TEORI KELISTRIKAN OTOMOTIF (KAMIS): Diskusi kelas online

171
901

Pada perkuliahan hari ini, kita akan membahas mengenai sistem pengisian. Semua mahasiswa yang pada minggu sebelumnya sudah mempelajari sistem pengisian, akan direview kembali hasil belajarnya dengan berdiskusi secara online. Silakan setiap mahasiswa menyiapkan smartphone nya untuk mengikuti diskusi ini. Diskusi diawali dengan pertanyaan yang dilontarkan, semua mahasiswa menjawab pertanyaan tersebut. Setelah itu mahasiswa lain dapat membaca komentar mahasiswa lainnya, dan bisa menyanggah atau memberikan pendapat pada jawaban teman lainnya pada kolom β€œbalas/replay” di bawah jawaban teman yang akan dibahas. Pertanyaannya:

  1. Konsep pengaturan tegangan output alternator adalah dengan mengatur medan magnet pada rotor coil. Bagaimana teknisnya, jelaskan singkat.
  2. Jika setelah mesin hidup lampu pengisian tetap menyala, maka salah satu kemungkinan penyebab kerusakannya adalah kumparan voltage regulator putus. Benarkah? jelaskan.
  3. Mahasiswa PTO UNNES berinisial HS mengatakan bahwa jika resistror pada regulator putus, maka pada putaran rendah/stasioner pengisian normal sedangkan pada putaran tinggi tidak ada pengisian. Bagaimana menurut anda pendapat HS tersebut?

Selamat berdiskusi (DW).

171 COMMENTS

  1. NIM 5202418049
    Jika magnet berputar maka arah magnet yang diterima kumparan penghantar berubah-ubah dari kutub Utara ke Selatan secara periodik dan menyebabkan tegangan induksi.

    • 5202418069

      Mohon maaf sebelumnya berdasarkan pengetahuan saya jawaban diatas merupakan konsep sistem pengisian dalam pembangkitan tegangan bukan konsep pengaturan medan magnet untuk mengatur tegangan output regulator

      • 5202418067
        sedikit menambahkan mohon dikoresksi jika saya kurang tepat lurr…
        yang saya pernah saya baca dari sebuah referensi bahwa pengaturan medan magnet itu kuat lemahnya bisa berdasarkan arus yang masuk dan jumlah kumparannya. serta juga putaran mesin.

    • 5202418066
      1. Teknis rotor untuk menghasilkan medan magnet, kuat medan magnet yang dihasilkan tergantung besar arus listrik yang mengalir ke rotor coil. Listrik ke rotor coil disalurkan melalui sikat yang selalu menempel pada slip ring. Terdapat dua sikat yaitu sikat positip berhubungan dengan terminal F, sikat negatip berhubungan dengan massa atau terminal E. Semakin tinggi putaran mesin, putaran rotor altenator semakin tinggi pula, agar listrik yang dihasilkan tetap stabil maka kuat magnet yang dihasilkan semakin berkurang sebanding dengan putaran mesin.

    • NIM : 5202418047

      Menambahkan saja, ini merupakan konsep dasar kumparan yang dialiri oleh arus, jika diterapkan pada sistem pengisian maka penjelasan ini hanya di bagian rotor coil saja, tidak dengan besar kecil arus yang masuk menuju rotor coil.

    • Karena Tegangan alternator bervariasi akibat putaran, maka di gunakan regulator yang berfungsi untuk menjaga tegangan outPut alternator Agar tetap konstan dengan mengatur besar kecilnya arus listrik/kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor (rotor coil) di dalam alternator.
      Regulator Berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke Kumparan Rotor (rotor coil) atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga outPut alternator tetap stabil (13,8 V sampai 14,8 V) meskipun putaran mesin naik atau turun.

    • 5202418052

      Ingin menambahkan. Jadi untuk mengatur tegangan output alternator yaitu dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet. Yaitu Dengan mengatur titik kontal voltage pada regulator

  2. NIM:5202418053

    1. Konsep pengaturan ini dilakukan oleh regulator. Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor (rotor coil) atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil (13.8 V sampai 15.8 V) meskipun putaran mesin naik atau turun. Putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator pada saat putaran tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor diperkecil atau dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor lemah. Saat mesin berputar lambat, tegangan alternator akan turun, namun pada kondisi ini regulator mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor kuat.

  3. 5202418065

    1. Jadi tegangan yang dihasilkan oleh altenator itu bervariasi, tergantung dari kecepatan putaran dan besarnya beban. Karena tegangan altenator bervariasi akibat putaran, maka digunakan regulator yany berfungsi untuk menjaga tegangan output alternator agar tetap konstan dengan mengatur besar kecilnya arus listrik atau kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor di dalam alternator

  4. Nim 5202418063
    Karena Tegangan alternator bervariasi akibat putaran, maka di gunakan regulator yang berfungsi untuk menjaga tegangan outPut alternator Agar tetap konstan dengan mengatur besar kecilnya arus listrik/kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor (rotor coil) di dalam alternator.

  5. 5202418068
    Adanya aliran listrik pada rotor menyebabkan rotor menjadi magnet, saat tahanan pada variable resistor kecil maka arus yang mengalir sangat besar, magnet pada rotor sangat kuat, namun bila tahanan variable resistor besar maka arus yang mengalir ke rotor coil menjadi kecil sehingga kemagnetan juga menjadi kecil

    • Pemindahan posisi titik kontak ini digunakan untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor. Saat putaran tinggi, arus yang masuk ke kumparan rotor dikurangi sehingga kuat medan magnetnya menurun, dan sebaliknya pada putaran rendah arus yang ke kumparan rotor dibesarkan sehingga medan magnet pada kumparan rotor kuat

    • Tujuan pengaturan arus pada kumparan rotor sesuai dengan kecepatan putaran rotor adalah agar tegangan yang dihasilkan oleh alternator stabil yaitu (13,8 sampai 14,8 V)

    • NIM : 5202418047

      Menanggapi saja, dalam hal ini arus yang mengatur dari setiap kontak point baik di voltage relay dan voltage regulator yang akan menyebabkan terjadinya besar kecil kemagnetan pada rotor coil

  6. 5202418055

    Proses pengaturan tegangan output altenator dilakukan secara elektromagnetik dengan memindahkan posisi titik kontak pada voltage regulator sesuai dengan kebutuhan. Pemindahan posisi titik kontak ini di gunakan untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke rotor coil.

  7. 5202418059

    Untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil (13.8 V-14.8V) Meskipun putaran mesin naik dan turun. Putaran mesin yang tinggi akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi, namun dengan adanya regulator pada saat putaran mesin tinggi arus yang masuk ke
    kumparan rotor lemah. Saat mesin berputar lambat, tegangan alternator akan turun, namun pada kondisi ini regulator mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor kuat berdasarkan hal tersebut maka tegangan output alternator akan selalu stabil baik pada putaran rendah, sedang, maupun tinggi

  8. NIM 5202418067

    Teknis untuk mengatur medan magnet pada rotor koil yakni tergantung pada arus listrik yang mengalir pada rotor koli. Listrik ke rotor coil disalurkan melalui sikat yang selalu menempel pada slip ring. Terdapat dua sikat yaitu sikat positip berhubungan dengan terminal F, sikat negatip berhubungan dengan massa atau terminal E. Semakin tinggi putaran mesin, putaran rotor altenator semakin tinggi pula, agar listrik yang dihasilkan tetap stabil maka kuat magnet yang dihasilkan semakin berkurang sebanding dengan putaran mesin

  9. 5202418052

    Untuk menstabilkan tegangan yg dihasilkan alternator. Teknik yang dapat digunakan yaitu dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet pada rotor koil. Jika putaran mesin naik, maka medan magnet harus dilemahkan agar tegangan yg dihasilkan tidak terlalu tinggi, dan sebaliknya pada saat putaran rendah medan magnet harus dikuatkan untuk mencegah tegangan alternator turun. Jadi pengaturan output alternator agar tegangan yg dihasilkan selalu stabil adalah dengan mengatur medan magnet pada alternator.

    • 5202418075
      No:2
      Benar
      Jika regulator rusak menyebabkan rangkaian terminal IG menuju ke terminal F tidak terhubung dan dapat memutus aliran listrik yang menuju ke rotor coil, maka alternator tidak menghasilkan tegangan listrik.
      Selain itu apabila voltage relay pada regulator rusak juga dapat menyebabkan lampu pengisian menyala terus menerus

  10. NIM 5202418064

    Untuk mengatur tegangan output alternator yaitu dengan mengatur medan magnet pada rotor coil.
    Teknisnya: jika putaran mesin naik, maka medan magnet harus dilemahkan agar tegangan yang dihasilkan tidak terlalu tinggi dan sebaliknya pada saat putaran rendah medan magnet harus dikuatkan untuk mencegah tegangan alternator turun. Jadi dengan mengatur medan magnet maka tegangan output alternator dapat stabil.

  11. Nim : 5202418070
    Konsep pengaturan tegangan output alternator bervariasi akibat putaran maka digunakan Regulator untuk menjaga agar tegangan output tetap stabil agar tetap konstan dengan mengatur kuat atau lemahnya Medan magnet pada kumparan rotor coil.

    • Kurang masuk… bosqu
      Hanya menambahkan saja bahwa arus yang masuk saat tegangan tinggi akan mengalir ke kumparan rotor sehingga medan magnet menurun

    • Nim: 5202418053

      Mohon maaf hanya ingin menanggapi bahwasanya yang saudara tuliskan saya rasa masih kurang detail. Kita tahu bahwa kuat medan magnet pada rotor koil diatur sesuai kebutuhan dengan bergeraknya kontak point berdasarkan kemagnetan pada voltage regulator.

  12. Nim : 5202418058

    Konsep pengaturan tegangan output alternator secara teknisnya adalah dengan mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor secara elektromagnetik

    • Nim : 5202418044

      Saya ingin menambahkan jawaban, untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor dengan cara memindahkan posisi titik kontak pada voltage regulator sesuai dengan kebutuhan

    • Nim : 5202418070
      Proses pengaturan tegangan output dilakukan dengan elektromagnetik namun teknisnya yaitu dengan memindahkan posisi titik kontak pada voltage regulator sesuai dengan yang dibutuhkan pemindahan ini dilakukan untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor

    • Nim 5202418067
      Sedikit menambahkan LURRR…😁
      Putaran mesin juga berpengaruh dalam kuat lemahnya medan magnet. Semakin tinggi putaran mesin, putaran rotor altenator semakin tinggi pula, agar listrik yang dihasilkan tetap stabil maka kuat magnet yang dihasilkan semakin berkurang sebanding dengan putaran mesin..
      Mon maap jika referensi kurang baikπŸ˜πŸ™πŸ™

    • Saya mau menambahkan sedikit,
      Efek dari pengaturan arus pada kumparan rotor sesuai dengan kecepatan putaran rotor adalah tegangan yang dihasilkan oleh alternator stabil yaitu (13,8 sampai 14,8 V)

    • NIM : 5202418047

      Menyangga saja, kontak point pada voltage regulator itu dapat tertarik tergantung dari besar arus dan kemagnetan pada voltage regulator, bila arus besar kemagnetan pun besar maka PL0 akan tertarik dari PL1, maka medan magnet pada RC akan down.

  13. 5202418069

    1. Konsep pengaturan tegangan output alternator :
    Sesuai prinsip dasar pengaturan tegangan output alternator ada 3 faktor yaitu putaran rotor, kuat medan magnet dan jumlah lilitan semakin tinggi ketiga faktor tersebut maka semakin tinggi juga tegangan output yang dikeluarkan akan tetapi disistem pengisian hanya medan magnet yang dapat diatur karena pada jumlah lilitan pada kumparan stator itu tetap sehingga tidak dapat diatur kemudian untuk putaran mesin itu dapat diatur akan tetapi faktor ini merupakan suatu variabel untuk pengaturan kuat medan magnet sesuai dengan kebutuhan dalam putarannya.
    Teknis dalam pengaturan kuat medan magnet :
    Pada sistem pengisian terdapat regulator yang mengatur masuknya arus untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet dengan cara menggunakan kumparan voltage regulator yang berfungsi menghasilkan arus yang digunakan untuk menarik kontak gerak agar dapat lepas dari terminal p1 atau menempel dengan p2 saat tegangan sudah bekerja pada kumparan voltage regulator nail akibat putaran rotor yang semakin tinggi.

    • 5202418069

      Konsep pengaturan tegangan output alternator dengan cara mengatur kuat medan magnet dalam sistem pengisian yaitu menggunakan komponen regulator

  14. 5202418061
    Pengaturan tegangan dilakukan secara elektromagnetik dengan memindahkan posisi titik kontak pada voltage regulator sesuai dengan kebutuhan. Pemindahan posisi kontak ini digunakan untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor.

  15. NIM : 5202418047

    1. Pengaturan tegangan output alternator adalah dengan mengatur medan magnet pada rotor coil ini dikarenakan arus yang mengalir dari B regulator ke P2 ke P0 masih rendah sehingga medan magnet pada rotor coil masih kecil dan cenderung belum menarik PL0 dari PL1. Jika arus baterai besar menuju ke IG regulator ke PL 1 ke PL0 terus menuju ke F regulator ke F alternator kemudian ke Rotor Coil maka medan magnet yang timbul akan besar.

    • 5202418046
      Menurut saya jawaban hampir tepat, tetapi kurang lengkap, untuk mengatur Medan magnet pada alternator harus memperhatikan juga tegangan yang masuk ke rotor.

    • Nim: 5202418053

      Mohon maaf sebelumnya, menurut saya penjelasan tersebut masih kurang jelas. Kita tahu bahwa kuat kemagnetan pada voltage regulator berbanding lurus dengan putaran. Jadi kuat medan magnet pada voltage regulator yang mengatur kontak point bergerak kemana.

  16. NIM : 5202418044

    1. Berdasarkan cara kerja sistem pengisian, maka dapat dusimpulkan bahwa terjadinya tegangan output altenator di pengaruhi oleh 1. Adanya medan magnet yang di hasilkan rotor coil, 2. Adanya kumparan di sekitar magnet, 3. Adanya pemotongan medan magnet.

    Untuk mengatur medan magnet pada rotor coil teknisnya mengatur besar kecilnya arus elektromagnetic ke kumparan rotor dengan cara memindahkan posisi titik kontak pada voltage regulator sesuai dengan kebutuhan

    • Nim 5202418058

      Menurut pendapat saya, rotor coil itu untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet sehingga output akan stabil ( 13,8 V – 14,8 V ) meskipun putaran mesin naik atau turun. Putaran mesin tinggi akan menghasilkan tegangan yang tinggi, namun saat ada regulator semua menjadi lebih stabil

    • NIM : 5202418044

      2. Tegangan dari terminal N altenator mengalir ke N regulator, ke kumparan voltage relay, ke massa. Akibatnya pada kumparan voltage relay timbul medan magnet , sehingga terminal P0 tertarik dan menempel dengan P2. Akibatnya lampu pengisian menjadi padam karena tidak mendapat massa

  17. 520218046
    Adanya Medan magnet yang di hasilkan oleh rotor coil , adanya kumparan disekitar Medan magent yaitu stator. Oil, ada pemotongan medan magnet oleh kumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil meskipun putaran tinggi , yang akan cenderung menghasilkan tegangan yang tinggi .kuat lemahnya Medan magnet juga akan mempengaruhi besar kecilnya tegangan .

    • Nim 5202418063
      Mohon maaf sebelumnya berdasarkan pengetahuan saya jawaban diatas merupakan konsep sistem pengisian dalam pembangkitan tegangan bukan konsep pengaturan medan magnet untuk mengatur tegangan output regulator, dan banyak salah penulisan kata dan komponen seperti stator oil yang seharunya stator coil

  18. 5202418043
    untuk menghasilkan medan magnet, kuat medan magnet yang dihasilkan tergantung besar arus listrik yang mengalir ke rotor coil. Listrik ke rotor coil disalurkan melalui sikat yang selalu menempel pada slip ring. Terdapat dua sikat yaitu sikat positip berhubungan dengan terminal F, sikat negatip berhubungan dengan massa atau terminal E. Semakin tinggi putaran mesin, putaran rotor altenator semakin tinggi pula,

  19. NIM : 5202418054

    1) Output tegangan alternator tidak bisa mengandalkan kecepatan putaran pada mesin karena putaran pada mesin yang tidak stabil dikarenakan putaran mesin naik turun, oleh karena itu pada rotor coil terdapat magnet untuk mengatur tegangan output pada alternator. Teknisnya jika putaran mesin saat rendah mengakibatkan tegangan output pada alternator juga sehingga medan magnet dikuatkan untuk menyeimbangkan arus yang keluar, sebaliknya jika putaran pada mesin tinggi dan menyebabkan tegangan output alternator juga tinggi, maka magnet harus dilemahkan sebagai penyeimbang tegangan output alternator agar tetap stabil.

  20. Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor atau mengatur kuat lemahnya Medan magnet pada kumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil, singkatnya jika mesin putaran tinggi maka tegangan yg dihasilkan tinggi sehingga regulator akan menurunkan arus ke kumparan rotor tersebut dan saat mesin putaran rendah maka tegangan juga rendah sehingga regulator akan menaikkan arus ke kumparan rotor atau dengan kata lain walaupun putaran mesin naik turun
    Akan tetapi arus akan terus stabil karena adanya regulator.

  21. NIM : 5202418051

    Dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga output alternator stabil,meskipun putaran mesin naik turun .namun dengan adanya regulator putaran mesin pada saat tinggi arus yang masuk ke kumparan rotor diperkecil atau atau dilangsungkan ke massa sehingga medan magnet pada kumparan rotor lemah.saat mesin berputar lambat, tegangan alternator akan turun, namun pada kondisi ini regulator mengatur agar arus yang masuk ke kumparan rotor besar sehingga medan magnet pada kumparan rotor kuat

  22. 5202418056

    Regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor atau mengatur kuat lemahnya Medan magnet pada kumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil, singkatnya jika mesin putaran tinggi maka tegangan yg dihasilkan tinggi sehingga regulator akan menurunkan arus ke kumparan rotor tersebut dan saat mesin putaran rendah maka tegangan juga rendah sehingga regulator akan menaikkan arus ke kumparan rotor atau dengan kata lain walaupun putaran mesin naik turun
    Akan tetapi arus akan terus stabil karena adanya regulator.

    • 5202418052

      Menurut saya teknisnya bukan seperti itu. Jadi Regulator berperan untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet. Jika putaran mesin naik, maka medan magnet harus dilemahkan agar tegangan yg dihasilkan tidak terlalu tinggi. Begitu juga sebaliknya

      • Nim:5202418053

        Menurut saya, penjelasan yang telah anda sebutkan diatas adalah hal hal yang mempengaruhi output alteenator. Untuk teknis pengaturan tegangan output alternator adalah dengan mengatur kuat lemahnya medan magnet pada rotor koil menggunakan kontak point yang bergerak sesuai dengan arus dan putaran.

    • NIM 5202418067
      sedikit menambahkan MIN…😁
      karena ini bersifat mengatur medan magnet jadi arus yang masuk ke rotor lah yang sangat berpengaruh dalam kuat medan magnet yang ada di rotor koil. Karena besar kecilnya arus bisa menentukan kuat lemahnya medan magnet.
      Putaran rotor pun juga bisa menjadi penharuhnya..πŸ™πŸ™

    • Jawaban tersebut merupakan hal hal pokok untuk menghasilkan tegangan pada alternator. Bukan terkait cara mengatur medan magnet pada rotor koil.

    • 5202418056
      Maaf, menurut saya, jawab saudara akan menghasilkan tegangan yang tidak stabil, makna, perlu adanya regulator untuk menstabilkan arus tersebut

  23. Nim 5202418063
    Regulator Berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke Kumparan Rotor (rotor coil) atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga outPut alternator tetap stabil (13,8 V sampai 14,8 V) meskipun putaran mesin naik atau turun

  24. 5202418073

    Jika magnet berputar, maka arah (kutub) magnet yang diterima oleh kumparan (penghantar) akan berubah-ubah dari utara ke selatan secara periodik. Hal ini menyebabkan terjadi tegangan induksi pada penghantar yang arahnya juga berubah-ubah.

    • 1. Jika magnet berputar, maka arah (kutub) magnet yang diterima oleh kumparan (penghantar) akan berubah-ubah dari utara ke selatan secara periodik. Hal ini menyebabkan terjadi tegangan induksi pada penghantar yang arahnya juga berubah-ubah.

  25. 5202418062

    Secara teknisnya pengaturan medan magnet untuk menstabilkan tegangan output alternator lebih simpel dan lebih masuk akal., karena kalau memanfaatkan putaran pada kecepatan tertentu tidak memungkinkan karena kecepatan mesin tidak menentu karena naik turun.dan apabila memanfaatkan atau mengatur dengan lilitan pasti akan kesulitan karena tegangan yang tidak stabil memerlukan pegaturan yabg dapat berubah2 maka menggunakan pengaturan penguatan tegangan atau pun pelemahan tegangan

    • 5202418052

      Saya setuju. Jadi untuk menstabilkan tegangan outpul alternator dengan mengatur besar kecilnya medan magnet. Yaitu dengan Regulator

    • Penambahan penjelasan .regulator disini berfungsi untuk mengatur besar kecilnya arus yang masuk ke kumparan rotor (rotor coil) atau untuk mengatur kuat lemahnya medan magnet pada kumparan rotor sehingga output alternator tetap stabil (13.8 V sampai 15.8 V) meskipun putaran mesin naik atau turun.

    • Nim : 5202418070
      2. Menurut saya jawaban tersebut salah,karena yang mematikan lampu CHG yaitu Voltage Relay jadi kemungkinan terjadi trouble pada voltage relay. pada saat mesin hidup seharusnya lampu pengisian padam,karena perbedaan beda potensial di P0 dan P2…untuk lebih jelasnya karena tegangan dari terminal N mengalir ke N regulator ke voltage relay ke massa.Akibatnya V.Relay timbul magnet,sehingga PO tertarik dan menempel di P2.akibatnya lampu pengisian padam

    • NIM : 5202418044

      Saya ingin menambahkan, jika magnet berputar maka arah magnet yang diterima kumparan penghantar berubah-ubah dari kutub Utara ke Selatan secara periodik dan menyebabkan tegangan induksi

  26. 5202418060

    Ketika Tegangan output alternator rendah maka medan magnet pada kumparan voltage regulator juga lemah dan Pl0 menempel pada Pl1 sehingga arus yang ada di RC besar dan medan magnet di RC juga kuat

    Ketika tegangan output alternator naik maka terminal B juga ikut naik, dan arus mengalir dari B regulator, P2, P0, kumparan voltage regulator, ke massa.
    Akibatnta medan magnet pada kumparan voltage regulator kuat dan dapat menarik Pl0 lepas dari Pl1
    Sehingga arus mengalir melewati resistor dan arus yang ke RC menjadi melemah

    Ketika tegangan output tinggi maka pada kumparan voltage regulator semakin kuat sehingga Pl0 menempel pada Pl2 sehingga arus tidak melewati RC dan medan magnet pada RC drop.

  27. 5202418075
    Konsep pengaturan tegangan output alternator adalah dengan mengatur medan magnet pada rotor coil. Bagaimana teknisnya, jelaskan singkat.
    Rotor untuk menghasilkan medan magnet, magnet medan kuat yang dihasilkan tergantung besar arus listrik yang mengalir ke rotor coil. Listrik ke rotor coil dilepas melalui sikat yang selalu menempel pada slip ring. Ada dua sikat yaitu sikat positip terkait dengan terminal F, sikat negatip terkait dengan massa atau terminal E

    • NIM 5202418064
      Mau menambahkan
      Kuat lemahnya medan magnet pada rotor coil juga terpengaruh adanya putaran mesin, jika putaran naik maka medan magnet dilemahkan agar tegangan tidak terlalu tinggi, dan juga jika putaran rendah maka medan magnet dikuatkan agar tegangan tidak terlalu rendah

  28. 5202418066
    1. Teknis rotor untuk menghasilkan medan magnet, kuat medan magnet yang dihasilkan tergantung besar arus listrik yang mengalir ke rotor coil. Listrik ke rotor coil disalurkan melalui sikat yang selalu menempel pada slip ring. Terdapat dua sikat yaitu sikat positip berhubungan dengan terminal F, sikat negatip berhubungan dengan massa atau terminal E. Semakin tinggi putaran mesin, putaran rotor altenator semakin tinggi pula, agar listrik yang dihasilkan tetap stabil maka kuat magnet yang dihasilkan semakin berkurang sebanding dengan putaran mesin.

  29. 5202418076

    1. Karena pada Alternator terdapat regulator yang berfungsi mengatur medan magnet pada rotor coil pada saat putaran mesin tinggi maka arus yg masuk ke rotor akan kecil sehingga medan magnet pada kumparan rotor akan kuat dan sebaliknya jika putaran mesin rendah maka arus yg masuk ke rotor akan besar shg medan magnet pada kumparan rotor akan kuat.

  30. Nim.5202418042
    Teknisnya yaitu apabila magnet berputar, maka arah (kutub) magnet yang diterima oleh kumparan (penghantar) akan berubah-ubah dari utara ke selatan secara periodik. Hal ini menyebabkan terjadi tegangan induksi pada penghantar yang arahnya juga berubah-ubah dan berbeda.

  31. NIM : 5202418054

    Menurut saya, jawaban yang benar mengenai tegangan output yang keluar dari alternatif yang harus diseimbangkan oleh medan magnet itu sendiri.

  32. 5202418065

    2. Iya benar. Regulator rusak ini yang disebabkan karena rangkaian terminal IG menuju ke terminal F tidak terhubung juga dapat memutus aliran listrik yang menuju ke rotor coil sehingga alternator tidak dapat menghasilkan tegangan listrik. Selain itu, apabila voltage relay pada regulator rusak juga dapat menyebabkan lampu CHG akan menyala terus menerus.

    • NIM : 5202418047

      Lampu CHG tidak diatur oleh voltage regulator melainkan voltage relay, hal ini voltage relay yang mengatur lampu CHG melalui kontak point P0 dan P2

      • 5202418065

        Iya mas setelah saya baca lagi ternyata jawaban saya kurang tepat
        Karena voltage relay berfungsi untuk mematikan lampu CHG dan menghubungkan arus dari terminal B ke voltage regulator

    • Nim : 5202418058

      Kurang tepat mbok..
      Menurut pendapat saya, mengapa lampu pemgisian menyala karena kumparan voltage relay tidak menimbulkan medan magnet dan mendapat massa

    • 5202418069

      Sesuai dengan pendapat saya untuk alasan diatas Bukan karena kumparan regulator putus meskipun begitu arus yang masuk menuju rotor masih bisa melewati terminal pl1ke pl0 sehingga perlu mencari alternator menghasilkan arus dan terminal N alternator mengalirkan arus menuju terminal N regulator jadi p0 tertarik ke p2 arus lampu pengisian daya tidak mencapai massa sehingga lampu CHG akan mati Meskipun kumparan tegangan regulator putus bukan lampu CHG tetap menyala.

  33. NIM.5202418042
    No.02
    Benar, jika Regulator rusak ini yang disebabkan karena rangkaian terminal IG menuju ke terminal F tidak terhubung juga dapat memutus aliran listrik yang menuju ke rotor coil sehingga alternator tidak dapat menghasilkan tegangan listrik. Selain itu, apabila voltage relay pada regulator rusak juga dapat menyebabkan lampu CHG akan menyala terus menerus.

      • 5202418069

        Menurut pendapat saya untuk alasan diatas kurang tepat karena walaupun kumparan voltage regulator putus arus yang masuk menuju rotor masih bisa mengalir melalui terminal pl1ke pl0 sehingga nantinya alternator menghasilkan arus dan terminal N alternator mengalirkan arus menuju terminal N regulator sehingga p0 tertarik ke p2 arus lampu pengisian pun tidak mencapai massa sehingga lampu akan mati walaupun kumparan voltage reulator putus.

    • NIM : 5202418047

      Menambahkan saja, jawaban kurang tepat, karena CHG sendiri diatur oleh kemagnetan dari voltage relay dengan memutus kontak point P0 dari P1, untuk menempel ke P2

    • Mas ican jawabannya benar tapi kurang tepat karena komponen yang mengatur padam atau tidaknya yaitu Voltage relay..jadi kemungkinan besar terjadi trouble di voltage Relay ntah itu putus.

  34. 5202418060

    2. Salah, karena yang mengatur padam atau tidaknya lampu pengisian adalah kumparan voltage relay bukan bukan voltage regulator. Jika lampu masih menyala pada saat mesin hidup bisa jadi ada kerusakan pada kumparan voltage relay atau terminal yang ada dalam voltage relay.

    • Menurut saya benar, walaupun yang mengatur padam dan menyalanya lampu pengisian voltage relay, tetapi voltage regulator dan voltage relay itu saling berhubungan karena Setiap kumparan baik votage relay maupun voltage regulator dilengkapi dengan titik kontak yang berfungsi untuk menyalurkan arus menuju ke-kumparan rotor. Pada regulator juga terdapat resistor yang menghubungkan terminal IG dan terminal F pada regulator, jadi lampu pengisian juga dipengaruhi voltage regulator.

  35. 5202418055

    2. Salah, karena setelah mesin hidup , Tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N alternator, ke kumparan voltage relay, ke massa. Akibatnya pada kumparan voltage relay timbul medan magnet, sehingga terminal P0 tertarik dan menempel dengan P2. Akibatnya lampu pengisian menjadi padam karena tidak mendapat massa.

    • NIM : 5202418044

      Saya ingin menambahkan. nyala atau matinya lampu itu ditentukan oleh Voltage relay, bukan voltage Regulator. Jadi kemungkinan paling besar adalah kerusakan pada Voltage relay

  36. 5202418052

    2. Lampu CHG dapat menyala karena adanya arus listrik yang mengalir ke lampu, mudahnya pada lampu salah satu terminalnya mendapatkan tegangan positif dan satu terminal lainnya mendapatkan tegangan negatif (massa).
    Apabila salah satu tegangan yang ada diterminal ini dihilangkan atau dua terminal tegangannya sama (positif dan positif atau negatif dan negatif) maka tidak ada aliran arus listrik yang ke lampu karena salah satu syarat adanya aliran listrik adalah adanya beda potensial sehingga apabila keadaan tersebut terjadi maka lampu tidak akan menyala.

    • Kemudian yang mengatur mati atau menyalanya lampu pengisian adalah kumparan voltage relay bukan bukan voltage regulator. Jadi jika lampu masih menyala pada saat mesin hidup. Bisa jadi ada kerusakan pada kumparan atau terminal di voltage relay.

      • Nim 5202418067
        Maaf lur izin bertanya..
        Jika yang mengatur mati atau nyalanya lampu pengisian hanya voltage relay..
        Terus kalau ada masalah dalam sistem pengisian yang di bagian lain, siapa yang memberi tahunya? Jikalau memang yang mengatur lampu pengisian hanyalah voltage relay? Misal terjadi kerusakan di sistem lain,, namun voltage relaynya benar, apakah lampu pengisian hanya untuk voltage relay berarti?
        setau saya dari referensi yang saya baca lampu pengisian juga mendeteksi adanya masalah dalam sistem pengisian..
        Maaf jika kurang tepat lurrπŸ˜πŸ™πŸ™πŸ™

      • Apabila lampu menyala ketika mesin hidup maka yang menjadi penyebab adalah putusnya kumparan pada voltage relay yang menyebabkan tidak adanya arus dari stator coil menuju ke voltage relay sehingga voltage relay tidak ada medan magnet

  37. NIM 5202418067

    SOAL NO 2
    Benar sekali…..
    Karena Fungsi dari regulator adalah mengatur besar arus listrik yang masuk kedalam rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan alternator tetap konstan (sama) menurut harga yang ditentukan meskipun putarannya berubah-ubah.
    Jika kumparan tersebut putus maka akan terjadi masalah pada sistem pengisian sehingga lampu indikator sistem pengisian (CHG) pada dashboard mobil akan menyala. Mengindikasikan ada masalah yang terjadi.

    • 5202418052

      Mohon maaf sebelumnya. Tapi menurut saya kurang tepat, karena kumparan yang mengatur padam dan nyalanya lampu pengisian adalah kumparan voltage relay. Ketika mesin hidup tapi lampu pengisian tetap menyala maka kemungkinan voltage relay ada kerusakan. Sehingga hal ini tidak bisa menimbul medan magnet pada voltage relay dan terminal P0 tdk bisa tertarik ke P2

    • Kurang tepat, lampu indikator pengisian bisa padam karena terminal P2 pada voltage relay terdapat arus sehingga bisa menarik terminal P0 dari P1. Jadi akibat lampu pengisian tetap menyala adalah tidak adanya arus di kumparan voltage relay, bukan voltage regulator.

    • 5202418057

      Menurut saya jawabnya kurang tepat, karena pada sistem pengisian, yang berhubungan langsung dengan lampu pengisian yaitu voltage relay. Jadi misal voltage regulator putus, maka tidak akan berpengaruh pada lampu pengisian

    • Nim 52024180
      Sedikit penambahan MIN dari referensi yang saya baca.. mohon koreksi jika terjasi kesalahan..
      Regulator rusak ini yang disebabkan karena rangkaian terminal IG menuju ke terminal F tidak terhubung juga dapat memutus aliran listrik yang menuju ke rotor coil sehingga alternator tidak dapat menghasilkan tegangan listrik. Selain itu, apabila voltage relay pada regulator rusak juga dapat menyebabkan lampu CHG akan menyala terus menerus.

  38. 2.
    5202418049
    Jawaban tersebut tidak tepat. Apabila lampu menyala ketika mesin hidup maka yang menjadi penyebab adalah putusnya kumparan pada voltage relay yang menyebabkan tidak adanya arus dari stator coil menuju ke voltage relay sehingga voltage relay tidak ada medan magnet dan tidak dapat menarik terminal P0 dari P1 sehingga lampu tetap menyala.

    • NIM 5202418067
      soal no 3.
      Dari referensi yang saya baca dan saya pahami, Resistor pada regulator yang putus maka pada putaran rendah/stasioner pengisian normal sedangkan pada putaran tinggi tidak ada pengisian…

      Fungsi resistor adalah sebagai pengatur dalam membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Sedangkan Fungsi dari regulator adalah mengatur besar arus listrik yang masuk kedalam rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan alternator tetap konstan (sama) menurut harga yang ditentukan meskipun putarannya berubah-ubah.
      Pernyataan dari mahasiswa HS BENAR.
      Karena saat putaran tinggi maka tidak ada yang membatasi jumlah arus yang mengalair dan bisa menyebabkan overcharging pada pengisian baterai.

  39. NIM : 5202418054

    Soal No.2
    Menurut saya, jika lampu pengisian tetap menyala walaupun mesin sudah hidup dikarenakan masih adanya perbedaan tegangan pada kunci kontak dan B alternator, jika pada saat kondisi normal lampu indikator pengisian akan otomatis mati saat mesin menyala, karena tidak adanya perbedaan tegangan antara kunci kontak dengan B alternator karena tidak adanya potensial dari kedua tegangan. Jika ada indikasi lampu pengisian masih menyala saat mesin sudah hidup bisa mengecek terlebih dahulu antara kunci kontak dan B alternator.

    • Lalu bagaimana hubungan antara terminal-terminal pada alternator dan terminal-terminal regulator? Bagaimana cara kerja voltage relay dan voltage regulator?

      Lampu pengisian bisa menyala atau padam akibat kerja dari voltage relay.

  40. NIM : 5202418047

    2. Setelah mesin hidup lampu pengisian tetap menyala, maka salah satu kemungkinan penyebab kerusakannya adalah kumparan voltage regulator putus, hal ini salah karena lampu CHG padam karena arus dari baterai ke lampu CHG tidak mendapat massa, tertarik nya P0 menempel ke P2 pada kontak point voltage relay.

  41. NIM 5202418064

    No 2
    Menurut saya salah, karena kumparan yang mengatur lampu pengisian adalah kumparan voltage relay. Jika saat mesin hidup tetapi lampu pengisian tetap menyala maka kemungkinan voltage relay yang putus sehingga tidak bisa timbul medan magnet pada voltage relay sehingga P0 tidak bisa tertarik untuk menempel dengan P2

    • 5202418061
      3. Pendapat Sodara HS tentang pengisian pada putaran rendah itu normal saya setuju, namun statemen tentang pengisian pada putaran tinggi yg menyatakan tidak mengisi itu menurut saya salah justru pada putaran tinggi justru cenderung makin tinggi bahkan bisa melebihi tegangan 14,8 V jika tidak ada resistor, sehingga Pl0 tertarik dan menempel dengan pl2.

  42. 5202418061
    2. Menurut pendapat saya salah karena Sesudah mesin menyala dan rotor berputar maka terjadi arus AC yang akan diubah oleh 6 buah diode menjadi arus DC. Tegangan ini akan menjadi lebih besar diantara terminal B dan E dan tegangan keluar dari N stator coil ,menyebabkan tegangan tarik dari kumparan pada voltage relay besar dan titik P1 berhubungan dengan P2 dan lampu tanda pengisian mati yang berarti sistim pengisian telah berjalan. Namun, apabila mesin hidup tapi lampu pengisian menyala maka kemungkinan terdapat kerusakan pada voltage relay.

  43. 5202418059
    Jawaban no 2
    SALAH karena Sesudah mesin menyala dan rotor berputar maka terjadi arus AC yang akan diubah oleh 6 buah diode menjadi arus DC. Tegangan ini akan menjadi lebih besar diantara terminal B dan E dan tegangan keluar dari N stator coil ,menyebabkan tegangan tarik dari kumparan pada voltage relay besar dan titik P1 berhubungan dengan P2 dan lampu tanda pengisian mati yang berarti sistim pengisian telah berjalan.

  44. 5202418046
    Salah.Terminal N alternator dan N regulator tidak terhubung dapat disebabkan karena kabel putus atau socket terlepas. Apabila terminal N pada alternator dan terminal N pada regulator tidak terhubung maka tegangan N tidak akan dapat dialirkan ke voltage relay regulator untuk mematikan lampu CHG

  45. 5202418043
    2. Benar
    Regulator rusak ini yang disebabkan karena rangkaian terminal IG menuju ke terminal F tidak terhubung juga dapat memutus aliran listrik yang menuju ke rotor coil sehingga alternator tidak dapat menghasilkan tegangan listrik. Selain itu, apabila voltage relay pada regulator rusak juga dapat menyebabkan lampu CHG akan menyala terus menerus.

    • Nim:5202418053

      Menurut saya terputusnya (tidak terhubungnya) terminal IG menuju terminal F tidak ada hubungannya dengan kerja voltage regulator. Sehingga menurut saya yang menyebabkan lampu CHG menyala terus menerus bukan karena voltage regulator mati.

  46. 5202418069

    2. Mesin hidup lampu pengisian masih menyala didiagnosa penyebabnya adalah kumparan voltage regulator putus merupakan diagnosa yang SALAH.
    Karena pada rangkaian sistem lampu pengisian tidak memerlukan dan tidak berhubungan dengan kumparan voltage regulator akan tetapi kumparan voltage relay.

  47. 5202418056

    2.Salah, karena menyala atau matinya lampu itu ditentukan oleh Voltage relay, bukan voltage Regulator. Jadi kemungkinan paling besar adalah kerusakan pada Voltage relay karena jika voltage relay terputus maka arus tidak bisa mengalir ke lampu.

    • Sedikit tambahan, apabila Regulator rusak ini, yang disebabkan karena rangkaian terminal IG menuju ke terminal F tidak terhubung juga dapat memutus aliran listrik yang menuju ke rotor coil sehingga alternator tidak dapat menghasilkan tegangan listrik. Selain itu, apabila voltage relay pada regulator rusak juga dapat menyebabkan lampu CHG akan menyala terus menerus.

  48. NIM 5202418078
    2. Benar… !!! Karena rangkaian terminal IG menuju ke terminal F tidak terhubung juga dapat memutus aliran listrik yang menuju ke rotor coil sehingga alternator tidak dapat menghasilkan tegangan listrik. Selain itu, apabila voltage relay pada regulator rusak juga dapat menyebabkan lampu CHG akan menyala terus menerus.

    • Nim:5202418053

      Menurut saya terputusnya (tidak terhubungnya) terminal IG menuju terminal F tidak ada hubungannya dengan kerja voltage regulator. Sehingga menurut saya yang menyebabkan lampu CHG menyala terus menerus bukan karena voltage regulator mati.

  49. 5202418057

    No 2.

    Menurut saya pernyataan tersebut salah, karena yang sangat berpengaruh besar pada lampu pengisian adalah voltage relay, jadi misal voltage regulator putus, maka tidak akan berpengaruh pada lampu pengisian.

  50. 5202418076

    2. Salah, Karena kumparan yang mengatur lampu pengisian yaitu voltage relay bukan voltage regulator. Saat mesin hidup tetapi lampu pengisian tetap menyala maka kemungkinan voltage relay yang putus sehingga tidak bisa timbul medan magnet pada voltage relay.

    • 5202418046
      Ingin menambahkan saja , akibat pada kumparan voltage relay timbul Medan magnet sehingga terminal P0 tertarik dan menempel dengan P2.

  51. Nim:5202418053

    2. Menurut saya tidak benar, Lampu CHG dapat menyala karena adanya arus listrik yang mengalir ke lampu, mudahnya pada lampu salah satu terminalnya mendapatkan tegangan positif dan satu terminal lainnya mendapatkan tegangan negatif (massa).

    Apabila salah satu tegangan yang ada diterminal ini dihilangkan atau dua terminal tegangannya sama (positif dan positif atau negatif dan negatif) maka tidak ada aliran arus listrik yang ke lampu karena salah satu syarat adanya aliran listrik adalah adanya beda potensial sehingga apabila keadaan tersebut terjadi maka lampu tidak akan menyala.

    Kita tahu bahwa Untuk mematikan lampu CHG ini dilakukan oleh komponen voltage relay pada regulator. Voltage relay aktif ketika adanya tegangan dari terminal N sehingga apabila terdapat masalah pada voltage relay dan tegangan N (tegangan N hilang) maka lampu tidak akan mati.

    Penyebab lampu CHG menyala terus:
    1. Terminal F regulator dan F alternator tidak terhubung
    2. Socket terminal E alternator lepas
    3. Sikat alternator habis
    4. Kumparan alternator rusak
    5. Terminal N alternator dan N regulator tidak terhubung
    6. Terminal IG regulator tidak terhubung dengan kunci kontak
    7. Regulator rusak

    • NIM : 5202418047

      Menanggapi saja dari jawaban Anda, untuk uraian diatas masih gambaran umum, belum spesifik dari dasar cara kerja regulator terutama fungsi bagian voltage relay sebagai indikator matinya lampu CHG ketika kunci kontak ON mesin belum berputar.

  52. 5202418066
    2. BENAR
    Untuk mematikan lampu CHG ini dilakukan oleh komponen voltage relay pada regulator. Voltage relay aktif ketika adanya tegangan dari terminal N sehingga apabila terdapat masalah pada voltage relay dan tegangan N (tegangan N hilang) maka lampu tidak akan mati. apalagi kalau voltage regulator ini putus maka aliran listrik dari terminal IG akan terhambat atau bahkan tidak dapat di alirkan ke komponen rotor coil sehingga kemagnetan pada alternator tidak dapat dibangkitkan oleh rotor coil dan tidak ada tegangan yang mengalir di terminal N .

  53. 5202418062

    2 .Salah, karena yang berhubungan itu voltage relay bukan voltage regulator , ya mungkin penyebabnya adalah bisa saja
    A) terminal f regulator dan terminal f alternator tidak terhubung
    B) socket terminal E lepas
    C) sikat alternator habis
    D)kumoaran alternator rusak
    E) terminal N alternator dan N regulator tidak terhubung

  54. Nim 5202418063
    2. Benar
    Jika yang rusak kumparan voltage Relay, maka voltage relay tidak akan terjadi kemagnetan. Sehingga terminal p0 tidak tertarik dan tidak akan menempel dengan p2. Akibatnya Lampu pengisian masih tetap menyala karena Mendapatkan massa.

    • Nim 5202418063
      2. Salah. Jika Yang mengalami kerusakan adalah Voltage Regulator, Lampu CHG (charger warning lamp) tidak akan menyala Jika di kunci kontak On. Karena Yang menyalakan lampu CHG pada saat itu adalah Voltage Regulator.
      Dan jika yang Mengalami kerusakan adalah Voltage relay, pada saat Kunci kontak On Lampu CHG menyala, tetapi pada saat Engine Sudah menyala CHG tetap hidup.

  55. 5202418068
    Benar,
    Karena jika mesin hidup lampu CHG itu mati, berhubung kumparan Voltage regulator putus maka arus yang mengalir tdk setabil sehingga saat mesin hidup lampu CHG akan nyala itu mengidikasikan terjadi suatu masalah dalam sistem pengisina

    • 5202418057

      Menurut saya pernyataan tersebut salah, karena yang sangat berpengaruh besar pada lampu pengisian adalah voltage relay, jadi misal voltage regulator putus, maka tidak akan berpengaruh pada lampu pengisian.

  56. 2. Menurut saya jawabannya salah,Karena yang berfungsi untuk mematikan lampu CHG yaitu Voltage Relay, seharusnya pada saat mesin hidup lampu pengisian padam…
    Ini disebabkan karena perbedaan beda potensial di PO dan P2…Lebih jelasnya karena tegangan dari terminal N alternator mengalir ke N regulator.ke V.relay ke massa…akibatnya pada kumparan v.relay timbul magnet sehingga Po tertarik dan menempel ke P2

  57. 5202418077

    2). Lampu masih menyala karena kumparan voltage regulator putus itu benar
    Karena hal itu memutus arus yang menuju rotor coil sehingga altenator tidak dapat menghasilkan tegangan.

    • NIM 5202418064
      Menurut saya itu salah. Karena yang mengatur lampu pengisian itu adalah kumparan voltage relay bukan voltage regulator.

    • 5202418057

      Menurut saya pernyataan tersebut salah, karena yang sangat berpengaruh besar pada lampu pengisian adalah voltage relay, jadi misal voltage regulator putus, maka tidak akan berpengaruh pada lampu pengisian.

  58. 5202418046
    Ingin menambah kan saja , akibat pada kumparan voltage relay timbul Medan magnet sehingga terminal P0 tertarik dan menempel dengan P2.

  59. 5202418075
    no 2
    benar
    jika regulator rusak yang disebabkan karena rangkaian terminal IG menuju ke terminal F tidak terhubung juga dapat memutus aliran listrik Yang ke rotor coil sehingga alternator tidak dapat menghasilkan tegangan listrik.
    Selain itu apabila voltage relay pada regulator rusak juga dapat menyebabkan lampu akan menyala terus menerus

  60. 5202418073

    2. Benar, jika Lampu akan menyala jika mesin sudah hidup berarti menandakan adanya masalah dalam sistem pengisian tersebut yang di sebabkan oleh rusaknya kumparan voltage relay dan kumparan voltage relay tidak ada kemagnetan. Akibatnya terminal P0 tidak tertarik dan tidak menempel pada terminal P2.

  61. 5202418056

    3. Benar, Karena pada saat putaran rendah ada perbedaan bedanya potensial antara baterai dengan arus dari rotor Coil sehingga sistem pengisian normal , sedangkan padahal putaran tinggi tidak ada perbedaan potensial antara baterai dengan arus dari Rotor coil ini disebabkan karena resistor terputus.

  62. 5202418065

    3. Menurut saya Pada kondisi putaran mesin tidak jauh berbeda dengan sistem kerja mesin hidup putaran rendah, dimana lampu charging tetap mati (off), namun pengeluaran tegangan output relatif lebih kecil. Ini tejadi karena memang tegangan baterai sudah mencukupi.
    Arah arus tegangan Output Relatif Kecil
    Terjadinya kemagnetan yang besar pada voltage regulator mengakibatkan titik kontak PLO menempel pada titik kontak PL2- tegangan yang masuk dari terminal IG regulator akan masuk ke resistor ( penghambat ) – dan keluar sebagian kecil ke terminal F serta sebagian lagi terbuang ke massa melalui titik kontak PL2 yang terhubung langsung ke massa ( – ). Ketika tegangan yang mesuplay ke roto coil kecil, maka kemagnetan yang tejadi juga kecil. Kecilnya kemagnetaran pada rotor mengakibatkan output yang dikeluarkan juga kecil.

  63. NIM : 5202418054

    Soal No.3
    Menurut saya, resistor pada regulator dimaksudkan untuk menahan jumlah arus yang masuk. Jika tidak ada resistor, arus yang melewati voltage regualator tidak ada beda potensial dan menyebabkan PL0 menempel terus pada PL1 karena tidak ada beda potensial antara PL1 dan PL2, sehingga pengisian tidak terjadi meskipun pada putaran rendah/stasioner maupun putaran tinggi

  64. 5202418069

    3. Apabila resistor pada regulator putus, maka pada putaran rendah / stasioner pengisian normal sedangkan pada putaran tinggi tidak ada pengisian. Pendapat diatas BENAR karena pada saat putaran rendah / stasioner arus dari terminal IG regulator mengalir menuju plat kontak pl1 menuju pl0 dan mengalir ke terminal F regulator ke terminal F alternator dan terjadi pengisian. Pada saat kecepatan tinggi maka kumparan voltage regulator sudah bekerja sehingga pl0 tertarik mengambang atau menempel penuh ke plat kontak pl2 sehingga seharus nya arus dari terminal IG regulator mengalir melalui resistor akan tetapi karena resistor putus maka pada saat putaran tinggi tidak ada arus yang mengalir ke terminal F regulator ke terminal F alternator sehingga tidak terjadi pengisian pada batterai.

  65. NIM. 5202418042
    No.03
    Menurut saya sistem pengisian akan terhambat bahkan tidak dapat bekerja baik dalam putaran rendah maupun tinggi, karena apabila resistor dan kontak point yang ada pada rangkaian voltage regulator ini putus maka aliran listrik dari terminal IG akan terhambat atau bahkan tidak dapat di alirkan ke komponen rotor coil sehingga kemagnetan pada alternator tidak dapat dibangkitkan oleh rotor coil.

  66. Nim 5202418063
    Pendapat HS mengatakan bahwa jika resistor pada regulator putus, maka pada putaran rendah / stasioner pengisian normal sedangkan pada putaran tinggi tidak ada pengisian adalah Salah.

    Yang benar adalah Aliran listrik dari terminal IG akan terhambat atau bahkan tidak dapat di alirkan ke komponen rotor coil sehingga kemagnetan pada alternator tidak dapat dibangkitkan oleh rotor coil.

  67. 5202418075
    no:3
    menurut saya salah apabila regulator mengalami kerusakan maka dapat mengakibatnya sistem pengisian tidak bekerja. Beberapa komponen yang terdapat pada regulator yang apabila terjadi kerusakan maka sistem pengisian tidak akan bekerja antara lain resistor putus kontak point pada voltage regulator kotor.
    Apabila resistor dan kontak point yang ada pada rangkaian voltage regulator ini putus maka aliran listrik dari terminal IG akan terhambat atau bahkan tidak dapat di alirkan ke komponen rotor coil sehingga kemagnetan pada alternator tidak dapat dibangkitkan oleh rotor coil.

  68. resistor pada regulator dimaksudkan untuk membatasi jumlah arus yang masuk. Jika tidak ada resistor, arus yang melewati voltage regualator tidak ada beda potensial dan menyebabkan pl0 menempel terus pada pl1 karena tidak ada beda potensial antara pl1 dan pl0, sehingga pengisian tidak terjadi meskipun pada putaran rendah maupun putaran tinggi

  69. 5202418068
    Benar, karena
    Apabila resistor dan kontak point yang ada pada rangkaian voltage regulator ini putus maka aliran listrik dari terminal IG akan terhambat atau bahkan tidak dapat di alirkan ke komponen rotor coil sehingga kemagnetan pada alternator tidak dapat dibangkitkan oleh rotor coil.

  70. 5202418059
    Jawaban no 3
    resistor pada regulator dimaksudkan untuk membatasi jumlah arus yang masuk. Jika tidak ada resistor, arus yang melewati voltage regualator tidak ada beda potensial dan menyebabkan pl0 menempel terus pada pl1 karena tidak ada beda potensial antara pl1 dan pl0, sehingga pengisian tidak terjadi meskipun pada putaran rendah maupun putaran tinggi

  71. 5202418052

    Menurut saya pernyataan dari HS kurang tepat. Yang tepat adalah aliran listrik dari terminal IG akan terhambat atau bahkan tidak dapat dialirkan ke komponen rotor coil sehingga kemagnetan pada alternator tidak dapat dibangkitkan.

  72. 5202418062

    Menurut saya salah., karena apa bila resistor pada regulator putus maka aliran arus dari terminal ig akan terputus akibat aliran putus tidak ada aliran yang masuk ke komponen rotor coil .

    Intinya apabila resistor putus . sistem pengisian tidak berfungsi./ tidak mengisi.

  73. 3.
    5202418049
    Menurut pendapat HS terkait resistor rusak pada putaran rendah/stasioner pengisian tetap normal itu benar, karena pada putaran rendah arus tidak melewati resistor.
    Akan tetapi terkait resistor rusak pada putaran tinggi tidak ada pengisian itu salah. Pada putaran tinggi arus tetap mengalir, akan tetapi karena resistor rusak mengakibatkan tidak ada hambatan arus yang mengalir ke rotor. Hal ini menyebabkan tegangan yang mengalir ke rotor melebihi kapasitas dan dapat menyebabkan over charge.

    • 5202418058

      No. 3
      Menurut saya pendapat HS terkait putaran rendah itu benar, karena arus tidak melewati resistor. Arus mengalir ke ig ke P1 ke plo
      Akan tetapi saat putaran tinggi, dapat terjadi over charge karena arus dari B alternator langsung ke F regulator selanjutnya ke RC dan massa.

  74. 5202418046
    Menurut mahasiswa HS apabila putaran lambat,tegangan yang di hasilkan kumparan stator rendah.tegangan yang rendah ini juga menyebabkan tegangan yang masuk ke kumparan regulator rendah dan bila putaran naik menjadi putaran tinggi maka tegangan pada terminal B alternatif akan cenderung tinggi. Akibatnya arus yang berasal dari LG mengalir ke R ke Pl0 ke Pl2 ke massa (tidak mengalir ke RC) menyebabkan Medan magnet pada RC frop.

    • Nim:5202418053

      Menurut saya penjelasan yang saudara jelaskan belum bisa dipahami secara rinci. Dikarenakan aliran arus yang terputusnya tidak jelas atau belum dijelaskan.

  75. NIM 5202418078
    3. BENAR karena pada saat putaran rendah / stasioner arus dari terminal IG regulator mengalir menuju plat kontak pl1 menuju pl0 dan mengalir ke terminal F regulator ke terminal F alternator dan terjadi pengisian. Pada saat kecepatan tinggi maka kumparan voltage regulator sudah bekerja sehingga pl0 tertarik mengambang atau menempel penuh ke plat kontak pl2 sehingga seharus nya arus dari terminal IG regulator mengalir melalui resistor akan tetapi karena resistor putus maka pada saat putaran tinggi tidak ada arus yang mengalir ke terminal F regulator ke terminal F alternator sehingga tidak terjadi pengisian pada batterai.

  76. NIM : 5202418051

    menurut saya , jika putaran rendah / stasioner resistor putus maka arus tidak dapat disalurakan F regualtor dan ke RC sehingga tidak terjadi pengisian
    Sedangkan saat putaran tinggi juga tidak terjadi pengisian karena resistor putus dan tidak dapat mengalirkan arus ke Pl0 ke Pl2 sehingga tidak dapat menyebabkan medan magnet ke RC

  77. Nim : 5202418070
    3. Benar karena pada saat putaran rendah / Stasioner arus tidak melewati resistor tegangan langsung ke massa maka pengisian normal..
    Sedangkan salah pada putaran tinggi ketika resistor putus tetap terjadi pengisian namun bisa overcharge karena arus melewati resistor

  78. 5202418061
    3. Pendapat sodara HS tentang resistor rusak pada putaran rendah/stasioner penhisian tetap normal itu benar, namun pendapat terkait tidak terjadi pengisian pada pada putaran tinggi itu salah, karena bila putaran naik maka tegangan output cenderung tinggi, namun karena resistor rusak mengakibatkan tegangan melebihi batas (14,8 v).

  79. 5202418055

    3. Menurut saya benar , karena saat putaran lambat , tegangan yang dihasilkan kumparan stator cenderung rendah. Tegangan yang rendah menyebabkan tegangan yang masuk ke kumparan regulator rendah sehingga medan magnet yang di hasilkan rendah. Hal ini menyebabkan arus listrik yang mengalir menuju kumparan rotor besar karena tidak melalui hambatan (resistor) sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan rotor kuat. Jadi putus atau tidaknya resistor pada regulator tidak berpengaruh pada pengisian.
    Sedangkan saat putaran tinggi , tegangan yang dihasilkan kumparan stator juga akan tinggi sehingga tegangan yang bekerja pada kumparan regulator juga makin tinggi. Kejadian ini menyebabkan arus mengalir melalui resistor dan mengalir ke massa sehingga tidak ada arus yang masuk ke kumparan rotor. Jadi saat resistor pada regulator terputus , arus yang mengalir akan langsung mengalir ke massa dan tidak ada arus yang masuk ke kumparan rotor.

  80. NIM 5202418067
    no 3.
    Dari referensi yang saya baca dan saya pahami, Resistor pada regulator yang putus maka pada putaran rendah/stasioner pengisian normal sedangkan pada putaran tinggi tidak ada pengisian…

    Fungsi resistor adalah sebagai pengatur dalam membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Sedangkan Fungsi dari regulator adalah mengatur besar arus listrik yang masuk kedalam rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan alternator tetap konstan (sama) menurut harga yang ditentukan meskipun putarannya berubah-ubah.
    Pernyataan dari mahasiswa HS BENAR.
    Karena saat putaran tinggi maka tidak ada yang membatasi jumlah arus yang mengalair dan bisa menyebabkan overcharging pada pengisian baterai

  81. 5202418043
    3.beberapa hal yang mungkin terjadi jika sistem pengisian tidak bekerja pada regulator konvensional adalah resistor yang terputus atau platina yang berkerak. Dan ini akan menghambat Kemudian apabila putus maka arus listrik dari terminal IG akan terputus putusnya aliran ini maka mengakibatkan putusnya aliran yang masuk ke komponen rotol koil maka altenator tidak dapat dibangkitkan oleh rotor koil.
    Dan sistem pengisian tidak bekerja

  82. NIM : 5202418044

    3. Menurut saya pernyatan HS pada putaran stasioner/rendah adalah benar, karena pada saat putaran rendah ada perbedaan bedanya potensial antara baterai dengan arus dari rotor Coil sehingga sistem pengisian normal.

    Sedangkan pada pernyataan HS pada putaran tinggi menurut saya salah, karena pada putaran tinggi arus tetap mengalir, akan tetapi karena resistor rusak mengakibatkan tidak ada hambatan arus yang mengalir ke rotor

  83. Nim:5202418053

    3. Menurut saya pendapat HS tersebut benar.
    >Karena pada saat stasioner, arus tidak mengalir melewati R, sehingga apabila R putus maka proses pengisian akan tetap normal.
    >pada saat putaran tinggi arus yang berasal dari ig mengalir ke R ke Pl0 ke Pl2 ke massa, sehingga apabila R putus maka proses pengisian tidak ada.

  84. 5202418066
    2. Apabila resistor pada regulator putus, maka pada putaran rendah , stasioner pengisian normal sedangkan pada putaran tinggi tidak pengisian
    – BENAR
    Karana pada saat putaran rendah arus tidak mengalir ke resistor tetapi menuju ke plat kontak pl1 menuju pl0 dan mengalir ke terminal F regulator ke terminal F alternator dan terjadi pengisian .
    Sedangkan Pada saat putaran tinggi ada arus mengalir ke resistor ,lah sedangkan resistor terputus jadi tidak ada pengisian..

  85. NIM 5202418064

    No 3
    Menurut saya pernyataan HS dalam putaran stationer benar karena saat putaran stationer arus tidak melewati resistor. Meskipun resistor putus saat putaran stationer maka pengisian tetap berjalan.
    Saat putaran tinggi arus yang berasal dari IG mengalir ke R ke Pl0 ke Pl2 lalu ke massa, sehingga medan magnet pada RC drop. Kasus disini adalah resistor putus maka arus besar dari IG tidak bisa dihambat oleh resistor karena resistor putus. Sehingga arus berhenti tidak bisa ke massa, sehingga tidak ada pengisian

  86. 5202418057

    No 3.
    Menurut saya, pernyatan HS tersebut benar, karena pada saat putaran rendah/stasioner arus tidak melewati resistor, tapi arus mengalir dari ig, ke Pl1, ke Pl0, ke F regulator, ke F alternator, ke RC, ke massa. sehingga pengisian tetap normal
    Namun, pada saat putaran tinggi, maka dapat menyebabkan over charge, karena arus dari B alternator langsung ke F regulator, kemudian ke RC dan massa.

  87. 5202418060

    3. Menurut saya pernyataan pertama dari HS itu BENAR, karena pada saat putaran rendah/stasioner arus mengalir tidak melewati resistor, tapi dari Ig, Pl1, Pl0, F regulator, F alternator, RC, massa. Sehingga pengisian menjadi normal walaupun resistor rusak.
    Sedangkan Pernyataan kedua dari HS menurut saya Benar, karena pada saat putaran tinggi dan pada resistor mengalami kerusakan maka arus akan berhenti diresistor dan tidak terjadi pengisian pada bateray.

  88. NIM : 5202418047

    3. Berdasarkan uraian pendapat HS maka ditarik kesimpulan benar, ketika putaran rendah maka pengisian arus tidak terhambat oleh resistor karena arus melewati PL1 ke PL0 ke RC maka kemagnetan pada RC besar. Jika pada putaran tinggi dan resistor terputus maka arus tidak mengalir ke rotor coil dan tidak terjadi kemagnetan pada RC maka stator coil tidak menghasilkan arus listrik.

  89. NIM 5202418067
    no 3.
    Dari referensi yang saya baca dan saya pahami, Resistor pada regulator yang putus maka pada putaran rendah/stasioner pengisian normal sedangkan pada putaran tinggi tidak ada pengisian…
    Fungsi resistor adalah sebagai pengatur dalam membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Sedangkan Fungsi dari regulator adalah mengatur besar arus listrik yang masuk kedalam rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan alternator tetap konstan (sama) menurut harga yang ditentukan meskipun putarannya berubah-ubah.
    Pernyataan dari mahasiswa HS BENAR.
    Karena saat putaran tinggi maka tidak ada yang membatasi jumlah arus yang mengalair dan bisa menyebabkan overcharging pada pengisian baterai.
    Jadi saya setuju dengan pernyataan tersebut.

  90. NIM 5202418064
    No 3
    Menurut saya pernyataan HS benar
    Saat putaran stationer sistem pengisian tetap berjalan normal artinya masih terjadi pengisian, karena saat putaran stationer arus tidak melewati resistor, sehingga meskipun resistor rusak maka tidak ada efeknya untuk sistem pengisian.
    Saat putaran tinggi pada voltage regulator terjadi kemagnetan yang kuat sehingga P0 tertarik dan menempel ke P2. Jika resistor rusak saat putaran tinggi maka arus tidak bisa mengalir melewati resistor dan terputus, sehingga arus tidak bisa sampai ke massa, sehingga sistem pengisian tidak berfungsi.

  91. Nim: 5202418053

    Mohon maaf sebelumnya, menurut saya penjelasan tersebut masih kurang jelas. Kita tahu bahwa kuat kemagnetan pada voltage regulator berbanding lurus dengan putaran. Jadi kuat medan magnet pada voltage regulator yang mengatur kontak point bergerak kemana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here