PERENCANAAN PEMBELAJARAN DAN MICROTEACHING

89
182

Assalamamulaikum wr. wb…

Pada mata kuliah perencanaan pembelajaran dan microteaching, semua mahasiswa harus mempelajari beberapa materi sebagai syarat untuk dapat mengikuti mata kuliah ini. Sebagai calon guru sekolah kejuruan, perencanaan pembelajaran harus mengikuti ketentuan untuk pembelajaran di sekolah kejuruan. Beberapa yang harus dipelajari adalah sebagai berikut:

  1. Spektrum Pendidikan Mengah Kejuruan. Unduh di sini.
  2. Analisis SKL – KI – KD. Unduh di sini.
  3. Analisis materi pembelajaran. Unduh di sini
  4. Penerapan model pembelajaran. Unduh di sini
  5. Penilaian hasil belajar. Unduh di sini
  6. Penyusunan silabus. Unduh di sini
  7. Penyusunan RPP. Unduh di sini
  8. Praktik pembelajaran. Unduh di sini
  9. Praktik pengelolaan dan pelaporan hasil belajar. Unduh di sini
  10. Format silabus. Unduh di sini
  11. Contoh isian format silabus. Unduh di sini

Silakan unduh materi-materi di atas untuk dipelajari, dan jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

  1. Jelaskan pengertian spektrum pendidikan kejuruan.
  2. Jelaskan perbedaan antara bidang keahlian, program keahlian, dan kompetensi keahlian pada pendidikan kejuruan.
  3. Jelaskan tentang karakteristik kompetensi keahlian pada pendidikan kejuruan.
  4. Jelaskan yang dimaksud dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
  5. Jelaskan yang dimaksud dengan Kompetensi Inti (KI).
  6. Jelaskan yang dimaksud dengan Kompetensi Dasar (KD).
  7. Jelaskan cakupan dimensi pada Standar Kompetensi Lulusan.
  8. Jelaskan secara naratif hubungan antara SKL, KI, KD, Pembelajaran, Penilaian, dan Hasil Belajar.
  9. Jelaskan tentang dimensi proses kognitif.
  10. Jelaskan tentang dimensi keterampilan konkret menurut Taksonomi Dave.
  11. bagaimanakan langkah-langkah menganalisis keterkaitan antara SKL, KI, dan KD.

Jawaban dari setiap pertanyaan ditulis dalam kolom komentar pada bagian bawah laman ini. Setiap nomor, dijawab pada satu kolom komentar (tidak boleh dijadikan satu). Setiap mahasiswa menjawab menurut pekerjaannya masing-masing, tidak copy paste dari pekerjaan teman lainnya. Jawaban ditunggu sampai hari Senin, 16 Maret 2020 jam 17.00 WIB. Selamat belajar (DW).

89 COMMENTS

  1. Achmad Faizal Bachri (5202417026)
    1. Spektrum pendidikan kejuruan adalah
    jenis-jenis program pendidikan serta rambu-rambu penyelenggaraannya, sebagai acuan dalam membuka dan mengembangkan program pendidikan pada SMK/MAK.

  2. Achmad Faizal Bachri (5202417026)
    2. A. Bidang Keahlian
    Merupakan kumpulan Program Keahlian yang memiliki kesamaan karakteristik dan memerlukan dasar bidang kajian yang sama.
    B. Program Keahlian
    Merupakan kumpulan Kompetensi Keahlian yang memiliki kesamaan karakteristik dasar-dasar keahlian/pekerjaan/tugas.
    C. Kompetensi Keahlian
    Merupakan satuan program pendidikan dan pelatihan yang didasarkan atas tugas-tugas pada jabatan/pekerjaan tertentu, dengan durasi satuan pendidikan menengah 3 atau 4 tahun.

  3. Achmad Faizal Bachri (5202417026)
    3. Karakteristik kompetensi keahlian pada pendidikan kejuruan adalah sebagai berikut :
    a. Membentuk lulusan agar menguasai satu jenis jabatan pekerjaan (profesi/ keahlian) formal yang berjenjang, pengalaman belajar atau skills (hard skills maupun softskills)
    yang diperoleh bermakna untuk hidup mandiri dan atau melanjutkan pendidikan, serta lapangan kerja lulusan terdeskripsikan secara jelas dan spesifik.
    b. Ruang lingkup kompetensi mengacu kepada standar kompetensi, baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan, yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan diakui, dikemas dengan memperhatikan rambu-rambu SKKNI dan KKNI.
    c. Memerlukan waktu tatap muka terstruktur untuk muatan peminatan kejuruan (C1, C2, C3) + 3.030 jp @ 45 menit untuk program pendidikan 3 tahun atau + 4.526 jp @ 45
    menit untuk program pendidikan 4 tahun.
    d. Perbedaan muatan keahlian kejuruan (C2 dan C3) satu kompetensi keahlian dengan kompetensi keahlian lainnya dalam satu program keahlian minimal 35 %, dilihat dari bobot beban belajar.
    e. Mempertimbangkan tahapan dan perkembangan peserta didik secara fisik maupun psikologis.

  4. Achmad Faizal Bachri (5202417027)
    4. Standar kompetensi lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan
    lulusan yang mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan bidang dan lingkup kerja yang diharapkan dapat dicapai setelah peserta didik menyelesaikan masa belajar.

  5. Achmad Faizal Bachri (5202417026)
    5. Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai SKL yang harus dimiliki seorang peserta didik pada
    setiap satuan program pendidikan (SMK 3 tahun atau 4 tahun) yang menjadi dasar pengembangan KD.

  6. Achmad Faizal Bachri (5202417026)
    6. Kompetensi Dasar adalah kemampuan yang menjadi syarat untuk menguasai Kompetensi Inti yang harus dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran.

  7. Achmad Faizal Bachri (5202417026)
    7. Lulusan SMK/MAK program pendidikan 3 (tiga) tahun dan 4 (empat) tahun memiliki standar kompetensi lulusan yg mencakup pada dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagaimana tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor … Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan.

  8. Achmad Faizal Bachri (5202417026)
    8. Hubungan antara SKL, KI, KD, pembelajaran, penilaian, dan hasil belajar adalah sebagai berikut :
    1). Kompetensi Inti (KI – 3 dan KI – 4) memberikan arah tingkat kompetensi pengetahuan dan keterampilan minimal yang harus dicapai peserta didik.
    2). Kompetensi Dasar dari KI – 3 adalah dasar pengembangan materi pembelajaran, sedangkan Kompetensi Dasar dari KI – 4 mengarahkan keterampilan dan pengalaman belajar yang perlu dilakukan peserta didik.
    3). Dari proses belajar dan pengalaman belajar, peserta didik akan memperoleh pembelajaran tidak langsung berupa pengembangan sikap sosial dan spiritual yang relevan dengan berpedoman pada kompetensi dasar dari KI – 2 dan KI – 1.
    4). Rangkaian dari KI – KD sampai dengan penilaian tertuang dalam silabus, kecuali untuk tujuan pembelajaran, tidak diwajibkan dicantumkan baik dalam RPP maupun dalam Silabus.

  9. Achmad Faizal Bachri (5202417026)
    9. Dimensi proses kognitif(cognitive
    process dimention) pesertadidik: dimulai dari memahami (C2), menerapkan (C3), menganalisis (C4), hingga kemampuan evaluasi (C5).

  10. Achmad Faizal Bachri (5202417026)
    10. Dimensi ketrampilan konkret menurut taksonomi dave mencakup sebagai berikut :
    1). P-1 Imitasi, uraian : meniru kegiatan yang telah di demontrasikan atau di jelaskan
    2). P-2 Manipulasi, uraian : Melakukan suatu
    pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.
    3). P-3 Presisi, uraian : Melakukan suatu
    tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.
    4). P-4 Artikulasi, uraian : Keterampilan
    berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP
    5). P-5 Naturalisasi, uraian : Melakukan unjuk
    kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

  11. Achmad Faizal Bachri (5202417026)
    11. Proses mengaitkan SKL, KI, dan KD dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
    a. Melakukan linearisasi antara KI dan KD dari Pengetahuan (KD dari KI-3), dengan cara:
    1) Melihat level kognitif pada KD dan KI,
    dan linier kesamaanjumlah KD
    Pengetahuan (KD dari KI-3) dengan
    jumlah KD Keterampilan (KD dari KI-4).
    2) Melihat keselarasan hubungan
    antara level kognitif dan dimensi
    pengetahuan yaitu C1=faktual,
    C2=konseptual, C3=prosedural,
    C4,C5,dan C6=metakognitif
    b. Melakukan linierisasi KD dari KI-3 (Pengatahuan) untuk mendukungKD dari KI-4 (Keterampilan).
    c. Mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan sesuai rumusan KD dari KI-4; apakah termasuk keterampilan abstrak atau konkret.
    d. Mengidentifikasi sikap-sikap yang dapat dikembangkan dalam kegiatan yang dilakukan mengacu pada rumusan KD dari sikap spiritual dan sikap sosial yang didalamnya terintegrasi nilai-nilai karakter.

  12. Langgeng kristianto
    5202417028

    1) Spektrum pendidikan kejuruan adalah jenis-jenis program pendidikan serta rambu-rambu penyelenggaraannya, sebagai acuan dalam membuaka dan mengembangkan pendidikan pada SMK/MAK, yang meliputi jenis-jenis program pendidikan seperti Bidang keahlian, Progran keahlian, dan kompetensi keahlian. spektrum pendidikan kejuruan berfungsi sebagai dasar dan acuan pengembangan dan peningkatan mutu, relevansi dan daya lulusan SMK/MAK dalam lingkup regional, nasional, maupun internasional.

  13. Langgeng kristianto
    5202417028

    2) bidang keahlian, merupakan kumpulan program keahlian yang memiliki kesamaan karakteristik dan memerlukan dasar bidang kajian yang sama contohnya seperti bidsng keahlian teknik mesin, didalamnya terkumpul banyak program keahlian seperti, keahlian teknik otomotif, sepeda motor, kendaraan ringan, dll yan memiliki karakteristik dan dasar bidang kajian yang sama.
    Sedangkan program keahlian adalah kumpulan kompetensi keahlian yang memiliki kesamaan karakteristik dasar-dasar keahlian/pekerjaan/tugas. contohnya seperti prodi pendidikan teknik otomotif, didalamnya terdapat banyak kompetensi keahlian seperti teknik kendaraan ringan, sepeda motor, ototronik, pengecatan dan perbaikan body yang memiki kesamaan karakteristik dasar-dasar keahlian bidang otomotif.
    Kompetensi keahlian sendiri merupakan suatu program pendidikan dan pelatihan yang didasarkan atas tugas-tuga pada jabatan/pekerjaan tertentu, dangan durasi satuan pendidikan menengah 3 atau 4 tahun, dalam hal ini contohnya seperti pada SMK/MAK.

  14. Langgeng kristianto
    5202417028

    3) Kompetensi keahlian memiliki beberapa karakteristik untuk mempermudah kita membedakan mana bidang keahlian, dan mana yang program keahlian. karakteristiknya sebagai berikut:
    -Membentuk lulusan agar menguasai satu jenis jabatan pekerjaan (profesi/ keahlian) formal yang berjenjang, pengalaman belajar atau skills (hard skills maupun softskills) yang diperoleh bermakna untuk hidup mandiri dan atau melanjutkan pendidikan, serta lapangan kerja lulusan terdeskripsikan secara jelas dan spesifik.
    -Ruang lingkup kompetensi mengacu kepada standar kompetensi, baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan, yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan diakui, dikemas dengan memperhatikan rambu-rambu SKKNI dan KKNI.
    -Memerlukan waktu tatap muka terstruktur untuk muatan peminatan kejuruan (C1, C2, C3) + 3.030 jp * 45 menit untuk program pendidikan 3 tahun atau + 4.526 jp *45 menit untuk program pendidikan 4 tahun.
    -Perbedaan muatan keahlian kejuruan (C2 dan C3) satu kompetensi keahlian dengan kompetensi keahlian lainnya dalam satu program keahlian minimal 35 %, dilihat dari bobot beban belajar. contohnya seperti kompetensi keahlian TKR akan berbeda dengan kompetensi keahlian TKJ
    -Mempertimbangkan tahapan dan perkembangan peserta didik secara fisik maupun psikologis

  15. Nomor 1
    Spektrum Pendidikan Kejuruan adalah jenis-jenis program pendidikan serta rambu-rambu penyelenggaraannya, sebagai acuan dalam membuka dan mengembangkan program pendidikan pada SMK/MAK.
    atau secara singkatnya yang disebut spektrum keahlian adalah Jenis-jenis program pendidikan pada SMK/MAK, karena jurusan-jurusan yang dikembangkan di SMK/MAK disesuaikan dengan keahlian-keahlian atau jabatan-jabatan pekerjaan (job titles) yang ada dan berkembang di dunia kerja, Spektrum Keahlian PMK bukan didasarkan atas disiplin keilmuan

  16. Nomor 2
    Bidang Keahlian adalah suatu bentuk ilmu yang mencakup beberapa program keahlian, atau dapat dikatakan sebagai satuan terbesar salam suatu keilmuan
    Program keahlian adalah suatu bagian dari bidang keahlian, yang didalamnya dipecah-pecah lagi menjadi beberapa kompetensi keahlian
    kompetensi keahlian adalah suatu bagian dari program keahlian, dimana lebih menjurus lagi ke satu disiplin ilmu

  17. Nomor 3
    Kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut.

  18. Nomor 4
    SKL
    SKL dapat diartikan sebagai kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan bidang dan lingkup kerjayang diharapkan dapat dicapai setelah peserta didik menyelesaikan masa belajar

    KI
    KI dapat diartikan sebagai tingkat kemampuan untuk mencapai SKL yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap satuan program pendidikan (SMK 3 tahun atau 4 tahun) yang menjadi dasar pengembangan KD.
    KI mencakup sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran, atau program pendidikan dalam mencapai SKL’

    KD
    KD dapat diartikan sebagai tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran serta perkembangan belajar peserta didik yang dikembangkan berdasarkan taksonomi hasil belajar

  19. Nomor 4
    SKL
    SKL dapat diartikan sebagai kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan bidang dan lingkup kerjayang diharapkan dapat dicapai setelah peserta didik menyelesaikan masa belajar

  20. Nomor 5
    KI
    KI dapat diartikan sebagai tingkat kemampuan untuk mencapai SKL yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap satuan program pendidikan (SMK 3 tahun atau 4 tahun) yang menjadi dasar pengembangan KD.
    KI mencakup sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran, atau program pendidikan dalam mencapai SKL

  21. Nomor 6
    KD
    KD dapat diartikan sebagai tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran serta perkembangan belajar peserta didik yang dikembangkan berdasarkan taksonomi hasil belajar

  22. Nomor 8
    Standar Kompetensi Lulusan (SKL) adalah suatu acuan utama dalam proses pembelajaran yang dijabarkan kedalam menjadi beberapa kompetensi inti (KI), kemudian KI dijabarkan lagi menjadi beberapa kompetensi dasar (KD), dan dari KD tersebut dibentuklah materi, metode, dan media pembelajaran untuk proses pembelajaran,yang kemudian dinilai apakah setiap kompetensi dasarnya sudah terpenuhi, dan yang terakhir adalah penentuan hasil yang mana beracuan atau harus sama dengan SKL.

  23. Nomor 9
    dimensi proses kognitif adalah sesuatu yang ditujukan untuk melengkapi susunan yang lengkap mengenai klasifikasi proses kognitif siswa yang terdapat pada tujuan pembelajaran.

  24. Nomor 10
    Menurut Taksonomi Dave keterampilan konkritdiperoleh melalui tingkatan-tingkatan imitasi (1), manipulasi (2), presisi (3), artikulasi (4), naturalisasi (5)

  25. Langgeng kristianto
    5202417028

    4) Setandar kompetensi kelulusan (SKL) adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan bidang dan lingkup kerja yang diharapkan dapat dicapai setelah peserta didik menyelesaikan masa belajar. SKL dijabarkan kedalam Standar Isi yang merupakan acuan utama dalam pengembangan Kompetensi Inti (KI).Selanjutnya Kompetensi Inti dijabarkan kedalam Kompetensi Dasar (KD). jadi SKL dibuat untuk menentukan standar layak tidaknya seseorang dikatakn lulus dari suatu instansi kependidikan berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagaimana disebut diatas.

  26. Langgeng kristianto
    5202417028

    5) Kompetensi Inti (KI) merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai SKL yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap satuan program pendidikan (SMK 3 tahun atau 4 tahun) yang menjadi dasar pengembangan KD. KI mencakup sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran, atau program pendidikan dalam mencapai SKL. Kompetensi Inti berfungsi sebagai dasar dalam pembuatan kompetensi dasar sekaligus menjadi syarat tercapainya SKL

  27. Langgeng kristianto
    5202417028

    6) Kompetensi Dasar (KD) adalah kemampuan yang menjadi syarat untuk menguasai Kompetensi Inti yang harus dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran. Kompetensi Dasar merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran serta perkembangan belajar peserta didik yang dikembangkan berdasarkan taksonomi hasil belajar. taksonomi sendiri dimaknai sebagai seperangkat prinsip klasifikasi atau struktur dan kategori ranah kemampuan tentang perilaku pesertadidik yang terbagi ke dalam ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

  28. Nomor 11
    1. gunakan format keterkaitan antara SKL Ki KD
    2. cermati uraian tentang SKL KI KD, Permendikbud nomo 54 tahun 2013 tentang SKL, permendikbud nomor 60 tahun 2014 tentang KI, dan permendikbud nomor 57 tahun 2014 tentang KD
    3. isi kolom 2 dengan mengutip pernyataan kualifikasi SKL yang tercantum dalam permendikbud nomor 54 tahun 2013
    4. isi kolom 3 dengan mengutip pernyataan KI-1 Ki-2 KI-3 KI-4 yang tercantum dalam permendikbud nomor 60 tahun 2014
    5. isi kolom 4 dengan mengutip rumusan KD yang tercantum dalam permendikbud nomor 57 tahun 2014
    6. kemudian cek apakak keterkaitan KI KD telah dideskripsikan dengan benar,kemudian apakah rekomendasi yang ditawarkan sudah mengacu pada tuntutan KI, apakah rumusan IPK sudah memenuhi tuntutan KI, apakah rumusan tujuan sudah meliputi aspek pengetahuan dan keterampilan yang dikaitkan dengan pembentukan sikap, dan yang terakhir apakah tata bahasanya sudah komunikatif dan efektif.
    jika sudah memenuhi semua yang ada di point 6 berarti keterkaitan antara SKl KI KD sudah sangat baik.

  29. Langgeng kristianto
    5202417028

    7) kompetensi lulusan yang akan dicapai oleh peserta didik setelah mempelajari semua mata pelajaran pada
    jenjang pendidikan tertentu yang mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. contohnya dalam dimensi sikap adalah ; beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, jujur, disiplin, empati, dan pembelajar sejati sepanjang hayat.
    contoh dalam dimensi pengentahuan adalah ; Berfikir secara faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan: ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat lokal, nasional, regional, dan internasional.
    contoh dalam bidang keterampilan adalah ; Bertindak produktif, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif dalam melaksanakan tugas dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja, dan menampilkan kinerja mandiri dengan pengawasan langsung atasan berdasarkan kuantitas dan kualitas yang terukur sesuai standar kompetensi kerja, dan dapat diberi tugas membimbing orang lain.

  30. Nomor 1 :
    Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) adalah
    jenis-jenis program pendidikan serta rambu-rambu
    penyelenggaraannya, sebagai acuan dalam membuka dan
    mengembangkan program pendidikan pada SMK/MAK

  31. Nomor 2 :
    – Bidang Keahlian
    Merupakan kumpulan Program Keahlian yang memiliki
    kesamaan karakteristik dan memerlukan dasar bidang kajian
    yang sama.
    – Program Keahlian
    Merupakan kumpulan Kompetensi Keahlian yang memiliki
    kesamaan karakteristik dasar-dasar keahlian/pekerjaan/
    tugas.
    – Kompetensi Keahlian
    Merupakan satuan program pendidikan dan pelatihan yang
    didasarkan atas tugas-tugas pada jabatan/pekerjaan tertentu,
    dengan durasi satuan pendidikan menengah 3 atau 4 tahun.

  32. Nomor 3 :
    – Membentuk lulusan agar menguasai satu jenis jabatan
    pekerjaan (profesi/ keahlian) formal yang berjenjang,
    pengalaman belajar atau skills (hard skills maupun softskills)
    yang diperoleh bermakna untuk hidup mandiri dan atau
    melanjutkan pendidikan, serta lapangan kerja lulusan
    terdeskripsikan secara jelas dan spesifik.
    – Ruang lingkup kompetensi mengacu kepada standar
    kompetensi, baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan,
    yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan diakui, dikemas
    dengan memperhatikan rambu-rambu SKKNI dan KKNI.
    – Memerlukan waktu tatap muka terstruktur untuk muatan
    peminatan kejuruan (C1, C2, C3) + 3.030 jp @ 45 menit untuk program pendidikan 3 tahun atau + 4.526 jp @ 45 menit untuk program pendidikan 4 tahun.
    – Perbedaan muatan keahlian kejuruan (C2 dan C3) satu
    kompetensi keahlian dengan kompetensi keahlian lainnya
    dalam satu program keahlian minimal 35 %, dilihat dari bobot
    beban belajar.
    – Mempertimbangkan tahapan dan perkembangan peserta didik
    secara fisik maupun psikologis.

  33. Nomor 4 :
    Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pendidikan Menengah
    Kejuruan (PMK) adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan
    lulusan yang mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan
    keterampilan sesuai dengan bidang dan lingkup kerjayang
    diharapkan dapat dicapai setelah peserta didik menyelesaikan
    masa belajar.

  34. Nomor 5 :
    Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk
    mencapai SKL yang harus dimiliki seorang peserta didik pada
    setiap satuan program pendidikan (SMK 3 tahun atau 4 tahun)
    yang menjadi dasar pengembangan KD.KI mencakupsikap
    spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang
    berfungsi sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata
    pelajaran, atau program pendidikan dalam mencapai SKL.

  35. Nomor 6 :
    Kompetensi Dasar adalah kemampuan yang menjadi syarat
    untuk menguasai Kompetensi Inti yang harus dicapai peserta
    didik melalui proses pembelajaran. Kompetensi Dasar
    merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan
    pembelajaran serta perkembangan belajar peserta didik yang
    dikembangkan berdasarkan taksonomi hasil belajar.

  36. Nomor 7 :
    – Dimensi Sikap
    * Kompetensi Lulusan
    Program Pendidikan 3 Tahun :
    1. beriman dan bertakwa
    kepada Tuhan YME;
    2. jujur, disiplin, empati, dan
    pembelajar sejati sepanjang
    hayat;
    3. bangga dan cinta tanah air,
    bangga pada profesinya,
    dan berbudaya nasional;
    4. memelihara kesehatan
    jasmani, rohani, dan
    lingkungan;
    5. berpikirkritis, kreatif,
    beretika-kerja, bekerja
    sama, berkomunikasi, dan
    bertanggung-jawab pada
    pekerjaan sendiri dan dapat
    diberi tanggung jawab
    membimbing orang lain
    sesuai bidang dan lingkup
    kerja dalam konteks diri
    sendiri, keluarga, sekolah,
    masyarakat, bangsa,
    negara, dan industri
    lingkup lokal, nasional,
    regional, dan internasional.
    * Kompetensi Lulusan Program Pendidikan 4 tahun :
    Berperilaku yang
    mencerminkan sikap:
    1. beriman dan bertakwa
    kepada Tuhan YME;
    2. jujur, disiplin, empati, dan
    pembelajar sejati sepanjang
    hayat;
    3. bangga dan cinta tanah air,
    bangga pada profesinya,
    dan berbudaya nasional;
    4. memelihara kesehatan
    jasmani, rohani, dan
    lingkungan;
    5. berpikirkritis, kreatif,
    beretika-kerja, bekerja
    sama, berkomunikasi, dan
    bertanggung-jawab pada
    pekerjaan sendiri dan dapat
    diberi tanggung jawab atas
    kuantitas dan kualitas hasil
    kerja orang lain sesuai
    bidang dan lingkup kerja
    dalam konteks diri sendiri,
    keluarga, sekolah,
    masyarakat, bangsa,
    negara, dan industri
    lingkup lokal, nasional,
    regional, dan internasional.

    – Dimensi Pengetahuan
    * Kompetensi Lulusan Program Pendidikan 3 tahun :
    Berfikir secara faktual,
    konseptual, operasional dasar,
    dan metakognitif sesuai
    dengan bidang dan lingkup
    kerja pada tingkat teknis,
    spesifik, detil, dan kompleks,
    berkenaan dengan:
    1. ilmu pengetahuan,
    2. teknologi,
    3. seni,
    4. budaya, dan
    5. humaniora
    dalam konteks pengembangan
    potensi diri sebagai bagian
    dari keluarga, sekolah, dunia
    kerja, warga masyarakat lokal,
    nasional, regional, dan
    internasional.
    * Kompetensi Lulusan Program Pendidikan 4 tahun :
    Berfikir secara faktual,
    konseptual, operasional lanjut,
    dan metakognitif secara
    multidisiplin sesuai dengan
    bidang dan lingkup kerja pada
    tingkat teknis, spesifik, detil,
    dan kompleks, berkenaan
    dengan:
    1. ilmu pengetahuan,
    2. teknologi,
    3. seni,
    4. budaya, dan
    5. humaniora
    dalam konteks pengembangan
    potensi diri sebagai bagian
    dari keluarga, sekolah, dunia
    kerja, warga masyarakat lokal,
    nasional, regional, dan
    internasional.

    – Dimensi Keterampilan
    * Kompetensi Lulusan Program Pendidikan 3 tahun :
    Bertindak produktif, mandiri,
    kolaboratif, dan komunikatif
    dalam:
    1. melaksanakan tugas
    dengan menggunakan alat,
    informasi, dan prosedur
    kerja yang lazim dilakukan
    serta menyelesaikan
    masalah sederhana sesuai
    dengan bidang kerja, dan
    2. menampilkan kinerja
    mandiri dengan
    pengawasan langsung
    atasan berdasarkan
    kuantitas dan kualitas yang terukur standart kompetensi kerja, dan dapat diberi tugas membimbing orang lain.
    * Kompetensi Lulusan Program Pendidikan 4 Tahun :
    Bertindak produktif, mandiri,
    kolaboratif, dan komunikatif
    dalam:
    1. melaksanakan tugas
    dengan menggunakan alat,
    informasi, dan prosedur
    kerja yang lazim dilakukan
    serta menyelesaikan
    masalah kompleks sesuai
    dengan bidang kerja, dan
    2. menampilkan kinerja
    mandiri dengan
    pengawasan tidak langsung
    atasan berdasarkan
    kuantitas dan kualitas yang terukur sesuai standart kompetensi kerja, serta bertanggungjawab atas hasil kerja orang lain.

    • Nomor 8 :
      Hubungan antara SKL, KI, KD, Pembelajaran, Penilaian, dan Hasil Belajar adalah kesamaan untuk membantu proses belajar siswa untuk mendapatkan pencapaian pada ranah pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
      Ketiga ranah tersebut harus dicapai semuai siswa, untuk membuktikan bahwa SKL, KI, KD, Pembelajaran, Penilaian, dan hasil Belajar telah berhasil dilakukan dan dapat dijalankan oleh siswa

  37. Nomor 9 :
    1 Mengingat (C1)
    2. Memahami/MenginterprestasiPrin
    sip (C2)
    3. Menerapkan (C3)
    4. Menganalisis (C4)
    5. Mengevaluasi (C5)
    6. Mengreasi (C6)

  38. Nomor 10 :
    – Imitasi
    Meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.
    – Manipulasi
    Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan
    melalui perintah dan berlatih.
    – Presisi
    Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang
    tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.
    – Artikulasi
    Keterampilan berkembang dengan baik
    sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi
    problem yang tidak sesuai SOP.
    – Naturalisasi
    Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpaperluberpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

  39. Nomor 11:
    Cara menganalisis keterkaitan antara SKL, KI dan KD :
    1. Mengetahui dengan benar kategori kategori yang harus dipenuhi pada SKL, KI dan KD.
    2. Dapat membaca hasil belajar antara SKL, KI dan KD.
    3. Melakukan penelusuran apabila terjadi ketidakterkaitan antara SKL, KI dan KD dengan hasil belajar siswa.
    4. Mengetahui model pembelajaran yang baik untuk diterapkan pada siswa.

  40. Nomor 1
    Spektrum Pendidikan Kejuruan adalah jenis-jenis program pendidikan serta rambu-rambu penyelenggaraannya, sebagai acuan dalam membuka dan mengembangkan program pendidikan pada SMK/MAK. Jadi sebelum membuka dan mengembangkan program pendidikan pada SMK/MAK terlebih dahulu harus memenuhi rambu-rambu penyelenggaraannya dan jenis-jenis program pendidikannya.

  41. Nomor 2
    Perbedaan anatara bidang keahlian, program keahlian, dan kompetensi keahlian:
    a. Bidang Keahlian adalah kumpulan Program Keahlian yang memiliki kesamaan karakteristik dan memerlukan dasar bidang kajian yang sama.
    b. Program Keahlian adalah kumpulan Kompetensi Keahlian yang memiliki kesamaan karakteristik dasar-dasar keahlian/pekerjaan/ tugas.
    c. Kompetensi Keahlian adalah satuan program pendidikan dan pelatihan yang didasarkan atas tugas-tugas pada jabatan/pekerjaan tertentu, dengan durasi satuan pendidikan menengah 3 atau 4 tahun.
    Jika dibuat sebuah gambaran dalam lingkaran, bidang keahlian merupakan lingkaran yang paling besar yang didalamnya terdapat lingkarang program keahlian. Di dalam lingkarang program keahlian juga terdapat sebuah lingkarang kompetensi keahlian.

  42. Nomor 3
    Kompetensi keahlian pada pendidikan kejuruan memiliki karakteristik sebagai berikut:
    a. Membentuk lulusan agar menguasai satu jenis jabaan pekerjaan (profesi/keahlian) formal yang berjenjang. Pengalaman belajar atau skills (Hard skills maupun softskills ) ayang diperoleh bermakna untuk hidup mandiri atau melanjutkan pendidikan, serta lapangan kerja lulusan terdeskripsikan secara jelas dan spesifik.
    b. Ruang lingkup kompetensi mengacu kepada standar kompetensi, baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan, yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan diakui, dikemas dengan memperhatikan rambu-rambu SKKNI dan KKNI.
    c. Memerlukan waktu tatap muka terstruktur untuk muatan peminatan kejuruan (C1, C2, C3) + 3.030 jp @ 45 menit untuk program pendidikan 3 tahun atau + 4.526 jp @ 45 menit untuk program pendidikan 4 tahun.
    d. Perbedaan muatan keahlian kejuruan (C2 dan C3) satu kompetensi keahlian dengan kompetensi keahlian lainnya dalam satu program keahlian minimal 35 %, dilihat dari bobot beban belajar.
    e. Mempertimbangkan tahapan dan perkembangan peserta didik secara fisik maupun psikologis.

  43. Nomor 4
    Standar Kompetensi Lulusan (SKL) adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan bidang dan lingkup kerja yang diharapkan dapat dicapai setelah peserta didik menyelesaikan masa belajar. SKL dijabarkan ke dalam Standar Isi yang merupakan acuan utama dalam pengembangan Kompetensi Inti (KI). Selanjutnya Kompetensi Inti dijabarkan ke dalam Kompetensi Dasar (KD).

  44. Nomor 5
    Kompetensi Inti (KI) adalah tingkat kemampuan untuk mencapai SKL yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap satuan program pendidikan (SMK 3 tahun atau 4 tahun) yang menjadi dasar pengembangan KD. KI mencakup sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran, atau program pendidikan dalam mencapai SKL.

  45. Nomor 6
    Kompetensi Dasar (KD) adalah kemampuan yang menjadi syarat untuk menguasai Kompetensi Inti yang harus dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran. Kompetensi Dasar merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran serta perkembangan belajar peserta didik yang dikembangkan berdasarkan taksonomi hasil belajar.

  46. Nomor 7
    Dimensi pada Standar Kompetensi Kelulusan:
    a. Dimensi Sikap
    • Kompetensi Lulusan Program Pendidikan 3 Tahun
    Berperilaku yang mencerminkan sikap:
    1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
    2. Jujur, disiplin, empati, dan pembelajaran sejati sepanjang hayat.
    3. Bangga dan cinta tanah air, bangga pada profesinya, dan berbudaya nasional
    4. Memelihara kesehatan jasmani, rohani, dan lingkungan
    5. Berpikir kritis, kreatif, beretika-kerja, bekerja sama, berkomunikasi, dan bertanggung-jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab membimbing orang lain sesuai bidang dan lingkup kerja dalam konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa, negara, dan industri lingkup lokal, nasional, regional, dan internasional.
    • Kompetensi Lulusan Program Pendidikan 4 Tahun
    Berperilaku yang mencerminkan sikap:
    1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
    2. Jujur, disiplin, empati, dan pembelajaran sejati sepanjang hayat.
    3. Bangga dan cinta tanah air, bangga pada profesinya, dan berbudaya nasional
    4. Memelihara kesehatan jasmani, rohani, dan lingkungan
    5. Berpikirkritis, kreatif, beretika-kerja, bekerja sama, berkomunikasi, dan bertanggung-jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas kuantitas dan kualitas hasil kerja orang lain sesuai bidang dan lingkup kerja dalam konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa, negara, dan industry lingkup lokal, nasional, regional, dan internasional.
    b. Dimensi Pengetahuan
    • Kompetensi Lulusan Program Pendidikan 3 Tahun
    Berfikir secara faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan:
    1. Ilmu pengetahuan,
    2. Teknologi,
    3. Seni
    4. Budaya, dan
    5. Humaniora
    dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat lokal, nasional, regional, dan internasional.
    • Kompetensi Lulusan Program Pendidikan 4 Tahun
    Berfikir secara faktual, konseptual, operasional lanjut, dan metakognitif secara multidisiplin sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan:
    1. Ilmu pengetahuan
    2. Teknologi
    3. Seni
    4. Budaya, dan
    5. Humaniora
    dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat lokal, nasional, regional, dan internasional.
    c. Dimensi Ketrampilan
    • Kompetensi Lulusan Program Pendidikan 3 Tahun
    Bertindak produktif, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif dalam:
    1. Melaksanakan tugas dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja, dan
    2. Menampilkan kinerja mandiri dengan pengawasan langsung atasan berdasarkan kuantitas dan kualitas yang terukur sesuai standar kompetensi kerja, dan adapat diberi tugas membimbing orang lain.
    • Kompetensi Lulusan Program Pendidikan 4 Tahun
    Bertindak produktif, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif dalam:
    1. Melaksanakan tugas dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja, dan
    2. Menampilkan kinerja mandiri dengan pengawasan tidak langsung berdasarkan kuantitas dan kualitas yang terukur sesuai standar kompetensi kerja, serta bertanggung-jawab atas hasil kerja orang lain.

  47. Nomor 8
    Hubungan antara antara SKL, KI, KD, Pembelajaran, Penilaian, dan Hasil Belajar:
    Kompetensi Inti (KI) merupakan tangga pertama yang harus dituju dan dilampaui oleh semua mata pelajaran. Selanjutnya kopetensi inti dijabarkan dan dirinci untuk tiap mata pelajaran dalam rumusan Kompetensi Dasar (KD). Di dalam Kompetensi Dasar (KD) terddapat materi pembelajaran dan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam dan menjadi proses pembelajaran. Setelah proses pembelajaran selesai maka tahap selanjutnya adalaha penilaian. Di mana penilaian merupakan proses mengukur hasil dari proses pembelajaran. Dari penilaian akan mengasilkan hasil belajar yang selanjutnya akan di hubungkan dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk menentukan kompeten tidaknya.

  48. Nomor 9
    Dalam dimensi proses kognitif meliputi:
    a. Mengingat/remember (C1), peserta didik mengingat kembali penngetahuan dari memorinya.
    b. Memahami/understand (C2), kemampuan mengonstruksi makna dari pesan pembelajaran baik secara lisan, tulisan, maupun grafik.
    c. Menerapkan/applu (C3), penggunaan prosedur dalam situasi yang diberikan atau situasi baru.
    d. Menganalisis/analyse (C4), penguraian materi dalam bagian-bagian dan bagaimana bagian-bagian tersebut saling berhubunngan satu sama lainnya dalam keseluruhan struktur.
    e. Mengevaluasi/evaluate (C5), kemampuan membuat keputusan berdasarkan kriteriadan standar.
    f. Mengreasi/ create (C6), kemampuan menempatkan elemen-elemen secara bersamaan dalam bentuk modifikasi atau mengorganisasikan elem-elemen ke dalam pola baru.

  49. Nomor 10
    Dimensi keterampilan konkret menurut taksonomi Dave:
    a. Imitasi, meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.
    b. Manipulasi, melakukan sesuatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.
    c. Presisi, melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.
    d. Artikulasi, ketrampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP.
    e. Naturalisasi, melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

  50. Nomor 11
    Lanagkah-langkah menganalisis keterkaitan antara SKL, KI, dan KD adalah sebagai berikut:
    a. Melakukan linearisasi antara KI dan KD dari Pengetahuan (KD dari KI-3), dengan cara:
    1) Melihat level kognitif pada KD dan KI, dan linier kesamaan jumlah KD Pengetahuan (KD dari KI-3) dengan jumlah KD Keterampilan (KD dari KI-4).
    2) Melihat keselarasan hubungan antara level kognitif dan dimensi pengetahuan yaitu C1=faktual, C2=konseptual, C3=prosedural, C4,C5,dan C6=metakognitif
    b. Melakukan linierisasi KD dari KI-3 (Pengatahuan) untuk mendukung KD dari KI-4 (Keterampilan).
    1) LOTS (C2, C3) selaras dengan P1, P2 atau Menanya, Mengolah.
    2) HOTS (C4, C5) selaras dengan P3, P4, P5 atau Menalar/Mengasosiasi dan Mengomunikasikan.
    3) Pada kelas tertinggi program pendidikan 4 tahun, diutamakan dimensi metakognitif dan proses berpikir tingkat Evaluasi dan Kreasi (C5 danC6) diselaraskan dengan tingkat keterampilan Naturalisasi (P5)
    c. Mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan sesuai rumusan KD dari KI-4; apakah termasuk keterampilan abstrak atau konkret.
    d. Mengidentifikasi sikap-sikap yang dapat dikembangkan dalam kegiatan yang dilakukan mengacu pada rumusan KD dari sikap spiritual dan sikap sosial yang di dalamnya terintegrasi nilai-nilai karakter.

  51. Langgeng kristianto
    5202417028

    8) Standar kompetensi lulusan (SKL) merupakan kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan bidang dan lingkup kerja yang diharapkan dapat dicapai setelah peserta didik menyelesaikan masa belajar. hal ini berkaitan dengan kompetensi inti (KI) dimana KI merupakan tangga pertama penvcapaian yang dituju demua mata pelajaran pada satuan program pendidikan, penjabaran KI untuk tiap mata pelajaran dirinci dalam rumuasan kompetensi dasar (KD), kompetensi dasar dicapai melalui proses pemberian Materi pembelajaran, model/metode/media pembelajaran dan proses pembelajaran yang nantinya akan diberi penilaian hasil belajar, apakah sudah memenuhi standar kompetensi kelulusan (SKL) atau belum.

  52. Langgeng kristianto
    5202417028

    9) Dimensi proses kognitif merupakan ranah KI 3 (pengetahuan) diamana siswa dituntut untuk dapat Mengingat (C1)yakni peserta didik mengingat kembali pengetahuan dari memorinya, Memahami (C2) yakni merupakan kemampuan mengonstruksi makna dari pesan pembelajaran baik secara lisan, tulisan,maupun grafik, Menerapkan (C3) yakni merupakan penggunaan prosedur dalam situasi yang diberikan atau situasi baru, Menganalisis (C4) yakni merupakan penguraian materi kedalam bagian-bagian dan bagaimana bagian-bagian tersebut saling berhubungan satu sama lainnya dalam keseluruhan setruktur, Mengevaluasi (C5) yakni merupakan kemampuan membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar, dan mengkreasi (C6) yakni merupakan kemampuan menempatkan elemen-elemen secara bersamaan ke dalam bentuk modifikasi atau mengorganisasikan elemen-elelemen kedalam pola baru .

  53. Langgeng kristianto
    5202417028

    10) dimensi keterampilan konkrit menurut taksonomi dave dibagi menjadi beberapa bagian seperti; imitasi yakni Meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat. Manipulasi yakni Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih. Presisi yakni Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi. Artikulasi yakni Keterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP. Naturalisasi yakni Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

  54. Langgeng Kristianto
    5202417028

    11) Proses mengaitkan SKL, KI, dan KD dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

    A. Melakukan linearisasi antara KI dan KD dari Pengetahuan
    (KD dari KI-3), dengan cara:
    1) Melihat level kognitif pada KD dan KI, dan linier kesamaan jumlah KD Pengetahuan (KD dari KI-3) dengan jumlah KD Keterampilan (KD dari KI-4).
    2) Melihat keselarasan hubungan antara level kognitif dan dimensi pengetahuan yaitu C1=faktual, C2=konseptual, C3=prosedural, C4,C5,dan C6=metakognitif

    B.Melakukan linierisasi KD dari KI-3 (Pengatahuan) untuk mendukung KD dari KI-4 (Keterampilan).
    1) LOTS (C2, C3) selaras dengan P1, P2 atau Menanya, Mengolah.
    2) HOTS (C4, C5) selaras dengan P3, P4, P5 atau Menalar/Mengasosiasi dan Mengomunikasikan.
    3) Pada kelas tertinggi program pendidikan 4 tahun, diutamakan dimensi metakognitif dan proses berpikir
    tingkat Evaluasi dan Kreasi (C5 danC6) diselaraskan dengan tingkat keterampilan Naturalisasi (P5)

    C.Mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan sesuai rumusan KD dari KI-4; apakah termasuk
    keterampilan abstrak atau konkret.

    D.Mengidentifikasi sikap-sikap yang dapat dikembangkan dalam kegiatan yang dilakukan mengacu pada rumusan KD dari sikap spiritual dan sikap sosial yang di dalamnya
    terintegrasi nilai-nilai karakter.

  55. 1. Spektrum pendidikan kejuruan adalah jenis-jenis program pendidikan serta rambu-rambu penyelenggaraannya, sebagai acuan dalam membuka dan mengembangkan program pendidikan pada SMK/MAK. Jadi spektrum pendidikan kejuruan merupakan jenis program pendidikan yang disertai dengan rambu-rambu atau indikator dalam penyelenggaraanya untuk dijadikan acuan dalam membuka dan mengembangkan program pendidikan.

  56. 2. Bidang Keahlian merupakan kumpulan Program Keahlian yang memiliki karakterisitik dan dasar kajian yang sama. Kemudian kalau Program Keahlian adalah kumpulan dari kompetensi keahlian yang karakteristik dasar pekerjaannya sama. Sedangkan Kompetensi Keahlian merupakan satuan program pendidikan dan pelatihan yang didasarkan atas tugas-tugas pada jabatan/pekerjaan tertentu, dengan durasi satuan pendidikan menengah 3 atau 4 tahun.

  57. 3. Karakteristik dari kompetensi keahlian yaitu program pendidikan dan pelatihannya didasarkan atas tugas-tugas pada jabatan/pekerjaan tertentu, kemudian kompetensi keahlian dilaksanankan dengan durasi satuan pendidikan menengfah selama 3 atau 4 tahun, kompetensi keahlian dapat dikhususkan sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja terkait.

  58. 4. SKL (Standar Kompetensi Lulusan) adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan bidang dan linkup kerja yang diharapkan dapat dicapai setelah peserta didik menyelesaikan masa belajar. Jadi SKL merupakan standar kemampuan yang harus dicapai oleh lulusan.

  59. 5. KI (Kompetensi inti) merupakan tingkata kemampuan yang harus dimiliki peserta didik untuk mencapai SKL dan KI menjadi dasar dari pengembangan KD. Cakupan KI yaitu spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.

  60. 6. KD (Kompetensi dasar) merupakan syarat untuk menguasai Kompetensi Inti yang harus dicapai oleh peserta didik melalui proses pembelajaran. KD juga merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran serta perkembangan belajar peserta didik yang dikembangkan berdasarkan taksonomi hasil belajar.

  61. 7. Cakupan dimensi dari SKL yaitu sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Tentunya syarat lulusan juga harus memiliki sikap yang baik, kemudian dalam dimensi pengetahuan juga harus menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora. Dan lulusan harus terampil dalam menggunakan alat dan sop lainya agar tercipta lulusan yang produktif, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif.

  62. 8. Antara SKL KI, KD, Pembelajaran, Penilaian, dan Hasil Belajar memiliki hubungan yaitu SKL sebagai standar dari lulusan yang mau dibentuk, kemudian untuk mencapainya ditentukan Kompetensi Intinya (KI) untuk dibuat menjadi KD-KD sesuai dengan Kompetensi Inti yang kemudian diolah lalu disampaikan dalam proses pembelajaran. Lalu Penilaian dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa apakah sudah lulus atau belum dengan dilihat pada Hasil Belajar untuk dibandingkan dengan SKL apakau sudah Lulus atau belum.

  63. 9. Dimensi Proses Kognitif yaitu terdiri dari C-1(mengingat), C2(Memahami), C-3(Menerapkan), C-4 (menganalisa), C-5 (memahami), C-6 (Mengreasi). Dimensi ini merupakan perkembangan atau tingkatan kemampuan intelektual peserta didik yang harus dikuasai.

  64. 10. Dimensi keterampilan konkret menurut Taksonomi Dave yaitu terdiri dari 5 tingkatan : 1) Imitasi, meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan; 2) Manipulasi, Melakukan pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah.; 3) Presisi, melakukan suatu tugas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi; 4) Artikulasi, ketrampilan seseorang dalam mengatasi problem yang tidak sesuai SOP dengan mengubah pola gerakan sesuai persyaratan khusus.

  65. 11. Langkah-langkah menganalisis keterkaitan antara SKL, KI, dan KD yaitu :
    1). Melakukan linearisasi antara KI dan KD dari Pengetahuan (KD dari KI-3), dengan cara melihat level kognitif pada KD dan KI, lalu melihat keselarasan antara level kognitif dan dimensi pengetahuan.
    2). Melakukanlinierisasi KD dari KI-3 (Pengatahuan) untukmendukungKD dari KI-4 (Keterampilan).
    3). Mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan sesuai rumus KD dari KI-4.
    4). Mengidentifikasi sikap-sikap yang dapat dikembangkan dalam kegiatan yang dilakukan dengan acuan KD sikap spirtual dan sosial.

  66. 1. Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) adalah jenis-jenis program pendidikan serta rambu-rambu penyelenggaraannya, sebagai acuan dalam membuka dan mengembangkan program pendidikan pada SMK/MAK.

  67. 2. Bidang Keahlian merupakan kumpulan dari Program keahlian yang memiliki kesamaan karakteristik dan memerlukan dasar bidang kajian yang sama. Program Keahlian Merupakan kumpulan Kompetensi Keahlian yang memiliki kesamaan karakteristik dasar-dasar keahlian/pekerjaan/ tugas. Sedangkan Kompetensi Keahlian Merupakan satuan program pendidikan dan pelatihan yang didasarkan atas tugas-tugas pada jabatan/pekerjaan tertentu, dengan durasi satuan pendidikan menengah 3 atau 4 tahun.

  68. 3. a. Membentuk lulusan agar menguasai satu jenis jabatan pekerjaan (profesi/ keahlian) formal yang berjenjang, pengalaman belajar atau skills (hard skills maupun softskills) yang diperoleh bermakna untuk hidup mandiri dan atau melanjutkan pendidikan, serta lapangan kerja lulusan terdeskripsikan secara jelas dan spesifik.
    b. Ruang lingkup kompetensi mengacu kepada standar kompetensi, baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan, yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan diakui, dikemas dengan memperhatikan rambu-rambu SKKNI dan KKNI.
    c. Memerlukan waktu tatap muka terstruktur untuk muatan peminatan kejuruan (C1, C2, C3) + 3.030 jp @ 45 menit Spektrum Keahlian PMK untuk program pendidikan 3 tahun atau + 4.526 jp @ 45 menit untuk program pendidikan 4 tahun.
    d. Perbedaan muatan keahlian kejuruan (C2 dan C3) satu kompetensi keahlian dengan kompetensi keahlian lainnya dalam satu program keahlian minimal 35 %, dilihat dari bobot beban belajar.
    e. Mempertimbangkan tahapan dan perkembangan peserta didik secara fisik maupun psikologis.

  69. 4. SKL adalah profil kompetensi lulusan yang akan dicapai oleh peserta didik setelah mempelajari semua mata pelajaran pada jenjang pendidikan tertentu yang mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai SKL yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap satuan program Pendidikan.

  70. 5. Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai SKL yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap satuan program pendidikan

  71. 6. Kompetensi Dasar adalah kemampuan yang menjadi syarat untuk menguasai Kompetensi Inti yang harus dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran.

  72. 7. a. Dimensi Sikap siswa mampu berperilaku yang mencerminkan sikap beriman kepada tuhan YME, jujur, disiplin, empati dan pembelajar, bangga dan cinta tanah air, memelihara kesehatan, serta berfikir kritis.
    b. Dimensi pengetahuan siswa mampu Berfikir secara faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan: 1. ilmu pengetahuan, 2. teknologi, 3. seni, 4. budaya, dan 5. humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat lokal, nasional, regional, dan internasional.
    c. Dimensi Keterampilan siswa mampu Bertindak produktif, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif dalam: 1. melaksanakan tugas dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja, dan 2. menampilkan kinerja mandiri dengan pengawasan langsung atasan berdasarkan kuantitas dan kualitas.

  73. 8. 1. Kompetensi Inti (KI – 3 dan KI – 4) memberikan arah tingkat kompetensi pengetahuan dan keterampilan minimal yang harus dicapai peserta didik.
    2. Kompetensi Dasar dari KI – 3 adalah dasar pengembangan materi pembelajaran, sedangkan Kompetensi Dasar dari KI – 4 mengarahkan keterampilan dan pengalaman belajar yang perlu dilakukan peserta didik.
    3. Dari proses belajar dan pengalaman belajar, peserta didik akan memperoleh pembelajaran tidak langsung berupa pengembangan sikap sosial dan spiritual yang relevan dengan berpedoman pada kompetensi dasar dari KI – 2 dan KI – 1.
    4. Rangkaian dari KI – KD sampai dengan penilaian tertuang dalam silabus, kecuali untuk tujuan pembelajaran, tidak diwajibkan dicantumkan baik dalam RPP maupun dalam Silabus.

  74. 9. 1) mengingat/remember (C1), yakni peserta didik mengingat kembali pengetahuan dari memorinya
    2) memahami/understand (C2), yakni merupakan kemampuan mengonstruksi makna dari pesan pembelajaran baik secara lisan, tulisan, maupun grafik;
    3) menerapkan/apply (C3), yakni merupakan penggunaan prosedur dalam situasi yang diberikan atau situasi baru
    4) Menganalisis/analyse (C4), yakni merupakan penguraian materi kedalam bagian-bagian dan bagaimana bagian-bagian tersebut saling berhubungan satu samalainnya dalam keseluruhan struktur
    5) Mengevaluasi/evaluate (C5), yakni merupakan kemampuan membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar
    6) Mengreasi/create (C6), yakni merupakan kemampuan menempatkan elemen-elemen secara bersma kedalam bentuk modifikasi atau mengorganisasikan elemen-elemen kedalam pola baru (struktur baru)

  75. 10. 1) Imitasi, Meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.
    2) Manipulasi, Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.
    3) Presisi, Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.
    4) Artikulasi, Keterampilan Berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola Gerakan sesuai dengan
    persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP.
    5) Naturalisasi, Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

  76. 11. a. Melakukan linearisasi antara KI dan KD dari Pengetahuan (KD dari KI-3), dengan cara:
    1) Melihat level kognitifpada KD dan KI, danlinierkesamaanjumlah KD Pengetahuan (KD dari KI-3) dengan jumlah KD Keterampilan (KD dari KI-4).
    2) Melihat keselarasan hubungan antara level kognitif dan dimensi pengetahuan yaitu C1=faktual, C2=konseptual, C3=prosedural, C4,C5,dan C6=metakognitif
    b. Melakukanlinierisasi KD dari KI-3 (Pengatahuan) untukmendukungKD dari KI-4 (Keterampilan).
    1) LOTS (C2, C3) selaras dengan P1, P2 atau Menanya, Mengolah.
    2) HOTS (C4, C5) selaras dengan P3, P4, P5 atau Menalar/ Mengasosiasi dan Mengomunikasikan.
    3) Pada kelas tertinggi program pendidikan 4 tahun, diutamakan dimensi metakognitif dan proses berpikir tingkatEvaluasidanKreasi (C5 danC6) diselaraskan dengan tingkat keterampilan Naturalisasi (P5)
    c. Mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan sesuai rumusan KD dari KI-4; apakah termasuk keterampilan abstrak atau konkret.
    d. Mengidentifikasi sikap-sikap yang dapat dikembangkan dalam kegiatan yang dilakukan mengacu pada rumusan KD dari sikap spiritual dan sikap sosial yang di dalamnya terintegrasi nilai-nilai karakter.

  77. Nomor 1

    Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) merupakan berbagai jenis program pendidikan disertai dengan
    rambu-rambu penyelenggaraannya, sebagai pedoman dalam
    membuka dan mengembangkan atau meingkatkan program
    pendidikan SMK/MAK.

  78. Nomor 2

    Bidang Keahlian
    Merupakan kumpulan Program Keahlian yang memiliki kesamaan karakteristik dan memerlukan dasar bidang kajian yang sama

    Program Keahlian
    Merupakan kumpulan Kompetensi Keahlian yang memiliki kesamaan karakteristik dasar-dasar keahlian/pekerjaan/tugas.

    Kompetensi Keahlian
    Merupakan satuan program pendidikan dan pelatihan yang didasarkan atas tugas-tugas pada jabatan/pekerjaan tertentu, dengan durasi satuan pendidikan menengah 3 atau 4 tahun.

  79. Nomor 3

    a. Membentuk lulusan agar menguasai satu jenis jabatan
    pekerjaan (profesi/ keahlian) formal yang berjenjang,
    pengalaman belajar atau skills (hard skills maupun softskills)
    yang diperoleh bermakna untuk hidup mandiri dan atau
    melanjutkan pendidikan, serta lapangan kerja lulusan
    terdeskripsikan secara jelas dan spesifik.

    b. Ruang lingkup kompetensi mengacu kepada standar
    kompetensi, baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan,
    yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan diakui, dikemas
    dengan memperhatikan rambu-rambu SKKNI dan KKNI.

    c. Memerlukan waktu tatap muka terstruktur untuk muatan
    peminatan kejuruan (C1, C2, C3) + 3.030 jp @ 45 menit untuk program pendidikan 3 tahun atau + 4.526 jp @ 45 menit untuk program pendidikan 4 tahun.
    d. Perbedaan muatan keahlian kejuruan (C2 dan C3) satu kompetensi keahlian dengan kompetensi keahlian lainnya dalam satu program keahlian minimal 35 %, dilihat dari bobot beban belajar.
    e. Mempertimbangkan tahapan dan perkembangan peserta didik secara fisik maupun psikologis.

  80. Nomor 4

    Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan bidang dan lingkup kerjayang diharapkan dapat dicapai setelah peserta didik menyelesaikan masa belajar.

  81. Nomor 5

    Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai SKL yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap satuan program pendidikan (SMK 3 tahun atau 4 tahun) yang menjadi dasar pengembangan KD.KI mencakupsikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran, atau program pendidikan dalam mencapai SKL.

  82. Nomor 6

    Kompetensi Dasar adalah kemampuan yang menjadi syarat untuk menguasai Kompetensi Inti yang harus dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran.

  83. Nomor 7

    Lulusan SMK/MAK program pendidikan 3 (tiga) tahun dan 4 (empat) tahun memiliki kompetensi pada dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

    Dimensi sikap contohnya : Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME; jujur, disiplin, empati, dan pembelajar sejati sepanjang hayat

    Dimensi pengetahuan contohnya : Berfikir secara faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks

    Dimensi keterampilan contohnya : Bertindak produktif, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif dalam menampilkan kinerja mandiri dengan pengawasan langsung atasan berdasarkan kuantitas dan kualitas

  84. Nomor 8

    Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan pedoman utama dalam pencapaian tujuan dari seluruh mata pelajaran, setelah itu pijakan pertama yang dituju seluruh mata pelajaran pada tingkat kompetensi tertentu adalah Kompetensi Inti (KI), didalam kompetensi inti dijabarkan untuk tiap mata pelajaran disajikan dalam Kompetensi Dasar. Setelah didapatkan KD merupkan pengembangan materi pembelajaran yang dijabarkan di KD, setelah pembelajaran tersebut didapatkanlah penialaian dan hasil belajar siswa.

  85. Nomor 9

    Dimensi proses kognitif terdapat :
    a. Mengingat/remember (C1), peserta didik mengingat kembali pengetahuan dari memorinya.
    b. Memahami/understand (C2), kemampuan mengonstruksi makna dari pesan pembelajaran baik secara lisan, tulisan, maupun grafik.
    c. Menerapkan/applu (C3), penggunaan prosedur dalam situasi yang diberikan atau situasi baru.
    d. Menganalisis/analyse (C4), penguraian materi dalam bagian-bagian dan bagaimana bagian-bagian tersebut saling berhubunngan satu sama lainnya dalam keseluruhan struktur.
    e. Mengevaluasi/evaluate (C5), kemampuan membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar.
    f. Mengreasi/ create (C6), kemampuan menempatkan elemen-elemen secara bersamaan dalam bentuk modifikasi atau mengorganisasikan elem-elemen ke dalam pola baru.

  86. Nomor 10

    Dimensi keterampilan konkret menurut Taksonomi Dave
    P-1 Imitasi yaitu Meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.

    P-2 Manipulasi yaitu melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih

    P-3 Presisi yaitu melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi

    P-4 Artikulasi yaitu keterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP

    P-5 Naturalisasi yaitu Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpaperluberpikir lama denganmengkreasi langkah kerja baru.

  87. Nomor 11

    Langkah menganalisis keterkaitan antara SKL, KI, KD :
    a. Melakukan linearisasi antara KI dan KD dari Pengetahuan (KD
    dari KI-3), dengan cara:

    1) Melihat level kognitifpada KD dan KI, dan linier kesamaan
    jumlah KD Pengetahuan (KD dari KI-3) dengan jumlah KD
    Keterampilan (KD dari KI-4).
    2) Melihat keselarasan hubungan antara level kognitif dan
    dimensi pengetahuan yaitu C1=faktual, C2=konseptual,
    C3=prosedural, C4,C5,dan C6=metakognitif

    b. Melakukanlinierisasi KD dari KI-3 (Pengatahuan) untuk
    mendukung KD dari KI-4 (Keterampilan).
    1) LOTS (C2, C3) selaras dengan P1, P2 atau Menanya,
    Mengolah.
    2) HOTS (C4, C5) selaras dengan P3, P4, P5 atau Menalar/
    Mengasosiasi dan Mengomunikasikan.
    3) Pada kelas tertinggi program pendidikan 4 tahun,
    diutamakan dimensi metakognitif dan proses berpikir tingkat
    Evaluasi dan Kreasi (C5 danC6) diselaraskan dengan tingkat
    keterampilan Naturalisasi (P5)

    c. Mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan sesuai
    rumusan KD dari KI-4; apakah termasuk keterampilan abstrak
    atau konkret.

    d. Mengidentifikasi sikap-sikap yang dapat dikembangkan dalam
    kegiatan yang dilakukan mengacu pada rumusan KD dari sikap
    spiritual dan sikap sosial yang di dalamnya terintegrasi nilai-
    nilai karakter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here