PRAKTIK KELISTRIKAN ENGINE

64
1381

Assalamualaikum wr,wb.

Para mahasiswa, untuk pembelajaran hari ini Senin 16 Maret 2020, kita akan melaksanakan kuliah secara daring, untuk mengurangi kemungkinan penyebaran Covid 19 sesuai anjuran pemerintah. Silakan dibaca panduan praktik yang sudah dimiliki setiap mahasiswa untuk mata kuliah ini, dan jawab dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan untuk materi sistem pengapian, pengisian, dan starter tipe konvensional berikut:

Untuk kelompok dengan job sistem pengapian:

1. Bagaimanakan cara mengetahui kondisi koil pada sistem pengapian masih baik atau tidak?

2. Bagaimanakah cara melakukan penyetelan celah platina?

Untuk kelompok dengan job sistem pengisian:

1. Bagaimanakah mengetahui sebuah regulator masih dalam kondisi baik atau tidak?

2. Bagaimana cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja?

Untuk kelompok dengan job sistem starter:

1. Bagaimanakah cara mengetahui bahwa magnetic switch pada motor starter masih dalam kondisi baik?

2. Bagaimanakah cara menguji motor starter tanpa beban?

Silakan dijawab pertanyaan-pertanyaan di atas sesuai dengan job nya masing-masing. Perlu diperhatikan: 1) jawaban diawali dengan menuliskan NIM dan setiap mahasiswa membuat/merumuskan jawaban dengan versi masing-masing (tidak copy paste jawaban teman) , 2) Setiap soal di atas, jawabannya di tulis dalam satu kolom komen (tiap menjawab satu soal, langsung kirim/posting), soal nomor 2 dst ditulis dalam kolom komen yang terpisah (satu kolom komen hanya untuk menjawab satu soal saja). 3) setiap mahasiswa wajib memberi komentar, mengoreksi, atau menambahkan jika dirasa jawaban mhs lain kurang benar. 4) setiap mahasiswa dapat memberi komentar atau mengoreksi dengan jumlah yang tidak terbatas, setiap jawaban atau komentar yang benar akan mendapat point. 5) Setiap mahasiswa boleh mengomentari jawaban mahasiswa lain meskipun bukan job inti sesuai kelompoknya. Presensi kuliah daring ini didasarkan pada mahasiswa yang memberikan respon/melakukan diskusi online. Jawaban dan diskusi terhadap soal di atas berlaku hari ini Senin, 16 Maret 2019 pukul 07.30 sd 12.00 WIB. Selamat berdiskusi (DW).

64 COMMENTS

  1. Nim :5202418007
    Nama : Teguh Kurniawan

    1. Cara mengetahui bahwa magnetic switch pada motor stater masih dalam kondisi baik yaitu dengan cara pastikan aki/ baterai anda dalam kondisi prima yaitu dengan mengecek secara perkiraan atau menggunakan alat. Jika secara perkiraan maka bisa dengan cara memantau lampu panel instrumen pada kendaraan. Sedangkan jika menggunakan alat maka kita bisa melakukan dengan multitester

    Salain itu periksa kembalinya plunyer kondisi baik apabila plunyer ditekan segera kembali.
    Kemudian periksa pull in coil dengan cara hubungkan terminal 50 dan terminal c, kondisi baik jika terdapat kontinuitas
    Periksa pula hold on coil yaitu dengan cara hubungkan terminal 50 dengan body jika terdapat kontinuitas maka kondisi baik

  2. 5202418059
    jawaban soal no.1 (job sistem pengapian)
    Untuk mengetahui apakah kondisi koil pada sistem pengapian masih baik atau tidak dengan cara melakukan pengukuran dengan menggunakan multi tester, caranya yang pertama memeriksa apakah primer koil masih dalam keadaan baik atau tidak dengan cara atur selektor pada skala ohm yang telah di tentukan lalu tempelkan prob pada terminal input dari baterai dan terminal negatif koil pastikan kondisi tahanannya sesuai dengan standar maka bisa di pastikan koil rusak jika nilai tahanan koil melebihi spesifikasi kemungkinan ada kebocoran pada koil, selanjutnya lakukan juga pengukuran tahanan pada sekunder koil dengan cara arahkan selektor ke skala ohm yang telah di tentukan lalu tempelkan prob ke positif koil dan terminal output koil atau terminal yang menuju kabel tegangan tinggi, bacalah hasil pengukuran jika tidak sesuai dengan spesifikasi bisa di pastikan koil rusak

  3. 5202418059
    Jawaban soal no.2 (job sistem pengapian)
    Cara melakukan penyetelan pada platina, yang pertama siapkan alat yang di perlukan seperti obeng (-), kunci ring 19, dan feeler gauge. Pertama buka tutup distribitor, lalu lepas rotor, putar puli poros engkol sampai platina terbuka yang paling lebar, bersihkan platina, masukkan feeler gauge ke celah platina dengan ukuran seperti spesifikasi, kendorkan sekrup yang mengikat platina, setel celah platina menggunakan obeng minus geser obeng minus ke kiri atau ke kanan untuk memperkecil atau memperbesar celah platina, setelah selesai kencangkan sekrup kembali, pasang kembali rotor dan tutup distributor, jika perlu lakukan pemeriksaan sudut dwell menggunakan dwell tester untuk mengetehui celah platina sudah tepat atau belum.

  4. Nim: 5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nurul Iman
    1. magnetich switch masih dikatakan dalam kondisi baik apabila kumparan yang terdapat di dalamnya yaitu kumparan pull in coil dan hold in coil masih mendapat suply tegangan dan arus listrik maka akan memiliki medan magnet yang cukup kuat sehingga dapat menaik dan menggerakkan plunyernya. selain itu, dapat mengecek tiap tiap terminal dengan menggunakan multimeter seperti terminal 50, terminal 30 dan terminal C. kemudian, kita juga dapat megecek plunyernya jika ditekan segera kembali maka magnetich switch masih dalam kondisi yang baik.

    • Izin menambahkan
      Cara mengetahui bahwa magnetic switch pada motor stater masih dalam kondisi baik tentunya yang pertama yaitu dengan cara pastikan aki/ baterai anda dalam kondisi prima yaitu dengan mengecek secara feeling atau menggunakan alat. Dimana bisa dengan cara memantau lampu panel instrumen pada kendaraan. Sedangkan jika menggunakan alat maka kita bisa melakukan dengan multitester

      Sehingga dapat diketahui supplay tegangan yang di berikan, dimana berasal dari baterai itu sendiri.

    • Menambahkan, sebelum pengecekan pull in coil dan hold in coil alangkah lebih baiknya untuk mengecek kondisi battery yang akan di gunakan, jika battery juga teganganya kurang maka aliran listrik yang mengalir ke pull in coil dan hold in coil pun akan berkurang.

  5. Nim : 5202418007
    Nama: Teguh Kurniawan

    2. Cara pengujian motor stater tanpa beban yaitu
    – siapkan amperemeter dengan kemampuan diatas 50 ampere atau Tang ampere
    – putar selector multimeter pada DC Volt 50
    – hubungkan kabel dari field coil ke terminal c, pastikan kabel field coil tidak terhubung dengan massa.
    – hubungkan kabel (-) baterai ke massa/body starter
    – hubungkan kabel(+) baterai secara seri dengan terminal (+) amperemeter
    -hubungkan kabel (-) amperemeter dengan terminal 30
    – hubungkan probe (+) multimeter ke(+) baterai dan probe (-) ke (-) baterai
    – hubungkan kabel (+) baterai lainya ke terminal 50
    – periksa bahwa starter berputar lembut dan stabil, gigi pinion bergerak keluar, amperemeter dan voltmeter menunjukan nilainya
    – spesifikasi tegangan minimum 11,5 volt, arus mengalir kurang dari 90 A

    • Sedikit menambah mas teguh. Jika melakukan pengujian starter dilakukan dengan sesingkat-singkatnya yaitu sekitar 3 detik maksimal 5 detik. Karena kumparan hold in coil dan pul in coil rentan terhadap panas. Jika terlalu lama maka akan merusak dan terbakar.

  6. Nim :5202418009
    Nama : SEPTIAN SETIYARKO UTOMO
    1.Bagaimanakah cara mengetahui bahwa magnetic switch pada motor starter masih dalam kondisi baik yaitu dengan mengecek secara perkiraan atau menggunakan alat ataupun bisa visual. Jika secara perkiraan maka bisa dengan cara memantau lampu panel instrumen pada kendaraan. Sedangkan jika menggunakan alat maka kita bisa melakukan dengan multitester.
    Salain itu periksa kembalinya plunyer kondisi baik apabila plunyer ditekan segera kembali.
    Kemudian periksa pull in coil dengan cara hubungkan terminal 50 dan terminal c, kondisi baik jika terdapat kontinuitas
    Periksa pula hold on coil yaitu dengan cara hubungkan terminal 50 dengan body.

    • Saya izin menambahkan, sebelum pengecekan pull in coil dan hold in coil alangkah lebih baiknya untuk mengecek kondisi battery yang akan di gunakan, jika battery juga teganganya kurang maka aliran listrik yang mengalir ke pull in coil dan hold in coil pun akan berkurang.

      • Ijin menambahkan juga mas deny. Selain pengecekan baterai juga perlu adanya pengecekan terhadap terminal- terminal yang ada di motor stater terkadang terminal tersebut kotor dan berjamur/ berkarat. Yang mengakibatkan arus dari baterai menuju magnetic switch berkurang karena adanya hambatan. Sekian terimakasih

  7. NIM: 5202418053
    1.Bagaimanakan cara mengetahui kondisi koil pada sistem pengapian masih baik atau tidak?
    =>Salah satu cara manual mengetahui kondisi koil pada sistem pengapian masih baik atau tidak adalah bila tahanan kumparan pada bagian dalam koil tidak sama seperti pada spesifikasi. Ini artinya koil sudah wajib diganti alias rusak.
    *Cara mengukur tahanan kumparan primer
    -putar selector multimeter pada X1 Ω, dan kalibrasi ohm meter.
    -hubungkan probe multimeter (+) ke terminal (+) koil, sedangkan probe (-) ke terminal (-) koil. Spesifikasi tahanan (keadaan dingin) : 1,35 – 2,09 Ω
    (keadaan dingin) : 1,71 – 2,46 Ω
    *Cara mengukur tahanan kumparan sekunder
    -putar selector multimeter pada posisi X kΩ dan kalibrasi ohm meter
    -hubungkan probe multimeter (+) ke terminal tegangan tinggi koil, sedangkan probe (-) ke terminal (B) koil. Speifikasi tahanan (keadaan dingin) : 8,5 – 14,5 kΩ
    (keadaan panas) : 10,7 – 17,1 kΩ

    =>Ciri lain untuk mengetahui bahwa koil rusak adalah ketika mesin dalam kondisi panas, atau setelah berjalan beberapa kilometer tiba-tiba pengapian berhenti. Ini tentu saja menyebabkan mesin motor mogok tiba-tiba dan tak bisa lagi dijalankan.
    =>Cara ketiga untuk menunjukan apakah koil rusak adalah dengan melihat api yang dihasilkan oleh busi. Meskipun koil dalam keadaan mati, busi masih dapat memeletikkan api, namun yang dihasilkan hanya kecil. Apinya pun akan berwarna merah atau putih kebiru-biruan.

  8. Deni bagus prasetya
    5202418011

    1. Untuk mengetahui magnetic switch pada motor stater masih baik atau tidak yaitu dengan cara memastikan dahulu kondisi batterai/aki masih dalam kondisi baik atau buruk, berikutnya dengan mengecek tegangan batterai dengan multimeter. jika teganganya masih mendekati atau tepat pada 12 volt dan keadaan fisik masih baik berarti batterai masih baik jika di gunakan.

    Setelah mengecek batterai berikutnya yaitu mengecek keadaan plunyer masih baik atau sudah buruk dan plunyer yang baik jika di tekan maka akan langsung kembali ke posisi semula. Setelah itu pengecekan pull in coil dan hold in coil.
    Untuk pengecekan pull in coil bisa dilakukan dengan cara menghubungkan terminal 50 dan terminal C jika ada kontinuitas berarti masih dalam kondisi baik.
    Berikutnya pengecekan kondisi hold in coil bisa dilakukan dengan cara menghubungkan terminal 50 dengan body jika terdapat kontinuitas berarti hold in coil juga masih dalam kondisi baik.

  9. 5202418019

    1. Sistem pengisian
    cara mengetahui regulator dalam kondisi baik atau buruk adalah dengan melakukan pengukuran pada terminal2 regulatornya menggunakan multitester.
    yang pertama terminal IG DAN F
    ADA 3 CARA PENGUKURAN
    1.PL0 menempel dngn PL1 (0 ohm)
    2.PL0 nempel dngn PL2 (tak ada hubungan)
    3.PL0 diantara PL1 dan PL2 (11 ohm)
    Selanjutnya terminal E dan L
    ada 2 cara
    1.P0 nempel dng P1 (0 ohm)
    2.P0 nempel dngn P2 (100)
    Selanjutnya terminal B dan E
    ada 2 cara
    1.P0 nempel dngn P1 (tak ada)
    2.P0 nempel dngn P2 (100 ohm)
    Selanjutnya terminal B dan L
    ada 2 cara
    1.P0 nempel dngn P1 (tak ada)
    2.P0 nempel dngn P2(0 ohm)
    Lalu terminal N dan E
    ada 1 cara
    kira kra tahana 23 ohm

  10. Nim: 5202418003
    Nama: Muhammad Syamsuddin Nueul Iman
    2. cara menguji motor starter tanpa beban adalah:
    – hubungkan kabel negatif baterai ke body motor starter
    – hubungkan kabel positif baterai ke ampere meter dan kaki ampere meter lainnya ke terminal 30
    – hubungkan kabel terminal 30 ke terminal 50
    – hubungkan kabel field koil pada terminal C, pastikan kabel tidak terhubung dengan massa.
    – hubungkan baterai dan armature pada starter.
    – saat dites maka pinion gear akan bergerak maju dan motor starter akan berputar sangat kencang dan stabil

    • Khoiril Nurman H.
      5202418055
      Job Sistem Pengapian

      No 2. Siapkan peralatan-peralatan sebagai berikut:
      1.Kunci ring ukuran 19 

      2.Obeng minus (-)

      3.Feeler gauge

      4.Dwell tester

      Setelah peralatan siap maka lakukan penyetelan platina dan pemeriksaan sudut dwell sesuai dengan langkah-langkah berikut ini:

      -Buka tutup distributor

      -Lepas rotor pada distributor

      -Putar pulli poros engkol menggunakan kuci ring sampai ebonit pada platina menyentuh ujung nok, sehingga platina membuka paling lebar.

      -Bersihkan ujung platina dari kemungkinan kotor ataupun terdapat oli karena kotoran dan oli yang berada diujung platina dapat menyebabkan terjadinya kesalahan saat penyetelan platina.

      -Ambil feeler gauge dan bersihkan permukaan bilah-bilahnya dari kemungkinan kotor dan terkena oli, kemudian cari ketebalan bilah feeler gauge 0,45mm  karena spesifikasi celah platina pada kijang 5k yaitu 0,45mm

      -Masukkan bilah feeler gauge yang ukurannya 0,45mm kedalam celah platina

      -Kendorkan sedikit 2 sekrup yang mengikat platina

      -Setel celah platina menggunakan obeng minus, geser obeng minus kekanan atau kekiri untuk memperbesar atau memperkecil celah platina.

      -Setelah selesai melakukan penyetelan celah platina, kemudian pasang kembali rotor dan tutup distributor.

      -Setelah komponen-komponen sudah terpasang kembali, lakukan pemeriksaan sudut dwell nya.

      -Ambil dwell tester, pasang probe merah ke minus coil dan probe hitam ke ground atau massa engine.
      Setelah itu hidupkan engine dan baca sudut dwellnya, spesifikasi sudut dwell pada engine kijang 5k adalah 52 derajat kurang lebih 4 derajat. Bila sudut dwell tidak sesuai spesifikasi maka lakukan penyetelan ulang celah platina.

      -Bila sudut dwell melebihi spesifikasi maka celah platina terlalu sempit, sedangkan jika sudut dwell kurang dari spesifikasi berarti celah platina terlalu besar.

  11. Khoirul Nurman H.
    5202418055
    Job Sistem Pengapian

    1. Salah satu cara manual mengetahui koil pengapian motor yang rusak adalah bila tahanan kumparan pada bagian dalam koil tidak sama seperti pada spesifikasi. Ini artinya koil sudah wajib diganti alias rusak.

    2. Cara lain untuk mengetahui bahwa koil rusak adalah ketika mesin dalam kondisi panas, atau setelah berjalan beberapa kilometer tiba-tiba pengapian berhenti. Ini tentu saja menyebabkan mesin motor mogok tiba-tiba dan tak bisa lagi dijalankan.

    3. Untuk menunjukan apakah koil rusak adalah dengan melihat api yang dihasilkan oleh busi. Meskipun koil dalam keadaan mati, busi masih dapat memeletikkan api, namun yang dihasilkan hanya kecil. Apinya pun akan berwarna merah atau putih kebiru-biruan.

  12. NIM : 5202418053

    2.Bagaimanakah cara melakukan penyetelan celah platina?
    a) Top kan mesin silinder dengan membuka cop delco.
    b) Posisikan platina pada posisi nok puncak (Nok Delko), saat top posisi ebonit atau kaki platina belum mencapai puncak nok delko, maka tambah putaran mesin agar mencapai posisi puncak nok delko.
    c) Langkah selanjutnya harus dilakukan dengan membuka tutup distributor terlebih dahulu.
    d) Kemudian putar pully poros engkol atau di sebut dengan crank shaft memutarnya searah jarum jam sehingga titik pully mengarah ke angka 0 (nol) derajat atau istilahnya TOP 1.
    e) Langkah selanjutnya anda harus mengendorkan baut pengikat platina, usahakan jangan terlalu longgar saat anda memutar baut yang mengikat platina, kira-kira satu putaran saja.
    f) Perlu diperhatikan untuk ukuran celah platina standar adalah 0,45 mm. karena pada ukuran filler tidak terdapat ukuran 0,45 mm maka diperbolehkan menggunakan ukuran filler ukuran celah 0,40 mm, tetapi jangan terlalu rapat dan harus sedikit longgar supaya bisa mengikuti celah ukuran 0,45 mm.
    g) Setelah melakukan atau memasukkan filler ke dalam celah platina, kemudian langsung stel platina dengan memakai obeng min (-). Caranya geser platina secara perlahan menggunakan obeng (-) dengan menekan coak serta tonjolan yang berada dekat platina tersebut. Perlu diketahui Setiap jenis kendaraan mobil memiliki coakan ataupun tonjolan yang berbeda.
    h) Setelah anda selesai melakukan penyetelan, kemudian cek celah platina, serta jika sudah pas dengan ukuran tersebut langsung saja kencangkan dengan baut kembali menggunakan obeng plus.
    i) Setelah semua langkah selesai, kemudian pasang kembali tutup distributor atau sering di sebut juga dengan delco.

  13. 5202418013
    (Job Sistem Pengisian)
    1. Cara mengetahui regulator masih baik atau tidak, sebagai berikut:
    A. Pertama kita harus melepas regulator dari dudukannya
    B. Bersihkan regulator dari debu dan kotoran yang menempel.
    C. Periksa kondisi titik kontaknya. Mungkin sudah sangat aus, kotor atau berkarat. Titik kontak yang sangat aus, harus diganti. Titik kontak yang kotor atau berkarat harus dibersihkan karena aliran listrik akan terhambat oleh kotoran dan karat tersebut.

    D. Mengecek setiap terminal pada regulator
    • Terminal IG DAN F
    Ada tiga cara :
    – PL0 Nempel dngn PL1 (0 ohm)
    – PL0 nempel dngn PL2 (tak ada hubungan)
    – PL0 diantara PL1 dan PL2 (11 ohm) -> selain buat mengecek terminal, langkah ketiga ini juga buat mengukur tahanan resistor.

    • Terminal E dan L
    Ada 2 cara :
    – P0 nempel dengan P1 (0 ohm)
    – P0 nempel dengan P2 (100)

    • Terminal B dan E
    ada 2 cara :
    – P0 nempel dengan P1 (tak ada)
    – P0 nempel dengan P2 (100 ohm)

    • Terminal B dan L
    ada 2 cara :
    – P0 nempel dengan P1 (tak ada)
    – P0 nempel dengan P2 (0 ohm)

    • Terminal N dan E
    ada 1 cara :
    kira kira tahanannya 23 ohm

  14. Deni bagus prasetya
    5202418011

    2. Untuk menguji motor starter tanpa beban yaitu dengan cara :

    ~ yang pertama pengecekan pull in coil yang berguna untuk mendorong gear pinion starter agar terhubung dengan flywheel.
    Untuk pengecekan pull in coil lakukan dengan cara periksa plunger dan gear pinion gear keluar, jika plunger dan gear pinion tidak keluar maka ganti magnetic switch
    ~ berikutnya pengecekan hold in coil yang berguna untuk Mempertahankan posisi gear pinion setelah berhubungan dengan flywheel dan dapat untuk memutar flywheel.
    Untuk pengecekan hold in coil lakukan dengan cara periksa apakah plunger masih di luar atau kembali ke dalam, jika kembali maka ganti magnetic switch
    ~ berikutnya mengetes motor stater tanpa beban dengan cara menghubungkan battery dan ampere meter ke kabel positif menuju starter. Periksa pinion gear jika bergerak keluar berarti baik

  15. 5202418015
    Sistem Pengisian
    1. Untuk mengetahui apakah kondisi regulator sistem pengisian masih baik atau tidak dengan cara:
    a. Periksa titik kontak voltage regulator dan voltage relay yakni, ttik kontak PL0, PL1, PL2, P0, P1, dan P2 terhadap keasuan dan juga kerak. apabila terjadi kerusakan ganti regulator.
    b. Periksa tahanan resistor voltage regulator (antara Terminal IG dan F) dengan menggunakan multimeter. Untuk regulator yang masih dalam keadaan baik yakni apabila dalam PL0 menempel di PL1 hail pengukuran menunjukan 0 ohm, dan apabila posisi PL0 menempel PL2 hail pengukuran menunjukan kurang lebih 11 ohm.
    c. Periksa tahanan kumparan voltage regulator (antara Terminal L dan E) dengan menggunakan multimeter.
    Untuk regulator yang masih dalam keadaan baik yakni apabila dalam P0 menempel di P1 hasil pengukuran menunjukan 0 ohm, dan apabila posisi P0 menempel P2 hail pengukuran menunjukan kurang lebih 100 ohm.

    • d. Untuk pemeriksaan antara terminal B dan E, regulator dikatakan masih baik apabila pada saat P0 menempel di P1 hasil pengukuran menujukan tak terhingga dan jika P0 menempel pada P2 hasil pengukuran menunjukkan kurang lebih 100 ohm.
      e. Untuk pemeriksaan antara terminal B dan L, regulator dikatakan masih baik apabila pada saat P0 menempel di P1 hasil pengukuran menujukan tak terhingga dan jika P0 menempel pada P2 hasil pengukuran menunjukkan kurang lebih 0 ohm.
      f. Pemeriksaan terminal N dan , regulator dikatakan masih baik apabila pada hasil pengukurannya menunjukkan kurang lebih 24 ohm.

  16. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto

    ~~Sistem Pengisian~~
    1. Untuk mengetahui apakah regulator masih dalam kondisi baik/tidak dapat dilakukan dengan cara :
    a. Memeriksa Charge Indicator Lamp
    Cara inii dapat dilakukan ketika semua kompponen sistem pengisian terpasang pada engine. Saat kunci kontak ON mesin mati, lampu indikator seharusnya menyala. Ketika mesin menyala, lampu indikator seharusnya padam.

    b. Memeriksa kemagnetan pada alternator
    Cara ini dapat dilakukan ketika regulator terpasang pada kendaraan. Caranya adalah hidupkan kunci kontak, kemudian coba tempelkan obeng/benda apa pun yang bersifat feromagnetik ke alternator, jika regulator dalam kondisi baik, maka obeng akan tertarik dengan kuat oleh kemagnetan pada rotor coil yang terdapat di dalam alternator.
    Kemudian coba nyalakan mesin, lalu naikkan rpm secara perlahan. Kemagnetan pada rotor coil seharusnya melemah.

    c. Pengukuran Tahanan Antar-Terminal Regulator
    Cara ini dapat dilakukan ketika regulator dilepas dari engine, kemudian penutup/cover body regulator dibuka. Lakukan pengukuran tahanan antar-terminal seperti langkah berikut:
    #Terminal IG dan F
    -PL0 menempel PL1 (standar 0 ohm)
    -PL0 menempel PL2 (standar tidak ada hubungan)
    -PL0 mengambang (standar 11 ohm)
    #Terminal E dan L
    -P0 menempel P1 (standar 0 ohm)
    -P0 menempel P2 (standar 100 ohm)
    #Terminal B dan E
    -P0 menempel P1 (standar tdk ada hubungan)
    -P0 menempel P2 (standar 100 ohm)
    #Terminal B dan L
    -P0 menempel P1 (standar tdk ada hubungan)
    -P0 menempel P2 (standar 0 ohm)
    #Terminal N dan E
    Standar 23 ohm

    Jika hasil pemeriksaan sesuai dengan standar tersebut, maka regulator seharusnya masih dalam kondisi baik

  17. 5202418052
    Arif Budiman

    1. Cara mengetahui kondisi coil pengapian masih baik atau tidak.

    Yaitu dengan cara mengecek tahanan kumparan coil. Dengan menggunalan alat multitester dan posisikan selektor pada posisi ohm sesuai dengan spesifikasi tahanan. Lalu baca hasil pengukurannya. Jika tahanan pada kumparan berbeda dengan spesifikasinya artinya coil sudah tidak baik, dan wajib diganti.

    Cara lain untuk mengetahui coil pengapian masih baik atau tidak yaitu jika motor/kendaraan berjalan beberapa kilometer tiba-tiba pengapian berhenti dan kendaraan mogok. Ini artinya coil sudah tidak baik

    Selanjutnya untuk menunjukan apakah koil rusak adalah dengan melihat api yang dihasilkan oleh busi

    • mohon maaf izin bertanya, apakah sudah pasti ketika kendaraan berjalan beberapa kilometer tiba-tiba mesin berhenti itu coil pengapian mati? Bagaimana cara mengeceknya? Terimakasih

  18. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM: 5202418002
    KELOMPOK : 1 (STARTER)

    1).1. cara mengetahui magnetic switch pada motor starter masih dalam kondisi baik adalah dengan cara mengalirkan arus kita cek pull dan hold nya yang pertama kita cek sesuai urutan wiring diagram cek baterai pakah masih sesuai spesifikasi yaitu minimal 12 volt lalu cek bagian pull in coilnya dengan cara Hubungkan magnetic switch dengan baterai Bagian negatif baterai dihubungkan dengan body starter dan terminal C. Bagian positif baterai dihubungkan ke terminal 50. Jika pinion bergerak ke arah luar maka pull in coil (kumparan penarik) masih dalam keadaan baik.
    Kemudian cek Hold in coilnya dengan cara Lepaskan kabel dari negatif baterai yang menuju ke terminal C. Saat kabel dilepas maka pinion harus tetap keluar.Selanjutnya Pemeriksaan kembalinya plunger
    Lepaskan kabel dari negatif baterai yang menuju ke body starter. Saat kabel tersebut dilepas maka pinion harus segera kembali ke posisi semula.

  19. NIM : 5202418017
    Nama : Puji Nofiyanto

    ~~Sistem Pengisian~~
    2. Untuk mengukur tegangan output alternator saat sistem bekerja dapat dilakukan dengan cara:
    a. Nyalakan engine pada putaran stasioner
    b. Siapkan multitester
    c. Lakukan kalibrasi universal
    d. Pastikan probe merah terletak pada lubang (+)
    e. Putar selektor ke DC50V
    f. Pasang probe merah (+) pada terminal B/kabel yang terhubung ke terminal B
    g. Pasang probe hitam (-) pada bodi/terminal (-) baterai
    h. Baca hasil pengukuran

    Jika hasil pengukuran antara 13-14,7 V maka alternator dalam kondisi baik.

  20. 5202418052
    Arif Budiman

    Sistem pengapian

    2. Cara menyetel platina
    Pertama yang harus dilakukan yaitu putar pully pada posisi 0 derajat (searah jarum jam)
    Kemudian buka tutup distributor. Lalu kendorkan baut pengunci pada platina
    Lakukan penyetelah pada celah platina dengan menggunakan obeng min dan fuller gauge.
    Ukuran standart celah platina adalah 0,45 mm. Kemudian setel dan kencangkan jika dirasa sudah pas.
    Lalu tutup kembali distributornya, dan nyalakan mesin.
    Cek kondisi RPM mesin. Jika kurang pas kendorkan baut 10mm pada distributor lalu pilih yang sesuai hingga kondisi RPM tepat.

  21. NAMA : FAIZAL AGIL ARIEF SETYADI
    NIM: 5202418002
    KELOMPOK : 1 (STARTER)

    2).cara menguji motor starter tanpa beban yaitu:
    1. Pengujian Pull-In
    bagian pull in coilnya dengan cara Hubungkan magnetic switch dengan baterai Bagian negatif baterai dihubungkan dengan body starter dan terminal C. Bagian positif baterai dihubungkan ke terminal 50. Jika pinion bergerak ke arah luar maka pull in coil (kumparan penarik) masih dalam keadaan baik.
    2. Pengujian Hold in
    Lepaskan kabel dari negatif baterai yang menuju ke terminal C. Saat kabel dilepas maka pinion harus tetap keluar
    3. Pengujian motor stater tanpa beban
    yaitu menghubungkan battery dan ampere meter ke kabel positif menuju starter. Periksa pinion gear jika bergerak keluar berarti baik

    • Menambahkan pengujian motor stater tanpa beban antara lain dilakukan sebagai berikut
      – siapkan amperemeter dengan kemampuan diatas 50 ampere atau Tang ampere
      – putar selector multimeter pada DC Volt 50
      – hubungkan kabel dari field coil ke terminal c, pastikan kabel field coil tidak terhubung dengan massa.
      – hubungkan kabel (-) baterai ke massa/body starter
      – hubungkan kabel(+) baterai secara seri dengan terminal (+) amperemeter
      -hubungkan kabel (-) amperemeter dengan terminal 30
      – hubungkan probe (+) multimeter ke(+) baterai dan probe (-) ke (-) baterai
      – hubungkan kabel (+) baterai lainya ke terminal 50
      – periksa bahwa starter berputar lembut dan stabil, gigi pinion bergerak keluar, amperemeter dan voltmeter menunjukan nilainya
      – spesifikasi tegangan minimum 11,5 volt, arus mengalir kurang dari 90 A

  22. 5202418013
    (Job Sistem Pengisian)
    2. Cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja yaitu :
    A. Mengukur voltase di kepala aki (+) dan (–) saat mesin di hidupkan. Hasilnya harus minimal sama dengan hasil mengukur aki sebelum mesin hidupkan yaitu 12,6 Volt atau lebih.
    B. Mengukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri. hasilnya 13,5 V – 14,5 V (tergantung jenis alternator dan idle speed).
    C. Mengukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki (–). Hasilnya 13,5 V – 14,5 V (tergantung jenis alternator dan idle speed), jika hasilnya kurang maka ada kemungkinan kabel ground atau kabel pengisian utama dari charging output bermasalah.
    D. Mengukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki (+).
    Hasilnya 13,5 V – 14,5 V (tergantung jenis alternator dan idle speed), jika hasilnya kurang maka ada kemungkinan kabel ground atau kabel pengisian utama dari charging output bermasalah.

    • pada motor stater dengan aki atau baterai. Positif baterai ke terminal positif ampere meter kemudian terminal negatif ampere meter ke terminal 30 motor stater sedangkan negatif baterai ke body motor stater.

  23. 5202418013
    (Job Sistem Pengisian)
    2. Cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja yaitu :
    • Pertama, mengukur voltase di kepala aki (+) dan (–) saat mesin di hidupkan. Hasilnya harus minimal sama dengan hasil mengukur aki sebelum mesin hidupkan yaitu 12,6 Volt atau lebih.
    • Kedua, mengukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri. hasilnya 13,5 V – 14,5 V (tergantung jenis alternator dan idle speed).
    • Ketiga, Mengukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki (–). Hasilnya 13,5 V – 14,5 V (tergantung jenis alternator dan idle speed), jika hasilnya kurang maka ada kemungkinan kabel ground atau kabel pengisian utama dari charging output bermasalah.
    • Keempat, Mengukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki (+).
    Hasilnya 13,5 V – 14,5 V (tergantung jenis alternator dan idle speed), jika hasilnya kurang maka ada kemungkinan kabel ground atau kabel pengisian utama dari charging output bermasalah.

  24. 5202418019

    2. Sistem pengisian
    Cara untuk mengukur tegangan output alternator saat sistem bekerja yang pertama adalah nyalakan engine pada putaran stasioner ,Siapkan multitester dan lakukan kalibrasi lalu putar selektor ke DC50V dan pasang probe merah (+) pada terminal B/kabel yang terhubung ke terminal b lalu pasang probe hitam (-) pada bodi/terminal (-) baterai dan baca hasil pengukuran, jika hasil pengukuran antara 13-14,7 V maka alternator dalam kondisi baik.

    • izin menambahkan bahwasanya untuk mengukur tegangan output alternator ada beberapa cara yaitu sebelum mesin hidup untuk mengetahui tegangan baterai awal dan pengukuran saat mesin hidup untuk mengetahui tegangan saat sistem pengisian bekerja, cara ini lebih memudahkan kita saat pengukuran.

  25. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    1. Cara mengetahui magnetic switch/solenoid dalam kondisi baik yaitu dengan cara:
    a. Mengecek kembalinya plunyer dengan cara menekan plunyer, jika plunyer langsung kembali ke posisi semula maka dalam kondisi baik.
    b. Memeriksa Pull in coil dengan menghubungkan antara terminal 50 dengan terminal C, jika ada kontinuitas maka dalam kondisi baik.
    c. Memeriksa Hold in coil dengan cara menghubungkan antara terminal 50 dan massa, jika ada kontiunitas maka dalam kondisi baik.
    Diatas adalah cara untuk mengetahui apakah solenoid dalam kondisi baik atau tidak.

    • Menambahkan selain yang di sebutkan diatas tentunya yang harus dicek dahulu yaitu kondisi batrai, karena batrai lah yang menyuplai tegangan yaitu dengan cara pastikan aki/ baterai anda dalam kondisi prima yaitu dengan mengecek secara perkiraan atau menggunakan alat. Jika secara perkiraan maka bisa dengan cara memantau lampu panel instrumen pada kendaraan. Sedangkan jika menggunakan alat maka kita bisa melakukan dengan multitester

    • Ijin menambahkan ya mas ikhsan sebelum mengecek plunyer sebaiknya periksa terlebih dahulu kondisi dari baterai/akinya masih bagus atau tidak, periksa juga setiap terminal terkadang terminal tersebut ada yang kotor sehingga harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum mengukurnya

    • Izin menanggapi mas itu jawaban saya dilakukan pengecekan tidak menggunakan baterai, hanya menggunakan alat multitester dan visual. Memeriksa adanya kontuinitas pada pull in coil dan hold in coil tidak perlu menggunakan baterai.

  26. NIM: 5202418001
    NAMA: JANAHTAN FIRDAUS
    KELOMPOK 1 (STARTER)

    1. cara mengetahui magnetic switch dalam kondisi baik yang pertama adalah periksa terlebih dahulu kondisi baterai dalam keadaan baik atau tidak dengan memeriksa terminal-terminalnya serta pengukuran tegangan yang dihasilkan oleh baterai. Setelah itu periksa kondisi terminal terminal dari starter apakah ada jamur atau karat yang menempel yang mengakibatkan arus dari baterai kurang maksimal masuk ke magnetic switch.
    Setelah itu lakukan pengecekan kondisi pegas plunyer jika plunyer ditekan maka akan kembali dengan cepat pada posisi semula.
    Kemudian periksa kumparan pull in coil dengan cara memeriksa kontinyuitas terminal 30 dan 50 bila ada kontinyuitas berarti kumparan pull in koil baik (tidak putus)
    Periksa juga kumparan hold in coil dengan memeriksa kontinyuitas terminal 50 dan body starter (massa) jika ada kontinyuitas maka kumparan hold in coil baik (tidak putus)

  27. NIM : 5202418057

    No 1.
    Cara mengetahui kondisi koil pada sistem pengapian masih baik atau tidak yaitu,
    1. Periksa tahanan kumparan primer dengan cara pilih selektor multimeter pada posisi ohm dan jangan lupa dikalibrasi, kemudian hubungkan probe + ke terminal + koil, sedangkan probe – ke terminal – koil
    Jika hasil sesuai spesifikasi berarti kondisi tahanan kumparan primer masih baik, jika tidak sesuai spesifikasi berarti tahanan kumparan primer jelek
    Spesifikasi tahanan (dingin) : 1,35-2,09 Ohm, (panas) : 1,71-2,46 Ohm
    2. Periksa tahanan kumparan sekunder dengan cara pilih selektor multimeter pada posisi ohm dan jangan lupa dikalibrasi, kemudian hubungkan probe + ke terminal tegangan tinggi koil, sedangkan probe – ke terminal B koil
    Jika hasil sesuai spesifikasi berarti kondisi tahanan kumparan sekunder masih baik, jika tidak sesuai spesifikasi berarti tahanan kumparan sekunder jelek
    Spesifikasi tahanan (dingin) : 8,5-14,5 kOhm, (panas) : 10,7-17,1 kOhm
    3. Periksa hubung masa antara kumparan primer dan sekunder dengan body koil dengan cara pilih selektor multimeter pada posisi x kOhm dan jangan lupa dikalibrasi, kemudian hubungkan probe + secara bergantian ke terminal + koil, terminal kabel tegangan tinggi, terminal B koil, dan terminal – koil, sedangkan probe – ke Body koil
    Jika ada hubungan massa berarti koil tidak baik/rusak
    4. Periksa tahanan ballast resistor dengan cara pilih selektor multimeter pada posisi x1 Ohm dan jangan lupa dikalibrasi, kemudian hubungkan probe + ke terminal + koil, sedangkan probe – ke terminal B (ballast resistor) dan kemudian berganti ke terminal input resistor
    Jika hasil sesuai spesifikasi berarti kondisi tahanan resistor masih baik, jika tidak sesuai spesifikasi berarti tahanan resistor jelek
    Spesifikasi tahanan (dingin) : 0,8 – 1,3 ohm, (panas) : 1,05 – 1,52 ohm

  28. 5202418008
    Ikhsan Firmansyah

    2. Cara menguji motor starter tanpa beban yaitu :
    a. Siapkan ampermeter dengan kemampuan diatas 50 Amp.
    b. Putar selector multimeter pada posisi DC V 50.
    c. Sambungkan kabel negatif baterai dengan massa starter.
    d. Sambungkan positif baterai secara seri dengan positif ampermeter.
    e. Sambungkan negatif Ampermeter dengan terminal 30.
    f. Sambungkan probe positif multimeter dengan positif baterai dan probe negatif ke negatif baterai.
    g. Sambungkan kabel positif baterai dengan terminal 50 dan amati, jika plunyer terlempar atau bergerak maka gigi pinion bergerak keluar dan starter berputar lembut serta stabil.
    h. Maka kondisi motor starter dalam kondisi baik.

  29. 5202418056
    Sistim Pengapian

    ======>1. Cara mengetahui kondisi Koil pengapian.
    1. Salah satu cara manual mengetahui koil pengapian rusak atau tidak adalah dengan mengecek tahanan koil, bila tahanan kumparan pada bagian dalam koil tidak sama seperti pada spesifikasi. Ini artinya koil sudah rusak, pengecekan meliputi:
    a. Tahanan kumparan primer.
    b. Tahanan Kumparan Sekunder.
    c. Hubungan Massa antara kumparan primer dan sekunder dengan body koil.
    d. Tahanan B/ Ballast resistor

    2. Mengetahui bahwa koil rusak atau tidak adalah ketika mesin dalam kondisi panas, atau setelah berjalan beberapa kilometer tiba-tiba pengapian berhenti. Ini tentu saja menyebabkan mesin motor mogok tiba-tiba dan tak bisa lagi dijalankan

    3. Cara ketiga untuk menunjukan apakah koil rusak atau tidak adalah dengan melihat api yang dihasilkan oleh busi. Meskipun koil dalam keadaan mati, busi masih dapat memercikkan api, namun yang dihasilkan hanya kecil. Apinya pun akan berwarna merah atau putih kebiru-biruan.

  30. NIM : 5202418047
    JOB Sistem Pengisian

    1. mengetahui sebuah regulator masih dalam kondisi baik atau tidak nya dengan mengukur terminal terminal regulator menggunakan AVO meter. Dengan cara sebagai berikut:
    – Pemeriksaan terminal IG dan F
    Ukur dengan multimeter pada selector x1 Ohm
    Bila keadaan bebas (PL0 menempel dengan PL1) maka hasilnya harus 0 (nol) Ohm
    Bila keadaan tertarik (PL0 menempel dengan PL2) maka hasilnya kurang lebih 11 Ohm
    – Pemeriksaan terminal L dan E
    Ukur dengan multimeter pada selector x10 Ohm
    Bila keadaan bebas (P0 menempel dengan P1) maka hasilnya harus 0 (nol) Ohm
    Bila keadaan tertarik (P0 menempel dengan P2) maka hasilnya 100×10 Ohm.
    – Pemeriksaan terminal B dan E
    Ukur dengan multimeter pada selector x10 Ohm
    Bila keadaan bebas (P0 menempel dengan P1) maka hasilnya tak terhingga Ohm
    Bila keadaan tertarik (P0 menempel dengan P2) maka hasilnya 100×10 Ohm.
    – Pemeriksaan terminal B dan L
    Ukur dengan multimeter pada selector x1 Ohm
    Bila keadaan bebas (P0 menempel dengan P1) maka hasilnya tak terhingga Ohm
    Bila keadaan tertarik (P0 menempel dengan P2) maka hasilnya 0 Ohm.
    – Pemeriksaan terminal N dan E
    Ukur dengan multimeter pada selector x1 Ohm
    Pasang probe merah pada terminal N dan terminal hitam pada terminal E, maka hasil nya kurang lebih 24 Ohm.

  31. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    1. Cara mengetahui kondisi regulator dalam kondisi baik atau tidaknya ada beberapa cara untuk mengetahunya;
    -Yang pertama adalah saat enggine start yaitu dapat diketahui melalui lampu indikator lamp (CHG) menyala sebelum mesin hidup dan ketika mesin hidup lampu mati hal ini menandakan sistem pengisian bekerja karena arus dari lampu p0 ke p1 terputus sehingga lampu padam karena tidak mendapat massa.
    -Yang kedua mengecek adanya kemagnetan pada alternator tepatnya rotor coil, hal ini dapat dilakukan secara manual dengan cara saat kunci on menempelkan logam ke poros rotor alternator pastikan terdapat kemgnetan, lalu hidupkan mesin. pada kondisi normal seharusnya ketiga rpm dinaikan kemagnetan harus semakin lemah hal ini menandakan regulator bekerja dengan baik.
    -Yang ketiga dengan melakukan pengukuran antar terminal komponen regulator sesuai jenis dan spesifikasi masing – masing pabrikan.

    Contoh pada regulator konvensional toyota kijang sbb:
    .Terminal B dan L
    P0 menempel P1, standar tdk ada kontinuitas
    P0 menempel P2, standar 0 ohm

    .Terminal B dan E
    P0 menempel P1, standar tdk ada kontinuitas
    P0 menempel P2, standar 100 ohm

    .Terminal IG dan F
    PL0 menempel PL1 standar 0 ohm
    PL0 menempel PL2 standar tidak ada kontinuitas

    .Terminal E dan L
    P0 nempel dengan P1, 0 ohm
    P0 nempel dengan P2, 100

    .Terminal N dan E
    Standar, 23 ohm

  32. 5202418015
    Sistem Pengisian
    2. Cara mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja:
    a. Pastikan lampu pengisian menyala pada saat kunci kontak dalam posisi ON
    b. Hidupkan mesin pada putaran idle (jika hendak melakukan penyetelan tegangan output alterator set pada putaran maksimal 2000 rpm). Pastika lampu pengisian mati.
    c. Siapkan multimeter dan cek kondisinya.
    d. Atur selektor multimeter pada posisi DC V 50. Lalu lakukan kalibrasi universal jika jarum penunjuk tidak menunjukkan pada posisi tak terhingga.
    e. Hubungkan probe merah ke terminal positif baterai, dan probe hitam ke terminal negatif baterai atau masa .
    f. Baca hasil pengukuran, dikatakan baik apabila hasilnya kurang lebih 13,8-14,8 Volt.

  33. 5202418056
    Sistim Pengapian

    ======>2. Cara menyetel celah platina.
    1. Pastikan aki mobil benar benar dalam kondisi prima. Langkah pertama yaitu buka tutup distributor terlebih dahulu. Besihan lalu lihat apakah permukaan platina besih dan tidak ada benjolan,
    2. Setelah itu putar pully poros engkol (crank shaft) searah jarum jam hingga titik pully mengarah ke angka 0 (nol) drajat ( TOP 1). Perhatikan noken pada distributornya, berhenti ketika nok nya mengetuk benjolan pada platina.
    3. Selanjutnya kendorkan baut pengikat platina, dalam hal tersebut ada harus di usahakan jangan terlalu longgar saat memutar baut yang mengikat platina, kurang lebih satu putaran saja sampai platina dapat di goyangkan dengan obeng negative pada alur penyetalan celah platina sehingga celah platina dapat di renggangkan dan di sempitkan.
    4. Untuk ukuran celah platina standar yaitu 0,40-0,45 mm.
    5. Setelah memasukkan fuller ke dalam celah platina, lalu stel platina dengan menggunakan obeng min (-). Caranya yaitu geser platina dengan perlahan menggunakan obeng min dengan menekan coak atau tonjolan yang berada di dekat platina tersebut. Setiap jenis kendaraan mobil memiliki coakan atau tonjolan yang berbeda.
    6. Setelah selesai melakukan penyetelan, lalu periksa celah platina, dan jika sudah pas dengan ukuran tersebut kemudian kencangkan dengan baut kembali dengan menggunakan obeng plus.
    7. Setelah semuanya selesai, pasang kembali tutup distributor atau yang bisa disebut juga dengan delco.
    8. Jika mesin sudah hidup, kendorkan baut 10 mm yang mengunci distributor pada blok mesin. Pelan pelan putar ke kiri atau ke kanan. Dengarkan putaran mesin. Berhenti ketika yakin sudah menemukan putaran mesin yang paling tinggi.

  34. NIM : 5202418057

    No 2.
    Cara melakukan penyetelan celah platina yang pertama yaitu
    Siapkan Kunci Ring Nomer 19
    Siapkan Obeng + (plus) dan – (min)
    Selanjutnya siapkan juga alat Feeler gauge yang berfungsi untuk mengukur celah platina.
    1. Putar pully poros engkol atau crank shaft searah jarum jam hingga titik pully mengarah ke angka 0 (nol) drajat atau TOP 1. Perhatikan noken pada distributornya, berhenti ketika nok nya mengetuk benjolan pada platina.
    2. Kemudian kendorkan baut pengikat platina, di usahakan jangan terlalu longgar saat memutar baut yang mengikat platina, kurang lebih satu putaran saja sampai platina dapat di goyangkan dengan obeng negative pada alur penyetalan celah platina sehingga celah platina dapat di renggangkan dan di sempitkan.
    3. Ukur celah platina standar yaitu 0,45 mm. Di karenakan pada ukuran feeler tidak ada ukuran 0,45 mm maka digunakan ukuran feeler dengan ukuran celah 0,40 mm, namun jangan terlalu rapat dan sedikit longgar supaya mengikuti celah ukuran 0,45 mm.
    4. Kemudian stel platina dengan menggunakan obeng min (-). Caranya yaitu geser platina dengan perlahan menggunakan obeng min dengan menekan coakan atau tonjolan yang berada di dekat platina tersebut. Setiap jenis kendaraan mobil memiliki coakan atau tonjolan yang berbeda. Apabila platina harus di ganti pada tahap ini langsung diganti saja dengan yang baru.
    5. Setelah selesai melakukan penyetelan, lalu ceklah celah platina, dan jika sudah pas dengan ukuran kencangkan kembali dengan menggunakan obeng plus.
    6. Kemudian nyalakan mesin

  35. 5202418046

    Sistem Pengisian
    No 1. Cara mengetahui regulator masih dalam kondisi baik atau tidak, yaitu :
    Mengecek setiap terminal pada regulator menggunakan mumtitester.

    Terminal IG DAN F
    Ada tiga cara :
    – PL0 menempel dengan PL1 (0 ohm)
    – PL0 menempel dengan PL2 (tidak ada hubungan)
    – PL0 diantara PL1 dan PL2 (11 ohm)

    Terminal E dan L
    Ada 2 cara :
    – P0 menempel dengan P1 (0 ohm)
    – P0 menempel dengan P2 (100)

    Terminal B dan E
    Ada 2 cara :
    – P0 menempel dengan P1 (tidak ada hubungan)
    – P0 menempel dengan P2 (100 ohm)

    Terminal B dan L
    Ada 2 cara :
    – P0 menempel dengan P1 (tidak ada hubungan)
    – P0 menempel dengan P2 (0 ohm)

    Terminal N dan E
    Ada 1 cara :
    kira kira tahanan standarnya 23 ohm

  36. NIM : 5202418009
    NAMA : SEPTIAN SETIYARKO UTOMO

    2.Bagaimanakah cara menguji motor starter tanpa bebanhubungkan terminal terminal pada motor stater dengan aki atau baterai. Positif baterai ke terminal positif ampere meter kemudian terminal negatif ampere meter ke terminal 30 motor stater sedangkan negatif baterai ke body motor stater.

  37. 5202418018
    MEIWAN ADI SETIO UTOMO

    2. Cara mengukur tegangan output Alternator saat sistem dari pengisian bekerja adalah dengan cara menggunakan alat pengukur tengangan volt meter atau multitester. Berikut cara mengukur tegangan output alternator menggunakan multitester. putar selektor switch pada multitester ke DCV 50 (karena standar output alternator 13,5v -14,5 v ). Kalibrasi terlebih dahulu dengan menyetel jarum skala pada kalibrasi universal. Hubungkan probe (+) multitester ke terminal B dan probe (-) multitester ke terminal (-) baterai atau massa body. Baca hasil pengukurannya. Perlu diperhatikan pengukuran dilakukan beberapa cara yaitu saat mesin mati dan saat mesin hidup kecepatan lambat, sedang, dan tinggi hal itu dilakukan untuk mengetahui tegangan yang dihasilkan stabil atau tidak yang menunjukan bekerja tidaknya sistem pengisian. standar output tegangan alternator adalah 13,5-14,5 volt.

  38. Nim 5202418049
    1. Cara mengetahui regulator dalam kondisi baik atau tidak adalah dengan mengetes hubungan kaki kaki regulator dengan multimeter. Caranya yaitu :
    Cek terminal IG dan F :
    1.PL0 menempel dngn PL1  maka seharusnya tidak ada tahanan (0 ohm)
    2.PL0 menempel dngn PL2 maka seharusnya tak ada hubungan
    3.PL0 diantara PL1 dan PL2 maka seharusnya terdapat tahanan sebesar 11 ohm
    Cek terminal E dan L :
    1.P0 menempel dng P1 maka seharusnya tidak ada tahanan (0 ohm)
    2.P0 menempel dngn P2 maka akan terdapat tahanan 100 ohm
    Cek terminal N dan E maka akan terdapat tahanan kira kira sebesar 25 ohm

  39. Nim: 5202418001
    Nama: Janahtan Firdaus
    Kelompok: satu

    2. Cara menguji motor stater tanpa beban (kondisi terlepas):
    A. Periksa putaran motor starter
    – Hubungkan terminal positif baterai ke positif multimeter lalu hubungkan negatif multimeter ke terminal 30. Lalu hubungkan bagian negatif baterai ke body motor starter.
    -Kemudian Hubungkan terminal 30 ke terminal 50 motor starter. Jika motor starter berputar dengan halus dengan pinion bergerak keluar serta arus yang digunakan kecil (kurang dari spesifikasi) berarti motor starter dalam keadaan baik. Spesifikasi arus 0,6 kw kurang dari 55 Ampere pada 11 Volt atau 0,8 kw kurang dari 50 Ampere pada 11 Volt. (Perhatian: saat menghubungkan terminal 30 ke 50 lakukan secara singkat maksimal 3 detik saja karena dapat merusak alat ukur

    B. Pengetesan pull in coil
    -hubungkan negatif baterai ke body starter dan terminal C.
    – Bagian positif yaitu positif baterai dihubungkan ke terminal 50.
    – Perhatikan pergerakan gigi pinion, Jika gigi pinion bergerak keluar maka pull in coil dalam keadaan baik.
    (Lakukan prngetesan dengan sesingkat singkatnya yaitu 3 detik agar kumparan di magnetic switch tidak terbakar)

    C. Pengetesan hold in coil
    -rangkai sama seperti pada pengetesan pull in coil
    – kemudian lepas kabel yang menuju ke terminal C, sehingga terminal C tidak terhubung ke negatif baterai.
    – Saat terminal C dilepas, pinion harus tetap menonjol keluar. Tandanya hold on coil bekerja menahan plunyer sehingga plat kontak tetap terhubung ke terminal 30 dan C. (Lakukan prngetesan dengan sesingkat singkatnya yaitu 3 detik agar kumparan di magnetic switch tidak terbakar)

    D. Pengetesan kembalinya plunyer
    -rangkaian sama seperti pada pengetesan hold in coil
    -kemudian lepas kabel yang menuju ke body (massa)
    -jika gigi pinion kembali dengan cepat maka plunyer masih bekerja.

  40. NIM : 5202418047
    JOB Sistem Pengisian

    2. Cara mengukur tegangan output alternator pada saat sistem pengisian bekerja dengan cara sebagai berikut :

    > Siapkan Engine stand dan peralatan untuk mengukur tegangan.
    > Nyalakan Engine stand pada putaran stasioner dan tunggu sebentar supaya pengisian berjalan terlebih dahulu.
    > Siapkan multimeter dan posisikan selector pada DCV 50
    > Lakukan kalibrasi universal
    > Naikkan putaran mesin sampai 2000 rpm
    > Pasang probe merah pada terminal (+) baterai dan probe hitam pada terminal (-) baterai.
    > Baca hasil pengukuran pada layar multimeter

    Hasil pengukuran harusnya tegangan output alternator +- 14,8 sampai dengan 14,8 Volt

  41. izin menambahkan cara untuk mengukur tegangan output alternator ada beberapa cara yaitu sebelum mesin hidup untuk mengetahui tegangan baterai awal dan pengukuran saat mesin hidup untuk mengetahui tegangan saat sistem pengisian bekerja, cara ini lebih memudahkan kita saat pengukuran.

  42. NIM : 5202418058
    1. Berikut cara mengetahui kondisi koil pada sistem pengapian masih baik atau tidak
    a. Cara mengetes koil pengapian percikan api
    1. Matikan kendaraan dan buka kapnya. Seperti kebanyakan jenis pemeliharaan kendaraan, Anda harus memulai tes dengan kendaraan di jalan dan dengan mesin yang sudah mati. Buka kap untuk mencari koil pengapian. Walaupun lokasi tepatnya bisa beragam untuk setiap kendaraan, umumnya koil pengapian terletak di dekat sepatbor atau dipasang dengan baut pada braket di dekat distributor. Perlu dicatat bahwa pada kendaraan tanpa distributor, busi akan dihubungkan secara langsung dengan koil.
    • Satu cara pasti untuk menemukan koil pengapian adalah dengan mencari distributor dan mengikuti kabel yang tidak terhubung dengan busi.
    • Sebelum memulai, pastikan Anda mengenakan kacamata pengaman atau pelindung mata lain dan Anda memiliki alat-alat yang terisolasi (terutama tang) untuk melindungi dari kejutan listrik.
    2. Lepas satu kabel busi dari businya. Berikutnya, lepas salah satu kabel busi dari businya. Biasanya kabel ini membentang dari tutup distributor ke masing-masing busi. Untuk mencegah cedera, berhati-hatilah saat mengerjakan sistem kelistrikan kendaraan Anda. Gunakan sarung tangan dan alat-alat yang terisolasi pada setiap saat.
    • Jika kendaraan Anda telah berjalan untuk beberapa waktu, komponen-komponen internalnya kemungkinan besar akan sangat panas. Kendaraan yang dikendarai sedikitnya selama 15 menit bisa memanaskan mesin hingga sekitar 200 derajat. Biarkan kendaraan selama sejam agar dingin untuk mencegah cedera yang signifikan.
    • Untuk menghemat waktu dan menghindari kerusakan pada busi Anda, pertimbangkan untuk menggunakan tester busi. Daripada memasang kembali busi ke kabel, pasang tester busi ke kabel. Tanahkan penjepit buaya kemudian langsung beralih dan minta teman Anda menstater mesin serta lihat percikan api pada celah tester.
    • Menggunakan tester busi juga berarti Anda tidak akan mengekspos ruang pembakaran terhadap kotoran.
    3. Lepas busi dengan menggunakan soket busi. Setelah Anda melepaskan kabel busi, lepaskan businya. Hal ini mudah dilakukan dengan kunci soket khusus yaitu soket busi.
    • Dari sini sampai seterusnya, berhati-hatilah agar tidak menjatuhkan apapun ke dalam lubang kosong yang ditinggalkan busi. Meninggalkan kotoran di dalam lubang ini bisa menyebabkan kerusakan pada mesin saat kendaraan berjalan sehingga lebih baik mencegah agar hal ini tidak terjadi karena akan sulit untuk membersihkan apapun dari lubang ini.
    • Tutup lubang dengan kain atau handuk bersih untuk mencegah kotoran masuk ke ruang pembakaran.
    4. Pasang kembali busi ke kabel busi. Pasang kembali busi ke kabelnya dengan hati-hati. Anda seharusnya menyisakan busi yang terhubung dengan distributor, tetapi tidak ditempatkan di lubangnya. Pegang busi dengan tang yang terisolasi untuk menghindari kemungkinan kejutan listrik.
    5. Kontakkan bagian berulir busi terhadap logam yang terekspos pada mesin. Berikutnya atur busi (kabelnya masih menempel) sehingga kepala berulir busi berkontak dengan sebagian logam mesin. Hal ini bisa berupa bagian logam padat dari blok mesin dan mesin itu sendiri.
    • Sekali lagi pegang busi dengan hati-hati menggunakan tang yang terisolasi (dan sarung tangan jika memungkinkan). Jangan ambil risiko terjadinya kejutan listrik dalam beberapa langkah berikutnya dengan mengabaikan tindakan pengamanan yang mudah ini.
    6. Lepas relai pompa bahan bakar atau sekring. Sebelum Anda menstater mesin untuk mengetes busi, Anda harus mematikan pompa bahan bakar. Setelah hal ini dilakukan, mesin tidak akan menyala sehingga Anda bisa mengetes koil untuk percikan api.
    • Tidak melepas relai pompa bahan bakar berarti silinder yang dites tidak akan mengeluarkan percikan karena tidak ada busi. Namun, silinder akan tetap dibanjiri oleh bahan bakar yang bisa menyebabkan kerusakan yang serius.
    • Periksa buku manual Anda untuk mencari relai pompa bahan bakar.
    7. Minta teman untuk menstater mesin. Minta teman atau asisten untuk memutar kunci pada pengapian kendaraan. Hal ini akan memberikan daya ke sistem kelistrikan kendaraan dan ke busi yang Anda pegang (dengan asumsi koil pengapian Anda berfungsi)
    8. Cari percikan api biru. Jika koil pengapian Anda berfungsi dengan semestinya saat teman Anda menstater mesin, Anda seharusnya akan melihat percikan api biru terang yang melompati celah busi. Percikan api biru ini akan tampak jelas di siang hari. Jika Anda tidak melihat percikan api biru, koil pengapian Anda kemungkinan tidak berfungsi dan perlu diganti.
    • Percikan api jingga merupakan pertanda buruk. Hal ini berarti koil pengapian tidak menyuplai cukup listrik ke busi (dengan berbagai alasan seperti selubung koil retak, arus listrik yang lemah, sambungan yang rusak, dan lain-lain).
    • Kemungkinan terakhir yang Anda bisa amati adalah tidak terjadinya percikan api. Hal ini biasanya merupakan pertanda koil pengapian benar-benar tidak berfungsi, satu atau lebih sambungan listrik rusak, atau Anda melakukan kesalahan dalam pengetesan.
    9. Pasang kembali busi dengan hati-hati dan sambungkan kembali kabelnya. Ketika Anda sudah selesai mengetes, pastikan kendaraan dimatikan sebelum mengulang langkah-langkah persiapan di atas dalam urutan terbalik. Lepas busi dari kabelnya, masukkan kembali busi ke dalam lubangnya, dan sambungkan kembali kabel.
    b. Mengukur tahanan kumparan primer
    1. Putar selector multimeter pada posisi X1 ohm, dan kalibrasi ohm meter
    2. Hubungkan probe multimeter (+) ke terminal (+) koil, sedangkan probe (-) ke terminal (-) koil.
    Spesifikasi tahanan (keadaan dingin) : 1,35 – 2,09 ohm
    (Keadaan panas): 1,71 – 2,46 ohm
    c. Mengukur tahanan kumparan sekunder
    1. Putar selector multimeter pada posisi X K ohm, dan kalibrasi ohm meter
    2. Hubungkan probe multimeter (+) ke terminal tegangan tinggi koil, sedangkan probe (-) ke terminal B koil.
    Spesifikasi tahanan (keadaan dingin) : 8,5 – 14,5 k ohm
    (keadaan panas) : 10,7 – 17,1 k ohm
    d. Mengukur tahanan B/ballast resistor
    1. Putar selector multimeter pada posisi X1 ohm, dan kalibrasi ohmmeter
    2. Hubungkan probe multimeter (+) ke terminal (+) koil, sedangkan probe (-) ke terminal (B/Ballast) koil (tipe internal resistor)
    3. Hubungkan probe multimeter (+) ke terminal (+) koil, sedangkan probe (-) ke terminal input resistor (tipe external resistor).
    Spesifikasi (keadaan dingin) : 0,8 – 1,3 ohm
    (keadaan panas) : 1,05 – 1,52 ohm

  43. Nim 5202418049
    2. Cara mengukur tegangan output alterntor saat sistem pengisian bekerja dapat dilakukan dengan multimeter, caranya sebagai berikut :
    1. Mengukur Voltase di kepala aki + dan – saat mesin dimatikan. Ketika pengisian normal maka akan terdapat tegangan sebesar 12,6 volt
    2. Mengukur Voltase di kepala aki + dan – saat mesin dihidupkan. Ketika sistem pengisian normal maka hasil yang akan muncul adalah sama atau sedikit lebih besar daripada test pertama.
    3. Mengukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B alterntor ke body alternator itu sendiri. Ketika sistem pengisian normal maka akan muncul tegangan sebesar 13.5 – 14.5 volt

  44. 5202418046
    Sistem pengisian
    No 2 Cara untuk mengukur tegangan output alternator saat sistem pengisian bekerja yaitu:
    1 Nyalakan engine pada putaran stasioner.
    2. Siapkan multitester
    3. Lakukan kalibrasi terlebih dahulu
    4. Pastikan probe merah terletak pada lubang (+)
    5. Putar selektor ke DC50V
    6. Pasang probe merah (+) pada terminal B atau kabel yang terhubung ke terminal B
    7. Pasang probe hitam (-) pada bodi atau terminal (-) baterai
    8. Baca hasil pengukuran
    Jika hasil pengukuran antara 13.8 sampai 14,8 V maka alternator dalam kondisi baik.

  45. NIM : 5202418058
    2. Berikut Langkah – langkah dalam menyetel platina
    a. Persiapkan peralatan
    • Kunci ring 19
    • Obeng (+)
    • Obeng (-)
    • Fuller
    b. Langkah – langkah menyetel platina
    1) Pastikan aki mobil benar benar dalam kondisi prima. Karena waktu meyetel perlu beberapa kali memutar mesin. Langkah pertama yaitu anda harus buka tutup distributor terlebih dahulu. Besihan lalu lihat apakah permukaan platina besih dan tidak ada benjolan, karena apabila terdapat benjolan lebih baik diganti baru berikut condensornya.
    2) Setelah itu anda putar pully poros engkol atau yang di sebut dengan crank shaft searah jarum jam hingga titik pully mengarah ke angka 0 (nol) drajat atau dalam istilahnya TOP 1. Perhatikan noken pada distributornya, berhenti ketika nok nya mengetuk benjolan pada platina.
    3) Selanjutnya anda harus kendorkan baut pengikat platina, dalam hal tersebut ada harus di usahakan jangan terlalu longgar saat memutar baut yang mengikat platina, kurang lebih satu putaran saja sampai platina dapat di goyangkan dengan obeng negative pada alur penyetalan celah platina sehingga celah platina dapat di renggangkan dan di sempitkan.
    4) Untuk ukuran celah platina standar yaitu 0,45 mm. Di karenakan pada ukuran fuller tidak ada ukuran 0,45 mm maka anda boleh menggunakan ukuran fuller dengan ukuran celah 0,40 mm, akan tetapi jangan terlalu rapat dan sedikit longgar supaya mengikuti celah ukuran 0,45 mm.
    5) Masukkan fuller ke dalam celah platina, lalu anda langsung stel platina dengan menggunakan obeng min (-). Caranya yaitu geser platina dengan perlahan menggunakan obeng min dengan menekan coak atau tonjolan yang berada di dekat platina tersebut. Setiap jenis kendaraan mobil memiliki coakan atau tonjolan yang berbeda. Apabila platina harus di ganti pada tahap ini langsung diganti saja platina yang rusak dengan yang baru.
    6) Setelah selesai melakukan penyetelan, lalu ceklah celah platina, dan jika sudah pas dengan ukuran tersebut langsung saja anda kencangkan dengan baut kembali dengan menggunakan obeng plus.
    7) Setelah semuanya selesai, pasang kembali tutup distributor atau yang bisa di sebut juga dengan delco.
    8) Kalau mesin sudah hidup, kendorkan baut 10 mm yang mengancing distributor pada blok mesin. Pelan pelan memutar ke kiri atau ke kanan. Dengakan putaran mesin. Berhenti ketika yakin sudah menemukan putaran mesin yang paling tinggi. Ketika sudah beberapa kali mencoba dan berhasil, ada cara lebih canggih, yaitu sambil memainkan RPM mesin distributor di putar mencari kondisi mesin tidak knoking ketika mesin di sentak.

  46. Eko Prasetyo
    5202418010
    Jobsheet Stater

    1. Bagaimanakah cara mengetahui bahwa magnetic switch pada motor starter masih dalam kondisi baik?

    Pemeriksaan secara visual ,kondisi magnetic switch baik dan terminal-terminal tidak kotor/karat.
    Periksa hubungan antara terminal 50 dan C (kondisi baik jika ada kontinuitas).
    Periksa hubungan terminal 50 dengan body (kondisi baik apabila tidak ada kontinuitas).
    Lakukan pengujian tanpa beban.

  47. Eko Prasetyo
    5202418010
    Job Stater
    2. Bagaimanakah cara menguji motor starter tanpa beban?

    Pemeriksaan ini dilakukan dengan :
    a. Hubungan terminal negatif baterai dengan body motor starter.
    b. Hubungkan terminal positif baterai dengan terminal 30 motor starter (biasanya baut terminal 30 lebih panjang dibanding dengan baut terminal C)
    c. Sebagai ganti kunci kontak maka hubungkan terminal 30 /positif baterai dengan terminal 50.
    d. Ketika terminal 30/positif baterai dihubungkan dengan terminal 50 maka pada plunyer akan menarik sehingga menghubungkan terminal 30 dan terminal C dan mendorong pinion maju (pull in coil) dan hold in coil menahan plunyer supaya pinion tetap mempertahankan posisi tersebut disamping itu arus besar dari Baterai mengalir ke motor stater. dilanjutkan dengan berputarnya motor stater.

  48. 5202418016
    FATHAN MASRURI
    Sebelumnya saya meminta maaf bapak karena telat mengapload jawaban karena saya ketinggalan informasi dan kebetulan tidak punya kuota bapak..

    1. Cara mengetahui kondisi regulator masih baik atau tidak:
    a. Memeriksa Charge Indicator Lamp
    Pemeriksaan ini dilakukan saat regulator terpasang pada sistem. Ketika kk On , mesin belum nyala harusnya indicator lamp hidup tapi ketika mesin hidur indikator lamp mati

    b. Memeriksa kemagnetan pada alternator
    Pemeriksaan ini juga dilakukan saat regulator yerpasang pada sistem pengisian, ketika kk on mesih mati coba tempelkan logam pada alternator maka akan tertarik dan menempel dan ketika mesin dihidupkan kemudian rpm dinaikkan maka maghnit akan melemah itu berarti masih baik..

    c. Pengukuran Tahanan Antar-Terminal Regulator
    Pemeriksaan ini dilakukan saat melepas regulator
    #Terminal IG dan F
    -PL0 menempel PL1 (standar 0 ohm)
    -PL0 menempel PL2 (standar tidak ada hubungan)
    -PL0 mengambang (standar 11 ohm)
    #Terminal E dan L
    -P0 menempel P1 (standar 0 ohm)
    -P0 menempel P2 (standar 100 ohm)
    #Terminal B dan E
    -P0 menempel P1 (standar tdk ada hubungan)
    -P0 menempel P2 (standar 100 ohm)
    #Terminal B dan L
    -P0 menempel P1 (standar tdk ada hubungan)
    -P0 menempel P2 (standar 0 ohm)
    #Terminal N dan E
    Standar 23 ohm

    Jika hasil pemeriksaan dan pengukuran sesuai maka regulator masih baik.

  49. 5202418016
    FATHAN MASRURI

    SISTEM PENGISIAN

    Cara mengukur tegangan output alternator saat sistem bekerja:

    a. Siapkan multitester
    b. Lakukan kalibrasi universal
    c. Hidupkan mesin putaran stationer
    d. Pastikan probe merah terletak pada lubang (+)
    e. Putar selektor ke DC50V karena standar output alternator berkisar pada 13,5 v sampai 14,5 v
    f. Pasang probe merah (+) pada terminal B/kabel yang terhubung ke terminal B
    g. Pasang probe hitam (-) pada bodi/terminal (-) baterai
    h. Baca hasil pengukuran

    Outpur standard 13.5 v sampai 14.5 v

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here