KELISTRIKAN OTOMOTIF (KAMIS)

180
385

Pada pembelajaran di kelas, sudah didiskusikan mengenai dasar sistem pengisian. Untuk dapat mempelajari lebih dalam, silakan diskusikan hal-hal berikut:

  1. Bagaimana pengaruhnya terhadap kendaraan jika sistem pengisian tidak berfungsi?.
  2. Jelaskan fungsi bagian-bagian regulator pada sistem pengisian.
  3. Bagaimanakan reaksi regulator jika tegangan output alternator melebihi atau kurang dari tegangan standarnya? Jelaskan dengan rinci.
  4. Bagaimanakan cara pengaturan kuat atau lemahnya medan magnet pada kumparan rotor?
  5. Pada suatu generator listrik, termasuk alternator, ada 3 hal penting yang harus ada agar generator dapat menghasilkan listrik, yaitu kumparan, medan magnet, dan putaran. Mengapa pada sistem pengisian mobil hanya medan magnet yang diatur untuk menstabilkan tegangan output alternator? Padahal, putaran dan kumparan juga dapat diatur agar tegangan output suatu generator dapat stabil. Jelaskan.
  6. Mengapa pada saat mesin sudah hidup, lampu pengisian pada kendaraan padam? Jelaskan.
  7. Bagaimanakah cara mengukur arus output alternator saat sistem pengisian bekerja?

Silakan diskusikan dengan teman-teman dan jawaban bisa ditulis di dalam kolom komentar. Perlu diperhatikan: 1) jawaban diawali dengan menuliskan NIM dan setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) meskipun hasil diskusi bersama, 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim/posting), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). Jawaban ditunggu sampai hari Jumat, 15 November 2019 pukul 17.00. Selamat berdiskusi (DW).

180 COMMENTS

  1. NIM :5202418047

    1. Pengaruh sistem pengisian terhadap kendaraan jika tidak berfungsi yaitu ketersediaan dari sumber arus listrik pada baterai akan berkurang bahkan tidak ada dan arus listrik yang disimpan dalam baterai tidak dapat terisi, maka baterai akan rusak.

  2. NIM : 5202418047

    2. Fungsi bagian-bagian regulator pada sistem pengisian :

    > Voltage regulator berfungsi untuk mengatur kemagnetan di rotor coil dengan cara mengatur arus yang masuk ke rotor coil sehingga tegangan output alternator tetap konstan. Tahanan kumparan rotor ini sekitar 100 Ohm.

    > Voltage relay berfungsi untuk mematikan lampu pengisian (CHG) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator. Voltage relay ini memiliki tahan sekitar 25 Ohm.

    >Titik kontak pada kumparan voltage relay dan voltage regulator yang berfungsi untuk menyalurkan arus menuju ke-kumparan rotor.

    > Resistor pada regulator yang menghubungkan terminal IG dan terminal F. Besar tahanan pada resistor ini sekitar 11 Ohm.

    > Pegas pada bagian atas kumparan voltage regulator maupun voltage relay digunakan sebagai penahan gerakan kontak agar tidak terlalu mudah berhubungan dengan kontak yang lain. Kekakuan pegas ini dapat diatur oleh lidah penyetel.

    • NIM : 5202418047

      4. Cara pengaturan kuat atau lemahnya medan magnet pada kumparan rotor adalah jumlah lilitan pada inti besi (kumparan rotor), jika semakin banyak lilitan pada rotor maka medan magnet yang dihasilkan akan lebih besar dan sebaliknya jika lilitan sedikit maka medan magnet yang dihasilkan lebih kecil, hal ini dipengaruhi tegangan yang dihasilkan oleh putaran mesin.

  3. NIM : 5202418047

    3. Reaksi regulator jika tegangan output alternator melebihi atau kurang dari tegangan standarnya adalah
    • Putaran alternator jika putaran alternator naik maka tegangan yang dihasilkan juga akan naik dan bila putaran turun maka tegangan juga akan turun.

    • Jumlah kumparan stator mempengaruhi besar kecilnya output tegangan yang dihasilkan.

    • Kuat lemahnya medan magnet juga mempengaruhi hasil dari output tegangan yang dihasilkan.

  4. NIM : 5202418047

    5. Sistem pengisian mobil hanya medan magnet yang diatur untuk menstabilkan tegangan output alternator karena dari lilitan kawat ini menghasilkan medan magnet yang nantinya menghasilkan garis garis magnet membentuk kutub utara dan selatan, sehingga harus diatur besar dan kecilnya medan magnet yang dihasilkan kumparan rotor.

  5. NIM : 5202418047

    6. Pada saat mesin sudah hidup, lampu pengisian pada kendaraan padam karena setelah mesin hidup stator coil menghasilkan arus listrik, tegangan dari terminal N alternator mengalir ke terminal N regulator ke kumparan voltage relay ke massa, sehingga pada kumparan voltage relay timbul medan magnet akibatnya terminal P0 tertarik dan menempel dengan P2 sehingga lampu penyisihan padam karena tidak mendapatkan massa.

  6. NIM : 5202418047

    7. Cara mengukur arus output alternator saat sistem pengisian bekerja yaitu

    > Pasang Volt meter yaitu menghubungkan clem positif pada terminal positif baterai dan clem negatif pada terminal negatif baterai.

    > Pasang amper meter dengan memasang clem induksi pada kabel positif baterai.

    > Hidupkan mesin, atur putaran mesin dari putaran idle sampai 2000 rpm, Hidupkan lampu kepala dan fan AC. Periksa penunjukan pada Amper-Volt meter.
    Standar penunjukan untuk regulator mekanik , arus lebih dari 30 A dan tegangan 13,8-14,8 Volt.
    Standar penunjukan tegangan untuk sistem pengisian IC regulator, tipe A: 13,8-14,1 volt sedangkan regulator tipe M: 13,9-15,1 volt.

  7. 5202418049
    1. Pengaruh jika sistem pengisian pada kendaraan tidak berfungsi yaitu tidak ada yang menjamin ketersediaan energi listrik dalam baterai setelah dipakai, sehingga tidak dapat memberikan arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan setelah mesin hidup. Karena sistem pengisian berfungsi untuk menjamin ketersediaan energi listrik dalam baterai dengan mengisi kembali baterai setelah dipakai.

  8. 5202418049
    2. Bagian bagian regulator yaitu: (1). Kumparan voltage regulator yang berfungsi untuk mengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetan bisa diatur sesuai kebutuhan sehingga tegangan output alternator tetap konstan, tahanan kumparan tersebut sekitar 100 ohm. (2). Kumparan voltage relay yang berfungsi untuk mematikan lampu charging dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator. Tahanan voltage relay sekitar 25 ohm.

  9. 5202418049
    3.
    A. Pada saat output melebihi tegangan standar (putaran tinggi)
    Apabila rotor berputar pada kecepatan tinggi maka tegangan yang dihasilkan juga akan tinggi sehingga tegangan yang bekerja pada kumparan regulator juga semakin tinggi. Hal ini menyebabkan terjadinya medan magnet yang sangat kuat pada kumparan regulator sehingga mampu menarik kontak gerak dan menempel pada P2. Menyebabkan arus mengalir melalui resistor dan langsung mengalir ke massa sehingga tidak ada arus yang mengalir ke kumparan rotor. Akibatnya medan magnet pada kumparan rotor hilang karena kumparan tersebut tidak mendapatkan arus. Menyebabkan turunnya tegangan yang dihasilkan kumparan stator karena tidak ada kemagnetan. Jika tegangan turun maka tegangan pada kumparan regulator juga turun sehingga medan magnetnya melemah. Pada saat ini pegas akan menarik kontak gerak lepas dari P2 sehingga arus akan kembali mengalir dari resistor ke kumparan rotor sehingga medan magnet akan terbentuk lagi pada kumparan rotor. Hal ini terjadi terus-menerus sehingga tegangan output kumparan stator stabil.

    B. Pada saat output kurang dari standar (putaran lambat)
    Saat putaran lambat, tegangan yang dihasilkan kumparan stator cenderung rendah. Tegangan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan yang masuk ke kumparan regulator rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel dengan P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir menuju rotor besar karena tidak melalui hambatan sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor kuat. Putaran yang lambat diimbangi dengan kuatnya medan magnet pada kumparan rotor menyebabkan output dari kumparan stator cukup untuk mengisi baterai.

  10. 5202418049
    4. Cara pengaturan kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor adalah sebagai berikut:
    A. Saat putaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor dikurangi sehingga kuat medan magnetnya menurun, dan
    B. Pada putaran rendah arus yang masuk ke kumparan rotor dibesarkan sehingga medan magnet pada kumparan rotor menjadi kuat.
    Efek dari pengaturan arus pada kumparan rotor sesuai dengan kecepatan putaran rotor adalah tegangan yang dihasilkan oleh alternator menjadi stabil.

  11. 5202418049
    6. Pada saat mesin sudah hidup lampu pengisian akan padam karena pada saat itu alternator sudah bergerak sehingga dapat mengeluarkan output. Alternator mendapat energi gerak dari putaran mesin yang dihubungkan dengan tali kipas.

  12. 5202418049
    5. Putaran mesin kendaraan tidak konstan karena terkadang berputar pada kecepatan tinggi, rendah, ataupun sedang. Naik turunnya putaran akan mempengaruhi tegangan yang dihasilkan alternator.
    Jumlah kumparan juga akan mempengaruhi besar kecilnya tegangan yang dihasilkan. Jumlah lilitan pada alternator adalah tetap, putaran mesin selalu berubah-ubah, sedangkan besarnya tegangan baterai adalah 12V sehingga output alternator tidak boleh melebihi 14.8V.
    Berdasarkan kondisi tersebut, untuk menghasilkan tegangan yang stabil tidak mungkin mempertahankan putaran mesin, dan juga tidak mungkin mengubah jumlah lilitan pada alternator. Maka yang dapat diubah adalah dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet. Jika putaran mesin naik maka medan magnet harus dilemahkan agar tegangan yang dihasilkan tidak terlalu tinggi, dan apabila mesin ada pada putaran rendah maka medan magnet harus dikuatkan agar tegangan tetap cukup untuk memenuhi kebutuhan sistem pengisian.
    Jadi pengaturan output alternator hanya dapat dilakukan dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet agar tegangan tetap stabil.

  13. 5202418049
    7. Pengujian dapat menggunakan alat ukur Ampere volt meter
    A. Uji tanpa beban
    1. Hubungkan kabel (+) ke positif baterai, dan kabel (-) ke negatif baterai, atur pada kontak 18V. Posisikan selektor ke 2 charging, atur ampere meter ke posisi 0, dan pasang klem ampere meter ke negatif baterai.
    2. Putar kunci kontak ke posisi ON, baca penunjuk pada ampere meter, kira kira 6A(pembacaan awal untuk arus alternator yang harus diberikan untuk sistem pengapian & aksesoris sebelum alternator bekerja mengisi baterai)
    3. Hidupkan mesin pada putaran 2000 rpm
    4. Setelah sekitar 3 – 4 menit, baca penunjuk ampere & volt meter. Tambahkan dengan hasil pembacaan sebelum mesin hidup, dan total harus kurang dari 10A. Hasil pembacaan tegangan harus ada pada spesifikasi antara 13 – 15V. Jika melebihi spesifikasi maka regulator harus diganti.

    B. Uji dengan beban
    1. Saat mesin masih dalam keadaan berputar, atur pengontrol kenaikan beban untuk mendapatkan pembacaan ampere meter tertinggi tanpa menyebabkan terjadinya penurunan tegangan dibawah 12 V
    2. Baca penunjuk ampere meter. Pembacaan harus berada dalam 10% output alternator yang telah ditentukan. Jika pembacaan lebih besar dari 10% dibawah harga yang telah ditentukan, ganti alternator.

  14. NIM:5202418053

    Fungsi sistem pengisian adalah untuk menjamin ketersediaan energi listrik dalam baterai dengan mengisi kembali baterai setelah dipakai dan memberikan arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan setelah mesin hidup. Dilihat dari fungsi sistem pengisian tersebut hal yang akan terjadi jika sistem pengisian tidak berfungsi adalah :
    1. Baterai tidak akan terisi kembali atau tidak charging, akibatnya daya baterai akan lemah sehingga tidak bisa digunakan lagi.
    2. Sistem kelistrikan pada kendaraan berfungsi tidak maksimal atau bahkan tidak bisa difungsikan.

  15. NIM:5202418053

    Fungsi bagian-bagian regulator pada sistem pengisian:
    1. Voltage regulator berfungsi untuk mengatur kemagnetan di rotor coil dengan cara mengatur arus yang masuk ke rotor coil sehingga tegangan output alternator tetap konstan. Tahanan kumparan rotor ini sekitar 100 Ohm.
    2. Voltage relay berfungsi untuk mematikan lampu pengisian (CHG) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator. Voltage relay ini memiliki tahan sekitar 25 Ohm.

  16. NIM: 5202418063
    1. Pengaruh jika sistem pengisian tidak berfungsi adalah, pergantian tenaga listrik yang ada di batere tidak maksimal/tidak terisi setelah batere melakuka tugasna mensuply kebutuhan kendaraan,karena batere mempunya kapasitas dan daya tampung yang sangat terbatas akan tetapai kebutuhan akan listrik pada sebuah kendaraan sangat besar maka sistem pengisian ini menjadi sangat vital. Pada sebuah kendaraan ada beberapa sistem yang membutuhkan tegangan listrik baik saat kendaraan berjalan ataupun pada saat kendaraan berhenti. Diantaranya adalah sistem starter dimana disini hampir 70% tenaga listrik di pakai untuk melakukan awal perputaran mesin tersebut, sistem pengapian, sistem kelistrikan baik itu untuk beban lampu ataupun Air condisioner dan masih banyak lagi sistem dalam kendaraan yang memerlukan sumber tenaga listrik tersebut.

  17. NIM: 5202418063
    2. fungsi bagian-bagian regulator pada sistem pengisian:
    Pada regulator tipe konvensional terdapat dua kumparan, yaitu voltage relay dan votege regulator. Berikut adalah fungsi-fungsi masing-masing kumparan
    A. Voltage regulator berfungsi untuk mengatur kemagnetan di rotor coil dengan cara mengatur arus yang masuk ke rotor coil sehingga tegangan output alternator tetap konstan. Tahanan kumparan rotor ini sekitar 100 Ohm.

    B. Voltage relay berfungsi untuk mematikan lampu pengisian (CHG) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator. Voltage relay ini memiliki tahan sekitar 25 Ohm.

    Setiap kumparan baik votage relay maupun voltage regulator dilengkapi dengan titik kontak yang berfungsi untuk menyalurkan arus menuju ke-kumparan rotor. Pada regulator juga terdapat resistor yang menghubungkan terminal IG dan terminal F pada regulator. Besar tahanan pada resistor ini sekitar 11 Ohm.

  18. NIM 5202418064

    No 1
    Jika sistem pengisian tidak berfungsi maka tidak bisa menjamin ketersediaan energi listrik dalam baterai karena tidak ada proses pengisian kembali pada baterai setelah dipakai. Dan juga jika sistem pengisian tidak berfungsi maka tidak bisa memberikan arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan setelah mesin hidup.

  19. NIM 5202418064

    No 2
    a. Kumparan voltage regulator berfungsi untuk mengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya bisa diatur sesuai kebutuhan sehingga tegangan output alternator tetap konstan, tahanan kumparan tersebut sekitar 100 Ohm
    b. Kumparan voltage relay berfungsi untuk mematikan lampu CHG (charging) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator, tahanan kumparan voltage relay adalah sekitar 25 Ohm

  20. NIM 5202418064

    No 3
    Jika putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, maka dengan adanya tegangan output alternator yang melebihi tegangan standar maka regulator akan memperkecil arus yang masuk ke kumparan rotor atau dilangsungkan ke massa.
    Jika putaran mesin lambat tegangan alternator akan turun atau kurang dari standar, namun regulator akan mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor besar.

  21. NIM 5202418064

    No 4
    Saat putaran lambat tegangan yang dihasilkan kumparan stator cenderung rendah. Ini menyebabkan tegangan yang masuk ke kumparan regulator rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel dengan P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir menuju kumparan rotor besar karena tidak melalui hambatan sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor kuat.

    Saat putaran cepat sampai sedang, maka tegangan yang dihasilkan kumparan stator akan naik yang akan mempengaruhi tegangan yang bekerja pada kumparan regulator. Kenaikan tegangan pada kumparan ini menyebabkan medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan regulator menguat dan mampu menarik kontak gerak sehingga lepas dari P1 dan posisinya menjadi mengambang. Hal ini akan menyebabkan arus yang mengalir ke kumparan rotor melewati resistor sehingga arus yang masuk ke kumparan rotor mengecil. Medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor menjadi turun atau melemah.

  22. NIM 5202418064

    No 5
    Untuk menstabilkan tegangan yang dihasilkan alternator yang dapat dilakukan hanya dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet. Jika putaran mesin naik, maka medan magnet harus dilemahkan agar tegangan yang dihasilkan tidak terlalu tinggi, dan sebaliknya pada saat putaran rendah medan magnet harus dikuatkan untuk mencegah tegangan alternator turun. Jadi pengaturan output alternator agar tegangan yang dihasilkan selalu stabil adalah dengan mengatur medan magnet pada alternator.
    Jika yang diatur adalah putaran maka saat putaran naik, maka tegangan juga akan naik dan sebaliknya jika putaran turun maka tegangan juga akan turun, sehingga tidak bisa stabil. Dan jika yang diatur adalah kumparan maka akan juga mempengaruhi besar kecilnya tegangan yang dihasilkan, sehingga tegangan tidak bisa stabil.
    Maka dari itu yang bisa diatur hanya medan magnetnya.

  23. NIM 5202418064

    No 6
    Saat mesin sudah hidup, stator coil menghasilkan arus listrik. Tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator, ke kumparan voltage relay, ke massa. Akibatnya pada kumparan voltage relay timbul medan magnet, sehingga terminal P0 tertarik dan menempel dengan P2. Akibatnya lampu pengisian menjadi padam karena tidak mendapat massa.

  24. NIM 5202418064

    No 7
    Pengujian tanpa beban
    a. Siapkan alat ukur, putar pengontrol kenaikan beban ke posisi OFF, cek jarum di posisi nol, hubungkan kabel alat ukur yang berwarna merah ke positif baterai dan yang hitam ke negatif baterai, set pemilih tegangan ke 18 V, posisikan selektor ke #2charging, set amper meter ke posisi nol dan pasang klem amper meter ke kabel negatif baterai

    b. Putar kunci kontak ke posisi ON, baca penunjukkan pada ampere meter. Ini merupakan pembacaan awal untuk arus alternator yang harus diberikan untuk sistem pengapian dan aksesori lain sebelum alternator bekerja memberikan arus untuk mengisi baterai. Pembacaan kira-kira 6A.

    c. Hidupkan mesin dan set putaran pada 2000 rpm. Beberapa model memerlukan seting kecepatan yang berbeda.

    d. Setelah sekitar 3 sampai 4 menit, baca penunjukkan ampere meter. Tambahkan hasil pembacaan dengan hasil pembacaan sebelum mesin hidup. Pembacaan total harus kurang dari 10 A. Jika lebih dari 10 A, kemungkinan alternator masih bekerja mengisi baterai karena baterai belum penuh. Jika baterai sudah penuh, pembacaan harus dibawah 10 A.

    Pengujian dengan beban
    a. Saat mesin masih berputar pada putaran yang sudah ditentukan, atur pengontrol kenaikan beban untuk mendapatkan pembacaan amper meter tertinggi tanpa menyebabkan terjadinya penurunan tegangan dibawah 12 V

    b. Baca penunjukkan amper meter. Pembacaan harus berada dalam 10% output alternator yang telah ditentukan. Jika pembacaan lebih besar dari 10 % dibawah harga yang telah ditentukan, ganti alternator.

  25. NIM: 5202418063
    3. reaksi regulator jika tegangan output alternator kurang, Lampu pengisian akan menyala bila alternator tidak mengirimkan jumlah arus listrik yang normal. Hal tersebut terjadi bila tegangan dari terminal N alternator kurang dari jumlah yang ditentukan.
    Reaksi regulator jika tegangan output alternator melebihi, Resistor akan putus apabila terjadi kelebihan beban aliran listrik. Dioda putus maka aliran listrik dari terminal IG akan terputus, putusnya aliran ini mengakibatkan putusnya aliran yang masuk ke komponen rotor coil sehingga kemagnetan pada alternator tidak dapat dibangkitkan oleh rotor coil.

  26. 5202418060

    1. Pada dasarnya sistem pengisian berfungsi untuk menjamin ketersediaan energi listrik dalam baterai dengan mengisi kembali baterai setelah dipakai dan memberikan arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan kendaraan setelah mesin hidup. Disamping itu sistem pengisian harus mampu menggantikan fungsi baterai pada saat mesin hidup, jadi jika sistem pengisian tidak berfungsi maka ketersediaan energi listrik dalam baterai akan menurun atau tenaga listrik menjadi lemah serta tidak ada aliran arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan kendaraan. Hal ini dikarenakan kapasitas dalam baterai yang terbatas sehingga tidak bisa hanya mengandalkan baterai saja sebagai sumber listrik pada kendaraan.

  27. 5202418060

    2. >Regulator tipe konvensional
    a. Kumparan voltage regulator berfungsi untuk mengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya bisa diatur sesuai kebutuhan sehingga tegangan output alternator tetap konstan, tahanan kumparan tersebut sekitar 100 ohm.
    b. Kumparan voltage relay berfungsi untuk mematikan lampu CHG(charging) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator, tahanan kumparan voltage relay sebesar 25 ohm.
    c. Pegas berfungsi sebagai penahan gerakan kontak gerak (Pl0 atau P0) agar tidak terlalu mudah berpindah tempat dari posisi satu ke posisi lain.
    d. Lidah penyetel berfungsi sebagai pengatur kekakuan pegas.
    >Regulator Tipe Elektronik (IC)
    a. Transistor berfungsi untuk mengatur arus yang masuk ke kumparan rotor.
    b. Terminal E berfungsi untuk menghubungkan regulator dengan body alternator atau body.
    c. Terminal P berfungsi untuk menghubungkan regulator dengan salah satu ujung kumparan stator.
    d. Terminal F berfungsi untuk melakukan pengetesan saat terjadi gangguan pada sistem pengisian atau untuk menentukan apakah IC alternator rusak atau tidak.
    e. Terminal S berfungsi untuk menyensor tegangan yang masuk ke dalam baterai.
    f. Terminal L berfungsi sebagai indikator ada tidaknya atau normal tidaknya sistem pengisian.
    g. Terminal IG berfungsi sebagai sumber catu daya pada regulator IC.
    h. Terminal B berfungsi untuk menghubungkan arus DC dari alternator ke baterai.

  28. 5202418060

    3. Tegangan output alternator menjadi tinggi disebabkan oleh naiknya putaran mesin menjadi tinggi, jika tegangan output alternator melebihi standart (14,8) maka kemagnetan pada kumparan voltage regulator semakin kuat sehingga kontak Pl0 tertarik dan menempel pada kontak Pl2. Akibatnya arus yang berasal dari ig mengalir ke R ke Pl0 ke Pl2 kemudian ke massa (tidak mengalir ke RC), hal ini menyebabkan medan magnet pada RC drop, jadi meskipun putaran mesin tinggi tapi ouput alternator menjadi stabil karena lemahnya RC. Sedangkan tegangan output menjadi rendah karena putaran mesin lambat, jika tegangan ouput alternator kurang dari standart (13,8) maka medan magnet pada kumparan voltage regulator lemah dan Pl0 tetap menempel ke Pl1(karena adanya pegas pada Pl0). Akibatnya arus yang besar mengalir dari ig ke Pl1, ke Pl0, ke F regulator, ke F alternator, ke RC, kemudian ke massa. Hal ini menyebabkan arus yang mengalir ke RC besar dan medan magnet pada RC kuat, jadi meskipun putaran mesin lambat, output alternator tetap cukup untuk mengisi baterai karena medan magnet pada RC kuat.

  29. 5202418060

    4. Pada sistem pengisian yang berfungsi mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor adalah regulator. Cara pengaturannya ketika putaran rortor lambat dan tegangan yang di hasilkan kumparan stator rendah, maka menyebabkan tegangan yang masuk ke kumparan regulator rendah sehingga medan magnet yang di hasilkan rendah. Namun karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel dengan P1, hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir ke kumparan rotor besar karena tidak melalui hambatan mehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor kuat. Sedangkan jika putaran rotor makin cepat sampai dengan putaran sedang, maka tegangan yang di hasilkan kumparan stator juga naik. Kenaikan tegangan ini menyebabkan medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan regulator menguat dan mampu menarik kontak gerak sehingga lepas dari P1 dan posisinya menjadi mengambang. Hal ini menyebabkan arus yang mengalir ke kumparan rotor melewati resistor sehingga arus yang masuk ke kumparan rotor mengecil dan medan magnet yang di hasilkan oleh kumparan rotor menurun atau lemah. Medan magnet pada kumparan rotor bisa jadi hilang jika tidak ada arus yang mengalir ke kumparan rotor. Hal ini disebabkan putaran rotor tinggi, tegangan yang dihasilkan kumparan stator tinggi, dan medan magnet pada kumparan regulotor kuat, sehingga bisa menarik kontak gerak dan menempel dengan P2 dan arus mengalir melalui resistor dan langsung mengalir ke massa.

  30. 5202418060

    5. 3 hal penting yang harus ada agar generator dapat menghasilkan listrik, yaitu kumparan, medan magnet, dan putaran. Apabila salah satu dari ketiga hal tersebut tidak ada maka alternator tidak dapat menghasilkan tegangan. Putaran mesin pada kendaraan tidak konstan karena berjalan pada putaran rendah, sedang, dan tinggi sesuai kebutuhan. Naik turunnya putaran akan mempengaruhi tegangan yang dihasilkan alternator. Bila putaran naik, maka tegangan yang di hasilkan akan naik begitu pula sebaliknya. Jumlah kumparan stator juga akan mempengaruhi besar kecilnya tegangan yang di hasilkan. Kuat lemahnya medan magnet juga akan mempengaruhi besar kecilnya tegangan. Jumlah lilitan pada alternator adalah tetap, putaran mesin selalu berubah-ubah. Besarnya tegangan baterai pada kendaraan adalah konstan(12 V), sehingga tegangan output tidak boleh terlalu tinggi melebihi 14,8 V. Berdasarkan kondisi tersebut, untuk menghasilkan tegangan yang stabil, tidak mungkin mempertahankan putaran pada kecepatan tertentu karena mesin selalu berputar naik turun. Untuk menghasilkan tegangan yang stabil juga tidak mungkin mengurangi atau menambah jumlah lilitan karena jumlah lilitan pada alternator tetap. Untuk menstabilkan tegangan yang dihasilkan alternator, yang dapat dilakukan hanya dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet. Jika putaran mesin naik, maka medan magnet harus lemahkan agar tegangan yang dihasilkan tidak terlalu tinggi, dan sebaliknya pada saat putaran mesin rendah medan magnet harus dikuatkan untuk mencegah tegangan alternator turun. Jadi pengaturan output alternator agar tegangan yang dihasilkan selalu stabil adalah dengan mengatur medan magnet pada alternator.

  31. 5202418060

    6. Pada sistem pengisian kendaraan lampu CHG digunakan sebagai indikator apakah terjadi masalah pada sistem pengisian atau tidak. Lampu CHG dapat menyala karena adanya arus listrik yang mengalir ke lampu. Ketika kunci kontak On dan mesin mati maka lampu CHG menyala dan ketika mesin hidup maka lampu CHG mati. Untuk mematikan lampu CHG ini dilakukan oleh komponen voltage relay pada regulator. Voltage relay aktif ketika adanya tegangan dari terminal N sehingga apabila terdapat masalah pada voltage relay dan tegangan N (tegangan N hilang) maka lampu tidak akan mati.

  32. 5202418060

    7. A. Mengukur arus output alternator tanpa beban
    1. Siapkan alat ukur. Putar pengontrol kenaikan beban ke posisi OFF, cek jarum di posisi nol(atur jika diperlukan), hubungkan kabel alat ukur yang berwarna merah ke positif baterai dan yang hitam ke negatif, posisikan selektor ke #2 CHARGING, set ampere meter ke posisi nol, dan pasang klem ampere meter ke kabel negatif baterai.
    2. Putar kunci kontak ke posisi ON (mesin tidak hidup), baca penunjukan pada ampere meter. Ini merupakan pembacaan awal untuk arus alternator yang harus diberikan untuk sistem pengapian dan asesoris lain sebelum alternator bekerja memberikan arus untuk mengisi baterai. Pembacaan kira-kira 6 A.
    3. Hidupkan mesin dan set putaran pada 2000 rpm. Beberapa model memerlukan seting kecepatan yang berbeda.
    4. Setelah 3 sampai 4 menit, baca penunjukan ampere meter. Tambahkan hasil pembacaan ini dengan hasil pembacaan sebelum mesin hidup seperti dijelaskan pada langkah 2 diatas. Pembacaan total harus kurang dari 10 A. Jika lebih dari 10 A, kemungkinan alternator masih bekerja mengisi baterai karena baterai belum penuh. Jika baterai sudah penuh, pembacaan harus dibawah 10 A.
    5. Lepas pemassaan pada terminal F (untuk tipe IC)

    B. Mengukur arus output alternator dengan beban
    1. saat mesin masih dalam keadaan berputar pada putaran yang sudah ditentukan, atur pengontrol kenaikan beban untuk mendapatkan pembacaan ampere meter tertinggi tanpa menyebabkan terjadinya penurunan tegangan (voltage drop) dibawah 12 V.
    2. Baca penunjukkan ampere meter. Pembacaan harus berada dalam 10% output alternator yang terlah ditentukan. Jika pembacaan lebih besar dari 10% dibawah harga yang telah ditentukan, maka ganti alternator.

  33. 5202418046
    No 1
    Sistem pengisian pada kendaraan memiliki fungsi utama yaitu untuk mengisi kembali arus listrik di dalam baterai. Selain itu sistem pengisian juga berfungsi untuk mensuplai energi listrik ke sistem-sistem kelistrikan yang berada di kendaraan selama mesin hidup. Ketika sistem pengisian tidak berfungsi maka tidak bisa menjalin ketersediaan energi listrik dalam baterai karena tidak ada proses pengisian pada baterai ketika baterai telah digunakan

  34. 5202418046
    No 2
    -Voltage regulator berfungsi untuk mengatur kemagnetan di rotor coil dengan cara mengatur arus yang masuk ke rotor coil sehingga tegangan output alternator tetap konstan. Tahanan kumparan rotor ini sekitar 100 Ohm.
    -Voltage relay berfungsi untuk mematikan lampu pengisian (CHG) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator. Voltage relay ini memiliki tahan sekitar 25 Ohm.

  35. 5202418046
    No 3
    -Jika putaran mesin kecepatan tinggi , tegangan yang dihasilkan kumparan stator akan tinggi sehingga tegangan yang bekerja pada kumparan regulator juga semakin tinggi. Hal ini menyebabkab terjadinya medan magnet yang makin kuat pada kumparan regulator sehingga mampu menarik kontak gerak dan menempel .
    -Jika tegangan rendah , tegangan pada kumparan regulator juga akan turun sehingga medan magnetnya melemah. Pada saat pegasa akan menarik kontak gerak lepas dari P2 sehingga arus akan kembali mengalir dari resistor ke kumparan rotor sehingga medan magnet akan terbentuk pada kumparan rotor. Karena putaran tibggi , maka pegangan yang dihasilkan kumparan stator akan naik.

  36. 5202418073

    1. jika sistem pengisian tidak berfungsi maka tidak ada yang memberikan arus listrik ke seluruh system kelistrikan setelah mesin hidup dan tidak ada ketersediaan energy listrik dalam baterai dengan mengisi kembali baterai setelah dipakai.

  37. NIM: 5202418063
    4. Yang mengatur kuat atau lemahnya medan magnet pada kumparan rotor adalah kumparan voltage regulator yang berfungsi untuk mengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya bias diatur sesuai kebutuhan sehingga tegangan output alternator tetap konstan, tahanan kumparan tersebut sekitar 100 Ohm.
    Apabila tegangan listrik naik terlalu tinggi, kemagnetan pada voltage coil cukup kuat untuk menarik tuas kontak sehingga terbuka. Akibatnya arus listrik yang mengalir kedalam field coil dibatasi oleh tahanan R, sehingga tegangan yang dibangkitkan oleh alternator akan turun. Jika tegangan listrik turun sampai dibawah harga normal maka kemagnetan pada voltage coil menjadi lemah dan kontak kembali menutup karena adanya tarikan pegas, mengakibatkan tegangan listrik naik kembali.

  38. 5202418073

    2. Yang pertama adalah kumparan voltage regulator yang berfungsi untuk mengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya bisa diatur sesuai kebutuhan sehingga tegangan output altenator tetap konstan, tahanan kumparan tersebut sekitar 100 Ohm dan yang kedua adalah kumparan voltage relay yang berfungsi untuk mematikan lampu CHC (charging) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator. Besar tahanan kumparan voltage relay adalah sekitar 25 Ohm

  39. 5202418046
    No 4
    -Jika rotor berputar makin cepat sampai dengan putaran tinggi maka tegangan yang dihasilkan kumparan stator semakin naik yang juga memperngaruhi tegangan yang bekerja pada kumparan regulator. Kenaikan tegangan pada kumparan ini menyebabkan medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan regulator menguat dan mampu menarik kontak gerak sehingga lepas dari p1 dan posisinya menjadi mengambang. Hal ini menyebabkan arus yang mengalir ke kumparan rotor melewati resistor sehingga arus yang masuk ke kumparan rotor mengecil.
    -jika putaran lambat, tegangan yang dihasilkan kumparan stator cenderung rendah. Tegangan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan masuk ke kumparan regulator rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan rendah. Karena gaya Tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel dengan P1.

  40. 5202418046
    No 5
    -untuk menstabilkan tegangan yang dihasilkan alternator yang dapat dilakukan dengan mengatur kuat lemah medan magnet. Ketika putaran mesin naik, medan magnet harus dilemahkan agar tegangan yang dihasilkan tidak terlalu tinggi, sebaliknya pada saat putaran rendah medan magnet harus dikuatkan untuk mencegah tegangan alternator turun. Jika putaran naik, maka tegangan juga akan naik dan sebaliknya jika putaran turun maka tegangan juga turun,sehingga tidak stabil.

  41. 5202418046
    No 6
    – Jika mesin sudah hidup, maka stator coil menghasilkan arus listrik. Tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator, ke kumparan voltage relay, ke massa. Pada kumparan voltage relay timbul medan magnet, sehingga terminal P0 tertarik dan menempel dengan P2. Lampu indikator menjadi padam karena tidak ada suplay arus listrik.

  42. 5202418046
    No 7
    Pengujian tanpa beban
    1. Siapkan alat ukur, putar pengontrol kenaikan beban positif ke posisi OFF, cek jarum di posisi Nol, hubungkan kabel alat ukur yang berwarna merah ke positif baterai, set pemilih tegangan 18 V, pastikan selector ke #2 CHARGING, set amper e meter ke posisi Nol dan pasang klem amper meter ke kabel negative baterai.
    2. Putar kunci kontak ke posisi ON, baca penunjukkan pada ampere meter. Ini merupakan pembacaan awal untuk arus alternator yang harus diberikan untuk sistem pengapian dari aksesoris lain sebelum alternator bekerja memberikan arus untuk mengisi baterai. Pembacaan kira-kira 6A.
    3. Hidupkan mesin dan set putaran pada 2000 rpm. Beberapa model memerlukan setting kecepatan yang berbeda.
    4. Setelah sekitar 3-4 menit, baca penunjukkan ampere meter. Tambahkan hasil pembacaan sebelum mesin hidup. Pembacaan total harus kurang dari 10A. jika lebih dari 10A, kemungkinan alternator masih bekerja mengisi baterai karena baterai belum penuh. Jika baterai sudah penuh, pembacaan harus dibawah 10A.
    Pengujian dengan beban
    1. Saat mesin berputar pada putaran yang sudah ditentukan, atur pengontrol kenaikan beban untuk mendapatakan pembacaan ampere meter tinggi tanpa menyebabkan terjadinya penurunan tegangan dibawah 12A.
    2. Baca penujukkan ampere meter. Pembacaan harus berada dalam 10% output alternator yang telah ditentukan. Jika pembacaan lebih besar dari 10% dibawah harga yang telah ditentukan,ganti alternator

  43. NIM: 5202418063
    5. karena pada dasarnya prinsip generator dan alternator berbeda
    • Kumparan pembangkit yang terdapat pada alternator diam sedangkan untuk generator berputar.
    • Kumparan medan pada alternator dan generator terbalik dengan kumparan pembangkit. Untuk alternator berputar dan generator diam.
    • Produksi arus pada alternator tidak memerlukan regulasi sedangkan untuk generator perlu untuk diregulasi.
    • Keuntungan yang didapat dari alternator adalah pada putaran rendah sudah dalam tegangan yang cukup sedangkan pada generator pada putaran rendah tegangan yang dimiliki kecil.
    • Kerugian atau yang lebih baik disebut dalam kekurangan adalah generator memerlukan tempat yang lebih luas dibandingkan alternator.

  44. 5202418073

    4. Jika rotor berputar makin cepat, maka tegangan yang dihasilkan kumparan stator akan ikut naik. Pada kondisi tegangan yang makin naik ini, maka regulator akan mengurangi besarnya arus yang masuk ke kumparan rotor sehingga medan magnet pada kumparan rotor melemah. Namun karena putarannya tinggi, tegangan yang dihasilkan kumparan stator tetap stabil karena naiknya putaran diimbangi dengan penurunan arus (yang juga menyebabkan penurunan kuat medan magnet) pada kumparan rotor.

  45. Nim : 5202418070
    2.fungsi bagian-bagian Regulator:
    a.Voltage Regulator
    Voltage regulator ini berfungsi untuk mengatur kemagnetan yang ada di motor coil dengan cara mengatur arus yang masuk ke rotor coil peristiwa ini membuat tegangan output alternator menjadi konstan.Tahanan kumparan rotor ini yaitu 100 ohm.
    b.Voltage Relay
    Voltage ini berfungsi untuk mematikan lampu pengisian (CHG) serta menghubungkan terminal B dengan voltage regulator.Voltage relay ini memiliki tahanan sekitar 25 Ohm.

  46. 5202418073

    6. Karena jika lampu pengisian padam berarti system pengisian pada kendaraan tersebut bekerja dengan baik dan tidak ada masalah. Jika lampu pengisian tidak padam saat mesin sudah hidup maka ada masalah dalam system pengisian kendaraan tersebut. Diperlukan pemeriksaan visual terhadap system pengisian kendaraan supaya dapat diidentifikasi dan diperbaiki sehingga system pengisian dapat bekerja dengan baik.

  47. 5202418073

    7. 1) Siapkan alat ukur, outar pengontrol kenaikan beban ke posisi OFF, cek jarum di posisi Nol, hubungkan kabel alat ukur yang berwarna merah ke positif baterai dan yang hitam ke negative, set pemilih tegangan ke 18V, posisikan selector ke #2 charging, set amper meter ke posisi Nol, dan pasang klem amper meterke kabel negative baterai
    2) Hidupkan mesin dan set putaran pada 200RPM, setalah sekitar 3 sampai 4 menit, baca penunjukkan amper meter dan volt meter. Hasil pengukuran tegangan harus berada dalam spesifikasi altenator dan biasanya berkisar antara 13V sampai 15V. cocokan dengan spesifikasi, jika melebihi spesifikasi ganti regulator dan setel lidah pada voltage regulator pada regulator model konvensional.

  48. Nim : 5202418070
    1. Jika sistem pengisian tidak berfungsi maka tidak ada ketersediaan listrik didalam baterai setelah digunakan serta tidak ada yang mensuplai arus listrik setelah mesin hidup.Hal ini akan berpengaruh pada kendaraaan antara lain tidak adanya pengisian, pengisian terlalu rendah,dan pengisian terlalu tinggi.Tentu ini akan membuat kinerja engine kurang maximal.

  49. NIM = 5202418076

    1]. Pengaruh terhadap kendaraan jika sistem pengisian tidak berfungsi berarti sistem pengisian tidak menjamin ketersediaan energi listrik pada baterai dan tidak dapat memberikan arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan setelah mesin hidup.

  50. NIM : 5202418058

    1. Pengaruh terhadap kendaraan jika sistem pengisian tidak berfungsi yaitu mengakibatkan komponen sistem pengisian mengalami keausan, penurunan pada angka spesifikasi komponen, perubahan struktur dan bahkan akan mengakibatkan kerusakan pada komponen. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan komponen untuk mengetahui komponen tersebut masih dalam angka spesifikasi atau harus melakukan penggantian komponen. Pemeriksaan komponen meliputi pemeriksaan tegangan baterai, pemeriksaan tegangan output alternator, hambatan pada rotor, diameter slip ring, panjang sikat, tekanan pegas sikat, dan kelenturan drive belt.

  51. NIM = 5202418076

    2]. Fungsi bagian² regulator pada sistem pengisian =
    a). Kumparan Voltage Regulator -> berfungsi untuk mengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya dapat di atur sehingga tegangan output alternator tetap konstan (tahanan tersebut sekitar 100Ohm).

    b). Kumparan Voltage Relay -> berfungsi untuk mematikan lampu charging atau pengisian dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator (tahanan tersebut sekitar 25Ohm).

  52. NIM = 5202418076

    3]. Reaksi regulator jika tegangan output alternator melebihi atau cenderung kurang dari tegangan standarnya yaitu menyebabkan pada saat putaran mesin lambat maka akan cenderung tegangan alternator akan turun atau kurang dari standarnya, namun regulator akan mengatur agar arus yang masuk ke rotor besar, tetapi jika putaran mesin cepat atau berlebih maka akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, adanya tegangan yang tinggi maka alternator melebihi tegangan standarnya dan regulator memperkecil arus yang masuk ke rotor atau ke masa.

  53. NIM = 5202418076

    6]. Mengapa pada saat mesin sudah hidup, lampu pengisian pada kendaraan padam -> Karena pada saat mesin sudah hidup pada stator coil menghasilkan arus tegangan dari terminal N pada alternator ke terminal N pads regulator lalu ke kumparan voltage relay dan ke massa dan mengakibatkan pada kumparan voltage terjadi kemagnetan sehingga terminal P° akan tertarik dan menempel pada terminal P². Dan yang terjadi lampu pengisian akan mati atau padam karena tidak adanya massa.

  54. NIM = 5202418076

    4]. Cara pengaturan kuat atau lemahnya medan magnet pada kumparan rotor yaitu pada saat putaran cepat maka tegangan yang di hasilkan kumparan stator akan naik dan akan mempengaruhi tegangan pada kumparan regulator. Kenaikan tegangan akan mengakibatkan medan magnet yang dihasilkan pada kumparan regulator akan menguat dan menarik kontak dr posisinya akan mengambang. Hal ini mengakibatkan arus yang mengalir ke rotor dan melewati resistor yang masuk ke kumpan rotor akan kecil dan medan magnet menjadi melemah. Dan pada saat putaran lambat tegangan yang di hasilkan cenderung rendah, hal ini menyebabkan tegangan yang masuk ke kumparan regulator akan lemah dan arus yang akan mengalir ke kumparan rotor akan mjd besar, sehingga medan magnet yang di hasilkan rotor akan kuat.

  55. NIM 5202418067
    1. Pengaruh dalam kendaraan jika sistem pengisian tidak berfungsi:
    mesin akan mati karena kurangnya suplai ke baterai sehingga baterai tidak dalam kondisi penuh dan tidak siap untuk starter mobil yang membutuhkan daya besar. Juga sistem pengisian ini pengganti baterai untuk menyuplai semua sistem kelistrikan selama mesin hidup, dengan kata lain sistem pengapian, tape, radio, lampu, dan lain lain tidak di suplai oleh baterai saat mesin hidup. Jadi pengaruhnya kendaraan akan mati.

  56. NIM 5202418067
    2.fungsi bagian regulator:
    – kumparan regulator tegangan. Berfungsi mengatur arus masuk ke kumparan rotor agar kemagnetannya dapat diatur sesuai kebutuhan.
    – kumparam relay tegangan. Berfungsi mematikan lampu indikator (CHG) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator.
    – memiliki enam terminal:
    a. Terminal IG merupakan terminal yang berhubungan dengan baterai.
    b. Terminal L merupakan terminal yang berhubungan dengan lampu indikator pengisian (CHG).
    c. Terminal N merupakan terminal yang berhuhungan dengan kumparan pada voltage relay.
    d. Terminal B merupakan terminal yang berhubungan dengan platina pada voltage relay.
    e. Terminal F merupakan terminal yang berhubungan dengan resistor.
    f. Terminal E merupakan terminal yang berhubungan dengan massa.
    – resistor. Berfungsi menghambat arus yang masuk kekumparan rotor pada saat putaran tinggi.

  57. NIM: 5202418063
    6. Saat mesin mulai berputar, dimana terbentuk medan magnet pada gulungan rotor, pada gulungan stator dihasilkan tegangan listrik bolak-balik atau alternating current (ac),pada terminal N dan tegangan ac 3 fase untuk di searahkan oleh Dioda Rectifier, menuju terminal B+ ke Aki.
    Tegangan ac yang terdapat pada terminal N di gunakan untuk menarik kontak point relay lampu charging untuk memutus hubungan lampu charging dengan negatif atau ground, sehingga lampu charging di dashboard mati atau tidak menyala. Karena tidak terdapat beda potensial pada lampu charging.

  58. NIM 5202418067
    3. Pada prinsipnya pasokan dan kebutuhan listrik harus setara. Energi listrik yang dihasilkan alternator ini harus sesuai dengan beban listrik yang dipakai. Mobil umumnya mempunyai tegangan standar alternator 12 volt hingga 14,8 volt.

    Pasokan listrik dari alternator tidak boleh di bawah atau di atas angka tersebut. Jika pasokan listrik di bawah angka standar, maka disebut undercharge. Sebaliknya, jika lebih dari 15,2 volt disebut overcharge. Bila dibiarkan undercharge , bisa berpotensi aki kekurangan listrik, sehingga mesin tidak dapat di starter. Pasalnya untuk menstarter mesin dibutuhkan listrik yang besar. Sebaliknya, kondisi overcharge menyebabkan pasokan listrik dari alternator berlebih. Ini akan membuat dalam aki terjadi reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki menjadi panas dan bertekanan tinggi. Oleh karena itu kedua kondisi ini harus dihindari.

  59. NIM 5202418067
    4. Caranya yaitu pada regulator terdapat kumparan regulator yang berfungsi untuk menghasilkan medan magnet yang digunakan untuk menarik kontak gerak (moving contact) agar dapat lepas dari P1 (mengambang) atau menempel pada P2 saat tegangan yang bekerja pada kumparan regulator naik akibat putaran rotor yang makin tinggi. Dengan kata lain pengaruh dari putaran rotor dan banyaknya kumparan juga sangat mempengaruhi kuat lemahnya medan magnet.

  60. NIM 5202418067
    5. Karena adanya pemotongan medan magnet oleh kumparan. Pemotongan medan magnet ini terjadi karena adanya putaran poros alternator yang menyebabkan rotor koil berputar dan medan magnet yang ada padanya juga berputar memotong kumparan pada stater koil.

  61. NIM 5202418067
    6. Karena lampu indikator pengisian aki ini adalah untuk memonitor tegangan pengisian aki mobil dari alternator atau dinamo ampere. Pada kondisi normal indikator pengisian aki mobil atau lampu CHG yang terdapat di dashboard atau spedometer ini akan nyala ketika kunci kontak ON dan padam setelah mesin mobil berputar. Jika lampu indikator aki atau lampu CHG di dashboard mobil nyala terus ketika mesin hidup menandakan ada yang tidak normal dengan sistem pengisian aki mobil dari alternator.

  62. NIM 5202418067
    7. Secara simpel ada 2 macam cara pengukuran arus pengisian aki menggunakan ampere meter yakni:
    CARA A :
    Cara ini merupakan cara pengukuran arus listrik dari alternator dikurangi arus beban.
    (mesin pada putaran stationer).
    Nyalakan mesin mobil dan jangan terlalu lama mengangkat nepel aki.
    Pasang amper meter A.
    Perhatikan arus pada amper meter.
    Arus akan besar dan beberapa saat mengecil menjadi sekitar 5 amper.
    ON kan beban listrik seperti lampu besar dan AC mobil.
    Arus pengisian ke aki yang benar tetap akan menunjuk ke 5 amper. tidak boleh nol(0) apalagi minus (Kecuali masih menggunakan regulator voltage cut out).
    Apabila hasil pengukuran benar berarti arus pengisian ke aki benar dan cukup.

    CARA B :
    Cara ini merupakan cara pengukuran arus listrik keseluruhan yang dihasilkan oleh alternator . (mesin pada putaran stationer).
    Pasang ampermeter seperti pada gambar B (Pergunakan amper meter besar skitar 50 amper).
    Nyalakan mesin mobil.
    Perhatikan hasil pengukuran.
    Stelah start biasanya arus alternator akan besar banget (skitar 50-30amper) dan beberapa saat kemudian akan mengecil sekitar 10-15 amper.
    Nyalakan lampu besar. (Arus dari alternator harus meningkat sekitar 30 amper). Setelah selesai matikan.
    Nyalakan Ac mobil. (Arus dari alternator harus meningkat sekitar 30-40 amper). Setelah selesai matikan.
    Kalau hasil benar berarti sistem pengisian alternator normal.

    Catatan:
    Cara ini tidak berlaku untuk dinamo isi yang masih menggunakan Cut Out .
    Jangan shortkan/konsletkan output alternator ke ground. (Berbahaya)
    Jangan melepas output alternator atau nepel aki pada saat mesin running. (Berbahaya)

  63. 7. Ukur voltase di kepala aki + dan – saat mesin di hidupkan.
    Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri.
    Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki –
    Ukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki +
    jika hasil test nomer 4, 5 (lebih kecil dari nilai hasil test nomer 3..) gagal maka ada kemungkinan kabel ground atau kabel dari pengisian utama dari charging output bermasalah

  64. 5202418069

    1. Pengaruh kendaraan yang memiliki sistem pengisian tidak berfungsi yaitu Kendaraan tersebut tidak memiliki komponen yang menjamin ketersediaan energi listrik dalam batterai kembali seperti semula setelah baterai digunakan dalam sistem kelistrikan kendaraan dan batterai tidak dapat mensuplai arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan kendaraan setelah mesin hidup.

  65. 5202418069

    2. Fungsi bagian – bagian regulator pada sistem pengisian :
    Sesuai fungsinya regulator berfungsi mengatur besar kecilnya arus yang masuk mengalir ke kumparan rotor sehingga memiliki bagian utama :
    – kumparan voltage regulator berfungsi mengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya bisa diatur sesuai kebutuhan yang digunakan sehingga tegangan output alternator tetap konstan.
    -kumparan voltage relay berfungsi untuk mematikan lampu CHG dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator.
    -Terminal IG,N,F,E,L,B berfungsi untuk menghubungkan terminal dari regulator menuju alternator dan menghubungkan arus dari kunci kontak dan dari lampu CHG.
    -Titik kontak (kumparan voltage regulator : Pl1,Pl0 dan Pl2. Kumparan voltage relay : P1, P0 dan P2) yang berfungsi untuk menyalurkan arus menuju kumparan rotor.
    -Pegas penahan yang berfungsi penahan gerakan kontak gerak (Pl0 dan P0) agar tidak terlalu mudah berpindah tempat dari satu posisi ke posisi lain.
    -Lidah penyetel berfungsi mengatur kekakuan pegas penahan dalam setiapn kumparan.

  66. 5202418077

    1). jika pengisian tidak berfungsi berarti sistem pengisian tidak menjamin ketersediaan energi listrik pada baterai dan tidak dapat memberikan arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan setelah mesin hidup.

  67. NIM:5202418053

    3. Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor (rotor coil) atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil (13.8 V sampai 15.8 V) meskipun putaran mesin naik atau turun. Putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator pada saat putaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor diperkecil atau dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor lemah. Saat mesin berputar lambat, tegangan alternator akan turun, namun pada kondisi ini regulator mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor kuat.

  68. Nim: 5202418070
    3. Tegangan output standar yaitu(13,8 V – 14,8 V).Pada saat putaran rendah,tegangan output alternator kecenderungan rendah,bila tegangan B kurang dari 13,8 -14.8 V Medan magnet pada kumparan Voltage regulator lemah.Namun pada saat putaran lambat ini ada regulator berfungsi untuk mengatur arus agar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor kuat. Sebaliknya bila putaran naik menjadi putaran tinggi,tegangan output alternator akan makin tinggi.Bila tegangan tersebut melebihi standard 14,8 V hal ini menyebabkan kumparan Voltage regulator semakin kuat sehingga kontak PLo tertarik menempel ke PL2,pada kondisi ini dengan adanya regulator Saat putaran tinggi arus masuk dari rotor diperkecil dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor lemah.

  69. 5202418057

    1. Jika sistem pengisian pada kendaraan tidak berfungsi maka tidak terjadi proses pengisian kembali pada baterai, dan ketersediaan energi listrik dalam baterai tidak terjamin. Dan juga baterai semakin lama akan semakin melemah.

  70. NIM = 5202418076

    7]. Pengujian tanpa beban =

    * Siapkan alat ukur , putar pengontrol kenaikan beban ke posisi OFF , cek jarum di posisi nol , hubungkan kabel alat ukur yang berwarna merah ke positif baterai dan yang hitam ke negatif baterai , set pemilih tegangan keb 18 V , posisikan selektor ke 2charging , set amper meter ke posisi nol dan pasang klem amper meter ke kabel negatif baterai

    * Putar kunci kontak ke posisi ON , baca penunjukkan pada ampere meter . Ini merupakan pembacaan awal untuk arus alternator yang harus diberikan untuk sistem pengapian dan aksesori lain sebelum alternator bekerja memberikan arus untuk mengisi baterai . Pembacaan kira-kira 6A.

    * Hidupkan mesin dan set putaran pada 2000rpm. Beberapa model memerlukan seting kecepatan yang berbeda.
    * Setelah sekitar 3 sampai 4 menit, baca penunjukkan ampere meter. Tambahkan hasil pembacaan dengan hasil pembacaan sebelum mesin hidup. Pembacaan total harus kurang dari 10 A. Jika lebih dari 10 A, kemungkinan alternator masih bekerja mengisi baterai karena baterai belum penuh. Jika baterai sudah penuh, pembacaan harus dibawah 10 A.

    Pengujian dengan beban =

    a. Saat mesin masih berputar pada putaran yang sudah ditentukan, atur pengontrol kenaikan beban untuk mendapatkan pembacaan amper meter tertinggi tanpa menyebabkan terjadinya penurunan tegangan dibawah 12 V.

    b. Baca penunjukkan amper meter. Pembacaan harus berada dalam 10% output alternator yang telah ditentukan. Jika pembacaan lebih besar dari 10% dibawah harga yang telah ditentukan, ganti alternator.

  71. 5202418077
    2). fungsi bagian regulator pada sistem pengisian
    a. Kumparan Voltage Regulator berfungsi untuk mengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya dapat di atur sehingga tegangan output alternator tetap konstan (tahanan tersebut sekitar 100 Ohm).

    b. Kumparan Voltage Relay berfungsi untuk mematikan lampu charging atau pengisian dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator (tahanan tersebut sekitar 25 Ohm).

  72. 5202418074
    2. -Voltage regulator berfungsi untuk mengatur kemagnetan di rotor coil dengan cara mengatur arus yang masuk ke rotor coil sehingga tegangan output alternator tetap konstan. Tahanan kumparan rotor ini sekitar 100 Ohm.
    – Voltage relay berfungsi untuk mematikan lampu pengisian (CHG) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator. Voltage relay ini memiliki tahan sekitar 25 Ohm.

  73. 5202418077

    3). Pada saat putaran mesin lambat maka akan cenderung tegangan alternator akan turun atau kurang dari standarnya, namun regulator akan mengatur agar arus yang masuk ke rotor besar.
    Pada saat putaran mesin cepat atau berlebih maka akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, adanya tegangan yang tinggi maka alternator melebihi tegangan standarnya dan regulator memperkecil arus yang masuk ke rotor atau ke masa.

  74. NIM:5202418053

    4.Ketika putaran rendah atau lambat, tegangan yang dihasilkan kumparan stator masih cenderung lemah. Tegangan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan yang masuk pada kumparan regulator masih rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan sangat rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel pada P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir ke kumparan rotor menjadi besar karena tidak melalui hambatan, sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor juga kuat. Putaran yang lambat diimbangi dengan kuatnya medan magnet pada kumparan rotor menyebabkan output dari kumparan stator cukup untuk mengisi baterai.

    Dan jika rotor berputar semakin cepat sampai dengan putaran sedang, maka tegangan yang dihasilkan oleh kumparan stator juga akan naik yang akan mempengaruhi tegangan yang bekerja pada kumparan regulator. Naiknya tegangan pada kumparan ini mengakibatkan medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan regulator menjadi kuat dan mampu menarik kontak gerak sehingga dapat lepas dari P1 dan posisinya mengambang ditengah. Hal ini menyebabkan arus yang mengalir ke kumparan rotor melewati resistor sehingga arus yang masuk ke kumparan rotor menjadi kecil. Medan magnet yang dihasilkan oleh kumpran rotor pun menjadi turun atau melemah. Namun karena putaran naik maka tegangan yang dihasilkan masih cukup stabil untuk mengisi baterai walapun medan magnet pada kumparan rotor melemah. Sehingga naiknya putaran diimbangi dengan turunnya medan magnet, dengan demikian output kumparan stator pun menjadi stabil.

    Jika rotor berputar pada kecepatan tinggi, maka tegangan yang dihasilkan kumparan stator juga akan tinggi sehingga tegangan yang bekerja pada kumparan regulator juga semakin tinggi. ini menyebabkan terjadinya medan magnet yang semakin kuat pada kumparan regulator sehingga dapat menarik kontak gerak dan menempel dengan P2.

    Kejadian ini menyebabkan arus dapat mengalir melalui resistor dan langsung ke massa sehingga tidak ada arus yang masuk ke kumparan rotor. Akibatnya medan magnet pada kumparan rotor menjadi hilang karena kumparan tersebut tidak mendapatkan arus. Hal ini menyebabkan turunnya tegangan yang dihasilkan kumparan stator karena tidak ada kemagnetan.

    Jika tegangan turun maka tegangan pada kumparan regulator juga akan turun sehingga medan magnetnya lemah. Pada saat ini pegas akan mampu menarik kontak gerak lepas dari P2 sehingga arus akan kembali mengalir ke resistor ke kumparan rotor sehingga medan magnet akan terbentuk lagi pada kumparan rotor. Karena putarannya masih tinggi maka tegangan yang dihasilkan kumparan stator juga akan kembali naik. Dan jika tengannya tinggi lagi maka proses pada gambar a dan b di atas akan terjadi lagi dan terus berulang sehingga kontak gerak akan kembali menempel dengan P2. Ini akan berulang terus menerus sehingga output kumpran stator tetap stabil.

  75. 5202418074
    3. Jika kelebihan arusnya maka bisa menyebabkan overcharging pada baterai dan sebaliknya jika kekurangan arus maka baterai akan cepat drop

  76. Nim : 5202418079
    4. Cara pengaturan kuat atau lemahnya Medan magnet pada rotor yaitu dengan pemindahan posisi titik kontak.Karena pemindahan posisi titik kontak berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor.Saat putaran tinggi,arus masuk ke kumparan rotor dikurangi sehingga medan magnet lemah,sebaliknya saat putaran rendah arus yang ke kumparan rotor dibesarkan sehingga medan magnet pada kumparan rotor kuat.

  77. 5202418077

    4). cara mengatur kuat lemahnya magnet kumparan rotor :

    Pada saat putaran cepat maka tegangan yang di hasilkan kumparan stator akan naik dan akan mempengaruhi tegangan pada kumparan regulator. Kenaikan tegangan akan mengakibatkan medan magnet yang dihasilkan pada kumparan regulator akan menguat dan menarik kontak dr posisinya akan mengambang. Hal ini mengakibatkan arus yang mengalir ke rotor dan melewati resistor yang masuk ke kumpan rotor akan kecil dan medan magnet menjadi melemah. Dan pada saat putaran lambat tegangan yang di hasilkan cenderung rendah, hal ini menyebabkan tegangan yang masuk ke kumparan regulator akan lemah dan arus yang akan mengalir ke kumparan rotor akan mjd besar, sehingga medan magnet yang di hasilkan rotor akan kuat.

  78. 5202418074
    4.Tegangan yang dihasilkan oleh alternator bervariasi tergantung dari kecepatan putaran dan besarnya beban. Karena tegangan alternator bervariasi akibat putaran, maka digunakan regulator yang berfungsi untuk menjaga tegangan output alternator tetap konstan dengan mengatur besar kecilnya arus listrik atau kuat lemahnya medan magnet pada kumparan roto (rotor coil

  79. 5202418055

    1. Sistem kelistrikan di kendaraan tidak akan berfungsi dan mesin tidak bisa hidup. Dikarenakan Sistem pengisian berfungsi untuk menjamin ketersediaan energi listrik dalam baterai dengan mengisi kembali baterai setelah dipakai, dan memberikan arus listrik ke sistem kelistrikan setelah mesin hidup.

  80. 5202418077

    6). pada saat mesin hidup lampu pengisian padam karena pada saat mesin sudah hidup pada stator coil menghasilkan arus tegangan dari terminal N pada alternator ke terminal N pada regulator lalu ke kumparan voltage relay dan ke massa dan mengakibatkan pada kumparan voltage terjadi kemagnetan sehingga terminal P° akan tertarik dan menempel pada terminal P². Dan yang terjadi lampu pengisian akan mati atau padam karena tidak adanya massa.

  81. 5202418069

    3. Reaksi regulator apabila tegangan output alternator melebihi atau kurang dari tegangan standarnya yaitu mengatur agar tegangan output alternator sesuai standar melalui mekanismenya :
    -apabila tegangan output kurang dari standar hal ini menyebabkan tegangan yang masuk ke kumparan pada regulator rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas titik kontak gerak akan menarik titik kontak gerak sehingga menempel pada terminal P1. Hal ini menyebabkan arus yang mengalir menuju kumparan rotor besar karena tidak melalui hambatan sehingga medan magnet yang dihasilkan ke kumparan rotor kuat. Maka tegangan output alternator cukup mengisi batterai sesuai tegangan standar.
    -apabila tegangan output alternator melebihi standarnya maka tegangan pada kumparan regulator tinggi, hal ini menyebabkan terjadinya medan magnet yang makin kuat pada kumparan regulator sehingga mampu menarik titik kontak gerak dan menempel terminal P2. Kejadian ini menyebabkan arus mengalir melalui resistor pada regulator dan langsung mengalir ke massa sehingga tidak ada arus yang masuk ke kumparan rotor. Akibatnya medan magnet pada kumparan rotor hilang karena kumparan tersebut tidak mendapatkan arus. Maka tegangan output alternator turun sehingga tidak melebihi tegangan standar.

  82. 5202418057

    2. Fungsi dari bagian bagian regulator :
    a). Kumparan voltage regulator, yang berfungsi untuk mengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetanya bisa diatur sesuai kebutuhan sehingga tegangan output alternator tetap konstan, tahanan kumparan tersebut sekitar 100 Ohm.
    b). Kumparan voltage relay, yang berfungsi untuk mematikan lampu CHG (charging) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator. Besaran tahanan kumparan voltage relay adalah sekitar 25 Ohm.

  83. NIM:5202418053

    6.Pada saat mesin sudah mulai hidup dalam kecepatannya rendah (stasioner), lampu pengisian pada kendaraan padam karena Tegangan dari terminal N alternator tadi mengalir ke N regulator, kemudian ke kumparan voltage relay, lalu ke massa. Akibatnya pada kumparan voltage relay akan muncul medan magnet dan terminal P0 akan tertarik dan menempel dengan P2. Akibatnya lampu pengisian menjadi padam karena tidak mendapatkan massa.

  84. 5202418055

    2. Fungsi bagian bagian regulator
    – Kumparan voltage regulator yang berfungsi untuk mengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya bisa diatur sesuai kebutuhan sehingga tegangan output alternatif tetap konstan, tahanan kumparan tersebut sekitar 100 Ohm.
    – kumparan voltage relay yang berfungsi untuk mematikan lampu CHG(charging) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator. Besar tahanan kumparan voltage relay adalah sekitar 25 Ohm.
    – setiap unit kumparan pada regulator dilengkapi dengan titik kontak yang berfungsi untuk menyalurkan arus yang menuju ke kumparan rotor.
    – Resistor yang terdapat pada bagian bawah regulator yang berfungsi untuk menghubungkan terminal IG dan terminal F pada regulator.

  85. 5202418074

    5.karena fungsi rotor untuk menghasilkan medan magnet, kuat medan magnet yang dihasilkan tergantung besar arus listrik yang mengalir ke rotor coil. Listrik ke rotor coil disalurkan melalui sikat yang selalu menempel pada slip ring. Terdapat dua sikat yaitu sikat positip berhubungan dengan terminal F, sikat negatip berhubungan dengan massa atau terminal E. Semakin tinggi putaran mesin, putaran rotor altenator semakin tinggi pula, agar listrik yang dihasilkan tetap stabil maka kuat magnet yang dihasilkan semakin berkurang sebanding dengan putaran mesin.

  86. 5202418069

    4. Cara pengaturan kuat dan lemahnya medan magnet kumparan rotor yaitu menggunakan komponen regulator dan cara yang digunakan yaitu mengatur besar kecilnya arus yang masuk le kumparan rotor disesuaikan dengan kondisi yang ada, pada saat putaran mesin tinggi cenderung menghasilkan tegangan tinggi, namun dengan adanya regulator pada saat putaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor diperkecil dan dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor lemah. Namun pada saat kondisi putaran mesin lambat maka tegangan alternator turun, sehingga regulator mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor kuat.

  87. 5202418074

    6.-Adanya medan magnet yang dihasilkan oleh rotor coil.
    -Adanya kumparan di sekitar medan magnet, yaitu stator coil.
    -Adanya pemotongan medan magnet oleh kumparan. Pemotongan medan magnet ini terjadi karena adanya putaran poros alternator yang menyebabkan rotor coil berputar dan medan magnet yang ada padanya juga berputar memotong kumparan pada stator coil.

  88. 5202418074

    7. 1. Ukur Voltase di kepala aki + dan – saat mesin dimatikan. catet.
    2. Ukur voltase di kepala aki + dan – saat mesin di hidupkan.
    3. Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri.
    4. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki –
    5. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki +

  89. 5202418055

    3. -Jika tegangan output alternator tinggi, maka tegangan yang bekerja pada kumparan regulator juga makin tinggi. Hal ini menyebabkan terjadinya medan magnet yang makin kuat pada kumparan regulator sehingga mampu menarik kontak gerak dan menempel dengan P2 . menyebabkan arus mengalir melalui resistor dan langsung mengalir ke massa sehingga tidak ada arus yang masuk ke kumparan rotor.
    – Jika tegangan Output alternator kurang, menyebabkan tegangan yang masuk ke kumparan regulator rendah sehingga medan magnet yang di hasilkan rendah. Gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak menempel dengan P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir menuju kumparan rotor besar karena tidak melalui hambatan.

  90. 5202418057

    3. Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yng masuk ke kumparan rotor(rotor coil) atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil (13,8 V sampai 14,8 V) meskipun putaran mesin naik atau turun.

  91. NIM :5202418051

    NO: 1

    tidak dapat mensuplai energy listrik ke system system kelistrikan yang berada di kendaraan selama mesin hidup dan tidak dapat mengisi kembali arus listrik didalam baterai.

  92. NIM : 5202418051

    N0 : 2

    1. Voltage regulator berfungsi untuk mengatur kemagnetan di rotor coil dengan cara mengatur arus yang masuk ke rotor coil sehingga tegangan output alternator tetap konstan. Tahanan kumparan rotor ini sekitar 100 Ohm
    2. Voltage relay berfungsi untuk mematikan lampu pengisian (CHG) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator. Voltage relay ini memiliki tahan sekitar 25 Ohm.

  93. NIM : 5202418051

    NO : 3

    Jika tegangan di bawah angka standar, maka disebut undercharge . Sebaliknya, jika lebih dari 15,2 volt disebut overcharge. Bila dibiarkanundercharge , bisa berpotensi aki kekurangan listrik, sehingga mesin tidak dapat di starter. Pasalnya untuk menstarter mesin dibutuhkan listrik yang besar. Sebaliknya, kondisi overcharge menyebabkan pasokan listrik dari alternator berlebih. Ini akan membuat dlam aki terjadi reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki menjadi panas dan bertekanan tinggi. Oleh karena itu kedua kondisi ini harus dihindari.

  94. NIM:5202418053

    7. Cara mengukur arus output alternator saat sistem pengisian bekerja (pengujian dengan beban) :
    1. Saat mesin masih dalam keadaan berputar pada putaran yang sudah ditentukan, atur pengontrol kenaikan beban untuk mendapatkan pembacaan ampere meter tertinggi tanpa menyebabkan terjadinya penurunan tegangan (voltage drop) dibawah 12 V.
    2. Baca penunjukan ampere meter. Pembacaan harus berada dalam 10% output alternator yang telah ditentukan. Jika pembacaan lebih vsar dari 10% dibawah harga yang telah ditentukan, gani alternator.

  95. NIM : 5202418051

    NO 4

    Putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator maka pada saat putaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor akan diperkecil atau dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor menjadi kecil. Begitupula ketika mesin berputar lambat, maka tegangan alternator akan turun namun pada kondisi ini regulator mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor menjadi besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor menjadi kuat

  96. NIM : 5202418051

    NO 5

    karena, Ketika putaran mesin bertambah tinggi, maka putaran rotor juga akan semakin tinggi sehingga medan magnet juga akan tinggi. Tentu tegangan yang dihasilkan juga akan semakin tinggi, tegangan yang terlalu besar pasti kurang bagus bagi komponen-komponen kelistrikan mobil yang pada umumnya memiliki spesifikasi untuk tegangan 12 volt.itu sebabnya medan magnet harus diatur karena kalau tegangan tinggi maka putaran rotor juga tinggi sehingga medan magnet ikut tinggi juga.

  97. NIM : 5202418051

    NO 6

    karena system pengisian bekerja dengan normal sehingga saat mesin sudah hidup, lampu pengisian pada kendaraan padam

  98. 5202418057

    4. Putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator maka pada saat putaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor akan diperkecil atau dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor menjadi kecil. Begitupula ketika mesin berputar lambat, maka tegangan alternator akan turun namun pada kondisi ini regulator mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor menjadi besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor menjadi kuat.

  99. NIM : 5202418051

    NO 7

    1.ukur voltase di kepala aki + dan – saat mesin dihidupkan
    2.ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri
    3.ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki –
    4.ukur voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki +

  100. 5202418069

    5. Pada sistem pengisian hanya medan magnet yang diatur untuk menstabilakan tegangan output mengapa tidak mengatur putaran dan jumlah kumparan karena :
    – pada jumlah kumparan tidak dilakukan pengaturan karena pada sistem pengisian tidak mungkin dilakukan pengaturan karena jumlah lilitan pada kumparan stator jumlahnya tetap sehingga variabel ini tidak dapat dirubah.
    -pada jumlah putaran karena jumlah putaran dalam hal ini digunakan sebagai acuan oleh regulator untuk mengatur arus menuju kumparan rotor dan kuat medan magnet karena pada sistem pengisian variabel yang dapat dirubah-rubah adalah putaran dan kuat medan magnet. Sehingga putaran dan medan magnet dalam sistem pengisian adalah suatu sebab akibat yang diproses oleh regulator.

  101. 5202418055

    4.Pengaturan kuat atau lemahnya medan magnet pada kumparan rotor dilakukan oleh kumparan Voltage regulator yang mengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya bisa diatur sesuai kebutuhan sehingga tegangan output alternator tetap konstan.

  102. 5202418057

    6. Lampu CHG dapat menyala karena adanya arus listrik yang mengalir ke lampu, mudahnya pada lampu salah satu terminalnya mendapatkan tegangan positif dan satu terminal lainnya mendapatkan tegangan negatif (massa). Apabila salah satu tegangan yang ada diterminal ini dihilangkan atau dua terminal tegangannya sama (positif dan positif atau negatif dan negatif) maka tidak ada aliran arus listrik yang ke lampu karena salah satu syarat adanya aliran listrik adalah adanya beda potensial sehingga apabila keadaan tersebut terjadi maka lampu tidak akan menyala. Kejadian di atas diterapkan pada kerja dari lampu CHG disistem pengisian. Ketika kunci kontak On dan mesin mati maka lampu CHG menyala dan ketika mesin hidup maka lampu CHG mati.

  103. 5202418069

    6. Pada saat mesin sudah hidup, lampu pengisian pada kendaraan padam karena pada saat mesin hidup maka stator coil (SC) menghasilkan arus listrik, sehingga timbul tegangan pada terminal N dan B. Tegangan dari teminal N alternator masuk mengalir menuju ke terminal N regulator, ke kumparam voltage relay dan ke massa. Hal ini menyebabkan kumparan voltage relay mengalami kemagnetan atau timbul medan magnet, sehingga menarik terminal P0 tertarik dan menempel dengan terminal P2 maka lampu pengisian menjadi padam karena arus pada lampu CHG tidak mendapat massa.

  104. 5202418057

    7. Tegangan output alternator dapat diukur dengan menghubungkan test lead positif dan negatif Volt meter keterminal baterai saat mesin hidup.

  105. 5202418073

    3. jika putaran mesin lambat maka tegangan yang akan dihasilkan cenderung rendah, sehingga medan magnet yang dihasilkan rendah. Maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel dengan P1. Hal menyebabkan arus listrik yang mengalir menuju kumparan rotor besar karena tidak melalui hambatan sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor kuat. Jika putaran mesin tinggi maka tegangan yang akan dihasilkan tinggi/naik. Kenaikan tegangan ini menyebabkan medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan regulator menguat dan mampu menarik kontak gerak sehingga lepas dari P1 dan posisinya menjadi mengmbang. Hal ini akan menyebabkan arus yang mengalir ke kumparan rotor melewati resistor sehingga arus yang masuk ke kumparan rotor mengecil.

  106. NIM:5202418053

    5. Putaran mesin pada kendaraan tidak konstan karena bekerja pada putaran rendah, sedang, atau tinggi tergantung kebutuhan.

    Naik turunnya putaran akan mempengaruhi tegangan yang dihasilkan alternator. Jumlah kumaparan stator juga akan mempengaruhi besar kecilnya tegangan yang dihasilkan. Kuat lemahnya medan magnet juga akan mempengaruhi besar kecilnya tegangan.

    Jumlah lilitan pada alternator adalah tetap, putaran mesin selalu berubah-ubah. Besarnya tegangan baterai pada kendaraan adalah konstan, sehingga output alternator tidak boleh terlalu tinggi melebihi 14.8 V.

    Berdasarkan kondisi tersebut, untuk menghasilkan tegangan yang stabil, tidak mempertahankan putaran pada kecepatan tertentu karena mesin selalu berputar naik turun. Untuk menghasilkan tegangan yang stabil juga tidak mungkin mengurangi atau menambah jumlah lilitan pada alternator. Jadi pengaturan output alternator agar tegangan yang dihasilkan selalu stabil adalah dengan mengatur medan magnet pada alternator.

  107. 5202418059
    Jawaban no.1
    Sistem pengisian berfungsi untuk menjamin ketersediaan energi listrik dalam baterai dengan mengisi kembali baterai setelah di pakai dan memberikan arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan setelah mesin hidup. Jadi jika sistem pengisian tidak berfungsi maka ketersediaan listrik di dalam baterai tidak dapat di ganti setelah di gunakan yang artinya baterai akan kehabisan energi listrik, dan seluruh sistem kelistrikan yang menggunakan arus dari sistem pengisian tidak dapat berfungsi

  108. 5202418055

    5. Karena pada sistem pengisian, medan magnet ini terjadi karena adanya putaran poros alternator yang menyebabkan rotor coil berputar dan medan magnet yang ada padanya juga berputar memotong kumparan pada stater coil.

  109. 5202418055

    6. Karena tegangan dari terminal N ke alternator mengalir ke N regulator, ke kumparan voltage relay, ke massa. Akibatnya pada kumparan voltage relay timbul medan magnet, sehingga terminal P0 tertarik dan menempel dengan P2. Dan menyebabkan lampu pengisian menjadi padam karena tidak mendapat massa.

  110. 5202418069

    7. Cara mengukur arus output alternator pada saat sistem pengisian bekerja :
    Langkah langkah yang dilakukan dalam proses ini yaitu :
    1. Siapkan semua peralatam yang digunakan dalam pengukuran ini.
    2. Siapkan alat ukur. Cek jarum pada posisi nol (kalibrasi), hubungkan kabel alat ukur yang berwarna merah ke positif batterai dan kabel hitam ke negatif batterai, set ke pemilihan tegangan ke 18 V, posisikan selektor ke posisi w CHARGING, set amper meter ke posisi Nol dan pasang klem amper meter ke kabel negatif batterai.
    3. Putar kunci kontak pada posisi ON (mesin tidak hidup), baca penunjukkan pada amper meter. Pembacaan kira kira 6 A
    4. Hidupkan mesin dan set putaran pada 2000 rpm. Beberapa model memerlukan setting kecepatan yang berbeda.
    5. Setelah sekitar 3 sampai 4 menit, baca penunjukkan amper meter dan volt meter. Tambahkan hasil pembacaan ini dengan pembacaan sebelum mesin hidup pada langkah 3. Pembacaam total 10 A, jika lebih dari 10 A kemungkinan alternator masih bekerja mengisi batterai karena batterai belum penuh. Jika batterai sudah penuh, pembacaan harus dibawah 10 A. Hasil pengukuran tegangam harus berada dalam spesifikasi alternator biasanya antara 13 V sampai 15 V. Cocokkan dengan spesifikasi dan sesuaikan pengujian ini dengan jenis regulator kendaraan yang kita uji.

  111. 5202418056
    1. Jika sistem pengisian pada kendaraan tidak berfungsi maka arus pada baterai akan habis karena arus pada baterai terus berkurang untuk menyuplai komponen-komponen kelistriakn tanpa ada yang mengisi. Selain itu jika sistem pengisian tidak berfungsi maka sistem-sistem kelistrikan yang berada di kendaraan yang bergantung kepada suplai energi listrik dari sistem pengisian akan mati atau terganggu.

  112. 5202418059
    Jawaban no.2
    1) Kumparan voltage regulator yang berfungsi untukmengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya bisa diatur sesuaikebutuhan sehingga tegangan output alternator tetap konstan, tahanan kumparan tersebut sekitar 100 Ohm
    2)Kumparan voltage relay yang berfungsi untuk mematikan lampu CHG dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator.Besar tahanan kumparan voltage relay adalah sekitar 25 Ohm.
    3)Terminal yang terdapatpada regulator tipe ini ada enam terminal, yaitu terminal IG, N, F, E, L, dan B.
    4)Resistor yang menghambat arus listrik yang masuk ke rotor coil pada saat putaran tinggi.
    5)pegas yang di gunakan untuk menahan gerak kontak gerak
    6)Lidah penyetel di gunakan untuk mengatur kekakuan pegas

  113. 5202418056

    2. 1) Kumparan voltage regulator yang berfungsi untukmengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya bisa diatur sesuaikebutuhan sehingga tegangan output alternator tetap konstan, tahanan kumparan tersebut sekitar 100 Ohm
    2)Kumparan voltage relay yang berfungsi untuk mematikan lampu CHG dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator.Besar tahanan kumparan voltage relay adalah sekitar 25 Ohm.
    3)Terminal yang terdapatpada regulator tipe ini ada enam terminal, yaitu terminal IG, N, F, E, L, dan B.
    4)Resistor yang menghambat arus listrik yang masuk ke rotor coil pada saat putaran tinggi.

  114. 5202418056

    3. Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor (rotor coil) atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet padakumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil (13,8 V sampai 14,8 V)meskipun putaran mesin naik atau turun. Putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator pada saatputaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor diperkecil atau dilangsungkan kemassa sehingga medan magnet pada kumparan rotor kecil. Saat mesin berputarlambat, tegangan alternator akan turun, namun pada kondisi ini regulator mengaturagar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet padakumparan rotor kuat.
    Berdasarkan hal tersebut, maka tegangan output alternator akan selalu stabilbaik pada putaran rendah, sedang, maupun tinggi.

  115. 5202418056

    4. Fungsi rotor untuk menghasilkan medan magnet, kuat medan magnet yang dihasilkan tergantung besar arus listrik yang mengalir ke rotor coil. Listrik ke rotor coil disalurkan melalui sikat yang selalu menempel pada slip ring. Terdapat dua sikat yaitu sikat positip berhubungan dengan terminal F, sikat negatip berhubungan dengan massa atau terminal E. Semakin tinggi putaran mesin, putaran rotor altenator semakin tinggi pula, agar listrik yang dihasilkan tetap stabil maka kuat magnet yang dihasilkan semakin berkurang sebanding dengan putaran mesin.
    Bila rotor dirangkai seperti gambar diatas, maka arus listrik akan mengalir dari positip baterai, variable resistor, amper meter, slip ring, rotor coil, slip ring dan ke negatip baterai. Adanya aliran listrik pada rotor menyebabkan rotor menjadi magnet, saat tahanan pada variable resistor kecil maka arus yang mengalir sangat besar, magnet pada rotor sangat kuat, namun bila tahanan variable resistor besar maka arus yang mengalir ke rotor coil menjadi kecil sehingga kemagnetan juga menjadi kecil. Pada saat tahanan variable resistor kecil maka voltmeter yang dipasang pada slip ring menunjukan tegangan yang besar, sebaliknya saat tahanan variable resistor besar maka tegangan pada slip ring menjadi kecil.

  116. 5202418056

    5. Yang diatur hanya medan magnet karena lebih sederhana dalam mengaturnya ,sedangkan jika mengatur putaran makan harus ada mekaisme yang digunakan untuk mengatur putaran tersebur,sedangkan jika kumparan maka akan diperlukan mekanisme untuk mengatur kumparan tersebut.

  117. 5202418056

    6. Sesudah mesin menyala dan rotor berputar maka terjadi arus AC yang akan diubah oleh 6 buah diode menjadi arus DC. Tegangan ini akan menjadi lebih besar diantara terminal B dan E dab tegangan keluar dari N stator coil ,menyebabkan tegangan tarik dari kumparan pada voltage relay besar dan titik P1 berhubungan dengan P2 dan lampu tanda pengisian mati yang berarti sistim pengisian telah berjalan.

  118. 5202418059
    Jawaban no.3
    Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil (13,8 V sampai 14,8 V) meskipun putaran mesin naik atau turun. Putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator pada saatputaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor diperkecil atau dilangsungkan kemassa sehingga medan magnet pada kumparan rotor kecil. Saat mesin berputar lambat, tegangan alternator akan turun, namun pada kondisi ini regulator mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor kuat.

  119. 5202418056

    7. Cara mengetes alternator/spul :
    – Copot kabel yang menghubungkan alternator ke kiprok/rectifier.
    – Set multitester/AVO meter di Volt AC 50 V
    – Hubungkan ke dua kabel dari multitester/AVO meter ke 2 kabel kuning dan dari alternator. Hati-hati sekali jangan sampai short/tersambung.
    – Nyalakan mesin, biarkan pada rpm idle.
    – Lihat pembacaan pada AVO meter, bila menunjuk ke kiri, berarti kabel terbalik. Bila menunjuk ke kanan dan pada >12Volt, berarti masih baik

  120. 5202418059
    Jawaban no.4
    Listrik ke rotor coil disalurkan melalui sikat yang selalu menempel pada slip ring. Terdapat dua sikat yaitu sikat positip berhubungan dengan terminal F, sikat negatip berhubungan dengan massa atau terminal E. Semakin tinggi putaran mesin, putaran rotor altenator semakin tinggi pula, agar listrik yang dihasilkan tetap stabil maka kuat magnet yang dihasilkan semakin berkurang sebanding dengan putaran mesin.
    Bila rotor dirangkai seperti diatas, maka arus listrik akan mengalir dari positip baterai, variable resistor, amper meter, slip ring, rotor coil, slip ring dan ke negatip baterai. Adanya aliran listrik pada rotor menyebabkan rotor menjadi magnet, saat tahanan pada variable resistor kecil maka arus yang mengalir sangat besar, magnet pada rotor sangat kuat, namun bila tahanan variable resistor besar maka arus yang mengalir ke rotor coil menjadi kecil sehingga kemagnetan juga menjadi kecil. Pada saat tahanan variable resistor kecil maka voltmeter yang dipasang pada slip ring menunjukan tegangan yang besar, sebaliknya saat tahanan variable resistor besar maka tegangan pada slip ring menjadi kecil.

  121. NIM : 5202418058

    2. fungsi bagian-bagian regulator pada sistem pengisian
    a. Kumparan voltage regulator berfungsi mengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya bias diatur sesuai kebutuhan sehingga tegangan output alternator tetap konstan.
    b. Kumparan voltage relay berfungsi untuk mematikan lampu CHG (charging) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator.
    c. Resistor berfungsi untuk menghubungkan terminal G dan terminal f pada regulator yang menentukan besaran arus yang masuk ke kumparan voltage regulator pada saat putaran tinggi
    d. Memiliki 6 terminal
    • Terminal IG berkaitan dengan baterai
    • Terminal L berkaitan dengan lampu indikator pengisian (CHG)
    • Terminal N berkaian dengan kumparan pada voltage relay
    • Terminal B berkaitan dengan kumparan pada voltage regulator
    • Terminal F berkaitan dengan resistor
    • Terminal E berkaitan dengan massa

  122. 5202418059
    Jawaban no. 5
    Karena lebih mudah dan sederhana jika yang di atur medan magnetnya, sedangkan jika mengatur putaran makan harus ada mekaisme yang digunakan untuk mengatur putaran tersebur,sedangkan jika kumparan maka akan diperlukan mekanisme untuk mengatur kumparan tersebut.

  123. NIM : 5202418058

    3. Reaksi regulator jika tegangan output alternator melebihi tegangan standarnya yaitu arus yang masuk ke kumparan rotor diperkecil atau dialirkan langsung ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor akan lemah, sedangkan apabila kurang dari tegangan standarnya regulator mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor kuat.

  124. 5202418055

    7. Cara mengukur arus output alternator saat sistem pengisian bekerja
    1. Pasang Volt meter yaitu menghubungkan clem positif pada terminal positif baterai dan clem negatif pada terminal negatif baterai.
    2. Pasang amper meter dengan memasang clem induksi pada kabel positif baterai.
    3. Hidupkan mesin, atur putaran mesin dari putaran idle sampai 2000 rpm, Hidupkan lampu kepala dan fan AC. Periksa penunjukan pada Amper-Volt meter.

  125. NIM : 5202418058

    4. Cara pengaturan kuat atau lemahnya medan magnet pada kumparan rotor yaitu dengan mengatur besar kecilnya arus yang mengalir ke kumparan rotor sehingga output alternator selalu stabil yakni pada tegangan 13,8 volt sampai dengan 14,8 volt walaupun putaran mesin naik atau turun.

  126. 5202418059
    Jawaban no.6
    setelah mesin menyala dan rotor berputar maka terjadi arus AC yang akan diubah oleh 6 buah diode menjadi arus DC. Tegangan ini akan menjadi lebih besar diantara terminal B dan E dan tegangan keluar dari N stator coil ,menyebabkan tegangan tarik dari kumparan pada voltage relay besar dan titik P1 berhubungan dengan P2 dan lampu tanda pengisian mati yang berarti sistem pengisian telah berjalan.

  127. NIM : 5202418058

    5. Karena untuk menghasilkan tegangan yang stabil cara yang hanya dapat dilakukan dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet. Jika putaran mesin naik, maka medan magnet harus dilemahkan agar tegangan yang dihasilkan tidak terlalu tinggi, dan sebaliknya pada saat putaran rendah medan magnet harus dikuatkan untuk mencegah tegangan alternator turun. Jadi agar tegangan output alternator tetap stabil dengan mengatur kuat medan magnet.

  128. NIM : 5202418058

    6. Karena lampu CHG dapat menyala karena adanya arus listrik yang mengalir ke lampu, mudahnya pada lampu salah satu terminalnya mendapatkan tegangan positif dan satu terminal lainnya mendapatkan tegangan negatif (massa). Apabila salah satu tegangan yang ada diterminal ini dihilangkan atau dua terminal tegangannya sama (positif dan positif atau negatif dan negatif) maka tidak ada aliran arus listrik yang ke lampu karena salah satu syarat adanya aliran listrik adalah adanya beda potensial sehingga apabila keadaan tersebut terjadi maka lampu tidak akan menyala

  129. NIM : 5202418058

    7. Cara mengukur arus output alternator saat sistem pengisian bekerja
    a. Saat mesin masih dalam keadaan berputar pada putaran yang sudah ditentukan, atur pengontrol kenaikan beban untuk mendapatkan pembacaan amper meter tertinggi tanpa menyebabkan terjadinya penurunan tegangan (voltage drop) di bawah 12 V.
    b. Baca petunjukkan amper meter. Pembcaan harus berada dalam 10% output alternator yang telah ditentukan. Jika pembacaan lebih besar dari 10% di bawah harga yang telah ditentukan, ganti alternator

  130. Nim : 5202418044
    1. Jika sistem pengisian pada kendaraan tidak berfungsi maka arus pada baterai akan habis karena arus pada baterai terus berkurang untuk menyuplai komponen-komponen kelistriakn tanpa ada yang mengisi. Selain itu jika sistem pengisian tidak berfungsi maka sistem-sistem kelistrikan yang berada di kendaraan yang bergantung kepada suplai energi listrik dari sistem pengisian akan mati atau terganggu.

  131. Nim : 5202418044
    2. 1) Kumparan voltage regulator yang berfungsi untukmengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya bisa diatur sesuaikebutuhan sehingga tegangan output alternator tetap konstan, tahanan kumparan tersebut sekitar 100 Ohm
    2)Kumparan voltage relay yang berfungsi untuk mematikan lampu CHG dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator.Besar tahanan kumparan voltage relay adalah sekitar 25 Ohm.
    3)Terminal yang terdapatpada regulator tipe ini ada enam terminal, yaitu terminal IG, N, F, E, L, dan B.
    4)Resistor yang menghambat arus listrik yang masuk ke rotor coil pada saat putaran tinggi.

  132. Nim : 5202418070
    6.Lampu pengisian ini harus mati ketika mesin hidup dan menyala ketika mesin mati namun kunci kontak on. Untuk mematikan lampu CHG ini dilakukan oleh komponen voltage relay pada regulator. Voltage relay aktif ketika adanya tegangan dari terminal N sehingga apabila terdapat masalah pada voltage relay dan tegangan N (tegangan N hilang) maka lampu tidak akan mati.

  133. Nim : 5202418044
    3. Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor (rotor coil) atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet padakumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil (13,8 V sampai 14,8 V)meskipun putaran mesin naik atau turun. Putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator pada saatputaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor diperkecil atau dilangsungkan kemassa sehingga medan magnet pada kumparan rotor kecil. Saat mesin berputarlambat, tegangan alternator akan turun, namun pada kondisi ini regulator mengaturagar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet padakumparan rotor kuat.
    Berdasarkan hal tersebut, maka tegangan output alternator akan selalu stabilbaik pada putaran rendah, sedang, maupun tinggi.

  134. Nim : 5202418044
    4. Fungsi rotor untuk menghasilkan medan magnet, kuat medan magnet yang dihasilkan tergantung besar arus listrik yang mengalir ke rotor coil. Listrik ke rotor coil disalurkan melalui sikat yang selalu menempel pada slip ring. Terdapat dua sikat yaitu sikat positip berhubungan dengan terminal F, sikat negatip berhubungan dengan massa atau terminal E. Semakin tinggi putaran mesin, putaran rotor altenator semakin tinggi pula, agar listrik yang dihasilkan tetap stabil maka kuat magnet yang dihasilkan semakin berkurang sebanding dengan putaran mesin.
    Bila rotor dirangkai seperti gambar diatas, maka arus listrik akan mengalir dari positip baterai, variable resistor, amper meter, slip ring, rotor coil, slip ring dan ke negatip baterai. Adanya aliran listrik pada rotor menyebabkan rotor menjadi magnet, saat tahanan pada variable resistor kecil maka arus yang mengalir sangat besar, magnet pada rotor sangat kuat, namun bila tahanan variable resistor besar maka arus yang mengalir ke rotor coil menjadi kecil sehingga kemagnetan juga menjadi kecil. Pada saat tahanan variable resistor kecil maka voltmeter yang dipasang pada slip ring menunjukan tegangan yang besar, sebaliknya saat tahanan variable resistor besar maka tegangan pada slip ring menjadi kecil.

  135. Nim : 5202418044
    5. Yang diatur hanya medan magnet karena lebih sederhana dalam mengaturnya ,sedangkan jika mengatur putaran makan harus ada mekaisme yang digunakan untuk mengatur putaran tersebur,sedangkan jika kumparan maka akan diperlukan mekanisme untuk mengatur kumparan tersebut.

  136. Nim : 5202418044
    6. Sesudah mesin menyala dan rotor berputar maka terjadi arus AC yang akan diubah oleh 6 buah diode menjadi arus DC. Tegangan ini akan menjadi lebih besar diantara terminal B dan E dab tegangan keluar dari N stator coil ,menyebabkan tegangan tarik dari kumparan pada voltage relay besar dan titik P1 berhubungan dengan P2 dan lampu tanda pengisian mati yang berarti sistim pengisian telah berjalan.

  137. 5202418059
    Jawaban no.7
    Pengujian tanpa beban
    1. Siapkan alat ukur. Putar pengontrol pada posisi OFF, cek jarum di posisi Nol (atur jika di perlukan ), hubungkan kabel alat ukur yang bewarna merah ke positif baterai dan yang hitam ke negatif set pemilih tegangan ke 18 V, posisikan selektor ke CHARGING, set ampere emter ke posisi ON (mesin tidak hidup)
    2. Putar kunci kontak ke posisi ON (mesin tidak bidup), baca petunjuk pada ampere meter
    3. Hidupkan mesin dan set putaran pada 2000 rpm.
    4. Setelah 3 sampai 4 menit, baca petunjuk ampere meter dan volt meter. Pembacaan total harus kurang dari 10 A. jika melebihi 10A, kemungkinan alternator masih bekerja mengisi baterai karena baterai belum penuh. Jika baterai sudah penuh, pembacaan harus di bawah 10A. hasil pengukuran tegangan harus berada dalam spesifikasi alternator dan biasanya berkisar antara 13V sampai 15V.
    5. Lepas masa pada terminal F (untuk tipe IC)

    Pengujian menggunakan beban
    1. Saat mesin masih dalam keadaan berputar pada putaran yang sudah di tentukan, atur pengontrol kenaikan beban untuk mendapat pembacaan ampere meter tertinggi tanpa menyebabkan terjadinya penurunan tegangan di bawah 12V
    2. Baca petunjuk amper meter pembacaan harus berada dalam 10% output alternator yang telah di tentukan. Jika lebih besar dari 10% di bawah harga yang di tentukan ganti alternator

  138. Nim : 5202418079
    7.cara mengukur arus output alternator saat pengisian bekerja yaitu:
    1.Yakinkan kabel batre terpasang pada terminal-terminal benar
    2.Lepas kabel batre jika sedang diisi cepat,lepas kabel negatif dahulu.
    3.jangan operasikan alternator saat kabel batre terlepas
    4.Ikuti petunjuk pengujian sesuai dengan uang sudah ditentukan saat melakukan pengujian terminal F regulator (tipe IC) di by pass
    5.hindari menghubungkan terminal B alternator .
    6.Siapkan alat ukur sun VAT-40
    7.Putar pengontrol kenaikan beban ke posisi Off,hubungkan kabel alat ukur merah ke + batre dan hitam – set 18 V posisikan Selector ke #2
    8.putar kunci kontak (mesin tdk hidup)
    9.hidupkan mesin set. Putaran rpm
    10.setelah sekitar 3 sampai 4 menit baca penunjukan ampere meter .Pembacaan total harus dibawah 10 A.jika lebih dari 10 A kemungkinan alternator masih bekerja mengisi batre.
    11.jika batre sudah penuh pembacaan harus dibawah 10 A.hasil pengukuran tegangan alternator berkisar 13 sampai 15 V.jika melebihi spesifikasi ganti voltage regulator.

    Pengujian dengan beban:
    1 .saat mesin hidup keadaan berputar pada putaran. Yang ditentukan atur pengontrol kenaikan beban untuk pembacaan ampermeter tertinggi tanpa menyebabkan penurunan tegangan.voltage drop dibawah 12 V.
    2.baca penunjukan mpermeter pembacaan harus dibawah 10 % output alternator yang ditentukan.jika pembacaan lebih dari 10% yang ditentukan. Maka ganti alternator.

  139. 5202418077

    5). Pada sistem pengisian mengapa hanya medan magnet yang diatur : karena pada jumlah kumparan tidak dapat dilakukan pengaturan sebab jumlah lilitan pada kumparan rotor tetap dan pada jumlah putaran rotor dapat diubah tetapi tidak dapat diatur karena menjadi acuan kerja dari pengaturan kuatnya medan magnet.

  140. NIM : 5202418054

    1. Bila sistem pengisian tidak berfungsi pada kendaraan, yang terjadi pada kendaraan adalah tidak ada sistem untuk menjamin ketersediaan energi listrik dalam baterai dan tidak mengisi kembali baterai setelah dipakai, dan tidak memberikan suplai arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan setelah mesin hidup.

  141. Nim : 5202418070
    5. Proses pengaturan tegangan output alternator dilakukan secara elektromagnetik dengan memindahkan posisi titik kontak pada voltage regulator sesuai kebutuhan.Pemindahan posisi titik kontak ini digunakan untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor kecil.sehingga antara output alternator dengan Medan magnet dari kumparan rotor ini sangat berkesinambungan.saat putaran. Tinggi arus masuk kekumparan rotor dikurangi sehingga kuat medan magnetnya turun .sebaliknya pada putaran rendah arus ke kumparan dibesarkan sehingga medan magnet kumparan rotor kuat…dengan hal ini output alternator saat putaran sedang, rendah,maupun tinggi. Tetap konstan…
    Karena arus yang masuk kekumparan rotor mempengaruhi tegangan output alternator. Walaupun 2 syarat lainnya yaitu putaran dan kumparan dibutuhkan.namun yang paling sentral Medan magnet.

  142. 5202418077

    7). Cara mengukur arus output alternator pada saat sistem pengisian bekerja :
    1. Siapkan alat ukur. Cek jarum pada posisi nol , hubungkan kabel alat ukur yang berwarna merah ke positif batterai dan kabel hitam ke negatif batterai, set ke pemilihan tegangan ke 18 V, posisikan selektor ke posisi CHARGING, set amper meter ke posisi Nol dan pasang klem amper meter ke kabel negatif batterai.
    2. Putar kunci kontak pada posisi ON (mesin tidak hidup), baca penunjukkan pada amper meter. Pembacaan biasanya kira-kira 6 A
    3. Hidupkan mesin dan set putaran pada 2000 rpm. Beberapa model memerlukan setting kecepatan yang berbeda.
    4. Setelah sekitar 3 sampai 4 menit, baca penunjukkan amper meter dan volt meter. Tambahkan hasil pembacaan ini dengan pembacaan sebelum mesin hidup pada langkah 3. Pembacaam total 10 A, jika lebih dari 10 A kemungkinan alternator masih bekerja mengisi batterai karena batterai belum penuh. Jika batterai sudah penuh, pembacaan harus dibawah 10 A. Hasil pengukuran tegangam harus berada dalam spesifikasi alternator biasanya antara 13 V sampai 15 V.

  143. NIM : 5202418054

    2. a) Kumparan voltage regulator yang berfungsi untuk mengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya bisa diatur sesuai kebutuhan sehingga tegangan output alternator tetap konstan, tahanan tekanan tersebut adalah sekitar 100 ohm
    b) Kumparan voltage relay berfungsi untuk mematikan lampu CHG (charging) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator. Besar tahanan voltage relay adalah sekitar 25 ohm. Terminal yang terdapat pada regulator tipe ini adalah enam terminal, yaitu terminal IG, N, F, E, L, dan B.

  144. 5202418075
    Komponen pengaman putus
    Setiap komponen kelistrikan selalu dilengkapi dengan komponen pengaman yaitu fuse. Fuse atau sekering berfungsi untuk emngamankan komponen-komponen pada sistem pengisian agar tidak rusak bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya terjadi hubungan pendek (konslet) atau arus yang mengalir besar.

  145. NIM.5202418042
    No. 1 Apabila sistem pengisian pada kendaraan tidak berfungsi maka arus pada baterai akan habis karena arus pada baterai terus berkurang untuk menyuplai komponen-komponen kelistriakn tanpa ada yang mengisi. Selain itu jika sistem pengisian tidak berfungsi maka sistem-sistem kelistrikan yang berada di kendaraan yang bergantung kepada suplai energi listrik dari sistem pengisian akan mati atau terganggu.

  146. NIM.5202418042
    No.2
    a) Kumparan voltage regulator berfungsi mengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya bisa diatur sesuai kebutuhan sehingga tegangan output alternator tetap konstan, tahanan kumparan tersebut sekitar 100 Ohm
    b)Kumparan voltage relay yang berfungsi untuk mematikan lampu CHG dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator.Besar tahanan kumparan voltage relay adalah sekitar 25 Ohm.
    c)Terminal yang terdapat pada regulator tipe ini ada enam terminal, yaitu terminal IG, N, F, E, L, dan B.
    d)Resistor yang menghambat arus listrik yang masuk ke rotor coil pada saat putaran tinggi.

  147. NIM.5202418042
    NO.3
    Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor (rotor coil) atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet padakumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil (13,8 V sampai 14,8 V)meskipun putaran mesin naik atau turun. Putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator pada saat putaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor diperkecil atau dilangsungkan kemassa sehingga medan magnet pada kumparan rotor kecil. Saat mesin berputar lambat, tegangan alternator akan turun, namun pada kondisi ini regulator mengaturagar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor kuat.
    Berdasarkan hal tersebut, maka tegangan output alternator akan selalu stabil pada putaran rendah, sedang, maupun tinggi.

  148. NIM. 5202418042
    NO.4
    Fungsi rotor untuk menghasilkan medan magnet, medan magnet yang dihasilkan tergantung besar arus listrik yang mengalir ke rotor coil. Arus ke rotor coil disalurkan melalui sikat yang selalu menempel pada slip ring. Terdapat dua sikat yaitu sikat positip berhubungan dengan terminal F, sikat negatip berhubungan dengan massa atau terminal E. Semakin tinggi putaran mesin, putaran rotor altenator semakin tinggi pula, agar arus yang dihasilkan tetap stabil maka kuat magnet yang dihasilkan semakin berkurang sebanding dengan putaran mesin.
    Bila rotor dirangkai seperti gambar diatas, maka arus listrik akan mengalir dari positip baterai, variable resistor, amper meter, slip ring, rotor coil, slip ring dan ke negatip baterai. Adanya aliran listrik pada rotor menyebabkan rotor menjadi magnet, saat tahanan pada variable resistor kecil maka arus yang mengalir sangat besar, magnet pada rotor sangat kuat, namun bila tahanan variable resistor besar maka arus yang mengalir ke rotor coil menjadi kecil sehingga kemagnetan juga menjadi kecil. Pada saat tahanan variable resistor kecil maka voltmeter yang dipasang pada slip ring menunjukan tegangan yang besar, sebaliknya saat tahanan variable resistor besar maka tegangan pada slip ring menjadi kecil.

  149. NIM.5202418042
    NO.5
    Yang diatur hanya medan magnet karena lebih sederhana dalam mengaturnya ,sedangkan jika mengatur putaran makan harus ada mekaisme yang digunakan untuk mengatur putaran tersebur,sedangkan jika kumparan maka diperlukan mekanisme untuk mengatur kumparan tersebut.

  150. NIM.5202418042
    NO.6
    Setelah mesin menyala dan rotor berputar maka terjadi arus AC yang akan diubah oleh 6 buah diode menjadi arus DC. Tegangan ini akan menjadi lebih besar diantara terminal B dan E dab tegangan keluar dari N stator coil ,menyebabkan tegangan tarik dari kumparan pada voltage relay besar dan titik P1 berhubungan dengan P2 dan lampu tanda pengisian mati yang berarti sistim pengisian telah berjalan.

  151. NIM : 5202418054

    3. a) Saat putaran lambat, tegangan yang dihasilkan kumparan stator cenderung rendah. Teganan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan yang masuk ke kumparan regulator rendah sehingga medan magnet yang dihasilakan rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak sehingga menempel dengan P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir menuju kumparan rotor besar karena tidak melalui hambatan sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor kuat. Putaran yang lambat diimbangi dengan kuatnya medan magnet pada kumparan rotor menyebabkan output dari kumparan stator cukup untuk mengisi baterai.
    b) Jika rotor berputar makin cepat sampai dengan putaran sedang, maka tegangan yang dihasilkan kumparab stator juga akan naik yang juga akan mempengaruhi tegangan yang bekerja pada kumparan regulator. Kenaikan tegangan pada kumparan ini menyebabkan medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan regulator menguat dan mampu menarik kontak gerak sehingga lepas dari P1 dan posisinya menjadi mengambang. Hal ini akan menyebabkan arus yang mengalir ke kumparan rotor melewati resistor sehingga arus yang masuk ke kumparan rotor mengecil. Medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor menjadi turun atau melemah. Namun, karena putaran naik maka tegangan yang dihasilkan tetap cukup stabil untuk mengisi baterai meskipun medan magnet pada kumparan rotor melemah. Jadi naik putaran diimbangi dengan menurunnya medan magnet sehingga output kumparan stator menjadi stabil.
    c) Apabila rotor berputar pada kecepatan tinggi, maka tegangan yang dihasilkan kumparan stator juga akan tinggi sehingga tegangan yang bekerja pada tegangan pada kumparan regulator juga semakin tinggi. Hal ini menyebabkan terjadinya medan magnet yang makin kuat pada kumparan regulator sehingga mampu menarik kontak gerak dan menempel dengan P2. Kejadian ini menyebabkan arus mengalir melalui resistor dan langsung mengalir ke massa sehingga tidak ada arus yang masuk ke kumparan rotor. Akibatnya, medan magnet pada kumparan rotor hilang karena kumparan tersebut tidak mendapatkan arus. Ini akan menyebabkan turunnya tegangan yang dihasilkan kumparan stator karena tidak ada kemagnetan.
    d) Jika tegangan turun, maka tegangan pada kumparan regulator juga akan turun sehingga medan magnetnya melemah. Pada saat ini pegas akan menarik kontak gerak lepas dari P2 sehingga arus akan kembali mengalir dari resistor ke kumparan rotor sehingga medan magnet akan terbentuk lagi pada kumparan rotor. Karena putaran masih tinggi, maka tegangan yang dihasilkan kumparan stator akan kembali naik. Jika tegangan tinggi lahi maka proses pada a) dan b) akan berulang kembali sehingga kontak gerak akan kembali menempel dengan P2. Hal ini terjadi terus menerus sehingga tegangan output kumparan stator tetap stabil.

  152. 5202418066
    1. Pengaruh jika sistem pengisian tidak berfimungsi yaitu batre akan habis dan bisa rusak, dan lebih dari itu jika batre habis sistem stater tidak bisa berfungsi

  153. 5202418065

    2. Voltage regulator berfungsi untuk mengatur kemagnetan di rotor coil dengan cara mengatur arus yang masuk ke rotor coil sehingga tegangan output alternator tetap konstan. Tahanan kumparan rotor ini sekitar 100 Ohm.

    Voltage relay berfungsi untuk mematikan lampu pengisian (CHG) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator. Voltage relay ini memiliki tahan sekitar 25 Ohm.

  154. 5202418065

    3. Lampu pengisian akan menyala, bila alternator tidak mengirimkan jumlah listrik yang normal. Ini terjadi kalau tegangan dari terminal N alternator kurang dari
    jumlah yang diperlukan.
    Lampu indikator accu yang menyala terus saat mesin hidup adalah tanda terjadi masalah pada sistem pengisian. Penyebabnya bisa karena undercharge atau overcharge.

  155. 5202418061
    1. jika sistem pengisian tidak dapat nekerja maka kendaraan tidak dapat di hidupkan, karena dalam proses menstarter kendaraan membutuhkan listrik yang besar.

  156. 5202418065

    4. Pada regulator terdapat kumparan regulator yang berfungsi untuk menghasilkan medan magnet yang digunakan untuk menarik kontak gerak agar dapat lepas dari P1 (yakni mengambang) atau menempel pada P2 ketika tegangan yang bekerja pada kumparan regulator naik akibat putaran rotor semakin tinggi.
    Ketika putaran rendah atau lambat, tegangan yang dihasilkan kumparan stator masih cenderung lemah. Tegangan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan yang masuk pada kumparan regulator masih rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan sangat rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel pada P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir ke kumparan rotor menjadi besar karena tidak melalui hambatan, sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor juga kuat. Putaran yang lambat diimbangi dengan kuatnya medan magnet pada kumparan rotor menyebabkan output dari kumparan stator cukup untuk mengisi baterai.
    Dan jika rotor berputar semakin cepat sampai dengan putaran sedang, maka tegangan yang dihasilkan oleh kumparan stator juga akan naik yang akan mempengaruhi tegangan yang bekerja pad akumparan regulator. Naiknya tegangan pada kumparan ini mengakibatkan medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan regulator menjadi kuat dan mampu menarik kontak gerak sehingga dapat lepas dari P1 dan posisinya mengambang ditengah. Hal ini menyebabkan arus yang mengalir ke kumparan rotor melewati resistor sehingga arus yang masuk ke kumparan rotor menjadi kecil. Medan magnet yang dihasilkan oleh kumpran rotor pun menjadi turun atau melemah. Namun karena putaran naik maka tegangan yang dihasilkan masih cukup stabil untuk mengisi baterai walapun medan magnet pada kumparan rotor melemah. Sehingga naiknya putaran diimbangi dengan turunnya medan magnet, dengan demikian output kumparan stator pun menjadi stabil.
    Jika rotor berputar pada kecepatan tinggi, maka tegangan yang dihasilkan kumparan stator juga akan tinggi sehingga tegangan yang bekerja pada kumparan regulator juga semakin tinggi. ini menyebabkan terjadinya medan magnet yang semakin kuat pada kumparan regulator sehingga dapat menarik kontak gerak dan menempel dengan P2.

  157. 5202418065

    5. karena alternator juga berfungsi mengisi aki mobil agar tetap berada pada tegangan yang stabil sehingga aki tidak drop.

  158. 5202418065

    6. Muatan listrik baterai akan berkurang bahkan habis apabila komponen kelistrikan kendaraan dihidupkan saat mesin mati.
    Dengan demikian agar baterai selalu siap pakai dalam arti muatannya selalu penuh, maka harus ada suatu sistem yang dapat mengisi ulang muatan
    karena Sistem pengisian bekerja apabila mesin dalam keadaan berputar.

  159. 5202418061
    2. a). Kumparan Regulator. -> untuk mengatur arus yang masuk ke kumparan rotor agar kemagnetannya dapat di atur sesuai kebutuhan dan menghasilkan output alternator yang konstan.
    b). Kumparan Relay Tegangan-> untuk mematikan lampu indikator (CHG) dan menghubungkan arus dari terminal B ke Voltage regulator.
    c). 6 terminal yakni terminal IG, N, F, E, L dan B
    terminal IG : berhubungan dengan Baterai
    terminal L : berhubungan dengan lampu indikator pengisian (CHG)
    terminal N : berhubungan dengan kumparan pada Voltage relay
    terminal B : berhubungan dengan Platina pada Voltage relay
    terminal F : berhubungan dengan resistor
    terminal E : berhubungan dengan Massa
    d). Resistor-> untuk menghambat arus yang masuk ke kumparan rotor pada saat putaran tinggi

  160. 5202418065

    7. Pengecekan Medan Magnet
    Cara pengecekan Paling sederhana adalah dengan merasakan apakah medan magnet terjadi ketika kunci kontak pada posisi ON. Caranya dengan menggunakan Sebuah benda logam besi seperti obeng, atau pisau…dekatkan pada dinamo ampere ketika kunci kontak pada posisi On (cukup pada posisi on tidak perlu hidup mesin). Apabila terdapat medan magnet minimal anda tahu bahwa wiring dan alternator sudah benar. Tetapi apabila tidak terdapat medang magnet Segera cek wiring dan bila perlu alternator.

    Cara pengecekan dengan Voltmeter
    1. Ukur Voltase di kepala aki + dan – saat mesin dimatikan. catet.
    2. Ukur voltase di kepala aki + dan – saat mesin di hidupkan.
    3. Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri.
    4. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki –
    5. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki +
    jika hasil test sama dengan atau lebih kecil 0,5 Volt daripada nilai 13,5 volt maka ada kemungkinan kabel ground dari charging output bermasalah

  161. 5202418061
    3). 3. Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor (rotor coil) atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet padakumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil (13,8 V sampai 14,8 V)meskipun putaran mesin naik atau turun. Putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator pada saatputaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor diperkecil atau dilangsungkan kemassa sehingga medan magnet pada kumparan rotor kecil. Saat mesin berputarlambat, tegangan alternator akan turun, namun pada kondisi ini regulator mengaturagar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet padakumparan rotor kuat.
    Berdasarkan hal tersebut, maka tegangan output alternator akan selalu stabilbaik pada putaran rendah, sedang, maupun tinggi.

  162. 5202418061
    4). 4. Fungsi rotor untuk menghasilkan medan magnet, kuat medan magnet yang dihasilkan tergantung besar arus listrik yang mengalir ke rotor coil. Listrik ke rotor coil disalurkan melalui sikat yang selalu menempel pada slip ring. Terdapat dua sikat yaitu sikat positip berhubungan dengan terminal F, sikat negatip berhubungan dengan massa atau terminal E. Semakin tinggi putaran mesin, putaran rotor altenator semakin tinggi pula, agar listrik yang dihasilkan tetap stabil maka kuat magnet yang dihasilkan semakin berkurang sebanding dengan putaran mesin.
    Bila rotor dirangkai seperti gambar diatas, maka arus listrik akan mengalir dari positip baterai, variable resistor, amper meter, slip ring, rotor coil, slip ring dan ke negatip baterai. Adanya aliran listrik pada rotor menyebabkan rotor menjadi magnet, saat tahanan pada variable resistor kecil maka arus yang mengalir sangat besar, magnet pada rotor sangat kuat, namun bila tahanan variable resistor besar maka arus yang mengalir ke rotor coil menjadi kecil sehingga kemagnetan juga menjadi kecil. Pada saat tahanan variable resistor kecil maka voltmeter yang dipasang pada slip ring menunjukan tegangan yang besar, sebaliknya saat tahanan variable resistor besar maka tegangan pada slip ring menjadi kecil.

  163. NIM : 5202418054

    4. Beberapa hal yang perlu diingat dalam mempelajari prinsip kerja regulator pada sistem pengisian adalah a) makin tingi kecepatan putaran rotor, tegangan yang dihasilkan akan semakin tinggi juga. b) makin kuat medan magnet pada kumparan rotor, makin tinggi tegangan yang dihasilkan. Untuk poin c) dalam sistem pengisian tidak mungkin dilakukan karena jumlah lilitan pada kumparan stator jumlahnya tetap. Jadi yang selalu berubah-ubah adalah putaran dan kuat-lemahnya medan magnet. Pada regulator terdapat kumparan regulator yang berfungsi untuk menghasilkan medan magnet yang digunakan untuk menarik kontak gerak (moving contact) agar dapat lepas dari P1 (mengambang) atau menempel dengan P2 saat tegangan yang bekerja pada kumparan regulator naik akibat putaran rotor yang makin tinggi.

  164. 5202418061
    5). Yang diatur hanya medan magnet karena lebih sederhana dalam mengaturnya ,sedangkan jika mengatur putaran makan harus ada mekaisme yang digunakan untuk mengatur putaran tersebur,sedangkan jika kumparan maka akan diperlukan mekanisme untuk mengatur kumparan tersebut.

  165. 5202418061
    6.Sesudah mesin menyala dan rotor berputar maka terjadi arus AC yang akan diubah oleh 6 buah diode menjadi arus DC. Tegangan ini akan menjadi lebih besar diantara terminal B dan E dab tegangan keluar dari N stator coil ,menyebabkan tegangan tarik dari kumparan pada voltage relay besar dan titik P1 berhubungan dengan P2 dan lampu tanda pengisian mati yang berarti sistim pengisian telah berjalan.

  166. 5202418061
    7. a).siapkan Alat Ukur. putar pengontrol beban kenaikan ke posisi OFF, cek jarum di posisi NOL, hubungkan kabel alat ukur yang berwrna merah ke positif baterai dan hitam ke negatif, set pemilih tegangan ke 18 V, posisikan sektor #2 CHARGING, set amper meter ke posisi NOL, dan pasang klem amper meter ke kabel negatif baterai
    b). putar kunci kontak ke posisi ON (mesin tidak hidup)
    c). hidupkan mesin dan set ke putaran pada 2000 rpm.
    d). setelah 3-4 menit baca penunjukkan amper meter dan volt meter. tambahkan hasil pembacaan ini dengan hasil sebelum mesin hidup. hasil pembacaan harus di kurangi 10A. jika melebihi 10A, kemungkinan alternator masih bekerja mengisi baterai. hasil pengukuran tegangan berkisar antara 13-15 V. cocokkan dengan spesifikasi jika melebihi spesifikasi ganti regulator .
    e). lepas pe-massa-an pada terminal F (untuk tipe IC)

  167. 5202418043
    1.Jika sistem pengisian pada kendaraan tidak berfungsi maka arus pada baterai akan habis, karena arus pada baterai terus berkurang untuk menyuplai komponen-komponen kelistriakn tanpa ada yang mengisi. Selain itu jika sistem pengisian tidak berfungsi maka sistem-sistem kelistrikan yang berada di kendaraan akan mati/terganggu.

  168. 5202418043
    2. => Kumparan voltage regulator yang berfungsi untuk mengatur arus yang masuk ke rotor coil agar kemagnetannya bisa diatur sesuai kebutuhan sehingga tegangan output alternator tetap konstan.
    =>Kumparan voltage relay yang berfungsi untuk mematikan lampu CHG dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator.
    =>Terminal yang terdapatpada regulator tipe ini ada enam terminal, yaitu terminal IG, N, F, E, L, dan B.
    =>Resistor untuk menghambat arus listrik yang masuk ke rotor coil pada saat putaran tinggi.

  169. 5202418043
    3.Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor (rotor coil) / untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet padakumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil (13,8 V – 14,8 V)meskipun putaran mesin naik atau turun. Putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator pada saatputaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor dapat diperkecil atau dilangsungkan kemassa sehingga medan magnet pada kumparan rotor kecil. Saat mesin berputarlambat, tegangan alternator akan turun, namun pada kondisi ini regulator mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet padakumparan rotor kuat.
    Berdasarkan hal tersebut, maka tegangan output alternator akan selalu stabil baik pada putaran rendah, sedang, maupun tinggi.

  170. 5202418043
    4. Fungsi rotor untuk menghasilkan medan magnet, kuat medan magnet yang dihasilkan tergantung besar arus listrik yang mengalir ke rotor coil. Listrik menuju rotor coil disalurkan melalui sikat yang selalu menempel pada slip ring. Terdapat dua sikat yaitu sikat POSITIF berhubungan dengan terminal F, sikat NEGATIF berhubungan dengan massa atau terminal E. Semakin tinggi putaran mesin, putaran rotor altenator semakin tinggi pula, agar listrik yang dihasilkan tetap stabil maka kuat magnet yang dihasilkan semakin berkurang sebanding dengan putaran mesin.
    Bila rotor dirangkai seperti gambar diatas, maka arus listrik akan mengalir dari positip baterai, variable resistor, amper meter, slip ring, rotor coil, slip ring dan ke negatip baterai. Adanya aliran listrik pada rotor menyebabkan rotor menjadi magnet, saat tahanan pada variable resistor kecil maka arus yang mengalir sangat besar, magnet pada rotor sangat kuat, namun bila tahanan variable resistor besar maka arus yang mengalir ke rotor coil menjadi kecil sehingga kemagnetan juga menjadi kecil. Pada saat tahanan variable resistor kecil maka voltmeter yang dipasang pada slip ring menunjukan tegangan yang besar,dan sebaliknya.

  171. 5202418043
    5.karena yang diatur hanya medan magnet maka lebih sederhana dalam mengaturnya ,sedangkan jika mengatur putaran makan harus ada mekaisme yang digunakan untuk mengatur putaran tersebut,sedangkan jika kumparan,maka akan diperlukan mekanisme untuk mengatur kumparan tersebut.

  172. 5202418043
    6.Sesudah mesin menyala dan rotor berputar maka terjadi arus AC yang akan diubah oleh 6 buah diode menjadi arus DC. Tegangan ini akan menjadi lebih besar diantara terminal B dan E lalu tegangan keluar dari N stator coil ,menyebabkan tegangan tarik dari kumparan pada voltage relay besar,dan titik P1 berhubungan dengan P2 dan lampu tanda pengisian mati yang berarti sistim pengisian telah berjalan.

  173. NIM : 5202418054

    5. Berdasarkan prinsip dasar alternator yang telah dijelaskan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada tiga hal pokok agar alternator dapat mengsilkan tegangan, yaitu ada medan magnet, ada kumparan yang memotong medan magnet, dan ada gerakan (putaran) yang menyebabkan terjadinya perpotongan antara medan magnet. Apabila salah satu dari ketiga hal tersebut tidak ada, maka alternator tidak dapat menghasilkan tegangan. Putaran mesin pada kendaraan tidak konstan karena bekerja pada putaran rendah, sedang, atau tinggi tergantung kebutuhan. Naik turunnya putaran akan mempengaruhi tegangan yang dihasilkan alternator. Bila putaran naik, maka tegangan yang dihasilkan juga akan naik dan bila putaran turun maka tegangan juga akan turun. Jumlah kumparan stator juga akan mempengaruhi besar kecilnya tegangan yang dihasilkan. Kuat lemahnya medan magnet juga akan mempengaruhi besar-kecilnya tegangan. Jumlah lilitan pada alternator adalah tetap, putaran mesin selalu berubah-ubah. Besarnya tegangan baterai pada kendaraaan adalah konstan (12 V), sehingga tegangan output alternator tidak boleh terlalu tinggi melebihi 14.8 V. Berdasarkan kondisi tersebut, untuk menghasilkan tegangan yang stabil, tidak mungkin mempertemukan putaran pada kecepatan tertentu karena engine selalu berputar naik turun. Untuk menghasilkan yang stabil juga tidak mungkin mengurangi dan menambah jumlah lilitan pada alternator. Untuk menstabilkan tegangan yang dihasilkan altenator, yang dapat dilakukan hanya dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet. Jika putaran mesin naik, maka medan magnet harus dilemahkan agar tegangan yang dihalsilkan tidak terlalu tinggi, dan sebaliknya pada saat putaran rendah medan magnet harus dikuatkan untuk mencegah teganan alternator turun. Jadi pengaturan output alternator agar tetap stabil adalah dengan mengatur medan magnet pada alternator.

  174. NIM : 5202418054

    6. Karena pada keadaan ON jika kondisi normal, indikator pengisian akan menyala karena aliran arus dari baterai akan melewati lampu indikator pengisian dan pada kondisi normal akan padam dengan sendirinya dikarenakan aliran arus sudah tidak melewati lampu indikator pengisian, jika lampu indikator pengisian tidak bekerja sesuai dengan ketentuan di atas, periksa lampu indikator pengisian dan rangkaian lampu pengisian.

  175. 5202418043
    7.=>siapkan alat ukur.putar kontrol kenaikan beban ke posisi off dan cek jarum di posisi nol.hubungkan kabel berwarna merah ke positif batrai dan hitam negatif set tegangan 18V.posisikan selektor ke 2(charging) set amper meter posisi 0 dan pasang klem ampere meter ke negatif batrai.
    =>putar kunci kontak ke ON,ini menunjukan pembacaan untuk arus altenator yang harus diberikan untuk sistem pengapian dll.sebelum altenator bekerja memberikan arus untuk mengisi batrai. Kira² 6A.
    => hidupkan mesin pada 2000rpm.beda model beda setingan.
    =>setelah sekitar 3-4 menit.baca penunjuk amper meter dan volt meter.tambahkan hasil pembacaan ini dengan hasil pembacaan sebelum mesin hidup.pembacaan total harus kurang dari 10A.jika lebih kemungkinan altenator masih mengisi batrai karena batrai belum penuh.jika batrai sudah penuh maka harus dibawah 10A.hasil pengukuran harus berada dalam spesifikasi altenator dan biasanya sekitar 13-15V cocokan dengan spesifikasi jika lebih maka ganti regulator(untuk tipe IC jangan lakukan dengan putaran yang sudah ditentukan) dan stel lidah pada voltage regulator,pada regulator konvensional.apabila tegangan kurang dari spesifikasi lakukan pengujian dengan memaksakan terminal F (untuk tipe IC) dan stel lidah pada voltage regulator untuk tipe konvensional.jika masih kurang dari spesifikasi periksa altenator.
    =>lepas pemassaan pada teminal F(untuk tipe IC)

  176. 7. Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan alternator menghasilkan tegangan dan arus sesuai dengan ketentuan. Pengujian ini dilakukan pada sistem pengisian yang mengalami kelebihan output (overcharge) maupun yang mengalami output rendah (undercharge). Output sistem pengisian harus memenuhi spesifikasi alternator tersebut. Jika hasil pengujian menunjukkan tidak sesuai spesifikasi, alternator atau regulator perlu diperiksa atau diganti. Alat khusus yang digunakan, atau dapat juga menggunankan alat ukur tegangan dan arus yang terpisah. Ikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik saat menggunakan alat ukur tersebut. Berikut prosedur yang dilakukan untuk mengetes output alternator dengan alat Sun VAT-40.
    Pengujian tanpa beban
    Pengujian alat pengisian tanpa beban dilakukan dengan beberapa langkah sebagai berikut.
    a) Siapkan alat ukur. Putar pengontrol kenaikan beban ke posisi OFF, cek jarum di posisi Nol (atur jika diperlukan), hubungkan kabel alat ukur yang bewarna merah ke positif baterai dan yang hitam ke negative, set pemilih tegangan ke 18 V, posisikan selector ke #2 charging, set amper meter ke posisi Nol, dan pasang klem amper meter ke kabel negatinf baterai.
    b) Putar kunci kontak ke posisi ON (engine tidak hidup), baca penunjukan pada amper meter. Ini merupakan pembacaan awal untuk arus alternator yang harus diberikan untuk sistem pengapian dan asesoris lain sebelum alternator bekerja memberikan arus untuk mengisi baterai. Pembacaan kira-kira 6 A.
    c) Hidupkan engine dan set putaran pada 2000 rpm. Beberapa model memerlukan kecepatan yang berbeda.
    d) Setelah sekitara 3 sampai 4 menit, baca penunjukan amper mete dan volt meter. Tambahkan hasil pembacaan ini dengan hasil pembacaan sebelum engine hidup seperti dijelaskan pada langkah 2 di atas. Pembacaan total harus kurang dari 10 A. Jika lebih dari 10 A, kemungkinan alternator masih bekerja mengisi baterai karena baterai belum penuh, jika baterai sudah penuh, pembacaan harus di bawah 10 A. Hasil pengukuran tegangan harus berada dalam spesifikasi alternator dan biasanya berkisar antara 13 V sampai 15 V. Cocokkan dengan spesifikasi, jika melebihi spesifikasi ganti regulator (untuk tipe IC, jangan melakukan pengetesan putaran selain yang sudah ditentukan) dan setel lidah pada voltage regulator pada regulator model konvensional. Apabila tegangan kurang dari spesifikasi, lakukan pengujian dengan me-massa-kan terminal F (untuk tipe IC) dan setel lidah pada voltage regulator untuk tipe konvensional kemudian lihat pembacaan volt meter. Jika pembacaan masih kurang dari spesifikasi, periksa alternator
    e) Lepas pe-massa- an pada terminal F (untuk tipe IC).
    Pengujian dengan beban
    a) Saat mesin masih dalam keadaan berputar pada putaran yang sudah ditentukakan, atur pengontrol kenaikan beban untuk medapatkan pembacaan amper meter tertinggi tanpa menyebabkan terjadinya penurunan tegangan (voltage drop) di bawah 12 V.
    b) Baca penunjuk amper meter. Pembacaan harus berada dalam 10% output alternator yang telah ditentukan. Jika pembacaan lebih besar dari 10% di bawah yang telah ditentukan, ganti alternator.

  177. NIM : 5202418054

    7. Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan alternator menghasilkan tegangan dan arus sesuai dengan ketentuan. Pengujian ini dilakukan pada sistem pengisian yang mengalami kelebihan output (overcharge) maupun yang mengalami output rendah (undercharge). Output sistem pengisian harus memenuhi spesifikasi alternator tersebut. Jika hasil pengujian menunjukkan tidak sesuai spesifikasi, alternator atau regulator perlu diperiksa atau diganti. Alat khusus yang digunakan, atau dapat juga menggunankan alat ukur tegangan dan arus yang terpisah. Ikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik saat menggunakan alat ukur tersebut. Berikut prosedur yang dilakukan untuk mengetes output alternator dengan alat Sun VAT-40.
    Pengujian tanpa beban
    Pengujian alat pengisian tanpa beban dilakukan dengan beberapa langkah sebagai berikut.
    a) Siapkan alat ukur. Putar pengontrol kenaikan beban ke posisi OFF, cek jarum di posisi Nol (atur jika diperlukan), hubungkan kabel alat ukur yang bewarna merah ke positif baterai dan yang hitam ke negative, set pemilih tegangan ke 18 V, posisikan selector ke #2 charging, set amper meter ke posisi Nol, dan pasang klem amper meter ke kabel negatinf baterai.
    b) Putar kunci kontak ke posisi ON (engine tidak hidup), baca penunjukan pada amper meter. Ini merupakan pembacaan awal untuk arus alternator yang harus diberikan untuk sistem pengapian dan asesoris lain sebelum alternator bekerja memberikan arus untuk mengisi baterai. Pembacaan kira-kira 6 A.
    c) Hidupkan engine dan set putaran pada 2000 rpm. Beberapa model memerlukan kecepatan yang berbeda.
    d) Setelah sekitara 3 sampai 4 menit, baca penunjukan amper mete dan volt meter. Tambahkan hasil pembacaan ini dengan hasil pembacaan sebelum engine hidup seperti dijelaskan pada langkah 2 di atas. Pembacaan total harus kurang dari 10 A. Jika lebih dari 10 A, kemungkinan alternator masih bekerja mengisi baterai karena baterai belum penuh, jika baterai sudah penuh, pembacaan harus di bawah 10 A. Hasil pengukuran tegangan harus berada dalam spesifikasi alternator dan biasanya berkisar antara 13 V sampai 15 V. Cocokkan dengan spesifikasi, jika melebihi spesifikasi ganti regulator (untuk tipe IC, jangan melakukan pengetesan putaran selain yang sudah ditentukan) dan setel lidah pada voltage regulator pada regulator model konvensional. Apabila tegangan kurang dari spesifikasi, lakukan pengujian dengan me-massa-kan terminal F (untuk tipe IC) dan setel lidah pada voltage regulator untuk tipe konvensional kemudian lihat pembacaan volt meter. Jika pembacaan masih kurang dari spesifikasi, periksa alternator
    e) Lepas pe-massa- an pada terminal F (untuk tipe IC).
    Pengujian dengan beban
    a) Saat mesin masih dalam keadaan berputar pada putaran yang sudah ditentukakan, atur pengontrol kenaikan beban untuk medapatkan pembacaan amper meter tertinggi tanpa menyebabkan terjadinya penurunan tegangan (voltage drop) di bawah 12 V.
    b) Baca penunjuk amper meter. Pembacaan harus berada dalam 10% output alternator yang telah ditentukan. Jika pembacaan lebih besar dari 10% di bawah yang telah ditentukan, ganti alternator.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here