DASAR ELEKTRONIKA (RABU)

164
437

Pada pembelajaran di kelas, sudah didiskusikan di kelas mengenai salah satu komponen elektronika yaitu kapasitor. Untuk dapat mempelajari lebih dalam, silakan diskusikan hal-hal berikut:

  1. Bagaimanakah konstruksi dasar dari sebuah kapasitor?
  2. Bagaimanakah sebuah kapasitor dapat menyimpan energi listrik?
  3. Kapasitansi kapasitor ditentukan oleh sifat-sifat dielektrikum dan dimensi platnya, bagaimana penjelasannya?
  4. Jika sebuah kapasitor memiliki kapasitas 4 nF,  tentukan luas permukaan plat kapasitor yang diperlukan, jika bahan dielektrikum yang digunakan memiliki permitivitas relatif 5,2 dengan ketebalan 1 mm. Permitivitas ruang hampa adalah 8,854 x 10-12.
  5. Dalam proses pengisian sebuah kapasitor, dikenal istilah konstanta waktu. Jelaskan maksudnya, dan berikan contohnya.
  6. Sebuah kapasitor memiliki nilai kapasitansi sebesar 600 μF digunakan untuk menimpan energi sebesar 50 J. Berapakan tegangan yang perlu diberikan pada kapasitor tersebut.
  7. Berikan contoh penggunaan kapasitor dalam bidang Teknik mesin.

Silakan diskusikan dengan teman-teman dan jawaban bisa ditulis di dalam kolom komentar. Perlu diperhatikan: 1) jawaban diawali dengan menuliskan NIM dan setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) meskipun hasil diskusi bersama, 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim/posting), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). Jawaban ditunggu sampai hari Kamis, 14 November 2019 pukul 17.00. Selamat berdiskusi (DW).

SHARE
Previous articleKELISTRIKAN OTOMOTIF (RABU)
Next articleKELISTRIKAN OTOMOTIF (KAMIS)
Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES)

164 COMMENTS

  1. 5211418011

    3. Karena dalam rumus kapasitansi kapasitor ditentukan oleh sifat elektrikum (jenis bahan) dan dimensi platnya. yaitu

    C= εo.εr.A/d

    C=kapasitansi dalam farad
    εo = permitivitas ruang hampa
    εr = permitivitas relatif
    d = jarak antar kedua plat
    A = Luas penampang

  2. 5211418053

    1. Konstruksi dasar dari sebuah Kapasitor yakni kapasitor terdiri dari dua buah plat A dan B yang dipisahkan oleh sebuah dielektrikum

  3. 1.) 5211418049
    Konstruksi dasar kapasitor adalah terdiri dari plat logam atas dan plat logam bawah yang dibatasi dengan isolator.

  4. 1. 5211418033
    Kapasitor terbuat dari 2 buah plat konduktor dan diberi batasan isolator. Plat konduktor tersebut dibuat sejajar dan dipisahkan oleh bahan dielektrika atau isolator. 

  5. 5211418034
    1. Kapasitor ada berbagai macam antara lain: kapasitor kertas, keramik, elektrolit (cairan). Dasar dan prinsip dari kapasitor sendiri yaitu isolator yang diapit oleh 2 plat logam. Satuan kapasitor adalah Farad.

  6. 5211418029
    1. Sebuah Kapasitor yang sederhana pada dasarnya terdiri dari dua keping pelat paralel yang dipisahkan oleh daerah non-konduktif. Daerah non-konduktor ini biasanya menggunakan bahan yang pada umumnya disebut dengan bahan dielektrik. Yang dimaksud dengan “Bahan Dielektrik” adalah sejenis bahan isolator listrik yang dapat dipolarisasikan atau dikutubkan (polarized) dengan cara ditempatkannya ke dalam medan listrik. Bila bahan Dielektrik ditempatkan di medan listrik, muatan listrik tidak mengalir melalui bahan tersebut seperti pada bahan konduktor, namun hanya sedikit bergeser dari rata-rata posisi setimbangnya (equilibrium positions) sehingga menyebabkan polarisasi yang disebut dengan “polarisasi dielektrik”.

    Secara komersil, bahan-bahan dielektrik pada kapasitor dapat berupa kertas, film plastik, mika, kaca, keramik dan udara. Sementara pelat yang digunakan kapasitor dapat berupa cakram aluminium, aluminium foil ataupun lapisan tipis logam yang dipasangkan secara berlawanan sisi dengan dielektrik padat. Lapisan konduktor – dielektrik – konduktor biasanya digulung menjadi bentuk silinder ataupun dibiarkan rata.

  7. 5211418034
    2. kapasitor berisi komponen yang bisa menyimpan listrik namun hanya sementara, komponen tersebut dapat memisahkan antara kutub positif dan kutub negatif dan dipisahkan oleh komponen dielektrik sehingga antar kutub positif tidak dapat tercampur dengan kutub negatif kecuali jika dikehendaki oleh penggunanya untuk keperluan elektronik atau sebagainya.

  8. 5211418029
    2. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan2 positif akan mengumpul pd salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yg sama muatan2 negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tdk dapat mengalir menujuujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bhn dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung2 kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan – muatan positif dan negatif di awan.

  9. NIM : 5211418041
    JAWABAN NO.1
    Kontruksi dasar sebuah kapasitor secara umum memiliki struktur kontruksi dimana 2 plat logam yang diapit oleh sebuah isolator. 2 plat tersebut memiliki muatan yang berbeda ada yang muatan positif maka logam yang satu adalah muatan negatif, bahan isolator sendiri biasanya adalah keramik, kertas. Dari jenis lapisan isolator yang berada di tengah tersebut dapat dijadikan sebagai jenis kapasitor. contoh kapasitor kertas isolatornya kertas, atau kapasitor keramik yang berarti jenis isolatornya adalah keramik

  10. 5211418034
    3. sebelumnya kapasitansi memiliki persamaan sbb: C=Eo.Er.A/d. Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan jika semakin besar luas permukaan plat kapasitor maka semakin besar kapasitas kapasitor, dan jika jarak antar pelat semakin jauh maka semakin kecil kapasitas kapasitor.

  11. 2. 5211418033
    Misalnya dengan menghubungkan kapasitor ke baterai, maka pelat pada kapasitor yang melekat pada terminal negatif baterai menerima elektron yang diproduksi baterai. Sedangkan pelat pada kapasitor yang menempel ke terminal positif baterai kehilangan elektron ke baterai. Dengan kata lain sebuah muatan akan berpindah melalui kabel penghubung dari baterai ke kapasitor

  12. NIM 5211418041
    JAWABAN NO.2
    Kapasitor dapat menyimpan energi listrik sistematikanya pada saat saklar pada saklar kapasitor ditutup maka kapasitor akan membuang muatan yang berada di kapasitor lalu apabila sebuah kapasitor saklarnya terbuka maka kapasitor tersebut akan diisi muatan listrik sehingga kapasitor akan menyimpan energi listrik tersebut.

  13. 2.) 5211418049
    Dengan cara Kapasitor dihubungkan ke baterai, maka plat pada kapasitor yang melekat pada terminal negatif baterai menerima elektron yang diproduksi baterai. Sedangkan plat pada kapasitor yang menempel ke terminal positif baterai kehilangan elektron ke baterai. Muatan akan berpindah melalui kabel penghubung dari baterai ke kapasitor. Sehingga Kapasitor dapat menyimpan energi listrik

  14. 5211418029
    3.kapasitor yang diproduksi untuk komersial biasanya menggunakan bahan dielektrik padat yang memiliki permitivitas tinggi sebagai pemisah antara muatan positif dan negatif yang disimpan. Bahan ini sering pula disebut sebagai “dielektrik kapasitor”
    Keuntungan yang terlihat jika menggunakan bahan dielektrik semacam ini adalah mencegah dua plat konduktor yang mana terdapat muatan listrik saling berhubungan langsung. Dan yang lebih penting, permitivitas tinggi memungkinkan lebih banyak muatan listrik yang tersimpan pada potensial yang sama. Kerapatan muatan listrik σε yang bisa disimpan jika menggunakan bahan dielektrik linear dengan permitivitas ε dan ketebalan d untuk memisah dua konduktor dapat dihitung dengan

    σε = εv/d
    dan kapasitansi per satuan luas adalah

    c = σε/V = ε/d
    Dari sini, bisa kita lihat bahwa semakin besar ε makin besar pula muatan yang disimpan (σε) dan akhirnya makin besar pula nilai kapasitansinya.

    Bahan dielektrik yang digunakan dalam kapasitor juga dipilih yang sulit terionisasi agar kapasitor dapat dipergunakan pada potensial tinggi tanpa khawatir bahan dielektrik terionisasi dan mengalirkan arus (arus bocor)

  15. Nim 5211418031
    Jawaban no 1
    Konstruksi dasar sebuah kapasitor pada dasarnya terdiri dari dua keping pelat paralel yang dipisahkan oleh daerah non-konduktif. Daerah non-konduktor ini biasanya menggunakan bahan yang pada umumnya disebut dengan bahan dielektrik,yang dimaksud bahan dielektrik adalah bahan yang sejenis isolator listrik

  16. 5211418034
    5. konstanta waktu adalah waktu aliran listrik mengalir di dalam kabel dari sumber listrik ke tegangan yang dikenakan.
    contohnya: waktu nyala lampu dari menyalakan saklar hingga lampu dapat menyala

  17. 5211418034
    7. a. pemasangan rilley pada klakson sepeda motor untuk menyimpan daya listrik yang lebih besar dari daya aki saat digunakan, sehingga suara dari klakson motor menjadi lebih keras.
    b. sistem pembersih kaca pada mobil, dimana dapat bergerak lambat,cepat, dan bahkan bergerak hanya satu kali usapan.

  18. NIM : 5211418041
    JAWABAN NO.3
    Kapasitansi sendiri merupakan kapasitas sebuah kapasitor dapat menampung muatan listrik. kapasitansi di pengaruhi sifat dielektrium dan dimensi platnya. sifat dielektirum sendiri merupakan bahan yang memiliki sifat isolator. semakin baik sifat isolator pada kapasitor maka muatan listrik akan semaki kecil dan maka kapasitas kapasitor akan semakin besar sedangkan apabila dimensi pada kapasitor semakin besar maka kapasitas kapasitor pun semakin kecil.

  19. 5211418029
    4. Diketahui : C = 4nF εr = 5,2 d=1 mm ε₀= 8,854 x 10-12
    Ditanya : Luas plat
    Dijawab
    C = εr x ε₀ x A/d
    A = C x d/εr x ε₀
    = 4×10-9 x 10-3/8,854×10-12 x 5,2
    = 0,0869 m

  20. 5211418046

    No 1 :

    Konstruksi dasar dari sebuah kapasitor dibuat dari 2 lempeng plat logam yang dipasang sejajar akan tetapi tidak saling berhubungan, lempengan tersebut diisolasi oleh lapisan bahan dielektrik, Jenis bahan dielektrik yang menentukan spesifikasi dan juga nama dari jenis kapasitor tersebut, seperti: mika, polyster, keramik, dan gel cair yang digunakan pada elektrolit kapasitor.

  21. 5211418029
    5. Hampir setiap rangkaian Elektronika maupun Listrik mengalami masalah “Penundaan Waktu (Time Delay)” antara INPUT dan OUTPUT. Penundaan Waktu tersebut biasanya dikenal dengan istilah “Konstanta Waktu Rangkaian”. Dalam bahasa Inggris Konstanta Waktu disebut dengan “Time Constant”. Konstanta Waktu Rangkaian ini pada umumnya dipengaruhi oleh Komponen Reaktif seperti Kapasitor yang terhubung didalamnya. Satuan pengukuran Konstanta Waktu pada rangkaian Elektronika ataupun listrik adalah “Tau” atau simbol “τ”.

    Banyak juga Rangkaian Elektronika yang menggunakan Konstanta Waktu ini untuk memberikan penundaan waktu ataupun perenggangan waktu pada sinyal tertentu. Salah satu Rangkaian Konstanta Waktu yang paling sering ditemui adalah Konstanta Waktu yang menggunakan Kapasitor dan Resistor atau sering disebut dengan Rangkaian RC (Resistor Capacitor). Seperti yang telah kita ketahui bahwa Kapasitor adalah Komponen yang menyimpan muatan listrik sehingga memerlukan Waktu dalam penyimpanan dan pembuangan muatan listrik.

    Pada prinsipnya, Suatu Rangkaian RC yang diberikan Tegangan DC membutuhkan waktu untuk mengisi muatan listrik pada Kapasitor hingga penuh. Demikian juga saat Tegangan DC tersebut dilepas, Kapasitor yang bersangkutan juga membutuhkan waktu tertentu untuk mengosongkan isi muatan listriknya. Dengan prinsip yang sederhana ini, proses penundaan waktu (delay time) dapat dilakukan oleh sebuah Rangkaian RC.

  22. 5211418046

    No 2 :

    Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat logam yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan2 positif akan mengumpul pd salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yg sama muatan2 negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi.

  23. 5211418030
    1.Sebuah Kapasitor yang sederhana pada dasarnya terdiri dari dua keping pelat paralel yang dipisahkan oleh daerah non-konduktif. Daerah non-konduktor ini biasanya menggunakan bahan yang pada umumnya disebut dengan bahan dielektrik. Yang dimaksud dengan “Bahan Dielektrik” adalah sejenis bahan isolator listrik yang dapat dipolarisasikan atau dikutubkan (polarized) dengan cara ditempatkannya ke dalam medan listrik. Bila bahan Dielektrik ditempatkan di medan listrik, muatan listrik tidak mengalir melalui bahan tersebut seperti pada bahan konduktor, namun hanya sedikit bergeser dari rata-rata posisi setimbangnya (equilibrium positions) sehingga menyebabkan polarisasi yang disebut dengan “polarisasi dielektrik”.
    Secara komersil, bahan-bahan dielektrik pada kapasitor dapat berupa kertas, film plastik, mika, kaca, keramik dan udara. Sementara pelat yang digunakan kapasitor dapat berupa cakram aluminium, aluminium foil ataupun lapisan tipis logam yang dipasangkan secara berlawanan sisi dengan dielektrik padat. Lapisan konduktor – dielektrik – konduktor biasanya digulung menjadi bentuk silinder ataupun dibiarkan rata.

  24. 5211418029
    5. Hampir setiap rangkaian Elektronika maupun Listrik mengalami masalah “Penundaan Waktu (Time Delay)” antara INPUT dan OUTPUT. Penundaan Waktu tersebut biasanya dikenal dengan istilah “Konstanta Waktu Rangkaian”. Dalam bahasa Inggris Konstanta Waktu disebut dengan “Time Constant”. Konstanta Waktu Rangkaian ini pada umumnya dipengaruhi oleh Komponen Reaktif seperti Kapasitor yang terhubung didalamnya. Satuan pengukuran Konstanta Waktu pada rangkaian Elektronika ataupun listrik adalah “Tau” atau simbol “τ”.

    Banyak juga Rangkaian Elektronika yang menggunakan Konstanta Waktu ini untuk memberikan penundaan waktu ataupun perenggangan waktu pada sinyal tertentu. Salah satu Rangkaian Konstanta Waktu yang paling sering ditemui adalah Konstanta Waktu yang menggunakan Kapasitor dan Resistor atau sering disebut dengan Rangkaian RC (Resistor Capacitor). Seperti yang telah kita ketahui bahwa Kapasitor adalah Komponen yang menyimpan muatan listrik sehingga memerlukan Waktu dalam penyimpanan dan pembuangan muatan listrik.

    Pada prinsipnya, Suatu Rangkaian RC yang diberikan Tegangan DC membutuhkan waktu untuk mengisi muatan listrik pada Kapasitor hingga penuh. Demikian juga saat Tegangan DC tersebut dilepas, Kapasitor yang bersangkutan juga membutuhkan waktu tertentu untuk mengosongkan isi muatan listriknya. Dengan prinsip yang sederhana ini, proses penundaan waktu (delay time) dapat dilakukan oleh sebuah Rangkaian RC.
    Contohnya ada pada wiper kaca mobil

  25. 3) 5211418033
    Karena dengan semakin besar area, semakin banyak muatan yang dapat disimpan kapasitor. Semakin kecil jarak ini, semakin tinggi kemampuan pelat untuk menyimpan muatan, dengan demikian meningkatkan muatan keseluruhan. Selain itu nilai kapasitansi kapasitor dapat ditingkatkan dengan memasukkan media padat di antara pelat konduktif yang memiliki konstanta dielektrik yang lebih besar daripada udara.

  26. Nim 5211418031
    Jawaban no 2
    Sebuah kapasitor dapat menyimpan energi listrik cara kerjanya yaitu pada saklar kapasitor ditutup maka kapasitor akan membuang muatan lalu apabila kapasitor saklarnya dibuka maka akan diisu muatan listrik sehingga kapasitor dapat menyimpan energi listrik tersebut

  27. 5211418030
    2.Kapasitor menggunakan suatu medan elektrostatik untuk menyimpan muatan listrik. Jika kapasitor dihubungkan dengan suatu sumber tegangan, maka muatan listrik akan tersimpan pada kapasitor tersebut. Kapasitor menyimpan muatan listrik dalam waktu sementara sehingga sering digunakan sebagai penggeser fasa dan juga sebagai filter (penyaring) dalam pencatu daya. Kapasitor juga memiliki sifat melewatkan arus AC (arus bolak-balik) dan menghambat arus DC (arus searah). Kemampuan penyimpanan muatan listrik Kapasitor ini disebut dengan Kapasitansi dengan satuannya adalah Farad (F).

  28. 3.) 5211418049
    Karena semakin besar luas penampang,maka semakin banyak muatan yang bisa disimpan pada kapasitor. Semakin kecil jarak, semakin tinggi kemampuan plat untuk menyimpan muatan, dengan demikian meningkatkan muatan keseluruhan pada kapasitor. Nilai kapasitansi kapasitor dapat ditingkatkan dengan memasukkan media padat di antara plat konduktif yang memiliki konstanta dielektrik yang lebih besar daripada udara.

  29. 5211418046

    No 3 :

    semakin besar luas permukaan plat kapasitor maka akan semakin besar kapasitas kapasitor, dan jika jarak antara plat semakin jauh maka akan semakin kecil kapasitas kapasitor

  30. 4.) 5211418049
    d1) C = 4 nF
    €r = 5,2
    €o = 8,854×10^-12
    d = 1 mm
    d2) A = ?
    d3) C = €o.€r.A/d
    A = dC/€o.€r
    A = 1×10^-3 . 4×10^-9 / 8,854×10^-12 . 5,2
    A = 4×10^-12/46,0408×10^-12
    A = 0,08687 m²

  31. 5211418030
    3. Semakin bagus suatu bahan dielektrikum maka kapasitansi kapasitor semakin bagus, semakin besar luas dari suatu plat konduktor maka semakin besar kapasitansinya. Namun semakin besar jarak antar kedua plat maka semakin kecil kapasitansi suatu kapasitor dan sebaliknya.

  32. 5211418029
    6. Diketahui W = 50J ; C = 600 mikroF = 6×10-4
    Ditanya = V ?
    Dijawab
    W = ¹/₂ Q² / C
    Q² = 2 x W x C
    Q² = 2 x 50 x 6×10-4
    Q² = 6×10-2
    Q = 0,25 C

    C = Q/V
    V = Q/C
    V = 0,25/6×10-4
    V = 416,7 Volt

  33. 5211418029
    7. Salah satu penggunaannya adalah CDI pada motor. CDI (Capacitor Discharge Ignition) menurut fungsinya adalah mengatur waktu/timing untuk meletikan api pada busi yang sudah dibesarkan oleh coil untuk memicu pembakaran pada ruang bakar mesin.

    Sistem pengapian ini terdiri dari beberapa komponen utama yaitu spul pengapian, CDI, pulser, koil pengapian, dan busi. Spul pengapian befungsi sebagai sumber arus dan pulser berfungsi sebagai pemberi sinyal ke unit CDI serta mengatur waktu pengapian. Unit CDI berfungsi sebagai penyalur dan pemutus arus sedangkan koil pengapian berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi yang kemudian menghasilkan bunga api listrik pada busi.

  34. 5.) 5211418049
    Konstanta waktu adalah waktu yang diperlukan oleh kapasitor untuk mencapai ⅔ dari terisinya maksimal kapasitor.

    Contoh :
    Ketika menyalakan saklar pada lampu hingga lampu nyala.
    Ketika menyalakan tombol on pada alat penanak nasi/magic jar sampai alat tersebut mulai memasak/bekerja

  35. 6.) 5211418049
    d1) E = 50 J
    C = 600 uF
    d2) V = ?
    d3) E = 0,5 CV²
    V² = E/0,5C
    V = (2E/C)^0,5
    V = (2 . 50/600×10^-4)^0,5
    V = 408,2 V

  36. 7.) 5211418049
    Penggunaan kapasitor dalam bidang teknik mesin:
    1.)Pada sepeda motor dengan sistem pengapian CDI (Capacitor Discharge Ignition )
    2.)Kapasitor Start
    Fungsi dari starting kapasitor ini adalah sesuai namanya yaitu untuk membantu perputaran awal motor listrik saat pertama dinyalakan sehingga lebih halus, perlu diketahui untuk kompressor saat pertama dinyalakan diperlukan torsi start atau tenaga yang besar.
    3.)Kapasitor Running
    fungsi kapasitor running yaitu supaya perputaran motor listrik bisa menjadi lebih halus dan rata. Umumnya nilai kapasitansi lebih kecil dari kapasitor start, tanpa adanya kapasitor running bisa menyebabkan motor menjadi lebih berisik, meningkatnya konsumsi arus listrik dan meningkatnya suhu motor sehingga menjadi overheat.
    4.) Sistem pembersih kaca pada mobil, dimana gerakannya dapat diatur lambat,cepat, ataupun cuma bergerak satu usapan

  37. Nim 5211418031
    Jawaban no 3
    Yang dimaksud Kapasitansi adalah ukuran jumlah muatan listrik yang disimpan dan dipengaruhi sifat dielektrum dan dimensi platnya.sifat dielektrum sendiri merupakan bahan yang memiliki isolator.Jadi,semakin baik sifat isolator pada kapasitor maka muatan listrik akan semakin kecil dan kapasitas kapasitor akan besar,jika dimensi kapasitas kapasitor besar maka kapasitas kapasitor pun semakin kecil

  38. Nim 5211418031
    Jawaban no 5
    Konstanta waktu adalah waktu aliran listrik yang mengalir di dalam kabel dari sumber listrik ke tegangan yang dikenakan,seperti kapasitor yang terhubung didalamnya
    Contohnya : pada saklar dinyalakan lampu tidak langsung menyala tetapi butuh selang waktu

  39. 4. 5211418033
    diketahui) C = 4 nF
    εr = 5,2
    ε0 = 8,854×10^-12
    d = 1 mm
    ditanya A = ?
    Jawab:
    C = ε0.εr.A/d
    A = dC/ε0.εr
    A = 1×10^-3 . 4×10^-9 / 8,854×10^-12 . 5,2
    A = 4×10^-12/46,0408×10^-12
    A = 0,08687 m²

  40. 5211418030
    4.
    Diketahui : C=4nF= 4×10^-9 F
    Eo=5,2
    Er=8,854×10^-12
    d= 1mm= 0,001 m

    Ditanya : A?

    Dijawab :
    A = C.d/Eo.Er
    A = 4×10^-9 . 0,001/8,854×10^-12 . 5,2
    A = 4×10^-12/4,6×10^-11
    A = 0,0869 m^2

  41. 5) 5211418033
    Konstanta waktu maksudnya adalah respon waktu dari rangkaian ketika tegangan langkah atau sinyal diterapkan pertama kali. Konstanta waktu yang dihasilkan dari setiap rangkaian atau sistem elektronik akan terutama tergantung pada komponen reaktif baik kapasitif atau induktif yang terhubung dengannya dan merupakan pengukuran waktu respon dengan unit.
    Contoh: Suatu rangkaian RC yang diberikan tegangan DC membutuhkan waktu untuk mengisi muatan listrik pada Kapasitor hingga penuh. Demikian juga saat tegangan DC tersebut dilepas, kapasitor yang bersangkutan juga membutuhkan waktu tertentu untuk mengosongkan isi muatan listriknya.

  42. 6) 5211418033
    Diketahui E = 50 J
    C = 600 uF
    ditanya V = ?
    Jawab:
    E = 0,5 CV²
    V² = E/0,5C
    V = (2E/C)^0,5
    V = (2.50/600×10^-4)^0,5
    V = 408,2 V

  43. 5211418030
    5.Konstanta waktu merupakan waktu yang diperlukan oleh kapasitor untuk mencapai 2/3 dari tegangan yang diberikan atau waktu yang diperlukan untuk pengisian suatu kapasitor yang dipengaruhi oleh Resistansi (ohm) dan Kapasitansi (Farad). Semakin besar Resistansi dan Kapasitansi maka waktu untuk pengisian semakin lama dan sebaliknya. Konstanta waktu di lambangkan dengan T, dimana τ ≡ R x C.
    Contoh.
    Diketahui :

    R = 2000 Ohm
    C = 1µF
    Ditanya : τ = ?

    Jawaban :

    τ = R x C
    τ = 2000 x 0,000001
    τ = 0,002 detik

    Jadi Konstanta Waktu/waktu yang diperlukan untuk mengisi kapasitor tersebut pada Rangkaian RC adalaah 0,002 detik atau 2 milidetik.

  44. 3. Berdasarkan rumus kapasitas kapasitor semakin sifat sifat dielektrikum diwakili oleh permetivitas relatif. Semakin besar permetivitas relatif dari suatu benda, maka kapasitansi semakin besar. Lalu semakin besar dimensi benda, maka semakin kecil kapasitas kapasitor

  45. 5211418030
    6.
    Diketahui :
    C = 600 nF = 6×10^-7 F
    E = 50 J

    Ditanya : V ?

    Dijawab :
    E = 0,5CV^2
    V^2 = E/0,5C
    V^2 = 50 J/O,5 . 6X10^-7 F
    V^2 = 166,67 V^2
    V = 12,9 V

  46. 5211418034
    4. diketahui: C=4nF, Er=5,2 d=1mm Eo=8,854 x 10^-12
    ditanya: A
    dijawab:
    C=Eo.Er.A/d
    A=C.d/Eo.Er
    A=4×10^-9.1×10^-3/8,854×10^-12.5,2
    A=4×10^-12/46,0408×10^-12
    A=0,08687m^2

  47. Nim 5211418031
    Jawaban no 7
    Contoh penggunaan kapasitor :
    -kapasitor sebagai penghemat daya listrik pada lampu neon
    -kapasitor sebagai penggerak wiper pada mobil

  48. 5211418030
    6.
    Diketahui :
    C = 600 mikroF = 600×10^-6 F
    E = 50 J

    Ditanya : V ?

    Dijawab :
    E = 0,5CV^2
    V^2 = E/0,5C
    V^2 = 50 J/O,5 . 600X10^-6 F
    V = 166666,67^0,5 V^2
    V = 408,2 Volt

  49. NIM : 5211418041
    JAWABAN NO.4

    Diketahui : C = 4 nF = 0.0000000004 F
    ε_r =5,2
    d = 1 mm = 0,001 m
    ε_0 = 8,854 x 10-12
    Ditanya : A ?
    Dijawab : C = ε_(0 ) ε_r A / d
    A = d C / ε_(0 ) ε_r
    A = 0,001 m x 0,0000000004 F / 8,854 x 10-12 x 5,2
    A = 0,4 X 10-12 mF/ 46,0408 X 10-12
    A = 8,687 X 10-3 mF

  50. 5211418034
    6. diketahui: C=600uF=600×10^-6F E=50J
    ditanya: V
    dijawab:
    E=0,5.C.V^2
    V^2=E/0,5.C
    V^2=50/0,5.600×10^-6
    V^2=50/0,0003
    V=√166666,66
    V=408,25V

  51. NIM : 5211418041
    JAWABAN NO.5
    Konstanta waktu adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengisi penuh kapasitor hingga 2/3 max yang terkena pengaruh resistensi atau resistor dan kapasitansi dari kapasitor itu sendiri.

  52. Nim 5211418031
    Jawaban 4
    Diket : C=4nF=4×10^-9F
    Er=5,2
    d=1 mm = 0.001m
    Eo=8,854×10^-12
    Ditanya=A?
    Jwb= A=C.D/Eo.Er
    =4×10^-9F.0,001m/8,854×10^-12.5,2
    =4×10^-12/4,6×10^-11
    =0,4/4,6
    =0,0869m²

  53. NIM : 5211418041
    JAWABAN NO.5
    Konstanta waktu adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengisi penuh kapasitor hinga 2/3 max yang terkena pengaruh resistensi atau resitor dan kapasitansi dari kapasitor itu sendiri.
    Contoh : jika nilai tahanan atau resistensi pada rangkaian adalah 15 kΩ dan nilai kapasitansi adalah 15000 µF. Berapakah konstanta waktu pada rangkaian tersebut ?

    T = C x R
    T = 15000 Ω x 15000 µF
    T = 15000 Ω x 0,015 F
    T = 225 detik

  54. Nim 5211418031
    Jawaban 6
    diket= E = 50 J
    C = 600 uF
    Ditanya= V = ?
    Jawab=E = 0,5 CV²
    V² = E/0,5C
    V = (2E/C)^0,5
    V = (2 . 50/600×10^-4)^0,5
    V = 408,2 V

  55. 5211418030
    7. Contoh aplikasi kapasitor dalam bidang teknik mesin antara lain: pada sistem kelistrikan sepeda motor bisa ditemukan dalam rangkaian sistem pengapian konvensional dan pengapian CDI baik CDI dengan arus DC maupun AC, aplikasi wiper pada mobil, pada rangkaian starter mibil berfungsi untuk menghidupkan mobil.

  56. 5211418043
    1.) terdiri dari 2 pelat konduktor yang dipisahkan oleh sebuah plat isolator.Daerah non-konduktor ini biasanya menggunakan bahan yang pada umumnya disebut dengan bahan dielektrik,yang dimaksud bahan dielektrik adalah bahan yang sejenis isolator listrik

  57. 5211418039
    2) mengubah energi listrik menjadi medan elektrostatik dan muatan positif bergabung dengan muatan positif dan muatan negatif bergabung dengan muatan negatif

  58. 5211418046

    No 4 :

    Diketahui : C = 4 nF
    Er = 5,2
    Eo = 8,854 x 10^-12
    d = 1 mm

    Ditanya : A = ?

    C = Eo.Er.A/d
    A = dC/Eo.Er
    A = 1×10^-3.4×10^-9/8,854×10^-12.5,2
    A = 4×10^12/46,0408×10^-12
    A = 0,08687 m2

  59. NIM : 5211418041
    JAWABAN NO.6
    Diketahui : C = 600 μF = 600 x 10-6 F
    E = 50 J
    Ditanya : V ?
    Dijawab : E = 0,5 CV2
    V2 = E / 0,5 x C
    V = [2E / C]0,5
    V = [2 x 50 J / 600 x 10-6 F ]0,5
    V = [100 J / 600 x 10-6 F ]0,5
    V = [ 166666,6 J/F ]0,5
    V = 408,24 V

  60. 5211418043
    2.) kapasitor dapat menyimpan energi listrik dengan cara kerjanya yaitu menutup saklar kapasitor sehingga kapasitor akan membuang muatan lalu apabila kapasitor saklarnya dibuka maka akan diisi muatan listrik sehingga kapasitor akan menyimpan energi listrik tersebut

  61. 5211418039
    3.) Rumus kapasitansi C=Eo.Er.A/d maka jika semakin besar luas permukaan maka semakin besar kapasitansi kapasitor jika jarak plat semakin jauh maka semakin kecil kapasitansi kapasitor

  62. 5211418039
    4.C=4nF= 4 x 10^-9, Er=5,2 d=1mm Eo=8,854 x 10^-12
    ditanya: A
    dijawab:
    C=Eo.Er.A/d
    A=C.d/Eo.Er
    A=4×10^-9.1×10^-3/8,854×10^-12.5,2
    A=4×10^-12/46,0408×10^-12
    A=0,08687m^2

  63. 5211418043
    3.) Kapasitansi adalah ukuran jumlah muatan listrik yang disimpan dan dipengaruhi sifat dielektrum dan dimensi platnya yang bersifat isolator.
    Jika dimensi kapasitas kapasitor besar maka kapasitas kapasitor pun semakin kecil.
    semakin baik sifat isolator pada kapasitor maka muatan listrik akan semakin kecil dan kapasitas kapasitor akan besar.

  64. 5211418039
    5.)konstanta waktu merupakan waktu yang diperlukan untuk aliran listrik mengalir dari sumber listrik ke tegangan yg dikenakan
    Contoh: untuk mengantur nyala lampu

  65. 5211418039
    6.)C=600uF=600×10^-6F E=50J
    ditanya: V
    dijawab:
    E=0,5.C.V^2
    V^2=E/0,5.C
    V^2=50/0,5.600×10^-6
    V^2=50/0,0003
    V=√166666,66
    Jadi V=408,25V

  66. 5211418046

    No 5 :

    konstanta waktu adalah waktu aliran listrik mengalir di dalam kabel dari sumber listrik ke tegangan yang dikenakan

    sebagai contohnya, saklar lampu

  67. 5211418043
    4.)Diketahui: Er=5,2
    C=4nF
    =4×10^-9F
    d=1 mm
    = 0.001m
    Eo=8,854×10^-12

    Ditanya=A?

    Dijawab= A=C.D / Eo .Er
    A=4×10^-9F.0,001m/8,854×10^-12.5,2
    A=4×10^-12/4,6×10^-11
    A=0,4/4,6
    A=0,0869m²

  68. 5211418046

    No 6 :

    Diketahui : E = 50 J
    C = 600 uF

    Ditanya : V = ?

    E = 0,5 C.V2
    V2 = E/0,5C
    V = (2E/C)^0,5
    V = (2.50/600×10^-4)^0,5
    V = 408,2 V

  69. NIM : 5211418041
    JAWABAN NO.7
    Penggunaan kapasitor dibidang teknik mesin diantaranya :

    Pengapilkasian pada sepeda motor pada rangkaian kelistrikan sistem pengapian konvensional dan pengapiaan CDI ( Capasitor Discharge Ignition ).
    Kapasitor dalam CDI unit bekerja menyimpan arus sementara (100 sampai 400 V) dari magnet yang telah di searahkan lebih dulu oleh diode ketika SCR (Silicone Control Rectifier) belum aktif. Setelah gerbang G pada SCR diberi arus sinyal untuk proses pengapian, maka SCR akan aktif dan menyalurkan arus listrik dari anoda (A) ke katoda (K). Dengan berfungsinya SCR tersebut, menyebabkan kapasitor melepaskan arus (discharge) dengan cepat. Kemudian arus mengalir ke kumparan primer (primary coil) koil pengapian untuk menghasilkan tegangan sebesar 100 sampai 400 volt sebagai tegangan induksi sendiri.

    Akibat induksi diri dari kumparan primer tersebut, kemudian terjadi induksi dalam kumparan sekunder dengan tegangan sebesar 15 KV sampai 20 KV. Tegangan tinggi tersebut selanjutnya mengalir ke busi dalam bentuk loncatan bunga api yang akan digunakan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar.

  70. 5211418046

    No 7 :

    > Sebagai kopling (penghubung dan pemutus) amplifier dari tingkat rendah ke tingkat lebih tinggi atau
    sebaliknya
    > Sebagai filter Power Supply
    > Sebagai pengapian konvensional pada kendaraan yang berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api
    pada platina dan untuk memperkuat medan magnet pada koil pengapian

  71. 5211418043
    5.) Konstanta waktu adalah masalah “Penundaan Waktu (Time Delay)” antara INPUT dan OUTPUT ,waktu aliran listrik mengalir di dalam kabel dari sumber listrik ke tegangan yang dikenakan.

    Contohnya : saat saklar pada tv,lampu dinyalakan tv dan lampu membutuhkan selang waktu sebelum menyala

  72. 5211418043
    6.) diketahui : C = 600 uF
    E = 50 J

    Ditanya: V = ?

    Jawab: E = 0,5 CV²
    V² = E/0,5C
    V = (2E/C)^0,5
    V = (2 . 50/600×10^-4)^0,5
    V = 408,2 V

  73. 5211418043
    7.) -penghemat listrik pada lampu
    – penghubung amplifire dari rendah ke tingkat yang lebih tinggi
    – pembangkit frekuwensi pada antena
    – filter pada tv dan sistem radio

  74. 3.5211418050
    Penjelasannya yaitu sifat dielektrum merupakan bahan yang memiliki isolator, semakin baik sifat isolator maka semakin kecil pula muatan listriknya. Sedangkan jika dimensi kapasitas kapasitornya besar maka kapasitas kapasitorpun semakin kecil

  75. 5211418052

    1. Sebuah Kapasitor yang sederhana pada dasarnya terdiri dari dua keping pelat paralel yang dipisahkan oleh daerah non-konduktif. Daerah non-konduktor ini biasanya menggunakan bahan yang pada umumnya disebut dengan bahan dielektrik. Yang dimaksud dengan “Bahan Dielektrik” adalah sejenis bahan isolator listrik yang dapat dipolarisasikan atau dikutubkan (polarized) dengan cara ditempatkannya ke dalam medan listrik. Bila bahan Dielektrik ditempatkan di medan listrik, muatan listrik tidak mengalir melalui bahan tersebut seperti pada bahan konduktor, namun hanya sedikit bergeser dari rata-rata posisi setimbangnya (equilibrium positions) sehingga menyebabkan polarisasi yang disebut dengan “polarisasi dielektrik”.

  76. 5211418039
    7.)a.Pada kendaraan dengan pengapian konvensional berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api pada platina dan untuk memperkuat medan magnet pada koil pengapian.
    b.Sebagai kopling (penghubung dan pemutus) amplifier dari tingkat rendah ke tingkat lebih tinggi atau sebaliknya. Dan jika pada power supply digunakan untuk menghubungkan satu rangkaian tertentu dengan rangkaian lainnya.

  77. 5211418052

    2. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan2 dielektrik yg umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan2 positif akan mengumpul pd salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yg sama muatan2 negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi.
    Muatan positif tdk dapat mengalir menujuujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bhn dielektrik yang non-konduktif.
    Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung2 kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan – muatan positif dan negatif di awan.

  78. 4.5211418050
    Diketahui:
    C = 4 nF
    €r = 5,2
    €o = 8,854×10^-12
    d = 1 mm
    Ditanya: A = ?
    Dijawab:
    C = €o.€r.A/d
    A = dC/€o.€r
    A = 1×10^-3 . 4×10^-9 / 8,854×10^-12 . 5,2
    A = 4×10^-12/46,0408×10^-12
    A = 0,08687 m²

  79. 5.5211418050
    konstanta waktu adalah waktu yang diperlukan oleh aliran listrik yang mengalir dari sumber listrik menuju tegangan yang dikenakan.
    Contoh dari sumber listrik mengalir ke suatu lampu

  80. 5211418052

    3. Kapasitansi ditentukan oleh sifat sifat dielektrikum dan dimensi platnya. Kapasitansi dihitung dengan persamaan berikut :
    C = ε0 x ε1 x A / d
    Dimana , C adalah kapasitansi dalam farad, ε0 adalah permitivitas ruang hampa, dan ε1 adalah permitivitas relatif dari media dielektrikum antara kedua plat, dan d jarak antara kedua plat. Dengan penjelasan semakin bagus bahan dielektrikum maka semakin besar kapasitansi ataupun sebaliknya. Semakin besar luas pelat maka semakin besar kapasitansi ataupun sebaliknya. Semakin besar jarak antara dua pelat maka semakin kecil kapasitansi ataupun sebaliknya.

  81. 5211418052

    4. Diketahui C = 4 nF
    €r = 5,2
    €o = 8,854×10^-12
    d = 1 mm
    Ditanya A = ?
    Jawab C = €o.€r.A/d
    A = dC/€o.€r
    A = 1×10^-3 . 4×10^-9 / 8,854×10^-12 . 5,2
    A = 4×10^-12/46,0408×10^-12
    A = 0,08687 m²

  82. 6. 5211418050

    Diketahui:
    E = 50 J
    C = 600 uF
    Ditanya: V = ?
    Dijawab:
    E = 0,5 CV²
    V² = E/0,5C
    V = (2E/C)^0,5
    V = (2 . 50/600×10^-4)^0,5
    V = 408,2 V

  83. 5211418052

    5. Apabila saklar ditutup, maka kapasitor membuang isinya. Jika saklar dibuka kembali, kapasitor akan terisi. Waktu yang diperlukan oleh kapasitor untuk mencapai 2/3 dari tegangan yang diberikan disebut konstanta waktu untuk rangkaian tersebut.
    Contoh : Jika nilai tahanan atau resistansi pada rangkaian adalah 20 kΩ dan nilai kapasitansi adalah 20000 μF. Berapakah konstanta waktu pada rangkaian tersebut?
    Diketahui R = 20 kΩ = 20000 (Ω)
    C = 20000 μF = 0,02 (F)
    Ditanya T = ?
    Jawab : T = C x R
    T = 0,02 (F) x 20000 (Ω)
    T = 400 detik

  84. 5211418037
    1. konstruksi dasar dari sebuah kapasitor adalah komponen kelistrikan yang terdiri dari dua buah plat yang dipisahkan oleh sebuah isolator

  85. 5211418052

    6. Diketahui E = 50 J
    C = 600 uF
    Ditanya V = ?
    Jawab E = 0,5 CV²
    V² = E/0,5C
    V = (2E/C)^0,5
    V = (2 . 50/600×10^-4)^0,5
    V = 408,2 V

  86. 5211418052

    7. Contoh penggunaan kapasitor dalam bidang teknik mesin :
    – Memadamkan bunga api pada sistem pengapian mobil.
    – Sebagai komponen rangkaian starter kendaraan bermotor.

  87. 5211418037
    2. kapasitor menyimpan listrik menggunakan suatu medan elektrostatik, dalam kapasitor terdapat dua plat yang terhubung pada sumber arus, salah satu plat akan terisi dengan muatan positif dan satunya lagi dengan muatan negatif, maka terjadi energi potensial diantara dua elektrodanya

  88. 5211418037
    3. sesuai dengan rumusnya. permitivitas relatif artinya bahan yang terdapat di antara kapasitor, jika hanya udara, maka k = 1, namun jika bahannya berbeda misalnya mika, porselen, atau keramik, maka nilai k akan bervariasi. permitivitas relatif sebanding dengan koefisien dielektrik, jika nilai koefisien dielektrik semakin besar, maka kapasitas kapasitor juga akan semakin besar dan luas penampang sebanding dengan kapasitas kapasitor, artinya jika luas penampang makin besar maka kapasitas kapasitor juga makin besar

  89. 5211418037
    4. diketahui ;
    – C = 4 nF
    – d = 1 mm
    – ε0 = 8,854×10^-12
    – εr = 5,2
    ditanya
    A = ?
    jawab
    C = ε0.εr.A/d
    A = d.C/ε0.εr
    A = 1.10^-3 . 4.10^-9/8,854.10^-12 . 5,2
    A = 4/8,854 . 5,2
    A = 0,099 m^2

  90. 5211418037
    5. konstanta waktu dalam pengisian kapasitor yaitu waktu yang diperlukan kapasitor untuk mencapai 2/3 dari tegangan yang diberikan, contohnya adalah pewaktu dalam rangkaian lampu LED yang dapat berkedip

  91. 5211418037
    6. diketahui ;
    – C = 600 µF = 6×10^-4 F = 0,0006 F
    – E = 50 J
    ditanya;
    V=?
    jawab
    E = 0,5 . C . V^2
    V^2 = E/0,5C
    V^2 = 50/0,5 . 0,0006
    V^2 = 166666,66
    V = 408,25 V

  92. 5211418037
    7. contoh penggunaan kapasitor dalam teknik mesin adalah dalam sistem pengapian motor bakar yang menggunaka CDI (Capasitor Discharge Ignition)

  93. 5211418053

    2. Kapasitor dapat menyimpan listrik yakni dengan mengubah energi listrik menjadi sebuah medan elektromagnetik. Kemudian kapasitor menggunakan suatu medan elektrostatik untuk menyimpan energi listrik. Jika Kapasitor dihubungkan dengan suatu sumber tegangan, maka muatan listrik akan tersimpan pada kapasitor tersebut.

  94. 5211418053

    3. Nilai permitivitas relatif dan nilai permitivitas ruang hampa merupakan penyusun dari sifat sebuah bahan dielektrikum, dimana semakin besar nilainya maka semakin besar pula kapasitas suatu kapasitor tersebut. Sifat dielektrikum juga berbanding lurus dengan dimensi plat. Semakin besar dimensi plat maka kapasitansi kapasitor akan besar pula

  95. No 1
    Pada dasarnya kapasitor ini dibangun dari pita polimer sebagai dielektrik yang ditempatkan di antara dua pita aluminium (aluminium foil) sebagai elektroda dan digulung untuk memperoleh luas elektroda yang diinginkan. Gulungan ini kemudian dimasukkan ke dalam tabung aluminium atau diproteksi dengan resin epoksi. Konstruksi lainnya menggunakan lapisan aluminium yang diendapkan (melalui proses penguapan) langsung di permukaan pita polimer sebagai elektroda

  96. 5211418032
    No 1
    Pada dasarnya kapasitor ini dibangun dari pita polimer sebagai dielektrik yang ditempatkan di antara dua pita aluminium (aluminium foil) sebagai elektroda dan digulung untuk memperoleh luas elektroda yang diinginkan. Gulungan ini kemudian dimasukkan ke dalam tabung aluminium atau diproteksi dengan resin epoksi. Konstruksi lainnya menggunakan lapisan aluminium yang diendapkan (melalui proses penguapan) langsung di permukaan pita polimer sebagai elektroda

  97. 5211418044
    1. Konstruksi dasar kapasitor berupa dua plat konduktor yang ditengahnya diberi sekat bahan isolator yang disebut dielektrik.

  98. 5211418032
    No 2
    Dari kapasitor tersebut menggunakan medan elekktrosatatik untuk menyimpan muatan listrik. Jika kapasitor dihubungkan dengan suatu sumber tegangan,maka muatan listrik akan tersimpan pada kapasitor tersebut.

  99. 5211418056
    1. Kapasitor atau kondensator adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi / muatan listrik di dalam Medan listrik, dengan cara mengumpulkan ke tidak seimbangan internal dari muatan listrik atau komponen listrik yang mampu menyimpan muatan listrik yang di bentuk oleh permukaan ( piringan atau kepingan ) yang berhubungan yang di pisahkan oleh suatu penyekat

  100. 5211418056
    1. Kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi / muatan listrik di dalam Medan listrik, dengan cara mengumpulkan ke tidak seimbangan internal dari muatan listrik atau komponen listrik yang mampu menyimpan muatan listrik yang di bentuk oleh permukaan ( piringan atau kepingan ) yang berhubungan yang di pisahkan oleh suatu penyekat.

  101. 5211418056
    2. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan2 di elektrik yang umum misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain2. Jika kedua ujung plat metal diberi tentangan listrik, maka muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda ) metalnya dan pada saat yang sama muatan2 negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi.

  102. 5211418056
    2. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan2 di elektrik yang umum misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain2. Jika kedua ujung plat metal diberi tentangan listrik, maka muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan2 negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi.

  103. 5211418044
    2. Ketika muatan positif (+) diberikan pada salah satu plat dan plat yang lain diberi muatan negatif (-) maka sifat muatan pada kondisi ini akan saling tarik menarik, tetapi karena adanya lapisan dielektrik elektron-elektron tersebut tertahan, sehingga muatan listrik akan terjebak pada masing-masing plat dan terserap keseluruh kepingan plat. Kepingan plat membutuhkan waktu untuk mengisi muatan (charge) sehingga mencapai tegangan maksimum yang diberikan, dan selama tidak ada rangkaian konduksi yang dapt menarik atau mengeluarian listrik dari kapsitor, muatan listrik akan terus tersimpan pada kapasitor.

  104. 5211418044
    3. Kapasitansi dihotung dengan mengetahui lus area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai kapasitansi/kapasitas kapasitor dipengaruhi oleh sifat-sifat dielektrum dan dimensi platnya.

  105. 5211418036
    1. Konstruksi dasar kapasitor yaitu dua buah plat Konduktor yang ditengahnya dipisahkan oleh plat isolator yang biasa disebut dielektrikum

  106. Nim:5211418038
    1.Kapasitor Pita Polimer.
    Pada dasarnya kapasitor ini dibangun dari pita polimer sebagai dielektrik yang diletakkan diantara dua pita aluminium (alluminium foil) sebagai elektroda dan digulung untuk memperoleh luas elektroda yang diinginkan.
    2.Kapasitor Elektrolit Aluminium.
    Kapasitor ini dibangun dari dua pita aluminium yang sangat murni dengan ketebalan sekitar 50 mm sebagai elektroda, dan diantara keduanya diletakkan kertas berpori,kemudian digulung membentuk silinder.
    3.Kapasitor Keramik.
    Kapasitor keramik dibuat untuk penggunaan pada tegangan dan daya rendah maupun tegangan dan daya tinggi.Untuk tegangan rendah kita mengenal konstruksi piringan, konstruksi tabung, dan konstruksi multilayer.
    4.Kapasitor Mika.
    Konstruksi yang umum terdiri dari beberapa lempeng mika dengan ketebalan antara 0.25 sampai 50 mm sebagai dielektrik dengan lapisan perak sebagai elektroda yang disusun dan diklem membentuk satu susunan kapasitor terhubung paralel.

  107. 5211418036
    2. Kapasitor mengubah energi listrik menjadi medan elektrostatik yang memisahkan muatan positif dan muatan negatif

  108. Nim:5211418038
    Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan2 dielektrik yg umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan2 positif akan mengumpul pd salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yg sama muatan2 negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi.
    Muatan positif tdk dapat mengalir menujuujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bhn dielektrik yang non-konduktif.
    Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung2 kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan – muatan positif dan negatif di awan.

  109. 5211418036
    3. Kapasitansi kapasitor dipengaruhi oleh luasan plat dan jarak antar plat atau dielektrikum nya. Jika luasan plat semakin besar maka kapasitas kapasitor akan semakin besar,dan bila jarak antar plat atau dielektrikum semakin besar maka kapasitas kapasitor semakin kecil

  110. 5211418056
    3. Jika semakin besar luas permukaan maka akan semakin besar kapasitas kapasitor jika jarak plat semakin jauh maka kapasitas kapasitor semakin kecil

  111. 5211418036
    4. Diket :
    C=4nF
    Er=5,2
    d=1mm
    Eo=8,854 x 10^-12
    dit: A
    jawab:
    C=Eo.Er.A/d
    A=C.d/Eo.Er
    A=4×10^-9.1×10^-3/8,854×10^-12.5,2
    A=4×10^-12/46,0408×10^-12
    A=0,08687m²

  112. Nim:5211418038
    No:3
    Jika semakin besar luas permukaan makasih Alan semakin besar kapasitas kapasitornya jika Japan plat semakin jauh maka semakin kecil kapasitas kapasitornya

  113. 5211418056
    4. dik:C=4nF
    Er=5,2
    d=1mm
    Eo=8,854 x 10^-12
    dit: A?
    Jawab:
    C=Eo.Er.A/d
    A=C.d/Eo.Er
    A=4×10^-9.1×10^-3/8,854×10^-12.5,2
    A=4×10^-12/46,0408×10^-12
    A=0,08687m^2

  114. 5211418032
    No 3
    Kapasitansi kapasitor dapat ditentukan dengan persamaan
    C= ε0.εr.A/d

    dimana C adalah kapasitansi dalam farad, ε0 adalah permitivitas ruang hampa, dan εr adalah permitivitas relatif dari media dielektrikum antara kedua plat, dan d jarak antara kedua plat.

  115. 5211418056
    5. Konstanta waktu dalam pengisian sebuah kapasitor itu merupakan waktu yang di perlukan untuk aliran listrik yang mengalir dari sumber listrik ke tengangannya itu sendiri

  116. 5211418056
    6. dik:
    C=600uF=600×10^-6F E=50J
    dit: V?
    Jawab:
    E=0,5.C.V^2
    V^2=E/0,5.C
    V^2=50/0,5.600×10^-6
    V^2=50/0,0003
    V=√166666,66
    V=408,25V

  117. 5211418036
    5. Waktu yang dibutuhkan kapasitor untuk mencapai 2/3 tegangan yang diberikan. Biasanya digunakan untuk mengatur nyala lampu.

  118. 5211418056
    7.
    a. Kendaraan dengan pengapian konvensional berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api pada platina dan untuk memperkuat Medan magnet pada Koil pengapiannya
    b. Sebagai kopling amplifier dari tingkat rendah ke tingkat tinggi atau sebaliknya. Dan jika pada power supply digunakan untuk menghubungkan satu rangkaian tertentu dengan rangkaian lain

  119. Nim:5211418038
    No:5
    Konstanta waktu adalah waktu itu akan mengambil untuk perbedaan potensial di seluruh kapasitor (dalam rangkaian RC) untuk meningkatkan ke tingkat yang sama sebagai tegangan yang dikenakan.contohnya untuk mengatur nyalanya lampu

  120. 5211418036
    6. 6. diket:
    C=600uF=600×10^-6F
    E=50J
    dit: V?
    Jawab:
    E=0,5.C.V^2
    V^2=E/0,5.C
    V^2=50/0,5.600×10^-6
    V^2=50/0,0003
    V=√166666,67
    V=408,25V

  121. 5211418036
    7. Penggunaan kapasitor pada sepeda motor berfungsi sebagai penyimpan daya listrik diluar acu, hal ini menyebabkan umur acu dapat bertahan lebih lama dan apabila tegangan acu sudah mulai melemah maka kapasitor akan menggantikan tegangan acu sementara

  122. Nim:5211418038
    No:6
    Diket:C=600uF=600×10^-6F E=50J
    Di Tanya=V
    Jawaban=E=0,5.C.V^2
    V^2=E/0,5.C
    V^2=50/0.5.600×10^-6
    V^2=50/0, 0003
    V=√166666, 66
    Jadi V=408.25V

  123. Nim:5211418038
    No:4

    diketahui: C=4nF, Er=5,2 d=1mm Eo=8,854 x 10^-12
    ditanya: A
    dijawab:
    C=Eo.Er.A/d
    A=C.d/Eo.Er
    A=4×10^-9.1×10^-3/8,854×10^-12.5,2
    A=4×10^-12/46,0408×10^-12
    A=0,08687m^2

  124. 5211418044
    4. Dik : C=4nF, Er=5,2, d=1mm, Eo=8,854 x 10^-12
    Dit : A?
    Jwb :
    C = Eo x Er x A/d
    A = C x d/Eo x Er
    = 4 x 10^-9.1 x 10^-3/8,854 x 10^-12.5,2
    = 0,08687m^2

  125. 5211418032
    No 4
    Diketahui=
    C: 4 nF
    εr: 5,2
    d: 1mm
    ε0: 8,854 x 10-12
    Ditanyakan= A?
    Jawab=
    C= ε0.εr.A/d
    A=d.C/ε0.εr
    A=0,0001.0,0000000004/8,854 x 10-12.5,2
    A=0.00868794634 m2

  126. 5211418032
    no 5
    Konstanta waktu merupakan waktu yang diperlukan oleh kapasitor untuk mencapai berapa bagian tegangan yang diberikan.
    Contohnya= Jika nilai tahanan atau resistansi pada rangkaian adalah 15 kΩ dan nilai kapasitansi adalah 15000 μF. Berapakah konstanta waktu pada rangkaian tersebut?
    T= CxR=15000 μF x 15000Ω
    =225 detik

  127. 5211418044
    5. Konstanta waktu adalah waktu yang diperlukan untuk aliran listrik mengalir dari sumber ke tegangan yang akan dipakai
    Contohnya: untuk mengatur kapan nyalanya lampu

  128. 5211418044
    6. Dik : C = 600uF = 600 x 10^-6F, E = 50J
    Dit : V ?
    Jwb :
    E = 0,5 x C x V^2
    V^2 = E/0,5 x C
    V^2 = 50/0,5 x 600 x 10^-6
    V^2 = 50/0,0003
    V = 408,25

  129. 5211418048
    1. Sebuah komponen kapasitor terdiri dari bahan dielektrik yang dihubungkan dengan pin / kaki komponen itu sendiri. Bahan dieletrik tersebut bisa berupa keramik, kertas, mika dan lain lain sedangkan kaki komponen dihubungkan dengan pelat konduktor. Pengertian dari bahan dielektrik adalah semua bahan yang tidak bisa dialiri listrik, bahkan ruang hampa udara adalah salah satu bahan dielektrik.
    Jika pada bahan dielektrik tersebut dialiri arus listrik pada kaki elektrodanya maka muatan positif dan negatif akan berkumpul. Muatan listrik tersebut akan tetap tersimpan di kapasitor selama tidak terdapat konduksi di kaki terminal kapasitor.

  130. 5211418048
    2. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yg sama muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi.
    Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif.
    Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung kakinya.

  131. 5211418044
    7. Contoh aplikasi kapasitor pada bidang teknik mesin adalah :
    1. Pada mobil digunakan di Whiper mobil
    2. Pada kendaraan konvensional berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api pada platina dan untuk memperkuat medan magnet pada coil pengapian

  132. 5211418048
    3. Ketika ruang diantara dua plat diisi dengan bahan dielektrik, maka kapasitansi akan naik. Kenaikan kapasitansi ini disebabkan oleh melemahnya medan listrik diantara plat kapasitor akibat kehadiran dielektrik. Dengan demikian untuk jumlah muatan tertentu pada plat kapasitor, perbedaan potensial menjadi lebih kecil

  133. 5211418048
    5. Konstanta waktu adalah waktu yang dibutuhkan sebuah kapasitor untuk mengisi secara penuh ataupun waktu delay
    Contohnya terdapat pada wiper mobil, jika kapasitor penuh maka wiper akan bergerak dan saat mengisi kapasitor wiper tidak bergerak

  134. 5211418053

    4. Diket: C = 4 nF
    d = 1 mm
    ε0 = 8,854×10^-12
    εr = 5,2
    Ditanya: A = ?
    Dijawab
    C = ε0.εr.A/d
    A = d.C/ε0.εr
    A = 1.10^-3 . 4.10^-9/8,854.10^-12 . 5,2
    A = 4/8,854 . 5,2
    A = 0,099 m²

  135. 5211418053

    5. Konstanta waktu merupakan waktu yang diperlukan oleh kapasitor untuk mencapai 2/3 dari tegangan yang diberikan pada rangkaian tersebut. Contoh perumpamaannya yakni pada proses pengisian ember, ada waktu yang diperlukan untuk mengisi ember dengan air hingga volumenya mencapai 2/3 sebelum ember itu penuh. Dalam kapasitor lama waktu tersebut dinamakan konstanta waktu

  136. 6. Diket: C = 600 µF = 6×10^-4 F = 0,0006 F
    E = 50 J
    Ditanya: V=?
    Dijawab:
    E = 0,5CxV²
    V² = E/0,5C
    V² = 2E/C
    V² = 2×50/0,0006
    V = √166666,66
    V = 408,25 V

  137. 5211418053

    6. Diket: C = 600 µF = 6×10^-4 F = 0,0006 F
    E = 50 J
    Ditanya: V=?
    Dijawab:
    E = 0,5CxV²
    V² = E/0,5C
    V² = 2E/C
    V² = 2×50/0,0006
    V = √166666,66
    V = 408,25 V

  138. 5211418053

    7. Contoh penggunaan kapasitor di bidang teknik mesin ialah kapasitor digunakan sebagai salah satu jenis sistem pengapian pada kendaraan bermotor yang memanfaatkan arus pengosongan muatan dari kondensator, guna mencatudaya Kumparan pengapian. Yang kita kenal dengan sistem pengapian CDI (Capacitor Discharge Ignition) pada kendaraan bermotor

  139. 5211418048
    7. Penggunaan kapasitor pada sistem kelistrikan sepeda motor bisa ditemukan dalam rangkaian sistem pengapian konvensional (menggunakan platina) dan pengapian CDI (capacitor discharge ignition) baik CDI dengan arus DC (searah) maupun CDI dengan arus AC (bolak balik).

  140. 5211418047
    1. Suatu komponen yang terdiri dari dua buah plat tipis yang berjarak sangat dekat dan dipisahkan oleh isolator.

  141. 5211418047
    2. Kapasitor ini dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu sementara sehingga sering digunakan sebagai penggeser fasa dan juga sebagai filter (penyaring) dalam pencatu daya. Kapasitor juga memiliki sifat melewatkan arus AC (arus bolak-balik) dan menghambat arus DC (arus searah). Kemampuan penyimpanan muatan listrik Kapasitor ini disebut dengan Kapasitansi dengan satuannya adalah Farad (F).

  142. 5211418047
    5. Waktu yang diperlukan oleh kapasitor untuk mencapai 2/3 dari tegangan yang diberikan. Contoh pada rangkaian waktu LED yang berkedip.

  143. 5211518047
    4. Diketahui :-C =4 nF
    -d =1 mm
    -£0=8,854×10^-12
    -£r=3,2
    Ditanya :A?
    Dijawab :C=£0.£r.A/d
    A=D.C/£0.£r
    A=1.10^-3.4.10^-9/8,854.10^-12.5,2
    A=4/8,854.5,2
    A=0,099m^2

  144. 5211418047
    3. Jika nilai koefisien dielektrik semakin besar maka kapasitas kapasitor itu semakin besar yang artinya jika luas penampang itu semakin besar maka kapasitas kapasitor itu juga semakin besar.

  145. 5211418047
    6. Diketahui :C= 600 uF =6¶10^-4 F= 0,0006 F
    E=50 J
    Ditanya :V?
    Dijawab:E=0,5.C.V^2
    V^2=E/0,5 C
    V^2=50/0,5.0,0006
    V^2=166666,66
    V=408,25 V

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here