PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN

39
357

Assalamualaikum wr. wb.

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didiknya untuk mampu bekerja pada bidang yang ditekuninya. Sebagai calon guru bidang otomotif, mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif harus memahami konsep dan pelaksanaan pendidikan kejuruan, khususnya di Indonesia. Untuk itu, mahasiswa perlu mempelajari banyak hal tentang pendidikan kejuruan. Untuk pembelajaran pertama silakan unduh materi kuliah pertama di sini.

Silakan dipelajari, cari juga referensi lain, dan di kelas kita diskusikan, kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

  1. Bagaimana perbedaan antara pendidikan kejuruan dengan sekolah umum.
  2. Pentingkah tenaga terampil untuk pembangunan suatu bangsa, jelaskan alasannya.
  3. Bagaimanakah tenaga terampil dapat dipenuhi oleh pendidikan kejuruan?
  4. Jelaskan fungsi-fungsi pendidikan kejuruan.
  5. Jelaskan tujuan pendidikan kejuruan.
  6. Bagaimanakan karakteristik pendidikan kejuruan?
  7. Buatlah suatu ringkasan penting prinsip-prinsip pendidikan kejuruan dari teori Prosser.

Jawaban ditulis pada kolom komentar yang ada di bagian bawah laman ini. Setiap nomor jawaban ditulis dalam satu kolom komentar, sehingga setiap mahasiswa harus mengisi 7 kali kolom komentar. Setiap jawaban harus disertai daftar pustaka pada bagian akhir komentar. Jumlah daftar pustaka minimal 5 buah. Jadi, mahasiswa menjawab pertanyaan tidak hanya berasal dari materi power point yang sudah diunduh dari laman ini saja. Jawaban anda akan dapat dilihat setelah batas akhir menjawab pertanyaan. Setiap mahasiswa harus menjawab dengan versinya masing-masing, tidak copy paste dari pekerjaan temannya. Jawaban ditunggu sampai hari Jumat, 13 Maret 2020 jam 17.00. Selamat belajar (DW).

39 COMMENTS

  1. Ahmad Masrueb
    520247074
    1. Di banding SMA, SMK lebih menekankan pada hal-hal tentang praktik di banding teori, peserta didik di jarkan kemampuan praktik secara langsung sampai benar-benar paham dan nantinya saat lulus mahir dalam bidangnya dan dengan kemampuanya dapat di gunakan masa depanya (dunia kerja). Soal biaya SMK relatif lebih mahal 3x lipat di banding SMA karena banyak praktikumnya, intinya SMA lebih menekankan Teori dan SMK lebih menekankan Praktik.

  2. 1. Bagaimana perbedaan antara pendidikan kejuruan dengan sekolah umum.
    Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang menyiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu sedangkan pendidikan sekolah umum adalah sesuai di dalam Undang-Undang Nomor 2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1 dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau pelatihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

    Husaini Usman Darmono. 2016. Pendidikan Kejuruan masa depan. Yogyakarta, 8 Desember

  3. 2. Pentingkah tenaga terampil untuk pembangunan suatu bangsa, jelaskan alasannya.
    Tenaga Terampil sangat Penting, karena ketika minimnya penguasaan serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh tenaga terampil dapat menyebabkan rendahnya produktivitas hasil kerja, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadap daya saing produk dan jasa karena rendahnya kualitas dan kuantitas hasil produksi. Hal ini bisa mendorong masuknya tenaga kerja asing dan produkproduk asing terutama dari negara-negara anggota AEC, dan pemerintah tidak bisa melarang karena sudah adanya perjanjian dan dasar hokum tentang pasar bebas di ASEAN. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan terjadi gunjangan social karena semakin tertinggalnya kemajuan bangsa yang akhirnya menjadi suatu masalah social

    Jepi Adianto dan Muhammad Fedryansyah. 2018. Peningkatan kualitas tenaga kerja dalam menghadapi asean economy community. Jurnal Pekerjaan Sosial. Vol.1 No.2 hlm 77 – 86.

  4. 3. Bagaimanakah tenaga terampil dapat dipenuhi oleh pendidikan kejuruan?
    Tenaga Terampil dapat dienuhi oleh pendidikan kejuruan dengan cara Peningkatan kualitas tenaga terampil itu sendiri dengan dilakukan pelatihan kerja dari berbagai bidang kejuruan agar para tenaga terampil mempunyai skill. Kemudian bisa dilakukan training psikologi untuk merubah mindset tenaga terampil agar bisa lebih produktif dan mau belajar skill baru yang bisa menunjang dirinya serta pemberian motivasi agar daya gerak dan daya juang tenaga terampil akan terdongkrak dan ini harus dilakukan secara berkala, pemunculan motivasi ini bisa dilakukan dengan training motivasi

    Jepi Adianto dan Muhammad Fedryansyah. 2018. Peningkatan kualitas tenaga kerja dalam menghadapi asean economy community. Jurnal Pekerjaan Sosial. Vol.1 No.2 hlm 77 – 86.

  5. Ahmad Masrueb
    5202417074
    Pendidikan teknologi dan kejuruan mempunyai 3 fungsi antara lain:
    a. Menyiapkan siswa menjadi manusia Indonesia seutuhnya yang mampu meningkatkan kualitas hidupnya, mampu mengembangkan dirinya sendiri, dan memiliki keahlian kejuruan dengan membuka peluang meningkatkan penghasilannya.
    b. Menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja produktif untuk keperluan : (a) mengisi keperluan dunia usaha dan industri, (b) menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain, dan (c) mengubah status siswa dari status tanggungan keluarga menjadi bangsa yang berpenghasilan (produktif).
    c.Menyiapkan siswa menguasai IPTEK, sehingga: (a) mampu mengikuti, menguasai, dan menyesuaikan diri dengan kemajuan IPTEK; (b) memiliki kemampuan dasar untuk dapat mengembangkan diri secara berkelanjutan; dan (c) mampu menerapkan IPTEK untuk ikut berperan dalam kegiatan produksi sesuai dengan tingkat keahliannya.

  6. 4. Jelaskan fungsi-fungsi pendidikan kejuruan.
    – Sosialisasi yakni menstranformasi nilai teori ekonomi, solidaritas, religi, seni, dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan
    – kontrol sosial, yakni mengontrol perilaku calon pekerja terampil agar mampu bekerja kerjasama dan mampu menerapkan kedisiplinan, kejujuran, dsb
    – seleksi dan alokasi, menyiapkan, memilih, dan menempatkan calon tk, berdasar demand-driven
    – asimilasi dan konservasi budaya, menyiapkan, memilih, dan menempatkan calon tk, berdasar demand-driven
    – promosi perubahan demi perbaikan, bukan sekedar mengajarkan apa yang ada, tapi berfungsi sebagai pendorong perubahan

  7. 5. Jelaskan tujuan pendidikan kejuruan.
    – Memenuhi kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja
    – Meningkatkan pilihan pendidikan bagi setiap individu
    – Mendorong motivasi untuk belajar terus
    – Menyiapkan siswa untuk menlanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
    – Meningkatkan kemampuan siswa berhubungan secara sosial, budaya
    – Menyiapkan siswa untuk bekerja dan mengembangkan sikap profesional

  8. 6. Bagaimanakan karakteristik pendidikan kejuruan?
    – Responsif dan antisipatif terhadap kemajuan teknologi
    – Ditekankan pada learning by doing, hands on experience
    – Memerlukan fasilitas yang mutahir untuk praktik
    – Memerlukan biaya investasi dan operasional lebih besar dibanding pendidikan umum
    – Mempersiapkan peserta didik masuk lap. kerja
    – Didasarkan pada demand-driven
    – Ditekankan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap & nilai yg diperlukan duker
    – Kesuksesan siswa harus pada performa dalam dunia kerja
    – Hubungan dgn dunker kunci sukses pendidikan kejuruan

  9. 7. Buatlah suatu ringkasan penting prinsip-prinsip pendidikan kejuruan dari teori Prosser.
    – Pendidikan kejuruan akan efisien jika disediakan lingkungan belajar yang sesuai dengan (replika) lingkungan di tempat kelak mereka akan bekerja
    – Pendidikan kejuruan akan efektif jika latihan diberikan secara langsung dan spesifik di dalam pemikiran, perhatian, minat, dan intelegensi intrinsik dengan kemungkinan pengembagan terbesar
    – Pendidikan kejuruan akan efektif jika sejak latihan sudah dibiasakan dengan perilaku yang akan ditunjukkan dalam pekerjaaannya kelak
    – Latihan pendidikan kejuruan akan efektif jika pemberian latihan yang berupa pengalaman khusus dapat diberikan terwujud dalam kebiasaan-kebiasaan yang benar dalam melakukan dan berpikir secara berulang-ulang hingga diperoleh penguasaan yang tepat guna dipekerjaannya
    – Pendidikan kejuruan harus mengenal kondisi kerja dan harapan pasar

  10. Nama : Anisatul Arifah
    Nim : 5202417018

    1. Pendidikan kejuruan itu merupakan pendidikan yang memersiapkan peserta didiknya untuk menjadi pribadi yang siap untuk terjun di dunia kerja , dan pada pendidikan kejuruan mempunyai 3 beban yang lebih di bandingkan dengan pendidikan umum yaitu untuk bekerja , untuk berwirausaha, dan bisa juga untuk melanjutkam jenjang study lagi atau kuliah.
    Sedangkan pendidikan umum hanya memersiapkan peserta didiknya untuk melanjutkan ke jenjang study atau kuliah.

  11. Nama : Purnomo
    NIM : 5202417030
    Prodi : Pendidikan Teknik Otomotif
    Soal !
    1. Bagaimana perbedaan antara pendidikan kejuruan dengan sekolah umum.
    2. Pentingkah tenaga terampil untuk pembangunan suatu bangsa, jelaskan alasannya.
    3. Bagaimanakah tenaga terampil dapat dipenuhi oleh pendidikan kejuruan?
    4. Jelaskan fungsi-fungsi pendidikan kejuruan.
    5. Jelaskan tujuan pendidikan kejuruan.
    6. Bagaimanakan karakteristik pendidikan kejuruan?
    7. Buatlah suatu ringkasan penting prinsip-prinsip pendidikan kejuruan dari teori Prosser.
    Jawaban :
    1. Menurut wikipedia, pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Sedangkan, Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
    2. – Koswara (2008: 2) menyatakan bahwa, “Guru memegang peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai – nilai yang diinginkan. Dari dimensi tersebut, peranan guru sulit digantikan oleh yang lain”. Maka dari itu alangkah baiknya dan seharusnya guru memiliki sikap dan sifat yang baik agar para siswa yang diajarnya dapat meniru dan mencontoh perilaku-perilaku baik tersebut. Dengan kata lain guru harus memiliki kualitas yang baik untuk menjadikan pendidikan lebih bermutu.
    – Seorang guru yang ideal menurut Uzer Usman (1992) mempunyai tugas pokok yaitu mendidik, mengajar dan melatih. Oleh karena itu seorang guru harus memiliki kompetensi. Dalam profesi keguruan kita mengenal istilah kompetensi. Kompetensi itulah yang digunakan untuk menilai apakah seorang guru berkualitas atau tidak.
    3. Raka Joni (1979) berdasarkan Komisi Kurikulum Bersama P3G menetapkan dan merumuskan bahwa kompetensi profesional guru di Indonesia terdiri atas 10 kompetensi, yakni menguasai bahan pelajaran, mengelola program pembelajaran, mengelola kelas, menggunakan media dan sumber belajar, menguasai landasan pendidikan, mengelola interaksi belajar mengajar, menilai prestasi belajar, mengenal fungsi dan layanan bimbingan dan penyuluhan, mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah, dan memahami dan menafsirkan hasil penelitian guna keperluan pengajaran.
    Dengan terpenuhinya kriteria guru berkualitas diatas, pendidikan berjalan dengan lebih terorganisir. Mutu pendidikan pun dapat lebih baik dengan adanya guru berkualitas yang mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.
    4. Fungsi-fungsi pendidikan kejuruan antara lain meliputi (Wardiman;1998: 35):
    1. Sosialisasi, yaitu transmisi nilai-nilai yang berlaku serta norma-norma sebagai konkritisasi dari nilai-nilai tersebut. Nilai-nilai yang dimaksud adalah teori ekonomi, solidaritas, religi, seni, dll.
    2. Kontrol sosial; yaitu kontrol perilaku agar sesuai dengan nilai sosial berserta norma-normanya, misalnya kedisiplinan, kejujuran, dll.
    3. Seleksi dan Alokasi; yaitu mempersiapkan , memilih, dan menempatkan calon tenaga kerja sesuai dengan tanda-tanda pasar kerja, yang berarti pendidikan kejuruan harus berdasarkan ”demand-driven”.
    4. Asimilasi dan Konservasi budaya, yaitu absorbsi terhadap kelompok-kelompok lain dalam masyarakat, serta memelihara kesatuan dan persatuan bangsa.
    5. Mempromosikan perubahan demi perbaikan; yaitu pendidikan tidak sekedar berfungsi mengajarkan apa yang ada, tetapi harus berfungsi sebagai ”pendorong perubahan”.
    5. Tujuan dari dibentuknya pendidikan kejuruan ini adalah untuk menyiapkan peserta didik untuk bekerja dan mampu bersaing dalam proses pekerjaannya kedepan. Tujuan umum dari pendidikan kejuruan ini adalah:
    • Menyiapkan peserta didik agar dapat menjalani kehidupan secara layak
    • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik
    • Menyiapkan peserta didik agar menjadi warga negara yang mandiri dan bertanggung jawab
    • Menyiapkan peserta didik agar memahami dan menghargai keanekaragaman budaya bangsa Indonesia
    • Menyiapkan peserta didik agar menerapkan dan memelihara hidup sehat, memiliki wawasan lingkungan, pengetahuan dan seni
    Selain itu pendidikan kejuruan memiliki tujuan khusus dibandingkan dengan pendidikan menengah lainnya yaitu:
    • Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia usaha maupun dunia industri baik nasional maupun global.
    • Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan vokasi pada program keahlian teknik yang memenuhi kompetensi dan sertifikasi yang dipersyaratkan oleh dunia kerja serta asosiasi-asosiasi profesi bidang teknik yang relevan dan mampu bersaing di pasar global.
    • Menghasilkan berbagai produk penelitian dan program inovatif dalam disiplin ilmu PTK (pendidikan teknlogi kejuruan) dan disiplin ilmu teknik yang berguna bagi peningkatan mutu sumber daya manusia dalam pembangunan nasional.
    • Menjadi pusat informasi dan diseminasi bidang pendidikan teknologi dan kejuruan serta bidang teknik.
    • Menghasilkan pendidik/pelatih di bidang teknologi kejuruan yang memiliki jiwa – kewirausahaan (entrepreneurship).
    6. Karakteristik Pendidikan Kejuruan (Djojonegoro, 1998) adalah sebagai berikut :
    1. Pendidikan kejuruan diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki lapangan kerja
    2. Pendidikan kejuruan didasarkan atas “demand-driven” (kebutuhan dunia kerja)
    3. Fokus isi pendidikan kejuruan ditekankan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dibutuhkan oleh dunia kerja
    4. Penilaian yang sesungguhnya terhadap kesuksesan siswa harus pada “hands-on” atau performa dalam dunia kerja
    5. Hubungan yang erat dengan dunia kerja merupakan kunci sukses pendidikan kejuruan
    6. Pendidikan kejuruan yang baik adalah responsif dan antisipatif terhadap kemajuan teknologi
    7. Pendidikan kejuruan lebih ditekankan pada “learning by doing” dan “hands-on experience”
    8. Pendidikan kejuruan memerlukan fasilitas yang mutakhir untuk praktik
    9. Pendidikan kejuruan memerlukan biaya investasi dan operasional yang lebih besar daripada pendidikan umum
    7. Prosser yakin bahwa harus ada sekolah vokasional untuk publik sebagai alternatif terhadap sekolah umum yang sudah ada. Sekolah vokasional yang dimaksud adalah sekolah yang menyediakan pelajaran untuk berbagai jenis pekerjaan yang ada di industri. Prosser percaya bahwa pendidikan vokasional di jenjang sekolah menengah atas akan mampu menjadikan para siswa lebih independen.

  12. 1. Menurut wikipedia, pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Sedangkan, Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

  13. 2. – Koswara (2008: 2) menyatakan bahwa, “Guru memegang peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai – nilai yang diinginkan. Dari dimensi tersebut, peranan guru sulit digantikan oleh yang lain”. Maka dari itu alangkah baiknya dan seharusnya guru memiliki sikap dan sifat yang baik agar para siswa yang diajarnya dapat meniru dan mencontoh perilaku-perilaku baik tersebut. Dengan kata lain guru harus memiliki kualitas yang baik untuk menjadikan pendidikan lebih bermutu.
    – Seorang guru yang ideal menurut Uzer Usman (1992) mempunyai tugas pokok yaitu mendidik, mengajar dan melatih. Oleh karena itu seorang guru harus memiliki kompetensi. Dalam profesi keguruan kita mengenal istilah kompetensi. Kompetensi itulah yang digunakan untuk menilai apakah seorang guru berkualitas atau tidak.

  14. 3. Raka Joni (1979) berdasarkan Komisi Kurikulum Bersama P3G menetapkan dan merumuskan bahwa kompetensi profesional guru di Indonesia terdiri atas 10 kompetensi, yakni menguasai bahan pelajaran, mengelola program pembelajaran, mengelola kelas, menggunakan media dan sumber belajar, menguasai landasan pendidikan, mengelola interaksi belajar mengajar, menilai prestasi belajar, mengenal fungsi dan layanan bimbingan dan penyuluhan, mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah, dan memahami dan menafsirkan hasil penelitian guna keperluan pengajaran.
    Dengan terpenuhinya kriteria guru berkualitas diatas, pendidikan berjalan dengan lebih terorganisir. Mutu pendidikan pun dapat lebih baik dengan adanya guru berkualitas yang mampu menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik.

  15. 4. Fungsi-fungsi pendidikan kejuruan antara lain meliputi (Wardiman;1998: 35):
    – Sosialisasi, yaitu transmisi nilai-nilai yang berlaku serta norma-norma sebagai konkritisasi dari nilai-nilai tersebut. Nilai-nilai yang dimaksud adalah teori ekonomi, solidaritas, religi, seni, dll.
    – Kontrol sosial; yaitu kontrol perilaku agar sesuai dengan nilai sosial berserta norma-normanya, misalnya kedisiplinan, kejujuran, dll.
    – Seleksi dan Alokasi; yaitu mempersiapkan , memilih, dan menempatkan calon tenaga kerja sesuai dengan tanda-tanda pasar kerja, yang berarti pendidikan kejuruan harus berdasarkan ”demand-driven”.
    – Asimilasi dan Konservasi budaya, yaitu absorbsi terhadap kelompok-kelompok lain dalam masyarakat, serta memelihara kesatuan dan persatuan bangsa.
    – Mempromosikan perubahan demi perbaikan; yaitu pendidikan tidak sekedar berfungsi mengajarkan apa yang ada, tetapi harus berfungsi sebagai ”pendorong perubahan”.

  16. 5. Tujuan dari dibentuknya pendidikan kejuruan ini adalah untuk menyiapkan peserta didik untuk bekerja dan mampu bersaing dalam proses pekerjaannya kedepan. Tujuan umum dari pendidikan kejuruan ini adalah:
    • Menyiapkan peserta didik agar dapat menjalani kehidupan secara layak
    • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik
    • Menyiapkan peserta didik agar menjadi warga negara yang mandiri dan bertanggung jawab
    • Menyiapkan peserta didik agar memahami dan menghargai keanekaragaman budaya bangsa Indonesia
    • Menyiapkan peserta didik agar menerapkan dan memelihara hidup sehat, memiliki wawasan lingkungan, pengetahuan dan seni
    Selain itu pendidikan kejuruan memiliki tujuan khusus dibandingkan dengan pendidikan menengah lainnya yaitu:
    • Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia usaha maupun dunia industri baik nasional maupun global.
    • Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan vokasi pada program keahlian teknik yang memenuhi kompetensi dan sertifikasi yang dipersyaratkan oleh dunia kerja serta asosiasi-asosiasi profesi bidang teknik yang relevan dan mampu bersaing di pasar global.
    • Menghasilkan berbagai produk penelitian dan program inovatif dalam disiplin ilmu PTK (pendidikan teknlogi kejuruan) dan disiplin ilmu teknik yang berguna bagi peningkatan mutu sumber daya manusia dalam pembangunan nasional.
    • Menjadi pusat informasi dan diseminasi bidang pendidikan teknologi dan kejuruan serta bidang teknik.
    • Menghasilkan pendidik/pelatih di bidang teknologi kejuruan yang memiliki jiwa – kewirausahaan (entrepreneurship).

  17. 6. Karakteristik Pendidikan Kejuruan (Djojonegoro, 1998) adalah sebagai berikut :
    – Pendidikan kejuruan diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki lapangan kerja
    – Pendidikan kejuruan didasarkan atas “demand-driven” (kebutuhan dunia kerja)
    – Fokus isi pendidikan kejuruan ditekankan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dibutuhkan oleh dunia kerja
    – Penilaian yang sesungguhnya terhadap kesuksesan siswa harus pada “hands-on” atau performa dalam dunia kerja
    – Hubungan yang erat dengan dunia kerja merupakan kunci sukses pendidikan kejuruan
    – Pendidikan kejuruan yang baik adalah responsif dan antisipatif terhadap kemajuan teknologi
    – Pendidikan kejuruan lebih ditekankan pada “learning by doing” dan “hands-on experience”
    – Pendidikan kejuruan memerlukan fasilitas yang mutakhir untuk praktik
    – Pendidikan kejuruan memerlukan biaya investasi dan operasional yang lebih besar daripada pendidikan umum

  18. 7. Prosser yakin bahwa harus ada sekolah vokasional untuk publik sebagai alternatif terhadap sekolah umum yang sudah ada. Sekolah vokasional yang dimaksud adalah sekolah yang menyediakan pelajaran untuk berbagai jenis pekerjaan yang ada di industri. Prosser percaya bahwa pendidikan vokasional di jenjang sekolah menengah atas akan mampu menjadikan para siswa lebih independen.

  19. Nama : Anisatul Arifah
    Nim : 5202417018

    1. Pendidikan kejuruan itu merupakan pendidikan yang memersiapkan peserta didiknya untuk menjadi pribadi yang siap untuk terjun di dunia kerja , dan pada pendidikan kejuruan mempunyai 3 beban yang lebih di bandingkan dengan pendidikan umum yaitu untuk bekerja , untuk berwirausaha, dan bisa juga untuk melanjutkam jenjang study lagi atau kuliah.
    Sedangkan pendidikan umum hanya memersiapkan peserta didiknya untuk melanjutkan ke jenjang study atau kuliah.

    Dwi Widjanarko, Andri S. Pendidikan tekhnologi dan kejuruan (power point )
    Sumber internet : https://text-id.123dok.com/document/4zp1jjlrz-peran-pendidikan-teknologi-dan-kejuruan-dalam-konteks-pemenuhan-tenaga-kerja-terampil.html
    Rasto. 2015. Urgensi pendidikan kejuruan [Internet]. http://rasto.staf.upi.edu/2015/08/11/urgensi-pendidikan-kejuruan/.
    HMEFT.2017.pendidikan kejuruan dengan kurikulum 2013. http://hmeft.student.uny.ac.id/2017/04/25/pendidikan-kejuruan-dengan-kurikulum-2013/. (di akses 12 maret 2020)
    Sumber internet : https://psmk.kemdikbud.go.id/konten/1869/konsep-pembelajaran-di-sekolah-menengah-kejuruan

  20. 2. Tenaga terampil penting untuk pembangunan suatu bangsa , karena dalam pembangunan suatu bangsa itu membutuhkan orang-orang yang mempunya tenaga terampil untuk mengubah atau membangun bangsanya tersebut, apabila semakin banyak tenaga terampil maka akan menguranggi pengangguran yang membebani ekonomi negaranya, tenaga terampil juga akan berperan penting dalam meningkatkan keunggulan dengan menerapkan kemuan teknologi yang ada. Tenga terampil juga mampu menjadikan pesaing bagi negara-negara lain dalam dunia kerja profesionalnya.

    Dwi Widjanarko, Andri S. Pendidikan tekhnologi dan kejuruan (power point )
    Sumber internet : https://text-id.123dok.com/document/4zp1jjlrz-peran-pendidikan-teknologi-dan-kejuruan-dalam-konteks-pemenuhan-tenaga-kerja-terampil.html
    Rasto. 2015. Urgensi pendidikan kejuruan [Internet]. http://rasto.staf.upi.edu/2015/08/11/urgensi-pendidikan-kejuruan/.
    HMEFT.2017.pendidikan kejuruan dengan kurikulum 2013. http://hmeft.student.uny.ac.id/2017/04/25/pendidikan-kejuruan-dengan-kurikulum-2013/. (di akses 12 maret 2020)
    Sumber internet : https://psmk.kemdikbud.go.id/konten/1869/konsep-pembelajaran-di-sekolah-menengah-kejuruan

  21. 3.Tenaga terampil menunjuk pada kemampuan atau keahliannya diperoleh melalui pendidikan formal, non formal maupun pengalaman kerja. Misalnya: tukang kayu, montir, tukang servis barang elektronik, dan lain-lain.Tenaga terampil dapat di penuhi oleh pendidikan kejuruan yaitu dengan membimbing dan mendidik peserta didik untuk mendapatkan ketrampilan Pada suatu pekerjaan untuk menerapkan kemajuan teknologinya , mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi persaingan Global , dan juga untuk mendukung pertumbuhan industrialisasi suatu negara.Tenaga terampil juga harus mampu menunjukkan kualitas kerja sebagai seorang yang profesional.

    Dwi Widjanarko, Andri S. Pendidikan tekhnologi dan kejuruan (power point )
    Sumber internet : https://text-id.123dok.com/document/4zp1jjlrz-peran-pendidikan-teknologi-dan-kejuruan-dalam-konteks-pemenuhan-tenaga-kerja-terampil.html
    Rasto. 2015. Urgensi pendidikan kejuruan [Internet]. http://rasto.staf.upi.edu/2015/08/11/urgensi-pendidikan-kejuruan/.
    HMEFT.2017.pendidikan kejuruan dengan kurikulum 2013. http://hmeft.student.uny.ac.id/2017/04/25/pendidikan-kejuruan-dengan-kurikulum-2013/. (di akses 12 maret 2020)
    Sumber internet : https://psmk.kemdikbud.go.id/konten/1869/konsep-pembelajaran-di-sekolah-menengah-kejuruan

  22. 4. Fungsi-fungsi pendidikan kejuruan
    (1) sosialisasi yaitu, transmisi dan konkritisasi nilai-nilai ekonomi, solidaritas, religi, seni, dan jasa;
    (2) kontrol sosial yaitu, kontrol perilaku dengan norma-norma kerjasama, keteraturan, kebersihan, kedisiplinan, kejujuran, keterbukaan;
    (3) seleksi dan alokasi yaitu, mempersiapkan, memilih, dan menempatkan calon tenaga kerja sesuai dengan permintaan pasar kerja;
    (4) asimilasi dan konservasi budaya yaitu, absorbsi antar budaya masyarakat serta pemeliharaan budaya lokal;
    (5) mempromosikan perubahan demi perbaikan. Pendidikan kejuruan tidak sekedar mendidik dan melatih keterampilan yang ada, tetapi juga harus berfungsi sebagai pendorong perubahan. Pendidikan kejuruan berfungsi sebagai proses akulturasi atau penyesuaian diri dengan perubahan dan enkulturasi atau pembawa perubahan bagi masyarakat. Karenanya pendidikan kejuruan tidak hanya adaptif tetapi juga harus antisipatif.

    Dwi Widjanarko, Andri S. Pendidikan tekhnologi dan kejuruan (power point )
    Sumber internet : https://text-id.123dok.com/document/4zp1jjlrz-peran-pendidikan-teknologi-dan-kejuruan-dalam-konteks-pemenuhan-tenaga-kerja-terampil.html
    Rasto. 2015. Urgensi pendidikan kejuruan [Internet]. http://rasto.staf.upi.edu/2015/08/11/urgensi-pendidikan-kejuruan/.
    HMEFT.2017.pendidikan kejuruan dengan kurikulum 2013. http://hmeft.student.uny.ac.id/2017/04/25/pendidikan-kejuruan-dengan-kurikulum-2013/. (di akses 12 maret 2020)
    Sumber internet : https://psmk.kemdikbud.go.id/konten/1869/konsep-pembelajaran-di-sekolah-menengah-kejuruan

  23. 5. Tujuan pendidikan kejuruan
    a. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia usaha maupun dunia industri baik nasional maupun global.

    b. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan vokasi pada program keahlian teknik yang memenuhi kompetensi dan sertifikasi yang dipersyaratkan oleh dunia kerja serta asosiasi-asosiasi profesi bidang teknik yang relevan dan mampu bersaing di pasar global.

    c. Menghasilkan berbagai produk penelitian dan program inovatif dalam disiplin ilmu PTK (pendidikan teknlogi kejuruan) dan disiplin ilmu teknik yang berguna bagi peningkatan mutu sumber daya manusia dalam pembangunan nasional.

    d. Menjadi pusat informasi dan diseminasi bidang pendidikan teknologi dan kejuruan serta bidang teknik.

    e. Menghasilkan pendidik/pelatih di bidang teknologi kejuruan yang memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship).

    Dwi Widjanarko, Andri S. Pendidikan tekhnologi dan kejuruan (power point )
    Sumber internet : https://text-id.123dok.com/document/4zp1jjlrz-peran-pendidikan-teknologi-dan-kejuruan-dalam-konteks-pemenuhan-tenaga-kerja-terampil.html
    Rasto. 2015. Urgensi pendidikan kejuruan [Internet]. http://rasto.staf.upi.edu/2015/08/11/urgensi-pendidikan-kejuruan/.
    HMEFT.2017.pendidikan kejuruan dengan kurikulum 2013. http://hmeft.student.uny.ac.id/2017/04/25/pendidikan-kejuruan-dengan-kurikulum-2013/. (di akses 12 maret 2020)
    Sumber internet : https://psmk.kemdikbud.go.id/konten/1869/konsep-pembelajaran-di-sekolah-menengah-kejuruan

  24. 6. Karakteriatik pendidikan kejuruan
    Pendidikan kejuruan diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki lapangan kerja

    Pendidikan kejuruan didasarkan atas “demand-driven” (kebutuhan dunia kerja)

    Fokus isi pendidikan kejuruan ditekankan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dibutuhkan oleh dunia kerja

    Penilaian yang sesungguhnya terhadap kesuksesan siswa harus pada “hands-on” atau performa dalam dunia kerja

    Hubungan yang erat dengan dunia kerja merupakan kunci sukses pendidikan kejuruan

    Pendidikan kejuruan yang baik adalah responsif dan antisipatif terhadap kemajuan teknologi

    Pendidikan kejuruan lebih ditekankan pada “learning by doing” dan “hands-on experience”

    Pendidikan kejuruan memerlukan fasilitas yang mutakhir untuk praktik 

    Pendidikan kejuruan memerlukan biaya investasi dan operasional yang lebih besar daripada pendidikan umum

    https://psmk.kemdikbud.go.id/konten/1869/konsep-pembelajaran-di-sekolah-menengah-kejuruan
    Dwi Widjanarko, Andri S. Pendidikan tekhnologi dan kejuruan (power point )
    Sumber internet : https://text-id.123dok.com/document/4zp1jjlrz-peran-pendidikan-teknologi-dan-kejuruan-dalam-konteks-pemenuhan-tenaga-kerja-terampil.html
    Rasto. 2015. Urgensi pendidikan kejuruan [Internet]. http://rasto.staf.upi.edu/2015/08/11/urgensi-pendidikan-kejuruan/.
    HMEFT.2017.pendidikan kejuruan dengan kurikulum 2013. http://hmeft.student.uny.ac.id/2017/04/25/pendidikan-kejuruan-dengan-kurikulum-2013/. (di akses 12 maret 2020)

  25. 7. Suatu pendidikan kejuruan akan efisien jika lingkungan belajar sama dengan lingkungan kerjanya nanti, peserta didik lebih banyak di latih atau di gali ketrampilannya sesuai dengan dunia kerjanya, pelatihan kejuruan harus semua profesi, perdagangan, pekerjaan agar dapat memanfaatkan dengan baik, memberikan pelatihan yang cukup berpengalaman agar dapat di terapkan ketika di dunia kerja, menyiapkan pelayanan bagi masyarakat untuk kebutuhan tertentu, pendidikan kejuruan memiliki biaya tertentu dan jika tidak terpenuhi maka pendidikan kejuruan tidak boleh di paksakan, pendidikan kejuruan bermanfaat secara sosial jika hubungan manusiawinya di perhatikan.

    Dwi Widjanarko, Andri S. Pendidikan tekhnologi dan kejuruan (power point )
    Sumber internet : https://text-id.123dok.com/document/4zp1jjlrz-peran-pendidikan-teknologi-dan-kejuruan-dalam-konteks-pemenuhan-tenaga-kerja-terampil.html
    Rasto. 2015. Urgensi pendidikan kejuruan [Internet]. http://rasto.staf.upi.edu/2015/08/11/urgensi-pendidikan-kejuruan/.
    HMEFT.2017.pendidikan kejuruan dengan kurikulum 2013. http://hmeft.student.uny.ac.id/2017/04/25/pendidikan-kejuruan-dengan-kurikulum-2013/. (di akses 12 maret 2020)
    Sumber internet : https://psmk.kemdikbud.go.id/konten/1869/konsep-pembelajaran-di-sekolah-menengah-kejuruan

  26. Nama : Heru Susanto
    NIM : 5202416043
    PTK ,Kamis pukul 09.00 WIB
    Jawaban no.1
    Perbedaan Pendidikan Kejuruan dan Sekolah Umum
     Pendidikan Kejuruan menyiapkan pesertadidik untuk suatu karir dalam bidang tertentu,sedangkan Sekolah Umum lebih mengarahke Sekolah lanjutan.
     Sekolah Kejuruan memiliki beban lebih tinggi karna labnya harus selalu up date.
    Daftar Pustaka
    Munadi, S.(2008). TRANSFORMASI TEKNOLOGI PADA PENDIDIKAN KEJURUAN.
    Sutikno, T A.(2013). MANAJEMEN STRATEGIK PENDIDIKAN KEJURUAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN MUTU.Jurnal Teknologi,Kejuruan, dan Pengajarannya, 36(1).
    Premono, A.(2010). Kompetensi Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan :Antara Kebijakan dan Realita.Jurnal Pendidikan Penabur ,15.
    Sudira, P. INDONESIA VOCATIONAL EDUCATION PRAXIS BETWEN MAZAB JOHN DEWEY AND CHARLES PROSSER.
    Djatmiko, W I dkk.2013.Modul Pendidikan Teknologi dan Kejuruan: UNY.
    Darmono, H U.2016.PENDIDIKAN KEJURUAN MASA DEPAN. PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

  27. Nama : Heru Susanto
    NIM : 5202416043
    PTK ,Kamis pukul 09.00 WIB
    Jawaban no.2
    Seberapa penting tenaga terampil untuk membangun suatu bangsa?
    SANGAT PENTING
     Untuk mengoprasikan teknologi yang maju dibutuhkan tenaga yang terampil,jika suatu bangsa memiliki banyak tenaga terampil akan mengurangi tenaga kerja asing,atau bahkan mengirim SDM bangsa keluar negeri sehingga meningkatkan devisa negara.Jika negara profit maka negara tersebut dapat dikatakan maju.
     Tenaga terampil dibutuhkan untuk semua aspek industri,semakin banyak tenaga terampil semakin kecil pula penganguran. https://www.bps.go.id/pressrelease/2019/11/05/1565/agustus-2019–tingkat-pengangguran-terbuka–tpt–sebesar-5-28-persen.html
     Jika Industri terpenuhi akan kebutuhannya akan tenaga terampil ,maka akan akan mendukung industrilisasi bangsa tersebut.

    Daftar Pustaka
    Munadi, S.(2008). TRANSFORMASI TEKNOLOGI PADA PENDIDIKAN KEJURUAN.
    Sutikno, T A.(2013). MANAJEMEN STRATEGIK PENDIDIKAN KEJURUAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN MUTU.Jurnal Teknologi,Kejuruan, dan Pengajarannya, 36(1).
    Premono, A.(2010). Kompetensi Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan :Antara Kebijakan dan Realita.Jurnal Pendidikan Penabur ,15.
    Sudira, P. INDONESIA VOCATIONAL EDUCATION PRAXIS BETWEN MAZAB JOHN DEWEY AND CHARLES PROSSER.
    Djatmiko, W I dkk.2013.Modul Pendidikan Teknologi dan Kejuruan: UNY.
    Darmono, H U.2016.PENDIDIKAN KEJURUAN MASA DEPAN. PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

  28. Nama : Heru Susanto
    NIM : 5202416043
    PTK ,Kamis pukul 09.00 WIB
    Jawaban no.3
    Pendidikan Kejuruan akan memenuhi tenaga terampil dengan cara;
     Mereplika lingkungan kerja yang akan dituju suatu jurusan sehingga pesertadidik terbiasa.Dan Lab yang Update dengan lingkungan kerja dalam waktu realtime.
     Memberikan secara langsung pelatihan sesuai lingkup kerja serta minat peserta didik,sehingga mereka memiliki pengalaman yang dibutuhkan kelak.
     Memberikan tugas sesuai prosedure pekerjaan/karier yang hendak dicapai,serta norma-norma yang ada di lingkungan kerja baik berpakaian,berprilaku dll.

    Daftar Pustaka
    Munadi, S.(2008). TRANSFORMASI TEKNOLOGI PADA PENDIDIKAN KEJURUAN.
    Sutikno, T A.(2013). MANAJEMEN STRATEGIK PENDIDIKAN KEJURUAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN MUTU.Jurnal Teknologi,Kejuruan, dan Pengajarannya, 36(1).
    Premono, A.(2010). Kompetensi Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan :Antara Kebijakan dan Realita.Jurnal Pendidikan Penabur ,15.
    Sudira, P. INDONESIA VOCATIONAL EDUCATION PRAXIS BETWEN MAZAB JOHN DEWEY AND CHARLES PROSSER.
    Djatmiko, W I dkk.2013.Modul Pendidikan Teknologi dan Kejuruan: UNY.
    Darmono, H U.2016.PENDIDIKAN KEJURUAN MASA DEPAN. PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

  29. Nama : Heru Susanto
    NIM : 5202416043
    PTK ,Kamis pukul 09.00 WIB
    Jawaban no.4
    Fungsi Pendidikan Kejuruan:
     Memenuhi norma-norma yang berlaku dimasyarakat seperti norma religi,norma sosial dll.
     Mengatur peserta didik agar terkondisikan,sepert;Disiplin,Jujur,Patuh,Kreatif dll.
     Menyalurkan bakat dan minat calon peserta didik,sehingga kelak mereka mencapai tujuan mereka menjadi tenaga ahli.
     Membuat perubahan dan perbedaan serta mendorong pertumbuhan bangsa dengan menyiapkan generasi yang lebih siap untuk mengisi pos-pos mereka sebagai seorang juru.
    Daftar Pustaka
    Munadi, S.(2008). TRANSFORMASI TEKNOLOGI PADA PENDIDIKAN KEJURUAN.
    Sutikno, T A.(2013). MANAJEMEN STRATEGIK PENDIDIKAN KEJURUAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN MUTU.Jurnal Teknologi,Kejuruan, dan Pengajarannya, 36(1).
    Premono, A.(2010). Kompetensi Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan :Antara Kebijakan dan Realita.Jurnal Pendidikan Penabur ,15.
    Sudira, P. INDONESIA VOCATIONAL EDUCATION PRAXIS BETWEN MAZAB JOHN DEWEY AND CHARLES PROSSER.
    Djatmiko, W I dkk.2013.Modul Pendidikan Teknologi dan Kejuruan: UNY.
    Darmono, H U.2016.PENDIDIKAN KEJURUAN MASA DEPAN. PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

  30. Nama : Heru Susanto
    NIM : 5202416043
    PTK ,Kamis pukul 09.00 WIB
    Jawaban no.5
    Tujuan Pendidikan Kejuruan:
     Meningkatkan variasi pendidikan.
     Menyalurkan bakat dan minat sehingga peserta didik lebih termotivasi untuk mencapai cita-citanya.
     Menyiapkan pesertadidik untuk menjadi Juru.Sehingga mereka lebih siap dengan cepat dan profesional.
     Memenuhi akan keterbutuhan akan tenaga ahli dalam berbagai karier jurusan.
     Menyiapakan untuk jenjang yang lebih tinggi.
     Mengkonsentrasikan peserta didik dalam bidang tertentu.
     Mengatur pesesrta didik agar patuh pada norma yang berlaku dalam beragama,berbudaya,bermasyarakat,serta bernegara.
    Daftar Pustaka
    Munadi, S.(2008). TRANSFORMASI TEKNOLOGI PADA PENDIDIKAN KEJURUAN.
    Sutikno, T A.(2013). MANAJEMEN STRATEGIK PENDIDIKAN KEJURUAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN MUTU.Jurnal Teknologi,Kejuruan, dan Pengajarannya, 36(1).
    Premono, A.(2010). Kompetensi Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan :Antara Kebijakan dan Realita.Jurnal Pendidikan Penabur ,15.
    Sudira, P. INDONESIA VOCATIONAL EDUCATION PRAXIS BETWEN MAZAB JOHN DEWEY AND CHARLES PROSSER.
    Djatmiko, W I dkk.2013.Modul Pendidikan Teknologi dan Kejuruan: UNY.
    Darmono, H U.2016.PENDIDIKAN KEJURUAN MASA DEPAN. PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

  31. Nama : Heru Susanto
    NIM : 5202416043
    PTK ,Kamis pukul 09.00 WIB
    Jawaban no.6
     Karakteristik Pendidikan Kejuruan
     Memiliki beban lebih, baik finasial,informasi dll terhadap updatenya dunia profesional.
     Perlunya fasilitas lab yang update.
     Dituntutnya pengalaman setinggi mungkin untuk mendorong skill dari praktikum.
     Erat hubungannya dengan dunia kerja
    Daftar Pustaka
    Munadi, S.(2008). TRANSFORMASI TEKNOLOGI PADA PENDIDIKAN KEJURUAN.
    Sutikno, T A.(2013). MANAJEMEN STRATEGIK PENDIDIKAN KEJURUAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN MUTU.Jurnal Teknologi,Kejuruan, dan Pengajarannya, 36(1).
    Premono, A.(2010). Kompetensi Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan :Antara Kebijakan dan Realita.Jurnal Pendidikan Penabur ,15.
    Sudira, P. INDONESIA VOCATIONAL EDUCATION PRAXIS BETWEN MAZAB JOHN DEWEY AND CHARLES PROSSER.
    Djatmiko, W I dkk.2013.Modul Pendidikan Teknologi dan Kejuruan: UNY.
    Darmono, H U.2016.PENDIDIKAN KEJURUAN MASA DEPAN. PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

  32. Nama : Heru Susanto
    NIM : 5202416043
    PTK ,Kamis pukul 09.00 WIB
    Jawaban no.7
    Teori Prosser itu ada 16,akan saya ringkas seperti ini;
     Instrukur harus berpengalaman dan memiliki kompetensi dalam bidang kejuruan itu,Jika maka malah akan merugikan.
     Pendidikan Kejuruan harus tahu apa yang diharapkan dan bagaimana mencapainya.
     Harus dapat menghasilkan Juru-juru yang banyak dicari.
     Pendidikan kejuruan adalah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi bangsa,karna untuk memenuhi bursa kerja.
     Tidak menyimpang dengan ajaran yang diajarkan di Sekolah Umum.
    Daftar Pustaka
    Munadi, S.(2008). TRANSFORMASI TEKNOLOGI PADA PENDIDIKAN KEJURUAN.
    Sutikno, T A.(2013). MANAJEMEN STRATEGIK PENDIDIKAN KEJURUAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN MUTU.Jurnal Teknologi,Kejuruan, dan Pengajarannya, 36(1).
    Premono, A.(2010). Kompetensi Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan :Antara Kebijakan dan Realita.Jurnal Pendidikan Penabur ,15.
    Sudira, P. INDONESIA VOCATIONAL EDUCATION PRAXIS BETWEN MAZAB JOHN DEWEY AND CHARLES PROSSER.
    Djatmiko, W I dkk.2013.Modul Pendidikan Teknologi dan Kejuruan: UNY.
    Darmono, H U.2016.PENDIDIKAN KEJURUAN MASA DEPAN. PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

  33. 1.Pendidikan umum lebih bertujuan untuk mengasah kemampuan umum berupa: kemampuan analisa, debat, komunikasi tertulis, ilmu pengetahuan mendalam, serta kemampuan menggali dan menyampaikan informasi. Sedangkan Pendidikan kejuruan bertujuan untuk mempersiapak perserta didiknya dengan ketrampilan sesuai dengan kejuruan yang diminati supaya siap untk berkerja pada bidang tertentu.
    Sumber: https://www.quipper.com/id/blog/quipper-campus/campus-info/perbedaan-pendidikan-akademik-dan-pendidikan-kejuruan/

  34. 2.Tenaga kerja yang terampi penting untuk pembangunan suatu bangsa karena:
    -Tenaga kerja trampil dapat menciptakan generasi yang kreatif, inovatif dan berdaya saing tinggi.
    -Mendukung pertumbuhan industrialisasi suatu negara.
    – Tenaga kerja trampil merupakan keunggulan suatu bangsa dalam menghadapi persaingan global.
    -Berperan sebagai penopang utama dalam roda pembangunan, pemberdayaan generasi muda diharapkan dapat menciptakan generasi yang kreatif, inovatif dan berdaya saing tinggi.
    -Berpeluang tinggi untik berkerja dan produktif untuk memperkuat ekonomi Negara.
    Sumber: https://www.ui.ac.id/langkah-strategis-menuju-pembangunan-sdm-indonesia-unggul/

  35. 3. Tenaga terampil dapat dipenuhi oleh pendidikan kejuruan dengan menyiapkan siswa yang trampil untuk bekerja dan mengembangkan sikap professional sehingga siap untuk berkerja pada suatu instansi/industri.

    4.Fungsi pendidikan kejuruan
    BAGI SISWA: Menyiapkan siswa menguasai IPTEK, sehingga:
    – mampu mengikuti, menguasai, dan menyesuaikan diri dengan kemajuan IPTEK;
    – memiliki kemampuan dasar untuk dapat mengembangkan diri secara berkelanjutan;
    – mampu menerapkan IPTEK untuk ikut berperan dalam kegiatan produksi sesuai dengan tingkat keahliannya.
    BAGI DUNIA KERJA: memperoleh tenaga kerja berkualitas, meringankan biaya usaha, membantu memajukan dan mengembangkan usaha.
    BAGI MASYARAKAT: meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan produktivitas nasional (meningkatkan penghasilan negara), mengurangi pengangguran.
    Sumber: https://yuyunsyarifuddin.wordpress.com/2009/12/26/pendidikan-kejuruan/

  36. 4.Fungsi pendidikan kejuruan
    BAGI SISWA: Menyiapkan siswa menguasai IPTEK, sehingga:
    – mampu mengikuti, menguasai, dan menyesuaikan diri dengan kemajuan IPTEK;
    – memiliki kemampuan dasar untuk dapat mengembangkan diri secara berkelanjutan;
    – mampu menerapkan IPTEK untuk ikut berperan dalam kegiatan produksi sesuai dengan tingkat keahliannya.
    BAGI DUNIA KERJA: memperoleh tenaga kerja berkualitas, meringankan biaya usaha, membantu memajukan dan mengembangkan usaha.
    BAGI MASYARAKAT: meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan produktivitas nasional (meningkatkan penghasilan negara), mengurangi pengangguran.
    Sumber: https://yuyunsyarifuddin.wordpress.com/2009/12/26/pendidikan-kejuruan/

  37. 5.Tujuan pendidikan kejuruan:
    -Menyiapkan peserta didik agar dapat menjalani kehidupan secara layak
    – Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia usaha maupun dunia industri baik nasional maupun global.
    -Mendorong motivasi untuk belajar terus.
    -Menyiapkan siswa untuk menlanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih.
    -Meningkatkan kemampuan siswa berhubungan secara sosial, budaya.
    – Menjadi pusat informasi dan diseminasi bidang pendidikan teknologi dan kejuruan serta bidang teknik.
    -Menyiapkan siswa untuk bekerja dan mengembangkan sikap professional.
    Sumber: http://hmeft.student.uny.ac.id/2017/04/25/pendidikan-kejuruan-dengan-kurikulum-2013/

  38. 6.Karakteristik pendidikan kejuruan:
    – Mempersiapkan siswa untuk bekerja secara lebih efisien
    -Responsif dan antisipatif terhadap kemajuan teknologi.
    -Mempersiapkan peserta didik masuk ke lapangan Kerja
    – Menggunakan pengalaman sebagai metode utama. Pengalaman dalam melakukan suatu pekerjaan untuk mengembangkan keterampilan dan dalam memikirkan kinerja dalam suatu pekerjaan, sehingga mendapatkan pemahaman dan inisiatif penuh dalam memecahkan masalah-masalah pekerjaan
    -Didasarkan pada demand-driven.
    -Memerlukan fasilitas yang mutahir untuk praktik.
    – Memberikan pelatihan khusus dalam hal keterampilan dan pengetahuan yang berguna untuk setiap pekerjaan tertentu -Memerlukan biaya investasi dan operasional lebih besar dibanding pendidikan umum.
    -Kesuksesan siswa harus pada performa dalam dunia kerja.
    -Hubungan dengan dunia kerja adalah kunci sukses pendidikan kejuruan.
    Sumber: http://rasto.staf.upi.edu/2016/03/07/karakteristik-pendidikan-kejuruan/

  39. 7.pendidikan kejuruan akan lebih efektif jika:
    -Lingkungan belajar disesuaikan dengan lingkungan kerja.
    -Membiasakan sikap kerja yang baik.
    -Ketrampilan yang di ajarkan sesuai dengan kebutuhan pada pasar kerja.
    -Didukung oleh perlatih yang berpengalaman dan terampil dalam mengajar.
    -Dievaluasi sesuai dengan ketrampilan yang telah di ajarkan yang telah dipilih dan dibutuhkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here