuk sistem pengapian CDI AC yaitu arus bolak-balik yang berasal langsung dari alternator (spul magnet) sedangkan pada sistem pengapian CDI DC untuk sumber arus yang digunakan adalah arus searah dan berasal dari baterai (aki).
    – tegangan tinggi yang dihasilkan oleh sistem pengapian CDI DC ini cenderung stabil karena sumber arus berasal dari baterai yang tegangannya sama yaitu 12 volt pada setiap kondisi kecepatan mesin, namun pada sistem pengapian CDI AC arus sumber tergantung dari besarnya arus yang dihasilkan oleh alternator (spul magnet). Saat kendaraan berjalan pada kecepatan rendah maka arus yang dihasilkan oleh alternator cenderung rendah sehingga akan mempengaruhi tegangan tinggi yang dihasilkan juga menjadi lebih rendah.
    – kawat email (kawat spul) di alternator (spul magnet) pada sistem pengapian CDI AC akan lebih mudah terbakar karena panas yang berlebihan, namun pada sistem pengapian CDI DC tidak akan mudah terbakat kawat emailnya karena pada pengapian CDI DC menggunakan kawat email memiliki ukuran yang lebih besar.

  146. Nim : 5202418001
    Nama :janahtan firdaus

    1. Pada saat arus listrik mengalir ke terminal positif, maka lilitan primer akan dialiri arus listrik. Hal ini akan menyebabkan kemagnetan pada lilitan primer. Arus listrik akan mengalir dari lilitan primer menuju terminal negatif. Pada saat platina membuka, maka hubungan antara terminal negatif ke massa akan terputus. Arus listrik dari terminal positif tidak akan mengalir ke lilitan primer. Hal ini akan mengakibatkan kemagnetan pada lillitan primer menjadi hilang. Dengan hilangnya kemagnetan pada lilitan primer, maka timbullah tegangan induksi pada lilitan sekunder. Di mana pada lilitan sekunder akan menghasilkan listrik dengan tegangan yang sangat tinggi. Listrik yang dihasilkan pada lilitan sekunder ini akan dialirkan ke terminal sekunder untuk diteruskan ke kabel tegangan tinggi menuju busi.

  147. 5202418029
    Dimas kurniawan

    7. Kesimpulannya adalah pada sistem pengapian konvesional dan elektronik pembangkitan tenaga tinggi dengan cara memutus arus yang mengalir ke kumparan primer. Sedangkan pada pengapian CDI proses pembangkitan tenaga tinggi dengan cara mengalirkan arus pada kumparan primer.

  148. Nim: 5202418001
    Nama: janahtan firdaus

    2. Ignition timing adalah proses yang dibutuhkan pada proses pembakaran bahan bakar dimana ketika busi memercikan bunga api. Ignition timing pada putaran tinggi harus dimajukan. Karena proses pembakaran memerlukan waktu dan waktu pembakaran disini bersifat konstan. Dan waktu pembakaran selesai itu harus berada pada 10 derajat posisi conecting rod dan poros engkol setelah TMA. Ketika putaran tinggi maka akselerasi mesin sangat cepat sedangkan waktu pembakaran itu bersifat konstan. Maka ignation timing harus di majukan agar pembakaran selesai tepat di 10 derajat setelah TMA. dan yang memajukan ignation timing pada putaran tinggi adalah vacum advencer dan sentrifugal advancer.

  149. Nim: 5202418001
    Nama: janahtan firdaus

    3. Pada saat platina tertutup maka arus dari baterai akan mengalir ke kumparan primer sehingga timbul kemagnetan pada kumparan primer. Kemudian arus mengalir menuju ke massa melalui platina. Sedangkan ketika platina terbuka karena adanya dorongan dari cam maka arus yang mengalir pada kumparan primer akan terputus sehingga medan magnet pada kumparan primer menghilang. Lalu timbul tegangan induksi pada kumparan primer yang diteruskan ke distributor. Pada saat muncul tegangan induksi yang tinggi tadi maka mungkin terjadi timbul loncatan api di celah pembukaan platina karena tegangan yang tinggi. Maka dari itu muatan tegangan tadi diserap oleh kapasitor. Dan ketika platina kembali menutup muatan tegangan di kapasitor di buang kemassa melalui platina.

  150. Nim: 5202418001
    Nama: janahtan firdaus

    4. Pada sistem pengapian elektronik kontak pemutus digantikan dengan transistor. sistem pengapian yang proses pemutusan arus primer koil menggunakan transistor, tetapi masih menggunakan kontak pemutus sebagai pengontrol kerja transistor. Pada sistem ini kontak pemutus hanya dilewati arus yang sangat kecil sehingga tidak terjadi percikan api pada kontak-kontaknya dan efek baiknya adalah kontak pemutus awet dan tidak cepat aus. Kontak pemutus ini hanya digunakan untuk mengalirkan arus basis pada transistor yang sangat kecil jika dibandingkan dengan langsung digunakan untuk memutus arus primer koil seper pada sistem pengapian konvensional.

  151. Nim: 5202418001
    Nama: janahtan firdaus

    5. Prinsip kerja pengapian konvensional:
    Pada saat arus listrik mengalir ke terminal positif, maka lilitan primer akan dialiri arus listrik. Hal ini akan menyebabkan kemagnetan pada lilitan primer. Arus listrik akan mengalir dari lilitan primer menuju terminal negatif. Pada saat platina membuka, maka hubungan antara terminal negatif ke massa akan terputus. Arus listrik dari terminal positif tidak akan mengalir ke lilitan primer. Hal ini akan mengakibatkan kemagnetan pada lillitan primer menjadi hilang. Dengan hilangnya kemagnetan pada lilitan primer, maka timbullah tegangan induksi pada lilitan sekunder. Di mana pada lilitan sekunder akan menghasilkan listrik dengan tegangan yang sangat tinggi. Listrik yang dihasilkan pada lilitan sekunder ini akan dialirkan ke terminal sekunder untuk diteruskan ke kabel tegangan tinggi menuju busi.

    Prinsip kerja pengapian elektronik:
    Apabila kontak pemutus tertutup, maka arus dari positif baterai mengalir ke kaki E transistor, ke kaki basis, ke kontak pemutus kemudian ke massa. Aliran arus ke kaki basis ini menyebabkan transistor ON sehingga kaki emitor dan kolektor dari transistor terhubung. ON-nya transistor ini menyebabkan arus mengalir juga dari baterai ke kaki emitor, ke kaki kolektor, ke kumparan primer koil, kemudian ke massa. Aliran arus ini menyebabkan terjadinya medan magnet. Ketika kontak pemutus didorong oleh cam maka medan magnet akan cepat menghilang. Sehingga timbul tegangan tinggi pada kumparan sekunder yang kemudian diteruskan ke busi melalui distributor.

    Kesimpulan:
    Cara kerja dari sistem pengapian konvensional dan elektronik sebenarnya sama hanya proses pembukaan kontak pemutusnya yang berbeda sehingga menimbulkan kelebihan dari sistem pengapian elektronik. Yang diantara lain:

    1. Tidak perlu melakukan penyetelan
    Pada sistem pengapian konvensional, terdapat komponen platina sebagai pemustus arus primer yang bekerja membuka dan menutup kontak saat kaki platina terkena gerakan Cam.
    Di area kontak point menjadi daerah yang paling penting untuk menentukan keberhasilan sistem pengapian. Untuk itu perawatan berupa penyetelan celah platina harus dilakukan secara rutin.
    Namun pada sistem pengapian transistor, tidak memiliki kontak point yang bekerja buka tutup. Melainkan saklar elektronik berupa transistor yang akan memutus dan menghubungkan arus sehingga penyetelan tidak diperlukan pada pengapian ini.

    2. Tidak ada gesekan antar logam
    Pada pengapian konvensional, kontak platina akan dikontrol oleh cam yang terhubung dengan poros engkol mesin. Cam tersebut akan bergesekan dengan kaki platina. Dalam jangka waktu tertentu, akan menyebabkan keausan pada kedua komponen tersebut. Sehingga sistem pengapian akan terganggu.Beda halnya dengan pengapian transistor yang bekerja secara elektronik. Dalam pemutusan arus, transistor tidak membutuhkan gesekan antar komponen.

  152. Nim: 5202418001
    Nama: janahtan firdaus

    6. Prinsip kerja pengapian CDI adalah, saat kunci kontak berada pada posisi ON, akan terjadi aliran arus dari baterai CDI unit. Sebelum masuk ke CDI unit, arus baterai akan melewati converter. Tujuanya untuk menaikan tegangan dari baterai hingga 300 Volt. Dalam hal ini mesin belum menyala karena pick up coil belum mengirimkan sinyal PWM yang berisi perintah untuk melakukan discharging. Sehingga dalam fase ini, arus dari baterai masih tertahan didalam capasitor. Saat ini (kunci kontak ON), juga belum terjadi induksi pada ignition coil karena kumparan pada ignition coil belum terhubung dengan arus utama. Saat mesin mulai berputar, maka pick up coil akan mengirimkan sinyal PWM dengan frekuensi sesuai RPM mesin. Sehingga terdapat pulse dengan frekuensi tertentu yang dikirimkan ke SCR. Saat SCR mendapatkan triger dari pulse igniter, SCR akan mengalihkan arus capasitor. Rangkaian dari baterai akan terputus dan rangkaian dari capasitor akan terhubung dengan ignition coil. Saat capasitor terhubung dengan ignition coil, tegangan didalam capasitor langsung mengalir dengan cepat menuju kumparan primer pada ignition coil. Sehingga akan timbul kemagnetan pada kumparan primer secara tiba-tiba. Karena tegangan dari capasitor mencapai 300 Volt, maka kemagnetan yang dihasilkan juga lebih besar. Kemagnetan itu akan menginduksi kumparan sekunder sehingga akan menghasilkan output tegangan hingga 7 kali lebih besar. Output dari kumparan sekunder selanjutnya dikirimkan ke busi untuk menimbulkan percikan.

  153. Nim: 5202418001
    Nama: janahtan firdaus

    7.

    A. Sistem pengapian konvensional
    Sistem pengapian konvensional, bekerja secara mekanis dengan memanfaatkan kontak platina untuk memutuskan arus listrik.

    B. Sistem pengapian transistor
    Sistem pengapian transistor (elektronik) bekerja secara elektronik dengan menggunakan transistor untuk memutuskan arus primer.

    C. Sistem pengapian CDI
    Sistem pengapian CDI (Capasitor Discharge Ignition) memanfaatkan capasitor untuk memutuskan arus primer. Sistem ini lebih populer pada sepeda motor.

  154. 5202418022
    Hamdani Razak

    7. system konvensional : system pengapiannya menggunakan kontak pemutus atau platina sebagai komponen pemutus dan penghubung arus pada primer koil.
    System elektronik : system pengapian yang proses pemutusan arus primer koil menggunakan transistor,tapi masih menggunakan kontak pemutus sebagai pengontrol kerja transistor.
    System CDI : menggunakan kapasitor sebagai penyimpan energy . dan koil masih digunakan tetapi fungsinya sebagai transformator tegangan tinggi.

  155. 5202418015
    5. Pada sistem pengapian konvensional dalam pembangkitan tegangan tinggi koil memanfaatkan platina/kontak pemutus untuk menghubungkan dan memutuskan arus ke kumparan primer koil.
    Pada sistem pengapian elektronik menggunakan generator pulsa/pulser yang bekerja secara elektronik menggantikan kontak pemutus. Pulser menghasilkan pulsa-pulsa tegangan yang akan diberikan ke basis transistor untuk mengaktifkan/menonaktifkan transistor. Pada saat pulser menghasilkan pulsa tegangan, tegangan tersebut akan masuk ke kaki basis, lalu ke emitor kemudian ke massa sehingga transistor akan aktif. Akibatnya arus mengalir dari baterai ke terminal (+) koil, kumparan primer koil, terminal (-) koil, ke kaki colector, ke kaki emitor, kemudian ke massa, aliran arus ke kumparan primer koil ini mengakibatkan kemagnetan pada koil. Pada saat pulser tidak menghasilkan tegangan, basis transistor tidak mendapat tegangan dan transistor menjadi tidak aktif. Akibatnya arus pada kumparan primer koil terputus dengan cepat sehingga kemagnetannya juga hilang dengan cepat. Hilangnya kemagnetan ini menimbulkan tegangan tinggi pada kumparan sekunder koil yang akan dialirkan ke busi untuk memercikan bunga api.

  156. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    1. Prinsip penaikan tegangan tinggi pada koil pengapian yaitu dimana pada koil sekunder lilitan dibuat lebih banyak dimana perbandinganya dengan lilitan primer mencapai 1 : 200 lilitan sehingga ketika terjadi pemutusan arus listrik dan medan magnit secara tiba tiba maka akan terbentuk tegangan tinggi pada kumoaran sekunder.

  157. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    2. Ignition timing merupakan waktu dimana busi memercikan bunga api sebelum sampai pada titik mati atas(TMA).
    Ignition timing harus dimajukan pada saat putaran tinggi karena pembakaran membutuhkan waktu dimana misalkan putaran normal pembakaran di stel pada 8 derajat sebelum TMA akan habis terbakar pada 10 derajat setelah TMA maka ketika putaran tinggi jika pengapian tidak dimajukan maka pembakaran bisa akan habis pada 10 derajat lebih. Maka dari itu timing pengapian harus dimajukan agar puncak pembakaran tetap berada pada 10 derajat setelah TMA.
    Yang memajukan timing pengapian yaitu centrifugal advancer dan vacum advancer juka pada pengapian konvensional.

  158. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    3. Pada saat platina terhubung peristiwa yang terjadi yaitu: – arus mengalir pada kumparan primer
    -tebentuknya medan maghnit
    -pembuangan muatan kapasitor ke massa
    Pada saat platina terbuka:
    -arus pada kumparan primer terputus secara tiba tiba
    -pada kumparan primer terjadi induksi diri yang diserap oleh kondensor
    -kumparan sekunder terjadi induksi mutual yang disalurkan ke busi sesuai dengan FO

  159. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    4. Yang menggantikan komponen platina pada sistem pengapian konvensional yaitu komponen transistor
    Priinsip kerjanya yaitu pada transistor terdapat 3 kaki yaitu emitor basis dan colector. Saya mengambil pengapian dengan prinsip transistor dimana emitor terhubung dengan positif baterai dan colector yang tersambung sengan kumparan primer.
    Pasa saat arus mengalir ke emitor terus ke kaki basis dan ke massa maka transistor akan ON sehingga arus mengalir dari baterai ke kaki emitor ,cector,kumparan lrimer coil dan ke massa maka pada kumparan primer coil terjadi kemagnetan.
    Ketika arus yang terhubung dari basis terpurtus maka transistor menjadi off sehingga arus pada primer coil terputus secara tiba tiba sehingga terjadi induksi tegangan tinggi pada sekunder coil.

  160. Nim : 5202418004
    Nama : Sulkhan
    1. Ignition coil adalah komponen yang berfungsi untuk menaikan tegangan baterai dari 12 Volt menjadi tegangan tinggi hingga 20 KV melalui proses induksi elektromagnetik. Cara kerja ignition coil dimulai ketika arus listrik positive dari baterai masuk kedalam terminal input ignition coil. Hal itu akan menyebabkan kedua kumparan baik kumparan primer atau kumparan sekunder mendapatkan suplai arus listrik.
    Induksi elektromagnetik sendiri dihasilkan karena ada nya kumparan sekunder yang lebih banyak daripada kumparan primer

  161. Nim : 5202418004
    Nama : Sulkhan
    2. Ignition timing waktu atau saat dimana busi mulai memantikkan api di ruang bakar, terkait dengan posisi piston pada waktu langkah kompresi, karena saat putaran tinggi langkah piston akan semakin cepat jadi waktu pengapiannya harus dimajukan agar saat pemantikan api di ruang bakar tidak terlewat dan yang berfungsi untuk memajukan waktu pengapian yaitu vacum advancer

  162. Nim : 5202418004
    Nama : Sulkhan
    3. a. Pada saat kunci kontak On dan platina pada posisi menutup maka akan terjadi rangkaian tertutup pada sirkuit rangkaian primer sehingga arus akan mengalir dari plus baterai atau aki menuju kunci kontak menuju kumparan primer koil menuju kontak pemutus menuju massa dan akhirnya menuju minus baterai.
    b. Pada saat kunci kontak On dan platina pada posisi membuka maka aliran arus primer yang mengalir dari baterai menuju ke massa akan terputus. Pada kondisi ini akan terjadi perubahan medan magnet atau juga disebut magnet jatuh (dari adanya kemagnetan dari platina menutup menjadi tidak ada kemagnetan karena platina membuka).

  163. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    5. Sistem pengapian konvensional menggunakan mekanisme secara konvensional dalam menghasilkan tegangan tingginya, yaitu melalui kontak platina yang membuka dan menutup atau menghubung dan memutuskan arus rangkaian primer. Sedangkan pada sistem pengapian elektronik sudah menggunakan komponen elektronik dan tidak melalui gerakan mekanis untuk menghasilkan tegangan tingginya.
    Namun fungsi dan peran sistem pengapian baik yang konvensional maupun elektronik sama hanya saja ada perbedaan komponen mekanisme pemutus dan penghubung arusnya saja.

  164. Nim : 5202418004
    Nama : Sulkhan
    4.transistor digunakan menggantikan platina untuk memutuskan arus listrik pada ignition coil. Dengan penggunaan transistor atau tidak memakai kontak pemutus maka sistem pengapian transistor ini membuat efisiensi tenaga listrik terjaga sehingga arus listrik yang dibutuhkan untuk pembakaran lebih maksimal. Hal ini tentu diakibatkan oleh tidak adanya percikan bunga api yang biasanya terjadi pada kontak pemutus yang menyebabkan sebagian energi hilang.

  165. Nim : 5202418004
    Nama : Sulkhan
    5.
    a. Cara kerja pembangkit tegangan di pengapian konvensional yaitu Saat kunci kontak berada pada posisi ON, maka arus dari baterai mengalir ke Ignition coil dan keluar menuju platina. Karena mesin belum berputar (belum starting) maka platina akan menghubungkan arus ke masa. Sehingga timbul kemagnetan pada kumparan primer.Saat mesin starting, platina akan terputus saat cam menyentuh kaki platina. Akibatnya kemagnetan pada kumparan primer bergerak ke kumparan sekunder dan menghasilkan tegangan super tinggi mencapai 20 KV. Tegangan tersebut langsung disalurkan ke busi untuk proses pemercikan.
    b. Cara kerja pembangkit tegangan pada pengapian elektronik yaitu Saat mesin belum menyala, kaki basis akan mendapatkan suplai arus sehingga emitor dan colector terhubung. Akibatnya ada kemagnetan di ignition coil Saat mesin starting, komponen pulser akan mengirimkan sinyal dengan frekuensi tertentu yang menandakan timing pengapian. Sinyal ini akan memutuskan dan menyambungkan arus basis dengan interval tertentu. Saat arus basis terputus, terjadi induksi elektromagnetik pada coil. Hasilnya tegangan tinggi dari koil sekunder yang disalurkan ke busi.
    kesimpulannya dari kedua prinsip pembangkit tegangan tinggi hampir sama cara kerjanya namun ada penggantian komponen dari platina ke transistor yang lebih efisien energi

  166. Nim : 5202418004
    Nama : Sulkhan
    6. Perbedaan pembangkit tegangan tinggi dengan CDI Meski memiliki prinsip yang sama yaitu induksi elektromagnet, namun ada perbedaan pada cara kerja Sesuai namanya, cara kerja pengapian CDI menggunakan metode pengosongan arus (Discharging) menggunakan komponen capasitor yang fungsinya mirip dengan baterai. Capasitor adalah komponen elektronika yang mampu menyerap energi listrik dan menyalurkanya ke rangkaian kelistrikan.
    Saat kunci kontak pada posisi ON, arus dari baterai atau spul menuju transformator untuk diperbesar teganganya, kemudian langsung diserap oleh Capasitor.

    Ketika mesin starting, maka pulser akan mengirimkan sinyal ke CDI unit. Sinyal tersebut akan mengubah arah arus capasitor menuju rangkaian ignition coil. Karena capasitor dalam keadaan terisi tegangan penuh, maka terjadilah aliran listrik dari capasitor menuju ignition coil

  167. NIM : 5202418004
    Nama : Sulkhan
    7. Simpulanya adalah ketiga prinsip pembangkit tegangan tinggi itu sebenarnya memiliki cara kerja yang hampir sama yaitu elektro magnetik hanya ada komponen yang menggantikan pembangkit tegangan tersebut seperti platina pada konvensional digantikan transistor pada elektrik dan ada juga CDI

  168. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    6. Pada prinsip pembangkitan listrik tegangan tinggi, tegangan tinggi atau induksi mutual terjadi pada saat kumparan primer arusnya terputus secara tiba tiba sehingga pada kumparan sekunder terjadi induksi listrik tegangan tinggi karena jumlah lilitan yang lebih banyak daripada kumparan primer.
    Tapi pada sistem CDI arus tegangan tinggi terjadi pada saat kumparan primer sedang dialiri arus listrik.

  169. 5202418032
    Alif Fathah H

    1.) koil tersebut bisa menghasilkan tegangan yg tinggi juka arus primernya diputus secara tiba tiba dengan jalan membuka kontak platina. Besar arus yg mengalir pada kumparan primer tidak bisa maksimal ketika platina terhubung (menutup), hal ini diakibatkan karena arus tidak langsung mengalir ke arah kumparan primer. Dengan adanya tahanan pada kumparan primer mengakibatkan terjadinya perubahan gaya magnet. Dengan demikian penaikan tegangan tinggi pada koil terjadi dalam waktu singkat.

  170. 5202418032
    Alif Fathah H

    2.) ignition timing adalah suatu sistem yg berfungsi untuk menghasilkan percikan api pada busi saat terjadi proses pembakaran antara bahan bakar dan udara pada ruang bakar.
    Ignition timing terjadi sekitar 5 sampai 15 derajat sebelum TMA. Karena saat terjadi perubahan putaran dari putaran rendah ke putaran tinggi pengapian harus bisa menyesuaikan, agar sesuai dengan timingnya.
    Yg melakukan pemajuan dan pemunduran adalah sentrivugal advancer dan vacum advancer.

  171. 5202418032
    Alif Fathah H

    3.) saat kontak pemutus tertutup. Pada rangkaian primer, koil akan terjadi medan magnet yg kuat, sehingga muncul tegangan induksi pada rangkaian sekunder.
    Saat kontak pemutus terbuka. Aliran arus primer yg mengalir dari baterai ke massa akan terputus. Selain itu terjadi juga perubahan medan magnet pada platina.

  172. 5202418032
    Alif Fathah H

    4.) komponen pengganti kontak pemutus pada pengapian konvensional & elektronik adalah transistor. Karena pada pengapian konvensional transistor bisa berfungsi sebagai tahanan / pemutus arus. Dan pada pengapian elektronik berfungsi sebagai saklar pemutus ( switching transistor ).

  173. 5202418015.
    6. Pada sistem pengapian induktif(sistem pengapian konvensional, dan transistor), tegangan tinggi pada coil dihasilkan saat arus pada kumparan primer diputus (oleh kontak pemutus, atau transistor), sedangkan pada sistem pengapian CDI (Capasitive discharge ignition) tegangan tinggi pada coil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil. Waktu yang diperlukan oleh tegangan tinggi untuk mencapai tegangan tertingginya disebut “rise time”. Rise time pada sistem pengapian CDI sangat singkat yang menguntungkan karena percikan api akan tetap terjadi meskipun busi kotor. Bagian DC to DC converter berfungsi untuk mengubah arus DC ke AC kemudian dinaikkan tegangannya dan kemudian disearahkan kembali ke DC. Kapasitor berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang disuplai oleh DC to DC conventer. Generator pulsa berfungsi sebagai pemicu atau penghasil sinyal untuk mengaktifkan thyristor. Penguat pulsa berfungsi sebagai penguat sinyal yang dihasilkan oleh bagian pembangkit sinyal sehingga sinyal tersebut cukup kuat untuk mengaktifkan thyristor. Saklar thyristor berfungsi untuk mengalirkan energi dari kapasitor ke koil pengapian. Dan Koil hanya berfungsi sebagai transformator step up yang menghasilkan tegangan tinggi untuk disalurkan ke busi.

  174. Ryan Hidayat
    5202418036

    1. Koil pengapian dapat menghasilkan atau membangkitkan tegangan tinggi jika arus primer diputuskan secara tiba-tiba dengan jalan membuka kontak platina dan besarnya arus yang mengalir pada kumparan primer tidak bisa langsung maksimum ketika platina terhubung (menutup), hal ini karena arus tidak langsung mengalir menuju kumparan primer. Dengan adanya tahanan pada kumparan primer mengakibatkan terjadnya perubahan gaya maget yang terjadi secara bertahap. Lalu tegangan tinggi pada kumparan sekunder terjadi dalam waktu yang singkat.

    2. Ignition timing merupakan kondisi di mana kendaraan dalam proses pemanasan. Proses tersebut termasuk salah satu sistem pengapian pada kendaraan. Saat putaran tinggi dimajukan agar percikan bunga api lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan ruang bakar. Yang memajukan dan memundurkan yaitu vacum yang terdapat pada distributor

    3. Saat kunci kontak pemutus tertutup yang terjadi adalah tidak aktifnya sistem pengapian kerena memutuskan hubungan antara baterai ke sistem pengapian,sebaliknya saat terbuka maka baterai dengan sistem pengapian akan terhubung.

    4. Transistor,pemutusan arus primer coil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yang difungsikan sebagai saklar.

    5. Pada system konvensional jika ingin tegangan tinggi yaitu dengan cara menambah lilitan pada kumparan sekunder. Sehingga lilitan kumparan sekunder lebih banyak dibandingkan kumparan primer. Sehingga apabila ada arus listrik di salurkan ke kumparan primer, maka arus listrik pada kumparan sekunder memiliki tegangan lebih tinggi.

    6. Sistem pengapian CDI menggunakan metode pengaliran arus betegangan tinggi untuk menghasilkan output yang lebih besar. Sementara pengapian biasa, menggunakan metode pemutusan arus. Sistem ini memiliki tingkat keawetan yang lebih baik, karena tidak ada komponen yang bergesekan sehingga minim untuk melakukan penyetelan.

    7. Sistem konvensional : system pengapiannya menggunakan kontak pemutus atau platina sebagai komponen pemutus dan penghubung arus pada primer koil.
    Sistem elektronik : system pengapian yang proses pemutusan arus primer koil menggunakan transistor,tapi masih menggunakan kontak pemutus sebagai pengontrol kerja transistor.
    Sistem CDI : menggunakan kapasitor sebagai penyimpan energy . dank oil masih digunakan tetapi fungsinya sebagai transformator tegangan tinggi.

  175. 5202418032
    Alif Fathah H

    5.) pada pengapian konvensional, untuk membangkitkan tegangan tinggi pada koil caranya adalah dengan menambah lilitan pada kumparan sekunder.
    Pada pengapian elektronik, untuk membangkitkan tegangan tinggi dengan cara mengurangi hambatan pada distributor dan pulser, sehingga arus yg mengalir ke koil akan diterima dan diperbesar oleh koil.

  176. 1.5202418030
    Nama: Ahmad Kholilur Rohman
    Prinsip penaikan tegangan tinggi pada coil pengapian di sebabkan karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder koil jauh lebih banyak dibandingkan dengan kumparan primernya

  177. 2.5202418030
    Nama: ahmad kholil
    Ignition timing adalah sebuah waktu pengapian dimana kondisi kendaraan dapam proses pengajuan yang terjadi saat busi mulai mematikan api di ruang bakar dengan waktu yang sama ketika piston memulai langkah kompresi saat putaran tinggi Ignition timing di majukan dengan tujuan untuk menyesuaikan saat pengapian akibat perubahan kecepatan putaran mesin dan beban yang bekerja pada mesin, yang melakukan pemajuan dan pemunduran ignition timing adalah sentrifugal advancer dan vacum advancer

  178. 3.5202418030
    Nama: ahmad kholil
    -pembuangan muatan kapasitor
    -arus mengalir dari positif ke kumparan primer dan kumparan sekunder
    – terjadi kemaghnetan pada coil

  179. 4.5202418030
    Nama: ahmad kholil
    Transistor adalah komponen yang menggantikan peran kontak pemutus sistem pengapian konvensional pada sistem pengapian elektronik,karena pada sistem pengapian elektronik pemutus arus primer coil di lakukan secara elektronik melalui power transistor ini yang berfungsi sebagai saklar.

  180. 5202418032
    Alif Fathah H

    6.) prinsip pembangkitan tenaga tinggi biasanya dilakukan untuk bertujuan membuat tegangan menjadi lebih tinggi biasanya dengan cara memperbanyak lilitan pada kumparan sekunder koil.
    Sistem pengapian CDI lebih memanfaatkan kapasistor untuk memutuskan arus primer.

  181. 5.5202418030
    Nama : Ahmad Kholilur Rohman
    Pengapian konvensional
    Prinsip dasarnya adalah sebuah rangkaian mekatronika yang bertujuan untuk membangkitkan percikan api pada busi, dengan memanfaatkan energi listrik bertegangan tinggi yang didapat dari proses induksi pada coil.
    Didalam coil terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan sekunder, keduanya memiliki input arus listrik yang sama, akan tetapi untuk outputnya berbeda. Jadi kumparan primer memiliki output yang mengarah ke rangkaian pemutus arus sedangkan sekuder memiliki output mengarah ke busi.
    Pada sistem ini banyak digunakan pada mobil lawas seperti kijang generasi awal dan colt. Cara kerja sistem pengapian konvensional cukup sederhana. Pada saat kontak berada di posisi ON , maka arus listrik dari battery atau accu mengalir ke coil dan keluar menuju platina. Dalam hal ini posisi mesin belum berputar atau belum starting maka dari platina akan menghubungkan arus ke massa, sehingga menimbulkan kemagnetan pada kumparan primer.

    Pengapian transistor/elektronik
    Pada prinsipnya sistem ini sama dengan sistem pengapian konvensional, yang membedakan adalah platina sudah tidak digunkan melainkan sebuah transistor. Fungsinya untuk menggantikan peran platina, biasanya dikenal dengan sistem pengapian elektronik.
    Sistem pengapian transistor memanfaatkan komponen transistor sebagai saklar elektronik untuk pemutus arus premier dan mengasilkan induksi eletromagnetik.

  182. 6.5202418030
    Nama : ahmad Kholilur Rohman
    Perbedaannya adalah Pada prinsip pembangkitan listrik tegangan tinggi, tegangan tinggi atau induksi mutual terjadi pada saat kumparan primer arusnya terputus secara tiba tiba sehingga pada kumparan sekunder terjadi induksi listrik tegangan tinggi karena jumlah lilitan yang lebih banyak daripada kumparan primer.
    Sedangkan pengapian cdi adalah sebuah sistem pengapian yang bekerja berdasarkan pembuangan muatan kapasitor,pada cdi ini moil masih di gunakan tetapi fungsinya hanya sebagai transformator tegangan tinggi.

  183. 5202418015
    7. a. Sistem pengapian konvensional bekerja berdasarkan prinsip mekanik distributor dan platina/kontak pemutus untuk memutus dan menghubungkan arus ke koil.

    b. Sistem pengapian elektronik
    – Semi elektronik (semi transistor):
    Pada sistem ini transistor digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus ke kumparan primer koil, namun masih menggunakan kontak pemutus untuk memicu kerja transistor.
    -Full elektronik (fully transistor):
    Transistor digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus ke koil. Sudah tidak menggunakam kontak pemutus, sebagai gantinya digunakan generator pulsa yang akan memberikan sinyal pulsa ke transistor agar transistor dapat ON/OFF secara periodik.

    c. Sistem CDI bekerja berdasarkan pembuangan muatan kapsitor. Koil di sistem ini fungsinya hanya sebagai transformator tegangan tinggi, tidak untuk menyimpan energi.

  184. 7.5202418030
    Nama: ahmad Kholilur Rohman
    Prinsip pengapian konvensional Prinsip dasarnya adalah sebuah rangkaian mekatronika yang bertujuan untuk membangkitkan percikan api pada busi, dengan memanfaatkan energi listrik bertegangan tinggi yang didapat dari proses induksi pada coil.
    Prinsip pengapian elektronik Pada prinsipnya sistem ini sama dengan sistem pengapian konvensional, yang membedakan adalah platina sudah tidak digunkan melainkan sebuah transistor. Fungsinya untuk menggantikan peran platina, biasanya dikenal dengan sistem pengapian elektronik.
    Sistem pengapian transistor memanfaatkan komponen transistor sebagai saklar elektronik untuk pemutus arus premier dan mengasilkan induksi eletromagnetik.
    Sedangkan pengapian cdi adalah sebuah sistem pengapian yang bekerja berdasarkan pembuangan muatan kapasitor,pada cdi ini moil masih di gunakan tetapi fungsinya hanya sebagai transformator tegangan tinggi.

  185. 5202418032
    Alif Fathah H

    7.) *Sistem pengapian konvensional, sistem ini menggunakan kontak pemutus (platina) sebagai penghububg atau pemutus arus pada primer koil.
    *Sistem pengapian elektronik, sistem ini menggunakan transistor sebagai saklar pemutus dan penghubung. Dan kontak pemutus (platina) sebagai pengontrol transistor.
    *Sistem pengapian CDI, memanfaatkan kapasitor sebagai pemutus arus primer, selain itu kapasitor digunakan untuk penyimpan energi.

  186. 5202418026
    Heri setiawan
    1). Ignition coil bekerja berdasarkan prinsip trafo step up menggunakan induksi elektromagnetic. Semakin cepat terjadinya perubahan medan magnetik, ggl yang diinduksi semakin besar. Dan didalam ignition coil terdapat 2 kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Kumparan primer berfungsi untuk menciptakan medan magnet disekeliling kumparan dan kumparan sekunder memiliki jumlah lilitan yang mencapai 15.000 dan berfungsi untuk menaikkan tegangan dibutuhkan kumparan sekunder dengan lilitan lebih banyak.

  187. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    7. Prinsip pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional dan sistem elektrik prinsipnya sama yaitu terjadi induksi tegangan tinggi apabila arus pada primer coil diputus secara tiba tiba maka kumparan sekunder terjadi induksi tegangan tinggi karena perbandingan lilitan sekunder jauh lebih banyak dibandingkan lilitan primer . Yang membedakan hanyalah komponen pemutus dan penghubung arus dimana pada konvemsional menggunakan platina sedangkan pada elektrik menggunakan transistor.
    Sedangkan pada CDI berbeda dengan kedua tadi dimana pada CDI tegangan tinggi justru terjadi ketika arus primer dialiri arus listrik.

  188. 5202418026
    Heri setiawan

    2).Iginition timing merupakan kondisi di mana kendaraan dalam proses pemanasan. Proses tersebut termasuk salah satu sistem pengapian pada kendaraan. Cara perhitungan dari ignition timing sendiri terjadi saat busi mulai memantikkan api di ruang bakar, dengan waktu yang sama ketika piston memulai langkah kompresi. Dan yang memajukan/memundurkan yaitu vaccum advancer pada distributor platina dan yang memajukan/memundurkan di distributor cdi yaitu cdi itu sendiri.

  189. 5202418026
    Heri setiawan

    3). Fenomena yang terjadi ketika kontak pemutus tertutup yaitu adanya hantaran arus listrik yang akan didistribusikan ke tutup distributor dan ketika membuka tidak adanya hantaran arus listrik yang menuju ke tutup distrobutor yang adan di salurkan ke kabel tegangan tinggi.

  190. 5202418026
    Heri setiawan

    4).Sistem pengapian Transistor adalah sistem pengapian yang memanfaatkan komponen transistor sebagai saklar elektronik sebagai pemutus arus primer untuk menghasilkan induksi elektromagnetik.Sistem pengapian ini akan menggantikan jenis pengapian konvensional masih banyak memanfaatkan komponen mekanikal.

  191. 5202418010

    1.Didalam koil terdapat dua buah gulungan dengan sebuah inti besi. Gulungan tersebut ada dua, gulungan (primer) yang terhubung dengan kunci kontak sebagai suplai utama tegangan, dan gulungan sekunder yang berfungsi sebagai ground. Lalu ada lagi satu gulungan lagi yang ada di dalam Ignition coil atau koil pengapian yang terdiri dari banyak lilitan tembaga. Satu lilitan ke terminal positif, dan lainnya adalah output tegangan tinggi.antara kumparan utama dengan sekunder. Jika jumlah lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan sekunder semakin besar maka akan semakin tinggi pula tegangan yang dihasilkan oleh koil.

  192. 5202418026
    Heri setiawan

    5). A.Sistem pengapian konvensional menggunakan mekanisme secara konvensional dalam menghasilkan tegangan tingginya, yaitu melalui kontak platina yang membuka dan menutup atau menghubung dan memutuskan arus rangkaian primer.

    B.sistem pengapian elektronik sudah menggunakan komponen elektronik dan tidak melalui gerakan mekanis untuk menghasilkan tegangan tingginya..

    Kesimpulannya adalah jadi di sistem pengapian konvensional yaitu menggunakan kontak platina yang digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan arus rangkaian primer sedangkan sistim pengapian elektronik yaitu untuk menghasilkan tegangan tinggi tidak melalui gerakan mekanis.

  193. 5202418026
    Heri setiawan

    6).Tegangan yang dibangkitkan oleh kumparan pembangkit tegangan primer (exciter coil) disearahkan oleh diode penyearah dan disimpan dalam kapasitor.Sewaktu kumparan pulser membangkitkan tegangan yang mengalir ke thyristor lewat diode akan membuka thyristor.Thyristor membuka, maka dengan cepat arus mengalir dari kapasitor ke kumparan primer.
    Dengan cepat pula medan magnet dibangkitkan dan tegangan tinggi dibangkitkan pada kumparan sekunder.

  194. 5202418010

    2. Ignition timming adalah waktu dimana busi menyala untuk pembakaran. Ignition timing sekitar 5-15 derajat sebelum TMA. Penyebab kenapa saat putaran tinggi ignition
    timing harus dimajukan adalah untuk menyesuaikan saat pengapian akibat perubahan putaran mesin dan beban yang bekerja pada mesin, hal tersebut Karena pembakaran membutuhkan waktu yang tetap sehingga saat pengapian harus dimajukan agar pembakaran maksimum tetap terjadi. Mekanisme yang dapat memajukan pengapian disebut dengan ignition timing advancer. Ada dua mekanisme yang dapat memajukan pengapian yaitu sentrifugal advancer dan vacuum advancer.

  195. 5202418026
    Heri setiawan

    7).kesimpulannya adalah disistem pengapian konvensional itu menggunakan kontak pemutus yang menghubungkan/memutuskan arus rangkaian primer. Di sistem pengapian elektrik yaitutidak melalui gerakan mekanis untuk menghasilkan tegangan tinggi. Dan di sistem pengapian CDI yaitutegangan yang dibangkitkan oleh kumparan pembangkit tegangan primer disearahkan oleh diode penyearah dan disimpan dalam kapasitor.

  196. 5202418010

    3. Pada saat kontak pemutus tertutup arus dari positif mengalir ke kunci kontak, ke terminal positif koil, ke terminal negatif koil, kontak pemutus, dan kemudian ke massa. hal ini akan menimbulkan kemagnetan pada kumparan primer koil dansaat kontak pemutus terbuka maka arus yang tadinya mengalir secara cepat akan hilang dan kemagnetannya juga hilang, akibatnya terjadi induksi. pada kumparan primer terjadi induksi diri sedangkan pada kumparan sekunder terjadi induksi mutual yang kemudian diteruskan ke busi melalui distributor.

  197. 5202418010

    4. Pada sistem pengapian elektronik kontak pemutus digantikan dengan transistor. sistem pengapian yang proses pemutusan arus primer koil menggunakan transistor, tetapi masih menggunakan kontak pemutus sebagai pengontrol kerja transistor. Pada sistem ini kontak pemutus hanya dilewati arus yang sangat kecil sehingga tidak terjadi percikan api pada kontak-kontaknya dan efek baiknya adalah kontak pemutus awet dan tidak cepat aus.

  198. 5202418010

    5. Prinsip kerja sistem pengapian konvensional arus dari baterai akan mengalir ke kunci kontak melalui sekering yang berfungsi untuk melindungi rangkaian sistem pengapian, arus listrik akan diterukan ke koil pengapian. Pada koil pengapian ini terdapat dua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder.
    Arus listrik yang bertegangan kurang lebih 12 volt dari baterai akan disalurkan ke kumparan primer koil kemudian mengalir ke platina dan ke massa. Ketika platina membuka oleh karena posos nok yang berputar, maka aliran listrik yang menuju kumparan primer tersebut akan terputus secara tiba-tiba.
    Untuk pengapian elektronik tidak lagi dilengkapi dengan platina. Komponen ini digantikan oleh pulse igniter. Alurnya, kunci kontak berada pada posisi ON, arus dari baterai mengalir ke ignition coil. Dari output arus coil primer akan masuk menuju komponen transistor unit. Sementara output coil sekunder masuk menuju busi. Pada rangkaian lain, arus dari baterai juga mengalir menuju transistor unit sebagai referensi tegangan pada transistor unit.
    Dari hal tersebut bahwa perbedaan mendasar dari kedua sistem pengapian tersebut adalah pada bagian kontak pemutus dimana pada pengapian konvensional masih memanfaatkan gerak mekanik yaitu menggunakan platina. Sedang pengapian elektronik sudah menggunakan komponen elektronik yaitu Transistor dan pulser sebagai alat pemutus dan penghubung arus ke koil.

  199. 5202418010

    6. Pada sistem pengapian CDI tegangan tinggi pada koil dihasilkan saat arus dari pembuangan muatan kapasitor mengalir dengan cepat ke kumparan primer koil. Jadi, intinya tegangan tinggi terjadi atau bisa di bangkitkan jika ada arus dari kapasitor menuju ke kumparan primer.

  200. 5202418010

    7. Pembangkitan tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional, elektrinik, dan CDI, dapat disimpulkan bahwasanya sistem pengapian harus memberikan arus listrik dengan tegangan cukup tinggi pada busi, agar arus listrik tegangan tinggi tersebut loncat pada kedua electrode busi pada waktu yang setepat-tepatnya guna membakar bahan bakar yang ada diruang bakar. Sekarang ini sistem pengapian mobil terbagi dalam beberapa sistem pengapian antara lain : sistem dengan sumber pengapian Baterai, sistem pengapian konvensional (platina) dan sistem pengapian electonik (CDI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here