KELISTRIKAN OTOMOTIF (RABU)

247
438

Pada pembelajaran di kelas, sudah didiskusikan mengenai dasar sistem pengisian. Untuk dapat mempelajari lebih dalam, silakan diskusikan hal-hal berikut:

  1. Jelaskan fungsi sistem pengisian.
  2. Apa komponen-komponen sistem pengisian dan jelaskan fungsinya masing-masing.
  3. Bagaimanakan prinsip pengaturan tegangan output alternator?
  4. Bagaimanakan cara regulator mengatur arus yang masuk ke kumparan rotor?
  5. Apa efek kuat lemahnya medan magnat yang dihasilkan oleh kumparan rotor? Jelaskan.
  6. Bagaimanakan reaksi regulator jika output alternator naik melebihi standarnya?
  7. Bagaimanakah cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja?.

Silakan diskusikan dengan teman-teman dan jawaban bisa ditulis di dalam kolom komentar. Perlu diperhatikan: 1) jawaban diawali dengan menuliskan NIM dan setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) meskipun hasil diskusi bersama, 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim/posting), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). Jawaban ditunggu sampai hari Kamis, 14 November 2019 pukul 17.00. Selamat berdiskusi (DW).

SHARE
Previous articleDASAR ELEKTRONIKA (SELASA)
Next articleDASAR ELEKTRONIKA (RABU)
Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES)

247 COMMENTS

  1. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    1).fungsi sistem pengisian untuk menjamin ketersediaan energi listrik dalam baterai dengan mengisi kembali baterai setelah dipakai.Dan memberikan listrik keseluruh sistem kelistrikan setelah mesin hidup.

  2. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    2).komponen-komponen sistem pengisian dan fungsinya:
    1.Baterai (accu) berfungsi sebagai sumber listrik pada saat starter, sistem pengapian dan sistem kelistrikan body. Selain itu, baterai juga berfungsi sebagai penstabil arus dan sebagai tempat penampung tegangan saat proses pengisian berlangsung.
    2. Kunci kontak
    Kunci kontak berfungsi sebagai saklar, pada sistem pengisian kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke lampu CHG dan ke regulator (aliran listrik yang ke regulator berfungsi untuk mengaktifkan regulator).
    3. Lampu Indikator (CHG)
    Lampu indikator (CHG) berfungsi sebagai indikator (indikasi) bahwa sistem pengisian ini berfungsi dengan normal.
    4. Alternator pada sistem pengisian memiliki fungsi untuk merubah energi gerak (mekanis) dari mesin menjadi energi listrik. Alternator sendiri didalamnya terbadat banyak komponen, komponen-komponen pada alternator tersebut antara lain :

    Puli berfungsi sebagai tempat dari tali kipas (V-belt) untuk menggerakkan rotor.
    Kipas atau fan berfungsi untuk mendinginkan komponen-komponen didalam alternator meliputi dioda (rectifier), kumparan dan lain-lain.
    Rotor merupakan komponen yang berputar dan berfungsi untuk membangkitkan medan magnet
    Stator merupakan komponen yang diam dan memiliki fungsi untuk menghasilkan arus AC (Alternating Current) atau arus bolak-balik.
    Dioda (rectifier) merupakan komponen elektronika yang ada didalam alternator yang memiliki fungsi untuk menyearahkan arus yang dihasilkan oleh alternator (dari arus AC menjadi arus DC).
    5.Fungsi pulley adalah untuk menerima tenaga mekanis dari mesin ( berupa gaya putar) untuk memutarkan rotor coil. Perbandingan putaran pulley poros engkol dengan pulley alternator yaitu 1 : 1,8 – 2,2. Ini artinya setiap 1 x putaran poros engkol maka pulley alternator dapat berputar 1, 8 x sampai 2,2 x putaran.
    6. Regulator
    Regulator pada sistem pengisian berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus listrik yang dapat masuk ke rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan konstan (sama) pada setiap putaran mesin, baik putaran lambat, sedang maupun tinggi. Regulator pada sistem pengisian terdapat 2 tipe, yaitu regulator tipe point (terpisah dengan alternator) dan regulator tipe IC (menjadi satu didalam alternator).
    7.Tali Kipas
    Berfungsi untuk meneruskan tenaga dari engine ke puli.

  3. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    3). prinsip pengaturan tegangan output alternator adalah magnet berputar dalam kumparan ->alternator membangkitkan arus listrik dengan cara memutarkan magnet listrik (rotor coil)didalam kumparan (stator coil).Saat magnet berputar didalam kumparan maka akan timbul arus bolak balik pada kumparan .

  4. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    7).Bagaimanakah cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja
    1.setel selector multitester pada voltage DC 20 VOLT.
    2.kita letakkan jarum positif multi tester pada positif baterai lalu kita pasang juga jarum negatif multitester pada nrgatif baterai lalu kita nyalakan mesin lalu kita ukur dan dapat terbaca berapa volt tersebut normal nya yaitu diatas 12 V .
    3.Kita coba menyalakan beban yaitu menghidupkan AC dan Lampu Utama dan setelah hidup kita cek kembali apakah pengisian berjalan dengan baik .minimalnya yaitu diatas 13 V sampai maksimal 14 V.

  5. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    1. Fungsi sistem pengisian adalah untuk mengisi tegangan baterai saat mesin menyala agar voltase baterai tetap pada kondisi penuh terutama saat mesin di start.

  6. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    2. Komponen sistem pengisian dan fungsinya :
    * Baterai berfungsi untuk menyimpan arus saat mesin menyala dan sumber tegangan
    *Kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke sistem berikutnya (sistem pengisian).
    *Fuse berfungsi Sebagai pengaman jika terjadi kelebihan arus pada system pengisian / jika terjadinya korsleting (hubungan pendek arus listrik)
    *Voltage Regulator berfungsi mengatur output tegangan dari alternator agar tetap stabil pada putaran mesin yang berbeda.
    *Alternator berfungsi untuk pembangkit listrik berdasarkan putaran mesin.Komponen – Komponen Alternator :
    -Pulley berfungsi untuk menerima putaran mesin melalui sabuk belt
    -Fan (kipas) Berfungsi untuk mendinginkan stator pada alternator yang panas saat mesin menyala terus menerus.
    -Stator berfungsi untuk membangkitkan arus listrik bolak balik / AC (Alternating Current)
    -Rotor berfungsi untuk membangkitkan medan magnet dengan prinsip elektromagnet
    -Diode berfungsi untuk menyearahkan arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC).
    -Brush berfungsi untuk menghubungkan arus listrik dari voltage regulator ke slip ring dan menghubungkan slip ring satunya ke massa.
    -Slip Ring berfungsi untuk menerima arus listrik dari brush dan menyalurkannya ke stator coil dan memassakan stator dengan melewati brush satunya.
    *Lampu Indikator Pengisian berfungsi sebagai tanda kepada pengemudi jika system pengisian tidak bekerja.

  7. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    3. Prinsip pengaturan tegangan output pada Alternator:
    Alternator adalah generator untuk menghasilkan arus bolak-balik. Pada alternator, kumparan yang diam berada di luar dan mengelilingi medan magnet yang berputar. Apabila magnet berputar maka arah kutub magnet yang diterima oleh kumparan akan berubah-ubah. Hal ini kemudian menyebabkan terjadi tegangan induksi pada penghantar yang arahnya juga berubah-ubah. Semakin tinggi putaran maka akan semakin tinggi pula tegangan induksi pada alternator.ada tiga hal pokok agar alternator dapat menghasilkan tegangan, yaitu:
    -Ada medan magnet.
    -Ada kumparan yang memotong medan magnet, dan
    -Ada gerakan atau putaran yang menyebabkan terjadinya perpotongan antara medan magnet dan kumparan.
    Jika salah satu dari ketiga hal tersebut tidak ada, maka alternator tidak akan menghasilkan tegangan. Putaran mesin pada kendaraan tidak konstan atau tidak stabil karena bekerja pada putaran yang bervariasi mulai dari rendah, sedang, dan putaran tinggi tergantung dari kebutuhan. Naik turunnya putaran akan mempengaruhi tegangan yang dihasilkan alternator. Jika putarannya naik maka tegangan yang dihasilkan juga akan naik dan jika putarannya turun maka tegangan yang dihasilkan juga turun. Jumlah kumparan stator juga akan mempengaruhi besar kecilnya tegangan yang dihasilkan. Dan juga kuat lemahnya medan magnet akan mempengaruhi besar kecilnya tegangan. Jumlah lilitan pada alternator selalu tetap, namun putaran mesin selalu berubah-ubah. Besarnya tegangan baterai pada kendaraan adalah tetap yakni 12 Volt sehingga tegangan outpun alternator tidak boleh lebih tinggi melebihi 14,8 Volt.
    Berdasarkan kondisi tersebut, untuk menghasilkan tegangan yang stabil, maka tidak mungkin mempertahankan putaran mesin pada kecepatan tertentu karena mesin selalu naik turun sesuai kondisi kerjanya. Untuk menstabilkan tegangan yang dihasilkan oleh alternator hanya dapat dilakukan dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet. Jika putaran mesin naik, maka medan magnet harus dilemahkan agar tegangan yang dihasilkan tidak terlalu tinggi, begitupun sebaliknya jika pada putaran rendah maka medan magnet harus dikuatkan untuk mencegah tegangan alternator turun. Jadi, pengatur output alternator agar tegangan yang dihasilkan selalu stabil adalah dengan mengatur medan magnet pada alternator.

  8. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    4. Cara regulator mengatur arus yang masuk ke rotor :
    Pada komponen regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor (rotor coil) atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil (13,8 V sampai 14,8 V) meskipun putaran mesin naik atau turun. Putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator pada saat putaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor diperkecil atau dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor kecil. Saat mesin berputarlambat, tegangan alternator akan turun, namun pada kondisi ini regulator mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor kuat. Berdasarkan hal tersebut, maka tegangan output alternator akan selalu stabil baik pada putaran rendah, sedang, maupun tinggi.

  9. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    1. Fungsi sistem pengisian adalah sebagai sistem yang menjamin energi listrik pada baterai dan mengisi kembali baterai serta memberi arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan setelah mesin dihidupkan.

  10. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    5. Efek kuat lemahnya arus yang dihasilkan pada kumparan rotor:
    Ketika putaran rendah atau lambat, tegangan yang dihasilkan kumparan stator masih cenderung lemah. Tegangan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan yang masuk pada kumparan regulator masih rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan sangat rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel pada P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir ke kumparan rotor menjadi besar karena tidak melalui hambatan, sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor juga kuat. Putaran yang lambat diimbangi dengan kuatnya medan magnet pada kumparan rotor menyebabkan output dari kumparan stator cukup untuk mengisi baterai. Dan jika rotor berputar semakin cepat sampai dengan putaran sedang, maka tegangan yang dihasilkan oleh kumparan stator juga akan naik yang akan mempengaruhi tegangan yang bekerja pad akumparan regulator. Naiknya tegangan pada kumparan ini mengakibatkan medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan regulator menjadi kuat dan mampu menarik kontak gerak sehingga dapat lepas dari P1 dan posisinya mengambang ditengah. Hal ini menyebabkan arus yang mengalir ke kumparan rotor melewati resistor sehingga arus yang masuk ke kumparan rotor menjadi kecil. Medan magnet yang dihasilkan oleh kumpran rotor pun menjadi turun atau melemah. Namun karena putaran naik maka tegangan yang dihasilkan masih cukup stabil untuk mengisi baterai walapun medan magnet pada kumparan rotor melemah. Sehingga naiknya putaran diimbangi dengan turunnya medan magnet, dengan demikian output kumparan stator pun menjadi stabil.

  11. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    2. Komponen sistem pengisian dan fungsinya:
    a.Kunci kontak berfungsi untuk mengaktifkan dan mematikan sistem pengisian.
    b.Baterai berfungsi untuk memberikan energi awal ke kumparan rotor untuk menghasilkan medan magnet pada saat mesin belum hidup dan sebagai penerima energi listrik dari sistem pengisian pada saat mesin sudah hidup.
    c.Alternator berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.
    d.Regulator berfungsi untuk mengatur tegangan output pada alternator.
    e.Lampu indikator berfungsi untuk menunjukan apakah sistem pengisian bekerja atau tidak.
    f.Tali kipas berfungsi untuk meneruskan putaran dari poros engkol ke alternator.
    g.Puli poros engkol berfungsi untuk meneruskan putaran dari poros engkol ke tali kipas.

  12. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    3. Prinsip pengaturan tegangan output pada alternator yaitu untuk menghasilkan tegangan yang tinggi kita perlu tiga syarat yaitu jumlah lilitan yang banyak,medan magnet yang kuat,dan kecepatan putaran yang tinggi. Dari ketiga syarat tersebut dua diantaranya yaitu jumlah lilitan dan putaran mesin merupakan kondisi yang tidak mungkin diatur untuk menghasilkan tegangan output alternator yang stabil,sedangkan kuat lemahnya medan magnet merupakan suatu kondisi yg mudah diatur untuk menghasilkan tegangan output alternator yang stabil. Jadi untul mengatur output yang stabil jika putaran mesin tinggi maka medan magnet pada rotor dilemahkan dan jika putaran mesin rendah makan medan magnet dikuatkan.

  13. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    4. Regulator mengatur besar kecilnya arus yang masuk pada kumparan rotor sesuai dengan putaran mesin,jika semakin cepat putaran maka akan semakin besar arus yang masuk dan jika semakin lambat putaran maka arus yang masuk akan semakin kecil.

  14. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    5.Efek kuat lemahnya medan magnet yaitu agar output pada alternator dapat stabil,jika medan magnet kuat maka putaran mesin rendah dan jika medan magnet lemah maka putaran mesin tinggi.

  15. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    6. Jika tegangan output melebihi standar maka regulator akan menstabilkan atau menurunkan tegangan agar sesuai dan menyalurkannya kebaterai sebagai pengisian baterai.

  16. 5202418013
    1. Sistem pengisian berfungsi untuk mengisi arus listrik ke batteray dan mensuplai arus ke seluruh sistem kelistrikan setelah mesin hidup.

  17. 5202418013
    2. *Kunci kontak
    Kunci kontak berfungsi sebagai saklar, pada sistem pengisian kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke lampu CHG dan ke regulator (aliran listrik yang ke regulator berfungsi untuk mengaktifkan regulator).

    *Baterai
    Fungsi baterai pada sistem pengisian adalah sebagai sumber tegangan yang mesuplai arus ke rotor coil dan menyimpan arus yang keluar (output) alternator.

    * Alternator
    Alternator pada sistem pengisian memiliki fungsi untuk merubah energi gerak (mekanis) dari mesin menjadi energi listrik. Alternator sendiri didalamnya terbadat banyak komponen, komponen-komponen pada alternator tersebut antara lain :
    @Puli berfungsi sebagai tempat dari tali kipas (V-belt) untuk menggerakkan rotor.
    @Kipas atau fan berfungsi untuk mendinginkan komponen-komponen didalam alternator meliputi dioda (rectifier), kumparan dan lain-lain.
    @Rotor merupakan komponen yang berputar dan berfungsi untuk membangkitkan medan magnet
    @Stator merupakan komponen yang diam dan memiliki fungsi untuk menghasilkan arus AC (Alternating Current) atau arus bolak-balik.
    @Dioda (rectifier) merupakan komponen elektronika yang ada didalam alternator yang memiliki fungsi untuk menyearahkan arus yang dihasilkan oleh alternator (dari arus AC menjadi arus DC).

    *Voltage regulator
    Berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus ke rotor dan mengatur output yang di hasilkan alternator.

  18. 5202418013
    3. Prinsip pengaturan tegangan output alternator ini di atur oleh regulator, regulator berfungsi untuk mengatur besar kecil nya tegangan yang masuk ke rotor, Karena pada teorinya semakin besar tegangan yang masuk ke rotor maka semakin besar kemagnetan. Semakin besar kemagnetan semakin besar pula output yang dihasilkan oleh alternator, begitu sebaliknya.

  19. 5202418013
    2. *Kunci kontak
    Kunci kontak berfungsi sebagai saklar, pada sistem pengisian kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke lampu CHG dan ke regulator (aliran listrik yang ke regulator berfungsi untuk mengaktifkan regulator).

    *Baterai
    Fungsi baterai pada sistem pengisian adalah sebagai sumber tegangan yang mesuplai arus ke rotor coil dan menyimpan arus yang keluar (output) alternator.

    * Alternator
    Alternator pada sistem pengisian memiliki fungsi untuk merubah energi gerak (mekanis) dari mesin menjadi energi listrik. Alternator sendiri didalamnya terbadat banyak komponen, komponen-komponen pada alternator tersebut antara lain :
    @Puli berfungsi sebagai tempat dari tali kipas (V-belt) untuk menggerakkan rotor.
    @Kipas atau fan berfungsi untuk mendinginkan komponen-komponen didalam alternator meliputi dioda (rectifier), kumparan dan lain-lain.
    @Rotor merupakan komponen yang berputar dan berfungsi untuk membangkitkan medan magnet
    @Stator merupakan komponen yang diam dan memiliki fungsi untuk menghasilkan arus AC (Alternating Current) atau arus bolak-balik.
    @Dioda (rectifier) merupakan komponen elektronika yang ada didalam alternator yang memiliki fungsi untuk menyearahkan arus yang dihasilkan oleh alternator (dari arus AC menjadi arus DC).

    *Regulator
    Berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus ke rotor dan mengatur output yang di hasilkan alternator.

  20. Nim: 5202418003
    Nama : Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
    1. Fungsi sistem pengisian adalah untuk menjamin ketersediaan energi listrik dalam baterai dengan mengisi kembali baterai.

  21. Nim: 5202418003
    Nama : Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
    2. Komponen-komponen sisitem pengisisan
    a. Baterai berfungsi sebagai sumber arus
    b. Kunci kontak berfungsi untuk meng ON dan meng OFF kan arus yang masuk.
    c. Alternator berfungsi merubah energi gerak (mekanik ) dari mesin menjadi energi listrik.
    d. Regulator berfungsi untuk memgatur besar kecilnya tegangan output dengan mengatur medan magnet pada rotor.

  22. Nim: 5202418003
    Nama : Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
    3. Prinsip pengaturan tegangan output alternator adalah dengan mengatur medan magnet pada alternator

  23. Nim: 5202418003
    Nama : Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
    4. Regulator mengatur tegangan ke kumparan rotor dengan menarik dan membebaskan titik kontak sesuai dengan tegangan yang diberikan ke kumparan regulator tegangan

  24. Nim: 5202418003
    Nama : Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
    5. Jika putaran mesin naik, maka medan magnet harus dilemahkan agar agar tegangan yang dihasilkan tidak berlebihan, begitupun sebalinknya jika putaran mesin rendah maka medan magnet harus di kuatakan untuk mencegah tegangan alternator turun.

  25. Nim: 5202418003
    Nama : Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
    6. Jika output alternator melebihi standar maka hal ini disebut sebagai overgharger. Bila kondisi ini terus dibiarkan maka akan berdampak pada aki (sumber arus) yang akan mengalami reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki akan panas dan bertekanan tinggi. Dan regulator tidak mampu lagi mengatur arus yang masuk

  26. Nim: 5202418003
    Nama : Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
    7. Cara mengukur tegangan output alternator pada saat mesin bekerja adalah dengan menghubungkan test lead positif dan negative volt meter ke terminal baterai saat mesin hidup.

  27. Nim:5202418007
    Nama: Teguh kurniawan
    1. Fungsi Sistem Pengisian. Sistem pengisian berfungsi untuk mensuplai energi listrik ke baterai/aki selama mesin hidup dan sebagai sumber energi listrik untuk sistem kelistrikan pada otomotif.

  28. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    1.fungsi sistem pengisian guna memberikan ketersediaan energi listrik dalam baterai setelah bekerja awalan dan istirahat dengan mengisi kembali baterai.

  29. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    2.komponen-komponen sistem pengisian dan jelaskan fungsinya masing-masing
    -Baterai sebagai sumber arus
    -Alternator berfungsi merubah energi gerak dari mesin menjadi energi listrik
    -Regulator guna mengatur besar kecilnya tegangan output dengan mengatur medan magnet pada rotor.

  30. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    3.Prinsip pengaturan tegangan output alternator adanya kumparan dan medan magnet , adanya gerak pemotongan medan magnet dengan kumparan.

  31. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    4.Cara regulator mengatur tegangan rotor dengan menarik dan membebaskan titik kontak dengan tegangan yang diberikan kumparan regulator tegangan.

  32. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    5.Efek kuat lemahnya medan magnat yang dihasilkan oleh kumparan rotor jika putaran mesin naik maka medan magnet harus dilemahkan agar tegangan yang dihasilkan tidak berlebihan, jika putaran mesin rendah makan medan magnet harus di kuatkan guna mencegah tegangan alternator turun.

  33. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    6.Reaksi regulator jika output alternator naik melebihi standarnya Output alternator melebihi batas overgharger. Dampak pada aki akan mengalami reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki akan panas dan bertentangan tinggi dan sistem regulator tak mampu mengatasi arus yang masuk.

  34. 5202418009
    SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    7.Tegangan output alternator dapat diukur dengan menghubungkan test lead positif dan negatif Volt meter keterminal baterai saat mesin hidup.

  35. Nim:5202418007
    Nama:Teguh Kurniawan
    2. A. Alternator memiliki fungsi untuk merubah energi gerak (mekanis) dari mesin menjadi energi listrik
    B. Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus listrik yang dapat masuk ke rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan konstan (sama) pada setiap putaran mesin, baik putaran lambat, sedang maupun tinggi
    C.Baterai berfungsi sebagai sumber listrik pada saat starter, sistem pengapian dan sistem kelistrikan body
    D. Kunci kontak berfungsi sebagai saklar, pada sistem pengisian kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke lampu CHG dan ke regulator (aliran listrik yang ke regulator berfungsi untuk mengaktifkan regulator)

  36. 5202418013
    4.~Ketika putaran rendah atau lambat, tegangan yang dihasilkan kumparan stator masih cenderung lemah. Tegangan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan yang masuk pada kumparan regulator masih rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan sangat rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel pada P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir ke kumparan rotor menjadi besar karena tidak melalui hambatan, sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor juga kuat. Putaran yang lambat diimbangi dengan kuatnya medan magnet pada kumparan rotor menyebabkan output dari kumparan stator cukup untuk mengisi baterai.

    ~Ketika putaran semakin cepat sampai dengan putaran sedang, maka tegangan yang dihasilkan oleh kumparan stator juga akan naik. Naiknya tegangan pada kumparan ini mengakibatkan medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan regulator menjadi kuat dan mampu menarik kontak gerak sehingga dapat lepas dari P1 dan posisinya mengambang ditengah. Hal ini menyebabkan arus yang mengalir ke kumparan rotor melewati resistor sehingga arus yang masuk ke kumparan rotor menjadi kecil. Medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor pun menjadi turun atau melemah. Namun karena putaran naik maka tegangan yang dihasilkan masih cukup stabil untuk mengisi baterai walapun medan magnet pada kumparan rotor melemah.

    ~ Ketika putaran kecepatan tinggi, Jika rotor berputar pada kecepatan tinggi, maka tegangan yang dihasilkan kumparan stator juga akan tinggi sehingga tegangan yang bekerja pada kumparan regulator juga semakin tinggi. ini menyebabkan terjadinya medan magnet yang semakin kuat pada kumparan regulator sehingga dapat menarik kontak gerak dan menempel dengan P2. Kejadian ini menyebabkan arus dapat mengalir melalui resistor dan langsung ke massa sehingga tidak ada arus yang masuk ke kumparan rotor. Akibatnya medan magnet pada kumparan rotor menjadi hilang karena kumparan tersebut tidak mendapatkan arus. Hal ini menyebabkan turunnya tegangan yang dihasilkan kumparan stator karena tidak ada kemagnetan.

  37. Nim:5202418007
    Nama:Teguh Kurniawan
    3. Prinsip pengaturan output tegangan alternator yaitu Regulator mengatur tegangan ke kumparan rotor dengan menarik dan membebaskan titik kontak sesuai dengan tegangan yang diberikan ke kumparan regulator tegangan.

  38. Nim:5202418007
    Nama:Teguh kurniawan
    4. Regulator mengatur tegangan ke kumparan rotor dengan menarik dan membebaskan titik kontak sesuai dengan tegangan yang diberikan ke kumparan regulator tegangan. Pada saat alternator berputar dengan rpm rendah dan tegangan keluaran B+ Alternator masih rendah sehingga kumparan regulator belum mampu menarik titik kontakgerak (P), sehingga arus medan akan mengalir ke kumparan rotor melalui P1
    Dalam hal lain, jika alternator berputar dengan rpm tinggi, tegangan keluaran B+ naik melebihi tegangan regulasi (14 Volt atau 28 Volt), tegangan ini dialirkan ke kumparan regulator sehingga oleh kekuatan tarikan yang lebih besar maka P1, akan terputus.

  39. 5202418013
    5. Jawaban tidak jauh beda dari nomer 3 , yaitu di katakan ada sebuah teori yang menyatakan bahwa semakin besar tegangan yang masuk ke rotor maka semakin besar kemagnetan. Semakin besar kemagnetan semakin besar pula output yang dihasilkan oleh alternator, begitu sebaliknya. Jadi dapat disimpulkan bahwa jika kemagnetan pada rotor besar maka akan menghasilkan output alternator juga besar, begitu juga sebaliknya jika kemagnetan pada rotor lemah maka output yang dihasilkan alternator rendah.

  40. Nim:5202418007
    Nama:Teguh Kurniawan
    5.Kumparan rotor berfungsi untuk menghasilkan medan magnet pada
    alternator. Maka jika kumparan rotor melemah maka Medan magnet yang dihasilkannya pun kecil atau tidak kuat begitu sebaliknya

  41. 5202418033

    1) Fungsi dari sistem pengisian sendiri adalah untuk mengganti tenaga listrik yang ada di baterai setelah baterai melakukan tugasnya mensuply kebutuhan kendaraan.

  42. Nim:5202418007
    Nama:Teguh Kurniawan
    5.Kumparan rotor berfungsi untuk menghasilkan medan magnet pada
    alternator. Maka jika kumparan rotor melemah maka Medan magnet yang dihasilkannya pun kecil atau tidak kuat begitu sebaliknya apabila kumparan rotor kuat maka Medan magnet yang dihasilkan juga kuat

  43. NIM : 5202418017
    NAMA : PUJI NOFIYANTO

    1. Fungsi dari sistem pengisian adalah untuk menjamin ketersediaan energi listrik pada baterai serta memberikan arus listrik pada semua sistem kelistrikan yang ada pada kendaraan.

  44. NIM : 5202418017
    NAMA : PUJI NOFIYANTO

    2. Komponen sistem pengisian terdiri atas
    Baterai, berfungsi sebagai sumber energi listrik pada kendaraan saat mesin masih mati.
    Kunci Kontak, berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus listrik pada sistem pengisian.
    Alternator, berfungsi untuk menghasilkan energi listrik dengan cara mengubah energi mekanik berupa gerakan berputar dari mesin menjadi energi listrik yang kemudian digunakan untuk mencharger baterai serta mensuplai kebutuhan energi listrik saat mesin sudah hidup.
    Regulator, berfungsi untuk mengendalikan tegangan output dari alternator dengan cara mengendalikan besar arus yang masuk ke kumparan rotor.

  45. NIM : 5202418017
    NAMA : PUJI NOFIYANTO

    3. Prinsip pengaturan tegangan output alternator adalah dengan cara mengendalikan besarnya arus yang masuk ke kumparan rotor. Apabila putaran mesin rendah, maka arus yang masuk ke kumparan rotor diperbesar agar kemagnetan yang terjadi pada kumparan rotor kuat sehingga tegangan yang dihasilkan kumparan stator tinggi. Apabila putaran mesin tinggi, maka tegangan yang dihasilkan oleh kumparan stator juga tinggi, maka perlu diturunkan agar tidak merusak komponen kelistrikan pada kendaraan. Caranya adalah dengan mengurangi besar arus yang masuk ke kumparan rotor sehingga kemagnetan pada kumparan rotor melemah.

  46. NIM : 5202418017
    NAMA : PUJI NOFIYANTO

    4. Pada saat kunci kontak on hingga mesin berputar lambat, maka PL0 akan terhubung pada PL1 sehingga arus akan mengalir dari baterai =>terminal Ig Regulator=>PL0 =>PL1 =>terminal F Regulator => terminal F alternator=>Kumparan Rotor=>Terminal E Alternator=>Ground, sehingga kemagnetan pada kumparan rotor menjadi kuat. Pada saat putaran menengah, PL0 akan mengambang di antara PL1 dan PL2 karena tertarik oleh kemagnetan pada voltage regulator. Sehingga aliran arus menjadi dari baterai =>terminal Ig Regulator=>Resistor =>terminal F Regulator => terminal F alternator=>Kumparan Rotor=>Terminal E Alternator=>Ground, karena arus melewati resistor maka kemagnetan pada kumparan rotor menjadi lemah. Pada saat putaran tinggi, PL0 akan terhubung dengan PL2 karena tertarik oleh kemagnetan pada voltage regulator. Sehingga aliran arus menjadi dari baterai =>terminal Ig Regulator=>Resistor=>PL0=>PL2 =>terminal E Regulator =>Ground, karena arus terhubung langsung ke ground maka kemagnetan pada kumparan rotor menjadi hilang.

  47. NIM : 5202418017
    NAMA : PUJI NOFIYANTO

    5. Efek dari kuat lemahnya kumparan rotor adalah akan menyebabkan tinggi atau rendahnya tegangan yang dihasilkan oleh kumparan stator. Hal ini dikarenakan kemagnetan pada kumparan rotor berfungsi untuk menghasilkan perpotongan medan magnet pada kumparan stator agar timbul gaya gerak listrik pada kumparan stator. Semakin kuat kemagnetan pada kumparan rotor, akan menyebabkan tegangan output dari kumparan stator semakin tinggi, begitu pula sebaliknya.

  48. NIM : 5202418017
    NAMA : PUJI NOFIYANTO

    6. Jika output yang dihasilkan oleh alternator melebihi standar, maka regulator akan mengurangi besar arus yang masuk ke kumparan rotor dengan cara mengalirkan arus yang menuju ke kumparan rotor langsung dialirkan ke ground melalui PL0 dan PL2.

  49. NIM : 5202418017
    NAMA : PUJI NOFIYANTO

    7. Cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja adalah dengan menggunakan multitester. Caranya pada saat mesin sudah hidup, lepaskan baterai dari mesin, kemudian setting selektor pada multitester ke DC50V. Kemudian hubungkan terminal positif multitester pada terminal B pada alternator ataupun terminal B pada regulator. Sedangkan terminal negatif multitester dihubungkan ke bodi atau ground. Kemudian baca skala pada DC 50V.

  50. 5202418033

    2) Komponen dan fungsinya
    •Alternator : fungsinya untuk merubah energi gerak menjadi energi listrik
    •regulator : fungsinya untuk mengatur besar kecilnya arus listrik yang dapat masuk ke rotor koil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan konstan pada setiap putaran mesin, baik putaran lambat, sedang maupun tinggi
    •baterai (accu) : berfungsi sebagai sumber listrik pada saat starter, sistem pengapian dan sistem kelistrikan body
    •amperemeter : berfungsi untuk mengatur besar arus listrik yang dikeluarkan alternator untuk pengisian baterai
    •kunci kontak : berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik ke lampu CHG dan ke regulator
    •kabel : berfungsi sebagai konduktor listrik (mengalirnya arus listrik dari satu komponen ke komponen lainnya)
    •Sekring (fuse) : berfungsi sebagai pengaman rangkaian kelistrikan jika terjadi hubungan singkat (konslet)
    •lampu indikator (CHG) : berfungsi sebagai indikator bahwa sistem pengisian ini berjalan dengan normal

  51. 5202418013
    6. Jika output alternator melebihi standar maka regulator akan menyetabilkan tegangan, dengan cara mengurangi tegangan ke rotor, maka medan magnet akan lemah, sehingga output alternator akan stabil.

  52. Nim:5202418007
    Nama:Teguh Kurniawan
    6. Maka regulator akan menyetabilkan dan mengatur besar arus listrik yang masuk ke dalam rotor coil
    sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator tetap constant (sama)

  53. 5202418033

    3) Pada alternator, kumparan yang diam berada di luar dan mengelilingi medan magnet yang berputar. Apabila magnet berputar maka arah kutub magnet yang diterima oleh kumparan akan berubah ubah. Hal ini kemudian menyebabkan terjadi tegangan induksi pada penghantar yang arahnya juga berubah-ubah. Semakin tinggi putaran maka akan semakin tinggi pula tegangan induksi pada penghantar atau kumparan tersebut.

  54. Nim:5202418007
    Nama:Teguh Kurniawan
    7. Ketika mesin hidup baterai dicopot kemudian terminal positif di tempel ke b dan negatif ke body mesin

  55. 5202418013
    7. Cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja
    a. Ukur voltase di kepala aki + dan – saat mesin di hidupkan.
    b. Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri.
    c. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki –
    d. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki +

  56. 5202418033

    4) Ketika putaran rendah atau lambat, tegangan yang dihasilkan kumparan stator masih cenderung lemah. Tegangan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan yang masuk pada kumparan regulator masih rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan sangat rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel pada P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir ke kumparan rotor menjadi besar karena tidak melalui hambatan, sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor juga kuat. Putaran yang lambat diimbangi dengan kuatnya medan magnet pada kumparan rotor menyebabkan output dari kumparan stator cukup untuk mengisi baterai.

    • 5202418033

      6) Akan terjadi namanya overcharge. Kondisi overcharge menyebabkan pasokan listrik dari alternator berlebih. Sehingga dalam aki terjadi reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki menjadi panas dan bertekanan tinggi. Oleh karena itu kondisi ini harus dihindari

  57. Nim :5202418001
    Nama: JANAHTAN FIRDAUS

    1. fungsi sistem pengisian pada kendaraan, berfungsi untuk melakukan pengisian (charging) pada baterai ketika mesin hidup dan berfungsi sebagai pensuplai kebutuhan listrik ketika mesin hidup, meliputi kebutuhan lampu-lampu dan aksesoris lainnya.

  58. Nim :5202418001
    Nama: JANAHTAN FIRDAUS

    2. A. Alternator
    Alternator pada sistem pengisian memiliki fungsi untuk merubah energi gerak (mekanis) dari mesin menjadi energi listrik. Alternator sendiri didalamnya terbadat banyak komponen,komponen-komponen pada alternator tersebut antara lain :
    1. Puli berfungsi sebagai tempat dari tali kipas (V-belt) untuk menggerakkan rotor.
    2. Kipas atau fan berfungsi untuk mendinginkan komponen-komponen didalam alternator meliputi dioda (rectifier), kumparan dan lain-lain.
    3. Rotor merupakan komponen yang berputar dan berfungsi untuk membangkitkan medan magnet
    4. Stator merupakan komponen yang diam dan memiliki fungsi untuk menghasilkan arus AC (Alternating Current) atau arus bolak-balik.
    5. Dioda (rectifier) merupakan komponen elektronika yang ada didalam alternator yang memiliki fungsi untuk menyearahkan arus yang dihasilkan oleh alternator (dari arus AC menjadi arus DC).

    B. Regulator
    Regulator pada sistem pengisian berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus listrik yang dapat masuk ke rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan konstan (sama) pada setiap putaran mesin, baik putaran lambat, sedang maupun tinggi.

    C. Baterai (Accu)
    Baterai (accu) berfungsi sebagai sumber listrik pada saat starter, sistem pengapian dan sistem kelistrikan body. Selain itu, baterai juga berfungsi sebagai penstabil arus dan sebagai tempat penampung tegangan saat proses pengisian berlangsung.

    D. Ampere meter
    Ampere meter berfungsi untuk mengusur besarnya arus listrik yang dikeluarkan alternator untuk pengisian baterai.

    E. Kunci kontak
    Kunci kontak berfungsi sebagai saklar, pada sistem pengisian kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke lampu CHG dan ke regulator (aliran listrik yang ke regulator berfungsi untuk mengaktifkan regulator).

    F. Kabel
    Kabel berfungsi untuk konduktor listrik (tempat mengalirnya arus listrik dari satu komponen ke komponen lain).

    G. Sekering (fuse)
    Sekering (fuse) berfungsi sebagai pengaman rangkaian kelistrikan jika terjadi hubungan singkat (konslet).

    H. Lampu Indikator (CHG)
    Lampu indikator (CHG) berfungsi sebagai indikator (indikasi) bahwa sistem pengisian ini berfungsi dengan normal.

  59. Nim :5202418001
    Nama: JANAHTAN FIRDAUS

    3. Prinsip kerja pengaturan tegangan output pada alternator adalah dengan memanfaatkan magnet yang berputar diantara penghantar, dimana jika magnet berputar akan terjadi tegangan bolak-balik pada penghantar tersebut.
    Apabila magnet berputar maka arah kutub magnet yang diterima oleh kumparan akan berubah-ubah. Hal ini kemudian menyebabkan terjadi tegangan induksi pada penghantar yang arahnya juga berubah-ubah. Semakin tinggi putaran maka akan semakin tinggi pula tegangan induksi pada penghantar atau kumparan tersebut.

  60. 5202418033

    5) pengaruhnya yaitu menyebabkan arus dapat mengalir melalui resistor dan langsung ke massa sehingga tidak ada arus yang masuk ke kumparan rotor. Akibatnya medan magnet pada kumparan rotor menjadi hilang karena kumparan tersebut tidak mendapatkan arus. Hal ini menyebabkan turunnya tegangan yang dihasilkan kumparan stator karena tidak ada kemagnetan.

  61. Nim :5202418001
    Nama: JANAHTAN FIRDAUS

    4. Cara kerja regulator untuk mengatur arus yang mengalir ke kumparan rotor adalah dengan cara menimbulkan kemagnetan pada kumparan regulator yaitu pada putaran lambat kuat medan magnet pada kumparan regulator lemah sehingga arus mengalir dengan jumlah besar menuju ke kumparan rotor sehingga kuat medan magnet pada rotor tinggi. Pada putaran sedang maka maka saklar pada regulator pada posisi mengambang sehingga arus akan mengalir ke kumparan rotor tetapi melalui resistan sehingga arus yang mengalir berkurang sehingga kuat medan magnet pada kumparan rotor sedang. Pada putaran tinggi maka saklar akan menempel pada kumparan pada regulator pada saat tertentu saja. Maka arus yang mengalir ke kumparan rotor kadang terputus sehingga medan magnet pada kumparan rotor kadang lemah dan kadang sedang. Hal itu agar arus yang dihasilkan dari sebuah alternator tetap dalam keadaan konstan.

  62. Nim :5202418001
    Nama: JANAHTAN FIRDAUS

    5. Efek yang ditimbulkan dari kuat lemahnya medan magnet yang ditimbulkan oleh rotor yaitu ketika medan magnet yang ditimbulkan lemah maka rotor akan berputar lambat karena dialiri oleh arus yang kecil sehingga perpotongan medan magnet yang terjadi berlangsung lambat sehingga arus listrik yang dihasilkan akan kecil. Begitu juga sebaliknya jika medan magnet pada kumparan rotor kuat maka putaran rotor akan cepat dan perpotongan medan magnetnya berlangsung cepat sehingga arus listrik yang dihasilkan besar.

  63. 5202418019

    1. fungsi sistem pengisian adalah untuk melakukan pengisian (charging) pada baterai ketika mesin hidup dan
    Untuk mensuplai kebutuhan listrik ketika mesin hidup.

  64. 5202418033

    7) dengan Voltmeter
    •Ukur voltase di kepala aki (+) dan (-) saat mesin dimatikan. Kemudian catat.
    •Ukur voltase di kepala aki (+) dan (-) saat mesin di hidupkan.
    •Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri.
    •Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki (-)
    •Ukur voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki (+)

  65. Nim :5202418001
    Nama: JANAHTAN FIRDAUS

    6. Regulator ketika output alternator naik melebihi batasnya yaitu kemungkinan terjadi pada putaran tinggi. karena disitu putaran rotor yang ditimbulkan akan semakin cepat maka arus yang dihasilkan akan tinggi juga. Reaksi regulator terkait hal itu adalah memutuskan sesaat arus yang mengalir pada kumparan rotor dari baterai. sehingga kemagnetan dari rotor hilang juga. Ketika rotor hilang kemagnetan maka tidak terjadi perpotongan medan magnet antara rotor dan stator. Hal itu akan menyebabkan alternator tidak menghasilkan arus. Sehingga arus output ketika pada putaran tinggi akan tetap konstan.

  66. Nim :5202418001
    Nama: JANAHTAN FIRDAUS

    7. Pemeriksaan tegangan Ouput alternator pada saat sistem pengisian berkerja.

    1. Pasang Volt meter yaitu menghubungkan clem positif pada terminal positif baterai dan clem negatif pada terminal negatif baterai.
    2. Pasang amper meter dengan memasang clem induksi pada kabel positif baterai.
    3. Hidupkan mesin, atur putaran mesin dari putaran idle sampai 2000 rpm, Hidupkan lampu kepala dan fan AC. Periksa penunjukan pada Amper-Volt meter.
    Standar penunjukan untuk regulator mekanik , arus lebih dari 30 A dan tegangan: 13,8-14,8 A.
    Standar penunjukan tegangan untuk sistem pengisian IC regulator, IC tipe A: 13,8-14,1 volt sedangkan regulator tipe M: 13,9-15,1 volt.

  67. 5202418019

    2. -Alternator: berfungsi untuk merubah energi gerak (mekanis) dari mesin menjadi energi listrik.
    -Regulator:berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus listrik yang dapat masuk ke rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan konstan (sama) pada setiap putaran mesin, baik putaran lambat, sedang maupun tinggi.
    -Baterai (Accu):berfungsi sebagai sumber listrik pada saat starter, sistem pengapian dan sistem kelistrikan body.
    -Ampere meter: berfungsi untuk mengukur besarnya arus listrik yang dikeluarkan alternator untuk pengisian baterai.
    Lampu Indikator (CHG): berfungsi sebagai indikator (indikasi) bahwa sistem pengisian ini berfungsi dengan normal.

  68. 5202418019

    3. prinsip pengaturan tegangan outpup adalah apabila semakin tinggi RPM mesin semakin besar pula arus di kontak P2 yang dihasilkan, sementara itu kontak P2 sudah tersambung ke kumparan Voltage regulator sehingga besar kecilnya output altenator mempengaruhi besar kecilnya kemagnetan pada voktage regulator.

  69. NIM : 5202418005

    1.) Fungsi dari sistem pengisian yaitu untuk mengisi dan menyimpan muatan arus listrik kedalam baterai, serta menyuplai arus listrik saat mesin sudah hidup melalui baterai.

  70. 5202418019

    4. semakin tinggi putaran mesin semakin besar pula arus yang dihasilkan di kontak P2 , sementara itu kontak P2 sudah tersambung ke kumparan Voltage regulator sehingga besar kecilnya output altenator mempengaruhi besar kecilnya kemagnetan pada voktage regulator dan semakin besar medan magnet yang dihasilkan maka akan semakin besar pula arus yang masuk ke kumparan rotor

  71. 5202418019

    5. Semakin kuat medan magnet pada kumparan rotor, maka akan semakin tinggi pula tegangan yang dihasilkan dan semakin lemah medan magnet tegangan yang dihasilkan juga semakin rendah

  72. 5202418019

    7.Tegangan output alternator dapat diukur dengan menghubungkan test lead positif dan negatif Volt meter keterminal baterai saat mesin hidup.

  73. 5202418029
    DIMAS KURNIAWAN

    1. Fungsi sistem pengisian adalah untuk menjamin ketersediaan energi listrik dalam batteray dengan mengisi kembali batteray setelah dipakai, dan memberikan arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan setelah mesin hidup.

  74. 5202418029
    Dimas kurniawan

    2. Komponen sistem pengisian yaitu
    – Batteray berfungsi untuk memberikan energi awal ke kumparan rotor untuk menghasilkan medan magnet pada saat mesin belum hidup dan menerima energi listrik dari sistem pengisian pada saat mesin sudah hidup
    – Kunci kontak berfungsi untuk mengaktifkan atau me- nonaktifkan sistem pengisian
    – Lampu indikator berfungsi untuk menunjukan apakah sistem pengisian bekerja atau tidak
    – Alternator berfungsi untuk mengubah energi gerak menjadi energi listrik
    – Tali kipas berfungsi untuk meneruskan putaran dari poros engkol ke alternator
    – Puli poros engkol berfungsi untuk meneruskan putaran dari poros engkol ke tali kipas
    – Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk kedalam rotor pada alternator sesuai dengan putaran mesin.

  75. 5202418034

    1. Sistem pengisian berfungsi untuk menjamin ketersediaan energi listrik dalam baterai dengan mengisi kembali baterai setelah dipakai dan memberikan arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan setelah mesin hidup.

  76. 5202418029
    Dimas Kurniawan

    3. Prinsip pengaturan tegangan output alternator yaitu:
    – Jika kuat medan magnet tetap maka penambahan jumlah kumparan akan menghasilkan tegangan output alternator yang makin tinggi
    – Jika jumlahan kumparan tetap, makin tinggi kuat medan magnet maka tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan semakin tinggi
    – Jika jumlah lilitan dan kuat medan magnet tetap maka makin tinggi putaran alterntor tegangan output yang dihasilkan akan semakin tinggi.

  77. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    7.cara mengecek tegangan output alternator saat pengisian bekerja:
    a.siapkan multimetermeter
    b.atur selector ke DC volt
    c.kemudian test lead atau kabel yg ada di multimeter yang merah ke terminal baterai dan yang hitam ke terminal negatif baterai dalam hal ini mesin dalam keadaan hidup.
    d.jika tegangan output alternator normal maka tegangan baterai berkisar antara 13 sampai 15 volt, biasanya jika dalam posisi idle tegangan baterai 13 volt dan ketika gas dibuka full tegangan mncapai 15 volt.
    e.jika lebih rendah atau lebih dari itu kemungkinan ada kerusakan pada alternator.

  78. 5202418029
    Dimas kurniawan

    4. cara regulator mengatur arus yang masuk ke kumparan rotor yaitu:
    – Pada saat putaran lambat, arus langsung melewati kontak gerak tanpa melewati resistor, sehingga arus yang masuk ke kumparan rotor besar melewati p1.
    – Pada saat putaran sedang, kontak gerak mengambang sehingga arus melewati resistor dan dilanjutkan ke kumparan rotor
    – Pada saat putaran tinggi, resistor tetap dialiri arus. Ketika p2 lepas, maka arus langsung menuju ke kumparan rotor.

  79. 5202418029
    Dimas kurniawan

    5. Jik tegangan naik, akibatnya medan magnet pada kumparan rotor menjadi hilang karena kumparan tersebut tidak mendapatkan arus. Hal ini menyebabkan turunnya tegangan yang dihasilkan kumparan stator karena tidak ada kemagnetan.

    Jika tegangan turun maka tegangan pada kumparan regulator juga akan turun sehingga medan magnetnya lemah. Pada saat ini pegas akan mampu menarik kontak gerak lepas dari P2 sehingga arus akan kembali mengalir ke resistor ke kumparan rotor sehingga medan magnet akan terbentuk lagi pada kumparan rotor. Karena putarannya masih tinggi maka tegangan yang dihasilkan kumparan stator juga akan kembali naik. Dan jika tengannya tinggi lagi maka proses pada gambar a dan b di atas akan terjadi lagi dan terus berulang sehingga kontak gerak akan kembali menempel dengan P2. Ini akan berulang terus menerus sehingga output kumpran stator tetap stabil.

  80. 5202418029
    Dimas kurniawan

    6. Reaksi regulator jika output alternator naik melebihi standarnya yaitu akan mengalami overcharge. Overcharge menyebabkan pasokan listrik dari alternator berlebih. Ini akan membuat dlam aki terjadi reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki menjadi panas dan bertekanan tinggi.

  81. 5202418029
    Dimas kurniawan

    7. cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja yaitu:

    – Ukur Voltase di kepala aki + dan – saat mesin dimatikan.
    – Ukur voltase di kepala aki + dan – saat mesin di hidupkan.
    – Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri.
    – Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki –
    – Ukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki +

  82. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    1).Fungsi pengisian pada kendaraan adalah untuk mengganti sumber tenaga listrik yang ada di batere setelah baterai melakukan tugasnya mensuply kebutuhan kendaraan,karena baterai mempunyai kapasitas dan daya tampung yang sangat terbatas akan tetapai kebutuhan akan listrik pada sebuah kendaraan sangat besar maka sistem pengisian ini menjadi sangat vital. Pada sebuah kendaraan ada beberapa sistem yang membutuhkan tegangan listrik baik saat kendaraan berjalan ataupun pada saat kendaraan berhenti. Diantaranya adalah sistem starter dimana disini hampir 70% tenaga listrik di pakai untuk melakukan awal perputaran mesin tersebut, sistem pengapian, sistem kelistrikan baik itu untuk beban lampu ataupun Air condisioner dan masih banyak lagi sistem dalam kendaraan yang memerlukan sumber tenaga listrik tersebut.

  83. NIM : 5202418005

    2.) Komponen Sistem Pengisian
    – Alternator berfungsi untuk merubah energi mekanis atau gerak dari mesin yang diteruskan oleh pully menjadi energi listrik
    – Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus listrik ke rotor sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator menjadi konstan
    – Baterai berfungsi sebagai sumber listrik untuk menyuplai energi listrik untul memulai kerja dari sistem starter dan sistem pengapian serta sebagai tempat penampung tegangan yang dihasilkan saat proses pengisian berlangsung
    – Kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik ke lampu indikator dan arus listrik ke regulator

  84. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    2).Komponen-komponen dan fungsi pada alternator tersebut antara lain :
    -Puli berfungsi sebagai tempat dari tali kipas (V-belt) untuk menggerakkan rotor.
    Kipas atau fan berfungsi untuk mendinginkan komponen-komponen didalam alternator meliputi dioda (rectifier), kumparan dan lain-lain.
    -Rotor merupakan komponen yang berputar dan berfungsi untuk membangkitkan medan magnet
    -Stator merupakan komponen yang diam dan memiliki fungsi untuk menghasilkan arus AC (Alternating Current) atau arus bolak-balik.
    -Dioda (rectifier) merupakan komponen elektronika yang ada didalam alternator yang memiliki fungsi untuk menyearahkan arus yang dihasilkan oleh alternator (dari arus AC menjadi arus DC).
    -Regulator
    Regulator pada sistem pengisian berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus listrik yang dapat masuk ke rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan konstan (sama) pada setiap putaran mesin, baik putaran lambat, sedang maupun tinggi
    -Baterai (Accu)
    Baterai (accu) berfungsi sebagai sumber listrik pada saat starter, sistem pengapian dan sistem kelistrikan body. Selain itu, baterai juga berfungsi sebagai penstabil arus dan sebagai tempat penampung tegangan saat proses pengisian berlangsung.
    -Ampere meter
    Ampere meter berfungsi untuk mengusur besarnya arus listrik yang dikeluarkan alternator untuk pengisian baterai.
    -Kunci kontak
    Kunci kontak berfungsi sebagai saklar, pada sistem pengisian kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke lampu CHG dan ke regulator (aliran listrik yang ke regulator berfungsi untuk mengaktifkan regulator).
    -Kabel
    Kabel berfungsi untuk konduktor listrik (tempat mengalirnya arus listrik dari satu komponen ke komponen lain).
    -Sekering (fuse)
    Sekering (fuse) berfungsi sebagai pengaman rangkaian kelistrikan jika terjadi hubungan singkat (konslet).
    -Lampu Indikator (CHG)
    Lampu indikator (CHG) berfungsi sebagai indikator (indikasi) bahwa sistem pengisian ini berfungsi dengan normal.

  85. NIM : 5202418005

    3.) Ketika magnet berputar pada kumparan, maka akan menghasilkan tegangan bolak – balik ( AC ), jika tiga buah kumparan dilitkan dengan arah 120 derajat, sehingga saat magnet sekali berputar maka akan menghasilkan tiga tegangan yang berurutan sesuai urutan pada kumparan yang dililitkan.

  86. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    3).Prinsip pengaturan tegangan output dari alternator adalah Regulator mengatur tegangan ke kumparan rotor dengan menarik dan membebaskan titik kontak sesuai dengan tegangan yang diberikan ke kumparan regulator tegangan. Pada saat alternator berputar dengan rpm rendah dan tegangan keluaran B+ Alternator masih rendah sehingga kumparan regulator belum mampu menarik titik kontakgerak (P), sehingga arus medan akan mengalir ke kumparan rotor melalui P1
    Dalam hal lain, jika alternator berputar dengan rpm tinggi, tegangan keluaran B+ naik melebihi tegangan regulasi (14 Volt atau 28 Volt), tegangan ini dialirkan ke kumparan regulator sehingga oleh kekuatan tarikan yang lebih besar maka P1, akan terputus.
    Pada saat titik kontak bergerak menjauhi P1, arus yang ke kumparan rotor melalui resistor R sehingga arus mengalir ke kumparan rotor berkurang, maka tegangan keluaran B+ Alternator turun dan ini akan mengakibatkan gaya tarik pada kumparan menurun sehingga lengan titik kontak akan kembali dan berhubungan dengan P.1 Hal ini akan menaikkan arus yang mengalir pada kumparan rotor dan kemudian titik kontak akan terputus lagi dari P1.
    Bila alternator berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke kumparan rotor, stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus. Sekali lagi tegangan alternator akan naik dan lengan kontak akan tertarik sehingga tegangan keluaran B+ alternator tetap pada tegangan regulasi.

  87. 5202418035
    Dicky kurniawan
    4).Regulator mengatur tegangan ke kumparan rotor dengan menarik dan membebaskan titik kontak sesuai dengan tegangan yang diberikan ke kumparan regulator tegangan. Pada saat alternator berputar dengan rpm rendah dan tegangan keluaran B+ Alternator masih rendah sehingga kumparan regulator belum mampu menarik titik kontakgerak (P), sehingga arus medan akan mengalir ke kumparan rotor melalui P1
    Dalam hal lain, jika alternator berputar dengan rpm tinggi, tegangan keluaran B+ naik melebihi tegangan regulasi (14 Volt atau 28 Volt), tegangan ini dialirkan ke kumparan regulator sehingga oleh kekuatan tarikan yang lebih besar maka P1, akan terputus.
    Pada saat titik kontak bergerak menjauhi P1, arus yang ke kumparan rotor melalui resistor R sehingga arus mengalir ke kumparan rotor berkurang, maka tegangan keluaran B+ Alternator turun dan ini akan mengakibatkan gaya tarik pada kumparan menurun sehingga lengan titik kontak akan kembali dan berhubungan dengan P.1 Hal ini akan menaikkan arus yang mengalir pada kumparan rotor dan kemudian titik kontak akan terputus lagi dari P1.

  88. NIM : 5202418005

    4.) Saat mesin hidup terminal B dan N akan menerima arus dengan besaran sesuai dengan putaran alternator. Terminal N akan mengalirkan arus ke kumparan voltage relay sehingga timbul kemagnetan yang menarik plat kontak P0 terhubung ke kontak P2.
    Terminal B menghasilkan arus yang dihubungkan ke kontak P2 sehingga ketika kontak P0 tertarik maka arus dari terminal B akan mengalir ke kumparan voltage
    regulator. Apabila rotor mencapai putaran tinggi maka, tegangannya akan dikurangi agar output pengisian kecil dan sebaliknya jika rotor masih berputar lambat, maka tegangannya akan ditambah sehingga output pengisian tetap maksimal.

  89. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    5). efek kuat lemahnya medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor adalah jika medan magnet yang dihailkan oleh kumparan rotor kuat maka tegangan lisrik yang dihasilkan akan tinggi.
    jika jika medan magnet yang dihailkan oleh kumparan rotor lemah maka tegangan yang dihasilkan juga akan rendah. karena semakin sedikit medan magnet yang di hasilkan oleh kumparan dan juga gaya magnet yang di putus ka untuk menghaslkan arus listrik.

  90. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    6).Bila alternator berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke kumparan rotor, stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus. Sekali lagi tegangan alternator akan naik dan lengan kontak akan tertarik sehingga tegangan keluaran B+ alternator tetap pada tegangan regulasi.

  91. 5202418022
    Hamdani Razak

    1. Sistem pengisian merupakan bagian dari sistem kelistrikan dimana sistem pengisian ini mensuplai energi listrik ke baterai/aki selama mesin hidup dan sebagai sumber energi listrik untuk sistem kelistrikan. Baterai akan dijaga agar selalu dalam kondisi penuh, ketika kapasitas baterai berkurang sistem pengisian akan mensuplai energi listrik hingga baterai penuh.

  92. 5202418022
    Hamdani Razak

    2. a)Baterai/Aki
    Fungsi baterai adalah sebagai penyimpan energi listrik.
    b) Lampu CHG
    Lampu CHG atau biasa juga disebut charging warning light merupakan lampu indikator yang bisa menunjukan adanya gagal pengisian.
    c) Kunci kontak
    Kunci kontak berfungsi sebagai switch atau saklar.
    d) Regulator
    regulator memiliki fungsi sebagai pengatur tegangan output dari altenator. Artinya ketika mesin berada pada RPM rendah maka output altenator juga rendah dan saat RPM mesin tinggi maka output altenator juga tinggi.
    e) Altenator
    Fungsi altenator yakni untuk mengubah sebagian energi putar mesin kebentuk energi listrik AC. Input altenator berasal dari pulley mesin yang terhubung dengan sebuah V belt, didalam altenator putaran rotor akan membuat perpotongan garis gaya magnet dengan stator sehingga terjadilah aliran elektron.
    f) Kabel Penghubung
    Kabel pengubung memiliki tugas untuk menghubungkan tiap terminal pada komponen pengisian, setidaknya ada dua jenis kabel yakni kabel standar dan kabel B+.

  93. 5202418022
    Hamdani Razak

    3. Pada saat titik kontak bergerak menjauhi P1, arus yang ke kumparan rotor melalui resistor R sehingga arus mengalir ke kumparan rotor berkurang, maka tegangan keluaran B+ Alternator turun dan ini akan mengakibatkan gaya tarik pada kumparan menurun sehingga lengan titik kontak akan kembali dan berhubungan dengan P.1 Hal ini akan menaikkan arus yang mengalir pada kumparan rotor dan kemudian titik kontak akan terputus lagi dari P1.
    Bila alternator berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke kumparan rotor, stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus. Sekali lagi tegangan alternator akan naik dan lengan kontak akan tertarik sehingga tegangan keluaran B+ alternator tetap pada tegangan regulasi.

  94. 5202418022
    Hamdani Razak

    4. Ketika putaran rendah atau lambat, tegangan yang dihasilkan kumparan stator masih cenderung lemah. Tegangan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan yang masuk pada kumparan regulator masih rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan sangat rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel pada P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir ke kumparan rotor menjadi besar karena tidak melalui hambatan, sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor juga kuat. Putaran yang lambat diimbangi dengan kuatnya medan magnet pada kumparan rotor menyebabkan output dari kumparan stator cukup untuk mengisi baterai.

  95. 5202418022
    Hamdani Razak

    5. Akibatnya medan magnet pada kumparan rotor menjadi hilang karena kumparan tersebut tidak mendapatkan arus. Hal ini menyebabkan turunnya tegangan yang dihasilkan kumparan stator karena tidak ada kemagnetan.

    Jika tegangan turun maka tegangan pada kumparan regulator juga akan turun sehingga medan magnetnya lemah. Pada saat ini pegas akan mampu menarik kontak gerak lepas dari P2 sehingga arus akan kembali mengalir ke resistor ke kumparan rotor sehingga medan magnet akan terbentuk lagi pada kumparan rotor. Karena putarannya masih tinggi maka tegangan yang dihasilkan kumparan stator juga akan kembali naik. Dan jika tengannya tinggi lagi maka proses pada gambar a dan b di atas akan terjadi lagi dan terus berulang sehingga kontak gerak akan kembali menempel dengan P2. Ini akan berulang terus menerus sehingga output kumpran stator tetap stabil.

  96. 5202418022
    Hamdani Razak

    6. Akan mengalami overcharge. overcharge menyebabkan pasokan listrik dari alternator berlebih. Ini akan membuat dlam aki terjadi reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki menjadi panas dan bertekanan tinggi.

  97. 5202418022
    Hamdani Razak

    7. a) Ukur Voltase di kepala aki + dan – saat mesin dimatikan. catet.
    b) Ukur voltase di kepala aki + dan – saat mesin di hidupkan.
    c) Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri.
    d) Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki –
    e) Ukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki +

  98. NIM : 5202418005

    5.) Saat jumpa rotor berputar sehingga menghasilkan medan magnet yang akan dipotong oleh kumparan stator, sehingga pada kumparan stator akan timbul induksi elektromagnetik sehingga menghasilkan arus listrik bolak – balik ( AC ) yang nantinya akan dirubah menjadi arus searah oleh dioda.
    Efek dari kuat lemahnya medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor akan berakibat pada hasil atau output dari alternator.

    • NIM : 5202418005

      5.) Saat jumpa rotor berputar sehingga menghasilkan medan magnet yang akan dipotong oleh kumparan stator, sehingga pada kumparan stator akan timbul induksi elektromagnetik sehingga menghasilkan arus listrik bolak – balik ( AC ) yang nantinya akan dirubah menjadi arus searah oleh dioda.
      Efek dari kuat lemahnya medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor akan berakibat pada hasil atau output dari alternator.

  99. NIM : 5202418005

    6.) reaksi regulator jika ouput alternator naik melebihi standarnya maka, kemagnetan pada voltage regulator juga semakin besar menyebabkan kontak PL0 tertarik ke bawah saat plat kontak PL0 menyentuh kontak PL2 maka akan terjadi drop voltage. Sehingga tegangan yang dialirkan ke rotor dikurangi sehingga output pengisian menjadi kecil.

  100. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    7.)Cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja adalah dengan cara menggunakan volt meter dan plih rentang volt meter yang akan di ukur. lalu menghubungkan terminal positif baterai dan terminal negatif secara paralel.dan mesin menyala diatas 1000 rpm

  101. 5202418015
    1. Sistem pengisian berfungsi untuk mengisi kembali arus baterai setelah dipakai, dan menyuplai arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan setelah mesin hidup, sehingga baterai ketersediaan energi listriknya tetap ada dan mampu menyuplai energi listrik ke seluruh sistem kelistrikan.

  102. 5202418015
    2. Komponen utama sistem pengisian :
    a. Baterai, berfungsi untuk memberikan energi awal ke kumparan rotor untuk menghasilkan medan magnet pada saat mesin belum hidup, dan untuk menerima energi listrik dari sistem pengisian pada saat mesin sudah hidupm
    b. Kunci kontak, berfungsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkan sistem pengisian.
    c. Alternator, berfungsi untuk mengubah energi gerak atau putaran menjadi energi listrik.
    d. Regulator, berfungsi untuk mengatur besar-kecilnya arus yang masuk ke rotor alternator sesuai dengan putaran mesin.
    e. Tali kipas, berfungsi untuk meneruskan putaran poros engkol ke alternator.
    f. Puli poros engkol, berfungsi untuk meneruskan dari putaran poros engkol ke tali kipas.
    g. Lampu indikator, berfungsi untuk menunjukkan apakah sistem pengisian bekerja atau tidak.

  103. 5202418032
    Alif Fathah H

    2.) *) Baterai, sebagai penyimpan energi listrik.
    *) Lampu CHG / charging warning light, memberikan tanda melalui lampu indikator jika terjadi gagal pengisian.
    *) Kunci kontak, berfungsi sebagai switch / saklar.
    *) Regulator, sebagai pengatur tegangan output dari altenator.
    *) Altenator,sebagai pengubah sebagian energi putar mesin menjadi bentuk energi listrik AC.
    *) Kabel Penghubung, sebagai penghubung antar terminal pada komponen pengisian.

  104. 522418032
    Alif Fathah H

    3.) Saat titik kontak bergerak menjauhi P1, arus yang menuju ke kumparan rotor melalui resistor R, sehingga arus yg mengalir ke kumparan rotor berkurang. Maka tegangan keluaran B+ Alternator turun dan mengakibatkan gaya tarik pada kumparan menurun, sehingga lengan titik kontak akan kembali dan berhubungan dengan P1. Akibatnya, arus yg mengalir pada kumparan rotor akan naik. Lalu titik kontak akan kembali terputus dari P1.
    Jika alternator berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi, untuk memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga titik kontak bisa terhubung dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 (tidak ke kumparan rotor). Karena Stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik, mengakibatkan tegangan alternator turun dan memutus titik kontak dengan P2.

  105. 522418032
    Alif Fathah H

    4.) Saat putaran rendah, tegangan yang dihasilkan kumparan stator masih cenderung lemah. Tegangan yang rendah juga menyebabkan tegangan yang masuk pada kumparan regulator rendah, sehingga medan magnet yang dihasilkan sangat rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga terhubung dengan P1. Akibatnya, arus listrik yang mengalir ke kumparan rotor menjadi besar karena tidak melalui resistor, sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor juga kuat. Putaran yang lambat diimbangi dengan kuatnya medan magnet pada kumparan rotor, menyebabkan output dari kumparan stator cukup untuk melakukan pengisian baterai.

  106. 5202418032
    Alif FathaH H

    5.) Jika medan magnet pada kumparan rotor lemah, maka tegangan yg keluar dari kumparan stator juga lemah. Sehingga tidak bisa melakukan pengisian baterai.
    Sedangkan, jika medan magnet pada kumparan rotor kuat, maka tegangan yg keluar dari kumparan stator juga kuat. Jika di imbangi dengan putaran yg lambat, tegangan output dari kumparan stator bisa melakukan pengisian baterai.

  107. 5202418010

    1. Fungsi dari sistem pengisian adalah memproduksi listrik untuk mengisi kembali baterai dan menyuplai kelistrikan ke komponen yang memerlukannya pada saat mesin dihidupkan.

  108. 3. 5202418015
    Untuk menghasilkan tegangan yang stabil, maka tidak mungkin mempertahankan putaran mesin pada kecepatan tertentu karena mesin selalu naik turun sesuai kondisi kerjanya atau kondisi tidak mudah diatur. Begitupun dengan mengurangi atau menambah jumlah lilitan pada stator adalah tidak mungkin, karena kondisi ini juga tidak mudah diatur karena jumlah lilitannya tetap. Maka untuk menstabilkan tegangan yang dihasilkan oleh alternator hanya dapat dilakukan dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet pada rotor. Regulator mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke rotor alternator sesuai putaran mesin. Jika putaran mesin tinggi maka medan magnet dilemahkan sedangkan putaran mesin lambat maka medan magnet pada rotor dikuatkan.

  109. 5202418010

    2. Komponen sistem pengisian dan fungsinya.
    ~Alternator untuk mengubah energi mekanis mesin menjadi tenaga listrik. Dalam alternator terdapat beberapa komponen yaitu Pully (tempat tali kipas penggerak rotor), Kipas (untuk mendinginkan dioda dan kumparan pada alternator), Rotor (bagian yang berputar di dalam alternator, untuk membangkitkan Medan magnet), Stator (komponen yang berupa kumparan untuk menghasilkan.arus bolak balik) , dioda (untuk menyerahkan arus bolak balik yng dihasilkan Stator menjadi Arus DC), dan komponen tambahan lainnya (brush, bearing).
    ~Regulator untuk mengatur besar arus listrik yang masuk ke rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator konstan(tetap stabil).
    ~Baterai (sumber arus) dan kunci kontak (penghubung dan pemutus arus)

  110. 5202418032
    Alif Fathah H

    6.) Akan mengalami overcharge. overcharge menyebabkan suplai listrik dari alternator berlebih. Ini akan membuat baterai terjadi reaksi kimia yang, sehingga baterai menjadi panas dan bertekanan tinggi.

  111. 5202418010

    3. untuk menstabilkan tegangan yang dihasilkan oleh alternator hanya dapat dilakukan dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet. Jika putaran mesin naik, maka medan magnet harus dilemahkan agar tegangan yang dihasilkan tidak terlalu tinggi, begitupun sebaliknya jika pada putaran rendah maka medan magnet harus dikuatkan untuk mencegah tegangan alternator turun. Jadi pengatur output alternator agar tegangan yang dihasilkan selalu stabil adalah dengan mengatur medan magnet pada alternator.

  112. 5202418032
    Alif Fathah H

    7.) *) Ukur Voltase di kepala baterai (+) dan (–), mesin dalam kondisi tidak menyala.
    *) Ukur voltase di kepala baterai (+) dan (–) saat mesin dalam kondisi hidup.
    *) Ukur voltase ketika mesin kondisi hidup dari terminal B ke bodi alternator.
    *) Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala baterai (–)
    *) Ukur Voltase ketika mesin hidup dari bodi alternator ke kepala baterai (+)

  113. 5202418010

    4. untuk mengatur besar kecilnya arus yang mengalir ke kumparan rotor atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga sehingga output alternator selalu stabil yakni pada tegangan 13,8 volt sampai dengan 14,8 volt walaupun putaran mesin naik atau turun. Putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator maka pada saat putaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor akan diperkecil atau dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor menjadi kecil.
    Begitupula ketika mesin berputar lambat, maka tegangan alternator akan turun namun pada kondisi ini regulator mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor menjadi besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor menjadi kuat.

  114. 5202418015
    4. Regulator mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke rotor alternator sesuai putaran mesin. Pada putaran lambat medan magnet pada kumparan regulator lemah, sehingga pegas dapat mempertahan posisi kontak gerak agar tetap menempel dengan P1, arus yang mengalir ke kumparan rotor besar karena arus dari P1 langsung ke kumparan rotor tanpa melewati resistor, medan magnet pada kumparan rotor kuat. Pada putaran sedang pegas mengimbangi pegas mengimbangi tarikan medan magnet kumparan regulator sehingga posis kontak gerak mengambang sehingga arus melewati resistor, dan medan magnet pada kumparan stator berkurang, tegangan output alternator cenderung naik diatas 13,8 V. Pada saat putaran tinggi resistor tetap dialiri arus, medan magnet pada rotor keadaannya lemah atau sedang yang bergantian secara periodik dikarenakan posisi kontak gerak yang kadang mengambang kadang menempel dengan P2. Hal ini karena tegangan output alternator naik makin tinggi, medan magnet pada kumparan regulator menguat sehingga kontak gerak tertarik dan menempel ke P2, namun saat tegangan output alternator menurun, medan magnet pada kumparan regulator melemah sehingga kontak gerak kembali mengambang karena ditarik oleh pegas. Tegangan output pada putaran tinggi cenderung naik namun tidak melebihi 14,8 V.

  115. 5202418010

    5. Aanya aliran listrik pada rotor menyebabkan rotor menjadi magnet, saat tahanan pada variable resistor kecil maka arus yang mengalir sangat besar, magnet pada rotor sangat kuat, namun bila tahanan variable resistor besar maka arus yang mengalir ke rotor coil menjadi kecil sehingga kemagnetan juga menjadi kecil. Pada saat tahanan variable resistor kecil maka voltmeter yang dipasang pada slip ring menunjukan tegangan yang besar, sebaliknya saat tahanan variable resistor besar maka tegangan pada slip ring menjadi kecil.

  116. 5202418010

    7. Langkah-langkah pemeriksaan arus dan tegangan pengisian tanpa beban meliputi:
    >1. Hubungkan clem positif volt meter dengan terminal positif baterai dan clem negatif volt meter dengan terminal negatif baterai.
    >2. Pasang amper meter dengan memasang clem induksi pada kabel positif baterai.
    Pemasangan Volt-Amper meter
    >3. Hidupkan mesin, atur putaran mesin dari putaran idle sampai putaran 2000 rpm.
    >4. Periksa penunjukan pada Volt-Amper meter.
    Standar penunjukan untuk sistem pengisian regulator mekanik: Arus kurang dari 10 A dan tegangan: 13,8-14,8 volt.
    Standar penunjukan untuk sistem pengisian IC regulator: Arus kurang dari 10 A dan tegangan untuk regulator tipe A: 13,8-14,1 volt sedangkan tegangan tipe M: 13,9-15,1 volt.

    #Arus dan Tegangan pengisian dengan beban

    >1. Pasang Volt meter yaitu menghubungkan clem positif pada terminal positif baterai dan clem negatif pada terminal negatif baterai.
    >2. Pasang amper meter dengan memasang clem induksi pada kabel positif baterai.

    Pemasangan Volt-Amper meter

    >3. Hidupkan mesin, atur putaran mesin dari putaran idle sampai 2000 rpm, Hidupkan lampu kepala dan fan AC. Periksa penunjukan pada Amper-Volt meter.
    Standar penunjukan untuk regulator mekanik , arus lebih dari 30 A dan tegangan: 13,8-14,8 A.
    Standar penunjukan tegangan untuk sistem pengisian IC regulator, IC tipe A: 13,8-14,1 volt sedangkan regulator tipe M: 13,9-15,1 volt.

  117. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    5. efek kuat lemahnya medan magnat yang dihasilkan oleh kumparan rotor medan magnet pada kumparan rotor adalah akan semakin tinggi pula tegangan yang dihasilkan dan semakin lemah medan magnet yang dihasilkan juga semakin rendah

  118. 5202418019

    6. Regulator akan merespon dengan menyesuaikan output dari regulator dengan memperbesar dan memperkecil Medan magnet pada regulator itu sendiri.

  119. Deni bagus prasetya
    5202418011

    1. Fungsi dari Sistem Pengisian adalah suatu Sistem pengisian yang berfungsi untuk mensuplai energi listrik ke baterai/aki selama mesin hidup dan sebagai sumber energi listrik untuk sistem kelistrikan pada otomotif.

  120. Deni bagus prasetya
    5202418011

    2. a) Alternator yang memiliki fungsi untuk merubah energi gerak (mekanis) dari mesin menjadi energi listrik.
    b) Regulator yang berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus listrik yang dapat masuk ke rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan konstan (sama) pada setiap putaran mesin, baik putaran lambat, sedang maupun tinggi.
    c) Baterai yang berfungsi sebagai sumber listrik pada sistem starter, sistem pengapian dan sistem kelistrikan body.
    d) Kunci kontak berfungsi sebagai saklar, pada sistem pengisian kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke lampu CHG dan ke regulator (aliran listrik yang ke regulator berfungsi untuk mengaktifkan regulator).

  121. Nama : Sulkhan
    Nim : 5202418004
    2. Komponen-komponen sistem pengisian dan fungsinya
    a. Alternator
    Alternator pada sistem pengisian memiliki fungsi untuk merubah energi gerak (mekanis) dari mesin menjadi energi listrik.
    b. Regulator
    Regulator pada sistem pengisian berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus listrik yang dapat masuk ke rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan konstan (sama) pada setiap putaran mesin, baik putaran lambat, sedang maupun tinggi.
    c. Baterai (Accu)
    Baterai (accu) berfungsi sebagai sumber listrik pada saat starter, sistem pengapian dan sistem kelistrikan body.
    d. Ampere meter
    Ampere meter berfungsi untuk mengusur besarnya arus listrik yang dikeluarkan alternator untuk pengisian baterai.
    e. Kunci kontak
    Kunci kontak berfungsi sebagai saklar, pada sistem pengisian kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke lampu CHG dan ke regulator (aliran listrik yang ke regulator berfungsi untuk mengaktifkan regulator).
    f. Kabel
    Kabel berfungsi untuk konduktor listrik (tempat mengalirnya arus listrik dari satu komponen ke komponen lain).
    g. Sekering (fuse)
    Sekering (fuse) berfungsi sebagai pengaman rangkaian kelistrikan jika terjadi hubungan singkat (konslet).
    h. Lampu Indikator (CHG)
    Lampu indikator (CHG) berfungsi sebagai indikator (indikasi) bahwa sistem pengisian ini berfungsi dengan normal.

  122. Nama : Sulkhan
    Nim : 5201418004
    1. Fungsi sistem pengisian yaitu untuk melakukan pengisian (charging) pada baterai ketika mesin hidup serta untuk mensuplai kebutuhan listrik ketika mesin hidup, meliputi kebutuhan lampu-lampu dan aksesoris lainnya.

  123. Deni bagus prasetya
    5202418011

    3. Prinsip dari pengaturan output tegangan alternator yaitu Regulator mampu mengatur tegangan ke kumparan rotor dengan menarik dan membebaskan titik kontak sesuai dengan tegangan yang diberikan ke kumparan regulator tegangan.

  124. Deni bagus prasetya
    5202418011

    3. Prinsip pengaturan pada output tegangan alternator yaitu Regulator mampu menghubungkan dan mengatur tegangan ke kumparan rotor dengan membebaskan titik kontak sesuai dengan tegangan yang diberikan ke kumparan regulator tegangan.

  125. Nama : Sulkhan
    Nim : 5202418004
    3. Prinsip pengaturan tegangan output alternator
    Untuk meregulasi tegangan keluaran alternator dilakukan dengan cara mengatur arus yang mengalir ke kumparan rotor (arus medan) Regulator mengatur tegangan ke kumparan rotor dengan menarik dan membebaskan titik kontak sesuai dengan tegangan yang diberikan ke kumparan regulator tegangan.
    * Pada saat alternator berputar dengan rpm rendah dan tegangan keluaran B+ Alternator masih rendah sehingga kumparan regulator belum mampu menarik titik kontakgerak (P), sehingga arus medan akan mengalir ke kumparan rotor melalui P1
    * jika alternator berputar dengan rpm tinggi, tegangan keluaran B+ naik melebihi tegangan regulasi (14 Volt atau 28 Volt), tegangan ini dialirkan ke kumparan regulator sehingga oleh kekuatan tarikan yang lebih besar maka P1, akan terputus.
    Pada saat titik kontak bergerak menjauhi P1, arus yang ke kumparan rotor melalui resistor R sehingga arus mengalir ke kumparan rotor berkurang, maka tegangan keluaran B+ Alternator turun dan ini akan mengakibatkan gaya tarik pada kumparan menurun sehingga lengan titik kontak akan kembali dan berhubungan dengan P.1 Hal ini akan menaikkan arus yang mengalir pada kumparan rotor dan kemudian titik kontak akan terputus lagi dari P1.
    *Bila alternator berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke kumparan rotor, stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus. Sekali lagi tegangan alternator akan naik dan lengan kontak akan tertarik sehingga tegangan keluaran B+ alternator tetap pada tegangan regulasi

  126. Deni bagus prasetya
    5202418011

    4. Regulator yang akan mengatur tegangan ke kumparan rotor dengan menarik dan membebaskan titik kontak sesuai dengan tegangan yang diberikan ke kumparan regulator tegangan. Pada saat alternator berputar dengan rpm rendah dan tegangan keluaran B+ Alternator masih rendah maka kumparan regulator belum mampu menarik titik kontak gerak (P), sehingga arus medan akan mengalir ke kumparan rotor melalui P1
    Dalam hal lain, jika alternator berputar dengan rpm tinggi maka tegangan keluaran B+ naik melebihi tegangan regulasi (14 Volt atau 28 Volt), tegangan ini dialirkan ke kumparan regulator sehingga oleh kekuatan tarikan yang lebih besar maka P1 yang akan terputus.

  127. Nama : Sulkhan
    Nim : 5202418004
    4. Regulator mengatur tegangan ke kumparan rotor dengan menarik dan membebaskan titik kontak sesuai dengan tegangan yang diberikan ke kumparan regulator tegangan.

  128. Deni bagus prasetya
    5202418011

    5. Kumparan rotor yang berfungsi untuk menghasilkan medan magnet pada
    alternator. jika kumparan pada rotor melemah maka yang akan terjadi Medan magnet yang dihasilkannya pun kecil atau tidak kuat dan begitupun sebaliknya.

    • Deni bagus prasetya
      5202418011

      6. Jika output naik melebihi standarnya maka reaksi pada regulator akan menyestabilkan dan mengatur besar arus listrik yang masuk ke dalam rotor coil
      sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator tetap konstan (sama).

  129. Nama : Sulkhan
    Nim : 5202418004
    6. Jika output alternator lebih tinggi, tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke kumparan rotor, stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus. Sekali lagi tegangan alternator akan naik dan lengan kontak akan tertarik sehingga tegangan keluaran B+ alternator tetap pada tegangan regulasi

  130. Deni bagus prasetya
    5202418011

    6. Jika output altenator naik sudah melebihi standarnya maka reaksi pada regulator akan menyestabilkan dan mengatur besar arus listrik yang akan masuk ke dalam rotor coil,
    sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator tetap konstan (sama).

  131. Deni bagus prasetya
    5202418011

    7. Ketika mesin dalam keadaan hidup setelah itu baterai/aki dicopot kemudian terminal positif di tempel ke b dan negatif ke body mesin.

  132. Nama : Sulkhan
    Nim : 5202418004
    Cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja
    PEMERIKSAAN ARUS DAN TEGANGAN PENGISIAN DENGAN BEBAN

    1. Pasang Volt meter yaitu menghubungkan clem positif pada terminal positif baterai dan clem negatif pada terminal negatif baterai.
    2. Pasang amper meter dengan memasang clem induksi pada kabel positif baterai.
    3. Hidupkan mesin, atur putaran mesin dari putaran idle sampai 2000 rpm, Hidupkan lampu kepala dan fan AC. Periksa penunjukan pada Amper-Volt meter.
    Standar penunjukan untuk regulator mekanik , arus lebih dari 30 A dan tegangan: 13,8-14,8 A.
    Standar penunjukan tegangan untuk sistem pengisian IC regulator, IC tipe A: 13,8-14,1 volt sedangkan regulator tipe M: 13,9-15,1 volt.

  133. Nama : Sulkhan
    Nim : 5202418004
    7. Cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja

    PEMERIKSAAN ARUS DAN TEGANGAN PENGISIAN DENGAN BEBAN

    1. Pasang Volt meter yaitu menghubungkan clem positif pada terminal positif baterai dan clem negatif pada terminal negatif baterai.
    2. Pasang amper meter dengan memasang clem induksi pada kabel positif baterai.
    3. Hidupkan mesin, atur putaran mesin dari putaran idle sampai 2000 rpm, Hidupkan lampu kepala dan fan AC. Periksa penunjukan pada Amper-Volt meter.
    Standar penunjukan untuk regulator mekanik , arus lebih dari 30 A dan tegangan: 13,8-14,8 A.
    Standar penunjukan tegangan untuk sistem pengisian IC regulator, IC tipe A: 13,8-14,1 volt sedangkan regulator tipe M: 13,9-15,1 volt.

    • Nama : Sulkhan
      Nim : 5202418004
      5. semakin besar kecepatan putarnya maka nilai ggl induksi yang dihasilkan semakin besar seiring dengan bertambahnya kuat medan magnet, jadi semisal medan magnetnya lemah maka arus yang mengalir ke kumparan rotor berkurang sebaliknya jika medan magnet terlalu kuat maka tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke kumparan rotor, stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus.

  134. 5202418024

    1. Sitem pengisian yaitu sistem yang berfungsi untuk mengecharge baterai pada saat mesin hidup dan membntu mensuplai listrik ke sistem yang lain

  135. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    6. Reaksi regulator jika output alternator naik:
    Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor (rotor coil) sehingga output alternator tetap stabil (13,8 V sampai 14,8 V) meskipun putaran mesin naik atau turun. Putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator pada saat putaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor diperkecil atau dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor kecil. Saat mesin berputar lambat, tegangan alternator akan turun, namun pada kondisi ini regulator mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor kuat. Berdasarkan hal tersebut, maka tegangan output alternator akan selalu stabil baik pada putaran rendah, sedang, maupun tinggi.

  136. 5202418024

    2. Komponen sistem pengisian
    – kunci kontak memutus dan menghubungkan arus
    -baterai sumber dan menyimpan energi listrik
    -lampu indikator sistem pengisian
    -regulator mengatur arus sitem pengisian dg cara menguatkn dan melemahakan medan magnet pada rotor altenator
    – altenator menghasilkan energi listrik dari konversi energi mekanik (putaran mesin menjadi listrik)

  137. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    7. a. Periksa baterai lebih dulu. Baterai diperlukan untuk memutar alternator.
    b. Jika kondisi baterai baik, Nyalakan mesin dan jalankan hingga 2000 RPM. ini akan memberikan arus pada baterai yang akan menyebabkan regulator mengaktifkan alternator.
    c. Biarkan mesin menyala dan cek ulang aki dengan voltmeter. Jika anda melihat voltmeter menunjukkan angka antara 13 dan 14.5, artinya alternator dalam kondisi baik. Jika tidak, alternator kurang baik.

  138. 5202418034

    2. Komponen sistem pengisian yaitu
    – Batteray berfungsi untuk memberikan energi awal ke kumparan rotor untuk menghasilkan medan magnet pada saat mesin belum hidup dan menerima energi listrik dari sistem pengisian pada saat mesin sudah hidup
    – Kunci kontak berfungsi untuk mengaktifkan atau me- nonaktifkan sistem pengisian
    – Lampu indikator berfungsi untuk menunjukan apakah sistem pengisian bekerja atau tidak
    – Alternator berfungsi untuk mengubah energi gerak menjadi energi listrik
    – Tali kipas berfungsi untuk meneruskan putaran dari poros engkol ke alternator
    – Puli poros engkol berfungsi untuk meneruskan putaran dari poros engkol ke tali kipas
    – Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk kedalam rotor pada alternator sesuai dengan putaran mesin.

  139. 5202418034

    3. Pada saat titik kontak bergerak menjauhi P1, arus yang ke kumparan rotor melalui resistor R sehingga arus mengalir ke kumparan rotor berkurang, maka tegangan keluaran B+ Alternator turun dan ini akan mengakibatkan gaya tarik pada kumparan menurun sehingga lengan titik kontak akan kembali dan berhubungan dengan P.1 Hal ini akan menaikkan arus yang mengalir pada kumparan rotor dan kemudian titik kontak akan terputus lagi dari P1.
    Bila alternator berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke kumparan rotor, stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus. Sekali lagi tegangan alternator akan naik dan lengan kontak akan tertarik sehingga tegangan keluaran B+ alternator tetap pada tegangan regulasi

  140. 5202418024

    4. Dalam hal ini jumlah arus/tegangan yang masuk ke rotor coil bisa melalui dua saluran.
    Bila kemagnetan di voltage regulator besar dan mampu menarik PL0 dari PL1 maka arus yang ke rotor coil akan melalui resistor R. Akibatnya arus akan kecil dan kemagnetan yang ditimbulakn rotor coil pun kecil (berkurang).

    Sedangkan kalau kemagnetan pada voltage regulator lemah dan PL0 tidak tertarik dari PL1, maka arus yang kerotor coil akan tetap melalui point PL1 ——> point PL0. Akibatnya arus tidak melalui resistor dan arus arus yang masuk ke rotor coil akan normal kembali.

  141. 5202418034

    4. Ketika putaran rendah atau lambat, tegangan yang dihasilkan kumparan stator masih cenderung lemah. Tegangan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan yang masuk pada kumparan regulator masih rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan sangat rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel pada P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir ke kumparan rotor menjadi besar karena tidak melalui hambatan, sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor juga kuat. Putaran yang lambat diimbangi dengan kuatnya medan magnet pada kumparan rotor menyebabkan output dari kumparan stator cukup untuk mengisi baterai.

  142. 5202418024

    5. Efek yang timbul dari kuat lemahnya medan magnet yaitu tegangan yang dihasilkan oleh alternator akn bertambah dan berkurang

  143. 5202418024

    6. Reaksi regulator saat tegangan alternator melebihi standartnya maka kemagnetan di voltage regulator besar dan mampu menarik PL0 dari PL1 maka arus yang ke rotor coil akan melalui resistor R. Akibatnya arus akan kecil dan kemagnetan yang ditimbulakn rotor coil pun kecil (berkurang).

  144. 5202418024

    7. Cara mengukur tegangan output saat sistem bekerja
    1. Ukur Voltase di kepala aki + dan – saat mesin dimatikan.
    2. Ukur voltase di kepala aki + dan – saat mesin di hidupkan.
    3. Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri.
    4. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki –
    5. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki +

  145. 5202418015
    5. Kuatnya medan magnet pada rotor coil akan mempengaruhi tegangan output dari alternator. Jadi apabila putaran mesin naik, untuk menghindari tegangan output yang melebihi standar maka voltage regulator mengatur arus yang mengalir ke kumparan rotor koil agar menurunkan medan magnetnya sehingga tegangan outputnya akan tetap stabil, begitu juga sebaliknya.

  146. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    1. Fungsi sistem pengisian menjamin ketersediaan energi listrik dalam baterai selama mesin hidup. Dan pada sepeda motor sebagai sumber energi listrik.

  147. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    2. – Alternator merubah energi gerak (mekanis) dari mesin menjadi energi listrik
    – Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus listrik yang dapat masuk ke rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan konstan (sama) pada setiap putaran mesin, baik putaran lambat, sedang maupun tinggi.
    – Lampu indikator (CHG) berfungsi sebagai indikator (indikasi) bahwa sistem pengisian ini berfungsi dengan normal.
    – Baterai berfungsi sebagai sumber listrik pada saat starter, sistem pengapian dan sistem kelistrikan body. Selain itu, baterai juga berfungsi sebagai penstabil arus dan sebagai tempat penampung tegangan saat proses pengisian berlangsung
    – Kunci Kontak berfungsi sebagai saklar, pada sistem pengisian kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke lampu CHG dan ke regulator (aliran listrik yang ke regulator berfungsi untuk mengaktifkan regulator).
    – Fuse berfungsi sebagai pengaman rangkaian kelistrikan jika terjadi hubungan singkat (konslet).

  148. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    3. Prinsip kerja Regulator dibagi menjadi tiga fase yaitu saat putaran rendah, sedang dan tinggi. Prinsip pengaturan regulator terjadi pada voltage relay dan voltage regulator yg terjadi pada ketiga fase diatas, dimana saat putaran rendah terminal B menghasilkan arus DC yang dihubungkan ke kontak P2 sehingga ketika kontak P0 tertarik maka arus dari terminal B mengalir ke kumparan voltage regulator. Disinilah aksi pengaturan tegangan rotor terjadi.
    Saat putaran sedang dan tinggi arus yang dihasilkan dari terminal B juga semakin besar sehingga kemagnetan pada voltage relay semakin kuat. Hal itu akan membuat kontak PL0 tertarik dan terputus dengan kontak PL1. Sehingga arus IG tidak langsung terhubung ke terminal F namun terlebih dahulu melewati sebuah resistor. Sehingga tegangan ke rotor itu tidak penuh yakni sekitar 10 volt. Hal itu akan menyebabkan output pengisian lebih kecil dengan RPM rotor lumayan kencang.
    Jadi kesimpulannya pengaturan tegangan output terjadi pada rangkaian voltage relay dan voltage regulator.

  149. 5202418015
    6. Pada saat tegangan output alternator naik makin tinggi, medan magnet pada kumparan regulator menguat, sehingga kontak gerak tertarik dan menempel dengan P2, sehingga arus akan tetap melewati tahanan resistor, akibatnya medan magnet pada rotor koil melemah, sehingga tegangan output alternator akan kembali turun stabil. Apabila tegangan output alternator turun kembali, medan magnet pada kumparan regulator melemah, sehingga kontak gerak posisinya akan kembali mengambang karena ditarik oleh pegas.

  150. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    4. Cara regulator untuk mengatur arus masuk ke rotor adalah dengan memanfaatkan kerja voltage regulator dimana ketika arus B semakin besar, maka kemagnetan pada voltage regulator juga semakin besar. Imbasnya akan membuat kontak PL0 semakin tertarik ke bawah, saat kontak PL0 menyentuh kontak PL2 maka akan terjadi drop voltage pada rotor coil. Sehingga arus IG tidak langsung terhubung ke terminal F namun terlebih dahulu melewati sebuah resistor. Sehingga tegangan ke rotor dapat diatur.

  151. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    5. Efek kuat dan lemahnya Medan magnet pada rotor koil berpengaruh pada besar kecil tegangan output yang dihasilkan pada alternator sehingga tegangan output regulator dapat konstan.
    Dengan kata lain kumparan rotor pada putaran sangat tinggi arus yang menuju ke rotor coil akan dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor kecil. Dengan begitu pada saat putaran tinggi, tegangan output pengisian tetap stabil.

  152. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    5. Hal tersebut pada rotor koil berpengaruh pada besar kecil tegangan output yang dihasilkan pada alternator sehingga tegangan output regulator dapat konstan. kumparan rotor pada putaran sangat tinggi arus yang menuju ke rotor coil akan dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor kecil. Dengan begitu pada saat putaran tinggi, tegangan output pengisian tetap stabil.

  153. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    6. Ketika output alternator semakin besar, maka kemagnetan pada voltage regulator juga semakin besar. Imbasnya akan membuat kontak PL0 semakin tertarik ke bawah, saat kontak PL0 menyentuh kontak PL2 maka akan terjadi drop voltage pada rotor coil.
    Hal itu terjadi karena sifat arus yang selalu mengalir ke masa dengan hambatan terkecil, dalam hal ini kontak PL2 langsung terhubung ke masa sehingga arus dari IG lebih banyak mengalir ke masa. Hasilnya tegangan pada rotor bisa sangat kecil, dan output pengisian bisa lebih kecil meski RPM mesin sangat tinggi.

  154. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    7. Cara pengecekan dengan Voltmeter

    a . Ukur Voltase di kepala aki (+) dan (–) saat mesin dimatikan.
    b. Ukur voltase di kepala aki (+) dan (–) saat mesin di hidupkan.
    c. Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri.
    d. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki (–)
    e. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke terminal aki (+)

  155. 5202418015
    7. Proses yang dilakukan saat pengujian output alternator antara lain:
    a. Pastikan kondisi baterai ( tegangan, berat jenis, dan kondisi fisik)
    b. Mengaitkan voltmeter, kabel (+) pada terminal B alternator dan kabel (-) pada massa.
    spesifikasi: Ammeter = (±) 0-400 A Voltmeter= (±) 0-20 V
    c. Menstrarter mesin dan mengatur putaran mesin pada rpm (±) 3000 dan mempertahankan sampai kipas radiator menyala.
    d. Mengubah putaran mesin pada (±) 2000 rpm, pengujian dilakukan pada rpm 2000
    e. Mengukur tegangan output alternator, dengan merubah setelan pada digital clamp tester pada arus searah dan kabel positif digital clamp tester pada terminal B dan kabel negatif clamp tester pada massa.
    Baca hasil pengukuran, spesifikasi 13,9-14,8 V.

  156. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    1. Fungsi dari pengisian adalah untuk mengisi muatan listrik dan menyimpannya didalam baterai, selain itu listrik juga diteruskan ke komponen kelistrikan lainnya. Listrik dihasilkan dari putaran alternator

  157. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    2. Komponen dari sistem pengapian yaitu :
    Baterai , berfungsi sebagai sumber energi awal pada saat mesin dihidupkan
    Alternator, berfungsi sebagai penyuplai energi listrik dengan mengubah energi gerak menjadi energi listrik
    Kunci kontak, berfungsi untuk on offkan sistem pengisian
    Regulator, sebagai penyetabil arus

  158. Ryan Hidayat
    5202418036

    1. Sistem pengisian merupakan bagian dari sistem kelistrikan dimana sistem pengisian ini mensuply kebutuhan listrik pada kendaraan.

    2.
    A. Baterai/Aki
    Fungsi baterai adalah sebagai penyimpan energi listrik.

    B. Lampu CHG
    Lampu CHG atau biasa juga disebut charging warning light merupakan lampu indikator yang bisa menunjukan adanya gagal pengisian.

    C. Kunci kontak
    Kunci kontak berfungsi sebagai switch atau saklar.

    D. Regulator
    regulator memiliki fungsi sebagai pengatur tegangan output dari altenator. Artinya ketika mesin berada pada RPM rendah maka output altenator juga rendah dan saat RPM mesin tinggi maka output altenator juga tinggi.

    E. Altenator
    Fungsi altenator yakni untuk mengubah sebagian energi putar mesin kebentuk energi listrik AC. Input altenator berasal dari pulley mesin yang terhubung dengan sebuah V belt, didalam altenator putaran rotor akan membuat perpotongan garis gaya magnet dengan stator sehingga terjadilah aliran elektron.

    3. Pada saat titik kontak bergerak menjauhi P1, arus yang ke kumparan rotor melalui resistor R sehingga arus mengalir ke kumparan rotor berkurang, maka tegangan keluaran B+ Alternator turun dan ini akan mengakibatkan gaya tarik pada kumparan menurun sehingga lengan titik kontak akan kembali dan berhubungan dengan P.1 Hal ini akan menaikkan arus yang mengalir pada kumparan rotor dan kemudian titik kontak akan terputus lagi dari P1.
    Bila alternator berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke kumparan rotor, stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus. Sekali lagi tegangan alternator akan naik dan lengan kontak akan tertarik sehingga tegangan keluaran B+ alternator tetap pada tegangan regulasi.

    F. Kabel Penghubung
    Kabel pengubung memiliki tugas untuk menghubungkan tiap terminal pada komponen pengisian, setidaknya ada dua jenis kabel yakni kabel standar dan kabel B+.

    4. Ketika putaran rendah atau lambat, tegangan yang dihasilkan kumparan stator masih cenderung lemah. Tegangan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan yang masuk pada kumparan regulator masih rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan sangat rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel pada P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir ke kumparan rotor menjadi besar karena tidak melalui hambatan, sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor juga kuat. Putaran yang lambat diimbangi dengan kuatnya medan magnet pada kumparan rotor menyebabkan output dari kumparan stator cukup untuk mengisi baterai.

    6. Akan mengalami overcharge. overcharge menyebabkan pasokan listrik dari alternator berlebih. Ini akan membuat dlam aki terjadi reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki menjadi panas dan bertekanan tinggi.

    7.
    B. Ukur Voltase di kepala aki + dan – saat mesin dimatikan. catet.
    B. Ukur voltase di kepala aki + dan – saat mesin di hidupkan.
    C. Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri.
    D. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki –
    E. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki +

  159. 5202418016
    Fathan Masruri

    1. Sistem pengisian berfungsi untuk mensuplay kelistrikan pada kendaraan saat mesin hidup serta untuk melakukan pengecasan pada baterai di dalam kendaraan

  160. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    3. Putaran dari pully menuju alternator menghasilkan medan magnet yang kemudian dirubah menjadi energi listrik, putaran dari pully tidak setabil dan hasilnya besarnya arus yang dihasilkan juga tidak setabil, maka dari itu dibutuhkan regulator untuk menstabilkan arus, dimana saat arus kecil maka tugas regulator yaitu menjadikan arus tersebut menjadi besar, begitu pula sebaliknya. Sehingga arus yang dihasilkan selalu stabil

  161. NIM : 5202418020
    Nama : Siti Fatimah
    1. Fungsi sistem pengisian untuk menjamin ketersediaan energi listrik dalam baterai dengan mengisi kembali baterai setelah dipakai.Dan memberikan listrik keseluruh sistem kelistrikan setelah mesin hidup.

  162. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    4. Pada saat tegangan yang dihasilkan pully melebihi kapasitas maka voltage regulator akan menurunkan tegangan, begitu pula sebaliknya

  163. Deni bagus prasetya
    5202418011

    1) Fungsi Sistem Pengisian adalah Sistem pengisian yang berfungsi untuk mensuplai / mengisi ulang energi listrik ke baterai/aki selama mesin hidup dan berguna sebagai sumber energi listrik untuk sistem kelistrikan pada otomotif.

  164. 5202418016
    Fathan Masruri

    2. Komponen sistem pengisian;
    – Alternator: berfungsi untuk mengubah energi gerak atau mekanis menjadi energi listrik
    -Regulator: berfungsi mengatur besar kecilnya arus listrik yang masuk ke rotor coil untuk mengatur magnitnya
    -Lampu Indikator: berfungsi sebagai tanda bahwa sistem pengisian bekerja normal
    – kunci kontak: sebagai pemutus dan penghubung arus.
    – Baterai: sebagai sumber utama listrik pada saat kendaraan memulai starter, sumber pada sistem pengisian dimana berfungsi sebagai penyimpan arus ataupun tegangan.

  165. Nim :5202418020

    1. fungsi sistem pengisian untuk menjamin ketersediaan energi listrik dalam baterai dengan mengisi kembali baterai setelah dipakai.Dan memberikan listrik keseluruh sistem kelistrikan setelah mesin hidup

  166. Deni bagus prasetya
    5202418011

    2) A. Alternator yang memiliki fungsi untuk merubah energi gerak (mekanis) dari mesin menjadi energi listrik.

    B. Regulator yang berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus listrik yang dapat masuk ke rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan konstan (sama) pada setiap putaran mesin, baik putaran lambat, sedang maupun tinggi.

    C. Baterai yang berfungsi sebagai sumber listrik pada sistem starter, sistem pengapian dan sistem kelistrikan body lainya.

    D. Kunci kontak yang berfungsi sebagai saklar, pada sistem pengisian kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke lampu CHG dan ke regulator (aliran listrik yang ke regulator yang akan berfungsi untuk mengaktifkan regulator).

  167. 5202418014 setya wardani

    3. Regulator mengatur tegangan ke kumparan rotor dengan menarik dan membebaskan titik kontak sesuai dengan tegangan yang diberikan ke kumparan regulator tegangan. Pada saat alternator berputar dengan rpm rendah dan tegangan keluaran B+ Alternator masih rendah sehingga kumparan regulator belum mampu menarik titik kontakgerak (P), sehingga arus medan akan mengalir ke kumparan rotor melalui P1

    Dalam hal lain, jika alternator berputar dengan rpm tinggi, tegangan keluaran B+ naik melebihi tegangan regulasi (14 Volt atau 28 Volt), tegangan ini dialirkan ke kumparan regulator sehingga oleh kekuatan tarikan yang lebih besar maka P1, akan terputus.

    Pada saat titik kontak bergerak menjauhi P1, arus yang ke kumparan rotor melalui resistor R sehingga arus mengalir ke kumparan rotor berkurang, maka tegangan keluaran B+ Alternator turun dan ini akan mengakibatkan gaya tarik pada kumparan menurun sehingga lengan titik kontak akan kembali dan berhubungan dengan P.1 Hal ini akan menaikkan arus yang mengalir pada kumparan rotor dan kemudian titik kontak akan terputus lagi dari P1.

    Bila alternator berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke kumparan rotor, stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus. Sekali lagi tegangan alternator akan naik dan lengan kontak akan tertarik sehingga tegangan keluaran B+ alternator tetap pada tegangan regulasi

     

  168. Nim : 5202418020
    2. komponen-komponen sistem pengisian dan fungsinya:
    1.Baterai (accu) berfungsi sebagai sumber listrik utama saat mesin belum hidup ataupun sudah hidup.
    2. Kunci kontak
    Kunci kontak berfungsi sebagai saklar, pada sistem pengisian kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke lampu CHG dan ke regulator (aliran listrik yang ke regulator berfungsi untuk mengaktifkan regulator).
    3. Lampu Indikator (CHG)
    Lampu indikator (CHG) berfungsi sebagai indikator (indikasi) bahwa sistem pengisian ini berfungsi dengan normal.
    4. Alternator pada sistem pengisian memiliki fungsi untuk merubah energi gerak (mekanis) dari mesin menjadi energi listrik. Alternator sendiri didalamnya terbadat banyak komponen
    5.Fungsi pulley adalah untuk menerima tenaga mekanis dari mesin ( berupa gaya putar) untuk memutarkan rotor coil. Perbandingan putaran pulley poros engkol dengan pulley alternator yaitu 1 : 1,8 – 2,2. Ini artinya setiap 1 x putaran poros engkol maka pulley alternator dapat berputar 1, 8 x sampai 2,2 x putaran.
    6. Regulator
    Regulator pada sistem pengisian berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus listrik yang dapat masuk ke rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan konstan (sama) pada setiap putaran mesin, baik putaran lambat, sedang maupun tinggi. Regulator pada sistem pengisian terdapat 2 tipe, yaitu regulator tipe point (terpisah dengan alternator) dan regulator tipe IC (menjadi satu didalam alternator).
    7.Tali Kipas
    Berfungsi untuk meneruskan tenaga dari engine ke puli.

  169. Nim : 5202418020

    3.Prinsip pengaturan tegangan output alternator adalah magnet berputar dalam kumparan ->alternator membangkitkan arus listrik dengan cara memutarkan magnet listrik (rotor coil)didalam kumparan (stator coil).Saat magnet berputar didalam kumparan maka akan timbul arus bolak balik pada kumparan .

  170. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    3. Prinsip pengaturan tegangan output pada alternator yaitu tergantung dari pembentukan maghnit pada rotor coil yang diatur oleh voltage regulator.. ketika kecepatan tinggi maka maghnit pada juga kuat sehingga kontak point pl0 menempel pada pl2 maka arus suplay ke rotor akan dikurangi sehingga listrik yang dihasilkan juga menurun akan tetapi nanti akan dinaikkan kembali dengan menarik terminal pl0 mengambang lagi dan proses ini akan berlangsung terus menerus untuk menjaga pengisian agar stabil.

  171. 5202418014 setya wardani
    4. Regulator mengatur tegangan ke kumparan rotor dengan menarik dan membebaskan titik kontak sesuai dengan tegangan yang diberikan ke kumparan regulator tegangan. Pada saat alternator berputar dengan rpm rendah dan tegangan keluaran B+ Alternator masih rendah sehingga kumparan regulator belum mampu menarik titik kontakgerak (P), sehingga arus medan akan mengalir ke kumparan rotor melalui P1

    Dalam hal lain, jika alternator berputar dengan rpm tinggi, tegangan keluaran B+ naik melebihi tegangan regulasi (14 Volt atau 28 Volt), tegangan ini dialirkan ke kumparan regulator sehingga oleh kekuatan tarikan yang lebih besar maka P1, akan terputus.

    Pada saat titik kontak bergerak menjauhi P1, arus yang ke kumparan rotor melalui resistor R sehingga arus mengalir ke kumparan rotor berkurang, maka tegangan keluaran B+ Alternator turun dan ini akan mengakibatkan gaya tarik pada kumparan menurun sehingga lengan titik kontak akan kembali dan berhubungan dengan P.1 Hal ini akan menaikkan arus yang mengalir pada kumparan rotor dan kemudian titik kontak akan terputus lagi dari P1.

    Bila alternator berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke kumparan rotor, stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus. Sekali lagi tegangan alternator akan naik dan lengan kontak akan tertarik sehingga tegangan keluaran B+ alternator tetap pada tegangan regulasi

     

  172. Nim : 5202418020

    4. cara regulator mengatur arus yang masuk ke kumparan rotor dengan cara mengatur besar arus tegangan kumparan rotor.Terminal P1.p2,p0.

  173. Nim : 5202418020

    5. Efek kuat lemahnya medan magnat yang dihasilkan oleh kumparan rotor medan magnet pada kumparan rotor adalah akan semakin tinggi pula tegangan yang dihasilkan dan semakin lemah medan magnet yang dihasilkan juga semakin rendah

  174. 5202418014 setya wardani
    5.Kumparan rotor memiliki fungsi untuk menghasilkan medan magnet pada
    alternator. Maka jika kumparan rotor melemah maka Medan magnet yang dihasilkannya pun kecil atau tidak kuat begtu sebaliknya apabila kumparan rotor kuat maka Medan magnet yang dihasilkan juga kuat

  175. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    4. Cara regulator untuk mengatur arus masuk ke rotor yaitu dengan memanfaatkan kerja voltage regulator dimana ketika arus B semakin besar, maka kemagnetan pada voltage regulator juga semakin besar. Imbasnya akan membuat kontak PL0 semakin tertarik ke bawah, saat kontak PL0 menyentuh kontak PL2 maka akan terjadi drop voltage pada rotor coil. Sehingga arus IG tidak langsung terhubung ke terminal F namun terlebih dahulu melewati sebuah resistor. Sehingga tegangan ke rotor dapat diatur.

  176. Nim : 5202418020

    6. Reaksi regulator jika output alternator naik melebihi standarnya maka akan diserahkan oleh dioda yang sebelumnya Arus AC dijadikan DC oleh dioda dan masuk ke baterai.

  177. Nim :5202418020

    7. Bagaimanakah cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja
    Pertama setel selector multitester pada voltage DC 20 VOLT.
    Lalu kita letakkan jarum positif multi tester pada positif baterai lalu kita pasang juga jarum negatif multitester pada nrgatif baterai lalu kita nyalakan mesin lalu kita ukur dan dapat terbaca berapa volt tersebut normal nya yaitu diatas 12 V .
    Dan coba menyalakan beban yaitu menghidupkan AC dan Lampu Utama dan setelah hidup kita cek kembali apakah pengisian berjalan dengan baik .minimalnya yaitu diatas 13 V sampai maksimal 14 V.

  178. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    5. Pengaruh kuat tidaknya medan maghnit pada rotor koil ini akan berakibat besar kecilnya tegangan output pada alternator sistem pengisian. Karena rotor coil lah yang memproduksi tegangan output pada alternator dengan menggunakan prinsip adanya perpotongan medan maghnit. Akan tetapi tegangan output dibuat stabil mungkin walaupun rpm tinggi dengan menggunakan mekanisme pengaturan kuat lemahnya medan maghnit menggunakan regulator yang mengatur besar kecilnya suplay arus pada rotor coil.

  179. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    6. Peinsip kerja regulator ketika output alternator melebihi kapasitas:
    Ketika output alternator semakin besar, maka kemagnetan pada voltage regulator juga semakin besar. Imbasnya akan membuat kontak PL0 semakin tertarik ke bawah, saat kontak PL0 menyentuh kontak PL2 maka akan terjadi drop voltage pada rotor coil.
    Hal itu terjadi karena sifat arus yang selalu mengalir ke masa dengan hambatan terkecil, dalam hal ini kontak PL2 langsung terhubung ke masa sehingga arus dari IG lebih banyak mengalir ke masa. Hasilnya tegangan pada rotor bisa sangat kecil, dan output pengisian bisa lebih kecil meski RPM mesin sangat tinggi.

  180. NIM : 5202418005
    7.) Langkah-langkah pemeriksaan arus dan tegangan pengisian tanpa beban meliputi:
    >1. Hubungkan clem positif volt meter dengan terminal positif baterai dan clem negatif volt meter dengan terminal negatif baterai.
    >2. Pasang amper meter dengan memasang clem induksi pada kabel positif baterai.
    Pemasangan Volt-Amper meter
    >3. Hidupkan mesin, atur putaran mesin dari putaran idle sampai putaran 2000 rpm.
    >4. Periksa penunjukan pada Volt-Amper meter.
    Standar penunjukan untuk sistem pengisian regulator mekanik: Arus kurang dari 10 A dan tegangan: 13,8-14,8 volt.
    Standar penunjukan untuk sistem pengisian IC regulator: Arus kurang dari 10 A dan tegangan untuk regulator tipe A: 13,8-14,1 volt sedangkan tegangan tipe M: 13,9-15,1 volt.

    #Arus dan Tegangan pengisian dengan beban

    >1. Pasang Volt meter yaitu menghubungkan clem positif pada terminal positif baterai dan clem negatif pada terminal negatif baterai.
    >2. Pasang amper meter dengan memasang clem induksi pada kabel positif baterai.

    Pemasangan Volt-Amper meter

    >3. Hidupkan mesin, atur putaran mesin dari putaran idle sampai 2000 rpm, Hidupkan lampu kepala dan fan AC. Periksa penunjukan pada Amper-Volt meter.
    Standar penunjukan untuk regulator mekanik , arus lebih dari 30 A dan tegangan: 13,8-14,8 A.
    Standar penunjukan tegangan untuk sistem pengisian IC regulator, IC tipe A: 13,8-14,1 volt sedangkan regulator tipe M: 13,9-15,1 volt.

  181. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    7. Cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja yaitu dengan cara menggunakan voltmeter dimana probe positif pada voltmeter dihubungkan ke terminal B dan probe negatif dihubungkan ke negatif bateray ataupun body alternator.

  182. nama : Ahmad Kholilur Rohman
    Nim :5202418030
    1. Sistem pengisian adalah salah satu bagian dari sistem kelistrikan yang berfungsi untuk mensuply kebutuhan listrik pada kendaraan.

  183. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    4. Ralat, pada saat putaran rotor pada alternator lemah maka pegas pada regulator akan mempertahankan posisi kontak gerak agar tetap menempel pada p1. Arus yang mengalir ke kumparan besar karena arus dari p1 langsung ke kumparan tanpa melewati resistor. Pada putaran sedang pegas akan mengimbangi sehingga akan menahan plat mengambang, akibatnya arus akan stabil. Pada putaran tinggi, resistor masih dialiri arus sedangkan medan magnet pada rotor dalam keadaan lemah, sehingga pada putaran tinggi arus cenderung naik namun dibatasi sehingga arusnya tidak melebihi kapasitas

  184. 5202418034

    5. Akibatnya medan magnet pada kumparan rotor menjadi hilang karena kumparan tersebut tidak mendapatkan arus. Hal ini menyebabkan turunnya tegangan yang dihasilkan kumparan stator karena tidak ada kemagnetan.

    Jika tegangan turun maka tegangan pada kumparan regulator juga akan turun sehingga medan magnetnya lemah. Pada saat ini pegas akan mampu menarik kontak gerak lepas dari P2 sehingga arus akan kembali mengalir ke resistor ke kumparan rotor sehingga medan magnet akan terbentuk lagi pada kumparan rotor. Karena putarannya masih tinggi maka tegangan yang dihasilkan kumparan stator juga akan kembali naik. Dan jika tegangannya tinggi lagi maka kontak gerak akan kembali menempel dengan P2. Ini akan berulang terus menerus sehingga output kumparan stator tetap stabil.

  185. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    5. Pada saat tegangan yang dihasilkan pully melebihi kapasitas maka voltage regulator akan menurunkan tegangan, begitu pula sebaliknya, sehingga tagangan output yang dihasilkan akan selalu stabil

  186. 5202418034

    6. Reaksi regulator ketika output alternator naik melebihi standarnya yaitu akan mengalami overcharge. overcharge menyebabkan pasokan listrik dari alternator berlebih. Ini akan membuat cairan didalam aki terjadi reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki menjadi panas dan bertekanan tinggi.

  187. nama : Ahmad Kholilur Rohman
    Nim :5202418030
    2.
    -Baterai/Aki sebagai penyimpan energi listrik.
    – Lampu CHG / charging warning light merupakan lampu indikator yang bisa menunjukan adanya gagal pengisian
    -Kunci kontak berfungsi sebagai switch atau saklar.
    -Regulator berfungsi sebagai pengatur tegangan output dari altenator. Jadi ketika mesin berada pada RPM rendah output alternator rendah dan saat RPM mesin tinggi output altenator tinggi.
    -Altenator berfungsi untuk mengubah sebagian energi putar mesin kebentuk energi listrik AC/arus searah.

    • nama : Ahmad Kholilur Rohman
      Nim :5202418030
      4.Jadi cara kerja regulator mengatur arus yang masuk ke kumparan rotor adalah Ketika putaran rendah atau lambat, tegangan yang dihasilkan kumparan stator masih cenderung lemah. Tegangan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan yang masuk pada kumparan regulator masih rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan sangat rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel pada P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir ke kumparan rotor menjadi besar karena tidak melalui hambatan, sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor juga kuat. Putaran yang lambat diimbangi dengan kuatnya medan magnet pada kumparan rotor menyebabkan output dari kumparan stator cukup untuk mengisi baterai.

  188. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    6. Medan magnet pada regulator akan meningkat dan kontak gerak akan tertarik dan menempel pada P2 sehingga arus akan tetap melewati resistor. Medan magnet pada rotor akan melemah sehingga tegangan output akan turun

  189. 5202418023

    1. Sistem pengisian adalah suatu system yang bekerja pada kendaraan pembakaran dalam yang berfungsi untuk mengisi tegangan baterai saat mesin menyala agar voltase baterai tetap pada kondisi penuh terutama saat mesin di start.

  190. 5202418034

    7. Cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja :

    1. Ukur Voltase di terminal + baterai dan terminal – baterai saat mesin dimatikan. catat hasilnya.
    2. Ukur voltase di terminal + baterai dan terminal – baterai saat mesin di hidupkan.
    3. Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke body alternator itu sendiri.
    4. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke terminal – baterai.
    5. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke terminal + baterai.
    6. Catat hasilnya dari masing masing pengukuran, lalu hitung.

  191. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    7.
    a. Pastikan kondisi baterai dalam keadaan baik
    b. Sambungkan kabel + voltmeter dengan terminal b dan kabel – ke massa.
    c. Starter mesin dan tahan pada 3000 rpm sampai kipas radiator menyala.
    d. Kemudian turunkan rpm mesin ke angka 2000 rpm
    e. Ukur tegangan output alternator.
    f. Baca hasil pengukuran

  192. nama : Ahmad Kholilur Rohman
    Nim :5202418030
    3. Jadi cara kerja regulator mengatur arus yang masuk ke kumparan rotor adalah pada saat titik kontak bergerak menjauhi P1, arus yang masuk ke kumparan rotor melalui resistor R arus yang akan mengalir ke kumparan rotor berkurang, maka tegangan keluaran B+ Alternator turun dan saat ini akan mengakibatkan gaya tarik pada kumparan menurun sehingga lengan titik kontak akan kembali dan berhubungan dengan P1 Hal ini akan menaikkan arus yang mengalir pada kumparan rotor dan kemudian titik kontak akan terputus lagi dari P1.
    Bila alternator berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke kumparan rotor, stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus. Sekali lagi tegangan alternator akan naik dan lengan kontak akan tertarik sehingga tegangan keluaran B+ alternator tetap pada tegangan regulasi.

  193. 1. Sistem pengisian berguna untuk mensuplai kebutuhan listrik pada kendaraan selama mesin hidup dan menjadi sumber listrik untuk sistem kelistrikan

  194. 5202418023
    2. a. Baterai berfungsi untuk menyimpan arus saat mesin menyala. Dan menjadi sumber tegangan untuk membuat rotor coil pada alternator menjadi megnet saat mesin akan dinyalakan.
    b. Kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke system berikutnya (system pengisian).
    c. Fuse (Sekering) berfungsi sebagai pengaman jika terjadi kelebihan arus pada system pengisian / jika terjadinya korsleting (hubungan pendek arus listrik)
    d. adalah komponen yang berfungsi mengatur output tegangan dari alternator agar tetap stabil pada putaran mesin yang berbeda – beda.

    • 5202418023
      2. a. Baterai berfungsi untuk menyimpan arus saat mesin menyala. Dan menjadi sumber tegangan untuk membuat rotor coil pada alternator menjadi megnet saat mesin akan dinyalakan.
      b. Kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke system berikutnya (system pengisian).
      c. Fuse (Sekering) berfungsi sebagai pengaman jika terjadi kelebihan arus pada system pengisian / jika terjadinya korsleting (hubungan pendek arus listrik)
      d. Voltage regulator adalah komponen yang berfungsi mengatur output tegangan dari alternator agar tetap stabil pada putaran mesin yang berbeda – beda.
      e. Alternator adalah komponen system pengisian yang berfungsi untuk pembangkit listrik berdasarkan putaran mesin. Komponen ini adalah komponen yang dapat mengubah putaran mesin menjadi energy listrik berdasarkan prinsip kerja generator.

  195. 2.
    a)Baterai/Aki
    Fungsi baterai adalah sebagai penyimpan energi listrik
    b). Kunci kontak
    Kunci kontak berfungsi sebagai switch atau saklar.
    c). Regulator
    regulator memiliki fungsi sebagai pengatur tegangan output dari altenator. Artinya ketika mesin berada pada RPM rendah maka output altenator juga rendah dan saat RPM mesin tinggi maka output altenator juga tinggi.
    d) Altenator
    Fungsi altenator yakni untuk mengubah sebagian energi putar mesin kebentuk energi listrik AC. Input altenator berasal dari pulley mesin yang terhubung dengan sebuah V belt, didalam altenator putaran rotor akan membuat perpotongan garis gaya magnet dengan stator sehingga terjadilah aliran elektron.
    e) Kabel Penghubung
    Kabel pengubung memiliki tugas untuk menghubungkan tiap terminal pada komponen pengisian, setidaknya ada dua jenis kabel yakni kabel standar dan kabel B+.
    f). Lampu CHG
    Lampu CHG atau biasa juga disebut charging warning light merupakan lampu indikator yang bisa menunjukan adanya gagal pengisian

  196. 5202418023
    3. 3
    Pada saat titik kontak bergerak menjauhi P1, arus yang ke kumparan rotor melalui resistor R sehingga arus mengalir ke kumparan rotor berkurang, maka tegangan keluaran B+ Alternator turun dan ini akan mengakibatkan gaya tarik pada kumparan menurun sehingga lengan titik kontak akan kembali dan berhubungan dengan P.1 Hal ini akan menaikkan arus yang mengalir pada kumparan rotor dan kemudian titik kontak akan terputus lagi dari P1.
    Bila alternator berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke kumparan rotor, stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus. Sekali lagi tegangan alternator akan naik dan lengan kontak akan tertarik sehingga tegangan keluaran B+ alternator tetap pada tegangan regulasi

  197. 5202418023
    4. 4
    Ketika putaran rendah atau lambat, tegangan yang dihasilkan kumparan stator masih cenderung lemah. Tegangan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan yang masuk pada kumparan regulator masih rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan sangat rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel pada P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir ke kumparan rotor menjadi besar karena tidak melalui hambatan, sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor juga kuat. Putaran yang lambat diimbangi dengan kuatnya medan magnet pada kumparan rotor menyebabkan output dari kumparan stator cukup untuk mengisi baterai.

  198. 5202418023
    5. Akibatnya medan magnet pada kumparan rotor menjadi hilang karena kumparan tersebut tidak mendapatkan arus. Hal ini menyebabkan turunnya tegangan yang dihasilkan kumparan stator karena tidak ada kemagnetan. Jika tegangan turun maka tegangan pada kumparan regulator juga akan turun sehingga medan magnetnya lemah. Pada saat ini pegas akan mampu menarik kontak gerak lepas dari P2 sehingga arus akan kembali mengalir ke resistor ke kumparan rotor sehingga medan magnet akan terbentuk lagi pada kumparan rotor. Karena putarannya masih tinggi maka tegangan yang dihasilkan kumparan stator juga akan kembali naik. Dan jika tengannya tinggi lagi maka proses pada gambar a dan b di atas akan terjadi lagi dan terus berulang sehingga kontak gerak akan kembali menempel dengan P2. Ini akan berulang terus menerus sehingga output kumpran stator tetap stabil.

  199. 3. Pada saat titik kontak bergerak menjauhi P1, aliran arus yang menuju kumparan rotor melalui resistor R sehingga arus mengalir ke kumparan rotor berkurang, maka tegangan keluaran B+ Alternator turun dan ini akan mengakibatkan gaya tarik pada kumparan menurun sehingga lengan titik kontak akan kembali dan berhubungan dengan P.1 Hal ini akan menaikkan arus yang mengalir pada kumparan rotor dan kemudian titik kontak akan terputus lagi dari P1.
    Bila alternator berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke kumparan rotor, stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus. Sekali lagi tegangan alternator akan naik dan lengan kontak akan tertarik sehingga tegangan keluaran B+ alternator tetap pada tegangan regulasi

  200. 5202418023
    6. Akan mengalami overcharge. overcharge menyebabkan pasokan listrik dari alternator berlebih. Ini akan membuat dlam aki terjadi reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki menjadi panas dan bertekanan tinggi.

  201. 5202418023
    7. 1. Ukur Voltase di kepala aki + dan – saat mesin dimatikan. catet.
    2. Ukur voltase di kepala aki + dan – saat mesin di hidupkan.
    3. Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri.
    4. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki –
    5. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki +

  202. nama : Ahmad Kholilur Rohman
    Nim :5202418030
    6. Regulator Akan mengalami overchargen yang akan menyebabkan pasokan listrik dari alternator berlebih hal Ini akan membuat dalam aki terjadi reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki menjadi panas dan bertekanan tinggi

  203. nama : Ahmad Kholilur Rohman
    Nim :5202418030
    7.* Ukur Voltase di aki + dan – saat mesin dimatikan.
    * Ukur voltase di aki + dan – saat mesin di hidupkan.
    *Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke body alternator .
    *Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke aki –
    *Ukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke aki +

  204. nama : Ahmad Kholilur Rohman
    Nim :5202418030
    5.efeknya ketika kumparan maghnet lemah putaran stator akan kurang maksimal sehingga alternator akan menghasilkan arus listrik yang kecil untuk sistem pengisian adapun sebaliknya ketika kumparan maghnet tinggi putaran stator akan maksimal sehingga alternator akan menghasilkan arus listrik yang besar untuk sistem pengisian

  205. 4. Ketika putaran rendah atau lambat, tegangan yang dihasilkan kumparan stator masih cenderung lemah. Tegangan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan yang masuk pada kumparan regulator masih rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan sangat rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel pada P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir ke kumparan rotor menjadi besar karena tidak melalui hambatan, sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor juga kuat. Putaran yang lambat diimbangi dengan kuatnya medan magnet pada kumparan rotor menyebabkan output dari kumparan stator cukup untuk mengisi baterai.

  206. 5. Akibatnya medan magnet pada kumparan rotor menjadi hilang karena kumparan tersebut tidak mendapatkan arus. Hal ini menyebabkan turunnya tegangan yang dihasilkan kumparan stator karena tidak ada kemagnetan. Jika tegangan turun maka tegangan pada kumparan regulator juga akan turun sehingga medan magnetnya lemah. Pada saat ini pegas akan mampu menarik kontak gerak lepas dari P2 sehingga arus akan kembali mengalir ke resistor ke kumparan rotor sehingga medan magnet akan terbentuk lagi pada kumparan rotor. Karena putarannya masih tinggi maka tegangan yang dihasilkan kumparan stator juga akan kembali naik. Dan jika tengannya tinggi lagi maka proses pada gambar a dan b di atas akan terjadi lagi dan terus berulang sehingga kontak gerak akan kembali menempel dengan P2. Ini akan berulang terus menerus sehingga output kumpran stator tetap stabil.

  207. 6. Akan mengalami overcharge. overcharge menyebabkan pasokan listrik dari alternator berlebih. Ini akan membuat dlam aki terjadi reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki menjadi panas dan bertekanan tinggi.

  208. 7. a. Ukur Voltase di kepala aki + dan – saat mesin dimatikan. catet.
    b. Ukur voltase di kepala aki + dan – saat mesin di hidupkan.
    c. Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri.
    d. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki –
    e. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki +

  209. 5202418040

    1. Fungsi sistem pengisian, yaitu:
    1.Menyuplai kebutuhan listrik mobil ketika mesin hidup
    2.Mengisi daya baterai yang terkuras saat proses starting

  210. 5202418040

    2. Komponen sistem pengisian dan fungsinya :
    A. Baterai/Aki
    Fungsi baterai adalah sebagai penyimpan energi listrik. Ibarat sebuah gudang, baterai akan menyimpan semua energi listrik yang dihasilkan altenator untuk kemudian energi yang tersimpan ini dikeluarkan saat diperlukan
    B.Fuse
    Fungsi sekering ini yakni untuk melindungi seluruh sistem kelistrikan mobil dari arus yang berlebih
    C. Lampu CHG atau indikator
    Lampu CHG atau biasa juga disebut charging warning light merupakan lampu indikator yang bisa menunjukan adanya gagal pengisian.
    D. Kunci kontak
    Kunci kontak berfungsi sebagai switch atau saklar. Memang sistem pengapian akan aktif secara otomatis ketika mesin menyala, namun untuk membangkitkan medan magnet pada rotor coil harus dilakukan oleh sebuah switch.
    E. Regulator
    Regulator memiliki fungsi sebagai pengatur tegangan output dari altenator
    F. Alternator
    Fungsi altenator yakni untuk mengubah sebagian energi putar mesin kebentuk energi listrik AC.

  211. 5202418040

    3. Prinsip pengaturan tegangan output alternator diatur oleh regulator yg disesuaikan dengan rpm.
    A. Apabila rpm idle maka arus pengisian juga rendah sehingga kemagnetan pada kumparan voltage regulator lemah. Hal itu membuat kontak PL0 masih terhubung dengan kontak PL1. Sehingga arus ke rotor tetap maksimal.
    B. Apabila kecepatan sedang, arus yang dihasilkan dari terminal B juga semakin besar sehingga kemagnetan pada voltage relay semakin kuat. Hal itu akan membuat kontak PL0 tertarik dan terputus dengan kontak PL1. Sehingga arus IG tidak langsung terhubung ke terminal F namun terlebih dahulu melewati sebuah resistor. Sehingga tegangan ke rotor itu tidak penuh yakni sekitar 10 volt. Hal itu akan menyebabkan output pengisian lebih kecil dengan RPM rotor lumayan kencang.
    C.Ketika rpm mesin mencapai top speed, maka arus pengisian juga akan lebih besar meski tegangan rotor sudah dikurangi. Sehingga perlu dikakukan pengurangan tegangan pada rotor coil.

  212. 5202418040

    4.Cara regulator mengatur arus yang masuk ke kumparan rotor

    1. Apabila rpm idle maka arus pengisian juga rendah sehingga kemagnetan pada kumparan voltage regulator lemah. Hal itu membuat kontak PL0 masih terhubung dengan kontak PL1. Sehingga arus ke rotor tetap maksimal.
    2. Apabila kecepatan sedang, arus yang dihasilkan dari terminal B juga semakin besar sehingga kemagnetan pada voltage relay semakin kuat. Hal itu akan membuat kontak PL0 tertarik dan terputus dengan kontak PL1. Sehingga arus IG tidak langsung terhubung ke terminal F namun terlebih dahulu melewati sebuah resistor. Sehingga tegangan ke rotor itu tidak penuh yakni sekitar 10 volt. Hal itu akan menyebabkan output pengisian lebih kecil dengan RPM rotor lumayan kencang.
    3.Ketika rpm mesin mencapai top speed, maka arus pengisian juga akan lebih besar meski tegangan rotor sudah dikurangi. Sehingga perlu dikakukan pengurangan tegangan pada rotor coil.Saat arus B semakin besar, maka kemagnetan pada voltage regulator juga semakin besar. Imbasnya akan membuat kontak PL0 semakin tertarik ke bawah, saat kontak PL0 menyentuh kontak PL2 maka akan terjadi drop voltage pada rotor coil.

    Hal itu terjadi karena sifat arus yang selalu mengalir ke masa dengan hambatan terkecil, dalam hal ini kontak PL2 langsung terhubung ke masa sehingga arus dari IG lebih banyak mengalir ke masa. Hasilnya tegangan pada rotor bisa sangat kecil, dan output pengisian bisa lebih kecil meski RPM mesin sangat kencang.

  213. 5202418040

    5. Efek kuat lemahnya medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor yaitu supply tegangan output alternator akan berubah. Sehingga regulator akan menginput tegangan berbanding terbalik sengan kuat medan magnet

  214. 5202418040

    6. Reaksi regulator jika output alternator naik melebihi standarnya maka kemagnetan pada voltage regulator juga semakin besar. Imbasnya akan membuat kontak PL0 semakin tertarik ke bawah, saat kontak PL0 menyentuh kontak PL2 maka akan terjadi drop voltage pada rotor coil.
    Hal itu terjadi karena sifat arus yang selalu mengalir ke masa dengan hambatan terkecil, dalam hal ini kontak PL2 langsung terhubung ke masa sehingga arus dari IG lebih banyak mengalir ke masa. Hasilnya tegangan pada rotor bisa sangat kecil, dan menurunkan output pengisian

  215. 5202418040

    7. Cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja yaitu :

    1. Hubungkan klem positif volt meter dengan terminal positif baterai dan clem negatif volt meter dengan terminal negatif baterai.
    2. Pasang amper meter dengan memasang clem induksi pada kabel positif baterai.
    3. Hidupkan mesin, atur putaran mesin dari putaran idle sampai putaran 2000 rpm.
    4. Periksa penunjukan pada volt meter

  216. 5202418027
    1.Fungsi sistem pengisian atau charging system antara lain sebagai penyuplai arus listrik saat awal mesin dihidupkan karena komponen starter membutuhkan suplai arus listrik yang besar untuk memutarkan mesin. Lalu fungsi yang lain sebagai penyedia arus listrik selama mesin hidup, alternator sebagai pembangkit listrik dalam sistem pengisian akan menyuplai arus listrik yang dibutuhkan selama mesin hidup. Dan fungsi yang terakhir untuk mengisi dan menyimpan muatan listrik dalam baterai, saat alternator bekerja maka saat itu baterai akan mendapatkan suplai muatan listrik dari alternator yang akan disimpan dan digunakan saat alternator tidak bekerja

  217. 5202418027
    2. –Alternator
    Alternator pada sistem pengisian memiliki fungsi untuk merubah energi gerak dari mesin menjadi energi listrik. Alternator sendiri didalamnya terbadat banyak komponen, antara lain :
    – Puli berfungsi sebagai tempat dari tali kipas untuk menggerakkan rotor
    – Kipas atau fan berfungsi untuk mendinginkan komponen-komponen didalam alternator meliputi dioda, kumparan dan lain-lain
    – Rotor merupakan komponen yang berputar dan berfungsi untuk membangkitkan medan magnet
    – Stator merupakan komponen yang diam dan memiliki fungsi untuk menghasilkan arus AC
    – Dioda merupakan komponen elektronika yang ada didalam alternator yang memiliki fungsi untuk menyearahkan arus yang dihasilkan oleh alternator
    -Regulator
    Regulator pada sistem pengisian berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus listrik yang dapat masuk ke rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan konstan sama pada setiap putaran mesin, baik putaran lambat, sedang maupun tinggi
    -Baterai
    Baterai berfungsi sebagai sumber listrik pada saat starter, sistem pengapian dan sistem kelistrikan body. Selain itu, baterai juga berfungsi sebagai penstabil arus dan sebagai tempat penampung tegangan saat proses pengisian berlangsung
    -Ampere meter
    Ampere meter berfungsi untuk mengusur besarnya arus listrik yang dikeluarkan alternator untuk pengisian baterai
    -Kunci kontak
    Kunci kontak berfungsi sebagai saklar, pada sistem pengisian kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke lampu CHG dan ke regulator
    -Kabel
    Kabel berfungsi untuk konduktor listrik
    -Fuse
    Fuse berfungsi sebagai pengaman rangkaian kelistrikan jika terjadi konslet
    -Lampu Indikator (CHG)
    Lampu indikator (CHG) berfungsi sebagai indikator bahwa sistem pengisian ini berfungsi dengan normal

  218. 5202418027
    4. -Saat mesin hidup
    Saat mesin hidup terminal B dan N akan mendapatkan arus dengan besaran sesuai dengan putaran rotor altenator. Terminal N akan menyalurkan arus ke kumparan voltage relay sehingga timbul kemagnetan yang menarik kontak P0 terhubung ke kontak P2. Sementara terminal B menghasilkan arus DC yang dihubungkan ke kontak P2 sehingga ketika kontak P0 tertarik maka arus dari terminal B mengalir ke kumparan voltage regulator. Disinilah aksi pengaturan tegangan rotor terjadi. Saat kecepatan masih stasioner, arus pengisian juga rendah sehingga kemagnetan pada kumparan voltage regulator lemah. Hal itu membuat kontak PL0 masih terhubung dengan kontak PL1. Sehingga arus ke rotor tetap maksimal
    -Saat kecepatan menengah
    Saat kecepatan mesin bertambah, arus yang dihasilkan dari terminal B juga semakin besar sehingga kemagnetan pada voltage relay semakin kuat. Hal itu akan membuat kontak PL0 tertarik dan terputus dengan kontak PL1. Sehingga arus IG tidak langsung terhubung ke terminal F namun terlebih dahulu melewati sebuah resistor. Sehingga tegangan ke rotor itu tidak penuh yakni sekitar 10 volt. Hal itu akan menyebabkan output pengisian lebih kecil dengan RPM rotor lumayan kencang
    -Saat kecepatan tinggi
    Ketika RPM mesin mencapai top speed, maka arus pengisian juga akan lebih besar meski tegangan rotor sudah dikurangi. Sehingga perlu dikakukan pengurangan tegangan pada rotor coil. Saat arus B semakin besar, maka kemagnetan pada voltage regulator juga semakin besar. Imbasnya akan membuat kontak PL0 semakin tertarik ke bawah, saat kontak PL0 menyentuh kontak PL2 maka akan terjadi drop voltage pada rotor coil. Hal itu terjadi karena sifat arus yang selalu mengalir ke masa dengan hambatan terkecil, dalam hal ini kontak PL2 langsung terhubung ke masa sehingga arus dari IG lebih banyak mengalir ke masa. Hasilnya tegangan pada rotor bisa sangat kecil, dan output pengisian bisa lebih kecil meski RPM mesin sangat kencang

  219. 5202418027
    7.Saat sistem pengisian bekerja maka cara mengukur tegangan output alternator adalah dengan cara, anatara lain mengukur voltase alternator dari terminal B ke body alternator, mengukur voltase dari terminal B alternator ke kepala baterai – dan mengukur voltase dari body alternator ke kepala baterai +

  220. 5202418027
    6.Regulator akan memperkecil arus yang masuk ke kumparan rotor (dengan resistor), atau pada putaran sangat tinggi arus yang menuju ke rotor coil akan dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor kecil, sehingga tegangan output pengisian tetap stabil.

  221. 5202418027
    3.Untuk menghasilkan tegangan yang stabil, maka tidak mungkin mempertahankan putaran mesin pada kecepatan tertentu karena mesin selalu naik turun sesuai kondisi kerjanya. Dan untuk dihasilkan tegangan yang stabil juga tidak mungkin mengurangi atau menambah jumlah lilitan pada alternator. Maka untuk menstabilkan tegangan yang dihasilkan oleh alternator hanya dapat dilakukan dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet. Jika putaran mesin naik, maka medan magnet harus dilemahkan agar tegangan yang dihasilkan tidak terlalu tinggi, begitupun sebaliknya jika pada putaran rendah maka medan magnet harus dikuatkan untuk mencegah tegangan alternator turun. Jadi pengatur output alternator agar tegangan yang dihasilkan selalu stabil adalah dengan mengatur medan magnet pada alternator

  222. 5202418027
    5.Bila medan magnet yang dihasilkan kumparan rotor kuat maka tegangan alternator akan naik sebaliknya jika medan magnet yang dihasilkan kumparan rotor lemah maka tegangan alternator akan turun, hal ini berkaitan pada penyetabilan tegangan alternator, karena untuk menstabilkan tegangan alternator yang terlalu naik ataupun turun melebihi standarnya yang di setel adalah kuat lemahnya medan magnet

  223. 5202418039
    1.Sistem pengisian yaitu sistem yg meruoakan bagian dari sistem kelistrikan dimana sistem pengisian ini mensuply kebutuhan listrik pada kendaraan

  224. 5202418039
    2.Komponen sistem pengisian yaitu
    – Batteray berfungsi untuk memberikan energi awal ke kumparan rotor untuk menghasilkan medan magnet pada saat mesin belum hidup dan menerima energi listrik dari sistem pengisian pada saat mesin sudah hidup
    – Kunci kontak berfungsi untuk mengaktifkan atau me- nonaktifkan sistem pengisian
    – Lampu indikator berfungsi untuk menunjukan apakah sistem pengisian bekerja atau tidak
    – Alternator berfungsi untuk mengubah energi gerak menjadi energi listrik
    – Tali kipas berfungsi untuk meneruskan putaran dari poros engkol ke alternator
    – Puli poros engkol berfungsi untuk meneruskan putaran dari poros engkol ke tali kipas
    – Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk kedalam rotor pada alternator sesuai dengan putaran mesin.

  225. 5202418039
    3.Pada saat titik kontak bergerak menjauhi P1, arus yang ke kumparan rotor melalui resistor R sehingga arus mengalir ke kumparan rotor berkurang, maka tegangan keluaran B+ Alternator turun dan ini akan mengakibatkan gaya tarik pada kumparan menurun sehingga lengan titik kontak akan kembali dan berhubungan dengan P.1 Hal ini akan menaikkan arus yang mengalir pada kumparan rotor dan kemudian titik kontak akan terputus lagi dari P1.
    Bila alternator berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke kumparan rotor, stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus. Sekali lagi tegangan alternator akan naik dan lengan kontak akan tertarik sehingga tegangan keluaran B+ alternator tetap pada tegangan regulasi

  226. 4.Ketika putaran rendah atau lambat, tegangan yang dihasilkan kumparan stator masih cenderung lemah. Tegangan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan yang masuk pada kumparan regulator masih rendah sehingga medan magnet yang dihasilkan sangat rendah. Karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah, maka pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel pada P1. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir ke kumparan rotor menjadi besar karena tidak melalui hambatan, sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor juga kuat. Putaran yang lambat diimbangi dengan kuatnya medan magnet pada kumparan rotor menyebabkan output dari kumparan stator cukup untuk mengisi baterai.

  227. 5202418039
    5.Akibatnya maka medan magnet pada kumparan rotor menjadi hilang karena kumparan tersebut tidak mendapatkan arus. Hal ini menyebabkan turunnya tegangan yang dihasilkan kumparan stator karena tidak ada kemagnetan.
    Jika tegangan turun maka tegangan pada kumparan regulator juga akan turun sehingga medan magnetnya lemah. Pada saat ini pegas akan mampu menarik kontak gerak lepas dari P2 sehingga arus akan kembali mengalir ke resistor ke kumparan rotor sehingga medan magnet akan terbentuk lagi pada kumparan rotor. Karena putarannya masih tinggi maka tegangan yang dihasilkan kumparan stator juga akan kembali naik. Dan jika tengannya tinggi lagi maka proses pada gambar a dan b di atas akan terjadi lagi dan terus berulang sehingga kontak gerak akan kembali menempel dengan P2. Ini akan berulang terus menerus sehingga output kumpran stator tetap stabil.

  228. 5202418039
    6.akibatnya adalah overcharge. overcharge menyebabkan pasokan listrik dari alternator berlebih. Ini akan membuat dlam aki terjadi reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki menjadi panas dan bertekanan tinggi.

  229. 5202418039
    7.
    1. Ukur Voltase di kepala aki + dan – saat mesin dimatikan. catet.
    2. Ukur voltase di kepala aki + dan – saat mesin di hidupkan.
    3. Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri.
    4. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki –
    5. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki +

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here