TEORI KELISTRIKAN OTOMOTIF (RABU): Diskusi kelas online

235
980

Pada perkuliahan hari ini, kita akan membahas mengenai sistem pengisian. Semua mahasiswa yang pada minggu sebelumnya sudah mempelajari sistem pengisian, akan direview kembali hasil belajarnya dengan berdiskusi secara online. Silakan setiap mahasiswa menyiapkan smartphone nya untuk mengikuti diskusi ini. Diskusi diawali dengan pertanyaan yang dilontarkan, semua mahasiswa menjawab pertanyaan tersebut. Setelah itu mahasiswa lain dapat membaca komentar mahasiswa lainnya, dan bisa menyanggah atau memberikan pendapat pada jawaban teman lainnya pada kolom “balas/replay” di bawah jawaban teman yang akan dibahas. Pertanyaannya:

  1. Bagaimana konsep pengaturan tegangan pada sistem pengisian?
  2. Setelah mesin hidup, maka lampu pengisian akan padam. Bagaimana penjelasannya lampu bisa padam?
  3. Jika kumparan pada voltage relai putus, maka tegangan output alternator akan melebihi standar. Benarkah pernyataan tersebut? Jelaskan.
  4. Seorang mahasiswa PTO UNNES berinisial AS menjelaskan bahwa tegangan output alternator akan kurang dari standar jika kumparan voltage regulator putus. Bagaimana menurut anda pernyataan AS tersebut?

Selamat berdiskusi (DW).

235 COMMENTS

  1. NIM:5202418017
    Nama:Puji Nofiyanto
    Konsep pengaturan tegangan pada sistem pengisian adalah dengan cara mengatur(menaikkan/menurunkan) arus yang masuk ke rotor coil. Jika arus yang masuk ke rotor coil besar,maka kemagnetan pada rotor coil akan kuat sehingga tegangan yang dihasilkan oleh stator coil tinggi. Begitu pula sebaliknya.

    • Untuk menjalankan fungsi tersebut,pada regulator terdapat 2 plat kontak yang dikendalikan secara otomatis berdasarkan elektromagnet,yaitu P0 dan PL0. Pada saat mesin menyala dan sistem pengisian aktif,maka arus mengalir dari terminal B alternator=>terminal B regulator, kemudian mengaktifkan voltage relay, sehingga P0 akan terhubung ke P2 yang mengakibatkan lampu indikator pengisian mati. Saat itu pula voltage regulator juga aktif sehingga akan menarik PL0. Jika tegangan dari terminal B rendah,maka PL0 akan mengambang, sehingga arus dari baterai akan melewati resistor=>rotor coil. Ketika tegangan dari terminal B tinggi,maka PL0 akan terhubung ke PL2, sehingga arus dari baterai yang menuju ke rotor coil akan dihubungkan secara langsung ke ground.

      • Mohon maaf mas ijin menyanggah saat terminal PL0 itu akan mengambang bukan karena tegangan dari terminal B itu lemah karena ketika tegangan dari baterai itu lemah maka PL0 akan tetap menempel pada PL1 karena adanya pegas..sedangkan PL0 akan mengambang ketika arus dari B semakin kuat dan kemaghnitan di voltage regulator juga semakin kuat.

      • 5202418024

        Saudara suruh menjawab konsepnya, bukan cara kerjanya.. ini masih permulaan.. itu pada saat tegangan B rendah kok bisa pl0 mengambang, bukannya menempel pd pl1

  2. Konsep pengaturan tegangan pd sistem pengisian dipengaruhi oleh voltage regulator, voltage regulator berfungsi untuk mengatur arus yg masuk ke rotor koil.

    • Menambahkan sedikit, pengaturan arus yang masuk ke rotor coil berfungsi untuk menguatkan/melemahkan Medan magnet pada rotor coil sehingga akan mempengaruhi tegangan yang dihasilkan oleh stator coil. Jika medan magnet kuat,maka tegangan yang dihasilkan oleh stator coil tinggi. Jika medan magnet lemah,maka tegangan yang dihasilkan oleh stator coil rendah.

      • Dan jika melihat dari soal maka yang ditanyakan adalah prinsip pengaturan teganganya dimana prinsipbya menggunakan voltage regulator yang mengatur arus yang masuk melalui komponen kumparan voltage regulator dan terminal pl0,pl1,dan pl2 agar pengisian stabil

    • 5202418033

      2) Sesudah mesin hidup dan rotor pada alternator berputar, tegangan/voltage dibangkitkan dalam stator coil, dan tegangan netral dipergunakan untuk voltage relay, karena itu lampu charge jadi mati.

  3. 5202418040
    1. konsep pengaturan tegangan pada sistem pengisian yakni menggunakan regulator konvensional dengan cara mengatur besar kecilnya arus yg masuk ke kumparan rotor atau mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga tegangan output rotor tetap stabil 13.8-14.8V meski putaran mesin naik turun.

  4. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    1. Konsep pengaturan tegangan pada sistem pengisian yaitu dengan menggunakan regulator dimana prinsip pengaturan tegangan output pada alternator yaitu tergantung dari pembentukan maghnit pada rotor coil yang diatur oleh voltage regulator.. ketika kecepatan tinggi maka maghnit pada voltage regulator kuat sehingga kontak point pl0 menempel pada pl2 maka arus suplay ke rotor akan drop sehingga listrik yang dihasilkan juga menurun akan tetapi nanti terminal pl0 mengambang lagi dan proses ini akan berlangsung terus menerus untuk menjaga pengisian agar stabil.

  5. Nama : Sulkhan
    Nim : 5202418004
    Konsep pengaturan tegangan dilakukan dengan mengatur medan magnet pada alternator untuk menyesuaikan naik turunnya putaran mesin

    • Untuk menjalankan fungsi tersebut,pada regulator terdapat 2 plat kontak yang dikendalikan secara otomatis berdasarkan elektromagnet,yaitu P0 dan PL0. Pada saat mesin menyala dan sistem pengisian aktif,maka arus mengalir dari terminal B alternator=>terminal B regulator, kemudian mengaktifkan voltage relay, sehingga P0 akan terhubung ke P2 yang mengakibatkan lampu indikator pengisian mati. Saat itu pula voltage regulator juga aktif sehingga akan menarik PL0. Jika tegangan dari terminal B rendah,maka PL0 akan mengambang, sehingga arus dari baterai akan melewati resistor=>rotor coil. Ketika tegangan dari terminal B tinggi,maka PL0 akan terhubung ke PL2, sehingga arus dari baterai yang menuju ke rotor coil akan dihubungkan secara langsung ke ground.

    • Menurut saya jawaban hampir tepat, tetapi kurang lengkap, untuk mengatur kemagnetan pada alternator harus memperhatikan juga tegangan yang masuk ke rotor, jika semakin besar tegangan yang masuk ke rotor maka semakin besar kemagnetan. Semakin besar kemagnetan semakin besar pula output yang dihasilkan oleh alternator, begitu sebaliknya.

    • Sedikit menanggapi, jadi yang diatur agar tegangan output yang dihasillan stabil itu dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet pada rotor bukan mengatur medan magnet saja.

    • pengaturan tegangan pada sistem pengisian adalah dengan cara mengatur naik turunya arus yang masuk ke rotor coil. Jika arus yang masuk ke rotor coil besar,maka kemagnetan pada rotor coil akan kuat sehingga tegangan yang dihasilkan oleh stator coil tinggi. Begitu pula sebaliknya.

      • Bagaimana cara mengatur naik turunya arus yg masuk ke rotor coil? Apa komponen khusus yg dapat mengatur arus yg masuk ke rotor coil??

    • Jawaban ini menurut saya kurang tepat, dimana disitu tidak disebutkan alat apa yang dibutuhkan untuk mengatur besar kecilnya medan magnet pada alternator untuk menyesuaikan naik turunnya putaran mesin. Menurut pemahaman saya, naik turunnya arus yang masuk ke rotor diatur oleh regulator.

    • 5202418018

      Mohon maaf mas Sulkhan, ijin menyangga jadi konsep pengaturan tegangan pada sistem pengisian terjadi pada regulator dimana regulator ini berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus dengan cara mengatur kuat lemahnya medan magnet pada regulator.
      Jadi yang diatur bukan medan magnet pada alternator tapi arus yang keluar alternator.

    • Prinsip pengaturan tegangan pada sistem pengisian bahwa pada alternator tegangan yang dihasilkan bervariasi tergantung dari kecepatan putaran besarnya beban, karena tegangannya bervariasi maka regulator berfungsi menjaga tegangan output agar tetap konstan dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor didalam alternator.

    • Mengatur Medan magnet itu sebenarnya bukan dari alternator namun itu merupakan fungsi dari voltage regulator , alternator berfungsi untuk menghasilkan arus bolak balik ,jika magnet berputar maka menghasilkan tegangan induksi.maafkan jika komentar saya salah ,saya hanyalah hamba biasa .

    • Untuk mengatur medan magnet maka makin kuat medan magnet pada kumparan maka makin tinggi tegangan yang di hasilkan jadi yang selalu berubah ubah adalah putaran dan kuat lemahnya medan magnet. Jadi, saat putaran lambat maka tegangan yang di hasilkan cenderung rendah dan jika berputar semakin cepat maka tegangan yang dihasilkanya pun semakin naik

  6. 5202418035
    Dicky Kurniawan
    Prinsip dasar alternator adalah Sebuah generator untuk menghasilkan arus bolak balik,Yang terdiri dari kumparan tetap/stator coil,berada di sekeliling bagian yang berputar yaitu rotor.bagian yang berputar yakni magnet dan jika berputar maka arah kutub magnet yang di terima oleh kumparan penghantar akan berubah dari utara ke selatan secara periodik hal ini menyebabkan terjadi tegangan induksi pada penghantar yang arahnya berubah-ubah.tegangan induksi hasilnya berbanding lurus dengan putaran.

    • 5202418033

      Menurut saya jawaban anda benar dalam prinsip dasar alternatornya, tetapi kurang tepat dalam konsep pengaturan tegangan pada sistem pengisiannya kurang tepat, karena ketika alternator bervariasi sehingga dibutuhkan regulator yang fungsinya untuk menjaga tegangan output alternator

  7. Deni bagus prasetya
    5202418011

    1. Konsep dari pengaturan tegangan pada sistem pengisian adalah memperlihatkan dari peranan regulator untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk, pada kondisi tegangan yang makin naik maka regulator yang akan mengurangi besarnya arus yang masuk ke kumparan rotor, jadi untuk pengaturan tegangan pada sistem pengisian ada tugas/peran dari regulator

    • Menurut saya jawaban di atas sudah benar. Dan sedikit menambahkan regulator mengatur besarnya arus yang masuk pada kumparan rotor untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor. Jika arus yang masuk le rotor besar maka kuat medan magnet juga besar dan sebaliknya jika arus yang masuk ke kumparan rotor kecil maka kuat medan yang dihasilkan kecil.

  8. 5202418032
    Alif Fathah H

    1) menggunakan regulator untuk menjaga tegangan output alternator agar tetap konstan dengan mengatur besar kecilnya arus listrik atau kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor (rotor coil) di dalam alternator.

    • Karena kecepatan mesin yang tidak bisa konstan melainkan naik dan turun terus menerus meneyebabkan arus yang dihasilkan tegangan output alternator maka yang perlu di atur adalah kuat lemahnya medan magnet.jika putaran mesin naik makan medan magnetnya di lemahkan agar tegangan tidak terlalu tinggi . Jika putaran rendah maka medan magnetnya di kuatkan agar tegangan alternator tidak turun.

  9. Nama: janahtan firdaus
    Nim: 5202418001

    Naik turunnya putaran akan mempengaruhi tegangan yang dihasilkan alternator. Jika putaran naik, maka tegangan akan naik jika putaran turun maka tegangan akan turun. Untuk menghasilkan tegangan yang stabil pada alternator dilakukan dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet. Jika putaran mesin naik, maka medan magnet harus dilemahkan agar tegangan yang dihasilkan tidak terlalu tinggi, dan sebaliknya pada putaran rendah medan magnet harus dikuatkan untuk mencegah tegangan alternator turun. Jadi pengaturan output tegangan yang dihasilkan selalu stabil adalah dengan mengatur medan magnet pada alternator.

  10. 1.ada 3 hal pokok agar alternator dapat menghasilkan tegangan yaitu Medan magnet,ada kumparan yang memotong Medan magnet dan ada gerakan (putaran). Apabila salah satu dari ketiga hal tersebut tidak ada maka alternator tidak dapat menghasilkan tegangan . Naik turunya putaran akan mempengaruhi tegangan yang di hasilkan alternator. Bila putaran naik maka tegangan juga naik dan sebaliknya. Jumlah kumparan stator juga mempengaruhi besar kecilnya tegangan dan untuk menstabilkan tegangan maka dapat di atur lewat Medan magnet pada alternator

      • sedikit melengkapi pada komentar diatas jadi untuk konsep pengaturan tegangan yang ada pada sistem pengisian itu tergantung dari banyaknya arus yang masuk ke rotor, kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor dan kecepatan putaran rotor

      • Komen diatas kurang jelas, karena tidak menjelaskan tegangan dari mana dan bagaimna menjaga agar tegangan stalbil.
        Sharusnya menjelaskan jika tegangan dihasilkan dari alternator dan generator yang menjaga agar tegangan output alternator agar stabil

  11. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    Pada sistem pengapian putaran pully tidak akan selalu stabil dimana kadangkala setiap saat putarannya kencang dan kadangkala putarannya pelan. Kecepatan putaran yang tidak stabil akan menghasilkan tegangan yang tidak stabil pula. Untuk itu dibutuhkan Regulator untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor. Pada saat putaran putaran mesin tinggi maka regulator akan berfungsi untuk mengatur arus yang masuk agar diperkecil atau dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan menjadi lemah dan tegangan yang dihasilkan sesuai dengan yang dibutuhkan. Sebaliknya apabila putaran mesin lemah maka regulator akan mengatur arus yang masuk ke rotor besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor kuat.

  12. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    1. Konsep pengaturan tegangan pada regulator terjadi pada voltage relay dan voltage regulator dimana di sistem tersebut terdapat 3 fase aliran arus pengisian yaitu saat mesin putaran lambat, putaran sedang, dan putaran tinggi. Dari ketiga fase tersebut intinya sama hanya saja saat putaran lambat pengaturan hanya terjadi pada voltage relay dan sedang saat mesin putaran sedang dan tinggi pengaturan arus sudah melewati voltage regulator yaitu ada pl0, pl1,pl2

  13. 5202418010
    1. Konsep pengaturan tegangan pada sistem pengisian dimana regulator mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke rotor. Arus tersebut digunakan untuk menghasilkan Medan magnet pada kumparan rotor , Jika rotor berputar ,kumparan Stator akan terjadi tegangan bolak balik dan kemudian disearahkan. Putaran dari rotor menentukan arus yang masuk namun tegangan yang dihasilkan kumparan Stator stabil.

  14. Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul iman
    1. Pada dasarnya dalam sistem pengisian yang mengatur tegangan pada sistem pengisian adalah regulator, regulator merupakan komponen yang mengatur besar kecilnya tegangan output.
    Ada 3 prinsip kerja regulator yang 1. Makin tinggi kecepatan putaran rotor, tegangan yg dihasilkan semakin tinggi. 2. Makin kuat Medan magnet pada kumparan rotor, makin tinggi tegangan yang dihasilkan.3. makin banyak jumlah kumparan stator, makin tinggi tegangan yang dihasilkan..
    Jika tegangan turun maka tegangan pada kumparan regulator akan turun sehingga Medan magnet melemah dan apabila tegangan naik maka tegangan pada kumparan regulator akan naik juga..

    • Menanggapi jawaban mas Syamsudin. Jadi untuk regulator itu mengatur arus yang masuk ke rotor ,dimana arus tersebut ditambah/dikurangi. Misal putaran makin cepat, maka regulator akan mengurangi besar arus yang masuk ke rotor coil. Namun karena putarannya tinggi ,tegangan yg dihasilkan tetap stabil karena naiknya putaran diimbangi dengan penurunan arus yang masuk.

  15. 5202418022
    Hamdani Razak

    konsep pengaturan tegangan pada sistem pengapian bervariasi tergantung dari kecepatan putaran dan besarnya beban, maka digunakan regulator yang berfungsi untuk menjaga tegangan output alternatif agar tetap konstan dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet dan besar kecilnya arus listrik pada kumparan rotor dialternator.

    • Pada dasarnya tegangan alternator dihasilkan akibat putaran. Dan memerlukan regulator untuk menjaga agar tetap konstan. Dan hal tersebut terdapat dalam sistem pengisian bukan sistem pengapian.
      Terimakasih.

  16. 5202418019

    1. Pengaturan tegangan pada sistem pengisian digunakan regulator yang berfungsi untuk menjaga tegangan output alternator agar tetap konstan dengan mengatur kuat lemahnya Medan magnet pada kumparan rotor di dalam alternator.

    • Melengkapi jawaban mas Rizal ,jadi pengaturan tegangan output dengan mengatur arus yang masuk melewati regulator ke rotor coil (ditambah/dikurangi) dimana arus ini digunakan untuk menghasilkan Medan magnet.

    • Menurut saya jawabannya kurang tepat, fungsi dari regulator untuk mengatur besar kecilnya output tegangan bukan untuk menjaga,

    • Nama : Lulu’ul Janah
      Nim : 5202418006

      2. Pada saat aliran arus saat mesin berputar lambat, Setelah mesin hidup, stator coil menghasilkan arus listrik, tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator, lalu ke kumparan voltage relay lalu ke massa akibatnya pada kumparan voltage relay timbul medan magnet, sehingga terminal P0 tertarik dan menempel dengan P2 akibatnya lampu pengisian terjadi padam tidak mendapat massa.

  17. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM :5202418002

    1).Konsep pengaturan tegangan pada sistem pengisian konvensional bekerja berdasarkan Medan magnet pada kumparan regulator yang dihasilkan oleh alternator .naik turunnya putaran akan mempengaruhi tegangan yang dihasilkan alternator.jika magnet berputar maka menyebabkan tegangan induksi pada penghantar yang arah nya juga berubah ubah.

  18. 5202418029
    Dimas kurniawan

    1. konsep pengaturan tegangan pada sistem pengisian bervariasi tergantung kecepatan putaran dan besarnya beban. Jika tegangan bervariasi akibat putaran, maka digunakan regulator yang berfungsi untuk menjaga tegangan output alternator agar tetal konstan dengan mengatur besar kecilnya arus listrik atau kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor didalam alternator.

  19. 5202418013
    1. Konsep pengaturan tegangan pada pengisian itu pada teorinya semakin besar tegangan yang masuk ke rotor maka semakin besar kemagnetan. Semakin besar kemagnetan semakin besar pula output yang dihasilkan oleh alternator, begitupun sebaliknya.

    • Ini yang mengatur besar kecilnya tegangan siapa bang? Kok tidak disebutkan. Padahal alternator tidak bisa mengaturnya. Menurut saya yang mengatur besar kecilnya tegangan itu adalah Regulator

      • Ohh iya bang, sedikit menambahkan pertanyaan anda kurang logis seharusnya “komponen apa?” Bukan “siapa? ” Karena ini sebuah benda mas, terimakasih atas sanggahannya, tadinya mau saya tambahin komponen apa yang mengatur besar kecilnya tegangan tapi sudah terlanjur ke posting 👍

  20. 5202418039
    Konsep pengaturan tegangan pd sistem pengisian yaitu harus adanya Medan magnet,ada kumparan yg memotong Medan magnet dan ada gerakan yg menyebabkan terjadinya perpotongan antara Medan magnet dan kumparan. Naik turunnya putaran jg akan mempengaruhi tegangan, bila putaran naik maka tegangannya akan naik dan sebaliknya

    • Akan tetapi apabila hanya menggunakan/memanfaatkan perpotongan medan magnet akan dpt menimbulkan overcharge sehingga sistem pengisian dapat jebol/menyebabkan kerusakan pd komponene pengisian karena tegangan yg tdk stabil..

      • Terimakasih atas masukannya,, jadi agar tdk yrjdi overcharge tdk hanya memanfaatkan prptngan Medan magnet saja ttpi juga memanfaatkan arus yg masuk ke rotor coil dgn mngatur voltage regulator

  21. 5202418015
    Tegangan pada sistem pengisian dipengaruhi oleh putaran mesin, jumlah lilitan kumparan stator, dan medan magnet. Sistem pengisian mengatur kuat lemahnya medan magnet.

    • Yang diatur bukanlah kuat lemahnya medan magnet. Akan tetapi, arus inputan yg masuk ke rotor sehingga memengaruhi kuat tidaknya medan magnet yg dihasilkan pd kumparan.

    • Sistem pengisian itu berfungsi untuk menjamin ketersediaan energi listrik didalam baterai dengan mengisi kembali baterai setelah dipakai dan memberikan arus listrik ke sistem kelistrikan saat mesin hidup sedangkan yang mengatur kuat lemahnya Medan magnet adalah regulator

    • Wah jawaban anda hampir tepat mas, akan tetapi saya sedikit menyanggah jika anda menitik beratkan kuat lemahnya medan magnet saja tanpa mengetahui tegangan yang masuk ke rotor itu sedikit kurang tepat , karena kuat lemahnya medan magnet itu dipengaruhi oleh tegangan yang masuk ke rotor mas, terimakasih

    • 5202418018

      Mohon maaf mas Edi Safaat, ijin komentar jadi yang mengatur tegangan pada sistem pengisian adalah regulator. Dimana regulator ini berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus dengan cara mengatur kuat lemahnya medan magnet pada regulator.
      Jadi bukan jumlah lilitan pada stator dan Medan magnet

      • 5202418029

        Melengkapi, jadi yang mengatur tegangan disini adalah regulator. Karena regulator berfungsi untk mengatur besar kecilnya arus yg mengalir dg cara mengatur kuat lemahnya medan magnet pada regulator.

        Nuhun

    • 5202418005

      Menurut saya yang mengatur kuat lemahnya medan magnet adalah regulator, dengan cara mengalirkan besar kecilnya arus ke kumparan rotor menyebabkan besar kecilnya medan magnet pada kumparan rotor, sehingga mempengaruhi output dari alternator

  22. 5202418023
    Tegangan disistem pengisian dihasilkan dari alternator. Jadi tegangan tergantung dari kecepatan dan besarnya beban. Karena tegangan alternator berfariasi maka diperlukan regulator untuk untuk menjaga tegangan output alternator agar tetap konstan dengan cara mengatur besar kecilnya arus listrik atau kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor di alternator.

  23. 5202418034

    1. Konsep pengaturan tegangan pada sistem pengisian yaitu tegangan yg dihasilkan oleh alternator bervariasi tergantung dari kecepatan putaran dan besarnya beban. Karena tegangan alternator bervariasi akibat putaran, maka digunakan regulator yg berfungsi untuk menstabilkan tegangan output alternator agar tetap konstan dengan mengatur besar kecilnya arus listrik atau kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor didalam alternator.

  24. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    1. Prinsip pengaturan tegangan pada sistem pengisian bahwa pada alternator tegangan yang dihasilkan bervariasi tergantung dari kecepatan putaran besarnya beban, karena tegangannya bervariasi maka regulator berfungsi menjaga tegangan output agar tetap konstan. Ada tiga hal pokok agar alternator menghasilkan tegangan yaitu ada pada medan magnet, ada kumparan yang memotong medan magnet, dan ada gerakan (putaran) yang menyebabkan terjadinya perpotongan antara medan magnet dan kumparan. Apabila salahsatu tidak terpenuhi, alternator tidak menghasilkan tegangan. Putarannya pun bergantung pada kebutuhan.

  25. Konsep pengaturan tegangannya adalah tegangan tergantung dari kecepatan putaran dan besarnya beban,untuk sistem pengaturan tegangan ini menggunakan regulator yang berfungsi untuk menjaga tegangan output alternator agar tetap konstan dan mengatur besr kecilnya arus listrikdan kuat lemahnya medan maghnet pada kumparan rotor.

  26. 5202418026
    Heri setiawan

    1. Pada saat putaran tinggi arus yang masuk ke kumparan royor diperkecil atau dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor lemah. Saat mesin berputar lambat, tegangan alternator akan turun, namun pada kondisi ini regulator mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor kuat.

    • 5202418029

      Konsep mas, bukan cara kerja.
      Menurut saya konsep pengaturan tegangan pada sistem pengisian bervariasi tergantung kecepatan putaran dan besarnya beban. Jika tegangan bervariasi akibat putaran, maka digunakan regulator yang berfungsi untuk menjaga tegangan output alternator agar tetal konstan dengan mengatur besar kecilnya arus listrik atau kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor didalam alternator.

  27. 5202418008
    1.konsep pengaturan tegangan dilakukan oleh regulator berdasarkan medan magnet pada kumparan regulator untuk mengatur arus listrik yang mengalir ke kumparan rotor sehingga tegangan dapat stabil.

  28. 5202418033

    1) Konsep pengaturan tegangan pada sistem pengisian yaitu pada regulator, karena regulator fungsinya untuk menjaga tegangan output alternatorbagar tetap konstan dengan mengatur besar kecil arus listrik medan magnet pada rotor di dalam alternator

  29. 5202418009
    1.Mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor

    • Sedikit menambahkan, untuk mengatur besarnya arus yang masuk ke kumparan rotor, sistem pengisian menggunakan regulator, seperti pada saat putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator pada saat putaran mesin tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor diperkecil atau dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor lemah dan sebaliknya.

  30. Ryan Hidayat
    5202418036

    Semakin tinggi kecepatan putar rotor, maka tegangan yang dihasilkan juga akan semakin tinggi.Semakin kuat medan magnet pada kumparan rotor, maka akan semakin tinggi pula tegangan yang dihasilkan.Semakin banyak jumlah kumparan stator, maka akan semakin tinggi tegangan yang dihasilkan. Dan untuk point ke tiga in dalam sistem pengisian tidak mungkin dilakukan karena jumlah lilitan pada kumparan stator jumlahnya selalu tetap. jadi yang bisa diubah-ubah adalah putaran dan kuat lemahnya medan magnet.

  31. 5202418009
    1.Mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor

  32. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    2. Lampu indikator pada sistem pengisian mati saat mesin dihidupkan itu disebabkan karena rangkaian lampu indikator pengisian tidak mendapatkan massa karena terminal p0 tertarik ke p2 yang diakibatkan oleh tarikan magnit pada voltage relay yang mendapatkan arus saat mesin dihidupkan sehingga maghnit pada kumparan voltage relay hidup.

    • 5202418029

      Izin menambahkan, ketika tegangan dari terminal N altetnator mengalir ke N regulator, kemudian ke kumaparan voltage relay dan diteruskan ke massa, sehingga pada kumparan voltage relay timbul magnet, dan magnet tersebut menarik terminal po ke p2.

  33. 5202418024

    2. Lampu pengisian padam karena lampu tidak mendapatkan massa, disebabkan oleh kemagnetan di voltage relay maka p0 tertarik ke p2

    • Menambahkan sedikit,P0 tertarik dan menempel pada P2 karena adanya Medan magnet pada voltage relay yang mendapatkan arus dari terminal N alternator

    • Menambahkan: dan kemaghnitan pada voltage relay itu hidup pada saat mesin dihidupkan karena arus dari terminal N mengalir ke lilitan voltage relay

    • 5202418029

      Izin menambahkan, ketika tegangan dari terminal N altetnator mengalir ke N regulator, kemudian ke kumaparan voltage relay dan diteruskan ke massa, sehingga pada kumparan voltage relay timbul magnet, dan magnet tersebut menarik terminal po ke p2.

  34. NIM:5202418017
    Nama: Puji Nofiyanto
    2. Lampu pengisian menyala ketika mendapatkan arus dari baterai=>kunci kontak=>Lampu indikator=>Terminal L regulator=>P0=>P1=>terminal E regulator=>ground.
    Pada saat mesin hidup,arus dari terminal N pada alternator akan mengalir menuju terminal N regulator kemudian melalui voltage relay,lalu ke terminal E regulator kemudian ke ground, sehingga akan terjadi kemagnetan pada voltage relay yang mengakibatkan P0 akan tertarik sehingga menempel pada P2. Hal ini mengakibatkan arus yang melalui lampu tidak terhubung ke ground sehingga lampu mati.

    • 5202418024

      Dapat disingkat, saat mesin hidup voltage relay mendapatkan arua dari terminal N maka terjadi kemagnetan. Yang mengakibatkan p0 tertarik ke p2 maka lampu pengisian padam

  35. 5202418040
    2. Setelah mesin hidup, maka lampu pengisian akan padam karena pada saat mesin hidup dan rotor pada alternator berputar, tegangan / voltage dibangkitkan dalam stator coil, dan tegangan netral dipergunakan untuk voltage relay, karena itu lampu charge jadi mati. Pada waktu yang sama tegangan yang di keluarkan beraksi pada voltage regulator. Arus medan (field current) yang ke rotor dikontrol dan disesuaikan dengan tegangan yang dikeluarkan terminal B yang beraksi pada Voltage regulator. Demikianlah salah satu arus medan akan lewat menembus atau tidak menembus resistor R, tergantung pada keadaan titik kontak PO.
    Bila gerakan PO dari voltage relay, membuat hubungan dengan titik kontak P2, maka pada sirkuit sesudah dan sebelum lampu pengisian (charge) tegangannya sama sehingga arus tidak akan mengalir ke lampu dan akhirnya lampu mati.

  36. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    2. Lampu CHG/indikator saat mesin hidup hidup padam, hal ini menandakan bahwa sistem pengisian bekerja dengan baik karena pada saat lampu tersebut padam dan mesin sudah berputar pada voltage relay arus dari B sudah mengalir dari p2 ke p0 tidak lagi ke p1 sehingga lampu padam.

  37. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    2. Setelah mesin dalam kondisi hidup, stator coil akan menghasilkan arus listrik. Tegangan dari terminal N alternator akan mengalir ke N regulator, ke kumparan voltage relay, dan ke massa. Akibatnya pada kumparan voltage relay akan timbul medan magnet sehingga terminal P0 tertarik dan menempel pada P2. Karena menempelnya itu akan mengakibatkan lampu pengisian menjadi padam karena tidak mendapat massa.

  38. 5202418008

    2.lampu padam karena tidak mendapat massa, itu disebabkan karena setelah mesin hidup stator coil menghasilkan arus listrik. Tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator,kekumparan voltage relay, dan ke massa. Akibatnya pada kumparan voltage relay timbul medan magnet sehingga terminal p0 tertarik dan menempel pada p2. Akibatnya lampu pengisian padam karena tidak mendapat massa.

  39. Deni bagus prasetya
    5202418011

    2. Setelah mesin hidup stator coil menghasilkan arus listrik. Maka tegangan pada kumparan dari terminal N altenator mengalir ke N pada regulator dan berikutnya ke kumparan voltage relay kemudian ke massa. Kejadian itu mengakibatkan pada kumparan voltage relay timbul medan magnet sehingga terminal P0 menempel dengan P2, akibatnya lampu pengisian menjadi menjadi padam karena tidak mendapatkan massa.

  40. Menambahkan: dan kemaghnitan pada voltage relay itu hidup pada saat mesin dihidupkan karena arus dari terminal N mengalir ke lilitan voltage relay

  41. 5202418026
    Heri setiawan

    Soal no.2
    Dari sepengetahuan saya, ketika mesin dihidupkan dan lampu indikator pengisian hidup, itu tandanya sistem pengisian belum terjadi(masih dalam tahap persiapan). Nah ketika lampu indikator redup/mati itu tandanya sistem pengisian sudah berjalan.

    • Sistem pengisian sudah berjalan diakibatkan oleh kumparan voltage relay yang timbul medan magnet lalu terminal P0 tertarik dan menempel ke P2.

    • Izin menambahkan mas Pada saat aliran arus saat mesin berputar lambat, Setelah mesin hidup, stator coil menghasilkan arus listrik, tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator, lalu ke kumparan voltage relay lalu ke massa akibatnya pada kumparan voltage relay timbul medan magnet, sehingga terminal P0 tertarik dan menempel dengan P2 akibatnya lampu pengisian terjadi padam tidak mendapat massa dan lampupun padam.

    • Menurut saya jawaban mas heri kurang tepat karena jika lampu indikator hidup maka sistem pengisian itu belum bekerja. Karena voltage relay belum mendapat tegangan dan lampu dapat menyala akibat langsung terhubung dari baterai. Jika voltage relay aktif karena adanya arus yang masuk maka sistem pengisian akan berkerja. Dan tidak ada arus yang mengalir ke lampu indikator

      • Nama : Lulu’ul Janah
        Nim : 5202418006

        4. Menurut saya kurang tepat karena fungsi dari regulator untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil (13,8 v sampai 14,8 v) meskipun putaran mesin naik atau turun. Berdasarkan hal tersebut jika regulator putus maka tegangan output yang mengalir menjadi tidak stabil dikarenakan regulator tidak berfungsi dengan baik.

    • 5202418029

      Izin menambahkan, ketika tegangan dari terminal N altetnator mengalir ke N regulator, kemudian ke kumaparan voltage relay dan diteruskan ke massa, sehingga pada kumparan voltage relay timbul magnet, dan magnet tersebut menarik terminal po ke p2. Sehingga lampu tdk mendapat massa.

  42. 2. Lampu CHG dapat menyala karena adanya arus listrik yang mengalir ke lampu, mudahnya pada lampu salah satu terminalnya mendapatkan tegangan positif dan satu terminal lainnya mendapatkan tegangan negatif (massa).
    Apabila salah satu tegangan yang ada diterminal ini dihilangkan atau dua terminal tegangannya sama (positif dan positif atau negatif dan negatif) maka tidak ada aliran arus listrik yang ke lampu karena salah satu syarat adanya aliran listrik adalah adanya beda potensial sehingga apabila keadaan tersebut terjadi maka lampu tidak akan menyala.
    Kejadian di atas diterapkan pada kerja dari lampu CHG disistem pengisian. Ketika kunci kontak On dan mesin mati maka lampu CHG menyala dan ketika mesin hidup maka lampu CHG mati.

    • Wahh jawaban anda terlalu terbelit-belit mas, sedikit menyanggah ya mas pada dasarnya lampu pengisian tidak menyala karena tidak mendapat massa, karena pada saat ini kumparan voltage relay timbul medan magnet, sehingga terminal P0 tertarik dan menempel dengan P2.

    • Sebenarnya si simpel jawabannya lampu pengisian padam karena tidak mendapatkan masa
      Tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator, kemudian ke kumparan voltage relay, lalu ke massa. Akibatnya pada kumparan voltage relay akan muncul medan magnet dan terminal P0 akan tertarik dan menempel dengan P2

  43. 5202418029
    Dimas kurniawan

    2. Penjelasan kenapa lampu padam ketika mesin hidup. Karena pada saat mesin hidup, tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator – kumparan voltage relay – massa. Akibatnya pada kumparan voltage relay timbul medan magnet. Sehingga terminal po tertarik dan menempel dengan p2. Sehingga lampu tdk mendapat massa dan padam.

  44. 5202418010

    2. Setelah mesin hidup maka lampu charging akan mati/padam karena tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator ,ke kumparan voltage relay, ke massa. Sehingga kumparan voltage relay timbul.medan magnet ,sehingga terminal p0 tertarik dan menempel dengan p2. Akibatnya lampu charging padam karena tidak mendapat massa.

  45. 5202418007
    2.Tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator, kemudian ke kumparan voltage relay, lalu ke massa. Akibatnya pada kumparan voltage relay akan muncul medan magnet dan terminal P0 akan tertarik dan menempel dengan P2. Akibatnya lampu pengisian menjadi padam karena tidak mendapatkan massa.

    • Karna Tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator ke kumparan voltage ralay ke massa akibat oada kumparan voltage relay timbul medan magnet terminal P0 tertarik dab menempel P² sehingga lampu padam

  46. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    2).Setelah mesin hidup, maka lampu pengisian akan padam . sebelumnya saya akan coba menjelaskan mengapa lampu chg nyala karena arus mengalir dari baterai ke fusebelink ,ke kunci kontak ke fuse ke lampu indikator ke L Ke P0 ke P1 ke masa akibatnya lampu menyala .dan jika lampu indikator menyala terus itu ada kendor pada rangkaian F regulator . #akibat lampu pengisian mati jika mesin hidup karena tidak mendapatkan massa .

    • 5202418029

      Izin menambahkan, ketika tegangan dari terminal N altetnator mengalir ke N regulator, kemudian ke kumaparan voltage relay dan diteruskan ke massa, sehingga pada kumparan voltage relay timbul magnet, dan magnet tersebut menarik terminal po ke p2. Sehingga lampu tdk mendapat massa.

  47. 5202418023
    2. Pada saat tegangan dari terminal N alternator mengalir ke terminal N regulator yang selanjutnya menuju kumparan voltage relay lalu ke massa. Akibatnya kumparan voltage relay timbul magnet yang mengakibatkan terminal P0 tertarik dan menempel ke P2 sehingga lampu pengisian tidak mendapat massa. Akibatnya lampu pengisian padam

  48. Soal no.2

    2.setelah mesin hidup maka lampu pengisian akan padam karena pada lampu pengisian tidak mendapatkan massa, tegangan yang semula dari terminal N alterntor mengalir ke terminal N regulator, ke kumparan voltage relay, kemudian ke massa..
    Hal ini mengakibatkan pada kumparan voltage relay timbul Medan magnet, yang mengakibatkan lampu pengisian padam karena tidak mendapat massa.

  49. 5202418035
    2).setelah mesin hidup maka stator coil menghasilkan arus listrik,tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator,ke kumparan relay ke massa.Akibatnya voltage relay timbul medan magnet,sehingga terminal Po tertarik dan menempel ke P2.dan lampu pengisian mati karena tidak mendapat massa

  50. 5202418009
    2.Setelah mesin hidup, maka lampu pengisian akan padam. Bagaimana penjelasannya lampu bisa padam. Karna Tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator ke kumparan voltage ralay ke massa akibat oada kumparan voltage relay timbul medan magnet terminal P0 tertarik dab menempel P² sehingga lampu padam.

  51. 5202418013
    2. Lampu pengisian bisa padam saat mesin hidup karena tidak mendapat massa, karena pada saat ini kumparan voltage relay timbul medan magnet, sehingga terminal P0 tertarik dan menempel dengan P2.

    • Sedikit menambah, sebelumnya tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator, lalu ke kumparan voltage relay kemudian ke massa. Sehingga kumparan voltage relay timbul medan magnet. Hal inilah yang menyebabkan terminal P0 tertarik menempel ke P2 yang memutuskan aliran ke massa sehingga lampu pengisian padam.

  52. Nama: janahtan firdaus
    Nim: 5202418001

    2. Pada saat mesin sudah hidup maka lampu indikator akan mati karena adanya peran dari voltage relay. Voltage relay aktif ketika adanya tegangan dari terminal N sehingga lampu indikator dapat mati ketika mesin menyala. Karena tidak ada beda potensial dari sumber ke beban yaitu lampu indikator itu sendiri akibat pengaruh dari voltage relay

    • 5202418029

      Izin menambahkan, ketika tegangan dari terminal N altetnator mengalir ke N regulator, kemudian ke kumaparan voltage relay dan diteruskan ke massa, sehingga pada kumparan voltage relay timbul magnet, dan magnet tersebut menarik terminal po ke p2. Sehingga lampu tdk mendapat massa.

  53. 5202418015
    2. Lampu pengisian padam setelah mesin hidup karena pada saat voltage relay timbul kemagnetan terminal P0 tertarik menempel ke P2 sehingga lampu pengisian tidak mendpatkan massa.

    • Melengkapi jawaban mas Edi, bahwasanya timbulnya kemagnetan pada voltage relay karena tegangan N alternator mengalir ke N regulator. Sehingga terminal p0 tertarik dan menempel ke p2.

    • Sedikit menambah mas, sebelumnya tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator, lalu ke kumparan voltage relay kemudian ke massa. Sehingga kumparan voltage relay timbul medan magnet. Hal inilah yang menyebabkan terminal P0 tertarik menempel ke P2 yang memutuskan aliran ke massa sehingga lampu pengisian padam.

  54. 5202418034

    2. Mengapa lampu pengisian bisa padam ?, karena setelah mesin hidup, stator coil (SC) menghasilkan arus listrik. Jadi tegangan dari terminal N alternator mengalir ke terminal N regulator, kemudian ke kumparan voltage relay, dan ke massa. Akibatnya pada kumparan voltage relay timbul medan magnet, sehingga terminal P0 yg tadinya menempel pada P1 yg menyebabkan lampu pengisian menyala menjadi tertarik lepas dari terminal P1 dan menempel P2. sehingga lampu pengisian menjadi padam.

  55. Nama : 5202418006
    Nim : 5202418006

    2. Pada saat aliran arus saat mesin berputar lambat, Setelah mesin hidup, stator coil menghasilkan arus listrik, tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator, lalu ke kumparan voltage relay lalu ke massa akibatnya pada kumparan voltage relay timbul medan magnet, sehingga terminal P0 tertarik dan menempel dengan P2 akibatnya lampu pengisian terjadi padam tidak mendapat massa.

  56. 5202418032
    Alif Fathah H

    2) Lampu indikator akan padam jika tidak terjadi beda potensial antara dua terminal lampu tersebut. Saat mesin hidup, tidak terjadi beda potensial dalam terminal lampu hal itu menyebabkan lampu indikator padam.

  57. 5202418022
    Hamdani Razak

    2.Lampu pengisian dapat menyala karena adanya arus listrik yang mengalir ke lampu, gampangnya pada lampu salah satu terminalnya mendapatkan tegangan positif dan satu terminal lainnya mendapatkan tegangan negatif (massa).
    Apabila salah satu tegangan yang ada diterminal ini dihilangkan atau dua terminal tegangannya sama (positif dan positif atau negatif dan negatif) maka tidak ada aliran arus listrik yang ke lampu karena salah satu syarat adanya aliran listrik adalah adanya beda potensial sehingga apabila keadaan tersebut terjadi maka lampu tidak akan menyala.

    • 5202418005

      Melengkapi jawaban mas Hamdani, timbulnya kemagnetan pada voltage relay karena tegangan N alternator mengalir ke N regulator. Sehingga terminal P0 tertarik dan menempel ke P2 akibatnya lampu pengisian padam karena tidak mendapatkan massa

  58. 5202418039
    Jika mesin hidup maka Lampu sistem pengisiian akan padam,, itu tandanya sistem pengisian pd lampu dalam keadaan normal, didalamnya terdapat hubungan antara Terminal F regulator dan F alternator , Terminal N alternator dan N regulator shg mnyebabkan lampu mati saat mesin dihidupkan

  59. 5202418019

    2. Lampu pengisian padam karena tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator, ke kumparan voltage relay , ke massa, akibatnya kumparan voltage relay timbul Medan magnet sehingga terminal P0 tertarik dan menempel ke P2 dan mengakibatkan lampu pengisian tidak mendapat massa dan padam

  60. NIM:5202418017
    Nama:Puji Nofiyanto
    3. Jika voltage relay putus,maka tegangan output dari alternator akan melebihi standar karena rangkaian yang bertugas untuk mengatur arus pada rotor coil tidak bekerja sesuai dengan fungsinya. Jika voltage relay putus,maka arus dari terminal B tidak bisa terhubung dengan P0 sehingga tidak bisa mengaktifkan voltage regulator. Hal ini mengakibatkan PL0 akan terus terhubung ke PL1.

  61. Menambahkan jawaban dari mas Heri ,iya jawaban itu sudah baik namun lebih baik nya lagi dijelaskan mengapa lampu chg mati saat mesin hidup , seperti Penjelasan kenapa lampu padam ketika mesin hidup. Karena pada saat mesin hidup, tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator – kumparan voltage relay – massa. Akibatnya pada kumparan voltage relay timbul medan magnet. Sehingga terminal po tertarik dan menempel dengan p2. Sehingga lampu tdk mendapat massa dan padam.

  62. 5202418033

    2) Sesudah mesin hidup dan rotor pada alternator berputar, tegangan/voltage dibangkitkan dalam stator coil, dan tegangan netral dipergunakan untuk voltage relay, karena itu lampu charge jadi mati.

  63. 5202418029

    Melengkapi, jadi yang mengatur tegangan disini adalah regulator. Karena regulator berfungsi untk mengatur besar kecilnya arus yg mengalir dg cara mengatur kuat lemahnya medan magnet pada regulator.

    Nuhun

  64. Ryan Hidayat
    5202418036

    2. Setelah mesin hidup,stator coil (SC) menghasilkan arus listrik. Tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator, ke kumparan voltage relay, ke massa. Akibatnya pada kumparan voltage relay timbul medan magnet, Sehingga terminal P0 tertarik dan menempel dengan P2. Akibatnya lampu pengisian menjadi padam karena tidak mendapat massa.

  65. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    3. Jika kumparan pada voltage relai putus, maka tegangan output alternator akan melebihi standar.
    Pernyataan tersebut menurut saya benar karena ketika voltage relay putus maka otomatis pada voltage relay tidak terjadi kemaghnitan sehingga p0 tidak akan tertarik ke p2 dan akan tetap menempel pada p1. Maka ketika output alternator besar dan melebihi standar itu akan tetap saja terjadi sehingga menimbulkan overcharge karena plo akan tetap menempel pada pl1 yang disebabkan medan maghnit pada voltage regulator tidak hidup karena arus dari B yang menuju terminal p2 tidak diteruskan ke voltage regulator. Maka arus yang masuk ke rotor coil akan terus menerus besar karena tidak ada drop voltage pada rotor coil.

  66. Deni bagus prasetya
    5202418011

    3. Tidak, karena jika putaranya naik menjadi putaran tinggi maka tegangan output pada terminal B alternator juga akan cenderung makin bertambah tinggi dan bila tegangan tersebut melebihi 14,8 volt maka kemagnetan pada kumparan voltage regulator juga semakin kuat.

    • Menurut saya jawaban dari mas deny salah karena jika kumparan pada voltage relay terputus maka arus akan mengalir dari baterai langsung ke kumparan rotor sehingga medan magnet pada rotor akan besar dan menghasilkan tegangan output yang besar juga

    • Menanggapi bahwa voltage regukator disini kemaghnitanya tidak akan hidup karena tegangan b yang masuk ke terminal p2 itu tidak diteruskan ke voltage regulator karena p0 tidak akan menempel pada p2 yang disebabkan voltage relay putus .

  67. NIM:5202418017
    Nama:Puji Nofiyanto
    3. Jika voltage relay putus,maka tegangan output dari alternator akan melebihi standar karena rangkaian yang bertugas untuk mengatur arus pada rotor coil tidak bekerja sesuai dengan fungsinya. Jika voltage relay putus maka tidak akan terjadi kemagnetan pada voltage relay sehingga tidak bisa menarik P0 untuk terhubung ke P1. Akibatnya arus dari terminal B tidak bisa terhubung dengan P0 sehingga tidak bisa mengaktifkan voltage regulator. Hal ini mengakibatkan PL0 akan terus terhubung ke PL1.

  68. 5202418013
    3. Apabila voltage relay putus atau rusak maka tegangan output pada alternator akan melibihi batas/standar , karena pada dasarnya fungsi voltage relay adalah mematikan lampu chg dan menghubungkan arus ke voltage regulator,

    Jadi kesimpulannya, jika voltage relay putus maka arus yang ke voltage regulator untuk mengatur besar kecilnya tegangan masuk ke rotor akan tidak terkendali, sehingga akan menghasilkan output pada alternator yang melebihi standard

  69. NIM:5202418017
    Nama:Puji Nofiyanto
    3. Jika voltage relay putus,maka tegangan output dari alternator akan melebihi standar karena rangkaian yang bertugas untuk mengatur arus pada rotor coil tidak bekerja sesuai dengan fungsinya. Jika voltage relay putus maka tidak akan terjadi kemagnetan pada voltage relay sehingga tidak bisa menarik P0 untuk terhubung ke P2. Akibatnya arus dari terminal B tidak bisa terhubung dengan P0 sehingga tidak bisa mengaktifkan voltage regulator. Hal ini mengakibatkan PL0 akan terus terhubung ke PL1.

    • Mohon maaf mas puji pada jawaban anda ini tidak terdapat kesimpulan benar atau salah, sebaiknya harus di tambahi keterangan benar atau salah

    • Mohon maaf mas puji sedikit menyarankan seharusnya pada jawaban anda harus diberi keterangan atau kesimpulan bahwa jawaban anda ini “benar/salah” Karena saya tidak menjumpai pernyataan itu

    • 5202418029

      Izin menambahkan, Jika voltage relay putus maka arus akan mengalir menuju P1 dan langsung dilanjutkan ke massa. Akibatnya tegangan yang mengalir akan tinggi, karena fungsi dari voltage relay adalah membatasi tegangan agar tidak melebihi kapasitas yang dibutuhkan.

  70. Nama: janahtan firdaus
    Nim: 5202418001

    3. Benar. Karena jika kumparan pada voltage relay terputus maka tidak timbul kemagnetan pada kumparan voltage relay untuk mengubah ubah posisi saklar untuk mengatur jumlahnya arus yang masuk ke kumparan rotor. Kumparan voltage yang putus maka saklar akan menempel dari positif baretai langsung menuju kumparan rotor sehingga arus yang masuk sangat besar karena tidak melalui resistor terlibih dahulu untuk menghambat arus yang masuk

  71. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM : 5202418002

    3).Jika kumparan pada voltage relai putus, maka tegangan output alternator akan melebihi standar dari pernyataan tersebut benar karena bila voltage relay putus maka akan terjadi induksi tegangan pada alternator.

    • Maaf,apa yg dimaksud dengan tegangan induksi pada alternator ya?
      Bukankah jika voltage relay putus,maka tegangan output dari alternator akan melebihi standar karena rangkaian yang bertugas untuk mengatur arus pada rotor coil tidak bekerja sesuai dengan fungsinya. Jika voltage relay putus maka tidak akan terjadi kemagnetan pada voltage relay sehingga tidak bisa menarik P0 untuk terhubung ke P1. Akibatnya arus dari terminal B tidak bisa terhubung dengan P0 sehingga tidak bisa mengaktifkan voltage regulator. Hal ini mengakibatkan PL0 akan terus terhubung ke PL1.

  72. Soal 3

    3. Menurut saya peryataan tersebut kurang tepat, tegangan output altenator dipengaruhi oleh kecepatan putaran,bila putaran naik maka menjadi putaran tinggi, dan tegangan akan cenderung naik, jika tegangan melebihi standar maka kemagnetan pada kumparan voltage relay regulator akan semakin kuat..dan bila tegangan turun maka kemagnetan pada voltage regulator akan melemah lagi, jadi buka kumparan pada voltage regulator yang menyebabkan tegangan melebihi standar

    • Justru ketika kumparan pada voltage relay putus yang mengalir pada arus dari terminal B ke voltage regulator juga putus akibatnya tegangan outputnya juga tidak terkendali

  73. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    3. Saya kurang setuju dengan pernyataan diatas karena fungsi dari voltage relay sendiri adalah untuk mencegah arus terbalik dari baterai ke alternator ketika alternator dimatikan atau tegangan yang dihasilkan lebih kecil dari tegangan baterai.
    Jadi ketika voltage relay terputus kemungkinan yang terjadi pengisian tidak bekerja karena dapat terjadi arus balik ketika tegangan alternator lebih kecil dari tegangan baterai. Akibatnya tidak terjadi pengisian terutama saat mesin putaran lambat.

  74. 5202418039
    Menurut saya pernyataan trsbut kurang tepat Krn yg menyebabkan tegangan output naik melebihi standar bukan pd voltage relay tetapi pd putaran mesin yg awalnya naik menjadi sedang,,

  75. 5202418009
    3.Tegangan dari alternator akan melebihi kinerja standar yang dihasilkan saat yang terjadi voltage relay terputus arus yang dihubungkan ke terminal B tidak terhubung keP0

  76. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    3. Jika voltage relay putus maka arus akan mengalir menuju P1 dan langsung dilanjutkan ke massa. Akibatnya tegangan yang mengalir akan tinggi, karena fungsi dari voltage relay adalah membatasi tegangan agar tidak melebihi kapasitas yang dibutuhkan. Jika voltage relay putus akan mengakibatkan tegangan yang mengalir besar dan bisa mengakibatkan regulator rusak.

    • Nama : Lulu’ul Janah
      Nim : 5202418006

      3. Menurut saya pernyataan tersebut benar karena jika kumparan pada voltage relay putus maka tidak ada kemagnetan pada kumparan voltage relay. arus dari terminal B tidak bisa terhubung dengan P0 sehingga tidak bisa mengaktifkan voltage regulator. Sedangkan fungsi dari voltage relay yaitu menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator.

  77. 5202418030
    Ahmad kholil
    2.lampu bisa padam karena tidak lampu tidak mendapatkan massa karena tegangan dari terminal n alternator mengalir ke n regulator ke kumparan voltage ke massa dan akibatnya voltage relay timbul medan maghnet sehingga terminal p0 tertarik dan menempel dengan p2

  78. 5202418007
    3. Benar sekali karena apabila kumparan pada voltage relai putus, maka tegangan output alternator akan melebihi standar atau tidak terkendali tidak itu saja namun arus dari terminal B ke voltage regulator juga ikut terhambat

    • Menambah, apabila voltage relay putus maka arus dari terminal B tidak terhubung ke P0 sehingga tidak bisa mengaktifkan voltage regulator akibatnya Pl0 akan terus terhubung ke Pl1 atau simpelnya arus tidak dihambat oleh resistor.

  79. 3. Benar, Karena jika voltage relay putus,maka tegangan output dari alternator akan melebihi standar karena rangkaian yang bertugas untuk mengatur arus pada rotor coil tidak bekerja sesuai dengan fungsinya. Jika voltage relay putus,maka arus dari terminal B tidak bisa terhubung dengan P0 sehingga tidak bisa mengaktifkan voltage regulator. Hal ini mengakibatkan PL0 akan terus terhubung ke PL1.

  80. 5202418034

    3. Jika voltage relay terputus maka tegangan output dari alternator melebihi standar, menurut saya pernyataan tersebut benar karena rangkaian yg mengatur arus pada rotor coil tidak berfungsi dengan baik sehingga voltage regulator tidak aktif karena arus dari terminal B tidak mengalir ke terminal P0, yg mengakibatkan terminal PL0 akan terus menempel pada terminal PL1.

  81. 5202418032
    Alif Fathah H

    3) menurut saya benar. Karena voltage relay berfungsi untuk mengatur tegangan pada rotor coil. Jika voltage relay putus, maka voltage regulator tidak berfungsi, jadi tegangan output alternator akan mengalir terus menerus dan melebihi batas standarnya.

  82. 5202418033

    3) Jika voltage relay putus, maka arus dari terminal B tidak bisa terhubung dengan P0 sehingga tidak bisa mengaktifkan voltage regulator. Sehingga mengakibatkan putaran dan tegangan cenderung menjadi naik

  83. 5202418015
    3. Ada benarnya karena regulator relay putus maka arus dari baterai tidak di ke resistor sehingga arus yang masuk ke rotor koil tidak dihambat oleh resistor

  84. 5202418022
    Hamdani Razak

    3. jika kumparan voltage relai putus maka tegangan output alternator akan melebihi standar, pernyataan diatas benar karna voltage relai berfungsi untuk mengatur tegangan, karna peristiwa tersebut voltage regulator tidak akan berkerja dan arusnya akan terus mengalir sampai melebihi standar.

  85. Soal 3

    3.pernyataan diatas kurang tepat karena fungsi dari voltage relay sendiri adalah untuk mematikan lampu CHG(charging) dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator. Jadi jika kumparan voltage relay putus maka yang terjadi adalah arus yang mengalir ke voltage regulator terhambat.

  86. 5202418030
    Ahmad kholil
    3.Penyataan tersebut benar jika voltage relay putus maka arus yang ke voltage regulator yang berfungsi untuk mengatur besar kecilnya tegangan masuk ke rotor tidak terkendali, karena tegangan yang masuk tidak terkendali sehingga output pada alternator akan melebihi standard

  87. NIM: 5202418017
    Nama: Puji Nofiyanto
    4. Jika voltage regulator putus,maka tidak akan terjadi kemagnetan pada voltage regulator. Hal ini mengakibatkan PL0 tidak bisa terhubung pada PL2, sehingga saat putaran mesin tinggi arus yang yang menuju ke rotor coil tidak bisa dihubungkan secara langsung ke ground. Akibatnya tegangan yang dihasilkan oleh stator justru akan melebihi standar. Kesimpulannya pernyataan dari mahasiswa AS “salah”.

    • Menanggapi bahwa yang dikatakan ketika putaran mesin tinggi arus yang menuju rotor coil itu tidak diteruskan langsung ke ground menurut saya kurang tepat.karena ketika arus dialirkan ke rotor coil maka ya akan sampai ke ground..
      Tapi yang dimaksudkan ketika putaran mesin tinggi arus yang dari terminal IG itu dilewatkan melalui resistor dan selanjutnya masuk ke pl0 dan pl2 lalu sampai langsung ke ground sehingga pada rotor coil medan maghnitnya drop karena arus yang besar dialirkan langsung ke massa tidak menuju rotor coil.

  88. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    4. Seorang mahasiswa PTO UNNES berinisial AS menjelaskan bahwa tegangan output alternator akan kurang dari standar jika kumparan voltage regulator putus.
    Menurut saya pernyataan diatas salah karena ketika voltage regulator putu, justru sistem pengisian bisa terjadi overcharge karena terminal pl0 akan terus menempel pada pl1 sehingga ketika arus yang besar masuk ke rotor coil melalui terminal ig akan tetap dialirkan ke rotor coil melalui terminal pl1 dan pl0.

  89. 5202418024

    3. Tidak benar jika voltage relay putus maka sistem pengisian hanya merespon mesin dalam kondisi berputar lambat.

  90. 5202418029

    3. Benar, Jika voltage relay putus maka arus akan mengalir menuju P1 dan langsung dilanjutkan ke massa. Akibatnya tegangan yang mengalir akan tinggi, karena fungsi dari voltage relay adalah membatasi tegangan agar tidak melebihi kapasitas yang dibutuhkan.

  91. 5202418039
    Menurut saya pendapat tersebut kurang tepat karena
    Yg menyebabkan tegangan output alternator akan kurang dari standar yaitu adanya putaran mesin yg rendah, shg tegangan alternatif juga cenderung akan rendah, bila tegangan B kurang dari 13,8 Medan magnet pd kumparan voltage regulator lemah dan Plo tetap menempel ke Pl1(Krn adanya pegas pd Plo)

  92. 5202418019

    3. Menurut saya pernyataan tersebut benar karena pada saat voltage relay terputus maka tidak terjadi kemagnetan pada voltage relay sehingga menyebabkan P0 dan P2 tidak terhubung dan voltage regulator tidak bisa aktif sehingga tegangan yang dihasilkan akan tetap besar

  93. 5202418001

    4. Menurut saya pernyataan dari AS salah karena jika kumparan pada voltage relay terputus justru tegangan output yang dihasilkan dari altenator lebih besar dari standar. Karena jika kumparan pada voltage relay terputus maka tidak terjadi kemagnetan pada kumparan voltage relay sehingga saklar tidak tertarik untuk menghubungkan ke resistor untuk mengurangi arus. Dan arus akan mengalir dari baterai langsung ke kumparan rotor sehingga arus yang masuk besar. Karena arus yang masuk ke kumparan rotor besar maka kuat medan magnet yang timbul juga semakin kuat sehingga tegangan output yang dihasilkan dari alternator juga semakin besar pula

    • maaf saya hanya menambahkan mungkin mas nathan itu typo, kan si AS berpendapat tegangan output alternator akan kurang dari standar jika kumparan voltage regulator putus. namun mas nathan menuliskan jika voltage relay yang terputus

  94. 5202418023
    3. Saat voltage relay terputus maka tidak timbul medan magnet. Sehinga lampu CHG tidak menyala. Dan voltage relay juga berfungsi untuk menghubungakan arus ke voltage regulator. Jadi jika voltage relay terputus arus yang terhubung ke regulator tidak stabil dan bisa menyebabkan tegangan melebihi standar

  95. 5202418035
    3).jika kumparan pada voltage relay terputus maka tegangan yang dihasilkan bisa jadi teganganya melebihi standar jika putaran mesin tinggi .
    Karena pada voltage relay terdapat tiga buat titik kontak yaitu Po1,P1 dan P2 dan pada kondisi normal (tidak bekerja) titik kontak Po selalu menempel pada P1 .pada bagian bawah regulator terdapat resistor yang menghubungjan terminal IG dan F pada regulator.besar tahanannya 11Ohm dan resistor ini menjadi salah satu petunjuk untuk nenentukan kumparan voltage regulator.jadi jika voltage relay terputus tidak ada penunjuk untuk pengatur arus yang masuk ke voltage regulator

    • 5202418033

      Benar, ketika voltage relay putus maka otomatis pada voltage relay tidak terjadi kemagnetan. Sehingga P0 tidak akan tertarik ke P2 dan akan tetap menempel pada P1 sehingga tegangan melebihi standar.

  96. 5202418026
    Heri setiawan

    3. Jika kumparan pada voltage relai putus, maka tegangan output alternator akan melebihi standar. Dikarenakan arus dari terminal B tidak bisa terhubung dengan P0 sehingga voltage regulator tidak bisa aktif. Hal ini mengakibatkan PL0 akan terus terhubung ke PL1.

  97. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    4. Saya tidak sependapat dengan mahasiswa pto Unnes berinisial as tersebut karena ketika voltage regulator terputus maka pada voltage coil tidak terjadi kemagnetan sehingga tuas kontak pada pl0 tidak bekerja/tidak main saat putaran berubah-ubah, sehingga arus yang mengalir tidak konstan karena voltage coil tidak bekerja.
    Jadi tegangan yang dihasilkan itu tidak konstan kadang dibawah standar atau justru melebihi standar tergantung dari kecepatan putaran mesin.

    • Maaf konfirmasi kembali,apa itu voltage coil?
      Selain itu juga jika voltage regulator putus,maka tegangan yang dihasilkan tidak akan di bawah standar karena arus yang masuk ke rotor coil tetap(tidak berkurang walaupun putaran mesin tinggi)

  98. 5202418024

    4. Tidak benar, Saat voltage regulator putus sistem pengisian akan merespon mesin dalam putaran lambat. Karena pl0 masih menempel pda pl1 maka tegangan yang dihasilkan kurang dari 13,8

  99. Menurut saya pernyataan diatas salah,karena jika kumparan voltage regulator putus maka tegangan akan melebihi standar dan apabila tegangan output kurang dari standar maka kemagnetan pada voltage regulator akan melemah lagi

  100. 4. Benar, karena fungsi dari voltage regulator adalah menjaga tegangan induksi sehingga terjadi aliran arus. Jika voltage regulator putus maka yang terjadi adalah tegangan output alternator akan kurang dari standart.

    • Menurut saya jawaban dari mas ryan salah karena fungsi dari voltage regulator untuk mengatur banyaknya arus yang mengalir ke kumparan rotor dengan cara mengubah ubah posisi saklar untuk mengurangi jumlah arus yang masuk ke rotor. Jika kumparan pada voltage relay terputus maka arus akan mengalir dari baterai langsung ke kumparan rotor sehingga arus yang masuk besar. Karena arus yang masuk ke kumparan rotor besar maka kuat medan magnet yang timbul juga semakin kuat sehingga tegangan output yang dihasilkan dari alternator juga semakin besar pula

    • 3. Saat kumparan voltage relay rusak maka tidak akan terjadi Medan magnet pada kumparan tsb. Maka kumparan voltage tidak akan berfungsi karena terminal B reg, p2,p0 tidak terhubung. Sehingga tegangan output tidak dikontrol dan bisa menyebabkan overcharge. Dan disisi lain lampu chg akan menyala terus akibat hal tersebut yang menandakan bahwa sistem pengisian ada masalah.

  101. 5202418032
    Alif Fathah H

    4) menurut saya pernyataan tersebut tidak tepat. Karena jika voltage regulator putus, maka terminal PL0 akan terus terhubung dengan terminal PL1. Hal itu mengakibatkan tegangan output alternator akan mengalir secara terus menerus, bahkan bisa melebihi batas standar.

  102. 5202418040
    4. Salah, karena pd saat V Regulator putus akan menyebabkan overcharge karena terminal pl0 menempel pada pl1 menyebabkan arus besar masuk ke rotor melalui terminal IG akan tetap dialirkan ke rotor melewati terminal pl1 dan pl0.

  103. 5202418013
    4. Pernyataan AS mahasiswa PTO UNNES salah, dilihar dari fungsi voltage regulator terlebih dahulu yaitu untuk mengatur besar kecilnya tegangan yang masuk ke rotor, jika voltage regulator putus maka akan terjadi overcharge atau output alternator yang melebihi standar karena tidak ada yang mengatur tegangan yang masuk ke rotor.

  104. Deni bagus prasetya
    5202418011

    4. Tidak setuju, karena jika kumparan voltage regulator putus maka tegangan juga akan melebihi standar dan tegangan akan menjadi tidak stabil. Jika output kurang dari tegangan standar (13,8 – 14,8 V) maka kemagnetan pada voltage regulator juga melemah. jadi menurut saya pernyataan di atas salah

  105. NIM : 5202418012
    Nama : Abdur Rohman Wahid

    4. Jika voltage regulator putus maka arus yang harusnya mengalir dari terminal B mengalir ke B regulator ke P2 ke kumparan voltage regulator ke massa tidak bisa mengalir karena arus putus di voltage regulator, akibatnya plat akan terus menempel ke Pl1 sehingga tegangan tidak akan dinaikan. Sehingga tegangan akan berada dibawah standar jika putaran mesinnya rendah dan akan berada diatas standar jika putaran mesinnya tinggi. Jadi pernyataan mahasiswa tersebut kurang benar

  106. 5202418022
    Hamdani Razak

    4. menurut saya penyataan dari siAS salah, karena jika voltage regulator putus maka terminal PL0 akan terus menempel pada PL1, itu menyebabkan tegangan yg masuk dari alternator akan mengalir sampai melebihi batas.

  107. 5202418033

    4) Tdak benar, karena ketika voltage relay putus maka otomatis pada voltage relay tidak terjadi kemagnetan. Sehingga P0 tidak akan tertarik ke PL2 dan akan tetap menempel pada PL1 sehingga tegangan melebihi standar.

  108. Soal 4

    4. Menurut pendapat saya pernyataan AS itu benar karena jika kumparan voltage regulator terputus maka arus yang mengalir ke rotor coil akan berkurang. Fungsi voltage regulator sendiri yaitu untuk mengatur arus yang mengakir ke rotor coil sehingga kemagnetan dapat diatur. Sehingga tegangan output alternator tidak stabil atau tidak sesuai standar.

  109. 5202418007
    4. Benar karena fungsinya mengatur output tegangan yang dihasilkan alternator agar stabil (13,8 V sampai 14,8 V) dengan cara mengatur besar kecilnya arus yang mengalir ke rotor coil dan mengatur kuat lemahnya medan magnet pada rotor coil.
    Maka dapat di simpulkan apabila putus maka arus tegangan output alternator akan kurang stabil lebih tepatnya

  110. 5202418009
    4.SALAH, karena gaya tarik magnet pada kumparan regulator lemah pegas kontak gerak akan menarik kontak gerak sehingga menempel dengan P¹ medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor menjadi hilang kumparan tersebut tidak mendapatkan arus kumparan stator tidak ada kemagnetan.

  111. 5202418029

    4. Tegangan output alternator akan kurang dari standar jika kumparan voltage regulator putus. Menurut saya setuju, karena jika kumparan voltage regulator terputus, maka fungsi regulator tdk stabil sehingga tegangan output altetnator juga tdk stabil.

  112. 5202418030
    Ahmad Kholilur
    4.Menurut saya pendapat dari as Salah, karena pd saat Voltage regulator putus akan menyebabkan pengisian yang berlebihan karena arus besar masuk ke rotor melalui terminal IG akan tetap dialirkan ke rotor melewati terminal pl1 dan pl0.

  113. 5202418023
    4. voltage regulator ini putus maka arus akan terhambat atau bahkan tidak sanggup di alirkan ke komponen rotor, sehingga kemagnetan pada alternator tidak sanggup dibangkitkan oleh rotor.

  114. 5202418035
    4).Benar karena voltage regulator sebagai pengatur arus yang masuk ke rotor coil yang fungsinya untuk mengatur kebutuhan kuat kemagnetan sesuai dengan putaran mesin jika terputus maka tegangan output pada alternator tidak stabil bisa saja turun drastis dan bisa saja naik secara drastis.

  115. 5202418034

    4. Menurut saya pernyataan AS kurang tepat, karena walaupun voltage regulator terputus atau lemah, terminal PL0 akan tetap menempel ke terminal PL1 karena adanya pegas pada PL0. Hal ini menyebabkan tegangan output alternator akan mengalir terus menerus.

  116. 5202418015
    4. Menurut saya apabila voltage regulor putus, tegangan output alternator akan tinggi hal ini karena terminal PL0 terus menempel dengan PL1 maka arus masuk ke rotor coil besar dari baterai sehingga medan magnet rotor koilnya juga akan besar akibatnya tegangan outputnya besar pula. Sehingga pernyataan tersebut salah

  117. 5202418026
    Heri setiawan

    4. Pernyataan AS kurang tepat. Jika voltage regulator putus, maka PL0 akan terus menempel dengan PL1, sehingga akan mengakibatkan terjadinya overcharging

  118. 5202418019

    4.saya tidak setuju dengan pernyataan tersebut karena ketika voltage regulator putus sistem akan terjadi overcharge karena terminal p0 akan tetap menempel pada p1 dan pada saat arus yang besar masuk ke rotor coil melalui terminal ig akan tetap dialirkan ke rotor coil melalui terminal p0 dan p1

  119. Nim : 5202418020
    1. konsep pengaturan tegangan pada sistem pengisian yaitu arus bolak-balik yang di hasilkan oleh alternator di konstankan arus oleh regulator dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet

  120. Nim : 5202418020
    2. lampu bisa padam setelah mesin hidup karna tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator,ke kumparan voltage relay,ke massa. akibatnya voltage relay timbul medan magnet sehingga Po tertarik dan menempel pada p2. sehingga lampu pengisian tidak mendapatkan massa maka lampu akan mati.

  121. 5202418005

    1.) konsep pengaturan tegangan pada sistem pengisian yaitu mengatur dan memberikan besar kecilnya arus ke kumparan rotor untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga output kumparan staror tetap stabil untuk melakukan pengisian pada saat mesin berputar pada putaran tinggi maupun rendah

  122. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    3. Menurut saya pernyataan tersebut benar karena jika kumparan pada voltage relay putus maka tidak ada kemagnetan pada kumparan voltage relay. arus dari terminal B tidak bisa terhubung dengan P0 sehingga tidak bisa mengaktifkan voltage regulator. Sedangkan fungsi dari voltage relay yaitu menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator.

  123. 5202418005

    2.) Setelah mesin hidup, stator coil akan menghasilkan arus listrik, tegangan dari terminal N alternator mengalir ke terminal N regulator, ke kumparan voltage relay. Akibatnya pada kumparan voltage relay timbul medan magnet sehingga terminal P0 tertarik dan menempel dengan P2, sehingga lampu pengisian menjadi padam

  124. Nama : Lulu’ul Janah
    Nim : 5202418006

    4. Menurut saya pernyataan tersebut salah karena regulator sendiri berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga tegangan output pada alternator tetap stabil (13,8 v sampai 14,8 v) berdasarkan hal tersebut jika kumparan voltage regulator putus maka tegangan output pada alternator manjadi tidak stabil dikarenakan regulator tidak berfungsi dengan baik.

  125. Nim : 5202418020
    3. BENAR karna kumparan pada voltage relay putus maka tidak ada kemagnetan pada kumparan voltage relay. arus dari terminal B tidak bisa terhubung dengan P0 sehingga tidak bisa mengaktifkan voltage regulator.

  126. Nim : 5202418020
    4. SALAH karna Apabika voltage regulator mengalami gangguan atau putus maka system pengaturan arus dan tegangan pada bateray tidak dapat maksimal atau tegangan lemah sehingga bateray akan cepat drop.

  127. 5202418005

    3.) Menurut saya penyataan tersebut benar, karena jika voltage relay terputus tidak akan timbul medan magnet, sehingga saat arus dari terminal B tidak dapat terhubung dengan P0 sehingga PL0 akan terua terhubung ke PL1 sehingga arus yang dialirkan ke kumparan rotor besar menyebabkan medan magnet yang besar sehingga alternator selalu menghasilkan output yang besar

  128. 5202418005

    4.) Menurut saya penyataan AS kurang tepat,
    Jika voltage regulator terputus maka arus dari terminal B alternator ke terminal B regulator ke P2 ke kumparan voltage regulator tidak dapat mengalir, sehingga P0 akan tetap menempel pada PL1 sehingga arus yang dialirkan ke kumparan rotor besar menyebabkan medan magnet yang besar sehingga alternator menghasilkan output yang besar dan dapat menyebabkan overcharge.

  129. 4. Kurang tepat , karena saat Voltage Regulator putus akan menyebabkan overcharge karena terminal pl0 tetap menempel pada pl1 menyebabkan arus besar dari terminal IG langsung mengalir ke rotor melalui terminal pl0 dan pl1 tanpa melewati resistor/tidak terkontrol.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here