DASAR ELEKTRONIKA (SELASA)

223
484

Pada pembelajaran di kelas, sudah didiskusikan di kelas mengenai salah satu komponen elektronika yaitu kapasitor. Untuk dapat mempelajari lebih dalam, silakan diskusikan hal-hal berikut:

  1. Bagaimanakah konstruksi dasar dari sebuah kapasitor?
  2. Bagaimanakah sebuah kapasitor dapat menyimpan energi listrik?
  3. Kapasitansi kapasitor ditentukan oleh sifat-sifat dielektrikum dan dimensi platnya, bagaimana penjelasannya?
  4. Komponen apakah yang menggantikan peran kontak pemutus sistem pengapian konvensional pada sistem pengapian elektronik? Jelaskan.
  5. Jika sebuah kapasitor memiliki kapasitas 3 nF,  tentukan luas permukaan plat kapasitor yang diperlukan, jika bahan dielektrikum yang digunakan memiliki permitivitas relatif 5,4 dengan ketebalan 1 mm. Permitivitas ruang hampa adalah 8,854 x 10-12.
  6. Dalam proses pengisian sebuah kapasitor, dikenal istilah konstanta waktu. Jelaskan maksudnya, dan berikan contohnya.
  7. Sebuah kapasitor memiliki nilai kapasitansi sebesar 500 μF digunakan untuk menimpan energi sebesar 45 J. Berapakan tegangan yang perlu diberikan pada kapasitor tersebut.
  8. Berikan contoh penggunaan kapasitor dalam bidang Teknik mesin.

Silakan diskusikan dengan teman-teman dan jawaban bisa ditulis di dalam kolom komentar. Perlu diperhatikan: 1) jawaban diawali dengan menuliskan NIM dan setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) meskipun hasil diskusi bersama, 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim/posting), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). Jawaban ditunggu sampai hari Rabu, 13 November 2019 pukul 17.00. Selamat berdiskusi (DW).

223 COMMENTS

  1. 5211418017

    1. Konstruksi dasar dari kapasitor yaitu terdiri dari 2 plat, Plat A dan Plat B dengan diantaranya disisipi bahan isolator (dielektrikum) seperti kertas, keramik, dll.

  2. 5211418018

    1. Sebuah Kapasitor yang sederhana pada dasarnya terdiri dari dua keping pelat paralel yang dipisahkan oleh Isolator. Isolator ini biasanya menggunakan bahan yang pada umumnya disebut dengan bahan dielektrikum. Bahan-bahan dielektrikum pada kapasitor dapat berupa kertas, elektrolit, keramik dan udara. Sementara pelat yang digunakan kapasitor berupa cakram aluminium, aluminium foil ataupun lapisan tipis logam.

    susunan kapasitor :
    Plat logam A – dielektrikum – Plat logam B

    biasanya digulung menjadi bentuk silinder ataupun dibiarkan rata.

  3. 5211418018

    2. Kapasitor menggunakan suatu medan elektrostatik untuk menyimpan muatan listrik, jika kapasitor dihubungkan dengan suatu sumber tegangan, maka muatan listrik akan tersimpan di dalam kapasitor.

    Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yg sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi.

    Muatan positif tidak dapat mengalir menujuujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bhn dielektrikum yang non-konduktif.

  4. 5211418015

    3) kapasitansi ditentukan oleh sifat sifat dielektrikum dan dimensi platnya, jika semakin besar luasan permukaan plyanya maka kapasitasnya semakin besar

  5. 5211418017

    2. Kapasitor dapat menyimpan listrik terjadi karena kapasitor dihubungkan dengan sumber tegangan, lalu masing-masing plat akan bermuatan positif dan negatif, diantara plat tersebut terjadi sebuah medan elektrostatik yang dapat menyimpan muatan listrik. Besarnya tergantung dari berapa ketebalan dielektrikum dan bahan apa yang digunakan.

  6. 5211418017

    3. Kapasitansi dari sebuah kapasitor ditentukan dari sifat dielektrikum dan dimensi platnya. Jika sifat dielektrikum memiliki permitivitas relatif yang besar maka Kapasitansi kapasitor akan besar, jika dielektrikum memiliki permitivitas relatif yang kecil maka kapasitansi kapasitor kecil pula. Dimensi plat berpengaruh pada jarak antar plat, jika dimensinya besar maka jarak antar plat akan besar dan menyebabkan kapasitansinya lebih kecil, sebaliknya jika dimensi platnya kecil maka jarak antar platnya kecil dan menyebabkan kapasitansi kapasitornya lebih besar.

  7. 5211418001
    1. Konstruksi dasar dari sebuah kapasitor terdiri dari 2 plat konduktor yang dipasang berdekatan satu sama lain tetapi tidak tidak bersentuhan ditengahnya ada isolator. Susunannya yaitu plat A, isolator, dan Plat B. Bila kapasitor dihubungkan dengan sumber tegangan listrik, maka dalam kapasitor tersebut akan menyimpan energi listrik.

  8. 5211418001
    2. Dengan menggunakan suatu medan elektrostatik untuk menyimpan muatan listrik. Jika kapasitor dihubungkan dengan suatu sumber tegangan, maka muatan listrik akan tersimpan pada kapasitor tersebut.

  9. 5211418001
    3. Kapasitansi kapasitor ditentukan oleh sifat-sifat dielektrikum dan dimensi platnya, yaitu tergantung bahan dielektrikum yang dipakai dilihat dari permitivitas diruang hampa, permitivitas relative dari media dieletrikum pada kedua plat, luas penampangnya, dan jarak Antara kedua platnya.

  10. 5211418001
    4. Komponen yang menggantikan peran kontak pemutus pada sistem pengapian konvensional pada sistem pengapian elektronik yaitu Transistor yang digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus primer pada kumparan koil dilakukan secara elektrolis melalui komponen ini yang difungsikan sebagai saklar (switcing transistor).

  11. 5211418001
    5. Diketahui:
    C= 3nF = 3 x 10-9
    ℇo= 8,854 x 10-12
    ℇr= 5,4
    d= 1 mm = 0,1 x 10-3 m
    ditanya: A=?
    jawab:
    C= ℇo x ℇr x A / d
    A= d x C / ℇo x ℇr
    A= 0,1 x 10-3 x 3 x 10-9 / 8,854 x 10-12 x 5,4
    A= 0,004183 m3

    • 5211418001
      5. Diketahui:
      C= 3nF = 3 x 10-9
      ℇo= 8,854 x 10-12
      ℇr= 5,4
      d= 1 mm = 1 x 10-3 m
      ditanya: A=?
      jawab:
      C= ℇo x ℇr x A / d
      A= d x C / ℇo x ℇr
      A= 1 x 10-3 x 3 x 10-9 / 8,854 x 10-12 x 5,4
      A= 0,06274627 m3

  12. 5211418001
    6. Konstanta waktu merupakan pengukuran seberapa cepat kapasitor termuati. Dapat dilihat bahwa hasil dari T= R x C memberikan waktu yang dibutuhkan kapasitor untuk mencapai 2/3 dari tegangan penuh.

  13. 5211418001
    7. Diketahui:
    C= 500 μF = 5 x 10-4 F
    E= 45 J
    Ditanya: V=?
    Jawab:
    E= 0,5 CV2
    V= E / 0,5 C= 2E / C
    V= ( 2E / C)0,5
    V= ( 2 x 45 J / 5 x 10-4 F)0,5
    V= 424.264068712 V

  14. 5211418018

    3. Rumus matematik Kapasitas kapasitor ;
    Kapasitas kapasitor = Permitivitas ruang hampa x Permitivitas relatif x Luas penampang / Jarak antar plat

    jadi kita dapat meningkatkan nilai kapasitas kapasitor dengan cara :
    1. memilih dielektrikum yang memiliki permitivitas yang tinggi
    2. memperlebar luas penampang
    3. memperkecil jarak antar plat
    Oleh sebab itu besar kapasitas kapasitor dipengaruhi oleh sifat dielektrikum dan dimensi plat. dimana semakin tinggi permitivitas dan semakin lebar luas penampang plat serta jarak antar plat yang kecil, maka semakin besar kapasitas kapasitor dalam kemampuannya menyimpan muatan listrik.

  15. 5211418001
    8. Sebagai kopling (penghubung dan pemutus) amplifier dari tingkat rendah ke tingkat lebih tinggi atau sebaliknya. Dan jika pada power supply digunakan untuk menghubungkan satu rangkaian tertentu dengan rangkaian lainnya.

  16. 5211418028

    1. konstruksi dasar kapasitor yaitu terdiri dari dua buah plat konduktor yang dibuat sejajar dan dipisahkan oleh bahan dielektrika.

  17. 5211418028

    2. sebuah kapasitor dapat menyimpan energi listrik, dimana di dalam kapasitor terdapat bahan dielektrika yang dapat menerima energi listrik dalam bentuk medan elektrostatik. energi yang disimpan didalam kapasitor dapat dikeluarkan lagi.

  18. 5211418028

    3. Kapasitansi kapasitor ditentukan oleh sifat-sifat dielektrikum dan dimensi platnya, artinya besarnya kapasitansi sebuah kapasitor dipengaruhi oleh sifat-sifat jenis bahan yang digunakan dan ukurannya. besarnya kapasitansi dilambangkan dengan persamaaan :
    C = Ԑ0 . Ԑr . A / d
    dimana : C : kapasitansi (F)
    Ԑ0: permitifitas ruang hampa
    Ԑr : premitifitas relatif dari media dielektrikum antara kedua plat
    d : jarak antara kedua plat
    A : Luas penampang

  19. 5211418027
    Jika muatan positip (+) diberikan pada salah satu plat dan plat yang lain diberi muatan negatip (-) maka sifat muatan pada kondisi ini akan saling tarik menarik, tetapi karena adanya lapisan isolasi elektron-elektron itu tertahan dan tidak akan pernah mengalir, sehingga muatan listrik akan terjebak pada masing-masing plat dan terserap keseluruh kepingan plat, kepingan plat membutuhkan waktu untuk mengisi muatan (Charge) sehingga mencapai tegangan maksimum yang diberikan, dan selama tidak ada rangkaian konduksi yang dapat menarik atau mengeluarkan muatan listrik dari kapasitor, muatan listrik akan terus tersimpan pada kapasitor.

  20. 5211418028

    4. Komponen yang digunakan adalah Kapasitor. sistem pengapian konvensional yang digunakan disebut CDI (Capacitor Discharge Ignition). dimana prinsip kerjanya yaitu, Tegangan yang diberikan sumber daya diperkuat oleh rangkaian penguat ( booster circuit ) dan mengisi kapasitor. Sinyal dari pick up coil menyebabkan arus dari CPU ke gate thyristor untuk mengaktifkan thyristor. Saat itu listrik yang disimpan kapasitor mengalir ke lilitan pengapian dan tegangan tinggi terjadi pada busi.

    untuk mematikan mesin dapat dilakukan dengan cara menghubungkan gaya gerak listrik yang berasal dari charging coil ke ground pada sistem pengapian AC CDI melalui sebuah saklar sehingga kapasitas tidak lagi terisi muatan listrik.

  21. 5211418020

    1) kontruksi kapasitor terdiri dari dua lapisan penghantar (konduktor) yang dipisahkan oleh sebuah sekat (isolator)

  22. 5211418020

    2) ketika kedua ujung plat metal pada kapasitor diberi tegangan listrik maka muatan-muatan positif akn mengumpil pada salah satu kaki(elektroda) metalnya dan pada saat yang sma muatan negatif terkumpulpada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif karena terpisah oleh bahan dielektrikum yang non-konduktif, muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pasa ujung kaki nya

  23. 5211418020

    3)penggunaan dielektrikumdidasari oleh penggunaan kapasitor itu sendiri, semakin besar tegangan yang bisa di tampung maka bahan dari dielektrikum akan semakin bersifat isolator, dan semakin besar luas penampang platnya maka semakin besar juga kapasitasnya tetapi apabila jarak antar plat lebih jauh maka akan mempengaruhi kapasitas karena medan elektrostatik semakin lemah

    • 5211418020

      4) Transistor, karena dalam sistem oengapian transistor tidak ada lagi percikan api yang sebelumnha timbul pada celah platina yang mengakibatkan efisiensi tegangan listrik lebih terjaga

  24. 5211418027
    Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasistansi ditentuka oleh sifat dielektrikum (jenis bahan) dan dimensi plat nya. dengan rumusan ditulis sebagai berikut

    C = εo.εr.A/d

    C = kapasistansi (F)
    εo = permitifitas ruag hampa
    εr = permitifitas relatif dari media dielektrikum antara kedua plat
    d = jarak antara kedua plat

  25. 5211418027
    3.Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasistansi ditentuka oleh sifat dielektrikum (jenis bahan) dan dimensi plat nya. dengan rumusan ditulis sebagai berikut

    C = εo.εr.A/d

    C = kapasistansi (F)
    εo = permitifitas ruag hampa
    εr = permitifitas relatif dari media dielektrikum antara kedua plat
    d = jarak antara kedua plat

  26. 5211418027
    2. Jika muatan positip (+) diberikan pada salah satu plat dan plat yang lain diberi muatan negatip (-) maka sifat muatan pada kondisi ini akan saling tarik menarik, tetapi karena adanya lapisan isolasi elektron-elektron itu tertahan dan tidak akan pernah mengalir, sehingga muatan listrik akan terjebak pada masing-masing plat dan terserap keseluruh kepingan plat, kepingan plat membutuhkan waktu untuk mengisi muatan (Charge) sehingga mencapai tegangan maksimum yang diberikan, dan selama tidak ada rangkaian konduksi yang dapat menarik atau mengeluarkan muatan listrik dari kapasitor, muatan listrik akan terus tersimpan pada kapasitor.

  27. 5211418020

    5)diket :
    C= 3nF = 3 x 10^-9 F
    Eo = 8,854 x 10^-12
    Ey = 5,4
    d = 1 mm = 1 x 10^-3

    Ditanya :
    A = …?

    Dijawab :
    A = C.d/Eo.Ey
    = 3×10^-9.1×10^-3 / 8,854 x 10^-12.5,4
    =3×10^-12 / 47,8116×10^-12
    = 0,0627 m²

  28. 5211418028

    5. D1 : C = 3 nF = 3 x 10^-2
    Ԑ0 = 8,854 x 10^-12
    Ԑr = 5,4
    d = 1 mm = 10^-3 m
    D2 : A
    D3 : C = Ԑ0 . Ԑr . A / d
    A = C . d / Ԑ0 . Ԑr
    = 3 x 10^-9 . 10^-3 / 8,854 x 10^-12 . 5,4
    = 6,3 x 10^-2 m^2

  29. 6) konstanta waktu merupakan penundaan waktu antara Input dan Output, pada umumnya dipengaruhi oleh komponen reaktif seperti kapasitor yang terhubung di dalamnya. Contohnya : penggunaan wiper pada monil yang dapat kita atur kecepatan darinwiper tersebut karena terdapat konstanta waktu sebagai pengatur daru wuper tersebut.

  30. 5211418020

    6) konstanta waktu merupakan penundaan waktu antara Input dan Output, pada umumnya dipengaruhi oleh komponen reaktif seperti kapasitor yang terhubung di dalamnya. Contohnya : penggunaan wiper pada monil yang dapat kita atur kecepatan darinwiper tersebut karena terdapat konstanta waktu sebagai pengatur daru wuper tersebut.

  31. 5211418028

    6. konstanta waktu tersebut adalah waktu yang diperlukan sebuah kapasitor supaya terisi penuh. bisa dicari dengan persamaan : T = R . C

    contoh :
    sebuah rangkaian mempunyai nilai tahanan atau resistansi 15 kΩ dan kapasitor dengan kapasitansi 15.000 µF. berapakah konstanta waktunya

    D1 :
    R = 15 kΩ = 15.000 Ω
    C = 15.000 µF = 0,015 F
    D2 : T
    D3:
    T = R . C
    = 15.000 Ω . 0,015 F
    =225 detik

  32. 5211418020

    7) diket :
    C= 500 μF = 5 x 10^-4 F
    E= 45J

    Ditanya :
    V²=…?

    Dijawab :
    V²=E/0,5.C = 2E/C
    =2.45J/5×10^-4
    =90/5×10^-4
    V²=18×10^4
    V=√18×10^4
    = 4,24×10^4

  33. 5211418016

    1. Sebuah Kapasitor yang sederhana pada dasarnya terdiri dari dua keping pelat parallel (Plat A dan Plat B) yang dipisahkan oleh daerah non-konduktif. Daerah non-konduktor ini biasanya menggunakan bahan yang pada umumnya disebut dengan bahan dielektrik. Yang dimaksud dengan “Bahan Dielektrik” adalah sejenis bahan isolator listrik yang dapat dipolarisasikan atau dikutubkan (polarized) dengan cara ditempatkannya ke dalam medan listrik. Bila bahan Dielektrik ditempatkan di medan listrik, muatan listrik tidak mengalir melalui bahan tersebut seperti pada bahan konduktor, namun hanya sedikit bergeser dari rata-rata posisi setimbangnya (equilibrium positions) sehingga menyebabkan polarisasi yang disebut dengan “polarisasi dielektrik”.

  34. 5211418016

    2. Kapasitor menggunakan suatu medan elektrostatik untuk menyimpan muatan listrik. Jika kapasitor dihubungkan dengan suatu sumber tegangan, maka muatan listrik akan tersimpan pada kapasitor tersebut (sistem kerjanya seperti baterai rechargeable). Muatan yang tersimpan pada kapasitor akan tetap bertahan selagi kapasitor tersebut tidak mengalami kebocoran.

  35. 5211418020

    8) -penyaring atau filter di dalam rangkaian power supply atau pada sistem radio
    – sebagai penghubung dan pemutus amplifer dari tingkat rendah ke tingkat lebih tinggi atau sebaliknya
    – pada kendaraan konvensional berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api pada platina dan untuk memperkuat medan magnet pasa koil pengapian

  36. 5211418016

    3. Kapasitansi kapasitor ditentukan oleh sifat-sifat dielektrikum dan dimensi platnya, yaitu tergantung bahan dielektrikum yang dipakai dilihat dari permitivitas diruang hampa, permitivitas relative, luas penampangnya, dan jarak Antara kedua platnya.

  37. 5211418016

    4. Pada sistem pengapian elektronik ini di lakukan secara elektronis dengan menggunakan TRANSISTOR untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan transistor maka pemutusan arus primer koil lebih stabil pada kecepatan rendah dan kumparan sekunder bisa menghasilkan tegangan tinggi dengan stabil. Selain itu menggunakan transistor juga bisa menaikan arus primer untuk meningkatkan energi pembakaran agar pengapiannya akurat tanpa terjadi misfiring meskipun kecepatannya rendah.

  38. 5211418016

    5. Diketahui :
    C = 3 nF = 3 x 10^(-9 ) F
    ε_r = 5,4
    d = 1 mm = 1 x 10^(-3) m
    ε_o = 8,854 x 10^(-12)

    Ditanyakan :
    A =…..?

    Jawab :
    C = (ε_o x ε_(r ) x A)/d
    A = (d x C)/(ε_o x ε_r )
    A = (1 x 10^(-3) m x 3 x 10^(-9) F)/(8,854 x 10^(-12) x 5,4)
    A = 0,062746279145 m^3

  39. 5211418028

    7. D1 :
    C = 500 µF = 5 x 10^-4
    E = 25 J
    D2 : V
    D3 :
    E = 0,5 C . V^2
    V^2 = E / 0,5 C
    V^2 = 25 J / 0,5 . 5 x 10^-4
    V^2 = 100.000
    V = 316,23 Volt

  40. 5211418016

    6. Konstanta waktu merupakan pengukuran seberapa cepat kapasitor termuati. Berdasarkan pengerttian tersebut, maka secara Matematis Konstanta Waktu dapat dirumuskan sebagai berikut:
    τ = R x C
    dimana :
    τ = Konstanta Waktu dalam satuan detik (s)
    R = Resistansi / Hambatan dalam Ohm (Ω)
    C = Kapasitansi dalam Farad (F)
    Dapat dilihat bahwa hasil dari τ = R x C memberikan waktu yang dibutuhkan kapasitor untuk mencapai 2/3 dari tegangan penuh. Contohnya konstanta waktu pada rangkaian RC (resistor capasitor).

  41. 5211418016

    7. Diketahui :
    C = 500 μF = 5 x 10^(-4) F
    E = 45 J

    Ditanyakan :
    V =….?

    Jawab :
    E = 0,5 CV^2
    V^2 = E/0,5C
    V^2 = 2E/C
    V = |2E/C|^0,3
    V = |(2 x 45 J)/(5 x 10^(-4) F)|^0,3
    V = 37,72 v

  42. 5211418016

    8. Sebagai coil booster pada kendaraan bermotor. Coil booster pada umumnya menggunakan Capasitor atau kapasitor bank dengan kapasitas yang berbeda – beda, biasanya menggunakan 10.000 uF / 25 volt atau 10.000 uF / 50 volt bahkan ada juga yang memakai ratusan ribu mikro farad dengan voltase sekitar 25-50 volt (semakin besar jumlahnya, semakin baik pula hasilnya).

  43. 5211418028

    8. penggunaan kapasitor dalam sistem pengapian CDI, kapasitor pada audio kendraan bermotor, dan penggunaan kapasitor sebagai pengganti batere untuk mentimpan energi kinetik saat mobil di rem

  44. 5211418027
    4.CDI. sistem pengapian CDI menggunakan Capasitor sebagai komponen utama. Capasitor berfungsi untuk menyimpan arus yang kemudian dilepaskan ke ignition coil. Sistem pengapian CDI menggunakan metode pengaliran arus betegangan tinggi untuk menghasilkan output yang lebih besar. Sementara pengapian biasa, menggunakan metode pemutusan arus.

  45. 5211418028
    6. Bila nilai Resistansi ( R ) kecil, maka arus akan lebih mudah mengalir sehingga proses pengisian muatan listrik pada Kapasitor pun akan semakin cepat. Sebaliknya, semakin besar nilai Resistansinya, semakin lambat waktu pengisiannya.
    τ = R x C
    dimana :

    τ = Konstanta Waktu dalam satuan detik (s)
    R = Resistansi / Hambatan dalam Ohm (Ω)
    C = Kapasitansi dalam Farad (F)
    Contoh Kasus :
    Dari Rangkaian RC diatas, diketahui nilai Resistansi R adalah 2.000 Ohm dan nilai Kapasitansi C adalah 1µF. Berapakah Waktu Konstantanya ?

    Diketahui :

    R = 2000 Ohm
    C = 1µF
    τ = ?

    Jawaban :

    τ = R x C
    τ = 2000 x 0,000001
    τ = 0,002 detik

    Jadi Konstanta Waktu pada Rangkaian RC tersebut adalaah 0,002 detik atau 2 milidetik.

  46. 5211418013

    1. Sebuah kapasitor pada dasarnya terdiri dari 2 buah plat yang dipisahkan oleh daerah isolator atau non-konduktor. Pada plat bagian atas disebut Plat A dan plat bagian bawah disebut plat B. Pada daerah isolator biasanya terdapat bahan dielektrik yang dapat berupa kertas, logam, keramik, dll.

  47. 5211418013

    2. Sebuah kapasitor kaki terminal terhubung dengan 2 plat metal dielektrik, ketika kaki terminal terhubung dengan sumber tegangan maka muatan positif akan berkumpul pada salah satu elektroda yaitu pada plat A dan muatan negatif berkumpul juga pada elektroda lainnya yaitu pada plat B. Muatan ini tidak dapat bertemu karena terhalangi oleh bahan dielektrik. Yang memisahkan 2 plat tersebut. Muatan listrik ini akan tersimpan selama saklar dibuka, apabila saklar terhubung kapasitor akan membuang isinya.

  48. 5211418013

    3. Kapasitansi kapasitor sangat tergantung dengan sifat-sifat dielektrikum seperti permitivitas relatif pada media dielektrikum pada kedua plat dan permitivitas diruang hampa, apabila permivitas relatif media dielektrikum tinggi maka kapasitansi kapasitor juga akan tinggi. Selain itu apabila dimensi plat yang digunakan semakin luas maka kapasitansi kapsitor juga akan meningkat.

  49. 5211418013

    4. Komponen Transistor pada sistem pengapian elektronik yang menggantikan peran kontak pemutus pada sistem pengapian konvensional Jika pada sistem pengapian konvensional pemutus arus primer koil dilakukan secara mekanis atau manual dengan cara membuka dan menutup kontak pemutus sistem, sedangkan transistor berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus primer pada kumparan koil dilakukan secara elektronis melalui komponen transistor difungsikan sebagai saklar.

  50. 5211418013

    5.
    C = 3 nF = 3 x 10^-9 F
    εr=5,4
    d = 1 mm = 1 x 10^-3 m
    εo=8,854 x 〖10〗^(-12)
    Ditanya:
    A = …?
    Dijawab:
    C = εr x εo x A / d
    3 x 10^-9 F = 5,4 x 8,854 x 10^-12 x A / 0,001 m
    A = 3 x 10^-9 F x 0,001 m / 4,78 x 10^-11
    A = 3 x 10^-12 / 4,78 x 10^-11
    A = 0,063 m^2

  51. 5211418013

    6. Konstanta waktu merupakan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai muatan listrik pada kapasitor maksimum. Dapat dilihat dari T = R x C yang menunjukkan waktu yang diperlukan kapasitor untuk mencapai 2/3 dari tegangan maksimalnya.
    Penerapan konstanta waktu terdapat dalam kapsitor rangkaian RC

  52. 5211418013

    7.
    Diketahui:
    C = 500 μF = 0,0005 F
    E = 45 Joule
    Ditanya:Type equation here.
    V = …?
    Dijawab:
    V^2 = 2E / C
    V^2 = 2 x 45 Joule / 0,0005 F
    V^2 = 180000
    V = √180000
    V = 424,26 volt

  53. 5211418013

    8. Penggunaan Kapasitor dapat digunakan pada sistem kelistrikan motor, yaitu sistem pengapian CDI
    Kapasitor dalam CDI unit bekerja menyimpan arus sementara (100 sampai 400 V) dari magnet yang telah diberikan lebih dulu oleh diode ketika SCR (Silicone Control Rectifier) belum aktif.

  54. 5211418024
    1. Kapasitor terdiri dari dua plat paralel yang dipisahkan oleh daerah non-konduktif. Daerah non-konduktif ini menggunakan bahan dielektrik. Bahan dielektrik pada kapasitor dapat berupa kertas, film plastik, mika, kaca, keramik dan udara.

  55. 5211418024
    2. Jika kedua ujung plat diberi tegangan listrik, salah satu kaki kapasitor yang menempel pada arus negatif akan kelebihan elektron dan kaki kapasitor yang menempel pada arus positif akan kehilangan elektron. Muatan positif tidak dapat mengalir ke muatan negatif karena terpisah oleh daerah non-konduktif. Muatan ini akan tersimpan di kedua ujung kapasitor.

  56. 5211418017

    4. Komponen yang menggantikan peran kontak pemutus pengapian konvensional pada pengapian elektronik adalah kapasitor. Prinsip kerjanya yaitu kapasitor akan menyimpan listrik sesuai tegangan masuknya dan maksimal sesuai kapasitansi kapasitornya, kapasitor menyimpan listrik sementara waktu lalu disalurkan kembali sesuai ketentuan waktu yang diinginkan.

  57. 5211418024
    3. Jika konstanta bahan dielektrik bernilai besar maka nilai kapasitansinya juga akan menjadi besar. Semakin luas kepingan plat-platnya, semakin besar pula nilai kapasitansinya. Semakin dekat jarak antara kedua platnya, semakin besar nilai kapasitansinya.

  58. 5211418024
    4. Sistem pengapian konvensional bekerja secara mekanis dengan memanfaatkan kontak platina untuk memutuskan arus listrik. Sedangkan sistem pengapian elektronik bekerja dengan menggunakan transistor untuk memutuskan arus primer. Maka komponen yang menggantikan peran kontak pemutus arus adalah transistor sebagai pengganti platina.

  59. 5211418023

    1). Sebuah Kapasitor sederhana terdiri dari dua pelat paralel yang dipisahkan oleh isolator (daerah nonkonduktif) pada umumnya disebut dengan bahan dielektrik. Yang dimaksud dengan “Bahan Dielektrik” adalah sejenis bahan isolator listrik yang dapat dipolarisasikan
    bahan-bahan dielektrik pada kapasitor dapat berupa kertas, film plastik, mika, kaca, keramik dan udara. Sementara pelat yang digunakan kapasitor dapat berupa cakram aluminium, aluminium foil ataupun lapisan tipis logam yang dipasangkan secara berlawanan sisi dengan dielektrik padat.

  60. 5211418015

    5)
    Diketahui
    C = 3nF = 3 x 10-9 F
    ε0 = 8,854 x 10-12
    ε1 = 5,4
    d = 1 mm = 1 X10-3 m
    Ditanya
    A= …?
    Jawab
    C= ε0 x ε1 x A / d
    A= d x C / ε0 x ε1
    A= 1X10-3 X 3X10-9 / 8,854×10-12 X 5,4
    A= 3X10-12 / 47,811X10-12
    A =0.062747 m-3

    • 5211418015

      5)
      Diketahui
      C = 3nF = 3 x 10^(-9)F
      ε0 = 8,854 x 10^(-12)
      ε1 = 5,4
      d = 1 mm = 1 X10^(-3)m
      Ditanya
      A= …?
      Jawab
      C= ε0 x ε1 x A / d
      A= d x C / ε0 x ε1
      A= 1X10^(-3) X 3X10^(-9)/ 8,854×10^(-12) X 5,4
      A= 3X10^(-12) / 47,811X10^(-12)
      A =0.062747 m^(-3)

  61. 5211418023

    2). Bila kapastor dihubungkan ke baterai. elektron bergerak ke satu pelat oleh terminal negatif baterai, sementara elektron ditarik dari pelat lain oleh terminal positif baterai. Jika perbedaan muatan antara kedua pelat tersebut terlalu besar, maka akan terjadi percikan yang melompati celah diantara kedua pelat tersebut dan membuang muatan yang tersimpan. Untuk meningkatkan jumlah muatan pada pelat, bahan dielektrik yang berupa isolator ditempatkan diantara kedua pelat tersebut. Fungsi dielektrik tersebut dalam kapasitor adalah sebagai pemblokir untuk dapat meningkatkan kapasitas kapasitor.

  62. 5211418023

    3). kapasitas kapasitor tergantung pada bahan dielektrik yang digunakan. Jika konstanta bahan dielektrik / permitivitas bahannya bernilai besar maka nilai kapasitansinya juga besar. Faktor lain yang mempengaruhi tingkat kapasitansi kapasitor adalah luas daerah permukaan kepingan pelat dan jarak antara pelat paralel. Semakin luas kepingan pelat-pelatnya, semakin besar pula nilai kapasitansinya. Namun nilai kapasitansi ini berbanding terbalik dengan jarak antara kepingan pelat-pelatnya. Semakin dekat jarak antara kedua pelatnya, semakin besar pula nilai kapasitansinya.

  63. 5211418017

    5. Diketahui : C = 3 nF = 3 x 10^-9 F
    d = 1 mm = 1 x 10^-3 m
    r = 5,4 C2/Nm2
    0 = 8,854 x 10^-12 C2/Nm2
    Ditanya : A =…?
    Jawab :
    C = r 0 A / d
    A = C d / r 0
    A = 3 x 10^-9 x 1 x 10^-3 / 5,4 x 8,854 x 10^-12
    A = 3 x 10^-12 / 47,8116 x 10^-12
    A = 0,0627 m2

  64. 5211418015

    7)
    Diketahui:
    E = 45
    C = 500 μF = 500 x 10^(-6)
    Ditanyakan:
    V:…?
    Jawab :
    E= 0,5 CV^2
    V^2= E/O,5C
    V=2E/C
    V= |2 X 45 / 500 x 10^(-6)|^0,5
    V= 424.3 V

    • 5211418015

      7)
      Diketahui:
      E = 45 J
      C = 500 μF = 500 x 10^(-6) F
      Ditanyakan:
      V:…?
      Jawab :
      E= 0,5 CV^2
      V^2= E/O,5C
      V=2E/C
      V= |2 X 45 / 500 x 10^(-6)|^0,5
      V= 424.3 V

  65. 5211418012

    1. Konstruksi dasar dari sebuah kapasitor dibuat dari 2 lempengan plat logam yang dipasang sejajar tetapi tidak saling berhubungan, lempengan tersebut disekat/diisolasi oleh lapisan bahan dielektrik, Jenis bahan dielektrik inilah yang menentukan spesifikasi dan juga nama dari jenis kapasitor tersebut, seperti: mika, polyster, keramik, dan gel cair.

  66. 5211418025

    1. Konstruksi Dasar Kapasitor berupa dua plat konduktor yang ditengahnya diberi sekat
    bahan isolator yang disebut dielektrik.

  67. 5211418015

    8) contoh penggunaan kapasitor dalam bidang Teknik mesin adalah
    1. pada rangkaian wiper kaca pada mobil
    2. sistem pengapian pada sepeda motor (cdi)

  68. 5211418023

    4).Komponen yang menggantikan peran kontak pemutus sistem pengapian konvensional pada sistem pengapian elektronik adalah sistem CDI (Capasitor Discharge Ignition). cara kerjanya adalah CDI menggunakan metode pengosongan arus (Discharging) menggunakan komponen capasitor yang fungsinya mirip dengan baterai. Capasitor mampu menyerap energi listrik dan menyalurkanya ke rangkaian kelistrikan. Output dari sensor berupa sinyal yang akan memutuskan arus primer coil. Sehingga terjadilah induksi elektromagnetik. Ketika mesin starting, maka pulser akan mengirimkan sinyal ke CDI unit. Sinyal tersebut akan mengubah arah arus capasitor menuju rangkaian ignition coil. Karena capasitor dalam keadaan terisi tegangan penuh, maka terjadilah aliran listrik dari capasitor menuju ignition coil.
    Sehingga menumbulkan kemagnetan yang akan menginduksi koil sekunder untuk menghasilkan tegangan super tinggi.

  69. 5211418022

    1.konstruksi kapasitor yang sederhana pada dasarnya terdiri dari dua keping pelat paralel yang dipisahkan oleh daerah non-konduktif

  70. 5211418024
    5.
    Diketahui :
    C = 3 nF = 3×10^-9 F
    Ɛ0 = 8,854 x 10^-12
    K = 5,4
    D = 1mm = 1 x 10^-3 m

    Ditanya :
    A = ?

    Dijawab :
    C = Ɛ0 x K x A / d
    3 x 10^-9 = 8,854 x 10^-12 x 5,4 x A / 1 x 10^-3
    3 x 10^-12 = 4,78116 x 10^-11 x A
    A = (3 x 10^-12) / (4,78116 x 10^-11)
    A = 0.06274627914565 m^2

  71. 5211418012

    2. Jika muatan positif (+) diberikan pada salah satu plat dan plat yang lain diberi muatan negatif (-) maka sifat muatan pada kondisi ini akan saling tarik menarik, tetapi karena adanya lapisan isolasi elektron-elektron itu tertahan dan tidak akan pernah mengalir, sehingga muatan listrik akan terjebak pada masing-masing plat dan terserap keseluruh kepingan plat, kepingan plat membutuhkan waktu untuk mengisi muatan (Charge) sehingga mencapai tegangan maksimum yang diberikan, dan selama tidak ada rangkaian konduksi yang dapat menarik atau mengeluarkan muatan listrik dari kapasitor, muatan listrik akan terus tersimpan pada kapasitor.

  72. 5211418012

    3. – Dielektrik adalah suatu lempengan tipis yang diletakkan diantara kedua pelat kapasitor. Jika diantara keping (+) dan keping (–) diisi dengan bahan dielektrik (isolator), kuat medan listrik diantara dua keping akan menurun dan kapasitansi akan naik
    – Dimensi plat akan mempengaruhi besarnya muatan yang tersimpan dalam kapasitor, semakin besar dimensi plat maka akan semakin besar pula muatan yang tersimpan atau kapasitansi kapasitor

  73. 5211418003

    1. Konstruksi dasar dari sebuah kapasitor adalah kapasitor merupakan salah satu komponen elektronika yang dapat menyimpan energi listrik dalam bentuk medan elektrostatik dan pada keadaan tertentu energi tersebut dapat di keluarkan.Kapasitor adalah suatu komponen yang pasif,tetapi kapasitor aktif saat kerja pada sisitem.
    Pada kapasitor terdiri 2 plat konduktor,plat atas di sebut plat A,plat bawah di sebut plat B dan di antara plat tersebut terdapat sebuah komponen yaitu isolator atau dielektrik sebagai penyekat antara kedua plat tersebut.

  74. 5211418003

    2. Kapasitor dapat menyimpan energi listrik jika saklar dalam kapasitor tersebut di buka maka terjadi pengisian muatan listrik dan jika saklar dalam kapasitor tersebut di tutup maka terjadi pembuangan muatan listrik kapasitor serta kapasitor dapat menyimpan energi listrik jika kapasitor di hubungkan dengan sumber tegangan maka dapat menyimpan energi listrik yang besarnya sama dengan besar sumber tegangannya.

  75. 5211418019

    1). Kapasitor sederhana terdiri dari dua pelat paralel yang dipisah oleh isolator atau daerah nonkonduktif, umumnya disebut dengan bahan dielektrik. Yang dimaksud dengan Bahan Dielektrik adalah sejenis bahan isolator listrik yang dapat dipolarisasikan
    bahan-bahan dielektrik pada kapasitor dapat berupa kertas, film plastik, mika, kaca, keramik maupun udara. Sementara pelat yang digunakan kapasitor dapat berupa cakram aluminium, aluminium foil ataupun lapisan tipis logam yang dipasangkan secara berlawanan sisi dengan dielektrik padat.

  76. 5211418003

    3. Kapasistansi kapasitor di tentukkan oleh sifat dielektrikum dan dimensi platnya,hal itu bermaksud suatu besar permitivitas ( kemampuan untuk menahan medan ) ruang hampa ,besar permitivitas relatif,besar luas penampang,dan besar nilai jaraknya akan mempengaruhi nilai kapasistansi kapasitor.
    Jika nilai dari jarak tersebut semakin besar maka nilai kapasistansi kapasitornya akan semakin kecil dan sifat dielektrikumnya bisa di katakan baik jika nilai permitivitas relatifnya tinggi.

  77. 5211418019

    2). Pada saat kapasitor dihubungkan pada baterai. elektron bergerak menuju pelat oleh terminal negatif baterai, sementara elektron ditarik dari pelat lain oleh terminal positif baterai. Jika perbedaan muatan antara kedua pelat tersebut terlalu besar, maka terjadi percikan yang melompati celah diantara kedua pelat tersebut dan membuang muatan yang tersimpan. Untuk meningkatkan jumlah muatan pada pelat, bahan dielektrik yang berupa isolator ditempatkan diantara kedua pelat tersebut. Fungsi dielektrik tersebut dalam kapasitor adalah sebagai pemblokir untuk dapat meningkatkan kapasitas kapasitor.

  78. 5211418012

    4. – Komponen nya adalah transistor
    – Sistem pengapian elektronik tipe transistor merupakan sebuah rangkaian sistem pengapian yang memanfaatkan transistor untuk memutuskan arus listrik pada ignition coil. Dengan penggunaan transistor atau tidak memakai kontak pemutus maka sistem pengapian transistor ini membuat efisiensi tenaga listrik terjaga sehingga arus listrik yang dibutuhkan untuk pembakaran lebih maksimal. Hal ini tentu diakibatkan oleh tidak adanya percikan bunga api yang biasanya terjadi pada kontak pemutus yang menyebabkan sebagian energi hilang.

  79. 5211418003

    4. Komponen yang menggantikan peran kontak pemutus pada sisitem pengapian konvenisional pada sisitem pengapian elektronik adalah transisitor,transistor tersebut menggantikan peran platina.Sistem pengapian transistor memanfaatkan komponen transistor sebagai saklar elektronik untuk pemutus arus primer dan mengasilkan induksi eletromagnetik.
    Pengapian sistem transistor (eletronik) dibagi menjadi dua macam:
    1. Sistem pengapian semi transisitor
    2. Sistem pengapian fully transisitor

  80. 5211418003

    5. Diketahui
    C = 3 nF
    Permitivitas relatif ( Er ) = 5,4
    d = 1 mm = 0,001 m
    Permitivitas ruang hampa ( Eo ) = 8,854 x 10^-12
    Ditanya : A ?
    Di jawab :
    C = (Eo x Er x A) / A
    3 x 10^9 farad = ( 8,854 x 10 ^ -12 . 5,4 . A ) / 1 x 10 ^ -3 m
    3 x 10^9 farad = 47,8116 x 10^-12 A / 1 x 10^-3 m
    3 x 10^9 farad = 47,8116 x 10^-9 A
    A = 3 x 10^-9 / 47,8116 x 10^-9
    A = 0,062 m^2

  81. 5211418003

    6. Konstanta waktu adalah waktu yang di perlukan oleh kapasitor untuk mencapai 2/3 dari tegangan yang di berikan.
    Contoh :
    Alat penghapus air hujan pada mobil , jika saklar yang terdapat di dalam mobil tersebut di tarik mundur maka alat tersebut akan bergerak lalu diam / berhenti ( di sebut konstanta waktu ),jika saklar tersebut di tarik mundur lagi alat tersebut akan bergerak terus tanpa berhenti dan jika saklar tersebut di tarik mundur lagi alat tersebut akan bergerak terus tanpa berhenti dengan kecepatan yang lebih tinggi dari kecepatan awalnya.

  82. 5211418003

    7. Diketahui :
    C = 500 microfarad = 500 x 10^-6 farad
    E = 45 Joule

    Ditanya : V ?

    Di Jawab :
    E = 0,5 x C x V^2
    45 Joule = 0,5 . 500 x 10^-6 farad . V^2
    45 Joule = 250 x 10^-6 farad . V^2
    V^2 = 45 J / 250 x 10^-6 farad
    V^2 = 0,18 x 10^6
    V^2 = 18 x 10^4
    V^2 = 180000
    V = 424,26 Volt

    • 5211418003

      7. Diketahui :
      C = 500 microfarad = 500 x 10^-6 farad
      E = 45 Joule

      Ditanya : V ?

      Di Jawab :
      E = 0,5 X C X V^2
      V^2 = E / 0,5 C
      V^2 = 2E / C
      V = | 2E/C |^0,5
      V = | ( 2 X 45 Joule ) / ( 500 x 10^-6 farad )|^0,5
      V = | 90 joule / 500 x 10 ^-6 farad |^0,5
      V = (18 x 10^4)^0,5
      V = 424,26 volt

  83. 5211418003

    8. Contoh pengunaan kapasitor dalam bidang Teknik Mesin yaitu Pada kendaraan dengan pengapian konvensional berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api pada platina dan untuk memperkuat medan magnet koil pengapian serta sistem pengapian CDI ( Capacitor Discharge Ignition ) baik CDI dengan arus DC ( searah ) maupun CDI dengan arus AC ( bolak balik ) . CDI adalah sistem pengapian pada kendaraan bermotor yang memanfaatkan arus pengosongan muatan ( discharge current ) dari kondensator,yakni alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik,dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik

  84. 5211418012

    5. Diketahui
    C = 3 nF = 3 x 10^-9 F
    ε₀ = 8,854 x 10^-12
    εr = 5,4
    d = 1 mm = 1 x 10^-3

    Ditanya
    A = … ?

    Dijawab
    C = ε₀ x εr x A / d
    A = C x d / ε₀ x εr

    A = 3 x 10^-9 F x 1 x 10^-3 / 8,854 x 10^-12 x 5,4
    A = 3 x 10^-12 / 47, 8116 x 10 ^-12
    A = 0,0627 m^2
    A = 6,27 m^2

  85. 5211418007

    1)Sebuah Kapasitor yang sederhana pada dasarnya terdiri dari dua keping pelat paralel yang dipisahkan oleh daerah non-konduktif. Daerah non-konduktor ini biasanya menggunakan bahan yang pada umumnya disebut dengan bahan dielektrik. Yang dimaksud dengan “Bahan Dielektrik” adalah sejenis bahan isolator listrik yang dapat dipolarisasikan atau dikutubkan (polarized) dengan cara ditempatkannya ke dalam medan listrik. Bila bahan Dielektrik ditempatkan di medan listrik, muatan listrik tidak mengalir melalui bahan tersebut seperti pada bahan konduktor, namun hanya sedikit bergeser dari rata-rata posisi setimbangnya (equilibrium positions) sehingga menyebabkan polarisasi yang disebut dengan “polarisasi dielektrik”.

  86. 5211418007

    2)Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan2 dielektrik yg umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan2 positif akan mengumpul pd salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yg sama muatan2 negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi.
    Muatan positif tdk dapat mengalir menujuujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bhn dielektrik yang non-konduktif.
    Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung2 kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan – muatan positif dan negatif di awan.

  87. 5211418017

    6. Pada saat proses pengisian kapasitor diperlukan sebuah sumber tegangan konstan (Vin) yang digunakan untuk menyuplai muatan ke kapasitor dan sebuah resistor yang digunakan untuk mengatur konstanta waktu pengisian (τ) serta membatasi arus pengisian. Konstanta waktu yaitu waktu yang diperlukan kapasitor untuk mengisi atau melepaskan muatan dalam persentase tertentu dari nilai tegangan maksimum. Contohnya yaitu pada penyeka kaca mobil, ada jeda pada saat penyeka bergerak keatas dan kebawah, itu terjadi karena resistor mengatur konstanta waktu pengisian kapasitor.

  88. 5211418012

    6. Ketika sumber tegangan diterapkan ke rangkaian RC, Kapasitor, C mengisi melalui resistansi Resistor, R.

    Semua rangkaian atau sistem Kelistrikan atau Elektronik mengalami beberapa bentuk “penundaan waktu” antara input dan outputnya

    Penundaan (delay) ini umumnya dikenal sebagai waktu tunda atau Waktu Konstan dari rangkaian dan itu adalah respon waktu dari rangkaian ketika tegangan langkah atau sinyal diterapkan pertama kali. Konstanta waktu yang dihasilkan dari setiap rangkaian atau sistem elektronik akan terutama tergantung pada komponen reaktif baik kapasitif atau induktif yang terhubung dengannya dan merupakan pengukuran waktu respon dengan unit, Tau – τ.

    Contoh pengaplikasiannya adalah pada mekanisme gerakan wiper mobil

  89. 5211418024
    6. Konstanta waktu dalam pengisian kapasitor adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai muatan listrik pada kapasitor maksimum. Contohnya adalah konstanta waktu dalam pengisian kapasitor rangkaian RC.

  90. 5211418007

    3)Pengutuban bahan dielektrik dengan memaparkan medan listrik padanya mengubah muatan listrik pada kutub-kutub kapasitor

  91. 5211418007

    4)Pada sistem pengapian elektronik terdapat sebuah komponen yang fungsinya menggantikan fungsi platina pada sistem pengapian konvensional. Komponen tersebut transistor. Terdapat 3 terminal pada transistor, yaitu Emitor(E), Basis(B),dan Colektor(C). Terdapat 2 jenis transistor, yaitu PNP dan NPN. Pada sistem pengapian elektronik, jika menggunakan transistor PNP maka terminal E akan terhubung ke Baterai, terminal B akan terhubung ke pembangkit pulsa/pulser, sedangkan terminal C akan terhubung ke primer coil. jika menggunakan transistor NPN maka terminal B akan terhubung ke Baterai, terminal E akan terhubung ke pembangkit pulsa/pulser, sedangkan terminal C akan terhubung ke primer coil

  92. 5211418024
    7.
    Diketahui :
    C = 500 μF = 5 x 10^-4 F
    E = 45 J

    Ditanya :
    V = ?

    Dijawab :
    V^2 = 2E / C
    V^2 = 2 x 45 / 0,0005
    V^2 = 180000
    V = √180000
    V = 424,264 Volt

  93. 5211418017

    7. Diketahui : C = 500 F = 500 x 10^-6 F
    E = 45 J

    Ditanya : V…?
    Jawab :
    E = 0.5 CV^2
    V^2 = 2E / C
    V^2 = 2 x 45 J / 500 x 10^-6 F
    V^2 = 90 x 10^6 / 500
    V^2 = 18 x 10^4
    V = 300√2 Volt
    V = 424,26 Volt

  94. 5211418017

    8. Pengaplikasian komponen kapasitor dalam bidang teknik mesin yaitu komponen utama CDI (Capasitor Discharge Ignition), komponen penyeka kaca mobil, pengatur lampu hazard kendaraan, sistem lampu sein, dll.

  95. 5211418012

    7. diketahui
    C = 500 μF = 5 x 10^-4 F
    W = 45 J

    Ditanyakan
    v = …. ?

    Dijawab
    W = 0,5 x C x v^2
    v^2 = W / 0,5 x C
    v^2 = 45 J / 0,5 x 5 x 10^-4 F
    v^2 = 18 x 10^4
    v = 424,264 volt

  96. 5211418012

    8. Berikut contoh penggunaan kapasitor dalam bidang Teknik Mesin :

    1. Sebagai pemilih gelombang frekuensi.
    2. Sebagai peyimpan sementara arus listrik.
    3. Pada kendaraan dengan pengapian konvensional berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api pada platina dan untuk memperkuat medan magnet pada koil pengapian.
    4. Sebagai isolator atau penghambat arus DC.
    5. Sebagai konduktor yang dapat melewatkan arus AC.
    6. Sebagai kopling (penghubung dan pemutus) amplifier dari tingkat rendah ke tingkat lebih tinggi atau sebaliknya. Dan jika pada power supply digunakan untuk menghubungkan satu rangkaian tertentu dengan rangkaian lainnya.

  97. 5211418025

    3.Semakin luas kepingan pelat-pelatnya, semakin besar pula nilai kapasitansinya. Namun nilai kapasitansi ini berbanding terbalik dengan jarak antara kepingan pelat-pelatnya. Semakin dekat jarak antara kedua pelatnya, semakin besar pula nilai kapasitansinya.

  98. 5211418002

    1. Sebuah Kapasitor yang sederhana pada dasarnya terdiri dari dua keping pelat paralel yang dipisahkan oleh daerah non-konduktif. Daerah non-konduktor ini biasanya menggunakan bahan yang pada umumnya disebut dengan bahan dielektrik. Yang dimaksud dengan “Bahan Dielektrik” adalah sejenis bahan isolator listrik yang dapat dipolarisasikan atau dikutubkan (polarized) dengan cara ditempatkannya ke dalam medan listrik. Secara komersil, bahan-bahan dielektrik pada kapasitor dapat berupa kertas, film plastik, mika, kaca, keramik dan udara. Sementara pelat yang digunakan kapasitor dapat berupa cakram aluminium, aluminium foil ataupun lapisan tipis logam yang dipasangkan secara berlawanan sisi dengan dielektrik padat. Lapisan konduktor – dielektrik – konduktor biasanya digulung menjadi bentuk silinder ataupun dibiarkan rata.

  99. 5211418002

    2. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yg umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pd salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yg sama muatan2 negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi, Muatan ini tidak dapat bertemu karena terhalangi oleh bahan dielektrik. Yang memisahkan 2 plat tersebut. Muatan listrik ini akan tersimpan selama saklar dibuka, apabila saklar terhubung kapasitor akan membuang isinya.

  100. 5211418002

    3. Kapasitansi kapasitor sangat tergantung dengan sifat-sifat dielektrikum seperti permitivitas relatif pada media dielektrikum pada kedua plat dan permitivitas diruang hampa, apabila permivitas relatif media dielektrikum tinggi maka kapasitansi kapasitor juga akan tinggi. Selain itu apabila dimensi plat yang digunakan semakin luas maka kapasitansi kapsitor juga akan meningkat.

  101. 5211418025

    2.Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan2 positif akan mengumpul pd salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yg sama muatan2 negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi.Muatan positif tdk dapat mengalir menujuujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bhn dielektrik yang non-konduktif.Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung2 kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan – muatan positif dan negatif.

  102. 5211418002

    4. Komponen yang menggantikan peran kontak pemutus sistem pengapian konvensional pada sistem pengapian elektronik adalah transistor untuk memutus dan menghubungkan arus pada primer koil.jika pada pengapian konvensional pengapian dilakukan secara mekanis dengan membuka dan menutup kontak pemutus .Maka pada pengapian elekronik dilakukan secara elektronis melalui transistor yang difungsikan sebagai saklar atau pemutus arus.

  103. 5211418025

    4.Transistor Unit merupakan bagian dari sistem pengapian transistor yang berfungsi untuk saklar yang menggantikan peran dari kontak platina yaitu memutuskan dan menghubungkan arus listrik yang menuju ke primer koil. Transistor unit terdiri dari tiga kaki yaitu emiter, basis, dan colector. Transistor sendiri dapat berfungsi sebagai konduktor serta isolator. Pada umumnya transistor di bedakan menjadi dua yaitu transistor PNP dan transistor NPN. Yang membedakan adalah triger dari kedua jenis transistor tersebut, PNP membutuhkan triger arus negatif atau dari massa, sedangkan NPN membutuhkan triger arus positif.

  104. 5211418002

    5. Diketahui:
    C = 3 nF = 3 x 10^-9 F
    ε_r=5,4
    d = 1 mm = 1 x 10^-3 m
    ε_o=8,854 x 〖10〗^(-12)
    Ditanya: A = …?
    Dijawab:
    C = ε_r x ε_o x A / d
    3 x 10^-9 F = 5,4 x 8,854 x 10^-12 x A / 0,001 m
    A = 3 x 10^-9 F x 0,001 m / 4,78 x 10^-11
    A = 3 x 10^-12 / 4,78 x 10^-11
    A = 0,063 m^2

  105. 5211418025

    5.5. Diketahui :
    C = 3 nF = 3×10-9F
    Ɛ0 = 8,854 x 10-12
    K = 5,4
    D = 1mm = 1 x 10-3m
    Ditanya :
    A = ?
    Dijawab :
    C = Ɛ0 x K x A / d
    3×10-9 = 8,854 x 10-12 x 5,4 x A / 1 x 10-3
    3 x 10-12= 4,78 x 10-11 x A
    A = (3×10-12) / (4,78 x 10-11)
    A = 0.063 m2

  106. 5211418025

    6.Konstanta waktu adalah waktu itu akan mengambil untuk perbedaan potensial di seluruh kapasitor (dalam rangkaian RC) untuk meningkatkan ke tingkat yang sama sebagai tegangan yang dikenakan. Tegangan kapasitansi bermuara di rata-rata eksponensial. Tegangan atas kapasitor juga jatuh pada tingkat yang sama. Konstanta waktu satu (TC) sama dengan R x C. dua TC sama dengan 2 x(RC)
    Contoh konstanta waktu pada rangkaian RC

  107. 5211418025

    7. Diketahui :
    C = 500 μF = 5 x 10-4F
    E = 45 J
    Ditanya :
    V = ?
    Dijawab :
    V^2 = 2E / C
    V^2 = 2 x 45 Joule / 0,0005 F
    V = √180000
    V = 424,26 volt

  108. 5211418002

    6. Konstanta waktu merupakan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai muatan listrik pada kapasitor maksimum. Dapat dilihat dari T = R x C yang menunjukkan waktu yang diperlukan kapasitor untuk mencapai 2/3 dari tegangan maksimalnya.
    Penerapan konstanta waktu terdapat dalam kapsitor rangkaian RC. Waktu itu akan mengambil untuk perbedaan potensial di seluruh kapasitor (dalam rangkaian RC) untuk meningkatkan ke tingkat yang sama sebagai tegangan yang dikenakan.

  109. 5211418002

    7. Diketahui:
    C = 500 μF
    = 0,0005 F
    E = 45 Joule
    Ditanya: V = …?
    Dijawab:
    V^2 = 2E / C
    V^2 = 2 x 45 Joule / 0,0005 F
    V^2 = 180000
    V = √180000
    V = 424,26 volt

  110. 5211418002

    8. Penggunaan Kapasitor dalam bidang Teknik Mesin digunakan pada sistem kelistrikan motor, yaitu sistem pengapian CDI (Capacitor Discharge Ignition) baik CDI dengan arus DC (searah) maupun CDI dengan arus AC (bolak balik).
    Kapasitor dalam CDI unit bekerja menyimpan arus sementara (100 sampai 400 V) dari magnet yang telah diberikan lebih dulu oleh diode ketika SCR (Silicone Control Rectifier) belum aktif.

  111. 5211418014
    1.kontruksi dasar dari sebuah kapasitor dibuat dari dua lempeng plat logam yang keduanya tidak saling berhubungan dan terpasang sejajar, diantara lempeng tersebut terdapat sekat/dipisahkan oleh lapisan bahan dielektrik, jenis dari bahan dielektri inilah yang menentukan spesifikasi sekaligus nama dari capasitor, seperti : kertas, keramik, polyester, udara, gl dan cair.

  112. 5211418014
    2. Didalam kapasitor terdapat kaki terminal yang dihubungkan oleh 2 plat dielektrik, kedua kaki terminal diberi tegangan listrik maka muatan positif akan berkumpul pada salah satu kaki elektroda dan pada saat yang sama muatan negatif terkumpul pada ujung elektroda lainya, muatan ini tidak dapat saling bertemu karena terhalangi oleh bahan dielektrik yang sifatnya non konduktif. Muatan listrik elektron ini tersimpan pada bahan dielektrik selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung terminal kakinya.
    -kaki terminal kapasitor yang terhubung dengan terminal negatif baterai akan menerima elektron energi dari baterai.
    -kaki terminal kapasitor yang dihubungkan dengan terminal positif dari baterai akan membuang elektron yang diterima dari baterai.
    ketika muatan elektron memenuhi kapasitas dari kapasitor maka kapasitor akan memiliki tegangan yang sama dengan baterai.

  113. 5211418014
    3. jadi banyak muatan yang dapat ditampung oleh kapasitor ditentukan oleh material pembuatnya dan seberapa besar ukuran platnya. Hal ini mempengaruhi kemampuan kapasitor dalam menyimpan energi listrik, namun pemilihan bahan dielektrikum ini juga disesuaikan kebutuhan dengan melihat spesifikasi dari bahanya misal kertas atau keramik dan pemilihan plat juga sesuai dengan besarnya energi listrik yang dialirkan.

  114. 5211418014
    4. Komponenya bernama CDI (Capasitor Discharge Ignition), pada pengapian ini tidak diperlukan penyetelan seperti halnya pada pengapian konvensional yang masih memerlukan penyetelan celah pada platina. peran platina sebagai pemutus dan penyambung arus primer coil sudah digantikan oleh thryristor yang berperan sebagai skala otomatis. Karena komponen yang digunakan untuk menyambung dan memutuskan arus primer coil sudah secara elektronik sehingga tidak diperlukan kembali penyetelan.

  115. 5211418018

    4. Sistem pengapian transistor masuk dalam kategori semi elektronik. Sistem ini tidak lagi menggunakan platina melainkan sebuah transistor. Fungsinya untuk menggantikan peran platina. Transistor merupakan saklar elektronik yang memiliki tiga kaki. Saat kaki basis mendapatkan arus listrik walau kecil, maka kaki colector dan emitor akan terhubung. Namun jika kaki basis tidak mendapat suplai listrik, maka colector dan emitor akan terputus.

  116. 5211418018

    5 D1
    C = 3 nF = 3.10^-9 F
    d = 1mm = 1.10^-3 m
    E0 = 8.854 . 10^-12
    Er = 5.4
    D2
    A = …. ?
    D3
    C = E0.Er.A / d
    A = d.C / E0.Er
    A = 1.10^-3 . 3.10^-9 / 8.854.10^-12 . 5.4
    A = 3.10^-12 / 47.8116.10^-12
    A = 0.06274 m^2

  117. 5211418015

    1) kontruksi dasar dari sebuah kapasitor yang dibuat dari dua lempengan plat logam yang keduanya tidak terhubung, diantara lempengan terdapat isolator yang terbuat dari bahan kertas, keramik, udara

  118. 5211418008

    1. Konstruksi Dasar Kapasitor yaitu berupa dua plat konduktor (misal plat atas A dan plat bawah B) yang ditengahnya diberi sekat bahan isolator yang disebut dielektrik. Ada macam-macam kapasitor:
    • kapasitor pita polimer.
    • kapasitor keramik.
    • kapasitor mika, dll.

  119. 5211418008

    2. Dimana struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan2 dielektrik yg umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan2 positif akan mengumpul pd salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yg sama muatan2 negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi.
    Muatan positif tdk dapat mengalir menujuujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bhn dielektrik yang non-konduktif.
    Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung2 kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan – muatan positif dan negatif di awan.

  120. 5211418015

    2) didalam kapasitor terdapat kaki terminal yang dihubungkan oleh 2 plat dielektrik, kedua kaki terminal diberikan tegangan listrik maka muatan positif akan berkumpul pada salah satu kaki elektroda dan pada saat yang sama muatan yang negatif terkumpul pada salah satu ujung elektroda yang lain, muatan ini tidak saling bertemu karena terhalang oleh isolator
    -kaki terminal kapasitor yang terhubung dengan terminal negatif baterai akan menerima elektron energi dari baterai
    -pada kaki terminal kapasitor yang terhubung dengan terminal positif dari baterai akan membuang elektron yang diterima dari baterai
    Ketika muatan elektron memenuhi kapasitas dari kapasitor maka kapsitor akan memiliki tegangan tegangan yang sama dengan baterai

  121. 5211418018

    6. Konstanta waktu ialah dimana jika saklar ditutup, maka kapasitor membuang isinya. jika saklar dibuka kembali, kapasitor akan terisi. Waktu yang diperlukan oleh kapasitor untuk mencapai 2/3 dari tegangan yang diberikan disebut konstanta waktu untuk rangkaian tersebut. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Kapasitor adalah Komponen yang menyimpan muatan listrik sehingga memerlukan Waktu dalam penyimpanan dan pembuangan muatan listrik.
    T = R x C
    Bila nilai Resistansi ( R ) kecil, maka arus akan lebih mudah mengalir sehingga proses pengisian muatan listrik pada Kapasitor pun akan semakin cepat. Sebaliknya, semakin besar nilai Resistansinya, semakin lambat waktu pengisiannya.
    contoh = pada kipas kaca mobil, dimana ada jeda waktu untuk kipas bergerak.

  122. 5211418008

    3. kapasitas kapasitor adalah ukuran jumlah muatan listrik yang disimpan (atau dipisahkan) untuk sebuah potensial listrik yang telah ditentukan pada kapasitor. Jika sifat-sifat dielektrikumnya tinggi maka kapasitas kasitornya tinggi, dan sebaliknya. Dan jika dimensi platnya lebar atau luas maka semakin besar pula kapasitas kapasitornya, tetapi jika dimensi platnya semakin kecil maka kapasitas kapasitornya juga akan sedikit.

  123. 5211418018

    7, D1
    C = 500 uF = 0,0005 F
    E = 45 J
    D2
    V = …?
    D3
    E = 0,5 CV^2
    V^2 = E / 0,5 C
    V^2 = 2E / C
    V^2 = 2.45 J / 0.0005 F
    V^2 = 180000 V
    V = 424.26 V

  124. 5211418018

    8. Contoh penggunaan kapasitor dalam bidang teknik mesin :

    Aplikasi/penggunaan kapasitor pada sistem kelistrikan sepeda motor bisa ditemukan dalam rangkaian sistem pengapian konvensional (menggunakan platina) , dan pengapian CDI (Capacitor Discharge Ignition) baik CDI dengan arus DC (searah) maupun CDI dengan arus AC (bolak balik).

  125. 5211418011

    1. Konstruksi nya terdiri dari 2 keping plat logam paralel yang di pisahkan oleh daerah non-konduktif atau bahan di elektrik. Bahan ini adalah bahan sejenis isolator listrik yang dapat dikirimkan dengan cara ditempatkan ke dalam Medan listrik.

  126. 5211418021

    5
    Diketahui
    C = 3 nF = 0,000000003 F
    Permitifitas Relatif = 5,4
    Permitifitas ruangan = 8,854 x 10^-12. = 0,000000000008854
    d = 1 mm= 0,001 m
    Ditanyakan A ?
    Dijawab
    C= permitifitas relative x permitifitas ruangan x A /d
    A=Cxd/ (permitifitas Relatif xPermiifitas Ruangan)
    A=0,000000003 F x 0,001 m / ( 0,000000000008854 x 5,4 )
    =0,062746m^2

  127. 5211418008

    6. Konstanta Waktu Rangkaian ini pada umumnya dipengaruhi oleh Komponen Reaktif seperti Kapasitor yang terhubung didalamnya. Satuan pengukuran Konstanta Waktu pada rangkaian Elektronika ataupun listrik adalah “Tau” atau simbol “τ”.
    Contohnya yaitu pengisian pada RC (Resistor Capasitor).

  128. 5211418021

    6 Konstanta waktu adalah waktu yang diperlukan untuk 2/3 tegangan listrik yang penuh, disebut juga Penundaan Waktu (Time Delay) yang dipengaruhi oleh Komponen Reaktif seperti Kapasitor yang terhubung didalamnya. Satuan pengukuran Konstanta Waktu pada rangkaian Elektronika ataupun listrik adalah “Tau”.
    Contohnya adalah pada pengelap kaca mobil saat hujan yang bisa disesuaikan dengan curah hujan yang berlangsung.

  129. 5211418021
    8) contoh aplikasi kapaitor pada bidang teknik mesin adalah pada CDI motor. CDI adalah singkatan dari Capacitor Discharge Ignition yang merupakan salah satu sistem pengapian mesin sepeda motor. Mesin tersebut memanfaatkan energi yang sebelumnya disimpan pada kapasitor. Energi kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan tegangan yang tinggi pada koil pengapian. Hingga akhirnya tekanan tinggi menghasilkan sebuah spar di dalam busi.

  130. 5211418011

    2. Ketika kedua kaki terminal di beri tegangan listrik , makan muatan (+) akan berkumpul pada salah satu kaki elektroda dan pada saat yang sama muatan (-) terkumpul pada ujung elektroda lainnya. Maka sifat muatan akan saling tarik menarik, tetapi muatan tidak dapat saling bertemu karena terhalangi oleh bahan di elektrik yang sifatnya non-konduktif. Jadi muatan listrik akan terjebak pada masing-masing kaki elektroda atau plat. Kaki elektroda membutuhkan waktu untuk mengisi muatan (charge) hingga mencapai tegangan maks, dan muatan elektron tersimpan pada bahan di elektrik selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung terminal kakinya.

  131. 5211418021

    1) Kontruksi dasar dari kapasitor yaitu terdiri dari dua plat yang dipisahkan oleh bahan isolator dimana bila disambungkan oleh baterai kutub positif maka di plat tersbeut akan menumpuk ion-ion atau muatan-muatan positif. Begitupun sebaliknya, bila dihubungkan dengan kutub batrai negative maka di plat akan menumpuk ion-ion atau muatan-muatan negative.

  132. 5211418008

    4. Komponen yang dapat menggantikan peran kontak pemutus pada sistem pengapian konvensional pada sistem pengapian elektronik yaitu transistor, yang mana kontak pemutus (platina) akan digantikan dengan transistor yang sistem pengapiannya memanfaatkan komponen transistor itu sendiri, yang dapat memutuskan arus primer. Dimana pengapian sistem elektronik ada 2 macam yaitu pengapian semi dan full transistor.

  133. 5211418005
    1. konstruksi dasar dari sebuah kapasitor adalah komponen pasif (tidak aktif) yang dapat menyimpan energy listrik dalam bentuk medan elektrostatik

  134. 5211418015

    6) konstanta waktu merupakan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai muatan listrik pada kapasitor maksimum. Dapat dilihat dari T = R x C yang menunjukkan waktu yang diperlukan kapasitor untuk mencapai 2/3 dari tegangan maksimalnya

  135. 5211418005
    2. kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Jika kedua ujung plat diberi tegangan listrik, maka muatan2 positif akan mengumpul pada salah satu daerah dan pada saat yang sama muatan2 negatif terkumpul pada ujung daerah satu lagi.Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang tidak terhubung.Muatan elektrik ini akan tersimpan selama kedua ujung plat tidak di hubungkan.

  136. 5211418005
    3. Maksudnya adalah Sesuai dengan sifatnya yang seperti baterai rechargeable kapasitor dapat menyimpan energy maximal sesuai dengan tegangan aslinya dan tidak akan habis jika tidak bocor

  137. 5211418005
    4. Sistem pengapian elektronik memanfaatkan transistor untuk memutus dan menghubungkan arus primer koil. Jika pada sistem pengapian konvensional pemutus arus primer koil dilakukan secara mekanis dengan membuka dan menutup kontak pemutus , maka pada sistem pengapian elektronik pemutus arus primer koil dilakukan secara elektronis melalui suatu power transistor yang difungsikan sebagai saklar.

  138. 5211418005
    5.Diketahui :
    C = 3 nF = 3×10-9F
    Ɛ0 = 8,854 x 10-12
    K = 5,4
    D = 1mm = 1 x 10-3m
    Ditanya :
    A = ?
    Dijawab :
    C = Ɛ0 x K x A / d
    3×10-9 = 8,854 x 10-12 x 5,4 x A / 1 x 10-3
    3 x 10-12= 4,78116 x 10-11 x A
    A = (3×10-12) / (4,78116 x 10-11)
    A = 0.06274627914565 m2

  139. 5211418005
    6. Konstanta waktu adalah jeda waktu yang di gunakan untuk mengambil energi di seluruh kapasitor maximal meningkatkan ke tegangan yang sama.
    Contohnya : lampu sen , pembersih kaca mobil.

  140. 5211418005
    7. Diketahui :
    C = 500 μF = 5 x 10-4F
    E = 45 J
    Ditanya :
    V = ?
    Dijawab :
    V^2 = 2E / C
    V^2 = 2 x 45 Joule / 0,0005 F
    V^2 = 180000
    V = √180000
    V = 424,26 volt

  141. 5211418015

    4) Komponen Transistor pada sistem pengapian elektronik yang menggantikan peran kontak pemutus pada sistem pengapian konvensional karena transistor berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus primer pada kumparan koil dilakukan secara elektronis melalui komponen transistor difungsikan sebagai saklar.

  142. 5. Diket : C = 3nF
    d = 1mm = 0.001m
    Er = 5.4
    E0 = 8.854×10^-¹²
    Ditanya…?
    Jawab = C = E0.Er.A/d
    3×10^9 farad = 8.854×10^-¹²x5.4xA /
    1×10^-³m
    3×10^9 farad = 47.811×10^-¹²xA /
    1×10^-³m
    3×10^9 farad = 47.8116×10^-9xA
    A = 3×10^9 / 47.8116×10^-9
    A = 0.062 m^-²

  143. 5211418008

    8. Contoh penggunaan kapasitor dalam teknik mesin yaitu:
    • Digunakan pada CDI motor (baik arus AC maupun DC).
    • Untuk penghematan listrik pada bolam motor dan mobil.
    • Digunakan dalam pengapian konvensional (menggunakan platina), dll.

  144. 5211418021
    2) ketika kedua kaki terminal diberi tegangan listrik maka muatan positif ajkan berkumpul pada salah satu kaki elektroda dan pada saat bersamaan muatan negatif terkumpul pada ujunh elektroda lainnya, muatan ini tidak dapat saling bertemu karena terhalangi oleh bahan dielektrik yang bersifat non konduktif

  145. 5211418004

    1. Pada dasarnya kontruksi sebuah kapasitor terdiri dari 2 buah plat yaitu plat A yang berada diatas dan Plat B yang ada dibawah kedua plat ini dipisahkan oleh daerah isolator atau non-konduktor. Pada daerah isolator biasanya terdapat bahan dielektrik yang dapat berupa kertas, logam, keramik, dll. Kapasitor berfungsi untuk menyimpan muatan listrik (untuk sementara) yang dimana ketika pada keadaan tertentu muatannya dapat dikeluarkan kembali.

  146. 5211418021

    7)
    Diketahui
    C=500 μF = 500 x 0,000000000001 = 0,0000000005 F
    E=45 Joule
    Ditanyakan V =
    C=EV^2
    V^2=ExV
    V ^2=0,0000000005F x 45 J
    =0,00015 Volt

  147. 7. Diket = C = 500 mikrofarad = 500×10^-6 F
    W = 45J
    Ditanya V?
    Jawab = W = 1/2.q²/C
    45 = 1/2.q²/500×10^-6
    1/2q² = 500×10^-6 x 45
    q² = 500×10^-6 x 45 /2
    q² = 0.01125
    q = √0.01125
    q= 0.10

    V = q/C
    V = 0.106/500×10^-6
    V = 2.12×10^-10 volt

  148. 5211418004

    2. Kapasitor menggunakan suatu medan elektrostatik untuk menyimpan muatan listrik. Jika kapasitor dihubungkan dengan suatu sumber tegangan, maka muatan listrik akan tersimpan pada kapasitor tersebut. Sebuah kapasitor kaki terminal terhubung dengan 2 plat metal dielektrik, ketika kaki terminal terhubung dengan sumber tegangan maka muatan positif akan berkumpul pada salah satu elektroda yaitu pada plat A dan muatan negatif berkumpul juga pada elektroda lainnya yaitu pada plat B. Muatan ini tidak dapat bertemu karena terhalangi oleh bahan dielektrik. Yang memisahkan 2 plat tersebut. Muatan listrik ini akan tersimpan selama saklar dibuka, apabila saklar terhubung kapasitor akan membuang isinya.

  149. 5211418004

    3. Kapasitansi kapasitor sangat tergantung dengan sifat-sifat dielektrikum, seperti permitivitas relatif pada media dielektrikum pada kedua plat dan permitivitas diruang hampa. Apabila permitivitas relatif media dielektrikum tinggi maka kapasitansi kapasitor juga akan tinggi. Penggunaan dielektrum tergantung dari kebutuhan penggunanya. Selain itu apabila dimensi plat yang digunakan penampangnya semakin luas maka kapasitansi kapasitor juga akan meningkat.

  150. 5211418021
    3) Kapasitansi ditentukan oleh sifat-sifat dielektrikum dan dimensi platnya. Kapasitansi dihitung dengan persamaan berikut
    C = ε0 x ε1 X A / d
    Dimana
    C sebagai kapatifitas
    ε0 Sebgai kapatifitas ruang hampa
    ε1Sebgai kapatifitas benda
    d sebagai jarak
    oleh karenanuya kapasitansi deipengaruhi oleh sifat dielektrikum dan dimensi platnya

  151. 5211418004

    4. Komponen Transistor pada sistem pengapian elektronik yang menggantikan peran kontak pemutus pada sistem pengapian konvensional Jika pada sistem pengapian konvensional pemutus arus primer koil dilakukan secara mekanis atau manual dengan cara membuka dan menutup kontak pemutus sistem, sedangkan transistor berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus primer pada kumparan koil dilakukan secara elektronis melalui komponen transistor difungsikan sebagai saklar.

  152. 5211418004

    5. Diketahui :
    C = 3 nF = 3 x 10^-9 F
    ε_r =5,4
    d = 1 mm = 1 x 10^-3 m
    ε_o =8,854 x 〖10〗^(-12)

    Ditanyakan :
    A = …?

    Jawab :
    C = ε_r x ε_o x A / d
    3 x 10^-9 F = 5,4 x 8,854 x 10^-12 x A / 0,001 m
    A = 3 x 10^-9 F x 0,001 m / 4,78 x 10^-11
    A = 3 x 10^-12 / 4,78 x 10^-11
    A = 0,063 m^2

  153. 5211418006
    2.) pada sebuah kapasitor dapat menyimpan muatan listrik menggunakan suatu medan elektrostatik. apabila kapasitor di hubungkan dengan suatu sumber tegangan, maka kapasitor akan menyimpan muatan listrik tersebut.

  154. 5211418014
    5. Diketahui C = 3 nf = 3 x 10-9 F
    Ɛr = 5,4
    d = 1mm = 0,1 x 10-3 m
    Ɛ0 = 8,854 x 10-12
    Ditanya A?
    Jawab
    C = (Ɛr.Ɛ0.A )/d
    A = Cd/(Ɛr.Ɛ0.)
    A = (3 x 〖10〗^(-9) . 0,1 x 〖10〗^(-3))/(5,4 . 8,854 x 〖10〗^(-12) )
    A = 0,0062746 m2

  155. 5211418026
    1. Konstruksi dasar dari kapasitor adalah dua buah pelat dimana diantara pelat tersebut ada penyekat. Biasanya menggunakan bahan yang pada umumnya disebut dengan bahan dielektrik. Yang dimaksud dengan Bahan Dielektrik adalah sejenis bahan isolator listrik yang dapat dipolarisasikan atau dikutubkan (polarized) dengan cara ditempatkannya ke dalam medan listrik.

  156. 5211418004

    6. Konstanta waktu merupakan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai muatan listrik pada kapasitor maksimum. Dapat dilihat dari T = R x C yang menunjukkan waktu yang diperlukan kapasitor untuk mencapai 2/3 dari tegangan maksimalnya.
    Penerapan konstanta waktu terdapat dalam kapsitor rangkaian RC.

  157. 5211418026
    2. Kapasitor dapat menyimpan energi jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif.

  158. 5211418026
    3. Nilai kapasitansi atau kapasitas muatan kapasitor bergantung pada bahan dielektrik yang digunakannya. Jika konstanta bahan dielektrik atau permitivitas bahannya bernilai besar maka nilai kapasitansinya juga akan menjadi besar. Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat kapasitansi kapasitor adalah luas daerah permukaan kepingan pelat dan jarak antara pelat paralel tersebut. Semakin luas kepingan pelat-pelatnya, semakin besar pula nilai kapasitansinya. Namun nilai kapasitansi ini berbanding terbalik dengan jarak antara kepingan pelat-pelatnya. Semakin dekat jarak antara kedua pelatnya, semakin besar pula nilai kapasitansinya

  159. 5211418026
    4. Komponen yang menggantikan peran kontak pemutus sistem pengapian konvensional pada sistem pengapian elektronik adalah transistor. Untuk prinsip kerja sendiri, hampir sama dengan pengapian konvensional. Saat kunci kontak ON maka arus dari baterai mengalir ke ignition coil dan output coil terhubung ke kaki transistor. Transistor merupakan saklar elektronik yang memiliki tiga kaki. Saat kaki basis mendapatkan arus listrik walau kecil, maka kaki colector dan emitor akan terhubung. Namun jika kaki basis tidak mendapat suplai listrik, maka colector dan emitor akan terputus. Saat mesin belum menyala, kaki basis akan mendapatkan suplai arus sehingga emitor dan colector terhubung. Akibatnya ada kemagnetan di ignition coil. Saat mesin starting, komponen pulser akan mengirimkan sinyal dengan frekuensi tertentu yang menandakan timing pengapian. Sinyal ini akan memutuskan dan menyambungkan arus basis dengan interval tertentu. Saat arus basis terputus, terjadi induksi elektromagnetik pada coil. Hasilnya tegangan tinggi dari koil sekunder yang disalurkan ke busi.

  160. 5211418026
    5. Diket : C = 3 nF = 3×10^-9 F
    ɛ0 = 8,854×10^-12
    ɛr = 5,4
    d = 1mm = 0,1×10^-3 m
    ditanya = A..?
    jawab = C = ɛ0× ɛr×A / d
    A = C×d / ɛ0× ɛr
    A = 3×10^-9 × 0,1×10^-3 / 8,854×10^-12×5,4
    A = 0,3×10^-12 / 47,8116×10^-12
    A = 0,0062746 m2

  161. 5211418026
    6. Konstanta waktu merupakan perkalian antara resistansi dan kapasitansi. Bila nilai Resistansi ( R ) kecil, maka arus akan lebih mudah mengalir sehingga proses pengisian muatan listrik pada Kapasitor pun akan semakin cepat. Sebaliknya, semakin besar nilai Resistansinya, semakin lambat waktu pengisiannya.
    Contoh
    Diketahui nilai Resistansi R adalah 1.000 Ohm dan nilai Kapasitansi C adalah 1µF. Berapakah Waktu Konstantanya ?
    Diketahui :
    R = 1000 Ohm
    C = 1µF
    τ = ?
    Jawaban :
    τ = R x C
    τ = 1000 x 0,000001
    τ = 0,001 detik
    Jadi Konstanta Waktu pada Rangkaian RC tersebut adalah 0,001 detik atau milidetik.

  162. 5211418026
    7. Diket : C = 500 µF = 5×10^-4 F
    E = 45 J
    ditanya = V..?
    jawab = E = 0,5 CV^2
    V^2 = E / 0,5 C
    V^2 = 45 / 0,5 × 5×10^-4
    V^2 = 2 × 45 / 5×10^-4
    V = [ 90 / 5×10^-4 ]^0,5
    V = 424,3 V

  163. 5211418026
    8. Penggunaan kapasitor dalam bidang Teknik mesin yaitu salah satunya digunakan sebagai filter dalam rangkaian power supply (Catu Daya) dan sebagai kopling

  164. 5211418014
    6. Respon waktu dari rangkaian ketika tegangan langkah atau sinyal diterapkan pertama kali. Konstanta waktu yang dihasilkan dan setiap rangkaian atau sistem elektronik terutama tergantung pada komponen reaktif baik kapasitif atau induktif yang terhubung denganya dan merupakan pengukuran waktu respon dengan unit. Contohnya pada lampu tanda belok pada kendaraan karena menggukan rangkaian kapasitor.

  165. 5211418004

    7. Diketahui:
    C = 500 μF = 0,0005 F
    E = 45 Joule

    Ditanyakan :
    V = …?

    Jawab:
    V^2 = 2E / C
    V^2 = 2 x 45 Joule / 0,0005 F
    V^2 = 180000
    V = √180000
    V = 424,26 volt

  166. 5211418004

    8. Penggunaan Kapasitor pada bidang teknik mesin biasanya digunakan pada sistem kelistrikan motor, yaitu sistem pengapian CDI. Kapasitor dalam CDI unit bekerja menyimpan arus sementara (100 sampai 400 V) dari magnet yang telah diberikan lebih dulu oleh diode ketika SCR (Silicone Control Rectifier) belum aktif.

  167. 5211418010
    1) Sebuah kapasitor pada dasarnya terdiri dari 2 buah plat yang dipisahkan oleh daerah isolator atau non-konduktor. Pada plat bagian atas disebut Plat A dan plat bagian bawah disebut plat B. Pada daerah isolator biasanya terdapat bahan dielektrik yang dapat berupa kertas, logam, keramik, dan sebagainya.

  168. 5211418011

    3. Karena dalam rumus kapasitansi kapasitor ditentukan oleh sifat elektrikum (jenis bahan) dan dimensi platnya. yaitu

    C= εo.εr.A/d

    C=kapasitansi dalam farad
    εo = permitivitas ruang hampa
    εr = permitivitas relatif
    d = jarak antar kedua plat
    A = Luas penampang

  169. 5211418014
    7.
    Diketahui C= 500 µF = 5 x 10-4
    E= 45J
    Ditanya V?
    Jawab
    V2 = E/0.5C
    = 2E/C
    V = |2E/C|^0.5
    V = |(2 . 45)/(5 x 〖10〗^(-4) )|^0.5
    V = 180.000^0.5
    V = √180.000
    V = 424,26N V

  170. 5211418014
    8. Kapasitor digunakan pada sistem pengapian konvensional yang menggunakan platina, platina berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api yang terjadi pada saat platina mulai membuka. Dan pada saat platina mulai menutup maka arus yang disimpan pada kondensor aka dikeluarkan dengan tujuan menambah aliran arus primer.

  171. 5211418010
    2) Sebuah kapasitor kaki terminal terhubung dengan 2 plat metal dielektrik, ketika kaki terminal terhubung dengan sumber tegangan maka muatan positif akan berkumpul pada salah satu elektroda yaitu pada plat A dan muatan negatif berkumpul juga pada elektroda lainnya yaitu pada plat B. Muatan ini tidak dapat bertemu karena terhalangi oleh bahan dielektrik. Yang memisahkan 2 plat tersebut. Muatan listrik ini akan tersimpan selama saklar dibuka, apabila saklar terhubung kapasitor akan membuang isinya.

  172. 5211418010
    3) Kapasitansi kapasitor sangat tergantung dengan sifat-sifat dielektrikum seperti permitivitas relati fpada media dielektrikum pada kedua plat dan permitivitas diruang hampa, apabila permivitas relatif media dielektrikum tinggi maka kapasitansi kapasitor juga akan tinggi. Selain itu apabila dimensi plat yang digunakan semakin luas maka kapasitansi kapsitor juga akan meningkat.

  173. 5211418011

    4. Bisa menggunakan sistem pengapian CDI karena kapasitor sebagai komponen utama. karena kapasitor berfungsi menyimpan arus untuk dilepaskan ke ignition coil. CDI menggunakan metode pengaliran arus tegangan tinggi untuk menghasilkan output yang lebih besar.

  174. 5211418007

    6)Penundaan Waktu (Time Delay)” antara INPUT dan OUTPUT. Penundaan Waktu tersebut biasanya dikenal dengan istilah “Konstanta Waktu Rangkaian

    Banyak juga Rangkaian Elektronika yang menggunakan Konstanta Waktu ini untuk memberikan penundaan waktu ataupun perenggangan waktu pada sinyal tertentu. Salah satu Rangkaian Konstanta Waktu yang paling sering ditemui adalah Konstanta Waktu yang menggunakan Kapasitor dan Resistor atau sering disebut dengan Rangkaian RC (Resistor Capacitor). Seperti yang telah kita ketahui bahwa Kapasitor adalah Komponen yang menyimpan muatan listrik sehingga memerlukan Waktu dalam penyimpanan dan pembuangan muatan listrik.

    Pada prinsipnya, Suatu Rangkaian RC yang diberikan Tegangan DC membutuhkan waktu untuk mengisi muatan listrik pada Kapasitor hingga penuh. Demikian juga saat Tegangan DC tersebut dilepas, Kapasitor yang bersangkutan juga membutuhkan waktu tertentu untuk mengosongkan isi muatan listriknya. Dengan prinsip yang sederhana ini, proses penundaan waktu (delay time) dapat dilakukan oleh sebuah Rangkaian RC.

  175. 5211418010
    4) komponen transistor pada sistem pengapian elektronik yang menggantikan peran kontak pemutus pada sistem pengapian konvensional jika pada sistem pengapian konvensional pemutus arus primer koil dilakukan secara mekanis atau manual dengan cara membuka dan menutup kontak pemutus sistem, sedangkan transistor berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus primer pada kumparan koil dilakukan secara elektronis melalui komponen transistor difungsikan sebagai saklar.

  176. 5211418019

    3). kapasitas kapasitor tergantung pada bahan dielektrik yang digunakan. Jika konstanta bahan dielektrik atau permitivitas bahannya bernilai besar, maka nilai kapasitansinya juga besar. Semakin luas kepingan pelat-pelatnya, semakin besar pula nilai kapasitansinya. Tetapi nilai kapasitansi ini berbanding terbalik dengan jarak antara kepingan pelat-pelatnya. Jika semakin dekat jarak antara kedua pelatnya,semakin besar pula nilai kapasitansinya.

  177. 5211418011

    5. Dik : C= 3 nF, εr = 5,4 , εo = 8,854 x 10-12 , d = 1 mm
    Dit : A = … ?
    Jawab :
    C= εo.εr.A/d
    A = C.d /εo.εr
    = 3 x 10^(-9) . 10^(-3)/ 8,854 x 10^(-12) . 5,4
    = 6,3x 10^-2 m^2

  178. 5211418011

    6. Jika nilai R kecil, maka arus akan mudah mengalir jadi pengisian bisa lebih cepat. Sebaliknya, jika nilai R (resistensi) besar , maka semakin lambat waktu pengisian nya.
    Maka dari itu, didapatkan rumus :
    T = RxC

    T = Konstanta waktu dalam satuan detik (s)
    R = Resistensi / Hambatan dalam Ohm
    C = Kapasitansi dalam Farad (F)

    Contoh :
    Dari rangkain RC diatas, diketahui nilai R adalah 5000 Ohm dan nilai C adalah 2μF. Berapakah waktu konstantanya ?

    Dik : R = 5000 Ohm, C = 2μF

    Dit : T = … ?

    Jawab :
    T = RxC
    = 5000 x 0,000002
    = 0,01 s
    Jadi Konstanta waktu nya adalah 0,01 detik

  179. 5211418006
    4.) Transistor, merupakan komponen pengganti kontak pemutus untuk memutuskan arus listrik pada ignition coil. Dengan penggunaan transistor atau tidak memakai kontak pemutus maka sistem pengapian transistor ini membuat efisiensi tenaga listrik terjaga sehingga arus listrik yang dibutuhkan untuk pembakaran lebih maksimal. Hal ini tentu diakibatkan oleh tidak adanya percikan bunga api yang biasanya terjadi pada kontak pemutus yang menyebabkan sebagian energi hilang.

  180. 5211418011

    7. Dik : C = 500 μF ,

    Dit : V = … ?

    Jawab :
    E= 0,5 . C . V
    V^2 = E/0,5 . C
    = 25/0,5 . 5×10^-4
    = 100000
    V= 316,23 V

  181. 5211418007

    8)1.Sebagai penyaring atau filter di dalam rangkaian power supply atau pada sistem radio.
    2.Sebagai pemilih gelombang frekuensi.
    3.Sebagai peyimpan sementara arus listrik.
    4.Pada kendaraan dengan pengapian konvensional berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api pada platina dan untuk memperkuat medan magnet pada koil pengapian.
    5.Sebagai pembangkit frekuensi pada rangkaian antena
    6.Sebagai isolator atau penghambat arus DC.
    7.Sebagai konduktor yang dapat melewatkan arus AC.
    8.Sebagai kopling (penghubung dan pemutus) amplifier dari tingkat rendah ke tingkat lebih tinggi atau sebaliknya. Dan jika pada power supply digunakan untuk menghubungkan satu rangkaian tertentu dengan rangkaian lainnya.

  182. 5211418010
    5) Diketahui:
    C = 3 nF = 3 x 10^-9 F
    εr=5,4
    d = 1 mm = 1 x 10^-3 m
    εo=8,854 x 〖10〗^(-12)
    Ditanya:
    A = …?
    Dijawab:
    C = εr x εo x A / d
    3 x 10^-9 F = 5,4 x 8,854 x 10^-12 x A / 0,001 m
    A = 3 x 10^-9 F x 0,001 m / 4,78 x 10^-11
    A = 3 x 10^-12 / 4,78 x 10^-11
    A = 0,063 m^2

  183. 5211418006

    6.) Penundaan Waktu tersebut biasanya dikenal dengan istilah “Konstanta Waktu Rangkaian”. Dalam bahasa Inggris Konstanta Waktu disebut dengan “Time Constant”. Konstanta Waktu Rangkaian ini pada umumnya dipengaruhi oleh Komponen Reaktif seperti Kapasitor yang terhubung didalamnya.

    Konstanta Waktu ini di gunakan untuk memberikan penundaan waktu ataupun perenggangan waktu pada sinyal tertentu. Salah satu Rangkaian Konstanta Waktu yang paling sering ditemui adalah Konstanta Waktu yang menggunakan Kapasitor dan Resistor atau sering disebut dengan Rangkaian RC (Resistor Capacitor). Seperti yang telah kita ketahui bahwa Kapasitor adalah Komponen yang menyimpan muatan listrik sehingga memerlukan Waktu dalam penyimpanan dan pembuangan muatan listrik.

  184. 5211418023

    6). setiap rangkaian Elektronika maupun Listrik mengalami masalah Penundaan Waktu antara input dan output. Penundaan Waktu tersebut biasanya dikenal dengan istilah “Konstanta Waktu Rangkaian”. Konstanta Waktu Rangkaian ini pada umumnya dipengaruhi oleh Komponen Reaktif seperti Kapasitor yang terhubung didalamnya.
    contoh yang tepat adalah Suatu Rangkaian RC yang diberikan Tegangan DC membutuhkan waktu untuk mengisi muatan listrik pada Kapasitor hingga penuh. Demikian juga saat Tegangan DC tersebut dilepas, Kapasitor juga membutuhkan waktu untuk mengosongkan isi muatan listriknya. Dengan prinsip yang sederhana ini, proses penundaan waktu dapat dilakukan oleh sebuah Rangkaian RC.

  185. 5211418023

    8) contoh penggunaan kapasitor dalam bidang teknik mesin adalah Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada sebuah saklar

  186. 5211418019

    4)Sistem pengapian elektronik terdapat sebuah komponen yang fungsinya menggantikan fungsi platina pada sistem pengapian konvensional. Komponen tersebut disebut transistor. Terdapat 3 terminal pada transistor, yaitu Emitor(E), Basis(B),dan Colektor(C). Terdapat 2 jenis transistor, yaitu PNP dan NPN. Pada sistem pengapian elektronik, jika menggunakan transistor PNP maka terminal E akan terhubung ke Baterai, terminal B akan terhubung ke pembangkit atau pulser, sedangkan terminal C akan terhubung ke primer coil. jika menggunakan transistor NPN maka terminal B akan terhubung ke Baterai, terminal E akan terhubung ke pembangkit atau pulser, sedangkan terminal C akan terhubung ke primer coil.

  187. 5211418010
    6) Konstanta waktu merupakan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai muatan listrik pada kapasitor maksimum. Dapat dilihat dari T = R x C yang menunjukkan waktu yang diperlukan kapasitor untuk mencapai 2/3 dari tegangan maksimalnya.

    *Penerapan konstanta waktu terdapat dalam kapsitor rangkaian RC

  188. 5211418022

    2.Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan2 positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yg sama muatan2 negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tdk dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bhn dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung2 kakinya.

  189. 5211418010
    7) Diketahui:
    C = 500 μF = 0,0005 From
    E = 45 Joule
    Ditanya:
    V = …?
    Dijawab:
    V^2 = 2E / C
    V^2 = 2 x 45 Joule / 0,0005 F
    V^2 = 180000
    V = √180000
    V = 424,26 volt

  190. 5211418022

    3.Pengutuban bahan dielektrik dengan Cara memaparkan medan listrik pada Bahan tersebut dan mengubah muatan listrik pada kutub-kutub kapasitor

  191. 5211418010
    8) Penggunaan Kapasitor dapat digunakan pada sistem kelistrikan motor, yaitu sistem pengapian CDI.

    *Kapasitor dalam CDI unit bekerja menyimpan arus sementara (100 sampai 400 V) dari magnet yang telah diberikan lebih dulu oleh diode ketika SCR (Silicone Control Rectifier) belum aktif.

  192. 5211418019

    6)Dalam proses pengisian sebuah kapasitor Konstanta waktu disebut juga Penundaan Waktu (Time Delay)” antara INPUT dan OUTPUT.
    Banyak Rangkaian Elektronika yang menggunakan Konstanta Waktu ini untuk memberikan penundaan waktu ataupun perenggangan waktu pada sinyal tertentu. Salah satu Rangkaian Konstanta Waktu yang paling sering ditemui adalah Konstanta Waktu yang menggunakan Kapasitor dan Resistor atau sering disebut dengan Rangkaian RC (Resistor Capacitor). Seperti yang telah kita ketahui bahwa Kapasitor adalah Komponen yang menyimpan muatan listrik sehingga memerlukan Waktu dalam penyimpanan dan pembuangan muatan listrik.

    prinsipnya, Suatu Rangkaian RC yang diberikan Tegangan DC membutuhkan waktu untuk mengisi muatan listrik pada Kapasitor hingga penuh. Demikian juga saat Tegangan DC tersebut dilepas, Kapasitor yang bersangkutan juga membutuhkan waktu tertentu untuk mengosongkan isi muatan listriknya. Dengan prinsip yang sederhana ini, proses penundaan waktu (delay time) dapat dilakukan oleh sebuah Rangkaian RC.

  193. 5211418022

    4.pada sistem pengapian electronic, contact point digantikan oleh transistor yang berfungsi untuk memutus arus primer dan menghasilkan induksi elektromagnetik Dan pengganti contact point ini disebut pulse igniter

  194. 5211418022

    6.konstanta waktu adalah Penundaan Waktu (Time Delay) antara INPUT dan OUTPUT. Konstanta Waktu Rangkaian ini pada umumnya dipengaruhi oleh Komponen Reaktif seperti Kapasitor yang terhubung didalamnya,contoh konstanta waktu yang paling sering ditemui adalah konstanta waktu pada rangkaian RC (resistor capacitor)

  195. 5211418019

    8) Contoh penggunaan kapasitor ;
    1.Sebagai penyaring atau filter di dalam rangkaian power supply atau pada sistem radio.
    2.Sebagai pemilih gelombang frekuensi.
    3.Sebagai peyimpan sementara arus listrik.
    4.Pada kendaraan dengan pengapian konvensional berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api pada platina dan untuk memperkuat medan magnet pada koil pengapian.
    5.Sebagai pembangkit frekuensi pada rangkaian antena
    6.Sebagai isolator atau penghambat arus DC.
    7.Sebagai konduktor yang dapat melewatkan arus AC.
    8.Sebagai kopling (penghubung dan pemutus) amplifier dari tingkat rendah ke tingkat lebih tinggi atau sebaliknya. Dan jika pada power supply digunakan untuk menghubungkan satu rangkaian tertentu dengan rangkaian lainnya.

  196. 5211418022

    8. 1.Pada kendaraan dengan pengapian konvensional berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api pada platina dan untuk memperkuat medan magnet pada koil pengapian.
    2.Sebagai isolator atau penghambat arus DC.
    3.Sebagai kopling (penghubung dan pemutus) amplifier dari tingkat rendah ke tingkat lebih tinggi atau sebaliknya. Dan jika pada power supply digunakan untuk menghubungkan satu rangkaian tertentu dengan rangkaian lainnya.
    4.Sebagai konduktor yang dapat melewatkan arus AC.

  197. 5211418006
    8.) – Sebagai konduktor yang dapat melewatkan arus AC.
    – pengapian elektrik pada kendaraan untuk menyerap loncatan bunga api pada platina dan untuk memperkuat medan magnet pada koil pengapian.
    – (penghubung dan pemutus) amplifier dari tingkat rendah ke tingkat lebih tinggi atau sebaliknya. Dan jika pada power supply digunakan untuk menghubungkan satu rangkaian tertentu dengan rangkaian lainnya.
    – sebagai isolator(penghambat arus DC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here